Anda di halaman 1dari 4

Elastisitas Fisika Dan Contoh Soal

Sunday, September 8th 2013. | rumus fisika

Elastisitas Fisika dan Contoh Soal Benda umumnya terbagai dalam 3 wujud
yaitu padat, cair, dan gas. Sebenarnya masih ada satu lagi wujud dari benda yaitu
plasma. Masing-masing wujud memiliki sifat dan keunikan masing-masing. Kali ini kita
akan belajar mengenai salah satu keunikan dari beberapa benda berwujud padat, yaitu
elastisitas.

Apa itu Elastisitas?


Elastisitas (elasticity) adalah kemampuan (ability) dari benda padat untuk kembali ke
bentuk semula segera setelah gaya luar yang bekerja padanya hilang/ dihilangkan.
Deformasi (perubahan bentuk) pada benda padat elastis mengikuti aturan yang
dikemukakan Robert Hooke yang kemudian dikenal dengan hukum Hooke. Ahli
matematika dan juga seorang filsuf asal Inggris ini mencetuskan hukum Hooke
(elastisitas) yang berbunyi
Perubahan bentuk benda elastis akan sebanding dengan gaya yang bekerja padanya
sampai batas tertentu (batas elastisitas). Jika gaya yang deberikan ditambah hingga
melebihi batas elastisitas benda maka benda akam mengalami deformasi (perubahan
bentuk
)
permanen
-Robert HookeSobat punya sebatang bambu apus kecil. Saat sobat memberikan tenaga untuk
membengkokkan bambu tersebut ia akan melengkung (deformasi) yang bersifat
sementara yang berarti bahwa bambu bersifat elastis. Bambu akan kembali ke bentuk
semula jika sobat menghilangkan gaya yang bekerja padanya. Akan tetapi jika sobat
memberikan gaya dalam jumlah yang besar bambu tersebut bisa patah. Kapan ia patah?
Ketika gaya yang sobat berikan melebihi titik elastis dari bambu.

Besaran-Besaran dalam Elastisitas


a.

Tegangan

(stress)

Tegangan adalah besarnya gaya yang bekerja pada permukaan benda persatuan luas.
Tegangan dalam elastisitas dirumuskan:

Tegangan sama seperti tekanan, ia memiliki satuan Pascal (Pa) atau N/m2
b.

Regangan

(strain)

Regangandalam elastisitas adalah pertambahan panjang yang terjadi pada suatu benda
karena pengaruh gaya luar per panjang mula-mula benda tersebut sebelum gaya luar
bekerja padanya. Regangan dirumuskan:

Karena regangan adalah perbandingan dari dua besaran yang sejenis maka ia hanya
seperti koefisien (tanpa punya satuan)
c.

Mampatan

Mampatan hampir sama seperti regangan. Bedanya, regangan terjadi karena gaya tarik
yang mendorong molekul benda terdorong keluar sedangkan mampatan karena gaya
yang membuat molekul benda masuk ke dalam (memampat).
d.

Modulus

Elastis

(Modulus

Young)

Definisi dari modulus young adalah perbandingan antara tegangan dengan regangan. Di
rumuskan

jika kita menguraikan rumus tegangan dan regangan di dapat persamaan

Contoh Soal Elastisitas Fisika


1. Sobat punya sebuah kawat dengan luas penampang 2 mm 2, kemudian diregangkan
oleh gaya sebesar 5,4 N sehingga bertambah panjang sebesar 5 cm. Bila panjang kawat
mula-mula adalah 30 cm, berpakah modulus elastisitas dari kawat tersebut?
a. 1,53 x 106 N/m2
b. 1,3 x 106 N/m2
c. 1,65 x 107 N/m2
d. 1,62 x 107 N/m2
Jawab
Diketahui
A = 2 mm2 = 2.10-6 m
F = 5,4 N
l = 5 cm = 5.10-2 m
lo = 30 cm = 3.10-1 m
Modulus young = [5,4 x 3.10-1]/[2.10-6 x 5.10-2] = 1,62.107 N/m2 (jawaban d)
2. Sebuah batan besi yang panjangnya 2 m, penampangnya berukuran 4 mm x 2 mm.
Modulus elastisitas besi tersebut adalah 105 N/mm2. Jika pada ujung batang ditarik
dengan gaya 40 N. Berapa pertambahan panjang besi tersebut?

a. 1 mm
b. 0,1 mm
c. 0,01 mm
d. 0,001 mm
Pembahasan
Diketahui
lo = 2 m = 2.103 mm
A = 8 mm2
= 105 N/mm2
F = 40 N
dari rumus

maka
l = [F.lo]/[A.E] = [40.2.103]/[ 8.105] = 0,1 mm (jawaban b)
3. Sebuah kawat luas penampangnya 4 mm 2, kemudian diregangkan oleh gaya sebesar
8 N sehingga bertambah panjang 0,08 cm. Bila panjang kawat mula-mula adalah 60 cm,
berapakahh

tegangan

dan

regangan

kawat

tersebut?

Jawab
A

mm2 =

4.10-6 m2

0,08

cm

lo

60

cm

Tegangan

F/A

8/4.10-6 =

2.106 N/m2

Regangan = 0,08/60 = 1,333 x 10-3


4. Soal Elastisitas berikutnya adalah, jika sobat punya kawat A dan kawat B sama
panjang dengan perbandingan diameter 1:2, masing-masing ditarik oleh gaya sebesar F,
sehingga mengalami pertambahan panjang dengan perbandingn 3:1. Pertanyaannya
berapa nilai perbandingan dari modulus young kawat A dan kawat B?
jawab
Perbandingan diameter A : B = 1:2 maka perbandingan luas penampang = 1 2 : 22 = 1:4
perbandingan l A dan B = 3:1

jika melihat rumus modulus young

didapat kesimpulan modulus young sebanding dengan gaya (F) serta panjang awal
(lo) dan berbanding terbalik dengan luas alas (A) dan pertambahan panjang ( l)
EA/EB = [FA/FB] x [Luas Alas B/Luas Alas A] x [lB/lA] (perhatikan posisi atas bawah A dan
B)
EA/EB = 1/1 x 4/1 x 1/3 = 4/3
jadi perbandingan modulus young kawat A dan Kawat B = 4:3
Itu tadi sobat hitung materi singkat tentang elastisitas fisika