Anda di halaman 1dari 20

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN

PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

BAB

ENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Mengacu pada kebijakan nasional dalam pengembangan wilayah tertinggal

yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional


(RPJPN) 2004-2025, yaitu mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan
berkeadilan, khususnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2015-2019 terkait dengan Pembangunan Daerah Tertinggal
dan

Pembangunan

Kawasan

Perdesaan

secara

tersirat

diamanahkan

pengembangan kesehatan dan sarana prasarana kawasan perdesaan oleh karena


itu perlu dilakukan percepatan pembangunan dalam rangka pemenuhan standar
pelayanan minimal dan pengembangan kesehatan serta sarana dan prasarana
kawasan perdesaan.
Sejalan dengan kebijakan di atas, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal

dan

Transmigrasi

menyelenggarakan

Program

Pengembangan

Kesehatan dan Sarana Prasarana Kawasan Perdesaan (Tugas Pembantuan).


Dengan adanya otonomi daerah, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
telah bergeser dari sentralisasi menjadi desentralisasi, dimana melalui Dana
Tugas Pembantuan, pemerintah pusat memberikan anggaran pada daerah untuk
melaksanakan sebagian urusan pemerintahan.
1.2

Tujuan
Penyusunan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk :
1. Memberikan acuan

dan

panduan

teknis

terhadap pelaksanaan

penyaluran Tugas Pembantuan kepada kabupaten yang mendapatkan


alokasi dana Tugas Pembantuan;
2. Pengendalian pelaksanaan penyaluran dana tugas pembantuan;
3. Menjamin terlaksananya Koordinasi Pusat dan Daerah (Kabupaten),
dalam pelaksanaan tugas pembantuan.
1.3

Sasaran

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

Sasaran yang hendak dicapai dalam pemberian dana tugas pembantuan


adalah :
1. Terlaksananya

penyaluran

dana tugas pembantuan sesuai dengan

ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku;


2. Terlaksananya penyaluran dana tugas pembantuan tepat waktu, tepat
guna dan tepat sasaran sesuai usulan daerah;
3. Difahaminya proses dan
mekanisme
penyaluran dana tugas
pembantuan oleh

pihak terkait

baik

di tingkat

Pusat maupun

Daerah;
4. Terciptanya pembangunan yang transparan dan akuntabel.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

BAB 2
sTRUKTUR ORGANISASI

2.1 Umum
Dalam rangka pencapaian tujuan pelaksanaan Tugas Pembantuan pada
Satuan Kerja Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun
Anggaran 2015, perlu di bentuk struktur organisasi yang menggambarkan
pola penanganannya secara menyeluruh dari tingkat pusat sampai daerah.
2.2 Organisasi Tingkat Pusat
Organisasi Pusat terdiri atas Pembina, Penanggungjawab, Ketua dan
anggota.

Organisasi

pusat

berfungsi

untuk

mengkoordinasikan,

mensinergikan, dan mengharmonisasikan kebijakan, strategi, rencana dan


program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dengan sektor
dan Pemerintah Daerah untuk pengembangan kesehatan dan sarana
prasarana kawasan perdesaan melalui Tugas Pembantuan.
Susunan Organisasi Pusat adalah sebagai berikut :
Pembina

: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan


Transmigrasi

Penanggungjawab : Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan


Ketua

: Direktur Pembangunan Sarana Prasarana Kawasan


Perdesaan

Anggota

: Staf

Direktorat

Pembangunan

Sarana

Prasarana

Kawasan Perdesaan

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

Tugas Organisasi Tingkat Pusat


Secara garis besar terdiri dari 3 (tiga) aspek, yaitu: aspek kebijakan, aspek
teknis dan aspek administrasi.
1 Tugas terkait aspek kebijakan
a. Menetapkan

lokasi

dan

alokasi

pelaksanaan

kegiatan

Tugas

Pembantuan;
b. Menetapkan mekanisme dan pengelolaan kegiatan dan bantuan
Tugas Pembantuan;
c. Mendistribusikan tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh Tim
Koordinasi dan Pelaksana Tugas Pembantuan Kabupaten.
2 Tugas terkait kegiatan aspek teknis
a. Menyusun Petunjuk Teknis kegiatan Tugas Pembantuan;
b. Melaksanakan sosialisasi, supervisi, dan konsultasi pelaksanaan
kegiatan Tugas Pembantuan;
c. Melaksanakan pemantauan (monitoring) dan evaluasi terhadap
kebijakan

dan

perkembangan

pelaksanaan

kegiatan

Tugas

Pembantuan;
d. Melakukan koordinasi lintas sektoral antar instansi dalam rangka
meningkatkan efisiensi, efektifitas dan mensinergitaskan untuk
mendukung kegiatan Tugas Pembantuan.
3 Tugas terkait kegiatan aspek administrasi
Menetapkan

jadwal

pelaksanaan

kegiatan

Tugas

Pembantuan

secara

keseluruhan;
1. Mengelola, menganalisis pelaksanaan dan perkembangan kegiatan Tugas
Pembantuan yang sedang dan telah berjalan;
2. Menghimpun dan mendokumentasikan berkas-berkas daerah terkait kegiatan
Tugas Pembantuan;
3. Menyusun laporan Pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan;

2.3 Organisasi Tingkat Daerah (Kabupaten)

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

Pelaksana

kegiatan

Administratif

(keuangan)

Tugas

T.A 2015
Pembantuan

di

Kabupaten adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang diusulkan


oleh Bupati dan ditetapkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal

dan

Transmigrasi.

SKPD

adalah

organisasi/lembaga

pada

pemerintah daerah yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan


Tugas Pembantuan di tingkat kabupaten. SKPD tersebut merupakan Unit
Akuntansi

Kuasa

Pembantuan.

SKPD

Pengguna
tersebut

Anggaran/Barang
ditetapkan

bersama

(UAKPA/B)
dengan

Tugas

perangkat

pengelola keuangan yang terdiri dari :


1. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA);
2. Bendahara Pengeluaran.
Sedangkan untuk Pejabat Pembuat Komitmen, SPM dan lain-lain ditetapkan
oleh daerah (Bupati dan/atau KPA)
Selain penetapan SKPD Pelaksana dan Satker Pengelola oleh Menteri Desa,
Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi, dibentuk pula Tim
Koordinasi Tugas Pembantuan ditetapkan melalui Keputusan Bupati,
bertugas melakukan pembinaan teknis pelaksanaan di lapangan.
Tugas Tim Koordinasi Tugas Pembantuan
Secara garis besar bertugas dalam 3 (tiga) aspek, yaitu aspek kebijakan,
teknis dan administrasi.
1. Tugas terkait aspek kebijakan
a.

Menetapkan sarana prasarana yang akan diperuntukkan di

kegiatan Tugas Pembantuan;


b.
Mengidentifikasi, menyeleksi dan menetapkan Lokasi dalam
pengembangan kegiatan Tugas Pembantuan;
c.
Melakukan verifikasi, pembahasan, penilaian dan persetujuan
terhadap usulan proposal.

2. Tugas terkait aspek teknis


a. Menyelenggarakan sosialisasi,

persiapan

dan

pelaksanaan

serta

pendampingan kegiatan Tugas Pembantuan;


DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

b. Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala dan insidentil,


serta

mengambil

langkah-langkah

yang

diperlukan

jika

ada

permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan Tugas


Pembantuan;
c. Menampung dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait
pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan.

Tugas terkait aspek administrasi


a Menyiapkan dokumen perencanaan secara keseluruhan kegiatan
Tugas Pembantuan kabupaten (TOR, RAB, data dukung, spesifikasi,
gambar, dll);

Menyusun laporan terkait: persiapan (penentuan lokasi serta jenis kegiatan);


pelaksanaan dan Monev (termasuk perkembangan kegiatan sebelumnya dan
sinergitas dengan kegiatan stakeholders terkait Tugas Pembantuan), serta
keuangan secara periodik, dan disampaikan kepada Satuan Kerja Direktur
Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

BAB

OKUMEN ADMINISTRASI, DOKUMEN TEKNIS


DAN LINGKUP KEGIATAN
Dokumen administrasi dan teknis yang dimaksud adalah dokumen yang harus
dilengkapi oleh Daerah dan dilampirkan dalam surat penunjukan SKPD dari
Bupati baik secara administrasi maupun teknis. Adapun persyaratan tersebut
adalah sebagai berikut:
3.1 Dokumen Administrasi :
1. Surat Usulan Penunjukan SKPD Pelaksanan oleh Bupati yang ditujukan
kepada

Menteri

Desa,

Pembangunan

Daerah

Tertinggal

dan

Transmigrasi.
2. Surat Usulan Penetapan Satker Pengelola Keuangan;
3. Surat Keputusan Tim Koordinasi Kabupaten yang ditunjuk oleh Bupati
surat keputusan Bupati ini terdiri dari pembina, pengarah, ketua dan
anggota yang didalamnya terdapat unsur Instansi terkait yang bertugas
untuk mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan;
4. Surat Keputusan Bupati Penetapan Daerah, dalam surat keputusan ini
menjelaskan sarana prasarana yang akan dikembangkan di Kabupaten
DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

tersebut

dengan

dukungan

kegiatan

Tugas

T.A 2015

Pembantuan

dari

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi;


5. Surat Keputusan Bupati untuk penetapan lokasi dan kelompok
penerima, surat keputusan bupati ini harus memuat, nama dan alamat
ketua kelompok, dan nama anggota kelompok.
6. Surat Keputusan Bupati untuk penunjukan panitia lelang dan panitia
penilai dan penerima hasil pekerjaan, pada Surat Keputusan ini
mencantumkan nama nama tim panitia lelang dan pejabat penerima
hasil

pekerjaan.

Dimana

anggota

tim

telah

memenuhi

syarat

administrasi yaitu memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa.

3.2 Dokumen Teknis :


1. Proposal Teknis ini sekurang-kurangnya terdiri dari, latar belakang,
tujuan, sasaran,ruang lingkup manfaat (outcome), penerima manfaat,
waktu pelaksanaan, jadwal pelaksanaan, lokasi kegiatan dan anggaran
biaya serta disetujui dan disahkan oleh pejabat yang berwenang.
2. Kerangka Acuan Kerja (KAK), kerangka acuan kerja merupakan acuan
dalam proses pengerjaan kegiatan yang berisi latar belakang, maksud
dan tujuan, manfaat,ruang lingkup, waktu pelaksanaan, lokasi kegiatan,
biaya pelaksanaan, dan sumber dana. KAK ini merupakan kelengkapan
dokumen pelelangan.
3. Spesifikasi Teknis, spesifikasi teknis ini harus disusun secara cermat,
akurat,sesuai dengan fisik barang serta kondisi lapangan.
4. Rencana Anggaran Biaya (RAB), rencana anggaran ini harus dihitung
secara professional/cermat, sesuai dengan harga satuan setempat, dan
disusun berdasarkan spesifikasi teknis.
5. Analisa Harga, analisa harga disusun berdasarkan urutan pekerjaan
yang sesuai dengan volume pekerjaan dan dihitung secara cermat dan
profesional dengan memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas.
DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

6. Standar Biaya Daerah (SBD), Standar Biaya Daerah yang dikeluarkan


oleh instansi atau lembanga yang berwenang dan masih berlaku.
7. Persyaratan Teknis pada poin 1 sampai dengan poin 7 harus
disusun

berdasarkan

ketentuan

dan

perundangan

yang

berlaku,

disetujui dan disahkan oleh pejabat yang berwenang serta menjadi


tanggung jawab daerah sepenuhnya.
8. Gambar Teknis atau Detail Enginering Design (DED), gambar teknis
ini harus digambar sesuai dengan keadaan lapangan, cermat, jelas,
ukuran yang tepat (skala) dan professional.
Poin 1 sampai dengan 7 adalah dokumen yang harus dilengkapi untuk
Pengembangan Kesehatan (Alat Kesehatan dan Penunjang) sedangkan poin 1
sampai 8 adalah dokumen yang harus dilengkapi untuk Sarana Prasarana
Kawasan Perdesaan
3.3 Lingkup Kegiatan
Penggunaan Dana Tugas Pembantuan Pengembangan Kesehatan dan
Sarana Prasarana Kawasan Perdesaan Tahun 2015 memiliki lingkup kegiatan
sebagai berikut:
3.3.1

Pengadaan Alat Kesehatan Bagi

Puskesmas Dengan Alat Kesehatan

Tidak Lengkap Dan Tersedia Tenaga Yang Berkompeten Dan Terlatih,


diantaranya : Set Pemeriksaan umum, PONED Set, Set Tindakan
Medis/Gawat Darurat, Set Kesehatan Gigi dan Mulut. Laboratorium Set,
Set Pemeriksaan Kesehatan Ibu, Anak KB dan Imunisasi, Set UKS kit,
Puskesmas Pembantu, Poskesdes Set dan Posyandu Kit;
Persyaratan Umum
Kebutuhan akan adanya paket lengkap alat kesehatan Puskesmas diharapkan
mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Puskesmas yang alat kesehatannya tidak lengkap
2. Sarana penunjang agar alat kesehatan dapat berfungsi optimal telah tersedia
(listrik, air, genset, bangunan penunjang, dll)
3. Pengadaan alat harus mempertimbangkan kemudahan dalam mekanisme hibah.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

4. Tersedia SK Bupati/Walikota tentang nama Puskesmas yang akan menerima


bantuan alat kesehatan.
5. Tersedia tenaga yang mampu mengoperasikan alat kesehatan
6. Harga satuan alat kesehatan yang diusulkan harus menyertakan referensi harga
sebagai dasar penetapan harga satuan. Referensi harga yang diperoleh dari ecatalog, hasil survey harga pasar, penawaran langsung perusahaan, data
elektronik/internet/website atau harga kontrak tahun sebelumnya.
7. Penetapan alat kesehatan yang diusulkan dan harga satuan yang akan
dicantumkan dalam dokumen perncanaan dan penganggaran harus dilengkapi
dengan justifikasi yang ditandatangani oleh Kepala Satker.
8. Pengusulan kegiatan penunjang pengadaan hanya digunakan untuk keperluan
pembelian ATK, Honor dan Biaya Perjalanan Dinas sesuai kebutuhan.
Persyaratan Teknis
1. Memperhatikan spesifikasi teknis yang disusun oleh Tim Teknis yang terdiri dari
pemegang program di direktorat Bina Penunjang edik dan Sarana Kesehatan dan
Organisasi Profesi.
2. Permenkes RI No.75 tahun2014 tentang Puskesmas, Direktorat Jenderal Bina
Upaya Kesehatan Tahun 2014
3. Rincian paket Alat Kesehatan lengkap seperti tercantum dalam buku-buku
standar kelengkapan alat kesehatan yang dikeluarkan secara resmi oleh
Departemen Kesehatan RI dan masih berlaku.

3.3.2 Pengadaan Alat Penunjang Untuk Daerah Terpencil/Sangat Terpencil


Dan Tidak Ada Listrik, yaitu Solar Cell dan Generator;

1.

Persyaratan Umum
Kebutuhan akan adanya sarana

penunjang Puskesmas diharapkan

mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: Puskesmas di wilayah


terpencil, sangat terpencil, tertingal, kepulauan, khususnya di pulau-pulau
kecil terluar, perbatasan dengan Negara lain, dengan target pembangunan
sesuai sasaran Prioritas Puskesmas di DTPK yang tercantum dalam
2.

Kepmenkes No.758 Tahun 2011.


Puskesmas yang berfungsi sebagai gatekeeper

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

3.

Pengadaan alat harus mempertimbangkan kemudahan dalam mekanisme

4.

BMN (bukan alat kesehatan yang kecil dan mudah hilang).


Sarana penunjang agar alat kesehatan dapat berfungsi optimal belum

5.

tersedia (listrik, genset,)


Tersedia SK Bupati/Walikota tentang nama Puskesmas yang akan

6.

menerima bantuan alat.


Dinas
Kesehatan
Kabupaten/Kota

membuat

surat

pernyataan

kesanggupan memenuhi antara lain: a. Biaya operasional, b. Tidak


7.

mengalihfungsikan sarana, tersedia tenaga yang mampu mengoperasikan


Harga satuan alat yang diusulkan harus menyertakan referensi harga
sebagai dasar penetapan harga satuan. Referensi harga yang diperoleh dari
e-catalog, hasil survey harga pasar, penawaran langsung perusahaan, data

8.

elektronik/internet/website atau harga kontrak tahun sebelumnya.


Penetapan alat yang diusulkan dan harga satuan yang akan dicantumkan
dalam dokumen perncanaan dan penganggaran harus dilengkapi dengan
justifikasi yang ditandatangani oleh Kepala Satker.

3.3.3 Pembangunan Sarana Prasarana Kawasan Perdesaan;


Persyaratan Teknis
Pembangunan

sarana prasarana

di

daerah

pedesaan,

selain

perlu

memperhatikan aspek konservasi tanah mengingat kondisi wilayah dengan


topografi

yang

sering

Ketentuan perencanaan

berbukit
dan

dan

dengan tanah

pembangunan/rehabilitasi

yang

peka

erosi.

sarana prasarana

kawasan perdesaan jalan secara teknis harus mengacu kepada ketentuan


teknis yang tertuang dalam peraturan perundangan yang berlaku, terutama
yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

BAB4
M

EKANISME PENGELOLAAN KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan Pengembangan Kesehatan dan


Sarana Prasarana Kawasan Perdesaan Tahun Anggaran 2015 harus mengacu

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

pada Petunjuk Teknis Pembantuan Pengembangan Kesehatan dan Sarana


Prasarana Kawasan Perdesaan yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur
Jenderal

Pembangunan

Kawasan

Perdesaan.

Penggunaan

dana

Tugas

Pembantuan Tahun Anggaran 2015 yang tidak sesuai dengan Petunjuk


Perencanaan dan Pelaksanaan ini menjadi tanggungjawab Kepala Daerah dan
SKPD terkait.
Mekanisme pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan tahun 2015, dimana
peyelenggaraannya
pemerintah

kepada

merupakan
pemerintah

pelimpahan
daerah

wewenang

yang

didanai

sebagian
melalui

urusan
anggaran

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.


Tujuan dilaksanakannya kegiatan melalui mekanisme Tugas Pembantuan
adalah

untuk

meningkatkan

efisiensi

dan

efektifitas

penyelenggaraan

pemerintah, pelayanan umum dan pembangunan. Di samping itu pemberian


Tugas Pembantuan dapat memperlancar pelaksanaan tugas dan penyelesaian
permasalahan serta membantu pengembangan pembangunan bagi daerah.
Mekanisme pelaksanaan Tugas Pembantuan dimaksud adalah urutan
kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penyerahan hasil
kegiatan Tugas Pembantuan kepada Pemerintah Daerah.
Langkah-Langkah Pelaksanaan
1. Persiapan
Dalam

mempersiapkan

pembangunan/pengadaan

melalui

Tugas

Pembantuan perlu dipersiapkan dokumen pengadaan, yaitu:


a. Mengecek kembali apakah ada pendanaan yg duplikasi
b. Mempersiapkan dokumen pengadaan
c. Mengecek lapangan
2. Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa dan bangunan dilaksanakan sesuai ketentuan
yang tercantum dalam Peraturan Presiden No.54 tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan Presiden No.70 Tahun
2012 tentang perubahan Kedua atas PP No.54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
3. Pelaporan

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

Mekanisme dan tatacara pelaporan mengacu pada Peraturan Pemerintah


No.39

Tahun 2006

tentang Tata

Cara

Pengendalian

dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan, Peraturan Pemerintah No.7 Tahun


2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

4.1 Tahapan Pelaksanaan Kegiatan


Pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan dilakukan dengan beberapa
tahap kegiatan diantaranya yaitu :
a. Persiapan dan perencanaan kegiatan yang meliputi kegiatan :

Penyiapan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Kegiatan Tugas


Pembantuan, Desain Pelaksanaan dan Kerangka Kelembagaan untuk

Koordinasi Pusat dan Daerah;


Koordinasi dan Fasilitasi Persiapan dan Teknis Pelaksanaan Tugas

Pembantuan, serta Penyiapan Dokumen;


Identifikasi dan Verifikasi calon Lokasi Tugas Pembantuan;
Persetujuan dan Penetapan Lokasi;
Verifikasi penelaahan dan Klarifikasi Kelengkapan Dokumen

Perencanaan Kegiatan Tugas Pembantuan;


Pembahasan Rencana Kegiatan dengan Ditjen Anggaran untuk Proses
Penerbitan DIPA.

b. Pelaksanaan yang meliputi kegiatan :


Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Tugas Pembantuan di tingkat Pusat,

Provinsi dan Kabupaten;


Review proposal dari Pemerintah Daerah;
Mengusulkan penetapan SKPD kepada Bupati;
Penyampaian DIPA TP kepada Kabupaten

Pembantuan;
Pembentukan Tim Pengadaan dan Penerima Barang;
Proses Pelelangan pengadaan alat kesehatan, sarana dan prasarana

kawasan perdesaan sesuai pengajuan proposal ;


Pelatihan (Bimbingan Teknis) pengelolaan, penyusunan pelaporan
keuangan

dan

pelaksanaan

Tugas

Pelaksana

Pembantuan

bagi

Tugas

Satker

Kabupaten;
Distribusi bantuan Alat Kesehatan dan sarana dan prasarana
kawasan perdesaan sesuai pengajuan proposal ;

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

Penyusunan

dan

penyampaian

pelaporan

setiap

T.A 2015
triwulan

dan

akhir/tahunan pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan.

c. Kegiatan monitoring, evaluasi dan pendampingan :


Monitoring dan Pengendalian Pengelolaan dan Pelaksanaan Tugas

Pembantuan;
Penyusunan Laporan perkembangan pelaksanaan Tugas Pembantuan

tahun berjalan dan tahun-tahun sebelumnya;


Pendampingan dan Pelatihan Pelaksana

Kabupaten;
Evaluasi Pelaksanaan;
Penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi dan pendampingan

Tugas

Pembantuan

kegiatan Tugas Pembantuan.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

BAB

5
PERTANGGUNG

JAWABAN
DAN PELAPORAN
Pelaporan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting di dalam
proses pembangunan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi yang
cepat, tepat dan akurat kepada pemangku kepentingan, sebagai bahan
pengambilan keputusan dan kebijakan sesuai dengan kondisi yang terjadi.
Pelaporan juga merupakan kewajiban pertanggungjawaban dan menjadi alat
ukur kinerja SKPD dalam melaksanakan kegiatan Tugas Pembantuan.
Pengawasan dan pengendalian terhadap aspek pertanggungjawaban dan
pelaporan ditujukan untuk meyakini bahwa pelaksanaan kegiatan Tugas
Pembantuan telah dipertanggungjawabkan dan dilaporkan sesuai ketentuan
yang berlaku dan memenuhi prinsip akuntabilitas.
Pertanggungjwaban dan pelaporan dalam pelaksanaan Tugas Pembantuan
sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri mencakup Aspek Manajerial
dan Akuntabilitas.
a) Aspek manajerial terdiri dari :

Perkembangan realisasi penyerapan dana,

Pencapaian target keluaran,

Kendala yang dihadapi dan

saran tindak lanjut.


b) Aspek akuntabilitas terdiri dari :

Laporan
Realisasi
Anggaran
(dilampiri

Berita

Acara

Rekonsiliasi antara SKPD dan KPPN setempat);


Neraca;
Catatan atas Laporan Keuangan;
Laporan Pengadaan Barang;
Berita Acara Serah Terima Barang dari SKPD .

Pertanggungjawaban dan pelaporan dalam pelaksanaan Tugas Pembantuan


Kegiatan Tugas Pembantuan wajib disampaikan Direktur Jenderal Pembangunan
DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

Kawasan Perdesaan ditembuskan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Desa,


Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Inspektur Jenderal
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
.
Pelaporan dibuat dalam tiga jenis, yaitu:
1.

Laporan Rutin (Periodik)


Laporan Triwulan dibuat setiap tiga bulan sekali paling lambat 5 (lima)
hari kerja setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Substansi dari
laporan rutin yaitu berisi tentang perkembangan pelaksanaan kegiatan
Tugas Pembantuan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Laporan
rutin juga berisi tentang realisasi penyerapan dana yang sudah
dimanfaatkan. Laporan rutin disampaikan kepada Direktur Jenderal
Pembangunan Kawasan Perdesaan ditembuskan kepada Sekretaris
Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi dan Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

2.

Laporan Akhir
Berisikan perkembangan pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan
secara keseluruhan, mulai dari penyerapan dana, input yang telah
diberikan, output yang terbentuk, jumlah KPPSB-UP, lokasi pelaksanaan
kegiatan, perkembangan jumlah bantuan dari tahun-tahun sebelumnya
dan lain-lain. Laporan akhir disampaikan kepada Direktur Jenderal
Pembangunan Kawasan Perdesaan ditembuskan kepada Sekretaris
Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi dan Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

3.

Laporan Keuangan
Untuk laporan keuangan menggunakan Standar Akuntansi Instansi (SAI),
dan laporan perkembangan kegiatan menggunakan format standar yang
telah disepakati, minimal mencakup informasi :
a. Kemajuan pelaksanaan kegiatan sesuai indikator kinerja;

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

b. Permasalahan yang dihadapi dan tindakan penyelesaiannya di


tingkat masyarakat dan tingkat kabupaten.

BAB6
P

ENUTUP
Petunjuk Teknis ini merupakan panduan dan acuan dalam pelaksanaan
kegiatan Tugas Pembantuan di lingkungan Direktoran Jenderal Pembangunan
Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Republik Indonesia.

Jakarta,

Agustus 2015

Direktur Jenderal
Pembangunan Kawasan Perdesaan

Drs. JOHOZUA M YOLTUWU, M.Si

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

PETUNJUK TEKNIS TUGAS PEMBANTUAN


PENGEMBANGAN KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA KAWASAN PERDESAAN

T.A 2015

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

[PETUNJUK TEKNIS
KEGIATAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN, KOORDINASI DAN FASILITASI PENDANAAN DAN KEMITRAAN
USAHA DI KABUPATEN DAERAH TERTINGGAL, DAN KEGIATAN PENGEMBANGAN JARINGAN CSR
(TUGAS PEMBANTUAN)]

T.A
2014

19