Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya
atas bimbingan dan petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, saya
dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik dan lancar tanpa ada
hambatan yang berarti. Makalah ini saya susun untuk memenuhi tugas saya pada
mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) . Makalah ini tidak hanya
membahas tentang globalisasi, tetapi juga peranan pers dalam masyarakat
demokratis. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini khususnya kepada guru bidang studi
pendidikan kewarganegaraan yang telah memberikan tugas ini sehingga saya
dapat menambah wawasan baru tentang peranan pers dalam massyarakat
demokratis dan globalisasi. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang
lebih luas kepada para pembacanya meskipun saya menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini kurang sempurna.Untuk itu saran, kritik, dan masukan sangat saya
harapkan untuk penyempurnaan makalah ini. Terima kasih.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi

PEMBAHASAN

A. Peranan Pers dalam Masyarakat Demokratis


1. Pengertian Pers
2. Teori-teori Pers
3. Sifat Pers
4. Fungsi Pers
5. Peranan Pers
6. Perkembangan Pers Indonesia
7. Dampak Positif Kebebasan Pers di Indonesia
8. Dampak Negatif Kebebasan Pers di Indonesia
B. Globalisasi
1. Pengertian Globalisasi
2. Proses Globalisasi
3. Aspek-Aspek Globalisasi
4. Dampak Positif Globalisasi
5. Dampak Negatif Globalisasi
6. Globalisasi di Berbagai Bidang Kehidupan

DAFTAR PUSTAKA

PEMBAHASAN
A. Peranan Pers dalam Masyarakat Demokratis
1. Pengertian Pers
Secara etimologis, kata pers (Belanda), atau press (Inggris), atau presse
(Prancis), berasal dari bahasa latin, pressare dari kata premere, yang berarti
tekan atau cetak. Definisi terminologis ialah media massa / cetak. Dalam
bahasa Belanda ialah gedrukten, atau drukpers atau pers. Adapun alam bahasa
Inggrisnya printed media atau printing press atau press.
Undang-Undang Nomer 40 tahun 1999 tentang pers,bahwa yang dimaksud
dengan pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi masa yang
melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi
mencari,memperoleh,memiliki,menyimpan,mengolah dan menyampaikan informasi
baik dalam bentuk tulisan ,suara,gambar,suara dan gambar,serta data dan grafik
maupun dalam bentuk lainnyadengan menggunakan media cetak,elektronik.dan
segala jenis saluran yang tersedia.
2. Teori-Teori Pers
Teori pers otoritarian : Teori ini menganggap Negara sebagai
ekspresi tertinggi dari pada kelompok manusia, yang mengungguli
masyarakat dan individu. Negara adalah hal yang sangat penting
yang dapat membuat manusia menjadi manusia seutuhnya tanpa
Negara manusia menjadi primitif tidak mencapai tujuan hidupnya.
Oleh karena itu pers adalah alat penguasa untuk menyampaikan
keinginannya kepada rakyat.
Prinsip-prinsipnya:
a. Media selamanya tunduk pada penguasa.
b. Sensor dibenarkan tak dapat diterima.

c. Kecaman terhadap penguasa dan penyimpangan kebijakannya.


d. Wartawan tidak memiliki kebebasannya.
Teori Pers Libertarian : Teori menganggap bahwa pers merupakan
sarana penyalur hati nurani rakyat untuk mengawasi dan menetukan
sikap terhadap kebijakan pemerintah. Pers berhadapan dengan
pemerintah Pers bukanlah alat kekuasaan pemerintah. Teori ini
menganggap sensor sebagai hal yang Inkonstitusional.
Tugas-tugasnya:
a. Melayani kebutuhan ekonomi (iklan).
b. Melayani kehidupan politik.
c. Mencari keuntungan (kelangsungan hidupnya).
d. Menjaga hak warga Negara (control social).
e. Memberi hiburan.
Ciri-cirinya:
a. Publikasi bebas dari penyensoran.
b.Tidak memerlukan ijin penerbitan, pendistribusian.
c. Kecaman terhadap pejabat, partai politik tidak dipidana.
d.Tidak ada kewajiban untuk mempublikasikan segala hal.
e. Publikasi kesalahan dilindungi sama dengan publikasi kebenaran sepanjang
menyangkut opini dan keyakinan.
f. Tidak ada batas hukum dalam mencari berita.
g. Wartawan mempunyai otonomi professional.
Pers Tanggung Jawab Sosial : mengemukakan bahwa kebebasan
pers harus disertai dengan tanggung jawab kepada masyarakat,
kebebasan pers perlu dibatasi oleh dasar moral, etika dan hati
nurani insan pers sebab kemerdekaan pers itu harus disertai
tanggung jawab kepada masyarakat.

Teori Pers komunis : menyatakan pers adalah alat pemerintah atau partai
yang berkuasa dan bagian integral dari negara sehingga pers itu tunduk kepada
negara.
Ciri-ciri pers Komunis adalah :
a. Media dibawah kendali kelas pekerja karena pers melayani kelas tersebut.
b. Media tidak dimiliki secara pribadi.
c. Masyarakat berhak melakukan sensor.
3. Sifat Pers
Pers merupakan lembaga yang berdiri sendiri. Pers hidup ditengah-tengah
masyarakat, tetapi bukan bagian dari masyarakat itu, dan berada dalam satu
negara, tetapi bukan bagian dari pemerintahan negara tersebut. Pers lebih
dikenal sebagai Lembaga Kemasyarakatan (social institution). Hubungan
ketiganya

saling

mempengaruhi.

Pers

mempengaruhi

masyarakat,

tetapi

masyarakat juga berpengaruh pada pers. Pers mempengaruhi pemerintah, tetapi


pemerintah juga berpengeruh pada pers. Pers sebagai lembaga bisa berperan
seperti sahabat, mitra kerja, atau menjadi lawan. Artinya, pers sebagai lembaga
dapat difungsikan apa saja bergantung pada kehendak yang mengelolanya.
4. Fungsi Pers
Berikut ini adalah fungsi Pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara :
a. Fungsi pengawasan (surveillance) : Pers sebagai penyedia informasi tentang
jalannya pemerintahan suatu bangsa, informasi suatu Negara, keadaan social,
budaya , politik dan ekonomi suatu negara.
b. Fungsi penghubungan (correlation) : dimana Pers menghubungkan kebijakan
pemerintah dengan rakyatnya secara timbal balik dan bisa sebagai alat
menemukan suatu solusi dalam suatu masalah.

c. Fungsi pentransferan budaya (transmission) : sebagai arah untuk perputaran


dan transfer pendidikan dan budaya atau mewariskan budaya dari golongan tua
kepada golongan yang lebih muda.
d.

Fungsi

hiburan

(entertainment) : Pers juga memberi sarana untuk

mengekspresikan hasil karya seseorang dan mempertujukkan hiburan kepada


masyarakat.
5. Peranan Pers
Pers sebagai lembaga kemasyarakatan bisa mempengaruhi masyarakat
karena ia bertindak sebagai komunikator massa. Sementara itu agar dipercaya
masyarakat, pers berusaha menyampaikan informasi dengan sesuatu yang baru.
Namun masyarakat sebagai konsumen pers, akan sangat selektif memilih
informasi. Jika penyajian pers tidak sesuai dengan keinginannya, tidak akan
membeli dan membacanya. Minat membaca masyarakat terhadap produk pers
sangat berpengaruh terhadap kehiupan pers itu sendiri. Pers sebagai lembaga
kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat berpengaruh
terhadap pelaksanaan pemerintah. Apalagi bagi pemerintah yang banyak
melakukan kesalahan dan ketidakbenaran, kontrol sosial pers terasa sangat pedih
dan sering kali menggoyahkan kelangsungan pemerintahannya. Meskipun demikian,
pemerintah juga mampu mempengaruhi pers dengan cara memasang rambu-rambu
berupa peraturan dan perundangan agar pers bisa ditundukkan.
6. Perkembangan Pers di Indonesia
Pers

sebagai

institusi

sosial

dalam

kehiupan

masyarakat

modern

mempunyai sejarah yang sangat penting. Dalam perkembangannya, pers tumbuh


sesuai

dengan

folosofi

lingkungannya

untuk

berkembang

menjadi

ilmu

pengetahuan. Pers di Indonesia berkembang sejalan dengan filosofi politik yang


dianut, serta mempengaruhi lingkungan dalam kurun zamannya. Penjajahan

Belanda yang menganut filosofi individualisme dan asas liberal dalam sistem
politik telah berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya pers. Sejak tahun 1990an, sistem politik kolonial yang diterapkan di Indonesialah yang mengendalikan
hakikat kebebasan pers tersebut melalui berbagai bentuk kaidah kebijakan
politik.

7. Dampak Positif Kebebasan Pers


Dampak positif dari pers adalah sejalan dengan fungsi pers dalam
kedudukannya yaitu memberi ruang kepada publik untuk menginformasikan segala
sesuatu yang berguna untuk khalayak umum dari semua golongan yang ada dalam
masyarakat, dan dapat memberi tambahan wawasan nusantara dalam kehidupan
bernegara ataupun memberi ruang pendidikan secara umum.

8. Dampak Negatif Kebebasan Pers


Dampak negatif yang ditimbulkan oleh Pers sangatlah banyak apabila
masyarakat tidak bisa memilah mana yang harus ditonton atau didengarkan,
apalagi untuk golongan muda, yang sangatlah rawan dengan dampak buruk
kebebasan Pers, karena pers dampak mempengaruhi tingkah laku, pola pikir
seseorang secara tidak sadar dan dapat menimbulkan ketagihan akan hal yang
disenangi pemirsa, karena perkembangan mode yang ditampilkan oleh pers
cenderung mempengaruhi tred dan gaya anak muda zaman sekarang salah satunya
trend berbusana, model potongan rambut, dan trend perawatan tubuh. Saat ini
saja kebebasan Pers yang sudah tersentuh arus globalisasi dapat memimbulkan
pola konsumtif seseorang. Contohnya adalah banyaknya iklan di media baik media
elektronik maupun media massa yang dapat meningkatkan seseorang ingin
berbelanjaan secara berlebihan.

Untuk kedepannya kebebasan Pers haruslah diimbangi oleh pemikiranpemikiran yang logis yang akan memberi contoh positif untuk kalangan muda agar
bangsa ini lebih bisa menguatkan jati dirinya sendiri tanpa haruslah meniru atau
berpatokan oleh bangsa asing, karena sesuatu yang dari luar tidaklah semuanya
baik dan benar.

B.GLOBALISASI
1. Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah perkembangan kontemporer yang mempunyai pengaruh


dalam mendorong munculnya berbagai kemungkinan tentang perubahan dunia yang
akan berlangsung. Pengaruh globalisasi dapat menghilangkan berbagai halangan
dan rintangan yang menjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu
sama lainnya. Globlalisasi akan membawa perspektif baru tentang konsep Dunia
Tanpa Tapal Batas yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan
mempengaruhi perkembangan budaya dan membawa perubahan baru.

Manurut SELO SOEMARDJAN, globalisasi adalah terbentuknya sistem


organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti
sistem dan kaidah-kaidah yang sama. Globalisasi merupakan kecenderungan
masyarakat di kota-kota besar untuk menyatu dengan dunia terutama dibidang
ilmu pengetahuan, teknologi, pariwisata, dan media komunikasi massa. Menurut
kamus bahasa, globalisasi didefinisikan sebagai fenomena yang menjadikan dunia
mengecil

dari

segi

perhubungan

manusia.

Hal

ini

dimungkinkan

karena

perkembangan teknologi yang sangat cepat. Menurut cendikiawan barat


globalisasi ialah satu proses kehidupan yang serba luas, tidak terbatas, dan
merangkum segala aspek kehidupan, seperti politik, sosial, dan ekonomi yang
dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia ini.

2. Proses Globalisasi
Proses globalisasi dilahirkan dari adanya perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, transportasi, dan komunikasi. Teknologi satelit, telepon, dan internet
membuat semakin dekat, waktu tempuh hampir tidak ada, dan dunia seolah tanpa
batas penghalang. Kemjuan dalam bidang transportasi, membuat orang dengan
mudah bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Pergerakkan ini tidak
hanya membawa pengalaman dan wawasan tentang suatu daerah, tetapi budaya
pun dengan cepat menyebar. Televisi dengan berbagai saluran, film layar lebar,
radio, CD, koran, majalah, dan sebagainya menjadi alat yang sangat efektif untuk
menyebarkan berbagai budaya di dunia.
3. Aspek-aspek positif dan negatif dari globalisasi
ASPEK POSITIF
Dengan pesatnya perkembangan, aspek positif paling diharapkan manusia.
Berikut ini beberapa aspek positif dari perkembangan teknologi dan arus
globalisasi :
Pola Hidup Sehat yang Serba Cepat.
Pesatnya Perkembangan Informasi dan Transportasi.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Melimpah.
ASPEK NEGATIF
Perkembangan teknologi juga memberikan dampak negatif bagi kebudayaan
masyarakat. Berikut ini dampak negatif tersebut.
Beralihnya masyarakat agraris menjadi masyarakat modern.
Perubahan dari kehidupan berasaskan kebersamaan menjadi kehidupan
individualis.
Masuknya pola hidup budaya barat.
4. Dampak Positif Globalisasi :

1. Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin,


mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.
2. Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih
produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri
mampu bersaing di pasar internasional.
3. Tingkat kehidupan yang lebih baik.
4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
5. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
6. Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang
memudahkan kehidupan manusia.
7. Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi).
8. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
9. Berkembangnya turisme dan pariwisata.
10. Meningkatkan pembangunan negara.
5. Dampak Negatif Globalisasi :
1. Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui
internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh
masyarakat.
2. Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan
kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya
sakit,kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang.
3. Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
4. Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari
luar, Akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang.
5. Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
6. Menghambat pertumbuhan sektor industri.
7. Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme).

8. Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan


mengabaikan nilai-nilai agama.
9. Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang
di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.
10. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau
kebudayaan suatu Negara.
6. Dampak Globalisasi pada Berbagai Bidang Kehidupan
Globalisasi menunjuk pada proses makin menguatnya kesadaran mengenai
dunia sebagai satu kesatuan. Sedangkan era globalisasi merupakan zaman di mana
pengaruh antar negara di dunia ini cepat menyebar. Di era globalisasi ini jika ada
kejadian atau peristiwa di suatu wilayah, maka berpengaruh pula terhadap
wilayah lain.
Globalisasi
Globalisasi

telah

ditandai

mampu

dengan

mendorong

menyatunya

terjadinya

perubahan

dunia.

perekonomian

nasional

dengan

perekonomian dunia. Proses globalisasi di yakini akan memberikan keuntungan


bagi Negara-negara yang terlibat di dalamnya. Adanya globalisasi akan
mendorong Negara untuk mengekspor apa yang mereka produksi dan mengimpor
apa yang tidak mereka produksi. Negara Indonesia juga berperan serta dalam
era globalisasi.
Globalisasi dapat berarti peningkatan keterkaitan dan ketergantungan
antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Globalisasi dapat terjadi melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, dan kebudayaan.
Adanya globalisasi mampu membuat dunia tampak sempit, dahulu apabila
kita akan menonton siaran sepak bola kita harus ke negarayang mengadakan
pertandingan. Tapi sekarang kita tidak perlu kemana-mana, kita cukup melihat di
televisi. Ketika akan menghubungi seseorang kita harus bertemu dengan orang
tersebut, tetapi sekarang dengan adanya pesawat telepon kita tidak perlu
bertemu langsung cukup berbicara melalui telepon saja. Adanya globalisasi

membawa

manfaat

bagi

umat

manusia

tetapi

juga

dampak

buruknya.

Dampak Globalisasi pada bidang Ideologi

a. Dampak positif :
Membuat pemahaman dan pengamalan Pancasila selalu berkembang seiring
dengan perkembangan zaman.

b. Dampak negatif :
Globalisasi mampu meyakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa liberalisme
dapat membawa manusia kearah kemajuan dan kemakmuran. Tuntutan
kehidupan yang demokratis, kebebasan yang luas, hak asasi manusia, serta
keterbukaan dalam berbagai bidang kehidupan seperti di Negara-negara
Barat, kemungkinan akan menggoyahkan pandangan hidup dan dasar Negara
Pancasila.

Dampak Globalisasi pada bidang Politik


a. Dampak positif :
Menawarkan kehidupan politik yang demokratis, dengan mengutamakan
keterbukaan, jaminan hak asasi, dan kebebasan, berpengaruh kuat terhadap
pikiran maupun kemauan bangsa Indonesia.
b. Dampak negatif :
Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan Negara yang akan menggoyahkan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dampak Globalisasi pada bidang Sosial
a. Dampak positif :
Para generasi bangsa mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan
mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan
jangkauan yang lebih luas.
b. Dampak negatif :

Generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya
yang rendah akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk
kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain.
Dampak Globalisasi pada bidang Ekonomi
a. Dampak positif :
Mampu memacu produktivitas dan inovasi para pelaku ekonomi agar produk
yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain.
b. Dampak negatif :
Menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan generasi muda.
Dampak Globalisasi pada bidang Budaya
a. Dampak positif :
Adanya rasa solidaritas social yang tinggi antarbangsa di berbagai Negara.
b. Dampak negatif :
Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terkena dampak negatifnya.
Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu
mempengaruhi pola bertindak dan berfikir generasi muda.

DAFTAR PUSTAKA

Indrastuti, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : PT Hamudha Prima


Media.
Suprapto, dkk.2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Bumi Aksara.

https://andrihermawan866.wordpress.com/materi-2/
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Globalisasi&action=edit
http://halima1809.blogspot.com/2010/02/dampak-globalisasi-pada-berbagaibidang.html
http://asrilrahmatp.blogspot.com/2013/01/10-dampak-positif-negatifglobalisasi.html
http://answer-net.blogspot.com/2011/07/teori-teori-tentang-pers.html