Anda di halaman 1dari 7

Kasih Sayang

Tak Kenal Batas


Ayah dan Bunda…

Sosok yang seharusnya paling dekat


dengan kita
Yang seharusnya kita hormati
dan hargai
Yang seharusnya kita berikan kasih
sayang
Sebagai balasan atas kasih sayang
mereka
Bunda…

Yang telah mengandung kita di dalam rahimnya


Sembilan bulan sepuluh hari
Berjalan terasa sulit
Mual dan muntah tak bisa ditolaknya
Namun ia tetap kuat menjalaninya
Bahkan mensyukuri keadaannya
yang serba sulit itu
Serta bahagia yang tak terputus
Setiap saat berdo’a
Agar janin yang di dalamnya
Nanti menjadi anak yang berbakti
Ayah…

Yang berjuang mencari nafkah di luar


sana
Pergi pagi pulang menjelang malam
Ia lakui semuanya tanpa keluhan
Demi menghidupi keluarga
Terkadang rasa lelah mendera
Namun tak pernah ia manjakan
Ia tetap melakukan kewajibannya
Agar dapur di rumah tetap ngepul
 
Kini…
Setelah kita beranjak dewasa
Semudah membalikkan telapak tangan
Kita melupakan jasa-jasa mereka
Bahkan durhaka kepada keduanya
Membentaknya
Tak mendengar nasehatnya
Bahkan pernah sesekali
Tidak menggubris keduanya
Ketika mereka bicara denganmu
Kasih sayang mereka
Sangat jelas tak mungkin terbayar
Di dunia mana pun
Kasih mereka tak kenal pamrih
Sayang mereka tak kenal lirih
Hanya dengan balasan kasih sayang
Dan do’a tulus kita
Mereka sangat senang
Sebagai pertanda
Bahwa kau tak melupakan jasa mereka
Robb…
Ampunilah dosa-dosa kami
Dosa kedua orang tua kami
Dan sayangilah mereka
seperti mereka menyayangi kami sejak kami kecil
Robb…
Janganlah Engkau timpakan beban yang berat
kepada orang tua kami
Karena kesalahan yang kami lakukan
Jangan pula Engkau siksa orang tua kami
karena perbuatan kami
Bimbinglah kami untuk menjadi anak-anak yang sholeh
Yang selalu mendo’akan mereka
Yang akan menjadi pahala yang tak terputus baginya
Aamiin…
A_S