Anda di halaman 1dari 15

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Varicela di sebabkan oleh virus varicela-zoster, yang ditularkan melalui percikan ludah
penderita atau bisa juga kontak langsung dengan cairan lepuhan dari penderita atau secara tidak
langsung melalui bendabenda yang terkontaminasi oleh cairan lepuhan penderita (Novel, 2011).
Varicela, juga di sebut cacar air biasanya menyebabkan gatal ruam yang di mulai dengan
benjolan merah kecil. Ruam seringkali muncul pertama kali di wajah, kulit kepala atau batang
leher. Varicela merupakan jenis penyakit kulit yang amat mudah menular dan sangat berkaitan
erat dengan sistem kekebalan tubuh. Artinya, seseorang yang kekebalan tubuhnya sedang
menurun beresiko besar terkena cacar air. Cacar air dikenal dengan berbagai istilah, seperti
chicken pox dan varicela (Sefrrina, 2012).
Varicela adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster (VZV) yang
dapat bermanifestasi menjadi varicella (chickenpox) dan reaktivasi latennya menimbulkan herpes
zoster (shingles). Gejala klinis varicela dapat ditemukan pada kulit kepala, muka, badan,
biasanya sangat gatal, berupa makula kemerahan, yang kemudian dapat berubah menjadi lesi-lesi
vesikel. Sedangkan, herpes zoster umumnya menimbulkan lesi vesikular yang terdistribusi
unilateral sesuai dengan perjalanan saraf sensori terinfeksi.
Meskipun kasus-kasus individu dapat dicegah atau dimodifikasi oleh varicella-zoster
immune globulin atau diobati dengan obat antivirus. Setelah pengamatan populasi penelitian
untuk jangka waktu sampai 20 tahun di Jepang dan 10 tahun di Amerika Serikat, lebih dari 90%
dari orang imunokompeten yang divaksinasi sebagai anak-anak masih dilindungi dari varicella.
Di Amerika Serikat,2 vaksinasi anak terhadap varicella menyediakan 70% -90% perlindungan
terhadap varicella zoster (WHO, 2008).
Sekitar 50% kasus terjadi pada anak-anak usia 5-9 tahun, banyak pula ditemukan pada
usia 1-4 tahun dan 10-14 tahun. 11.000 kasus diperlukan perawatan di rumah sakit dan 100 orang
meninggal setiap tahunnya.

Berdasarkan latar belakang peneliti merasa tertarik mengambil judul gambaran


pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela di Taman Seri Gombak Mukim Batu
Daerah Gombak Pada Tahun 2014.
1.2 Perumusan Masalah
Belum di ketahui gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela di
Taman Seri Gombak Mukim Batu Daerah Gombak Pada Tahun 2014
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengatahui gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela di
Taman Seri Gombak Mukim Batu Daerah Gombak Pada Tahun 2014.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui distribusi pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela
berdasarkan umur
2. Untuk mengetahui distribusi pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela
berdasarkan pendidikan.
3. Untuk mengetahui distribusi pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela
berdasarkan pekerjaan.
4. Untuk mengetahui distribusi pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela
berdasarkan sumber informasi.
5. Untuk mengetahui distribusi pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang varicela
berdasarkan paritas

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan informasi bagi ibu tentang varicela
1.4.2 Untuk menambah wawasan dan masukan peneliti dalam menerapkan ilmu pengetahuan
yang sudah diperoleh selama masa pendidikan.
1.4.3 Sebagai referensi dan bahan perbandingan serta dapat digunakan untuk masa yang akan
datang.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengetahuan (knowledge)
2.1.1 Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil tahu, tahu ini setelah orang melakukan penginderaan
terhadap sesuatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera menusia, yakni :
indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan
manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2011).
2.1.2 Tingkat Pengetahuan Dalam Domain Kognitif
Menurut Notoatmodjo (2011) pengetahuan yang mencakup dalam domain kognitif
mempunyai 6 tingkatan, yakni :
1. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya,
termaksut dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik
dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh karena itu, tahu
ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.
2. Memahami (comprehensif)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang
objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang
telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh,
menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.
3. Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari
pada situasi dan kondisi riil (sebenarnya).

4. Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam
komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada
kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dari penggunaan kata- kata kerja dapat
menggambarkan (membuat bagan) membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan
sebagainya.
5. Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan
bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain itu suatu
kemampuan untuk menyusun formulasi baru dan formulasi-formulasi yang ada.
6. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk dapat melakukan justifikasi atau
penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian itu kriteria berdasarkan suatu kriteria yang
ditemukan sendiri atau mengunakan kriteria-kriteria yang telah ada.
2.2 Varicella
2.2.1 Defenisi Varicella
Varisela adalah suatu penyakit infeksi akut primer menular, disebabkan oleh Varicella
Zoster Virus (VZV), dengan gejala erupsi kulit dengan macula, papula, vesikel, dan crusta.
Organ tubuh yang diserang adalah kulit, selaput lendir mata dan mulut, serta kerongkongan dan
organ lain misalnya otak (Zein, 2008) Cacar air, dalam bahasa inggris disebut sebagai
Chickenpox, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Varicella. Penyakit yang sangat
menular ini disebabkan oleh virus bernama Varicella Zoster. Penyakit ini umum ditemui pada
anak-anak (Rukiyah, Yulianti, 2010).
2.2.2 Etiologi
Penyebab penyakit ini adalah oleh infeksi virus Varicella-Zoster (VZV), virus ini di
tularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh

cairan dari lepuhan kulit. Penderita biasa menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala
sampai lepuhan yang terakhir telah mengering. Untuk mencegah penularan, sebaiknya penderita
diisolasi (diasingkan). Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang
menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster (Rukiyah, Yulianti, 2010).
2.2.3 Patogenesis
Infeksi virus masuk bersama air borne droplet (udara) masuk ke traktus respiratorius
(pernafasan), tidak tertutup kemungkinan penularan juga lewat lesi kulit tapi penyebaran paling
efektif melalui sistem respirasi. Selanjutnya virus akan berkembang di dalam system
retikuloendotelial, kemudian akan terjadi virema disertai gejala konstitusi yang diikuti dengan
munculnya lesi di permukaan virus (Ngastiyah, 2005).
2.2.4 Manifestasi klinik
Masa inkubasi varicela pada anak 14-21 hari, penyakit ini umumnya ringan, ini di tandai
dengan demam ringan dan ruam yang gatal di seluruh tubuh (Rukyah, Yulianti, 2010). Perjalanan
penyakit dibagi menjadi 2 stadium yaitu:
1. Stadium prodromal: 24 jam sebelum kelainan kulit timbul terdapat gejala panas,
perasaan lemah (malaise), anoreksia. Kadang-kadang terdapat kelainan skarlatinaform
atau morbiliform.
2. Stadium erupsi: dimulai dengan terjadinya papula merah kecil yang berubah menjadi
vesikel yang berisi cairan jernih dan mempunyai dasar eritomatous. Permukaan vesikel
tidak memperlihatkan cekungan di tengah (unumbilicated).
Isi vesikel berubah menjadi keruh dalam waktu 24 jam. Biasanya vesikel menjadi kering
sebelum isinya menjadi keruh. Dalam 3-4 hari erupsi tersebar, mula-mula di dada
kemudian ke muka, bahu dan anggota gerak. Erupsi ini disertai dengan rasa gatal
(Ngastiyah, 2005).

2.2.5 Komplikasi
Pada anak yang imunkompeten, biasanya dijumpai varicela yang ringan sehinga jarang
dijumpai komplikasi. Komplikasi yang dapat dijumpai pada varicela yaitu:
1. Infeksi sekunder pada kulit yang disebabkan oleh bakteri
Sering dijumpai infeksi pada kulit dan timbul pada anak-anak yang berkisar antara 510% .
2. Scar (Jaringan parut)
Timbulnya scar yang berhubungan dengan infeksi staphylococcus atau atrepococcus
yang berasal dari garukan.
3. Pneumonia
Dapat timbul pada anak-anak dan pada orang dewasa yang dapat menimbulkan
keadaan fatal.
4. Neurologi
Manisfestasinya berupa tidak dapat mempertahankan posisi berdiri hingga tidak
mampu untuk berdiri dan tidak adanya koordinasi dan dysarthria.
5. Herpes zoster
Komplikasi yang lambat dari varicela yaitu timbulnya herpes zoster, timbul beberapa
bulan hingga tahun terjadinya infeksi primer ( Dumasari, 2008).
2.2.6 Pengobatan
a. Penanganan penyakit cacar air
a) Kasus ringan : simptomatik
b) Kebersihan kulit : mandi dengan sabun lebih sering
c) Antiseptik
d) Anti histamine : bila ada rasa gatal
e) Antibiotik : bila ada infeksi sekunder
f) Obat anti virus :Acyclovir, valacyclovir, famcyclovir (Zein, 2008).
Mengingat cacar air merupakan penyakit menular berbahaya, maka penanganan harus
melibatkan dokter adalah sebagai berikut :

1. Begitu gejala cacar air terjadi, maka bawalah segera si kecil ke dokter untuk
memperoleh penanganan secara medis.
2. Dokter umumnya akan member krim antiseptik.
b. Penanganan cacar air lanjutan dapat dilakukan di rumah.
1. Berikan paracematol untuk menurunkan demam
2. Untuk menghindari dehidrasi, berikanlah minum sebanyak mungkin
3. Oleskan salap kalamina untuk mengurangi rasa gatal
4. Mandikanlah si kecil dengan air hangat
5. Jangan biarkan si kecil menggaruk cacarnya, karena dapat meninggalkan bekas
6. Jauhkan si kecil dari ibu hamil, karena kalau menular ke ibu hamil sangat berbahaya
bagi ibu dan berdampak serius bagi janin (Novaria, Triton, 2008).
2.2.7 Pencegahan
Cacar air dapat dicegah dengan cara pemberian vaksinasi varicela dosis 0,5 ml secara
subkutan, dosis tunggal. Pada keadaan terjadi kontak dengan kasus varicela, untuk pencegahan
vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan. (Rezeki, Hadinegoro, 2011)
Vaksinasi memberikan perlindungan penuh dari cacar air pada 8-9 dari 10 orang. Vaksinasi
diberikan pada kelompok-kelompok berikut :
1. Anak dengan usia antara 12-18 bulan yang belum pernah mengalami cacar air harus
mendapat satu dosis vaksinasi.
2. Anak dengan usia 19 bulan hingga 13 tahun yang belum pernah mengalami cacar air
harus mendapat satu dosis vaksinasi.
3. Orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air

4. Bekerja atau tinggal di lingkungan di mana penularan cacar air sangat mungkin terjadi,
misalnya di sekolah, penitipan anak, rumah sakit, asramah, penjara, atau barak militer
(Rukiyah, Yulianti, 2010).
2.3 Karakteristik Ibu
2.3.1 Umur
Umur adalah lamanya seseorang hidup dihitung dari tahun lahirnya sampaidengan ulang
tahun terakhir (Zaluchu, 2006). Umur sangat erat hubungannya dengan tingkat pengetahuan
seseorang karena semakin bertambahnya umur seseorang semakin bnayak pengetahuan dan
pengalaman yang di dapat (Notoatmodjo, 2003).
2.3.2 Pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti dalam pendidikan ituterjadi proses
pertumbuhan, perkembangan atau perubahan kearah yang lebih dewasa, lebih baik, dan lebih
matang, pada diri individu, kelompok atau masyarakat. Konsep ini berangkat dari asumsi bahwa
manusia sebagai makhluk social dalam kehidupannya dalam mencapai nilai-nilai hidup dalam
masyarakat selalu memerlukan bantuan orang lain yang mempunyai kelebihan (lebih dewasa,
lebih pandai, lebih mampu, lebih tahu dan sebagainya) (Notoatmodjo, 2011).
2.3.3 Pekerjaan
Pekerjaan adalah suatu kegiatan atau aktivitas seseorang untuk memperoleh penghasilan,
guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dimana pekerjaan tersebut sangat erat
hubungannya dengan kebutuhan sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pekerjaan dapat
mempengaruhi tingkat pengetahuan yang didapat melalui pengalaman pribadi maupun orang lain
(Notoatmodjo, 2011).
2.3.4 Sumber Informasi
Saluran atau media adalah alat atau saran yang digunakan oleh komunikasi dalam
menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan. Umumnya informasi didapat dari media
masa (tv, radio, internet, tenaga kesehatan, majalah, keluarga/teman dll (Notoatmodjo, 2003).

2.3.5 Paritas
Paritas adalah anak yang di lahirkan oleh seorang ibu baik hidup maupun yang mati.
Paritas 2-3 merupakan paritas yang paling aman ditinjau dari sudut kematian prenatal. Sedang
paritas 1 dan paritas lebih dari 3 mempunyai angka kematian lebih tinggi. Paritas 2-3 merupakan
yang dapat di tangani dengan asuhan obstetri, sedangkan paritas lebih dari 3 dapat di tangani
dengan keluarga berencana (Sarwono, 2005)

BAB 3
KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL
3.1 Kerangka Konsep
Karakteriristik Ibu :
1.
2.
3.
4.

Umur
Pendidikan
Pekerjaan
Sumber
Informasi
5. Paritas

Pengetahuan Ibu yang


Mempunyai Balita tentang
Varicela

3.2 Definisi Operasional


3.2.1 Pengetahuan
Pengetahuan adalah kemampuan ibu yang mempunyai balita dalam menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh peneliti yang berupa kuisioner dengan kategori :
1. Baik
2. Cukup
3. Kurang
3.2.2 Umur
Umur adalah lamanya usia ibu yang mempunyai balita dihitung dari tahun lahirnya
sampai dengan ulang tahun yang terakhir. Dinyatakan dalam tahun yang dikategorikan menjadi
1. 20-35 tahun
2. 36-45 tahun
3.2.3 Pendidikan
Pendidikan adalah tingkat pendidikan formal terakhir yang pernah diselesaikan oleh ibu
yang mempunyai balita yang dikategorikan menjadi :
1. SD
2. SMP

3. SMU
4. PT (Perguruan Tinggi) / Akademi
3.2.4 Pekerjaan
Pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan ibu yang mempunyai balita sehari hari yang
dikerjakan secara rutinitas baik mendapatkan penghasilan maupun tidak yang dikategorikan
menjadi:
1.
2.
3.
4.

Ibu Rumah Tangga


Wiraswasta
Pegawai swasta
PNS

3.2.5 Paritas
Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah dialami ibu yang mempunyai balita dengan
kategori:
1.
2.
3.
4.

Primipara
Scundipara
Multipara
Grandemultipara

3.2.6 Sumber Informasi


Sumber informasi adalah darimana ibu yang mempunyai Balita memperoleh informasi
tentang varicela pada anak yang dikategorikan :
1.
2.
3.
4.

Teman atau keluarga


Tenaga kesehatan
Media cetak
Media elektronik
BAB 4
METODE PENELITIAN

4.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskritif, penelitian dilakukan
secara survei langsung ke lapangan, penelitian di lakukan hanya satu kali saja tanpa ada
pengulangan, untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang
varicela di Taman Seri Gombak Mukim Batu Daerah Gombak Pada Tahun 2014.
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
4.2.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Taman Seri Gombak Mukim Batu Daerah Gombak
Pada Tahun 2014 dengan alasan yaitu belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya tentang
varicela di kawasan tersebut.
4.2.2 Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada tanggal 8 22 September 2014.
4.3 Populasi dan Sampel
4.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di Taman Seri
Gombak Mukim Batu Daerah Gombak Pada Tahun 2014.
4.3.2 Sampel
Sampel yang di ambil dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita
yang tinggal di Taman Seri Gombak Mukim Batu Daerah Gombak Pada Tahun 2014, cara
pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik simpel random sampling
(acak sederhana). Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan : n = Besar Sampel


N = Besar Populasi
d = Tingkat Kepercayaan
Maka

n=

n=
n = 47,08 = 47

4.4 Metode Pengumpulan Data


4.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunakan alat ukur berupa kuisioner
yang disusun oleh peneliti berdasarkan teoritis. Untuk mengisi kuisioner, peneliti mendatangi
ibu-ibu yang tinggal di Taman Seri Gombak yang menjadi sampel dan memberikan penjelasan
singkat terlebih dahulu kepada responden tentang tujuan penelitian.
4.4.2 Aspek Pengukuran Pengetahuan
Aspek pengukuran dilakukan dengan memberikan pertanyaan sejumlah 20 buah. Masingmasing pertanyaan akan diberi skor sebagai berikut :
1. Jawaban yang benar diberi skor nilai ( 1 )
2. Jawaban yang salah diberi skor nilai ( 0 )
Total nilai tertinggi untuk pengetahuan adalah 20 x 1 = 20. Dengan demikian
pengetahuan responden dapat di ukur dengan menggunakan rumus :

Keterangan
S : Skor
X : Jawaban

R : Jumlah nilai maksimum (20 soal) (Notoatmodjo, 2003)


Setelah selesai semua data yang diolah kemudian dimasukkan kedalam kategori
pengetahuan kemudian dimasukkan kategori standart absolute sebagai berikut:
1. Pengetahuan baik, apabila jawaban benar 16-20 (76-100 %)
2. Pengetahuan cukup, apabila jawaban benar 12-15 (56-75 %)
3. Pengetahuan kurang, apabila jawaban benar 0-11 (0-55 %)
4.5 Pengolahan Data dan Analisa Data
4.5.1 Pengolahan Data
Data yang terkumpul di olah melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1. Editing
Dilakukan pengecekan kelengkapan data yang telah terkumpul, sehingga tidak terdapat
kesalahan dan kekurangan dalam pengumpulan data tersebut.
2. Coding
Merupakan data yang diedit, diberi angka atau tanda untuk mempermudah pengolahan
data.
3. Tabulating
Untuk mempermudah analisa data, pengolahan data, serta pengambilan kesimpulan data
dimasukkan ke dalam tabel distribusi data.
4.5.2 Analisa Data
Analisa data dilakukan dengan metode deskritif yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi. Hasil penelitian tersebut selanjutnya dianalisa dengan menggambarkan setiap variabel
dengan menggunakan teori-teori dan keputusan yang relevant sehingga dibuat suatu kesimpulan.