Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Akne vulgaris merupakan suatu kelainan dari unit folikel pilosebasea yang sering
dijumpai, terutama terjadi pada dekade kedua dan ketiga masa kehidupan1. Variasi lesi
folikular sebagai tanda klinis yang khas untuk akne merupakan pengaruh dari beberapa
faktor yang berperan, seperti perubahan kornifikasi dari folikular infundibulum,
peningkatan yang bermakna dan perubahan sekresi kelenjar sebaseus, ploriferasi bakteri
dalam infundibulum dan peningkatan aktivitas androgen1,2.
Kelainan kulit ini bisa memberikan pengaruh secara bermakna terhadap individu.
Berbagai macam terapi bisa dipilih untuk digunakan. Untuk itu sangat dibutuhkan
kemampuan dalam memilih terapi yang tepat, berefek jangka panjang dan memberikan
keuntungan bagi pasien akne1.
Akne vulgaris merupakan penyakit yang sering dijumpai pada usia remaja. Kligman
mengatakan bahwa tidak ada seorang pun dalam kehidupannya yang sama sekali tidak
pernah menderita penyakit ini1.
Akne memiliki tempat predileksi: muka, leher, lengan atas, dada dan punggung, akne bisa
dijumpai saat masih bayi (akne neonatal), anak remaja, dewasa dan orang tua. Penyakit
ini bisa sembuh sendiri tanpa bantuan obat atau kosmetik, sebaliknya ada juga yang sulit
diatasi1.
Penyakit ini tidak fatal, akne yang ringan sering dianggap sebagai proses yang fisiologis,
namun sering merisaukan karena dapat mengurangi kepercayaan diri. Masalah psikologis
pasien menunjukkan adanya disability (ketidakmampuan), yang serung muncul berupa
anxietas, depresi, kehilangan lingkungan sosial dan tidak bisa bergabung dengan
kelompoknya. Akne pada adolesen bisa menimbulkan masalah yang berhubungan dengan
presexual relationship.
Seorang paediatric dermatologist dan paediatrician mermpunyai peranan yang penting
dalam menghadapi masalah akne vulgaris yang terjadi pada remaja. Kira-kira 40% dari
remaja di bawah usia 15 tahun akan mengalami akne fisiologis dan 15% diantaranya
merasa akne yang dideritanya cukup mengganggu sehingga mereka membutuhkan
seorang dokter1.
Akne fisiologis ini bisa hilang dalam 3-6 tahun, tapi akne vulgaris yang bermakna secara
klinis baru bisa hilang dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karenanya perlu
dilakukan terapi awal yang tapat dan adekuat yang akan menurunkan keparahan problem
tersebut dan resiko terjadinya skar dikemudian hari1.
Berdasarkan pada lesi yang ada, dibuat klasifikasi yang penting untuk mengetahui hasil
pengobatan. Selain itu juga didapati adanya pengaruh faktor-faktor luar yang dapat
memperhebat terjadinya akne.2

DEFINISI

Akne vulgaris adalah penyakit peradangan kronik dari folikel pilosebasea yang umumnya
terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri, disertai gambaran klinis yang
polimorfis; terdiri atas berbagai kelainan kulit berupa lesi non peradangan (whitehead,
blackhead), lesi inflamasi superfisial (papul, pustul superfisial) dan lesi inflamasi dalam
(nodul), dengan tempat predileksi: muka, leher, lengan atas, dada, dan punggung.
Istilah “vulgaris” diambil dari bahasa latin yang artinya kerusakan bentuk akne dari
bentuk yang biasa dijumpai.