Anda di halaman 1dari 3

RESUME JURNAL

Importance of anorectal manometry after definitive surgery for

Hirschsprung's disease in children


Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Digestive

DisusunOleh :
Iriani Dewi Setiawan
220110130066

Fakultas Keperawatan
Universitas Padjadjaran
2015

Judul

: Importance of anorectal manometry after definitive surgery for


Hirschsprung's disease in children

Peneliti : Demirbag, Suzi; Tiryaki, Tugrul; Purtuloglu, Tarik.


Jurnal

: African Journal of Paediatric Surgery : AJPS 10.1 (Feb 2013): 1-4.

Tujuan

:Untuk mengevaluasi fungi anoreklat setelah oprasi dfinitif untuk


penyakit Hirschsprung dengan anorektal manometri

Latar Belakang

Bedah untuk penyakit hirschsprug umumnya menghasilkan hasil yang


memuaskan, sayangnya beberapa pasien terus memiliki disfung diusus seperti
sembelit dangan gagguan motilitas usus. Pasca oprasi evaluasi manometric
anorektal pasien setalah oprasi memberikan informasi rinci untuk fungsi lubang
anus

dan rectum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi

pentingnya anorektal manometri sebagai alat diagnostic untuk memahami


gejala obstruktif setelah oprasi definitive untuk penyakit hirschsprung
Bahan dan metode :
Peneliti meninjau anorektal evaluasi manometric dari 18 anak-anak yang
dioprasikan untuk penyakit hirschsprung antara tahun 2000 dan 2003. Semua
pasien menjalani prosedur di awali dengan kolostomi. Informasi klinis tentang
pengobatan sebelumya diambil dari rekam medis. Para pasien dan orang tuadi
wawancarai oleh kuesioner rinci. Pertanyaan yang ditanyakan tentang frekuensi
tinja, konsistensi, penahanan, control feses, kekotoran feses, inkontinensia dan
gejala gastroinstetinal terkaitlainnya. Peneliti mengklasifikasikan pasien sesuai
dengan hasil kuesioner menjadi dua kelompok : Pada kelompok A jumlah 7
pasien memiliki enterocoliti atau sembelit, dan dalam kelompok B jumlah 11
pasien memiliki fungsi gastrointestinal normal. Anoretal manometri dilakukan

pada 14 pasien laki-laki dan 4 pasien perempuan, tekik anometri


terkomputerisasi. Manometri dilakukan pada saat pasien itu dalam posisi aman
decubitus lateral kiri. Hasilnya dibandingan antara kelompok A dan B, prosedur
pembedahan Duhamel modifikasi dilakukan sebagai prosedur definitive untuk
semua pasien.
Hasil
Usia rata-rata di operasi definitive adalah 19 bulan (kisaran 12-72 bulan)
anorektal manometri dilakukan pada 14 pasien laki-laki dan 4 pasien
perempuan. Prosedur Duhamel modifikasi dilakukan sebagai prosedur
definitive untuk semua pasien.Usia rata-rata pada saat didiagosa adalah
4,3bulan ( kisaran 25 hari -5 tahun). Enterocolitis pasca-oprasi atau sembelit
yang parah diamati pada 7 pasien. Tidak ada pasien yang mengalami
inkontinensia. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil fungsi
fungsional pada pasien yang memiliki gejala gangguan dengan pasien yang
tanpa gejala.
Kesimpulan
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pasien memiliki
gangguan anorektal motilitas. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil
studi fungsional pada tujuh pasien dengan gejala obstruksi usus.
Kekurangan :
Respondennya terlalu sedikit hanya 18 responden sehingga informasinya dirasa
masih kurang mamadai.