Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kanker merupakan mutasi genetik karena DNA sel normal mengalami

kerusakan. Perbanyakan sel yang rusak akan berpotensi menghasilkan sel kanker.

Kerusakan DNA sel dapat terjadi karena radikal bebas dan zat pemicu kanker

(karsinogen). Radikal bebas merupakan molekul yang kehilangan pasangan

elektron dan berusaha mencuri elektron dari sel tubuh. Sedangkan zat karsinogen

berasal dari makanan. Zat yang semula prokarsinogen diubah oleh enzim jahat

dalam tubuh menjadi zat pemicu kanker.

Untuk menghambat pertumbuhan kanker, tubuh memerlukan zat anti-

radikal bebas yang disebut juga sebagai antioksidan. Zat ini banyak terdapat

dalam sayur, buah dan tumbuhan. Selain itu, banyak tanaman mempunyai

senyawa kimia yang mampu menghambat penyebaran kanker, mendukung

imunitas tubuh (sel limfosit), serta mendukung kerja enzim baik yang membuang

hasil kerja enzim penghasil karsinogen. (http://www.ixoranet.com).

Menurut pengalaman Titiek Sri Rahayu (Trubus no. 396 hal. 55

November 2002) yang terkena penyakit kanker payudara, dapat disembuhkan

dengan bawang "hantu/kambe" (kata orang Dayak). Tanaman ini mulai dilirik dan

dibudidayakan oleh masyarakat, BPTP Kalteng juga mengoleksinya termasuk

tanaman obat khas Kalimantan Tengah lainnya.

Bawang dayak ini juga mengandung senyawa-senyawa yang meliputi

alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, glikosida, tanin, fenolik, dan flavonoid.


Bawang dayak ini juga dapat mengatasi beberapa keluhan seperti kanker kista,

prostat, diabetes, asam urat, hipertensi, gangguan pencernaan lambung, kolesterol,

gondok, bronkhitis, stamina dan gangguan seksual. Bawang ini dpt dibuktikan dua

jam ada hasilnya bagi penderita seperti diabetes, asam urat, sakit pinggang, pegal-

pegal, darah tinggi. (www.laris.tv).

Bawang sabrang merupakan tanaman umbi yang tingginya mencapai tidak

lebih dari setengah meter. Di alam tumbuh di tanah berwarna merah yang gembur.

Bunganya berwarna putih dan indah. Bunga ini mekar pada sore hari dan setelah

beberapa jam menutup kembali. Ditanam sebagai tanaman hias. Daun mirip

dengan daun anggrek tanah (Spathaglattis), indah hijau bergerigi dengan lebar

beberapa jari. Umbi mirip bawang nerah tetapi tidak berbau.

(http://indopedia.gunadarma.ac.id).

Tumbuhan bawang sabrang akhirnya menambah investasi obat dan

pengobatan tradisional dalam bidang kesehatan, khususnya bidang farmasi. Maka

penulis tertarik untuk melakukan karakterisasi dan isolasi senyawa steroid dari

umbi bawang sabrang (Eleutherine americana (Aubl.) Merr).

1.2 Perumusan Masalah

- Bagaimana pengaruh kondisi penanaman bawang sabrang (Eleutherine

americana Merr) dari penanaman yang umum, dengan pemberian mikoriza

dan dengan pemberian dua kali lipat mikoriza terhadap senyawa steroid?
1.3 Hipotesis

- Kondisi penanaman bawang sabrang (Eleutherine americana Merr) yang

menghasilkan senyawa steroid yang paling baik adalah kondisi penanaman

dengan pemberian dua kali lipat mikoriza.

1.4 Tujuan

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan beberapa kimia

yang terdapat dalam umbi bawang sabrang (Eleutherine americana (Aubl.) Merr)

dan isolasi senyawa steroid dari tumbuhan tersebut.

1.5 Manfaat

Hasil penelitian diharapkan dapat memberi informasi tentang karakterisasi

dan isolasi senyawa steroid dari umbi bawang sabrang (Eleutherine americana

(Aubl.) Merr).