Anda di halaman 1dari 51

Dosen Pembimbing: Huri Suhendri, M.

Pd

MODUL
PERSAMAAN DIFERENSIAL 1

OLEH:
Maya Umami (200913500674)
PRODI: PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEMESTER: 6 (ENAM) S6C

Assalamuallaikum Wr. Wb
Alhamdulillah modul pada mata kuliah Persamaan Diferensial 1 ini akhirnya dapat
terselesaikan. Modul ini merupakan tugas akhir atau untuk memenuhi persyaratan (nilai) pada
mata kuliah tersebut. Setelah menjelajahi berbagai literature dan mencoba untuk menemukan
intisari dari materi yang sesuai dengan silabus perkuliahan ini, saya selaku penulis telah
berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan intisari yang mudah untuk dipahami
dengan diaadakanya berbagai contoh soal dan latihan-latihan sesuai dengan silabus
perkuliahan.
Syukur ke hadirat Allah SWT penulis panjatkan atas kemudahan yang diberikan-Nya
selama penulisan modul. Tak lupa juga, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen
Pembimbing kami Bapak Hri Suhendri, M.Pd yang telah memberikan tugas modul ini yang
insyaallah bermanfaat bagi banyak orang terutama bagi penulis.
Modul ini terdiri dari 10 BAB diantaranya: 1. Pendahuluan Persamaan Diferensial; 2.
Persamaan Diferensial Variabel Terpisah; 3. Reduksi ke Bentuk Persamaan Diferensial
Variabel Terpisah; 4. Persamaan Diferensial Homogen; 5. Persamaan Diferensial Tak
Homogen; 6. Persamaan Diferensial Eksak; 7. Reduksi ke Bentuk Persamaan Diferensial
Eksak; 8. Persamaan Diferensial Linier Orde 1; 9. Persamaan Diferensial Bernoulli; 10.
Masalah Nilai Awal (Solusi Khusus). Masing-masing bab dilengkapi oleh materi yang mana
tiap materi diberikan contoh soal dan pembahasan ditambah latihan soal pada bagian akhir
modul ini.
Demikian yang dapat penulis sampaikan. Penulis berharap adanya kritik dan saran
yang membangun guna terciptanya modul yang lebih mendekati kesempurnaan. Semoga
modul ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan modul pegangan pada mata kuliah persamaan
diferensial 1. Amiin.
Wassalamuallaikum Wr. Wb

Jakarta,

- A -

Juni 2012

BAB 1

BAB 2

BAB 3

KATA PENGANTAR .

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN PERSAMAAN DIFERENSIAL

1.1.

Definisi Persamaan Diferensial .

1.2.

Bentuk Umum Persamaan Diferensial ..

1.3.

Orde (Tingkat) dan Degree (Derajat).

1.4.

Mencari Solusi Persamaan Diferensial ..

1.5.

Contoh Soal dan Pembahasan 2

PERSAMAAN DIFERENSIAL VARIABEL TERPISAH

2.1.

Persamaan Diferensial Variable Terpisah .. 4

2.2.

Contoh Soal dan Pembahasan 4

REDUKSI KE BENTUK PERSAMAAN DIFERENSIAL VARIABEL 6


TERPISAH ..
3.1.

Materi Reduksi ke Bentuk Persamaan Diferensial Variabel 6


Terpisah .

3.2.

BAB 4

Contoh Soal dan Pembahasan 6

PERSAMAAN DIFERENSIAL HOMOGEN ..


4.1.

Langkah-langkah Menentujan Penyelesaian Umum Persamaan 8


Diferensial Homogen .

4.2.

Contoh Soal dan Pembahasan 8

- B -

BAB 5

BAB 6

BAB 7

PERSAMAAN DIFERENSIAL TAK HOMOGEN

10

5.1.

Persamaan Diferensial dengan M (x,y) dan N (x,y) ..

10

5.2.

Contoh Soal dan Pembahasan 11

PERSAMAAN DIFERENSIAL EKSAK .

14

6.1.

Sifat-Sifat Dasar . 14

6.2.

Metode Solusi

6.3.

Contoh Soal dan Pembahasan 15

14

REDUKSI KE BENTUK PERSAMAAN DIFERENSIAL EKSAK 18


(FAKTOR INTEGRASI)

BAB 8

BAB 9

BAB 10

7.1.

Macam-macam faktor integrasi .

7.2.

Contoh Soal dan Pembahasan 18

18

PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER ORDE SATU..

21

8.1.

Metode Solusi

21

8.2.

Contoh Soal dan Pembahasan 21

PERSAMAAN DIFERENSIAL BERNOULLI

23

9.1.

Metode Solusi

23

9.2.

Contoh Soal dan Pembahasan 23

MASALAH NILAI AWAL (SOLUSI KHUSUS) .

26

10.1.

Pengertian ..

26

10.2.

Contoh Soal dan Pembahasan 26

LATIHAN SOAL . 27
LAMPIRAN .

DAFTAR PUSTAKA .

- B -

BAB
1

1.1. Definisi Persamaan Diferensial


Persamaan Diferensial adalah persamaan yang memuat turunan satu (atau beberapa)
fungsi yang tidak diketahui. Meskipun persamaan seperti itu sehausnya disebut
persamaan turunan, namun istilah persamaan diferensial (aequatio differentialis)
yang diperkenalkan Leibniz dalam tahun 1676 sudah umum digunakan (Finizio
Ladas:2:1988)
Sebagai contoh:
y + xy = 3

(1)

y 5y + 6y = cos x
2

y = (1+y ) (x +y )
2
2

- 2 = 0

(2)
(3)
(4)

Pada persamaan (1) sampai (3) menyatakan turunan pertama dan kedua dari fungsi y(x)
terhadap x yang disebut persamaan diferensial biasa.
Dalam persamaan (4) memuat turunan-turunan parsial yang disebut persamaan
diferensial parsial.

1.2. Bentuk Umum Persamaan Diferensial


Adapun bentuk umum persamaan diferensial yaitu:

. + . = 0

1.3. Orde (Tingkat) dan Degree (Derajat)


Orde (tingkat) adalah turunan tertinggi dalam persamaan diferensial.
Degree (derajat) adalah derajat dari orde tertinggi
Contoh:
Page | 1

3
3

+ 2xy = 6

Pada persamaan diatas memiliki orde 3 dan derajat 2.

1.4. Mencari Solusi Persamaan Diferensial


Langkah-langkah:

Hitunglah banyaknya konstanta sembarang yang ada di dalam persamaan garus


lengkung (kurva) yang akan dicari persamaan diferensialnya.

Hilangkan semua konstanta sembarang ada n maka untuk mengeliminasi semua


konstanta sembarang itu. Jika banyaknya konstanta sembarang ada n, maka untuk
mengeliminasi semua konstanta sembarang yang ada dubutuhkan n + 1 persamaan.
Untuk mendapatkan n + 1 persamaan, persamaan garis lengkung (kurva) semula
didiferensialkan sampai turunan ke n.

Banyaknya konstanta sembarang menunjukan orde tertinggi dari turunan dalam


persamaan diferensial yang dicari.

1.5. Contoh Soal dan Pembahasan


1) Carilah persamaan diferensial dari himpunan garis lengkung:
a. y = A sin 2x + B cos 2x ; A dan B adalah konstanta sembarang
b. y = x3 +A x2 + B x + C ; A, B, dan C adalah konstanta sembarang
Pembahasan:
a. Karena ada 2 (dua) konstanta sembarang, maka dibutuhkan 3 persamaan untuk
mengeliminasi A dan B serta orde tertinggi dari turunannya adalah 2.
Persamaan 1

: y = A sin 2x + B cos 2x , turunan terhadap x

Persamaan 2

Persamaan 3

2
2

= 2A cos 2x 2B sin 2x, turunan terhadap x


= - 4A sin 2x 4B cos 2x

Masukan persamaan (1) ke (3) didapatkan bahwa :


2
2
2
2
2
2

= - 4A sin 2x 4B cos 2x
= - 4(A sin 2x + B cos 2x) y = A sin 2x + B cos 2x
= - 4y

Jadi, persamaan diferensial yang dicari adalah

+ 4y = 0
Page | 2

b. Karena ada 3 (tiga) konstanta sembarang, maka dibutuhkan 4 persamaan untuk


mengeliminasi A dan B serta orde tertinggi dari turunannya adalah 3.
Persamaan 1

: y = x3 +A x2 + B x + C , turunan terhadap x

Persamaan 2

Persamaan 3

Persamaan 4

2
2
3
3

= 3x2 + 2Ax + B , turunan terhadap x


= 6x + 2A , turunan terhadap x
=6

Jadi, persamaan diferensial yang dicari adalah

3
3

=6

2) Carilah persamaan diferensial dari berkas kardiola r = a (1-cos ), a = konstanta


sembarang.
Pembahasan :
Karena ada 1 (satu) konstanta sembarang, maka dibutuhkan 2 persamaan untuk
mengeliminasi A dan B serta orde tertinggi dari turunannya adalah 1.
Persamaan 1 : r = a (1-cos ) , turunan terhadap x
Persamaan 2 :

= a sin

Dari persamaan (1) didapat a = 1cos


Eliminir a dalam persamaan (2), di dapatkan

= 1cos sin

Jadi, persamaan diferensialnya adalah: 1 cos dr r sin = 0

Page | 3

BAB
2

2.1. Persamaan Diferensial Variable Terpisah


Suatu persamaan diferensial variable terpisah ditandai oleh fakta bahwa dua peubah dari
persamaan itu bersama-sama masing-masing didiferensianya, dapat ditempatkan di ruas
yang berlawanan.
Dengan manipulasi aljabar, memunkinkan kita menuliskan persamaan diferensial
terpisah dalam bentuk implisit :
()

y = () , atau
dalam bentuk eksplisit :

()

()

Untuk memperoleh penyelesaian umum suatu persamaan diferensial terpisah, pertamatama kita pisahkan kedua peubah dan kemudian integralkan kedua ruas.
Awal

Q (y) dy = P (x) dx

Integral

P (x) dx = Q (y) dy + C dimana C = Konstanta sembarang

Note: bisa dilakukan hanya pada variable yang sama. Contoh :

Hanya mengandung
variable y

+1
2 +4

dy = -x dx

Hanya mengandung
variable x

2.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Selesaikan setiap persamaan diferensial di bawah ini:
1) y2 dy = (x + 3x2) dx , bilamana x = 0 dan y = 6 bentuk eksplisit
2) xyy + x2 + 1 = 0

bentuk implisit

Page | 4

Pembahasan:
1) y2 dy = (x + 3x2) dx , syarat harus mengandung variable yang sama pada tiap ruas.

Integralkan kedua ruas


y 2 dy = (x + 3x 2 ) dx
3
3

+C1

y3

+ x 3 + C2

3 2

+ 3x 3 + (3C2 3C1)

=
y

3 2

+ 3x 3 + C

3 2

; C = 3C2 3C1

+ 3x 3 + C

3 2

Maka, solusi umumnya adalah: =

Menghitung konstanta C, kita menggunakan persyaratannya bilamana x = 0 dan

+ 3x 3 + C

y = 6, maka akan menghasilkan:


6=

C = 216

Solusi khususnya adalah: y

3 2
2

+ 3x 3 + 216

2) xyy + x2 + 1 = 0

Ubah ke dalam eksplisit

xy + x2 + 1 = 0

Bagi tiap-tiap ruas


y dy =

dx

Integralkan masing-masing ruas


y dy
2
2
2
2

x2 + 1

x2 + 1

+C

+C

dx

+ dx
x2
2

+ || + C

= x 2 2 +

= x 2 2 +

Maka, solusi umumnya adalah:


y

= x 2 2 +
Page | 5

BAB
3

3.1. Materi Reduksi ke Bentuk Persamaan Diferensial Variabel Terpisah


Tidak semua persamaan diferensial mudah untuk didapatkan solusinya. Pada saat
persamaan diferensial memiliki bentuk:

f1 (x) g1 (y) dx f2 (x) g2 (y) dy

Maka dibutuhkan reduksi dengan menggunakan faktor integrasi

1
g1 y F2 (x)

, yang

kemudian akan menjadi:


f1 (x)
f2 (x)
f1 (x)
f2 (x)

dx

g1 (y)
g2 (y)

dx =

dy

g1 (y)
g2 (y)

=0

dy

Pengitegralan masing-masing ruas:


f1 (x)
f2 (x)

dx =

g1 (y)
g2 (y)

dy

3.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Tentukan solusi umum dari persamaan diferensial berikut:
1) (x3y + yx2) dx + (y3x2 + 2x2y) dy = 0
2) (x2-1) dx (2x+xy) dy = 0
Pembahasan
1) (x3y + yx2) dx + (y3x2 + 2x2y) dy = 0
y (x3 + x2) dx + x2 (x2 + 2y) dy = 0
1

faktor integrasi : yx 2

Page | 6

1
yx 2

[y (x3 + x2) dx + x2 (x2 + 2y) dy] = 0

(x3 + x2) dx + (x2 + 2y) dy = 0


Karena sudah memiliki variable yang sama, langkah selanjutnya adalah integralkan.
(x3 + x2) dx +
4
4

3
3

4
4

(x2 + 2y) dy = 0

+ 2 + C = 0
x 12

3x4 + 4x3 + 3y4 + 12 y2 = C


Maka, Solusi umumnya adalah 3x4 + 4x3 + 3y4 + 12 y2 = C
2) (x2-1) dx (2x+xy) dy = 0
(x2-1) dx x (2+y) dy = 0
1

faktor integrasi :
1

[(x2-1) dx x (2+y) dy] = 0

x 2 1

dx (2+y) dy = 0

x 2 1

2
2

dx

-Ln |x| - 2y -

(2+y) dy = 0
2
2

=0
x2

2 - 2 Ln |x| - 4y - 2 = 0
2 - 2 - 2 Ln |x| - 4y = 0
Maka, solusi umumnya adalah 2 - 2 - 2 Ln |x| - 4y = 0

Page | 7

BAB
4

f (x,y) dikatakan homogen berderjat n jika:


f (x,y) = n f (x,y)
M (x,y) dx + N (x,y) dy = 0
Syarat persamaan diferensial diatas dikatakan homogeny jika M (x,y) dan N (x,y) adalah
homogeny dan berderajat sama.

4.1. Langkah-langkah Menentujan Penyelesaian Umum Persamaan Diferensial


Homogen

Gunakan tranformasi:
y = u x dy = x du + u dx, atau
x = u y dy = y dy + u du

Persamaan diferensial homogeny tereduksi ke Persamaan Diferensial terpisah

Gunakan aturan persamaan diferensial terpisah untuk mendapatkan solusi umum


persamaan diferensial.

Gantilah u =

jika menggunakan transformasi y = u x, dan u = jika menggunakan

transformasi x = u y untuk mendapatkan kembali variable semula.

4.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Buktikan bahwa persamaan tersebut adalah persamaan homogen!
1) y =

3+ 3
2

2) (2x2y + y3) dx + (xy2 2x3) dy = 0

Pembahasan:
1) y =

3+ 3
2

3+ 3
2

xy2 dy (x3+y3) dx = 0

Page | 8

fungsi M (x,y) dx
M (x,y) dx = -x3-y3 = - 3 3 - 3 3
= 3 ( 3 3 )
M (x,y) = 3 [M (x,y)]

fungsi N (x,y) dy
N (x,y) dy = xy2

= 3 3
= 3 (x 2 )

N (x,y) = 3 [N (x,y)]

didapatkan 3 , maka TERBUKTI persamaan diferensial diatas merupakan


persamaan diferensial homogeny berderajat 3.

2) (2x2y + y3) dx + (xy2 2x3) dy = 0

fungsi M (x,y) dx
M (x,y) dx = 2x2y + y3

= 2 2 x2 y + 3 y3
= 3 (2x2y + y3)

M (x,y) = 3 [M (x,y)]

fungsi N (x,y) dy
N (x,y) dy = xy2 2x3

= x 2 y2 2 3 x3
= 3 (xy2 2x3)

N (x,y) = 3 [N (x,y)]

didapatkan 3 , maka TERBUKTI persamaan diferensial diatas merupakan


persamaan diferensial homogeny berderajat 3.

Page | 9

BAB
5

5.1. Persamaan Diferensial dengan M (x,y) dan N (x,y)


Persamaan ini merupakan persamaan linier tetapi tidak homogen. Pandang bentuk
persamaan diferensial dibawah ini:
( ax + by + c ) dx + ( px + qy + r ) dy = 0
Dimana a,b,c,p,q,r merupakan suatu konstanta.
Ada 3 (tiga) kemungkinan yang dapat terjadi:

1)

===

Langkah-langkah penyelesaian:

Karena = = = , maka menggunakan transformasi px + qy + r = u, yang berarti


bahwa ax + by + c = u
Bentuk persamaan tereduksi menjadi persamaan dengan variable terpisah dan
kemudian selesaikanlah.

2)

Langkah-langkah penyelesaian:
Gunakan transformasi px + qy = u, dan dari sini berarti dy =

, atau

dx=

Misalkan = = , maka ax + by = u
Persamaan tereduksi menjadi persamaan variable terpisah.
( x + C) dx + (u + r)

= 0, atau ( x + C)

+ (u + r) = 0

Selesaikan persamaan variable terpisah ini dan kemudian gantilah x = px + qy untuk


mendapatkan solusi umumnya.

Page | 10

3)

Langkah-langkah penyelesaian:

Gunakan Transformasi
ax + by + c = u a dx + b dy = du
px + qy + r = v p dx + q dy = dv
dari dua persamaan diatas diperoleh bahwa:
dx =

, dan dy =

selesaikan persamaan diferensial diatas dan kemudian gantilah kembali u dan v


dengan tranformasi semula untuk mendapatkan solusi umum persamaan
diferensial semula.

5.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Tentukan solusi umum persamaan diferensial dibawah ini!
1) (2x 5y +2) dx + (10y 4x 4) dy = 0
2)
3)

124
1++2
627

= 2+36

Pembahasan:
1) (2x 5y +2) dx + (10y 4x 4) dy = 0
a b

= 4 = - 2

p
;

Maka, = = = = -

r
5

= 10 = - 2

= 4 = - 2

Penyelesaian:

px + qy + r = u
ax + by + c = u
1

=-2u

(2x 5y +2) dx + (10y 4x 4) dy = 0


1

-2u

dx +

dy = 0
xu

-2

dx +

dy = 0
Page | 11

-2

dx +

dy

=0

-2x +y=C
1

Maka Solusi umumnya adalah - 2 x + y = C

2)

124
1++2

(1 2 4) dx = (1 + + 2) dy = 0
c b

= 2 = 2

= 1 = 2

7
6

Maka,

==2

Penyelesaian:

px + qy = u

ax + by = u
-4x 2y = 2u

-2x+(-y) = u
-2x y = u

Pengganti dx atau dy

-2x y = u
x =
dx =

-2x y = u
y = - (u + 2x)

dy = - du 2dx

+
2

Solusi umum
(1 2 4) dx = (1 + + 2) dy = 0
(1 2u)

+
2

- (1 u) dy = 0
x2

(1 2u) ( + ) - 2 (1 u) dy = 0
du + dy + 2udu + 2udy 2dy + 2udy = 0
du dy + 2 udu + 4udy = 0
(1 + 2u) du + (4u 1) dy = 0
: (4u 1)
1+2
41

du + dy = 0

Page | 12

1+2
41
1
41

du +

dy = 0
2

du +

du +

41

dy = 0

Ln |4 1| + 2u Ln |4 1| + y = C

3)

Maka, solusi umumnya adalah: Ln |4 1| + 2u Ln |4 1| + y = C

627

= 2+36

(6 2 7) dx (2 + 3 6) dy = 0
a

maka didapatkan

= 2 = - 3

= 3 = 3

= 1 = -1

Penyelesaian:
(qu pv) du + (qv bu) dv = 0
(-3u + 2v) du + (bv + 2u) dv = 0 Persamaan Diferensial Homogen
Subtitusi:

z = , atau u = zv du = v dz + z dv
Solusi Umum:
(-3u + 2v) du + (bv + 2u) dv = 0
(-3 zv + 2v) (v dz + z dv) + (bv + 2 zv) dv = 0
v2 (-3z + 2) dz + v (-3z2 + 4z + 6) dv = 0
: v2 (-3z + 2)
3+2
3z2 + 4z + 6

dz + v dv = 0

3+2
3z2 + 4z + 6
3
3z2 + 4z + 6

dz +
dz +

v dv = 0
2
3z2 + 4z + 6

dz + 2 v2 dv = 0
1

3 | 3z2 + 4z + 6| + 2 | 3z2 + 4z + 6| + 2 v2 dv = C
x2
2

6 | 3z2 + 4z + 6| + 4 | 3z2 + 4z + 6| + v dv = C
Maka, Solusi Umumnya adalah:
6 | 3z2 + 4z + 6| + 4 | 3z2 + 4z + 6| + v2 dv = C
Page | 13

BAB
6

6.1. Sifat-Sifat Dasar


Suatu persamaan diferensial dengan bentuk:
M (x,y) dx + N (x,y) dy = 0
Dikatakan persamaan diferensial eksak, jika ada suatu fungsi f(x,y) yang diferensial
totalnya sama dengan M (x,y) dx + N (x,y) dy, yaitu (dengan meniadakan lambang
x dan y):
df = M dx + N dy
uji kepastian

Jika M dan N merupakan fungsi kontinu dan memiliki turunan


parsial pertama yang kontinu pada sebuah segiempat bidang xy,
maka M (x,y) dx + N (x,y) dy = 0 adalah eksak hanya jika:

6.2. Metode Solusi


Untuk menentukan solusi dari M (x,y) dx + N (x,y) dy = 0, maka secara implicit
diberikan oleh penyelesaian umum f (x,y) = c.
Langkah-langkah menemukan suatu fungsi f (x,y) adalah:

Langkah 1
Perhatikan bahwa:

= M (x,y), dan

= N (x,y)

Langkah 2
Integrasikan (mencari integral) dari M (x,y) terhadap x dengan y tetap.

dx = M (x,y) dx

f (x,y) = [

M (x, y) dx ] + ()

dimana adalah fungsi sembarang dari y saja.

Langkah 3
Fungsi f (x,y) pada langkah ke-2, didiferensialkan parsial terhadap y yang
selanjutnya akan diperoleh:
Page | 14

= [

M (x, y) dx ] +

Langkah 4
Karena

= N (x,y) maka,

= N (x,y) - [

M (x, y) dx ]

Dari sini () akan diperoleh.

Langkah 5
() yang baru saja diperoleh, disubtitusikan ke f (x,y) dalam langkaj ke-2.
Dengan demikian f (x,y) = C dapat diperoleh.

6.3. Contoh Soal dan Pembahasan


Tentukan solusi umum dari persamaan diferensial di bawah ini dan buktikan
keeksakanya!
1) (2xy + x2) dx + (x2 + y2) dy = 0
2) 3x2y2 dx + (2x3y + 4y3) dy = 0

Pembahasan:
1) (2xy + x2) dx + (x2 + y2) dy = 0

Pembuktian Persamaan Diferensial Eksak


M (x, y) = 2xy + x2

N (x, y) = x2 + y2

Karena

= 2

= 2

, maka persamaan diferensial diatas merupakan persamaan

diferensial eksak.

Mencari Solusi Umum


Langkah 2 (mencari f (x,y))
f (x,y)

=[
=

M (x, y) dx ] + ()

(2xy + x2) dx + ()
1

= x2y + 3 x3 + ()

Page | 15

Langkah 3

M (x, y) dx ] +

(2xy + x2) dx ] +

= x2 + ()
Langkah 4 (mencari ())

= N (x,y)

x2 + () = x2 + y2

() = x2 + y2 - x2
y 2 dy

() =
=

1
3

y3 + k

Langkah 5 (Solusi Umum)


f (x,y)

= x2y + 3 x3 + ()
1

= x2y + 3 x3 + 3 y 3 = k
x3
= 3x y + x + y 3 = 3k
2

Maka solusi umumnya adalah 3x2y + x3 + y 3 = C dengan nilai C=3k


2) 3x2y2 dx + (2x3y + 4y3) dy = 0

Pembuktian Persamaan Diferensial Eksak


M (x, y) = 3x2y2

N (x, y) = 2x3y + 4y3

Karena

= 6 2
= 6 2

, maka persamaan diferensial diatas merupakan persamaan

diferensial eksak.

Mencari Solusi Umum


Langkah 2 (mencari f (x,y))
f (x,y)

=[
=

M (x, y) dx ] + ()

3x 2 y 2 dx + ()

= x3y2+ ()
Page | 16

Langkah 3

[
[

M (x, y) dx ] +

3x 2 y 2 dx ] +

= 2x3y + ()
Langkah 4 (mencari ())

= N (x,y)

2x3y +

() = 2x3y + 4y3
() = 2x3y + 4y3 - 2x3y
() =

4y 3 dy

= y4 + k
Langkah 5 (Solusi Umum)
f (x,y)

= x3y2+ ()
= x3y2+ y 4 = k

Maka solusi umumnya adalah x3y2+ y 4 = C dengan nilai C = k

Page | 17

BAB
7

Secara umum persamaan M (x,y) dx + N (x,y) dy = 0 tidak eksak. Terkadang adalah mungkin
mengubah menjadi persamaan diferensial eksak melalui perkalian yang eksak.
Oleh karena itu, fungsi untuk mengubah Persamaan Diferensial tiadk eksak ke bentuk
persamaan diferensial eksak adalah factor integrasi (Faktor pengkali/ Gabung).

7.1. Macam-macam faktor integrasi


Ada beberapa macam faktor integrasinya, yaitu:

Jika,

= f(x) dimana f(x) merupakan fungsi dari x saja

Faktor Integrasinya:

Jika,

= g(y) dimana g(y) merupakan fungsi dari y saja

Faktor Integrasinya:

f x dx

g y dy

Jika, M (x,y) dx + N (x,y) dy = 0 merupakan Persamaan Diferensial Homogen dan


xM + yN 0
1

Faktor Integrasinya: xM + yN

Jika, M (x,y) dx + N (x,y) dy = 0 dapat diubah ke bentuk


y f(x,y) dx + x g(x,y) dy = 0 dan f(x,y) g(x,y)
1

Faktor Integrasinya: xM yN

Dan sebagainya

7.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Tentukan Faktor Integrasi kemudian tentukan solusi umumnya!
1) 3x2y2 dx + (4x3y 12) dy = 0
2) (2y x3) dx + x dy = 0

Page | 18

Pembahasan:
1) 3x2y2 dx + (4x3y 12) dy = 0
M = 3x2y2

N = 4x3y 12

Karena

= 12x2y

maka, bukan merupakan persamaan diferensial eksak

16 2 12 2
3 2 2

Faktor Integrasi:

= 6x2y

g y dy

+=

2
dy

= 2 ln = y2

Faktor Integrasi f(x)


y2 [3x2y2 dx + (4x3y 12) dy] = 0
3x2y4 dx + (4x3y3 12 y2) dy = 0
M = 3x2y4

N = 4x3y3 12 y2

Karena

= 12x2y3
= 12x2y3

maka, merupakan persamaan diferensial eksak

Solusi Umum
Mencari f(x,y) dengan mengintegralkan M
f (x,y)

=[

M (x, y) dx ] + ()

3x 2 y 4 dx + ()

= x3y4+ ()
Mencari () dengan mendiferensialkan f(x,y) = N

= N (x,y)

4x3y3 +

() = 4x3y3 12 y2
() = 4x3y3 12 y2 - 4x3y3
() =

12 y 2 dy

= - 4 y3 + k
Masukan ke persamaan f(x,y)
f (x,y)

= x3y4+ ()
= x3y4 4 y 3 = k

Maka solusi umumnya adalah x3y4 4 y 3 = C dengan nilai C = k


Page | 19

2) (2y x3) dx + x dy = 0
M = 2y x3

N=x

Karena

=1

Faktor Integrasi:

=2

maka, bukan merupakan persamaan diferensial eksak

21

f x dy

dx

= ln = x

Faktor Integrasi f(x)


x [(2y x3) dx + x dy] = 0
(2xy x4) dx + x2 dy = 0
M = 2xy x4

N = x2

Karena

= 2x
= 2x

maka, merupakan persamaan diferensial eksak

Solusi Umum
Mencari f(x,y) dengan mengintegralkan M
f (x,y)

=[

M (x, y) dx ] + ()

(2xy x 4 ) dx + ()
1

= x2y 5 x 5 + ()
Mencari () dengan mendiferensialkan f(x,y) = N

= N (x,y)

x2 +

() = x2
() = x2 x2
() =

0 dy

= k
Masukan ke persamaan f(x,y)
f (x,y)

= x2y 5 x 5 + ()
1

= x2 y x 5 = k
5

Maka solusi umumnya adalah x2y 5 x 5 = C dengan nilai C = k


Page | 20

BAB
8

8.1. Metode Solusi


Persamaan linier orde satu memiliki bentuk umum

+ P(x) y = Q(x) dengan syarat ruas kanan 0


P x dx

Factor integrasi:
Solusi umum

P x dx

P x dx

Q(x)

y=

8.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Tentukan solusi umum dari:
1)

+ 4y = x -2x2

2) + = (1 + )2

Pembahasan:
1)

+ 4y = x -2x2
; Q(x) = x 2x2

P(x) = 4

Faktor Integrasi:

P x dx

4 dx

= 4

Solusi Umum:

P x dx

4 y =
y=
y=
y=

Q(x)

y=

P x dx

x 2x 2 4 +
2 2
4

14
16

48 2 1+41
16
44 2 1
8

1
16

+ 4

+ 4

+ 4

Page | 21

2) + = (1 + )2

+ = (1 + )2
; Q(x) = (1 + )2

P(x) = 1

Faktor Integrasi:

P x dx

1 dx

Solusi Umum:

P x dx

y=

Q(x)

P x dx

y = (1 + )2 +
y = (1 + )2 2 (1 + ) + 2 + C
y=[ 1+

2 1 + + 2 +

Page | 22

BAB
9

9.1. Metode Solusi

Bentuk umum dari persamaan diferensial Bernoulli adalah:

+ P(x) y = Q(x) yn

Persamaan Bernoulli akan tereduksi ke persamaan linier orde satu dengan


Transformasi:
z = y-n+1

= (-n + 1) y-n.

= (1 n) yn.

Persamaan linier orde satu

= (1 n) P(x) y-n = (1 n) Q(x)


= (1 n) P(x) z = (1 n) Q(x)

Dengan faktor integrasi:

1 n P x dx

Solusi umum

1 n P x dx

z = (1 n) Q(x)

1 n P x dx

+ C

9.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Cari solusi dari:
1)
2)

+=

+ y = xy3

Pembahasan:
1)

+=
1

P(x) =

; Q(x) =

;n=2

Page | 23

z = y-n+1
z = y-2+1
z = y-1

= - y-2.

= - y2.

+=

- y2.

+ =

: - y2

- 1 =
1

- = Persamaan Linier Orde Satu


1

P(x) =

; Q(x) =

solusi umum:
1 n P x dx

z =

z = (1 n) Q(x)

1 n P x dx

+ C

+ C

z = 1 + C

1 +
=
1

Maka, Solusi Umumnya adalah = 1 + Cx

3)

+ y = xy3
; Q(x) = xy3

P(x) = 1

;n=3

z = y-n+1
z = y-3+1
z = y-2

=
=

1
1

Persamaan Diferensial Orde Satu

+ (1 n) z p(x) = (1 n) Q(x)
Page | 24

+ -2y-2 = -2x

Solusi Umum:

1 n P x dx

2 dx

y-2 =

2x

2 2 =
2 2 =

z = (1 n) Q(x)
2 dx

1 n P x dx

+ C

4x 2 dx
4
3

3 + k
x3

6 2 = 4 3 + 3k
6 2 + 4 3 = C
Maka, Solusi umumnya adalah 6 2 + 4 3 = C ; C =3k

Page | 25

BAB
10

10.1. Pengertian
Soal Nilai Awal merupakan suatu persamaan diferensial bersama dengan kondisikondisi tambahan terhadap fungsi yang dicari dan turunannya yang semuanya diberikan
pada nilai variable independen yang sama. Masalah Nilai awal adalah mencari solusi
khusus dari kondisi awal. Solusi khusus adalah ketika persamaan diferensial hanya
memiliki satu solusi saja. Misalnya (y)4 + y2 = 0. Persamaan ini hanya memiliki satu
solusi yaitu y = 0. Dan tidak mengandung nilai C

10.2. Contoh Soal dan Pembahasan


Tentukan solusi umum dan solusi khusus persamaan diferensial dibawah ini!
1) 3x2 + (2y - 1) dy = 0, dimana y=2
2) xy3 dx + (2y + 1) x2 dy = 0, dimana y=10
Pembahasan:
1) 3x2 + (2y - 1) dy = 0, dimana y=2
3x2 + (2y 1) dy = 0
x3 + y2 + y = C

Solusi Umum

x3 + (2)2 + 2 = C
x3 = -6

Solusi Khusus

2) xy3 dx + (2y + 1) x2 dy = 0, dimana y=10


xy3 dx + (2y + 1) x2 dy = 0
: y3 x2

dx +

(2y + 1)

dx +

dy = 0

(2y + 1)
3

dy = 0

+ 2y + 1 3 =

Solusi Umum

+ 21 1000 =
= 145

Solusi Khusus
Page | 26

Tentukan orde dan carilah persamaan diferensial dari:


2

= y2 + 1

1)

2)

3)

4)

" + 3 = 0

5)

+ 3 + 2 = 0

2
2

= x2 + 1

+ s t = s

Manakah diantara persamaan diferensial berikut yang merupakan persamaan diferensial


variable terpisah?
6)

(x2 y2) + xy = 0

7)

(x2 y2 y2) + x = 0

8)

(x sin y x2) + cos x = 0

9)

(x sin y xy) + (x2 + 1) y = 0

10) xy + x2 + 1= 0

Tentukan solusi persamaan diferensial variable terpish dengan mereduksinya!


11) (x2 1) + y2 + 1 = 0
12) (1 + 2y) + (x 4) dy = 0
13) xy dx + (1 + x2) dy = 0
14) (xy + x) dx + (xy y) dy = 0
15)

= 3

Page | 27

Buktikan bahwa persamaan di bawah ini adalah persamaan diferensial homogeny kemudian,
carilah solusi umumnya!
16) 2xy dy = (x2 y2) dx

17) x sin (y dx + x dy) + y cos (x dy y dx) = 0


18) (x2 2y2) dy 2xy dx = 0
19)
20)

=
=

4 3
2

Tentukan solusi umum dari persamaan diferensial tak homogeny dibawah ini!
21)
22)

627

= 2+36
=

124
1++2

23) (2x 3y +5) dx + (24y 8x 40) dy = 0


24) (x 5y +2) dx + (2x 10x 4) dy = 0
25) (2x 5y +2) dx + (10y 4x 4) dy = 0

Tunjukkan bahwa PD berikut eksak dan tentukan selesaian umumnya!


26) (x+2y)dx + (y2+2x)dy = 0
27) 2y(x-y)dx + x(x-4y)dy = 0
28) (xsiny-y2)dy cosy dx = 0
29) (3+y+2y2sin2x)dx (ysin2x-2xy-x)dy = 0
30) xcos(xy)dy + (2x+ycos(xy))dx = 0

Tunjukkan bahwa fungsi yang diberikan adalah suatu faktor integrasi dan selesaikan
PD nya:
31) 2ydx+xdy = 0, x
32) sinydx+cosydy=0, 1/x2
33) y2dx+(1+xy)dy=0, exy
34) 2dx-ey-xdy = 0
35)

(y+1)dx-(x+1)dy = 0

Page | 28

Selesaikan PD linier orde satu!


36)

y+(2x-1)y = xy2+(x-1)

37) y+(2x4-1/x))y = x3 y2+x5


38) y-2y/x = -y2/x+x2
39) y+(2-1/x)y = y2-2/x
40) y+2y+y2=0.

Tentukan Solusi Umum dari PD Bernoulli!


41) y + y = xy3
42) y = y (1 + xy)

43) y - 2 y =
44) 2xyy + y2 = x
45) Y y = xy6

Tentukan Solusi khusus dari persamaan diferensial dibawah ini!


46) y'(t) = 3y + 5 , y(0) =1
47) y'(t) = ty +1 , y(0) = 0
48) y'= z, z'= -y , y(0) =1, z(0) = 0
1

49) y'(t) = 1+ 2 , y(0) =1


50) y + 5y + 6y = 0, y(0) = 1

Page | 29

Lampiran

Basic Forms
(1)

(2)

(3)

(4)

Integrals of Rational Functions


(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

Integrals with Roots


(17)

(18)

(19)

(20)

(21)

(22)

(23)

(24)

(25)

(26)

(27)

(28
)

(29)

(30)

(31)

(32)

(33)

(34)

(35)

(36)

(37
)

(38)

(39)

(40)

(41)

Integrals with Logarithms


(42)

(43)

(44)

(45)

(46)

(47)

(48)

(49)

(50)

(51
)

(52)

(53)

(54)

(55)

(56)

(57)

Integrals with Exponentials


(58)

(59)
erf

(60)

(61)

where erf

(62)

(63)

(64)

(65)
d

(66)
where

(67)
erf

(68)
erf

(69)

(70)
erf

Integrals with Trigonometric Functions


(71)

(72)

(73)

(74)

(75)

(76)

(77)

(78)

(79)

(80)

(81)

(82)

(83)

(84)

(85)

(86)

(87)

(88)

(89)

(90)

(91)

(92)

(93)

(94)

(95)

(96)

(97)

(98)

(99)

(100)

(101)

Products of Trigonometric Functions and Monomials


(102)

(103)

(104)

(105)

(106)

(107)

(108)

(109)

(110)

(111)

(112)

(113)

(114)

(115)

(116)

Products of Trigonometric Functions and Exponentials


(117)

(118)

(119)

(120)

(121)

(122)

Integrals of Hyperbolic Functions

(123)

(124)

(125)

(126)

(127)

(128)

(129)

(130)

(131)

(132)

(133)

(134)

SM. Nababan.2005.Persamaan Diferensial Biasa (Edisi Satu). Jakarta:Universitas Terbuka

Finizio and Ladas. 1988.Persamaan Diferensial Biasa dengan Penerapan Modern (Edisi
Kedua).Jakarta:Erlangga
Schaums.2007.Persamaan Diferensial (Edisi Ketiga).Jakarta: Erlangga

Varberg, Purcell, Rigdom.2003.Kalkulus Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Sitanggang, Curmentyna.2003.Kamus Matematuka (Cetakan ketiga).Jakarta:Balai Pustaka

Soal Ujian Tenga Semester (UTS).2012.Persamaan Diferensial 1.Jakarta.Universitas


Indraprasta PGRI

http://uuniquee.files.wordpress.com/2010/09/persamaan_differensial_-_dr-_st_budi_waluya.pdf

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/195804011985031ASEP_SYARIF_HIDAYAT/PERSAMAAN_DIFERENSIAL_I.pdf

http://math.ipb.ac.id/~files/tpb/9PersamaanDiferensialPrint_Mhs.pdf

http://alifis.files.wordpress.com/2009/09/bab-v-masalah-nilai-awal-persamaan-diferensial.pdf

http://dora.student.fkip.uns.ac.id/uncategorized/tutorial-maple-persamaan-differensialdifferential-equations/

http://staff.ui.ac.id/internal/131611668/material/mod-02.pdf

- D -