Anda di halaman 1dari 36

N AV I G A S I

BISNIS
T E R P E R C AYA
Rabu, 5 Agustus 2015

Tahun XXX No. 10193 Terbit 36 halaman

0,40%

IHSG
4.781,09

0,42%

4/8/2015

BI-27
401,50

0,02%

4/8/2015

Hang Seng
24.406,12

0,14%

4/8/2015

Nikkei
20.520,36

0,05%

4/8/2015

STI
3.191,04

engan tekad meningkatkan kinerja


pada tiga bisnis andalannya, Sarinah terus
berbenah. Sejumlah jurus
diterapkan Ira Puspadewi.
Salah satu ambisinya adalah
menyatukan lini bisnis ritel,
properti, dan perdagangan agar
menjadi lebih digdaya dengan
konsep terintegrasi. Apa saja
kiatnya?

JAKARTA Tingkat pertumbuhan produk


domestik bruto RI pada kuartal kedua 2015
diproyeksikan tidak berbeda jauh dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya.

Editor's Choice
Gubernur Provinsi DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama
mengaku senang dengan adanya rencana kerjasama antara
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk yang akan mengucurkan pinjaman sebesar
Rp10 triliun kepada PT Jakarta
Propertindo (Jakpro).

meraup Rp15 triliun


Pemerintah
dari lelang surat utang negara,
lebih tinggi dari target indikatif
Rp10 triliun.

Pertumbuhan
ekonomi
kuartal II belum pulih, diproyeksikan masih di bawah
5%, akibat kombinasi faktor
kelambanan belanja pemerintah dan pelemahan daya
beli serta
ketidakpastian
situasi global.
BPS sendiri dijadwalkan
mengumumkan pertumbuhan
PDB hari ini, Rabu (5/8).
Dalam wawancara Bisnis
dengan sembilan ekonom,
faktor estimasi berasal dari
perhitungan terhadap sejumlah indikator kunci a.l. penurunan pertumbuhan kredit, penjualan kendaraan
bermotor dan mobil, semen,
properti dan barang konsumsi
yang diiringi pelemahan laba
peritel.
Dari sisi sumber pertumbuhan, realisasi belanja modal
yang turut membentuk komponen investasi terekam hanya
8,26% setara Rp22,8 triliun
pada paruh pertama 2015, lebih rendah dari realisasi periode yang sama 2014 sebesar
14%, turut menekan komponen konsumsi rumah tangga di kuartal kedua.
Andry Asmoro, Ekonom PT
Bank Mandiri Tbk., menerangkan sisi ekspor juga mengalami
nasib serupa karena pengaruh
ketidakpastian global, sedangkan impor barang modal
yang melambat mencerminkan dunia usaha masih menahan ekspansi atau aktivitas
industrial.
"Ketiga sisi itu [belanja pemerintah, konsumsi, eksporimpor] masih turun. Jadi
angka pertumbuhan tidak

DBS Bank
Bank Danamon
Standard Chartered
BCA
ANZ
Bank Mandiri
Samuel Asset
BII
Indef

Kuartal II/2015

Estimasi median
Rata-rata

TUMBUH LEBIH CEPAT


Namun, Kepala Ekonom
PT BII Tbk. Juniman menyampaikan ruang untuk
tumbuh lebih cepat terbuka
lebar pada paruh akhir apabila janji pemerintah untuk
mengoptimalisasi belanja
mampu direalisasikan.
Kepala ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengungkapkan
kendati lebih baik dari kuar-

Tekanan Laba Perbankan


24
Masih Berlanjut

28

Kemenhub
Sertifikasi Drone

31

Bisnis/Dwi Prasetya

Penjualan Sepeda Motor


di Asean Anjlok 16,9% 36

Rp9.000

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan Firdaus
Djaelani (tengah) bersama Kepala Bagian Peraturan Perundang-Undangan Biro Hukum Kementerian
Kesehatan Sundoyo (dari kiri), Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris, Wakil Ketua Dewan Pengurus
Harian Dewan Syariah Nasional MUI Jaih Mubarok dan Mantan Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah
Muhammad Syakir, memberikan keterangan pers seusai menggelar rapat tertutup di Jakarta, Selasa
(4/8). Pertemuan itu mengklarifikasi ijtima MUI bahwa beberapa akad BPJS dinilai tidak berdasarkan
syariah sekaligus membantah bahwa BPJS haram.
Redaksi & Marketing
(021) 57901023

JPY(100)
10.878,71
4/8/2015

tal I, pertumbuhan ekonomi


tiga bulan kedua tahun ini
diperkirakan hanya mencapai
4,75%.
Dia memproyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini berada pada kisaran
4,58%-4,97% dengan catatan akan ada akselerasi di semester II hingga 5,32%.
Kuncinya di belanja modal. Kalau pemerintah agresif,
maka bisa mencapai angka
pertumbuhan ekonomi optimis 4,97%, katanya.
Secara terpisah, Menteri
Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menjanjikan penyerapan belanja modal secara
keseluruhan tahun ini berada
di level 80%-85% dari pagu
Rp275,8 triliun dalam APBNP
2015 kendati per semester
I/2015 masih berada di level
11%.

Biaya Garap
Apartemen
Membengkak
Hafiyyan & rivki maulana
redaksi@bisnis.co.id

JAKARTA Sejumlah
pengembang mengatakan
pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat berpengaruh terhadap proyek properti seperti apartemen.
Direktur Utama PT
Summarecon Agung Tbk.
Adrianto P. Adhi menuturkan biaya pengembangan properti gedung
lebih terkena efeknya dibandingkan dengan rumah tapak karena menggunakan komponen impor
sekitar 30% sampai dengan 35%.
Untuk komponen mechanical dan electrical
sekitar 30% sampai 35%
biasanya masih impor, tutur Adrianto saat dihubungi Bisnis, Senin (3/8).
Harga material impor,
sambungnya, akan mengikuti kenaikan nilai mata
uang dolar. Namun, secara
keseluruhan ongkos proyek hanya terkerek di bawah 10% karena komponen bahan baku lokal masih lebih dominan. Apalagi
harga besi semakin menurun.
Untuk itu, kata Adrianto, perusahaan akan melakukan kalkulasi kembali
pengeluaran akibat kenaikan harga material.
CEO Lippo Homes Ivan
Budiono mengatakan apartemen kelas atas akan terkena dampak lebih besar
dari pelemahan rupiah
karena bahan baku mewah
banyak menggunakan produk impor.
Saya rasa konten lokal
masih dominan, jadi pengaruh tidak terlalu besar. Kalaupun ada kenaikan nilai investasi, lebih
kepada faktor pertum-

Destyananda Helen Christyanti


destyananda.helen@bisnis.com

ROA Industri Multifinance


Melorot
21

26

0,01%

buhan ekonomi secara


keseluruhan. Harga jual
pun tetap akan naik secara normal, ujarnya di
Tangerang, Selasa (4/8).
Chairman Lippo Group
Mochtar Riady mengatakan pelemahan rupiah
terhadap dolar memiliki
dampak posistif dan negatif
terhadap pasar.
Positifnya dari pasar
ialah daripada menahan
rupiah, lebih baik membeli
properti. Tapi, di sisi lain
karena daya pembeli terpengaruh menguatnya dolar,
daya beli properti jadi berkurang, tuturnya.
Hal terpenting dilakukan
saat melambatnya perekonomian, katanya, ialah
menjaga likuiditas perusahaan. Jangan sampai
pengembang banyak melakukan ekspansi melalui
dana pinjaman besar, karena bisa bermasalah dalam
pengembalian nantinya.
Chief Executive Officer
Strategic Development &
Services Sinarmas Land
Ishak Chandra mengatakan
pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu
pertimbangan utama grup
usaha itu dalam menyusun
anggaran untuk ekspansi.
Kami belum tahu ini signifikan atau tidak karena
tergantung proyeknya,
ujar Ishak kepada Bisnis,
Selasa (4/8).
Direktur PT Pakuwon
Jati Tbk. Stefanus Ridwan
mengatakan Jika rupiah
terus terpuruk, perseroan
bisa menempuh opsi untuk menaikkan harga jual.
Namun, perseroan tetap
berharap kurs rupiah bisa
stabil sehingga tidak mengerek biaya konstruksi.
Kami akan hitung lagi berapa kenaikannya, mudahmudahan enggak terusterusan naik, katanya.

Peran OJK Kian Kokoh

Kinerja Emiten Perdagangan


Mengesankan
13

Persetujuan Muat
Bersifat Sementara

SGD
9.776,26
4/8/2015

PENGAWASAN PERBANKAN

25

4,7
4,66

BISNIS/RADITYO EKO

Sumber: Survei Bisnis (4/8)

mengiringi kontraksi ekspor


10%, membuat pertumbuhan investasi terperosok ke
level 4%.
Dia menjabarkan apabila
benar pertumbuhan ekonomi
berada di level 4,7% pada periode April-Juni, maka proyeksi pertumbuhan ekonomi
2015 akan bercokol di kisaran
4,9%.

KLARIFIKASI BPJS KESEHATAN

Telkom Pastikan
Ikut Tender

4,7
4,73
4,6
4,5
4,5
4,6
4,75
4,75
4,85

Ruang untuk
tumbuh lebih cepat
terbuka lebar pada
paruh kedua apabila
janji optimalisasi
belanja mampu direalisasikan.

Kinerja Emiten Bisnis-27


Bakal Membaik
3

Konsumsi Baja RI
Naik Tipis 1,6%

Proyeksi (%)

Lembaga

Proyeksi
PDB

Semua komponen
tergantung dari realisasi belanja pemerintah.

jauh berbeda dari kuartal


per tama. Dan memang
harus diakui, ekonomi memang masuk ke dalam siklus perlambatan," katanya,
Selasa (4/8).
Kepala Ekonom PT BCA Tbk.
David Sumual mencermati
keyakinan konsumen dan
produsen secara bersamaan
yang masih lemah pada semester pertama. Kontraksi impor pada semester pertama
sebesar 17,8% yoy memberi
pengaruh terhadap kegiatan
pelaku usaha.
Menurutnya, faktor Ramadan yang berada pada pertengahan Juni belum cukup
membantu mengerek level
pertumbuhan secara signifikan. Ditambah dengan perhitungan terhadap indikatorindikator kunci, lanjutnya,
David mendapatkan rentang
antara 4,3%-4,7%.
Senada, Ekonom DBS Bank
Gundy Cahyadi menuturkan
data neraca perdagangan memberi indikasi kuat perlambatan
ekonomi pada kuartal pertama
akan berlanjut pada kuartal
berikutnya.
Gundy menjelaskan impor barang modal sebesar
21% pada periode ituterpa rah se jak 2009yang

0,49%

4/8/2015

Ekonomi Belum Pulih


Arys Aditya
& Kurniawan Agung Wicaksono
redaksi@bisnis.com

Eceran:

EUR
14.775,73

PELEMAHAN RUPIAH

Pasar Asia Pasifik


Percaya Diri

0,20%

4/8/2015

PROYEKSI PERTUMBUHAN KUARTAL II/2015

L UNCH W ITH CEO

USD
13.495,00

0,02%

4/8/2015

sirkulasi@bisnis.co.id
iklan@bisnis.co.id
redaksi@bisnis.co.id

JAKARTA Posisi Otoritas Jasa Keuangan


dalam pengaturan dan pengawasan industri perbankan kian kokoh pascaputusan
Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan gugatan uji materi atas Undangundang No. 21 Tahun 2011.
Dalam putusannya pada Selasa (4/8),
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak
gugatan yang diajukan Tim Pembela Kedaulatan Ekonomi Bangsa (TPKEB) atas
Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011
tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
yang salah satunya menuntut pembubaran
lembaga tersebut.
MK menyatakan bahwa pengaturan dan
pengawasan perbankan tetap dalam tugas
dan wewenang OJK.
Wakil Dewan Komisioner Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto menilai
putusan MK tersebut menunjukkan mandat
yang diberikan UU OJK kepada lembaga
tersebut sepenuhnya bisa diterima semua
pihak.
Yang jelas, OJK sekarang semakin dikukuhkan sebagai satu-satunya otoritas di
industri jasa keuangan [termasuk] otoritas
perbankan, otoritas pasar modal, otoritas
industri keuangan non-bank, dan otoritas
dalam edukasi maupun perlindungan konsumen dan juga penyidikan di sektor jasa
keuangan, jelas Rahmat seusai mengikuti
sidang putusan di Gedung Mahkamah
Konstitusi di Jakarta, Selasa (4/8).
Dengan putusan itu, kata dia, OJK akan

epaper.bisnis.com

@Bisniscom

semakin memperkuat pengawasan perbankan dengan membangun sistem dan


sarana pertukaran data dan informasi dengan
Bank Indonesia maupun Lembaga Penjamin
Simpanan.
Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat mengatakan tugas dan wewenang
pengawasan dan pengaturan perbankan
oleh Bank Indonesia bersifat sementara
sebelum dibentuk lembaga pengawasan
khusus.
Pengaturan dan pengawasan terintegrasi
didasarkan pada pengalaman krisis
keuangan yang pernah terjadi di Indonesia
dan best practice di beberapa negara lain,
menjadi alasan pembentuk undang-undang
yang menilai bahwa sistem yang paling
sesuai dengan Indonesia adalah unified
supervisory model yakni suatu sistem
pengaturan dan pengawasan industri jasa
keuangan yang terintegrasi di dalam suatu
lembaga tunggal yang dinamakan OJK,
jelas Arief.
Seperti diketahui TPKEB yang terdiri
dari tiga orang yakni Salamuddin, Ahmad
Suryono, dan Ahmad Irwandi Lubis, mengajukan gugatan uji materi atas UU OJK ke
MK.
Para pemohon merasa hak-hak konstitusionalnya dirugikan atau berpotensi dirugikan dengan berlakunya pasal 1 angka 1,
pasal 5, pasal 6, pasal 7, pasal 37, pasal 55,
pasal 64, pasal 65, dan pasal 66 UU OJK.
Mereka mempertanyakan dasar konstitusional OJK dalam menjalankan kewenangan pengaturan dan pengawasan di sektor perbankan. (Riendy Astria)

wwwbisniscom

www.bisnis.com

TAJUK

Rabu, 5 Agustus 2015

Benahi Manajemen
Stok Komoditas

Krisis suksesi petani pangan, khususnya padi sawah, adalah ancaman


serius terhadap swasembada pangan.

aru-baru ini pemerintah mengimbau masyarakat


agar tak panik dengan defisit pangan yang diakibatkan El Nino. Menteri Pertanian Amran Sulaiman
bahkan menyebutkan RI masih surplus beras karena
adanya tabungan komoditas tersebut untuk periode panen
JanuariMei 2015.
Menurut data Kementerian, dengan skenario terburuk
El Nino, produksi gabah tahun ini bakal turun menjadi
74,8 juta ton atau masih lebih tinggi sebanyak 9 juta ton
bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sungguh sebuah kabar yang positif di masyarakat.
Hanya saja pertanyaannya, apakah saban tahun pemerintah hanya bicara tentang gagal panen, produksi turun
karena El Nino, yang sejatinya bisa diperkirakan dampaknya, ataupun hanya berbicara tentang stok beras yang aman
terkendali.
Menurut hemat kami, sudah saatnya pemerintah merencanakan konsep sistem pengelolaan komoditas yang terintegrasi. Membangun sistem pengelolaan pasokan, persediaan,
dan distribusi tunggal yang bisa digunakan oleh departemen
manapun di pemerintahan.
Bagaimanapun, kita sadar bahwa sistem pengelolaan yang
terintegrasi ini akan menjadikan informasi menjadi lebih
rinci, presisi, efektif, dan mudah dianalisa dengan waktu
dan biaya yang terkendali.
Bahkan dengan sistem ini pula, siapapun pemerintahannya nanti bakal mudah melihat seberapa besar produksi
riil, stok, model distribusi, dan pergerakan harga komoditas
di seluruh penjuru daerah termasuk dalam mengantisipasi
berbagai persoalan di dalam hal ini.
Bandingkan dengan pola yang dilakukan saat ini yang
belum tersentralisasi. Operasi pasar, pembelian komoditas,
distribusi dilakukan dengan cara konvensional. Bergerak
karena laporan kosongnya gudang, naiknya harga dan
sebagainya. Buntut-buntutnya, rakyat juga yang jadi
korbannya.
Meminjam konsep sistem manajemen persediaan dan
pemantauan harga yang dimiliki oleh Pusat Informasi Harga
Pangan Strategis milik Bank Indonesia Wilayah Jawa Tengah
yang sudah diluncurkan pada tahun lalu, sungguh sebuah
inovasi yang mencerahkan.
Bila diintegrasikan secara nasional, bukan tidak mungkin
pemerintah akan dengan mudah mengendalikan persediaan,
pasokan, dan distribusi komoditas dari dan ke daerah tertentu di Indonesia secara seketika, tanpa harus ada operasi
pasar yang terkadang di daerah tertentu dimanfaatkan untuk
pencitraan.
Rasa-rasanya, dengan pedoman pusat harga, sistem pasokan, persediaan, pergudangan, dan sistem distribusi yang
terintegrasi ini, akan
membuat manajemen
Sudah saatnya pemestok ini benar-benar
rintah merencanakan
menjadi milik orang
konsep sistem pengebanyak. Sistem pergulolaan komoditas yang
danganpun menjadi
terintegrasi.
lebih hidup.
Konsumen, petani,
Siapapun pemerintahdan pemerintah tentuannya bakal mudah
nya akan sama-sama
melihat seberapa besar
diuntungkan dengan
produksi riil, stok, model
fluktuasi harga yang
distribusi, dan pergeraktidak terlalu tinggi.
an harga komoditas di
Dengan selisih harga
seluruh penjuru daerah.
yang tak tinggi, barangkali akan membuat
Dengan selisih harga
spekulan berpikir ulang
yang tak tinggi, bauntuk meraup rezeki di
rangkali akan membuat
komoditas pangan ini.
spekulan berpikir ulang
Inilah yang sebetulnya
untuk meraup rezeki di
dimimpikan bangsa ini
komoditas pangan ini.
jauh-jauh hari.
Jadi teringat dengan
konsep resi gudang yang pengaturannya telah diundangkan
pada 2006 yang kemudian disempurnakan dengan perubahan
UU No.9/2011 tentang resi gudang. Sebuah upaya yang mendorong petani tidak lagi memikirkan usaha lainnya selain bercocok tanam, apalagi mengonversi sawah menjadi perumahan
karena keuntungan bertani yang lebih menjanjikan.
Bila dilihat dari sisi implementasinya di lapangan, sebenarnya, Indonesia bisa sedikit bernapas lega. Penerapan sistem
yang diharapkan menjadi jawaban terhadap masalah manajemen stok komoditas dan menjadi solusi pembiayaan bagi
petani tersebut tercatat telah tumbuh positif, meski tidak
begitu signifikan.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan hingga 27
Mei 2015, tercatat pemerintah telah menerbitkan 1.943 resi
gudang dengan total volume komoditas sebanyak 74.517
ton. Jumlah tersebut didominasi komoditas gabah sebanyak
63.985 ton, disusul beras sebesar 5.427 ton, jagung 4.670
ton, rumput laut 420 ton, dan kopi 77,79 ton.
Adapun total resi gudang yang telah diterbitkan mencapai
Rp382,13 miliar dengan pembiayaan dari bank dan nonbank
sebesar Rp238,69 miliar.
Melihat pertumbuhan tersebut, besar harapan pelaksanaan
sistem resi gudang ini kian membaik dan dipercaya. Semoga
saja, undang-undang ini tak dilupakan. Kita berharap para
pejabat di kementerian terkait resi gudang memiliki energi
yang sama dalam mengembangkan salah satu sistem manajemen stok komoditas milik orang banyak ini.

OPINI

MT FELIX SITORUS
Praktisi agribisnis & peneliti sosial independen

Krisis Suksesi Petani Pangan

erhatian berlebih pada


isu peningkatan produktivitas demi swasembada
pangan menyebabkan
pemerintah, khususnya
Kementerian Pertanian,
luput mengelola isu suksesi petani
pangan.
Padahal isu tersebut sangat krusial
karena bersifat menentukan terhadap
pencapaian dan keberlanjutan swasembada pangan. Jika suksesi petani
pangan gagal, maka swasembada
pangan juga akan gagal.
Di lapangan, indikasi gejala krisis
suksesi petani pangan sudah terbaca.
Karena itu, perlu solusi yang bersifat
strategis untuk mengatasinya, agar risiko gagal swasembada pangan dapat
ditangkal.
Indikasi krisis suksesi petani pangan terbaca dari hasil Sensus Pertanian (SP) 2003 dan 2013. Dalam
selang 10 tahun jumlah rumahtangga
petani (rutani) pangan ternyata berkurang 5%, dari sebelumnya 18.7
juta menjadi 17.7 juta.
Di satu sisi penciutan jumlah petani pangan ini merupakan kabar
baik karena memungkinkan peningkatan rerata penguasaan lahan
dari 0,35 ha/rutani (2003) menjadi
0,86 ha/rutani (2013). Atau, khusus
untuk sawah, dari 0,25 ha/rutani
menjadi 0,66 ha/rutani. Artinya tingkat penguasaan lahan bergerak ke
arah skala keekonomian (2,0 ha/
rutani).
Tapi di sisi lain ia adalah kabar
buruk karena, berdasar usia, komposisi petani 2013 didominasi (87%)
petani tua (35 tahun ke atas). Jumlah petani muda (di bawah 35 tahun)
sangat kecil (13%). Ini adalah indikasi krisis suksesi petani pangan.
Data itu mengindikasikan gejala
brain drain dalam pertanian pangan.
Generasi muda yang relatif terdidik
dan progresif, bermigrasi ke kota memasuki sektor industri dan jasa. Mereka meninggalkan pertanian pangan
di tangan generasi tua yang relatif
kurang terdidik dan konservatif.
Migrasi ke kota terutama dilakukan anggota muda rutani gurem
(di bawah 0,25 ha). Dalam periode
2003-2013, hasil SP mencatat penurunan jumlah rutani gurem sebesar
25% dari 19 juta menjadi 14,2 juta.
Akibatnya terjadi kelangkaan tenaga

kerja pertanian, sehingga Kementan


misalnya mencanangkan program
traktorisasi.
Studi Sumaryanto
Dkk. (2008), persis
di antara dua tahun
SP (2003 dan 2013)
dapat memberi gambaran bagaimana
krisis suksesi itu
terjadi. Studi itu
mengungkap fakta
52% petani Indonesia, terutama di Jawa
(59%) dan khususnya petani padi
sawah (59%), cenderung enggan mewariskan usaha tani
kepada anaknya.
Alasan keengganan itu adalah anggapan bahwa hal itu
sama artinya mewaBisnis/Yayan Indrayana
riskan kemiskinan.
Ini anggapan yang logis, mengingat
Survei Pendapatan Rumah Tangga
Petani (2004) menunjukan mayoritas
dengan
rutani memang menilai kecukupan
demikian sangat
pendapatan usaha taninya sebagai
rasional secara ekonomi.
sangat kurang (49,31%) dan
kurang (39,57%). Hanya sebagian
kecil yang menilai cukup (7,83%)
TANI CERDAS
dan sangat cukup (3,30%).
Krisis suksesi petani pangan
Konotasi pewarisan kemiskinan
itu membawa sedikitnya empat
kentara terutama pada rutani padi
implikasi serius. Pertama, penurunsawah. Studi Sumaryanto Dkk.
an jumlah populasi petani/rutani.
(2008) tadi menemukan rerata penKedua, penurunan kualitas petani
dapatan rutani sawah (2007) saakibat brain drain akibat migrasi
ngat rendah. Hanya Rp14,6 juta di
petani muda ke kota.
Jawa dan Rp15,4 juta di luar Jawa.
Ketiga, penurunan luas baku usaha
Kontribusinya pada total pendapatan
tani pangan akibat suksesi terputus
rutani juga sangat kecil. Hanya 14%
yang berlanjut ke alih-fungsi lahan.
di Jawa dan 15% di luar Jawa.
Keempat, resultan semua itu, pelanItu berarti sekitar 85% pendapatan daian angka peningkatan produktivirutani padi sawah bersumber dari
tas usaha tani pangan.
non-pertanian yaitu terutama dari
Karena itu krisis suksesi petani paluar-pertanian (75%). Pola nafkah
ngan, khususnya padi sawah, adalah
ganda (pertanian dan luar-pertanian) ancaman serius terhadap swasembaseperti ini, sangat nyata terutama
da pangan. Misalkan 25% dari total
pada mayoritas rutani gurem, terrutani gurem (14,2 juta, SP 2013)
utama di Jawa.
memutus suksesi, lalu mengalihSawah gurem memberikan pendafungsikan lahan ke non-pertanian,
patan gurem. Karena itu, bagi mayomaka luas baku sawah akan berkuritas petani, usaha tani padi sawah
rang sekitar 900.000 ha.
adalah pengalaman kemiskinan.
Jika indeks pertanamannya 2 kali/
Langkah mayoritas petani gurem
tahun dan produktivitasnya 5 ton
untuk tak mewariskan usaha taninya GKG/ha, maka akan terjadi kehilang-

Setiap artikel yang dikirim ke redaksi hendaknya diketik dengan spasi ganda maksimal 5.000
karakter, disertai riwayat hidup (curriculum vitae) singkat tentang diri penulis juga dilengkapi
foto terbaru. Artikel yang masuk merupakan hak redaksi Bisnis Indonesia dan dapat
diterbitkan di media lain yang tergabung dalam Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Apabila lebih dari 1 minggu artikel yang diterima belum diterbitkan tanpa pemberitahuan
lain dari redaksi, penulis berhak mengirimkannya ke media lain. Setiap tulisan yang dimuat
merupakan pendapat pribadi penulis.

PEMBACA MENULIS
NU-MUHAMMADIYAH PERLU
SALING MENYAPA
Kita tahu bahwa dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini (NU dan Muhammadiyah)
tengah melaksanakan kegiatan muktamar dalam
waktu yang saling berdekatan.
Namun, sayangnya ketika pembukaan muktamar, baik di Muktamar NU maupun Muktamar Muhammadiyah, tidak ada satu pun
yang saling mengucapkan untuk selamat bermuktamar.
Padahal, misalnya, jika Ketum PBNU dan juga
Ketua Umum Muhammadiyah dalam pidato
pembukaannya saling menyampaikan ucapan

an gabah (GKP) 9
juta ton atau setara
beras 5,7 juta ton.
Jumlah ini lebih
dari cukup untuk
mengembalikan
Indonesia menjadi
negara pengimpor
beras.
Pemerintah, khususnya Kementan,
karena itu perlu segera mencanangkan
sebuah strategi
suksesi petani pangan. Salah satu
pilihan adalah transformasi menuju
usaha tani cerdas
(smart farming).
Intinya, usaha tani
padi sawah ditransformasi dari usaha
tani tradisonal yang
padat kerja menjadi
korporasi agribisnis
modern yang padat
investasi/inovasi.
Langkah-langkah transformasi
dimaksud meliputi, pertama, konsolidasi unit-unit individual usaha
tani padi sawah menjadi perusahaan
agribisnis padi skala besar, misalnya
5.000 ha, dalam bentuk Badan Usaha
Milik Petani (BUMP) atau Badan
Usaha Milik Desa (Bumdes).
Kedua, diversifikasi vertikal kegiatan agribisnis BUMP/Bumdes yaitu
ke hulu berupa produksi benih dan
pupuk/pestisida organik/hayati serta
ke hilir berupa pengolahan/pemasaran beras, sehingga petani dapat
menikmati nilai tambah pertanian
yang lebih besar.
Ketiga, aplikasi perangkat usaha
tani cerdas yaitu inovasi teknologi
dan manajemen modern, antara lain
mekanisasi dan digitalisasi dalam
kegiatan on-farm maupun off-farm.
Bersamaan dengan itu, keempat, peningkatan kemampuan manajerial
dan teknis petani hingga ke level
profesional.
Citra usaha tani cerdas dan predikat petani profesional itu niscaya
akan menarik generasi muda perdesaan, bahkan juga orang muda kota,
untuk bersaing memasuki agribisnis
padi modern. Dengan cara itulah krisis suksesi petani pangan teratasi.

Surat-surat harus dilengkapi dengan identitas pribadi

selamat bermuktamar dan menyelipkan kata-kata


yang bersifat ukhuwah Islamiyah maka saya yakin
umat Islam Indonesia akan senang, demikian pula
bangsa Indonesia lainnya pun akan merasakan
keteduhan dan kedamaian.
Apabila kedua organisasi besar ini tidak egoistis
dan saling melengkapi sebagaimana dahulu kedua
pendiri organisasi massa ini saling melengkapi
karena juga mereka berguru kepada guru dan
tempat yang sama dan juga sama-sama memiliki
nasab (silsilah) garis keturunan yang sama, maka
saya bisa mengatakan bahwa sebagian besar persoalan bangsa akan mudah teratasi.
Apalagi kalau Presiden dalam sambutannya
mampu meyakinkan agar kedua ormas itu saling

mendukung dan bekerjasama, maka semangat persatuan dan ukhuwah Islamiah dan wathaniyyah
(semangat kebangsaan) dapat terbina dan terjalin
lebih baik lagi. Sayang momen itu lewat begitu
saja.
Tetapi saya berharap di sisa waktu muktamar
ini misalnya saat penutupan nanti para pihak dan
pejabat negara mampu merekatkan suasana kebatinan kedua ormas ini dengan kata-kata yang bersahabat dan memiliki nuansa ukhuwah Islamiah
yang tulus ikhlas.
Aries Musnandar
Pengamat Kebangsaan,
tinggal di Srigading Dalam, Malang

Wartawan Bisnis Indonesia selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima atau meminta imbalan apa pun dari narasumber berkaitan dengan pemberitaan.

Pemimpin Umum: Prof. Dr. H. Sukamdani S. Gitosardjono


Wakil Pemimpin Umum: Ahmad Djauhar
Pemimpin Perusahaan: Soebronto Laras
Wakil Pemimpin Perusahaan:
Haryadi B. Sukamdani

Presiden Direktur: Lulu Terianto


Direktur Produksi & Pengembangan Produk:
Ahmad Djauhar
Direktur Pemberitaan: Arif Budisusilo

Pemimpin Redaksi: Arif Budisusilo


Wakil Pemimpin Redaksi: Y. Bayu Widagdo,
Adhitya Noviardi
Redaktur Pelaksana: Abraham Runga Mali,
Aprilian Hermawan, Chamdan Purwoko,
M. Rochmad Purboyo

Pemimpin Redaksi: Y. Bayu Widagdo


Redaktur Pelaksana: Setyardi Widodo,
Eries Adlin, Inria Zulfikar

Staf Redaksi: Anggara Pernando, Akhirul Anwar, Amandha Kusumawardhani,


Ana Noviani, Annisa Margrit, Annisa Sulistyorini, Ardhanareswari HP, Arys Aditya,
Ashari Purwo AN, Dara Aziliya, David Eka Issetiabudi, Deliana Pradhita Sari,
Destyananda Helen Christyanti, Demis Rizky Gosta, Dewi Andriani,
Dimas Novita Sari, Dini Hariyanti, Duwi Setiya Ariyanti,
Fatia Qanitat, Farodlilah Muqoddam, Fitri Sartina Dewi, Gloria Natalia Dolorosa,
Irene Agustine, John A. Oktaveri, Kahfi, Kurniawan Agung Wicaksono, Lavinda,
Lili Sunardi, Lingga Sukatma, M. Abdi Amna, M. Taufiqur Rahman,
Novita Sari Simamora, Nurudin Abdullah, Nurul Hidayat, Reni Efita Hendry,
Rezza Aji Pratama, Riendy Astria, Rio Sandy Pradana,
Sri Mas Sari, Sukirno, Surya Rianto, Tegar Arif Fadly, Thomas Mola,
Wan Ulfa N. Zuhra, Yanita Petriella, Yodie Hardiyan.
Fotografer: Abdullah Azzam, Dedi Gunawan, Dwi Prasetya, Endang Muchtar,
Nurul Hidayat.

Redaktur: Achmad Aris, Anggi Oktarinda, Bambang Supriyanto, Diena Lestari, Fahmi Achmad,
Firman Hidranto, Firman Wibowo, Gajah Kusumo, Galih Kurniawan, Hendra Wibawa, Lutfi Zaenudin,
Maria Yuliana Benyamin, M. Taufikul Basari, Maftuh Ihsan, Nurbaiti, Rahayuningsih, Ratna Ariyanti,
Roni Yunianto, Sepudin, Stefanus Arief Setiaji, Surya Mahendra Saputra, Tomy Sasangka,
Yayus Yuswoprihanto, Zufrizal.
Redaktur Bisnis.com: Andina Wulandari, Andika Anggoro Wening, Anugerah Perkasa, Bastanul Siregar,
Bunga Citra Arum, Gita Arwana Cakti, Hendry T. Asworo, Ismail Fahmi, Linda Teti Silitonga,
Mia Chitra Dinisari, Martin Sihombing, M. Syahran W. Lubis, Moh. Fatkhul Maskur, Nancy Yunita,
Rustam Agus, Saeno, Taufik Wisastra, Yusran Yunus, Yusuf Waluyo Jati
Sekretaris Redaksi: Indyah Sutriningrum

Penerbit: PT JURNALINDO AKSARA GRAFIKA


Wisma Bisnis Indonesia Lt 5 - 8, Jl.KH.Mas. Mansyur 12A, Karet Tengsin, Jakarta Pusat 10220

Artistik: Yayan Indrayana (Asisten Redaktur), Husin Parapat, Ilham Nesabana,


Radityo Eko Budi, Tutun Purnama
DIVISI USAHA & ANAK PERUSAHAAN
Pemasaran & Penjualan: Hery Trianto (General Manajer),
Lisa Endah Yuliastuti (Manajer Iklan), Sumarja (Manajer Sirkulasi)
Promosi & Pengembangan Usaha: Asep Mh. Mulyana (General Manajer),
R. Fitriana
Marketing Digital: Lahyanto Nadie (General Manajer),
Sutarno (Manajer e-Commerce & Social Media),
Nur El Fathi (Manajer Marketing)
Bisnis Indonesia Event Organization: Yunan Hilmi (General Manajer),
Retno Widyastuti (Manajer)
Bisnis Indonesia Sibertama: Shoni Fata M. (General Manajer),
Didit Ahendra (Manajer)
Bisnis Indonesia Book Publishing: Fadjar Adrianto (Manajer), Afriyanto (Editor)
Bisnis Indonesia Resource Centre: Rahmon Amri (General Manajer),
Iin Solihin (Manajer Manajer Pusat Dokumentasi),
Erlan Imran (Manajer Layanan Data & Tabel)
Bisnis Indonesia Learning Centre: M. Sarwani (Manajer), Rahmayulis Saleh
Produksi: Andry Trisuda (Manajer)

KANTOR PERWAKILAN
Bali: M. Rheza Adrian (Kepala Perwakilan), Feri Kristianto, Ema Sukarelawanto
Jl. Hangtuah No. 18 Sanur Denpasar Bali 80227, Telp. 0361-7446604,
Fax. 0361-284110
Bandung: Hilman Hidayat (Kepala Perwakilan), Fajar Sidik (Redaktur), Abdallah Giffar, Ajijah,
Yanto Iskandar, Rachman (Fotografer)
Jl. Buah Batu No. 46B Bandung 40261,Telp. 022-7321627, 7321637, 7321698
Fax. 022-7321680
Balikpapan: Siti Munawaroh (Kepala Perwakilan), Rachmad Subiyanto (Redaktur),
Balikpapan Superblok, Jl. Jend. Sudirman Stal Kuda Blok A/18, Balikpapan,
Telp. 0542-7213507 Fax. 0542-7213508
Medan: Master Sihotang (Kepala Perwakilan), Febriany D.A. Putri, Yosep Pencawan
Kompleks Istana Bisnis Center, Medan Maimun, Jl. Brigjen. Katamso No. 6
Medan,Telp. 061-4554121/ 4553035 Fax.061-4553042
Malang: A. Faisal Kurniawan (Kepala Perwakilan)
Pertokoan Sarangan Jl. Sarangan No. 1 A Malang, Telp. 0341-402727, 480630 Fax. 0341-402728
Makassar:Donald Banjarnahor (Kepala Perwakilan), Amri Nur Rahmat
Jl. Metro Tanjung Bunga Mall GTC Makassar GA-9 No. 16, Makassar,Telp. 0411-8114203
Fax. 0411-8114253
Manado: Herdiyan (Kepala Perwakilan), Lukas Hendra.
Jl. Piere Tendean, Kawasan Megamas Blok Megasmart 2 No. 12, Manado,
Telp./Fax.0431-8821804
Palembang: Irsad (Kepala Perwakilan), Dinda Wulandari, Ringkang Gumiwang
Jl. Basuki Rahmat No. 6 Palembang,Telp. 0711-5611474 Fax. 0711-5611473
Pekanbaru: Asep Dadan Muhanda (Kepala Perwakilan)
Ruko Royal Platinum No. 89 P Jl. SM Amin, Arengka 2, Pekanbaru,
Telp. 0761-8415055(hunting),0761-8415077 Fax. 0761-8415066
Semarang: Roberto A. M. Purba (Kepala Perwakilan), Pamuji Tri Nastiti (Redaktur),
Oktaviano Donald Baptista.
Jl. Sompok Baru No. 79 Semarang, Telp. 024-8442852 Fax. 024-8454527
Surabaya: A. Faisal Kurniawan (Kepala Perwakilan) Miftahul Ulum, Wahyu Darmawan
(Redaktur), Peni Widarti, Wike Dita Herlinda
Jl. Raya Berbek No. 45 Sidoarjo, Telp. 031-8673151 Fax. 031-8678324
Solopos: Bambang Natur Rahadi (Pemimpin Perusahaan), Suwarmin (Pemimpin Redaksi)
Jl. Adisucipto No. 190, Telp. 0271-724811 Fax. 0271-724833
Harian Jogja: M Noor Korompot (Wakil Pemimpin Perusahaan), Anton Wahyu Prihartono
(Pemimpin Redaksi)
Jl. A.M Sangaji No. 41, Jetis, Jogja, Telp. 0274-3155882, Fax. 0274-564440

Tarif Iklan (Rp/mmk)


Umum
Jenis Iklan
Hitam Putih
Berwarna
Display Khusus(Prospektus/
Neraca/RUPS/Peng Merger) ...............28.000 ............45.000
Display Umum...........................................43.000 ........... 60.000
Display Hal. 1 .......................................................... ..........150.000
Banner atas Hal. 1 ................................................ .......... 170.000
Advertorial Hal. 1 .................................................. .......... 170.000
Creative Ad .................................................57.000 ............78.000
Advertorial Hal. Dalam...........................45.000 ............62.000
Kolom*.........................................................32.000 ........................
Baris** .........................................................25.000 ........................
*) Minimum 1 kolom x 50mm, **) Minimum 3 baris

Bisnis Indonesia Weekend


Display Umum...........................................32.000 ............45.000
Advertorial .................................................34.000 ........... 46.000

Spesifikasi
Jenis Iklan
Hitam Putih
Kemitraan,
38.000
Iklan Layanan
Masyarakat (PSA), Politik,
Hari Besar, Kasus Hukum,
Lelang/Tender, Dukacita,
Pernikahan, Hotel, Resto
& Cafe,Pendidikan, Seminar,
dan Lowongan

Berwarna
53.000

Eksposisi (Perkavling)

Rp12 Juta

Rp10 Juta

Harga Langganan

Rp200.000 per bulan

UTAMA

Rabu, 5 Agustus 2015

KINERJA EMITEN BISNIS-27

Semester II Bakal Membaik


JAKARTA Sebanyak 23 emiten yang
tergabung dalam Indeks Bisnis-27 masih
mencatatkan laba bersih pada semester
I/2015, meskipun tidak secerah tahun lalu.
Analis memprediksi kinerja akan membaik
pada semester II/2015.
Riendy Astria & Sukirno
redaksi@bisnis.com

Berdasarkan laporan
keuangan masing-masing emiten
yang Bisnis olah, sepanjang
Januari-Juni 2015 rerata
pendapatan 23 emiten dalam
indeks Bisnis-27 tumbuh hanya

Kinerja Emiten
Indeks Bisnis-27
Semester I/2015
(Rp miliar)
Emiten
AALI
AKRA

Laba Bersih

Pendapatan

444

7.229

605

10.272

ASII

8.052

92.505

BBCA

8.541

23.089

BBNI

2.340

17.679

BBRI

11.945

41.546

BDMN

1.252

11.395

BMRI

9.924

34.571

BMTR

194

BSDE

1.415

3.367

CPIN

959

15.254

GGRM

2.402

33.226

ICBP

1.738

5.526

16.551

INCO

559

5.477

INDF

1.730

32.634

INTP

2.309

8.874

KLBF

1.063

8.719

LPKR

775

4.746

MNCN

696

3.331

PTBA

795

6.511

SMGR

2.185

12.640

TLKM

7.447

48.840

UNTR

3.406

24.949

Sumber: Laporan keuangan, diolah

BISNIS/RADITYO EKO

2,80% dan rerata laba bersih


terkoreksi 9,59%.
Sebanyak 23 emiten telah
mengumumkan laporan
keuangan, sedangkan empat
emiten lainnya belum merilis
kinerja. Keempat emiten tersebut
adalah PT Adaro Energy Tbk.
(ADRO), PT Indo Tambangraya
Megah Tbk. (ITMG), PT Surya
Citra Media Tbk. (SCMA), dan
PT Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk. (PGAS).
Dari 23 emiten, seluruhnya
membukukan laba bersih dengan total Rp70,78 triliun pada
periode Januari-Juni 2015,
sedangkan pada 2014 tercatat
Rp78,28 triliun. Artinya, ada
penurunan laba bersih sekitar
9,59% dibandingkan dengan
tahun sebelumnya. Pada 2014
dibandingkan dengan 2013,
pertumbuhan laba bersih
emiten dalam indeks Bisnis-27
mencapai 15,23%.
PT AKR Corporindo Tbk.
(AKRA) berhasil menduduki
posisi jawara dengan lonjakan
pertumbuhan laba bersih
paling tinggi mencapai 60,99%
menjadi Rp605,24 miliar pada
semester I/2015 dibandingkan
dengan periode yang sama
sebelumnya Rp375,96 miliar.
Sementara itu, PT Astra
Agro Lestari Tbk. (AALI)
membukukan penurunan
laba bersih paling tajam
dengan penurunan 67,54%
menjadi Rp444,43 miliar dari
sebelumnya mencapai Rp1,36
triliun.
Pada periode yang sama, total
pendapatan 23 emiten tersebut
mencapai Rp468,93 triliun. Perolehan itu hanya naik 2,80%

KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN

Skema Syariah
Disiapkan
JAKARTA Badan
Penyelenggara Jaminan
Sosial Kesehatan sedang
menyiapkan skema
khusus untuk memfasilitasi kepesertaan
dengan prinsip syariah.
Pertemuan antara Badan
Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Kesehatan,
Majelis Ulama Indonesia
(MUI), pemerintah, Dewan
Jaminan Sosial Nasional
(DJSN) dan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) menyepakati pembentukan tim
untuk menindaklanjuti
rekomendasi ijtima Komisi
Fatwa MUI se-Indonesia
tentang penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional.
Firdaus Djaelani,
Komisioner OJK pengawas
Industri Keuangan Non
Bank, menargetkan
tim segera bekerja dan
menuntaskan rekomendasi
dari MUI dalam sepekan
ke depan. Dia menuturkan
program BPJS Kesehatan
terbukti membantu banyak
masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan.
"Kami ingin masalah
ini segera selesai, BPJS
[Kesehatan] ini program
baik sekali," kata Firdaus
di Jakarta, Selasa (4/8).
Menurut Firdaus, walau
masih menunggu kajian
final dari tim, nantinya
masyarakat dapat bebas
memilih kepesertaan
antara konvensional
maupun syariah. Selain
itu keuangan peserta
berbasis syariah juga
akan dipisahkan, tetapi
menurutnya tidak
dibutuhkan BPJS baru
untuk melaksanakan
program ini.
Lebih lanjut Firdaus
menuturkan, masyarakat
diminta tetap melanjutkan
kepesertaannya dalam
program Jaminan Kesehatan Nasional yang
diselenggarakan BPJS
Kesehatan karena para
pemangku kepentingan
akan memfasilitasi masyarakat yang memilih
program sesuai dengan
syariah.
Firdaus mengatakan
peserta rapat tersebut juga

memiliki kesepahaman
bahwa di dalam
rekomendasi ijtima Komisi
Fatwa MUI tidak ada
pernyataan haram.
Fachmi Idris, Direktur
Utama BPJS Kesehatan,
menuturkan penyelesaian
rekomendasi ini akan
dituntaskan sesegera
mungkin. Menurutnya,
jika memungkinkan
perubahan prinsip
kepesertaan ini tuntas
dengan aturan dari
kesepakatan dewan
pengawas dan dewan
direksi sehingga
perubahan dapat
diberlakukan sesegera
mungkin.
Namun, jika hasil kajian
hukum membutuhkan
perubahan aturan di
level yang lebih tinggi,
maka badan akan tunduk
aturan serta menyerahkan
pengubahan regulasi
kepada pemangku
kepentingan yang lebih
tinggi itu.
Menurut Fachmi,
rekomendasi MUI yakni
pembenahan tiga titik ini
dalam penyelenggaraan
BPJS yakni mengindari
unsur untung-untungan
sebagai peserta (gharar),
ketidak jelasan akad (maisir), dan riba.
"Akan ada pilihan form,
kalau akadnya clear maka
gharar dan maisir akan
hilang," katanya.
Adapun untuk menghindari riba, penempatan
dana akan dilakukan
pada instrumen keuangan
syariah seperti bank
syariah ataupun sukuk.
Fachmi mengatakan BPJS
Kesehatan mengelola dana
jangka pendek karena
kebutuhan membayar
klaim dan tidak terlalu
banyak instrumen
investasi.
Jaih Mubarok, Anggota
Dewan Syariah Nasional
MUI, menuturkan rekomendasi yang dikeluarkan
lembaganya mengikat
secara moralitas. Tugas
menindaklanjuti, katanya,
menjadi wewenang pihak
terkait. (Anggara Pernando &
Oktaviano Donald)

dibandingkan dengan periode


yang sama tahun lalu Rp456,17
triliun.
PT Bumi Serpong Damai Tbk.
(BSDE) berhasil mencatatkan
pertumbuhan pendapatan
tertinggi hingga 37,79% menjadi
Rp3,36 triliun pada semester
I/2015 dari sebelumnya yang
Rp2,44 triliun. Adapun AALI
juga menduduki posisi paling
buncit dengan penurunan
pendapatan tertinggi, yakni
9,72% menjadi Rp7,22 triliun
dari sebelumnya Rp8 triliun.
Hans Kwee, Direktur
PT Investa Saran Mandiri,
mengatakan saham-saham
yang tergabung dalam indeks
Bisnis-27 mayoritas memiliki
fundamental yang cukup
bagus. Namun, pada semester
I/2015 memang sebagian
besar mengalami penurunan
kinerja. Hal ini disebabkan oleh
perlambatan ekonomi dalam
negeri yang merupakan dampak
dari perlambatan ekonomi
global.
Sebagian besar karena
kurs, ini memukul mereka.
Sebagian lagi terpukul karena
bunga, ada juga karena bahan
baku mereka, kata Hans saat
dihubungi Bisnis, Selasa (4/8).
Pada semester II/2015, Hans
memprediksi suku bunga akan
tetap relatif tinggi seperti saat ini
seiring dengan tipisnya peluang
Bank Indonesia menurunkan BI
Rate. Selain itu, beban bunga
juga masih akan menjadi
masalah bagi sejumlah emiten.
Namun, katanya, nilai
tukar rupiah terhadap dolar
AS diprediksi mencapai titik
tertingginya dalam waktu dekat.
Diperkirakan, rupiah paling tidak
akan terdepresiasi maksimal
hingga Rp14.000. Hal ini dinilai
oleh sebagian emiten sebagai
sentimen yang baik lantaran
pelemahan akan mulai terbatas.
Ditambah pemerintah sudah
terlihat akan menggenjot proyek
infrastruktur pada semester II
ini, diharapkan pertumbuhan
ekonomi akan lebih baik.
Memang belum begitu bagus,
tapi akan ada perbaikan pada

23 emiten membukukan laba bersih


pada semester I dengan
total Rp70,78 triliun.
Dibutuhkan stimulus
dari pemerintah dan
stake holder terkait
untuk mendorong
perekonomian.
kinerja emiten, khususnya dalam
indeks Bisnis-27 pada semester
II, jelasnya.
Menurutnya, pada semester
I/2015, kinerja emiten sangat
terpukul pada perlambatan ekonomi seiring dengan belum terealisasinya proyek pemerintah.
Pada periode itu, anggaran pemerintah belum banyak terserap.
Dia berharap pemerintah bisa
komitmen merealisasikan belanja
dan investasi di semester II agar
kinerja emiten turut meningkat.

BOBOT
Achfas Achsien, Chief
Investment Officer PT PG Asset
Management, mengatakan
pertumbuhan sektor riil dan
properti yang stagnan cenderung
melemah pada semester I/2015
merupakan salah satu faktor
belum memuaskannya kinerja
indeks Bisnis-27.
Dia menilai saham-saham yang
tergabung dalam indeks tersebut
merupakan kelas berat seperti
Bank Mandiri, BNI, BRI, PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk.
(TLKM) dan sebagainya.
Profitabilitas perusahaan di
sektor perbankan, kemudian
Astra dan Telkom itu bobotnya
hingga 60%. Kinerja mereka
melambat, jadi indeks Bisnis-27
lumayan kena dampaknya.
Namun, berdasarkan siklus,
nanti yang akan pertama recovery
juga akan saham perbankan,
katanya.
Untuk semester II/2015, dia
menilai dibutuhkan stimulus
dari pemerintah dan stakeholder
terkait untuk mendorong
perekonomian sehingga pada
akhirnya bisa mendorong kinerja
emiten.

S P E K T R U M

Mungkin Kita Butuh Piknik


Maftuh Ihsan
maftuh.ihsan@bisnis.com

ooming komoditas tampaknya


benar-benar sudah memasuki
episode akhir, ditandai dengan
tergerusnya kinerja sejumlah
emiten sepanjang paruh pertama tahun
ini. Hal ini melanjutkan tren perlambatan
yang sudah terjadi sejak kuartal I/2015.
Ambil contoh saja, emiten kelas
kakap PT Astra International Tbk. harus
menerima kenyataan pahit pendapatan
dan laba bersih tergerus. Dari seluruh lini
bisnis yang dimiliki Grup Astra, hanya PT
United Tractors Tbk. yang labanya masih
tumbuh karena berhasil menekan beban
pokok pendapatan. Sisanya amblas!
Namun, tetap saja pendapatan emiten
berkode saham UNTR itu turun, yang
memberikan kenyataan pahit bahwa para
petani komoditas kini hanya menikmati
sisa-sisa puncak kenikmatan kenaikan
harga komoditas yang terjadi sejak 2008.
Jika mau sejenak mengecek data, perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagian besar terjadi di provinsi yang mengandalkan komoditas. Pemerintah jelas
harus putar otak untuk mencari sumber
pertumbuhan lain yang sustainable bagi
daerah-daerah tersebut.
Ada pula emiten yang terperosok
kinerjanya karena nilai tukar rupiah
terhadap dolar AS terus melambung.
Memang sulit untuk mengendalikan tren
ini karena, seperti pernyataan sebagian
besar pejabat pemerintah: ini semua salah
ekonomi global!
Perekonomian Negeri Paman Sam
terus membaik dan membuat dolar
AS kian perkasa, sementara di sisi lain
manufaktur di China cenderung melambat yang berarti celaka, permintaan
komoditas kian seret.
Sulit memang bagi para pejabat untuk
mengakui bahwa ada sesuatu yang salah
dalam pengelolaan negeri ini. Bermaksud
populis dan kejar target, tetapi malah
beberapa kebijakan yang dikeluarkan
cenderung serampangan dan saling
tumpang tindih.
Sebagian besar pejabat iya hanya
sebagian besar, karena saya yakin masih
ada pejabat yang tahu malu tampaknya
sudah kehilangan malu. Mungkin, kalau di
Jepang sana, mereka sudah mengundurkan
diri atau paling ekstrem ya harakiri.
Di masyarakat, pesimisme pun bergejolak, bahkan ada sebagian golongan

PENGEMBANGAN BIOSKOP

RAPAT KOORDINASI

Pengusaha
Minta Insentif

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil

(dari kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo,


Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo
dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said
menjelaskan hasil rapat koordinasi antara pemerintah

Bisnis/Abdullah Azzam

dan BI dalam acara Forum Round Table Policy Dialogue di


Jakarta, Selasa (4/8). Pemerintah dan BI sepakat untuk
terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter, fiskal
dan reformasi struktural untuk menjaga stabilitas makro
ekonomi.

PENYERAPAN BELANJA MODAL

Makroekonomi Dinilai Stabil


JAKARTA Pemerintah dan
bank sentral tetap memandang
stabilitas makroekonomi secara
umum tetap terjaga sekalipun
nilai tukar terus tergerus hingga
sempat menyentuh level terendah
sepanjang tahun.
Pada saat yang sama, kedua
otoritas juga yakin pertumbuhan
ekonomi bakal terakselerasi
pada paruh akhir 2015 seiring
dengan percepatan penyerapan
belanja modal pemerintah dan
pengaruh dari pelonggaran
makroprudensial.
Seperti terekam dalam kurs
referensi Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (Jisdor), pada Selasa
(4/8), rupiah menggapai kisaran
terendah yaitu Rp13.495 per dolar
Amerika Serikat atau terdepresiasi
hingga 8,48% ketimbang level
awal tahun Rp12.440 terhadap
greenback.
Dalam konferensi pers
bersama Menteri Koordinator
Perekonomian, Menteri
Koordinator Kemaritiman, Kepala
Bappenas, Menteri ESDM dan
Gubernur Bank Indonesia,
Menteri Keuangan Bambang P.S.
Brodjonegoro mengungkapkan
keputusan pemerintah memilih
mengutamakan stabilitas tidak

menengah berisik makin kencang bersuara, mengatakan diri mereka paling


menderita.
Golongan menengah berisik istilah
ini saya pinjam dari salah satu tulisan di
media anti-mainstream yang sedang naik
daun semakin berisik dan giat mencari
kesalahan dari pemerintahan baru yang
umurnya hampir setahun ini.
Eh, tunggu dulu. Jangan emosi dan
mengatakan saya ini pendukung Presiden
Jokowi garis keras. Toh, saya tak mengatakan bahwa apa yang dilakukan golongan menengah berisik ini salah atau benar.
Di era demokrasi yang serba bebas ini,
tentu sah-sah saja mengutarakan pendapat.
Paling gampang ya ngomong melalui sosial
media. Anda tak butuh data valid dan
terbaru untuk posting berbau provokatif.
Kawan-kawan Anda yang sepemahaman
atau tidak paham sama sekali apa yang
sedang dibicarakan pasti akan membagi
konten tersebut.
Yang paling nge-hip baru-baru ini
adalah isu Indonesia akan bangkrut
setelah terjadi krisis utang Yunani.
Padahal, rasio total utang terhadap GDP
Indonesia hanya 24,7% per Juli 2015,
masih terbilang aman.
Lalu, ada juga yang bilang kalau
Indonesia akan memasuki masa resesi.
Katanya, golongan menengah berisik
ini mulai tercekik karena harga barangbarang di supermarket naik.
Kalau mau googling sejenak atau ke perpustakaan mencari buku yang tepat, tentu
kita tidak akan sembarangan mengatakan
Indonesia akan resesi. Ekonom pun tak
berani cuap-cuap liar tentang resesi.
Ada indikatornya, seperti kenaikan
angka pengangguran yang signifikan,
perlambatan ekonomi dalam dua kuartal
berturut-turut, atau kontraksi yang terjadi
di industri manufaktur dalam jangka panjang, dan sejumlah indikator lain.
Nah, kita hanya tinggal menunggu laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2015. Kalau hasilnya lebih buruk, bisa
saja dibuat kesimpulan awal kalau negeri
ini mulai memasuki masa resesi.
Ya namanya juga menyatakan pendapat. Gak salah toh walaupun argumennya lemah. Namun, tidak salahnya juga
kalau mau sedikit rajin baca. Ayat pertama yang diturunkan dalam Islam pun
memerintahkan kita untuk iqra, baca.
Sssst...sebentar-sebentar, kedengarannya
semakin hari suasana negeri ini kian berisik. Mungkin, saatnya kita butuh piknik.

berarti melupakan pencapaian laju


pertumbuhan.
Menurutnya, stabilitas harus
dijaga dalam konteks ada
transformasi sumber pertumbuhan
yang tengah dilancarkan, yakni
dari konsumsi dan ekspor yang
didorong oleh booming komoditas
menjadi belanja pemerintah dan
investasi swasta.
"Saat ini, pertumbuhan
ekonomi bukan lagi datang dari
konsumsi masyarakat. Untuk itu,
tantangannya adalah bagaimana
memperpendek dan mempercepat
perizinan [untuk mendorong
investasi]. Ini hambatan dan
tantangannya," kata Bambang.
Dia menerangkan perlambatan
pada kuartal pertama 2015 adalah
pola berulang karena belanja
pemerintah masih terhambat
rezim birokrasi. Menkeu
menjanjikan belanja pemerintah,
khususnya belanja modal yang
menjadi tumpuan pertumbuhan,
akan melesat pada semester
kedua.
Gubernur BI Agus DW
Martowardojo mengemukakan
bank sentral dan pemerintah
siap menangani risiko-risiko
eksternal yang dinilai akan terus
membayangi kondisi ekonomi

domestik hingga akhir tahun.


Risiko-risiko itu, tuturnya,
muncul dari tiga faktor utama
yang kemudian mempengaruhi
keseluruhan situasi global. Dua
faktor utama adalah pertama, tren
perlambatan ekonomi global dan
China yang menekan harga nyaris
seluruh komoditas utama ekspor
Indonesia.
Kedua, perbaikan ekonomi
Pamam Sam yang meningkatkan
tensi spekulasi normalisasi
moneter oleh The Federal
Reserve, sehingga berpeluang
menimbulkan guncangan pasar
finansial global.
Namun, dia meyakinkan
bahwa fundamental ekonomi RI
masih dalam rentang yang sehat.
"Fundamental ekonomi, yang
ditandai dengan inflasi masih
sangat baik. Kami yakin akhir
tahun bisa sesuai target 4% +/1% dan ke depan stabil rendah,"
kata Agus.
Sementara Itu, Menteri
Koordinator Perekonomian Sofyan
Djalil menjelaskan koordinasi
antara otoritas moneter dan fiskal
terus diperkuat sehingga dia
menjamin tidak ada pertumbuhan
kebijakan yang dilancarkan
keduanya. (Arys Aditya)

JAKARTA Kalangan
pelaku usaha dan pengelola gedung bioskop meminta subsidi kepada pemerintah untuk pengembangan dan pemerataan
gedung bioskop di seluruh
Tanah Air. Subsidi yang
diminta berupa kucuran
dana atau pinjaman lunak
dan diskon tarif listrik.
Permintaan itu disuarakan setelah Presiden Joko
Widodo berkomitmen
menambah jumlah bioskop agar merata di seluruh
daerah di Tanah Air.
Pemerintah, menurut
Presiden, akan menyusun
regulasi yang mengatur
penyebaran bioskop di
Tanah Air. Pasalnya, penyebaran bioskop di
Indonesia tak merata dan
didominasi bioskop kalangan menengah ke atas.
Jangan semuanya kelas
atas, kami akan siapkan
aturannya agar bioskop
merata ke seluruh Tanah
Air, ujarnya dalam dialog
dengan komunitas kreatif
di Indonesia Convention
Exhibition, Selasa, (4/8).
Menurut Jokowi, industri
film bisa menjadi salah satu
lini ekonomi kreatif yang
mendatangkan investasi.
Ekonomi kreatif, sambung
Jokowi, bisa menjadi
andalan Indonesia untuk
mendorong pertumbuhan
ekonomi.
Jumlah bioskop di
Tanah Air sejauh ini
masih relatif terbatas,
yakni sebanyak 1.036
layar yang tersebar di
seluruh daerah baik dari
kategori kelas menengah
maupun kelas atas. Angka
ini sangat tidak seimbang
jika dibandingkan dengan
jumlah penduduk yang
mencapai 250 juta jiwa.
Ketua Gabungan
Pengusaha Bioskop
Seluruh Indonesia (GPBSI)
Djonny Syafruddin
mengungkapkan biaya
pendirian gedung bioskop
sangat besar, di mana
untuk satu layar saja
mencapai Rp2,5 miliar
hingga Rp7 miliar.
Kami minta kucuran
dana pinjaman lunak

karena memang biayanya


sangat besar. Selain itu,
keringanan pajak dan
tarif listrik. Selama ini
tarif yang dikenakan
untuk bioskop adalah tarif
industri, kata Djonny
Syafruddin saat dihubungi
Bisnis, Selasa (4/8).
Menurut Djonny,
apabila pemerintah
menginginkan perluasan
keberadaan gedung
bioskop, pemerintah juga
harus berperan dalam
memberikan kemudahan
kepada pengusaha untuk
mengembangkan usahanya.
Komitmen Presiden
tersebut, imbuhnya, harus diwujudkan secara
nyata, sehingga apa yang
direncanakan bisa direalisasikan dengan baik.
Dia menambahkan,
pemerintah harus memprioritaskan pengembangan gedung bioskop
kelas menengah, di mana
bioskop kelas ini mayoritas telah merambah
ke daerah kabupaten/
kota. Adapun, bioskop
kelas atas, biasanya hanya
berada di kota provinsi.
Senada dengan Djonny,
Wakil Ketua Umum Kadin
bidang Ekonomi Kreatif
Budyarto Linggowiyono
menilai Presiden harus
mulai melakukan pembinaan dan merumuskan
pemberian insentif kepada
pengusaha bioskop kelas
menengah. Kalau yang
kelas atas biarlah menjadi
urusan pengusaha besar,
katanya.
Dalam dialog dengan
Presiden, Lucky Kuswandi, sutradara film,
menyampaikan jumlah
bioskop di Indonesia
terkonsentrasi di Jakarta
dan Jawa Barat dengan
pangsa 55%.
Dia menambahkan
penyebaran bioskop yang
tidak merata membuat
film produksi dalam negeri harus bersaing sengit memperebutkan
layar dengan film impor.
Adapun, rasio penonton
film lokal dibandingkan
dengan film impor sebesar
1:4. (Rivki Maulana/Tegar Arief)

MAKROEKONOMI

DINAMIKA

PENYERAPAN DANA PERIMBANGAN


BARITO UTARA 56% DARI TARGET
dan dana bagi hasil bukan pajak
Rp70,8 miliar atau 57,53% dari
target Rp123,1 miliar.
Selain itu, Dana Alokasi
Umum Rp301,9 miliar atau
58,33% dari target Rp517,5
miliar dan Dana Alokasi Khusus
Rp31 miliar atau 55% dari
target Rp56,4 miliar.
Pemerintah Kab. Barito
Utara mengharapkan penyaluran dana perimbangan ini sesuai
dengan pagu anggaran APBNP
2015 sehingga target dapat tercapai, katanya di Muara Teweh,
Selasa (4/8). (Antara)

MUARATEWEH Realisasi
penerimaan dana perimbangan di Kabupaten Barito Utara,
Kalimantan Tengah pada
Januari-Juni 2015 mencapai
Rp420,9 miliar atau 56,07%
dari target tahun ini sebesar
Rp750,6 miliar.
Kepala Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan dan Aset
Kabupaten Barito Utara Aspul
Anwar mengatakan sumber
penerimaan dana perimbangan
terdiri dari bagi hasil pajak dengan realisasi Rp17,1 miliar atau
32% dari target Rp53,4 miliar

Rabu, 5 Agustus 2015

TINGKAT KEYAKINAN KONSUMEN TURUN

 SIDANG KABINET PARIPURNA

JAKARTA Tingkat keyakinan konsumen kembali melemah


pada Juli 2015 yang tercermin dari Indeks Keyakinan
Konsumen (IKK) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Level IKK pada Juli mencapai
109,9 atau turun 1,4 poin dari
posisi Juni 2015. Namun, level
tersebut masih berada dalam
kategori optimistis karena berada di atas 100.
Pelemahan tersebut terjadi
akibat dorongan dari kedua
komponen pembentuk IKK
sendiri, yakni Indeks Kondisi
Ekonomi saat ini dan Indeks

DPR PERTIMBANGKAN AUDIT INVESTIGATIF

Ekspektasi Konsumen yang


masing-masing turun sebesar
1,5 poin dari bulan sebelumnya, tulis BI dalam keterangan
resminya, Selasa (4/8).
Adapun IKE berada pada
nilai 98,8 turun dari Juni yang
mencapai 100,3. Hal tersebut
terjadi karena menurunnya
persepsi masyarakat terhadap
penghasilan dan ketersediaan
lapangan kerja saat ini, dibanding enam bulan sebelumnya.
Indeks penghasilan saat ini
tercatat 114,6 atau turun 5,9
poin dibandingkan dengan
bulan sebelumnya. (Bisnis/117)

JAKARTA DPR mempertimbangkan masukan mengenai


audit investigatif terhadap
pelaksanaan kebijakan moneter
oleh Bank Indonesia. Untuk
memulai proses ini, Badan
Pemeriksa Keuangan diharuskan mendapatkan perintah atau
izin dari parlemen.
Permintaan yang didasarkan
dari keraguan terhadap integritas otoritas moneter ini muncul
dari klaim adanya konflik kepentingan di internal bank sentral. Pasalnya, dalam Laporan
Keuangan Tahunan BI 2014,
diketahui bank sentral meraup

surplus Rp41 triliun pada 2014,


sementara pada waktu bersamaan rupiah terus melemah.
Ketua Komisi XI Fadel
Muhammad mengungkapkan
pihaknya akan melakukan kajian
terlebih dahulu sebelum mengambil langkah berikutnya, seperti
memerintahkan BPK untuk melakukan audit khusus terhadap
pelaksanaan operasi moneter BI.
Saya kira audit khusus itu bisa
saja dilakukan. Nanti setelah pembacaan Nota Keuangan APBN
2016 pada 14 Agustus, kami akan
panggil BI terlebih dahulu. katanya, Selasa (4/8). (Bisnis/aad)

 PAJAK PENGHASILAN

Jenis Jasa Diperluas


JAKARTA Otoritas fiskal
memperluas jenis jasa yang
terkena pajak penghasilan
(PPh) pasal 23 sebesar 2% dari
jumlah bruto atas imbalan dari
sekitar 60 menjadi lebih dari
120 jenis.

Tambahan Jenis Jasa


yang Jadi Objek Pajak
Jasa hukum

Freight forwarding

Arsitektur

Logistik

Perencanaan kota

Pengelolaan parkir

Perancang

Penerjemahan

Pembuatan promosi film


dan iklan

Pengiriman dan pengisian


uang ke ATM

Pembuatan dan pengelolaan


website

Penitipan anak

Penyelidikan dan keamanan


Kurniawan A. Wicaksono
kurniawan.agung@bisnis.com

Sedot septic tank

Jenis jasa yang pembayarannya dibebankan kepada APBN


atau APBD
BISNIS/RADITYO EKO

Sumber: PMK No. 141/PMK.03/2015

Bisnis/Dwi Prasetya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said (dari kiri), Menteri Perhubungan
Ignasius Jonan, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, berdiskusi sebelum sidang kabinet di
Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/8). Sidang tersebut membahas tentang penetapan
angka/kebijakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 dan
penyederhanaan program dana belanja bantuan sosial.

 EKSPLOITASI PANAS BUMI

Impor Barang Bebas Bea


Masuk dan Pajak
JAKARTA Impor barang kena pajak
yang digunakan untuk kegiatan eksploitasi panas bumi bebas bea masuk (BM)
serta tidak terkena pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) maupun pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).
Kebijakan itu diatur dalam Peraturan
Menteri Keuangan No. 142/PMK. 010/
2015 tentang Perubahan Keempat Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 231/
KMK.03/2001 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas
Barang Mewah Atas Impor Barang Kena
Pajak yang Dibebaskan dari Pungutan Bea
Masuk.
Kasubdit Humas dan Penyuluhan Ditjen
Bea dan Cukai (DJBC) Haryo Limanseto
mengatakan payung hukum yang dikeluarkan dan berlaku per 27 Juli ini dikeluarkan
untuk memberikan kepastian hukum terkait
dengan pembebasan bea masuk dan pajaknya pada barang impor yang berhubungan
dengan ekploitasi panas bumi. Hal ini
penegasan kalau eksploitasi juga diberikan
fasilitas ini, katanya di Jakarta, Selasa (4/7).
Dalam beleid sebelumnya, hanya barang
impor yang digunakan untuk eksplorasi
panas bumi saja yang berikan fasilitas
pembebasan bea masuk, PPN, dan PPnBM.
Adapun, untuk kegiatan ekploitasi hanya

diberikan pada hulu minyak dan gas bumi.


Dalam PMK itu disebutkan pemberian
fasilitas ini dilakukan sebagai upaya pendorongan pengembangan energi panas
bumi nasional. Kendati demikian, Haryo
menegaskan pemberian fasilitas tidak ada
pemungutan PPN atau PPnBM akan diberikan jika barang tersebut memenuhi
kriteria yang ada dalam aturan itu.
Dalam pasal 2 ayat (4) dinyatakan barang impor untuk keperluan ekplorasi dan
ekploitasi hulu minyak, gas bumi, dan
panas bumi yang diberikan fasilitas paling
tidak memenuhi salah satu dari tiga aspek.
Pertama, barang tersebut belum dapat
diproduksi dalam negeri. Kedua, barang
tersebut sudah diproduksi dalam negeri,
tetapi belum memenuhi spesifikasi yang
dibutuhkan. Ketiga, barang tersebut sudah
diproduksi dalam negeri tapi jumlahnya
belum mencukupi kebutuhan industri.
Apabila tidak memenuhi salah satu
kriteria tersebut, sesuai dengan PMK itu,
barang hanya kena pembebasan BM.
Dalam pasal 2 ayat (1) diamanatkan atas
impor barang kena pajak yang dibebaskan dari pungutan BM tetap dipungut
PPN atau PPN dan PPnBM berdasarkan
ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. (Kurniawan A. Wicaksono)

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan


Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015
terkait dengan jenis jasa lain sebagaimana
dimaksud dalam pasal 23 ayat (1) huruf c
angka 2 Undang-Undang No. 7/1983 tentang
Pajak Penghasilan yang beberapa kali diubah
dan terakhir diatur dengan UU No. 36/2008.
Beleid yang ditetapkan menteri keuangan
pada 24 Juli 2015 dan diundangkan tiga hari
setelahnya ini mulai berlaku efektif akhir
Oktober. Secara berurutan, PMK No. 244/
PMK.03/2008 yang mengatur sekitar 60 jenis
jasa dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak (DJP) Mekar Satria
Utama mengatakan beleid baru tersebut bukan
dimaksudkan untuk menambah objek kena
pajak melainkan hanya memberikan penegasan
jenis jasa, selain jasa yang kena PPh pasal 21,
yang seharusnya terkena PPh pasal 23.
Hal ini hanya penambahan jasa lain yang
belum ada penegasannya. Jasa-jasa ini semestinya dipungut PPh 23 tapi sering terjadi
dispute saat berada di lapangan, katanya di
Jakarta, Selasa (4/8).
Menurutnya, aturan baru itu akan memberikan kemudahan bagi DJP untuk memberikan
kejelasan kepada para wajib pajak. Apalagi,
sambungnya, pada tataran keberatan dan banding ada kepastian hukum yang jelas untuk
dijadikan pegangan.
Dalam aturan lama, dari sekitar 60 jasa yang
disebutkan terdapat 27 jenis jasa utama a.l.
jasa penilai, aktuaris, akuntansi, pengeboran
di bidang penambangan migas kecuali yang
dilakukan bentuk usaha tetap (BUT), jasa

 Ditjen Pajak mengklaim beleid


baru sekadar penegasan jenis jasa
dan bukan menambah objek kena
pajak.
 Kebijakan baru dikhawatirkan
menambah cost of compliance
dan beban administrasi bagi wajib
pajak.
penunjang di bidang penambangan migas,
penambangan dan jasa penunjuang selain
migas, penunjang bidang penerbangan.
Ada pula penebangan hutan, pengolahan
limbah, penyedia tenaga kerja, jasa perantara
atau keagenan, jasa perdagangan surat berharga, jasa kustodian, jasa pengisian suara,
mixing film, jasa sehubungan dengan peranti
lunak komputer, instalasi mesin termasuk AC
dan TV kabel, jasa maklon, jasa penyelidikan, jasa penyelenggara kegiatan, pengepakan, penyediaan tempat, pembasmian hama,
kebersihan, serta katering.
Sementara itu dalam aturan baru, dari 120
lebih jenis jasa, ada 62 jenis jasa utama.
Adapun, tambahan jenis jasa dari beleid lama
beberapa di antaranya meliputi jasa hukum,
arsitektur, perencanaan kota, perancang, pembuatan promosi film dan iklan, pembuatan
dan pengelolaan website.
Ada pula jasa penyelidikan dan keamanan,
sedot septic tank, freight forwarding, logistik, pengelolaan parkir, penerjemahan, survey,
pengiriman maupun pengisian uang ke ATM,
penitipan anak, kursus, serta selain jenis jasa

yang pembayarannya dibebankan pada APBN


atau APBD.
Ketika ditanyakan potensi penambahan
penerimaan kas negara lewat pajak pos tersebut, Mekar berujar hingga saat ini pihaknya
belum mengetahui dengan pasti persentase
yang bisa diraup. Namun, dengan banyaknya
jenis jasa yang dipastikan kena PPh 2% itu,
menurutnya, memang akan ada tambahan
penerimaan pajak.

KETIDAKADILAN
Pada kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis
(CITA) Yustinus Prastowo menilai di tengah
kondisi kepatuhan WP yang masih rendah,
withholding tax lewat perluasan objek ini
memang bisa menjadi alternatif pemungutan
penerimaan pajak.
Namun, pendekatan tarif tunggal pada
PPh Pasal 23 dengan dasar penghasilan bruto
menimbulkan ketidakadilan, padahal dahulu
dengan memakai perkiraan penghasilan netto
tiap jenis jasa memiliki tarif yang berbeda-beda.
Hal ini akan menambah cost of compliance
dan beban administrasi bagi wajib pajak. Apalagi
withholding kan mengandalkan kerja pemungut
bukan fiskus. Nah, seharusnya ada roadmap
untuk alokasi kinerja fiskus juga, ujarnya.
Menurutnya, perlu amandemen pasal 23
dengan mengembalikan perkiraan penghasilan netto supaya adil. Selain itu, perlu ada
kemudahan administrasi supaya ada win win
solution. Lebih luas dari itu, sambungnya,
perluasan seharusnya untuk objek yang signifikan seperti transaksi keuangan.

 PENUNTASAN KAWASAN KUMUH

Deretan gedung perkantoran, apartemen dan perumahan penduduk terlihat


dari ketinggian di Jakarta,
belum lama ini. Kementerian
Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat melalui
Ditjen Cipta Karya merencanakan penuntasan kawasan
kumuh perkotaan sebesar
7.000 hektare lebih per
tahun. Agenda tersebut
sudah masuk dalam rencana
pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN)
2015-2019.
Bisnis/Dedi Gunawan

 DWELLING TIME

INSW Jadi Satuan Kerja


JAKARTA Kementerian Keuangan menegaskan Indonesia
National Single Window (INSW)
sebagai satuan kerja yang berada
langsung di bawah otoritas fiskal.
Keputusan ini diharapkan bisa
menyelesaikan kemelut dwelling
time yang hingga saat ini masih
mengerogoti Pelabuhan Tanjung
Priok.
Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, menjelaskan susunan kepengurusan satuan kerja
INSW juga sudah dibentuk. Su
dah terbentuk sudah saya tunjuk
[satuan kerjanya], ujarnya setelah rapat koordinasi dwelling time
di Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin malam (4/8).
Terkait dengan penetapan ini,
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian
Perekonomian Edi Putra Irawady
membenarkan menkeu telah me-

nandatangani surat yang menegaskan pembentukan Satker


INSW
Dia menambahkan pembentukan Satker telah sesuai dengan
Perpres No.76 Tahun 2014 Pasal
3 menjelaskan bahwa pengelola
INSW merupakan Satker yang
berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menkeu.
Merujuk kepada Perpres tersebut, Satker seharusnya sudah
efektif per 17 Juli 2015 atau satu
tahun setelah penetapan peraturan ini dikeluarkan.
Namun, Edi mengatakan penetapan Satker ini harus menunggu
persetujuan menteri pendayagunaan aparatur negara yang baru
keluar beberapa waktu lalu. Keberadaan Satker ini sifatnya independen.
Setelah surat dari menkeu, Edi
mengatakan Kemenko Pereko-

nomian akan membentuk tata


niaga dan pengawasan dari Satker
INSW tersebut yang anggotanya
terdiri dari pegawai negeri dari
kementerian dan lembaga terkait.
Nah, menko perekonomian
akan membentuk sekretariat dan
dewan pengawasnya, ungkap
Edi.
Menurutnya, ketua Satker INSW
dan deputinya sudah dipilih, tetapi
surat keputusannya belum ada.
Berdasarkan penunjukkan menko
perekonomian, Ketua Satker
INSW adalah Djatmiko, yang
saat ini menjabat sebagai Deputi
Bidang Administrasi Seskab.
Selanjutnya, Kemenko Perekonomian per November 2015 akan
menginteragasikan INSW di seluruh pelabuhan di Indonesia
sesuai dengan MoU dan protokol
yang sudah ditandatangani oleh
menkeu tersebut.

Dia menyesalkan banyak


orang yang menganggap INSW
selama ini hanya bertugas untuk
kepentingan Tanjung Priok semata, padahal cakupan fungsi dari
Satker bersifat nasional.
Selama ini, sistem pengembangan INSW merupakan turunan dari Asean Single Window
(ASW). Namun, kelemahan
INSW selama ini adalah Service
Level Agreement (SLA) dan
Standard Operating Procedure
(SOP) kementerian dan lembaga
yang terkait dengan kepelabuhanan masih sendiri-sendiri.
Oleh sebab itu, Edi mengatakan
fokus ini yang akan dijalankan
oleh Kemenko Perekonomian dan
Menkeu sebagai penanggungjawab. Selain itu, INSW harus menjadi single reference atau acuan
tunggal ekspor impor. (Hadijah
Alaydrus/Agung Wicaksono)

EKONOMI GLOBAL

Rabu, 5 Agustus 2015

KANAL

AUSTRALIA PERTAHANKAN BUNGA ACUAN


SYDNEYKeputusan Bank
Sentral Australia untuk mempertahankan suku bunga
acuannya ikut berkontribusi
pada pelemahan nilai tukar
dolar Australia.
Gubernur Reserve Bank
of Australia (RBA) Glenn
Stevens mengatakan suku
bunga tetap di level terendah
2%. Keputusan yang diambil
bank sentral itu sesuai dengan
prediksi sejumlah pelaku pasar
dan ekonom.
Nilai tukar menyesuaikan
dengan penurunan signifikan

terhadap harga komoditas


setelah mata uang melemah
hingga US$0,73 pada bulan
lalu, kata Stevens, Selasa
(4/8). Dia menambahkan, nilai
mata uang dolar Australia
tersebut merupakan yang
pertama kalinya sejak Maret
2014, dan tidak mengindikasikan nilai mata uang
terlalu tinggi.
Su-Lin Ong, ekonom senior
di RBC Capital Markets
mengatakan suku bunga saat
ini berada pada tingkat yang
tepat. (Bloomberg/116)

PENJUALAN HUGO BOSS


MENCAPAI LEVEL TERTINGGI

Antara/Rahmad

Deportasi Imigran Bangladesh: Imigran asal Bangladesh melambaikan tangan saat akan dipulangkan ke negaranya dari tempat
penampungan kantor eks-Imigrasi Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh. Senin
(3/8) malam. Sebanyak 100 orang Bangladesh diberangkatkan dalam dua
gelombang penerbangan pada Selasa (4/8) dan Rabu (5/8).

FRANKFURT Hugo Boss


AG mencatatkan nilai penjualan terbesar dalam dua tahun
terakhir setelah perusahaan
itu menambah toko untuk
memperluas jaringan ritelnya.
Penjualan perusahaan pada
kuartal kedua tahun ini naik
16% menjadi 647,1 juta euro
atau setara dengan US$708
juta. Angka ini lebih tinggi dari
rata-rata estimasi analis yang
disurvei Bloomberg, 628 juta
euro.
Selain banyaknya toko dan

butik yang dibuka, pelemahan


euro ikut memberikan andil
terhadap meningkatnya nilai
penjualan di AS dan China.
Kuartal pertama sepertinya
[masa] yang paling sulit
dan kami memperkirakan
peningkatan terjadi dari kuartal
kedua hingga seterusnya,
kata Fred Speirs, analis di UBS,
Selasa (4/8).
Dia merupakan salah satu
analis yang merekomendasikan
untuk membeli saham Hugo.
(Bloomberg/116)

 MANUFAKTUR AS TURUN

 RENCANA PERDAMAIAN

Pasar Asia Pasifik Percaya Diri

Kreditur Skymark
Diminta Tentukan
Investor

TOKYO Investor di Asia tidak terpengaruh


laporan kurang sedap dari indeks manufaktur
dan belanja konsumen di Amerika Serikat.
Pasar hanya fokus pada laporan pasar
tenaga kerja yang dapat menjadi petunjuk
kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve.
Yudi Supriyanto
redaksi@bisnis.com

MSCI Asia-Pacific Index di luar


Jepang bergerak positif dan terus
naik. Sementara indeks saham
Nikkei Negeri Samurai mengakhiri penurunannya sekitar
0,1%. Adapun, Shanghai Composite Index naik lebih dari 3%.
Pasar secara keseluruhan
bervariasi. Amerika Serikat
mengalami penurunan, Asia
naik, dan Eropa tergelincir saat
pembukaan, kata Jonathan Sudaria, dealer di Capital Spreads,
dalam catatannya, Selasa (4/8).
Pada Senin (3/8) waktu
Amerika Serikat, indeks manufaktur AS yang dikeluarkan oleh
Institute for Supply Management
(ISM) turun menjadi 52,7 pada
Juli dari 53,5 sebulan sebelumnya. Selain lebih rendah dari
bulan lalu, indeks tersebut juga
tidak sesuai dengan ekspektasi.

Konsensus Bloomberg menyebutkan indeks akan mencapai 53,7


dengan rentang 53,0 54,5.
Tidak hanya manufaktur, belanja konsumen dan pendapatan
pribadi, tidak dapat berbicara
banyak. Belanja konsumen pada
bulan kelima tahun ini hanya
tumbuh 0,2% setelah bulan
sebelumnya mampu mecatatkan
pertumbuhan 0,7%.
Pertumbuhan ini merupakan
yang paling lambat selama
empat bulan. Adapun, pendapatan pribadi masih sama dengan bulan sebelumnya, 0,4%.
Menanggapi data-data tersebut,
Wakil Kepala Ekonom di TD
Securities Millan Mulraine optimistis akan membaik dalam
beberapa bulan ke depan, dan
memberikan kepercayaan diri
bagi bank sentral untuk melakukan pengetatan.
Pelemahan beberapa data ekonomi Negeri Adi Daya itu tidak

mempengaruhi pasar Asia lantaran beberapa waktu sebelumnya, the Fed mengatakan untuk
menaikkan suku bunganya akan
mempertimbangkan pasar tenaga kerja dan inflasi.
Para ekonom yang disurvei
Reuters mengatakan data tenaga
kerja yang akan keluar pada
Jumat pada pekan ini akan menunjukkan kemampuan ekonomi Amerika Serikat intuk
menciptakan pekerjaaan baru
sekitar 225.000 orang pada Juli.
Adapun, tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di
kisaran 5,3%.
Jika kami mendapatkan beberapa kepastian mengenai
kekuatan ekonomi AS dan kemungkinan normalisasi kebijakan yang dilakukan oleh the
Fed. Kenaikan suku bunga seperti yang diperkirakan. Hal
ini dapat berdampak positif
terhadap sentimen risiko global
karena banyak orang telah siap
menghadapinya, kata Stefan
Worrall, Direktur Cash Equities
di Credit Suisse.

ASIA TENGGARA
Jika pasar Asia-Pasifik secara
keseluruhan positif dengan
data-data AS yang baru keluar.
Tidak demikian halnya dengan
pasar Asia Tenggara. Beberapa
indeks di wilayah tersebut justru
memerah.

Berdasarkan situs Bursa Efek


Indonesia (BEI), indeks memerah
pada posisi 4.781,08 atau turun
19,095 poin. Demikian juga
dengan FTSE Bursa Malaysia
KLCI turun 20,46 poin menjadi
1.723,27.
Straits Time Index STI Singapura melemah 1,75 poin
menjadi 3.191,04. THAI SET 50
INDEX turun 8,40 poin menjadi
941,36. HNX INDEX Vietnam
turun 0,14 poin menjadi 83,17.
Sementara itu, pelaku pasar
AS dilaporkan mulai mempertanyakan kekuatan perekonomian Amerika Serikat dalam
menopang rencana kenaikan
suku bunga Federal Reserve.
Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi cukup meyakinkan pada kuartal II/2015, AS
melaporkan tingkat kenaikan
pendapatan pekerja yang terendah dalam sejarah negara itu.
Berdasarkan data sementara
Departemen Tenaga Kerja pada
Jumat, upah tenaga kerja hanya
naik 0,2% pada kuartal kedua
lebih rendah dari kuartal pertama yang tumbuh 0,7%.
Pertumbuhan upah akan
menekan laporan tenaga kerja
yang keluar pada awal bulan
[Agustus]. Sebelum menaikkan
suku bunga pada September, laporan tenaga kerja harus benar-benar kuat, kata Stephen
Casey, trader mata uang asing

 KELAS MENENGAH NAIK

Geliat Ekspor Lobster ke China


M.G. Noviarizal Fernandez
redaksi@bisnis.com

Ekspor Lobster AS ke China Meningkat


(Ton)

etiap pekan, selama tujuh


bulan terakhir, ribuan lobster
yang berasal dari Amerika
Utara dikemas dalam kertas
dan kotak berpendingin yang
terbuat dari styrofoam dan selama
18 jam terbang ke Asia dengan
menggunakan pesawat kargo
Korean Air.
Perjalanan 7.500 mil atau setara
dengan 12 km dari Halifax, Nova
Scotia ke Shanghai melalui Korea
Selatan menjadi rutinitas mingguan
karena ledakan permintaan lobster
dari China. Pasokan dari Amerika
Utara itu mencapai sepertiga dari
suplai lobster dunia.
Akibat permintaan yang
tinggi itu, dua negara penghasil
utama, menjadi sangat tinggi.
Tanpa memiliki industri hasil
laut khususnya lobster, mau
tidak mau China mendatangkan
komoditas itu dari Australia agar
permintaan dalam negeri bisa
terpenuhi. Peningkatan jumlah
kelas menengah di Negeri Panda
itu menjadi penyebab pertumbuhan
konsumsi produk tersebut.
Ketika produksi lobster di Negeri
Kanguru mulai turun sehingga harganya pun makin melonjak, China
terpaksa mendatangkan komoditas
segar dari Amerika Utara, meskipun
harus menempuh separuh dunia.
Pada saat pasar domestik kolaps
yakni ketika mana harga jatuh
dan produksi membanjiri pasar,
kami selalu melihat lebih jauh
untuk mendapatkan pembeli, ujar
Stephanie Nadeau yang tahun lalu
mengirimkan 2,5 juta pon lobster
ke China melalui The Lobster Co
seperti dilaporkan Bloomberg.
Berdasarkan data Kementerian
Pertanian, ekspor lobster dari
Amerika Serikat ke China
meningkat 8.560 ton atau 18,9 juta
pon sepanjang 2014 atau meningkat
22 kali dibandingkan dengan
catatan pada 2009. Tahun ini saja,
setidaknya telah terjadi peningkatan
ekspor ke China sebesar 12%.
Peningkatan jumlah ekspor
itu tidak mengherankan mengingat harga lobster yang berasal
dari kawasan Amerika Utara jauh
lebih rendah dibandingkan dengan
negara kompetitor seperti Australia.
Lobster dari Amerika Utara dan
Kanada dihargai US$5-US$10 per
pon (1 pon setara dengan 0,45
kg), sedangkan lobster karang dari
Australia (tidak memiliki capit)
dihargai US$20-US$30 per pon.
Permintaan yang tinggi ini
mendorong para produsen lobster

9.000
8.000
7.000
6.000
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000
2009

2010

2011

Sumber: Badan Pusat Statistik AS

di kawasan Amerika Utara untuk


meningkatkan produksi hingga
66% lebih banyak dibandingkan
dengan satu dekade sebelumnya
atau setara dengan 68.000 ton pada
2013.
Steve Kingston, pemilik The
Clam Shack eksportir yang
berbasis di Kennebunkport, Maine,
mengatakan saat ini pihaknya
mengalami kesulitan menjaga
pasokan sebanyak 1.000 hingga
1.500 pon lobster setiap pekannya.
Dengan pengeluaran yang
membengkak akibat pasokan yang
berkurang, dia memperkirakan
hanya akan terjadi peningkatan
penjualan sebesar 10%.
Pada saat ini, tidak ada tandatanda akan adanya penurunan
dari China dan kawasan Amerika
Utara tetap menjadi pilihan utama
penghasil lobster dibandingkan
dengan Australia. Jumlah ekspor ke
China selama dua tahun terakhir
meningkat separuh lebih banyak
dibandingkan dengan ekspor ke
negara itu dalam satu dekade.
Bayangkan saja, pada saat yang
bersamaan ekspor AS ke China justru anjlok sebesar 60%.
Kelas menengah China
kemungkinan besar akan mencapai
1 miliar orang pada 2030 dan pada
tahun lalu tumbuh menjadi 150
juta orang. Menurut Abhay Sinha,
analis penjualan makanan dari
Technavio, London, peningkatan
pendapatan di China itu melahirkan
permintaan berbagai jenis makanan
papan atas termasuk hewan laut
semisal lobster.
Negara itu telah mengkonsumsi
35% dari produksi makanan laut
di dunia dan pada 2019 volume
konsumsi akan meningkat menjadi
50% lebih banyak dari data yang

2012

2013

2014

BISNIS/M. RAUSHAN

kami kumpulkan tahun ini, kata


Kingston.

EKSPOR BIBIT
Bagaimana dengan peluang
Indonesia untuk menjadi salah
satu pemain ekspor lobster ke
negeri Asia Timur itu? Agaknya
Tanah Air baru sebatas memainkan
peran sebagai pengekspor bibit
lobster, salah satunya ke Vietnam.
Akibatnya kegiatan ini justru
melambungkan nama negara itu
sebagai salah satu negara baru
pengekspor lobster di dunia.
Berdasarkan catatan Bisnis,
Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) mencatat Vietnam
berhasil mencatatkan namanya
sebagai pengekspor lobster terbesar
di dunia selama 12 tahun terakhir,
dengan volume ekspor rata-rata
1.000 ton per tahun.
Kondisi berkebalikan dengan
Indonesia, yang justru hanya
membukukan volume ekspor jenis
biota laut tersebut rata-rata hanya
10 ton sampai 50 ton, dengan rekor
pengapalan ke luar negeri yang
tertinggi pada 2009 sebesar 338 ton.
Pemerintah akhirnya menerbitkan peraturan yang melarang
ekspor lobster dalam ukuran mini.
Harapannya, pelarangan tangkap
lobster di bawah ukuran lebar karapas delapan centimeter memungkinkan populasi lobster bertambah
dan komoditas yang dijual memiliki
nilai yang lebih tinggi.
Pada 2014, ekspor lobster tercatat
sebesar US$42,8 juta dengan
volume sekitar 3.427 ton. Ekspor
lobster ini terdiri dari keadaan
hidup, beku, segar atau dingin,
dikeringkan dalam kemasan kedap
udara, diolah atau diawetkan, dan
lainnya.

 Pertumbuhan
belanja konsumen dan
pendapatan personal
di Amerika Serikat
masih lebih rendah
dibandingkan dengan
kinerja sebelumnya.
 *Data penyerapan
tenaga kerja dan
inflasi di AS jadi
pertimbangan utama
pasar Asia Pasifik.
di Cambridge Global Payment,
Jumat (31/7).
Dia menambahkan, angka-angka tersebut juga dapat
membatasi kemampuan the
Fed untuk meningkatkan biaya
pinjamannya pada bulan depan.
Berdasarkan survei Bloomberg,
data tenaga kerja AS berdasarkan
pembayaran gaji karyawan pada
Juli tahun ini kemungkinan naik
mencapai 225.000 orang. Sebulan sebelumnya, tenaga kerja
naik mencapai 223.000 orang.
Craig Erlam, analis pasar senior di Oanda Corp., mengatakan data kuartalan upah
dapat membuat the Fed sakit
kepala. Komite Pasar Terbuka
Federal (Federal Open Market
Committee/FOMC) akan melakukan kebijakan pengetatan ketika
melihat beberapa peningkatan
dalam pasar tenaga kerja.

TOKYO Para kreditur


Skymark Airlines Inc. diminta menentukan pilihan
soal calon investor dari Jepang atau Amerika Serikat
yang akan mendukung
rencana perdamaian dalam
perkara kepailitan.
Pemungutan suara tersebut akan dilaksanakan di
Tokyo untuk memilih rencana dari Skymark yang
didukung oleh ANA Holdings Inc., pemilik maskapai penerbangan terbesar
di Jepang, atau bergantung
pada dukungan Delta Air
Lines Inc.
Bloomberg melaporkan
dalam lamannya, Selasa
(4/8), untuk bisa lolos dari
kepailitan rencana tersebut
harus disetujui baik oleh
mayoritas kreditur dan
yang memiliki piutang lebih dari 50% utang debitur.
Jika rencana tersebut
hanya disetujui oleh salah
satu pihak, maka voting
akan ditunda dan dijadwalkan ulang dalam waktu
dua bulan.
Awal tahun ini, Skymark
bersama perusahaan ekuitas swasta Integral Corp.
mengajukan rencana bisnis

masa depan yang didukung


oleh ANA Holdings, induk
usaha dari All Nippon Airways Co.
Dalam rencana tersebut,
ANA akan mendukung
Skymark melalui codesharing, pembelian bersama, manajemen operasi penerbangan, dan pemeliharaan pesawat.
Kami optimistis rencana Skymark bersama ANA
merupakan yang terbaik,
kata juru bicara ANA Ryosei Nomura.
Namun, Intrepid Aviation Ltd. selaku kreditur
terbesar menilai rencana
tersebut tidak menarik bagi
semua pihak dan mengusulkan rencana alternatif
bersama Delta. Perusahaan
maskapai penerbangan asal
AS itu akan mempertimbangkan perjanjian codeshare dengan Skymark.
Kedua rencana itu akan
mendatangkan dana senilai
18 miliar yen untuk Skymark, dengan 15 miliar yen
digunakan untuk melunasi
tagihan kreditur, sedangkan
sisanya sebagai bunga
5% dari utang tersebut.
(Bloomberg/ Rio Sandy Pradana)

LUNCH WITH CEO

Rabu, 5 Agustus 2015

Nama : Ira Puspadewi


Usia : 47 Tahun
Pendidikan:
Doktor Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia
Universitas Brawijaya, Malang, Jawa
Timur
Perjalanan Karier
Director P.A.C.E. Initiative North &
South East Asia GAP Inc.
Director Social & Community
Investment Gap Inc. untuk wilayah
Asia.
Programme Advisor Singapura
Temasek Foundation
Director KAKAK Foundation
Director Sejiwa Foundation

percaya ketika kami meninggalkan tempat


itu ketika kami at peak, walaupun sedih,
kan sudah seperti keluarga karena 17,5
tahun kerja di suatu tempat. Tapi ketika
kami meninggalkan masih diapresiasi
banget. Jadi pergi sebagai pemenang. Kalau
lagi jelek, terus pergi, ke kaminya sendiri
energinya enggak bagus. Jadi saya percaya
ada kesempatan untuk segalanya, dan itu
adalah waktunya.

IRA PUSPADEWI

Berumur Panjang
Itu Aset
Bisnis/Yunan Hilmi

Dengan tekad meningkatkan kinerja pada tiga bisnis


andalannya, Sarinah terus berbenah. Sejumlah jurus diterapkan Ira Puspadewi. Salah satu ambisinya adalah
menyatukan lini bisnis ritel, properti, dan perdagangan
agar menjadi lebih digdaya dengan konsep terintegrasi.
Apa saja kiatnya? Bisnis berkesempatan mewawancarai
sang dirut baru-baru ini. Berikut petikannya:
Bagaimana strategi Anda mengembangkan Sarinah di masing-masing lini
bisnisnya?
Kalau ritel itu sederhana. Logikanya,
bagaimana kami punya space yang luas,
kemudian tiap square meternya punya
produktivitas yang tinggi. Itu [baru] namanya ritelnya sukses. Kalau space luas itu
hubungannya properti kan? Nah, sekarang
Sarinah punya properti sendiri, ada juga
yang masih kami sewa. Kalau kami bisa
menguasai properti, menguasai itu bisa beli
bisa sewa dengan harga yang ekonomis,
maka harga yang masuk di biaya kami. Itu
pengembangan properti dengan ritel, itu
nyambungnya.
Yang ketiga, trading. Pada tahun-tahun
lalu kami banyak main di komoditas- komoditas agrikultur. Menurut kami, core competence kami itu ritel, properti itu mendukung
karena memang nyambung. Perdagangan
ini orang lihatnya agak off ya, tapi saya
dari segi nature-nya ritel itu trading. Tapi
trading itu sendiri ada ritel, ada wholesale.
Produknya ingin kami fokuskan pada apa
yang bagus di situ.
Menurut saya melihat trading, kenapa
kami tidak buat sebagai wholesale-nya ritel.
Sekarang kami sudah mulai lumayan nih.
Kami ada portofolio di ekspor furnitur.
Kami judulnya ingin menjual produk yang
bernilai budaya Indonesia. Nah kalau kami
di Sarinah begini, dan jualnya furnitur,
pantas dong.
Bagaimana dengan properti sendiri?
Kalau properti konteksnya tadi, soal
space. Properti kami kembangkan, kami
punya properti dioptimalisasikan. Misalnya,
di Braga kami sudah confirmed kerja sama
dengan Wijaya Karya, ada properti yang
mau kami kembangkan menjadi apartemen.
Di properti itu akan ada ritel juga. Kenapa?
Kalau ada Sarinah ritel di situ, terus ada
apartemennya, ada dong captive market-nya
dari kawasan itu sendiri.
Kalau kami ngomongin soal optimalisasi
aset, kami mau ada pressence-nya. Ritel.
Jadi growth-nya ritel ditunjang dari growthnya properti. Properti menunjang dari
cash cow. Kami dapat duit yang lumayan
gede dari properti, tapi di waktu yang sama
juga untuk pertumbuhan ritel.
Kenapa dari bisnis ini kami kelihatannya
nyambung? karena dari segi uangnya, kalau
properti itu investment-nya gede, tapi returnnya juga gede. Kalau ritel itu, yang kecilkecil itu diurusi. Tapi not bad lho, itu recurring income. Sementara, bisnis itu kan soal
managing cash flow. Kalau bisnisnya gede
banget tapi perlu waktu lama itu juga berat
buat perusahaan. Kami melihatnya suatu set
yang pas antara properti dan ritel.
Kalau trading itu sebenarnya extention
of ritel, karena wholesale-nya yang kami
besarkan.

Artinya, yang impor agrikultur ini


akan seperti apa? Apakah dikurangi
porsinya?
Kami melihat, kalaupun iya kami mau
fokus yang kami bisa. Bisnis komoditas
itu kan DNA-nya beda banget. Agak mirip
dengan saham. Sekarang beli terus jual,
cash basis begitu kan. Sebagai BUMN ada
beberapa restriction yang tidak bisa secepat
itu, sementara harus tangkas sekali.
Kemudian dari segi ritelnya, kalau ditanya
apa sih? Kami ingin melebarkan definisi
produk Indonesia. Kalau sekarang kami
melihatnya Sarinah masih di produk klasik
atau tradisional. Di dalam pikiran konsumen seperti itu. Padahal dalam produk kreatif itu, ada produk kontemporer juga lho.
Itu sejalan dengan keinginan Sarinah untuk
melihat seperti ini: konsumen Sarinah itu
yang loyal banyak, tapi umurnya sudah
mendekati eyang. They are really good, but
they are going to die soon.
Sarinah berumur panjang itu menurut
saya aset, tapi bisa menjadi liabilities,
kalau sudah menua tapi kami tidak cepat
memudakan, maka kami akan ketinggalan.
Ketika kami melebarkan dengan spektrum
dari klasik sampai kontemporer, maka saya
kira peluangnya menjadi lebih lebar dan
itu peluang untuk memudakan konsumen
kami. Jadi dimudakan, tapi klasik enggak
boleh hilang karena itu root-nya semua.
Itu semua basisnya UKM. Sarinah itu
didirikan oleh Soekarno dengan semangat
besar untuk memajukan ekonomi lokal.
Jiwa itu sampai sekarang kami bawa. Kami
sampai sekarang kami bekerja dengan sekritar 200-300 UKM.
Apakah ada unsur agent of development dari pemerintah?
Iya. Melebarkan. Kami sebagai katalis
UKM. Dulu banget terasa sebagai sarana
distribusi produk nasional. BUMN itu tidak
hanya bikin untung, tapi ada beberapa misi
negara yang dibawa.
Dengan keklasikan yang dibawa,
apakah Sarinah mampu bersaing
dengan kompetitor asing yang ada di
Indonesia?
Kami mampu bersaing itu, pertama harus
optimistis. Bagaimana pintar-pintarnya kami
bikin kurasi. Banyak mitra yang konsinyasi.
Kami sudah mulai enggak terima apa saja
yang dijual sama dia. Kami sudah punya konsep, kami maunya begini, kualitasnya seperti
ini. Kami sudah meng-hire kurator seni, Pak
Samuel Watimena. Kami tiap minggu adakan
workshop dengan Pak Samuel, menajamkan
mata saja. Karena organisasi yang sudah matured itu bisa menjadi aset, bisa menjadi liabilities. Takutnya sudah terlalu biasa, terlalu
nyaman dengan apa yang ada. Dengan orang
baru, mata yang baru, kami kan refresh. Jadi
pintar-pintarnya kami untuk mengkurasikan.

Ini kami mau lebarkan, selama ini craft


dan batik, our product are much wider than
that. Jadi kalau dari produk itu, dari pengembangan ritel yang kami mau kembangkan
adalah specialty retailer. Jadi kalau ini
(Thamrin) kan department store ya, istilahnya dari pakaian dalam sampai koper ada.
Specialty retailer ini kan khusus. Kami mulai
dari Januari sampai Juni ini buka 10 outlet
baru untuk specialty retailer saat ini hijab, di
second tier cities, atau di communities.
Kenapa di second tier cities dan
komunitas?
Karena kan kalau communities itu world
of mouth-nya kuat ya. Kalau second tier
cities, kami tapping in middle class yang
tumbuh di mana-mana itu.
Dengan sistem kurasi, apakah jumlah
UKM yang mampu menembus dan
memadai?
Surprisingly banyak ya. Cuma memang
lebih banyak yang enggak berkualitas. Tapi
kalau enggak banyak kan kami enggak
bakal punya store, maksudnya untuk
memenuhi kapasitas display kami. Dan
kalau ada kurasi itu kan mitra kami jadi
terpacu juga, tidak sekadar buat terus
terima. Harus ngobrol, bagaimana market
mengapresiasi?
Harapannya ada berapa penambahan
supplier dari UKM?
Kalau kami melihatnya begini, seperti
toko di sini kan 200-an, kalau specialty store
kami kecil, paling 60 m90 m persegi, bisa
1520 UKM. Kalau kami bisa mengembangkan 10 itu sudah 200 lagi yang lain
kan?
Yang saya secara personal bahagia, most
of player UKM di industri ini kebanyakan
perempuan. Dan kami tahu di teori development di mana-mana kalau perempuan itu
economic empower maka keluarganya sejahtera. Kalau laki-laki, katanya menambah
anggota keluarga ya. ha-ha-ha.

Sarinah punya beberapa toko di


luar Thamrin, tapi kontribusi paling
besar masih di Thamrin, di atas 80%.
Apakah memang dibuat seperti itu?
Makanya sekarang kan diperlebar. Baru
mulai Januari kemarin. Sekarang toko yang
buka sudah, Maret lalu, ada empat toko
baru. Kebanyakan di Jawa.
Apakah untuk ritel berarti strateginya memperluas space tadi?
Penambahan space sama lebih memperbanyak barang sendiri. Lebih diperlebar
untuk own product. Karena marginnya lebih
baik dibandingkan konsinyasi.
Berapa proporsinya sekarang dan
akan ditingkatkan sampai berapa?
Seingat saya di atas 70% bukan produk
sendiri. Saya nggak mau berformula
begitu, harus balance soalnya. Kan enggak
semua juga kami punya kapasitas untuk
menyediakan barang itu. Ada barang-barang
yang lebih ekonomis dengan konsinyasi.
Saya tidak mau punya formula itu, tapi
saya ingin bergeser more into our own
goods, tapi balance-nya ini saya kira setiap
perusahaan punya formula yang paling pas.
Kami sedang mencari yang paling enaknya
seberapa. Karena baru mau bergeser untuk
melebihkan barang sendirinya.
Saat ini terlalu dini buat saya untuk menjawab berapa persen. Karena formulanya
lain-lain. Di perusahaan saya sebelumnya
100% barang sendiri. Tapi itu bukan department store tapi specialty store. Ada department store yang saya tahu komposisinya
besar sekitar 40%. Kami sedang mencari
yang pas. Terlalu dini karena saya juga baru
tujuh bulan.
Mengapa Anda tertarik bergabung di
sini?
Kalau kata menteri [Menteri BUMN
Dahlan Iskan] yang sebelumnya, saya
dinilai terlalu lama mengabdi di luar, haha-ha. Tapi ada time of everything. Saya

Apa yang bisa kira-kira diambil dari


pengalaman Anda selama itu?
Yang nomor satu saya ingin fundamental
dari semua itu, budaya kerja. Budaya
perusahaan itu kan ada tertulis dan apa
yang benar-benar kami lakukan. Yang saya
ingin sama-sama membangun adalah perasaan, dua hal. Pertama, perubahan adalah
normal, mau perubahan organisasi, perubahan orang-orangnya. Kedua, topi yang
dipakai adalah topinya Sarinah, mengajak
sama-sama, bukan topinya divisi. Karena
BUMN ada tinggalan bau-bau birokrat
dan formalisnya itu kental. Saya percaya,
menurut saya begini, formalitas itu penting
karena legalitas segala itu harus formalitas.
Tapi dont be formalis. Kalau jadi formalis
we married to the formality itself. Harusnya
formalitas itu menjadi cara saja kan untuk
sesuatu. Dua hal itu sih, saya ingin changes
its normal dan kedua, pakai topi bersama,
topi Sarinah, bukan divisinya.
Apa selama ini masih seperti itu?
Saya selalu bilang there is always room for
improvement, dalam hal ini there is big room
for improvement untuk Sarinah. Jangan
married to formality. Menurut saya itu
fundamental untuk ngomong apa saja, yang
ingin kami tumbuhkan itu dulu.
Untuk ritel, yang akan didorong
adalah specialty store? Alasannya
apakah karena pertumbuhan jenis ritel
ini paling bagus?
Ada berbagai faktor. Department store itu
banyak kan, yang sudah gede banget, yang
sudah kuat banget, bisa saja kami masuk.
Tapi ini adalah strategi terbaik untuk
menggunakan sumber daya kami. Kalau
kami melihatnya kan begini, antara resources kami yang ada sama peluang, itu jadi
strategi. Dengan resources yang bisa kami
kelola, dengan ruang yang ada, dan kami
pemain nasional. Kalau kami main specialty
retailer di second tier city, bisalah menjadi
the best hijab store, bisalah. Dan itu pentingnya apa sih? Enggak cuma sebagai bottom
line bisnisnya tetapi itu tadi, menumbuhkan
kepercayaan diri sebagai korporasi, kami
bisa kok tambah outlet dalam enam bulan,
kami menambah space 500 meter. Dan itu
equally important.
Apakah dengan begitu, harapannya
bisa menambah market share Sarinah
di ritel, karena sejauh ini masih cukup
kecil, 0,14% untuk 2013?
Pasti harapannya menambah. Tapi kan
begini, ritel itu kan juga satu paket yang
besar. Ada ritel ritel ini, ritel ini. Itu klasifikasi yang terlalu general menurut saya
sih. Tapi ya enggak apa-apa. Kenyataannya
kalau dalam ritel kami cuma segitu.
Makanya kalau kami menjadi specialty
retail, itu boleh dong. Itu strategi yang
menurut kami saat ini paling feasible untuk
dilakukan.
Pewawancara: Muhammad Avisena,
Yunan Hilmi

KIAT MANAJEMEN

Memaksimalkan Kekuatan
di Tengah Ketatnya Persaingan
Muhammad Avisena & Roni Yunianto
redaksi@bisnis.com

pecialty retail diklaim sebagai bisnis yang sangat ketat.


Itulah kenyataannya. Namun di tengah kondisi itu Ira
Puspadewi, Direktur Utama PT Sarinah (Persero) optimistis Sarinah akan tetap berdaya saing.
Ira termasuk CEO yang meyakini teori resource based view.
Kekuatan kami itu lho yang harus kami maksimalkan. Di
antara semua kompetensi yang tiga itu yaitu ritel, properti,
dan perdagangan. Itu yang kami harus bagus, ujarnya kepada
Bisnis, belum lama ini.
Menurutnya, dengan mengkapitalisasi ketiga kekuatan itu
maka nantinya lini bisnis dapat saling support untuk tumbuh.
Sarinah, paparnya, akan tetap menjadikan ritel sebagai lokomotif bisnis. Meskipun dari komposisinya masing-masing akan
proporsional antara ritel, properti, dan perdagangan, namun
dari sisi marginnya akan berbeda. Soal porsi, kata Ira, paling
besar masih properti. Margin dari ritel diakuinya kecil, dan lini
bisnis perdagangan lebih kecil lagi, atau sekitar 3% antara lain
seperti produk komoditas.
Ira yang mengaku masih penasaran dengan trading, berpen-

dapat tidak akan ada pertentangan di antara satu bisnis dengan


yang lainnya. Bisnis perdagangan atau trading dengan produkproduk alami hanya dianggap sebagai wholesaler version of
retail. Di sisi lain, jika bicara produk komoditas, Sarinah ingin
memilih beralih atau shifting dengan produk yang dinilai dekat
atau klik dengan ritel.
Sarinah di bawah kepemimpinan Ira sedang menjajaki
pengembangan perdagangan produk batik, diantaranya dengan
menyasar Myanmar. Myanmar dinilainya sebagai negeri dengan
ekonomi yang tengah berkembang. Untuk furnitur kami sasar
Turki, Korea, dan Timur Tengah, lalu Spanyol, ada beberapa
tempat. Lumayan. Ini tinggal berani-beraninya kami memilih
eksibisi yang mana, dan network-nya terbentuk dari situ, ujar
Ira.
Problemnya, tuturnya, UKM masih kesulitan dalam hal
pengiriman dan skala produksinya untuk memenuhi ekspor.
Waktunya panjang ketika shipment, sehingga tidak kompetitif.
Itu challenge-nya.
Lantas bagaimana Sarinah lima tahun ke depan? Sarinah
diklaim Ira akan lebih gesit secara DNA dan ingin lebih tangkas
dalam bisnisnya. Untuk itulah maka manajemen perseroan itu
mengawal konsolidasi termasuk dalam perdagangan.

INFRASTRUKTUR

Rabu, 5 Agustus 2015

PII: POSISI TAWAR PEMERINTAH HARUS KUAT

FONDASI

PEMKAB NGAWI BANTU BEBASKAN LAHAN


NGAWI Pemerintah
Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
akan membantu pemerintah
pusat mempercepat proses
pembebasan tanah proyek
jalan tol SoloKertosono ruas
MantinganKertosono.
Diperkirakan masih tersisa
4% yang belum selesai [dibebaskan]. Karena itu, kami
berharap semua pihak untuk
proaktif menjalankan perannya
agar pembebasan lahan
segera selesai sesuai target
pemerintah pusat pada akhir
2015, ujar Plt. Bupati Ngawi
Siswanto, Selasa (4/8).

Sesuai dengan data yang


ada, tanah yang terdampak
pembangunan jalan tol Solo
Kertosono ruas Mantingan
Kertosono di wilayah Kabupaten Ngawi mencapai 302,46
hektare.
Dari luas lahan tersebut,
sekitar 96% atau sekitar
290,36 hektare telah
dibebaskan, sedangkan 4%
sisanya atau 12,1 hektare belum
dibebaskan.
Tanah yang belum bebas
tersebut sebagian besar
merupakan tanah milik negara
dan Perhutani. (Antara)

SISTEM AIR MINUM

RI & Hungaria
Jajaki Kerja Sama
US$50 Juta
JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat menjajaki kerja sama senilai
US$50 juta dengan Pemerintah Hungaria dalam hal
air minum.
Menteri
Pekerjaan
Umum dan Perumahan
Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengungkapkan kerja sama tersebut
mencakup program Ibu
Kota Kecamatan (IKK)
Water Supply Program and
Small Water Treatment
Plant for Water Scarcity
Area.
Total dana pinjaman
sekitar Rp650 milliar
tersebut akan digunakan
untuk pembangunan sistem air minum berkapasitas 20 liter hingga
40 liter per detik di 34
kecamatan di Indonesia
dan saat ini masih dalam
proses lelang.
Sudah ada pemenangnya, sekarang tinggal negosiasi. Untuk itu, dia
[Hungaria] ingin dipercepat
karena setelah negosiasi
baru loan agreement ditandatangani, ujarnya kepada
Bisnis seusai menerima
Duta Besar Hungaria untuk
Indonesia Judith Nemeth
Pach, Selasa (4/8).
Menteri Basoeki menerima kedatangan langsung
Duta Besar Hungaria
Judith Nemeth Pach untuk
membicarakan kerja sama
pengembangan sistem air
minum ini.
Pada kesempatan itu,
Menteri PUPR didampingi
oleh
Sekjen
Taufik
Widjoyono, Dirjen Cipta
Karya Andreas Suhono, dan
Direktur Pengembangan
Air Minum Ditjen Cipta
Karya M. Natsir.
Rencananya, ujar men-

JAKARTA Rencana pemerintah mengajukan pinjaman


luar negeri senilai US$39,9
miliar untuk mendukung pembangunan proyek strategis
nasional 20152019 harus
dilandasi posisi tawar yang
tidak merugikan industri dalam
negeri.
Ketua Umum Persatuan
Insinyur Indonesia (PII) Bobby
Gafur Umar mengatakan realisasi pinjaman luar negeri
selama ini sering kali kurang
mendukung industri dan pelaku
pembangunan dalam negeri.
Proyek-proyek yang didanai

Bisnis/Nurul Hidayat

Tol Priok Molor: Suasana proyek pembangunan jalan tol di kawasan


Tanjung Priok, Jakarta, pekan lalu. Pemerintah memastikan target operasi
jalan tol akses Tanjung Priok molor dari jadwal semula yang bisa beroperasi
pada tahun ini menjadi Maret 2017.

pihak asing sering kali mensyaratkan penggunaan sumber


daya asing yang besar.
Sementara itu, pemerintah
baru saja merilis daftar proyek-proyek strategis jangka
menengah yang sumber
pendanaannya akan mengandalkan pinjaman luar negeri.
Walaupun pinjaman luar
negeri, komponen yang dipakai
harus produk lokal. Kalau
itu belum bisa diproduksi,
disyaratkan harus sudah bisa
dibangun dalam tiga sampai
lima tahun ke depan, katanya,
Selasa (4/8). (Bisnis/111)

PEMBANGUNAN JEMBATAN

Kalsel Ajukan Proyek Rp3,6 Triliun

teri, proses negosiasi tersebut ditargetkan rampung


sebelum kedatangan Perdana Menteri Hungaria ke
Indonesia pada November
mendatang. Dengan demikian, momentum tersebut
akan digunakan sekaligus
untuk mengumumkan
kontrak kerja sama kedua
negara.

TARGET 100%
Direktur Pengembangan
Air Minum Ditjen Cipta
Karya M. Natsir mengungkap kan
kerja
sama
tersebut dilakukan dalam
rang ka
me ningkatkan
pencapaian 100% pelayanan air minum di
Tanah Air.
Adapun kerja sama tersebut akan diimplementasikan dalam bentuk pembangunan unit air baku,
unit produksi, unit distribusi utama, monitoring,
serta evaluasi.
Intinya
Dubes
Hungaria ingin mempererat hubungan bilateral
dengan Indonesia, khusus nya dalam project
water management, terutama terkait dengan proyek pengembangan sistem air minum, katanya.
Total dana pinjaman
senilai US$50 juta, ujar
Natsir, akan diteruskan kepada pemerintah daerah
untuk pelaksanaannya.
Dari total dana tersebut,
dana pinjaman yang dilelang untuk proyek pengem bang an
sistem
air minum mencapai
US$40 juta, sisanya akan
digunakan untuk proyek
yang lain.
Dari segi perencanaan
itu semua sudah, tinggal
pelaksanaannya, tambahnya. (Deandra Syarizka)

Bisnis/Abdullah Azzam

JAKARTA Pemerintah Provinsi Kalimantan


Selatan mangajukan usulan pembangunan
jembatan penghubung Pulau Kalimantan
dengan Pulau Laut dengan nilai investasi
mencapai Rp3,6 triliun.
Emanuel B. Caesario
redaksi@bisnis.com

Menteri Pekerjaan Umum


dan Perumahan Rakyat Basoeki
Hadimoeljono mengatakan Pemprov Kalsel telah mengajukan
penawaran pembangunan jembatan tersebut kepada pemerin-

Kalsel ingin proyek


jembatan dapat
dimasukkan ke
dalam daftar rencana
program nasional.
Pemprov Kalsel
menyiapkan tiga
alternatif lokasi
jembatan
Menteri PUPR akan
melaporkan kepada
Menkeu dan Presiden.

tah pusat untuk dapat dimasukkan ke dalam daftar rencana


program nasional pemerintah.
Saat ini, pemerintah daerah setempat sedang melakukan kajian dari aspek pengembangan kewilayahan, aspek aspirasi lokal
daerah, aspek sistem jaringan,
aspek teknis, dan pembiayaan.
Meski demikian, menurutnya,
hasil studi sementara yang dilakukan oleh pemerintah daerah
masih belum memadai.
Masih ada beberapa yang
harus mereka detailkan lagi terutama terkait hal-hal teknis sehingga masih akan dibahas lagi
nanti. Saya minta mereka untuk
membahas lebih lanjut dengan
Komite Keamanan Jembatan
karena ini jembatan panjang,
katanya, Selasa (4/8).
Basoeki mengatakan Pemprov
Kalimantan Selatan meminta dukungan kepada pemerintah pusat

PEMBANGUNAN JALAN LAYANG

SODETAN CILIWUNG

Pekerja mengerjakan proyek pembangunan jalan layang Simpang Tak Sebidang (STS)
Permata Hijau di kawasan Patal Senayan Jakarta, Selasa (4/8).Pembangunan jalan layang ini
merupakan program Pemrov DKI dalam mengatasi kemacetan di Jakarta dan meminimalkan
potensi kecelakaan di perlintasan kereta api.

JAKARTA Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
yang ingin merevisi Pergub No.
190/2014 tentang Pedoman Pemberian Santunan kepada Penggarap Tanah Negara guna mempercepat proses pembebasan lahan
dalam proyek pengendali banjir
atau sodetan Ciliwung.
Kepala Balai Besar Wilayah
Sungai Ciliwung-Cisadane T.
Iskandar mengungkapkan berdasarkan pergub tersebut, proses
pemberian santunan baru bisa dilakukan ketika pembebasan lahan
mencapai 75% pada tahun ini.
Padahal, hingga kini pembebasan
lahan baru mencapai 50%.
Di Pergub 190 ada pasal klausul yang mengatakan apabila
lahan yang dibebaskan sudah
75% per status tahun ini, itu [santunan] baru bisa dilakukan, padahal kan belum [tercapai]. Jadi,
Pak Gubernur ingin coba mengeluarkan pasal itu dari pergub
dengan tidak melanggar payung
hukum yang ada. Jadi, sedang
dalam proses untuk mempercepat
[pemberian santunan], ujarnya
kepada Bisnis, Selasa (4/8).
Menurut Iskandar, biaya ganti
rugi lahan akan dibayarkan oleh
pemda dengan menggunakan
rumus 25% x NJOP (nilai jual
objek pajak) x luas tanah. Hal
ini sesuai dengan ketentuan yang
tercantum pada Pasal 3 Pergub
Nomor No. 190/2014.
Di sisi lain, pihaknya mengaku
sejauh ini tidak mendapat penentangan dari masyarakat setempat
terkait dengan rencana pemda
merevisi pergub tersebut.
Dia juga tengah menyiapkan
surat perintah (SP) 2 dan 3 untuk

dalam pendanaan proyek tersebut. Adanya jembatan tersebut


diyakini akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi wilayah
di sekitarnya.
Jembatan tersebut akan menghubungkan Kabupaten Tanah
Bumbu di Kalimantan dengan
Kabupaten Kotabaru di Pulau
Laut.
Pemprov Kalsel menyiapkan
tiga alternatif lokasi jembatan,
dengan variasi panjang 6,2 km,
8,32 km, atau 5,88 km. Estimasi
biaya mencapai Rp3,6 triliun
dengan skema pembiayaan
bersama antara pemerintah
pusat, Pemprov Kalsel, Pemkab
Kotabaru, dan Pemkab Tanah
Bumbu.
Belum bahas komitmen anggaran pusat, tetapi rencananya
dua kabupaten akan urungan
Rp500 miliar, provinsi juga
Rp500 miliar. Selebihnya ya, dari
pusat, kata menteri.
Basoeki mengatakan jika berjalan lancar, proyek jembatan tersebut akan dimasukkan dalam
program 2016. Namun demikian,
dirinya masih akan melaporkan
rencana tersebut kepada Menteri
Keuangan dan Presiden.
Ini anggarannya besar sehingga harus dipertimbangkan lagi.
Jangan sampai malah menggeser

proyek-proyek yang sebelumnya


sudah direncanakan, katanya.
Pembangunan jembatan tersebut diletakkan dalam kerangka pengembangan kawasan
strategis, khususnya pengembangan Kawasan Industri Batu
Licin dan Kawasan Industri
Jorong di Kalsel dan pengembangan potensi ekonomi lokal
masyarakat di bagian selatan
dari Pulau Kalimantan.

JALAN BARU

Proyek Jembatan
KalselPulau Laut

Biaya

Selain proyek jembatan, pada


awal tahun ini, Pemprov Kalsel
juga meminta agar berharap pemerintah pusat membantu proyek pengadaan jaringan jalan
baru di daerah itu.
Kadis PU Kalsel Martinus
mengungkapkan meskipun kondisi jalan saat ini sudah cukup
memadai, provinsi itu masih
membutuhkan tambahan ruas
jalan untuk mendukung kegiatan perekonomian.
Kondisi jalan yang ada sekarang 98% mantap kondisinya.
Tapi, Kalsel perlu penambahan
jaringan jalan, katanya.
Sejumlah ruas jalan, menurutnya, pernah ditangani melalui APBN. Dia berharap agar pemerintah pusat kembali membantu khususnya untuk jalan yang

Rp3,6 triliun
Skema pembiayaan
Pemerintah pusat, Pemprov
Kalsel, Pemkab Kotabaru, &
Pemkab Tanah Bumbu.
Alternatif panjang jembatan
5,88 km, 6,20 km, 8,32 km
Sumber: Kementerian
BISNIS/M. RAUSHAN
PUPR, diolah

belum berstatus jalan nasional.


Martinus mengatakan total
anggaran yang saat ini dibutuhkan untuk menyelesaikan
pembangunan jalan Kalimantan Selatan adalah Rp500 miliar.
Saat ini ada 11 paket pengerjaan
dengan panjang masing-masing
antara 15 km hingga 20 km.
Ini sisanya saja sebenarnya,
katanya.

PUPR Dukung Revisi Pergub DKI

Bisnis/Dedi Gunawan

diberikan kepada masyarakat setempat agar segera pindah dari


lokasi tersebut.
Pembebasan lahan memang
menjadi kendala dalam penyelesaian proyek Sodetan Ciliwung.
Hingga kini, proyek tersebut telah
memasuki termin pengerjaan
kedua dan menyelesaikan 36%
panjang pipa kedua atau 220
meter dari total panjang pipa 600
meter.
Pemerintah menargetkan pembangunan pipa tersebut selesai

pada September mendatang.


Yang paling penting dalam hal
ini kami bukan hanya menata air,
tetapi juga sekaligus menata kawasan, tambah Iskandar.
Adapun total lahan di wilayah
inlet Sodetan Ciliwung yang akan
mengalami pembebasan adalah
1,1 hektare. Dari jumlah tersebut,
aset pemerintah DKI Jakarta mencapai sekitar 8.000 meter persegi,
sisanya dimiliki oleh PT Pertamina,
PT Patra Niaga, dan PT Jiwasraya.
Sodetan Ciliwung memiliki pan-

jang total 1,25 km dan memiliki


model twin tunnel berdiameter 3,5
meter. Dengan kapasitas air sebesar 60 m3/detik, sodetan ini diharapkan mampu mengalirkan debit
air yang meluap di Sungai Ciliwung menuju kanal banjir timur.
Total anggaran proyek ini mencapai Rp492,6 miliar dengan PT
Wijaya Karya Tbk. sebagai kontraktor pelaksana. Sodetan Ciliwung ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2016. (Deandra
Syarizka)

Kondisi Lapangan
Jl. Otista
+19.960 PP
Bantaran
Bidara Cina
+12.978 PP

Hulu
KBT

Jl. Tol Wiyoto Wiyono


Kepala Turap
+15.023 PP

Jl. Ot
ista 3
Permukaan Air
Sungai Ciliwung
+11.750 PP

PP: Peil Priok


adalah patokan ketinggian suatu tempat di Jakarta
terhadap permukaan air laut rata-rata di pantai Jakarta

Permukaan Air
Kali Cipinan
+11.420 PP
Ambal Kali Cipinang

Rencana
Debit Air
menuju
KBB

Hulu
KBT

Pintu Air
Jl. Ot
ista 3

Sodetan Saluran

Bangunan
Pembagi Air

Rencana Sodetan: Sodetan saluran dari sungai Ciliwung ke hulu Kanal Banjir Timur
Sumber: Kementerian PU-Pera & Bappeda DKI, diolah

BISNIS/RADITYO EKO

REGIONAL

Rabu, 5 Agustus 2015

KUNJUNGAN WISMAN

Bali Sumbang 41%


TOL BALIKPAPANSAMARINDA

Pembebasan
Lahan Agar
Dipercepat
BALIKPAPAN Komisi
V DPR RI mendorong percepatan pembebasan lahan
pada proyek pembangunan jalan tol Balikpapan
Samarinda, khususnya
pada segmen I, agar penyelesaian pembangunannya
dapat rampung sesuai target pada 2018.
Kewenangan pembebasan sepenuhnya ada di
pemda setempat, kami hanya mendorong agar penyelesaiannya bisa dipercepat,
tutur Wakil Ketua DPR Komisi V Lazarus, Selasa (4/8).
Lazarus beserta rombongan DPR Komisi V
mengadakan peninjauan
proses pembangunan jalan
tol BalikpapanSamarinda
hari ini, tepatnya di ruas
jalan tol yang terletak di
Jalan Soekarno Hatta Km
13, Balikpapan.
Menurutnya, hingga saat
ini, kendala yang dihadapi
oleh pemda dalam pembebasan lahan tak lain adalah
penawaran harga yang alot
dengan pemilik lahan.
Dia meminta agar pemda
berhati-hati dalam memutuskan harga, agar ke depannya tak muncul masalah.
Sejauh ini pembangunan segmen I yang sudah
dimulai sejak 2010 ini
sudah berjalan cukup baik,
hanya saja soal penentuan
harga ini yang sering sulit
ketemu titik temunya, kan
tidak bisa sembarangan,
sambungnya.
Dia juga meminta agar
pemerintah daerah setempat mengatur kembali
wilayah dan luas lahan
yang masih terkendala
pembebasannya
untuk
memetakan kendala pembangunan ruas jalan dari
semua segmen.
Untuk pembangunan

segmen I, kata dia, pemerintah telah mengucurkan


dana dari APBN senilai
Rp1,1 triliun. Adapun
keseluruhan dana yang
dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol ini yakni
sekitar Rp9 triliun.
Pembangunan jalan tol
BalikpapanSamarinda
terbagi dalam lima segmen,
segmen I sepanjang 25,07
kilometer (km) dan segmen V 11,5 km dibangun
oleh pemerintah dengan
pendanaan dari APBN,
APBD, dan pinjaman dari
China senilai US$65 juta.
Sementara untuk segmen II sepanjang 23,3 km
(SambojaPalaran), segmen III sepanjang 21,9 km
(SambojaPalaran II), dan
segmen IV sepanjang 17,9
km (PalaranJembatan
Mahkota II) ditawarkan
kepada investor.
Pemprov Kaltim sendiri
telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan salah
satu investor yang menyatakan ketertarikan pada
pembangunan
segmen
IV, yakni PT Citra Marga
Nusaphala Persada Tbk.
Adapun,
pendaftaran
lelang dan pengambilan dokumen prakualifikasi telah
dibuka oleh Badan Pengatur
Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat
(PUPR) pada Jumat (31/7).
Kalau proses pelelangan
sudah selesai dan pemenang sudah ditentukan,
dengan sendirinya penganggaran pembangunan
sudah selesai. Pembukaan
pendaftaran lelang kan
baru dibuka, sistem lelang
juga cukup panjang, kita
lihat saja nanti pemenangnya siapa. (Nadya Kurnia)

BADUNG Kunjungan wisatawan mancanegara


ke Bali sepanjang semester I/2015 mencapai 1,9
juta turis, berkontribusi 41,3% dari capaian nasional 4,6 juta orang.
Feri Kristianto
feri.kristianto@bisnis.com

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan


mancanegara (wisman) ke Indonesia
pada Juni mencapai 815.148 orang
atau turun 4,27% dibandingkan
dengan bulan yang sama tahun lalu
851.475 orang. Namun, dibandingkan dengan bulan sebelumnya naik
2,73%.
Pintu masuk kedatangan wisman
terbanyak adalah Bandara Ngurah
Rai mencapai 357.712 orang, atau
meningkat 8,51% dibandingkan
dengan bulan yang sama tahun lalu.
Adapun, pada kurun waktu
JanuariJuni, jumlah wisman yang
masuk ke Indonesia mencapai 4,66
juta orang atau naik 2,34% dibandingkan dengan periode yang sama
tahun lalu 4,55 juta orang.
Jumlah wisman yang ditargetkan
pemerintah pusat pada tahun ini
menjadi 12 juta orang dari patokan
semula 10 juta wisman. Salah satu
upaya yang ditempuh untuk memenuhi target itu dengan memberikan
kemudahan bebas visa bagi wisman
dari 45 negara.
Menteri Pariwisata Arief Yahya
optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun
ini akan tercapai, kendati hingga
6 bulan pertama hanya terealisasi

Sepanjang semester
I/2015, realisasi kunjungan turis asing telah
melampaui target.
Pemerintah menargetkan kunjungan wisman
tahun ini mencapai 12
juta orang.
38% dari target setahun penuh.
Pasalnya, meski realisasi Januari
Juni masih belum mencapai setengah dari target yang dicanangkan
tahun ini, tetapi secara triwulan
sudah sesuai rencana.
Arief memerinci target triwulan
I/2015 mencapai 2,2 juta wisman,
triwulan II 2,3 juta turis. Sementara
sampai dengan Juni, jumlah kunjungan wisman sudah mendekati
4,7 juta orang, berarti sekarang
sudah over target, ujarnya saat ditemui di Bandara Internasional I Gusti
Ngurah Rai, Badung, Selasa (4/8).
Dia mengaku sangat memahami
kebijakan Kementerian Pariwisata
seperti bebas visa tidak akan langsung berdampak pada triwulan I
dan II tahun ini.
Menurutnya, kebijakannya akan
membuahkan hasil pada triwulan
III dan IV dikarenakan efektivitas
program bebas visa pada 6 bulan
setelah diberlakukan.

Diharapkan nanti akhir tahun


dari triwulan IV sudah naik 1
juta pada Oktober, November, dan
Desember. Ketika itulah kami harapkan angkanya mencapai target,
tuturnya.

TARGET BALI
Sementara itu, Bali sebagai keranjang utama yang menjaring kunjungan wisman terus bekerja keras
meningkatkan pencapaiannya.
Kunjungan wisman pada 6 bulan
pertama tahun ini meningkat
10,84% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 1,7 juta
orang.
Dengan pencapaian itu, Dinas
Pariwisata Daerah Bali optimistis
target kunjungan wisman pada
tahun ini sebanyak 4 juta orang
dapat terealisasi.
BPS Provinsi Bali mencatat
Australia masih menjadi penyumbang terbanyak wisman dengan
kontribusi 486.087 orang, naik
8,89% dari periode yang sama
tahun lalu 446.406 orang. Ancaman
boikot pascaeksekusi dua terpidana
mati kasus narkotika dinilai tidak
berpengaruh.
Kalau melihat data ini sepertinya
tidak ada pengaruh, ada mungkin
sesaat, tetapi setelah itu normal
kembali, ujar Kepala BPS Bali
Panusunan Siregar di Denpasar.
China, masih menduduki peringkat kedua sebagai kontributor wisman terbanyak, mencapai 341.559
orang, tumbuh 28,89% dari periode yang sama tahun lalu 264.846
orang. Selain menduduki peringkat
kedua terbanyak, pertumbuhan
kunjungan wisman China ke Bali
tertinggi kedua setelah India. (k12)

BANTUAN AIR BERSIH

Sejumlah siswa

antre untuk memperoleh pembagian bantuan


air bersih di Desa Sumur,
Musuk, Boyolali, Jawa
Tengah, Selasa (4/8).
Kegiatan sosial yang
diselenggarakan Polres
Boyolali tersebut untuk
membantu warga yang
kesulitan mendapatkan air
bersih yang telah melanda
wilayah tersebut dalam 3
bulan terakhir.
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

DAMPAK EL NINO

Kekeringan di Pantura Meluas


CIREBON Kekeringan lahan
pertanian di pantai utara Jawa
terus meluas akibat penerapan
sistem pembagian air di saluran
irigasi yang dinilai tidak memadai.
Himpunan Kerukunan Tani
Indonesia (HKTI) Kabupaten
Cirebon Jawa Barat memandang
pemerintah setempat salah langkah dalam menangani dampak
El Nino.
Sekretaris HKTI Kabupaten
Cirebon Tasrip Abubakar mengatakan para petani melalui perwakilan asosiasi dan tim koordinasi
Sungai CimanukCisanggarung
telah mengusulkan agar sistem
pembagian air dilakukan 7 hari
sekali.
Dia menuturkan usulan petani
dalam pembagian air dengan Indramayu ditolak PSDA
Kabupaten Cirebon karena beranggapan sistem bagi rata setiap

harinya memungkinkan petani


di hilir mendapatkan pasokan
air.
Buktinya sekarang kekeringan semakin luas di Kabupaten
Cirebon karena pemerintah salah
langkah, katanya kepada Bisnis,
Selasa (4/8).
Tasrip mengungkapkan usulan
pembagian air bergilir setiap 7
hari dengan Indramayu berdasarkan kajian petani. Jika air
dialirkan sama rata [Cirebon
Indramayu] maka hanya sedikit
yang mengalir, alhasil kekeringan kian parah, ujarnya.
Kekeringan areal sawah di
Kabupaten Cirebon dipastikan
bakal lebih meluas dibandingkan
dengan daerah sekitarnya seperti
Indramayu dan Majalengka.
Petani Kabupaten Cirebon
tertinggal sekitar sebulan saat
tanam musim gadu dengan
petani di daerah Indramayu dan

Majalengka, tambahnya.
Sementara itu, di Semarang,
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) kota itu mendistribusikan 100 tangki bersih sebagai upaya agar dampak kekeringan di Ibu Kota Jawa Tengah ini
bisa teratasi.
Kepala Bidang Kedaruratan
dan Logistik BPBD Kota
Semarang
Bambang
Rudi
mengatakan, pihaknya telah
melakukan distribusi air bersih
di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Data sementara, wilayah yang
dilanda kekeringan seperti di
Rowosari Kecamatan Tembalang,
Deliksari Kecamatan Gunungpati
dan wilayah lainnya.
Sejak Februari, kami sudah
siaga dalam mengatasi kekeringan. Sebagai langkah konkret selama kemarau 2015 ini, kami melalui PDAM menyediakan sekitar

100 tangki air bersih dengan


kapasitas 5.000 liter/tangki
untuk kebutuhan dropping ke
wilayah yang kekurangan air,
paparnya di Semarang.
Langkah itu, ujar Bambang,
dilakukan sebagai antisipasi bencana kekeringan yang melanda
wilayah setempat. Dia mengatakan dropping air itu akan diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak
kekeringan.
Agar tidak terjadi kericuhan,
lanjut dia, proses pendistribusian
air dilakukan berdasarkan pengajuan dari masyarakat melalui
kelurahan atau kecamatan.
Namun bisa juga dropping air
itu memang untuk wilayah yang
menjadi langganan kekeringan,
jelasnya.
Memasuki kemarau tahun
ini, terangnya, BPBD Semarang
sudah menyalurkan bantuan air

bersih kurang lebih 25 tangki ke


beberapa wilayah yang terkena
dampak kekeringan, antara lain
Rowosari, Sukorejo, Gedawang,
Sadeng dan Deliksari.
Jika ada permintaan lebih dari
100 tangki bantuan air bersih,
pihaknya akan tetap mengupayakan tambahan bantuan air
bersih.
Mudah-mudahan bisa mengatasi persoalan tahunan ini,
paling tidak warga tidak kesulitan mencari air bersih. Untuk
daerah lain yang mengalami hal
sama, bisa mengajukan permintaan bantuan, tambahnya.
Dampak fenomena El Nino juga
mendera Kabupaten Kampar.
Sedikitnya 1.153 hektare sawah
di mengalami kekeringan akibat
musim kemarau yang terjadi di
wilayah itu dalam tiga bulan
terakhir. (k3/k29/k57/Muhammad
Khamdi/Arif Gunawan)

TUAN RUMAH HARI ANTI KORUPSI

Wali Kota Bandung

Ridwan Kamil (kiri) dan


Direktur Pendidikan dan
Pelayanan Masyarakat
Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) Sujanarko
(kedua kiri) berbincang
dengan perwakilan Gerakan
Difabel Anti Korupsi
(Gradasi) seusai melakukan pertemuan sosialisasi
pemberantasan anti-korupsi
di Balai Kota Bandung, Jawa
Barat, Selasa (4/8). Kota
Bandung didaulat menjadi
tuan rumah Hari Anti
Korupsi se-Dunia 2015 pada
9-11 Desember mendatang.

Bisnis/Rachman

PENYERAPAN ANGGARAN

Jabar Kebut
Belanja Daerah
BANDUNG Pemerintah Provinsi Jawa
Barat akan mengebut
belanja barang modal
serta dana alokasi umum
dan khusus yang sudah
ditransfer pusat, karena
penyerapannya terhitung
masih minim hingga
awal bulan ini.
Kabiro Keuangan Setda
Jabar Sri Mulyono mengatakan pihaknya sudah
mengeluarkan
surat
edaran agar membereskan urusan penagihan
dan menggenjot lelang di
Biro Pengelolaan Barang
Daerah.
Kami minta seluruh
kontrak kerja yang sudah
selesai dan harus dibayarkan segera diproses.
Pokoknya
September
harus sudah ada di atas
50%, katanya kepada
Bisnis, Selasa (4/8).
Dalam
APBN
Perubahan 2015, total
anggaran transfer daerah
dari pusat secara nasional
mencapai Rp664,6 triliun
atau 32% dari belanja
negara senilai Rp1.984,1
triliun.
Dia beralasan serapan masih sangat rendah
karena para rekanan
enggan mengambil uang
muka ataupun pembayaran termin I karena
rata-rata ingin dibayar
sekaligus setelah pekerjaan seluruhnya rampung.
Tren ini sudah dari
dua tahun terakhir, rekanan mengambil pembayaran di akhir, sebutnya.
Pihaknya
meminta
rekanan memasukan
tagihan untuk setidaknya
dibayar uang muka terlebih dahulu, di mana di
sisi lain animo rekanan
dalam mengikuti lelang
di provinsi masih tergolong tinggi.
Per Agustus 2015, Biro
Keuangan Setda Jabar
mencatat serapan selu-

ruh organisasi perangkat


daerah (OPD) di Jabar
baru 25% dari total anggaran pendapatan dan
belanja daerah (APBD)
yang mencapai lebih dari
Rp23 triliun.
Belanja modal masih
jauh, serapannya baru
10% dari anggaran,
sebesar Rp2 triliun-an,
ujarnya.
Soal teguran terkait
rendahnya serapan belanja modal daerah yang
disampaikan Menteri
Keuangan di Forum
Pemimpin
Redaksi,
Jumat (31/7), pihaknya mengaku belum
menerima teguran secara
langsung dalam bentuk
apapun dari Kementerian
Keuangan.
Menteri
Keuangan
Bambang P.S. Brodjonegoro
sebelumnya
mengatakan pemerintah
tengah mengupayakan
Peraturan Presiden (perpres) percepatan anggaran yang dapat terbit pada
Agustus ini.
Ketua Ikatan Sarjana
Ekonomi
Indonesia
(ISEI) Bandung Aldrin
Herwany menyatakan
keluarnya perpres tersebut akan efektif jika
berdampak terhadap permasalahan yakni terkait
reformasi administrasi
dan regulasi.
Banyak aturan yang
tumpang tindih, sehingga birokratis. Pemerintah
pusat tidak bisa hanya
menekan pemerintah
daerah, pemerintah pusat
pun lambat melakukan
penyerapan anggaran,
tuturnya.
Dia memandang jika
tidak ada upaya untuk
mereformasi regulasi
yang berkaitan dengan
administrasi penyerapan
anggaran, belanja modal
di daerah ataupun di
pusat akan tetap sama
setiap tahunnya. (Abdalah
Gifar/k57)

PENGEMBANGAN JARINGAN

PDAM Tirta
Andalkan PMD
BEKASI PDAM Tirta
Patriot Kota Bekasi akan
memanfaatkan anggaran
penyertaaan modal daerah senilai Rp19,2 miliar
untuk mengejar pengembangan jaringan dan
water treatment plan.
Hendy
Irawan,
Direktur Utama PDAM
Tirta Patriot Kota Bekasi
mengatakan dana tersebut akan dialokasikan
untuk pembangunan
water treatment plan
(WTP) senilai Rp10,1
miliar di Teluk Buyung
menjadi 200 liter per
detik untuk Kecamatan
Bekasi Barat dan Medan
Satria. Untuk saat ini,
proses
pembangunan WTP tersebut telah
memasuki tahap lelang.
Sisa dana sebanyak
Rp9,1 miliar akan digunakan untuk mengembangkan jaringan air
minum. Untuk pengembangan jaringan tersebut, perusahaan akan
bekerja sama dengan
Dinas Perumahan dan
Pemukiman (Disbangkim) baik dari sisi anggaran maupun penentuan lokasi.
Kalau [WTP] di Teluk
Buyung sudah proses
mau lelang, sedangkan
pengembangan jaringan
penentuan lokasinya di
Disbangkim, katanya,
Selasa (4/8).
Adapun, target pendapatan PDAM Tirta Patriot
Kota Bekasi mencapai
Rp36 miliar pada 2015
atau naik dari tahun
sebelumnya Rp24 miliar.
Hingga semester pertama ini, perusahaan telah

menambah 3.000 pelanggan baru. Dengan demikian, jumlah pelanggan


BUMD tersebut mencapai 26.000 pelanggan.
Dalam
Peraturan
Daerah Kota Bekasi No
4/2015 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja
Daerah Tahun Anggaran
2015, Pemerintah Kota
Bekasi akan memberikan PMD sebesar Rp24,2
miliar.
Dana tersebut akan
diberikan kepada dua
perusahaan
yakni
PDAM Tirta Patriot
Kota Bekasi dan PDAM
Tirta Bhagasasi Bekasi,
masing-masing mendapat Rp19,2 miliar untuk
PDAM Tirta Partriot
Kota Bekasi dan Rp5
miliar untuk PDAM Tirta
Bhagasasi Bekasi.
Adapun, tiga BUMD
lainnya yakni PT BPRS
Kota Bekasi, PT Migas
Kota Bekasi dan PD Mitra
Patriot Kota Bekasi tidak
mendapat penyertaan
modal daerah (PMD)
pada tahun ini.
PMD ini dalam rangka
pemenuhan modal dasar
yang menjadi kewajiban Pemkot Bekasi.
Pertimbangan PMD tersebut untuk meningkatkan sumber Pendapatan
Asli Daerah (PAD), pertumbuhan daerah, pendapatan masyarakat dan
penyerapan tenaga kerja.
Aturan tersebut juga
menyebutkan
untuk
mencapai tujuan, PMD
pada BUMD dilaksanakan berdasarkan prinsipprinsip ekonomi perusahaan. (Muhamad Hilman)

REGIONAL

Rabu, 5 Agustus 2015

PASOKAN DOC

TAMBAK KERING

PPUI Ragukan
Data Pemerintah
BANDUNG Perhimpunan Peternak Unggas
Indonesia (PPUI) meragukan akurasi data pemerintah terkait pasokan
dan permintaan anak
ayam usia sehari (day old
chick/DOC).
Untuk itu, PPUI khawatir rencana pemerintah memangkas pasokan
DOC sebesar 30% justru
menjadi kontraproduktif.
Sekretaris PPUI Ashwin
Pulungan mengatakan
pemangkasan suplai DOC
tidak akan menyelesaikan
masalah karena kapasitas
terpasang saat ini tidak
seimbang dengan jumlah
grand parent stock (GPS)
serta parent stock (PS).
Oleh karena itu, lanjut
dia, harus ada perhitungan mengenai suplai, demand, dan daya beli.
Semestinya, ujarnya,
pemerintah menyeimbangkan antara jumlah
GPS, PS, dan DOC dengan
data akurat sesuai kondisi
di lapangan. Namun, persoalan data yang dimiliki
pemerintah cenderung tidak akurat dipastikan tidak akan menyelesaikan
masalah.
Kami menduga pemerintah tidak punya data
akurat. Mereka hanya
mengandalkan laporan
dari perusahaan tanpa
terjun ke lapangan langsung, ujarnya.
Menurutnya, pemerintah harus secepatnya terjun ke lapangan untuk
mencari data akurat agar
persoalan hulu-hilir soal
perunggasan terutama komoditas ayam bisa teratasi.
Jangan sampai kebijakan
pengurangan DOC ini
pesanan penanam modal
asing [PMA], katanya.
Dia menjelaskan jika
permintaan pemangkasan
DOC dipesan PMA maka
berdampak juga terhadap kondisi peternak.
Pasalnya, permintaan
DOC yang nantinya dibeli
peternak ke PMA dijual
dengan harga murah
dengan ketentuan membeli pakan dari mereka.
Di sisi lain, peternak
ayam menghadapi penu-

runan permintaan pada semester pertama tahun ini.


Menurutnya, banyak
masyarakat yang mengalihkan konsumsi ke telur
karena secara umum permintaan telur meningkat.
Ketua Persatuan Peternak Ayam Nasional
(PPAN) Herry Dermawan
berharap Kementerian
Pertanian melalui Dirjen
Peternakan dan Kesehatan Hewan bisa segera
merealisasikan rencana
untuk melakukan penelitian secara independen mengenai kebutuhan
DOC di lapangan.
Pasalnya, masing-masing
pihak baik peternak, breeding farm, dan pemerintah
mempunyai perkiraannya
sendiri terhadap angka kebutuhan DOC di lapangan.
Oleh karena itu, perlu ada
survei yang dilakukan oleh
lembaga independen dan
professional sehingga harga
ayam tidak fluktuatif.
Beberapa waktu lalu
seusai dilantik menjadi
Dirjen Peternakan Prof
Muladno berjanji akan
mendatangkan konsultan
independen untuk mengukur kebutuhan bibit ayam
sebenarnya dari yang ada
saat ini, katanya.
Menurutnya,
jka
jumlahnya melebihi kebutuhan, maka harus
ada upaya pengurangan.
Sedangkan apabila kekurangan, dia tidak yakin. Oleh karenanya,
breeding farm diminta
kejujurannya
untuk
memberikan data faktual.
Disinggung mengenai
harga ayam yang masih
tinggi di lapangan saat
ini, Herry menjelaskan
hal itu bisa terjadi karena jumlah DOC yang
ada merupakan sisa hasil
panen sebelum Lebaran.
Pada 7 Juli atau H-10
Lebaran lalu merupakan
panen terakhir untuk
peternak ayam. Dengan
demikian, butuh waktu
bagi peternak untuk bisa
kembali panen. Kondisi
kandang pun masih
kosong setelah dikuras
pada saat Lebaran, ujarnya. (k6/k29/Peni Widarti)

Sejumlah anak bermain


di area tambak yang telah kering di Bandarejo,
Surabaya, Jawa Timur,
Selasa (4/8). Akibat kekeringan tersebut, para petambak di daerah itu mencari
penghasilan sampingan lain
dengan beternak dan bekerja serabutan.

Antara /Moch Asim

PROGRAM SEJUTA RUMAH

BTN Suntik Jakpro Rp10 Triliun


JAKARTA PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk. berencana mengucurkan dana
senilai Rp10 triliun kepada PT Jakarta Propertindo untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jakarta.

PT Jakarta Propertindo

Feni Freycinetia & Puput A. Soekarno


redaksi@bisnis.com

Direktur Utama BTN Maryono


mengatakan niatnya menjalin
kerja sama dengan badan usaha
milik daerah (BUMD) DKI Jakarta
tersebut terkait program Presiden
Joko Widodo untuk membangun
satu juta rumah.
Kami akan menyiapkan dana
minimal Rp10 triliun untuk
Jakpro. Uang tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan kompleks rusunawa di
beberapa titik di Ibu Kota, ujarnya kepada Bisnis, Selasa (4/8).
Dia menuturkan pihaknya telah
membicarakan rencana itu kepada
Direktur Utama Jakarta Propertindo
(Jakpro) Abdul Hadi dan Gubernur
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai pihak yang akan
mengeksekusi pembangunan rusunawa di wilayah Jakarta.
Menurutnya, pemerintah pusat

99,81%
sebenarnya sudah menyiapkan
alokasi dana untuk pembangunan sejuta rumah.
Kendati demikian, lanjutnya,
BTN menawarkan alternatif pendanaan lantaran kapitalisasi yang
dibutuhkan untuk mendukung
program ini terbilang besar.
Selain memberi bantuan
berupa pinjaman kepada Jakpro, Maryono memaparkan perusahaannya juga akan mendukung pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat Ibu Kota.
Kami akan support pembiayaan KPR untuk masyarakat
umum, termasuk pegawai negeri
sipil [PNS]. Kami akan berkoordinasi dengan Jakpro dan Dinas
Perumahan DKI Jakarta terkait
hal ini, paparnya.
Direktur Utama PT Jakpro
Abdul Hadi mengatakan pihaknya ditugaskan oleh Gu-

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD):


Rp25 miliar (2013), Rp30 miliar (2014).
Sektor proyek:
Properti, manajemen properti, perumahan,
kota tepi pantai, reklamasi pantai,
pengembangan industri dan gudang, dan
penyediaan fasilitas sosial.
Sumber:
Pemprov DKI, diolah

BISNIS/M. RAUSHAN

PMP
bernur DKI untuk membangun
beberapa kompleks rusun untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat DKI Jakarta sekaligus mendukung realisasi program satu
juta rumah.
Meski begitu, dia tak mau menjelaskan lebih rinci soal tawaran
kredit Rp10 triliun yang bakal diberikan oleh BTN. Iya memang
ada dana khusus dari BTN, tetapi
soal besarannya berapa silakan
tanya langsung [ke BTN], katanya.
Dia menuturkan Dinas Perumahan DKI Jakarta menarget-

Gubernur DKI Jakarta Basuki


Tjahaja Purnama menegaskan
dirinya tetap akan memberikan penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada PT Jakpro
meski BUMD tersebut mendapat
pinjaman dari BTN.
PMP tetap akan dikasih [ke
Jakpro] walaupun BTN juga
beri suntikan dana. PMP akan
diberikan pada APBD Perubahan, ujarnya.
Dia menuturkan jumlah PMP
yang akan digelontorkan ke
Jakpro sudah sesuai dengan per-

Di samping pendanaan rusunawa, BTN


juga siap mendukung
pembiayaan KPR warga
dan PNS.
Pemprov DKI
tetap akan memberikan PMP sekalipun
Jakpro ditawari banyak
alternatif pendanaan.
aturan daerah (perda). Ahok,
sapaan akrab Basuki, menyebutkan perusahaan yang bergerak di
bidang properti dan infrastruktur
tersebut sudah mendapat PMP
senilai Rp2 triliun.
Kan kita sudah aturan sesuai
perda, Jakpro itu bisa mendapatkan PMP hingga Rp10 triliun.
Pemprov DKI sudah kasih Rp2
triliun lebih, ya tinggal kita kasihkan sisanya, tuturnya.
Ahok mengatakan dana tersebut akan digunakan Jakpro
untuk membangun rusunami di
atas lahan seluas 100 hektare di
Ciangir, Tangerang milik Jakpro.
Rencananya, Jakpro akan membangun rusunami untuk PNS.
Selain itu, Ahok juga meminta
PT Jakpro membangun panti
jompo berkonsep layaknya sebuah tempat peristirahatan (vila)
di kawasan tersebut.

EKONOMI RAKYAT

Pemerintah Tertibkan Izin Koperasi

JIBI/Sunaryo Haryo Bayu

untuk melakukan penggalian


sendimen di Kali Anyar, Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Selasa
(4/8). Sendimen yang membentuk pulau di tengah sungai

tersebut menyebabkan arus air terhambat sehingga sering


menimbulkan luapan dan banjir saat musim penghujan.

SAMARINDA Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah


akan mencabut izin 62.239 koperasi
yang sudah tidak lagi beraktivitas di
seluruh Indonesia.
Deputi Kelembagaan Koperasi Kemenkop dan UKM Setyo Wiryanto
mencatat ada 209.488 koperasi di
Indonesia. Dari jumlah tersebut,
62.000 di antaranya sudah tidak lagi
beroperasi.
Alih-alih memberikan bantuan,
pemerintah justru berencana mencabut izin koperasi jenis ini sehingga bisa fokus mengembangkan
koperasi yang masih hidup.
Pada prinsipnya koperasi yang
sudah mati akan sulit dihidupkan,
ujarnya dalam peringatan Hari Koperasi ke-68 yang digelar di Samarinda,
Kalimantan Timur, Selasa (4/8).
Setyo mengatakan pihaknya akan
melayangkan surat peringatan kepada koperasi yang tidak aktif. Jika
dalam jangka waktu dua bulan tidak
ada jawaban, pemerintah akan mencabut nomor induk koperasi (NIK)
yang bersangkutan.
Dalam acara tersebut, dia menjelaskan secara kuantitas koperasi

yang berkembang di Indonesia sudah mencukupi.


Namun, hanya sedikit yang benar-benar aktif dan memberikan
kontribusi bagi masyarakat. Dia
mencatat, dari 147.000 koperasi yang
aktif, hanya 80.008 di antaranya
yang rutin menyelenggarakan rapat
umum tahunan (RAT).
Ke depan, Kemenkop dan UKM
hanya akan fokus mengembangkan
koperasi yang aktif menjalankan
usaha dan RAT. Pihaknya akan
memberikan sertifikasi dan NIK
dalam bentuk barcode. Dengan
demikian, 80.000 koperasi ini akan
mendapatkan prioritas bantuan dari
pemerintah baik berupa kredit pinjaman perbankan dan lain-lain.
Setyo juga mendorong kepala daerah untuk aktif mengembangkan
koperasi. Dia menilai badan usaha
ini bisa berkontribusi terhadap
perekonomian masyarakat. Menurutnya, peran pemerintah daerah
sangat besar untuk mendorong perkembangan koperasi.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Mukmin Faisyal mengatakan
agar bisa berkembang pemerintah

provinsi akan memberikan NIK dan


didaftarkan secara online kepada koperasi yang aktif. Dia menuturkan
jumlah koperasi di Kaltim saat ini
mencapai 5.238 unit. Namun, hanya
sekitar 3.000 unit yang masih aktif.
Potensi koperasi terutama usaha
kecil dan menengah sangat besar
untuk mendukung pertumbuhan
ekonomi, katanya.
Mukmin menjelaskan koperasi
bisa berperan besar untuk menyuplai
bahan pokok terutama di wilayah
perbatasan. Menurutnya, bisnis ini
belum dijamah perusahaan swasta
sehingga bisa menjadi peluang bagi
koperasi.
Dewan Koperasi Indonesia wilayah
Kalimantan Timur Bahtiar Rahim
mengatakan pemerintah harus
memberikan dukungan regulasi
untuk mengembangkan koperasi.
Salah satunya dengan membatasi
pertumbuhan minimarket dan pasar
modern lainnya yang berpotensi
menggerus segmen koperasi.
Secara kuantitas, koperasi di Kaltim
ini sudah banyak. Tetapi banyak yang
tidak aktif. Ini yang harus kita dorong
bersama, katanya. (Rezza Aji Pratama)

TANAMAN PANGAN

AKSI KORPORASI

Produksi Cabai Melandai

SIDO Bidik Pasar Eropa


SEMARANG PT Industri Jamu
dan Farmasi Sido Muncul Tbk. tahun
ini berencana melakukan ekspansi
penjualan produk dengan membuka
pasar baru di Eropa khususnya Prancis.
Direktur Utama Sido Muncul
Irwan Hidayat mengatakan selama
ini produk-produk perseroan lebih
banyak beredar di kawasan Asia.
Dengan membuka distributor/agen
baru di Prancis, katanya, produk herbal asli buatan dalam negeri makin
dikenal di penjuru dunia.
Optimisme perseroan berkode
saham SIDO itu untuk melebarkan
sayap bisnisnya di Eropa, ujarnya,
didukung adanya mahasiswi dan pakar kesehatan yang melakukan penelitian di pabrik Sido Muncul di
Semarang.
Menurut Irwan, penelitian itu
dilakukan selama lima pekan yang
diikuti empat mahasiswi dan doktor
farmasi University Poitiers dari Prancis.
Mereka belajar ke sini untuk mengetahui proses produksi obat herbal

Nama Perusahan:
Saham Pemprov DKI:

PENGERUKAN SUNGAI

Eskavator digunakan

Profil
Perusahaan

kan membangun 50.000 unit


rusunawa selama periode 20152017. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Jakpro siap membangun
15.00020.000 unit rusunawa.
Abdul Hadi mengatakan jumlah tersebut termasuk 7.000 unit
rusunawa di kompleks Wisma
Atlet Kemayoran dan rusunawa
terpadu di 12 pasar tradisional.
Kami pakai konsep design and
built sehingga pembangunan bisa
berjalan cepat, ujarnya.
Program sejuta rumah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2015. Program
tersebut dilaksanakan untuk mengurangi defisit (backlog) perumahan di Indonesia yang mencapai 13,5 juta unit.

dari awal hingga akhir. Setelah itu,


informasi ini akan tersebar luas. Di
situlah peluang kami membuka agen
baru di sana [Prancis], papar Irwan
di sela-sela kunjungan mahasiswi
Prancis, Selasa (4/8).
Pihaknya mengaku senang dengan
penelitian dari mahasiswi farmasi dan
kedokteran perihal obat herbal yang
diyakini bakal berkembang pesat.
Apalagi, ujarnya, produk herbal dari
Indonesia belum ada pesaing dari negara manapun.
Irwan mengatakan bahan baku
obat herbal terlengkap hanya berada
di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya tidak khawatir apabila hasil produksinya ditiru negara lain.
Negara lain pasti tidak punya
bahan baku yang kami miliki. Jadi
kenapa kami harus khawatir? paparnya.
Penelitian obat herbal dari perguruan tinggi luar negeri, diakui Irwan
baru kali pertama dilakukan oleh
University Poitiers.

Sebelumnya, sejumlah perguruan


tinggi dalam negeri turut melakukan
penelitian serupa di pabrik yang
berdomisili di Kabupaten Semarang
Jawa Tengah.
Dengan produk SIDO yang dikenal
di penjuru dunia, Irwan berharap
Indonesia akan menjadi rujukan dari
berbagai negara khususnya dalam
proses produksi obat herbal.
Biochemist University Hospital
Vice President of the board University Poitiers Gerard Mauco memaparkan selama ini pengobatan yang
berkembang di Prancis masih didominasi obat kimia.
Dengan penelitian di perusahaan
obat herbal di Sido Muncul, pihaknya
berharap akan mendapatkan informasi yang detail mengenai tata cara
produksi obat herbal.
Dengan ilmu yang kami peroleh
di sini, harapannya bisa dikembangkan di Prancis. Kami juga siap
memasarkan produk herbal Sido
Muncul, paparnya. (Muhammad Khamdi)

PADANG Perubahan iklim dan


cuaca ekstrem sepanjang tahun lalu
menyebabkan produksi cabai besar
segar di Sumatra Barat turun 1.591
ton atau 2,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)
Sumbar Yomin Tofri menyebutkan
produksi cabai besar daerah itu
tahun lalu hanya 59.390 ton, lebih
rendah dari produksi tahun sebelumnya yang mencapai 60.981 ton.
Cuaca dan perubahan iklim paling memengaruhi turunnya produksi cabai di Sumbar, katanya,
Senin (3/8).
Dia mengatakan penurunan itu
juga disebabkan menurunnya produktivitas lahan 4,2% atau sebesar
0,35 ton per hektare.
Adapun, penurunan produksi
paling tinggi terjadi di Kabupaten
Solok, sebagai sentra produksi cabai Sumbar sebesar 15,38% atau
turun 3.605 ton. Beberapa daerah
lainnya menunjukkan peningkatan

produksi seperti Kabupaten Tanah


Datar, Pesisir Selatan, Limapuluh
Kota, dan Pasaman Barat.
Produksi cabai rawit justru mengalami peningkatan 4,03% atau sebanyak 287 ton menjadi 7.407 ton.
Sejumlah daerah menunjukkan peningkatan produksi signifikan, seperti
Solok Selatan tumbuh 281% atau
bertambah 1.042 ton, dan Pasaman
Barat naik 25,83% atau 299 ton.
Kabid Hortikultura Dinas Pertanian
dan Tanaman Pangan Sumbar Yustiadi
mengakui meski terjadi penurunan
produksi sejumlah komoditas, namun
produksi cabai Sumbar dinilai sudah
surplus. Produksi Sumbar sudah surplus, bahkan sebagian besar dibawa
ke provinsi tetangga. Yang beredar di
sini kebanyakan justru dari Jawa.
Di Kalimantan Barat, produksi
komoditas cabai rawit segar turun
sebanyak 1.058 ton atau 18,83%
pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik Kal-

bar Badar mengatakan produksi cabai rawit segar pada 2013 sebanyak
5.620 ton sedangkan produksi pada
2014 mencapai 4.562 ton dengan
luasan tanam 1.618 hektare.
Penyebabnya
produktivitas
mengalami penurunan 10,78 kuintal
per hektare sebesar 27,66% pada
2014 dibandingkan dengan periode
sebelumnya, kata Badar kepada
Bisnis di Pontianak.
Sementara itu, di Jawa Barat, pasokan cabai untuk beberapa bulan
ke depan dipastikan aman meskipun
dampak El Nino akan terus berlanjut
hingga November mendatang.
Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Jabar
Ferry Sofwan Arif beralasan pasokan
cabai di kawasan itu dianggap aman
menyusul panen raya yang baru dilakukan pada awal hingga akhir Juli
lalu di beberapa sentra produksi seperti Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, dan lainnya. (Heri Faisal/
Yanuarius Viodeogo/k24/k9/k29/k57)

10

SPORT

LIGA PREMIER
CHELSEA

MANCHESTER UNITED
Pemain baru

Pemain baru
Sejauh ini, Chelsea lebih banyak menjual
dibandingkan membeli pemain baru.
Sejauh ini, tim berjuluk The Blues itu
hanya menggaet Radamel Falcao dan
Asmir Begovic.

Target lain sebelum deadline day


Bek Everton, John Stones. The Blues
harus bersaing dengan Manchester
United dalam perburuan pemain
bersangkutan.

Bastian Schweinsteiger, Morgan


Schneiderlin, Matteo Darmian, dan
Memphis Depay adalah pemain baru
United.

Target lain sebelum deadline day


United kini dilaporkan tengah memburu
striker Barcelona, Pedro Rodriguez.
Tetapi tak hanya membeli, United juga
menjual pemain bintang mereka, salah
satunya, Angel Di Maria, ke Paris Saint
Germain.

Alasan layak difavoritkan

Alasan untuk optimistis

Chelsea menjadi juara dengan


keunggulan delapan poin atas Manchester
City sebagai runner-up musim lalu, bukti
mereka adalah tim terbaik di Liga Premier.

Terlepas dari semangat baru yang dibawa


bintang-bintang anyar Setan Merah,
rekam jejak Louis van Gaal sebagai
pelatih sukses adalah salah satu yang
terpenting dalam mendongkrak moral tim
dan pemain.

Pemain muda
Dominic Solanke. Namun, ada banyak
keraguan bintang 17 tahun ini akan
mendapat kesempatan meski ia memiliki
kualitas yang dibutuhkan tim.

Pemain muda

Prioritas Klub

Andreas Pereira. Playmaker 19 tahun itu


menjadi poin plus tur pramusim United ke
Amerika Serikat (AS), baru-baru ini.

Bagi manajer Chelsea, Jose Mourinho, tak


ada satu pertandingan yang lebih penting
dibandingkan pertandingan lain dan karena
itu semua gelar yang tersedia akan
menjadi buruan The Blues musim ini.

Tro Liga Premier dan Liga Champions


adalah prioritas terpenting dan baru
kemudian Piala FA dan Piala Liga.

Prioritas klub

LIVERPOOL

MANCHESTER CITY

Pemain baru
Pemain baru
Raheem Sterling adalah pembelian
mentereng klub dan bahkan di Liga
Premier musim ini.

Target lain sebelum deadline day


Eks bintang Chelsea yang saat ini bermain
untuk Wolfsburg, Kevin de Bruyne, adalah
buruan utama City selanjutnya. Selain itu
Paul Pogba.

Alasan untuk optimistis


Raheem Sterling diyakini tak datang hanya
untuk menampilkan kelebihannya secara
individual, namun diserta asa ia akan
mendorong yang terbaik dari bintangbintang City lainnya seperti Sergio Aguero
dan David Silva.

Prioritas Klub
Liga Premier tentu saja menjadi yang
pertama. Selain itu, The Citizens masih
akan penasaran dengan kiprah mereka di
Liga Champions.

ARSENAL
Pemain baru
Petr Cech

Target lain sebelum deadline day

James Milner, Roberto Firmino, Nathaniel


Clyne, Danny Ings, dan Christian
Benteke. Selain mereka ada pula Adam
Bogdan dan Joe Gomez yang diboyong
The Reds dari tim Divisi Championship,
Bolton Wanderers dan Charlton Athletic.

Target lain sebelum deadline day


Meski telah banyak berbelanja, Liverpool
semula diyakini masih akan mencari bek
kiri untuk memperkuat tim musim ini.
Bidikan mereka lalu mengarah kepada
pemain Paris Saint Germain (PSG),
Lucas Digne.

Alasan untuk optimistis


Bergabungnya Roberto Firmino memberi
harapan Liverpool akan memiliki striker
jempolan lain sepeninggal Luis Suarez.
Selain itu, Benteke menjadi penambahan
sempurna untuk tim.

Pemain muda
Joe Gomez. Bintang 18 tahun ini sempat
akan langsung dilepas sebagai pemain
pinjaman setelah didatangkan dari Charlton
Athletic.

Prioritas klub
Liverpool hanya memenangi satu gelar
sejak 2006 dan karena itu pencapaian apa
pun akan sangat penting untuk
mendongkrak popularitas klub. Sumber:
dailymail.co.uk. (try/JIBI)

Karim Benzema (Real Madrid). Namun, bila


akhirnya gagal memboyong Benzema,
manajer Arsenal, Arsene Wenger, dibekali
skuat jauh dari memadai untuk bersaing
dalam perebutan gelar juara.

Alasan layak difavoritkan


Kemenangan beruntun di ajang Piala FA
dan tiga gelar di ajang pramusim (Barclays
Asia Trophy, Emirates Cup, dan Community
Shield).

Pemain muda
Alex Iwobi, 19 tahun, menjadi penampil
sempurna di akademi klub Arsenal dan
diyakini akan mampu menembus tim utama
musim ini. Keberadaan dirinya di bangku
cadangan laga Community Shield, Minggu
(2/8) malam WIB, adalah pertanda awal
untuk hal itu.

Prioritas klub
Prioritas Arsene Wenger pada musim
2015/2016 adalah: 1. Liga Premier, 2. Liga
Champions, 3. Piala FA, dan terakhir, 4.
Piala Liga (Capital One Cup).

CHELSEA

VS

FIORENTINA

FORMULA
TANPA
COSTA
LONDONChelsea harus melupakan
kekalahan dari Arsenal di ajang
Community Shield. The Blues kini
mengalihkan fokus pada laga pamungkas
pramusim melawan Fiorentina.
Triyono
redaksi@jibinews.co

The Blues, julukan Chelsea, akan saling sikut


melawan tim Italia itu di turnamen International
Champions Cup (ICC) 2015 di Stadion Stamford
Bridge, London, Kamis (6/8) dini hari WIB.
Duel itu penting untuk menuntaskan persiapan
tim jelang bergulirnya musim baru 2015/2016 dan
di sisi lain menjadi momentum kebangkitan atas
kegagalan di ajang Community Shield. Laga itu
juga menjadi kesempatan The Blues untuk mencari
solusi atas celah yang ditinggalkan Diego Costa.
Costa dibekap cedera dan tak bermain ketika timnya kalah 0-1
dari Arsenal di ajang Community Shield, Minggu. Celaka untuk
tim London Barat mengingat bintang internasional Spanyol itu
diragukan tampil di laga pembuka Liga Premier melawan Swansea
City, Sabtu (8/8) malam WIB.
[Apakah Costa akan tampil melawan Swansea?] Saya tidak tahu.
Mungkin ya, mungkin saja tidak. Dua hari lalu dia siap bermain [di
ajang Community Shield]. Ia berlatih secara normal namun setelah
sesi selesai ia merasa tidak siap, ujar Mourinho terkait kondisi
Costa, seperti dikutip dari london24.com, Selasa (4/8).
The Blues diminta langsung tanggap akan situasi itu dan manajer
Jose Mourinho sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi
kemungkinan terburuk. Pelatih asal Portugal itu berharap Radamel
Falcao dan Loic Remy bisa diandalkan saat Costa tidak bermain. Hal
itu akan diuji coba Mourinho dalam pertemuan kontra Fiorentina.

Chelsea masih
belum bisa memainkan Diego Costa
melawan Fiorentina.
Jose Mourinho
akan memainkan
Radamel Falcao
sebagai starter.
JIBI/Solopos/Reuters

KANDIDAT JUARA

Rabu, 5 Agustus 2015

RABU LEGI, 5 AGUSTUS 2015

Radamel Falcao

Pembuktian Mourinho
Strategi itu sekaligus menjadi kesempatan Mourinho mulai
CHELSEA
membuktikan keyakinannya mampu mengembalikan kualitas Falcao
(4-2-3-1)
di bawah tangan dinginnya. Ya, ibarat pepatah, sekali merengkuh
dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Mourinho mengatakan akan
menjajal Falcao sebagai starter ketika timnya menjamu anak
buah Paulo Sousa yang baru saja menjungkalkan Barcelona
Willian
Azpilicueta
2-1, Senin (3/8) dini hari WIB. Falcao akan lebih banyak
memainkan sepak bola. Dia akan tampil sejak awal ketika
kami melawan Fiorentina, ujar Mou.
Matic
Pelatih kontroversial itu optimistis semua akan berlangsung
Terry
Fabregas Falcao
sesuai skenario meski Costa diragukan bermain di awal
musim. Hal itu karena selain Falcao, Chelsea bisa
mengandalkan Eden Hazard dan striker mereka
Courtois
lainnya, Loic remy. Bila kami tak bisa memainkan
Cahill
Ramires
Diego [Costa] kami tetap merasa senang dengan
Hazard
striker yang kami miliki, lanjut eks manajer
Real Madrid dan Inter Milan itu.
Ivanovic
Di sisi lain, Fiorentina berharap
melanjutkan hasil positif mereka
atas Barcelona ketika melakoni laga
Cadangan:
Oscar, Remy, Zouma, Victor Moses,
tandang melawan Chelsea. Tim
Cuadrado, Obi Mikel, Asmir Begovic
berjuluk La Viola itu membutuhkan
suntikan moral jelang
j g bergulirnya
g
y
Seri-A
Seri
Se
ri-A
-A 22015/2016.
015/
01
5/2016. Fiorentina akan
Stadion
langsung
lang
la
ngsu
sung
ng dihadapkan
dih
ihaadap
adapkan dengan lawan
Stamford Bridge, London
berat
bera
be
ratt di laga
lag
agaa pembuka
pembuk
pemb
ukaa Se
Seri
Seri-A,
ri-A
-A,, ya
yait
yaitu
itu
u
Senin
(24/8).
AC Milan,
Mililan
an,, Se
Sen
nin (2
nin
(24/
4/8)
8).. (JI
(JIBI)
BI)

VS

FIORENTINA

(4-2-3-1)

Ilicic

Pasqual
Badelj

Babacar
Roncaglia

Barnardeschi

Tatasuranu
Valero
Joaquin

Rodriguez

Tomovic
Cadangan:
Giuseppe Rossi, Mario Suarez, Vecino, Marcos
Alonso, Rebic, Bagadur, Capezzi, Ahmed Hegazi,
Diakhate, Lezzerini, Iakovenko, Sepe, Fazzi

LIVE

Kamis (6/8)
pukul 02.00 WIB
Sumber: soccerway.com. (try/JIBI)

`
PEMAIN CEDERA

`
ATURAN BARU OFFSIDE

Cedera Lagi, Wilshere


Terancam Absen 3 Pekan

Regulasi Direvisi, Banyak Gol bakal Dianulir

LONDONKabar buruk melanda Arsenal


jelang kick-off Liga Premier 2015/2016. Tim
berjuluk The Gunners itu terancam kehilangan
salah satu gelandang andal mereka, Jack
Wilshere, hingga tiga pekan ke depan.
Wilshere mengalami masalah di bagian
engkel kaki kanan dan tidak bermain
dalam pertandingan Community Shield
melawan Chelsea, Minggu (2/8). Bintang
23 tahun itu mendapat cedera dalam sesi
latihan sehari jelang duel panas tersebut dan
ia kini diprediksi akan absen lebih lama.
Bila kabar terkait Wilshere benar, pemain
bersangkutan tak akan bermain di tiga
pertandingan pembuka Liga Premier 2015/2016.
Sesuai jadwal, saat itu The Gunners akan
menantang West Ham United, Crystal Palace,
dan Liverpool. Laga di pekan pertama dan
ketiga akan digelar di Emirates Stadium,
sedangkan pertemuan kontra Palace akan
dilangsungkan di Selhurst Park, London.
Celakanya, kabar buruk untuk Wilshere
tak berhenti di sana. Bintang Arsenal itu
terancam absen di dua pertandingan krusial lain,
namun kali ini bersama Timnas Inggris. Sesuai
jadwal, tim Tiga Singa, julukan Inggris, akan

melakoni
laga kualifikasi
Euro 2016 melawan
San Marino dan
Swiss, awal September
mendatang. Wilshere kecil
kemungkinan tampil membela
panji-panji negaranya bila ia
gagal pulih tepat waktu dan
melewatkan seluruh pertandingan
klub di tiga pekan pertama.
Meski begitu, cedera yang
dialami Wilshere bukan lagi hal
mengejutkan. Dalam kariernya, pemain
yang juga pernah merumput dengan
Bolton Wanderers itu memang kerap
akrab dengan ruang perawatan. Sebagaimana
dilansir Daily Mail, Selasa (4/8), Wilshere
dipaksa menjalani operasi engkel kaki kiri
pada musim lalu yang membuatnya menepi
selama lima bulan. Gelandang internasional
Inggris itu juga kerap diganggu masalah engkel
kanan. Ia di antaranya menjalani operasi pada
September 2011 lalu yang mengakibatkan
dirinya absen sementara waktu. (Triyono/JIBI)

JIB
I/S
olo
po
s/
Re
ute
rs

Jack Wilshere

LONDONOtoritas Liga Premier akan


memberlakukan aturan offside baru
menjelang musim baru 2015/2016.
Namun, aturan baru itu diyakini justru
akan membuat banyak gol dianulir.
Sebagaimana dilansir sportskeeda.
com, Selasa (4/8), aturan sebelumnya
menyebut offside berlaku bila pemain
melakukan kontak langsung dengan
bola. Dengan kata lain, sebuah gol
dianggap sah meski pada saat lahirnya
gol itu terdapat pemain lain yang
berada dalam offside bergerak aktif
meski gagal menyentuh bola.
Hal yang berbeda akan diberlakukan
musim ini. Sesuai ketentuan baru, gol
otomatis dibatalkan saat ada pemain
lain dalam posisi offside berusaha
menjangkau bola, terlepas apakah ia
berhasil melakukannya atau tidak.
Aturan itu dengan catatan pegerakan
pemain terakhir berdampak pada akses
tim lawan dalam menguasai bola.
Seorang pemain dalam posisi
offside harus dikenai penalti dalam
hal ia melakukan upaya aktif yang
berdampak langsung kepada akses
pemain lawan terhadap bola,
demikian panduan resmi bagi ofisial

Dailymail.co.uk

Berdasarkan aturan baru, gol Juan Mata untuk Manchester United ke


gawang Stoke City pada liga musim lalu akan dianulir karena Marcos Rojo (5)
ada dalam posisi offside dan membuat pergerakan untuk menjangkau bola.

pertandingan, sebagaimana dikutip


dari Daily Mail, Selasa.
Ketentuan baru itu memicu rekasi
beragam. Eks wasit Liga Premier, Dermot
Gallagher, menyebut aturan baru terkait
offside akan lebih mudah dipahami
saat dipraktikkan. Namun, Daily Mail
menyebut aturan baru itu akan berdampak
buruk, dalam hal ini ada banyak gol
yang dianulir wasit. Media terkemuka
Inggris itu mencontohkan kasus musim

lalu yang mempertemukan Manchester


United (MU) dan Stoke City di Old
Trafford. Saat itu, Juan Mata membuat
gol dari tendangan bebas melengkung
dan Marcos Rojo menyambutnya di
depan gawang lawan. Saat itu, Rojo yang
berada dalam posisi offside berusaha
menyundul bola. Namun karena gagal,
gol Mata tetap sah. Hal sebaliknya akan
berlaku musim depan dari kasus yang
sama. (Triyono/JIBI)

Rabu, 5 Agustus 2015

11

VARIA

12

Ziarah Ke Makam Gusdur:

Istri Presiden Indonesia keempat


Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta
Nuriyah Wahid (kanan) bersama Alissa
Wahid (kiri) dan Yenny Wahid (kedua
kiri) menabur bunga ketika berziarah
ke makam Abdurrahman Wahid
di Komplek Pemakaman Pondok
Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa
Timur, Selasa (4/8). Ziarah tersebut
dalam rangka memperingati hari kelahiran ke-75 Abdurrahman Wahid.

Rabu, 5 Agustus 2015

Antara Foto/Zabur Karuru

DUGAAN KORUPSI PDAM MAKASSAR

CALON TUNGGAL PILKADA

KPU Usul Tahapan


Pemilihan Dibedakan
JAKARTA Komisi Pemilihan Umum mengusulkan tahapan pemilihan di tujuh kabupaten/
kota yang hanya memiliki satu pasangan calon
dalam pemilihan kepala daerah secara langsung, agar dibedakan dengan daerah lainnya.
Ashari Purwo
ashari.purwo@bisnis.com

Komisioner Komisi Pemilihan


Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay
menyatakan perlu adanya opsi
tambahan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang
(Perppu) sebagai pengganti UU
No. 8/2015 tentang Pemilihan
Gubernur, Bupati, dan Wali Kota
untuk mengatasi masalah calon
tunggal dalam pilkada serentak
pada Desember 2015.
Kami usulkan, pilkada untuk
tujuh kabupaten/kota yang hanya
memiliki calon tunggal tahapannya
dibedakan dengan 262 daerah yang
sudah memenuhi syarat minimal
dua calon kepala daerah, katanya
di Kantor KPU, Selasa (4/8).
Kendati demikian, Hadar masih
enggan merinci detail usulan
pembedaan jalur tersebut. Yang
jelas, usulan tersebut sudah dititipkan kepada Pak Husni [Ketua
KPU] agar dibahas saat rapat
bersama Presiden Joko Widodo,
Menkopolhukam, Mendagri, dan
Menkumham di Istana.
Selain opsi tersebut, hingga saat
ini, opsi-opsi lain yang muncul

untuk menyelesaikan polemik


calon tunggal antara lain pengunduran waktu pilkada hingga
2017, calon tunggal melawan bumbung kosong, pemilihan secara
aklamasi, hingga memperpanjang
masa pendaftaran.
Hanya saja, opsi isi Perppu tersebut masih akan dibicarakan dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi risiko gugatan. KPU dan
pemerintah akan mematangkan
pertemuan di Bogor pada Rabu 5
Agustus 2015.
Menteri Koordinator Bidang
Politik, Hukum, dan Keamanan
Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan
pemerintah akan meminta pendapat
dari MPR, DPR, dan perwakilan
partai politik untuk memutuskan
apakah perlu menerbitkan Perppu.

KONSULTASI
Kami belum mengambil keputusan, karena harus berkonsultasi
dengan lembaga lain, seperti DPR,
MPR, dan perwakilan partai politik
di Istana Bogor, katanya di Kantor
Presiden, Jakarta.
Tedjo menuturkan konsultasi
tersebut dilakukan agar keputusan yang diambil oleh pemerin-

tah dapat menguntungkan semua


pihak. Apalagi, keputusan yang
akan diambil terkait langsung
dengan hak untuk dipilih dan
memilih dalam pelaksanaan pilkada serentak.
Dia menegaskan penerbitan
Perppu merupakan opsi terakhir
yang akan diambil pemerintah
untuk mengatur calon tunggal
dalam pelaksanaan pilkada.
Presiden mengatakan Perppu
bukanlah keputusan yang diharapkan, karena itu adalah alternatif
keputusan terakhir, jelasnya.
Tedjo menuturkan pemerintah
akan melakukan konsultasi dengan perwakilan partai politik, DPR,
MPR, dan lembaga tinggi negara lainnya, untuk memutuskan
apakah perlu dikeluarkan Perppu
Pilkada yang mengatur keberadaan calon tunggal.
Sementara itu, Menteri Dalam
Negeri Tjahjo Kumolo tak mau
bernadai-andai mengenai penerbitan Perppu.
Untuk masalah persetujuan
DPR, Tjahjo yakin lembaga legislatif lebih lunak. Toh DPR juga
orang partai politik yang juga ingin
ikut pilkada, katanya
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi
(Perludem) Didik Supriyanto
menilai bahwa bumbung kosong
merupakan solusi yang cukup
strategis. Jika mengikuti logika
PKPU No 12/2015, maka pilkada
akan terus gagal digelar jika hanya
muncul satu pasangan calon.
Pasalnya, tujuh daerah yang
kini hanya memiliki satu pasangan calon, bukan tidak mungkin

Perlu adanya opsi


tambahan dalam Peraturan Pemerintah
Pengganti Undangundang (Perppu) untuk
mengatasi masalah
calon tunggal.
Pemerintah belum
sepenuhnya yakin opsi
Perppu tersebut dapat
diimplementasikan pada
pilkada serentak 2015.
akan diundur lagi jika hanya ada
calon tunggal. Solusi itu lazim
dipraktikkan dalam pemilihan
kepala desa.
Menurutnya, hadirnya bumbung
atau kolom kosong yang akan
berdampingan dengan pasangan
calon tunggal dalam surat suara,
selain tetap menjamin pelaksanaan
pilkada, juga menjamin penggunaan hak politik rakyat untuk
memilih pemimpinnnya. Itu juga
untuk menguji tingkat aseptabilitas pasangan calon tunggal di mata
pemilih.
Seperti diketahui, saat ini
ada tujuh kabupaten/kota yang
masih menyisakan masalah karena hanya ada calon tunggal dalam
pilkada. Padahal, UU Pilkada
mengharuskan minimal syarat
ada dua pasangan calon yang
menjadi peserta pilkada serentak. Sesuai dengan data Komisi
Pemilihan Umum (KPU), daerah
itu adalah Tasikmalaya, Blitar,
Mataram, Timor Tengah Utara,
Pacitan, serta Kota Surabaya dan
Samarinda.

REKONTRUKSI LEDAKAN

Antara/Hafidz Mubarak A.

Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar Hengky Wijaya (tengah) berjalan menuju
mobil tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/8). Hengky diperiksa
sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerja sama rehabilitasi
dan transfer kelola air di PDAM Makassar dengan menyuap mantan Walikota Makassar
Ilham Arief Sirajuddin.

GUBERNUR SUMUT DITAHAN

Mendagri Tunggu Surat


Resmi KPK
JAKARTA Menteri Dalam Negeri
Tjahjo Kumolo masih menunggu surat
resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) tentang penahanan Gubernur
Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho.
Surat tersebut akan menjadi dasar
penugasan Wagub Sumut sebagai pelaksana tugas harian Gubernur.
Kami akan mengecek, karena sampai
sore ini kami menunggu surat pemberitahuan resmi bahwa Gubernur Sumut ditahan
oleh KPK. Dasar surat itulah Mendagri akan
membuat surat kepada Wakil Gubernur
Sumut untuk Pelaksana tugas harian, karena kan nggak mungkin dipimpin oleh Pak
Gatot, tutur Tjahjo di Kompleks Istana
Kepresidenan, Selasa (4/8).
KPK menahan Gubernur Sumut Gatot
Pujo Nugroho dan istrinya Evi Susanti
dalam kasus dugaan suap kepada hakim
dan panitera Pengadilan Tata Usaha
Negara di Medan.
Gatot ditahan di rumah tahanan Klas
I Cipinang, sedangkan Evi di rumah
tahanan KPK, masing-masing untuk 20
hari pertama.
Dengan kondisi tersebut, Tengku Erri
Nuradi selaku Wakil Gatot akan ditunjuk
Mendagri sebagai pelaksana tugas harian
Gubernur Sumut.
Pada tahap kedua, lanjut Tjahjo,
Mendagri akan memberhentikan sementara tugas Gatot selama menjalani masa
persidangan. Supaya beliau konsentrasi
di masa persidangan, imbuhnya.
Tahap ketiga, pemerintah pusat

menunggu hasil persidangan yang berkekuatan hukum tetap alias inkracht.


Apakah bebas? Kalau bebas otomatis
dicabut kembali dan beliau memimpin
lagi, kalau tidak baru ada pemberhentian, kata Tjahjo.
Sementara itu, Jaksa Agung HM.
Prasetyo mengatakan kasus penyuapan
yang ditangani KPK berbeda dengan
kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) yang ditangani oleh
Kejaksaan Agung.
Walau bagaimanapun dua pihak menangani orang yang sama meski kasusnya
berbeda, kita akan koordinasi supaya tidak
tabrakan atau overlap, ujarnya.
Koordinasi dengan KPK, kata Prasetyo,
berlangsung terus dan akan dimatangkan secara teknis. Pada prinsipnya,
jajaran penegak hukum akan ungkap
penyimpangan-penyimpangan yang
diduga dilakoni oleh Gatot secara tuntas.
Sebelum ditahan, Gatot meminta
kepada KPK agar mengambil alih kasus
korupsi bansos Sumut yang tengah
ditangani kejaksaan.
Kami berharap dengan hasil koordinaasi
kami dengan klien kami, Pak Gatot dan
Ibu Evy, agar kasus dalam hal ini bukan
saja terkait dengan dugaan penyuapan, tapi
juga untuk Bansos, BDB [Bantuan Daerah
Bawahan], dan lain-lain untuk kiranya
dapat diproses oleh KPK, bukan pihak
kejaksaan, kata pengacara Gatot, Razman
Arief Nasution di KPK, Jl HR Rasuna Said,
Jakarta Selatan, Senin (3/8). (Ana Noviani)

DUGAAN KORUPSI UPS

Zainal Soleman Susul


Alex Usman
Antara /Sahrul Manda Tikupadang

Tim Indonesia Automatic Finger System (Inafis) Polda Sulselbar melakukan


rekonstruksi ledakan bom ikan rakitan di Kompleks Puri Pattene Permai,
Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8). Dari temuan Polda Sulselbar ledak-

an tersebut merupakan rakitan bom ikan milik warga yang menewaskan dua
penghuni rumah yakni Ramlah (55) dan Sania (35) serta 10 rumah di lingkungan
tersebut rusak berat.

KORUPSI GARDU INDUK

PN Jaksel Menangkan Gugatan Dahlan Iskan


JAKARTA Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan menyatakan penetapan tersangka Dahlan Iskan oleh
Kejaksaan Tinggi DKI dalam kasus
dugaan korupsi pembangunan
gardu induk Jawa, Bali dan Nusa
Tenggara, tidak sah.
Mantan Direktur Utama PT
Perusahaan Listrik Negara itu
mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai
tersangka.
Hakim tunggal pada PN Jakarta
Selatan Lendriyati Janis menyatakan penetapan tersangka atas diri
pemohon Dahlan Iskan yang dilakukan oleh termohon Kejaksaan
Tinggi DKI adalah tidak sah.
Hakim juga menyatakan Surat
Perintah Penyidikan Nomor: Prin752/O.1/Fd.1/06/2015 yang dikeluarkan pada 5 Juni 2015 oleh
Kejaksaan Tinggi DKI yang menetapkan sebagai tersangka juga
tidak sah dan tidak berdasarkan
hukum sehingga tidak mempunyai

kekuatan yang mengikat.


Keputusan hakim tersebut berdasarkan bukti-bukti dan saksisaksi yang dihadirkan di sidang
praperadilan tersebut.
Salah satu pertimbangan hakim
adalah, penetapan tersangka Dahlan
Iskan adalah sehari setelah dia menjadi saksi untuk beberapa tersangka
kasus korupsi pembangunan gardu
induk tersebut pada 4 Juni.
Setelah itu esoknya dikeluarkan
surat perintah penyidikan dan
menyatakan Dahlan Iskan sebagai tersangka dan kemudian baru
mengumpulkan bukti-bukti dan
melakukan penggeledahan.
Menurut hakim, dengan demikian penetapan tersangka Dahlan
Iskan tidak didasarkan dua alat
bukti permulaan yang kuat,
sehingga penyidikan tersebut
dianggap tidak sah.
Dalam pertimbangannya dia
juga menyebutkan seharusnya
dalam proses penyidikan harus

didahului dengan pengumpulan


bukti dahulu, keterangan saksi,
baru dapat menetapkan tersangka.
Pertimbangan lainnya adalah,
pada surat panggilan Dahlan Iskan
sebagai saksi untuk tersangka
kasus itu, juga tidak disebutkan
dia sebagai calon tersangka atau
tersangka.
Sebelumnya, pada 22 Juli 2015
pihak Dahlan Iskan telah mengajukan permohonan praperadilan
untuk melakukan pengujian alat
bukti. Pihaknya menilai bahwa
alat bukti harus diperoleh melalui proses penyidikan dan bukan
penyelidikan.
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta
menetapkan mantan Dirut PLN
dan mantan Menteri Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) tersebut
sebagai tersangka dugaan korupsi
pembangunan gardu induk PLN
Jawa, Bali, Nusa Tenggara senilai
Rp1,063 triliun.
Kejaksaan juga telah memeriksa

mantan Dirut PLN Nur Pamuji


yang menggantikan Dahlan Iskan
saat ditarik menjadi Menteri
BUMN pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono pada akhir 2011.
Sejauh ini jaksa telah menetapkan status tersangka terhadap 15
orang yang terlibat perkara tersebut, termasuk sembilan karyawan
PT PLN yang sudah menjalani
penahanan.
Seluruh tersangka dijerat dengan
Pasal 2, 3 juncto Pasal 18 ayat (1)
huruf b Undang-Undang Nomor
31 Tahun 1999 juncto UU Nomor
20/2001 tentang Pemberantasan
Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1)
ke-1 KUHP dengan ancaman
kurungan maksimal 20 tahun.
Megaproyek milik Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) tersebut digarap sejak
bulan Desember 2011 dan ditargetkan selesai pada bulan Juni 2013.
(Antara)

JAKARTA Direktorat Tindak Pidana


Korupsi Bareskrim menahan Zainal
Soleman dalam kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS)
tahun anggaran 2014, menyusul tersangka
lain yang telah ditahan Alex Usman.
Surat penahanannya sudah saya tanda
tangani, kata Direktur Tipidkor Bareskrim
Brigjen Pol. Ahmad Wiyagus di Bareskrim
Polri, Jakarta, Selasa (4/8) sore.
Zaenal Soleman berperan sebagai pejabat pembuat komitmen di Suku Dinas
Pendidikan Menengah Jakarta Barat.
Wiyagus menuturkan penahanan
Zaenal diperlukan untuk pengembangan pengusutan kasus yang merugikan
negara lebih dari Rp50 miliar. Dengan
demikian, penyidik dapat mempercepat
proses penyidikan perkara tersebut.
Sebelum Zaenal, pada Mei lalu
Direktorat Tipidkor telah menahan mantan Kepala Seksi Sarana Prasarana Suku
Dinas Pendidikan Menengah Jakarta
Barat Alex Usman yang menjadi tersangka dalam kasus serupa. Keduanya kini
meringkuk di rumah tahanan Bareskrim.
Dalam kasus ini, Alex berperan sebagai pejabat pembuat komitmen di Suku
Dinas Pendidikan Menengah Jakarta
Barat. Kemudian, Polisi menjerat kedua
tersangka tersebut dengan Pasal 2 dan
Pasal 3 Undang-undang No. 20/2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.
Di lain perkembangan, Bareskrim
telah melimpahkan berkas perkara
tersangka Alex Usman dalam kasus
dugaan korupsi pengadaan 24 paket UPS

di 24 SMAN atau SMKN, Suku Dinas


Pendidikan Menengah DKI Jakarta pada
2014 dengan nilai proyek Rp120 miliar
ke Kejaksaan Agung.
Kepala Unit III Subdit Tipidkor
Bareskrim Ajun Komisaris Besar Polisi
Bagus Suropratomo mengatakan berkas
tahap satu tersangka Alex telah diserahkan ke Kejaksaan Agung, Kamis (30/7).
Hingga kini penyidik belum mendapati
petunjuk dari Kejaksaan apakah berkas
sudah dinyatakan lengkap atau belum.
Adapun berkas tersangka lain yakni Zainal
Soleman, penyidik masih melengkapinya.
Terpisah, Razman Arif Nasution,
kuasa hukum Wakil Ketua DPRD DKI
Jakarta Abraham Lunggana alias Haji
Lulung menegaskan kliennya tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek
pengadaan UPS. Bahkan, dia mengklaim
kliennya bersedia diminta keterangan
secara langsung dengan tersangka Alex
Usman maupun Zainal Soleman.
Menurutnya, ketika rapat pembahasan
proyek UPS kliennya tidak hadir, tidak
bertemu dengan pimpinan Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD), dan pimpinan Komisi E DPRD DKI. Tidak pernah
titipkan apapun, katanya.
Saya yakin dan percaya Bareskrim
tak akan gegabah menetapkan seseorang sebagai tersangka, katanya ketika
menyambangi Bareskrim.
Lulung, ungkap Razman, meyakini seharusnya Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam
kasus ini karena dinilai bertanggung jawab
atas proyek itu. (Dika Irawan)

MARKET

13

IHSG Ditutup Melemah:

Karyawan berkomunikasi melalui telepon genggamnya dengan


latar belakang monitor pergerakan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) di gedung
Bursa Efek Indonesia, Jakarta,
Selasa (8/4). IHSG tertekan dan
ditutup melemah 0,4% atau 19
poin ke level 4.781,09.

Rabu, 5 Agustus 2015

0,53%

Pertanian
1.905,74

2,99%

4/8/2015

Pertambangan
997,40

0,38%

4/8/2015

Industri Dasar
394,05

1,05%

4/8/2015

Aneka Industri
1.163,35
4/8/2015

0,61%

Bisnis/Nurul Hidayat

Ind. Konsumsi
2.157,02

0,71%

4/8/2015

Properti
504,21
4/8/2015

0,81%

Infrastruktur
999,12

0,60%

4/8/2015

Keuangan
684,59

0,18%

4/8/2015

Perdagangan
925,25

0,68%

4/8/2015

Manufaktur
1.196,14
4/8/2015

INDEKS BISNIS27

REKOMENDASI
KDB DAEWOO SECURITIES

ealisasi data PDB kuartal II/2015 menjadi


faktor penentu arah IHSG untuk menguji resistensi 4.826 atau tertahan pada 4.720-4.750
dengan support distribusi koreksi. Saham AALI,
BBTN, BBRI, dan BJBR patut dicermati.

SINARMAS SEKURITAS

ada hari ini, Rabu (5/8), IHSG diprediksi bergerak mixed di kisaran level 4.752-4.820 dengan
saham-saham yang dapat diperhatikan, a.l. ADRO,
TINS, ROTI, dan PTBA.
Sentimen akan datang dari AS yang akan
merilis data factory orders yang diperkirakan ke
level 1,1% (bulanan) dibandingkan sebelumnya di
level -1%. Dari Eropa menantikan hasil dari ECB
Non-Monetary Policy Meeting dan akan dirilisnya
data retail sales yang diperkirakan ke level -0,3%
(bulanan) atau 2,42% (tahunan). Sementara itu,
dari dalam negeri menantikan dirilisnya data pertumbuhan PDB yang diperkirakan ke level 0,23%
(kuartalan) atau 4,6% (tahunan).

ASJAYA INDOSURYA SECURITIES

ada perdagangan hari ini, Rabu (5/8), IHSG


diprediksi bergerak pada rentang 4.7224.856
dengan saham-saham yang dapat diperhatikan, di
antaranya MAPI, ASRI, MPPA, BBNI, BBCA, WIKA,
ADHI, dan ANTM.

DISCLAIMER
Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung
jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat
rekomendasi saham dan harian Bisnis Indonesia tidak
bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil,
dengan mengacu pada rekomendasi saham di kolom ini.
Dalam melakukan investasi, pembaca membuat penilaian
independen.

INVESTASI RP1 TRILIUN

SIMP & LSIP


Akuisisi Perusahaan
Properti
JAKARTA Dua emiten perkebunan yang tergabung dalam grup Salim,
yakni PT Salim Ivomas
Pratama Tbk. (SIMP) dan
PT PP London Sumatra
Indonesia Tbk. (LSIP)
mengakuisisi
Asian
Assets Management Pte.
Ltd. (AAM) pada pertengahan tahun ini dengan
total investasi mencapai
Rp1,03 triliun.
Seperti
disebutkan
pada laporan keuangan
masing-masing emiten,
penyertaan saham telah
dilakukan pada 24 Juni
2015, di mana masingmasing perseroan menggenggam saham sebanyak 50%.
LSIP dan SIMP telah
menyertakan saham masing-masing sebanyak
56,7 juta saham dari total
saham yang diterbitkan
AAM dengan harga sebesar US$39 juta.
AAM merupakan perseroan yang berdomisili
di Singapura dan memiliki ekuitas sebesar 100%
atas saham PT Aston Inti
Makmur, sebut laporan
keuangan seperti dikutip
Bisnis, Selasa (4/8).
Aston Inti Makmur sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di
bidang usaha properti dengan memiliki dan mengoperasikan gedung perkantoran Ariobimo Sentral di kawasan Kuningan,
Jakarta.
AAM memiliki total
aset senilai Rp1,12 triliun,
dan liabilitas Rp86,6 miliar. Dengan begitu, nilai
aset bersih perusahaan
mencapai Rp1,03 triliun.
Laporan keuangan menuliskan hingga 30 Juni
lalu, AAM belum beroperasi secara komersial.
Untuk diketahui, selama ini LSIP dan SIMP fokus pada pengembangan
bisnis yang terkait deng-

an komoditas sawit atau


komoditas perkebunan
lainnya.
Dari sisi kinerja, pada
semester I/2015, SIMP
memproduksi
tandan
buah segar (TBS) sebanyak 1,5 juta ton, atau
naik tipis 1% secara tahunan.
Sementara produksi
minyak sawit mentah
(crude palm oil/CPO) perseroan cenderung tidak
mengalami perubahan di
kisaran 444.000 ton.

HARGA KOMODITAS
Penjualan perseroan
pada semester I/2015 sebesar Rp6,79 triliun, turun 5% secara tahunan.
Laba periode berjalan
yang diatribusikan pada
pemilik entitas induk
turun 75%, menjadi
Rp126,8 miliar, dipengaruhi oleh turunnya laba
operasional dan biaya keuangan yang lebih tinggi.
Rendahnya harga komoditas berdampak pada
kinerja perseroan pada
semester I/2015 ini. Hingga Juni 2015, perseroan
memiliki 57.000 hektare
tanaman sawit menghasilkan, kata Presiden Direktur SIMP Mark Wakeford.
Sementara itu, produksi
TBS inti LSIP pada semester I/2015 turun 5,3%
dibandingkan dengan periode yang sama tahun
sebelumnya,
menjadi
616.509 ton. Sebaliknya,
produksi CPO meningkat
2,5% menjadi 217.475
ton dari 212.101 ton.
Penjualan LSIP tercatat
Rp2,08 triliun dengan
laba periode berjalan
yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas
induk Rp308,8 miliar.
Artinya, pendapatan perseroan mengalami penurunan 12,3% dan laba
turun 35,5%. (Fatia Qanitat)

Karyawan berdiri di

dekat monitor pergerakan


harga saham di gedung
Bursa Efek Indonesia,
Jakarta, Selasa (8/4). Indeks
Bisnis27 pada penutupan
perdagangan sesi I, Selasa
(4/8) menguat 0,12% ke
level 403,68 dari penutupan
sehari sebelumnya 403,20.
Sepanjang perdagangan
kemarin, indeks Bisnis27
bergerak pada level 400,65404,14. Dari 27 saham yang
tercatat di indeks ini, sebanyak 11 saham menguat, 14
saham melemah, dan dua
saham stagnan.
Bisnis/Nurul Hidayat

KINERJA LQ45

Sektor Perdagangan Mengesankan


JAKARTA Rerata pertumbuhan laba
bersih 36 emiten dalam LQ45 anjlok. Meski
demikian, sektor perdagangan masih mampu
menujukkan kinerja yang mengesankan, berbanding terbalik dengan sektor perkebunan.
Gloria N. Dolorosa & Sukirno
redaksi@bisnis.com

Analis memperkirakan kondisi


pelemahan ini berlanjut pada
kuartal III/2015. Dari hasil kinerja 36 emiten dalam LQ45 yang
dihitung Bisnis, rerata pertumbuhan laba bersih pada semester
I/2015 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year-onyear/yoy) longsor dari rerata pertumbuhan pada semester I/2014
yoy.
Rerata laba bersih 36 emiten
dalam indeks yang likuiditasnya
tinggi itu pada semester I/2015
turun 8,54% yoy, sedangkan
pada semester I/2014 bertumbuh
15,76% yoy. Sejak awal tahun
hingga kemarin, indeks LQ45 sudah turun 9,75%, lebih dalam
dari penurunan IHSG 8,53%.
Renaldy Effendy, analis KDB
Daewoo Securities, melihat terjadi pelambatan pertumbuhan secara kuartalan dan tahunan pada
laba bersih emiten dalam LQ 45.
Rerata penurunan laba bersih pada kuartal II/2015 sebesar
8,3% dari kuartal I/2015 (quarter-on-quarter/qoq) di balik melambatnya ekonomi Negara. Secara yoy, laba bersih perusahaan-perusahaan itu turun 15,1%.
Menurut Renaldy, sektor perdagangan menjadi sektor yang
kinerjanya mengesankan. Pemain besar dalam indeks ini yang

Rerata laba bersih


36 emiten dalam
indeks yang likuiditasnya tinggi itu pada
semester I/2015 turun
8,54%.
Kondisi pelemahan
diprediksi berlanjut
pada kuartal III/2015.
Depresiasi rupiah
menunjukkan kebijakan
untuk mempertahankan suku bunga tinggi
tidak efektif.

memiliki kinerja terbaik yakni


sektor media, ritel, alat berat, dan
rumah sakit.
Indeks bertumbuh 21,9% qoq
dan 2,6% yoy, tidak termasuk
SCMA. Laba bersih emiten alat
berat UNTR bertumbuh 8,2%
qoq dan 3,6% yoy, sedangkan
emiten ritel LPPF naik 150,2%
qoq dan 94% yoy.
Sementara itu, laba bersih
emiten perdagangan AKRA bertumbuh 5 qoq dan 58,4% yoy
serta emiten rumah sakit SILO
meningkat 42,9% yoy. Adapun,
MPPA dan BMTR mendulang
pertumbuhan negatif yoy.
Kebalikannya, sektor pertanian
menjadi sektor berkinerja terburuk. Emiten perkebunan seperti
AALI, SSMS, dan LSIP membuahkan hasil yang mengecewakan pada kuartal II/2015. Sektor
tersebut turun 48,5% yoy dan
10,3% qoq.
Dari tiga perusahaan tersebut,
hanya SSMS yang laba bersihnya
pada kuartal II tahun ini turun
dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sebesar 71,4%.
Kami merasa ada kelanjutan perlambatan ekonomi pada
kuartal III. Secara khusus, pergerakan mata uang menunjukkan
bahwa upaya pemerintah dalam
mempertahankan suku bunga
tinggi tidak efektif, tulis Renaldy
dalam riset yang terbit Selasa,
(4/8).
Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga tinggi
untuk menjaga stabilitas mata
uang, tetapi rupiah masih melemah. Sejak 1 Juli 2014, dolar AS
menguat 1,4% terhadap rupiah.
Sementara itu, banyak perusahaan tidak melakukan ekspansi karena tingkat bunga yang tinggi.
KDB Daewoo tidak berharap
pemerintah menurunkan suku
bunga untuk sementara waktu,
terutama mengingat faktor eksternal seperti penaikan suku bunga Fed AS pada September.
Kami ragu ekonomi akan
membaik pada kuartal III, walaupun dikabarkan bahwa anggaran

Rekapitulasi Kinerja Emiten LQ-45 pada Semester I-2015


Ticker
2013

Laba bersih
2014

2015

716,98
68,44
350,91
8.819,00
747,47
6.321,07
4.278,29
10.150,12
673,35
8.294,01
632,18
1.533,60
1.530,78
428,43
2.202,19
1.255,96
437,71
1.703,37
2.421,18
761,31
921,98
545,64
264,94
179,16
952,69
221,82
870,12
665,50
21,97
2.584,52
180,06
7.125,00
2.309,70
2.823,89
280,32
56,48

1.369,01
59,91
375,96
9.820,00
515,36
7.851,61
4.936,00
11.690,17
538,84
9.585,40
506,46
2.576,20
1.250,81
600,57
2.712,89
1.359,33
809,23
2.317,41
2.518,15
811,59
992,91
672,91
361,72
478,54
972,98
203,14
1.156,03
905,72
46,13
2.753,59
374,75
7.286,00
3.287,63
2.847,99
282,65
60,89

444,43
70,43
605,24
8.052,00
454,35
8.541,04
2.340,00
11.945,86
831,15
9.924,44
194,79
1.415,28
959,37
478,81
2.402,32
1.738,47
559,33
1.730,92
2.309,22
670,03
1.063,12
775,32
647,77
308,85
696,28
175,50
795,16
755,28
62,05
2.185,21
351,30
7.447,00
3.406,08
2.930,64
200,49
171,55

90,94
(12,46)
7,14
11,35
(31,05)
24,21
15,37
15,17
(19,98)
15,57
(19,89)
67,98
(18,29)
40,18
23,19
8,23
84,88
36,05
4,01
6,60
7,69
23,32
36,53
167,10
2,13
(8,42)
32,86
36,10
109,97
6,54
108,13
2,26
42,34
0,85
0,83
7,81

73.330,14 84.888,48

77.639,08

15,76

AALI
ADHI
AKRA
ASII
ASRI
BBCA
BBNI
BBRI
BBTN
BMRI
BMTR
BSDE
CPIN
CTRA
GGRM
ICBP
INCO
INDF
INTP
JSMR
KLBF
LPKR
LPPF
LSIP
MNCN
MPPA
PTBA
PWON
SILO
SMGR
SSMS
TLKM
UNTR
UNVR
WIKA
WSKT
Total

Pertumbuhan (%)
2014
2015
(67,54)
17,56
60,99
(18,00)
(11,84)
8,78
(52,59)
2,19
54,25
3,54
(61,54)
(45,06)
(23,30)
(20,27)
(11,45)
27,89
(30,88)
(25,31)
(8,30)
(17,44)
7,07
15,22
79,08
(35,46)
(28,44)
(13,61)
(31,22)
(16,61)
34,51
(20,64)
(6,26)
2,21
3,60
2,90
(29,07)
181,74
(8,54)

Keterangan : Kurs INCO: Rp13.370/US$ (30 Juni 2015), Rp11.902/US$ (30 Juni 2014), Rp9.933/US$ (30 Juni 2013).
Sumber: Laporan keuangan perseroan, diolah.

pemerintah dan proyek infrastruktur telah mulai berjalan,


kata Renaldy.

DI BAWAH EKSPEKTASI
Helmy Kristanto, analis Danareksa Sekuritas, menilai hasil kinerja emiten pada kuartal II/2015
di bawah ekspektasi Danareksa
Sekuritas di tengah pelambatan
pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan pendapatan cenderung melemah, hanya 1% yoy
pada semester I/2015, sedangkan
pada kuartal I/2015 bertumbuh
2%. Hal ini mengindikasikan lemahnya kinerja produk domestik
bruto pada kuartal II.
Kami yakin kebijakan peme-

BISNIS/TUTUN PURNAMA

rintah adalah katalis satu-satunya


yang bisa mendorong aktivitas
ekonomi selanjutnya, kata Helmy dalam riset yang terbit Selasa,
(4/8).
Dengan asumsi lebih rendahnya
rupiah, yakni Rp13.150 per dolar
AS dari sebelumnya Rp12.500,
Danareksa Sekuritas memangkas
perkiraan pertumbuhan earnings
per share (EPS) 2015 sebesar 2,6
bps menjadi 3%-4%. Juga mengurangi target IHSG pada 2015
sebesar 135 poin menjadi 5.365.
Secara keseluruhan, pendapatan pada paruh pertama tahun
ini hanya 44,3% dari perkiraan
tahunan Danareksa Sekuritas.
Dengan pelemahan rupiah yang

terus-menerus, bottom line emiten mengecewakan. Laba bersih


secara keseluruhan merosot 11%
yoy pada semester I/2015.
Sektor konsumsi dan jasa kesehatan memimpin kinerja seluruh
sektor, disokong oleh ketahanan
margin pada harga yang solid.
Meski ada kekhawatiran kualitas
aset merosot, kebanyakan bank
masih bisa menjaga net interest
margin (NIM) dan mengendalikan non performing loan (NPL).
Untuk sektor komoditas, kinerja sangat lemah mengingat
masih rendahnya harga komoditas. Namun, sektor komoditas
tetap menunjukkan perkembangan kuartalan cukup besar.

14

MARKET

PORTOFOLIO

2 REKSA DANA PASAR UANG SIAP MELUNCUR


JAKARTA Dua produk reksa
dana pasar uang siap beredar
di pasaran dalam waktu dekat.
Produk reksa dana pasar uang
gencar diterbitkan manajer
investasi seiring dengan masih
melemahnya pasar saham
Indonesia.
Dua produk reksa dana pasar
uang yang diterbitkan oleh PT
RHB OSK Asset Management
dan PT PNM Investment Management baru saja mendapatkan
penerbitan efektif.
Adapun, RHB OSK menerbitkan produk dengan nama Reksa
Dana RHB OSK Money Market

Fund 3. Produk yang dirilis PNM


Investment Management adalah
Reksa Dana PNM Money Market
Fund USD.
Data Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI) yang Bisnis
kutip Selasa (4/8), menunjukkan
sepanjang Juli sebagian besar
penerbitan reksa dana baru didominasi oleh reksa dana pasar
uang dan terproteksi.
Ini untuk menyasar investor
yang ingin berinvestasi pada
reksa dana namun tidak menginginkan risiko fluktuasi yang
tinggi, kata analis PT Infovesta
Utama Vilia Wati. (Bisnis/ria)

Rabu, 5 Agustus 2015

BEI SEGERA AJUKAN PROPOSAL


REVISI FRAKSI HARGA KE OJK
JAKARTA Bursa Efek
Indonesia segera mengajukan
proposal revisi ketentuan
fraksi harga ke Otoritas Jasa
Keuangan.
Direktur Utama Bursa Efek
Indonesia (BEI) Tito Sulistio
mengatakan pihaknya telah
mengundang broker dan
asosiasi. Usulan ke Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) akan
diserahkan dalam satu hari-dua
hari ke depan.
Broker minta berubah,
asosiasi juga. Kami juga
sudah lakukan forum group

2016, TIDAK ADA BUMN IPO

discussion [FGD] dengan


investor, ujarnya, Selasa
(4/8).
Tito mengungkapkan ada
beberapa alternatif angka
fraksi yang baru, tetapi belum
bersedia menyebutkannya. Dia
hanya menyatakan angkanya
tidak jauh berbeda dari fraksi
harga yang lama.
Di ketentuan baru soal
fraksi harga, hanya ada tiga
kelompok harga. Sementara
itu, di ketentuan sebelumnya
terdapat lima kelompok harga.
(Bisnis/ama)

PELUNCURAN LOGO MANDIRI SEKURITAS

JAKARTA Menteri
BUMN Rini Soemarno
menyatakan pada 2016 tidak
ada satu pun perusahaan
milik negara yang bakal
dilepas sahamnya di Bursa
Efek Indonesia.
Rini mengatakan
pihaknya ingin membesarkan BUMN sebagai holding
ketimbang menawarkan
sahamnya di pasar modal.
Pihaknya justru lebih
mendorong pelepasan
saham dari anak usaha
BUMN. Tahun ini juga
tidak ada [BUMN yang

IPO], katanya, Senin (3/8).


Sepanjang 2015, belum
ada satu pun perusahaan
milik negara yang melakukan
initial public offering (IPO).
Dari sekitar 119 BUMN
yang beroperasi pada saat
ini, baru 20 perusahaan
yang berstatus sebagai
perusahaan go public.
Pada saat ini, pemerintah
masih menjadi pemegang
saham mayoritas dari 20
perusahaan yang telah
IPO tersebut dengan
kepemilikan minimal 51%.
(Bisnis/yoh)

EMISI SAMURAI BONDS

Kupon Diklaim Lebih Murah

Bisnis/Nurul Hidayat

Direktur PT Mandiri Sekuritas Laksono Widodo (dari kiri), Direktur Iman

Rachman dan Direktur Utama Abiprayadi Riyanto menghadiri acara peluncuran


Logo 15 Tahun Mandiri Sekuritas di Jakarta, Selasa (4/8). Dalam 15 tahun

perjalanannya, perusahaan sekuritas tersebut sukses menjaga kepemimpinannya sebagai akses pilihan utama masyarakat untuk masuk ke pasar modal.

EMITEN JASA PELAYARAN

Kinerja Masih Merosot


JAKARTA Kinerja emiten jasa pelayaran
sepanjang paruh pertama 2015 masih merosot,
didorong oleh rendahnya tingkat utilisasi kapal
sejalan dengan belum membaiknya harga
minyak dunia.
Annisa Margrit
annisa.margrit@bisnis.com

Berdasarkan data yang diolah


Bisnis, empat dari lima emiten
mengalami penurunan pendapatan dan terdapat dua emiten
yang mampu meraih pertumbuhan laba bersih.
Di sisi revenue, hanya PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk.
(TMAS) yang menunjukkan kenaikan meski sangat tipis. Pendapatan perseroan tercatat meningkat 0,008% secara year on
year dari Rp791,57 miliar menjadi
Rp791,64 miliar.
Di sisi bottom line, TMAS bersama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) merupakan
dua emiten yang laba bersihnya
tumbuh.
Di pihak lain, net profit PT
Logindo Samudramakmur Tbk.

Empat dari lima


emiten mengalami
penurunan pendapatan.
Tingkat utilisasi baru
bisa membaik paling
cepat pada kuartal
IV/2015.

(LEAD) dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) masing-masing terpangkas 95,01%
dan 105,18%.
Adapun, PT Pelayaran Nasional
Bina Buana Raya Tbk. (BBRM)
mesti mengalami rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
US$4,1 juta.
Manajemen LEAD mengatakan
merosotnya kinerja disebabkan
oleh belum stabilnya harga minyak dunia dan lemahnya permintaan pasar.
Direktur Keuangan LEAD
Sundap Carulli menyebutkan tingkat utilisasi kapal pada semester
I/2015 secara rata-rata turun menjadi 63% dari posisi selama 2014
yang berada di level 77%.
"Khusus untuk kapal besar
[AHTS DP/Anchor Handling Tug
Supply Dynamic Positioning], tingkat utilisasi hanya mencapai 42%
dibandingkan dengan 82% pada
tahun lalu, sebutnya dalam pernyataan resmi perseroan, barubaru ini.
Tarif sewa kapal juga masih mengalami penurunan dengan besaran antara 5%-10% untuk kontrak berjalan dan 20%-30% untuk

kontrak baru.
WINS juga mengakui jatuhnya tingkat utilisasi, yang dilatarbelakangi oleh langkah penghematan besar-besaran yang dilakukan pada kuartal I/2015.
Utilisasi kapal milik pada semester pertama tahun ini adalah
61%, menurun dibandingkan dengan utilisasi 73% pada semester
I/2014. Margin bruto juga berkurang dengan total 20,5% dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu 53%, papar
Investor Relations WINS Pek
Swan Layanto.
Namun, lanjutnya, perseroan
mendapat pekerjaan untuk beberapa kapal di pasar regional sehingga dapat membantu mengurangi turunnya utilisasi. WINS
memiliki dua kapal di India, satu
kapal di Brunei Darussalam, dua
kapal di Myanmar, dan satu kapal
di Vietnam.
Adapun TMAS pernah menyatakan tidak mengalami penurunan kinerja seperti yang dialami
emiten jasa pelayaran lainnya lantaran barang angkutannya berbeda. Perseroan membawa komoditas seperti gula dan bahan pangan lain, bukan barang tambang.
Beberapa waktu lalu, Direktur
TMAS Faty Khusuma menuturkan
pihaknya telah membuka rute
baru sejak Oktober 2014 yang dinamakan rute pendulum. Jalur
yang melewati Belawan-JakartaSurabaya-Makassar-Bitung ini
diklaim berkontribusi signifikan terhadap kinerja, di mana
biaya turun 20% dan volume
pengangkutan tumbuh 50%.

Kontribusinya sekitar 30%


terhadap total revenue, ungkapnya.

KUARTAL IV
Analis UOB Kay Hian Securities
Foo Zhiwei dan Nancy Wei, dalam
riset yang dirilis Senin (3/8), mengatakan dengan kembali jatuhnya harga minyak dunia, emiten
yang bergerak di sektor ini tidak
akan mengalami perbaikan kinerja
dalam waktu dekat. Keduanya memerkirakan tingkat utilisasi baru
bisa membaik paling cepat pada
kuartal IV/2015.
Menurut data UOB Kay Hian,
minyak brent crude berada di harga US$52,21 atau kembali mendekati harga terendah tahun ini yang
sebesar US$46,59.
Kondisi ini kemungkinan akan
membuat proyek eksplorasi dan
lepas pantai ditunda. Akibatnya
akan terasa hingga akhir tahun,
tutur Zhiwei dan Wei.
Apalagi, anggaran belanja
modal perusahaan minyak baik
swasta maupun pemerintah mulai
dikurangi seiring dengan sepinya
ekspansi.
Tidak hanya aktivitas eksplorasi
dari dalam negeri yang berisiko
mengalami penundaan panjang,
tetapi juga yang melibatkan investasi asing.
UOB Kay Hian mengungkapkan
Chevron, pemain terbesar di
Indonesia, membukukan kerugian
US$1,2 miliar dari unit bisnis internasional dan berencana memangkas proyeksi harga, yang nantinya
berpotensi membuat proyek dalam
pipeline ditunda.

JAKARTA Pemerintah mengklaim


berhasil memberikan kupon lebih murah
pada samurai bonds di tengah kondisi
quantitative easing (QE) di Jepang.
Kemarin, pemerintah menerbitkan
surat utang negara (SUN) berdenominasi
yen Jepang senilai 100 miliar yen.
Samurai bonds tersebut terbit tiga seri
dalam tenor berbeda, yakni tiga tahun,
lima tahun, dan 10 tahun. Hanya tenor
10 tahun yang dijamin Japan Bank for
International Cooperation (JBIC).
Loto Srinaita Ginting, Direktur SUN
Kementerian Keuangan, mengatakan
pemerintah memang sejak awal berencana
mengeluarkan samurai bonds bernilai
emisi 100 miliar yen. Dari tiga seri yang
dikeluarkan, hanya seri bertenor 10 tahun
yang kelebihan permintaan.
Penawaran yang masuk pada seri
RIJPY0825 itu sebesar 78,6 miliar yen,
sedangkan pemerintah menyerap 55
miliar yen. Sementara itu, seri bertenor
tiga tahun dan lima tahun masingmasing menyerap dana 22,5 miliar yen.
"Ini pengaruh dari sisi sudah relatif
dikenalnya guaranteed bonds. Dari sisi
itu, investor sudah oke," kata Loto saat
dihubungi Bisnis, Selasa (4/8).
Pada seri bertenor 10 tahun tersebut,
kupon yang ditetapkan sebesar 0,91%.
Menurut Loto, spread kupon lebih baik
ketimbang spread kupon pada seri bertenor
10 tahun yang diterbitkan tiga tahun lalu.
Pada 2012 pemerintah menerbitkan
samurai bonds bernilai 60 miliar yen
bertenor 10 tahun dengan kupon 1,13%.
"Pada seri 10 tahun ini spread sebesar
27 bps dari Yen Swap Rate, sedangkan
seri 10 tahun yang dikeluarkan dua

tahun lalu spread 30 bps," jelasnya.


Loto mengatakan pemerintah dapat
memperoleh kupon dengan spread lebih
kecil karena kondisi di Jepang sendiri
yang baru saja mengeluarkan QE.
Sementara itu, spread seri bertenor tiga
tahun (RIJPY0818) sebesar 87 bps lebih
tinggi dari Yen Swap Rate serta spread
seri bertenor lima tahun (RIJPY0820)
lebih tinggi 108 bps dari Yen Swap Rate.
Berdasarkan distribusi, RIJPY0818
dan RIJPY0820 dibeli oleh city bank
(17,8%), trust bank (1,3%), dana publik
(29,1%), asuransi jiwa (3,3%), bank
daerah (7,1%), Shinkins/community
bank (0,2%), dan lainnya (41,1%).
Adapun, RIJPY0825 dimiliki oleh city
bank (65,5%), specialized bank (5,8%),
dana publik (0,9%), asuransi jiwa
(8,7%), property insurance (1,8%), bank
daerah (4,2%), Shinkins/community
bank (12,2%), dan lainnya (0,9%).
Ditambah hasil penerbitan samurai
bonds dan hasil lelang SUN domestik
kemarin sebesar Rp15 triliun, total
dana SBN yang sudah dikumpulkan
pemerintah tahun ini sebesar Rp395,7
triliun. Nilai tersebut setara dengan
79,55% dari target dan hasil penerbitan
SUN dalam APBN-P 2015.
"Sementara ini masih on track. Kalau
current account deficit masih melebar,
pembiayaan dari surat berharga negara
bisa saja lebih tinggi," kata Loto.
Pemerintah kemarin tidak hanya
mendulang dana dari samurai bonds,
melainkan juga dari hasil lelang SUN
rupiah di pasar domestik sebesar Rp15
triliun, lebih tinggi dari target indikatif
Rp10 triliun. (Gloria N. Dolorosa)

PROYEKSI KINERJA

JSMR & PTBA Jaga Target


JAKARTA Dua BUMN yang mengalami penurunan laba pada semester
I/2015 yakni PT Jasa Marga (Persero)
Tbk. dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk.
mengaku belum berencana mengubah
target kinerja pada semester II/2015
di tengah optimisme perusahaan
menggapai target.
Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi
Hermansjah mengatakan perseroan tidak
akan mengubah target pendapatan Rp8
triliun pada tahun ini atau meningkat
sekitar 10% dibandingkan dengan Rp7,2
triliun pada tahun lalu.
Intinya begini, kami memiliki
keyakinan kami bisa capai pendapatan
usaha yang kami target Rp8 triliun tahun
ini, katanya, Senin (3/8) malam.
Berdasarkan laporan keuangan per
30 Juni 2015, perseroan membukukan
penurunan laba bersih sebesar 17,44%
pada semester I/2015 menjadi Rp670,03
miliar dibandingkan dengan Rp811,59
miliar pada periode yang sama 2014.
Pendapatan emiten berkode saham
JSMR itu mencapai Rp3,4 triliun atau
hanya tumbuh 7,44% dibandingkan
dengan Rp3,17 triliun. Pendapatan itu
melambat jika dibandingkan dengan
pertumbuhan 13,98% pada semester
I/2014.
Menurutnya, perseroan berencana
meresmikan dua ruas tol baru yakni
Gempol-Pasuruan
dan
SurabayaMojokerto (seksi Krian-Mojokerto) pada
akhir kuartal III/2015 dan awal kuartal
IV/2015. Kami akan resmikan tiga tol
baru. Kemarin Gempol-Pandaan sudah,
kata Reynaldi.
Ruas tol Gempol-Pasuruan sepanjang
34,15 kilometer digarap oleh PT

Transmarga Jatim Pasuruan di mana


emiten berkode saham JSMR itu memiliki
saham 97,27% dan sisanya milik PT
Jatim Marga Utama dan Perusahaan
Daerah Jalan Tol Kabupaten Pasuruan.
Sementara itu, ruas tol SurabayaMojokerto sepanjang 36,27 km digarap
oleh PT Marga Nujyasumo Agung di
mana Jasa Marga memiliki 55% saham
selain yang dimiliki oleh PT Moeladi
sebesar 25% dan PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk. 20%.
Sementara itu, Direktur Keuangan
Bukit Asam Achmad Sudarto mengatakan
perseroan memperkirakan proyeksi
harga batu bara bakal cenderung flat
pada semester II/2015 atau melanjutkan
situasi pada semester I/2015.
Namun, Achmad memperkirakan
volume penjualan bakal lebih baik pada
paruh kedua pada tahun ini. Artinya,
secara matematis, net income bakal lebih
baik di semester II, papar Achmad di
tempat yang sama.
Pada paruh pertama tahun ini, emiten
berkode saham PTBA itu membukukan
laba bersih perusahaan sebesar Rp795,1
miliar atau turun 31,2% dibandingkan
dengan Rp1,15 triliun pada periode yang
sama 2014.
Bukit Asam mencatat penjualan batu
bara 9,03 juta ton atau meningkat 2,02%
dibandingkan dengan 8,83 juta ton pada
periode yang sama 2014. Pada semester
I/2014, pertumbuhan penjualan batu
bara hanya sekitar 1%.
Penurunan itu masih jauh lebih bagus
daripada penurunan indeks [indeks
harga batu bara] sebesar 18%. Kami
cuma turun 2%, masih make sense lah,
katanya. (Yodie Hardiyan)

EFEK GEJOLAK PASAR


PEMBERITAHUAN
Sukuk Mudharabah Bank Sulselbar I Tahun 2011
Dengan rasa syukur PT Bank Sulselbar memenuhi kewajiban kepada Pemegang Sukuk
Mudharabah Bank Sulselbar I Tahun 2011 yaitu Pendapatan Bagi Hasil ke17 untuk periode
tanggal 12 Mei 2015 s/d 11 Agustus 2015 dengan nilai sebesar Rp. 2.703.232.700,- dengan
persentase pendapatan bagi hasil yang diterima sebesar equivalen rate 10,12% p.a., dengan rincian
sebagai berikut :

Pembayaran Pendapatan Bagi Hasil ke-17 tersebut akan dibagikan kepada masing-masing
Pemegang Sukuk Mudharabah Bank Sulselbar I Tahun 2011 secara proposional sesuai dengan
porsi kepemilikan Sukuk Mudharabah Bank Sulselbar I Tahun 2011 pada tanggal 12 Agustus 2015
melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Agen Pembayar.
Jakarta, 5 Agustus 2015

SSIA Batalkan Emisi Notes


JAKARTA PT Surya Semesta
Internusa Tbk. akhirnya membatalkan
rencana menerbitkan surat utang US$200
juta lantaran situasi pasar dinilai tidak
kondusif.
Investor Relations Surya Semesta
Internusa (SSIA) Erlin Budiman
mengatakan kondisi pasar yang tidak
mendukung, termasuk situasi ekonomi
dalam dan luar negeri serta pelemahan
rupiah, menjadi penyebab. Kalau kami
paksakan, kupon bunga akan tinggi
sekali, terangnya kepada Bisnis, Selasa
(4/8).
Oleh karena itu, perseroan mengkaji
alternatif pembiayaan lain yakni pinjaman
bank dan surat utang dengan denominasi
selain dolar AS, seperti dolar Singapura
atau rupiah. Menurut Erlin, obligasi
berdenominasi dolar Singapura lebih menguntungkan ketimbang dolar AS karena
penerbitannya bisa dilakukan bertahap.
Dia menambahkan bila opsi ini yang

diambil, nilainya kemungkinan sekitar


S$100 juta, dan sebagian besar dananya
digunakan untuk akuisisi serta sisanya
untuk modal kerja.
Awalnya, dana yang diperoleh dari
penerbitan notes tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi lahan dan
refinancing utang obligasi I yang dirilis pada 2012 sebesar Rp700 miliar.
Sementara itu, sisanya untuk modal
kerja dan belanja modal perusahaan.
SSIA menargetkan dapat mengakuisisi
500 hektare lahan di Subang, Jawa Barat
sepanjang tahun ini. Hingga saat ini,
perseroan sudah membebaskan sekitar
260 hektare.
Keputusan akan diambil tahun ini
karena kami membutuhkan dananya
untuk akuisisi lahan. Kalau dana sudah
diperoleh, kemungkinan target akuisisi
bertambah jadi 700 hektare. Supaya bisa
lebih cepat kami kembangkan. (Annisa
Margrit)

KORPORASI

Rabu, 5 Agustus 2015

15

 KINERJA PT TIMAH

Menanti Berkah Beleid Baru Timah


Emiten tambang pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. bakal
diuntungkan dengan keputusan pemerintah merevisi beleid
tentang ketentuan ekspor timah.
Sukirno
sukirno@bisnis.com

eputusan tersebut dilakukan


seiring dengan keinginan
Presiden Joko Widodo agar
Indonesia menjadi eksportir
timah dunia. Kementerian
Perdagangan telah revisi
aturan timah melalui Permendag Nomor
33/ M-Dag/PER/5/2015 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
44/M-Dag/Per/7/2014 tentang Ketentuan
Ekspor Timah.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan volume ekspor timah selama Juni
2015 mencapai 8.336,70 ton atau naik
32,90% dibanding Mei yang mencapai
6.262,75 ton. Kenaikan tersebut bahkan
lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei sebesar 23,49% secara
kuartalan.
Pada saat yang sama, nilai ekspor timah
Juni 2015 mencapai US$129,53 atau
naik 27,02% dibanding nilai ekspor Mei
US$102,16 juta. Dari angka tersebut, ratarata harga timah pada Juni hanya mencapai
US$15.565 per ton, atau lebih rendah
dibanding rata-rata harga bulan sebelumnya
US$16.312 per ton.
Permendag itu mengatur kepemilikan
persetujuan ekspor (PE) dari 26 smelter anggota Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia
(BKDI) sebagai syarat melakukan ekspor.
Dalam mengurus PE dan eksportir
terdaftar (ET), smelter harus mendapatkan
rekomendaasi dari Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) dan pemerintah daerah setempat.
Syarat pengajuan PE diharuskan melampirkan sertifikat clear and clean (CnC).
Kewajiban itu tertuang dalam Peraturan
Menteri ESDM nomor 32 tahun 2013.
Emiten berkode saham TINS ini menjadi
satu-satunya pengelola smelter yang telah
mengantongi sertifikat CnC dari 26 smelter
terdaftar di BKDI sebagai jalur ekspor timah
Indonesia. Padahal, peraturan kewajiban
CnC sudah ada sejak 2013.
Dapat dikatakan, hanya TINS yang bisa
mengekspor timah pada bulan ini karena
perseroan telah mengantongi sertifikat CnC
tersebut. Namun, BUMN itu hanya bisa
memenuhi sebagian kebutuhan ekspor.
Hal ini mengingat produksi timah TINS
hanya sekitar 1.500 hingga 3.000 ton per
bulan. Padahal, transaksi timah BKDI pada
bulan lalu tercatat mencapai 899 lot atau
4.495 ton, dengan rerata transaksi sepanjang
tahun mencapai 6.000 ton sampai 8.000 ton.
Ibrahim, Direktur PT Equilibrium
Komoditi Berjangka, mengatakan potensi

 Kementerian Perdagangan
revisi aturan terkait ekspor
timah melalui Permendag Nomor
33/ M-Dag/PER/5/2015.
 Dengan regulasi itu, hingga
saat ini hanya PT Timah (Persero) Tbk. yang memenuhi syarat
untuk ekspor produk timah.
penurunan ekspor Indonesia terkait penerapan Permendag tersebut mulai akhir pekan
lalu menjadi pendorong harga timah sejak
beberapa hari terakhir.
Selain itu, sambungnya, pelaku pasar
juga tengah memburu timah karena posisi
harga sudah sangat rendah yaitu di kisaran
US$14.000 per ton.
Tetapi, pada perdagangan pekan ini,
harga timah berpotensi melemah seiring
dengan ekonomi China yang tidak pasti,
ujarnya belum lama ini.
Selain itu, saat ini TINS juga menjadi
satu-satunya smelter yang terdaftar di BKDI
dan menjadi penjual untuk kontrak timah
khusus perdagangan dalam negeri.
Mardjoko, Kepala Biro Analisis Pasar
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan
Komoditi Indonesia (Bappebti), mengatakan
sampai saat ini hanya TINS yang bersedia
untuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar
dalam negeri.
Saya juga tidak tahu alasan smelter lain
yang tidak merespons untuk menjadi pemasok kebutuhan timah dalam negeri ini,
ujarnya belum lama ini.
Dalam kontrak timah untuk pelaku pasar
dalam negeri itu, TINS akan memenuhi
kebutuhan timah dari 133 perusahaan industri timah solder dan Usaha Kecil Menengah
(UKM). Kebutuhan timah dari industri solder
itu sebesar 1.500 ton setiap tahun.
Secara terpisah, Direktur Niaga Timah
Dadang Mulyadi, mengatakan kinerja
perseroan dapat terbantu dengan menjadi
pemasok timah pasar dalam negeri.
Namun, porsi kebutuhan timah di dalam
negeri ini memang masih kecil, tetapi kami
tetap berharap dapat menyokong kinerja
perseroan, ujarnya.
Dari sisi internal, Direktur Utama Timah
Sukrisno mengatakan tengah berupaya
menekan biaya hingga 15% - 20% sepanjang tahun ini sebagai bagian dari upaya
efisiensi.
Kendati demikian, Sukrisno belum bersedia menyebutkan nilai pasti efisiensi tersebut, tetapi perseroan memperkirakan nilai
efisiensi itu tidak sampai Rp500 miliar.
Saya bilang kami tidak boleh kurang dari
minimal, tapi kami enggak kejar maksimal,

Kinerja PT Timah (Persero) Tbk.


Uraian
Penjualan
Laba bersih
EPS (Rp)
Pertumbuhan EPS (%)
Yield dividen (%)
BVPS (Rp)
ROE (%)
ROA (%)
PER (x)
PBV (x)
EV/EBITDA

2012
7.823
432
58
(51,%)
3,9
564
9,5
7,1
19,0
1,8
7,3

2013
5.852
515
69
19,3
4,2
617
10,5
6,5
15,9
1,7
8,1

2014
7.371
638
86
23,9
3,5
611
11,4
6,5
12,8
1,5
7,8

(Rp Miliar)

2015*
6.872
571
77
(10,4)
3,1
651
9,7
6,0
14,3
1,4
7,6

Keterangan: *Proyeksi, EPS: earning per share


(laba per saham), BVPS: book value per share
(nilai buku per saham), ROE: return on equity
(tingkat imbal hasil ekuitas), ROA: return on
asset (tingkat imbal hasil asset), PER: price
earning ratio (rasio harga saham terhadap laba),
PBV: price to book value (rasio harga saham
terhadap nilai buku), EV/EBITDA: earning value
to earnings before interest, taxes, depreciation
and amortization.

Sumber: Riset PT Panin Sekuritas

Komposisi Pemegang Saham*


Rp 1.150

Publik
35%

3/2/15

Pemerintah
Republik Indonesia
65%

Sumber: Perseroan

Keterangan: *Per 31 Maret 2015

Rp 685

Pergerakan Harga Saham

PT Timah (Persero) Tbk.


Rp 575
28/7/15

13 Feb

16 Mar

15 Apr

15 Mei

15 Jun

Sumber: Bloomberg

31 Jul
BISNIS/TUTUN PURNAMA

karena kondisi seperti ini kami harus prihatin, paparnya.

KOREKSI KINERJA
Efisiensi itu perlu dilakukan mengingat
kinerja TINS relatif rendah pada awal tahun
ini. Pada kuartal I/2015, Timah membukukan rugi Rp19,1 miliar atau terburuk apabila
dibandingkan dengan periode yang sama
sejak 2011 hingga 2014. Pada empat tahun
lalu, emiten berkode saham TINS itu membukukan keuntungan Rp354,6 miliar.
Menurutnya, efisiensi itu perlu dilakukan
mengingat harga timah belum membaik
sejak awal tahun ini. Berdasarkan data
London Metal Exchange, harga timah mencapai sekitar US$15.000 per ton pada akhir
Juli 2015.

Sukrisno memperkirakan harga timah


dapat mencapai US$20.000 per ton dalam
beberapa bulan mendatang dan diharapkan
terus meningkat hingga US$25.000 pada
tahun depan.
Salah satu cara agar harga timah dapat
membaik adalah melalui penurunan ekspor.
Sukrisno menyambut baik Permendag baru
tersebut karena dapat berpengaruh terhadap
ekspor.
Ekspor pasti akan turun. Memang harus
turun agar harga timah naik lagi, namun
jangka mengengah dan panjang hilirisasi
harus dikembangkan karena hilirisasi ada
dua keuntungan, membuka lapangan kerja
dan ada added value, katanya.
Dalam peraturan baru, kelompok timah
yang diperkenankan untuk diekspor antara

lain hanya timah murni batangan, timah


solder, dan barang lainnya dari timah. Di
peraturan lama, timah murni bukan batangan termasuk kelompok yang diperkenankan
untuk diekspor.
Kendati harga timah belum seperti yang
diharapkan pada saat ini, Sukrisno mengatakan belum berencana mengubah target
kinerja perusahaan pada tahun ini. Saya
tidak pernah revisi kinerja, tetap akan saya
kejar, katanya.
Pada tahun ini, perusahaan menganggarkan belanja modal senilai Rp1,2 triliun
untuk sejumlah kegiatan usaha perseroan,
termasuk di luar penambangan timah,
seperti investasi di sektor properti, rumah
sakit, dan membiayai pembangunan galangan kapal.

 GENJOT MARKETING SALES

 BELANJA MODAL

MDLN Siapkan
Tiga Klaster

Pekerja melakukan
bongkar muat semen
Indocement di Pelabuhan
Sunda Kelapa di Jakarta,
Selasa (4/8). PT Indocement
Tunggal Prakarsa Tbk.
(INTP) telah menggelontorkan belanja modal Rp1,6
triliun sepanjang semester
I/2015. Mayoritas belanja
modal dipakai untuk menyelesaikan pabrik di Citeureup,
Jawa Barat.
Bisnis/Abdullah Azzam

 PEMAKAIAN BAHAN BAKU

BUMN Farmasi Diminta Kurangi Impor


JAKARTA Pemerintah meminta perusahaan farmasi milik
negara PT Kimia Farma (Persero)
Tbk. dan PT Indofarma (Persero)
Tbk. mengurangi penggunaan
bahan baku impor secara bertahap.
Menteri BUMN Rini Soemarno
mengatakan pihaknya meminta dua perusahaan itu untuk
membuat roadmap terkait bahan
baku obat-obatan.
Saat ini, 90% bahan baku
impor. Walaupun kita sudah
bikin produk akhir, tapi bahan
bakunya kebanyakan masih
impor, katanya, Senin (3/8).
Rini mengatakan pembuatan
peta jalan itu perlu memperhatikan obat yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Menurutnya, pembuatan pabrik

2016*
6.994
733
99
28,3
3,6
747
11,5
7,4
11,2
1,3
6,1

itu tidak hanya semata-mata


untuk pembuatan produk akhir
tetapi juga bahan baku.
Misalnya obat untuk kolesterol, obat untuk diabetes, itu
adalah yang terbesar. Karena
itu, kita harus membuat pabrikpabrik bahan bakunya, jangan
sampai hanya buat produk akhir
tapi bahan baku impor, nilai tambahnya sedikit sekali, katanya.
Rini mengatakan Kimia Far
ma bakal segera mengoperasikan pabrik garam farmasi di
Jombang, Jawa Timur. Pembangunan pabrik yang telah direncanakan sejak kepempimpinan
Menteri BUMN Dahlan Iskan itu
diharapkan dapat mengurangi
penggunaan bahan baku impor.
Dia juga mendorong BUMN

agar dapat terlibat dalam upaya


perbaikan neraca perdagangan
Indonesia dengan cara mengurangi impor. Pengurangan impor
itu dapat dilakukan terkait program hilirisasi.
Sementara itu, Direktur Keuangan Kimia Farma Farida
Astuti mengatakan pembangunan fisik pabrik garam farmasi
itu telah rampung. Secara fisik
sudah jadi, tinggal tunggu commissioning saja, katanya.
Kapasitas produksi pabrik itu
mencapai 2.000 ton - 3.000 ton
per tahun. Farida mengatakan kebutuhan perusahaan akan garam
farmasi mencapai 6.000 per tahun.
Sejauh ini, Kimia Farma telah
memiliki lima pabrik yang empat
di antaranya terletak di Jawa dan

sisanya di Suamatera. Pabrik itu


antara lain memproduksi obat
narkotika dan Antiretroviral
(ARV), Alat Kontrasepsi Dalam
Rahim (AKDR), minyak jarak,
edibleoils, bedak, dan obat
dalam bentuk sediaan tablet.
Sementara itu, Indofarma memiliki pabrik di Cibitung, Jawa
Barat. Emiten berkode saham
INAF itu lebih banyak memproduksi obat generik. Indofarma
memperkirakan
kebutuhan
dana untuk membangun pabrik
bahan baku farmasi di Indonesia
mencapai Rp4 triliun.
Sekretaris Perusahaan Indofarma Yasser Arafat mengatakan
perkiraan kebutuhan tersebut didasarkan pada hitungan nilai ekonomis.

Yasser mengatakan pemerintah juga harus memberikan


dukungan insentif. Menurutnya,
salah satu persoalan utama yang
menghambat pembangunan fasilitas ini adalah kesiapan industri
kimia dasar di dalam negeri.
Seperti diketahui, impor
bahan baku menjadi salah satu
tantangan bagi emiten farmasi.
Pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar AS dapat berpengaruh terhadap peningkatan
biaya produksi obat-obatan.
Salah satu langkah yang
dilakukan untuk mengantisipasi tantangan tersebut adalah
mengupayakan kontrak jangka
panjang pembelian bahan baku
tertentu yang harganya sangat
fluktuatif. (Yodie Hardiyan)

JAKARTA Emiten propert PT Modernland Realty Tbk. akan meluncurkan tiga klaster baru pada
paruh kedua tahun ini
guna mengincar kekurangan target pendapatan
prapenjualan (marketing
sales) senilai Rp3 triliun
pada tahun ini.
Seperti diketahui, dari
target marketing sale pada
tahun ini senilai Rp5,4 triliun, sekitar Rp3,3 triliun
ditargetkan akan diperoleh
dari penjualan residensial,
Rp750 miliar dari penjualan lahan ke PT Alam
Sutera Realty Tbk. (ASRI),
dan Rp1,3 triliun dari
lahan industri.
Investor
Relations
Modernland Realty (MDLN)
Cuncun Wijaya mengatakan
pada paruh pertama tahun
ini, perseroan telah mengantongi marketing sales
senilai Rp2,06 triliun.
Perolehan itu, lanjutnya,
disumbangkan dari penjualan lahan industri sekitar
50% dan 50% dari penjualan residensial.
Dari perolehan sekitar
Rp1 triliun untuk residensial, di dalamnya juga terdapat perolehan dari penjualan lahan kepada ASRI.
ASRI akan membayarkan
Rp750 miliar secara bertahap pada tahun ini,
katanya tanpa memerinci
besaran yang dimaksud
saat dihubungi Bisnis,
Rabu (29/7).
Mengacu pada pernyataan tersebut, artinya MDLN
telah merealisasikan marketing sales sebesar 38%
dari target sepanjang tahun
ini.
Dari lahan industri, perseroan telah menjual 141
hektare dari target 145 hektare pada tahun ini.
Sebaliknya,
dengan

penjualan residensial dan


lahan kepada ASRI dengan total target lebih dari
Rp4 triliun, artinya hingga
semester I/2015, perseroan
baru mengantongi 25%
dari target tersebut.
Kendati demikian, Cuncun meyakini peluncuran
tiga klaster baru secara
bertahap pada Agustus,
September, dan Oktober
2015 akan melengkapi target yang telah ditetapkan
perseroan.
MDLN bakal memasarkan sekitar 150 unit - 200
unit di setiap klaster.
Hingga Juni 2015, MDLN
telah meluncurkan dua
klaster baru. Pada peluncuran pertama, seluruh
unit berhasil terjual.
Sementara itu, pada peluncuran kedua sudah terjual sekitar 60%.
Cuncun mengatakan
pada peluncuran kedua,
terdapat sentimen negatif
yang mempengaruhi masyarakat.
Secara
keseluruhan
kami telah menjual 306
unit residensial hingga
pertengahan tahun ini.
Memang kondisi pada semester I ini cukup terpengaruhi kebijakan. Penjualan ikut terkena dampak dari wacana penerapan pajak barang mewah
yang belum jelas saat itu,
ujarnya.
Pada semester II/2015,
dia meyakini kondisi pasar
properti di dalam negeri
akan lebih baik.
Menurutnya, relaksasi
kebijakan loan to value
dan peluang dibukanya
keran kepemilikan asing
akan memberikan pengaruh positif untuk pasar.
Harapannya, permintaan
hunian turut meningkat.
(Fatia Qanitat)

16

DATA EM TEN
BURSA EFEK INDONESIA, 4 AGUSTUS 2015
Perusahaan

Harga Saham
Sbl.
Ttg.
Trd.

/
Ptp. (poin)

Transaksi
Volume
Nilai

PERTANIAN

PER

Jual

Minat
Volume
Beli

Volume

Perusahaan

Sbl.

Harga Saham
Ttg.
Trd.

/
Ptp. (poin)

Transaksi
Volume
Nilai

PER

Jual

Minat
Volume
Beli

Volume

INAF .........Indofarma Tbk. ................................................................192 ..........195 .......... 188 ............ 192 ......... -...........787.600 ............150.152.400 .......-7,46 ...........192 ...........35.600 ........190 ................100
KAEF ........Kimia Farma Tbk. ..............................................................950 ..........970 .......... 950 ............ 955 .........5...........824.000 ............788.413.500 ........30,2 ...........955 ................500 ........950 .........389.100
KLBF ........Kalbe Farma Tbk. ..........................................................1.710 .......1.680 ....... 1.660 ......... 1.680 ..... -30......39.682.600 .......66.256.214.000 ......40,34 ........1.680 .........482.800 .....1.670 ......1.205.500
MERK .......Merck Tbk..................................................................145.000 ...............- ...............- ..... 145.000 ......... -.......................- ...............................- ......16,16 ....144.400 ................100 ...120.500 ................100
PYFA ........Pyridam Farma Tbk ..........................................................124 ..........132 .......... 125 ............ 132 .........8.............53.500 ................6.925.000 ......15,66 ...........130 ...........29.900 ........127 .............5.000
SCPI .........Merck Sharp Dohme Pharma Tbk. ..............................29.000 ...............- ...............- ....... 29.000 ......... -.......................- ...............................- ........1,25 ................- .....................- .............- .................... SIDO ........Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk .......................535 ..........535 .......... 510 ............ 515 ..... -20......10.644.500 .........5.572.034.500 ......16,36 ...........520 .........118.500 ........515 ...........57.300
SQBB .......Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ..........................10.500 ...............- ...............- ....... 10.500 ......... -.......................- ...............................- ........0,53 ................- .....................- .............- .................... SQBI .........Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ........................315.000 ...............- ...............- ..... 315.000 ......... -.......................- ...............................- ........1,52 ....314.400 ................100 ...300.000 ................300
TSPC ........Tempo Scan Pacific Tbk. ...............................................1.945 .......1.950 ....... 1.945 ......... 1.950 .........5...........141.600 ............276.107.500 ........9,46 ........1.950 .........441.600 .....1.940 ...........10.100
4.Kosmetik & Barang Keperluan Rumah Tangga
MBTO .......Martina Berto Tbk ...........................................................149 ..........149 .......... 149 ............ 149 ......... -...............1.000 ...................149.000 ......45,58 ...........149 ................300 ........145 ................100
MRAT .......Mustika Ratu Tbk. ............................................................223 ..........225 .......... 220 ............ 220 ....... -3.............46.500 ..............10.253.000 ........14,9 ...........224 ...........10.000 ........220 ................400
TCID .........Mandom Indonesia Tbk. .............................................19.500 ...............- ...............- ....... 19.500 ......... -.......................- ...............................- ......15,74 ......19.400 .............1.000 ...17.100 ................100
UNVR .......Unilever Indonesia Tbk. ..............................................38.875 .....38.850 ..... 38.500 ....... 38.600 ... -275........1.532.300 .......59.164.127.500 ......54,56 ......38.600 ...........26.200 ...38.575 .........215.400
5.Peralatan Rumah Tangga
CINT .........Chitose Internasional Tbk .................................................335 ..........335 .......... 333 ............ 335 ......... -........4.401.500 .........1.470.624.000 ......10,16 ...........335 .........140.000 ........334 ...........23.200
KDSI .........Kedawung Setia Industrial Tbk. .......................................230 ..........241 .......... 230 ............ 230 ......... -.............10.000 ................2.312.500 ........2,53 ...........270 ...........10.000 ........230 ...........16.600
KICI ..........Kedaung Indah Can Tbk ..................................................259 ..........269 .......... 269 ............ 269 .......10..................100 .....................26.900 ........4,38 ...........265 ................200 ........206 ...........42.900
LMPI .........Langgeng Makmur Industri Tbk. ......................................130 ..........136 .......... 131 ............ 135 .........5...........179.200 ..............24.161.200 ......62,87 ...........135 .............1.500 ........132 ................500

PROPERTI DAN REAL ESTAT

PERTAMBANGAN

INDUSTRI DASAR DAN KIMIA

1.Properti & Real Estate


APLN ........Agung Podomoro Land Tbk .............................................361 ..........363 .......... 355 ............ 355 ....... -6........1.801.600 ............641.057.700 ..............- ...........356 ...........28.600 ........355 ...........34.400
ASRI .........Alam Sutera Realty Tbk. ..................................................500 ..........510 .......... 500 ............ 505 .........5......61.909.600 .......31.230.354.500 ........8,84 ...........510 ......4.895.400 ........505 ......1.488.800
BAPA ........Bekasi Asri Pemula Tbk. .....................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -...........227.200 ..............11.360.000 ........4,75 .............50 ...........42.900 .............- .................... BCIP .........Bumi Citra Permai Tbk .....................................................780 ..........785 .......... 780 ............ 785 .........5......30.365.800 .......23.685.810.000 .....-51,08 ...........785 ...........83.800 ........780 .........125.000
BEST ........Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk .....................................379 ..........380 .......... 375 ............ 376 ....... -3........4.622.800 .........1.742.893.800 ......12,01 ...........378 ...........92.900 ........376 .........164.400
BIKA .........Binakarya Jaya Abadi Tbk .............................................1.535 .......1.545 ....... 1.520 ......... 1.530 ....... -5........5.304.800 .........8.146.332.500 ..............- ........1.530 ...........53.300 .....1.525 ...........83.900
BIPP .........Bhuwanatala Indah Permai Tbk. .........................................92 ............92 ............ 88 .............. 92 ......... -.............14.300 ................1.295.700 ......13,75 .............92 ...........59.300 ..........91 ...........30.000
BKDP .......Bukit Darmo Property Tbk .................................................90 ...............- ...............- .............. 90 ......... -.......................- ...............................- .....-54,18 .............92 ......1.636.000 ..........90 .........500.000
BKSL ........Sentul City Tbk. ..................................................................86 ............88 ............ 86 .............. 86 ......... -........9.592.000 ............826.416.700 .....-67,55 .............87 ......5.089.600 ..........86 .........202.000
BSDE ........Bumi Serpong Damai Tbk. ............................................1.845 .......1.845 ....... 1.770 ......... 1.820 ..... -25......11.263.200 .......20.260.981.000 ......11,01 ........1.820 ......1.650.300 .....1.810 ...........10.700
COWL ......Cowell Development Tbk .................................................605 ..........605 .......... 595 ............ 600 ....... -5........4.465.500 .........2.686.388.500 .....-11,53 ...........600 ...........81.800 ........595 .........697.100
CTRA ........Ciputra Development Tbk. ...........................................1.085 .......1.110 ....... 1.060 ......... 1.095 .......10......13.613.200 .......14.900.313.500 ......18,22 ........1.100 ...........45.400 .....1.095 ...........77.700
CTRP ........Ciputra Property Tbk .......................................................530 ..........530 .......... 515 ............ 525 ....... -5...........218.000 ............113.779.000 ......25,99 ...........525 ...........21.900 ........520 .............5.000
CTRS ........Ciputra Surya Tbk. ........................................................2.725 .......2.725 ....... 2.650 ......... 2.655 ..... -70...........150.900 ............405.476.000 ......10,09 ........2.655 ................300 .....2.650 ................800
DART ........Duta Anggada Realty Tbk. ...............................................745 ..........760 .......... 700 ............ 760 .......15...............5.100 ................3.576.000 ........6,39 ...........750 .............1.000 ........700 .............1.200
DILD .........Intiland Development Tbk. ...............................................560 ..........560 .......... 545 ............ 555 ....... -5......18.607.600 .......10.274.917.000 ......11,91 ...........560 ......1.367.900 ........555 .........120.000
DMAS .......Puradelta Lestari Tbk .......................................................201 ..........205 .......... 201 ............ 203 .........2........3.389.600 ............686.271.600 ..............- ...........203 ......5.018.100 ........202 .........327.500
DUTI .........Duta Pertiwi Tbk ............................................................6.200 ...............- ...............- ......... 6.200 ......... -.......................- ...............................- ......24,46 ........6.700 ...........10.000 .....5.500 ................500
ELTY .........Bakrieland Development Tbk. ...........................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .....-12,83 .............50 ..499.307.800 .............- .................... EMDE .......Megapolitan Developments Tbk.......................................151 ..........155 .......... 148 ............ 148 ....... -3.............41.800 ................6.256.900 ........4,71 ...........151 ...........34.600 ........148 ...........14.000
FMII ..........Fortune Mate Indonesia Tbk ............................................432 ..........432 .......... 432 ............ 432 ......... -...........520.000 ............224.640.000 ......21,16 ...........432 ...........80.000 ........417 .............4.000
GAMA ......Gading Development Tbk...................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ......25,95 .............50 ....14.404.000 .............- .................... GMTD ......Gowa Makassar Tourism Development Tbk. .................9.400 ...............- ...............- ......... 9.400 ......... -.......................- ...............................- ........5,45 ........9.300 ................500 .....7.625 ................200
GPRA .......Perdana Gapura Prima Tbk ..............................................267 ..........267 .......... 265 ............ 265 ....... -2.............36.000 ................9.542.000 ......27,91 ...........265 ...........38.300 ........236 .........100.000
GWSA ......Greenwood Sejahtera Tbk ...............................................133 ..........135 .......... 135 ............ 135 .........2.............50.000 ................6.750.000 ........3,86 ...........144 ...........10.000 ........135 ................200
JRPT .........Jaya Real Property Tbk. ................................................1.025 ..........970 .......... 950 ............ 970 ..... -55...............1.600 ................1.540.000 ......15,63 ...........970 .............9.200 ........910 ...........15.000
KIJA .........Kawasan Industri Jababeka Tbk. .....................................254 ..........254 .......... 244 ............ 252 ....... -2......46.673.800 .......11.566.838.200 ......15,89 ...........252 ......6.239.600 ........251 .........977.100
KPIG .........MNC Land Tbk ..............................................................1.505 .......1.515 ....... 1.500 ......... 1.505 ......... -...........255.500 ............385.036.500 ......19,99 ........1.505 ...........21.000 .....1.500 ...........35.000
LAMI ........Lamicitra Nusantara Tbk. .................................................285 ..........280 .......... 280 ............ 280 ....... -5.............19.100 ................5.348.000 ..........4,7 ...........290 .............2.000 ........280 .............7.800
LCGP ........Eureka Prima Jakarta Tbk .................................................535 ..........540 .......... 530 ............ 540 .........5......82.696.400 .......43.959.906.500 ...-404,92 ...........540 .........409.700 ........535 .............3.700
LPCK ........Lippo Cikarang Tbk ......................................................8.700 .......8.875 ....... 8.500 ......... 8.500 ... -200...........438.000 .........3.809.532.500 ........5,38 ........8.525 .............9.000 .....8.500 ...........22.800
LPKR ........Lippo Karawaci Tbk. ......................................................1.150 .......1.150 ....... 1.125 ......... 1.150 ......... -......19.782.100 .......22.526.320.500 ........15,9 ........1.150 ......1.387.600 .....1.145 ......1.000.000
MDLN ......Modernland Realty Ltd. Tbk ............................................478 ..........480 .......... 474 ............ 478 ......... -........3.061.600 .........1.456.408.000 ........8,26 ...........478 .........239.400 ........477 ......1.000.000
MKPI ........Metropolitan Kentjana Tbk ..........................................16.300 .....16.100 ..... 16.000 ....... 16.000 ... -300.............36.000 ............576.900.000 ......36,92 ......16.100 .............7.000 ...15.900 ...........36.000
MMLP ......Mega Manunggal Property Tbk .......................................835 ..........835 .......... 820 ............ 835 ......... -.............40.300 ..............33.535.500 ..............- ...........835 ...........71.200 ........830 .............5.000
MTLA .......Metropolitan Land Tbk. ....................................................349 ..........350 .......... 331 ............ 349 ......... -.............15.600 ................5.309.400 ......11,08 ...........350 .........337.400 ........349 ................100
MTSM ......Metro Realty Tbk. ............................................................400 ..........400 .......... 400 ............ 400 ......... -...............1.300 ...................520.000 ......22,79 ...........400 .........193.200 ........302 .............1.000
NIRO ........Nirvana Development Tbk ...............................................191 ..........195 .......... 187 ............ 190 ....... -1........1.022.900 ............194.769.000 ......45,73 ...........191 ...........23.000 ........190 .........143.800
OMRE ......Indonesia Prima Property Tbk ..........................................340 ...............- ...............- ............ 340 ......... -.......................- ...............................- .......-16,1 ................- .....................- ........320 .............1.000
PLIN .........Plaza Indonesia Realty Tbk. ..........................................3.900 ...............- ...............- ......... 3.900 ......... -.......................- ...............................- ......58,44 ........3.900 .............3.000 .............- .................... PPRO ........PP Properti Tbk ...............................................................179 ..........181 .......... 177 ............ 178 ....... -1......11.022.100 .........1.967.480.600 ..............- ...........179 .........294.800 ........178 ...........21.400
PUDP .......Pudjiadi Prestige Tbk. .......................................................385 ...............- ...............- ............ 385 ......... -.......................- ...............................- ........91,7 ...........396 ................200 ........320 .............2.000
PWON ......Pakuwon Jati Tbk. ...........................................................416 ..........417 .......... 411 ............ 415 ....... -1......16.407.900 .........6.791.153.600 ......11,21 ...........416 .........210.900 ........415 .........729.800
RBMS .......Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. ......................................74 ............85 ............ 81 .............. 81 .........7...............2.300 ...................186.900 .....-26,57 .............81 .............5.000 ..........76 .............1.400
RDTX ........Roda Vivatex Tbk...........................................................5.800 ...............- ...............- ......... 5.800 ......... -.......................- ...............................- ........5,68 ................- .....................- .....5.625 .............5.000
RODA .......Pikko Land Development Tbk ..........................................420 ...............- ...............- ............ 420 ......... -.......................- ...............................- ........19,6 ...........420 .........117.700 ........329 ................200
SMDM ......Suryamas Dutamakmur Tbk. ............................................105 ..........111 .......... 106 ............ 111 .........6...........204.300 ..............22.617.800 ........5,77 ...........111 ...........51.500 ........110 ................100
SMRA .......Summarecon Agung Tbk. .............................................1.820 .......1.815 ....... 1.740 ......... 1.800 ..... -20......18.856.100 .......33.603.701.500 ......26,26 ........1.800 ......1.022.300 .....1.775 ...........14.700
TARA ........Sitara Propertindo Tbk .....................................................478 ..........479 .......... 477 ............ 478 ......... -......75.316.900 .......36.018.437.500 ....878,68 ...........478 .........143.300 ........477 ......2.414.200
2.Konstruksi Bangunan
ACST ........ACSET Indonusa Tbk ....................................................4.415 .......4.420 ....... 4.415 ......... 4.420 .........5.............12.300 ..............54.363.500 ..............- ........4.420 .........105.300 .....4.310 ................400
ADHI ........Adhi Karya (Persero) Tbk. ..............................................2.270 .......2.300 ....... 2.245 ......... 2.250 ..... -20........4.013.400 .........9.083.051.500 ..............- ........2.250 ...........19.000 .....2.245 .........144.700
DGIK ........Nusa Kontruksi Enjiniring Tbk...........................................105 ..........112 .......... 106 ............ 106 .........1...........383.300 ..............41.677.700 ......13,27 ...........108 ...........60.000 ........106 ...........72.000
NRCA .......Nusa Raya Cipta Tbk.........................................................945 ..........945 .......... 930 ............ 935 ..... -10........1.242.700 .........1.162.662.000 ........9,49 ...........940 ...........34.100 ........930 ...........50.200
PTPP ........PP (Persero) Tbk ............................................................3.855 .......3.870 ....... 3.785 ......... 3.795 ..... -60........5.576.700 .......21.226.914.000 ......49,12 ........3.795 ...........38.300 .....3.790 ...........40.100
SCBD ........Danayasa Arthatama Tbk. .............................................1.695 ...............- ...............- ......... 1.695 ......... -.......................- ...............................- ......45,36 ........2.115 .............1.200 .....1.500 ................200
SSIA .........Surya Semesta Internusa Tbk............................................795 ..........800 .......... 785 ............ 795 ......... -........1.110.700 ............878.297.500 ........4,59 ...........795 ...........78.200 ........790 .........107.500
TOTL ........Total Bangun Persada Tbk. ...............................................830 ..........840 .......... 810 ............ 810 ..... -20...........814.200 ............669.439.500 ......13,17 ...........820 ...........25.100 ........810 ...........68.800
WIKA ........Wijaya Karya (Persero) Tbk. ..........................................2.670 .......2.695 ....... 2.640 ......... 2.650 ..... -20........9.536.800 .......25.416.947.500 ......66,23 ........2.655 .........129.500 .....2.650 .........297.900
WSKT .......Waskita Karya (Persero) Tbk .........................................1.795 .......1.800 ....... 1.775 ......... 1.780 ..... -15........8.267.000 .......14.768.535.500 ..............- ........1.780 .............5.300 .....1.775 .........353.300

INFRASTRUKTUR, UTILITAS, DAN TRANSPORTASI

1.Energi
KOPI ........Mitra Energi Persada Tbk ................................................840 ..........840 .......... 835 ............ 835 ....... -5...........253.500 ............212.241.000 ...-434,53 ...........835 .............3.200 ........830 .............5.000
LAPD ........Leyand International Tbk. ...................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -..................100 .......................5.000 .......-9,58 .............50 ....16.793.200 .............- .................... PGAS ........Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. .........................4.000 .......4.015 ....... 3.945 ......... 4.000 ......... -......10.496.500 .......41.879.413.500 ......16,96 ........4.000 .........187.400 .....3.980 .............1.000
2.Jalan Tol, Pelabuhan, Bandara & Sejenisnya
CMNP ......Citra Marga Nusaphala Persada Tbk..............................1.955 .......1.940 ....... 1.900 ......... 1.935 ..... -20...............5.200 ..............10.051.500 ........9,09 ........2.200 .............2.500 .....1.935 ...........30.200
JSMR ........Jasa Marga (Persero) Tbk. .............................................5.650 .......5.650 ....... 5.525 ......... 5.600 ..... -50........2.497.400 .......13.885.337.500 ......28,89 ........5.600 ...........65.900 .....5.575 .............3.800
META .......Nusantara Infrastructure Tbk. ..........................................170 ..........170 .......... 164 ............ 164 ....... -6......83.577.300 .......13.838.328.400 ......13,91 ...........165 ......2.620.000 ........164 ......2.893.800
3.Telekomunikasi
BTEL .........Bakrie Telecom Tbk.............................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-0,25 .............50 ..134.622.300 .............- .................... EXCL ........XL Axiata Tbk ................................................................3.080 .......3.120 ....... 3.015 ......... 3.025 ..... -55........1.554.600 .........4.721.214.000 .......-8,51 ........3.045 ................500 .....3.025 .........374.400
FREN ........Smartfren Telecom Tbk ......................................................56 ............58 ............ 54 .............. 55 ....... -1...........928.600 ..............51.360.600 .......-0,44 .............56 ...........22.500 ..........54 .........130.800
INVS .........Inovisi Infracom Tbk .........................................................117 ...............- ...............- ............ 117 ......... -.......................- ...............................- ........3,82 ................- .....................- .............- .................... ISAT ..........Indosat Tbk. ..................................................................4.300 .......4.360 ....... 4.300 ......... 4.350 .......50...........355.800 .........1.540.635.000 .....-12,97 ........4.350 .............3.600 .....4.325 ...........50.000
TLKM .......Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ......................2.920 .......2.925 ....... 2.875 ......... 2.875 ..... -45......53.123.700 .....154.367.772.500 ...........19 ........2.900 .........149.000 .....2.875 ......2.052.200
4.Transportasi
APOL ........Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. .......................................58 ...............- ...............- .............. 58 ......... -.......................- ...............................- .......-1,08 ................- .....................- .............- .................... ASSA ........Adi Sarana Armada Tbk ...................................................117 ..........127 .......... 117 ............ 123 .........6........2.138.100 ............263.551.900 ..........5,1 ...........124 .........168.100 ........123 ...........22.400
BBRM .......Pelayarang Nasional Bina Buana Raya Tbk ......................105 ...............- ...............- ............ 105 ......... -.......................- ...............................- .......-4,25 ...........105 ...........20.000 ..........96 .............1.800
BIRD .........Blue Bird Tbk .................................................................8.000 .......7.850 ....... 7.700 ......... 7.700 ... -300...............5.700 ..............44.092.500 ......21,58 ........7.725 ................100 .....7.700 ................600
BLTA .........Berlian Laju Tanker Tbk ....................................................196 ...............- ...............- ............ 196 ......... -.......................- ...............................- .......-6,45 ................- .....................- .............- .................... BULL ........Buana Listya Tama Tbk........................................................82 ............83 ............ 80 .............. 82 ......... -...........113.100 ................9.089.100 ........0,95 .............82 ...........39.500 ..........81 .............1.200
CANI ........Capitol Nusantara Indonesia Tbk ......................................264 ...............- ...............- ............ 264 ......... -.......................- ...............................- ......19,66 ................- .....................- .............- .................... CASS ........Cardig Aero Services Tbk .............................................1.200 .......1.200 ....... 1.200 ......... 1.200 ......... -...............3.400 ................4.080.000 ......19,46 ........1.200 .........196.600 .....1.170 .............2.500
CMPP .......Rimau Multi Putra Pratama Tbk. ......................................120 ...............- ...............- ............ 120 ......... -.......................- ...............................- ..........0,6 ...........138 ...........10.000 ........114 .............2.300
CPGT ........Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk .............................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -.............71.800 ................3.590.000 .....-22,31 .............50 ......4.939.500 .............- .................... GIAA ........Garuda Indonesia (Persero) Tbk .......................................434 ..........442 .......... 425 ............ 431 ....... -3........4.095.000 .........1.759.425.400 ......18,72 ...........431 .........195.800 ........427 .........154.400
HITS .........Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. ............................710 ..........710 .......... 710 ............ 710 ......... -...........157.900 ............112.109.000 ....121,36 ...........710 .........122.600 ........705 ...........73.200
IATA .........Indonesia Transport & Infrastructure Tbk ...........................51 ............52 ............ 50 .............. 50 ....... -1........1.608.400 ..............81.222.000 .......-5,28 .............51 .........337.800 ..........50 ......5.489.000
INDX ........Tanah Laut Tbk .................................................................450 ..........448 .......... 435 ............ 445 ....... -5.............30.500 ..............13.389.800 ........3,36 ...........446 ...........30.300 ........438 .............1.100
KARW ......ICTSI Jasa Prima Tbk ........................................................394 ...............- ...............- ............ 394 ......... -.......................- ...............................- .........-9,5 ...........389 .............1.000 ........313 .............2.500
LEAD ........Logindo Samudramakmur Tbk ..........................................159 ..........162 .......... 150 ............ 153 ....... -6........2.601.000 ............401.895.700 ........6,88 ...........154 .........101.000 ........153 ...........96.500
LRNA ........Eka Sari Lorena Transport Tbk .........................................160 ..........165 .......... 157 ............ 163 .........3...............1.000 ...................163.300 ......21,58 ...........163 .............2.100 ........158 ................500
MBSS .......Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. .......................................700 ..........700 .......... 650 ............ 695 ....... -5.............14.700 ................9.736.500 ........4,14 ...........695 ...........19.000 ........655 .........100.000
MIRA ........Mitra International Resources Tbk .....................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ....-31250 .............50 .........319.800 .............- .................... NELY ........Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk .........................................128 ..........140 .......... 140 ............ 140 .......12........3.903.600 ............546.504.000 ......11,27 ...........153 ................100 ........116 .............1.000
PTIS ..........Indo Straits Tbk ................................................................730 ...............- ...............- ............ 730 ......... -.......................- ...............................- .......-9,98 ...........895 ...........10.100 ........650 ................300
RAJA ........Rukun Raharja Tbk. .......................................................1.010 .......1.030 .......... 990 ......... 1.010 ......... -...........794.300 ............798.380.500 ........7,75 ........1.010 ...........48.300 ........995 .........243.600
RIGS .........Rig Tenders Indonesia Tbk. ..............................................170 ..........185 .......... 151 ............ 185 .......15...............4.600 ...................740.500 .....-16,78 ...........185 ................900 ........163 .............1.100
SAFE ........Steady Safe Tbk ...............................................................110 ..........123 .......... 123 ............ 123 .......13..................100 .....................12.300 ........5,75 ...........123 ................100 ........101 .............1.000
SDMU .......Sidomulyo Selaras Tbk......................................................220 ..........240 .......... 220 ............ 220 ......... -..................200 .....................46.000 ......12,15 ...........240 ...........28.500 ........211 .............1.000
SMDR .......Samudera Indonesia Tbk. .............................................6.875 .......6.850 ....... 6.625 ......... 6.850 ..... -25...............4.000 ..............27.237.500 ........4,11 ........6.850 .............2.900 .....6.750 ................100
SOCI .........Soechi Lines Tbk ...............................................................530 ..........535 .......... 520 ............ 535 .........5........3.799.400 .........2.004.914.500 ........5,92 ...........535 .........118.200 ........525 ................100
TAXI .........Express Transindo Utama Tbk ..........................................935 ..........930 .......... 915 ............ 915 ..... -20........1.262.300 .........1.162.485.000 ......24,15 ...........915 ................100 ........910 .........130.100
TMAS .......Pelayaran Tempuran Emas Tbk. .....................................1.600 .......1.600 ....... 1.565 ......... 1.565 ..... -35.............60.100 ..............94.939.000 ........7,43 ........1.595 ...........11.100 .....1.565 ................400
TPMA .......Trans Power Marine Tbk ...................................................310 ...............- ...............- ............ 310 ......... -.......................- ...............................- ......21,04 ...........300 .............4.400 ........241 .............2.000
TRAM .......Trada Maritime Tbk.............................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -...........205.000 ..............10.250.000 ......22,85 .............50 ....84.847.800 .............- .................... WEHA ......Panorama Transportasi Tbk ..............................................211 ..........210 .......... 208 ............ 208 ....... -3........1.520.300 ............317.652.300 .....-12,97 ...........209 .........117.200 ........208 ...........55.300
WINS ........Wintermar Offshore Marine Tbk ......................................234 ..........233 .......... 222 ............ 224 ..... -10........1.983.300 ............445.238.800 ....227,36 ...........225 ...........60.000 ........224 ...........19.300
ZBRA ........Zebra Nusantara Tbk ........................................................160 ..........161 .......... 155 ............ 156 ....... -4........4.635.800 ............738.207.900 ....146,89 ...........156 .........256.300 ........155 ...........84.800
5.Konstruksi non bangunan
BALI .........Bali Towerindo Sentra Tbk ................................................600 ..........610 .......... 590 ............ 610 .......10...........237.700 ............143.308.500 ........7,36 ...........610 ...........57.600 ........605 .............5.800
BUKK .......Bukaka Teknik Utama Tbk. ...............................................930 .......1.105 .......... 900 ......... 1.040 .....110...........845.300 ............890.414.500 ........1,27 ........1.050 ...........20.000 .....1.040 .............8.800
IBST ..........Inti Bangun Sejahtera Tbk..............................................3.000 ...............- ...............- ......... 3.000 ......... -.......................- ...............................- ......16,63 ........3.090 ................100 .....3.000 .........100.000
INDY ........Indika Energy Tbk. ...........................................................284 ..........289 .......... 276 ............ 288 .........4...........512.800 ............146.436.800 ........2,61 ...........288 ...........42.700 ........287 ...........22.700
SUPR ........Solusi Tunas Pratama Tbk .............................................7.775 ...............- ...............- ......... 7.775 ......... -.......................- ...............................- ......72,39 ........8.200 ................400 .....7.525 ................500
TBIG .........Tower Bersama Infrastructure Tbk ................................8.300 .......8.250 ....... 7.925 ......... 8.025 ... -275........1.936.400 .......15.520.342.500 ......30,09 ........8.025 ...........70.500 .....8.000 ................100
TOWR ......Sarana Menara Nusantara Tbk ......................................3.800 .......3.985 ....... 3.800 ......... 3.985 .....185...........197.000 ............770.758.000 ......60,24 ........3.990 .............5.000 .....3.985 .............5.500
TRUB ........Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. ...........................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-4,85 ................- .....................- .............- .................... -

KEUANGAN

ANEKA INDUSTRI

1.Bank
AGRO .......Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk ..............................89 ............89 ............ 88 .............. 88 ....... -1........1.229.200 ............108.195.800 ..............- .............89 .........275.300 ..........88 .........139.200
AGRS .......Bank Agris Tbk ..................................................................98 ..........109 .......... 105 ............ 105 .........7...............1.100 ...................119.500 ..............- ...........105 .............3.600 ..........98 .............2.100
BABP ........Bank MNC Internasional Tbk. ............................................77 ............79 ............ 75 .............. 76 ....... -1........6.769.200 ............514.371.700 ....136,79 .............77 .........815.200 ..........76 ................100
BACA .......Bank Capital Indonesia Tbk. ............................................199 ..........198 .......... 196 ............ 196 ....... -3........2.882.600 ............568.575.700 ......12,73 ...........197 .........242.500 ........196 ...........86.100
BAEK ........Bank Ekonomi Raharja Tbk. ...........................................2.100 ...............- ...............- ......... 2.100 ......... -.......................- ...............................- ......69,83 ................- .....................- .............- .................... BBCA .......Bank Central Asia Tbk..................................................13.250 .....13.400 ..... 13.125 ....... 13.300 .......50........8.942.500 .....118.936.407.500 ......19,97 ......13.325 .........503.700 ...13.300 .............5.600
BBKP ........Bank Bukopin Tbk. ...........................................................625 ..........650 .......... 620 ............ 650 .......25......11.214.600 .........7.136.250.000 ........7,38 ...........655 .........100.000 ........650 .........328.700
BBMD .......Bank Mestika Dharma Tbk ............................................1.610 ...............- ...............- ......... 1.610 ......... -.......................- ...............................- ........27,1 ........1.600 ...........21.000 .....1.450 ................100
BBNI .........Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ..........................4.815 .......4.835 ....... 4.785 ......... 4.795 ..... -20......25.973.900 .....124.670.482.500 ........7,86 ........4.795 .........473.600 .....4.790 .........232.200
BBNP .......Bank Nusantara Parahyangan Tbk. ................................2.320 ...............- ...............- ......... 2.320 ......... -.......................- ...............................- ....136,63 ................- .....................- .............- .................... BBRI .........Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. .........................10.450 .....10.475 ..... 10.200 ....... 10.400 ..... -50......33.723.300 .....349.569.935.000 ......10,34 ......10.400 .........599.000 ...10.375 .........663.000
BBTN ........Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk............................1.170 .......1.180 ....... 1.165 ......... 1.170 ......... -........4.475.100 .........5.236.124.000 ........7,61 ........1.175 .........103.900 .....1.170 .........152.600
BBYB ........Bank Yudha Bhakti Tbk ......................................................82 ............84 ............ 82 .............. 82 ......... -.............74.900 ................6.184.900 ..............- .............84 .............6.000 ..........82 .........178.200
BCIC .........Bank Mutiara Tbk ...............................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-3,63 ................- .....................- .............- .................... BDMN ......Bank Danamon Indonesia Tbk. .....................................4.250 .......4.340 ....... 4.150 ......... 4.300 .......50........1.180.600 .........5.062.901.000 ......14,85 ........4.300 ...........31.700 .....4.270 ................500
BEKS ........Bank Pundi Indonesia Tbk...................................................60 ............61 ............ 60 .............. 61 .........1...........248.900 ..............15.066.900 .........-2,7 .............61 ...........20.000 ..........59 ...........22.400
BINA ........Bank Ina Perdana Tbk ......................................................280 ...............- ...............- ............ 280 ......... -.......................- ...............................- ......88,31 ...........280 .........115.900 ........270 ...........10.000
BJBR ........BPD Jawa Barat dan Banten Tbk ......................................790 ..........800 .......... 785 ............ 795 .........5........2.175.900 .........1.721.383.500 ........4,95 ...........795 .........291.400 ........790 .........832.700
BJTM ........Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk ...................461 ..........461 .......... 457 ............ 457 ....... -4...........750.600 ............343.567.900 ........6,55 ...........460 ...........20.300 ........457 ...........19.200
BKSW .......Bank QNB Kesawan Tbk ..................................................397 ..........417 .......... 417 ............ 417 .......20..................100 .....................41.700 ........83,1 ...........398 ...........20.000 ........373 ...........23.300
BMAS .......Bank Maspion Indonesia Tbk ...........................................380 ...............- ...............- ............ 380 ......... -.......................- ...............................- ......93,16 ...........355 ................800 .............- .................... BMRI ........Bank Mandiri (Persero) Tbk. ..........................................9.700 .......9.775 ....... 9.475 ......... 9.525 ... -175......43.014.500 .....414.397.092.500 ......10,71 ........9.550 ...........25.700 .....9.525 .........252.100
BNBA .......Bank Bumi Arta Tbk. .........................................................170 ..........169 .......... 168 ............ 169 ....... -1.............41.600 ................7.010.400 ........7,55 ...........170 ...........18.800 ........168 ...........10.000
BNGA .......Bank CIMB Niaga Tbk .......................................................645 ..........655 .......... 600 ............ 615 ..... -30...........263.000 ............161.661.000 ......46,25 ...........625 .............2.000 ........615 ...........17.600
BNII ..........Bank Internasional Indonesia Tbk. ...................................198 ..........198 .......... 193 ............ 195 ....... -3.............10.300 ................1.993.000 ......11,75 ...........197 ...........34.400 ........195 ................100
BNLI .........Bank Permata Tbk. .......................................................1.590 .......1.530 ....... 1.480 ......... 1.480 ... -110...........111.200 ............166.426.000 ........7,67 ........1.460 ...........18.500 .....1.410 ...........10.000
BSIM ........Bank Sinarmas Tbk ..........................................................375 ..........380 .......... 373 ............ 380 .........5.............25.600 ................9.599.500 ......28,16 ...........380 .............9.900 ........370 .........500.000
BSWD .......Bank of India Indonesia Tbk ..........................................2.900 .......2.900 ....... 2.895 ......... 2.900 ......... -...............4.000 ..............11.581.000 ......17,62 ........3.100 ................100 .....2.300 ................100
BTPN ........Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. .......................3.200 .......3.155 ....... 3.150 ......... 3.150 ..... -50...............2.900 ................9.136.000 ........9,53 ........3.275 ................500 .....3.150 .............5.400
BVIC .........Bank Victoria International Tbk. ......................................115 ..........116 .......... 116 ............ 116 .........1..................100 .....................11.600 ........6,32 ...........114 .........100.000 ........104 ................500
DNAR .......Bank Dinar Indonesia Tbk ................................................149 ..........149 .......... 149 ............ 149 ......... -...............1.000 ...................149.000 ......34,54 ...........148 .............3.000 ........131 .............1.000
INPC .........Bank Artha Graha Internasional Tbk. .................................74 ............74 ............ 73 .............. 74 ......... -.............18.800 ................1.385.700 ........4,96 .............74 ...........18.300 ..........73 ...........16.700
MAYA .......Bank Mayapada Internasional Tbk. ...............................1.645 .......1.600 ....... 1.595 ......... 1.595 ..... -50.............27.700 ..............44.195.000 ......15,79 ........1.600 .........107.400 .....1.500 .............1.200
MCOR ......Bank Windu Kentjana International Tbk. .........................290 ..........290 .......... 279 ............ 290 ......... -...........100.300 ..............27.987.000 ......22,86 ...........290 .............2.200 ........279 .............5.000
MEGA ......Bank Mega Tbk. ............................................................2.615 ...............- ...............- ......... 2.615 ......... -.......................- ...............................- ......11,99 ........2.850 ................500 .....2.300 .............1.300
NAGA ......Bank Mitraniaga Tbk.........................................................110 ..........114 .......... 114 ............ 114 .........4..................400 .....................45.600 ......68,91 ...........115 .............3.000 ........100 .............1.700
NISP .........Bank OCBC NISP Tbk. ...................................................1.370 .......1.270 ....... 1.200 ......... 1.250 ... -120.............63.700 ..............79.055.500 ........9,53 ........1.315 .............1.000 .....1.250 ...........98.600
NOBU ......Bank Nationalnobu Tbk ...................................................745 ..........745 .......... 745 ............ 745 ......... -..................200 ...................149.000 ....234,99 ...........745 ...........22.600 ........740 ................300
PNBN .......Bank Pan Indonesia Tbk .................................................1.015 .......1.010 .......... 965 ............ 970 ..... -45........6.463.600 .........6.328.495.000 ........9,83 ...........975 .........150.000 ........970 .........287.000
PNBS ........Bank Panin Syariah Tbk.....................................................267 ..........265 .......... 264 ............ 264 ....... -3.............65.900 ..............17.397.700 ......34,81 ...........264 ...........49.800 ........263 ...........25.100
SDRA ........Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. ....................1.195 ...............- ...............- ......... 1.195 ......... -.......................- ...............................- ........5,89 ........1.195 ...........20.000 .....1.000 ...........20.000
2.Lembaga Pembiayaan
ADMF .......Adira Dinamika Multi Finance Tbk. ...............................4.490 .......4.540 ....... 4.480 ......... 4.480 ..... -10.............12.600 ..............56.533.500 ..............- ........4.485 .............5.000 .....4.480 ................100
BBLD ........Buana Finance Tbk. .......................................................1.150 .......1.135 ....... 1.135 ......... 1.135 ..... -15..................200 ...................227.000 ......18,08 ........1.150 .........200.000 .....1.140 ................100
BFIN .........BFI Finance Indonesia Tbk. ...........................................2.600 .......2.600 ....... 2.550 ......... 2.600 ......... -...........180.000 ............467.925.000 ..........6,9 ........2.600 .........113.900 .....2.550 ................200
BPFI .........Batavia Prosperindo Finance Tbk......................................570 ...............- ...............- ............ 570 ......... -.......................- ...............................- ......13,22 ...........560 ................800 .............- .................... CFIN .........Clipan Finance Indonesia Tbk. .........................................337 ..........338 .......... 338 ............ 338 .........1..................400 ...................135.200 ........3,35 ...........338 ...........64.700 ........330 ................400
DEFI .........Danasupra Erapacific Tbk .............................................1.405 ...............- ...............- ......... 1.405 ......... -.......................- ...............................- ......212,6 ................- .....................- .............- .................... HDFA .......Radana Bhaskara Finance Tbk ..........................................219 ...............- ...............- ............ 219 ......... -.......................- ...............................- ........8,68 ...........210 ................500 .............- .................... IBFN .........Intan Baruprana Finance Tbk ...........................................275 ...............- ...............- ............ 275 ......... -.......................- ...............................- ......12,46 ...........339 .............3.000 ........267 .............5.000
IMJS .........Indomobil Multi Jasa Tbk .................................................470 ..........475 .......... 475 ............ 475 .........5..................100 .....................47.500 ......17,76 ...........475 .........312.000 ........410 .............1.000
MFIN ........Mandala Multifinance Tbk. ...............................................940 ..........940 .......... 875 ............ 940 ......... -...............2.000 ................1.862.000 ........5,79 ...........940 ...........40.500 ........900 ...........13.100
MGNA ......Magna Finance Tbk ............................................................82 ............82 ............ 82 .............. 82 ......... -..................100 .......................8.200 ......18,48 .............83 .........152.400 ..........82 .........154.300
TIFA ..........Tifa Finance Tbk................................................................169 ..........180 .......... 169 ............ 180 .......11...............2.

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

Bersambung ke Hal. 17

17

DATA EM TEN

BURSA EFEK INDONESIA, 4 AGUSTUS 2015 (SAMBUNGAN DARI HAL. 16)

PERDAGANGAN, JASA, DAN INVESTASI


1.Perdagangan Besar Barang Produksi
AIMS ........Akbar Indo Makmur Stimec Tbk .......................................420 ...............- ...............- ............ 420 ......... -.......................- ...............................- .....-24,87 ................- .....................- .............- .................... AKRA .......AKR Corporindo Tbk. ....................................................5.675 .......5.725 ....... 5.550 ......... 5.700 .......25......10.874.900 .......61.194.902.500 ..............- ........5.725 ................100 .....5.700 ...........13.400
APII ..........Arita Prima Indonesia Tbk.................................................300 ...............- ...............- ............ 300 ......... -.......................- ...............................- ......15,14 ...........300 ...........11.800 .............- .................... BMSR .......Bintang Mitra Semestaraya Tbk .......................................180 ...............- ...............- ............ 180 ......... -.......................- ...............................- .......-15,8 ...........190 ...........23.500 ........160 .............7.500
CLPI ..........Colorpak Indonesia Tbk. ..................................................595 ..........600 .......... 575 ............ 595 ......... -.............51.300 ..............30.028.500 ........3,04 ...........595 .............5.300 ........585 .............7.600
CNKO ......Exploitasi Energi Indonesia Tbk ..........................................65 ............73 ............ 61 .............. 67 .........2......25.019.000 .........1.727.364.500 .......-4,76 .............68 ...........41.400 ..........67 .........410.400
DSSA ........Dian Swastika Sentosa Tbk ..........................................12.900 ...............- ...............- ....... 12.900 ......... -.......................- ...............................- .....-33,76 ................- .....................- ...12.900 ...........20.000
EPMT .......Enseval Putera Megatrading Tbk...................................2.900 ...............- ...............- ......... 2.900 ......... -.......................- ...............................- ......20,58 ........3.100 ...........10.000 .....2.705 .............2.500
FISH .........FKS Multi Agro Tbk. ......................................................1.705 ...............- ...............- ......... 1.705 ......... -.......................- ...............................- ........10,9 ........1.760 .............1.000 .....1.660 .............5.000
GEMA ......Gema Grahasarana Tbk. ..................................................345 ..........345 .......... 340 ............ 344 ....... -1.............43.000 ..............14.817.200 ........2,96 ...........340 ................500 ........336 ...........10.000
GREN .......Evergreen Invesco Tbk ....................................................149 ..........148 .......... 147 ............ 148 ....... -1........2.757.800 ............406.436.700 ..3618,58 ...........148 .........138.000 ........147 .........117.000
HEXA .......Hexindo Adiperkasa Tbk. .............................................2.310 .......2.310 ....... 2.240 ......... 2.240 ..... -70...............3.200 ................7.239.000 ......17,62 ........2.265 ...........40.800 .....2.235 .............1.100
INTA .........Intraco Penta Tbk. ...........................................................272 ..........266 .......... 264 ............ 264 ....... -8..................800 ...................212.100 .......-2,75 ...........272 .............1.500 ........264 .............7.200
INTD ........Inter Delta Tbk ................................................................380 ...............- ...............- ............ 380 ......... -.......................- ...............................- ......40,15 ................- .....................- .............- .................... ITTG .........Leo Investments Tbk...........................................................82 ...............- ...............- .............. 82 ......... -.......................- ...............................- ..............- ................- .....................- .............- .................... JKON .......Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. ..........................970 ...............- ...............- ............ 970 ......... -.......................- ...............................- ..3108,97 ...........930 .........600.000 ........860 ...........25.000
KOBX .......Kobexindo Tractors Tbk....................................................128 ..........149 .......... 149 ............ 149 .......21..................100 .....................14.900 ....223,72 ...........149 .............5.400 ........128 ...........20.000
KONI ........Perdana Bangun Pusaka Tbk.............................................329 ...............- ...............- ............ 329 ......... -.......................- ...............................- .......-5,85 ................- .....................- .............- .................... LTLS .........Lautan Luas Tbk. ...............................................................775 ..........780 .......... 775 ............ 775 ......... -...........561.000 ............434.970.000 ........9,63 ...........775 ...........13.100 ........765 .............1.000
MDRN ......Modern Internasional Tbk.................................................315 ..........333 .......... 293 ............ 310 ....... -5........2.326.000 ............712.100.800 ......24,86 ...........312 ...........20.000 ........310 .............6.700
MICE ........Multi Indocitra Tbk. .........................................................328 ..........354 .......... 326 ............ 348 .......20...........790.000 ............259.772.900 ........6,65 ...........340 ................500 ........335 .........500.000
MPMX ......Mitra Pinasthika Mustika Tbk............................................665 ..........665 .......... 650 ............ 655 ..... -10...........372.500 ............244.265.000 ........6,03 ...........655 ...........27.200 ........650 ...........30.500
OKAS .......Ancora Indonesia Resources Tbk. .......................................83 ...............- ...............- .............. 83 ......... -.......................- ...............................- .......-4,39 .............88 .............5.000 ..........83 .............2.000
SDPC ........Millennium Pharmacon International Tbk. .........................80 ............84 ............ 81 .............. 82 .........2...........331.000 ..............27.450.800 ........7,11 .............84 ...........10.000 ..........82 ...........48.000
SQMI ........Renuka Coalindo Tbk .....................................................1.550 ...............- ...............- ......... 1.550 ......... -.......................- ...............................- ....201,27 ........1.550 .............4.900 .............- .................... TGKA .......Tigaraksa Satria Tbk. ....................................................3.490 ...............- ...............- ......... 3.490 ......... -.......................- ...............................- ......18,21 ........3.950 ................200 .....3.250 ................200
TIRA .........Tira Austenite Tbk ........................................................1.500 ...............- ...............- ......... 1.500 ......... -.......................- ...............................- ....225,55 ................- .....................- .............- .................... TMPI .........Sigmagold Inti Perkasa Tbk .............................................440 ..........442 .......... 437 ............ 442 .........2......49.342.300 .......21.734.772.400 ....468,37 ...........442 .........225.300 ........441 ...........27.700
TRIL ..........Triwira Insanlestari Tbk. ......................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -..................100 .......................5.000 .......-8,23 .............50 ......1.306.000 .............- .................... TURI .........Tunas Ridean Tbk. ............................................................640 ..........645 .......... 640 ............ 640 ......... -...........553.800 ............355.051.000 ......12,04 ...........645 .........208.200 ........640 .........138.000
UNTR .......United Tractors Tbk. ...................................................19.900 .....20.525 ..... 20.000 ....... 20.150 .....250........1.467.400 .......29.730.262.500 ......11,48 ......20.175 ................100 ...20.150 ...........44.200
WAPO ......Wahana Pronatural Tbk ......................................................72 ...............- ...............- .............. 72 ......... -.......................- ...............................- .....-40,84 .............73 ...........15.000 ..........67 ...........32.600
WICO .......Wicaksana Overseas International Tbk. ..............................57 ............58 ............ 54 .............. 55 ....... -2...........159.900 ................8.811.400 ......11,12 .............56 ...........18.700 ..........55 .........104.800
2.Perdagangan Eceran
ACES ........Ace Hardware Indonesia Tbk ...........................................630 ..........635 .......... 625 ............ 635 .........5........3.414.000 .........2.150.805.000 ..............- ...........635 .........364.000 ........630 ...........10.100
AMRT .......Sumber Alfaria Trijaya Tbk. ..............................................595 ...............- ...............- ............ 595 ......... -.......................- ...............................- ...-159,33 ...........595 .........500.000 ........590 .............5.000
CENT ........Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. ......................170 ..........175 .......... 168 ............ 170 ......... -...............8.700 ................1.477.700 ..............- ...........170 .............9.600 ........169 ................400
CSAP ........Catur Sentosa Adiprana Tbk. ...........................................330 ..........331 .......... 328 ............ 330 ......... -......13.355.700 .........4.399.630.600 ......12,21 ...........330 ...........12.600 ........329 .........231.300
ECII ..........Electronic City Indonesia Tbk .......................................1.295 .......1.345 ....... 1.200 ......... 1.200 ..... -95.............21.100 ..............25.334.500 ......21,44 ........1.200 ...........59.700 .....1.100 ................100
ERAA ........Erajaya Swasembada Tbk .................................................525 ..........535 .......... 525 ............ 530 .........5........6.699.000 .........3.541.425.500 ........5,44 ...........535 ......1.264.400 ........530 .........107.700
GLOB .......Global Teleshop Tbk ......................................................1.020 ...............- ...............- ......... 1.020 ......... -.......................- ...............................- ....265,57 ........1.000 ................500 ........960 ................300
GOLD .......Golden Retailindo Tbk .....................................................240 ..........230 .......... 225 ............ 230 ..... -10..................300 .....................68.000 ......22,16 ...........250 .............7.000 ........230 ................400
HERO .......Hero Supermarket Tbk. ................................................1.610 .......1.655 ....... 1.610 ......... 1.650 .......40........1.000.300 .........1.649.566.500 ..........-52 ........1.655 ................200 .....1.610 .............3.600
KOIN ........Kokoh Inti Arebama Tbk ...................................................360 ..........350 .......... 350 ............ 350 ..... -10...........199.800 ..............69.930.000 ......41,53 ...........350 ...........13.700 ........305 .............5.000
MAPI ........Mitra Adiperkasa Tbk. ..................................................4.760 .......4.810 ....... 4.760 ......... 4.780 .......20...........439.000 .........2.100.456.000 ......53,53 ........4.800 ................100 .....4.780 ................400
MIDI .........Midi Utama Indonesia Tbk ...............................................780 ..........780 .......... 715 ............ 780 ......... -..................300 ...................227.500 ......32,93 ...........785 ................100 ........780 ................100
MPPA .......Matahari Putra Prima Tbk. .............................................2.800 .......2.850 ....... 2.755 ......... 2.775 ..... -25........4.334.100 .......12.054.319.000 ......45,73 ........2.780 ...........40.000 .....2.775 .........221.100
RALS ........Ramayana Lestari Sentosa Tbk. .......................................695 ..........700 .......... 695 ............ 695 ......... -...........940.400 ............653.600.500 ....210,48 ...........700 .........238.400 ........695 .........902.600
RANC .......Supra Boga Lestari Tbk.....................................................355 ..........375 .......... 375 ............ 375 .......20..................100 .....................37.500 ......32,36 ...........365 .............2.000 ........288 ...........10.000
RIMO ........Rimo International Lestari Tbk .........................................190 ...............- ...............- ............ 190 ......... -.......................- ...............................- .....-18,61 ................- .....................- .............- .................... SKYB ........Skybee Tbk .......................................................................420 ...............- ...............- ............ 420 ......... -.......................- ...............................- .....-48,62 ...........400 .............5.000 ........320 .............1.000
SONA .......Sona Topas Tourism Industry Tbk. .................................3.700 ...............- ...............- ......... 3.700 ......... -.......................- ...............................- ......20,36 ........3.850 ................400 .............- .................... TELE .........Tiphone Mobile Indonesia Tbk .........................................985 ..........975 .......... 940 ............ 940 ..... -45........5.914.300 .........5.602.529.000 ......19,58 ...........945 .........101.300 ........940 .........508.800
TKGA .......Permata Prima Sakti Tbk ..............................................1.800 ...............- ...............- ......... 1.800 ......... -.......................- ...............................- .......-4,83 ................- .....................- .............- .................... TRIO .........Trikomsel Oke Tbk ........................................................1.900 .......1.850 ....... 1.815 ......... 1.850 ..... -50...............1.800 ................3.284.500 ......74,19 ........1.850 ...........10.800 .....1.460 .............1.000
3.Restoran, Hotel & Pariwisata
BAYU ........Bayu Buana Tbk ............................................................1.000 ...............- ...............- ......... 1.000 ......... -.......................- ...............................- ........9,38 ........1.000 ................500 ........900 .............1.000
BUVA .......Bukit Uluwatu Villa Tbk ....................................................530 ..........530 .......... 530 ............ 530 ......... -...............2.000 ................1.060.000 .....-34,75 ...........550 ...........22.000 ........530 ...........18.000
FAST .........Fast Food Indonesia Tbk. ..............................................1.450 .......1.430 ....... 1.410 ......... 1.410 ..... -40.............10.500 ..............14.852.500 ......79,33 ........1.490 ................200 .....1.405 .............2.500
GMCW .....Grahamas Citrawisata Tbk. ...............................................860 ...............- ...............- ............ 860 ......... -.......................- ...............................- .......-1,67 ................- .....................- .............- .................... HOME ......Hotel Mandarine Regency Tbk. ........................................215 ..........250 .......... 217 ............ 217 .........2........8.664.600 .........1.923.503.900 .....-30,02 ...........225 .........100.800 ........217 .............6.900
HOTL ........Saraswati Griya Lestari Tbk .............................................133 ...............- ...............- ............ 133 ......... -.......................- ...............................- ......233,5 ...........130 ...........10.100 ........126 ...........97.500
ICON ........Island Concepts Indonesia Tbk ........................................479 ...............- ...............- ............ 479 ......... -.......................- ...............................- ......14,65 ...........500 .............2.800 .............- .................... INPP .........Indonesian Paradise Property Tbk. ..................................370 ..........390 .......... 350 ............ 390 .......20.............10.500 ................3.695.000 ..............- ...........390 .............7.700 ........380 ................500
JIHD .........Jakarta International Hotels & Development Tbk.............780 ..........740 .......... 720 ............ 740 ..... -40..................200 ...................146.000 ......17,99 ...........780 ...........11.500 ........740 ...........70.100
JSPT .........Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. ................................750 ...............- ...............- ............ 750 ......... -.......................- ...............................- ........8,58 ................- .....................- .............- .................... MAMI .......Mas Murni Indonesia Tbk ...................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ....120,66 .............50 ....16.549.900 .............- .................... MAMIP .....Mas Murni Tbk (Preferen) ................................................600 ...............- ...............- ............ 600 ......... -.......................- ...............................- ........0,19 ................- .....................- .............- .................... -

INDEKS BURSA GLOBAL

30-Juli-15

Jenis transaksi

Volume

Jumlah

Frekuensi

Transaksi Perdagangan ................................................ 3.240.923.400 ............. 3.533.174.746.900 ..............190.639


Transaksi perdagangan saham non reguler .................. 1.381.546.718 ............. 1.142.400.774.615 .....................319
Total Saham ................................................................. 4.622.470.118 ............. 4.675.575.521.515 ..............190.958
Transaksi perdagangan warrant reguler .............................. 2.898.600 ......................... 61.170.400 .....................149
Total perdagangan warrant................................................. 2.898.600 ......................... 61.170.400 .....................149
Total perdagangan (04/08/2015) ................................. 4.625.372.118 ............. 4.675.639.117.615 ..............191.116

INDEKS BISNIS-27
Perdagangan saham anggota Indeks BISNIS-27, 4 Agustus 2015.

Perkembangan indeks bursa global hingga 4 Agustus 2015.


29-Juli-15

PANR ........Panorama Sentrawisata Tbk. ...........................................525 ..........520 .......... 510 ............ 510 ..... -15........2.814.100 .........1.444.582.000 ......18,51 ...........515 .........109.600 ........510 ...........56.200
PDES ........Destinasi Tirta Nusantara Tbk ..........................................160 ...............- ...............- ............ 160 ......... -.......................- ...............................- ......12,72 ...........200 ................100 ........160 ...........20.000
PGLI .........Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. ............................69 ...............- ...............- .............. 69 ......... -.......................- ...............................- ..............- .............73 ................900 ..........60 ...........10.000
PJAA ........Pembangunan Jaya Ancol Tbk. .....................................2.250 ...............- ...............- ......... 2.250 ......... -.......................- ...............................- ....108,11 ........2.340 .............1.400 .....2.115 ................100
PNSE ........Pudjiadi & Sons Tbk. ........................................................409 ...............- ...............- ............ 409 ......... -.......................- ...............................- ..8814,66 ...........468 ................900 ........337 .............2.000
PSKT ........Red Planet Indonesia Tbk. ................................................820 ..........820 .......... 810 ............ 820 ......... -.............28.500 ..............23.320.000 .....-18,28 ...........820 .............4.000 ........815 ................500
PTSP .........Pioneerindo Gourmet International Tbk. ......................8.500 ...............- ...............- ......... 8.500 ......... -.......................- ...............................- ....430,18 ........8.000 ................300 .............- .................... SHID .........Hotel Sahid Jaya International Tbk. .................................391 ..........401 .......... 388 ............ 400 .........9...........892.200 ............354.163.700 .....-18,89 ...........401 ...........17.900 ........400 .............2.300
4.Advertising, Printing & Media
ABBA .......Mahaka Media Tbk. ...........................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -..................100 .......................5.000 ..............- .............50 .........162.500 .............- .................... BLTZ .........Graha Layar Prima Tbk .................................................4.550 .......4.550 ....... 4.540 ......... 4.540 ..... -10...............4.000 ..............18.180.000 .....-31,49 ........4.600 .............1.000 .....3.420 ................100
EMTK .......Elang Mahkota Teknologi Tbk ....................................11.600 ...............- ...............- ....... 11.600 ......... -.......................- ...............................- ......29,55 ......11.700 .............2.000 ...10.500 ................100
FORU .......Fortune Indonesia Tbk .....................................................680 ...............- ...............- ............ 680 ......... -.......................- ...............................- .....-18,87 ...........700 ...........50.000 ........630 ................200
JTPE .........Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. .............................................265 ..........265 .......... 265 ............ 265 ......... -...........213.200 ..............56.498.000 ......25,04 ...........265 ...........52.800 ........264 ...........30.900
LINK .........Link Net Tbk .................................................................5.250 .......5.350 ....... 5.200 ......... 5.250 ......... -...........661.400 .........3.474.610.000 ......27,53 ........5.275 .............2.500 .....5.250 ...........40.600
LPLI ..........Star Pacific Tbk .................................................................494 ..........495 .......... 484 ............ 484 ..... -10...............8.800 ................4.284.000 ........0,43 ...........484 .............2.500 ........483 ................300
MDIA ........Intermedia Capital Tbk ..................................................3.900 .......3.995 ....... 3.535 ......... 3.995 .......95...............2.800 ..............10.499.500 ......37,34 ........3.995 ................400 .....3.620 ...........22.500
MNCN ......Media Nusantara Citra Tbk ............................................2.070 .......2.095 ....... 2.045 ......... 2.090 .......20........7.342.300 .......15.221.646.500 ......14,99 ........2.090 .........528.700 .....2.075 .............1.000
MSKY .......MNC Sky Vision Tbk .....................................................1.400 .......1.400 ....... 1.395 ......... 1.400 ......... -...........120.100 ............168.139.500 .....-52,88 ........1.400 ...........89.400 .....1.385 ................800
SCMA .......Surya Citra Media Tbk. ..................................................2.830 .......2.850 ....... 2.800 ......... 2.810 ..... -20........7.172.700 .......20.177.118.500 ......31,64 ........2.820 .............1.800 .....2.810 ...........55.400
TMPO .......Tempo Intimedia Tbk. ........................................................99 ............99 ............ 90 .............. 98 ....... -1...........112.100 ..............10.909.400 .......-3,02 .............98 .............1.200 ..........97 ................300
VIVA .........Visi Media Asia Tbk ..........................................................450 ..........451 .......... 441 ............ 450 ......... -........4.398.400 .........1.975.099.000 ....102,51 ...........450 .........780.100 ........445 ...........13.300
5.Kesehatan
MIKA ........Mitra Keluarga Karyasehat Tbk ..................................26.075 .....26.675 ..... 25.950 ....... 26.000 ..... -75........2.329.300 .......61.047.770.000 ......62,63 ......26.000 ...........90.000 ...25.900 ................200
SAME .......Sarana Meditama Metropolitan Tbk .............................2.525 .......2.530 ....... 2.500 ......... 2.500 ..... -25...........264.700 ............664.327.500 ......53,38 ........2.505 .............6.300 .....2.500 .........289.300
SILO .........Siloam International Hospitals Tbk ..............................16.500 .....16.550 ..... 16.325 ....... 16.500 ......... -...........388.600 .........6.407.180.000 ....138,11 ......16.500 .........139.000 ...16.425 ................200
SRAJ ........Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk .....................................226 ..........230 .......... 210 ............ 213 ..... -13........2.534.000 ............545.515.500 .....-22,46 ...........213 ...........46.800 ........211 ................400
6.Jasa Komputer & Perangkatnya
ASGR .......Astra Graphia Tbk. ........................................................1.980 .......1.980 ....... 1.810 ......... 1.850 ... -130.............21.300 ..............39.048.500 ..............- ........1.990 .............5.400 .....1.850 ...........12.000
ATIC .........Anabatic Technologies Tbk ...............................................575 ..........600 .......... 575 ............ 600 .......25........4.384.000 .........2.576.236.000 ..............- ...........600 ...........17.600 ........585 ...........25.000
DNET .......Indoritel Makmur Internasional Tbk ..................................930 ..........930 .......... 930 ............ 930 ......... -...........255.000 ............237.150.000 ......80,47 ...........930 .........497.000 ........925 .........105.000
LMAS .......Limas Indonesia Makmur Tbk ............................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ........2,24 .............50 ......6.572.900 .............- .................... MLPT ........Multipolar Technology Tbk ............................................1.340 .......1.355 ....... 1.340 ......... 1.350 .......10........1.806.500 .........2.423.462.500 ......28,07 ........1.350 .............9.700 .....1.340 ................400
MTDL .......Metrodata Electronics Tbk. ..............................................700 ..........715 .......... 700 ............ 710 .......10...........382.200 ............267.597.500 ........7,24 ...........710 .........310.400 ........700 .........439.500
7.Perusahaan Investasi
ABMM ......ABM Investama Tbk ......................................................2.970 ...............- ...............- ......... 2.970 ......... -.......................- ...............................- .....-155,2 ........2.970 .............4.400 .....2.510 ...........20.000
BHIT .........MNC Investama Tbk ........................................................294 ..........298 .......... 291 ............ 295 .........1........5.841.200 .........1.717.298.400 .....-13,81 ...........295 .........357.700 ........294 .........233.700
BMTR .......Global Mediacom Tbk. ..................................................1.305 .......1.350 ....... 1.265 ......... 1.300 ....... -5......13.251.500 .......17.265.420.000 ......50,72 ........1.300 .........373.500 .....1.295 .............1.000
BNBR .......Bakrie & Brothers Tbk .......................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-3,87 .............50 ..572.166.500 .............- .................... BRMS .......Bumi Resources Minerals Tbk ............................................53 ............53 ............ 51 .............. 51 ....... -2......19.189.600 .........1.001.991.400 .-1314,43 .............52 .........476.800 ..........51 ....10.355.100
MLPL ........Multipolar Tbk. ................................................................580 ..........620 .......... 575 ............ 615 .......35........2.492.500 .........1.510.365.000 ......20,51 ...........615 ...........88.800 ........610 ...........13.900
MYRX .......Hanson International Tbk..................................................710 ..........720 .......... 705 ............ 720 .......10......76.660.600 .......54.465.338.000 ..1754,39 ...........720 .........618.300 ........710 ......1.052.000
MYRXP .....Saham Seri B Hanson International Tbk. ............................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -...........340.900 ..............17.045.000 .....-14,18 .............50 ...........25.000 .............- .................... PLAS ........Polaris Investama Tbk ...................................................1.560 .......1.565 ....... 1.560 ......... 1.560 ......... -......22.446.400 .......35.056.759.500 ..2863,44 ........1.565 .........296.500 .....1.560 ...........65.200
POOL .......Pool Advista Indonesia Tbk. .........................................2.995 ...............- ...............- ......... 2.995 ......... -.......................- ...............................- ....571,78 ........2.995 ................200 .............- .................... SRTG ........Saratoga Investama Sedaya Tbk ...................................4.900 .......4.900 ....... 4.900 ......... 4.900 ......... -..................200 ...................980.000 ......378,3 ........4.850 ................600 .....4.500 ................300
8.Lainnya
DYAN .......Dyandra Media International Tbk .......................................92 ............94 ............ 89 .............. 94 .........2...........406.300 ..............36.738.200 .......-8,96 .............93 .............6.000 ..........89 ...........21.800
MFMI .......Multifiling Mitra Indonesia Tbk. .......................................330 ...............- ...............- ............ 330 ......... -.......................- ...............................- ......21,36 ...........328 ...........48.300 .............- .................... -

31-Juli-15

3-Agustus-15

No. Kode

4-Agustus-15

Nama

Sebelum Penutupan Perubahan

Frekuensi

Volume

Nilai (Rp)

1......AALI ....... Astra Agro Lestari Tbk. ...........................................19.800 .......19.900..............100............0,51 ........1.183 ............. 740.600 .......... 14.694.827.500

Asia Tenggara

Jakarta Composite Index (IHSG)..............4.721,12


Kuala Lumpur Composite Index ..............1.698,99
Strait Times Index (Singapura) .................3.284,00
SET (Bangkok) .........................................1.417,49
PSEi (Manila) ............................................7.482,83

...........4.712,49 .............4.802,53
...........1.699,92 .............1.723,14
...........3.249,52 .............3.202,50
............... LIBUR ..............1.440,12
...........7.510,39 .............7.550,00

2......ADRO .... Adaro Energy Tbk. .......................................................570 ............590................20............3,51 ........2.504 ........ 72.399.600 .......... 42.028.815.500

.............4.800,18 ..............4.781,09
.............1.744,19 ..............1.723,73
.............3.192,79 ..............3.191,04
.............1.442,04 ..............1.432,16
.............7.573,26 ..............7.598,29

3......AKRA ..... AKR Corporindo Tbk. ................................................5.675 .........5.700................25............0,44 ........1.889 ........ 10.874.900 .......... 61.194.902.500

Indeks BISNIS-27

4......ASII ........ Astra International Tbk..............................................6.700 .........6.625.............. -75...........-1,12 ........3.309 ........ 20.860.700 ........ 139.665.702.500
5......BBCA ..... Bank Central Asia Tbk. ............................................13.250 .......13.300................50............0,38 ........3.889 .......... 8.942.500 ........ 118.936.407.500

Asia & Pasifik

6......BBNI ...... Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ......................4.815 .........4.795.............. -20...........-0,42 ........5.393 ........ 25.973.900 ........ 124.670.482.500

Nikkei-225 (Tokyo) .................................20.302,91 .........20.522,83 ...........20.585,24 ...........20.548,11 ............20.520,36


Hang Seng (Hong Kong) ........................24.619,45 .........24.497,98 ...........24.636,28 ...........24.411,42 ............24.406,12
Kospi (Seoul)............................................2.037,62

7......BBRI ....... Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. .....................10.450 .......10.400.............. -50...........-0,48 ........5.064 ........ 33.723.300 ........ 349.569.935.000

397,23

8......BDMN .... Bank Danamon Indonesia Tbk. ..................................4.250 .........4.300................50............1,18 ...........711 .......... 1.180.600 ............ 5.062.901.000

401,50

9......BMRI ...... Bank Mandiri (Persero) Tbk. ......................................9.700 .........9.525............ -175...........-1,80 ........4.446 ........ 43.014.500 ........ 414.397.092.500

1,71

10....BMTR ..... Global Mediacom Tbk. ..............................................1.305 .........1.300................ -5...........-0,38 ........2.773 ........ 13.251.500 .......... 17.265.420.000
11....BSDE...... Bumi Serpong Damai Tbk..........................................1.845 .........1.820.............. -25...........-1,36 ........2.178 ........ 11.263.200 .......... 20.260.981.000
12....CPIN ...... Charoen Pokphand Indonesia Tbk. ............................2.585 .........2.550.............. -35...........-1,35 ........1.523 .......... 2.849.600 ............ 7.250.169.000

27/7 28/7 29/7 30/7 31/7 3/8 4/8

13....CTRA...... Ciputra Development Tbk. ........................................1.085 .........1.095................10............0,92 ........1.089 ........ 13.613.200 .......... 14.900.313.500

Amerika

14....GGRM .... Gudang Garam Tbk. ................................................49.375 .......48.850............ -525...........-1,06 ........1.340 ............. 309.100 .......... 15.166.445.000
15....ICBP ....... Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. ........................12.650 .......12.600.............. -50...........-0,40 ........1.047 .......... 1.071.200 .......... 13.489.460.000

Tanggal

Indeks

16....INCO...... Vale Indonesia Tbk. ...................................................1.925 .........2.105..............180............9,35 ........6.352 ........ 21.758.200 .......... 44.343.659.500

Eropa

17....INTP ....... Indocement Tunggal Prakasa Tbk............................20.050 .......20.000.............. -50...........-0,25 ........1.890 .......... 1.236.800 .......... 24.652.925.000

22-Jul-15 ............................................415,86

18....ITMG ...... Indo Tambangraya Megah Tbk. .................................9.725 .......10.100..............375............3,86 ........1.205 ............. 812.800 ............ 8.037.577.500

23-Jul-15 ............................................414,09

19....KLBF ...... Kalbe Farma Tbk. ......................................................1.710 .........1.680.............. -30...........-1,75 ........5.083 ........ 39.682.600 .......... 66.256.214.000

24-Jul-15 ............................................408,04

20....LPKR ...... Lippo Karawaci Tbk. ..................................................1.150 .........1.150..................0............0,00 ........1.401 ........ 19.782.100 .......... 22.526.320.500

27-Jul-15 ............................................397,23

21....MNCN.... Media Nusantara Citra Tbk. ......................................2.070 .........2.090................20............0,97 ........2.008 .......... 7.342.300 .......... 15.221.646.500

Timur Tengah & Afrika

22....PGAS ..... Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. .....................4.000 .........4.000..................0............0,00 ........3.104 ........ 10.496.500 .......... 41.879.413.500

28-Jul-15 ............................................390,44

23....PTBA ...... Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. ..........5.950 .........6.250..............300............5,04 ........2.043 .......... 3.015.100 .......... 18.520.935.000

29-Jul-15 ............................................390,93

24....SCMA..... Surya Citra Media Tbk. ..............................................2.830 .........2.810.............. -20...........-0,71 ........2.533 .......... 7.172.700 .......... 20.177.118.500

30-Jul-15 ............................................390,87

25....SMGR..... Semen Indonesia (Persero) Tbk. ................................9.850 .........9.950..............100............1,02 ........2.501 .......... 2.695.900 .......... 26.745.127.500

31-Jul-15 ............................................400,19

26....TLKM ..... Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ...................2.920 .........2.875.............. -45...........-1,54 ........7.632 ........ 53.123.700 ........ 154.367.772.500

03-Agust-15 .......................................403,20

27....UNTR ..... United Tractors Tbk. ................................................19.900 .......20.150..............250............1,26 ........2.223 .......... 1.467.400 .......... 29.730.262.500
Sumber: Bloomberg

A AM

20 SAHAM TERAKTIF
Kode Emiten

04-Agust-15 .......................................401,50

Sumber: BEI

Sbl

Pntp

Prb

WA A

20 SAHAM PENCETAK LABA TERBESAR


Volume

Nilai

SRIL........Sri Rejeki Isman Tbk. ..............................................474...........459 ........-15 ......617.271.200 .....294.788.926.400


TLKM.....Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ...........2.920........2.875 ........-45 ........53.123.700 .....154.367.772.500
KREN.....Kresna Graha Sekurindo Tbk.................................690...........770 .........80 ........43.896.700 ........32.694.939.000
INCO .....Vale Indonesia Tbk. .............................................1.925........2.105 .......180 ........21.758.200 ........44.343.659.500
ANTM....Aneka Tambang (Persero) Tbk...............................479...........595 .......116 ......107.253.800 ........59.037.093.500
BBNI ......Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk................4.815........4.795 ........-20 ........25.973.900 .....124.670.482.500
KLBF ......Kalbe Farma Tbk. ................................................1.710........1.680 ........-30 ........39.682.600 ........66.256.214.000
BBRI.......Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ..............10.450..... 10.400 ........-50 ........33.723.300 .....349.569.935.000
BMRI......Bank Mandiri (Persero) Tbk.................................9.700........9.525 ......-175 ........43.014.500 .....414.397.092.500
BBCA.....Bank Central Asia Tbk. ......................................13.250..... 13.300 .........50 ..........8.942.500 .....118.936.407.500
ELSA ......Elnusa Tbk...............................................................367...........384 .........17 ........42.171.400 ........15.914.273.200
TINS.......Timah (Persero) Tbk................................................615...........685 .........70 ........68.126.700 ........45.708.455.000
ASII ........Astra International Tbk. ......................................6.700........6.625 ........-75 ........20.860.700 .....139.665.702.500
PGAS.....Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. .............4.000........4.000 ...........0 ........10.496.500 ........41.879.413.500
DSFI.......Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. ...........167...........174 ...........7 ........71.010.600 ........12.553.447.900
MYRX ....Hanson International Tbk.......................................710...........720 .........10 ........76.660.600 ........54.465.338.000
SMRA ....Summarecon Agung Tbk. ...................................1.820........1.800 ........-20 ........18.856.100 ........33.603.701.500
LPPF ......Matahari Department Store Tbk. .....................17.400..... 17.500 .......100 ..........3.691.300 ........64.542.882.500
BMTR.....Global Mediacom Tbk.........................................1.305........1.300 ..........-5 ........13.251.500 ........17.265.420.000
SCMA ....Surya Citra Media Tbk.........................................2.830........2.810 ........-20 ..........7.172.700 ........20.177.118.500

Kode Emiten

Sbl

Pntp

Prb

Volume

20 SAHAM MERUGI TERBESAR


Nilai

ANTM......Aneka Tambang (Persero) Tbk.............................479.............595 ........ 116 .... 107.253.800 .....59.037.093.500


KOBX ......Kobexindo Tractors Tbk. ......................................128.............149 ...........21 ................... 100 ................... 14.900
BUKK.......Bukaka Teknik Utama Tbk....................................930......... 1.040 ........ 110 ............845.300 ..........890.414.500
SAFE........Steady Safe Tbk....................................................110.............123 ...........13 ................... 100 ................... 12.300
KREN.......Kresna Graha Sekurindo Tbk. ..............................690.............770 ...........80 .......43.896.700 .....32.694.939.000
TINS.........Timah (Persero) Tbk..............................................615.............685 ...........70 .......68.126.700 .....45.708.455.000
RBMS.......Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. .........................74...............81 .............7 ................2.300 .................186.900
NELY........Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk. ............................128.............140 ...........12 .........3.903.600 ..........546.504.000
INCO .......Vale Indonesia Tbk.............................................1.925......... 2.105 ........ 180 .......21.758.200 .....44.343.659.500
SMMT......Golden Eagle Energy Tbk. ................................1.595......... 1.740 ........ 145 ............213.900 ..........355.389.000
RIGS.........Rig Tenders Indonesia Tbk. ..................................170.............185 ...........15 ................4.600 .................740.500
ETWA ......Eterindo Wahanatama Tbk ..................................130.............140 ...........10 ................... 800 .................112.000
ARTA........Arthavest Tbk .......................................................234.............252 ...........18 ................... 200 ................... 50.400
AGRS.......Bank Agris Tbk........................................................98.............105 .............7 ................1.100 .................119.500
TIFA .........Tifa Finance Tbk....................................................169.............180 ...........11 ................2.100 .................356.000
PYFA........Pyridam Farma Tbk ..............................................124.............132 .............8 ..............53.500 ..............6.925.000
CTTH .......Citatah Tbk..............................................................63...............67 .............4 ..............44.700 ..............2.966.000
IKAI..........Intikeramik Alamasri Industri Tbk. .........................95.............101 .............6 ............342.200 ............35.521.900
INCI .........Intanwijaya Internasional Tbk ..............................320.............340 ...........20 ..............18.600 ..............6.296.600
MICE........Multi Indocitra Tbk. ..............................................328.............348 ...........20 ............790.000 ..........259.772.900

Kode Emiten

Sbl

Pntp

Prb

Volume

20 PIALANG TERAKTIF
Nilai

YPAS.....Yanaprima Hastapersada Tbk..............................695 .........530.........-165.....................600 .....................325.000


LPIN......Multi Prima Sejahtera Tbk.................................7.000 ......6.200.........-800.....................100 .....................620.000
SOBI .....Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. ....................3.000 ......2.700.........-300..................1.000 ..................2.700.000
NISP......Bank OCBC NISP Tbk........................................1.370 ......1.250.........-120...............63.700 ................79.055.500
BTEK.....Bumi Teknokultura Unggul Tbk ........................1.295 ......1.195.........-100........49.069.000 .........58.708.151.500
ECII .......Electronic City Indonesia Tbk. ..........................1.295 ......1.200...........-95...............21.100 ................25.334.500
BNLI......Bank Permata Tbk. ............................................1.590 ......1.480.........-110.............111.200 ..............166.426.000
ASGR....Astra Graphia Tbk. ............................................1.980 ......1.850.........-130...............21.300 ................39.048.500
SRAJ .....Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk...........................226 .........213...........-13..........2.534.000 ..............545.515.500
SULI ......SLJ Global Tbk........................................................ 53 ...........50.............-3..........2.183.200 ..............109.777.500
SIMA.....Siwani Makmur Tbk..............................................164 .........155.............-9..................9.900 ..................1.534.500
PTSN ....Sat Nusapersada Tbk ............................................. 74 ...........70.............-4..................2.900 .....................205.300
JRPT .....Jaya Real Property Tbk. ....................................1.025 .........970...........-55..................1.600 ..................1.540.000
CTBN....Citra Tubindo Tbk. .............................................5.700 ......5.400.........-300.....................700 ..................3.900.000
JIHD......Jakarta International Hotels & Development Tbk......780 .........740...........-40.....................200 .....................146.000
BNGA...Bank CIMB Niaga Tbk. .........................................645 .........615...........-30.............263.000 ..............161.661.000
ADMG ..Polychem Indonesia Tbk ......................................108 .........103.............-5.............243.200 ................24.743.200
SIPD......Sierad Produce Tbk. .............................................760 .........725...........-35...............56.600 ................41.191.500
TELE .....Tiphone Mobile Indonesia Tbk. ...........................985 .........940...........-45..........5.914.300 ...........5.602.529.000
SPMA ...Suparma Tbk.........................................................178 .........170.............-8..................1.000 .....................172.500

Kode

Pialang

Frekuensi

Volume

Nilai

EP.........MNC Securities ............................................6.010 ..........675.852.672 ........860.630.498.860


DB ........Deutsche Securities Indonesia ................. 37.916 ..........198.894.800 ........642.232.211.700
CC ........Mandiri Sekuritas ...................................... 20.686 ..........551.301.900 ........501.433.249.700
MS........Morgan Stanley Asia Indonesia ..................9.806 ..........101.354.300 ........499.825.899.100
CS.........Credit Suisse Securities Indonesia ........... 14.067 ..........105.799.800 ........387.547.061.000
YP.........Daewoo Securities Indonesia ................... 30.538 ..........374.271.700 ........295.607.024.800
CG........Citigroup Securities Indonesia ....................7.042 ............84.193.280 ........295.244.476.600
DR ........RHB OSK Securities Indonesia.................. 10.581 ..........149.534.400 ........289.311.429.800
KS.........Kresna Graha Sekurindo Tbk. .....................4.827 ..........493.052.700 ........274.064.840.600
YU ........CIMB Securities Indonesia ....................... 11.329 ..........484.328.300 ........271.094.654.500
OD .......Danareksa Sekuritas ....................................7.867 ..........491.121.252 ........250.326.105.280
RX ........Macquarie Capital Securities Indonesia .....6.708 ............86.076.706 ........237.150.890.200
AK ........UBS Securities Indonesia .............................8.566 ............91.233.392 ........227.915.427.600
ML ........Merrill Lynch Indonesia ............................ 10.815 ............46.897.212 ........221.293.539.630
CP ........Valbury Asia Securities ................................6.612 ..........421.361.200 ........213.327.189.300
KZ ........Clsa Indonesia ..............................................7.645 ............53.314.400 ........209.965.443.600
ZP.........Maybank Kim Eng Securities .................... 10.941 ..........109.690.918 ........195.560.084.520
BK ........J.P Morgan Securities Indonesia ............. 14.302 ............63.758.700 ........177.477.497.000
PD ........Indo Premier Securities ............................ 17.990 ..........205.240.176 ........159.311.986.400
GR ........Panin Sekuritas Tbk. ....................................5.470 ..........139.173.900 ........156.457.312.300
Sumber: BEI

18

DATA REKSA DANA

Nilai aktiva bersih dan hasil investasi berbagai reksa dana hingga 4 Agustus 2015.
Nama /jenis
Reksadana

Nilai aktiva
bersih per
unit

KUSTODIAN BANK CIMB NIAGA


Pendapatan Tetap

(Rp)

Nama /jenis
Reksadana

Hasil investasi dalam


30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(%)

(%)

(%)

BNI AM Dana Berbunga Tiga .......................................................................1.810,68.............-0,17..............8,97..............7,89


BNI AM Dana Syariah...................................................................................2.373,43.............-0,52..............4,02..............2,99
Danamas Pasti..............................................................................................2.763,15..............0,53..............6,19..............4,07
Danamas Stabil ............................................................................................2.622,91..............0,62..............7,26..............4,60
Danareksa Pendapatan Prima Plus ...............................................................1.293,72.............-0,98..............5,88..............5,88
I - HAJJ Syariah Fund ...................................................................................2.537,47..............0,68..............7,20..............5,60
Lautandhana Fixed Income ..........................................................................1.883,50.............-0,40.............-0,43............ -1,91
Mega Dana Ori Dua .....................................................................................1.460,07.............-3,05..............6,24..............4,13
Pacific Fixed Fund ........................................................................................1.219,59.............-0,15..............3,13..............0,10
Prospera Obligasi ........................................................................................2.763,73.............-0,67..............3,53..............1,48
Prospera Obligasi Plus .................................................................................2.861,29.............-1,89.............-1,15............ -5,03
Reksa Dana Mega Asset Mantap Plus ..........................................................1.171,02.............-0,91............10,16..............6,92
Reksa Dana Mega Dana Pendapatan Tetap ....................................................851,21.............-2,66..............6,36..............3,23
Reksa Dana ORI ...........................................................................................1.608,31.............-1,58..............3,64..............1,59
Reksa PG Sejahtera ......................................................................................2.471,86.............-0,71..............5,41..............3,33
Reksadana Bahana Investasi Prima...............................................................1.230,43..............0,09..............2,69..............1,17
Sam Sukuk Syariah Sejahtera .......................................................................1.466,76.............-0,22..............7,14..............7,14
Simas Danamas Instrumen Negara...............................................................1.542,24..............0,36..............6,42..............6,42
Simas Danamas Mantap Plus........................................................................2.005,36..............0,62..............7,25..............5,13
Simas Income Fund ......................................................................................1.689,05..............0,17.............-1,52............ -3,47
TRIM Dana Tetap 2.......................................................................................1.788,17.............-0,37..............6,05..............5,00

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(Rp)

(%)

(%)

Nama /jenis
Reksadana

Maybank GMT Dana Fleksi ..........................................................................2.371,69.............-5,33...........-11,88.......... -13,62


Maybank GMT Dana Unggulan ....................................................................1.200,65.............-0,77..............2,80............ -1,23
Panin Dana Syariah Berimbang .......................................................................983,79.............-3,44.............-6,67............ -8,95
Pratama Berimbang ( D/H Platinum Berimbang ) .........................................4.179,89.............-3,75.............-3,71............ -5,14
RD Avrist Balanced - 'Amar Syariah ................................................................938,61.............-2,65...........-13,02.......... -14,75
RD Avrist Balanced - Cross Sectoral ................................................................785,40.............-3,08.............-8,71.......... -10,52
RD BNP Paribas Spektra (D/H Fortis Spektra)..............................................1.316,35.............-1,03.............-2,54............ -5,41
RD CIMB Principal Balanced Growth Syariah ..................................................993,21.............-2,36.............-5,11............ -6,99
Reksa Dana Batavia Prima Ekspektasi ..........................................................3.350,18.............-4,08.............-3,05............ -3,05
Reksa Dana CIMB-Principal Balanced Growth ..............................................2.584,84.............-1,84.............-9,25.......... -11,27
Reksa Dana CIMB-Principal Balanced Strategic Plus ....................................1.112,86.............-2,90.............-4,62............ -6,51
Reksa Dana Equator Alpha ..........................................................................1.114,82..............0,32..............3,59............ -0,47
Reksa Dana Maestroberimbang ...................................................................4.513,90.............-3,60.............-1,66............ -2,88
Reksa Dana PNM Syariah .............................................................................2.797,91.............-5,04...........-10,97.......... -13,56
Reksa Dana Panin Dana Bersama ................................

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(Rp)

(%)

Rabu, 5 Agustus 2015

(%)

(%)

Pasar Uang

(Rp)

Hasil investasi dalam


30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(%)

(%)

(%)

KUSTODIAN BCA
Pendapatan Tetap

Exchange Traded Fund


Terproteksi
Saham

Campuran

Pasar Uang

Terproteksi

Pasar Uang

Indeks

Campuran

Terproteksi

AAA Amanah Syariah Fund ..........................................................................2.283,57.............-4,52.............-7,07............ -8,45


AAA Balanced Fund .....................................................................................4.104,21.............-3,62.............-5,63............ -7,49
Bahana Kombinasi Arjuna ............................................................................3.394,22.............-3,18.............-0,32............ -2,77
Danamas Fleksi ............................................................................................3.084,37..............0,62..............7,26..............4,60
Mega Dana Kombinasi ....................................................................................890,49.............-5,20...........-16,53.......... -18,99
Prospera Balance .........................................................................................3.151,08.............-4,80.............-5,56............ -9,26
Reksa Dana Harvestindo Maxima....................................................................862,20.............-0,98.............-3,66............ -6,06
Reksa Dana Mega Asset Strategic Total Return ..............................................967,93.............-3,68.............-8,96.......... -11,64
Reksa Dana Simas Satu Prima ......................................................................1.130,77.............-2,22.............-6,97.......... -10,17
Sam Dana Berkembang..............................................................................12.309,58.............-4,37...........-10,04.......... -10,04
Sam Syariah Berimbang ...............................................................................1.875,44.............-4,68.............-6,96............ -6,96
Simas Satu(03/08/15) ...................................................................................5.267,15.............-0,82.............-6,10............ -9,32
STAR Balanced .............................................................................................2.417,96.............-0,68..............3,12..............1,57

Pasar Uang
Danamas Rupiah ..........................................................................................1.100,79..............0,71..............2,14..............2,14
Danamas Rupiah Plus ...................................................................................1.133,84..............0,44..............5,13..............5,13
Mega Asset Multicash ..................................................................................1.182,18..............0,34..............7,86..............7,86
Reksa Dana Cipta Dana Cash .......................................................................1.012,62..............0,83..............0,00..............0,00
Reksa Dana Mega Dana Kas ........................................................................1.243,73..............0,63..............8,17..............8,17
Riau Liquid Fund ..........................................................................................1.094,37..............0,89..............2,35..............2,35
TRIM KAS 2.................................................................................................1.179,66..............0,60..............7,64..............7,64

Terproteksi
Reksa Dana Batavia Proteksi Gemilang 6 (31/07/15) ......................................999,06.............-1,52..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi XLIV (31/07/15) ..........................1.009,63..............0,53..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi XLV (31/07/15)............................1.003,80..............1,63..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi Cipta Proteksi III (31/07/15) ...................................1.005,23..............0,52..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi Mega Asset Terproteksi 2 (31/07/15).....................1.015,23..............0,69..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi VIII (31/07/15) ..................1.016,17..............0,43..............0,13............ -3,34
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi X (31/07/15)........................985,53..............0,02..............0,35............ -3,13
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi XI (31/07/15) .......................994,80..............0,49.............-2,55............ -5,93
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi XIII (31/07/15) .....................992,83.............-1,32..............0,00..............0,00
SAM Dana Obligasi Terproteksi Dua (31/07/15) ..........................................1.019,35.............-1,02..............0,00..............0,00

Penyertaan Terbatas
AAA Multisectoral Fund.....................................................................5.162.801.211,38.........-0,51..............0,15..............0,15
RDPT Bowsprit Infrastructure Fund I (30/04/15) ................................5.001.516.884,26..........0,00..............0,00..............0,00
RDPT Bahana Construction Fund 1 (20/04/15).................................................1.006,11.........-1,49..............0,00..............0,00

KUSTODIAN BANK DANAMON

Saham
Reksa Dana Sentra Dana Ekuitas..................................................................1.459,07.............-5,08..............0,00..............0,00
Reksa Dana Pacific Equity Progresif Fund .......................................................928,50.............-2,26..............0,00..............0,00
Reksa Dana Simas Syariah Unggulan...............................................................927,67.............-5,99..............0,00..............0,00
Reksa Dana BNI-AM Dana Saham Inspiring Equity Fund..............................1.000,49.............-5,01.............-6,61............ -6,61
Reksa Dana Pacific Equity Growth Fund .........................................................996,41.............-2,95.............-0,36............ -0,36
Reksa Dana Millenium Dynamic Equity Fund ..............................................1.071,09.............-7,14.............-4,36............ -4,36
Campuran
Reksa Dana Millenium Balance Fund ..............................................................859,99..............0,00..............0,00..............0,00
Reksa Dana Simas Syariah Berkembang..........................................................995,00.............-3,06..............0,00..............0,00
Reksa Dana Mega Asset Madania Syariah.......................................................986,53.............-2,85.............-8,74............ -8,74
Terproteksi
Reksa Dana Terproteksi Insight Terproteksi Syariah 1 (31/07/15) ................1.012,88..............0,50..............0,24..............0,24
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi III (23/02/15) ...........................1.023,03..............0,89..............8,19..............8,19
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi VIII (29/05/15).........................1.012,49..............2,15..............5,72..............5,72
Premier Proteksi IV (31/07/15).....................................................................1.183,34..............0,81..............9,74..............9,74
Penyertaan Terbatas
RDPT Danareksa Sinergi BUMN II (26/01/15).....................................5.093.322.901,52..........2,59..............4,47..............0,00
RDPT Danareksa BUMN Fund 2013 - Infrastruktur 3 (31/07/15)........5.078.365.955,28..........0,80..............0,79..............0,00
RDPT Danareksa BUMN Fund 2014 - Infrastruktur 4 (31/07/15)........5.041.295.001,79..........0,85.............-0,07..............0,00
RDPT Danareksa BUMN Fund 2014 - Infrastruktur 5 (31/07/15)........5.021.898.334,33.........-1,61..............0,00..............0,00

Nilai aktiva
bersih per
unit

Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Saham
BNI AM Dana Berkembang ..........................................................................2.139,03.............-4,36...........-10,17.......... -11,06
Dana Ekuitas Andalan ..................................................................................4.067,22.............-4,63.............-5,85.......... -16,93
Danareksa Mawar Ekuitas Plus........................................................................876,56.............-4,30..............0,00..............0,00
Lautandhana Equity .....................................................................................1.606,13.............-5,70...........-10,35.......... -11,68
Lautandhana Equity Progresif ......................................................................1.020,47.............-6,05..............1,13............ -0,37
Lautandhana Saham Syariah(03/08/15) ...........................................................996,95.............-5,25...........-12,39.......... -13,69
Mega Asset Maxima........................................................................................872,77.............-4,26...........-15,03.......... -19,15
Panin Dana Teladan.........................................................................................937,02.............-3,92..............0,00..............0,00
Prospera Dana Berkembang ........................................................................1.002,69..............1,23..............0,00..............0,00
Reksa Dana Cipta Beta Equity ........................................................................877,45.............-4,39..............0,00..............0,00
Reksa Dana Cipta GTWS Equity ......................................................................899,19.............-4,42..............0,00..............0,00
Reksa Dana Cipta Prima ...............................................................................1.038,23.............-0,04..............0,00..............0,00
Reksa Dana EMCO Growth Fund .................................................................1.086,63.............-5,61...........-17,85.......... -17,85
Reksa Dana EMCO Mantap ..........................................................................5.785,11.............-3,91...........-17,86.......... -19,87
Reksa Dana Mega Dana Capital Growth .........................................................937,34.............-3,23...........-10,22.......... -14,58
Reksa Dana Millenium Berkembang................................................................855,66.............-5,78.............-8,01............ -8,01
Reksa Dana Millenium Equity .......................................................................2.567,23.............-5,44...........-12,83.......... -12,83
Reksa Dana Pratama Equity .........................................................................2.062,72.............-4,29.............-2,43............ -3,88
Reksa Dana Simas Saham Unggulan.............................................................1.294,91.............-2,88..............3,85..............3,85
Reksadana Mega Asset Greater Infrastructure ............................................1.206,37.............-4,13.............-9,49.......... -13,88
SAM Sharia Equity Fund ..............................................................................1.160,84.............-6,19...........-13,53.......... -13,53
Simas Danamas Saham.................................................................................1.588,88.............-4,27.............-4,78............ -4,78
TRIM Kapital ................................................................................................8.566,38.............-3,44.............-1,28............ -4,69
TRIM Kapital Plus .........................................................................................3.021,49.............-3,68.............-5,07............ -8,34

Nama /jenis
Reksadana

(%)

KUSTODIAN DEUTSCHE BANK

Pendapatan Tetap
AmObligasi Jibor 1 Year Plus .......................................................................1.102,62.............-0,04..............4,54..............2,47
BNP Paribas Maxi Obligasi (03/08/15) .........................................................1.227,13.............-1,68..............6,21..............2,04
CIMB-Principal Strategic IDR FI Fund...........................................................1.075,12.............-0,04..............7,00..............4,88
CIMB-Principal Strategic USD FI Fund ............................................................1,0073..............0,18..............4,05..............1,99
First State Ind. Bond Fund ...........................................................................2.542,50.............-1,65..............4,59..............0,49
First State Ind. Short Tenor Bond Fund........................................................1.007,93..............0,13....................-................... Maestrodollar..................................................................................................1,5430.............-0,09..............2,31............ -0,70
Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II ..............................................................952,71.............-2,07..............1,38..............1,38
Mandiri Investa Dana Syariah.......................................................................2.838,12..............0,80..............5,54..............3,19
Mandiri Investa Dana Utama ........................................................................1.842,26.............-1,32..............4,45..............2,39
Mandiri Investa Keluarga .............................................................................1.117,20..............0,36..............6,36..............4,25
Mandiri Investa Obligasi Selaras ..................................................................1.008,24.............-1,88.............-2,44............ -2,44
Manulife Obligasi Negara Indonesia II .........................................................1.593,97.............-2,40..............3,16............ -0,88
Manulife Obligasi Unggulan.........................................................................1.976,20.............-2,10..............4,35..............0,26
Manulife Pendapatan Bulanan II...................................................................1.053,37..............0,16..............2,69............ -1,34
Maybank GMT Dana Kencana ......................................................................1.577,66..............0,52..............8,95..............4,68
Maybank GMT Dana Obligasi Plus ...............................................................2.771,90..............0,62..............6,70..............6,70
Maybank GMT Dana Pasti 2 .........................................................................1.859,57..............0,02..............5,88..............5,88
PNM Dana Sejahtera II .................................................................................1.319,97.............-1,02..............1,22..............1,22
Panin Dana Utama Plus 2 .............................................................................1.874,52.............-0,38..............5,44..............5,44
Reksa Dana PNM Amanah Syariah ...............................................................1.899,88..............0,20..............5,47..............3,38
Schroder Dana Andalan II ............................................................................1.040,31..............0,36..............5,15..............4,62
Schroder Dana Mantap Plus II ......................................................................1.948,19.............-2,00..............4,72..............2,65
Schroder USD Bond Fund (USD) .....................................................................1,4120..............0,07..............1,47............ -0,54
Syailendra Liberty Fund ..................................................................................1,0353..............0,44..............3,06..............1,02
Tugu Mandiri Mantap...................................................................................1.128,52..............0,41..............6,01..............3,91

Saham
Archipelago Equity Growth..........................................................................1.326,65.............-5,76.............-8,28.......... -10,10
BNP Paribas Astro...........................................................................................0,8226.............-6,16...........-20,65.......... -23,73
BNP Paribas Ekuitas (D/H Fortis Ekuitas ) ..................................................16.549,88.............-4,59.............-7,37.......... -10,97
BNP Paribas Inspira......................................................................................1.252,59.............-5,09.............-6,08............ -9,76
BNP Paribas Maxi Saham ( D/H Fortis Maxi Saham )....................................1.611,94.............-4,36.............-9,79.......... -12,46
BNP Paribas Pesona (d/h Fortis Pesona) ....................................................23.177,41.............-4,21.............-7,03............ -9,99
BNP Paribas Star..........................................................................................1.293,91.............-4,12.............-7,74.......... -12,21
Batavia Dana Saham ..................................................................................48.008,04.............-4,27.............-7,34............ -9,17
Batavia Dana Saham Optimal.......................................................................2.387,34.............-4,70.............-9,10.......... -12,69
Batavia Dana Saham Syariah ........................................................................1.802,82.............-4,50.............-7,57............ -9,40
Cipta Syariah Equity.....................................................................................2.045,22.............-4,51.............-4,68............ -7,48
Dana Pratama Ekuitas ( D/H Platinum Saham ) ............................................8.335,42.............-4,40.............-4,01............ -5,44
First State Indoequity High Conviction Fund ...............................................1.103,64.............-4,81.............-9,05.......... -12,62
First State Indoequity Opportunities Fund - USD ...........................................0,8397.............-6,64...........-21,40.......... -24,48
First State Indoequity Sectoral Fund ...........................................................4.955,62.............-5,60.............-9,98.......... -13,51
First State Indoequity Value Select Fund .....................................................1.391,07.............-5,27...........-14,63.......... -17,98
GAP Equity Fund .........................................................................................1.229,85.............-3,97.............-7,20............ -9,93
GAP Value Fund ...........................................................................................1.059,84.............-3,55...........-13,14.......... -15,69
Mandiri Asa Sejahtera .....................................................................................861,22.............-5,54...........-16,34.......... -24,30
Mandiri Investa Atraktif Syariah ...................................................................1.196,45.............-5,95...........-10,57.......... -12,55
Mandiri Investa Ekuitas Syariah....................................................................1.110,48.............-6,69...........-10,01.......... -11,80
Mandiri Investa UGM Endowment Plus........................................................2.196,24.............-5,35.............-6,05............ -8,14
Manulife Dana Saham ................................................................................10.650,33.............-5,24...........-10,02.......... -13,55
Manulife Greater Indonesia Fund....................................................................0,9892.............-5,27...........-19,22.......... -22,38
Manulife Institutional Equity Fund ...............................................................1.095,81.............-4,98.............-9,13.......... -12,69
Manulife Saham SMC Plus...............................................................................805,30.............-4,78...........-15,11.......... -18,44
Maybank GMT Dana Ekuitas ........................................................................2.987,86.............-3,55...........-12,71.......... -12,71
PNM Saham Agresif ........................................................................................767,02.............-6,06...........-15,28.......... -18,98
Panin Dana Maksima ..................................................................................64.209,15.............-4,71.............-8,26.......... -10,07
Panin Dana Syariah Saham ...........................................................................1.057,76.............-4,23...........-10,25.......... -12,02
Pratama Saham ............................................................................................5.477,98.............-4,16.............-6,41............ -8,27
Prospera Bijak .................................................................................................690,64.............-5,94.............-8,23.......... -11,83
RD Avrist Equity - 'Amar Syariah.....................................................................908,02.............-3,76...........-19,44.......... -21,04
RD Avrist Equity - Cross Sectoral ....................................................................728,16.............-4,48...........-16,50.......... -18,15
RD Mandiri Investa Ekuitas Dinamis .............................................................1.121,53.............-5,84...........-19,18.......... -20,78
RD Narada Saham Indonesia........................................................................1.065,00.............-4,84.............-7,14............ -9,87
RD Pratama Investa Mandiri Saham ................................................................765,92.............-4,44....................-................... RD Premier Ekuitas Makro Plus ....................................................................1.020,54.............-4,61.............-6,50............ -8,35
RD Sucorinvest Sharia Equity Fund .................................................................901,78.............-7,02...........-19,25.......... -21,63
Reksa Dana Pratama Dana Maksimum Saham.................................................964,53....................-....................-................... Reksa Dana Pratama Dana Ultima Saham .......................................................872,31.............-4,21....................-................... Reksa Dana AXA Citradinamis ....................................................................4.387,48.............-4,99.............-6,29............ -7,45
Reksa Dana CIMB-Principal Equity Aggressive.............................................2.865,81.............-7,01...........-11,05.......... -13,03
Reksa Dana CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah ..........................1.482,84.............-6,37...........-10,80.......... -10,80
Reksa Dana Corfina Grow-2-Prosper Rotasi Strategis .....................................995,98.............-4,43...........-14,95.......... -19,49
Reksa Dana Grow-2-Prosper ........................................................................2.370,07.............-5,46.............-0,88............ -4,79
Reksa Dana Phillip Prime Equity .....................................................................807,54.............-4,35....................-................... Reksa Dana Pratama Dana Optimum Saham...................................................848,60.............-4,82....................-................... Reksa Dana RHB OSK Alpha Sector Rotation ..............................................1.439,51.............-2,76.............-3,87............ -7,64
Reksadana Pratama Syariah ............................................................................936,48.............-4,01....................-................... Reksadana Prospera BUMN Growth Fund .....................................................906,19.............-4,79....................-................... Rencana Cerdas .........................................................................................12.117,85.............-4,35.............-3,98............ -6,80
SAM Indonesian Equity Fund .......................................................................1.784,44.............-6,08...........-14,15.......... -15,00
Schroder Dana Prestasi Plus.......................................................................25.793,52.............-4,37.............-1,77............ -4,17
Semesta Dana Saham......................................................................................996,33.............-5,26.............-6,19............ -8,04
Sucorinvest Equity Fund ..............................................................................1.050,27.............-5,69.............-7,39............ -9,21
Syailendra Equity Opportunity Fund............................................................3.122,57.............-4,01...........-10,61.......... -13,26
Trim Syariah Saham ......................................................................................1.531,95.............-4,49.............-6,44............ -6,44
Campuran
Archipelago Balance Fund ...........................................................................1.025,77.............-0,48..............6,77..............4,66
BNP Paribas Dana Investa (D/H Fortis Dana Investa) ...................................2.887,02.............-4,03.............-4,01............ -6,36
BNP Paribas Equitra ( D/H Fortis Equitra ) ...................................................3.421,51.............-0,48..............1,53............ -2,45
BNP Paribas Integra (03/08/15) ......................................................................996,04.............-3,26.............-3,54............ -5,43
Batavia Dana Dinamis ..................................................................................5.887,53.............-3,07.............-6,29............ -6,76
Cipta Balance ...............................................................................................1.213,38..............0,94...........-26,53.......... -28,69
Cipta Syariah Balance ..................................................................................1.672,95.............-3,17.............-8,09.......... -10,80
Citragold......................................................................................................2.026,29.............-1,65..............0,54............ -2,42
First State Ind. Balanced Fund .....................................................................2.542,33.............-1,33..............0,63............ -3,31
Garuda Satu .................................................................................................5.130,64.............-1,26.............-4,57............ -7,86
Mandiri Investa Aktif....................................................................................3.269,66.............-3,56.............-2,60............ -4,53
Mandiri Investa Syariah Berimbang..............................................................2.704,87.............-2,74.............-2,07............ -4,01
Manulife Dana Campuran II..........................................................................2.311,81.............-3,38.............-3,23............ -7,03

Exchange Traded Fund


Indeks

PG Indeks BISNIS-27 .........................................1.080,35.......-5,33 ..-12,06...-13,81

Reksadana PG Indeks BISNIS-27

Indeks

1.080,35

KUSTODIAN CITIBANK
Pendapatan Tetap

AXA MaestroObligasi Plus ...........................................................................1.135,18.............-1,10..............5,18..............3,88


BNP Paribas Dolar Plus ...................................................................................0,9903.............-0,02..............0,26............ -2,70
BNP Paribas Obligasi Plus (d/h Fortis Obligasi Plus) ....................................1.277,49.............-2,21..............6,43............ -3,70
BNP Paribas Omega.....................................................................................1.118,17.............-0,98..............5,99..............4,94
BNP Paribas Prima Asia USD...........................................................................0,9977.............-0,24..............2,49............ -1,53
BNP Paribas Prima II (d/h Fortis Prima II) .....................................................1.824,44.............-2,24..............4,11..............2,06
BNP Paribas Prima USD ..................................................................................1,0607..............0,62..............3,16............ -0,88
BNP Paribas Proxima ...................................................................................1.066,08.............-2,08....................-..............0,00
Bahana Income Bond Fund ..........................................................................1.018,20..............0,40....................-..............0,00
Batavia Dana Obligasi Andalan ....................................................................1.097,04.............-2,03..............5,16..............3,07
CIMB-Principal Income Fund A.....................................................................1.979,04.............-1,90.............-0,27............ -1,27
Cipta Bond ...................................................................................................1.174,93..............0,38............21,68............20,46
Danareksa Melati Dollar..................................................................................0,1920.............-0,23..............4,19..............2,64
Danareksa Melati Dollar (Rp) .......................................................................2.591,51....................-....................-................... Danareksa Melati Pendapatan Tetap............................................................1.053,47..............0,41..............7,86..............7,86
Danareksa Melati Pendapatan Tetap II.........................................................1.322,66.............-1,13..............6,82..............6,82
Danareksa Melati Pendapatan Tetap V ........................................................1.006,84.............-1,63..............7,60..............6,00
Danareksa Melati Platinum Dollar AS..............................................................1,0821..............0,08..............2,95............ -0,08
Danareksa Melati Platinum Dollar AS (Rp) .................................................14.603,19....................-....................-................... Danareksa Melati Premium Dollar...................................................................1,1992..............0,33..............2,28............ -0,73
Danareksa Melati Premium Dollar (Rp) ......................................................16.183,31....................-....................-................... MRS Bond Kresna ........................................................................................1.761,58..............3,40............11,57..............7,20
Mandiri Investa Dana Pendapatan Optimal 2...............................................1.062,54..............0,49..............7,30..............5,18
Mandiri Obligasi Utama ..................................................................................994,22.............-1,14....................-..............0,00
RD SAM Sukuk Syariah Berkembang ..............................................................939,83.............-1,65....................-................... Schroder Dana Obligasi Mantap ..................................................................1.156,82.............-1,55..............5,34..............5,34
Schroder IDR Bond Fund III..........................................................................1.035,20..............0,51..............7,45..............5,32

Saham
Aberdeen Indonesia Equity Fund.................................................................1.776,63.............-5,19.............-7,89............ -9,71
Axa Maestrosaham.......................................................................................1.097,08.............-4,92.............-4,64............ -8,38
BNP Paribas Infrastruktur Plus (d/h Fortis Infrastruktur Plus).......................2.653,41.............-5,06...........-13,54.......... -16,30
BNP Paribas Solaris (d/h Fortis Solaris) ........................................................1.897,58.............-4,97...........-15,93.......... -19,22
Bahana Icon Syariah ........................................................................................924,01.............-3,19....................-................... CIMB-Principal Indo Domestic Equity Fund.....................................................857,63.............-7,13...........-12,46.......... -12,46
Dana Ekuitas Prima ......................................................................................4.153,50.............-4,64.............-8,81.......... -11,06
Danareksa Mawar ........................................................................................7.957,23.............-5,24.............-7,87............ -9,23
Danareksa Mawar Fokus 10 .........................................................................1.338,15.............-4,70...........-12,93.......... -15,54
Danareksa Mawar Komoditas 10 ....................................................................650,86.............-5,22...........-14,14.......... -16,71
Danareksa Mawar Konsumer 10 ..................................................................1.538,80.............-3,65.............-2,39............ -5,31
Danareksa Syariah Saham ...............................................................................932,04.............-4,86....................-..............0,00
First State IndoEquity Peka Fund.................................................................1.598,76.............-4,87...........-10,19.......... -13,71
Mandiri Dynamic Equity ..................................................................................985,82.............-5,37...........-14,08.......... -15,78
Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus ..........................................................1.135,78.............-4,83.............-4,59............ -6,47
Mandiri Investa Equity Dynamo Factor ........................................................1.116,40.............-5,67.............-8,12.......... -10,82
Mandiri Investa Equity Movement ..................................................................961,85.............-6,31...........-11,20.......... -12,96
Mandiri Saham Atraktif ................................................................................1.177,48.............-5,27.............-7,31............ -9,15
Manulife Saham Strategi Unggulan.................................................................905,12.............-4,69...........-13,46.......... -17,66
Schroder 90 Plus Equity Fund ......................................................................1.724,27.............-4,82.............-3,34............ -3,34
Schroder Dana Prestasi ..............................................................................31.019,79.............-4,03.............-1,41............ -3,60
Schroder Dana Prestasi Dinamis ..................................................................1.310,58.............-5,32.............-6,29............ -6,29

KUSTODIAN BANK PERMATA


Pendapatan Tetap

Saham

Saham

Campuran

Pasar uang
Terproteksi
Campuran

Pasar Uang
Penyertaan Terbatas

KUSTODIAN BANK MANDIRI

Terproteksi

Pendapatan Tetap

Saham

Campuran
Bahana Quant Strategy................................................................................1.113,86.............-4,65.............-7,79.......... -10,50
Danareksa Anggrek Fleksibel.......................................................................3.240,35.............-2,23.............-3,39............ -5,29
Danareksa Syariah Berimbang .....................................................................5.375,73.............-2,83.............-6,12............ -7,52
First State Indonesian USD Balanced Plus Fund..............................................0,8942.............-3,98...........-12,29.......... -15,73
MRS Flex Kresna ..........................................................................................1.597,69.............-0,33.............-3,49............ -7,27
Mandiri Aktif ................................................................................................1.154,54.............-3,50.............-1,36............ -3,31
Mandiri Investa Dynamic Balanced Strategy ................................................1.130,93.............-2,41..............0,12............ -1,61
Manulife USD Aggressive Balance ..................................................................0,8920.............-3,53...........-14,10.......... -18,27
Schroder Dana Campuran Progresif .............................................................1.199,05.............-3,57.............-0,27............ -4,63

Campuran

Pasar Uang
Bahana Likuid Syariah ..................................................................................1.041,46..............0,63....................-................... Bahana Liquid USD .........................................................................................0,9772..............0,00....................-................... Danareksa Seruni Pasar Uang II ...................................................................1.158,63..............0,30..............6,26..............6,26
Danareksa Seruni Pasar Uang III...................................................................1.149,70..............0,39..............6,14..............6,14
RD Mandiri Kapital Syariah ..........................................................................1.046,48..............0,60....................-................... Terproteksi
Aberdeen Proteksi Capital Plus I (31/07/15) ...................................................991,04..............0,44..............2,92.......... -13,38
Bahana F Optima Protected Fund 53 (31/07/15) .........................................1.064,69..............0,46..............5,81..............5,81
Bahana F Optima Protected Fund 54 (31/07/15) .........................................1.063,88..............0,46..............5,77..............5,77
Bahana F Optima Protected Fund 72 (31/07/15) ............................................967,82..............0,55..............9,11..............4,83
Bahana F Optima Protected Fund 73 (31/07/15) .........................................1.005,40..............1,28..............9,15..............4,87
Bahana F Optima Protected Fund 77 (31/07/15) ............................................993,73..............0,92..............8,11..............5,99
Bahana F Optima Protected Fund 80 (31/07/15) .........................................1.013,92..............1,22....................-................... Bahana Reksa Panin Terproteksi A XVIII (31/07/15) .....................................1.383,33..............0,70............13,03..............4,42
Bahana Reksa Panin Terproteksi XIV (31/07/15) ..........................................1.465,14..............0,70............13,03..............4,42
Bahana Reksa Panin Terproteksi XV (31/07/15) ...........................................1.500,80..............0,70............13,03..............4,42
Batavia Proteksi Prima 20 (04/08/15)...........................................................1.246,77..............0,66..............9,07..............9,07
CIMB-Principal CPF XII (31/07/15) ..................................................................999,44..............0,39..............7,44..............7,44
Danareksa Proteksi IX (27/07/15) ................................................................1.012,76..............0,63..............8,24..............8,24
Danareksa Proteksi Stabil (31/07/15)...........................................................1.003,51..............0,62..............9,13..............9,13
Danareksa Proteksi X (27/07/15) .................................................................1.013,37..............0,66..............9,07..............9,07
Danareksa Proteksi XI (04/08/15) ................................................................1.004,77..............0,56............10,25............10,25
Danareksa Proteksi XII (22/07/15) ...............................................................1.012,27..............0,84..............8,95..............8,95
Danareksa Proteksi XIII (27/07/15)...............................................................1.005,36..............0,79..............8,62..............8,62
Danareksa Proteksi XVII (13/07/15) .............................................................1.003,93..............0,89..............8,56..............8,56
RDT CIMB-Principal CPF CB XVII (31/07/15) ................................................1.000,92..............0,18....................-..............0,00
RDT CIMB-Principal Islamic Sukuk III Syariah (31/07/15) ..............................1.015,30..............0,19..............6,81..............6,81
RDT Mandiri Dolar (31/07/15).........................................................................0,9969..............0,05....................-..............0,00
RDT Mandiri Investa Capital Protected Dollar Fund (31/07/15) ......................1,0015.............-0,50....................-..............0,00
RDT Mandiri Seri 15 (31/07/15) ...................................................................1.012,55..............0,48....................-................... RDT Mandiri Seri 17 (31/07/15) ...................................................................1.012,59..............0,36....................-................... RDT Mandiri Seri 18 (31/07/15) ...................................................................1.023,32.............-0,44....................-................... RDT Mandiri Seri 19 (31/07/15) ......................................................................982,92.............-0,71....................-................... RDT Mandiri Syariah Seri 12 (31/07/15).......................................................1.012,42.............-0,02....................-..............0,00
Schroder Regular Income Plan IX (15/07/15) ..................................................959,79..............0,51..............6,78..............6,78
Schroder Regular Income Plan VIII (15/07/15) .............................................1.182,80..............4,20..............9,61..............9,61

Pasar Uang

Terproteksi

Exchange Traded Fund


Premier ETF LQ-45..........................................................................................835,70.............-5,41.............-7,05............ -7,05

Indeks

Indeks
Danareksa Indeks Syariah ............................................................................2.716,82.............-5,58.............-9,25.......... -11,89

Dana Investasi Real Estate

KUSTODIAN HSBC

Penyertaan Terbatas

Pendapatan Tetap

KUSTODIAN BRI

Pendapatan Tetap

(Rp)

(%)

(%)

(%)

KUSTODIAN BANK BUKOPIN


Saham

Saham

4,72

1.000,00
27/9/12

Saham

Campuran
Pasar Uang

Campuran

Terproteksi

KUSTODIAN BANK SAUDARA

Campuran
Indeks

Saham

Data dapat dikirim ke litbang@bisnis.co.id, datatabel@bisnis.com dan fax No. 021-57901025. Bisnis Indonesia tidak memungut biaya apa pun untuk publikasi data Insurance dan Reksa Dana.

4/8/15

Nilai aktiva bersih dan hasil investasi berbagai reksa dana hingga 4 Agustus 2015.
Nama /jenis
Reksadana

19

UNITLINKED & REKSA DANA

Rabu, 5 Agustus 2015

Nilai aktiva
bersih per
unit

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

Nama /jenis
Reksadana

Hasil investasi dalam


30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(Rp)

(%)

(%)

Nama /jenis
Reksadana

(%)

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(Rp)

(%)

(%)

Nama /jenis
Reksadana

Nilai aktiva
bersih per
unit

(Rp)

(%)

Hasil investasi dalam


30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(%)

(%)

(%)

KUSTODIAN DBS INDONESIA


Pendapatan Tetap

RD Aberdeen Dana Pendapatan Riil (d/h: RD NISP Dana Pendapatan Riil) .............1.125,32 .................-0,39 ...............5,79 .............. -0,49
Reksa Dana Batavia Dana Obligasi Optimal............................................................1.061,81 .................-0,40 ...............0,00 ............... 0,00

Saham
Reksa Dana OSO Sustainability Fund .........................................................................903,25 .................-5,66 ............-15,79 ............ -18,29

Campuran
Reksa D

Pasar Uang

Penyertaan Terbatas

Campuran

Terproteksi

Pasar Uang

KUSTODIAN BNI

Pendapatan Tetap

(Rp)

(%)

(%)

(%)

Saham

Campuran

Penyertaan Terbatas

Terproteksi

Pasar Uang
Terproteksi

KUSTODIAN BII
Pendapatan Tetap

Pernyataan Terbatas
Saham
Campuran

3/8/15

INSURANCE LINKED

Jual

Harga per unit


PT Prudential Life Assurance
4/8/15

3/8/15

PRUlink Rupiah Cash Fund..................................................................3.000,19 ..................2.999,80


PRUlink Rupiah Fixed Income Fund ...................................................4.362,66 ..................4.364,52
PRUlink US Dollar Fixed Income Fund .................................................. 2,8402 .....................2,8359
PRUlink Rupiah Managed Fund..........................................................7.481,10 ..................7.491,41
PRUlink Rupiah Managed Fund plus ..................................................2.480,92 ..................2.487,00
PRUlink Rupiah Equity Fund .............................................................13.908,07 ................13.966,86
PRUlink Rupiah Equity Fund plus .......................................................1.084,34 ..................1.089,70
PRUlink Rupiah Indonesia Greater China Equity Fund ......................1.190,93 ..................1.197,22
PRUlink US Dollar Indonesia Greater China Equity Fund ..................... 0,0882 .....................0,0887
PRUlink Rupiah Infrastructure & Consumer Equity Fund ..................... 958,88 .....................965,33
PRUlink Syariah Rupiah Managed Fund .............................................1.968,93 ..................1.973,64
PRUlink Syariah Rupiah Cash & Bond Fund .......................................1.546,86 ..................1.547,33
PRUlink Syariah Rupiah Equity Fund ..................................................2.041,97 ..................2.052,29
PRUlink Syariah Rupiah Infrastructure & Consumer Equity Fund......................965,30 .....................971,96
AJ Manulife Indonesia

3/8/15

31/7/15

AIA Financial IDR Balanced Syariah Fund ......................1.340,59.............1.343,89


IDR China India Indonesia Equity Fund ..........................1.458,15.............1.450,35
AIA Financial IDR Cash Syariah Fund .............................1.263,95.............1.263,45
PT AIA Financial Dynamic Syariah ..................................970,73................974,12
AIA Financial IDR Equity Syariah Fund...........................1.103,59.............1.109,18
PT AIA Financial - Growth Equity Syariah .........................971,47................977,16
AIA Financial - IDR Prime Equity Fund ..............................989,11................988,83
AIA Financial - IDR Fixed Income Fund ..........................1.016,71.............1.017,78
AIA Financial-Dana Berkah Fund ....................................1.535,60.............1.534,89
AIA Financial-IDR Equity Fund......................................13.593,86...........13.545,94
AIA Financial-Money Market Fund.................................1.599,05.............1.598,17
AIA Financial-IDR Fixed Income Fund ............................2.957,42.............2.961,68
AIA Financial-USD Fixed Income Fund..............................2,5078................2,5016
AIA Financial IDR Balanced Fund.................................1.673,34.............1.672,34
Commonwealth Life

3/8/15

31/7/15

Investra Balanced Syariah ...............................................1.422,52.............1.425,95


Investra Dynamic Strategic Fund....................................1.047,53.............1.047,04
Investra Equity Dynamic Fund........................................1.558,60.............1.556,37
Investra Equity Syariah....................................................1.848,44.............1.852,48
Investra Investra Balanced Progressive Fund ................3.375,89.............3.373,37
Investra Investra Investra Bond Fund.............................2.393,74.............2.395,69
Investra Investra Equity Fund .........................................4.626,46.............4.621,29
Investra Investra Money Market Fund ...........................1.753,82.............1.753,16
Investra USD Balanced Fund .............................................0,8640................0,8648
Platinum Bond Fund ..........................................................976,51................977,27
Platinum Dynamic Strategic Fund ..................................1.079,38.............1.078,86
Platinum Equity Dynamic Fund ......................................1.013,01.............1.010,63
Platinum Equity Fund......................................................1.049,42.............1.047,07
Platinum Money Market Fund........................................1.141,45.............1.141,04
3/8/15

31/7/15

COMM AUD Balance Fund ...............................................1,1377................1,1370


CommLink Dynamic Strategic Fund ...............................1.100,06.............1.099,05
CommLink Aggressive Fund...........................................2.170,17.............2.166,36
CommLink Aggressive Plus Fund ...................................1.320,72.............1.317,76
CommLink Conservative Fund........................................1.435,65.............1.436,08
CommLink Moderate Fund.............................................2.051,57.............2.051,88
COMM IDR Growth Portfolio ............................................911,75................909,46
COMM IDR Income Portfolio ............................................984,77................985,88
Allianz Life Indonesia

3/8/15

31/7/15

Grouplink Equity Fund....................................................1.348,05.............1.348,88


Grouplink Fixed Income Fund ........................................1.284,80.............1.286,33
Grouplink Corprate Fund A ............................................1.569,39.............1.568,46
Grouplink Money Market Fund ......................................1.363,58.............1.362,64
Smartwealth Balanced Fund...........................................1.607,10.............1.603,37
Smartwealth Equity Fund ...............................................2.046,74.............2.045,20
Smartwealth Fixed Income Fund....................................1.499,61.............1.499,01
Smartwealth Money Market Fund .................................1.412,93.............1.412,36
Smartwealth Sectoral Equity Fund....................................790,07................789,77
3/8/15

Jual

3/8/15

31/7/15

Maestro Balanced Syariah Rupiah ..................................1.308,85.............1.314,41


Maestro Equity Syariah Rupiah ......................................1.493,94.............1.503,17
Maestrolink Balanced IDR...............................................2.644,96.............2.643,56
Maestrolink Cash Plus IDR ..............................................1.902,72.............1.901,34
Axa Maestrolink Dynamic ...............................................1.423,02.............1.420,06
Maestrolink Equity Plus IDR............................................5.124,75.............5.111,24
Maestrolink Fixed Income Plus IDR ................................1.957,54.............1.959,44
Maestrolink Fixed Income Plus USD .................................1,3547................1,3541
Maestrolink Aggressive Equity Rupiah ..........................1.082,99.............1.090,43
Maestrolink Maxiadvantage Rupiah...............................1.016,63.............1.016,56
Maestrolink Progressive Equity Syariah Rupiah.............1.093,80.............1.096,68
3/8/15

Jual
Beli

Pro - Invest Rupiah Fund.............................................................................3.265,43


Pro - Invest US$ Fund ....................................................................................1,5199
Manulife Dana Ekuitas ....................................................7.996,07.............7.836,15
Manulife Dana Ekuitas USD ...............................................0,9583................0,9391
Manulife Pend. Tetap Korporasi .....................................1.836,69.............1.799,96
Manulife Pend. Tetap Negara.........................................2.007,11.............1.966,97
Manulife Pend. Tetap Dollar ..............................................1,2785................1,2529
Manulife Dana Pasar Uang .............................................1.637,36.............1.604,61
Manulife Dana Berimbang ..............................................1.933,64.............1.894,97
M D Ekuitas Indonesia - China ........................................1.551,27.............1.520,24
M D Ekuitas Indonesia - China ...........................................0,1150................0,1127
M D Ekuitas Indonesia - India .........................................1.405,70.............1.377,59
M D Ekuitas Indonesia - India ............................................0,1042................0,1021
Manulife Dana Ekuitas Syariah .......................................2.424,54.............2.376,05
Manulife Dana Berimbang Syariah .................................1.435,31.............1.406,60
Manulife Dana Ekuitas Optima Syariah..........................1.071,07.............1.049,65
Manulife Dana Pasar Uang Syariah ................................1.154,84.............1.131,74
Manulife Dana Ekuitas Small-Mid Capital ......................1.201,99.............1.177,95
Manulife Dana Ekuitas Small-Mid Capital USD .................0,7937................0,7778
Signature Link - Adventurous .......................................12.211,55...........11.600,97
Signature Link - Balanced ...............................................6.867,39.............6.524,02
AIA FINANCIAL (d/h AIG LIFE)

PT AXA Financial Indonesia

4/8/15
Jual

Beli

Smartlink Rupiah Balanced Fund....................................2.943,99.............2.796,79


Smartlink Rupiah Balanced Plus Fund ............................1.650,87.............1.568,33
Smartlink Rupiah Deposit Fund......................................1.199,54.............1.139,57
Smartlink Rupiah Equity Fund ........................................2.461,00.............2.337,95
Smartlink Rupiah Fixed Income Fund.............................2.900,14.............2.755,13
Smartlink Guardia Dana Pendapatan Tetap...................1.049,93................997,43
Smartlink Rupiah Money Market Fund ..........................2.615,94.............2.485,14
Smartlink Dollar Managed Fund .......................................1,8841................1,7899
Smartwealth Equity Infrastructure Fund ........................1.063,52.............1.010,34
Smartwealth Equity Indoasia Fund.................................1.309,16.............1.243,70
Smartwealth Equity Indoasia Fund (USD) .........................0,0971................0,0923
Smartwealth Equity Small Med Cap Fund ........................971,32................922,75
Smartwealth Equity Performa Fund...............................1.484,71.............1.410,48
Smartwealth Equity Indoconsumer Fund.......................1.016,75................965,91
Smartwealth Equity IndoGlobal Fund ...............................992,03................942,43
Smartwealth Liquiflex Lq45 ............................................1.072,71.............1.019,07
Allisya Rupiah Balanced Fund.........................................2.049,79.............1.947,30

PT BNI Life Insurance

Beli

3/8/15

Jual

Beli

Amanah Equity Syariah Rupiah..........................................116,34................110,80


Mandiri Attractive Money Rp ............................................154,87................147,49
Mandiri Active Money Rp ..................................................157,68................150,17
Mandiri Fixed Money Rp ...................................................193,31................184,11
Mandiri Secure Money US$ .............................................13,4490..............12,8086
Mandiri Money Market Rp ................................................153,34................146,04
Mandiri Attractive Money Syariah Rp ...............................160,11................152,48
Mandiri Active Money Syariah Rp .....................................155,81................148,39
Excellent Equity Rupiah .....................................................110,37................105,11
Advanced Commodity Syariah Rupiah................................46,61..................44,39
Mandiri Dynamic Money Rp ..............................................861,31................820,30
Protected Money Rupiah...................................................106,95................101,86
Mandiri Progressive Money Rp .........................................525,41................500,39
Mandiri Secure Money Rp .................................................249,74................237,85
PT Great Eastern Life Indonesia

3/8/15

31/7/15

Greatlink USD Fixed Income Fund ....................................1,1076................1,1072


Greatlink Balanced Fund.................................................2.242,15.............2.241,68
Greatlink Bond Fund.......................................................1.852,25.............1.854,30
Greatlink USD Bond Fund .................................................1,0582................1,0578
Greatlink Cash Fund........................................................1.578,50.............1.577,35
Greatlink Dynamic Fund .................................................2.785,73.............2.783,19
Greatlink Equity Fund .....................................................2.982,39.............2.979,61
Greatlink Fixed Income Fund .........................................1.819,26.............1.821,28
Greatlink Money Market Fund .......................................1.119,97.............1.119,14
Greatlink Optimum Fund................................................2.331,91.............2.331,38
Greatlink Premier Bond Fund.........................................1.000,47.............1.002,13
Greatlink Premier Dynamic Capital Fund..........................985,99................990,96
Greatlink Premier Equity Fund .......................................1.206,85.............1.203,39
Greatlink Premier Equity Maxima Fund ............................879,41................876,65
Greatlink Supreme Bond Fund .......................................1.041,03.............1.042,74
Greatlink Supreme Equity Fund ........................................959,77................957,04
PT Tokio Marine

3/8/15

31/7/15

TM Cash Fund .................................................................1.096,05.............1.096,01


TM Equity Aggressive Fund ...........................................1.012,44.............1.017,45
TM Balanced Fund .............................................................981,85................981,60
TM Bond Fund ...................................................................987,50................988,64
TM Equity Fund..................................................................994,47................993,52
TM Sybond Fund.............................................................1.945,89.............1.944,83
TM Sycash Fund ..............................................................2.474,95.............2.473,90
TM Syequity Fund ...........................................................2.295,62.............2.311,24
TM Symanaged Fund......................................................1.311,13.............1.319,94
TM USD Managed Fund ....................................................1,0342................1,0338
PT Panin Dai-Ichi Life

31/7/15

30/6/15

Panin Rp Cash Fund ........................................................2.200,17.............2.199,72


Panin USD Cash Fund ........................................................0,1400................0,1400
Panin Rp Managed Fund ................................................4.879,34.............4.827,11
Panin USD Managed Fund ................................................0,2116................0,2116
Panin Rp Equity Fund....................................................12.326,49...........12.070,07
Panin Rp Fixed Income Fund ..........................................1.594,44.............1.593,51
Panin Special Balanced Fund .............................................986,65................975,54
Panin Special Equity Fund .................................................992,34................974,29
Panin Syariah Rp Cash Fund ...........................................1.815,91.............1.815,62
Panin Syariah Rp Managed Fund ...................................2.100,89.............2.080,95
Panin Syariah USD Managed Fund ...................................0,0106................0,0106
Panin Syariah Rp Equity Fund.........................................2.545,05.............2.503,75
Panin MUL Rp Conservative Fund..................................1.908,00.............1.907,14
Panin MUL Rp Moderate Fund.......................................2.464,83.............2.433,13
Panin MUL Rp Aggressive Fund .....................................2.836,60.............2.780,41
Panin MUL USD Aggressive Fund ...................................11,8876..............11,8424
Panin SRC USD Moderate Fund ......................................10,6276..............10,6151
PT AJ Sequis Life

3/8/15

31/7/15

Rupiah Equity Fund............................................................886,82................885,96


Rupiah Managed Fund ......................................................916,77................916,49
Rupiah Stable Fund............................................................954,65................955,66
Rupiah Cash Fund ...........................................................1.476,60.............1.475,83
USD Stable Fund............................................................170,9800............170,9900
Rupiah Golden Fixed Income Fund ...............................1.979,08.............1.978,60
Rupiah Golden Equity Fund............................................2.884,38.............2.874,48
Rupiah Golden Managed Fund ......................................2.586,58.............2.588,83
Syariah Rupiah Balanced Fund ..........................................963,83................966,10
Rupiah Dynamic Fund ........................................................924,55................923,71

3/8/15

31/7/15

B-Life Syariah Stabil ........................................................2.499,53.............2.498,02


B-Life Syariah Berimbang................................................1.721,04.............1.727,28
B-Life Syariah Optimal ....................................................1.818,59.............1.833,05
B-Life Syariah Fixed Income............................................1.695,52.............1.696,33
B-Life Syariah Managed Fund.........................................1.005,26.............1.008,41
B-Life Syariah Equity Fund..............................................1.022,50.............1.030,44
B-Life Stabil Syariah ........................................................1.882,05.............1.880,91
B-Life Kombinasi Syariah ................................................1.200,60.............1.205,62
B-Life Agresif Syariah ......................................................1.079,81.............1.085,57
Equity Life Indonesia

3/8/15

Jual

Dynamic Money Rp.........................................................1.158,34.............1.103,18


Progressive Money Rp .......................................................644,81................614,11
Secure Money Rp ...............................................................250,75................238,81
PT AXA Mandiri Financial Services

3/8/15

B-Life Link Dana Stabil ....................................................1.733,30.............1.735,25


B-Life Link Dana Selaras..................................................1.810,10.............1.809,80
B-Life Link Dana Maxima ................................................1.789,81.............1.786,67
B-Life Link Dana Cemerlang ...........................................1.320,54.............1.322,02
B-Life Link Dana Kombinasi ............................................1.296,79.............1.296,63
B-Life Link Dana Aktif .....................................................1.564,80.............1.562,84
B-Life Spectra Link Dana Stabil Plus...............................1.540,25.............1.541,87
B-Life Spectra Link Dana Selaras Plus ............................1.754,11.............1.753,85
B-Life Spectra Link Dana Maxima Plus ...........................2.067,34.............2.063,72
Dana Mapan .......................................................................908,46................909,96
Dana Agresif.......................................................................839,92................843,62
Dana Mantap...................................................................1.056,48.............1.055,49
Dana Mantap 2 ...............................................................1.056,21.............1.055,77
Dana Mantap 3 ...............................................................1.044,38.............1.043,55
Dana Mantap 4 ...............................................................1.027,03.............1.026,15
Dana Mantap 5 ...............................................................1.016,11.............1.029,70
Dana Mantap 6 ...............................................................1.010,32.............1.009,51
Dana Mantap 7 ...............................................................1.020,68.............1.019,90
Dana Mantap 8 ...............................................................1.010,24.............1.009,50
B-Life Spectra Link Dana Secure USD ...............................1,2773................1,2758
BNI Life Insurance Syariah

Beli

AFI Dynamic Money Rp ..................................................1.151,62.............1.096,78


Money Market Rp ..............................................................152,77................145,50
AFI Progressive Money Rp ................................................642,62................612,02
Syariah Dynamic Rp ...........................................................152,85................145,57
AFI Secure Money Rp ........................................................250,87................238,92
Syariah Progressive Rp ......................................................158,41................150,87
Secure Money USD ..........................................................14,6669..............13,9685
PT AXA Life-Indonesia

4/8/15

Beli

Allisya Rupiah Equity Fund .............................................1.650,86.............1.568,31


Allisya Rupiah Fixed Income Fund..................................1.671,35.............1.587,78
Allisya Rupiah Money Market Fund ...............................1.582,95.............1.503,81

3/8/15

31/7/15

Stable Link .......................................................................4.331,27.............4.328,15


Safe Link Plus...................................................................1.857,80.............1.856,37
Steady Fund ....................................................................3.000,01.............3.000,20
Steady Fund USD...............................................................0,1683................0,1682
Managed Fund ................................................................2.228,37.............2.226,01
Equity Fund .....................................................................1.323,97.............1.321,98
PT A.J. Central Asia Raya

3/8/15

31/7/15

Carlisya Pro Safe .............................................................1.237,57.............1.236,89


Carlisya Pro Mixed ..........................................................1.659,47.............1.657,74
Carlisya Pro Fixed............................................................1.326,97.............1.326,17
CARLink Pro-Flexy...........................................................1.176,54.............1.184,90
Carlink Pro-Fixed.............................................................2.694,48.............2.692,77
Carlink Pro-Mixed ...........................................................2.636,71.............2.640,21
Carlink Pro-Safe...............................................................2.103,25.............2.102,00
Century Pro-Fixed ...........................................................1.849,84.............1.848,56
Century Pro-Mixed..........................................................2.039,01.............2.037,78
PT CIMB Sunlife

3/8/15

31/7/15

CSL Link Ekuitas Fund.....................................................1.345,16.............1.342,57


CSL Link Ekuitas Syariah Fund ........................................1.525,83.............1.529,52
CSL Link Berimbang........................................................1.329,48.............1.329,23
CSL Link Pasar Uang .......................................................1.285,52.............1.284,59
CSL Link Premier III .........................................................1.063,46.............1.062,67
CSL Link Premier I ...........................................................1.108,29.............1.107,72
CSL Link Premier II ..........................................................1.083,37.............1.082,61
CSL Link Premier IV.........................................................1.039,36.............1.038,96
CSL Link Premier V..........................................................1.029,82.............1.029,19
CSL Link Premier VI.........................................................1.041,61.............1.041,20
CSL Link Premier VII........................................................1.051,40.............1.050,93
CSL Link Premier VIII ..........................................................999,12................998,39
CSL Link Premier IX............................................................877,89................877,34
CSL Link Premier X..........................................................1.117,44.............1.116,29
CSL Link Dinamis ................................................................934,56................932,77
PT Sun Life Financial Indonesia

3/8/15

31/7/15

SLFI Hasanah Equity Fund ..............................................1.647,32.............1.651,06


SLFI Aggressive Multi Plus Fund ....................................2.222,30.............2.218,24
SLFI Salam Equity Fund ..................................................1.284,19.............1.287,43
SLFI Salam Balanced Fund..............................................1.363,94.............1.366,94
SLFI Maxi Fund 1.............................................................1.116,30.............1.115,75
SLFI Xtra Prima fund .......................................................1.864,75.............1.868,01
SLFI Xtra Progressive Fund.............................................1.419,11.............1.418,77
SLFI Xtra Aggressive Fund .............................................1.650,22.............1.646,22
SLFI Xtra Dynamic Fund .................................................1.622,09.............1.620,95
SLFI Aggressive Fund ...................................................11.622,70...........11.603,55
SLFI Moderate Fund .......................................................6.597,02.............6.595,45
SLFI Conservative Fund ..................................................2.696,50.............2.698,76
SLFI Maxi USD Fund ..........................................................2,5592................2,5569
SLFI Maxi Fund 3.............................................................1.044,09.............1.043,55
SLFI Maxi Fund 4.............................................................1.081,65.............1.081,10
SLFI Salam Amanah............................................................927,13................930,70
PT AJ Adisarana Wanaartha

3/8/15

31/7/15

WAL Equity Fund ............................................................1.170,56.............1.165,97


WAL Fixed Income Fund.................................................1.185,17.............1.184,46
WAL Balance Fund ..........................................................1.052,52.............1.051,90
PT Zurich Topas Life

3/8/15

31/7/15

Zurichlink Rupiah Money Market ...................................1.137,60.............1.136,85


Zurichlink Rupiah Fixed Income......................................1.010,03.............1.011,23
Zurichlink Rupiah Flexible ...............................................1.086,38.............1.086,25
Zurichlink Rupiah Equity .................................................1.127,99.............1.127,03
Zurichlink Amani Equity Fund............................................822,82................827,09
PT A.J. Bumi Asih Jaya

3/8/15

31/7/15

Asih Fixed Income...........................................................3.813,28.............3.813,26


Asih Mixed Fund .............................................................4.208,84.............4.192,12
Asih Equity Fund .............................................................2.204,06.............2.205,82
Asih Student Fund ..........................................................4.000,52.............3.983,80
PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG

3/8/15

31/7/15

Arthalink Aggressive......................................................1.287,48.............1.286,47
Arthalink Dynamic..........................................................1.750,01.............1.749,87
Arthalink Fixed Income ..................................................1.154,34.............1.155,79
Ekalink - Super Aggressive .............................................1.521,65.............1.517,54
Ekalink - Super Dynamic .................................................1.371,71.............1.371,69
Ekasejahtera Secure Fund ..............................................1.170,79.............1.170,23
Excellink - Aggressive Fund ............................................3.124,83.............3.117,74
Excellink - Dynamic .........................................................3.126,30.............3.126,73
Excellink - Dynamic Dollar Fund ........................................1,1338................1,1326
Excellink - Fixed Income Fund ........................................2.748,15.............2.746,60
Excellink - Secure Dollar Income Fund ..............................1,1008................1,1008
Excellink Aggressive Syariah ..........................................1.597,01.............1.606,23
Excellink Dynamic Syariah ..............................................1.680,80.............1.685,95
Excellink Fixed Income Syariah..........................................943,66................942,25

Stable Fund Rupiah II ......................................................1.128,80.............1.127,29


Simas Aggresive..............................................................1.042,69.............1.041,77
Simas Dynamic ...................................................................961,51................961,85
Simas Fixed Income ........................................................1.077,97.............1.077,42
3/8/15

31/7/15

Ekalink Aggressive .........................................................1.989,13.............1.987,55


Ekalink Dynamic .............................................................1.569,75.............1.569,62
PT Asuransi Takaful Keluarga

3/8/15

31/7/15

Takafulink Ahsan..............................................................1.202,99.............1.207,05
Takafulink Alia .................................................................2.150,06.............2.159,70
Takafulink Istiqomah .......................................................1.799,73.............1.799,48
Takafulink Mizan - Syariah Investa Link ..........................2.002,38.............2.003,35
PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

3/8/15

31/7/15

TM Link Equity Fund .......................................................1.375,76.............1.375,69


TM Link Managed Fund.....................................................998,79................998,50
TM Link Stable Fund .......................................................1.136,24.............1.136,66
PT Central Asia Financial

3/8/15

31/7/15

CAF Flexy Link Bond Fund .............................................1.077,28.............1.075,80


CAF Flexy Link Equity Fund............................................1.029,10.............1.027,03
CAF Flexy Link Mixed Fund............................................1.053,73.............1.051,69
CAF Flexy Link Money Market Fund.................................955,20................954,77
PT Asuransi Mega Life

3/8/15

31/7/15

Mega Link Agressive Fund .............................................1.233,46.............1.217,08


Mega Link Agressive Fund 2 .............................................905,78................889,97
Mega Link Balance Fund.................................................1.582,08.............1.570,37
Mega Link Balance Fund 2.................................................931,68................924,00
Mega Link Protected Fund .............................................1.801,41.............1.798,83
Mega Link Stabil..............................................................1.158,63.............1.158,48
Mega Link Stabil 2 .............................................................958,23................959,84
Mega Link Stabil Syariah.................................................1.136,63.............1.138,20
Mega Link Stabil Syariah 2 ................................................996,53................998,71
Mega Link Tasyakur Fixed Income .................................1.177,69.............1.178,55
Wealth Maxima Mixed....................................................1.388,14.............1.386,58
PT Asuransi Jiwa Recapital

3/8/15

Jual

Beli

Relife Investlink Balanced Fund ......................................1.044,09.............1.044,91


Relife Investlink Equity Fund ..........................................1.140,71.............1.159,58
Relife Investlink Fixed Fund............................................1.814,10.............1.813,94
Relife Primelink Balanced Fund ......................................2.029,87.............2.032,34
Relife Primelink Equity Fund...........................................2.141,87.............2.145,04
Relife Primelink Fixed Fund ............................................1.388,71.............1.389,11
PT ACE Life Assurance

3/8/15

31/7/15

ACE Rupiah Equity Fund ................................................2.629,98.............2.627,71


ACE Rupiah Managed Fund ...........................................2.006,67.............2.006,35
ACE Rupiah Stable Fund.................................................1.479,12.............1.480,86
ACE Syariah Balanced Fund ...........................................1.071,78.............1.074,35
ACE Rupiah Equity Fund II.................................................850,32................845,64
ACE Rupiah Equity Fund III................................................899,43................899,94
ACE Rupiah Equity Fund IV ...............................................873,70................874,05
ACE Rupiah Money Market Fund...................................1.048,66.............1.047,93
ACE USD Stable Fund........................................................1,0915................1,0912
Generali Indonesia

3/8/15

31/7/15

Generali Equity................................................................2.030,10.............2.024,36
Generali Fixed Income ....................................................2.171,98.............2.171,54
Generali Money Market..................................................1.340,90.............1.340,59
Generali Equity I..............................................................1.183,15.............1.180,63
Generali Fixed Income I ..................................................1.278,91.............1.278,65
Generali Money Market I................................................1.271,59.............1.271,23
Generali Equity II.............................................................1.098,26.............1.097,23
Generali Fixed Income II .................................................1.538,11.............1.538,07
Generali Money Market II...............................................1.190,87.............1.190,76
Generali Equity IV ..............................................................975,17................973,87
Generali Fixed Income IV................................................1.087,63.............1.086,96
Generali Money market IV..............................................1.125,17.............1.125,14
Generali Equity V ............................................................1.018,78.............1.017,50
Generali Fixed Income V.................................................1.090,74.............1.090,38
Generali Money market V...............................................1.138,87.............1.138,67
PT Astra Aviva Life

3/8/15

31/7/15

Aviva Balanced ................................................................1.103,83.............1.102,36


Aviva Fixed Income .........................................................1.120,01.............1.121,83
Aviva Fixed Income Dollar .................................................1,0652................1,0647
Aviva Growth...................................................................1.136,79.............1.133,30
Aviva Secure ....................................................................1.213,78.............1.213,17
AVA Asian Opportunities Fund .......................................965,87................964,87
AVA Balanced Dollar Fund ..............................................1,0028................1,0024
AVA Balanced Plus Fund .................................................984,81................985,10
AVA European Opportunities Fund ..............................1.037,19.............1.036,13
AVA Fixed Income Dollar Fund .......................................1,0002................0,9998
AVA Fixed Income Plus Fund..........................................1.074,41.............1.075,54
AVA Growth Plus Fund ................................................967,60................966,61
AVA Infrastructure Opportunities Fund ...........................855,40................851,35
AVA Small Cap Equity Fund .........................................963,07................962,73
AVA Secure Fund
.................................................1.038,98.............1.038,35
AJB Bumiputera 1912

30/7/15

Finansial Wiramitra Danadyaksa

31/7/15

3/8/15

31/7/15

FWD Sprint Balanced Fund ............................................2.922,72.............2.921,93


FWD Sprint Equity Fund...............................................31.209,18...........31.173,47
FWD Sprint Fixed Income Fund .....................................1.040,22.............1.049,31
FWD Sprint Money Market Fund ...................................1.148,76.............1.147,90
FWD Sprint USD Bond Fund .............................................1,4122................1,4116
Hanwha Life Insurance Indonesia

PT Asuransi CIGNA

3/8/15

31/7/15

HLI-Balanced ...................................................................1.033,90.............1.033,08
HLI-Equity ........................................................................1.121,76.............1.118,75
HLI-Fixed .........................................................................1.064,45.............1.066,10

31/7/15

3/8/15

31/7/15

MNC Life Assurance

3/8/15

31/7/15

MNC Life Assurance Dinamis IDR............................1.376,82...........1.366,86


MNC Life Assurance Aman IDR ...............................1.274,53...........1.274,03
MNC Life Assurance Berimbang IDR.......................1.432,04...........1.423,22
MNC Life Assurance Konservatif IDR ......................1.174,36...........1.173,78
MNC Link Pasti .........................................................1.037,78...........1.037,34
MNC Link Aktif ............................................................954,12..............949,12
MNC Link Serasi ..........................................................958,38..............954,49
Asuransi Jiwasraya

3/8/15

31/7/15

JS Link Pendapatan Tetap........................................1.080,02...........1.077,13


JS Link Berimbang....................................................1.037,69...........1.038,13
JS Link Ekuitas ..........................................................1.002,75...........1.001,30
JS Link Pasar Uang ...................................................1.075,17...........1.074,81
3/8/15

Jual

Beli

Js Link Balanced Fund ..............................................1.841,77...........1.844,11


Js Link Equity Fund ..................................................2.031,06...........2.031,08
Js Link Fixed Income Fund.......................................1.365,55...........1.365,21
PT Asuransi Jiwa Kresna

3/8/15

Artha Agressif .................................................................1.140,83.............1.143,90


Artha Berimbang.............................................................1.102,29.............1.101,54
Artha Selaras ......................................................................956,93................958,71
Artha Stabil .....................................................................1.059,03.............1.059,46

3/8/15

CIGNA Money Market ............................................1.716,03...........1.714,79


CIGNA Fixed Income ............................................1.840,89...........1.843,83
CIGNA Equity ..........................................................2.529,60...........2.522,28
CIGNA Capital Link (Batch 1) .....................................1,0120..............1,0120
CIGNA Capital Link 1 (Batch 2) ..................................1,0002..............1,0002
CIGNA Capital Link 2 (Batch 3) ..................................0,9995..............0,9994
CIGNA Capital Link 3 (Batch 4) ..................................0,9862..............0,9861
CIGNA Capital Link 4 (Batch 5) ..................................0,9897..............0,9897
CIGNA Capital Link 5 (Batch 6) ..................................0,9865..............0,9879
CIGNA Capital Link 6 (Batch 7) ..................................1,1335..............1,1364
CIGNA Capital Link 7 (Batch 8) ..................................1,1105..............1,1150
CIGNA Dynamic Click ..............................................1.113,93...........1.112,84
CIGNA Equity Growth Fund ....................................1.033,26...........1.030,48
CIGNA Equity Value Fund...........................................993,15..............990,19
CIGNA Equity Small Mid Cap Fund............................921,38..............925,85
CIGNA Bond Secure Fund .......................................1.012,20...........1.021,00
CIGNA Balanced Dynamic Fund ..............................1.069,92...........1.069,64
CIGNA Equity Growth Fund III ...................................952,28..............951,54
CIGNA Balanced Dynamic Fund II ..............................904,69..............906,04
CIGNA Equity Growth Fund II ....................................938,32..............935,91

29/7/15

BPlink Dana Prestasi IDR.................................................1.152,47.............1.154,98


BPlink Dana Terpadu IDR................................................1.023,17.............1.025,24
BPlink Dana Ekuitas IDR..................................................1.094,82.............1.100,73
BPlink Dana Likuid IDR....................................................1.222,14.............1.221,73
PT Asuransi Jiwa Syariah
Amanah Jiwa Giri Artha

PT Avrist Assurance

Avrist Link Advantage Plus USD Fund........................0,9722..............0,9780


Avrist Link Advantage Plus USD 10 Fund ..................0,9779..............0,9779
Avrist Link Advantage Plus USD 11 Fund ..................0,9893..............0,9894
Avrist Link Advantage Plus USD 2 Fund ....................0,9351..............0,9353
Avrist Link Advantage Plus USD 3 Fund ....................1,1129..............1,1175
Avrist Link Advantage Plus USD 4 Fund ....................0,9657..............0,9709
Avrist Link Advantage Plus USD 5 Fund ....................1,0151..............1,0212
Avrist Link Advantage Plus USD 6 Fund ....................0,9566..............0,9663
Avrist Link Advantage Plus USD 7 Fund ....................0,9266..............0,9267
Avrist Link Advantage Plus USD 8 Fund ....................0,9512..............0,9512
Avrist Link Advantage Plus USD 9 Fund ....................0,9673..............0,9674
Avrist Link Access IDR Fund.....................................3.254,31...........3.252,50
Avrist Link Advised IDR Fund ..................................3.299,80...........3.294,86
Avrist Link Aggressive IDR Fund..............................2.951,63...........2.942,96
Avrist Link Assured IDR Fund...................................2.545,96...........2.549,45
Avrist Link Assured USD Fund ....................................1,4274..............1,4260
Avrist Link Growth Fund ..........................................5.768,60...........5.763,76
Avrist Link Moderate Fund ......................................4.336,18...........4.334,55
Avrist Link Secured IDR Fund ..................................2.698,07...........2.697,93
Avrist Link Treasure Plus USD Fund ............................1,6978..............1,6981
Avrist Link Asia Fund ...................................................0,9765..............0,9794
Avrist Assurance Link Asia 2 Fd ..................................0,9849..............0,9861
Avrist Link Prime Invest 001b Fund.........................2.702,65...........2.706,27
Avrist Link Prime Invest 001b Fund (Hwm) .............2.849,76...........2.849,76
Avrist Link Prime Invest 002b Fund.........................2.464,77...........2.463,81
Avrist Link Prime Invest 002b Fund (Hwm) .............2.607,75...........2.607,75
Avrist Link Prime Invest 003a...................................2.662,72...........2.661,24
Avrist Link Prime Invest 003b Fund.........................2.117,73...........2.116,34
Avrist Link Prime Invest 003b Fund (Hwm) .............2.255,77...........2.255,77
Avrist Premium Investa Dollar Link .............................1,1006..............1,1031
Avrist Link Advantage Premier USD 1 Fund ..............0,8842..............0,8863
Avrist Link Advantage Premier USD 10 Fund ............0,8683..............0,8681
Avrist Link Advantage Premier USD 11 Fund ............0,8991..............0,8986
Avrist Link Advantage Premier USD 12 Fund ............0,9779..............0,9774
Avrist Link Advantage Premier USD 2 Fund ..............0,8563..............0,8563
Avrist Link Advantage Premier USD 3 Fund ..............0,8873..............0,8873
Avrist Link Advantage Premier USD 4 Fund ..............0,9871..............0,9871
Avrist Link Advantage Premier USD 5 Fund ..............0,9512..............0,9512
Avrist Link Advantage Premier USD 6 Fund ..............0,9551..............0,9551
Avrist Link Advantage Premier USD 7 Fund ..............0,9852..............0,9852
Avrist Link Advantage Premier USD 8 Fund ..............0,9935..............0,9935
Avrist Link Advantage Premier USD 9 Fund ..............0,9729..............0,9727
Avrist Link Asya Equity IDR Fund ............................3.467,32...........3.477,10
Avrist Link Asya Cash IDR Fund ...............................3.048,84...........3.047,23
Avrist Link Asya Balanced IDR Fund ........................2.552,10...........2.563,16
Avrist Prime Protection Link USD (30&29/7/15) ...........1,1326..............1,1302
Avrist Managed Fund (30&29/7/15)........................1.924,10...........1.924,52
Avrist Money Market Fund (30&29/7/15) ...............2.088,00...........2.087,57

3/8/15

31/7/15

Protecto City Ultima.................................................1.158,33...........1.156,72


Protecto Fixed Kresna..............................................1.246,12...........1.240,05
Bringin Life

3/8/15

31/7/15

Bringin Darlink Aman ...............................................1.015,09...........1.014,58


Bringin Darlink Stabil................................................1.014,84...........1.015,82
Bringin Darlink Dinamis............................................1.022,83...........1.022,15
Bringin Darlink Agresif .............................................1.070,07...........1.069,29
Bringin Darlink Amanah ..............................................951,26..............953,13
PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia

3/8/15

31/7/15

Mega Prima Link Protected Fund...................................1.134,14.............1.133,73


PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses

3/8/15

31/7/15

Indosurya Life Balanced Fund............................................979,12................976,72


Indosurya Life Equity Fund ................................................949,08................949,59
Indosurya Life Fix Income Fund......................................1.016,97.............1.015,95

D ATA O B L I G A S I & S U K U B U N G A

20

PERHIMPUNAN PEDAGANG SURAT UTANG NEGARA (HIMDASUN)

INDONESIA BOND PRICING AGENCY (IBPA)-IGSYC

Informasi perdagangan Surat Utang Negara (SUN) oleh anggota Himdasun pada 4 Agustus 2015.

INDONESIA GOVERNMENT SECURITIES YIELD CURVE

Pre Trade

Post Trade

Kuotasi
Seri

Sumber: www.ibpa.co.id

TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI KORPORASI


Daftar transaksi Obligasi Korporasi yang dilaporkan melalui BEI pada 4 Agustus 2015
Bond Name

Trade
Date

Price Vol. (Bio) Value *)


IDR

Yield

Coupon Rating

(Bio) IDR

Kupon

Jatuh Tempo

Beli

Harga
penutupan

Jual

Yield
penutupan

Harga
transaksi terakhir

Transaksi
terakhir

Volume
transaksi terakhir

Harga

Total
volume terakhir

Tertinggi

Terendah

FR27 ........................... 9,50....................15-Jun-15........... 103,656 ........ 104,220 ......... 103,938 ........................7,729 .......................... 108,50 ......................... 19-Apr-10 .......................7,00 .......................... 14,00....................... 108,50 ............ 108,45
FR28 ......................... 10,00.....................15-Jul-17........... 102,560 ........ 102,954 ......... 102,757 ........................7,023 .......................... 104,10 ..........................21-Jun-10 .......................2,00 ............................ 4,00....................... 104,10 ............ 104,00
FR30 ......................... 10,75...................15-May-16........... 110,562 ........ 111,326 ......... 110,944 ........................8,365 ............................ 93,60 ......................... 11-Mar-09 .......................3,00 ............................ 6,00......................... 93,60 .............. 93,57
FR31 ......................... 11,00...................15-Nov-20........... 117,682 ........ 118,340 ......... 118,011 ........................7,925 .......................... 104,45 ........................... 3-Mar-10 .......................4,43 ............................ 8,87....................... 104,45 ............ 104,40
FR32 ......................... 15,00.....................15-Jul-18........... 119,311 ........ 119,844 ......... 119,578 ........................8,498 .......................... 106,25 ........................... 5-Mar-10 .....................10,00 .......................... 20,00....................... 106,25 ............ 106,20
FR34 ......................... 12,80....................15-Jun-21........... 121,672 ........ 122,303 ......... 121,988 ........................8,591 .......................... 112,85 ........................... 6-Apr-10 .......................9,83 .......................... 19,65....................... 112,85 ............ 112,80
FR35 ......................... 12,90....................15-Jun-22........... 110,565 ........ 111,161 ......... 110,863 ........................8,238 .......................... 135,25 ......................... 25-Mar-10 .......................5,00 .......................... 10,00....................... 135,25 ............ 135,20
FR36 ......................... 11,50................... 15-Sep-19........... 123,164 ........ 123,761 ......... 123,463 ........................8,670 .......................... 111,78 ............................9-Jun-10 .......................9,00 .......................... 20,00....................... 111,78 ............ 111,75
FR37 ......................... 12,00................... 15-Sep-26........... 108,932 ........ 109,497 ......... 109,215 ........................8,043 .......................... 126,25 ........................... 8-Apr-10 .....................50,00 ........................ 100,00....................... 126,25 ............ 126,00
FR38 ......................... 11,60...................15-Aug-18........... 117,480 ........ 118,131 ......... 117,806 ........................8,613 ............................ 90,50 ........................... 3-Mar-09 .....................20,00 .......................... 80,00......................... 90,50 .............. 90,40
FR39 ......................... 11,75...................15-Aug-23........... 115,327 ........ 115,854 ......... 115,590 ........................8,643 .......................... 103,80 ........................ 27-May-09 .....................10,00 .......................... 20,00....................... 103,80 ............ 103,75
FR40 ......................... 11,00................... 15-Sep-25........... 110,786 ........ 111,415 ......... 111,101 ........................8,728 .......................... 114,70 ......................... 14-Sep-07 .....................10,00 .......................... 10,00....................... 114,70 ............ 114,70
FR42 ......................... 10,25.....................15-Jul-27........... 108,218 ........ 109,016 ......... 108,617 ........................8,593 .......................... 115,00 ..........................12-Jan-10 .....................20,00 .......................... 20,00....................... 115,00 ............ 115,00
FR43 ......................... 10,25.....................15-Jul-22........... 108,132 ........ 108,643 ......... 108,388 ........................8,648 ............................ 95,00 ........................... 4-Sep-08 .......................2,00 ............................ 4,00......................... 95,00 .............. 94,90
FR44 ......................... 10,00................... 15-Sep-24........... 107,381 ........ 108,100 ......... 107,741 ........................8,935 .......................... 103,45 ......................... 23-Oct-09 .....................20,00 .......................... 40,00....................... 103,45 ............ 103,40
FR45 ........................... 9,75...................15-May-37........... 104,705 ........ 105,248 ......... 104,977 ........................8,620 .......................... 103,65 ......................... 12-Apr-10 .....................10,00 .......................... 10,00....................... 103,65 ............ 103,65
FR46 ........................... 9,50.....................15-Jul-23........... 108,957 ........ 109,608 ......... 109,283 ........................8,764 .......................... 107,05 ........................... 7-Apr-10 .....................15,00 .......................... 30,00....................... 107,05 ............ 107,00
FR47 ......................... 10,00................... 15-Feb-28........... 102,011 ........ 102,534 ......... 102,273 ........................8,152 .......................... 100,05 ........................... 9-Mar-10 .....................15,00 .......................... 50,00....................... 100,05 .............. 99,75
FR48 ........................... 9,00................... 15-Sep-18........... 114,461 ........ 115,147 ......... 114,804 ........................8,967 ............................ 97,50 ......................... 13-Apr-10 .....................10,00 .......................... 35,00....................... 107,50 .............. 97,50
FR50 ......................... 10,50.....................15-Jul-38........... 113,593 ........ 114,069 ......... 113,831 ........................8,820 .......................... 103,95 ..........................21-Jun-10 .......................4,00 ............................ 8,00....................... 103,95 ............ 103,92
FR52 ......................... 10,50...................15-Aug-30............. 98,902 .......... 99,569 ........... 99,236 ........................8,414 ............................ 95,80 ..........................18-Jun-09 .....................10,00 .......................... 20,00......................... 95,80 .............. 95,75
FR53 ........................... 8,25.....................15-Jul-21........... 105,467 ........ 106,082 ......... 105,774 ........................8,817 ............................ 97,05 ......................... 22-Feb-10 .....................50,00 ........................ 100,00......................... 97,05 .............. 97,00
FR54 ........................... 9,50.....................15-Jul-31............. 99,758 ........ 100,220 ........... 99,989 ........................7,375 ............................ 94,50 ......................... 26-Feb-09 .......................8,00 .......................... 12,00......................... 94,50 .............. 93,70
FR55 ........................... 7,38................... 15-Sep-16............. 98,694 .......... 99,408 ........... 99,051 ........................8,507 .......................... 102,50 .......................... 5-May-10 .....................10,00 .......................... 40,00....................... 104,80 ............ 102,45
FR56 ........................... 8,38................... 15-Sep-26........... 104,690 ........ 105,425 ......... 105,058 ........................8,990 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR57 ........................... 9,50...................15-May-41............. 94,547 .......... 95,156 ........... 94,852 ........................8,841 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR58 ........................... 8,25....................15-Jun-32............. 87,176 .......... 87,885 ........... 87,531 ........................8,712 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR59 ........................... 7,00...................15-May-27............. 97,450 .......... 97,914 ........... 97,682 ........................7,729 .......................... 106,85 ......................... 11-Oct-10 .......................5,00 .......................... 10,00....................... 106,85 ............ 106,75
FR60 ........................... 6,25....................15-Apr-17............. 91,832 .......... 92,287 ........... 92,060 ........................8,566 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR61 ........................... 7,00...................15-May-22............. 72,894 .......... 73,988 ........... 73,441 ........................9,020 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR62 ........................... 6,38....................15-Apr-42............. 83,103 .......... 83,922 ........... 83,512 ........................8,571 ............................ 99,00 .........................22-Aug-07 .....................30,00 .......................... 30,00......................... 99,00 .............. 99,00
FR63 ........................... 5,63...................15-May-23............. 79,581 .......... 80,174 ........... 79,878 ........................8,773 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR64 ........................... 6,13...................15-May-28............. 79,944 .......... 80,715 ........... 80,330 ........................8,838 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR65 ........................... 6,63...................15-May-33............. 92,980 .......... 93,555 ........... 93,268 ........................7,999 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR66 ........................... 5,25...................15-May-18............. 96,591 .......... 97,491 ........... 97,041 ........................9,040 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR67 ........................... 5,75..................2//15/2044............. 95,235 .......... 95,981 ........... 95,608 ........................8,859 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR68 ........................... 5,38................... 15-Feb-34............. 98,956 .......... 99,496 ........... 99,226 ........................8,116 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR69 ........................... 7,88....................15-Apr-19............. 98,755 .......... 99,346 ........... 99,051 ........................8,531 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR70 ........................... 8,38................... 15-Mar-24........... 101,379 ........ 102,007 ......... 101,693 ........................8,782 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR71 ........................... 9,00................... 15-Mar-29............. 94,429 .......... 95,212 ........... 94,821 ........................8,795 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... FR72 ........................... 8,25...................15-May-16............. 99,338 .......... 99,825 ........... 99,582 ........................5,794 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR21 ................................. -...................25-Nov-15............. 98,870 .......... 99,410 ........... 99,140 ........................6,375 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR22 ................................. -................... 25-Mar-16............. 98,775 .......... 99,307 ........... 99,041 ........................5,456 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR23 ................................. -....................25-Oct-16............. 98,497 .......... 99,362 ........... 98,930 ........................5,834 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR24 ................................. -................... 25-Feb-17............. 98,421 .......... 99,271 ........... 98,846 ........................6,394 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR25 ................................. -................... 25-Sep-17............. 97,517 .......... 98,508 ........... 98,012 ........................5,540 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR26 ................................. -....................25-Jan-18............. 97,517 .......... 98,508 ........... 98,012 ........................6,361 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR27 ................................. -.....................25-Jul-18............. 98,414 .......... 99,263 ........... 98,839 ........................5,838 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR28 ................................. -...................25-Aug-18............. 98,903 .......... 99,277 ........... 99,090 ........................5,827 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR29 ................................. -...................25-Aug-19............. 99,016 .......... 99,524 ........... 99,270 ........................6,383 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR30 ................................. -................... 25-Dec-19............. 97,107 .......... 97,323 ........... 97,215 ........................6,381 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... VR31 ................................. -.....................25-Jul-20............. 97,379 .......... 97,946 ........... 97,662 ........................5,531 .................................... - ........................................ - .............................- .................................. -................................. - ...................... -

Sumber: HIMDASUN

GABUNGAN TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI

Bond Name

Trade
Date

Price

Vol. (Bio)

Value

IDR

(Bio) IDR

Daftar seluruh transaksi obligasi yang dilaporkan melalui BEI pada 4 Agustus 2015.
Bond Name

TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI PEMERINTAH


Daftar transaksi Obligasi Pemerintah yang dilaporkan melalui BEI pada 4 Agustus 2015.
Bond Name

Trade
Date

Price

A A A

Volume

Value *)

(Bio) IDR (Bio) IDR

Yield

Coupon

Trade
Date

Price

Vol. (Bio)

Value

IDR

(Bio) IDR

Yield

Coupon

Rating

Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013 Seri A ..............................04-Agt-15.............92,75 ............0,80 .................. 0,74 .............11,35 ..............8,10.....................idA
Obligasi I AKR Corpindo Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B ...04-Agt-15.............90,00 ............0,30 .................. 0,27 .............11,70 ..............8,75.................idAAObligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2014 Seri A ..............................04-Agt-15...........100,60 ............2,25 .................. 2,26 ...............7,24 ..............9,60............AAA(idn)
Obligasi I Bank UOB Indonesia Tahun 2015 Seri A ...........................................04-Agt-15...........100,25 ............2,00 .................. 2,01 ...............8,19 ..............8,60............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2015 Seri A ..03-Agt-15.............99,00 ............3,00 .................. 2,97 .............11,54 ..............9,88...............A+(idn)
Obligasi I Bank CIMB Niaga Tahun 2011 Seri B ................................................04-Agt-15.............98,97 ......... 10,00 .................. 9,90 ...............8,91 ..............8,30................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2012
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B ..................................................................04-Agt-15.............95,00 ............5,10 .................. 4,85 .............10,29 ..............7,75................idAAA
Obligasi Subordinasi II Bank CIMB Niaga Tahun 2010 .....................................04-Agt-15.............98,50 ............0,60 .................. 0,59 .............11,22 ............10,85..............AA(idn)
Obligasi Subordinasi II Permata bank Tahun 2011............................................03-Agt-15...........100,00 ............3,00 .................. 3,00 .............10,99 ............11,00................idAA+
Obligasi Subordinasi Bank Victoria III Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap.............................................................................03-Agt-15.............93,00 ............3,00 .................. 2,79 .............12,43 ............10,50..............idBBB+
Obligasi Berkelanjutan II FIFA dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I
Tahun 2015 Seri B................................................................................................04-Agt-15...........102,50 ............0,50 .................. 0,51 ...............8,21 ..............9,25................idAAA
Obligasi Negara Th. 2005 Seri FR0028 .............................................................04-Agt-15...........103,75 ............6,10 .................. 6,33 ...............7,87 ............10,00..........................Obligasi Negara Th.2006 Seri FR0034 ..............................................................04-Agt-15...........119,75 ......... 10,00 ................11,98 ...............8,45 ............12,80..........................Obligasi Negara Th.2006 Seri FR0035 ..............................................................04-Agt-15...........122,25 .......150,00 ..............183,38 ...............8,54 ............12,90..........................Obligasi Negara RI Seri FR0054.........................................................................04-Agt-15...........105,15 ......... 60,00 ................63,09 ...............8,89 ..............9,50..........................Obligasi Negara RI Seri FR0055...........................................................................31-Jul-15.............99,72 ............1,60 .................. 1,60 ...............7,63 ..............7,38..........................Obligasi Negara RI Seri FR0056.........................................................................04-Agt-15.............99,25 ............5,00 .................. 4,96 ...............8,48 ..............8,38..........................Obligasi Negara RI Seri FR0058.........................................................................04-Agt-15.............96,75 ............0,51 .................. 0,49 ...............8,62 ..............8,25..........................Obligasi Negara RI Seri FR0061.........................................................................04-Agt-15.............93,00 .......100,00 ................93,00 ...............8,37 ..............7,00..........................Obligasi Negara RI Seri FR0062.........................................................................04-Agt-15.............72,25 ............0,50 .................. 0,36 ...............9,17 ..............6,38..........................Obligasi Negara RI Seri FR0063.........................................................................04-Agt-15.............84,00 ......... 41,00 ................34,44 ...............8,47 ..............5,63..........................Obligasi Negara RI Seri FR0064.........................................................................04-Agt-15.............79,30 ............0,30 .................. 0,24 ...............8,86 ..............6,13..........................Obligasi Negara RI Seri FR0065.........................................................................04-Agt-15.............78,80 ............0,20 .................. 0,16 ...............9,04 ..............6,63..........................Obligasi Negara RI Seri FR0066.........................................................................04-Agt-15.............93,10 ............2,15 .................. 2,00 ...............8,07 ..............5,25..........................Obligasi Negara RI Seri FR0068.........................................................................04-Agt-15.............97,50 ............0,25 .................. 0,24 ...............8,65 ..............8,38..........................Obligasi Negara Seri FR0069 .............................................................................04-Agt-15.............99,45 ......... 10,00 .................. 9,95 ...............8,04 ..............7,88..........................Obligasi Negara Seri FR0070 .............................................................................04-Agt-15.............99,20 ......... 10,00 .................. 9,92 ...............8,51 ..............8,38..........................Obligasi Negara Seri FR0071 .............................................................................04-Agt-15...........101,49 ......... 50,00 ................50,75 ...............8,81 ..............9,00..........................Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0072 ............................................04-Agt-15.............95,55 ............2,00 .................. 1,91 ...............8,71 ..............8,25..........................Obligasi Berkelanjutan I Indomobil Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Thp II Tahun 2013 Seri C ...................................04-Agt-15.............98,12 ............8,00 .................. 7,85 ...............9,68 ..............8,50.....................idA
Obligasi Indosat VII Tahun 2009 Seri B ..............................................................03-Agt-15...........103,80 ............1,00 .................. 1,04 ...............8,71 ............11,75................idAAA
Obligasi Indosat VIII Tahun 2012 Seri A.............................................................04-Agt-15.............95,00 ............0,02 .................. 0,02 .............10,20 ..............8,63................idAAA
Obligasi Jasa Marga XIII Seri R Tahun 2007 ......................................................03-Agt-15...........100,00 ............0,50 .................. 0,50 .............10,25 ............10,25..................idAA
Obligasi Berkelanjutan I Modernland Realty Tahap I Tahun 2015 Seri A ........04-Agt-15...........100,00 ......... 20,00 ................20,00 .............12,00 ............12,00.....................idA
Obligasi II Modernland Realty Tahun 2012
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A..................................................................03-Agt-15...........100,00 ............3,00 .................. 3,00 .............10,73 ............10,75.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Medco Energi International Tahap II Tahun 2013.....04-Agt-15.............96,00 ............0,05 .................. 0,05 .............10,62 ..............8,85.................idAAObligasi Medco Energi International III Tahun 2012.........................................04-Agt-15.............94,00 ............0,20 .................. 0,19 .............12,39 ..............8,75.................idAAObligasi Berkelanjutan I OCBC NISP Tahap II Tahun 2015 Seri A ....................04-Agt-15...........100,54 ......... 10,00 ................10,05 ...............7,92 ..............9,00................idAAA
Obligasi Negara Republik Indonesia Seri ORI009 ............................................04-Agt-15.............99,70 ............1,00 .................. 1,00 ...............7,84 ..............6,25..........................Obligasi Negara Republik Indonesia Seri ORI010 ............................................04-Agt-15...........100,50 ............0,30 .................. 0,30 ...............8,06 ..............8,50..........................Obligasi Negara Ritel Seri ORI011.....................................................................04-Agt-15...........100,90 ......... 21,00 ................21,19 ...............8,05 ..............8,50..........................Surat Berharga Syariah Negara RI Seri PBS008 ................................................04-Agt-15.............99,55 ......... 50,00 ................49,78 ...............7,40 .................... -..........................Obligasi Subordinasi Bank Panin III Tahun 2010................................................03-Agt-15.............96,00 ............3,00 .................. 2,88 .............12,56 ............10,50.................idAAObligasi berkelanjutan II Sarana Multigriya Finansial Tahap V
Tahun 2014 Tingkat Bunga Tetap Seri A............................................................04-Agt-15...........100,64 ......... 10,00 ................10,06 ...............7,80 ..............9,60................idAA+
Obligasi I Sarana Multi Infrastruktur Tahun 2014 Seri B ...................................04-Agt-15...........100,22 ......... 10,00 ................10,02 ...............9,93 ............10,00................idAA+
Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03150812..........................................04-Agt-15.............99,91 ......... 30,20 ................30,17 ...............5,30 ..............5,77..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03150910..........................................04-Agt-15.............99,52 ......... 10,00 .................. 9,95 ...............5,90 .................... -..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03151008..........................................04-Agt-15.............98,97 ......... 45,24 ................44,78 ...............6,05 ..............6,20..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12150903..........................................04-Agt-15.............99,54 ............3,08 .................. 3,07 ...............6,00 .................... -..........................Surat Berharga Syariah Negara Seri SPN-S 11092015.....................................04-Agt-15.............99,39 ......... 21,75 ................21,62 ...............6,25 .................... -..........................Sukuk Negara Ritel Seri SR-005 .........................................................................04-Agt-15.............98,60 ............1,65 .................. 1,63 ...............8,58 .................... -..........................Sukuk Negara Ritel Seri SR-006 .........................................................................04-Agt-15...........101,05 ......... 20,00 ................20,21 ...............8,04 .................... -..........................Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 .........................................................................04-Agt-15...........100,45 ......... 10,00 ................10,05 ...............8,06 ..............8,25..........................Obligasi Berkelanjutan I Toyota Astra Financial Services Tahap II
Tahun 2015 Seri A ...............................................................................................04-Agt-15...........100,15 ............9,00 .................. 9,01 ...............8,31 ..............8,50............AAA(idn)
Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 ..............................................04-Agt-15...........102,50 ............1,00 .................. 1,03 .............11,40 ............12,25.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012 Seri A ..............................................-.............94,99 ..................- .........................- ......................- ..............9,35.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012 Seri B................................................-...........107,68 ..................- .........................- ......................- ..............9,80.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013 Seri B...............................................-.............86,59 ..................- .........................- ......................- ..............8,50.....................idA
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012........................................-.............97,48 ..................- .........................- ......................- .................... -................idA(sy)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013.......................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- .................... -................idA(sy)
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap III Tahun 2012 Seri B......-.............99,88 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 Seri C ......-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap III Tahun 2012 Seri C......-.............93,00 ..................- .........................- ......................- ..............8,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap IV Tahun 2014 Seri A ..............................-...........100,77 ..................- .........................- ......................- ..............9,60................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance tahap II Tahun 2013 Seri B ................................-.............99,26 ..................- .........................- ......................- ............10,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap III Tahun 2014 Seri B ...............................-...........102,45 ..................- .........................- ......................- ............10,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap IV Tahun 2014 Seri B...............................-...........102,25 ..................- .........................- ......................- ............10,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2013 Seri C.................................-.............99,60 ..................- .........................- ......................- ..............7,85................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance II Tahun 2013 Seri C...........................................-.............82,27 ..................- .........................- ......................- ............11,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap III Tahun 2014 Seri C ...............................-......................- ..................- .........................- ......................- ............10,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap IV Tahun 2014 Seri C ..............................-...........104,00 ..................- .........................- ......................- ............10,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2013 Seri D.................................-.............99,20 ..................- .........................- ......................- ..............8,90................idAAA
Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Tahap I Tahun 2015 Seri A................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Tahap I Tahun 2015 Seri B ................................-......................- ..................- .........................- ......................- ............10,25................idAAA
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Adira Finance Tahap II Tahun 2014 Seri A..............-.............99,72 ..................- .........................- ......................- .................... -..........idAAA(sy)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Adira Finance Tahap II Tahun 2014 Seri B ..............-......................- ..................- .........................- ......................- .................... -..........idAAA(sy)

Coupon

Rating

RINGKASAN TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI


Daftar ringkasan transaksi obligasi yang dilaporkan melalui BEI pada 4 Agustus 2015.
Bond ID

Maturity

High

Low

Last

Freq.

Tot. Vol.

Tot. Val.*)

(Bio) IDR
ADHI01ACN2 ...........................................15-Mar-18 ............92,75 ...........92,75 ...........92,75 ...........2.................1,10
AKRA01B ..................................................21-Des-19 ............90,00 ...........90,00 ...........90,00 ...........1.................0,30
ASDF02ACN4 ..........................................09-Nop-15 ..........100,60 .........100,60 .........100,60 ...........1.................2,25
BBIA01A ...................................................11-Apr-16 ..........100,25 .........100,21 .........100,25 ...........3...............10,00
BFIN02ACN2 ............................................29-Mar-16 ............99,00 ...........99,00 ...........99,00 ...........2.................6,00
BNGA01B .................................................23-Des-16 ............98,97 ...........98,97 ...........98,97 ...........1...............10,00
BNGA01BCN1 ..........................................30-Okt-17 ............96,97 ...........95,00 ...........95,00 ...........2...............15,10
BNGA02SB ...............................................23-Des-20 ............98,50 ...........98,50 ...........98,50 ...........1.................0,60
BNLI02SB..................................................28-Jun-18 ..........100,00 .........100,00 .........100,00 ...........2.................6,00
BVIC03SB..................................................27-Jun-20 ............93,00 ...........93,00 ...........93,00 ...........2.................6,00
FIFA02BCN1 .............................................24-Apr-18 ..........102,50 .........102,50 .........102,50 ...........1.................0,50
FR0028 ...................................................... 15-Jul-17 ..........103,75 .........103,75 .........103,75 ...........2...............12,20
FR0034 .....................................................15-Jun-21 ..........120,00 .........119,50 .........119,75 ...........7.............142,00
FR0035 .....................................................15-Jun-22 ..........122,25 .........121,50 .........122,25 .........26..........3.522,36
FR0054 ...................................................... 15-Jul-31 ..........100,46 .........100,46 .........100,46 ...........1.............380,56
FR0054 ...................................................... 15-Jul-31 ..........105,90 .........105,15 .........105,15 ...........2...............78,00
FR0055 .....................................................15-Sep-16 ............99,81 ...........99,72 ...........99,72 ...........3...............53,20
FR0056 .....................................................15-Sep-26 ............98,54 ...........98,54 ...........98,54 ...........1...............30,00
FR0056 .....................................................15-Sep-26 ............99,80 ...........98,53 ...........99,25 .........23.............306,36
FR0058 .....................................................15-Jun-32 ............98,00 ...........93,00 ...........96,75 .........33.............846,31
FR0061 .....................................................15-Mei-22 ............91,54 ...........91,54 ...........91,54 ...........3...............70,56
FR0061 .....................................................15-Mei-22 ............93,00 ...........91,53 ...........93,00 .........15.............544,08
FR0062 .....................................................15-Apr-42 ............72,25 ...........71,80 ...........72,25 ...........3.................1,00
FR0063 .....................................................15-Mei-23 ............84,00 ...........82,99 ...........84,00 ...........2...............51,00
FR0064 .....................................................15-Mei-28 ............80,25 ...........79,30 ...........79,30 ...........4...............66,91
FR0065 .....................................................15-Mei-33 ............80,25 ...........78,80 ...........78,80 ...........5...............11,68
FR0066 .....................................................15-Mei-18 ............93,10 ...........93,00 ...........93,10 ...........2...............52,15
FR0068 .....................................................15-Mar-34 ............99,25 ...........94,50 ...........97,50 .........66.............512,96
FR0069 .....................................................15-Apr-19 ............99,45 ...........99,00 ...........99,45 .........30.............997,25
FR0070 .....................................................15-Mar-24 ............99,85 ...........98,57 ...........99,20 .........53..........1.553,07
FR0071 .....................................................15-Mar-29 ..........103,90 .........101,45 .........101,49 .........80..........1.312,76
FR0072 .....................................................15-Mei-36 ............98,50 ...........94,70 ...........95,55 .........43.............172,28
IMFI01CCN2 .............................................08-Mei-17 ............98,12 ...........98,12 ...........98,12 ...........1.................8,00
ISAT07B ....................................................08-Des-16 ..........103,80 .........103,80 .........103,80 ...........2.................3,50
ISAT08A ....................................................27-Jun-19 ............95,00 ...........95,00 ...........95,00 ...........1.................0,02
JMPD13R ..................................................21-Jun-17 ..........100,00 .........100,00 .........100,00 ...........2.................1,00
MDLN01ACN1 ........................................... 07-Jul-18 ..........100,00 ...........99,98 .........100,00 ...........2...............40,00
MDLN02A .................................................27-Des-15 ..........100,00 ...........96,00 .........100,00 ...........4...............12,00
MEDC01CN2 ............................................15-Mar-18 ............96,00 ...........96,00 ...........96,00 ...........1.................0,05
MEDC03 ...................................................19-Jun-17 ............94,00 ...........94,00 ...........94,00 ...........1.................0,20
NISP01ACN2 ............................................20-Feb-

AA

Penjaminan LPS 15 Mei 2015 s/d 14 September 2015 (Dalam %)

Yield

Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 ........................................................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,80................A-(idn)
Obligasi TPS Food I Tahun 2013 ........................................................................................-.............97,50 ..................- .........................- ......................- ............10,25....................idAObligasi I AKR Corporindo Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A................-.............95,50 ..................- .........................- ......................- ..............8,40.................idAAObligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap II Tahun 2015 Seri A ...................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,70.............AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap II Tahun 2015 Seri B ...................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ............10,00.............AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap I Tahun 2014 ...............................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ............10,50.............AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan I ANTAM Tahap I Tahun 2011 Seri A ..........................................-.............94,37 ..................- .........................- ......................- ..............8,38.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ANTAM Tahap I Tahun 2011 Seri B ..........................................-.............95,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,05.....................idA
Obligasi I Agung Podomoro Land Tahun 2011 Seri B ......................................................-.............79,22 ..................- .........................- ......................- ............11,00.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap I Tahun 2013 ............................-.............92,50 ..................- .........................- ......................- ..............9,25.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap II Tahun 2014 ...........................-.............79,72 ..................- .........................- ......................- ............12,25.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap III Tahun 2014 ..........................-...........103,70 ..................- .........................- ......................- ............12,50.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap IV Tahun 2015 ("Obligasi") .....-.............78,15 ..................- .........................- ......................- ............11,25.....................idA
Obligasi II Agung Podomoro Land Tahun 2012 ................................................................-.............98,81 ..................- .........................- ......................- ..............9,38.....................idA
Obligasi APOL II Tahun 2008 Seri A...................................................................................-...............3,60 ..................- .........................- ......................- ............12,00.....................idD
Obligasi APOL II Tahun 2008 Seri B ...................................................................................-...............6,00 ..................- .........................- ......................- ............12,50.....................idD
Obligasi Berkelanjutan I Astra Sedaya Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2013 Seri B...............................................-.............99,58 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Astra Sedaya Finance Tahap I Tahun 2012 Seri C.....................-.............97,50 ..................- .........................- ......................- ..............8,60................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance Tahap V Tahun 2015 Seri A ..................-...........100,42 ..................- .........................- ......................- ..............8,50............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2013 Seri B................................................-...........100,17 ..................- .........................- ......................- ..............9,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2014 SeriB ................................................-...........102,15 ..................- .........................- ......................- ............10,50............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2014 Seri B...............................................-...........101,50 ..................- .........................- ......................- ............10,50............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance Tahap V Tahun 2015 Seri B ..................-...........100,12 ..................- .........................- ......................- ..............9,25............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Thn 2013 Seri C ....................................................-.............99,10 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA

(Bio) IDR

..................... 1,02
..................... 0,27
..................... 2,26
................... 10,02
..................... 5,94
..................... 9,90
................... 14,54
..................... 0,59
..................... 6,00
..................... 5,58
..................... 0,51
................... 12,66
................. 169,94
.............. 4.293,00
................. 382,31
................... 82,15
................... 53,10
................... 29,56
................. 303,66
................. 801,90
................... 64,64
................. 501,58
..................... 0,72
................... 42,74
................... 53,52
..................... 9,33
................... 48,50
................. 491,36
................. 987,68
.............. 1.539,02
.............. 1.336,82
................. 163,62
..................... 7,85
..................... 3,63
..................... 0,02
..................... 1,00
................... 40,00
................... 11,76
..................... 0,05
..................... 0,19

JIBOR Rp (Kuotasi Individu Offer Rate) O/N

7 Hari

1 Bln

3 Bln

6 Bln

12 Bln

JIBID Rp (Kuotasi Individu Bid Rate)

7 Hari

1 Bln

3 Bln

6 Bln

12 Bln

O/N

A S U R A N S I & P E M B I AYA A N

Rabu, 5 Agustus 2015

 PERTUMBUHAN ASURANSI

21
 MITIGASI RISIKO PEMBIAYAAN

Multifinance
Didorong Gandeng
Penjaminan Kredit

Karyawan melintas
di depan sejumlah logo
perusahaan asuransi di
kantor Asosiasi Asuransi
Umum Indonesia (AAUI)
di Jakarta, Jumat (31/7).
AAUI meyakini pertumbuhan sektor asuransi
pada semester II/2015
akan mampu mencapai
15%. Sejumlah proyek infrastruktur pada awal
paruh kedua 2015 dinilai
menjadi penggerak bagi pertumbuhan bisnis asuransi.
Bisni/Abdullah Azzam

 KINERJA SEMESTER I/2015

ROA Industri Multifinance Melorot


JAKARTA Industri pembiayaan mencatatkan penurunan return on assets sebesar
58,46% pada semester I/2015 dibandingkan
dengan periode yang sama tahun lalu.
Irene Agustine
irene.agustine@bisnis.com

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) mengatakan
industri pembiayaan menunjukkan penurunan yang signifikan dari sisi profitabilitas yang
dipengaruhi kondisi perekonomian domestik dan luar negeri.
Sampai Juni 2015, return on
assets (ROA) industri multifinance tercatat 2,63% atau turun
58,46% dibandingkan dengan
periode yang sama tahun lalu
yang mencapai 6,34%.
Secara umum dalam beberapa kuartal terakhir, masih
terus menunjukkan penurunan
walaupun secara total masih
tumbuh positif, kata Firdaus,
Selasa (4/8).
Kondisi makroekonomi juga
masih menyebabkan rasio pembiayaan bermasalah multifinance terkerek menjadi 1,45%

 Industri pembiayaan
mencatatkan
penurunan ROA
58,46% pada
semester I/2015.
 Pembiayaan tahun
ini diperkirakan akan
tetap tumbuh di
kisaran satu digit.

pada Juni 2015, atau naik tipis


dari posisi Desember 2014 yang
tercatat 1,41%.
Kendati demikian, Firdaus mengatakan total aset industri pembiayaan mengalami peningkatan
4,14% menjadi Rp429,85 triliun
pada periode ini jika dibandingkan dengan tahun lalu di
periode yang sama.
Pertumbuhan tersebut terlihat
dari peningkatan piutang pembiayaan sebesar 2,48% menjadi
Rp369,89 dibandingkan Juni
2014 yang berjumlah Rp360,93
triliun.
Komponen terbesar dari piutang pembiayaan saat ini disumbang pembiayaan konsumen
sebesar Rp249,22 triliun atau
67,38% dari seluruh piutang dengan pertumbuhan 5,14% year
on year.
Pembiayaan sewa guna usaha
yang merupakan komponen terbesar kedua dari piutang pembiayaan mengalami penurunan
sebesar 4,01% pada Juni 2015
menjadi Rp110,90 triliun dengan
porsi 29,98% dari total piutang
pembiayaan.
Firdaus memperkirakan industri pembiayaan bisa tumbuh
lebih baik pada semester II/2015
dengan optimisme realisasi belanja pemerintah yang akan digeber pada semester ini.
Seiring dengan penyelesaian
tender berbagai proyek infrastruktur
di
Kementerian

Kinerja Industri Pembiayaan (Rp triliun)


429,85

412,75
360,93

Juni 2014

Aset
369,89

Piutang pembiayaan

Juni 2015

Return of Asset
6,34%

2,63%
BISNIS/TUTUN PURNAMA

Sumber: OJK

Pekerjaan Umum dan Perumahan


Rakyat akan menjadi stimulus
utama pertumbuhan ekonomi di
Semester II 2015, ujarnya.
Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi Pembiayaan Indonesia,
memperkirakan laba yang diraup
industri pembiayaan mencapai
Rp6 triliun atau telah mencapai
setengah dari pencapaian industri tahun lalu sebesar Rp12
triliun.
Dibandingkan 2014 sampai
akhir tahun nanti kalaupun
tidak sama dengan tahun lalu,
mungkin [jumlah laba] sedikit
di bawah tahun lalu, katanya.
Kendati demikian, dia memperkirkan pembiayaan akan
tetap tumbuh di kisaran satu
digit atau tidak mengikuti tren
industri penjualan kendaraan
dan harga komoditas yang terus

turun.
Suwandi mengatakan POJK
No.29/POJK.05/2014 memberikan keleluasaan industri pembiayaan untuk bisa tumbuh
dengan lini bisnis yang lain,
seperti modal kerja, investasi,
multiguna hingga infrastruktur.
Saat ini, sudah ada satu atau
dua multifinance yang berhubungan dengan Sarana Multigriya Finansial [untuk pembiayaan KPR]. Segmen alat berat
pun sudah ada titik cerah, ujarnya.
Evi Indahwati, Direktur Utama
PT Radana Bhaskara Finance
Tbk., mengatakan kondisi ekonomi yang belum membaik
membuat perseroan mengubah
beberapa strategi untuk tetap on
the track dengan target pembiayaan yang ditetapkan.

Dia mengatakan perseroan berupaya menekan biaya beban dan


mengefisiensikan tenaga kerja
dibandingkan harus menambah
karyawan sembari memperluas
jaringan, secara fisik maupun
nonfisik.
Kami ubah beberapa strategi
untuk tetap on the track. Sampai
saat ini, pembiayaan yang kami
salurkan sudah melewati 50%
dari total target Rp2,1 triliun tahun ini, katanya.
Dilansir dari keterbukaan informasi, laba Radana Finance
hanya tumbuh 0,79% menjadi
Rp15,7 miliar pada semester
I/2015 dibandingkan dengan
periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, perseroan mampu meningkatkan pendapatan
hingga 42,59% menjadi Rp245,7
miliar pada periode ini.

 PERLUASAN SUMBER PEMBIAYAAN ASURANSI

 PERTUMBUHAN ASURANSI

Industri Tunggu Aturan


Pinjaman Polis

Bisnis/Endang Muchtar

Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor perusahaan asuransi di Jakarta,


Selasa (4/8). Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) meyakini pertumbuhan sektor
asuransi pada semester II/2015 akan mampu mencapai 15%. Sejumlah proyek infrastruktur
pada awal paruh kedua 2015 dinilai menjadi penggerak bagi pertumbuhan bisnis asuransi.

JAKARTA Pelaku industri asuransi


masih menunggu aturan teknis terbaru
dari Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan rencana perluasan sumber pembiayaan melalui skema pinjaman polis.
Alan T Darmawan, Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, menuturkan
pihaknya mendukung upaya perluasan
sumber pembiayaan yang digagas Otoritas
Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, opsi
tersebut memungkinkan secara hukum.
Namun, dia mengatakan sejauh ini
Allianz life belum memiliki nasabah
yang melakukan peminjaman dengan
menggadai polis.
"Allianz akan mendukung [kebijakan
otoritas]. Kami belum melihat bagaimana
[skema bisnis ini] dijalankan," kata Alan
di Jakarta, Senin (3/8).
Menurut Alan, pihaknya pernah melakukan studi terkait skema pembiayaan
dengan menggadaikan polis pada Allianz
di negara tetangga.
Hasil penelitian menunjukkan skema
bisnis itu masih sulit untuk dimasuki
karena memiliki risiko yang sangat
tinggi saat ini.
"[Di Indonesia] asuransi merupakan
proteksi, lalu Anda meminjam dari polis
itu, fungsinya untuk apa? Karena kalau
terjadi risiko maka nilai Anda akan terpotong dari pinjaman itu," katanya.
Selain itu, jelas Alan, jika setelah peminjaman nasabah kesulitan membayar
pinjaman kepada perusahaan maka
selain kehilangan nasabah, perusahaan
asuransi juga mengalami kerugian karena dana yang telah dipinjamkan sulit
ditarik kembali.
Namun, jika OJK menerbitkan aturan

baru untuk menggalakkan perluasan


pembiayaan ini maka Allianz akan
terlebih dahulu mempelajari aturan
yang ada. Allan menuturkan saat ini
perusahaannya telah mengelola dana
(asset under management/AUM) sebesar
Rp27 triliun.
Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif
Pengawas Industri Keuangan Non Bank
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan pinjaman polis merupakan
upaya regulator memberi alternatif bagi
masyarakat untuk melakukan pembiayaan selain dari perbankan maupun
multifinance.
Menurutnya, perusahaan asuransi
memiliki dana jangka panjang dan jenis
usaha ini juga memungkinkan secara
hukum. Dia menuturkan, otoritas juga
mengkaji aturan agar usaha ini juga
dapat dilakukan asuransi umum.
Firdaus mengatakan bisnis ini harus
didukung kesiapan perusahaan asuransi.
Pasalnya usaha ini memiliki risiko gagal
bayar. Opsi pinjaman polis tertulis dalam kontrak asuransi jiwa. Namun,
tidak banyak nasabah yang memahami
ataupun mempergunakan pinjaman
polis tersebut.
Lebih lanjut, Firdaus menuturkan, dengan pinjaman polis perusahaan asuransi memiliki alternatif memperoleh
return investasi yang lebih baik.
Produk ini juga secara langsung akan
menggerakkan perekonomian. Produk
asuransi jiwa yang bisa dipergunakan
sebagai pinjaman polis yakni produk
asuransi yang memiliki nilai tunai,
seperti produk endownment atau whole
life. (Anggara Pernando)

JAKARTA Otoritas
Jasa Keuangan mendorong
multifinance untuk menggandeng penjaminan kredit guna memitigasi risiko
pembiayaan selain menggunakan jasa perusahaan
asuransi dan jaminan fidusia.
Andra Sabta, Direktur
Pengawasan Pembiayaan
OJK, mengatakan pihaknya
masih menyosialisasikan
aturan tersebut sebagai salah satu upaya menghindari gagal bayar nasabah
sehingga dapat menekan
rasio pembiayaan bermasalah multifinance.
Masih baru untuk mekanisme penjaminan kredit ini karena baru diatur
dalam POJK No.29, kami
masih sosialisasikan dan
baru wajib dilakukan pada
November tahun ini, katanya, Selasa (4/8).
Otoritas telah memberikan pilihan kepada multifinance untuk melakukan
mitigasi risiko pembiayaan
dalam
POJK
No.29/
POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang
disahkan November tahun
lalu.
Dalam beleid itu, multifinance wajib melakukan
mitigasi risiko pembiayaan
dengan beberapa cara yaitu
mengalihkan risiko pembiayaan melalui mekanisme penjaminan kredit
atau asuransi kredit, mengalihkan risiko atas barang
yang dibiayai atau barang
yang menjadi agunan
melalui mekanisme asuransi atau melakukan
pembebanan jaminan fidusia atas barang yang
dibiayai maupun barang
yang menjadi agunan dari
kegiatan pembiayaan.
Saat ini, Andra mengatakan mayoritas multifinance telah menggandeng
asuransi untuk mengalihkan risiko atas barang
yang dibiayai. Adapun, jaminan fidusia juga masif
diterapkan untuk melakukan penarikan barang apabila nasabah tidak
mampu membayar angsuran sampai waktu yang

ditentukan.
Penjaminan kredit atau
asuransi kredit bisa jadi
pilihan lain yang bisa dipilih multifinance untuk
memitigasi risiko. Salah satunya wajib, tapi mau pilih
yang mana tergantung
dengan multifinance, ujarnya.
Perusahaan Umum Penjaminan Kredit Indonesia
(Perum Jamkrindo) merupakan salah satu lembaga
penjaminan kredit yang
akan masuk dalam bisnis
itu untuk berbagi risiko
dalam mengantisipasi gagal bayar nasabah multifinance.
Achmad Sonhadji, Kepala Satuan Pengawasan
Internal Jamkrindo, mengatakan pihaknya berencana
menawarkan premi dengan
rate 0,4%-1,2% per tahun
kepada multifinance dalam
penjaminan kredit.
Selanjutnya, Jamkrindo
akan menanggung 70%
kredit yang harus dibayar
nasabah sedangkan 30%
sisanya akan ditanggung
multifinance.
Jadi kami menjaga NPF
perusahaan itu. Klaimnya
yang kami berikan pun
tanpa syarat sepanjang dengan yang disepakat di
awal itu dijalankan, katanya.
Menurutnya, saat ini
sudah ada tujuh multifinance yang menggandeng Jamkrindo untuk
memitigasi risiko perseroan sejak beleid tersebut diteken. Sampai akhir
tahun, pihaknya menargetkan dapat menggandeng sedikitnya 18 multifinance.
Di sisi lain, Perum Jamkrindo sendiri telah menyiapkan Rp120 miliar
untuk mendirikan tiga
anak usaha.
Rusdonobanu, Direktur
Investasi dan Keuangan
Jamkrindo, sebelumnya
menjelaskan berdasarkan
rencana kerja perusahaan
anak usaha yang disiapkan
a.l. penyertaan modal pada
perusahaan
reasuransi
nasional dan Credit Rating
Pefindo. (Irene Agustine)

 HARGA EMAS STABIL

Pegadaian Raup
Laba 1 Triliun
JAKARTA PT Pegadaian (Persero) membukukan laba Rp1,083 triliun
pada semester I/2015 atau
mencapai 60,1% dari target
yang ditetapkan tahun ini
Rp1,8 triliun.
Harianto Widodo, Direktur Pegadaian, mengatakan peningkatan laba
yang cukup signifikan ditopang stabilnya harga emas
pada awal tahun ini.
Memang harga emas
masih turun, tapi cenderung
stabil dibandingkan dengan tahun lalu yang turun drastis. Di bisnis kami
butuh kestabilan, katanya,
Senin (3/8).
Dia mengatakan adanya
cadangan kerugian penurunan nilai akibat harga
emas yang melandai membuat laba perseroan tertekan pada tahun lalu.
Pada tahun ini, dia mengatakan perseroan juga
mendapatkan kompensasi
dari menguatnya harga
dolar di angka Rp13.500
sehingga membuat harga
emas tidak turun.
Efeknya harga emas
per gram dalam rupiah
itu tidak turun, masih meningkat sedikit. Itu juga
yang membuat kami masih
tumbuh,ujarnya.
Sampai Juni 2015, outstanding pembiayaan Pegadaian mencapai Rp31,4
triliun. Dari jumlah itu,
komposisi bisnis gadai
mencapai 95% sedangkan
5% sisanya merupakan
pembiayaan mikro fidusia.
Sejak awal tahun, pembiayaan baru gadai mencapai Rp7 triliun. Jumlah
omzet kumulatif mencapai
Rp57 triliun hingga semester I/2015.
Adapun, rasio non-pembiayaan bermasalah masih
di bawah 0,5%. Pasca-

Lebaran, dia mengatakan,


outstanding pembiayaan
sudah mulai naik dibandingkan dengan sebelum Lebaran yang sempat turun.
Di sisi lain PT Pegadaian
(Persero) Kantor Wilayah I
Medan merealisasikan gadai konvensional Rp3,75
triliun pada Juli 2015.
Adapun outstanding gadai
konvensional pada bulan
lalu hanya Rp1,59 triliun.
Kepala Humas Pegadaian
Medan Lintong Panjaitan
dalam keterangan persnya memerinci, selama
Ramadan dan Lebaran
perseroan telah menyiapkan dana Rp2,5 triliun
yakni untuk Sumut Rp1,5
triliun dan Aceh Rp1
triliun.
Namun, memang terjadi peningkatan karena
banyak masyarakat yang
membutuhkan dana cepat,
terutama untuk memenuhi
kebutuhan persiapan Lebaran. Di Sumut terutama
kan banyak pedagang musiman juga, kata Lintong,
Selasa (4/8).
Dia mengklaim masyarakat Sumut dan Aceh sudah
semakin percaya dengan
keberadaan Pegadaian.
Selain gadai konvensional,
pada Juli 2015, Pegadaian
Medan juga merealisasikan
gadai syariah senilai
Rp1,59 triliun.
Di Sumut, kami memiliki banyak pesaing. Tapi
masyarakat masih menganggap kami sebagai mitra
kerja yang baik. Kami
juga memiliki proses yang
mudah, cepat dan aman.
Untuk menarik lebih
banyak nasabah, kami juga
memiliki berbagai program
seperti pemberian hadiah
langsung, kata Lintong.
(Irene Agustine/Febriany D.A.
Putri)

22

FINANSIAL

MARGIN

MASYARAKAT DIIMBAU WASPADAI


UANG PALSU
PEKANBARU Uang palsu
dikhawatirkan bakal semakin
banyak beredar saat pemilihan
kepala daerah yang digelar
serentak.
Pimpinan Bank Indonesia
Kantor Wilayah Riau Mahdi Muhammad mengatakan perputaran uang berpotensi meningkat
saat pilkada serentak, begitu
juga dengan peredaran uang
palsu.
Mahdi mengimbau agar
masyarakat lebih banyak menggunakan transaksi secara elek-

tronik untuk menghindari peredaran uang palsu.


Bank Indonesia menemukan
343 lembar uang palsu di Riau
pada Semester I/2015.
Dia juga meminta agar bank
tidak menolak uang palsu saat
nasabah menyetorkan uangnya. Setelah uang palsu diterima, selanjutnya bank dapat
berkoordinasi dengan Bank
Indonesia. Hal itu bertujuan
agar uang palsu tidak lagi beredar sehingga tidak merugikan
masyarakat. (Bisnis/k14)

LKM HARUS PENUHI ATURAN


KEPEMILIKAN SAHAM
MEDAN Otoritas Jasa
Keuangan menegaskan lembaga yang telah dikukuhkan menjadi lembaga keuangan mikro
wajib memenuhi ketentuan tentang kepemilikan saham paling
lama lima tahun dari tanggal
pengukuhan.
Kepala Otoritas Jasa
Keuangan Regional 5 Sumatra
Ahmad Soekro Tramono mengatakan lembaga keuangan mikro (LKM) merupakan
lembaga pengembangan usaha
dan pemberdayaan masyarakat

PESERTA BPJS DI SUMATRA UTARA


MENINGKAT PESAT

baik melalui simpan pinjam


atau pun pembiayaan secara
mikro.
LKM enggak boleh nyari
keuntungan saja, harus berperan untuk pembangunan daerah, katanya, Senin (3/8).
Adapun kewajiban pemenuhan tentang kepemilikan antara
lain, untuk yang berbadan hukum perseroan terbatas, paling
sedikit 60% wajib dimiliki
pemda kabupaten maupun kota
atau badan usaha milik desa.
(Bisnis/nsi)

Rabu, 5 Agustus 2015

MEDAN Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan


Divisi Regional 1 mencatatkan
pertumbuhan peserta 23,47%
hingga Juni 2015.
BPJS Kesehatan Divisi
Regional 1 mencakup Provinsi
Aceh dan Sumatra Utara. Total
peserta BPJS Kesehatan Divisi
Regional 1 mencapai 12,56 juta
jiwa pada Juni 2015, naik dari
sebelumnya 10,17 juta jiwa.
Adapun jumlah peserta BPJS
Kesehatan Aceh pada Juni
2015 mencapai 4,85 juta jiwa

atau naik 13,31%.


Kepala Departemen
Hukum Komunikasi Publikasi
Kepatuhan dan Keuangan
BPJS Kesehatan Divisi
Regional 1 Ismed mengatakan
pertumbuhan peserta itu berada di atas dari target yang
diharapkan.
Hingga akhir tahun, target
peserta untuk Aceh 4,99 juta
jiwa. Saat ini target Aceh hampir terpenuhi, itu terjadi juga
untuk Sumatra Utara, katanya,
Selasa (4/8). (Bisnis/nsi)

PERESMIAN BRI SINGAPURA

PROGRAM LAKU PANDAI

Bank BUMN Bersaing


Rekrut Agen
MANADO Sejumlah bank pelat merah berlomba-lomba memacu jumlah agen di berbagai
daerah guna menunjang program Layanan
Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka
Keuangan Inklusif alias Laku Pandai pada
semester II/2015.
Amanda Kusuma Wardhani
amanda.kusumawardhani@bisnis.com

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. misalnya, telah menaikkan target perekrutan agen laku
pandai menjadi 1.900 agen dari
sebelumnya hanya 630 agen di
Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara,
Gorontalo, dan Maluku Utara

BRI menaikkan
target perekrutan agen
laku pandai menjadi
1.900 agen di sejumlah
daerah di Sulawesi
tahun ini.
BNI akan mengawasi agen Laku Pandai
secara intensif untuk
menghindari penyalahgunaan.

sepanjang tahun ini.


Hingga 4 Agustus 2015, Bank
BRI Kantor Wilayah Manado
mencatat agen yang sudah bergabung dalam program Laku Pandai
mencapai 635 orang.
Agen-agen tersebut tersebar
di empat provinsi antara lain
Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah,
Gorontalo, dan Maluku Utara.
Agen paling banyak ada di Manado. Sejauh ini respons masyarakat untuk menjadi agen sangat
bagus, kata Pemimpin Wilayah
Manado Bank BRI Yoshua Palti H.
di Manado, Selasa (4/8).
Kendati respons masyarakat
bagus, dia mengungkapkan layanan keuangan tanpa kantor tersebut juga sangat bergantung pada
ketersediaan jaringan Internet.
Pasalnya setiap agen laku pandai Bank BRI bakal memegang sebuah mesin elektronik yang ber-

fungsi sebagai pencatat transaksi


nasabah.
Besaran komisi yang diberikan
Bank BRI terhadap agen-agen itu
sebesar 50% dari jumlah transaksi yang dilakukan. Untuk saat
ini, agen Laku Pandai bisa melayani transaksi setor tunai, tarik
tunai, isi pulsa listrik dan ponsel,
serta pembayaran kartu kredit.
Kami mengharapkan dengan
adanya branchless banking, para
agen itu bisa melakukan transaksi
setidaknya mencapai Rp3 juta
setiap bulannya, kata Yoshua.

EVALUASI
Setali tiga uang, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
juga menargetkan mampu menjaring setidaknya 3.000 agen Laku
Pandai hingga 10 bulan mendatang di empat provinsi yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi
Tengah, dan Maluku Utara.
Untuk sementara, katanya, layanan branchless banking tersebut
masih menunggu hasil evaluasi
proyek percontohan di Bima, Nusa
Tenggara Barat. Pada pilot project
tersebut, BNI telah merekrut 30
agen yang nantinya diproyeksikan
bakal menjalankan program laku
pandai itu.
Ini kan proyek baru, maklum
jika banyak masyarakat yang
belum tahu. Program Laku Pandai

ini juga masih menghadapi banyak


tantangan, salah satunya kompetensi sumber daya manusianya,
kata Johnny R. Tampubolon, CEO
BNI Wilayah Manado.
Pada Agustus tahun ini, BNI
Area Manado sudah melakukan
serangkaian survei dan perekrutan terhadap beberapa agen yang
potensial. Menurut Johnny, berkaca dari pilot project di Bima,
perekrutan agen juga harus dibarengi dengan pengawasan yang
intensif dari outlet BNI terdekat.
Banyak agen yang kedapatan tidak langsung menyetorkan
uang dari nasabah kepada BNI
cabang terdekat. Kebanyakan dari
mereka [agen] memutar uangnya
untuk keperluan bisnis lainnya
lebih dulu sebelum menyetorkan
uangnya.
Dalam layanan laku pandai
itu, para agen akan mendapatkan komisi beragam mulai dari
Rp3.000-Rp5.000 untuk pembelian pulsa ponsel, listrik, dan setoran tunai. BNI Area Manado juga
telah membuka kantor kas baru
di Lolak, Kabupaten Bolmong.
Nantinya, BNI akan mengadakan perjanjian kerja sama (PKS)
dengan beberapa agen yang telah
melalui proses seleksi. Jika agen
kedapatan melakukan transaksi
curang, maka BNI akan memutus
PKS tersebut.

SIDANG PEMBUBARAN OJK

Antara/M Agung Rajasa

Direktur Litigasi dan Bantuan Hukum Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Tongam L Tobing (kiri), Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal OJK
Sarjito (kedua kiri) dan Anggota Dewan Komisioner OJK Keuangan merangkap
Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon (ketiga
kiri) berdiskusi sebelum menjalani sidang putusan perkara pengujian UU

OJK di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Selasa (4/8). MK


menolak gugatan Tim Pembela Kedaulatan Ekonomi Bangsa (TPKEB) atas
Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 21 Tahun 2011 tentang
pembubaran OJK, karena dalil yang digunakan pemohon tidak memiliki
alasan yang kuat.

HARGA KOMODITAS TURUN

BTPN Sumut Pilih Fokus di Mikro


MEDAN PT Bank Tabungan
Pensiunan Nasional Tbk. wilayah
Sumatra Utara memacu penyaluran kredit mikro khususnya di
sektor perdagangan.
Ade Koes Djafri, Regional Business Leader Usaha Mikro dan
Kecil PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) wilayah
Sumatra Utara (Sumut), mengatakan sektor mikro yang masih
bagus yakni perdagangan serta
pertanian.
Menurutnya, kantor cabang
BTPN di Sumut mulai mengerem
penyaluran kredit untuk komoditas, mengingat harganya sedang
turun.
Harga komoditas di Sumut lagi
anjok. Meskipun begitu, kami
tetap jaga kualitas kredit, katanya, Senin (3/8).
Ade menuturkan pertumbuhan kredit mikro di Sumut tak
jauh berbeda dengan kondisi perseroan. Pada semester I/2015 pertumbuhan kredit UMKM BTPN

di seluruh Indonesia mencapai


32% year on year menjadi Rp14,8
triliun. Jumlah baki debit tersebut
setara 26,57% dari total portofolio
kredit BTPN yang tercatat Rp55,7
triliun.
Di sisi lain, dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/
NPL) mikro BTPN wilayah Sumut, kata Ade, masih berada pada
kisaran 2%. Dia mengatakan kondisi tersebut cukup baik di tengah
kondisi indikator makro yang
belum membaik.
Data Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Wilayah Sumut menyebutkan penyaluran kredit mikro
dan kecil pada Mei 2015 masingmasing mencapai Rp10,07 triliun
dan Rp15,27 triliun atau masingmasing tumbuh 21,22% dan
32,18% year on year.
Berdasarkan laporan keuangan
semester I/2015 yang dipublikasikan, diketahui penyaluran kredit
BTPN secara nasional tumbuh
moderat dengan NPL tergolong

rendah. Pada 30 Juni 2015, BTPN


membukukan kredit Rp55,7 triliun, tumbuh 11% dari periode
yang sama tahun sebelumnya
senilai Rp50 triliun. Adapun NPL
terjaga di level 0,8%, jauh di
bawah ambang batas NPL yang
ditetapkan regulator.
Sepanjang semester I/2015
situasi perekonomian dibayangi
perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan daya beli
masyarakat. Kami bersyukur
BTPN tetap dapat bertumbuh,
menjaga kualitas kredit dengan
baik, dan tetap konsisten mengimplementasikan program pemberdayaan nasabah pada periode
menantang tersebut, kata Jerry
Ng, Direktur Utama BTPN dalam
keterangan resmi belum lama ini.
Selain membiayai pelaku
UMKM, BTPN juga menyalurkan
kredit ke para pensiunan, dan
melalui anak usaha BTPN Syariah, juga menyalurkan kredit ke
kelompok masyarakat prasejahte-

ra produktif.
Pada semester I/2015 kredit
pensiun tumbuh 8% year on year
menjadi Rp35,8 triliun, sedangkan penyaluran kredit ke segmen
prasejahtera produktif melonjak
56% year on year, dari Rp2,1
triliun menjadi Rp3,2 triliun.
Ekspansi kredit ke segmen prasejahtera produktif sungguh pencapaian yang luar biasa, mengingat rata-rata pinjaman sebesar
Rp1,5 juta per nasabah per tahun.
Ini menunjukkan tingginya kebutuhan pendanaan di kelompok
masyarakat bawah, kata Jerry.
Adapun untuk meningkatkan
kemampuan dan kapasitas BTPN
Syariah dalam melayani segmen
prasejahtera produktif, BTPN dan
PT Triputra Persada Rahmat selaku pemegang saham menyuntikan modal baru senilai Rp160 miliar sehingga status BTPN Syariah
naik kelas ke bank umum dengan
kelompok usaha (BUKU) II. (Novita
Sari Simamora)

Antara/Bayu

Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil (ketiga kanan), Menteri BUMN
Rini Soemarno (ketiga kiri) berfoto bersama (dari kiri) Komisaris Utama Bank BRI Mustafa
Abu Bakar, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, Ketua Dewan Komisaris OJK Muliaman
D. Hadad seusai peresmian Kantor Cabang BRI Singapura di OUE Bayfront, 50 Collyer Quay,
Singapura, Rabu (29/7).

PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

BSB Sediakan Dana


Rp100 Miliar
MAKASSAR PT Bank Syariah
Bukopin mengalokasikan 20% dari dana
ekspansi yang mencapai Rp500 miliar
untuk pembiayaan di bidang pendidikan.
Direktur Bisnis PT Bank Syariah Bukopin
(BSB) Aris Wahyudi mengatakan dengan
adanya alokasi sebesar 20%, maka dana
yang disediakan untuk pembiayaan di
bidang pendidikan yakni Rp100 miliar.
Kerja sama pembiayaan di bidang pendidikan ini sudah kami lakukan sejak
tahun lalu, dan saat ini perkembangannya
sudah signifikan dan tersalurkan hampir
Rp100 miliar, kata Aris di Makassar,
Selasa (4/8).
Guna meningkatkan realisasi kerja
sama pembiayaan di bidang pendidikan,
BSB telah melakukan penandatanganan
perjanjian kerja sama (PKS) produk pembiayaan iB pendidikan dengan Universitas
Muhammadiyah Makassar (Unismuh).
Selain melakukan PKS dengan Unismuh,
BSB juga melakukan penandatanganan
PKS co-branding dengan beberapa lembaga pendidikan lainnya seperti Akademi
Kebidanan (Akbid) Muhammadiyah Makassar, dan Akademi Teknik radiologi
(Atro) Muhammadiyah Makassar.
Aris menyatakan kerja sama pembiayaan bidang pendidikan di Indonesia Timur, khususnya wilayah Makassar saat
ini masih belum terlalu signifikan atau
baru sekitar 5% saja dana yang telah tersalurkan.
Kami harapkan penandatanganan PKS
ini bisa meningkatkan kerja sama antara para pihak secara berkesinambungan

dalam penggunaan produk dan jasa layanan perbankan milik BSB, khususnya di
Makassar, ujarnya.
Selain pembiayaan di bidang pendidikan, imbuhnya, pada tahun ini BSB juga
akan fokus menyalurkan pembiayaan
pada delapan sektor lainnya yaitu kesehatan, lembaga keuangan, migas, transportasi, hotel dan restoran, konstruksi, perdagangan, serta multifinance.
Adapun, total pembiayaan BSB pada
2014 mencapai Rp3,71 triliun, atau tumbuh 13,1% dari total pembiayaan Rp3,28
triliun pada periode yang sama pada 2013.
Pada tahun ini, BSB menargetkan pertumbuhan pembiayaan sekitar 15%-20% dari
total pembiayaan pada 2014.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belakangan juga terus memacu pertumbuhan
industri keuangan syariah di Indonesia.
Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan sebelumnya menuturkan salah satu langkah
yang disiapkan otoritas untuk memperbesar keuangan syariah yakni dengan
mewujudkan pasar modal basis syariah
sebagai sumber pembiayaan alternatif.
Dia menuturkan, OJK akan memperbesar akses bagi usaha kecil dan menengah
pada sumber pembiayaan, baik perbankan, lembaga pembiayaan dan penjaminan,
pasar modal, serta lembaga keuangan
mikro, serta ketiga, mendorong peningkatan basis investor ritel domestik. Dengan
ketiga fokus tersebut, pangsa pasar ekonomi syariah diyakini akan membesar dan
menembus angka 5% ini. (Fitri Sartina Dewi)

TRANSAKSI NONTUNAI

Bank Indonesia Tegal


Rangkul UMKM
JAKARTA Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Tegal memacu sosialisasi sistem
pembayaran nontunai khususnya kepada
pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah.
Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI
Tegal Gunawan Purbo mengatakan hingga
saat ini sistem pembayaran tersebut sudah
dipergunakan di sejumlah pusat belanja
besar dan stasiun pengisian bahan bakar
di Jalur Pantura Jateng. Guna mendorong
potensi terciptanya less cash society, ujarnya, BI juga akan mendorong sosialisasi
program Gerakan Nasional Non Tunai
(GNNT) kepada para pelaku UMKM.
Dia menilai para pelaku UMKM di
Pantura Jateng menyimpang potensi yang
cukup besar. Potensi kuliner di jalur itu
dinilai menjadi salah satu sarana yang
dapat menggenjot pemanfaatan sistem
pembayaran tersebut.
Di samping fashion dan keunikan wilayah, di Pantura Jateng juga ada kuliner,
katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.
Pada 30 Juli-3 Agustus 2015 Bank
Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah
Kota Pekalongan untuk menyelenggarakan Festival Kuliner Pantura dan Pekan
Inovasi.
Gunawan menuturkan kegiatan tersebut
diselenggarakan dengan memanfaatkan
momentum Festival Batik International
yang rutin diadakan setiap tahun di

Pekalongan.
Dengan begitu, katanya, sosialisasi
GNNT dapat digalakkan baik kepada para
pelaku UMKM maupun kepada masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM kuliner khas
pantura pun dihadirkan dalam kegiatan
tersebut.
Tidak hanya kepada masyarakat tetapi
juga kepada pedagang sehingga mendorong penggunaan uang elektronik yang
lebih aman, nyaman, dan efektif, katanya.
Gunawan menuturkan kegiatan tersebut merupakan sosialisasi GNNT pertama
yang dilakukan di kota maupun kabupaten. Pasalnya, sosialisasi serupa baru
dapat digelar di tingkat provinsi.
Dalam keterangan resmi yang diterima
Bisnis, Selasa (4/8), disebutkan jumlah
pengunjung pada festival kuliner tersebut
mencapai 10.000 orang dengan nilai transaksi nontunai senilai Rp35 juta, sedangkan transaksi tunai mencapai Rp100 juta.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal
Bandoe Widiarto mengatakan pihaknya
berharap dapat terus melaksanakan kegiatan serupa agar mampu mendorong terciptanya masyarakat tanpa uang tunai,
khususnya di wilayah Pantura Jateng.
Banyaknya para pengunjung yang
datang menunjukkan respons positif
terhadap sosialiasi GNNT, kata Bandoe.
(Oktaviano DB Hana)

LEMBAGA FINANSIAL BERKOLABORASI


DI INNOVATION EXPO

MEDIASI

23

PERBANKAN

Rabu, 5 Agustus 2015

JAKARTA Bank Negara


Indonesia (BNI), BNI Syariah,
Asosiasi E-Commerce Indonesia
(idEA), dan MasterCard
Indonesia berkolaborasi
menampilkan produk-produk
perbankan unggulan pada ajang
Innovation Expo.
Melalui expo ini, berbagai
produk solusi pembayaran
yang ditawarkan oleh BNI
Syariah, seperti Kartu Haji
dan Umrah, Kartu Migran dan
Hasanah Card. Selain itu, ada
pula produk BNI Debit Online

dengan MasterCard Virtual


Card Number (VCN).
Tommy Singgih,Vice President MasterCard Indonesia, mengatakan pihaknya menyambut
baik adanya pameran produk
inovatif tersebut.
Kami berharap melalui
produk yang dipamerkan ini
dapat memberikan sumbangsih
untuk menunjukkan bagaimana
platform e-commerce dapat
dimanfaatkan oleh para pelaku
UKM, katanya, Senin (3/8).
(Bisnis/106)

SEMINAR PENGEMBANGAN USAHA

DBS FOUNDATION GELAR


PELATIHAN WIRAUSAHA
JAKARTA DBS Foundation kembali memacu
kewirausahaan sosial dengan
menggelar DBS Social
Entrepreneurship Boot Camp.
Head of Group Strategic
Marketing and Communications
PT Bank DBS Indonesia Mona
Monika mengatakan pihaknya
terus berupaya menyediakan
beragam wadah yang
memungkinkan wirausaha sosial
di Indonesia dapat bertumbuh.
Kali ini, lanjut dia, perusahaan
menggelar Social Entre-

preneurship (SE) Boot Camp,


yakni berupa pelatihan dan
pendampingan wirausaha sosial
yang diselenggarakan mulai
Agustus hingga Desember 2015.
Dalam ajang ini, 30
peserta dari 17 organisasi
sosial bisa belajar bagaimana
mengembangkan organisasinya
menjadi social enterprise yang
dapat mengakses program
pendanaan dan memperbesar
dampak sosialnya, ujar Mona
dalam siaran persnya, Selasa
(4/8). (Bisnis/dhc)

BI DORONG BANK JANGKAU KE PELOSOK


JAKARTA Bank Indonesia
mendorong perbankan
meningkatkan kemudahan
akses hingga ke pelosok,
termasuk ke pulau terpecil.
Gubernur Bank Indonesia
Agus Martowardojo
mengatakan setidaknya
Indonesia memiliki 17.000 pulau
yang masih perlu dijangkau
oleh perbankan.
Selain untuk meningkatkan
transaksi, jangkauan pelayanan
hingga ke pelosok ini juga
bisa menjadi ajang untuk
mengedukasi masyarakat serta
memudahkan akses bantuan

dari pemerintah, baik pusat


maupun daerah.
Memberikan pelayanan
kepada masyarakat yang
terluar dan terpencil, itu harus
dilakukan dengan pelayanan
yang baik, tetapi efisien, aman,
dan bisa berkesinambungan,
katanya, Selasa (4/8).
Meski demikian, lanjut Agus,
bank juga perlu mempersiapkan
infrastruktur dan teknologi
untuk bisa menjangkau wilayah
pelosok ini. Paling tidak untuk
menjangkau 17.000 pulau
terpencil, dibutuhkan sekitar
2.000 4.000 kapal. (Bisnis/106)

RASIO KREDIT BERMASALAH

NPL Diyakini Membaik


di Akhir Tahun
JAKARTA Bank Indonesia memperkirakan
rasio kredit bermasalah (non-performing loan/
NPL) industri perbankan Tanah Air dapat
menurun pada akhir tahun seiring dengan
proyeksi adanya peningkatan permintaan kredit
pada semester II tahun ini.
Annisa Sulistyo Rini
annisa.srini@bisnis.com

Bisnis/Dwi Prasetya

Interim Chief Executive Officer Labuan International Business and Financial Center
(IBFC) Inc. Danial Mah Abdullah (tengah), Chairman Association of Labuan Trust Companies
Chin Chee Kee (kanan), dan Chairman Association of Labuan Banks Khairudin Abdul Rahman,
berbincang bersama di sela-sela acara seminar Labuan IBFCs 25 Anniversary ASEAN Roadshow
2015 di Jakarta, Selasa (4/8). Labuan IBFC merupakan pusat keuangan dan bisnis Midshore
Internasional di Asia Pasific, menggelar seminar dengan tema Menjembatani Indonesia dengan
ASEAN yang diselenggarakan bagi perusahaan Indonesia yang hendak mengembangkan
usahanya di kawasan tersebut.

KREDIT SEMESTER II

Bank Jateng Pasang


Target Moderat
JAKARTA PT Bank Pembangunan
Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memprediksikan pertumbuhan kredit pada
Semester II/2015 bisa lebih melambat jika
penyerapan anggaran pemerintah tidak
membesar.
Kepala Sub Divisi Layanan Mikro dan
Kredit UMKM Bank Jateng Ali Santoso
mengatakan pertumbuhan kredit secara
umum sekitar 10%-12%. Sementara
pertumbuhan sektor produktif memang
lebih tinggi.
Semester dua malah bisa melambat
lagi, katanya di Jakarta, Selasa (4/8).
Perseroan mencatatkan kenaikan kredit
produktif sepanjang semester I/2015
sebesar Rp6,9 triliun atau tumbuh 54%.
Namun, Ali mengungkapkan bila saat ini
hanya sedikit yang mengajukan kredit.
Untuk itu, pihaknya tengah menunggu
nasabah untuk menyerap.
Selain itu, lanjutnya, telatnya penyerapan
anggaran dari kementerian akhirnya
berpengaruh ke perbankan. Misalnya
penyerapan anggaran [hingga semester
i/2015] lebih dari 30% itu bagus sehingga
bank tidak nganggur menyalurkan kredit,
katanya.
Sayangnya, porsi kredit produktif masih
rendah, hanya berkisar 23% dan sisinya
berupa kredit konsumtif. Hanya saja, porsi
kredit usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) mencapai 17%.
Namun, pihaknya tetap berusaha untuk
memenuhi ketentuan Bank Indonesia agar
bisa memberikan porsi kredit produktif
mencapai 60% pada Juni 2018 di mana
20% di antaranya UMKM.
Untuk itu, pihaknya mendukung upaya

Kementerian Lingkungan Hidup dan


Kehutanan (KLHK) untuk mendorong
industri kecil menengah (IKM) furnitur
dan kelompok hutan rakyat. Namun,
dia tetap meminta pelaku usaha tersebut
bankable.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri LHK
Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam
Agus Justiyanto mendorong industri perbankan dan pembiayaan untuk mempermudah akses bagi IKM dan kelompok
hutan rakyat.
Pasalnya, selama ini IKM dan kelompok
hutan rakyat kesulitan dalam memperoleh akses pembiayaan dari perbankan
maupun lembaga nonbank sehingga sulit
untuk berkembang.
"Untuk itu kami mendorong bagi
IKM yang telah memiliki legalitas bisa
dipermudah aksesnya dalam memperoleh
pembiayaan," katanya.
Kendati, dia juga meminta agar IKM
dan kelompok hutan rakyat yang saat ini
masih banyak belum memiliki legalitas
bisa segera memproses legalitas tersebut
sehingga bisa dipermudah.
Dengan demikian, dia berharap agar IKM
yang menjadi penopang perekonomian
Indonesia bisa siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan
segera dibuka.
Selain itu, pihaknya juga berharap agar
tidak hanya bank daerah saja yang terlibat
sehingga bisa mempermudah IKM. Kami
berharap bank umum yang memiliki
kantor di daerah juga bisa memberikan
pembiayaan kepada mereka. Kami sebenarnya juga berharap agar semua lembaga
pembiayaan terlibat. (Lukas Hendra)

Deputi Gubernur BI Erwin


Rijanto menuturkan salah satu
penyebab meningkatnya NPL
saat ini adalah perlambatan
penyaluran kredit perbankan
yang merupakan imbas dari
perlambatan ekonomi global
maupun domestik.
"Salah satu penyebab angka
NPL naik kan karena faktor
pembagi atau nilai kredit yang
disalurkan bank turun. Kita
tunggu saja, kalau semester
dua ada peningkatan kredit,
akan terjadi pembaikan [NPL],"
ucapnya di Jakarta, Selasa (4/8).
Seperti diketahui, berdasarkan
data Statistik Perbankan Indonesia
yang diterbitkan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK), rasio NPL
industri perbankan nasional sejak
awal tahun telah menunjukkan
peningkatan. Per Januari 2015,
angka NPL bank-bank tercatat
sebesar 2,36% atau naik basis
poin dari NPL akhir tahun lalu
yang sebesar 2,16%.
Adapun per April 2015 rasio
NPL tercatat 2,40% atau mengalami peningkatan 36 bps dari
NPL periode yang sama pada
tahun lalu sebesar 2,04%.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif
Departemen Komunikasi BI Tirta
Segara mengatakan hingga Mei
2015 rasio kredit bermasalah
hingga Mei 2015 mencapai 2,6%

Per April 2015, rasio


NPL tercatat sebesar
2,40% atau naik 36 bps
dari periode yang sama
pada tahun lalu 2,04%.
Rasio kredit
bermasalah BNI
diproyeksikan berada di
posisi 2,6% pada akhir
tahun ditopang relaksasi
kebijakan OJK.
atau naik dari posisi 2,5% dari
bulan sebelumnya.
Penaikan NPL sejak awal tahun
ini sejalan dengan perlambatan
kredit yang terkoreksi pada
awal tahun secara year to date
dibandingkan dengan kredit akhir
tahun lalu.
Erwin menuturkan salah satu
penyumbang peningkatan NPL
adalah sektor konstruksi yang per
April 2015 mencapai 5,5% dan
mengalami peningkatan nominal
dari Rp5,28 triliun menjadi
Rp8,43 triliun. Bank Sentral memproyeksikan NPL perbankan akan
berada di bawah level 3% pada
akhir tahun. "Harapan kami NPL
akhir tahun bisa di bawah 2,5%
ya," kata Erwin.
Terkait dengan laba bank-bank
yang menurun akibat besarnya
biaya pencadangan atau provisi,
pria yang baru menggantikan
Halim Alamsyah per Juni 2015
ini menjelaskan hal ini lumrah

NPL Berdasarkan Segmen (%)


Sektor

April 2014 April 2015

Konstruksi
4,4%
Perdagangan
2,4%
Transportasi, pergudangan, 2,5%
dan telekomunikasi

Tumbuh (Bps)

6%
4%
4%

160
160
150

Sumber: Statistik Perbankan Indonesia April 2015, Otoritas Jasa Keuangan

apabila ekonomi mengalami


perlambatan karena dunia usaha
juga mengalami perlambatan,
sehingga pelaku usaha mengalami kesulitan dalam membayar
kredit.
"Kalau ekonomi melambat,
dunia usaha juga turun. Kalau
ekonomi meningkat, dunia usaha
juga meningkat," jelasnya.

KREDIT BJB
Direktur Utama PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat
dan Banten Tbk (BJB) Ahmad
Irfan mengatakan pihaknya
lebih mengedepankan kualitas
dibandingkan dengan kuantitas
kredit pada tahun ini untuk menurunkan NPL.
Selain itu, perseroan juga
memilih untuk menyalurkan
kredit ke segmen yang dikuasai,
seperti kredit konsumer dan
kredit komersial ke sektor infrastruktur.
"Mau tak mau dalam situasi
seperti ini kami harus pintar
memilih debitur yang berkualitas.
Kami harap NPL akhir tahun bisa
di bawah 3%," katanya.
Berdasarkan laporan keuangan
perseroan, per Juni 2015 NPL
emiten berkode saham BJBR ini
tercatat sebesar 3,6% dari 4,2%
secara year on year.
Direktur Keuangan PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk
Rico Rizal Budidarmo menuturkan
pihaknya berupaya menekan
suku bunga agar debitur tak kian
terbebani sehingga NPL tetap
terjaga. Rasio kredit bermasalah
BNI diproyeksikan berada di

posisi 2,6% pada akhir tahun


ditopang relaksasi kebijakan OJK.
Per Juni 2015, NPL gross BBNI
tercatat sebesar 2,98% atau
naik 98 bps dari 2% pada akhir
Desember 2014. Adapun, secara
tahunan, posisi tersebut naik 79
bps dari 2,19% pada Juni 2014.
Dihubungi terpisah, Direktur
Grup Risiko Perekonomian
dan Sistem Keuangan Lembaga
Penjamin Simpanan (LPS) Doddy
Ariefianto memperkirakan posisi
NPL perbankan pada akhir tahun
akan berada di level 2,6% hingga
2,7%.
Menurutnya, pertumbuhan
kredit di semester II memang
akan sedikit membaik, yakni
di kisaran 12,8%. Namun, pertumbuhan NPL lebih tinggi dari
pertumbuhan kredit, sehingga
rasionya akan naik.
"Kondisi dan prospek bisnis
belum stabil, ekonomi melambat,
bunga relatif tinggi, dan tekanan
pada nilai tukar menyebabkan
pertumbuhan rasio NPL lebih
besar daripada pertumbuhan
kredit. Jadi, semester II saya
perkirakan NPL lebih tinggi dari
semester I," tuturnya.
Doddy mengatakan untuk
menghadapi rasio NPL yang
cenderung naik pada akhir tahun,
bank-bank harus memperkuat
manajemen risiko kredit, terutama pada aspek monitoring,
yakni selalu update terhadap
kondisi terkini para debitur,
evaluasi periodik nilai kolateral,
serta upaya penyelesaian bersama
kredit bermasalah yang konstruktif atau restrukturisasi.

REVISI TARGET PERTUMBUHAN KREDIT

KREDIT USAHA RAKYAT

PP Masuk Tahap Finalisasi


JAKARTA Pemerintah bakal segera
merilis peraturan pemerintah untuk
memayungi petunjuk teknis pelaksanaan
pengucuran kredit usaha rakyat (KUR)
yang saat ini ditunggu oleh kalangan
perbankan.
Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Gatot
Trihargo mengatakan saat ini pembahasan
tentang peraturan pemerintah masih
diproses dan pihaknya tengah berupaya
keras untuk menyelesaikan beleid
tersebut.
PP nya tinggal sedikit lagi. Kini sedang
diproses, ujarnya, Senin (3/8).
Dia mengungkapkan memang untuk
implementasi pengucuran KUR saat ini
belum ada yang jalan.
Padahal, saat ini sudah memasuki bulan
ke delapan sehingga hanya menyisakan
empat bulan bagi industri perbankan
untuk melaksanakan.
Selain itu. pemerintah juga menargetkan
mampu menyalurkan kredit usaha rakyat
senilai Rp30 triliun selama enam bulan.
Bahkan pemerintah juga mengkaji
penyaluran pinjaman untuk rakyat kecil

pada tahun depan.


Menteri Perekonomian Sofyan Djalil
sebelumnya mengungkapkan bila penyaluran KUR untuk tahun depan akan
bergantung dari realisasi penyaluran pinjaman pada tahun ini. Bahkan pihaknya
bakal mengalokasikan dulu di APBN
untuk subsidi bunga sebesar Rp7 triliun.
Kalau dikembangkan bisa sampai Rp100
triliun, katanya.
Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan hingga saat ini
pihaknya masih menunggu keputusan
final dari pemerintah terkait KUR.
Menurutnya, yang terpenting dari
skema ini, yaitu mendorong pertumbuhan
kredit dengan memberikan kemudahan
akses kepada usaha mikro kecil dan
menengah.
Salah satunya dengan menetapkan suku
bunga yang rendah, tetapi tetap mendapat
dukungan dari pemerintah.
Pemerintah belum final. Terus subsidi
berapa. Persentasenya sudah, tapi rencana
kapan belum diputuskan. Jadi kita tunggu
saja, katanya. (Lukas Hendra/ Ihda Fadila)

Bisnis/Rachman

Karyawan melayani nasabah di Kantor Wilayah Bandung Bank BNI

di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8). Seiring dengan perlambatan ekonomi,


PT Bank Negara Indonesia Tbk. melakukan revisi target pertumbuhan kredit

RISIKO

sepanjang 2015. Target awal penyaluran kredit bank tersebut sebesar 15%
hingga 17%, namun direvisi dengan perkirakan pertumbuhan di kisaran 12%
hingga 14% sepanjang tahun ini.

PERBANKAN

Likuiditas Belum Bikin Tenang


JAKARTA Perbankan Tanah
Air diminta untuk waspada
terkait dengan potensi adanya
masalah likuiditas pada paruh
kedua tahun ini.
Analis Pasar Uang PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk Rully
Wis nubroto
mengatakan
dalam risetnya ada dua ukuran
yang menunjukkan likuiditas
perbankan mengalami penurunan, yakni rasio aset likuid
terhadap non core deposit (NCD)
dan rasio aset likuid terhadap
dana pihak ketiga (DPK).

"Ukuran pertama likuiditas,


yakni rasio aset likuid terhadap
NCD pada April 2015 turun
menjadi 94,6% dari 99,7% pada
bulan sebelumnya. Sementara
ukuran kedua, rasio aset
terhadap DPK turun menjadi
19,1% dari 20,2% secara month
to month," paparnya dalam
riset Indonesia Update terbitan
Agustus 2015.
Rully mengatakan pihaknya
melihat masih ada potensi risiko
terus memburuknya likuiditas di
semester kedua tahun ini karena

adanya pembalikan modal asing.


Dirinya mengatakan pihaknya
telah melihat pembalikan modal
dalam pasar saham Indonesia
sejak Mei 2015 hingga Juli 2015
senilai Rp7,9 triliun karena
pasar mengharapkan kenaikan
Fed Funds Rate pada semester II
tahun ini.
Untuk mengantisipasi penaikan suku bunga The Fed, Rully
berharap bank-bank dapat
mempersiapkan dan mengelola
likuiditas dengan baik.
Menanggapi hal ini, Direktur

Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo mengatakan likuiditas
perseroan masih aman dan
diproyeksikan jumlah sumber
pendanaan perseroan pada
kuartal III tahun ini masih sama
dengan kuartal II.
"Likuiditas kami enggak ada
masalah ya, masih sama dengan
kuartal II kemarin," ucapnya.
Menurut Haru yang menjadi
masalah pada semester II nanti
masih tentang penyaluran kredit
perbankan. (Annisa Sulistyo Rini)

PERBANKAN
24

1,80%

Rabu, 5 Agustus 2015

BMRI

9.525
4/8/2015

0,48%

BBRI

10.400
4/8/2015

0,42%

BBNI

4,00%

4.795
4/8/2015

PEMULIHAN ASET

BBKP

0,38%

650
4/8/2015

Target Kredit Panin:

Karyawan berbincang melalui


pesawat telepon di salah satu kantor
cabang Bank Panin di Jakarta, belum
lama ini. PT Bank Panin Tbk berharap
laba pada akhir tahun nanti tak
mengalami penurunan kendati perusahaan memangkas proyeksi target
penyaluran kredit. Bank tersebut
memasang target baru pertumbuhan
kredit sebesar 8%-10% dari bidikan
awal di posisi 10%-12%.
Bisnis/Nurul Hidayat

BBCA

BABP

1,30%

13.300
4/8/2015

PNBN

4,43%

76
4/8/2015

970
4/8/2015

PERESMIAN TERAS BRI KAPAL

Dua Bank Gelar


Sekuritisasi
JAKARTA Sebanyak
dua bank pelat merah
bakal melakukan sekuritisasi pada triwulan
III/2015 untuk meningkatkan bisnis di sektor kredit
pemilikan rumah.
Setelah sekian lama berencana, akhirnya PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk.
mengklaim bakal menggelar sekuritisasi aset kredit
pemilikan rumah dalam
bentuk kontrak investasi
kolektif efek beragun aset
(KIK EBA) pada kuartal
III/2015.
Direktur Treasury & Market Bank Mandiri Pahala
N. Mansury mengatakan
pihaknya akan menerbitkan
KIK EBA dengan tenor
mencapai delapan tahun.
Akan ada 2 perusahaan
sekuritas yang menjadi
arranger-nya, termasuk
Mandiri Sekuritas. Nilainya
[KIK EBA] di bawah Rp1
triliun, ujar Pahala di Jakarta, Senin malam (3/8).
Pahala menuturkan pemilihan skema sekuritisasi berupa KIK EBA disebabkan opsi tersebut
yang selama ini disiapkan.
Adapun, untuk sekuritisasi
dengan skema EBA Surat
Partisipasi (SP), lanjut Pahala, masih akan dikaji
kembali.
Dalam Rencana Bisnis
Bank (RBB) 2015, Pahala
menyebutkan emiten berkode saham BMRI tersebut bakal mencari dana
senilai US$3 miliar melalui
penerbitan surat berharga dan pinjaman luar negeri. Dana tersebut, kata
Pahala, akan dipakai perseroan untuk mendukung
pertumbuhan bisnis BMRI.
Pahala juga mengungkapkan pihaknya tengah
mengkaji penerbitan subdebt untuk mengganti obli-

gasi subordinasi yang jatuh


tempo pada tahun depan.
Bond mungkin tahun
depan untuk replace.
Mungkin nilainya sama,
tapi kalau ada kesempatan
ya kami naikan. Bisa di
atas Rp3,5 triliun, kata Pahala.
Sementara itu, Direktur
Utama PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk. Maryono mengatakan untuk
mendanai proyek satu juta
rumah, salah satu opsi
pendanaan yang tengah dikaji yakni pinjaman dari
tiga lembaga internasional
mencapai senilai US$1 miliar.
Opsi lain, emiten berkode saham BBTN ini juga
disebutkan tengah menggali potensi dana dari instansi pemerintah untuk
meningkatkan dana pihak
ketiga (DPK).
Kami juga akan menggelar sekuritisasi pada semester dua, tutur Maryono.
Aksi korporasi tersebut,
kata Maryono, bakal dilakukan dengan menggaet
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).
Maryono menjelaskan
underlying sekuritisasi tersebut berupa aset KPR sebanyak 500.000 unit. Nilai
underlying-nya tinggal dihitung jika rata-rata unit
itu Rp120 juta, kata dia.
Sepanjang tahun ini,
emiten berkode saham
BBTN tersebut memasang
target pertumbuhan kredit
sebesar 16%-17% atau
menyesuaikan dari bidikan
sebelumnya di posisi 17%19%.
Dengan bidikan itu,
lanjut Maryono, pihaknya
optimistis mampu meraup
laba bersih sebesar Rp1,8
triliun pada akhir 2015.
(Destyananda Helen Christyanti)

EKSPANSI KREDIT

BRI Andalkan
Proyek BUMN
JAKARTA Meski melambat pada awal tahun,
PT Bank Perkreditan Rakyat (Persero) Tbk optimistis pertumbuhan kredit
hingga akhir tahun mencapai 11%-13%.
Direktur Keuangan BRI
Haru Koesmahargyo mengatakan pertumbuhan
kredit ditopang oleh proyek BUMN dan korporasi
yang akan tumbuh hingga
7%-9%.
Mulai kuartal IV nanti
akan tumbuh. Overall 11%
hingga 13%, katanya kepada Bisnis, Selasa (4/8).
Dia menambahkan proyek BUMN masih didominasi oleh sektor infrastruktur sebagaimana yang
tengah digenjot pemerintah. Sementara, korporasi
umumnya masih pada sektor agribisnis.
Selain pada kedua segmen tersebut, kredit pada
segmen medium diperkirakan akan tumbuh di
bawah 10% meski hingga
tengah tahun pertama pertumbuhan pada segmen
ini turun tipis. Sementara
untuk kredit mikro dan ritel
diproyeksikan tetap terjaga.
Hingga tengah tahun
pertama, emiten berkode
BBRI ini mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar
9,7% menjadi Rp503,6 triliun secara y-o-y (year on
year).
Kredit di segmen mikro
mencatat pertumbuhan sebesar 15% menjadi Rp165,8
triliun dan kredit segmen
ritel mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,8%
menjadi Rp187,3 triliun.
Sementara itu, kredit di
segmen menengah turun
tipis sebesar 2,9% menjadi
Rp18,9 triliun dan kredit
korporasi naik 2,8% menjadi Rp131,5 triliun.
Wakil Direktur BRI

Sunarso mengatakan pertumbuhan kredit persero


hingga akhir tahun diharapkan berada di atas
pertumbuhan kredit industri. Pertumbuhan kredit
di beberapa segmen yang
telah melebihi industri diharapkan tetap terjaga.
Total market kredit tumbuh sekitar 10%, tetapi BRI
bisa menumbuhkan mikronya hingga 15%. Jadi
kalau misalnya kita untuk
semester dua ini, bisa stay
di 15% very good, ujarnya.

INVESTASI
Sementara itu, BRI juga
mengeluarkan investasi
sebesar Rp15 miliar untuk
pengadaan kapal dalam
program Teras BRI Kapal
tahun ini. Dalam program
tersebut, BRI memberikan
pelayanan berupa produk
simpanan dan pinjaman,
tambahan kas bagi agen
BRILink, serta satu unit
Automated Teller Machine
(ATM) di atas kapal.
Untuk tahap awal, Teras
BRI kapal ini akan beroperasi di wilayah Kepulauan Seribu. Kapal yang
digunakan bernama Bahtera Seva I ini akan berkeliling mendatangi lima titik
singgah melayani enam
pulau di Kepulauan Seribu,
yaitu Pulau Pramuka, Pulau
Tidung, Pulau Kelapa,
Pulau Untung Jawa, Pulau
Harapan, dan Pulau Panggang.
Ini investasi, masuk
pada aset, ujar Haru.
Pada semester I/2015
kemarin, aset perseroan
tercatat tumbuh sebesar
20,2% menjadi Rp747,47
triliun dengan tingkat
likuiditas perseroan masih
terjaga. LDR yang berada
pada level 87,8% dan rasio
kecukupan modal 20,4%.
(Ihda Fadila)

Presiden Joko

Widodo (kedua kanan)


didampingi Direktur
Utama PT Bank Rakyat
Indonesia Tbk. (BRI)
Asmawi Syam (kanan)
saat peresmian Teras
BRI Kapal di Pelabuhan
Kaliadem, Muara Karang,
Jakarta, Selasa (4/8).
Peluncuran Teras BRI Kapal
merupakan upaya Bank
BRI untuk menjembatani
kesulitan akses yang
dialami masyarakat daerah
terpencil, khususnya di
wilayah pesisir kepulauan.
Bisnis/Dedi Gunawan

PROFITABILITAS PERBANKAN

Tekanan Laba Masih Berlanjut


JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan
memproyeksikan tekanan laba pada industri
perbankan masih akan berlanjut pada paruh
kedua tahun ini. Kendati demikian, tekanan
tersebut dinilai masih dalam batas wajar.
Destyananda Helen Christyanti
destyananda.helen@bisnis.com

Kepala Eksekutif Pengawasan


Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengatakan jika kondisi
makro pada paruh kedua nanti
belum mencatatkan perubahan
dibanding situasi pada paruh
pertama, maka penurunan kualitas aset diprediksi masih akan
berlanjut.
Dengan NPL [non-performing
loan] sedikit tertekan kan bank
pasti mengatasi dengan pembentukan cadangan sehingga akan

Sepanjang tahun ini


OJK memproyeksikan
kredit di industri perbankan masih akan
tumbuh di posisi 13%15%.
Bank Mandiri
memilih menjaga
pertumbuhan laba di
posisi satu digit untuk
mengantisipasi peningkatan tekanan
pada kualitas aset.

menekan rentabilitas itu sudah


pasti akan berlanjut sampai
akhir tahun, tutur Nelson di
Jakarta, Selasa (4/8).
Namun, Nelson mengungkapkan meski akan menekan rentabilitas bank, penurunan NPL
tersebut diprediksi tak akan
mengoreksi posisi tingkat kesehatan bank-bank di Indonesia.
Sementara itu, dalam proyeksi
OJK, rasio kredit bermasalah
secara gross pada akhir tahun
nanti tak akan menyentuh posisi
3%. Pasalnya, kata Nelson, pertumbuhan NPL pada paruh
kedua tahun ini dipastikan tak
akan secepat laju kenaikan pada
semester I/2015.
Tanpa adanya realisasi kebijakan OJK pun, NPL tak terlalu mengkhawatirkan kami.
Pertumbuhan kreditnya yang
kami khawatirkan jika tak ada
relaksasi, jelas Nelson.
Adapun, sepanjang tahun ini
OJK memproyeksikan kredit di
industri perbankan masih akan
tumbuh di posisi 13%-15%.
Dari data 10 bank dengan aset
terbesar di Tanah Air, sepanjang paruh pertama tahun ini
bank-bank tersebut mencatatkan

koreksi laba sebesar 7,65% dari


Rp40,63 triliun pada akhir Juni
2014 menjadi Rp37,52 triliun di
periode yang sama tahun ini.
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Budi Gunadi
Sadikin mengatakan pada tahun
ini perseroan memilih menjaga
pertumbuhan laba di posisi satu
digit untuk mengantisipasi peningkatan tekanan pada kualitas
aset.
Ke depannya masih ada kemungkinan perlambatan kredit
dan peningkatan NPL sehingga
kami akan alokasikan untuk
cadangan dan dampaknya profit
lebih baik single digit, ujar Budi.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk. pun memilih
meningkatkan provisi melihat
proyeksi NPL yang masih akan
merangkak di semester II/2015.
Tujuan kami memang menyiapkan buffer agar coverage ratio
kami secara bertahap bisa 150%,
itu angka rata-rata peers group
kami, kata Direktur Utama
Bank BNI Achmad Baiquni.

BANK PANIN
Presiden Direktur PT Bank
Panin Tbk. Herwidayatmo juga
menuturkan pihaknya akan menaikkan provisi hingga akhir
tahun. Dari laporan keuangan perusahaan, pada kuartal
II/2015, rasio cadangan kerugian
penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif
tercatat sebesar 1,38% atau naik
secara tahunan dari 1,28%.
Pada paruh kedua nanti,
kata Herwidayatmo, pihaknya

SIMPANAN DANA MURAH

BJB Gandeng Instansi


Pemerintah
JAKARTA Untuk meningkatkan
profitabilitas, PT Bank Pembangunan
Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB)
gencar menggandeng instansi pemerintah dalam meningkatkan dana murah
(current account saving account/CASA).
Direktur Utama BJB Ahmad Irfan menuturkan beberapa instansi pemerintah
yang digandeng untuk meningkatkan
dana murah antara lain Kementerian Pertanahan, Sistem Administrasi Manunggal
Satu Atap Jawa Barat, dan juga Kementerian Keuangan.
"Itu semua dalam rangka meningkatkan dana murah. Saya juga mengganti
core untuk lari ke CASA, jadi penilaian
ke kantor cabang, CASA harus lebih
besar daripada deposito," ujarnya di Jakarta baru-baru ini.
Salah satu kerja sama tersebut, beberapa waktu lalu BJB bekerja sama
dengan Kementerian Keuangan dan
menjadi salah satu bank yang ditunjuk
pemerintah melalui Direktorat Jenderal
Perbendaharaan Kementerian Keuangan
RI sebagai Bank Operasional II bersama
20 bank umum yang lain untuk menyalurkan gaji bulanan pegawai negeri sipil
(PNS) pusat.
Selain itu, emiten berkode saham BJBR
ini juga membidik tenaga kerja Indonesia
(TKI) yang berasal dari wilayah Provinsi

Jawa Barat untuk meningkatkan porsi


dana murah. Berdasarkan laporan keuangan perseroan Per Juni 2015 dana
pihak ketiga (DPK) yang dihimpun tercatat senilai Rp77,38 triliun atau naik sebesar 30,5% dari Rp59,29 triliun secara
tahunan.
Adapun porsi dana murah tercatat sebesar 48,7% dari total DPK dengan total
tabungan senilai Rp27,86 triliun dan giro
senilai Rp9,80 triliun.
Irfan menjelaskan perseroan menggenjot dana murah dan melepas dana
mahal dengan menurunkan suku bunga
deposito supaya biaya dana atau cost of
fund dapat ditekan untuk meningkatkan
profitabilitas dan margin bunga bersih
(net interest margin/NIM). Dirinya memproyeksikan dampak penurunan dana
mahal dapat mulai terasa pada September 2015.
"Kami targetkan porsi dana murah
kami 50% hingga 55%. Semester II kami
fokus ke profit oriented," tambahnya.
Pada semester I tahun ini, perseroan
meraih laba bersih senilai Rp582 miliar
atau naik sebesar 21,8% secara year on
year (y-o-y). Peningkatan laba ini didorong oleh pendapatan bunga bersih
yang tumbuh sebesar 10% secara tahunan dari Rp2,12 triliun menjadi Rp2,33
triliun. (Annisa Sulistyo Rini)

Posisi Net Interest Margin (%)


Bank
BMRI

Juni 201 Juni 2015 Tumbuh


5,89

5,58

-31 bps

BBRI

8,93

7,88

-105 bps

BBCA

6,46

6,57

11 bps

5,95

BBNI

6,53

58 bps

BNGA

5,42

5,07

-35 bps

BDMN

8,38

8,06

-32 bps

BNLI

3,5

BNII

3,76

26 bps

4,48

4,73

25 bps

PNBN

3,99

4,34

35 bps

BBTN

4,53

4,72

19 bps

Sumber: Laporan Keuangan Bank Semester I/2015

akan mengambil langkah konservatif dalam berekspansi


dengan memperhatikan kondisi
ekonomi. Sepanjang 2015, kredit
pada emiten berkode saham
PNBN ini ditargetkan tumbuh
sebesar 8%-10%.
Tahun lalu laba kami sekitar
Rp2 triliun. Kami berharap tahun
ini tidak turun meski [pada paruh
pertama tahun ini] banyak bank
yang labanya turun drastis.
Berbanding terbalik, tahun
ini PT Bank OCBC NISP Tbk.
optimistis mampu membukukan
pertumbuhan laba di posisi dua
digit yang disumbang optimalisasi dan efisiensi, serta penghematan provisi.
Presiden Direktur Bank OCBC
NISP Parwati Surjaudaja mengatakan perusahaan telah mengalokasikan pencadangan yang

BISNIS/TUTUN PURNAMA

cukup besar sebelumnya, untuk


mengantisipasi adanya penurunan kualitas aset.
Hingga semester I/2014, emiten berkode saham NISP tersebut telah mencatatkan rasio
pencadangan sebesar 160%
atau berada di atas rerata bank
sejenis.
Harusnya dengan adanya
pelonggaran dari kebijakan OJK
[Otoritas Jasa Keuangan], NPL
bisa turun sehingga kami bisa
menghemat provisi, jelas Parwati.
Dalam catatan Bisnis, bank
yang mencatatkan posisi NPL net
stagnan di posisi 0,7% per Juni
2015 ini, menargetkan pertumbuhan laba bersih pada akhir
tahun nanti sejalan dengan kenaikan bisnis perusahaan yakni
di posisi 13%-15%.

KERJA SAMA PEMBIAYAAN SYARIAH

Bisnis/Paulus Tandi Bone

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Irwan Akib (kanan) berbincang

dengan Direktur Bisnis Bank Syariah Bukopin (BSB) Aris Wahyudi (tengah) dan Direktur
Utama Riyanto seusai penandatanganan kerja sama di Makassar, Sulawesi Selatan,
Selasa (4/8). Kerja sama tersebut meliputi pembiayaan syariah di Unismuh dengan
potensi pembiayaan mencapai Rp25 miliar sampai Rp50 miliar.

INDUSTRI

25

Target Giling Tebu:

Petani memanen tebu di


Pamekasan, Jawa Timur,
Selasa (4/8). PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
X menargetkan menggiling
6,11 juta ton tebu atau setara
507.714 ton gula pada
musim giling 2015.

Rabu, 5 Agustus 2015

HOME

0,93%

0,97%

217
4/8/2015

2.090

SCMA
0,71%

2.810

4/8/2015

PANR
2,86%

Antara/Saiful Bahri

MNCN

4/8/2015

213

0,00%

4/8/2015

SRAJ
5,75%

510

VIVA
4/8/2015

MIKA
0,29%

4/8/2015

26.000

450

SHID
2,30%

4/8/2015

400
4/8/2015

KERJA SAMA SCIENCE TECHNO PARK

REALISASI 2014

Konsumsi Baja RI
Naik Tipis 1,6%
JAKARTA South East Asia Iron & Steel Institute,
asosiasi besi dan baja Asean, menyatakan konsumsi
baja Indonesia sepanjang tahun lalu secara tahunan
hanya naik tipis 1,6% mencapai 12,9 juta ton.
M. Abdi Amna
abdi.amna@bisnis.co.id

Tan Ah Yong, Sekretaris Jenderal


South East Asia Iron & Steel Institute
(Seaisi), menyatakan pertumbuhan
yang mengarah kepada perlambatan
konsumsi ini akibat masa kampanye
pemilihan presiden membebani sentimen investasi dan memengaruhi
realisasi proyek infrastruktur.
Secara umum tingkat pertumbuhan konsumsi di Asean hanya
mencapai 4,4% lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 7,7%.
Data menunjukkan total konsumsi
di Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, Thailand dan Vietnam
mencapai 65,9 juta ton, katanya
dalam situs resmi, Selasa (4/8).
Secara regional, Thailand mempertahankan posisi sebagai konsumen baja terbesar di Asean sebanyak 17,3 juta ton turun dari total
konsumsi tahun sebelumnya yang
mencapai 17,6 juta ton.
Pelemahan konsumsi baja di Thailand akibat ketidakpastian kondisi
politik yang membebani ekonomi
dan menjadikan pertumbuhan produk domestik bruto pada 2014 hanya 0,7%, atau paling rendah di
antara negara Asean.
Di sisi lain, konsumsi baja di
Vietnam secara year on year mengalami lonjakan paling besar hingga
22,7% dengan capaian 14,4 juta ton.
Fakta ini menjadikan Vietnam menyalip Indonesia sebagai konsumen
kedua terbesar di Asean.
Menurutnya, sejak mengalami penurunan tajam akibat pemerintah
melakukan pengetatan kebijakan
fiskal dan moneter pada 2011, permintaan baja Vietnam secara meyakinkan telah pulih dan menjadi capaian terbaik pada 2014.
Kondisi berbeda dialami oleh
Malaysia. Konsumsi baja di negara

ini mengalami stagnasi dengan peningkatan pertumbuhan 0,3% dibandingkan dengan 2013. Total konsumsi baja pada periode laporan
mencapai 10,1 juta ton.
Kinerja positif yang dicatatkan
oleh Filipina. Konsumsi baja pada
2014 meningkat 9,2% dari tahun
sebelumnya, yakni dari 6,7 juta ton
menjadi 7,3 juta ton. Adapun konsumsi baja di Singapura tengah berfluktuasi.
Hal itu terlihat dari penurunan
konsumsi pada 2014 sebesar 10,4%
menjadi 3,8 juta ton dari tahun sebelumnya. Padahal, total konsumsi
pada 2013 mengalami rebound dengan pertumbuhan 11,8% dari tahun sebelumnya yang mengalami
penurunan tipis, tuturnya.

PRODUKSI BAJA MENTAH


Di tengah konsumsi yang melemah, angka produksi baja mentah
pada 2014 justru menunjukkan peningkatan sebesar 12,4%, yakni dari
18,1 juta ton pada 2013 menjadi
20,4 juta ton. Selain itu, produksi
baja lembaran juga meningkat 7,9%
yakni dari 25,5 juta ton menjadi
27,5 juta ton.

Konsumsi Baja
Asean 2014
(Juta Ton)

Negara

Thailand mempertahankan posisi sebagai


konsumen baja terbesar
di Asean sebanyak 17,3
juta ton turun dari total
konsumsi tahun sebelumnya yang mencapai 17,6
juta ton.
Di tengah konsumsi
yang melemah, angka
produksi baja mentah
pada 2014 justru menunjukkan peningkatan sebesar 12,4%.
Salah satu penyebab lonjakan ini,
lanjutnya, karena pabrik slab dan
plate milik PT Krakatau Posco di
Indonesia telah memasuki tahap uji
coba produksi dengan kapasitas tiga
juta ton per tahun.
Saat ini industri baja nasional
masih bergejolak dan fluktuatif.
Kalau sudah hadir proyek pemerintah, maka industri baja hulu
akan menggeliat, ujar I Gusti Putu
Suryawirawan, Direktur Jenderal
Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian.
Lebih detail, lanjutnya, PT Perusahaan Listrik Negara akan mengadakan jalur transmisi listrik sepanjang
46 kilometer dan digarap selama 10
tahun ke depan. Selain itu, sejumlah
tender dari Kementerian Pekerjaan
Umum untuk proyek 2016 akan dilakukan tahun ini.

2014
(Juta Ton)

Pertumbuhan
(year on year)

Thailand

17,3

-1,6%

Vietnam

14,4

22,7%

Indonesia

12,9

1,6%

Malaysia

10,1

0,3%

Filipina

7,3

9,2%

Singapura

3,8

-10,4%

Sumber: Seaisi 2015, diolah

BISNIS/HUSIN PARAPAT

EKSPANSI EKSPOR

Industri Mebel Sasar


Pasar Nontradisional
JAKARTA Pelaku industri mebel dan kerajinan menyasar pasar
ekspor nontradisional yaitu China
dan Timur Tengah guna meraih target pertumbuhan di atas 12% atau
sebesar US$5 miliar pada 2019.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Mebel
dan Kerajinan Indonesia (AMKRI)
Abdul Sobur mengatakan pihaknya
menargetkan bisa meraup sekitar
US$300 juta dari China dan US$200
juta dari pasar Timur Tengah.
Kalau dengan China dan Timur
Tengah, bisa naik hingga US$2,5 miliar, ujarnya di sela-sela acara Rapat
Pimpinan AMKRI di Kementerian
Perindustrian, Selasa (4/8).
Dia menjelaskan China merupakan produsen terkuat di industri mebel dan kerajinan di dunia
dengan omzet di atas US$50 miliar.
Alasan lain ialah karena perekonomian China yang kuat meskipun
terjadi pelemahan ekonomi global.
Meskipun masuk ke pasar China
tidak mudah, Abdul mengatakan
pelaku industri dalam negeri bisa
mengekspor produk yang belum
diproduksi di China seperti produk
kayu berbasis kayu jati yang berukir rumit, mebel dari akar-akaran

maupun batang pohon.


Inovasi yang berbasis budaya
kita yang mereka tidak bisa produksi. September nanti kami akan bawa
sekitar 20 pengusaha nasional ke
sana untuk pameran, katanya.
Abdul mengatakan selama ini
tujuan utama ekspor produk mebel
dan kerajinan masih ke pasar Eropa
dan AS. Padahal, pasar China berkisar US$80 miliar atau lebih besar
dibanding kedua pasar tradisional
tersebut digabungkan.
Adapun untuk Timur Tengah,
meskipun pertumbuhannya konservatif serta pasar yang tidak terlalu
besar, ada kestabilan ekonomi yang
berpotensi untuk digarap.
Pertumbuhan ekonomi Timur Tengah memang tidak pesat, sekitar
4%-5%, tapi paling stabil. Targetnya
ke Dubai, Abu Dhabi, Qatar, Arab
Saudi dan Kuwait. Selama ini pengusaha Indonesia kurang menyentuh
daerah itu, jelasnya.
Menurutnya, pasar baru yang
disasar ini baru terasa dampaknya
sekitar lima tahun lagi. Dia menjelaskan kondisi tahun ini tidak memungkinkan untuk mencapai target
pertumbuhan 10%.

Untuk semester pertama sendiri


pertumbuhan industri ini hanya
mencapai 1% atau senilai US$932
juta.

DUKUNGAN PEMERINTAH
Abdul mengatakan pemerintah
mesti membuat regulasi yang mendukung pertumbuhan ekspor. Menurutnya, ada banyak peraturan saat
ini yang menghambat berkembangnya industri mebel dan kerajinan.
Itu salah satu poin yang kami
usulkan dari Rapimnas ini. Dari sejumlah regulasi yang diidentifikasi,
kurang lebih ada 32 regulasi yang
masih menghambat, katanya.
Regulasi tersebut antara lain penerapan Sistem Verifikasi Legalitas
Kayu (SVLK) yang dinilai menghambat pelaku usaha kecil dan menengah dengan tingginya biaya untuk
mengurus SVLK hingga rampung,
infrastruktur yang lambat dibangun
sehingga logistik mahal, serta tingginya bunga bank yang membuat
pengusaha Indonesia tidak kompetitif dibanding negara pesaing.
Selain itu, dia mengatakan bea
masuk yang diterapkan pemerintah
belum tepat sasaran. (Shahnaz A. Yusuf)

Ketua Umum

Bisnis/Rahmatullah

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bobby


Gafur Umar (kiri) bersama Ketua Dewan Insinyur Indonesia
Airlangga Hartarto (tengah) dan Mantan Kepala Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A.

Iskandar menanam pohon di lingkungan Kampus Institut


Teknologi Indonesia (ITI) di Serpong, Tangerang Selatan,
Selasa (4/8). PII, BPPT dan ITI bersinergi untuk pengembangan
science techno park.

PERTUMBUHAN RENDAH

Keterlambatan Realisasi Belanja


Pemerintah Pengaruhi Dunia Usaha
JAKARTA Kementerian Perindustrian menilai rendahnya realisasi
pertumbuhan produksi industri manufaktur sebesar 5,44% pada kuartal
II/2015 dibandingkan dengan realisasi kuartal yang sama tahun lalu
akibat belum terealisasinya belanja
pemerintah secara maksimal.
Direktur Jenderal Industri Logam,
Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan
mengatakan pertumbuhan produksi
manufaktur masih belum stabil.
Tahun ini istimewa, hadirnya
krisis global ditambah dengan keterlambatan realisasi proyek pemerintah akibat perubahan nomenklatur
mempengaruhi dunia usaha. Kalau
sekarang bertumbuh, tetapi kinerja
tidak seluruhnya sudah membaik,
tuturnya kepada Bisnis, Selasa (4/8).
Data Badan Pusat Statistik (BPS)
terkait pertumbuhan produksi industri manufaktur pada kuartal II/2015

menunjukkan, produksi sektor industri besar dan sedang sebesar


5,44% dibandingkan dengan realisasi
periode yang sama tahun lalu. Untuk
pertumbuhan produksi mikro dan
kecil kuartal II/2015 sebesar 4,57%
daripada kuartal II/2014.
Penyumbang terbesar untuk mendukung pertumbuhan kinerja produksi industri besar dan sedang a.l
jenis industri barang logam, bukan
mesin dan peralatannya mengalami
pertumbuhan tertinggi year-to-year
sebesar 16,43%, diikuti farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
sebesar 13,13%, serta jasa reparasi
dan pemasangan mesin dan peralatan sebesar 9,43%.
Di sisi lainnya, jenis industri pakaian jadi menjadi sektor yang mengalami penurunan drastis sebesar
12,77%, diikuti industri alat angkutan lainnya (6,52%), kertas dan
barang dari kertas (5,63%), dan industri tekstil (1,98%).

Menanggapi pertumbuhan produksi sektor barang logam, bukan mesin


dan peralatannya, Putu mengatakan
dunia usaha sudah melihat peluang
dijalankannya proyek pembangkit
listrik 35.000 megawatt dan ragam
proyek infrastruktur lainnya. Geliat
ekonomi kita itu 70% dipengaruhi
oleh realisasi belanja pemerintah, sehingga memang sangat bergantung.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade
Sudrajad mengatakan produksi tekstil dan garmen merosot berarti kinerja ekspor menurun. Menurutnya,
penurunan akan masih berlanjut
hingga kuartal III/2015, sebelum akhirnya menanjak pada akhir tahun.
Optimisme itu tetap masih ada
seiring dengan terbukanya jalan kesepakatan perdagangan bebas antara
Indonesia dan Turki. Pemerintah juga
sudah memberikan obat sementara
dengan pelarangan impor baju bekas
dan batik China. (David Eka I.)

26

TEKNOLOGI INFORMASI

KLIK

OOREDOO PERLUAS PROGRAM MOBIL KLINIK


JAKARTA Ooredoo Group
induk perusahaan Indosat
memperluas cakupan program
Mobil Klinik di berbagai negara
yakni Myanmar, Algeria, dan segera menyusul di Tunisia.
Program Mobil Klinik merupakan program inisiatif Indosat
yang telah diterapkan terlebih
dahulu di Indonesia sejak 2007,
dan kemudian dikembangkan
Ooredoo bekerja sama dengan
Yayasan Lionel Messi untuk diterapkan di beberapa negara
lain.
Menurut siaran pers Grup Oo-

redoo yang diterima Bisnis, Selasa


(4/8), mobil Klinik menyediakan
berbagai fasilitas layanan kesehatan yang dilengkapi dengan
perangkat medis, obat-obatan,
tenaga medis profesional, pemberian nutrisi bagi anak.
Misi Ooredoo adalah
memperkaya kualitas kehidupan
masyarakat, dan kami sangat
senang dapat mendukung masyarakat melalui program mobil
Klinik Sehat, ujar H.E. Sheikh
Abdulla Bin Mohammed Bin
Saud Al Thani, Chairman of
Ooredoo. (Bisnis/fh)

FACEBOOK RAIH US$4,04 MILIAR


JAKARTA Media sosial
Facebook meraup pendapatan
US$4,04 miliar pada kuartal
II/2015 ini. Pendapatan ini meningkat 39% dibandingkan
dengan kuartal II/2014 yang
berjumlah US$2,91miliar.
Peningkatan pendapatan
ini berasal dari beberapa
sumber pemasukan yang
juga turut meningkat, salah
satunya berasal dari pendapat
iklan. Kuartal II/2015 ini,
media sosial besutan Mark
Zuckerberg ini mencatat
peningkatan pendapatan

Rabu, 5 Agustus 2015

DELL PERLUAS PORTOFOLIO STORAGE

iklan hingga 55% dan 76%


diantaranya berasal dari pendapatan iklan mobile.
Pendapatan iklan mobile
pada kuartal II/2015 ini meningkat 74% dibandingkan dengan
kuartal yang sama tahun
sebelumnya. Selain pendapatan yang meningkat, jumlah
pengguna media sosial ini pun
turut meningkat.
Pengguna aktif harian
atau daily active users (DAUs)
mencatat rata-rata sekitar 968
juta penggun pada Juni 2015.
(Bisnis/87)

JAKARTA Dell memperluas


portofolio storage dengan
solusi yang diklaim efisien
untuk flash storage.
Perusahaan ini memperkenalkan penawaran storage terbaru yang dirancang
untuk membantu perusahaan
beradaptasi dari sisi biaya dan
menyesuaikan pusat data mereka
dengan situasi industri TI.
Dell akan mengadopsi flash
drive enterprise terbaru yang
diklaim memiliki densitas
tertinggi dan biaya kinerja
terendah, sehingga dapat

membantu organisasi dari berbagai skala mengurangi biaya


yang berhubungan dengan
penyimpanan dan pengelolaan data dan aplikasi penting
mereka secara drastis.
Dell terus berusaha
meredefinisi nilai ekonomis enterprise storage, yaitu
dengan menawarkan solusi
penyimpanan data kelas dunia yang praktis, ujar Erwin
Yusran, Country Business
Manager Enterprise Solution
Group Dell Indonesia dalam siaran
persnya, Selasa (5/8). (Bisnis/87)

PROYEK PALAPA RING

Andalkan Capital Market, Telkom Pastikan Ikut Tender


JAKARTA PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)
Tbk. akan mengikuti tender proyek Palapa Ring
bernilai US$246,74 juta dengan mengandalkan
pendanaan melalui capital market.
Agnes Savithri
redaksi@bisnis.com

Direktur Keuangan Telkom Heri


Sunaryadi membenarkan BUMN itu
siap ikut tender mega proyek itu.
Khusus pendanaan investasi, dia
menjelaskan pendanaan akan dicari
dari capital market.
Pendanaan salah satunya akan

Telkom siap ikut tender


mega proyek itu dengan
pendanaan investasi
diharapkan dari capital
market.
Proyek Palapa Ring
akan dikerjakan melalui
skema kemitraan pemerintah dengan badan
usaha.

melalui capital market, kami sudah


menyiapkan yang jangka panjang.
Nanti akan kami siapkan juga
skema keuangan jangka panjangnya.
Bila BEP [break event point] lama,
tetap akan ter-cover, ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/8).
Proyek Palapa Ring akan dikerjakan
melalui skema kemitraan pemerintah
dengan badan usaha (KPBU) berdasarkan Perpres No. 38/2015 terkait
Kerja Sama Pemerintah dengan
Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.
Beleid yang telah ditandatangani
Presiden Joko Widodo tersebut
menyebutkan badan usaha yang
dimaksud meliputi BUMN, BUMD,
badan usaha swasta, badan usaha
asing, dan koperasi.
Nantinya, para pemenang lelang
atau yang ditunjuk langsung akan
membentuk badan usaha pelaksana
KPBU berbentuk perseroan terbatas.

Perpres tersebut mengyang juga berminat ikut serta


izinkan menteri selaku
dalam tender Palapa Ring,
penanggung jawab pro- Kinerja Grup Telkom
yakni PT XL Axiata Tbk.
yek kerja sama (PJPK) Kuartal II/2015
(XL) dan PT Indosat Tbk.
un tuk
membiayai
(Indosat).
Kinerja
Telkom
Nilai
sebagian kebutuhan
Berkaitan kinerja, Telkom
Pendapatan
Rp48,84 triliun
pendanaan. Selain itu,
pun merilis kinerja keuangan
PJPK dapat memberipada kuartal II/2015 dengan
EBITDA
Rp23,54 triliun
kan insentif perpajakan
membukukan pendapatan seLaba Bersih
Rp7,45 triliun
kepada badan usaha.
besar Rp48,84 triliun. Angka
Kinerja Telkomsel
Nilai
Sedangkan Menteri
tersebut tumbuh 12,2% dibanPendapatan
Rp35,99 Triliun
Komunikasi dan Infordingkan dengan tahun lalu
Layanan telepon seluler
Rp17,68 triliun
matika Rudiantara semyang tercatat Rp43,54 triliun.
Data, Internet dan IT Service
Rp14,91 triliun
pat
mengemukakan
Sedangkan EBITDA tercatat
terkait kesiapan pemesebesar Rp 23,54 triliun atau
Jumlah Pelanggan Grup Telkom
Nilai
rintah memberikan jatumbuh 6,3% dari tahun lalu
Seluler
144,06 pengguna
minan 15 tahun terhadengan laba bersih sebesar
Pelanggan
Broadband
38,3
juta
pengguna
dap risiko infrastruktur
RP7,45 triliun atau tumbuh
Pelanggan FixedBroadband
3,73 juta pengguna
proyek Palapa Ring. Ja2,2% dibandingkan tahun
minan tersebut nantinya Sumber: Telkom
lalu.
BISNIS/HUSIN PARAPAT
akan berdasarkan tingDi sisi lain, entitas anak
Selain adanya jaminan, pemerin- usaha Telkom yakni Telkomsel
kat pengembalian (return) tertentu.
Rudiantara meyakini jaminan tah memastikan akan memberikan mencatatkan kinerja yakni triple
pemerintah itu tidak akan membuat subsidi dalam pembangunan proyek double digit growthdengan pertumoperator merugi bila terlibat dalam yang menggunakan skema kemitraan buhan pendapatan sebesar 13%.
proyek Palapa Ring. Jangka waktu pemerintah dengan badan usaha EBITDA operator seluler plat merah
jaminan akan dipatok berdasarkan (KPBU) itu. Subsidi berasal dari ini dibukukan sebesar 10,7% dan
penghitungan umur teknologi dan dana kewajiban pelayanan universal laba bersih sebesar 14,7% secara Year
keekonomian infrastruktur.
on Year (YoY).
(KPU/USO).
Katakanlah nanti 15 tahun pemeTelkomsel membukukan pendarintah akan jamin. Tapi untuk pas- DUA OPERATOR
patan sebesar Rp 35,99 triliun dengan
tinya baru akan ditentukan kemudian
Di samping itu, selain Telkom, ter- kontribusi pendapatan Digital Busebagai bagian dari tender, ujarnya. dapat dua operator telekomunikasi siness tumbuh 37,6% dan mencetak

THE NEXTDEV

APLIKASI UNTUK NELAYAN

Telkomsel Jaring 507 Peserta


JAKARTA Operator seluler Telkomsel
berhasil menjaring 507 peserta program
The NexDev. Dari program itu, operator
itu akan menjaring lagi menjadi 20
peserta untuk menuju penjurian akhir.
Vice President Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati mengemukakan penjaringan program untuk
mencari developer muda yang ingin
berkontribusi terhadap pengembangan
Smart City cukup mendapat respons
yang antusias dari peserta.
Proses penjaringan berlangsung sejak
Mei 2015, dan dilakukan di 10 kota, yaitu
Jakarta, Bandung, Medan, Semarang,
Jogja, Surabaya, Malang, Denpasar,
Balikpapan, dan Makassar.
Selama masa sosialisasi kompetisi di
10 kota kami melihat ada antusiasme
yang sangat besar dari anak muda di
berbagai lokasi di Indonesia. Banyaknya
aplikasi yang terjaring di kompetisi, yang
menunjukkan banyak developer muda
yang ingin berkontribusi terhadap pengembangan Smart City, ujarnya Selasa
(4/8).

Bisnis/Rahmatullah

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini (tengah) bersama


perwakilan nelayan asal Ampenan, Lombok menyampaikan penjelasan tentang
aplikasi digital mFish dihadapan Presiden Joko Widodo (kanan) pada ajang Dari
Indonesia Untuk Dunia di Tangerang Selatan, Selasa (4/8). mFish merupakan

perangkat digital dari XL yang dilengkapi informasi cuaca, arah, tinggi gelombang dan kecepatan angin diperuntukkan bagi para nelayan guna mendukung
produktivitas dan keselamatan nelayan dalam beraktivitas.

LAYANAN DIGITAL

XL & Smartfren Luncurkan Aplikasi


JAKARTA PT XL Axiata Tbk
(XL) memperluas implementasi
aplikasi untuk nelayan yakni
mFish ke beberapa daerah. Selain
Lombok dan Bali, untuk tahun
ini juga XL sudah menyiapkan sejumlah lokasi penerapan baru di
beberapa desa nelayan di Sulawesi
Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa
Timur.
Presiden Direktur XL Dian Siswarini mengatakan aplikasi layanan digital ini diharapkan dapat
menjawab kebutuhan masyarakat
terutama masyarakat agar bisa
lebih produktif.

Saya yakin jika masyarakat


akhirnya sudah bisa menyadari
besar manfaat dari layanan digital
maka dengan sendirinya permintaan atas layanan digital akan
datang dan terus tumbuh, ujarnya
Selasa (4/8).
Aplikasi mFish merupakan aplikasi yang diperuntukkan bagi
nelayan untuk membantu meningkatan produktivitas dalam
menangkap ikan di laut. Melalui
aplikasi ini, nelayan bisa mendapatkan berbagai informasi pokok untuk bekal melaut, seperti
antara lain arah dan kecepatan

angin, tinggi gelombang, cuaca


secara umum, lokasi keberadaan
plankton, juga penunjuk arah
pulang. Aplikasi ini juga membantu nelayan dari sisi keselamatan, budidaya perikanan, harga
ikan di pasar, dan juga pelestarian
lingkungan.
Berkaitan dengan penyediaan
data terkait cuaca, operator ini
juga memanfaatkan data-data dari
Badan Metereologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG).
Di sisi lain, PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) juga memperkenalkan aplikasi pintar yang

ditujukan untuk meningkatkan


produktifitas Bintara Pembina
Desa (Babinsa) di jajaran Kodam
IV Diponegoro.
Aplikasi Sistem Pelaporan dan
Informasi Pembinaan Teritorial
(SiPINTER) ini dapat diakses oleh
anggota yang berada di lapangan
melalui ponsel pintar Andromax.
Presdir PT Smartfren Telecom
Merza Fachys mengungkapkan
pertanian memiliki kaitan erat
dengan ketahanan pangan, oleh
karena itu sektor ini harus mendapatkan perhatian khusus. (Agnes
Savithri)

PRODUK HOSPITALITY TV

Samsung Incar Segmen Perhotelan


JAKARTA PT Samsung
Electronics Indonesia telah meluncurkan sejumlah produk
terbarunya, pada kategori professional display atau Samsung
Smart Signage yang menyasar
pasar perhotelan yang diprediksi
terus tumbuh.
Berdasarkan data STR Global,
bisnis perhotelan di Indonesia semakin berkembang pada 2015, sebanyak 133 hotel telah dibuka dengan 19.666 kamar. Padahal pada
2014, hanya terdapat 194 hotel
baru dengan total kamar 16.407.

Vice President Corporate Business And Corporate Affairs PT


Samsung Electronics Indonesia Lee
Kang Hyun mengemukakan pelaku
bisnis perhotelan bisa dipastikan
akan meningkatkan layanan dan
kenyamanan konsumennya melalui hospitality TV.
Melalui Samsung Hospitality
TV, kami yakin dapat menjawab kebutuhan para pelaku bisnis industri perhotelan yang akan semakin
tumbuh hingga akhir 2015. Dan,
Kehadiran Hospitality Display
akan menjadi solusi yang tepat

laba bersih senilai Rp 10,1 triliun.


Direktur Utama Telkom Alex
J. Sinaga mengatakan layanan
telepon selular, data, internet dan
IT Service masih memberikan
kontribusi besar bagi pendapatan
perusahaannya.
Cellular Voice tumbuh sebesar
7,8% menjadi Rp 17,68 triliun, sementara bisnis Data, Internet & IT
Service menyumbangkan kontribusi
sebesar Rp 14,91 triliun atau tumbuh
28,3%, ungkapnya.
Pertumbuhan ini sejalan dengan
peningkatan jumlah pelanggan seluler
yang mencapai 144,06 juta users atau
tumbuh 4,9% dari periode yang
sama tahun lalu. Sementara jumlah
pelanggan broadband juga mengalami pertumbuhan 84,8% menjadi
38,3 juta users dan pelanggan fixed
broadband tumbuh 15,9% menjadi
3,73 juta users.
Sayangnya, bisnis fixed line tidak
secemerlang fixed broadband. Bisnis
fixed line mengalami penurunan
sebesar 5,6% menjadi Rp4,37 triliun. Hal ini merupakan dampak
dari program Upgrade Layanan
Flexi ke Telkomsel (fixed wireless
retrenchment), sementara pendapatan fixed wireline masih menca tat
pertumbuhan sebesar 0,7%.

memenuhi point of differentiation


dan personalisasi dalam layanan,
ujarnya di Jakarta, Selasa (4/8).
Menurut Lee, pelaku industri perhotelan dapat memberikan layanan
personalisasi terhadap para tamu
yang datang ke hotel dengan hadirnya
Hospitality Display atau Hotel TV.
Pasalnya, tambah Lee, Samsung
Hospitality TV dapat memberikan
tampilan menu interaktif di setiap kamar dan juga dapat dikostumisasi, sehingga dapat memudahkan konsumen yang akan
menggunakannya.

Samsung Hospitality TV akan


memudahkan penggunanya dalam menginstal, mengatur dan
mengkustomisasi. Bagi para
tamu, mereka akan mendapatkan
pengalaman yang lebih personal,
sehingga mendorong keinginan
untuk kembali berkunjung.
Selain Samsung Hospitality TV,
Samsung juga telah meluncurkan
produk terbaru yang lainnya yaitu
Samsung Smart Signage UHD berupa layar monitor dengan ukuran 85
inci yang memiliki resolusi Ultra High
Definition (4K). (Sholahuddin Al Ayyubi)

Menurut Adita, program The NextDev


bukan hanya merupakan kompetisi
untuk mendapatkan aplikasi Smart City
terbaik, namun juga ingin mengajak
keterlibatan anak muda Indonesia untuk
memberikan dampak sosial yang positif
kepada lingkungan sekitarnya melalui
penggunaan teknologi informasi yang
tepat guna.
Dia menambahkan kehadiran The
NextDev di 10 kota juga mendapatkan dukungan penuh dari stakeholders setempat
seperti pemerintahan kota yang menantang developers muda untuk berkreasi. Mereka [developer muda] ditantang untuk memberikan beragama solusi
aplikasi, tuturnya.
Ada enam sub tema yang telah ditetapkan, yaitu pemerintahan, kesehatan,
pendidikan, UKM, pariwisata, dan
transportasi publik. Nantinya, sebanyak
20 tim akan terpilih menjadi finalis,
dan mengikuti proses penjurian akhir
yang terdiri dari bootcamp (design,
development, distribute), pitching, dan investor meet up. (Firman Hidranto)

INOVASI TEKONOLOGI

Monitor Dengan Pengisi


Baterai Nirkabel
redaksi@bisnis.com

eknologi pengisian baterai


nirkabel (wireless charging)
sudah bisa ditemukan pada
berbagai jenis ponsel pintar. Dengan teknologi ini, pemilik
ponsel bisa mengisi kembali baterai
peranti genggamnya itu tanpa harus
menggunakan kabel, dan karena itu
menjanjikan kepraktisan.
Teknologi pengisian daya nirkabel ini
memang masih belum sempurna. Pada
saat ini masih perlu waktu lebih lama
untuk mengisi baterai menggunakan
teknologi nirkabel dibandingkan dengan
memakai kabel.
Namun paling tidak dengan teknologi
ini kita sepenuhnya dibebaskan dari
keharusan memakai kabel. Pada saat ini
ponsel yang sudah mendukung standar
Qi Wireless termasuk Samsung Galaxy
S6, LG G4, dan Motorola Nexus 6.
Pada kenyataannya, meskipun teknologinya sudah ada, kita masih belum
bisa menyingkirkan kabel buat keperluan mengisi baterai. Pertama, buat
mengisi baterai secara nirkabel kita
harus menaruh ponsel di bantalan khusus (charging pad). Charging pad ini
pada saat ini belum tersedia di semua
tempat, tidak seperti stopkontak. Karena
itu bila Anda ingin tetap menggunakan
charging pad, cara yang paling aman
adalah membawa-bawanya.
Samsung menawarkan solusi lain
buat pengisian baterai nirkabel ini:
mengintegrasikan bantalan pengisi
baterai dengan komponen atau gadget
yang sudah ada, dalam hal ini layar
monitor komputer.

Dengan cara ini kita cukup menaruh


ponsel di kaki monitor, dan ponsel yang
memiliki kemampuan pengisian baterai
nirkabel (yang mendukung standar
nirkabel Qi) akan di-charge otomatis.
Untuk pertama kali model layar
monitor yang mendukung fitur pengisian
nirkabel ini baru Samsung SE370, yang
tersedia dalam dua ukuran: 23,6 inci dan
27 inci. Selain berfungsi sebagai stasiun
pengisi baterai, layar monitor Samsung
SE370 ini tentunya juga masih bertugas
sebagai alat buat menayangkan gambar
dari komputer pribadi.
Kedua model yang tersedia memiliki
resolusi 1920x1080 piksel, namun
model 27 inci memiliki kecerahan
layar lebih tinggi (300 cd/m2). Layar
monitor ini juga akan memiliki sudut
penglihatan selebar 178 derajat.
Untuk terhubung dengan komputer
pribadi layar monitor dari Samsung
ini menyediakan tiga cara: lewat
DisplayPort, HDMI, ataupun D-Sub/VGA.
Ketersediaan layar monitor baru ini
sudah diumumkan di situs web Samsung
Tomorrow. Namun Samsung belum
mengumumkan kapan persisnya produk
barunya itu akan beredar di pasar. (k8)

ENERGI

Rabu, 5 Agustus 2015

EKSPLORASI

36 IZIN PERTAMBANGAN KENA SANKSI


JAKARTA Kementerian
Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) menghentikan
kegiatan operasi 36 pemegang
izin usaha pertambangan
operasi produksi khusus
(IUP-OPK) pengangkutan dan
penjualan batu bara sebagai
bentuk sanksi karena lalai
dalam memenuhi kewajibannya.
Para pemegang IUP-OPK
tersebut dikenai sanksi lantaran
tidak menyerahkan rencana
kerja dan anggaran biaya
(RKAB) dan/atau laporan
realisasi kegiatannya.

Direktur Pembinaan
Pengusahaan Batu bara
Kementerian ESDM Adhi Wibowo
mengatakan seluruh perusahaan
yang mendapat sanksi tersebut
tidak memenuhi kewajiban
pembayaran pajaknya.
Kami berikan sanksi
administratif selama satu bulan
terhitung 3 Juli kemarin,
katanya, Selasa (4/8).
Menurutnya, sanksi tersebut
bisa saja diperpanjang jika para
pemegang IUP-OPK tersebut
belum juga melunasi kewajibannya tersebut. (Bisnis/98)

27

PLTB SIDRAP TUNGGU KESEPAKATAN HARGA


JAKARTA Pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga
Bayu (PTLB) di Kabupaten
Sidenreng Rappang (Sidrap),
Sulawesi Selatan masih
menunggu kesepakatan harga.
Pembangkit energi
terbarukan dengan kapasitas
70 megawatt (MW) ini
rencananya akan dibangun
oleh perusahaan energi
yang bermarkas di Illionis,
Chicago, Amerika Serikat
(AS), UPC Energy Group.
Perusahaan tersebut juga
akan menggandeng beberapa

 PORSI DI BLOK MIGAS

perusahaan dari Indonesia.


Kepala Divisi Energi Baru
Terbarukan PT Perusahaan
Listrik Negara (Persero)
Syah Darwin Siregar
menyatakan saat ini tahapan
pengembangan PLTB tersebut
masih dalam tahap negosiasi
harga.
Pengembangan baru dapat
dilakukan jika sudah ada
kesepakatan antara PLN dan
pengembang yang dituangkan
melalui penandatanganan
perjanjian jual beli listrik.
(Bisnis/78)

PLN GANDENG BLACK & VEATCH


GARAP PELOSOK
JAKARTA Black & Veatch
ditunjuk oleh PLN untuk menyediakan layanan teknis guna mempercepat proses dalam rangka
percepatan pembangunan pembangkit listrik 2 Gigawatt untuk
daerah terpencil di Jawa, Bali,
Sumatra dan Kalimantan.
Kami bekerja agresif untuk
menyiapkan pengelompokan
desain konsep bagi pembangkit
ini. Hasilnya akan membantu
PLN untuk masuk ke tahap
pemasaran secara lebih cepat,
dan memilih pemasok serta kon-

traktor yang lebih baik. Metode


ini dapat mempersingkat jadwal
perencanaan dan penyelesaian
hingga beberapa bulan, ujar
Tariq Aziz, Director of Energy
Services for South Asia di Black &
Veatch yang berbasis di Jakarta
dalam siaran pers, Selasa (4/8).
Dengan kisaran 5 100
megawatt, pembangkit kecil akan
mulai menghasilkan listrik mulai
pertengahan 2016, sedangkan
pembangkit yang lebih besar
ditargetkan beroperasi pada
2018. (Bisnis/roy)

 DANA PANAS BUMI

BUMD Jabar
Dapat 10%
Saham ONWJ
JAKARTA Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Jawa Barat mendapatkan
10% saham Blok Offshore
North West Java (ONWJ)
yang dioperatori PT Pertamina Hulu Energi
(PHE) setelah habis kontrak pada 2017.
Djoko
Siswanto,
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan
Gas Bumi Kementerian
Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), mengatakan
pemerintah
telah memutuskan memberikan 10% saham Wilayah Kerja ONWJ kepada
BUMD Jawa Barat.
Namun, keputusan tersebut belum diberikan
melalui surat resmi.
Sudah
konfirmasi
untuk memberikan porsi
10%, tapi formalnya menyusul, ujarnya, Selasa
(4/8).
Dia menjelaskan hak
daerah untuk memiliki
10% saham di blok migas
yang ada di wilayahnya
sesuai dengan aturan
yang berlaku. Regulasi
mewajibkan kontraktor
kontrak kerja sama migas
(KKKS) untuk menawarkan 10% saham kepada
Pemda melalui BUMD.
Tidak ada alasan un
tuk menolak, tegasnya.
Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan
antara pemerintah pusat,
pemerintah Jawa Barat,
dan pemegang saham di
blok tersebut pada Kamis
(30/7). Pemegang saham
saat ini yakni PHE ONWJ
58,25%, PT Energi Mega
Persada 36,75%, dan

Risco Energy ONWJ Ltd


(Kufpec) 5%.
Pemerintah telah memutuskan memperpanjang kontrak blok tersebut
kepada PHE ONWJ.
Setelah habis kontrak,
saham PHE ONWJ naik
menjadi 73,5%, EMP
turun menjadi 24%, dan
Kufpec 2,5%.
Djoko
melanjutkan
saham 10% yang didapatkan BUMD Jabar diambil
dari pengurangan saham
yang dimiliki pemegang
saham. Nantinya, PHE
ONWJ harus melepas
7,3%, EMP 2,4%, dan
Kufpec 0,25%.
Adapun untuk Kufpec, tambah Djoko, pemerintah belum memutuskan akan ikut
dikurangi atau tidak.
Sahamnya sudah kecil,
masih belum diputuskan
akan dikurangi atau tidak, jelasnya.
Sayangnya,
Djoko
belum bisa menjabarkan
kesiapan dana yang dimiliki BUMD Jawa Barat.
Menurutnya, persoalan
investasi akan menjadi
pembahasan secara bisnis
antara BUMD Jabar dan
pemegang saham saat
ini. Tugas pemerintah ha
nya memutuskan memberikan porsi saham kepada BUMD.
Besaran dana investasi
bisa ditanggung bersama
antara pemerintah provinsi dan pemerintah
kabupaten/kota
yang
dilewati blok ONWJ.
Dengan begitu, beban
investasi menjadi lebih
ringan. (Fauzul Muna)

 KERUSUHAN PEKERJA

Produksi Banyu
Urip Direkalkulasi
JAKARTA Pemerintah tengah menghitung
ulang dampak kerusuhan
pekerja di Lapangan
Banyu Urip, Blok Cepu
terhadap produksi minyak nasional yang ditarget 825.000 barel per hari
(bph) tahun ini.
Kepala Satuan Kerja
Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak
dan Gas Bumi Amien
Sunaryadi mengatakan
kerusuhan pekerja proyek
engineering, construction,
dan procurement 1 Lapangan Banyu Urip menyebabkan
produksi
turun 23.000 hingga
26.000 selama Sabtu dan
Minggu pekan lalu.
Sebelum kerusuhan,
Lapangan Banyu Urip
telah menyumbang produksi sebesar 80.000-an
barel per hari. Pihaknya
masih menghitung ulang
dampak kerusuhan tersebut terhadap produksi
minyak nasional.
Dampak ke produksi
nasional belum dihitung
ulang,
katanya
di
Jakarta, Selasa (4/8).
Kendati begitu, Amien
masih meyakini fasilitas
pemrosesan utama atau
central processing facility
(CPF) masih bisa berproduksi penuh pada
Oktober 2015. Tingkat
pro duksi
mencapai
165.000 barel per hari.
Jika ditambah fasilitas
ekspansi awal atau early
oil expansion (EOE) dan
fasilitas produksi awal
atau early production
facility (EPF), produksi
mencapai 205.000 bph
sepanjang Oktober hing-

ga Desember 2015.
Bisnis mencatat CPF
seharusnya selesai Juli
2015. Selanjutnya, CPF
akan dimatikan selama
tiga pekan untuk mengintegrasikan seluruh fasilitas. Sebelum insiden
kerusuhan, proyek telah
mengalami
keterlambatan selama dua pekan
sehingga baru bisa rampung pada Agustus 2015.
Djoko Siswanto, Direktur Pembinaan Usaha
Hulu Minyak dan Gas
Bumi Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral
(ESDM), menambahkan
proyek mengalami keterlambatan selama seminggu
sebagai akibat kerusuhan
tersebut. Dia memprediksi
CPF baru akan rampung
pada September 2015.
Sementara itu, Kepala
Humas SKK Migas Elan
Biantoro menjelaskan well
pad B dan EOE tersebut
sudah mulai berproduksi
kembali sebesar 20.000
hingga 30.000 bph pada
Minggu pekan kemarin.
Dia memprediksi produksi dari fasilitas tersebut mulai berproduksi
normal hari ini (4/8).
Produksi well pad B dan
EOE sempat dimatikan
karena kerusuhan pekerja
yang terjadi Sabtu (1/8).
Erwin Maryoto, Vice
President Public and
Government
Affairs
Exxonmobil Cepu Limited
(EMCL), mengemukakan
aktivitas di EPC 5 sudah
mulai berjalan sejak
Senin (3/8). Sementara
untuk pengerjaan EPC
1 belum dimulai lagi.
(Fauzul Muna)

Pekerja melakukan
pengecekan rutin
Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi (PLTP) milik
PT Pertamina Geothermal
Energy di Area Kamojang,
Jawa Barat, belum lama
ini. Dana panas bumi
(geothermal fund) yang
rencananya diberikan
pemerintah untuk
mendorong eksplorasi
panas bumi belum akan
berjalan pada tahun depan.
Bisnis/Nurul Hidayat

 KONTRAK KARYA

Renegosiasi Ditarget Tuntas Oktober


JAKARTAKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
menargetkan amendemen kontrak untuk seluruh kontrak karya
selesai ditandatangani pada Oktober 2015.
Lucky L. Leatemia
redaksi@bisnis.com

Direktur Pembinaan Pengusahaan


Mineral Kementerian ESDM Mohammad
Hidayat mengatakan proses renegosiasi
kontrak untuk seluruh pemegang KK
kembali dilanjutkan setelah pembahasannya sempat terhenti oleh libur Lebaran.
Oktober harus selesai semua. Kita lagi
atur jadwal untuk ketemu masing-masing
pemegang KK, ujarnya, Selasa (4/8).
Menurutnya, belum semua pemegang
KK menyetujui enam poin pembahasan
dalam renegosiasi tersebut. Bahkan, dari 24
KK yang sudah menyepakati seluruh poin
pembahasan dengan menandatangani nota
kesepahaman bersama atau memorandum
of understanding (MoU) amendemen kontrak, baru satu perusahaan, yakni PT Vale
Indonesia Tbk. yang kontraknya sudah
diamendemen, Oktober tahun lalu.
Pembahasan untuk menyusun draf itu
memang tidak mudah. Setiap pasal perlu
dibahas secara detail, katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto mengatakan pada prinsipnya pihaknya sudah sepakat dengan seluruh poin
pembahasan tersebut. Bahkan, dia berharap

 Belum semua pemegang


KK menyetujui enam
poin pembahasan dalam
renegosiasi.
penandatanganan amendemen kontrak
untuk Newmont bisa dilakukan bulan ini.
Hanya saja, penyusunan draf kontrak
diakuinya memang membutuhkan kehatihatian sehingga bisa memakan waktu
cukup lama. Kalimatnya kan harus tepat.
Itu yang lama. Secara prinsip sudah oke.
Meskipun begitu, Hidayat mengungkapkan masih ada beberapa pasal dalam
amendemen kontrak Newmont yang
harus dibahas lebih lanjut. Dia berharap
seluruh pasal tersebut, termasuk bahasa
hukumnya segera rampung.
Adapun penandatanganan amendemen
kontrak Newmont ditargetkan dilakukan
April lalu yang akhirnya terus diundur
hingga sekarang.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral
dan Batu bara Kementerian ESDM Bambang
Gatot Ariyono mengatakan amendemen
kontrak KK memang jauh lebih sulit dibandingkan dengan amendemen kontrak
untuk pemegang lisensi Perjanjian Karya
Pengusahaan Pertambangan Batu bara

(PKP2B). Sulit. Masalah keuangan saja


belum setuju, ujarnya.
Dia mengungkapkan salah satu kendala
yang terjadi adalah masalah pajak. Kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB)
masih ditolak oleh sebagian besar pengusaha. Apalagi mengingat luas wilayah
yang akan dikurangi.
Menurut Bambang, para pengusaha tersebut meminta agar kewajiban keuangan
tersebut menggunakan sistem pajak nail
down atau pajak yang berlaku tetap selama masa kontrak. Dia menilai hal
tersebut wajar jika dikaitkan dengan kepastian investasi.
Namanya investasi tambang ya wajar
lah. Kalau dibuka prevailing [menyesuaikan
dengan perubahan peraturan perpajakan]
kan dia mau enggak mau harus ikut.

FREEPORT
Dalam perkembangan lain, PT Freeport
Indonesia telah mengajukan permohonan
perpanjangan penundaan kewajiban letter
of credit (L/C) untuk kegiatan ekspor
dan masih menunggu hasil review dari
pemerintah.
Adapun penangguhan L/C yang sudah
dikantongi sebelumnya hanya berlaku
hingga Juli 2015. Artinya, Freeport Indonesia baru boleh melakukan ekspor asalkan menggunakan L/C.
Juru Bicara Freeport Indonesia Riza
Pratama mengatakan pihaknya masih
menunggu keputusan dari pemerintah.
Dia juga menjelaskan, Freeport Indonesia
sebetulnya tidak memiliki kewajiban

untuk menggunakan L/C.


Dalam KK [Kontrak Karya], diatur bah
wa PTFI atau pembelinya tidak wajib
menggunakan L/C, katanya, Selasa (4/8).
Meskipun begitu, Riza menyatakan
Freeport Indonesia siap mengikuti aturan tersebut dengan terus melakukan penyesuaian bersama para pembelinya di luar
negeri. Beberapa pembeli sedang dalam
proses perubahan L/C ke dalam negeri.
Jika perpanjangan penundaan kewajiban
L/C tersebut tidak juga didapatkan Freeport Indonesia, maka arus ekspornya terancam terganggu. Padahal, awal bulan ini,
pasca mendapat perpanjangan izin ekspor
konsentrat, rencananya akan ada pengapalan ke luar negeri.
Adapun dalam perpanjangan izin ekspor yang dikeluarkan akhir bulan lalu tersebut, pemerintah memberi kuota ekspor
konsentrat tembaga sebanyak 775.000 ton
untuk enam bulan ke depan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara
Kementerian ESDM Bambag Gatot Ariyono
mengatakan kuota tersebut sesuai dengan
permohonan yang diajukan Freeport.
Jumlahnya jauh lebih banyak dari kuota
ekspor yang diberikan sebelumnya.
Pada periode 26 Januari 2015-25 Juli 2015,
Freeport mendapatkan jatah ekspor sebanyak
580.000 ton konsentrat. Enam bulan sebelumnya jatah yang diberikan lebih banyak,
yakni mencapai 756.000 ton konsentrat.
Kewajiban L/C ini muncul setelah
Kementerian Perdagangan mengeluarkan
Peraturan Menteri Perdagangan No. 4
/2015 yang berlaku per 1 April 2015.

AGRIBISNIS

28

BUDI DAYA

15 PRODUSEN DOC SAMPAIKAN LAPORAN


JAKARTA Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
(PKH) Kementerian Pertanian
menyatakan seluruh produsen
DOC telah melaporkan jumlah
DOC mereka selama lima tahun
terakhir, menyusul instruksi
Ditjen PKH kepada produsen
ayam usia sehari (day old chick
/DOC).
Menurut Direktur Kesehatan
Hewan Ditjen PKH Abu Bakat,
laporan seluruh produsen DOC
itu akan diverifikasi oleh lembaga verifikasi SAI Global untuk
dipastikan berapa jumlahnya.

"Seluruhnya 15 perusahaan
itu sudah melaporkan berapa
kuantitas yang mereka miliki.
Kemudian nanti kami undang
principle-nya untuk presentasi
pola perhitungan yang benar, "
jelas Abu, Senin (3/8).
Ditjen PKH telah meminta
produsen untuk menyerahkan
hasil perhitungan internal
yang akan diverifikasi guna
menentukan jumlah setiap
struktur ternak ayam dimiliki
perusahaan sehingga jumlah
DOC dalam negeri dapat
terkendali. (Bisnis/daz)

LK DIMINTA DUKUNG PEMEGANG


SERTIFIKAT SVLK
JAKARTA Lembaga keuangan diminta tidak ragu
mengucurkan pembiayaan kepada industri dan petani kayu
rakyat yang telah memperoleh
sertifikat Sistem Verifikasi
Legalitas kayu (SVLK),
karena pemegang sertifikat
SVLK terjamin memiliki tata
kelola usaha yang baik dan
mendorong industri terkait.
Staf Ahli Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Bidang
ekonomi Sumber Daya Alam
Agus Justianto di Jakarta,

Selasa menyatakan pelaku


usaha pemegang sertifikat
SVLK telah memenuhi semua
perizinan dan kewajibannya.
Kayu dan produk kayu yang
dihasilkan pun bersumber
legal dan bisa ditelusuri asal
usulnya. Jadi pasti unit usaha
yang ber-SVLK relatif lebih
sehat dan diharapkan dapat
mengembalikan kredit sesuai
ketentuan," kata Agus dalam
Business Investment Forum
IKM Furnitur dan Hutan Rakyat,
Rabu (4/8). (Antara)

Rabu, 5 Agustus 2015

PEMERINTAH AKAN UBAH PERSYARATAN


IMPORTASI JAGUNG
JAKARTA Kementerian
Pertanian (Kementan) menyatakan akan merevisi Surat
Keputusan (SK) Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan Ditjen Peternakan dan
Kesehatan Hewan (PKH) Kementan yang mengatur tentang
bahan pakan impor.
Dirjen PKH Muladno menegaskan, Senin (3/8), akan
menghapus persyaratan
pelampiran bukti bill of lading
yang tercantum pada SK Dirjen
Bina Produksi Peternakan

 STOK BERAS AMAN

No. 63/DJBPP/Deptan/2002
tentang Prosedur Tetap
Permohonan Surat Keterangan
Bahan Baku Pakan Impor.
Jika poin tersebut dihapus,
pelaku usaha yang ingin
mengajukan rekomendasi
impor jagung sebagai bahan
pakan ternak tidak perlu lagi
melakukan kontrak dengan
pihak pengekspor sebelum
mendapatkan rekomendasi
dari Kementan seperti yang
berlangsung sedikitnya 12 tahun terakhir. (Bisnis/daz)

 PENGEMBANGAN FOOD ESTATE

Pemerintah Harus
Maksimalkan
Merauke

Petani memanen
padi pada sebuah lahan
persawahan di Tangerang,
Banten, belum lama ini.
Pemerintah mengimbau
masyarakat untuk tidak
panik dengan isu defisit
pangan yang disebabkan
El Nino, dan memastikan
Indonesia masih akan
surplus beras kendati El
Nino berisiko menurunkan
produksi tahun ini.
Bisnis/Rahmatullah

 PEMBERANTASAN ILLEGAL FISHING

Persetujuan Muat Bersifat Sementara


JAKARTA Kementerian Kelautan dan
Perikanan memastikan aturan mengenai
penyertaan Surat Persetujuan Muat dalam
dokumen ekspor hanya bersifat sementara.
Farodlilah Muqoddam
farodlilah.muqoddam@bisnis.com

Surat Persetujuan Muat (SPM)


merupakan aturan yang diterapkan oleh Badan Karantina
Ikan, Pengendalian Mutu dan
Keamanan Hasil Perikanan
(BKIPM) KKP. Tanpa SPM, bea
cukai tidak dapat menerbitkan
surat pemberitahuan ekspor barang.
Direktur Jenderal Pengolahan
dan Pemasaran Hasil Perikanan
KKP Saut P. Hutagalung mengatakan tujuan utama penerapan
aturan tersebut adalah untuk
memastikan ikan yang diekspor

 Aturan bisa dicabut


jika seluruh produk
ikan bersih bisa dipastikan bebas dari praktik
illegal fishing.

bukan merupakan hasil praktik


penangkapan ikan secara ilegal
alias illegal fishing.
Aturan tersebut berfungsi sebagai penguat serangkaian kebijakan yang diambil oleh KKP
dalam rangka memberantas
illegal fishing. Oleh karena itu,
ketika seluruh upaya penertiban
yang dilakukan KKP telah menemui titik terang, aturan SPM
dapat dicabut.
Suatu saat bisa dicabut jika
sudah dipastikan seluruh produk
ikan bersih dari praktik illegal
fishing, ujarnya kepada Bisnis,
Selasa (4/8).
Saut mengakui pemberlakuan
kembali SPM yang dimulai
pada Juli 2015 telah membuat
sejumlah eksportir ikan gusar.
Pasalnya, aturan ini dinilai akan
memperpanjang rantai birokrasi
dalam prosedur ekspor sehingga
dikhawatirkan akan meng-

hambat kinerja ekspor.


Terkait dengan hal ini, Saut
telah meminta Badan Karantina
untuk memberikan petunjuk
teknis yang lebih rinci untuk memastikan seluruh pelaku industri
memahami aturan tersebut. Di
antara poin yang perlu dijelaskan,
lanjutnya, adalah pembatasan
produk perikanan yang wajib
mencantumkan SPM.
Menurut Saut, SPM hanya dibutuhkan bagi ekspor produk
perikanan tangkap. Sebaliknya,
SPM tidak diperlukan bagi ekspor produk perikanan budi daya,
karena tidak ada kemungkinan
praktik illegal fishing dalam perikanan budi daya. Perikanan
budi daya harusnya tidak, katanya.

SOSIALISASI TEKNIS
Selain itu, menurut Saut, Badan
Karantina juga perlu melakukan
sosialisasi secara teknis mengenai
aturan tersebut kepada para pelaku industri di sentra-sentra
ekspor ikan seperti Jawa Timur,
Jawa Barat, Kalimantan Timur,
dan Sumatra Utara.
Badan Karantina juga diminta
memastikan agar tidak ada
oknum yang memanfaatkan
aturan tersebut untuk mencatut

biaya dalam proses penerbitan


SPM.
Sejauh ini, lanjutnya, KKP telah
menerima keluhan dari sejumlah
eksportir mengenai kekhawatiran
proses birokrasi yang berbelitbelit dalam proses ekspor. Rantai
birokrasi yang semakin panjang
akan mengurangi daya saing eksportir, di tengah upaya untuk
menaikkan nilai dan volume
ekspor ikan Indonesia. Namun
demikian, hingga ini Saut belum
menerima keluhan pengusaha
mengenai tambahan biaya dalam
mengurus SPM.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran
Produk Perikanan Indonesia
(AP5I) Thomas Darmawan mengatakan aturan mengenai SPM
yang termuat dalam Surat Edaran
BKIPM KKP No.394/2015 tersebut dinilai akan menyulitkan
para pelaku usaha.
Pasalnya, Badan Karantina
telah mewajibkan penyertaan
Surat Kesehatan Ikan (health certificate) dalam setiap produk perikanan yang akan diekspor.
Salah satu poin utama yang
dikeluhkan adalah terkait bertambahnya proses administrasi
yang harus dilalui dalam meng-

urus dokumen ekspor. SPM


hanya berlaku untuk satu kali
pemuatan produk perikanan,
dan hanya dapat digunakan
sebagai kelengkapan dokumen
pengeluaran produk perikanan
paling lambat tiga hari sejak
diterbitkan.
Rantai birokrasi yang panjang
berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman barang. Sebab, proses pengiriman barang
dilakukan pada hari tertentu saat
kapal pengirim datang. Bahkan,
kontainer yang berisi produk perikanan beku harus menggunakan
kapal khusus yang hanya ada
pada waktu tertentu pula.
SPM dan health certificate
lebih baik disatukan, ujarnya.
Dalam perkembangan lain
KKP kembali menangkap kapal
ilegal di wilayah perairan Anambas, Kepulauan Riau.
Keenam kapal berbendera
Vietnam tersebut tertangkap tangan saat sedang menguras ikan
di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) yang
merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia. Mereka ditangkap
karena tidak memiliki dokumen
perizinan kegiatan penangkapan
ikan di wilayah RI.

 PENANGANAN KEBAKARAN LAHAN & HUTAN

Menanti Kekompakan Asean Memerangi Kabut Asap


Farodlilah Muqoddam
farodlilah.muqoddam@bisnis.com

abut asap yang menyebar hingga ke


negara tetangga tak
hanya berdampak
pada aspek kesehatan dan ekonomi, namun juga berpotensi
mengganggu hubungan
diplomatik antarnegara.
Menteri Lingkungan Hidup
dan Kehutanan Siti Nurbaya
mengaku cemas selama penyelenggaraan SEA Games di Singapura pada 5-16 Juni 2015.
Bisa dikatakan saya tidak
bisa tidur. Deg-degan terus kalau sampai terjadi kabut asap,
ujarnya saat memberikan
sambutan dalam pertemuan
lima menteri bidang lingkungan
hidup di Jakarta, Selasa (28/7).
Indonesia telah lama dikenal
sebagai pengekspor asap ke
negara tetangga. Asap hasil
kebakaran lahan dan hutan dari
Kalimantan dan Sumatra berembus hingga ke Singapura dan
Malaysia, sehingga melumpuhkan
aktivitas ekonomi di kedua negara
yang berbatasan langsung dengan
Indonesia tersebut.
Para pemimpin Indonesia
sejak masa Susilo Bambang Yu-

dhoyono hingga Joko Widodo


telah berkali-kali meminta maaf
atas kiriman asap tersebut.
Berbagai upaya pun telah
dilakukan, mulai pelarangan
pembakaran hutan untuk
pembukaan lahan pertanian dan
perkebunan, hingga modifikasi
cuaca untuk menurunkan hujan.
Segala upaya tersebut rupanya
dinilai belum cukup, karena
risiko kebakaran masih tetap
mengintai, terutama di musim
kemarau panjang seperti saat ini.
Asean Specialised
Meteorological Center (ASMC)
memperkirakan musim kemarau
di seluruh wilayah Asean pada
paruh kedua tahun ini akan
lebih panjang dan lebih panas
dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya. Salah satu
penyebabnya adalah gelombang
panas El Nino pada Juli hingga
November.
Malaysia dan Singapura,
sebagai dua negara yang merasa
paling terdampak oleh bencana
kabut asap, telah menjalin kerja
sama untuk mencegah dan
menangani bencana tersebut.
Bersama Indonesia, kedua
negara serumpun tersebut saling
bahu-membahu melakukan koordinasi, pemantauan, pelatihan,

serta menginisiasi sejumlah


inisiatif di lapangan untuk
mencegah kebakaran.
Dalam ruang lingkup yang
lebih besar, Brunei Darussalam
dan Thailand juga bergabung
untuk bekerja bersama
memerangi polusi asap hasil
kebakaran lahan.
Kelima negara di Asia
Tenggara belahan selatan
tersebut bersepakat mendirikan
Pusat Koordinasi Penanganan
Polusi Asap Lintas Batas Asean
(Asean Coordinating Centre on
Transboundary Haze Pollution
Control (ACC THP). Indonesia
dipilih sebagai ketua, didampingi
Malaysia sebagai wakil ketua.

STRATEGI
Sebagai ketua, Indonesia
telah mempersiapkan sejumlah
strategi yang akan diimplementasikan sesuai jadwal
yang ditetapkan. Siti Nurbaya
menjelaskan secara garis besar
sejumlah langkah yang akan
diambil meliputi pemetaan
sumber kebakaran, penguatan kapasitas institusi dan
masyarakat lokal di sekitar
kawasan hutan, penegakan
hukum, serta pemantauan titik
panas (hotspot) guna meng-

antisipasi risiko kebakaran.


Terkait dengan pemetaan
sumber kebakaran, fokus utama
adalah lahan gambut. Di antara
wilayah yang menjadi perhatian
adalah Riau, Jambi, Kalimantan
Barat, dan Kalimantan Tengah.
Di antara upaya yang
dilakukan adalah pembuatan
bendungan di lahan gambut
untuk mencegah kandungan
air di dalam tanah mengalir
keluar sehingga menyebabkan
lahan gambut kering dan rentan
terbakar.
Karena lahan gambut kan
bahaya sekali, begitu terjadi
kebakaran akan sangat sulit
dipadamkan, ujarnya.
Di sisi lain, Thailand sebagai
negara anggota yang tidak
terlalu terdampak kabut asap
asal Indonesia juga telah mengusulkan Peta Jalan Asean Bebas
Asap 2020. Proposal tersebut
mengadopsi strategi yang telah
dilakukan oleh pemerintah
Thailand untuk menangani dan
mencegah kebakaran lahan di
wilayah utara Sungai Mekong.
Namun rupanya Singapura
merasa tidak cukup dengan
rancangan yang diajukan
oleh Thailand, juga belum
puas dengan upaya yang telah

dilakukan oleh pemerintah


Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup
Singapura Vivian Balakrishnan
menilai negara-negara di Asean
seharusnya bergerak lebih cepat
dalam menangani bencana asap.
Tidak perlu menunggu
sampai 2020. Kami ingin bebas
asap sekarang juga, ujarnya.
Singapura, lanjutnya, telah
menyiapkan sistem pencegahan
kebakaran lahan yang akurat dan
efektif. Sayangnya, sistem tersebut
belum dapat bekerja karena
belum mendapatkan pasokan
data penggunaan lahan dan
area konsesi dari setiap negara
anggota. Malaysia, Indonesia,
dan Brunei Darussalam bahkan
secara tegas menolak memberikan
seluruh data secara terbuka,
karena ada sejumlah aturan
hukum yang mengikat terkait
kerahasiaan data.
Pada akhirnya, komitmen
setiap negara untuk
menyelesaikan persoalan
kebakaran lahan dan hutan
sangat dibutuhkan. Perdebatan
mengenai perbedaan strategi
antarnegara perlu secepatnya
diselesaikan, agar kerja sama
memerangi bencana asap dapat
segera dimulai.

JAKARTA Kementerian Pertanian dinilai harus dapat membuktikan


keberhasilan program
pencetakan sawah atau
yang biasa disebut food
estate yang saat ini
tengah dikembangkan di
Merauke, Papua.
Pasalnya, Ketua Asosiasi
Bank Benih Tani Indonesia
(AB2TI) Dwi Andreas
Santosa menyampaikan
dalam sejarah panjang
implementasi program
food estate, Kementerian
Pertanian belum pernah mencatatkan keberhasilan.
Kita tidak lupa saat
beberapa waktu lalu
pemerintah juga membangun beberapa food
estate di Ketapang dan
Bulungan dengan biaya
yang tidak sedikit. Keduanya saat ini terbengkalai dan bahkan menjadi
padang alang-alang, jelas
Andreas dalam satu diskusi
di Jakarta baru-baru ini.
Andreas mengisahkan
pemerintah pernah berencana membangun proyek
lahan gambut 1 juta hektare (ha) di Kalimantan
Tengah pada 1997 lalu.
Saat itu, dengan rata-rata
impor beras per tahun
saat itu sebesar 2 juta ton
dan produktivitas 2 ton
beras per ha, proyek ini
sempat menjadi tumpuan
harapan untuk setop dari
ketergantungan impor.
Tak setengah-setengah,
untuk
menjalankan
proyek tersebut pemerintah
menggelontorkan Rp3
triliun. Sayangnya, proyek tersebut terhenti
dan bahkan pemerintah
kembali mengalokasikan

Rp3 triliun untuk merehabilitasi lahannya.


Hingga setahun kemudian yaitu tahun 1998
yang berhasil dikembangkan hanya 31.000
hektare dengan transmigran sebanyak 13.500
kepala keluarga. Berbarengan dengan itu, 56
juta meter kubik kayu lenyap, kata Andreas yang
juga merupakan Guru
Besar IPB.
Selain itu, ada pula
proyek fooed estate yang
dikembangkan di Ketapang, Kalimantan Barat
dan Bulungan, Kalimantan
Timur yang masingmasing direncanakan seluas 100.000 ha.
Yang di Ketapang ini
rencananya 100.000 hektare tapi riilnya hanya
100 hektare dan akhirnya sekarang tidak dikembangkan. Yang di
Bulungan juga 100.000
hektare, lalu jadi 50.000
hektare, lalu turun lagi
1000 hektare. Kalau sekarang dilihat di sana itu
tumbuh alang-alang, terangnya.
Seperti diketahui, Kementan kini tengah mengembangkan program
food estate di Merauke
pada lahan seluas 1 juta
hektare yang dikelola baik
oleh pemerintah maupun
swasta.
Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian
(Balitbangtan)
Muhammad Syakir sebelumnya menyampaikan
produksi di wilayah tersebut akan digunakan terutama untuk memenuhi
pangan masyarakat wilayah timur. (Dara Aziliya)

 PENGEMBANGAN PERKEBUNAN

Jabar Segera
Atur Tata Guna
Lahan Tembakau
BANDUNG Dinas
Perkebunan Jawa Barat
mulai menyusun draf
awal perumusan bahan
kebijakan penetapan dan
pengawasan tata guna
lahan tembakau bersama
16 kabupaten/kota di kawasan itu.
Kepala Dinas Perkebunan Jabar Arief Santosa
mengatakan pelaksanaan
pembahasan itu karena
kondisi existing lahan
tembakau saat ini terjadi
peningkatan namun berbanding terbalik dengan
kebijakan yang membatasi
penambahan areal tembakau.
Oleh karena itu perlu
adanya peraturan yang
mengatur mengenai penetapan dan pengawasan tata
guna lahan tembakau,
katanya, Selasa (4/8).
Menurutnya, mulai dari
pembahasan awal lahan
tembakau di Jabar hampir
tidak terjadi alih fungsi atau
konversi menjadi penggunaan lahan untuk komoditas yang lain, sehingga
dari sisi lahan tembakau
tidak mengalami masalah.
Dia menjelaskan yang
terjadi justru adanya
lahan tembakau yang tidak permanen yang merupakan konversi dari budi
daya lain menjadi budi
daya tembakau.
Sehingga lahan tembakau menjadi bertambah
pada musim itu.
Pihaknya menekankan
ke depan pengembangan
perkebunan terutama tem-

bakau harus berdasarkan


pada rencana tata ruang
dan wilayah (RTRW).
Hal ini menjadi penting
karena produksi tembakau
sangat menjanjikan dengan luas lahan mencapai
8.670 hektare (ha) di 2010
dengan produksi 7.498
ton, meningkat 30,40%
dari tahun 2006 yang
hanya 5.748 ha.
Sementara itu produktivitasnya sendiri adalah
0,865 ton/ha. Selain itu
dengan tumbuh pesatnya industri rokok yang
menyumbang
tenaga
kerja 15.000 orang di
luar kegiatan penunjang
lainnya menjadikan tembakau menjadi komoditas
yang menjanjikan.
Rencananya
bahan
perumusan ini akan
menjadi masukan bagi
pembentukan peraturan
daerah tentang penetapan
dan pengawasan tata guna
lahan tanaman tembakau.
Rencana di dalam perda
tersebut juga akan mengatur penguasaan.
Penggunaan dan pemanfaatan lahan untuk
tanaman tembakau sesuai
dengan RTRW, katanya.
Kepala Seksi Penataan
Lahan Perkebunan Dinas
Perkebunan Jabar Siti
Purnama menambahkan
dalam mewujudkan penguasaan, penggunaan,
dan pemanfaatan lahan tanaman tembakau agar sesuai dengan arahan fungsi
kawasan dalam RTRW.
(k29/k57)

29

PROPERTI

Rabu, 5 Agustus 2015

PEMKOT BATAM SELEKSI PENGHUNI RUSUN

PILAR

LIPPO FOKUS GARAP KOTA SEKUNDER


TANGERANG Lippo Group
melalui anak usahanya di
bidang ritel PT Matahari
Putra Prima Tbk. dan industri
jasa kesehatan PT Siloam
International Hospitals Tbk.
fokus melebarkan sayap
usaha ke dalam kota-kota
kelas dua.
Chairman Lippo Group
Mochtar Riady menuturkan
kota-kota lapis kedua perlu
mendapatkan perhatian terutama di bidang kesehatan.
Indonesia memiliki sekitar
400 kota/kabupaten, tetapi

pelayanan kesehatan masih


berpusat di Jakarta dan ibu
kota provinsi.
Kami dari awal memang
ingin masuk ke servis industri.
Harapannya agar kesenjangan
pelayanan kota besar dan kota
kecil disamakan, tuturnya,
Selasa (4/8).
Menyesuaikan dengan
strategi perusahaan induk,
PT Matahari Putra Prima Tbk.
yang membawahi merk dagang
Hypermart, Foodmart, dan
Boston berencana melebarkan
sayap ke luar Jawa. (Bisnis/112)

BATAM Pemerintah Kota


Batam, Kepulauan Riau akan
menyeleksi calon penghuni rumah susun Top 100 Batu Aji
karena jumlah peminatnya lebih
banyak dari total kapasitas satuan rusun yang tersedia.
Itu nanti kami seleksi
lagi, karena peminatnya
membeludak, kata Kepala
Dinas Tata Kota Gintoyono
Batong, Selasa (4/8).
Pemerintah menetapkan
syarat bagi calon penghuni
Rusun Top 100 Batu Aji, yaitu
harus penduduk yang memiliki

Bisnis/Rahmatullah

Prediksi Penjualan Properti: Deretan rumah dalam proses


pembangunan di Tangerang Selatan, Banten, belum lama ini. Penjualan
properti dengan harga di kisaran Rp500 juta ke bawah diprediksi tetap
melaju kencang meski kondisi perekonomian masih melambat.

KTP Batam, tidak memiliki


rumah, masuk kategori
masyarakat berpenghasilan
rendah dengan gaji per bulan di
bawah Rp3 juta dan sudah berumah tangga.
Khusus yang di Top 100
harus berumah tangga. Saya
tidak mau bujangan, kalau bujangan ribut. Nanti buat tempat
simpanan pulak, kata dia.
Lebih dari sekadar berkeluarga, pemkot juga membatasi
jumlah anak dalam keluarga itu,
maksimal dua dengan usia di
bawah 10 tahun. (Antara)

PENDAPATAN 2015

Pengembang Optimistis Target Tercapai


JAKARTA Sejumlah pengembang tetap optimistis
meraih target pendapatan penjualan pada tahun ini
dengan melancarkan beragam teknik pemasaran.
Mereka berharap strategi tersebut dapat menaikkan
gairah pasar yang lesu di tengah pelemahan ekonomi nasional.
Hafiyyan
redaksi@bisnis.co.id

Paramount Enterprise International,


misalnya, pada semester I/2015 hanya mencatatkan pemasukan Rp1
triliun atau baru sepertiga dari target
penjualan tahun ini sebesar Rp3
triliun.
Untuk memacu penjualan, mulai akhir Juli 2015 perusahaan berencana membuat galeri pemasaran
berkonsep ritel dengan nama Supermarket Properti.

Paramount Enterprise
menargetkan penjualan
tahun ini sebesar Rp3
triliun.
PT Sutera Agung Properti menargetkan prapenjualan sebesar Rp1,2
triliun.

Supermarket Properti menyajikan


seluruh produk Paramount, seperti
rumah, kaveling tanah, rumah bandar, ruko, kantor, SOHO (small office
home office), apartemen, properti
terpadu (mixed use development),
dan ritel komersial.
Rencananya kami akan mulai di
Paramount Plaza Serpong pada akhir
Juli. Tahun ini perusahaan akan
membuka sekitar 25 gerai, tutur
Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International Ervan Adi Nugroho, belum lama ini.
Satu gerai Supermarket Properti
ukuran standar membutuhkan investasi Rp800 juta hingga Rp1 miliar. Sementara untuk gerai dengan
ukuran lebih besar perusahaan
perlu merogoh kocek sekitar Rp1,5
miliar.
Setiap supermarket memiliki
sekitar lima petugas penjualan yang
membantu menjelaskan produk
sesuai dengan kebutuhan dan ang-

Membuat galeri pemasaran


berkonsep ritel

Publikasi secara massal


melalui brosur, spanduk, atau
media online.

Promosi dari mulut ke mulut.

STRATEGI EFEKTIF

Menawarkan skema cicilan


yang fleksibel
BISNIS/HUSIN PARAPAT

Sumber: Dari berbagai sumber, diolah

garan konsumen. Bangunan gerai


juga dilengkapi fasilitas Internet
yang menyediakan data bank mitra
perusahaan, daftar produk yang ditawarkan, serta perubahan harga,
dan nilai investasi.
Sudah saatnya kami menjemput
bola dengan hadir di lokasi-lokasi
yang strategis. Calon konsumen tentunya dimudahkan dalam memilih
dan membeli rumah atau produk
properti lainnya. Di tengah kondisi
sulit seperti ini, kami berharap bisa
mencetak penjualan lebih baik,
ungkap Ervan.
Corporate Secretary Paramount

EKSPANSI BISNIS

Sinarmas Sasar Luar Jawa


TANGERANG Sinarmas Land berencana melakukan ekspansi proyek properti
di luar Pualu Jawa meliputi Batam, Palembang, Samarinda, dan Makassar pada
akhir tahun ini.
Chief Executive Officer Strategic Development & Services Sinarmas L and Ishak
Chandra mengatakan proyek yang akan
diperkenalkan kepada publik dalam waktu
dekat adalah properti terpadu di Batam.
Itu proyek besar, kami perkenalkan
Desember [2015] nanti, ujarnya selepas
peresmian gedung Indonesia Convention
Exhibition (ICE), Selasa (4/8).
Luas lahan yang akan digunakan untuk
proyek tersebut, menurut Ishak, mencapai
228 hektare. Di lokasi itu, Sinarmas telah
membangun resor golf bernama Palm
Spring Golf Batam. Namun, perusahaan
yang tercatat di bursa saham Singapura
itu akan membangun ulang resor tersebut.
Untuk membangun proyek di Batam,
Sinarmas akan menggandeng beberapa
mitra. Akan banyak joint venture, tapi tergantung proyeknya yang mana, ujarnya.
Ishak menyebutkan perusahaan tengah
menyusun masterplan pengembangan
proyek yang diestimasi memakan waktu
hingga sepuluh tahun. Oleh karena itu,
dia belum bisa membeberkan dana investasi yang dibutuhkan untuk proyek itu.
Kendati demikian, dia memperkirakan
untuk biaya konstruksi saja, perusahaan
mungkin akan merogoh dana Rp3
triliunRp4 triliun.
Lokasi Batam yang dekat dengan Singa-

Sementara itu, kendati pasar properti dianggap sedang lesu, PT Sutera


Agung Properti tetap menargetkan
pendapatan prapenjualan sebesar
Rp1,2 triliun tahun ini melalui dua
proyek hunian vertikal di kawasan
Alam Sutera, Serpong, Tangerang.
Marketing Director Sutera Agung
Properti Boy Noviyandi menuturkan
pemasukan tersebut berasal dari
apartemen Saumata sebesar Rp700
miliar dan Saumata Suites Rp500
miliar. Adapun kedua hunian vertikal
tersebut menyasar segmen atas
dengan harga sekitar Rp30 juta/m2.

Strategi Pengembang
dalam Memacu Penjualan

pura membuat Sinarmas mengincar warga


Negeri Singa itu sebagai target pasar. Selain
itu, perusahaan juga membidik masyarakat kelas menengah di Batam. Orang
Singapura itu senang tinggal di Batam, its
a bonus [untuk penjualan]. Apalagi kalau
asing boleh memiliki properti, ujarnya.
Selain Batam, Sinarmas juga berencana
mengembangkan proyek hunian di Palembang, Samarinda, dan Makassar. Namun,
dia belum bisa memastikan apakah proyek
itu bisa diperkenalkan tahun ini atau diundur ke 2016. Kami lagi cari momen,
market sekarang enggak favorable. Kami
masih tumbuh, tapi enggak sebesar dua
tahun lalu.
Di sisi lain, Sinarmas berencana mengerjakan pembangunan tahap kedua
kompleks ICE.
Ishak menuturkan perusahaan akan
membangun dua hotel, perkantoran, dan
tambahan ruang pameran. Investasi lebih
kecil dari tahap pertama, kami akan lihat
nanti di tahun kedua atau ketiga [setelah
operasional tahap pertama], ujarnya.
Sinarmas melalui PT Bumi Serpong
Damai Tbk. menguasai 49% kepemilikan
gedung ICE, sisanya dimiliki oleh Grup
Kompas.
Saat ini, dari total luas areal ICE sebesar
220.000 meter persegi, luas area yang
telah dibangun mencapai 117.000 meter
persegi. Luas areal tersebut digunakan
untuk sepuluh hall seluas 50.000 meter
persegi. Luas yang sama digunakan untuk
area luar ruang. (Rivki Maulana)

Enterprise International Esther Yuanita menambahkan keberadaan Supermarket Properti akan memperkuat
pendapatan perusahaan dari penjualan harian. Pasalnya, setiap hari
selalu ada orang yang ingin membeli
properti, baik untuk dirinya sendiri
ataupun keluarganya.
Esther berpendapat strategi penjualan properti dapat meniru produkproduk lainnya, seperti telepon
genggam dan otomotif. Artinya,
barang selalu tersedia di pertokoan
pada lokasi-lokasi yang ramai sehingga lebih mudah diakses calon
pembeli.

Untuk mendorong pencapaian


target penjualan, lanjut Boy, perusahaan menerapkan strategi pemasaran
yang lebih efektif daripada publikasi
secara massal melalui brosur, spanduk, atau media online, yakni dengan
promosi dari mulut ke mulut.
Salah satu cara yang dilakukan
ialah dengan mengundang beberapa
komunitas ibu-ibu arisan ke galeri
pemasaran Saumata untuk belajar
memasak bersama sejumlah chef
terkenal.
Daripada mereka membayar tempat untuk nongkrong, kami sediakan
tempat gratis berikut dengan edukasi
dan hiburan memasak dari koki
ternama, ujarnya.
Beda segmentasi, berbeda juga
strategi. Megakarya Propertindo
Group yang menyasar segmen me-

nengah menawarkan produknya


apartemen Bintaro Pavilion di Jakarta
Selatan dengan trik cicilan suka-suka
dan hadiah langsung.
Karena kami menyasar segmen
menengah dengan pendapatan
belum terlalu mapan, kami memberikan kemudahan cicilan pembayaran suka-suka mulai Agustus
2015. Estimasinya, mereka bisa menyisihkan Rp3 juta per bulan dari
gajinya untuk membayar unit yang
dibeli, tutur Direktur Keuangan
Megakarya Ridwan Rokiyanto.
Perusahaan, sambungnya, hanya
memberikan batas pelunasan selama
tiga tahun. Nantinya, konsumen
yang menentukan berapa jumlah
cicilan per bulan. Selain itu, pihaknya
bersedia membantu bila pembeli
ingin mengubah cara pembayaran
melalui sistem kredit pemilikan
apartemen (KPA) di perbankan.
Peluncuran skema cicilan yang
fleksibel juga menjadi strategi perusahaan menjaring pembeli dengan
motif investasi. Pasalnya, mayoritas
segmen tersebut memilih memegang
uang tunai selama periode pelemahan
ekonomi secara nasional.
Dengan pelemahan ekonomi, penurunan nilai rupiah atas dolar, orang
lebih memilih menyimpan uang
tunai daripada investasi. Padahal,
berinvestasi di sektor properti jauh
lebih menguntungkan dibandingkan
dengan menaruh uang di bank,
tandasnya.

PROYEK RUMAH SUSUN

Bisnis/Rachman

Pelajar melintas di depan rumah susun di Bandung, Jawa Barat,


beberapa waktu lalu. Investor asal China yakni Beijing Set Force Technology
Development Co. Ltd. dan China Railway Engineering Design Institute Co. Ltd.

LAHAN PEMAKAMAN

siap menggandeng Perum Perumnas untuk membangun beberapa proyek


rumah susun sederhana milik atau rusunami.

SURVEI BI

Semarang Minta Pengembang Taati Aturan Pertumbuhan di Sulsel


SEMARANG Dinas Tata Kota
dan Perumahan Kota Semarang
meminta pengembang di Ibu Kota
Jawa Tengah itu mematuhi aturan
yakni menyediakan lahan 20%
dari total lahan yang dikuasai
untuk digunakan sebagai fasilitas
umum dan fasilitas sosial.
Pasalnya, Pemkot Semarang
memprediksi akan terjadi krisis
area tempat pemakaman umum
(TPU) dalam kurun empat tahun
mendatang seiring dengan menyempitnya lahan di kota tersebut.
Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang Agus
Riyanto mengatakan pihaknya terus mengupayakan penambahan
jumlah dan luasan TPU baru.
Untuk itu, dinas mengupayakan
agar para pengembang perumahan mematuhi aturan, yakni menyediakan lahan 20% sebagai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas
sosial (fasos). Dari total lahan
tersebut, sekitar 2% mestinya
wajib digunakan sebagai TPU.
Dan ini cukup efektif karena
pengembang merespons positif.

BSB [Bukit Semarang Baru] bahkan sudah menyediakan 20 ha


dari lahan yang mereka kembangkan khusus untuk TPU dan
akan diserahkan ke pemkot,
imbuhnya melalui siaran pers,
Selasa (4/8).
Selain itu, menurutnya, Graha
Padma juga akan menyerahkan
dua hektare lahan milik pengembang itu di kawasan Kecamatan
Tugu juga khusus untuk areal
pemakaman
Pihaknya juga akan mengajak serta para pengembang kecil
untuk bersama-sama membeli
lahan guna membuat TPU. Dengan demikian, kewajiban mereka memberikan 20% lahan
untuk fasum/fasos tetap dapat
terpenuhi, meski secara kolektif.
Agus juga meminta agar para
pengembang kecil bersama-sama
membeli lahan untuk TPU di
satu tempat sehingga fasum/fasos
tidak terpisah-pisah.
Kan ada pengembang kecil
yang hanya mengembangkan lahan di bawah satu hektare sehing-

ga fasum/fasosnya juga kecil. Jika


demikian, ada baiknya mereka
bersatu sesama pengembang kecil
lainnya untuk menyediakan area
pemakaman, paparnya.
Dinas Tata Kota dan Perumahan
Kota Semarang mengungkapkan
setiap tahun rata-rata terdapat 5.000
warga di kota itu meninggal dunia
dan butuh tempat pemakaman.
Lahan yang semakin menyempit
membuat Semarang akan dilanda
krisis lahan pemakaman.
Pihaknya memprediksi dalam
kurun empat tahun ke depan,
area TPU yang dikelola Pemkot
Semarang tidak dapat menampung
lagi warga yang meninggal.
Setiap tahun jumlah warga
yang meninggal terus bertambah.
Pada 2013 [warga meninggal]
jumlahnya 4.628 jiwa, 2014 ada
5.867 jiwa, dan hingga Juli 2015
lalu jumlah orang meninggal sudah mencapai 3.015 orang, terangnya.
Dari 528 TPU yang ada di Kota
Semarang, papar Agus, hanya
15 yang dikelola oleh pemkot.

Sebanyak tiga TPU besar yakni


Bergota, Trunojoyo, dan TPU
Sompok saat ini sudah sangat penuh. TPU Bergota, misalnya, dengan luas total 30 hektare, tetapi
hanya dua hektare yang dikelola
pemkot, sisanya dikelola oleh
warga sebagai bisnis.
Adapun TPU Trunojoyo memiliki luas 2,5 ha dan TPU Sompok 1,5 ha. Di tiga TPU itu, ratarata per bulan ada 5060 warga
yang meminta anggota keluarga
mereka yang meninggal dimakamkan di sana.
Untuk mengatasi persoalan
padatnya TPU khusus, paparnya, dinas mengarahkan kepada
keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia, untuk
dimakamkan di pemakaman yang
belum padat.
Persoalannya, budaya warga Kota Semarang ingin memakamkan keluarganya di sekitar
keluarga tertua yang lebih dulu
meninggal. Jadinya, tiga TPU itu
makin padat, katanya. (Muhammad
Khamdi)

Melambat

MAKASSAR Industri properti di Sulawesi Selatan cenderung terindikasi masih


mengalami perlambatan yang tercermin
dari pergerakan harga properti residensial
hanya mampu bertumbuh 4,04% pada
kuartal kedua tahun ini.
Indeks harga properti residensial di pasar primer Sulsel pada periode tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kuartal
sebelumnya yang berada pada level 5,05%
secara kuartalan.
Kendati demikian, kata Deputi Kepala
Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan
Sulsel Causa Iman Karana, secara umum
industri properti khususnya untuk segmen
hunian perdana tetap prospektif seiring
dengan permintaan masyarakat yang tetap
terjaga di level positif.
Berdasarkan hasil survei indeks harga
properti residensial (IPHR) pasar primer
yang dilakukan oleh bank sentral, harga
hunian tipe kecil, menengah, dan besar
cenderung relatif stabil kendati secara
kumulatif mengalami perlambatan.
Harga rumah tipe kecil menjadi segmen
yang bertumbuh paling moderat pada level
10% dibandingkan dengan tipe lainnya

dalam jajaran properti residensial primer


atau kelas rumah tapak sederhana, yakni
rumah tipe menengah 0,13% dan rumah
tipe besar sebesar 2,8% secara kuartalan.
Pertumbuhan juga terjadi pada rumah
dengan klasifikasi mewah yang pada
kuartal kedua tahun ini mencatatkan pergerakan harga yang meningkat 4,17%
secara kuartalan, serta rumah tipe menengah 3,48% untuk pasar sekunder.
Permintaan sebenarnya masih kuat,
apalagi potensi bisnis di daerah yang terus
berkembang terlebih kedekatan lokasi
perumahan dengan pelayanan perkotaan.
Ini mendongkrak harga jual juga, kata
Causa kepada Bisnis, Selasa (4/8).
Sementara itu, perlambatan pada properti komersial pada kuartal II/2015 juga
terjadi lantaran performa perhotelan yang
melandai pada periode tersebut.
Hasil survei perkembangan properti
komersial Bank Indonesia menunjukkan
tingkat hunian perhotelan di Sulsel hanya berada pada level 64% lebih rendah
dibandingkan dengan tingkat okupansi
kuartal sebelumnya yang mampu
menembus level 73%. (Amri Nur Rahmat)

30

TRANSPOR TASI & LOGISTIK


APTRINDO DORONG PEMBENTUKAN KOPERASI
pribadi. Dengan membentuk
koperasi di setiap daerah,
menurutnya, pengusaha
angkutan barang dapat
memperoleh kemudahan
seperti insentif dari pemerintah
berupa keringanan pajak dan
biaya bea balik nama.
Pemimpin koperasi yang
profesional juga, ini juga
masalah sisi lain lagi. Jadi
ya memang kita sarankan
berkoperasi itu adalah salah
satu langkah untuk bermusyawarah di dalam membuat
suatu usaha, katanya, Selasa
(4/8). (Bisnis/108)

JAKARTA Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)


mendorong pembentukan
koperasi untuk merangkul pengusaha angkutan barang yang
belum berbadan hukum.
Ketua Umum Aptrindo
Gemilang Tarigan menilai
pengelolaan angkutan umum
harus dilakukan secara
profesional sesuai dengan
Undang-Undang (UU)
No.22/2009 tentang LLAJ.
Dia mengatakan sebanyak
5,6 juta truk yang beredar di
Indonesia masih didominasi
dengan kepemilikan secara

MULTIMODA

BEBAN OPERATOR PENERBANGAN KIAN BERAT


JAKARTA Penurunan
harga minyak mentah dunia
yang mencapai US$50 per
barel dinilai tidak memberikan
dampak yang besar terhadap
industri penerbangan di
Indonesia mengingat pelemahan
rupiah terhadap dolar AS masih
cukup dalam.
Bayu Susanto, Ketua
Indonesia National Air Carriers
Association (INACA) bidang
Penerbangan Berjadwal,
mengatakan harga minyak
memang turun tetapi nilai tukar
rupiah terhadap dolar AS justru
memburuk.

Jadi masih belum bagus


kondisinya karena biaya
maintenance, spare parts,
insurance, training dan lainlain masih dalam dolar AS,
ungkapnya, Selasa (4/8).
INACA melihat pertumbuhan
industri maskapai di Indonesia
masih akan positif hingga akhir
tahun, walaupun rata-ratanya
masih lebih rendah dari tiga
tahun lalu.
Bayu memprediksikan hingga
akhir tahun pertumbuhan
industri ini bisa tumbuh 10%
lebih tinggi ketimbang semester
I tahun ini. (Bisnis/118)

Rabu, 5 Agustus 2015

IZIN USAHA 2 MASKAPAI BAKAL DICABUT


JAKARTAKementerian
Perhubungan mengindikasikan
pencabutan izin usaha
terhadap dua maskapai
nasional yang belum memenuhi
persyaratan kepemilikan
minimal jumlah pesawat yakni
Air Maleo dan Pura Wisata
Baruna.
Direktur Kelaikan Udara dan
Pengoperasian Pesawat Udara
Kemenhub Muzaffar Ismail
mengatakan pemerintah telah
memberikan tenggat waktu
sebulan hingga 31 Juli 2015
bagi kedua maskapai itu untuk
memenuhi persyaratan jumlah

minimal pesawat.
Sepertinya progresnya tidak
terlalu bagus, kemungkinan
akan ada pencabutan izin
usaha terhadap dua maskapai
tersebut, setelah sebelumnya
izin operasional mereka, sudah
kami cabut lebih dulu, ujarnya,
Selasa (4/8).
Menurutnya, maskapai
niaga tidak berjadwal dan
khusus (kargo) harus memiliki
minimal satu pesawat berstatus
milik dan dua pesawat sewa.
Adapun, kelayakan keselamatan
pesawat-pesawat tersebut juga
harus dipenuhi. (Bisnis/rig)

DAMPAK PELEMAHAN EKONOMI

Sedikitnya 800 Unit Kapal Menganggur


JAKARTA-DPP Indonesian National Shipowners
Association mencatat lebih dari 800 unit kapal
terparkir di Sungai Mahakam, Samarinda,
Kalimantan Timur akibat pelemahan ekonomi.
Veronika Yasinta
redaksi@bisnis.com

Dewan Pembina DPP Indonesian


National Shipowners Association
(INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan kondisi itu dipicu melemahnya
industri pertambangan mineral dan
batu bara.
Dari seluruh kapal yang terpakir,
dia memperkirakan ada potensi aset
sebesar US$800 juta yang tidak bergerak.
Kita harus jaga ini [aset], kalau
enggak jadi besi tua. Ini sudah terjadi,
kita perlu memberikan perhatian
kepada ini [kapal menganggur],
katanya, Selasa (4/8).
Dia menjelaskan biaya parkir armada niaga tersebut terus melonjak.
Untuk pengusaha yang memiliki

Ratusan kapal terancam


menjadi besi tua akibat
pelemahan ekonomi.
Pemerintah didesak menyelesaikan empat langkah di sektor fiskal guna
menggairahkan industri
pelayaran nasional.

kapal sebanyak 30 unit-40 unit, biaya


parkirnya hampir mencapai Rp200
juta per bulan. Pengusaha juga masih
harus mengeluarkan biaya operasional untuk kru kapal.
Saat ini, dia melanjutkan pemilik
kapal berfokus pada pembinaan
sumber daya manusia selain berusaha menyelamatkan aset kapal.
Namun, hal lain yang menjadi masalah adalah lokasi pendidikan yang
hanya tersedia di Pulau Jawa.
Kawan-kawan di daerah bilang
basic standart training saja harus ke
Pulau Jawa. Kita harus dorong untuk
ke luar Jawa agar Jawa tidak kepenuhan orang lagi, ucapnya.
Ketua Umum DPP INSA Carmelita
Hartoto mendesak pemerintah menyelesaikan empat langkah di sektor
fiskal guna menggairahkan industri
pelayaran nasional.
Keempat langkah kebijakan fiskal
yang sedang didorong itu yakni
penghapusan pajak pertambahan
nilai (PPN) terhadap pembelian BBM
kapal untuk pelayaran domestik,
PPN atas bongkar muat barang pada
jalur perdagangan internasional,
PPN bagi kru kapal, dan PPN atas
penjualan kapal milik kurang dari
lima tahun.

Keempat persoalan itu menjadi


agenda INSA saat ini, ujarnya.
Dia mengatakan, salah satu yang
sudah pernah dikabulkan pemerintah
adalah pembatalan pengenaan pajak
(PPh) final 1,2% dari penghasilan
bruto.
Bila rencana tersebut tidak cepat
dibatalkan, dia memperkirakan industri pelayaran nasional semakin
tenggelam karena tidak mampu berkompetisi dengan pelayaran asing.
Sebab pembebanan pajak tersebut
bertentangan dengan program Poros
Maritim yang tujuannya memajukan
sektor kelautan atau maritim, paparnya.
Agenda yang diperjuangkan tersebut, sangat strategis bagi anggota
INSA karena salah satu potensi penu-

runan daya saing pelayaran nasional


terhadap pelayaran asing adalah terlalu banyaknya pembebanan pajak.
Makanya kami mengajukan penghapusan pajak yang membebani pelayaran. Salah satunya PPN pembelian
BBM untuk kapal domestik, ujarnya.

BELUM BERPIHAK
Johnson juga menambahkan perusahaan pelayaran nasional tidak
bisa mengembangkan eksistensi
untuk layanan pengangkutan ekspor
impor Indonesia yang saat ini 95%
masih dikuasai kapal asing.
Hal itu, kata Johnson karena rezim
fiskal di dalam negeri terhadap usaha
pelayaran berbendera merah putih
belum berpihak.
Untuk bungker kapal saja di

dalam negeri kena PPN sedangkan


di luar negeri tidak dipungut PPN.
Hal seperti inilah yang mesti kita
perjuangkan bagi pelayaran nasional, ujarnya.
Wakil Ketua Komisi V DPR
Muhidin M. Said menegaskan empat
agenda besar yang diusung INSA harusnya direspons pemerintah.
Dia menilai keringanan pajak bagi
kapal berbendera Merah Putih memiliki nilai strategis dalam mewujudkan
program pemerintah di sektor angkutan laut atau maritim.
Yang diusulkan itu cukup bagus
dan strategis. Bagaimana mau
bersaing kalau pelayaran kita dibebani banyak pajak, jelasnya.
Idealnya, pemerintah memberikan
dukungan penuh kepada pelayaran

karena Indonesia negara maritim.


Seluruh pajak yang dinilai memberatkan sebaiknya dikurangi atau
dihapus.
Namun, Muhidin juga memahami
upaya pemerintah meningkatkan penerimaan pajak, asal tidak terlalu
membebani.
Sejauh ini, INSA berhasil mengawal program asas cabotage, dengan
penguasaan pasar domestik lebih
dari 90% yang seharusnya dilanjutkan peningkatan pangsa pasar internasional.
Kita dorong mereka juga ikut mengambil pasar itu agar mereka bisa
bersaing, bebannya dikurangi. Kebijakan pemerintah yang berpotensi
menghambat harus dihilangkan, tegasnya. (k1)

Perebutan Kursi Ketua Umum INSA Memanas


JAKARTA Perebutan kursi
ketua umum DPP Indonesian
National Shipowners Association
(INSA) mulai memanas menyusul
deklarasi Johnson W. Sutjipto
maju kembali menjadi calon orang
nomor satu di asosiasi pelayaran
nasional itu.
Selain Johnson yang pernah menjadi Ketua Umum DPP INSA periode
2008-2011, Ketua Umum DPP INSA
Carmelita Hartoto dan Direktur PT
Seven Offshore Anto Perwata juga
dikabarkan maju menjadi calon
ketua umum Asosiasi Pemilik

Kapal Niaga Nasional.


Perebutan kursi pimpinan puncak asosiasi periode 2015-2019 itu
akan dilaksanakan dalam ajang
Rapat Umum Anggota (RUA) keXVI pada 20-21 Agustus 2015.
Johnson yang juga pemilik PT
Pelayaran Salam Bahagia menyatakan keinginannya merebut lagi
kursi ketua umum DPP INSA bertujuan menjadikan pelayaran nasional sebagai tuan rumah di negeri
sendiri. Sebagaimana gagasan para
founding father INSA, ujarnya saat
deklarasi kesiapan dirinya maju

sebagai calon Ketum DPP INSA,


Selasa (4/8).
Menurutnya, pelayaran nasional
mengalami pasang surut. Puncaknya, katanya, pada awal 2000 dimana hampir 50% angkutan laut
dalam negeri dikuasai kapal asing
dan sekitar 95% muatan ekspor
impor Indonesia juga dikuasai pelayaran luar negeri.
Pada Maret 2005, Johnson menegaskan pelayaran nasional mulai
masuk ke periode habis gelap terbitlah terang sejalan dengan hadirnya Inpres No. 5/2005 tentang

Pemberdayaan Industri Pelayaran


Nasional.
Namun baru 10 tahun berjalan
Inpres itu, kini pelayaran nasional
mengalami kemunduran sebab banyak kapal niaga nasional anggota
INSA yang lay off, selain itu kinerja
industri pelayaran juga terus melemah, ujarnya.
Melihat sebagian kondisi keterpurukan industri pelayaran nasional saat ini, imbuhnya, yang
menggerakkan dirinya maju
kembali sebagai calon Ketum INSA.
(k1/Veronika Yasinta/Hendra Wibawa)

ANGKUTAN UMUM

KENAIKAN PENUMPANG KA

PPD Cetak Laba Rp2 Miliar

Bisnis/Dedi Gunawan

Penumpang kereta api berjalan meninggalkan Stasiun Tanah Abang,

Jakarta, beberapa waktu lalu. Jumlah penumpang kereta api selama Semester
I/2015 mencapai 156,8 juta orang atau tumbuh 18,17% dibandingkan dengan

periode yang sama 2014. BPS mencatat kenaikan jumlah penumpang terjadi
di Jabodetabek 25,23% dan Sumatra 4,87%.

D ATA K A PA L

JAKARTA Perusahaan Umum Perusahaan Pengangkutan Djakarta membukukan keuntungan sebesar Rp2 miliar
hingga Semester I/2015 didorong kenaikan pendapatan dari pemanfaatan aset.
Direktur Utama Perum Perusahaan
Pengangkutan Djakarta (PPD) Pande
Putu Yasa mengatakan pemanfaatan aset
itu seperti layanan sewa lahan milik PPD
untuk parkir armada bus.
Dia menyebutkan biaya sewa lahan
untuk 12 unit bisa mencapai Rp50 juta
per tiga bulan. Perum PPD mengincar
keuntungan hingga Rp5 miliar pada
tahun ini.
Kalau bilang berapa persen, untuk
bus yang eksisting kita kontribusinya
hanya sedikit. Pendapatan dominan yang
masuk adalah pemanfaatan aset dan
untuk iklan pada body bus, katanya,
Selasa (4/8).
Dia menyebutkan potensi pendapatan
dari konsorsium pemanfaatan jalur khusus bus dari PT Transportasi Jakarta
belum dibayarkan. Keterlambatan pembayaran tersebut baru dialami pada
tahun ini.
Selain itu, dia menilai pengoperasian
armada di koridor satu jalur khusus bus
di Jakarta baru terealisasi pada Oktober.

Dia berharap target laba dapat terpenuhi


pada semester kedua.
Karena hampir semua program di semester kedua ini jadi mudah-mudahan
bisa dijalankan, ucapnya.
Perum PPD berencana mulai mengoperasikan 78 unit armada baru pada pertengahan Agustus 2015. Keseluruhan armada tersebut akan digunakan untuk
mengoneksikan kota mitra DKI Jakarta
seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok.
Sebanyak 25 unit bus akan beroperasi pada rute Depok-PGC-Grogol dan
sebanyak 25 unit akan beroperasi dari
Tangerang-Tomang-Kemayoran, sementara sisanya akan melayani penumpang
dengan rute Bekasi-Pasar Baru.
Pande belum bisa memastikan kontribusi pendapatan dari pengoperasian
ke-78 unit bus itu.
Belum bisa kita ukur karena belum
tahun persis animo penumpang dari tiga
koridor yang ada itu, terangnya.
Pengoperasian armada itu sekaligus
untuk mengukur kebutuhan bantuan
public service obligation (PSO) yang direncanakan bakal diajukan kepada pemerintah pada tahun depan. Kemenhub
telah menghentikan bantuan PSO kepada
Perum PPD. (Veronika Yasinta)

ATURAN PENGOPERASIAN DRONE

PENETAPAN RENCANA ALOKASI TAMBAT KAPAL DAN KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA
Nama Kapal

LUAR NEGERI

Dagat Blue. Mv*


Kmtc Shanghai. Mv*
Cscl Manzanillo. Mv
Mv. Balao
Nadir Mv
Oocl Nagoya. Mv
Jasa Bakti Ex Shenandoah Highway.Mv

DALAM NEGERI

Mulya Sentosa
Dbs 9. Tk
Daya 9.Tb
Lintas Belawan Eks. Shun Dao
Timur Laut Mas.Mt
Super 98. Lct
Adri Xlviii Km
El Saddai. Km
Star Belitung. Km
Maritim Kencana. Km
Mm Sejati. Km Ex. Ky Frigg
Layar Sakti-17. Tb Eks Dabo-17
Layar Emas-2518.Tk/Ex.Mp08
Elektra. Mt

PINDAH

Sophia.Km
Icon Corintus
Minas Baru.Km Eks Bo Yuan Fa
Samudra Sindo 38. Mt
Star 126. Mv
Meratus Manado. Km (Ex. Brgo)
Anugrah Buana Viii. Km Ex Masha
Glory Explorer Mv
Tms Glory.Km Ex Asian Glory
Johan Fortune Ex Johan
Sumatera Fortune. Km
Sawita. Km
Osprey 1.Mv
Kim Hock Tug 8. Tb
Lkh 7887 Bg
Oriental Ruby. Km Eks Msc Panama
Segoro Mas. Km
Mv. Wan Hai 281
Mv. City Of Shanghai
Bhumarin. Mv. Ex. Ivory Ace
Raina .Mt*

Kode
Bendera

Rencana
PLY Agen

Tiba

Rencana Kegiatan
Sandar

No. Kode

Bongkar

Pelabuhan

Muat

Tgl/Jam-Mnt

Tgl/Jam-Mnt

Pan
Kor
Hkg
Mis
Mis
Hkg
Mal

Gesuri Lloyd Pt
Samudera Indonesia Pt
Zhonghai Indo Shipping Pt
Pelayaran Bintang Putih .Pt
Pel. Nusantara Panurywan Pt.
Karana Lines Pt
K Line Indonesia Pt.

05/08/15-14:30
04/08/15-14:00
04/08/15-07:00
03/08/15-21:00
04/08/15-23:30
04/08/15-13:00
05/08/15-01:00

05/08/15-16:00
04/08/15-16:00
04/08/15-13:00
04/08/15-06:00
05/08/15-01:00
04/08/15-15:00
05/08/15-07:00

Kade 101 Utara


Kade 305
Utpk.I.Utara
Utpk.I.Utara
Utpk.I.Utara
Kade Utpk Iii
Car Terminal 2

Steel Product
Container
Container
Container
Container
Container
Mobil

Komoditas

Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina
Ina

Lestari Maju Bersama. Pt


Pande Anugerah Dewata. Pt
Pande Anugerah Dewata. Pt
Lintas Kumala Abadi. Pt
Transpalm Nusantara Pt.
Kembang Sentosa Bersama Pt.
Batalyon Angkutan Air
Bangka Belitung Jaya Line, Pt.
Bukit Merapin Nusantara Lines. Pt
Serunting Sriwijaya Pt.
Pt. Pelayaran Nusantara Sejati
Cahaya Ujung Pulau Laut.Pt
Cahaya Ujung Pulau Laut.Pt
Andoyo Tofan Nugraha Abadi.Pt

04/08/15-22:00
03/08/15-18:00
03/08/15-18:00
03/08/15-19:00
03/08/15-12:00
04/08/15-14:00
05/08/15-08:00
04/08/15-18:00
04/08/15-15:00
02/08/15-06:00
04/08/15-10:00
03/08/15-23:00
03/08/15-23:00
03/08/15-18:00

04/08/15-23:00
03/08/15-22:00
03/08/15-22:00
04/08/15-10:00
04/08/15-12:00
04/08/15-18:00
05/08/15-09:00
04/08/15-20:30
04/08/15-17:00
04/08/15-16:00
04/08/15-14:00
04/08/15-02:00
04/08/15-02:00
03/08/15-22:00

Kade 001
Kade 004
Kade 004
Dermaga 004.Pnp
Kade 005
Kade Inggom
Kade 100
Kade 107
Kade 108
Kade 109
Tpt 5
Sindulang Hondot P.
Sindulang Hondot P.
Jakarta Tank Terminal 2

Kendaraan
Semen
--None---None-Gencar
--None-Kendaraan
Kendaraan
Kendaraan
Kendaraan
Container Full 20 Container Full 20
--None-Mobil
--None---None-Pasir
--None---None-Hsd

Ina
Ina
Ina
Ina
Vtn
Ina
Ina
Sin
Ina
Ina
Ina
Ina
Mis
Sin
Sin
Ina
Ina
Sin
Anb
Thl
Sin

Escorindo Ogrus Shipping. Pt


Pt. Indo Container Lines
Salam Pacific Indonesia Lines
Tribhakti Mandiri Lines. Pt
Andika Buana Lines Pt.
Meratus Line. Pt
Kapuas Mekar Jaya Pt.
Lian Lestari Pt.
Tresnamuda Sejati, Pt
Indonesian Fortune Llyod Pt.
Indonesian Fortune Llyod Pt.
Bukit Merapin Nusantara Lines. Pt
Gurita Lintas Samudera Pt.
Haluan Segara Lines Pt
Haluan Segara Lines Pt
Salam Pacific Indonesia Lines
Tempuran Emas Pt.
Tresnamuda Sejati, Pt
Arpeni Pratama Ocean Lines Tbk. Pt
Samudera Sukses Makmur. Pt
Pt. Pertamina (Persero)

14/07/15-12:00
02/08/15-12:00
30/07/15-01:00
02/08/15-10:00
02/08/15-05:00
31/07/15-19:00
27/05/15-13:30
04/08/15-22:00
01/08/15-14:23
01/08/15-21:00
02/08/15-12:00
03/08/15-04:00
31/07/15-21:00
31/07/15-01:00
31/07/15-01:00
26/07/15-01:00
26/07/15-13:00
04/08/15-05:00
05/08/15-15:00
03/08/15-12:00
31/07/15-17:00

04/08/15-15:00
04/08/15-02:00
04/08/15-09:00
04/08/15-08:00
04/08/15-18:30
04/08/15-22:00
04/08/15-17:00
04/08/15-23:00
04/08/15-09:00
04/08/15-07:00
04/08/15-08:00
04/08/15-14:00
03/08/15-23:00
03/08/15-22:00
03/08/15-22:00
04/08/15-14:00
04/08/15-18:00
04/08/15-07:00
05/08/15-21:30
04/08/15-12:00
04/08/15-10:00

Kade 002
Dermaga 004.Pnp
Dermaga 004.Pnp
Kade 004U
Kade 007
Kade 009
Kade Inggom
Kade 101
Kade 103
Kade 104
Kade 105
Kade 108
Kade 114
Kade 115 (Dsb)
Kade 115 (Dsb)
Kade 208/209
Kade 213 (Ga)
Utpk I Barat
Utpk.I.Utara
Kade Bogasari
Kade Pmb Iii

Container
Crude Oil
Sulfur/Belerang
Container
--None-Gencar

Kendaraan
--None--

Container
Cpo
--None---None--

--None---None-Container
Container
Container
Container
Mobil

Asal

Rencana Keluar
Tujuan

Tgl/Jam-Mnt

Japan/Jepang
Pusan/Busan-Korsel
Shekou
Tanjung Pelepas
Semarang/Jateng
Singapore
Singapore

Singapore
Pusan/Busan-Korsel
Tanjung Perak/Sub
Davao/Philipin
Singapore
Shekou
Singapore

07/08/15-08:00
05/08/15-11:00
05/08/15-15:00
05/08/15-14:00
05/08/15-22:00
06/08/15-18:00
05/08/15-23:00

Pontianak
Manggar
Manggar
Palembang
Panjang
Cirebon
Jakarta
Pangkal Balam
Pangkal Balam
Batam
Makassar/U.Pandang
Belitung
Belitung
Belinyu/Mes

Pontianak
Kendawangan
Kendawangan
Palembang
Panjang
Sorong
Jakarta
Pangkal Balam
Pangkal Balam
Batam
Makassar/U.Pandang
Belitung
Belitung
Batam

05/08/15-14:00
05/08/15-08:00
05/08/15-08:00
04/08/15-17:00
05/08/15-14:00
04/08/15-23:59
05/08/15-12:00
04/08/15-23:59
04/08/15-22:00
05/08/15-08:00
06/08/15-08:00
04/08/15-23:00
04/08/15-23:00
04/08/15-02:30

Gresik, Java
Pontianak
Banjarmasin/Kalsel
Kumai/Kalteng
Singapore
Teluk Bayur
Belawan/Mes
Surabaya
Panjang
Palembang
Batam
Pangkal Balam
Singapore
Singapore
Singapore
Belawan/Mes
Palembang
Chiwan/China
Ho Chi Minh City/Vtn
Bangkok/Thailand
Singapore

05/08/15-13:00
05/08/15-08:00
05/08/15-02:00
05/08/15-17:00
05/08/15-18:00
06/08/15-23:59
05/08/15-23:59
05/08/15-16:00
05/08/15-08:00
04/08/15-23:59
05/08/15-08:00
04/08/15-16:00
06/08/15-16:00
07/08/15-08:00
07/08/15-08:00
05/08/15-02:00
04/08/15-23:00
05/08/15-12:00
07/08/15-07:00
09/08/15-23:00
07/08/15-23:00

Semen Curah
Gresik, Java
Container
Pontianak
Container
Banjarmasin/Kalsel
Pontianak
--None-Haipong/Vietnam
Container
Bengkulu
Semen
Surabaya
--None-Kaoshiung/Taiwan
Container Empty 20 Container Empty 20 Panjang
--None-Container Full 20 Palembang
Container Full 20 Container Full 20 Batam
--None-Kendaraan
Pangkal Balam
Gula Pasir
--None-Townsville/Australia
Singapore
Scrap Iron/Besi Tua --None-Singapore
--None-Container
Belawan/Mes
Container
Tanjung Priok/Jkt
Container
Container
Chiwan/China
Container
Container
Hongkong
Dedak
Merak
Premium / Gasoline --None-Singapore

(k1)

ANTARA/Andika Wahyu

Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub Novie Riyanto Raharjo (kiri)


menyampaikan pendapatnya disaksikan Direktur Safety and Standard Air Navigation
(AirNav) Wisnu Daryono saat sosialisasi peraturan Menhub tentang pengoperasian pesawat
tanpa awak (drone) di Jakarta, Selasa (4/8). Peraturan Menhub tersebut bertujuan untuk
meningkatkan keselamatan penerbangan terkait pengoperasian drone di Indonesia yang
kini semakin marak.

31

TRANSPOR TASI & LOGISTIK

Rabu, 5 Agustus 2015

PERSIAPAN PERESMIAN HANGGAR 4

PELANGGARAN MANDATORY RUPIAH

Otoritas Memasrahkan
ke Kepolisian

Bisnis/Rahmatullah

Karyawan Garuda Maintenance Facility (GMF) memperbaiki pesawat di


Hanggar 4 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (4/8).
Hanggar terbesar di dunia untuk narrow body aircraft milik GMF AeroAsia
menurut rencana akan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo

dan diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja baru serta mampu
meningkatkan revenue perusahaan sebagai industri perawatan pesawat
terbang terbesar di Indonesia.

PESAWAT TANPA AWAK

Kemenhub Sertifikasi Drone


JAKARTA Kementerian Perhubungan
berencana menambah perangkat aturan
pesawat tanpa awak setelah penerbitan regulasi
penggunaan drone di lokasi tertentu untuk meningkatkan faktor keselamatan penerbangan.
Ringkang Gumiwang
ringkang.gumiwang@bisnis.com

Direktur Kelaikan Udara dan


Pengoperasian Pesawat Udara
Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Muzaffar Ismail mengatakan
tambahan regulasi itu mengatur
sertifikasi, perawatan hingga pengawasan drone di Indonesia.
Saat ini, penggunaan drone
di Tanah Air mulai marak, sehingga perlu ada aturan yang
komprehensif demi menjamin
keselamatan penerbangan.
Kami akan tambah lagi aturannya. Nanti, kami akan menggelar workshop pada September
mendatang, sekaligus meminta
masukan dari masyarakat, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya terkait penggunaan
drone ini, ujarnya, Selasa (4/8).
Muzaffar menjelaskan Peraturan
Menteri Perhubungan No. 90/2015
tentang Pengendalian Pengoperasian
Pesawat Udara Tanpa Awak itu merupakan acuan awal pemerintah
untuk membuat standar kelaikan
udara khusus drone.
Nantinya, dia menambahkan
standar kelaikan udara itu akan
mengadopsi aturan International
Civil Aviation Organization (ICAO).

Perangkat aturan
pesawat tanpa awak
yang baru mengadopsi
aturan ICAO.
Komunitas drone di
Indonesia mendukung
sertifikasi pesawat
tanpa awak.

Drone yang berseliweran pun


bermacam-macam, baik dari sisi
ukuran, jarak tempuh dan lain
sebagainya.
Oleh karena itu, lanjutnya,
standar kelaikan udara khusus
drone dinilai penting agar keamanan penerbangan tetap terjamin.
Dia menambahkan pemerintah
pusat tidak akan menghambat berkembangnya drone di Indonesia.
Kami tidak mempersulit penggunaan drone di Indonesia, justru
keberadaan drone selama ini cukup membantu pemerintah dalam
menjalankan programnya. Yang
pasti, ke depannya, aturan drone
ini harus comply dengan regulasi
yang sudah ada, jelasnya.
Salah satu instansi yang gencar

menggunakan drone dalam operasionalnya, yakni Direktorat Jenderal Pajak. Penggunaan drone
merupakan strategi Ditjen Pajak
dalam mengoptimalkan penerimaan pajak, terutama dari sektor
perkebunan dan pertambangan.

MENDUKUNG

Sementara itu, Ketua Komunitas


Drone CJI Phantom Indonesia
Seperti diketahui, ICAO baru
Irwan F. B. mendukung rencana pemenetapkan aturan baru terkait
merintah pusat dalam menyiapkan
dengan standar penggunaan drone.
standar kelaikan udara khusus
Tentunya, tidak semua aturan
drone, seperti sertifikasi model
dari ICAO tersebut akan kami
pesawat dan sertifikasi operator.
adopsi seluruhnya. Hanya poin-poin
Kalau memang diharuskan oleh
tertentu saja yang akan diambil, dan
pemerintah, kami pasti akan ikut.
akan digabung dengan masukanKami rasa sertifikasi itu memang
masukan dari para pemangku kepenting demi keselamatan penerpentingan, imbuhbangan. Tinggal
nya.
bagaimana cara
Menurutnya, para
pelaksanaannya,
pemangku kepenkami masih tungtingan itu seperti Ingu itu, tuturnya.
donesia National Air
Terkait dengan
Sistem
pesawat
udara
tanpa
awak
dengan
kamera
Carriers Association
Peraturan Menteri
dilarang
beroperasi
500
m
dari
batas
terluar
dari
suatu
(INACA), Lembaga
Perhubungan No.
kawasan
udara
terlarang
atau
kawasan
udara
terbatas.
Penerbangan
dan
90/2015, Irwan
Antariksa Nasional
berharap lamanya
Dalam hal sistem pesawat udara tanpa awak digunakan
(Lapan), Badan Pengperizinan drone
untuk kepentingan pemotretan, pemfilman dan
kajian dan Penerapan
dapat dijelaskan
pemetaan, harus melampirkan surat izin dari institusi
Teknologi (BPPT),
lebih terperinci.
yang berwenang dan pemerintah daerah yang
Lembaga Ilmu PeSelama ini, aturan
wilayahnya akan diprotret, difilmkan atau dipetakan.
ngetahuan Indonesia
dalam peraturan
(LIPI), dan Badan
tersebut hanya
Sistem pesawat udara tanpa awak dengan peralatan
Meteorologi Klimamenyebutkan
pertanian (penyemprot hama dan/atau penabur benih)
tologi dan Geofisika
pengajuan izin,
hanya diperbolehkan beroperasi pada area
(BMKG). Selain itu,
minimal 14 hari
pertanian/perkebunan yang dijelaskan dalam pengajuan
Kementerian Luar
sebelum drone direncana terbang.
Negeri, Kementeriterbangkan.
an Polhukam, pakar
Dia juga berKegiatan penyemprotan hama dan/atau penaburan benih
hukum penerbangan
harap proses perdengan menggunakan teknologi sistem pesawat udara
dan akademisi.
izinan penggunatanpa awak diizinkan apabila dalam radius 500 m dari
Rencananya, dia
an
pesawat tanpa
batas terluar area pertanian/perkebunan dimaksud tidak
menjelaskan akan
awak di Indonesia
ada pemukinan penduduk.
ada tim khusus yang
dapat
berjalan
menangani masalah
layaknya
perizinan
Penggunaan sistem pesawat udara tanpa awak untuk
drone tersebut.
drone yang dilakepentingan pemerintah seperti patroli batas wilayah
Muzaffar menegaskukan
peme
rintah
negara, patroli wilayah laut negara, pengamatan cuaca,
kan penggunaan drone
Singapura, yakpengamatan aktivitas hewan dan tumbuhan di taman
untuk kepentingan koni hanya memnasional, survei dan pemetaan yang bersifat rutin dan
mersial, hobi hingga
butuhkan waktu
terjadwal dengan lingkup penerbangan tertentu (area
lebih kurang sepenelitian mulai matertentu), menggunakan individual flight plan.
jam, melalui sisrak beberapa tahun
Sumber: Peraturan Menteri Perhubungan No. 90/2015
BISNIS/HUSIN PARAPAT
tem online.
belakangan ini.

Beberapa Poin Regulasi


Penggunaan Drone di Indonesia

JAKARTA Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok meminta pengguna jasa


pelabuhan melaporkan kepada pihak Kepolisian jika agen kapal asing
menaikkan nilai tukar rupiah terhadap
dolar AS untuk kegiatan angkutan laut
ekspor impor di luar batas kewajaran.
Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung
Priok Bay M. Hasani mengatakan
praktik yang dilakukan agen kapal
asing pengangkut ekspor impor sudah
termasuk kategori pelanggaran pidana.
Jadi kalau ada pengguna jasa
pelabuhan yang dirugikan silakan laporkan ke Kepolisian, ujarnya kepada
Bisnis, Selasa (4/8).
Bay menyampaikan hal itu menanggapi banyaknya keluhan importir dan
perusahaan forwarder yang melakukan
kegiatan ekspor impor yang dirugikan
agen kapal asing karena saat membayar
ongkos angkut (freight), demurage dan
jasa lainnya dikenakan nilai tukar rupiah
terhadap dolar AS lebih tinggi dari harga
pasar.
Dia menambahkan pihaknya sudah
mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.
003/21/OP.TPK-2015 tentang Penggunaan Mata Uang Rupiah dalam Melakukan Transaski di Pelabuhan Tanjung
Priok pada 3 Agustus 2015.
SE itu merujuk pada Undang-Undang
(UU) No. 7/2011 tentang Mata Uang
dan Peraturan Dirjen Perhubungan Laut
Kemenhub No. HK-103/DJPL-14 tentang
Penggunaan Mata Uang Rupiah dalam
Transaksi Kegiatan Transportasi Laut.
Dalam SE itu itu juga ditegaskan
stakeholders diminta melaporkannya kepada Bank Indonesia (BI) dan Kepolisian
jika nilai kurs dalam pembayaran
transaksi angkutan laut di Priok tidak
sesuai dengan aturan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP
Asosiasi Logistik dan Forwarder
Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan
Hanafi mengatakan pemerintah harus
cepat merespons keluhan pelaku usaha

terkait dengan perbedaan nilai kurs yang


semakin liar dalam transaksi angkutan
laut ekspor impor hampir di seluruh
pelabuhan di Indonesia.
Masalah ini bukan cuma di Priok,
hampir terjadi di semua pelabuhan
utama yang melayani ekspor impor.
Pasalnya agen kapal asing seenaknya
menetapkan kurs tanpa patokan resmi
dari pemerintah, ujarnya, Selasa (4/8).
Bila persoalan perbedaan kurs dalam
transaksi angkutan laut ekspor impor
itu lambat ditangani, Yukki mengatakan beban biaya logistik akan semakin
tinggi.
Ujung-ujungnya membebani masyarakat sebagai konsumen akhir, tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum
Gabungan Importir Nasional Seluruh
Indonesia (GINSI) Erwin Taufan mengatakan asosiasinya segera melaporkan
penetapan kurs sepihak dan tak wajar
oleh agen kapal asing yang melayani
ekspor impor melalui angkutan laut ke
Kepolisian.
Bahkan, data DPW ALFI DKI Jakarta
mencatat agen kapal asing seenaknya
menetapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp14.000 hingga
Rp14.500.
Sebelumnya, Dirjen Perhubungan
Laut Kemenhub Bobby R. Mamahit
menyatakan kewajiban menggunakan
mata uang rupiah merupakan amanat
Undang-Undang (UU) No.7/2011 tentang
Mata Uang.
BI juga telah mewajibkan seluruh pelaku usaha di wilayah hukum Indonesia
untuk menggunakan mata uang rupiah
pada setiap transaksi perdagangan.
Khusus penetapan nilai tukar sudah
disesuaikan dengan mekanisme pasar.
Terhadap kesepakatan bisnis, pemerintah tidak mengatur, karena freight
itu kan sifatnya kesepakatan atau b to
b [business to business], terlebih dengan
freight internasional yang telah diberlakukan oleh perusahaan pelayaran. (k1)

PENGIRIMAN KILAT

NEX Logistics Gencar


Buka Cabang Baru
JAKARTA NEX Logistics menargetkan membuka cabang baru di lima
kota di Indonesia pada tahun depan
setelah membuka 37 gerai pengiriman
kilat bekerja sama dengan Seven Eleven.
Fernicco Kusumo, Chief Operations
Officer PT Nusa Prima Ekspress (NEX
Logistics), mengatakan kelima kota itu
adalah Medan, Bandung, Surabaya,
Denpasar dan Makasar.
Menurutnya, pihaknya gencar membuka kantor cabang di kota besar untuk meningkatkan pelayanan kepada
pelanggan. Saat ini, NEX Logistics memakai konsep keagenan dengan bekerja sama
dengan perusahaan jasa pengiriman lokal.
Saat ini, kami sudah bekerja sama
dengan 55 jasa kurir lokal di 30 kota.
Ke depannya harus buka cabang sendiri,
karena kalau dengan konsep keagenan
belum bisa memberikan pelayanan terbaik, paparnya, Minggu (2/8).
Selain itu, Fernicco menargetkan
memiliki gerai mencapai 150 unit di DKI
Jakarta hingga akhir tahun ini.
Dia menyatakan pihaknya tetap menambah gerai baru agar lebih dekat
dengan masyarakat kendati jumlahnya
masih jauh dari target 150 unit.
Awal buka tahun lalu, kami hanya
memiliki beberapa armada, tetapi sekarang sudah ada 30 motor, tujuh mobil
van box dan tiga truk. Dalam waktu
dekat armada tersebut akan ditambah
lagi agar capai 50 motor hingga 30 mobil
van, jelasnya.
Menurutnya, penambahan armada itu
didorong adanya peningkatan volume
pengiriman barang.

Saat ini, NEX Logistics melayani 500


permintaan-800 permintaan pengiriman.
Menurutnya, perusahaannya yang
berbasis di Cipayung, Jakarta Timur
memiliki kapasitas hingga 2000 permintaan pengiriman.
Jumlah itu masih bisa ditingkatkan
lagi karena daya tampung NEX Logistics
yang cukup besar.
Permintaan paling besar dipegang
oleh Kota Bandung, Surabaya dan Yogyakarta, ujarnya.
Walaupun berbasis ritel, Fernicco
menjelaskan pendapatan NEX Logistics
lebih besar berasal dari pengiriman
barang berkategori business to costumer
dan business to business dengan melayani enam perusahaan e-commerce seperti Lazada, Blibli, Krisbrow dan perusahaan lain yang menggunakan jasa
pengiriman kilat.
Awal buka itu kami sudah punya
pelanggan, contohnya perusahaan Blue
Bird di mana pemiliknya memiliki
saham terbesar dari NEX Logistics yang
selalu menggunakan jasa NEX Logistics
untuk mengirim berkas-berkas ke kantor
lain, ucapnya.
Layanan pengiriman yang diserius
perusahannya, katanya, menorehkan
pendapatan yang lebih besar hingga 70%
dan sisanya layanan perusahaan jasa
kurir biasa dari pelanggan ke pelanggan.
Kami memang belum mengambil
keuntungan. Saat ini kami masih dalam
tahap investasi besar-besaran. Mungkin
dua hingga tiga tahun lagi baru kelihatan
kami bisa balik modal, tegasnya. (Atiqa
Hanum)

32

ENTREPRENEURSHIP

Rabu, 5 Agustus 2015

BISNIS ONLINE

Laba Ciamik Perlengkapan


Makan Porselen Cantik
Banyak juga yang membeli untuk
koleksi. Biasanya mereka membeli
eceran, paparnya.
Dalam sebulan, Vogain Porcelain
bisa mengirim hingga 100 paket
perlengkapan porselen yang dipesan
konsumen. Rata-rata konsumen
berbelanja sekitar Rp300.000.
Tidak ada minimal order,
meskipun pesan satu cangkir tetap
saya layani. Saya pernah melayani
konsumen yang sekali order nilainya
mencapai Rp12 juta, katanya.
Konsumen yang memesan produknya tersebut berasal dari berbagai
daerah di Jawa dan Sumatra. Saking
banyaknya permintaan dari Sumatra,
dia pernah disarankan untuk
membuka toko di sana.
Ada salah satu pelanggan yang
menyarankan saya membuka toko
di sana karena peluang usahanya
cukup besar. Pasalnya, sangat sulit
menemukan cangkir-cangkir cantik
di sana, paparnya.
Setelah lebih dari satu tahun
menjalani bisnis ini, Fitri masih
menangani semua operasionalnya
sendirian, mulai dari menyetok
barang, mengemas hingga mengirim
barangnya ke konsumen.
Kalau pesanan sedang banyak,
terus terang saya sedikit kewalahan,
jadi enggak bisa diburu-buru.
Kebetulan konsumen juga sudah
mengerti, katanya.
Fitri mengakui persaingan di
bisnis ini cukup ketat, di mana
banyak online shop lain yang samasama menjual barang serupa. Untuk
itu, diperlukan strategi khusus agar
tetap memiliki pasar.
Saya sering mengadakan sale
untuk stok produk yang sudah
agak lama. Selain itu, saya kasih
diskon untuk pelanggan yang sudah
sering belanja, hal ini juga untuk
meningkatkan loyalitas mereka,
imbuhnya.
Ke depannya, dia bermimpi
bisa memproduksi cangkir sendiri
dengan merek, desain, dan motif
sesuai dengan keinginannya, serta
dipasarkan hingga ke luar negeri.

Meja makan biasanya menjadi salah satu tempat


yang paling hangat di sebuah rumah. Setiap
anggota keluarga biasa berkumpul dan saling
bercengkerama di meja makan. Kehangatan
tersebut makin bertambah jika dilengkapi peralatan
makan yang cantik dan sesuai dengan konsep
rumah. Salah satu bahan andalan pembuatan
perlengkapan makan adalah porselen.
Nenden Sekar A.
nenden.sekararum@bisnis.com

orselen merupakan
bahan yang sudah
sejak dulu digunakan
untuk peralatan makan,
karena bahannya bisa
menyimpan panas,
permukaannya licin, dan mudah
dibentuk.
Dalam beberapa tahun terakhir,
desain dan model perlengkapan
porselen semakin variatif,
sehingga banyak orang yang mulai
menjadikannya sebagai barang
koleksi.
Apalagi, saat ini barang tersebut
dengan mudah bisa ditemukan
secara online, sehingga masyarakat
pun lebih mudah berbelanja tanpa
harus repot datang ke toko dan
memilih satu per satu perlengkapan
yang diinginkan.
Tren tersebut kemudian menjadi

salah satu bisnis yang cukup


menguntungkan. Tidak perlu modal
untuk memulai bisnis ini, tetapi
omzetnya bisa mencapai puluhan
juta per bulan.
Salah satu pemain yang
mendapatkan keuntungan dari
bisnis penjualan perlengkapan
makan porselen online adalah
Nur Fitriyah. Mantan karyawan
perusahaan swasta itu mengawali
bisnisnya sejak akhir Maret 2014
di bawah brand usaha Vogain
Porcelain.
Ide untuk berbisnis penjualan
perlengkapan porselen itu didapatkan saat beberapa teman kerjanya
sedang mencari cangkir teh untuk
melengkapi perabotan rumahnya,
dan juga sebagai hadiah pernikahan.
Saat itu saya sedang hamil besar
dan akan resign dari pekerjaan, dan
bingung kira-kira akan ngapain
setelah kelahiran. Akhirnya terpikir
untuk coba jualan perlengkapan

PEMAIN BARU

porselen secara online, tutur


perempuan yang disapa Fitri ini.
Dia pun mulai mencari berbagai
informasi terkait dengan benda pecah
belah tersebut. Dia menghubungi
beberapa pemasok dan meminta
contoh foto produk mereka.
Selain itu, Fitri juga mendatangi
berbagai toko yang menjual produk
pecah belah di sekitar Jakarta. Dia
mengambil foto-foto produk, dan
kemudian mengunggahnya ke akun
Instagram @vogainporcelain.
Modal awalnya 0 rupiah,
karena saya mengambil barang
di toko setelah ada yang pesan,
dan membayarnya terlebih dulu,
paparnya.

Beberapa bulan kemudian,


bisnisnya semakin berkembang
hingga dirinya sudah bisa menyetok
berbagai macam barang.
Sekarang ini, dia menyediakan
berbagai macam produk porselen,
seperti dinner set, tea set, dan
berbagai barang yang dijual satuan.
Harga yang ditawarkan juga variatif,
mulai dari Rp15.000 untuk sebuah
cangkir dan tatakan, hingga Rp1,3
juta untuk satu tea set impor.
Menurutnya, produk yang paling
banyak dicari adalah cangkir dengan
motif bunga-bunga atau yang
bertema shabby. Produk lainnya yang
diincar adalah set cangkir bermerek
Capodimonte yang berasal dari Italia.

Pemain lainnya yang tergolong


baru berkecimpung di bisnis ini
adalah Marizka Ellan Lakshinta.
Dia memulai bisnisnya sejak akhir
Januari tahun ini.
Ide bisnis ini diawali dari hobinya
yang mengoleksi berbagai macam
benda untuk dekorasi rumah,
hingga berbagai macam produk
pecah belah.
Saat sedang mencari barang untuk
koleksinya, dia melihat harga yang
ditawarkan online shop yang ada
lumayan mahal. Selain itu, ada
berbagai variasi harga dari masingmasing toko online.
Saya terus mencari produk
dengan harga yang paling oke, dan
pada saat proses pencarian itu saya
melihat potensi keuntungannya yang
cukup besar, akhirnya tertarik untuk
berjualan, katanya.
Dia pun mengeluarkan uang
sebesar Rp600.000 sebagai modal
awal yang digunakan untuk
membeli sekitar selusin cangkir, dan
menjualnya melalui akun Instagram
@serenity_home.
Marizka menjual berbagai macam
benda-benda berbahan porselen,
seperti tea set, dinner set, snack set,
piring makan, piring saji, mangkuk,
hingga teko. Semua barang tersebut
dia dapatkan dari pemasok yang
berasal dari Jakarta, Depok, Bogor,

Perlengkapan makan
porselen yang semakin
beragam dan variatif kian
memperluas fungsinya,
dari alat makan menjadi
barang koleksi.
Pelaku usaha yang ingin
bermain di bisnis ini perlu
mengusung tema-tema
tertentu dalam produk
yang dijual, sehingga
target pasarnya lebih
jelas.
Selain barang lokal,
produk perlengkapan
makan porselen juga
berdatangan dari luar
negeri.
Yogyakarta, Bandung, Semarang,
dan Magelang.
Dia sengaja mencari barang dari
banyak pemasok untuk mendapatkan
harga yang lebih murah. Hal itu juga
sebagai salah satu strategi untuk
bisa bersaing dalam kompetisi yang
cukup ketat di bisnis ini.
Harganya mulai Rp10.000 untuk
cangkir esporesso hingga Rp800.000
untuk dinner set isi 20. Produk yang
paling cepat habis adalah tea set dan
salad plate, katanya.
Sekarang ini, dalam sebulan dia
bisa menjual sekitar 400 unit barang
porselen. Mayoritas pelanggannya
adalah ibu-ibu muda yang suka
mengoleksi barang-barang unik yang
dijadikan properti untuk fotografi.
Dia menerapkan strategi khusus
untuk menyasar target pasar tersebut
dengan menggunakan bahasa
dan visual promosi yang jelas dan
menarik, sehingga calon konsumen
bisa langsung tertarik dan mengerti
akan barang yang dijualnya.
Marizka juga selalu berusaha
untuk memproses pesanan yang
datang dengan cepat. Maksimal
satu hari setelah pembayaran
ditransfer, barang sudah bisa dikirim
menggunakan pilihan jasa kurir
yang aman dan murah.
Dia merasa prospek bisnis ini
masih sangat menjanjikan ke
depannya, karena benda-benda
tersebut merupakan benda-benda
yang dibutuhkan oleh sebuah
keluarga, baik untuk digunakan
sehari-hari maupun sebagai bagian
dari dekorasi rumah.
Sekarang penataan rumah
dengan tema tertentu sedang tren,
seperti tema shabby chic atau
country style yang membutuhkan
pernik-pernik seperti itu, katanya.
Selain itu, desain dan motif
barang-barang porselen juga
semakin variatif sesuai dengan tren
yang sedang berkembang, sehingga
layak untuk menjadi barang koleksi.
Marizka mengatakan bisnis ini bisa
dengan mudah dilakukan oleh siapa
saja, asalkan bisa terus mengikuti
tren yang sedang berkembang dan
varian motif teranyar.
Setiap penjual, menurutnya, juga
harus mengusung karakter sendiri
yang menjadi ciri khas peralatan
makan porselen yang dijualnya. Hal
ini penting untuk menciptakan ciri
khas bisnisnya. Selain itu, terobosan
tersebut penting untuk meningkatkan
pemasaran dan menjaga fokus target
pasar yang dibidik.
Yang terpenting juga harus sigap
menjawab semua permintaan dari
konsumen, katanya.
Foto-foto: Bisnis

Peluang Reseller Perlengkapan


Makan Porselen

agi Anda yang tertarik


untuk mencoba ambil
untung dari bisnis
penjualan perlengkapan
porselen secara online, sekarang
ini Anda tidak perlu repot
mencari pemasok barang satu per
satu.
Pasalnya, sudah ada
beberapa toko online yang juga
menawarkan kerja sama dengan
konsep reseller dan dropship,
sehingga para pelaku usaha
baru bisa langsung memulai
bisnisnya.
Prosedur pendaftaran menjadi
reseller juga relatif lebih mudah.
Hanya cukup membeli minimal
beberapa produk awal, seseorang
resmi menjadi reseller dan akan
mendapatkan potongan harga
khusus.
Salah satu pelaku usaha yang
menawarkan peluang reseller ini
adalah Rineka Wahidarestu yang
memiliki online shop dengan
nama Quin Shabby.
Perempuan yang memulai
bisnisnya sejak September 2014
itu sudah memiliki delapan
reseller aktif.
Dia tidak menetapkan syarat

khusus bagi siapa saja yang ingin


menjadi reseller.
Selain itu, dia juga membuka
sistem dropship, di mana barang
pesanan akan langsung dikirim
kepada alamat konsumen yang
memesan via reseller.
Sekarang mayoritas reseller
masih dari Jakarta, tapi ada juga
dari daerah lain, katanya.
Calon reseller cukup meminta
izin pada Rineka, sehingga bisa
menggunakan foto-foto yang
dibagikan melalui akun Instagram
@quinshabby, sebagai bahan
promosi produk.
Setidaknya kami harus
tahu akun media sosial yang
mereka gunakan, sehingga bisa
memantau juga perkembangan
bisnisnya, paparnya.
Reseller yang sudah
mendapatkan izin akan
mendapatkan potongan harga
langsung sebesar 10%.
Para reseller berhak menjual
barang dengan harga yang
tidak ditentukan, sehingga bisa
mengambil margin keuntungan
yang lebih tinggi asalkan
harganya tetap kompetitif.
Adapun, barang-barang yang

disediakan Quin Shabby di


antaranya cangkir teh mulai dari
Rp50.000Rp200.000, hingga
dinner set dengan harga Rp1,7
juta.
Selain memasok kepada
reseller, Rineka juga aktif menjual
barangnya secara ritel. Dia bisa
menjual hingga 15 set dalam
sehari, dengan rata-rata penjualan
Rp275.000Rp600.000 per set.
Dia pun memberikan pelayanan
yang maksimal dengan mengemas
produknya dengan rapi. Bahkan
pada beberapa momen khusus,
Rineka pun menyelipkan kartu
ucapan.
Sebagai salah satu pelayanan
bagi reseller dan konsumen, Quin
Shabby juga memberikan garansi
penggantian barang baru jika
barang yang dipesan pecah baik
itu karena kesalahan pengemasan
atau kesalahan ekspedisi saat
pengiriman.
Sekarang banyak sekali yang
jual barang porselen secara
online, dan kemungkinan
produknya sama. Jadi faktor
harga dan pelayanan jadi kunci
utama agar tetap bisa bersaing,
katanya. (Nenden Sekar A.)

33

NIAGA & JASA

Rabu, 5 Agustus 2015

KUOTA

PEMAHAMAN PEMBUAT KEBIJAKAN KAKAO


TERUS DITINGKATKAN
JAKARTA Kementerian
Perdagangan dan International
Cocoa Organization (Icco) terus
berupaya meningkatkan pemahaman pembuat kebijakan dan
pemangku kepentingan perkakaoan di Tanah Air.
Kerja sama antara kedua
pihak tersebut diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas pemahaman para pembuat kebijakan
dan pemangku kepentingan di
rantai pasok global kakao.
Dirjen Kerja Sama Perdagangan International Kementerian Perdagangan Bachrul

Chairi mengatakan RI perlu


memperkuat posisi sebagai produsen kakao terbesar ketiga di
dunia, setelah Pantai Gading dan
Ghana.
Kita perlu memanfaatkan
program-program peningkatan
kapasitas untuk menjaga
dinamika pasar domestik.
Ini juga menjadi ajang para
pemangku kepentingan kakao,
dari sektor hulu [produksi]
sampai hilir [pasar] untuk
berinteraksi dan saling
meningkatkan jaringan bisnis.
(Bisnis/114)

RPP E-COMMERCE

Pelaku Usaha
Wajib Kantongi
Nomor Identitas
JAKARTA Pemerintah akan mewajibkan
para pelaku usaha yang
melakukan perdagangan
secara online untuk mendapatkan nomor identitas
setelah Rancangan Peraturan Presiden (RPP)
tentang
Perdagangan
melalui Sistem Elektronik
ditandatangani.
Direktur Bina Usaha
Perdagangan Direktorat
Jenderal Perdagangan
Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Fetnayeti
mengatakan
wajib kepemilikan nomor identitas bagi para
pelaku usaha e-commerce tersebut perlu
dilakukan agar dapat
melindungi pengusaha
dan konsumen.
Kewajiban
tersebut
juga diperlukan dalam
rangka menjamin dan
menciptakan kepercayaan
konsumen ketika melakukan transaksi secara online.
Setelah PP ini selesai, pelaku usaha e-commerce harus punya izin
sesuai dengan ketentuan
yang berlaku. Untuk
mendapatkan izin tersebut, dia harus mendapatkan sertifikasi dari
Kementerian Informasi
dan Elektronika. Persya ratannya
adalah
sistem yang berlaku
harus akuntabel, kata
Fet nayeti di Kantor
Kementerian Perdagangan, Selasa (4/8).
Menurut
Fetnayeti,
selama ini perdagangan online belum terpantau
dengan baik. Kewajiban
memiliki nomor identitas tersebut akan memudahkan pelaksanaan
pemantauan terhadap sistem perdagangan online
ke depannya.
Di sisi lain, nomor
identitas tersebut juga
akan menciptakan ekosistem perdagangan yang
baik sehingga dapat
meningkatkan kontribusi
perdagangan online terhadap ritel secara keseluruhan.
Sejauh ini, kontribusi
perdagangan
secara
online terhadap bisnis

ritel secara keseluruhan


masih relatif kecil.
E-commerce ini suatu
alternatif bagaimana kita
mendorong perdagangan
secara
ritel
secara
keseluruhan.
Dalam RPP tersebut,
pelaku usaha online
dibagi menjadi tiga, yaitu
pedagang atau merchant,
penyelenggara, dan penyelenggara sarana sementara.

PELAKU ASING
Adapun, pelaku usaha
asing yang bertransaksi
secara online dengan
konsumen di Indonesia
dianggap beroperasi di
Indonesia.
Pelaku usaha asing
dalam perdagangan online tersebut masuk ke
dalam prioritas perhatian
pemerintah.
Jika terjadi pengaduan
konsumen, pelaku usaha
asing tersebut akan
masuk ke dalam daftar
hitam perdagangan.
Sekali dia bertransaksi di Indonesia,
maka berlaku hukum di
Indonesia.
Ketua Indonesia E-Commerce Association Daniel
Tumiwa mengatakan pelaku usaha sudah membicarakan setiap permasalahan yang ada di
RPP tersebut. Saat ini,
pembicaraan antara pemerintah dan para pelaku
usaha sudah selesai.
Pasti ada yang kurang
berkenan, tapi akan ada
tahap berikutnya. Masih
perlu diharmonisasi dengan peraturan-peraturan lainnya. Ini akan
dikerjakan di tahap berikutnya.
Daniel menyebutkan
isu-isu yang masih
be lum
memuaskan
bagi pelaku usaha akan
diperjuangkan di jalur
lainnya karena RPP ini
bersinggungan dengan
banyak sektor.
Contohnya keuangan,
pasti bersinggungan dengan Bank Indonesia.
Ada juga aturan lainnya
yang berkaitan dengan
Kominfo.
(Muhammad

KUNJUNGAN WISMAN
SELAMA RAMADAN TURUN

Antara/Andreas Fitri Atmoko

Ekspor Gamelan: Perajin menata gamelan pada industri rumahan


Daliyo Legiono di Bantul, Yogyakarta, Selasa (4/8). Gamelan berbahan baku
kuningan tersebut selain dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia juga
diekspor ke Malaysia, Korea Selatan serta Singapura dengan harga jual Rp
60 juta- Rp 250 juta per set tergantung model dan kualitas.

Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci


JAKARTA Rencana pembentukan tim
pengkaji ekspor oleh pemerintah diperkirakan
dapat mempercepat pencapaian target ekspor
yang dibidik. Namun, efektivitas tim tersebut
dinilai bisa saja terganjal oleh ego sektoral
kementerian/lembaga tertentu.
Muhammad Avisena
redaksi@bisnis.com

Direktur Eksekutif Institute for


Development of Economic and
Finance (Indef) Enny Sri Hartati
mengungkapkan keberadaan
tim pengkaji ekspor yang
diwacanakan oleh Presiden Joko
Widodo akan efektif bila ada
koordinasi antara kementerian
dan lembaga terkait.
Dia mengatakan pengkajian
diversifikasi ekspor, baik dari sisi
negara tujuan maupun komoditasnya, yang sudah dilakukan
oleh Kementerian Perdagangan
terhenti karena adanya ego
sektoral lintas kementerian/
lembaga.
Enny menyebutkan, selama ini
koordinasi antara lintas sektor
tersebut tidak berjalan sehingga

masing-masing kementerian/
lembaga bergerak sendiri-sendiri.
Alhasil
target
program
diversifikasi ekspor itu tidak
pernah maksimal, kata Enny
saat dihubungi Bisnis, Selasa
(4/8).
Seperti diketahui, program
diversifikasi ekspor sesungguhnya telah digencarkan oleh
Menteri Perdagangan Mari
Elka Pangestu pada era Kabinet
Indonesia Bersatu. Program itu
mencakup diversifikasi produk
dan negara tujuan ekspor.
Menurut Enny, peningkatan
kinerja ekspor nasional seharusnya menjadi target bersama, terutama untuk meningkatkan ekspor komoditas-komoditas yang
memiliki daya saing.
Kendati ditangani oleh salah
satu kementerian, harus ada du-

PROPERTI

JAKARTA
KEHILANGAN

KULIT

TEKNIK

Khusus menyewakan / beli / jual murah


Diesel Genset, 50 -2000 kva. Hub.
5551292, 55961607, 0813 1134 3338

OTOMOTIF
"KULIT ASLI"
Furniture,Car,Fashion,Promotion,Walet,Bag,Shoes,
etc Harco Elektronik Ma ngga Dua, Ruko Blok B No.2
JakartaTlp: 6128888/www.dhenigleather.com

MESIN-MESIN

Mesin Bubut, Milling, Shearing, Press Brake,


Power Press, Radial Drilling, Roll Plat
Made in Japan, Taiwan & China
Wijaya Machinery
Hub: 021-6696061 / 6697071
www.cv-wm.com

Autolux-Karawaci-OneStopService
Info&Reserv. 0812 826 00 888/556 556 86
Toko Ban, Spooring & Balancing, Tune
Up, AC, Cuci Mobil & Salon, Ganti oli
mesin, Ganti oli transmisi matic/manual,
Audio/Sound System, Accesories, Kaca
Film 3M, V-kool, dll.

kungan dari kementerian lainnya untuk meningkatkan daya


saing komoditas tersebut, terutama mendukung efisiensi
produksinya.
Adapun, dari segi negara
tujuan ekspornya, tim pengkaji
ekspor
harus
memetakan
persoalan secara detail. Dengan
demikian, produk ekspor yang
dikirim adalah produk-produk
yang berpeluang diterima di
negara tujuan ekspor.
Sebagai contoh, negaranegara nontradisional yang
berada di kawasan Afrika,
Amerika Selatan, Timur Tengah,
maupun beberapa negara di
Eropa.
Negara-negara itu bukan
merupakan negara industri.
Dengan demikian, produk yang
diekspor ke kawasan tersebut
seharusnya adalah barang jadi,
bukan barang mentah atau
bahan baku.
Oleh karena itu, menurutnya,
program tersebut harus didukung
oleh upaya penghiliran di Tanah
Air.
Selain melihat dari segi permintaan, lanjutnya, pemerintah juga
harus melakukan pemetaan
berdasarkan sisi pasokan atau
suplai, yakni memetakan industri-industri apa saja yang

Efektivitas tim
tersebut dinilai bisa
saja terganjal oleh ego
sektoral.
Program diversifikasi
ekspor telah digencarkan
sejak pemerintahan
sebelumnya.
Sejumlah hambatan
untuk memasuki pasar
nontradisional mendesak
diselesaikan.
bisa dihasilkan dan mempunyai
daya saing untuk berkompetisi di
pasar global.
Pemetaan itu sangat penting,
tapi tidak boleh hanya sebagai
formalitas saja. Harus ada kelembagaan yang mengikat dan
menjadi forum koordinasi.
Selama ini, upaya itu tidak
ada.

HAMBATAN EKSPOR
Ketua Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo) Hariyadi
Sukamdani menilai penurunan
ekspor yang terjadi saat ini lebih
disebabkan oleh penurunan
per mintaan
global
yang
dipengaruhi oleh perekonomian

masing-masing negara yang


masih lesu.
Pembentukan tim pengkaji ekspor, menurutnya, bisa menjadi
salah satu opsi untuk memacu
peningkatan kinerja ekspor.
Namun, sambungnya, langkah kerja sama bilateral dan
multilateral ke negara-negara
tujuan ekspor tradisional juga
harus terus diupayakan, selain
melakukan diversifikasi dari segi
produk dan negara tujuan.
Bagaimanapun juga [permintaan] yang besar-besar itu
dari negara maju. Bisa sih ke
negara-negara nontradisional,
tapi volumenya tidak banyak,
kata Hariyadi.
Selama ini, selain permintaan
yang relatif kecil, ekspor ke
negara-negara tujuan nontradisional juga memiliki biaya yang
relatif lebih tinggi dibandingkan
dengan negara tujuan ekspor
tradisional, mulai dari logistik,
pembiayaan, maupun biaya
perbankannya.
Beberapa faktor tersebut menyebabkan ekspor ke negaranegara tersebut terkadang kurang efisien.
Persoalan ini harus dicarikan
jalan keluarnya, sehingga upaya
peningkatan ekspor melalui program tersebut bisa maksimal.

BAHAN BANGUNAN

Avisena)

Genset COSMEC 5 -2000 KVA


Engine Mitsubishi, Cummins
Hub: Wijaya Machinery
021-6696061 / 6697071
www.cv-wm.com

dibandingkan dengan Juni


tahun lalu. Momentum Ramadan
jadi salah satu penyebabnya,
ujarnya, Senin (3/8).
Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik, jumlah
kunjungan wisman pada
Juni 2015 sebanyak 815.100
kunjungan, atau menurun
4,27% dibandingkan dengan
Juni tahun lalu yang mencapai
851.500 kunjungan.
Kunjungan wisman dari
negara-negara yang penduduk
muslimnya banyak, seperti
Malaysia, berkurang. (Bisnis/taf)

TIM PENGKAJI EKSPOR

BAHAN BANGUNAN

Bersama ini telah kehilangan saham PT HM


Sampoerna Tbk terdaftar atas nama
Yahman sejumlah 250 saham dengan
Nominal Rp 1.000,- dan dengan No.SKS
37850, 216304, 216305 sejak saat ini
saham - saham tersebut dinyatakan tidak
berlaku lagi, apabila ada yang menemukan
mohon dikembalikan kepada PT SIRCA
DATAPRO PERDANA Jl. Johar No.18,
Menteng, Jakarta 10340

JAKARTA Kunjungan
wisatawan mancanegara
(wisman), terutama dari negaranegara berpenduduk Muslim, di
Tanah Air sepanjang Ramadan
tahun ini turun.
CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetjo
mengungkapkan tidak sedikit
wisman yang mengurungkan
niatnya untuk bepergian ke
negara lain dalam kondisi puasa.
Kalau lihat angka kunjungan
wisman pada Juni tahun ini,
memang ada penurunan jika

KOMODITAS

34
Olein BBJ

0,23%

0,00%

8.550,00
4/8/2015

Emas-ANTM
513.000,00

4,92%

4/8/2015

Perak-TCE

0,13%

56,10

FLUKTUASI

155,80

4/8/2015

Rabu, 5 Agustus 2015

Karet TSR20

0,22%

0,05%

137,70

4/8/2015

HARGA KARET BAKAL TERJUNGKAL

4/8/2015

JAKARTA Volume transaksi Bursa Berjangka Jakarta


pada Juli ini menurun sebesar
6,04%. Kontrak emas berjangka 100 gram menjadi produk
salah satu bursa berjangka
di Indonesia itu yang volume
transaksinya menurun paling
dalam pada bulan lalu.
Sepanjang Juli, volume transaksi multilateral turun 6,04%
menjadi 48.870 lot dibandingkan dengan Juni yang sebesar
52.016 lot. Lalu, kontrak emas
berjangka 100 gram yang
transaksinya anjlok paling
dalam mengalami penurunan

sur)

CPO KLCE
2.055,00

0,50%

Emas-NYMEX

4,14%

1.089,40

4/8/2015

TRANSAKSI MULTILATERAL BBJ TURUN 6,04%

katkan pengiriman, meskipun


harga masih rendah. Lalu,
permintaan China pun disebut
masih akan melambat seiring
data ekonomi yang masih
negatif.
Jadi, kondisi itu bisa membuat surplus pasokan semakin
melebar, ujarnya, Selasa (4/8).
International Rubber Study
Group memproyeksikan surplus
pasokan karet global pada tahun
ini akan sebesar 303.000 ton.
Proyeksi itu diperluas setelah
pada Januari diprediksi surplus
mencapai 77.000 ton. (Bloomberg/

BANGKOK Harga karet


berpotensi kembali jatuh ke
level terendah setelah pasokan
diproyeksikan terus menumpuk.
Perlambatan ekonomi China
masih menjadi penyebab utama
menurunnya permintaan untuk
karet.
Pada perdagangan kemarin
sampai 16:46 WIB, harga karet
di Tokyo Commodity Exchange
(Tocom) naik 1,59% menjadi
197,6 yen per kg.
Kazuhiko Saito, analis Fujitomi
Co., mengatakan harga karet
terancam lebih rendah setelah
Thailand dan Vietnam mening-

Karet RSS3

3/8/2015

WTI-NYMEX
45,17
3/8/2015

RINGGIT KIAN LEMAH, HARGA CPO REBOUND

43,87% menjadi 1.929 lot.


Adapun, transaksi kopi
berjangka BBJ pada bulan lalu
naik 0,11% menjadi 19.508 lot
dibandingkan dengan transaksi pada bulan sebelumnya
sebesar 19.486 lot.
Stephanus Paulus, Direktur
Utama Bursa Berjangka
Jakarta, mengatakan sejauh
ini produk multilateral andalan
BBJ masih kopi berjangka.
Kakao sempat diproyeksikan
untuk produk andalan kami,
tetapi kondisi pasar kakao
domestik masih kurang bagus,
ujarnya, Selasa (4/8). (Bisnis/sur)

Rp7.475 per kg.


Sandeep Bajoria, Direktur
Utama Mumbai Sunvin Group,
mengatakan harga sawit cukup
rendah. Pasar tampaknya tertarik untuk mengambil posisi beli
untuk level harga saat ini.
Harga beberapa komoditas
pesaing sepanjang perdagangan kemarin pun relatif stabil
sehingga tekanan untuk CPO
mereda, ujarnya, Selasa (4/8).
Direktur Commodity Links
Vijay Mehta, menyebutkan
pelemahan ringgit menjadi
faktor utama penguatan harga
sawit kemarin. (Bloomberg/sur)

KUALA LUMPUR Harga


crude palm oil mencatatkan
rebound tipis seiring dengan
pelemahan nilai tukar ringgit.
Tapi, penguatan harga sawit itu
masih terbatas karena potensi
pelemahan masih cukup
besar seiring harga komoditas
pesaing yang masih rentan
melemah.
Pada penutupan perdagangan kemarin, harga CPO
Bursa Malaysia naik 0,29%
menjadi 2.060 ringgit per
ton, sedangkan harga CPO di
Bursa Komoditi dan Derivatif
Indonesia naik 0,2% menjadi

MENANTI STIMULUS CHINA


Harapan rebound harga
minyak sempat memuncak saat harga minyak
menyentuh level US$60.
Tetapi, harapan itu sirna
ketika harga minyak
kembali tenggelam seperti
awal tahun saat memulai
perdagangan pada
semester II/2015.

Harga Tembaga
Kembali Terkapar

Surya Rianto
surya.rianto@bisnis.com

MENAKAR PASOKAN DUNIA

Memompa Minyak Hingga


US$100, Mungkinkah?

arga minyak mulai


bangkit pada kuartal
II/2015 oleh kenaikan
permintaan terutama
dari China dan didukung penurunan pasokan di AS. Tetapi, tren harga minyak
kembali anjlok setelah produsen terutama di AS kembali menggeliat karena
melihat pasar yang mulai membaik,
sedangkan permintaan dari China justru mulai melambat pada awal semester paruh kedua tahun ini.
Selain itu, cemerlangnya pasar minyak pada kuartal kedua kemarin
membuat persaingan menjaga pangsa
pasar dan perang harga antara AS dan
Timur Tengah pun kian memanas.
Namun, John Kemp, analis pasar
Reuters, menyebutkan kejatuhan harga
minyak Brent ke bawah US$50 pada
awal pekan ini adalah momentum
bagus. Pasar akan menilai produsen di
Eropa dan Afrika menjadi korban dari
persaingan pasar minyak antara AS
dan Timur Tengah.
Pasalnya, investasi dan aktivitas
produksi minyak di Eropa dan Afrika
berpeluang anjlok karena rendahnya
harga minyak setahun terakhit. Tapi
shale oil bisa berpotensi menghadang
penguatan harga minyak oleh momentum ini , ujarnya di Reuters pada
Senin (3/8).
Menurut data Baker Hughes Inc.,
sampai akhir semester I/2015, aktivitas
rig di Eropa turun 20,97% menjadi 113
rig dibandingkan dengan periode yang
sama pada tahun lalu, sedangkan aktivitas rig di Afrika melorot 16,26%

Reuters

menjadi 103 rig dibandingkan akhir


paruh pertama tahun lalu.
Secara global, aktivitas rig sampai
semester I juga telah turun sebesar
36,3% dibandingkan dengan periode
yang sama tahun lalu.
AS pun menjadi negara yang mengalami penurunan rig terbesar dalam
setahun terakhir yaitu sebesar 53,5%
menjadi 861 rig.
Baker Hughes pun memproyeksikan
aktivitas rig cenderung turun pada
semester II/2015. Kondisi pasar minyak
dan gas (migas) saat ini tidak menguntungkan bila para produsen tetap
memilih mempertahankan produksi.
Sayangnya, potensi penurunan
produksi di Eropa dan Afrika tidak
mampu menekan lonjakan pasokan
global seiring produksi minyak AS
masih berada di level tertinggi.
Sampai akhir Juli kemarin produksi
minyak AS sebesar 9,41 juta barel per
hari atau masih di kisaran level tertinggi dalam tiga dekade terakhir, meksipun aktivitas rig sudah turun setengahnya.
James Williams, Presiden Konsultan
Energi WTRG Economics, menuturkan
fakta di lapangan menunjukkan penggunaan rig oleh produsen shale oil di

AS sebagian besar dialihkan dari daerah non produktif ke produktif untuk


efisiensi biaya operasional. Jadi, penurunan aktivitas rig belum tentu pengaruhi produksi, ujarnya seperti dilansir
Bloomberg.
Produksi minyak AS pun berpotensi
semakin menggeliat setelah Exxon
Mobil Corp. Dan Chevron Corp., dua
produsen minyak AS itu meningkatkan
produksi minyak pada kuartal kedua
tahun ini.
Outlook World Bank untuk komoditas pada pertengahan bulan lalu pun
memproyeksikan produksi minyak AS
masih berpotensi tetap tinggi hingga
awal tahun depan.
Lukman Leong, analis PT Platon
Niaga Berjangka, menjelaskan posisi
harga minyak saat ini memang sudah
rendah, apalagi setelah Brent jatuh ke
level di bawah US$50.

BELUM BERAKHIR
Tetapi, arus tekanan ke bawah untuk
harga minyak belum berakhir dan
masih mungkin mendorong harga
lebih dalam lagi hingga ke US$30 sampai US$40 per barel.
Produksi minyak Iran belum tam-

Produksi minyak AS terus


menggeliat.
Aktivitas produksi minyak
di Eropa dan Afrika berpeluang anjlok.
pak secara nyata di pasar, produksi,
dan pasokan minyak AS juga kembali
meningkat. Jadi, pelemahan harga
minyak masih akan berlanjut hingga
tahun depan. Walaupun peluang
penguatan masih terbuka, tapi dalam
lingkup terbatas, ujarnya kepada
Bisnis.
Fenomena kembali jatuhnya harga
minyak ini mengingatkan kembali
pada komentar Gary Ross, pendiri PIRA
Energy Group, yang juga disebut sebagai the oil guru pada akhir tahun lalu
yang memprediksi harga minyak
mampu kembali ke US$100, tetapi
dalam lima tahun lagi.
Lima tahun lagi diprediksi pasokan
terus menipis karena produsen sulit
memproduksi minyak akibat harga terlalu rendah. Defisit pasokan itu yang
diprediksi bisa membawa harga
minyak menjadi tinggi kembali.

JAKARTA Harga tembaga kembali anjlok ke


level terendah sejak enam
tahun lalu setelah manufaktur China pada Juli
kembali negatif. Tetapi,
harga komoditas logam industri itu berpotensi rebound bila Pemerintah
China kembali membuat
stimulus ekonomi yang
cukup besar.
Pada perdagangan kemarin sampai pukul 17:06
WIB, harga tembaga untuk
pengiriman tiga bulan di
London Metal Exchange
(LME) turun 1,2% menjadi
US$5.158 per ton, sedangkan harga tembaga berjangka di New York Commodity Exchange (Comex)
naik 0,79% menjadi
US$2,36 per pon.
Ibrahim, Direktur PT
Equilibrium Komoditi Berjangka, mengatakan harga
tembaga berpeluang untuk
rebound bila Pemerintah
China mengeluarkan stimulus untuk pertumbuhan
ekonomi dalam jumlah
besar. Tetapi, bila stimulus
yang dikeluarkan tidak terlalu besar, harga tembaga
cenderung terus melemah.
Perlambatan manufaktur China pada bulan lalu
menjadi sentimen negatif
yang kuat untuk harga
tembaga. Perlu diingat, perlambatan manufaktur China bisa berpengaruh kepada negara rentan krisis
seperti Eropa dan Amerika
Latin. Hal itu juga mengancam permintaan tembaga
di kawasan tersebut, ujarnya kepada Bisnis pada
Selasa (4/8).
Pemerintah China pun
disebut tengah merencanakan untuk mengeluarkan
obligasi dengan nilai sekitar US$161 miliar untuk
mendanai proyek-proyek
konstruksi. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi per-

tumbuhan ekonomi China


pada tahun ini disebut
agak melenceng di bawah
target tahun ini yaitu 7%.
Pasar saat ini tengah
menunggu aksi Pemerintah
China untuk melakukan
stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga maupun dalam bentuk fiskal.
Sepanjang tahun ini
sebenarnya Bank of China
sudah menggelontorkan
stimulus moneter sebanyak
empat kali dalam bentuk
pemangkasan suku bunga.
Tetapi stimulus moneter
China dianggap tidak sistematis untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi
sehingga pasar pesimis stimulus dapat memberikan
dampak positif.
David Lennox, analis Fat
Prophets, mengatakan harga tembaga berpotensi
terus melemah sampai ada
sinyal dari pemerintah
untuk melakukan stabilitas
ekonomi lebih lanjut. Pemerintah China harus segera mendorong perekonomiannya untuk bisa bangkit dari perlambatan yang
berkepanjangan ini, ujarnya seperti dilansir Bloomberg.
Sebelumnya, pada awal
pekan ini dirilis data
Purchasing Manager Index
(PMI) China pada Juli yang
turun ke level 50 dibandingkan dengan bulan sebelumnya pada level 52.
Perlambatan manufaktur
itu seiring dengan penurunan penjualan otomotif sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, pasar tembaga juga tengah fokus menunggu data non-farm payroll AS Juli pada pekan ini.
Hasil yang negatif dapat
membuat the Fed menunda
kenaikan suku bunga dan
penurunan dolar AS menjadi sentimen positif untuk
tembaga. (Surya Rianto)

DATA KOMODITAS
KUALA LUMPUR

TOKYO

THAILAND

Harga crude palm oil (CPO) di Kuala Lumpur Commodity Exchange (KLCE) pada
penutupan 4 Agustus 2015 (beli/jual):

Harga beberapa komoditas di bursa berjangka Tokyo pada penutupan 4


Agustus 2015 sebagai berikut:

Harga karet di Agricultural Futures Exchange of Thailand (AFET) pada penutupan


4 Agustus 2015 sebagai berikut:

Bln

Ttp

Prb

Ttg

Trd

Vol.

Pntp Sbl

CPO (RM/ton):
Agu 15 ............. 2.055,00 ..............-1,00 ...........2.057,00..........2.039,00............133 ...... 2.056,00
Sep 15 .............. 2.061,00 ............ +5,00 ...........2.074,00..........2.024,00.........4.235 ...... 2.056,00
Okt 15 .............. 2.062,00 ............ +8,00 ...........2.073,00..........2.026,00...... 25.891 ...... 2.054,00
Nov 15 ............. 2.075,00 ..........+12,00 ...........2.082,00..........2.035,00...... 13.246 ...... 2.063,00
Des 15 .............. 2.096,00 ..........+13,00 ...........2.102,00..........2.056,00.........4.365 ...... 2.083,00
Jan 16............... 2.122,00 ............ +9,00 ...........2.132,00..........2.086,00.........2.702 ...... 2.113,00
Mar 16.............. 2.179,00 ..........+12,00 ...........2.187,00..........2.142,00............910 ...... 2.167,00
Mei 16 .............. 2.223,00 ..........+22,00 ...........2.226,00..........2.184,00.........1.701 ...... 2.201,00
Jul 16................ 2.228,00 ..........+24,00 ...........2.229,00..........2.194,00............379 ...... 2.204,00
Sep 16 .............. 2.228,00 ..........+14,00 ...........2.229,00..........2.210,00............114 ...... 2.214,00
Nov 16 ............. 2.225,00 ..........+14,00 ...........2.224,00..........2.211,00..............68 ...... 2.211,00
Jan 17............... 2.242,00 ..........+14,00 ...........2.230,00..........2.223,00................5 ...... 2.228,00
Mar 17.............. 2.253,00 ..........+14,00 ........................ -....................... -................2 ...... 2.239,00
Mei 17 .............. 2.263,00 ..........+14,00 ...........2.225,00..........2.212,00..............16 ...... 2.249,00
Jul 17................ 2.263,00 ..........+14,00 ........................ -....................... -.................- ...... 2.249,00

Ttp

Prb (%)

Ttg

Trd

Vol

Pntp Sbl

Agu 15 ............... 184,70 .............-2,00 ............188,30........... 183,00 .................51 ........... 186,70


Sep 15 ................ 187,20 .............-2,30 ............191,00........... 186,00 .................53 ........... 189,50
Okt 15 ................ 189,10 .............-2,60 ............193,50........... 188,00 .............. 102 ........... 191,70
Nov 15 ............... 190,70 .............-2,70 ............194,20........... 189,10 .............. 450 ........... 193,40
Des 15 ................ 192,60 .............-2,70 ............197,00........... 190,70 ........... 3.342 ........... 195,30
Jan 16................. 194,50 .............-2,90 ............198,90........... 192,40 ........... 9.648 ........... 197,40
Emas (jpy/gr):
Agu 15 ............ 4.331,00 ...........-34,00 .........4.369,00........ 4.310,00 .................87 ........ 4.365,00
Okt 15 ............. 4.329,00 ...........-38,00 .........4.366,00........ 4.308,00 .............. 111 ........ 4.367,00
Des 15 ............. 4.334,00 ...........-36,00 .........4.373,00........ 4.315,00 .............. 153 ........ 4.370,00
Feb 16 ............. 4.332,00 ...........-34,00 .........4.364,00........ 4.309,00 .............. 198 ........ 4.366,00
Apr 16 ............. 4.329,00 ...........-34,00 .........4.364,00........ 4.305,00 ........... 2.012 ........ 4.363,00
Jun 16 ............. 4.324,00 ...........-34,00 .........4.360,00........ 4.300,00 .........24.620 ........ 4.358,00
Perak (jpy/gr):

Sumber: Bloomberg

SINGAPURA
Harga karet di Singapore Commodity Exchange (Sicom) pada penutupan
4 Agustus 2015 sebagai berikut:
Bln

Bln

Karet (jpy/kg) :

Ttp

Prb

Ttg

Trd

Vol.

Pntp Sbl

RSS3 (US$cent/kg):
Sep 15 ..................155,80................-0,20 .......... 155,80 ..........152,00.............49 .........156,00
Okt 15 ..................155,60.......................- .......... 156,00 ..........150,00...........146 .........155,60
Nov 15 .................156,50.............. +0,50 .......... 156,80 ..........150,00.............79 .........156,00
Des 15 ..................156,70.............. +0,70 .......... 155,00 ..........151,50.............62 .........156,00
Jan 16...................157,50.............. +1,00 .......... 155,00 ..........153,00.............89 .........156,50
Feb 16 ..................158,00.............. +1,00 .......... 155,50 ..........154,50.............34 .........157,00
Mar 16..................158,20.............. +0,40 .....................- .................... -................- .........157,80
Apr 16 ..................159,50.............. +0,50 .....................- .................... -................- .........159,00
Mei 16 ..................160,50.............. +0,50 .....................- .................... -................- .........160,00
Jun 16 ..................161,50.............. +0,50 .....................- .................... -................- .........161,00

TSR20 (US$cent/kg):
Sep 15 ..................137,70.............. +0,30 .......... 138,10 ..........133,00...........657 .........137,40
Okt 15 ..................138,30.............. +0,40 .......... 138,40 ..........133,60...........599 .........137,90
Nov 15 .................138,60.............. +0,30 .......... 138,70 ..........134,00...........662 .........138,30
Des 15 ..................139,10.............. +0,40 .......... 139,20 ..........134,30...........967 .........138,70
Jan 16...................139,10.............. +0,30 .......... 139,20 ..........134,00...........762 .........138,80
Feb 16 ..................139,60.......................- .......... 139,60 ..........135,10...........261 .........139,60
Mar 16..................140,10................-0,40 .......... 137,60 ..........136,60.............16 .........140,50
Apr 16 ..................141,20.............. +0,20 .....................- .................... -................- .........141,00
Mei 16 ..................142,00.............. +0,20 .......... 141,00 ..........138,50.............30 .........141,80
Jun 16 ..................142,50.............. +0,20 .......... 142,10 ..........140,00.............12 .........142,30

Agu 15 ..................56,10 .............-2,90 ..............56,10..............56,10 ...................7 ..............59,00


Okt 15 ...................58,90 .............-0,10 ..............59,00..............58,90 ...................2 ..............59,00
Des 15 ...................57,10 .............-2,20 ..............57,60..............57,10 ...................7 ..............59,30
Feb 16 ...................58,00 .............-0,90 ...................... -......................- ....................- ..............58,90
Apr 16 ...................57,80 .............-1,00 ..............57,80..............57,50 .................22 ..............58,80
Jun 16 ...................57,90 .............-1,00 ..............59,00..............57,20 .............. 331 ..............58,90
Platinum (jpy/gr)
Agu 15 ............ 3.783,00 ........ -136,00 .........3.912,00........ 3.767,00 .............. 224 ........ 3.919,00
Okt 15 ............. 3.784,00 ........ -138,00 .........3.911,00........ 3.766,00 .............. 201 ........ 3.922,00
Des 15 ............. 3.792,00 ........ -128,00 .........3.901,00........ 3.771,00 .............. 869 ........ 3.920,00
Feb 16 ............. 3.800,00 ........ -139,00 .........3.931,00........ 3.783,00 .............. 677 ........ 3.939,00
Apr 16 ............. 3.816,00 ........ -136,00 .........3.948,00........ 3.757,00 ........... 4.004 ........ 3.952,00
Jun 16 ............. 3.816,00 ........ -134,00 .........3.950,00........ 3.757,00 .........25.375 ........ 3.950,00
Gasoline (jpy/kl)
Sep 15 ...........53.530,00 ..... -1.790,00 .......55.250,00......53.400,00 .................87 ......55.320,00
Okt 15 ...........52.850,00 ..... -1.820,00 .......54.720,00......52.760,00 .................93 ......54.670,00
Nov 15 ..........52.580,00 ..... -1.750,00 .......54.310,00......52.490,00 .............. 147 ......54.330,00
Des 15 ...........52.370,00 ..... -1.660,00 .......54.050,00......52.300,00 .............. 485 ......54.030,00
Jan 16............52.130,00 ..... -1.570,00 .......53.720,00......52.070,00 ........... 1.234 ......53.700,00
Feb 16 ...........51.790,00 ..... -1.520,00 .......53.340,00......51.720,00 ........... 4.424 ......53.310,00
Minyak Mentah (jpy/kl)
Agu 15 ..........38.730,00 ..... -1.730,00 .......39.990,00......38.660,00 .............. 234 ......40.460,00
Sep 15 ...........37.930,00 ..... -1.930,00 .......39.570,00......37.870,00 .............. 533 ......39.860,00
Okt 15 ...........38.320,00 ..... -1.800,00 .......40.080,00......38.280,00 .............. 753 ......40.120,00
Nov 15 ..........38.840,00 ..... -1.730,00 .......40.550,00......38.770,00 ........... 1.834 ......40.570,00
Des 15 ...........39.430,00 ..... -1.580,00 .......41.000,00......39.270,00 .........10.516 ......41.010,00
Jan 16............39.930,00 ..... -1.500,00 .......41.420,00......39.710,00 ........... 6.071 ......41.430,00
Sumber: Bloomberg

Bln

Ttp

Prb

Ttg

JAKARTABBJ

Trd

Vol

Pntp Sbl

Karet RSS3 (THB/barel)


Sep 15 .................54,20.............. -0,30 .................. - .....................-.....................- .............54,50
Okt 15 .................54,30.............. -0,35 ..........54,25 ............53,95....................8 .............54,65
Nov 15 ................54,35.............. -0,35 ..........54,30 ............54,00....................6 .............54,70
Des 15 .................54,60.............. -0,30 ..........54,60 ............53,70..................17 .............54,90
Jan 16..................54,70.............. -0,10 ..........54,70 ............54,50....................4 .............54,80
Feb 16 .................55,00......................- ..........55,00 ............53,80..................45 .............55,00
Mar 16.................54,90.............+0,10 ..........54,90 ............53,70................127 .............54,80

Sumber: Bloomberg

ICDX
Bulan

Bulan

April, 2016 .............. 500.900 ............. Mei, 2016................ 504.100 ............. Juni, 2016 ............... 507.300 ............. Juli, 2016 ................ 510.600 ............. -

Vol.

CPO - CPOTR (Rp/Kg) pada penutupan :


Selasa, 04 Agustus 2015
Agustus, 2015 ............ 7.405 .......... 58
September, 2015........ 7.460 ....... 312
Oktober, 2015 ............ 7.370 .... 1.533
November, 2015 ........ 7.355 ....... 769
Desember, 2015 ......... 7.385 ............. RBD PALM OLEIN - OLEINTR (Rp/Kg)
pada penutupan : Selasa, 04 Agustus
2015
Agustus, 2015 ............ 7.525 ............. September, 2015........ 7.550 ............. Oktober, 2015 ............ 7.460 ............. November, 2015 ........ 7.445 ............. Desember, 2015 ......... 7.475 ............. Timah - INATIN (US$/Metric Ton) pada
penutupan : Selasa, 04 Agustus 2015
TINPB300.................. 15.615 ............. TINPB200.................. 15.665 ............. TINPB100.................. 15.715 ............. TINPB050.................. 15.865 ............. TIN4NINE.................. 16.115 ............. Emas - GOLDGR (Rp/gr) pada penutupan :
Senin, 03 Agustus 2015
Agustus, 2015 ........ 476.200 ............. September, 2015.... 478.900 ....... 600
Oktober, 2015 ........ 481.900 ............. November, 2015 .... 485.000 ............. Desember, 2015 ..... 488.100 .......... 20
Januari, 2016 .......... 491.300 ............. Februari, 2016 ........ 494.500 ............. Maret, 2016 ............ 497.700 ............. -

Bulan

Harga Penyelesaian

Perubahan

Volume

OLE .......................Agt 15...........................8.550...............................20 ..................................5


OLE .......................Sep 15...........................8.550...............................20 ................................17
OLE .......................Okt 15...........................8.600...............................20 ..................................5
OLE10 ..................Agt 15...........................8.550...............................20 ..................................5
OLE10 ..................Sep 15...........................8.550...............................20 ..................................5
OLE10 ..................Okt 15...........................8.600...............................20 ..................................6
GOL ......................Agt 15.......................483.300.................................0 ..................................0
GOL ......................Sep 15.......................480.900.................................0 ..................................0
GOL100 ................Agt 15.......................484.300.................................0 ..................................0
GOL100 ................Sep 15.......................481.900.................................0 ..................................0
GOL250 ................Agt 15.......................482.450.................................0 ..................................0
GOL250 ................Sep 15.......................481.100............................-300 ................................20
GG10.....................- .................................475.000.........................-3.000 ..................................0
GG100...................- .................................475.000.........................-3.000 ..................................0
GG25.....................- .................................475.000.........................-3.000 ..................................0
KGE .......................- .................................473.893............................-519 ..................................0
KIE ........................- ...................................13.486..............................-16 ..................................0
Harga beberapa komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada 03 Agustus 2015:

Harga beberapa komoditas di ICDX :


Pntp

Harga beberapa komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada 4 Agustus 2015 :
Komoditas

Pntp

Vol.

Emas - GOLDUD & GOLDID (US$/Troy


Ounce) pada penutupan : Senin, 03
Agustus 2015
GOLDUD Desember 30 1.086,4 ........ GOLDID Desember 30 1.086,4 ......... 3

Sumber: ICDX
Keterangan: *Harga tidak termasuk PPn 10%

Komoditas

Bulan

Ukuran
Harga (Rp/gram)
500 gram ........................... 507.600
250 gram ........................... 508.000
100 gram ........................... 508.500
50 gram ............................. 509.000
25 gram ............................. 510.000
10 gram ............................. 513.000
5 gram ............................... 518.000
Perak:
Ukuran

Volume

Harga Sbl

TENDER CPO
KPB Nusantara, 4 Agustus 2015
Produsen Vol. (ton)

Pembeli

Harga (Rp/Kg)

Penyerahan

PTPN I...................1.000 ...............WD ..................7.255,00 ..............Fr. pabrik pembeli Medan


PTPN II..................1.000 ...............MM..................7.255,00 ..............Fr. pabrik pembeli Medan/Blwn
PTPN III .................1.500 ...............IBP....................7.255,00 ..............Fr. PT SAN unit Dumai
PTPN III .................1.500 ...............SMART ...........7.255,00 ..............Fr. PT SAN unit Belawan
PTPN IV................2.000 ...............SMART ...........7.255,00 ..............Fr. PT SAN unit Belawan
PTPN IV................2.000 ...............SMART ...........7.255,00 ..............Fr. PP Medan/Belawan/Kuala
......................................................................................................................Tanjung
PTPN V.................2.000 ...............IBP....................7.255,00 ..............Fr. PT SAN unit Dumai

Harga (Rp/kg)

1 kg .................................8.800.000
Sumber: Antam

Perubahan

Sumber: BBJ

HARGA EMAS & PERAK


Harga logam mulia di Aneka Tambang
Jakarta pada 4 Agustus 2015 :
Emas:

Harga Penyelesaian

GU1H10 ................- ................................1.086,65...........................-9,05 ..................................0


GU1TF ...................- ................................1.086,65...........................-9,05 ..................................0
KGEUSD................- ................................1.086,65...........................-9,05 ..................................0
ACF ......................Sep 15....................63.600,00..........................3.600 ..................................0
ACF ......................Des 15....................64.600,00............................-700 ..................................0
ACF ......................Mar 16 ...................65.750,00............................-650 ..................................0
ACF ......................Mei 16....................66.250,00............................-650 ..................................0
RCF .......................Sep 15....................22.210,00............................-160 ..................................0
RCF .......................Nop 15...................22.470,00............................-130 ..................................0
RCF .......................Jan 16 ....................22.700,00............................-210 ..................................0
RCF .......................Mar 16 ...................23.020,00............................-120 ..................................0
CC5 .......................Sep 15....................38.790,00.............................900 ................................28
CC5 .......................Des 15....................38.670,00.............................120 ................................30
CC5 .......................Mar 16 ...................38.560,00.................................0 ..................................0
CC5 .......................Mei 16....................38.280,00.................................0 ..................................0

PTPN VI................1.000 ...............WD ..................7.120,00 ..............FOB Talang Duku


PTPN VII ...............1.000 ...............WD ..................6.935,00 ..............FOB Pulau Baai Bengkulu
PTPN VII ...............2.000 ...............WD ..................7.095,00 ..............FOB Boom Baru Palembang

PUAB, per 3/8/2015

SUKU BUNGA DEPOSITO, PER 3/8/15

PUAB Sore Rp DN - Berdasarkan Jangka Waktu


(volume dlm Juta Rp)
No

Jangka Waktu

Volume

Frekuensi

Suku Bunga
Terendah (%)

Suku Bunga
Tertinggi (%)

No
Suku Bunga
Rata-RataTertimbang (%)

Base Rate
Base Rate
Tertinggi

Base Rate
Terendah

Premi SWAP
Tertinggi

Premi SWAP
Terendah

Rata-rata
Tertimbang

Pasar Uang Antar Bank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUAS) Rupiah


Berdasarkan Jangka Waktu
Sertifikat
IMA (Lbr) *

Tk Indikasi Imbalan Tk Indikasi Imbalan Nisbah bagi hsl


Nisbah bagi hsl
RRT *) Tk
Sertifikat IMA
Sertifikat IMA Unt penanam dana Unt penanaman dana Imbalan PUAS
Tertinggi (%)
Terendah (%)
Tertinggi (%)
Terendah (%)
(%)

1 ......Intraday........................... - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000


2 ......Overnight ............ 50.000 ...............2.......................17,35435 ...................12,64490 .................45,87000 ...................... 29,00000 ....................5,33974
3 ......2-4-Hari .............. 204.000 ...............4.......................17,35435 ...................17,35435 .................33,42000 ...................... 29,00000 ....................5,42381
4 ......1 Minggu ............. 60.000 ...............1.......................12,64490 ...................12,64490 .................47,05000 ...................... 47,05000 ....................5,94943
5 ......2 Minggu ........................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
6 ......3 Minggu ........................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
7 ......1 Bulan ............................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
8 ......2 Bulan ............................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
9 ......3 Bulan ............................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
10 ....>3 Bulan ......................... - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
11 ....Keseluruhan....... 314.000 ...............7.......................17,35435 ...................12,64490 .................47,05000 ...................... 29,00000 ....................5,51086

Bank Asing

KURS VALUTA
Kurs transaksi dan kurs uang kertas asing Bank Indonesia pada 4 Agustus 2015.
Kurs Transaksi
Nilai

Beli
Rp

Kurs uang kertas asing

Jual
Rp

Beli
Rp

Jual
Rp

Dolar Australia ............................................ 1 .......................9.791,70 ............... 9.894,84 ...................9.475,95...................10.210,75


Dolar Brunei ............................................... 1 .......................9.724,80 ............... 9.827,54 ...................9.411,21...................10.141,30
Dolar Kanada .............................................. 1 .....................10.195,90 ............. 10.302,34 ...................9.867,12...................10.631,27
Franc Swiss ................................................. 1 .....................13.850,44 ............. 13.992,98 .................13.403,82...................14.439,74
Yuan China .................................................. 1 .......................2.194,94 ............... 2.216,85 ................................-..................................Kronor Denmark ......................................... 1 .......................1.970,33 ............... 1.990,28 ...................1.906,80.....................2.053,83
Euro ............................................................ 1 .....................14.700,97 ............. 14.850,39 .................14.226,93...................15.324,53
Pound Inggris ............................................. 1 .....................20.936,94 ............. 21.155,36 .................20.261,80...................21.830,80
Dolar Hongkong ......................................... 1 .......................1.731,82 ............... 1.749,33 ...................1.675,97.....................1.805,18
Yen Jepang ............................................. 100 .....................10.823,79 ............. 10.933,57 .................10.474,77...................11.282,65
Won Korea.................................................. 1 ............................11,48 .................... 11,60 ................................-..................................Dinar Kuwait ............................................... 1 .....................44.258,40 ............. 44.788,64 ................................-..................................Ringgit Malaysia ......................................... 1 .......................3.472,46 ............... 3.509,83 ................................-..................................Kronor Norwegia ........................................ 1 .......................1.627,34 ............... 1.644,58 ...................1.574,87.....................1.697,08
Dolar Selandia Baru .................................... 1 .......................8.810,11 ............... 8.906,17 ...................8.526,02.....................9.190,52
Kina Papua Nugini ...................................... 1 .......................4.754,85 ............... 5.004,38 ...................4.601,53.....................5.164,16
Peso Philipina ............................................. 1 ..........................293,48 .................. 296,50 ................................-..................................Real Arab Saudi .......................................... 1 .......................3.580,42 ............... 3.616,34 ................................-..................................Kronor Swedia ............................................ 1 .......................1.550,02 ............... 1.568,42 ...................1.500,04.....................1.618,50
Dolar Singapura .......................................... 1 .......................9.724,80 ............... 9.827,54 ...................9.411,21...................10.141,30
Baht Thailand.............................................. 1 ..........................382,13 .................. 386,16 ......................369,81........................398,49
Dolar AS ..................................................... 1 .....................13.428,00 ............. 13.562,00 .................12.995,00...................13.995,00

Bank Campuran
1 ......BANK AGRIS .................................................................2,25000...............1,50000 ............1,87500 ...............2,50000 .............1,50000 .............2,00000 ............. 3,00000 ............. 1,50000.............2,25000...............1,75000..............1,75000.............1,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
2 ......BANK ANZ INDONESIA...............................................0,30000...............0,00000 ............0,15000 ...............0,40000 .............0,00000 .............0,20000 ............. 0,50000 ............. 0,00000.............0,25000...............0,75000..............0,00000.............0,37500 .............0,75000 .............0,00000 .................0,37500
3 ......BANK BNP PARIBAS INDONESIA ...............................0,75000...............0,65000 ............0,70000 ...............1,00000 .............0,65000 .............0,82500 ............. 1,00000 ............. 0,65000.............0,82500...............1,00000..............0,65000.............0,82500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
4 ......BANK CAPITAL INDONESIA........................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,50000 .............1,25000 .............1,37500 ............. 1,50000 ............. 1,25000.............1,37500...............1,50000..............1,25000.............1,37500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
5 ......BANK COMMONWEALTH...........................................1,50000...............0,10000 ............0,80000 ...............1,50000 .............0,10000 .............0,80000 ............. 0,10000 ............. 0,10000.............0,10000...............0,10000..............0,10000.............0,10000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......BANK CTBC INDONESIA.............................................1,75000...............1,00000 ............1,37500 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
7 ......BANK DBS INDONESIA ...............................................0,40000...............0,10000 ............0,25000 ...............0,60000 .............0,50000 .............0,55000 ............. 0,50000 ............. 0,35000.............0,42500...............1,65000..............1,65000.............1,65000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
8 ......BANK RESONA PERDANIA .........................................0,55000...............0,10000 ............0,32500 ...............1,50000 .............0,10000 .............0,80000 ............. 0,70000 ............. 0,15000.............0,42500...............0,35000..............0,30000.............0,32500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
9 ......BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA.....................0,10000...............0,10000 ............0,10000 ...............0,10000 .............0,10000 .............0,10000 ............. 0,15000 ............. 0,15000.............0,15000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
10....RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA...............2,35000...............1,85000 ............2,10000 ...............2,53000 .............1,95000 .............2,24000 ............. 0,00000 ............. 0,00000.............0,00000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000

Bank Pembangunan Daerah


1 ......B.P.D. BALI.....................................................................0,35000...............0,35000 ............0,35000 ...............0,35000 .............0,35000 .............0,35000 ............. 0,50000 ............. 0,50000.............0,50000...............0,65000..............0,65000.............0,65000 .............0,65000 .............0,65000 .................0,65000
2 ......B.P.D. DKI JAKARTA .....................................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
3 ......B.P.D. JAWA BARAT BANTEN .....................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 .................1,00000
4 ......B.P.D. JAWA TENGAH..................................................0,75000...............0,75000 ............0,75000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
5 ......B.P.D. JAWA TIMUR......................................................0,30000...............0,30000 ............0,30000 ...............0,60000 .............0,30000 .............0,45000 ............. 0,60000 ............. 0,30000.............0,45000...............0,60000..............0,30000.............0,45000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......B.P.D. KALIMANTAN TIMUR ........................................1,00000...............0,75000 ............0,87500 ...............1,00000 .............0,75000 .............0,87500 ............. 1,00000 ............. 0,75000.............0,87500...............1,00000..............0,75000.............0,87500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
7 ......B.P.D. RIAU ....................................................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............1,25000 .............1,25000 .................1,25000
8 ......B.P.D. SUMATERA BARAT ............................................0,75000...............0,75000 ............0,75000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 .................0,75000
9 ......B.P.D. SUMATERA UTARA ............................................0,50000...............0,50000 ............0,50000 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
10....B.P.D. SUMSEL dan BABEL ..........................................0,75000...............0,75000 ............0,75000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 .................0,75000

Sumber: Bank Indonesia

Kurs Pajak
Sandi

Kurs (Rp)

Mata Uang

29 Juli 2015

USD ...........................Dollar Amerika Serikat........................................13.413,00


AUD ..........................Dolar Australia.......................................................9.852,39
CAD...........................Dolar Canada.......................................................10.301,69
DKK...........................Kroner Denmark....................................................1.971,19
HKD ..........................Dolar Hongkong ...................................................1.730,48
MYR ..........................Ringgit Malaysia ....................................................3.526,06
NZD...........................Dolar Selandia Baru ..............................................8.846,68
NOK ..........................Kroner Norwegia ..................................................1.642,51
GBP ...........................Poundsterling Inggris..........................................20.849,70
SGD...........................Dolar Singapura ....................................................9.803,68
SEK............................Kroner Swedia.......................................................1.564,43
CHF ...........................Franc Swiss ..........................................................13.964,60
JPY ............................Yen Jepang (100 ) ...............................................10.829,86
MMK .........................Kyat Myanmar ............................................................ 10,77
INR ............................Rupee India............................................................... 210,45
KWD..........................Dinar Kuwait........................................................44.253,09
PKR ...........................Rupee Pakistan......................................................... 131,67
PHP ...........................Peso Philipina ........................................................... 295,64
SAR ...........................Riyal Saudi Arabia .................................................3.576,49
LKR............................Rupee Srilanka.......................................................... 100,25
THB ...........................Baht Thailand............................................................ 386,17
BND ..........................Dolar Brunei Darussalam ......................................9.801,24
EUR ...........................Euro......................................................................14.708,70
CNY...........................Yuan China .............................................................2.160,08
KRW ..........................Won Korea.................................................................. 11,54

15 Juli 2015

KESELURUHAN .....................................................................3,00000...............0,00001 ............0,94731 ...............3,50000 .............0,04000 .............0,96254 ............. 3,50000 ............. 0,05000.............0,96190...............3,50000..............0,05000.............1,00175 .............3,00000 .............0,00001 .................0,98447

Perubahan

SUKU BUNGA SERTIFIKAT DEPOSITO VALAS

................. 13.328,00 ........................85,00


....................9.915,77 .......................-63,38
................. 10.491,51 .....................-189,82
....................1.979,36 .........................-8,17
....................1.719,21 ........................11,27
....................3.507,68 ........................18,38
....................8.947,35 .....................-100,67
....................1.643,26 .........................-0,75
................. 20.585,10 ......................264,60
....................9.863,82 .......................-60,14
....................1.573,77 .........................-9,34
................. 14.124,93 .....................-160,33
................. 10.927,28 .......................-97,42
.........................11,76 .........................-0,99
.......................210,02 ..........................0,43
................. 44.062,78 ......................190,31
.......................131,02 ..........................0,65
.......................294,95 ..........................0,69
....................3.553,83 ........................22,66
.........................99,69 ..........................0,56
.......................392,55 .........................-6,38
....................9.863,24 .......................-62,00
................. 14.771,69 .......................-62,99
....................2.146,46 ........................13,62
.........................11,77 .........................-0,23

1 Bulan USD
No Nama Bank

Tertinggi
1 Bln Rp

3 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi


1 Bln Rp 1 Bln Rp 3 Bln Rp

6 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi


3 Bln Rp 3 Bln Rp 6 Bln Rp

Terendah Rata-rata Tertinggi


6 Bln Rp 6 Bln Rp 12 Bln Rp

Bank Pembangunan Daerah


1 .....B.P.D. SUMATERA BARAT .....................................0,75000.............0,75000...........0,75000..............0,75000............0,75000............0,75000............0,75000 ...........0,75000 ..........0,75000 ............0,75000 ........... 0,75000 ...........0,75000............0,75000............0,75000...............0,75000
KESELURUHAN ..............................................................2,50000.............0,75000...........1,31250..............3,50000............0,75000............1,43750............3,50000 ...........0,75000 ..........1,56250 ............3,50000 ........... 0,75000 ...........1,56250............2,00000............0,75000...............1,25000
Keterangan :
- Rata-rata dihitung dengan rumus : (i tertinggi + i terendah) / 2
- Rata-rata bunga kelompok Bank dihitung dg rumus : jumlah i rata-rata kelompok Bank / n, dimana n =jumlah bank dalam kelompok yang memiliki nilai
- Rata-rata bunga seluruh Bank dihitung dg rumus : jumlah i rata-rata seluruh Bank / n, dimana n = jumlah bank yang memiliki nilai

KOMODITAS

Prb

Ttg

Trd

Vol.

Pntp Sbl

Bln

CHICAGO
Ttp

Prb

Ttg

Trd

Vol.

Pntp Sbl
Bln

Minyak Mentah (USD/barel)

Sep 15 ...............45,17 ...........-1,95............46,94............. 45,08 .........348.870 ........ 47,12


Okt 15 ...............45,56 ...........-1,97............47,33............. 45,48 ........... 82.047 ........ 47,53
Nov 15 ..............46,19 ...........-2,02............48,00............. 46,11 ........... 40.619 ........ 48,21
Des 15 ...............46,87 ...........-2,05............48,71............. 46,77 ........... 72.860 ........ 48,92
Jan 16................47,57 ...........-2,05............49,37............. 47,49 ........... 18.731 ........ 49,62
Feb 16 ...............48,22 ...........-2,06............50,03............. 48,12 ............. 9.009 ........ 50,28
Mar 16...............48,85 ...........-2,06............50,65............. 48,80 ........... 12.789 ........ 50,91
Apr 16 ...............49,44 ...........-2,05............50,79............. 49,37 ............. 3.898 ........ 51,49
Mei 16 ...............49,98 ...........-2,03............51,20............. 49,99 ............. 2.586 ........ 52,01
Jun 16 ...............50,48 ...........-2,00............52,31............. 50,40 ........... 18.646 ........ 52,48
Gas Alam (USD/MMBtu)

Sep 15 .................2,75 ..........+0,03.............. 2,79................2,71 .........110.069 .......... 2,72


Okt 15 .................2,78 ..........+0,03.............. 2,82................2,74 ........... 33.727 .......... 2,75
Nov 15 ................2,89 ..........+0,02.............. 2,93................2,86 ........... 26.337 .......... 2,87
Des 15 .................3,05 ..........+0,01.............. 3,10................3,03 ........... 17.488 .......... 3,04
Jan 16..................3,16 ..........+0,01.............. 3,21................3,14 ........... 18.929 .......... 3,15
Feb 16 .................3,16 ..........+0,01.............. 3,20................3,13 ............. 3.940 .......... 3,15
Mar 16.................3,12 ..........+0,01.............. 3,16................3,09 ............. 8.365 .......... 3,11
Apr 16 .................2,97 .................. -.............. 3,00................2,94 ............. 6.901 .......... 2,97
Mei 16 .................2,96 ...........-0,01.............. 3,00................2,94 ............. 1.433 .......... 2,97
Jun 16 .................2,99 ...........-0,01.............. 3,03................2,97 ............. 1.225 .......... 3,00

Ttp

Prb

Sep 15 ......... 3.166,00 .........-43,00.......3.206,00........3.161,00 ........... 18.165 ...3.209,00


Des 15 ......... 3.181,00 .........-40,00.......3.217,00........3.175,00 ........... 11.163 ...3.221,00
Mar 16......... 3.186,00 .........-40,00.......3.220,00........3.180,00 ............. 4.080 ...3.226,00
Mei 16 ......... 3.184,00 .........-39,00.......3.206,00........3.177,00 ................ 639 ...3.223,00
Jul 16........... 3.178,00 .........-38,00.......3.201,00........3.176,00 ................ 430 ...3.216,00
Sep 16 ......... 3.170,00 .........-39,00.......3.194,00........3.170,00 ................ 255 ...3.209,00
Des 16 ......... 3.156,00 .........-40,00.......3.179,00........3.157,00 ...................92 ...3.196,00
Mar 17......... 3.141,00 .........-40,00.....................-......................- .....................2 ...3.181,00
Mei 17 ......... 3.132,00 .........-40,00.....................-......................- ......................- ...3.172,00

Vol.

Pntp Sbl

Jagung (US$c/bushel):
Sep 15 .............366,50 ...........-4,50 ..........370,50 ...........365,00 ............75.758....... 371,00
Des 15 .............376,50 ...........-4,75 ..........380,50 ...........374,50 ..........131.415....... 381,25
Mar 16.............387,25 ...........-4,75 ..........391,25 ...........385,50 ............20.461....... 392,00
Mei 16 .............393,50 ...........-4,75 ..........397,50 ...........392,25 ..............4.063....... 398,25
Jul 16...............399,00 ...........-4,50 ..........402,50 ...........397,25 ..............6.149....... 403,50
Sep 16 .............389,00 .

Kedelai (US$c/bushel):

Bungkil Kedelai (US$/ton):

Kopi (USD/lb)

Sep 15 .............123,95 ...........-1,30..........125,20........... 121,75 ........... 17.831 ...... 125,25


Des 15 .............127,15 ...........-1,35..........128,40........... 125,00 ........... 10.506 ...... 128,50
Mar 16.............130,65 ...........-1,35..........131,80........... 128,50 ............. 2.370 ...... 132,00
Sumber: Bloomberg

Trd

Sep 15 .............499,00 ...........-0,25 ..........501,75 ...........490,50 ............55.075....... 499,25


Des 15 .............505,00 ......... +0,25 ..........507,75 ...........496,25 ............35.281....... 504,75
Mar 16.............512,00 ......... +1,50 ..........514,50 ...........502,75 ..............9.560....... 510,50
Mei 16 .............516,25 ......... +1,75 ..........517,00 ...........507,50 ..............1.857....... 514,50
Jul 16...............518,75 ......... +1,75 ..........520,00 ...........510,50 ..............2.211....... 517,00
Sep 16 .............527,50 ......... +1,00 ..........528,25 ...........521,75 ................. 178....... 526,50
Des 16 .............537,25 ...........-2,00 ..........541,00 ...........532,00 ................. 327....... 539,25
Mar 17.............544,00 ...........-2,50 ..........546,50 ...........541,00 ................... 41....... 546,50
Mei 17 .............544,50 ...........-2,50 .....................- ..................... - ..................... 2....... 547,00
Jul 17...............530,50 ...........-2,50 .....................- ..................... - .......................-....... 533,00

Emas (USD/troy oz)

Agu 15 ........ 1.089,40 ...........-5,50.......1.097,10........1.085,00 ............. 2.418 ...1.094,90


Sep 15 ......... 1.089,20 ...........-5,60.......1.097,50........1.085,20 ............. 1.948 ...1.094,80
Okt 15 ......... 1.089,00 ...........-5,70.......1.097,00........1.084,80 ............. 4.491 ...1.094,70
Des 15 ......... 1.089,40 ...........-5,70.......1.098,00........1.085,10 .........102.779 ...1.095,10
Feb 16 ......... 1.090,50 ...........-5,70.......1.098,20........1.086,50 ............. 1.324 ...1.096,20
Apr 16 ......... 1.091,60 ...........-5,70.......1.094,50........1.088,50 ................ 604 ...1.097,30
Jun 16 ......... 1.092,80 ...........-5,70.......1.100,00........1.092,60 ...................62 ...1.098,50
Agu 16 ........ 1.094,10 ...........-5,70.......1.096,40........1.094,00 ................ 265 ...1.099,80
Okt 16 ......... 1.095,60 ...........-5,80.....................-......................- ...................24 ...1.101,40
Des 16 ......... 1.097,20 ...........-5,90.......1.104,00........1.097,10 ................ 171 ...1.103,10

Ttg

Gandum (US$c/bushel):

Perak (USD/troy oz)

24 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata


12 Bln Rp 12 Bln Rp 24 Bln Rp 24 Bln Rp 24 Bln Rp

1 .....BANK WOORI SAUDARA INDONESIA................1,50000.............1,00000...........1,25000..............1,50000............1,00000............1,25000............2,00000 ...........1,50000 ..........1,75000 ............2,00000 ........... 1,50000 ...........1,75000............2,00000............1,50000...............1,75000
2 .....BANK INDEX SELINDO.........................................1,50000.............1,50000...........1,50000..............1,50000............1,50000............1,50000............1,50000 ...........1,50000 ..........1,50000 ............1,50000 ........... 1,50000 ...........1,50000............0,00000............0,00000...............0,00000
3 .....BANK MNC INTERNASIONAL TBK......................2,50000.............1,00000...........1,75000..............3,50000............1,00000............2,25000............3,50000 ...........1,00000 ..........2,25000 ............3,50000 ........... 1,00000 ...........2,25000............0,00000............0,00000...............0,00000

NEWYORK
Ttp

12 Bulan USD

Bank Swasta Nasional

Sumber: Depkeu

Bln

Rata-rata

1 ......BANGKOK BANK LTD..................................................2,50000...............0,35000 ............1,42500 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,85000 ............. 0,85000.............0,85000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
2 ......BANK HSBC .................................................................1,10000...............0,20000 ............0,65000 ...............0,55000 .............0,35000 .............0,45000 ............. 0,70000 ............. 0,20000.............0,45000...............0,55000..............0,15000.............0,35000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
3 ......BANK OF AMERICA N,A, ............................................0,06000...............0,04000 ............0,05000 ...............0,06000 .............0,04000 .............0,05000 ............. 0,06000 ............. 0,06000.............0,06000...............0,06000..............0,06000.............0,06000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
4 ......BANK OF TOKYO-MITSUBISHI UFJ LTD,....................0,02000...............0,02000 ............0,02000 ...............0,04000 .............0,04000 .............0,04000 ............. 0,10000 ............. 0,05000.............0,07500...............0,10000..............0,08000.............0,09000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
5 ......DEUTSCHE BANK AG ..................................................0,10000...............0,00000 ............0,05000 ...............0,30000 .............0,20000 .............0,25000 ............. 0,40000 ............. 0,30000.............0,35000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......JP MORGAN CHASE BANK ........................................0,19000...............0,19000 ............0,19000 ...............0,31000 .............0,31000 .............0,31000 ............. 0,49000 ............. 0,49000.............0,49000...............0,83000..............0,83000.............0,83000 .............0,88000 .............0,88000 .................0,88000
7 ......STANDARD CHARTERED BANK .................................0,00001...............0,00001 ............0,00001 ...............0,10000 .............0,05000 .............0,07500 ............. 0,15000 ............. 0,10000.............0,12500...............0,50000..............0,25000.............0,37500 .............0,00001 .............0,00001 .................0,00001
8 ......THE BANK OF CHINA ..................................................3,00000...............0,35000 ............1,67500 ...............3,00000 .............0,35000 .............1,67500 ............. 3,00000 ............. 0,50000.............1,75000...............3,00000..............0,75000.............1,87500 .............3,00000 .............0,75000 .................1,87500
9 ......THE ROYAL BANK OF SCOTLAND N,V .....................1,00000...............0,50000 ............0,75000 ...............1,25000 .............0,50000 .............0,87500 ............. 1,50000 ............. 0,75000.............1,12500...............1,75000..............1,00000.............1,37500 .............2,00000 .............1,25000 .................1,62500

Sumber: Bank Indonesia

Mata uang

24 Bulan USD

Bank Swasta Nasional

Sumber: Bank Indonesia

Volume
(Jt Rp)

12 Bulan USD

1 ......BANK ANTAR DAERAH ...............................................2,50000...............0,75000 ............1,62500 ...............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 ............. 0,00000 ............. 0,00000.............0,00000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
2 ......BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL ...................1,75000...............1,00000 ............1,37500 ...............1,75000 .............1,00000 .............1,37500 ............. 2,00000 ............. 1,00000.............1,50000...............2,00000..............1,00000.............1,50000 .............2,00000 .............1,00000 .................1,50000
3 ......BANK BUKOPIN ...........................................................1,50000...............1,00000 ............1,25000 ...............1,50000 .............1,00000 .............1,25000 ............. 1,50000 ............. 1,00000.............1,25000...............1,50000..............1,00000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
4 ......BANK BUMI ARTHA .....................................................3,00000...............1,00000 ............2,00000 ...............3,00000 .............1,00000 .............2,00000 ............. 3,00000 ............. 1,00000.............2,00000...............3,00000..............1,00000.............2,00000 .............3,00000 .............1,00000 .................2,00000
5 ......BANK CENTRAL ASIA Tbk...........................................0,25000...............0,20000 ............0,22500 ...............0,25000 .............0,20000 .............0,22500 ............. 0,25000 ............. 0,20000.............0,22500...............0,25000..............0,20000.............0,22500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......BANK CIMB NIAGA......................................................0,50000...............0,50000 ............0,50000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
7 ......BANK DANAMON INDONESIA ..................................1,50000...............0,25000 ............0,87500 ...............1,50000 .............0,25000 .............0,87500 ............. 1,50000 ............. 0,25000.............0,87500...............1,50000..............0,25000.............0,87500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
8 ......BANK EKONOMI RAHARJA Tbk ................................1,75000...............1,25000 ............1,50000 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 2,00000 ............. 1,00000.............1,50000...............0,50000..............0,50000.............0,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
9 ......BANK GANESHA..........................................................1,50000...............1,50000 ............1,50000 ...............1,50000 .............1,50000 .............1,50000 ............. 1,50000 ............. 1,50000.............1,50000...............1,50000..............1,50000.............1,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
10....BANK ICBC INDONESIA ..............................................1,50000...............1,50000 ............1,50000 ...............0,75000 .............0,50000 .............0,62500 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............1,00000..............0,75000.............0,87500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
11....BANK INDEX SELINDO................................................1,50000...............1,50000 ............1,50000 ...............1,50000 .............1,50000 .............1,50000 ............. 1,50000 ............. 1,50000.............1,50000...............1,50000..............1,50000.............1,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
12....BANK INTERNASIONAL INDONESIA.........................1,75000...............0,75000 ............1,25000 ...............2,25000 .............0,75000 .............1,50000 ............. 2,75000 ............. 0,75000.............1,75000...............1,25000..............0,50000.............0,87500 .............1,00000 .............0,75000 .................0,87500
13....BANK JTRUST INDONESIA Tbk ..................................3,00000...............1,00000 ............2,00000 ...............3,00000 .............1,00000 .............2,00000 ............. 3,00000 ............. 1,00000.............2,00000...............3,00000..............1,00000.............2,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
14....BANK KEB HANA INDONESIA ...................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,25000 ............. 1,25000.............1,25000...............1,25000..............1,25000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
15....BANK MASPION INDONESIA .....................................1,25000...............1,25000 ............1,25000 ...............1,25000 .............1,25000 .............1,25000 ............. 1,25000 ............. 1,25000.............1,25000...............1,25000..............1,25000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
16....BANK MAYAPADA INTERNATIONAL .........................1,50000...............0,75000 ............1,12500 ...............2,50000 .............2,50000 .............2,50000 ............. 0,00000 ............. 0,00000.............0,00000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
17....BANK MAYORA............................................................0,50000...............0,25000 ............0,37500 ...............0,50000 .............0,25000 .............0,37500 ............. 0,50000 ............. 0,25000.............0,37500...............0,75000..............0,50000.............0,62500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
18....BANK MESTIKA DHARMA ..........................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
19....BANK METRO EKSPRES ..............................................2,00000...............1,00000 ............1,50000 ...............2,00000 .............1,00000 .............1,50000 ............. 2,00000 ............. 1,00000.............1,50000...............2,00000..............1,00000.............1,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
20....BANK MNC INTERNASIONAL TBK.............................2,50000...............1,00000 ............1,75000 ...............3,50000 .............1,00000 .............2,25000 ............. 3,50000 ............. 1,00000.............2,25000...............3,50000..............1,00000.............2,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
21....BANK NATIONALNOBU ..............................................0,25000...............0,25000 ............0,25000 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
22....BANK NUSANTARA PARAHYANGAN ........................1,00000...............0,25000 ............0,62500 ...............1,00000 .............0,25000 .............0,62500 ............. 1,00000 ............. 0,25000.............0,62500...............1,00000..............0,25000.............0,62500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
23....BANK OCBC NISP Tbk .................................................1,27500...............0,75000 ............1,01250 ...............1,25000 .............1,00000 .............1,12500 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,25000..............1,25000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
24....BANK OF INDIA INDONESIA ......................................3,00000...............2,00000 ............2,50000 ...............3,00000 .............2,00000 .............2,50000 ............. 3,00000 ............. 2,00000.............2,50000...............3,00000..............2,00000.............2,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
25....BANK PANIN INDONESIA ...........................................1,00000...............0,50000 ............0,75000 ...............1,25000 .............0,75000 .............1,00000 ............. 1,25000 ............. 1,00000.............1,12500...............1,25000..............1,00000.............1,12500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
26....BANK PERMATA Tbk....................................................1,50000...............0,50000 ............1,00000 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 0,50000 ............. 0,50000.............0,50000...............0,50000..............0,50000.............0,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
27....BANK QNB INDONESIA..............................................2,25000...............0,25000 ............1,25000 ...............0,75000 .............0,25000 .............0,50000 ............. 0,75000 ............. 0,25000.............0,50000...............0,75000..............0,25000.............0,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
28....BANK RAKYAT INDONESIA AGRONIAGA.................2,50000...............1,00000 ............1,75000 ...............2,50000 .............1,00000 .............1,75000 ............. 2,50000 ............. 1,00000.............1,75000...............2,50000..............1,00000.............1,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
29....BANK SBI INDONESIA .................................................1,50000...............1,25000 ............1,37500 ...............1,50000 .............1,25000 .............1,37500 ............. 1,50000 ............. 1,25000.............1,37500...............1,50000..............1,25000.............1,37500 .............1,50000 .............1,25000 .................1,37500
30....BANK SINARMAS.........................................................1,50000...............0,10000 ............0,80000 ...............1,25000 .............1,25000 .............1,25000 ............. 1,25000 ............. 1,25000.............1,25000...............1,25000..............1,25000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
31....BANK UOB INDONESIA ..............................................1,25000...............0,10000 ............0,67500 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 0,75000 ............. 0,60000.............0,67500...............0,50000..............0,50000.............0,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
32....BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL ............2,00000...............1,25000 ............1,62500 ...............2,00000 .............1,25000 .............1,62500 ............. 2,00000 ............. 1,25000.............1,62500...............2,00000..............1,25000.............1,62500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
33....BANK WOORI SAUDARA INDONESIA.......................1,50000...............1,00000 ............1,25000 ...............1,50000 .............1,00000 .............1,25000 ............. 2,00000 ............. 1,50000.............1,75000...............2,00000..............1,50000.............1,75000 .............2,00000 .............1,50000 .................1,75000

S.d 1 minggu........................................... 626.850,15...........13.510,0000......13.490,0000 ....13.500,2150........... 14,9000 .............2,0000 ..............6,4395


Lebih dr 1 Minggu s.d 2 Minggu ..............39.000,70...........13.510,0000......13.495,0000 ....13.506,5380........... 30,0000 ...........18,0000 ............27,2306
Lebih dr 2 Minggu s.d 1 Bulan..................20.500,00...........13.510,0000......13.500,0000 ....13.508,7800........... 72,0000 ...........58,0000 ............69,6098
Lebih dr 1 Bulan s.d 3 Bulan .................. 178.000,00...........13.508,0000......13.500,0000 ....13.503,6230........... 88,0000 ...........85,0000 ............86,3708
Lebih dr 3 Bulan s.d 6 Bulan .................. 103.127,06...........13.510,0000......13.500,0000 ....13.500,0090.........517,0000 .........270,0000 ......... 288,6033
Diatas 6 Bulan .................................................300,00...........13.510,0000......13.510,0000 ....13.510,0000.........805,0000 .........610,0000 ......... 709,0000

Jangka
Waktu

6 Bulan USD

1 ......BANK MANDIRI............................................................0,50000...............0,25000 ............0,37500 ...............0,50000 .............0,25000 .............0,37500 ............. 0,50000 ............. 0,25000.............0,37500...............0,75000..............0,50000.............0,62500 .............0,75000 .............0,50000 .................0,62500
2 ......BANK NEGARA INDONESIA 1946 .............................1,75000...............0,25000 ............1,00000 ...............1,75000 .............0,25000 .............1,00000 ............. 1,75000 ............. 0,25000.............1,00000...............1,50000..............0,25000.............0,87500 .............1,00000 .............0,25000 .................0,62500
3 ......BANK RAKYAT INDONESIA.........................................0,50000...............0,25000 ............0,37500 ...............0,75000 .............0,50000 .............0,62500 ............. 0,75000 ............. 0,50000.............0,62500...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 .................0,75000
4 ......BANK TABUNGAN NEGARA.......................................0,05000...............0,05000 ............0,05000 ...............0,05000 .............0,05000 .............0,05000 ............. 0,05000 ............. 0,05000.............0,05000...............0,05000..............0,05000.............0,05000 .............0,05000 .............0,05000 .................0,05000

Premi SWAP
Rata-rata
Tertimbang

3 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah

Bank Persero

Agregat Transaksi SWAP (USDIDR) - Seluruh Counterpart


Volume

1 Bulan USD
Tertinggi

Sumber: Bank Indonesia

Jangka Waktu

Nama Bank

Spread

1......... Intraday ...................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 2......... Overnight................... 2.455.000 ............ 24 ...................5,55000...............5,63000 ....................5,60507 ......................8,00000
3......... 2-4-Hari.......................... 150.000 .............. 2 ...................5,62000...............5,73000 ....................5,69333 ....................11,00000
4......... 1 Minggu....................... 200.000 .............. 2 ...................6,00000...............6,00000 ....................6,00000 ......................0,00000
5......... 2 Minggu......................... 15.000 .............. 1 ...................6,00000...............6,00000 ....................6,00000 ......................0,00000
6......... 3 Minggu.................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 7......... 1 Bulan ....................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 8......... 2 Bulan ....................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 9......... 3 Bulan ....................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 10 ...... >3 Bulan ..................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 11 ...... Keseluruhan ............... 2.820.000 ............ 29 ...................5,55000...............6,00000 ....................5,63988 ....................45,00000

No.

35

DATA FINANSIAL & KOMODITAS

Rabu, 5 Agustus 2015

Sumber: Bloomberg

OTOMOTIF
36

1,12%

Direktur PT Dyandra Promosindo


Hendra Noor Saleh (kiri) bersama
General Manager Icwan Sofwan
memberikan penjelasan di Jakarta,
Selasa (4/8). Dyandra selaku
penyelenggara Indonesia International
Motor Show (IIMS) 2015 akan
melakukan perombakan besar pada
pameran yang akan berlangsung di
JIExpo Kemayoran itu.

Bisnis/Endang Muchtar

Rabu, 5 Agustus 2015

ASII

2,70%

6.625

BOLT
720

KINERJA SEMESTER I/2015

berapa waktu belakangan


ini, pasar ekspor terbesar
memang masih di kawasan
Asia Tenggara dan Timur
Tengah. Namun begitu,
untuk pasar Asia Tenggara
sejauh ini masih dibekap
kelesuan, seperti pasar
Thailand dan Malaysia
yang mengalami penurunan 20% dan 10%. Karena
itu pertumbuhan dimungkinkan naiknya ekspor non
Asean, ujarnya kepada
Bisnis, Selasa (4/8).
Kinerja ekspor itu menunjukkan pertumbuhan
yang berkesinambungan
sejak dua tahun lalu. Pada
semester pertama 2013,
ekspor mobil utuh dari pabrikan dalam negeri hanya
sekitar 84.479 unit.
Sejauh ini, seperti data
yang tergambarkan periode Januari sampai Mei
kemarin, Grup Toyota
berkontribusi ekspor paling tinggi yaitu 75.300
unit atau setara 84,05%.
Memegang predikat eksportir terbanyak, Toyota
melalui PT Toyota Motor
Manufacturing Indonesia
(TMMIN) memasang target pertumbuhan ekspor
sekitar 10%, atau sebnyak
sekitar 175.000 unit pada
tahun ini.
Budi
memperkirakan
prospek ekspor Indonesia
ke depan masih cukup cerah, terutama dengan mempertahankan pasar Timur
Tengah, serta memperluasnya hingga ke kawasan
Afrika. (Kahfi)

Hyundai Fokus
Penjualan 3 Produk
282 unit atau 34% dari
total penjualan. Santa Fe di
segmen sport utility vehicle
(SUV) penjualannya mencapai 173 unit atau sekitar
21%. H-1 di segmen high
MPV sebanyak 186 unit
atau 20,3%.
Grand Avega di segmen
hatchback 61 unit atau
sekitar 7,4%, Tucson di
segmen SUV terjual 66 unit
atau setara 8%. Sisanya,
Excell III untuk taksi, Starex
yang jumlah penjualannya
mencapai 77 unit.
Raihan penjualan pada
semester pertama tahun
ini tersebut menurun dari
capaian pada periode yang
sama tahun lalu yang
sebanyak 1.314 unit. Pada
2014, total penjualan Hyundai menapak 2.287 unit.
Pada tahun tersebut
tiga produk yang menjadi
tulang punggung penjualan
HMI adalah Grand Avega
dengan penjualan yang
mencapai 572 unit atau
berkontribusi sekitar 25%,
H-1 yang mencapai 447
unit atau setara 19,5%
dan Santa Fe 438 unit atau
sekitar 19,15%.
Mukiat mengungkapkan,
karena pasar yang merosot
pihaknya harus merevisi
target penjualannya tahun
ini meski besarannya belum
ditetapkan. (Lingga S. Wiangga)

NIPS
585

2,68%

4/8/2015

GJTL
725

0,67%

PRAS
150

0,71%

4/8/2015

4/8/2015

JAKARTA Asean Automotive Federation


mencatat penjualan sepeda motor pada
semester I/2015 hanya 4,74 juta unit merosot
sekitar 16,9% dari kurun waktu yang sama
tahun lalu yang mencapai 5,71 juta unit.
Lingga S. Wiangga
lingga.sukatma@bisnis.com

President Federation of Asia


Motorcycle Industries (FAMI)
Gunadi Sindhuwinata mengatakan, penurunan tersebut terjadi
karena perlambatan ekonomi
global yang menggangu daya
beli konsumen. Meski demikian,
dia berkeyakinan saat kondisi
ekonomi kembali stabil pasar
akan kembali melejit.
Karena perlambatan ekonomi dunia Asean kena tapi
pendapatan per kapita masyarakat di kawasan itu di kisaran
US$2.000 sehingga sepeda motor
tetap jadi prioritas, katanya
kepada Bisnis, Selasa (4/8).
Data terkini Asean Automotive
Federation (AAF) itu menyebut,
penurunan terbesar terjadi di
pasar Indonesia yang mencapai
22,8%. Pada semester pertama
tahun ini penjualannya sebanyak
3,25 juta unit sedangkan pada
kurun waktu yang sama tahun
lalu mencapai 4,21 juta unit.
Singapura merupakan pasar
dengan penurunan penjualan
terbesar kedua yang mencapai
12%.
Penjualannya
pada

Data terkini
Asean Automotive
Federation (AAF) itu
menyebut, penurunan
terbesar terjadi di
pasar Indonesia yang
mencapai 22,8%.
Pada periode
Januari-Juni 2015,
total produksi
sepeda motor di
negara-negara Asean
mencapai 4,83 juta
unit anjlok 16,3%.

INDS
700
4/8/2015

1,99%

SMSM
4.690
4/8/2015

Negara

Tahun

Jumlah

Indonesia

2015

3.256.637

2014

4.216.473

Malaysia

Filipina

Singapura

Thailand

Total

2015

202.666

2014

228.644

2015

382.568

2014

390.019

2015

3.630

2014

4.126

2015

902.720

2014

877.751

2015
2014

4.748.221
5.717.013
BISNIS/HUSIN PARAPAT

Sumber: Asean Automotive Federation

penduduk dengan sepeda motor


mengaspal yang selisihnya
masih jauh.
Di sisi lain dia menilai pasar
di Malaysia dan Filipina terlalu
jenuh untuk berkembang. Konsumen otomotif di Malaysia bahkan berimbang antara mobil dan
sepeda motor karena pertumbuhan ekonominya lebih baik.
Pada tahun lalu penjualan
sepeda motor di Malaysia mencapai 442.749 unit turun sekitar 19% dari 2013 yang sebanyak 546.719 unit. Sedangkan
penjualan di Filipina tahun lalu
790.245 unit naik sekitar 5%
dibandingkan tahun sebelumnya
yang hanya 752.835 unit.
Sedangkan untuk penjualan
di Singapura dia menilai tidak
akan menjadi besar karena pasar
di sana yang terbatas jumlah
penduduk yang sedikit. Di
sisi lain tidak ada produksi di
Singapura sehingga menutup
perluasan pasar ekspor bagi
negara tersebut.
Tahun lalu penjualan Singa-

pura sebanyak 8.145 unit atau


turun sekitar 30% dari tahun
sebelumnya yang sebanyak
11.650 unit. Dia menambahkan,
sebenarnya
pasar
sepeda
motor di Thailand pun sudah
mengalami titik jenuh.
Namun negeri Gajah Putih
tetap mampu menggenjot penjualan dengan memperluas pasar
ekspor. Menurutnya, negara
tujuan ekspor sepeda motor
Thailand adalah Laos, Kamboja
dan Myanmar.
Negara-negara tersebut dekat
dengan Thailand sehingga
mudah dalam pengiriman. Penjualan domestik dan ekspor
Thailand berimbang, ucapnya.

PRODUKSI
Selain melansir data penjualan,
AAF juga merilis data produksi
motor di negara-negara Asean.
Pada periode Januari-Juni 2015,
total produksi sepeda motor di
negara-negara Asean mencapai
4,83 juta unit anjlok 16,3%
dibandingkan dengan periode

sama 2014 sebanyak 5,77 juta


unit.
Penurunan produksi tertinggi
terjadi di Indonesia dari 4,21
juta unit pada semester I/2014
menjadi 3,27 juta unit pada
periode sama tahun ini, anjlok
22,3%. Pasar yang melemah menyebabkan produsen mulai menahan diri untuk memproduksi
kendaraan.
Pengurangan produksi juga
dilakukan oleh produsen asal
Malaysia dari 222.335 unit
pada Januari-Juni 2014 menjadi 206.238 unit pada semester I/2015. Adapun dua negara
lainnya yaitu Filipina dan Thailand, masing-masing mencatatkan kenaikan meski tipis.
Misalnya Filipina dari 374.493
unit selama enam bulan pertama
di 2014 naik 0,6% menjadi
376.590 unit pada periode
sama 2015. Hal serupa terjadi
di Thailand, dari 957.985 unit
pada semester I/2014 naik 1,2%
menjadi 969.500 unit pada
semester I/2015. (Rahayuningsih)

Pekerja

melakukan bongkar
muat sepeda motor yang
akan dikirim ke Tanjung
Pinang ke dalam kapal di
Pelabuhan Sunda Kelapa
Jakarta, Selasa (4/8).
Pelaku industri sepeda
motor menilai pasar
semester II/2015 masih
berat, karena daya beli
konsumen tak kunjung
merangkak naik akibat
pelambatan ekonomi.
Penjualan sepeda motor
pada semester I/2015
hanya 3,174 juta unit,
menurun 24,7% dari
periode yang sama tahun
lalu 4,216 juta unit.

hanya berpartisipasi di segmen


kendaraan niaga, ujar Presiden
Direktur PT TMDI Biswadev
Sengupta, Selasa (4/8).
Pada perhelatan itu, TMDI
akan memajang sekitar 18 unit
jenis mobil, semuanya berasal
dari segmen komesial.
Di GIIAS kami mengandalkan
World Smart TruckTata Prima
4028 dan Tata Prima 4023,
serta yang terbaru akan diluncurkan adalah Tata Prima
4928, terang Biswadev. (Bisnis/
kaf)

enam bulan pertama tahun ini


sebanyak 3.630 unit sedangkan
paruh pertama tahun lalu mencapai 4.126 unit.
Satu-satunya negara yang
hanya membukukan peningkatan kinerja adalah Thailand yang
sedikit merangkak naik dari
877.751 unit pada paruh pertama
tahun lalu menjadi 902.720 pada
periode yang sama tahun ini.
Dengan jumlah itu kenaikan
yang diperolehnya sekitar 2,8%.
Meski demikian, lanjut Gunadi, pasar Indonesia akan
tetap menjadi yang terbesar dan
tahun ini diperkirakan mencapai
kisaran 6,2 juta unit. Jumlah
itu menurun cukup dalam jika
dibandingkan tahun lalu yang
mencapai 7,9 juta unit. Capaian
pada 2014 itu naik sekitar 2%
dari 2013 sebanyak 7,7 juta unit.
Hal itu karena potensi jumlah
penduduk terbesar dibandingkan negara di kawasan Asia
Tenggara lainnya. Di sisi lain
meski ekonomi melambat, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita Indonesia
masih menjanjikan untuk pasar
sepeda motor.
Menurutnya, pasar kedua
terbesar akan tetap ada di
Thailand dan Vietnam dengan
kisaran jumlah penjualan yang
tak jauh beda. Tahun lalu penjualan Thailand mencapai 1,7
juta unit, menurun sekitar 15%
dari 2013 yang sebanyak 2,004
juta unit. Adapun Vietnam belum masuk ke dalam daftar AAF.
Gunadi menyebut, di kawasan
Asia Tenggara persentase pasar
yang akan bertumbuh pesat
adalah Vietnam. Jika ekonomi
stabil ada kemungkinan pendapatan masyarakat di sana
kembali naik. Hal itu ditunjang
pula perbandingan jumlah

Penjualan Sepeda Motor


Negara Anggota Asean Januari-Juni (Unit)

PASAR SEPEDA MOTOR MEREDUP

TATA RAMAIKAN SEGMEN NIAGA


JAKARTA PT Tata Motors
Distribusi Indonesia (TMDI)
anak perusahaan Tata Motors
Indonesia mengumumkan secara resmi keikutsertaannya di
ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS)
2015 di ICE BSD.
TMDI akan menempati
lahan seluas 1127 m2 di hall
3A, booth 3F Hall 3A adalah
zona kendaraan niaga. Sesuai
dengan strategi dan fokus
perusahaan pada tahun fiskal
kami, di GIIAS 2015 kami

0,85%

Penjualan di Asean Anjlok 16,9%

STRATEGI USAHA

JAKARTA PT Hyundai
Mobil Indonesia akan fokus pada produk i10, H-1
dan Santa Fe sebagai tulang
punggung penjualan pada
tahun ini.
Karena ketiga produk
itu kontribusinya bisa mencapai 70% terhadap total
penjualan Hyundai di Indonesia, kata Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno
kepada Bisnis, Selasa (4/8).
Meski demikian, Mukiat
mengakui jika dari ketiga produk tersebut i10 di
segmen city car memberikan
sumbangsih terbanyak. Dia
memandang saat ini segmen
city car kian digandrungi
konsumen mengingat ukurannya yang compact, konsumsi bahan bakar yang
lebih efisien, dan harga yang
relatif lebih murah.
Terlebih dia melihat ada
perpindahan konsumen
dari beberapa segmen dengan harga yang lebih mahal ke kelas city car yang
dinilai lebih ekonomis saat
perlambatan ekonomi. Gabungan Industri Kendaraan
Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan Hyundai pada periode
Januari-Juni hanya menapak 827 unit.
Jumlah tersebut diraih
dari penjualan i10 sebanyak

KRAH

1.980
4/8/2015

SEPEDA MOTOR

Ekspor Mobil
Terpacu Pasar
Non-Asean
JAKARTA Kinerja
ekspor kendaraan roda
empat utuh sepanjang
semester pertama tahun
ini mencapai 107.448 unit,
tumbuh 15,9% dibandingkan dengan kinerja periode
sama tahun lalu yang
hanya 92.692 unit.
Raihan ekspor dari
pabrik dalam negeri itupun
seakan angin segar bagi
sektor otomotif nasional
yang tengah dilanda kelesuan pasar. Selain itu,
pelaku industri pun masih
harus menyiapkan siasat
untuk menekan biaya produksi akibat situasi makro
yang belum pulih benar.
Apalagi sewaktu mengamati gejolak perekonomian global terutama
kawasan Asia Tenggara,
pertumbuhan ekspor produk keluaran pabrik di
dalam negeri memberikan
catatan positif. Belum lagi
mencermati adanya perang
yang masih berkecamuk di
beberapa negara kawasan
Timur Tengah, ternyata tak
menyurutkan permintaan
produk mobil asal Indonesia.
General Manager Marketing Strategy and Communication Division PT
Nissan Motor Indonesia
(NMI) Budi Nur Mukmin
mengungkapkan faktor
utama pendorong melonjaknya ekspor mobil Indonesia antara lain tingginya
permintaan di negara
tujuan.
Menurutnya, hingga be-

3,66%

4/8/2015

4/8/2015

TRANSMISI

Rencana Pameran Mobil:

Bisnis/Abdullah Azzam

BMW LUNCURKAN 2 MOBIL BARU


JAKARTA BMW akan meluncurkan dua model ikonik terbarunya sekaligus perdana di pasar
Indonesia di ajang GIIAS 2015.
Meski demikian, pabrikan Jerman tersebut belum menyebut
secara pasti dua mobil terbaru
itu. Manajemen BMW hanya
mengatakan, salah satunya adalah mobil di segmen sedan sport
modern.
Satu produk lagi merupakan
kendaraan terbaru yang menggabungkan ruang interior yang
luas, fleksibilitas dan kesela-

matan berkendara, dengan keanggunan, kedinamisan serta


efisiensi khas gaya BMW.
Di sisi lain, BMW pun dalam
acara GIIAS kali ini akan memamerkan 18 model barunya
yang telah diperkenalkan.
Tahun ini, BMW Group Indonesia menargetkan bisa
melampaui kesuksesan tahun
lalu. Menampilkan segmen
yang benar-benar baru, kata
Presiden Direktur BMW Group
Indonesia Karen Lim, Selasa
(4/8). (Bisnis/lis)

CHINA BATASI JUMLAH KENDARAAN


DI JALAN
BEIJING China akan membatasi jumlah kendaraan di jalanjalan dan menutup pabrik-pabrik
untuk memastikan udara bersih
selama peringatan ulang tahun
ke-70 akhir Perang Dunia II.
Militer China akan mengadakan parade pada 3 September yang akan dipusatkan di
Lapangan Tiananmen. Parade
tersebut akan menjadi puncak
rangkaian acara pemerintah
yang telah direncanakan terkait
dengan peringatan penyerahan

resmi Jepang pada 2 September 1945.


Dari 20 Agustus - 3 September, Beijing akan mengurangi
separuh jumlah kendaraan
yang diperbolehkan di jalanan,
berdasarkan pelat nomor kendaraannya, seperti yang dikutip
Reuters, Senin (3/8)
Pemerintah juga akan melakukan pengawasan sementara
kepada industri yang melakukan
pembakaran batu bara di boiler.
(Reuters/dei)