Anda di halaman 1dari 10

9/8/2008

DARAH TEPI

Oleh
Ira Idawati

Gambaran Umum
• Terdiri dari 2 bagian:
• 1. Unsur berbentuk: eritrosit, leukosit, platelet
• 2. Plasma

• Serum : cairan bening kekuningan yang


memisahkan diri dari bekuan darah.
• Hematokrit : adalah suatu perkiraan volume
tumpukan eritrosit per unit volume
darah .
• Nilai normalnya : 40-50 % pada pria.
35-45 % pada wanita.

1
9/8/2008

Produk dan Fungsi Sel Darah

Jenis sel Produk Utama Fungsi Utama

Eritrosit Hemoglobin Tranpor CO² dan O2


Leukosit Granul spesifik dan Fagositosis bakteri
Neutrofil lisosom
termodifikasi (
granul azurofilik )
Eosinofil Granul spesifik, zat Pertahanan
yang aktif secara terhadap parasit
farmakologis cacing , modulasi
proses inflamasi.

Basofil Granul spesifik yang Pelepasan histamin


mengandung dan mediator
histamin dan inflamasi lainnya
heparin

Monosit Granul dengan enzim Generasi sel sistem


lisosom fagosit-mononuklear di
jaringan; fagositosis dan
pencernaan protozoa,
virus dan sel-sel yang
berumur tua
Limfosit B Imunoglobulin Generasi sel penghasil-
antibodi
Limfosit T Zat yang memunuh sel. Zat Penghancuran sel yang
yang dapat mengenda likan terinfeksi Virus
aktivitas leukosit lainnya
(interleukin)
Sel pembunuh Menyerang sel yang Penghancuran sejumlah
alami (tanpa terinfeksi virus dan sel sel tumor dan sel yang
adanya kanker tanpa adanya terinfeksi virus
penanda sel stimulus sebelumnya
Tdan sel B)
Platelet Faktor pembekuan darah Pembekuan darah

2
9/8/2008

• KOMPOSISI PLASMA

• Plasma adalah larutan yang mengandung substansi


dengan berat molekul rendah dan tingggi.
• 10 % → 7% Protein plasma
0,9% Garam anorganik
• Sisanya terdiri atas beberapa senyawa organik →
asam amino, vitamin, dari berbagai asal.
• Komposisi plasma adalah indikator komposisi cairan
ekstrasel.
• Protein plasma utama adalah : albumin, α, β, γ
globulin, lipoprotein dan protein yang berpartisipasi
pada pembekuan darah yaitu protrombin dan
fibrinogen.

JUMLAH DAN PERSENTASE SEL-SEL


DARAH ( HITUNG JENIS )
Jenis Perkiraan jumlah/µL Perkiraan Persentase

Eritrosit Wanita:3,9-5,5 x 10/µL


Pria: 4,1-6 x 10/µL
Retikulosit 1% dari jumlah
eritrosit
Leukosit 6000- 10. 000
Neutrofil Eosinofl 5000 60 - 70 %
Basofil 150 2-4%
Limfosit 30 0,5 %
Monosit 2400 28%
350 5%
Trombosit 300.000

3
9/8/2008

ERITROSIT

• Eritrosit mamalia bentuknya cakram


bikonkaf tanpa inti.
• Berdiameter 7,5 µm , tebal tepinya 2,6 µm
& tebal pusatnya 0,8 µm.
• Eritrosit dikelilingi oleh plasmolema ,
membran ini terdiri atas 40 % lipid , 50%
protein & 10% karbohidrat.
• Eritrosit mengandung 33% larutan
hemoglobin , yakni protein pembawa
Oksigen , yang menyebabkan eritrosit
bersifat asidofilik.
• Hemoglobin membentuk oksihemoglobin
atau karbaminohemoglobin bila bergabung
dengan Oksigen atau Carbondioksida.

• Hemoglobin dengan karbonmonoksida


membentuk karboksi – hemoglobin , tidak
reversibel dan berakibat penurunan
kapasitas pengangkutan Oksigen.
• Umur erytrosit manusia dalam sirkulasi ±
120 hari.
• Retikulosit ( eritrosit muda ) memiliki
beberapa granul atau struktur mirip jala
didalam sitoplasmanya.
• Peningkatan jumlah retikulosit
menunjukkan adanya kebutuhan akan
pengangkutan Oksigen seperti pada
perdarahan atau berada pada tempat
tinggi.

4
9/8/2008

APLIKASI MEDIS
• Kelainan bawaan pada molekul hemoglobin →
salah satunya adalah penyakit sel sabit. Penyakit
ini akibat mutasi sebuah nukleotida ( mutasi titik )
pada DNA di gen pembentuk rantai β dari
hemoglobin.
• Triplet GAA ( asam glutamat ) berubah menjadi
GUA ( valin ) yang disebut HbS , bila mengalami
deoksigenasi akan membentuk agregat kaku yang
memberi eritrosit bentuk sabit , yang tidak
fleksibel dan rapuh, umurnya lebih pendek yang
mengakibatkan anemia.
• Penyakit eritrosit lainnya adalah sferositosis
herediter ( bawaan ) , yang ditandai dengan
eritrosit berbentuk sferis yang lebih rentan
terhadap sekuestrasi dan destruksi makrofag, yang
berakibat anemia dan gejala lainnya.
• Anemia adalah keadaan patologis yang ditandai →
Hb dibawah normal, jumlah eritrosit menurun
atau normal tetapi setiap sel mengandung lebih
sedikit Hb ( anemia hipokrom ).

LEUKOSIT
• Leukosit ( sel darah putih ) dibagi 2 kelompok :
• AGRANULOSIT ( Mononuklear ) & GRANULOSIT (
Polimorfonuklear.
• leukosit punya nukleus.
• Leukosit jumlahnya lebih sedikit & ukurannya lebih besar
daripada eritrosit .
• Ada 2 kelompok sitoplasmik granul → Azurofilik granul (
didapatkan pada agranulosit dan granulosit ) & spesifik
granul ( hanya pada kelompok granulosit )
• Kelompok agranulosit → limfosit & monosit.
• Kelompok granlosit → neutrofil , eusinofil , dan basofil.
• Leukosit terlibat dalam pertahanan sellular & humoral
organisme terhadap benda asing.
• Leukosit dapat bermigrasi ke jaringan dengan berubah
bentuk menjadi ameboid dengan menerobos celah diantara
sel endotel dan menembus jaringan ikat melalui diapedesis
dan mati melalui apoptosis.
• Daerah yang meradang membebaskan zat kimia yang
terutama berasal dari sel dan mikroorganime →
kemotaksis.

5
9/8/2008

NEUTROFIL
• Leukosit terbanyak 60 – 70 %
• Diameternya 12 – 15 µm.
• Intinya terdiri dari 3 – 5 lobus ( biasanya 3 lobus
yang dihubungkan oleh benang kromatin halus ).
• Sitoplasma : spesifik granul ( neutrofilik granul )
berukuran 0.3 – 0.8 µm& tercat salmon pink.
• Kesanggupan neutrofil bertahan hidup
dilingkungan anaerob dapat mematikan bakteri
dan membersihkan debris didaerah miskin
oksigen, yaitu jaringan peradangan atau jaringan
nekrosis.
• Neutrofil berumur pendek dengan waktu paruh
6 – 7 jam dalam darah & 1 – 4 hari dalam
jaringan .

EOSINOFIL

Eosinofil jumlahnya : 2 – 4 %
Ukurannya : ± 9 µm di darah
± 14 µm di jaringan
Nucleusnya : biasanya bilobus dengan jembatan
tipis kromatin.
Sitoplasma : adanya granul spesifik , ukurannya
0.5 - 1.5 µm , brightly , yang terpulas dengan
eosin.
Granul eosinofil mengandung sebuah protein yang
disebut protein dasar mayor dan berfungsi untuk
membunuh cacing seperti schistosoma.

6
9/8/2008

Aplikasi medis

• Peningkatan jumlah eosinofil


berhubungan dengan reaksi alergi &
infeksi cacing ( parasit )
• Eosinofil juga memfagositosis kompleks
antigen – antibodi.
• Kortikosteroid ( hormon dari korteks
adrenal ) menyebabkan turunnya jumlah
eosinofil, agaknya mengganggu
pelepasan granulosit dari sutul ke
sirkulasi darah.

BASOFIL
• Kurang dari 1 % , biasanya sukar ditemukan
pada pulasan darah normal.
• Diameternya 12 – 15 µm
• Intinya terbagi dalam lobuli yang tak teratur dan
sering terhalangi granul – granul spesifik di
atasnya.
• Granul spesifiknya , berdiameter 0,5 µm ,
terpulas secara metakromatik ( mengubah warna
pulasan yang dipakai ) ,metakromasi ini akibat
adanya heparin .Granul spesifik basofil
mengandung heparin dan histamin , mirip dengan
mast sel.
• Basofil dapat melengkapi fungsi mast pada
reaksi hipersensitivitas.

7
9/8/2008

LIMFOSIT
• Jumlahnya : 20 – 45 %
• Ukuran : limfosit kecil garis tengah nya 6
– 8 µm , limfosit sedang & besar Ø
mencapai 18 µm.
• Nukleus : spheric dan flat pada satu sisi.
• Sitoplasma : bersifat basa lemah dan
berwarna biru muda serta mengandung
sedikit granul azurofilik. Sitoplasma
limfosit kecil sangat sedikit.

MONOSIT
• 3–8%
• Besar , diameternya bervariasi antara 12 – 20
µm
• Inti : lonjong , berbentuk ginjal atau tapal
kuda dan umumnya terletak eksentris.
• Sitoplasma : bersifat basofilik dan sering
mengandung granul azurofilik yang sangat
halus, granul ini tersebar dan memberikan
warna kelabu kebiruan.
• Monosit dipandang sebagai sel perkursor dari
sistem mononuklear . Setelah menerobos
dinding kapiler dan memasuki jaringan ikat,
monosit berkembang menjadi makrofag.

8
9/8/2008

PLATELET
• Platelet ( trombosit ) adalah fragment sel mirip
cakram, tak berinti dan diameternya 2 – 4 µm.
• Trombosit berasal dari fragmentasi
megakariosit.
• Umur trombosit di darah ± 10 hari.
• Trombosit mempermudah pembekuan darah dan
membantu memperbaiki celah dalam dinding
pembuluh darah.
• Delta granul ( badan padat ) mengandung ion
Kalsium, pirofosfat, ADP, ATP dan serotonin.
• Alpa- granul sedikit lebih besar dan
mengandung fibrinogen , platelet –derived
growth faktor.
• Lambda – granul mengandung enzym lisosom.

Fungsi trombosit dalam mengontrol perdarahan


melalui proses agregasi primer terbentuklah
sumbatan trombosit sebagai langkah pertama
untuk menghentikan perdarahan .
Agregasi sekundair akan menambah ukuran
sumbatan trombosit.
Koagulasi darah untuk membentuk suatu
bekuan darah atau trombus.
Retraksi bekuan, bekuan darah yang tadinya
menonjol berkerut karena adanya interaksi dari
aktin , miosin, trombosit, dan ATP.
Penghancuran bekuan ketika dilindungi oleh
bekuan dinding pembuluh darah akan
mengalami restorasi melalui pembentukan
jaringan baru, bekuan tersebut kemudian
dihancurkan.

9
9/8/2008

APLIKASI MEDIS

• Hemofilia A dan B identik secara klinis


dan perbedaannya terletak pada faktor
yang mengalami defisiensi , keduanya
adalah gangguan bawaan resesif terkait –
kromosom seks. Darah dari pasien ini
tidak membeku secara normal , waktu
pembekuan darah memanjang , luka ringan
dapat menimbulkan perdarahan yang
berat.

• Hemofilia A karena defek faktor


pembekuan VIII dan hemofilia B karena
defek faktor IX.

10