Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

( SAP )
I.

IDENTIFIKASI MASALAH
Di antara semua jenis kanker di Indonesia, karsinoma servik uteri atau kanker leher
rahim masih menduduki peringkat pertama yang diderita wanita. Apabila kanker
ditemukan dalam stadium lanjut, maka penyembuhnya akan sulit, dan angka harapan
hidup menjadi rendah. Oleh karena itu, sangat diperlukan deteksi dini untuk mengetahui
apakah ada perubahan-perubahan abnormal pada sel-sel leher rahim. Sehingga bisa
ditangani secara dini. Untuk mengetahui normal atau tidaknya pertumbuhan sel-sel
kanker pada leher rahim perlu dilakukan pap smear.
Kurangnya kesadaran ibu-ibu untuk melakukan deteksi dini kanker serviks melalui
pemeriksaan pap smear, mendorong pengkaji memberikan penyuluhan.

II.

III.

PENGANTAR
Topik

: Kesehatan Reproduksi pada Wanita

Sub Topik

: Pap Smear

Sasaran

: Pasien Ruang Teratai (Kebidanan) RSUD Abunawas

Hari/tanggal

: Sabtu, 11 Juli 2014

Jam

: 12.00 WITA

Waktu

: 35 menit

Tempat

: Ruang Teratai RSUD Abunawas

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU )


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan Ibu dapat mengerti tentang
pap smear.

IV.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ( TIK )


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini, diharapkan ibu-ibu dapat mengerti dan
memahami tentang:
1.

Pengertian pap smear

2.

Tujuan pap smear

3.

Keuntungan melakukan pap smear

4.

Alasan dilakukannya pap smear

V.

5.

Sasaran pap smear

6.

Syarat dilakukannya pap smear

7.

Waktu dilakukannya pap smear

8.

Cara melakukan pap smear

MATERI
Terlampir

VI.

VII.

VIII.

METODE
1.

Ceramah

2.

Tanya Jawab

MEDIA
1.

Materi SAP

2.

Leaflet

3.

Presentasi power point

KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
1

Waktu
3 menit

20 menit

Kegiatan Penyuluhan
Pembukaan:
a. Memberi salam
b. Perkenalan
c. Menjelaskan tujuan
penyuluhan
d. Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan
disampaikan
Pelaksanaan/penyampaian
materi:
a. Pengertian pap smear
b.

Tujuan pap smear

c.

Keuntungan melakukan
pap smear

d.

Alasan dilakukannya pap


smear

e.

Sasaran pap smear

f.

Syarat dilakukannya pap


smear

g.

Waktu dilakukannya pap

Kegiatan Peserta
Menjawab salam
Mendengarkan dan
memperhatikan materi
yang disampaikan

Menyimak dan
memperhatikan

smear
3

IX.

X.

h. Cara melakukan pap smear


Evaluasi
a. Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya
b. Moderator membacakan
hasil penyuluhan
Penutup:
Mengakhiri pertemuan dengan
mengucapkan terimakasih dan
salam

10 menit

2 menit

Peserta bertanya
mengenai masalah yang
belum dipahami
Mendengarkan dan
memperhatikan
Peserta menjawab
salam

EVALUASI
Metode evaluasi

: diskusi dan tanya jawab

Jenis pertanyaan

: lisan

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan. 2014. Pelaksanaan Standar Tarif Pelayanan Kesehatan
pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan
Tingkat Lanjutan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.
Jakarta: Depkes.
Iqbal,

Nouval.

2013.

Pap

Smear.

[online].

Tersedia:

http://www.scribd.com/doc/132240488/Pap-smear. [Diakses: 19 Maret


2014, pukul 12:40 WIB]
Rochmawati,

Lusa.

2013.

Pap

Smear.

[online].

Tersedia:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pap_smear. [Diakses: 19 maret 2014, pukul


12:33 WIB]
Yayasan Rama Sesana (YRS). 2013. Pap Smear dan Kanker Leher Rahim. [online]. Tersedia:
http://www.yrsbali.org/. [Diakses: 20 Maret 2014, pukul 19:36 WIB]

LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian Pap Smear
Pap smear juga dikenal sebagai Papanicoloau test adalah pemeriksaan mikroskopis
dari sel yang diambil dari apusan serviks, dan digunakan untuk mendeteksi adanya kanker
dan pra-kanker pada serviks atau leher rahim. Dinamakan demikian karena ditemukan
pertama kali oleh Dr. George N. Papanicoloau, setelah diperkenalkan pada tahun 1928,
pemeriksaan pap smear telah berperan dalam menurunkan insidensi dan mortalitas kanker
serviks sebesar 75%, pemeriksaan pap smear merupakan pemeriksaan skrining yang berguna
dalam menemukan perubahan pada zona-zona transisi yang terdapat pada serviks yang
paling sering disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).
B. Tujuan Pap Smear
Tujuan dilakukan pap smear adalah untuk mendeteksi secara dini perubahanperubahan sel pada serviks uteri, apakah normal atau tidak. Sehingga apabila ditemukan sel
prakanker dapat diupayakan pengobatan yang optimal.
C. Keuntungan Melakukan Pap Smear
Pap smear adalah satu-satunya langkah untuk mengetahui keberadaan sel kanker
dalam leher rahim seorang wanita. Walaupun peeriksaan pap smear tidak 100% akurat, tapi
pap smear yang dilakukan secara teratur akan mengurangi dan mencegah resiko terserang
kanker rahim.
D. Alasan Dilakukannya Pap Smear
Kanker leher rahim merupakan kanker yang paling sering dijumpai pada wanita
setelah kanker payudara. Kanker ini termasuk penyebab kematian terbanyak akibat kanker.
Secara internasional setiap tahun terdiagnosa 500.000 kasus baru. Seperti halnya kanker
yang lain, deteksi ini merupakan kunci keberhasilan terapi, semakin awal diketahui, dalam
artian masih dalam stadium yang tidak begitu tinggi atau bahkan baru pada tahap dysplasia
atau prekanker, maka penanganan dan kemungkinan sembuhnya jauh lebih besar.
E. Sasaran Pap Smear
Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual perlu melakukan pap smear,
dan lebih berisiko pada :
1.

Wanita berusia antara 18-70 tahun

2.

Menikah pada usia dibawah 20 tahun

3.

Pernah melakukan hubungan seksual sebelum berusia 20 tahun

4.

Pernah melahirkan lebih dari 3 kali

5.

Pernah memakai alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun (terutama IUD dan hormonal)

6.

Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual

7.

Mengalami keputihan/gatal pada vagina

8.

Sudah menopause dan mengeluarkan darah vagina

9.

Berganti-ganti pasangan seksual

F. Syarat Dilakukannya Pap Smear


Pap Smear dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid. Tidak semua pasien
dapat dilakukan pemeriksaan pap smear, terdapat syarat tertentu untuk dapat dilakukan
pemeriksaan pap smear ini. Banyak hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan
pemeriksaan pap smear. Persiapan pasien untuk melakukan Pap Smear adalah tidak sedang
haid, tidak coitus 1-2 hari sebelum pemeriksaan dilakukan, tidak sedang menggunakan obatobatan vaginal dan jika sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu diberitahukan kepada
petugas atau dokter yang menangani.
G. Waktu Dilakukannya Pap Smear
Pemeriksaan Pap Smear dilakukan paling tidak setahun sekali bagi wanita yang sudah
menikah atau yang telah melakukan hubungan seksual.
H. Cara Melakukan Pap Smear
Bagi wanita yang belum pernah melakukan pap smear sebelumnya, anda tidak perlu
merasa khawatir ataupun ragu untuk menjalani tes yang hanya berlangsung dalam hitungan
menit ini. Jadi jika anda akan melakukan pap smear pertama anda, agar tidak merasa gugup,
berikut kami jelaskan tahapan-tahapan pap smear yang bisa menjadi referensi bagi anda.
1.

Buka baju
Buka baju di sini maksudnya adalah hal pertama yang akan anda jalani dalam pap smear
adalah anda akan disuruh untuk menanggalkan pakaian anda mulai dari pinggang
hingga bagian bawah guna pemeriksaan. Dan selanjutnya anda akan diberikan baju
khusus dari rumah sakit untuk mempermudah pemeriksaan pap smear.

2.

Duduk di meja pemeriksaan

Tahap selanjutnya, setelah anda memakai pakaian medis yang berikan oleh rumah sakit,
anda akan diarahkan oleh petugas medis untuk duduk bagian ujung dari meja
pemeriksaan.
3.

Berbaring dan Rileks


Petugas medis kemudian akan menginstruksikan anda untuk berbaring di meja
pemeriksaan dengan posisi kaki membuka lebar. Posisi ini akan lebih memudahkan
petugas medis serta dapat membuat otot-otot untuk tidak tegang. Semakin relaks akan
semakin baik untuk proses pap smear dan juga akan semakin cepat tahapan pap smear
ini diselesaikan.
Bagi sebagian wanita yang baru pertama kali menjalani prosedur atau tahapan pap
smear mungkin akan mengalami rasa kurang nyaman atau rishi. Karena itu disarankan
bagi anda, khususnya yang baru pertama menjalani prosedur pap smear, untuk
menggoyang-goyangkan jari-jari kaki untuk membuat otot-otot pada bagian kaki hingga
pinggul menjadi lebih tenang dan rileks. Semakin sering anda menjalani pap smear,
anda pun akan semakin terbiasa dengan tahapan-tahapannya seperti halnya yang satu
ini.

4.

Pengecekan Bagian Luar Vagina


Tahap selanjutnya yang mungkin akan membuat jantung wanita semakin berdegup
adalah pemeriksaan dan pengecekan bagian vagina paling luar. Petugas akan menyentuh
bagian luar vulva anda yang dimaksudkan untuk membuka bagian labia sehingga bagian
genital dapat terlihat untuk melihat apakah vagina pada bagian ini normal atau tidak.

5.

Memasukan speculum untuk membuka vagina


Kemudian, vagina anda akan dimasukan semacam alam bernama spekulum. Jangan
khawatir. Proses pemasukan spekulum ini tidak menyebabkan vagina anda terluka kok.
Ingat, rileks. Spekulum akan dimasukan pada vagina dengan sangat hati-hati yang
gunanya untuk memperlebar bukaan vagina untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Spekulum yang digunakan pada setiap wanita akan berbeda dari segi ukuran maupun
bentuknya tergantung dari ukuran ataupun kondisi dari vagina masing-masing wanita.
Spekulum ini akan memungkinkan petugas untuk dapat melihat bagian dalam vagina
seperti dinding vagian sekaligus bagian mulut rahim atau serviks. Serviks ini berada di
bagian atas vagina. Petugas medis sebagai orang yang ahli dalam bidang ini akan dapat

dengan mudah melihat bagian serviks meskipun kita sendiri tidak dapat merasakan
ataupun melihat bagian serviks yang tersembunyi ini.
6.

Pengumpulan sampel jaringan dari bagian luar mulut rahim


Setelah alat spekulum sudah benar-benar pada posisinya, petugas medis akan
mengambil sampel dari jaringan yang berada pada mulut rahim bagian luar atau dalam
istilah medis dikenal sebagai ektoserviks. Pengambilan sampel jaringan ini dengan
menggunakan alat sejenis spatula khusus yang memang diperuntukan untuk tujuan ini.

7.

Pengambilan sampel jaringan dari bagian saluran mulut rahim hingga bagian
dalam rahim
Tahapan pap smear selanjutnya adalah dengan pengambilan sampel jaringan yang
berada di bagian saluran mulut rahim serta bagian dalam rahim. Di sini tahapan ini
dilakukan dengan menggunakan alat yang berbentuk seperti sikat menyerupai bentuk
sapu yang kecil bernama Cytobrush.

8.

Pencopotan spekulum
Jika proses pengambilan sampel jaringan sudah selesai, selanjutnya speculum yang tadi
dipasang akan dilepas yang menandakan jika proses pap smear telah selesai. Saat proses
pencopotan spekulum ini petugas medis juga akan melakukan pemeriksaan pada bagian
uterus dan ovarium kita. Dalam proses ini petugas hanya akan menggunakan tangannya
untuk merasakan kedua bagian ini yang sebenarnya tidak dapat terlihat.

9.

Pengecekan sampel jaringan


Sampel jaringan yang sudah diambil nantinya akan dikirim ke laboratorium patologi
untuk proses pemeriksaan guna melihat sel-sel tersebut dengan menggunakan
mikroskop. Proses ini nantinya dapat melihat apakah sel-sel ini merupakan sel yang
normal ataukah sel yang abnormal.

10. Laporan pemeriksaan


Jika proses pemeriksaan yang meilbatkan laboratorium patologi sudah selesai. Dalam
hal ini sudah diketahui apakah anda memiliki sel normal pada mulut rahim maupun
rahim anda aau tidak. Dari pihak klinik tempat anda melakukan pemeriksaan akan
memberikan anda laporan tertulis mengenai normal tidaknya kondisi sel di mulut rahim
dan rahim anda untuk selanjutnya dapat dilakukan proses lanjutan jika memang hasilnya
mengatakan ada ketidaknormalan sel pada serviks anda.