Anda di halaman 1dari 2

PENYIMPANAN OBAT EMERGENCY DALAM KOTAK

EMERGENCY
Puri Betik Hati

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

No. Dokumen
170/FARM

No. Revisi
A

Halaman
1/2
Ditetapkan
Direktur,

Tanggal Terbit
1 September 2015

dr. M. Iqbal, Sp.A

1. Penyimpanan obat emergency dalam kotak emergency adalah


kegiatan penyimpanan obat-obatan tertentu yang dibutuhkan pasien
secara cepat, yang dilakukan pada unit tertentu di luar Instalasi
Farmasi, serta disimpan dalam kotak emergency.
2. Kotak emergency adalah wadah atau tempat disimpannya obat

Tujuan

emergency.
1. Agar dapat menjamin ketersediaan dan keamanan penyimpanan obat
emergency.
2. Agar obat emergency dapat selalu tersedia saat dibutuhkan.
3. Memenuhi kebutuhan terapi/tindakan pasien yang memerlukan
penanganan cepat di RSIA Puri Betik Hati

Kebijakan
Prosedur

1. Siapkan obat yang akan disimpan dalam kotak emergency,


sesuai dengan daftar obat emergency yang telah ditetapkan oleh
rumah sakit.
2. Susun obat emergency dalam kotak emergency dengan susunan
sesuai dengan SPO Penyimpanan PERBEKALAN Farmasi di
rumah sakit anggota HHG (No. 013/JANGMED-Farmasi).
3. Kunci kotak emergency menggunakan kunci disposible. Bila
ada penggunaan obat, buka kotak

emergency dengan

menggunting kunci disposible tersebut.


PENYIMPANAN OBAT EMERGENCY DALAM KOTAK

EMERGENCY
Puri Betik Hati

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Prosedur

No. Dokumen
170/FARM

No. Revisi
A

Halaman
2/2
Ditetapkan
Direktur,

Tanggal Terbit
1 September 2015

dr. M. Iqbal, Sp.A

4. Setelah petugas medis melakukan tindakan emergency maka obat


emergency yang telah digunakan harus diganti, sesuai dengan jenis
dan jumlah yang terpakai, dengan menginput PO (purchasing Order)
dan menyerahkan formulir tersebut ke Instalasi Farmasi.
5. Pada saat pergantian shift, penanggung jawab pada kedua shift
tersebut melakukan pemeriksaan terhadap emergency dengan
mencocokan antara jenis dan jumlah obat yang tersedia dalam kotak
emergency dengan yang tercantum pada daftar obat emergency.
6. Jika terdapat kekurangan baik jumlah ataupun jenis obat emergency,
segera lengkapi kekurangan tersebut dengan memberikan formulir
PO yang mencantumkan nama dan jumlah obat yang telah digunakan
kepada petugas Instalasi Farmasi.
7. Petugas farmasi menyiapkan obat yang tercantum pada PO untuk
diletakkan dalam kotak emergency dan mengunci kembali kotak
emergency yang telah terbuka tersebut dengan menggunakan kunci
emergency baru.
8. Setiap minggu petugas instalasi farmasi melakukan pengecekan
terhadap kesesuaian jenis dan jumlah obat emergency terhadap daftar
obat emergency dengan memeriksa kondisi fisik, serta tanggal

Unit Terkait

kadaluarsa.
Instalasi Farmasi, Bidang Keperwatan