Anda di halaman 1dari 6

Berapa usia anak kita sekarang?

Seharusnya di usianya yang sekarang sudah mendapatkan


imunisasi apa saja? Bagaimana kalau ternyata sudah terlambat dari jadwal seharusnya?
Masihkah perlu diimunisasi?
Berikut saya ringkaskan jadwal imunisasi Versi IDAI dan cara melakukan kejar imunisasi jika
ternyata kita terlambat melakukan imunisasi pada anak kita.
Check jadwalnya di bawah ini! Sudahkah diimunisasi?

Keterangannya untuk masing2 imunisasi :


(Rekomendasi imunisasi ini berlaku mulai 1 Januari 2014)

1. Vaksin Hepatitis B. Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan
didahului pemberian injeksi vitamin K1.
2. Vaksin Polio. Pada saat bayi dipulangkan harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0).
Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan vaksin
OPV atau IPV.
3. Vaksin BCG. Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal umur 2 bulan.
4. Vaksin DTP. Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu.
5. Vaksin Campak. Campak diberikan pada umur 9 bulan, 2 tahun dan pada SD kelas 1
(program BIAS).
6. Vaksin Pneumokokus (PCV). Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan
2 kali dengan interval 2 bulan; pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Pada anak
umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.
7. Vaksin Rotavirus. Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus
pentavalen diberikan 3 kali.
8. Vaksin Varisela. Vaksin varisela dapat diberikan setelah umur 12 bulan, namun terbaik
pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun,
perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
9. Vaksin Influenza. Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap
tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur kurang dari
9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu.
10. Vaksin Human papiloma virus (HPV). Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10
tahun.
Panduan melakukan kejar imunisasi, bagi yang terlambat melakukan imunisasi untuk
putra putri kita :
1. BCG

Imunisasi BCG sebaiknya pertamakali diberikan pada saat bayi berusia 2-3 bulan.

Apabila bayi telah berusia > 3 bulan dan belum mendapatkan imunisasi BCG, maka harus
dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Bila hasilnya negatif, imunisasi BCG dapat
diberikan.

Imunisasi BCG tidak membutuhkan booster (pengulangan).

2. Hepatitis B

Imunisasi pertama hepatitis B diberikan sedini mungkin setelah lahir (jika


memungkinkan < 12 jam), kemudian dilanjutkan dengan interval 4 minggu dari dosis
pertama dan interval imunisasi kedua dan ketiga yang dianjurkan adalah minimal 2 bulan
dan terbaik setelah 5 bulan.

Apabila sang anak belum mendapatkan imunisasi hepatitis B semasa bayi, maka
imunisasi hepatitis B tersebut dapat diberikan kapan saja, sesegera mungkin, tanpa harus
memeriksakan kadar AntiHBs-nya.

Catatan: jika sang ibu memiliki hepatitis B ataupun sang anak pernah menderita penyakit
kuning, maka dianjurkan memeriksakan kadar HBsAg dan antiHBs terlebih dahulu.

3. Diptheria, Pertusis, dan Tetanus (DPT)

Imunisasi DPT diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar dan dilanjutkan booster 1 kali
dengan jarak 1 tahun setelah DPT3. Pada usia 5 tahun (sebelum masuk SD) diberikan
imunisasi DPT (DPaT/Tdap) dan pada usia 12 tahun berupa imunisasi Td. Pada wanita,
imunisasi TT perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali pada ibu hamil, yang
bertujuan untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir.

Apabila Imunisasi DPT terlambat diberikan, maka berapa pun interval keterlambatannya
jangan mengulang dari awal, namun langsung lanjutkan imunisasi sesuai jadwal.

Bila anak Anda belum pernah diimunisasi dasar pada usia < 12 bulan, maka imunisasi
dasar DPT dapat diberikan pada usia anak sesuai jumlah dan interval yang seharusnya.

Imunisasi DPT keempatnya tetap diberikan dengan jarak 1 tahun dari yang ketiga, dengan
catatan sebagai berikut: Bila imunisasi DPT keempat diberikan sebelum ulang tahun
keempatnya, maka pemberian imunisasi DPT kelima dapat diberikan sesuai jadwal,
paling cepat 6 bulan sesudahnya.- Bila imunisasi DPT keempat diberikan setelah ulang
tahun keempatnya, maka pemberian imunisasi DPT kelima tidak diperlukan lagi.

4. Polio

Ada dua macam imunisasi polio yang tersedia:

Imunisasi polio oral (OPV) dengan jadwal pemberian: saat lahir, usia 2, 4, 6, dan 18 bulan
Imunisasi polio suntik (IPV) dengan jadwal pemberian: usia 2, 4, 6, 18-24 bulan dan 6 8
tahun

Bila imunisasi polio terlambat diberikan, Anda tidak perlu mengulang pemberiannya dari
awal lagi. Cukup melanjutkan dan melengkapinya sesuai jadwal tidak peduli berapa pun
interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

5. Campak

Imunisasi Campak sebaiknya diberikan pada usia 9 bulan dan dosis penguatan(second
opportunity pada crash program campak) pada usia 24 bulan serta saat SD kelas 1-6.

Untuk anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak, bila saat itu anak berusia
9-12 bulan, berikan kapan pun saat bertemu.

Bila anak berusia > 1 tahun, berikan MMR. Jika sudah diberi MMR usia 15 bulan, tidak
perlu campak di usia 24 bulan.

6. Measles, Mumps, dan Rubella (MMR)

Imunisasi MMR diberikan pada saat anak berusia 15-18 bulan dengan jarak minimal
dengan imunisasi campak 6 bulan.

Catatan : Imunisasi MMR merupakan imunisasi dengan virus hidup yang dilemahkan,
sehingga harus diberikan dalam kondisi anak yang sehat dan dengan jarak minimal 1
bulan sebelum atau sesudah penyuntikan imunisasi lain.

Booster perlu diberikan saat anak berusia 6 tahun.

Bila lewat 6 tahun dan belum juga mendapatkannya, berikan imunisasi campak/MMR
kapan saja saat bertemu. Pada prinsipnya, pemberian imunisasi campak 2 kali atau MMR
2 kali.

7. Haemophillus influenzae B (HiB)

Imunisasi HiB diberikan diberikan pada usia 2,4, dan 6 bulan, dan diulang pada usia 18
bulan.

Apabila anak datang pada usia 1-5 tahun, HiB hanya diberikan 1 kali. Untuk anak di atas
usia 5 tahun, tidak perlu diberikan, karena penyakit ini hanya menyerang anak di bawah
usia 5 tahun

8. PCV

Tidak seperti imunisasi yang lain, jadwal kejar imunisasi terhadap pneumokokus ini
diberikan tergantung usia bayi/anak Anda.

Bila bayi/anak Anda terlambat mendapatkannya, maka jadwal imunisasi


pneumokokusnya adalah sebagai berikut:

2-6 bulan

> 3 dosis, interval 6-8 minggu (Ulangan 1 dosis, usia 12-15 bulan)

7-11 bulan > 2 dosis, interval 6-8 minggu (Ulangan 1 dosis, usia 12-15 bulan)

12-23 bulan > 2 dosis, interval 6-8 minggu


>24 bulan

> 1 dosis

9. Rotavirus

Ada dua imunisasi Rotavirus yang terdapat di Indonesia:(Rotateq diberikan 3 dosis


dan Rotarix diberikan 2 dosis)

Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu
diberikan karena belum ada studi keamanannya.

10. Influenza

Vaksin influenza diberikan dosis tergantung usia anak.

Usia 6-35 bulan ( atau <3tahun ) dosis yang diberikan cukup separuh dosis dewasa yaitu
0,25 ml.

Usia > 3 tahun diberikan 0,5 ml.

Usia < 8 tahun, untuk pemberian pertama diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6
minggu

Usia > 8 tahun, maka dosis pertama cukup 1 dosis saja satu kali setahun dan diulang
setiap tahun.

11. Varisela

Vaksin varisela diberikan pada anak > 1 tahun sebanyak 1 kali. Untuk anak berusia > 13
tahun atau pada dewasa, diberikan 2 kali dengan interval 4-8 minggu.

Apabila terlambat, berikan kapan pun saat pasien datang, karena imunisasi ini bisa
diberikan sampai dewasa.

12. Hepatitis A dan Tifoid

Imunisasi hepatitis A dan tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun.

Imunisasi hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6-12 bulan.

Imunisasi tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun, dengan ulangan setiap 3 tahun.

Apabila anak terlambat mendapatkannya, maka keduanya dapat diberikan kapan saja
hingga usia dewasa.

13. Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin HPV diberikan sejak anak berusia 10 tahun sebelum menikah/berhubungan


seksual, dan dapat diberikan hingga anak berusia 26 tahun.

Suntikan vaksin HPV dilakukan sebanyak 3 kali, dengan interval pemberian 0-1-6 bulan
atau 0-2-6 bulan.

Prinsipnya bahwa pemberian imunisasi dasar sampai usia 1 tahun bertujuan untuk
mendapatkan kekebalan pertama kalinya. Pada saat usia anak 1-4 tahun, imunisasi yang
diberikan sebagai imunisasi ulangan untuk memperpanjang masa kekebalan imunisasi dasarnya
sekaligus kesempatan bagi mereka yang mengalami keterlambatan imunisasi untuk melengkapi
imunisasinya (catch-up).
Imunisasi awal yang diberikan fungsinya memacu perlindungan tubuh kita walaupun kadarnya
belum memberikan perlindungan jangka panjang. Imunisasi ulangan maupun lanjutan (catchup) untuk meningkatkan kadar antibodi tubuh kita mencapai kadar proteksi yang optimal,
sehingga walaupun terlambat melakukan imunisasi bukan halangan untuk melanjutkan
imunisasi.
About these ads