Anda di halaman 1dari 1

Teori potensial gelombang

Teori potensial gelombang diaplikasiakn untuk menghitung sebaran gelombang di sekitar


piringan berporos yang terbenam. Ekspresi harmonis dari potensial kecepatan mencakup
konstanta yang tak diketahui yang didapatkan dari dua daerah yang dilewati tersebut.
Penyebaran gelombang pada piringan berporos menyebabkan energi gelombang terpusat
pada bagian belakang piringan, sehingga menyebabkan parameter efek porositinya kecil.
Jika parameter efek porositinya besar, maka tinggi gelombang kecil. Jika piringan tersebut
terletak di perairan dangkal penyebaran gelombang akan lebih signifikan jika dibandingkan
di perairan dalam.

Penggunaan struktur terbenam bertujuan agar gelombang yang dihasilkan lebih smooth,
sehingga mencegah dispersi energi gelombang yang tinggi dan mengurangi erosi pada pantai,
bahkan pada akhir-akhir ini dispersi energi gelombang difokuskan untuk memutar baling-
baling pada pembangkit listrik.

Analisa difraksi gelombang yang mengenai silinder vertikal pertama kali dianalisis oleh
Havelock (1940)untuk laut dalam, kemudian Omer dan Hall (1949) untuk laut dangkal, dan
Mc Camy dan Fuchs (1954) untuk segala kondisi kedalaman. Pada kasus ini hanya jenis
gelombang progresif yang bisa dihitung. Secara umum, silinder yang panjangnya tidak
sampai setinggi tinggi muka air laut menyebabkan sedikit pengaruh pada pola gelombang,
sehingga perlu formula khusus untuk menyelesaikan. Analisis teori terkait, dikemukakan oleh
Miles dan Gilbert (1968), Garrett (1971).

Baru-baru ini, Yu dan Chuang (1993) melakukan pengujian terhadap penyebaran gelombang
pada piringan terbenam, dan kemudian diteliti variasi gaya gelombang pada bagian atas
piringan dan tinggi gelombang disekitar piringan terhadap jarak piringan dan kedalaman
relatif. Piringan dianggap kedap air. Untuk bagian berporos yang tenggelam, Chuang (1983)
mengemukakan teory ini dengan pembangkitan gelombang pada benda berporos dengan
penempatan pembangkit gelombang pada bagian tengah chanel panjang tak terhingga dan
mengemukakan bahwa penurunan efek porositi tidak hanya bergantung pada amplitudo
gelombang, tapi juga karenagaya hidrodinamika dari pembangkit gelombang.