Anda di halaman 1dari 64

HELMINTOLOGI

NEMATHELMINTHES
PLATYHELMINTHES

NEMATODA

DISEBABKAN OLEH INFEKSI


NEMATODA INTESTINAL :

SANGAT PENTING PADA KEBANYAKAN PENDUDUK


NEGARA SEDANG BERKEMBANG
FREKUENSI INFEKSI MERUPAKAN INDIKASI
TINGKAT PERKEMBANGAN HIGIENE DAN SANITASI
BIASANYA DITEMUKAN SEBAGAI INFEKSI MULTIPEL
TINDAKAN DAN PENGOBATAN SALAH SATU CACING
PEMPENGARUHI CACING YANG LAIN

ASKARIASIS ( ASCARIASIS )
INFEKSI

OLEH Ascaris Lumbricoides


CACING DEWASA PARASIT DALAM
INTESTINUM TENUE MANUSIA
CACING DEWASA BERUKURAN 10 30
CM
CACING BETINA 240.000 TELUR / HARI
TELUR BERKEMBANG DALAM TANAH 2-4
BULAN
TELUR MATUR/ INFEKSI
YANG MENGANDUNG LARVA

DISTRIBUSI GEOGRAFIS

PALING BANYAK DITEMUKAN DI NEGARA


SEDANG BERKEMBANG
JUGA DITEMUKAN DI DAERAH SUBTROPIS
NEGARA SUDAH BERKEMBANG
TERUTAMA TERDAPAT PADA ANAK ANAK
DAERAH ENDEMIK DI ASIA TENGGARA,
AFRIKA, AMERIKA TENGAH DAN SELATAN
TIDAK TERDAPAT DI DAERAH GERSANG /
KERING KARENA KELEMBABAN DIPERLUKAN
UNTUK PERKEMBANGAN TELUR

TRANSMISI

TELUR FERTIL
DALAM TANAH LEMBAB,
TELUR MATUR / INFEKTIF
TRANSMISI SECARA ORAL, MENELAN TELUR
MATUR BERSAMA SAYURAN, BUAH-BUAHAN
ATAU LANGSUNG DARI TANAH ( TERUTAMA
ANAK ANAK )
KONTAMINASI TELUR SEKUNDER MAKANAN /
KONTAK MELALUI LALAT
TRANSMISI
INFEKSI BEBERAPA MINGGU / BULAN SETELAH
TELUR KELUAR BERSAMA TINJA MANUSIA
TELUR MATUR
TERTELAN
MENETAS
DALAM INTESTINUM
LARVAE ( 250 m )

LARVAE PENETRASI DINDING USUS MIGRASI


HEPAR, JANTUNG, PARU-PARU 2 MINGGU
MATUR DALAM KAPILER PARU PARU
LARVAE MATUR PENETRASI DIDING ALVEOLUS
ALVEOLUS PARU PARU
MIGRASI LEWAT
BRONKUS TRAKEA TERLETAN BERSAMA
SPUTUM SALURAN GASTROINTESTINAL
BERKEMBANG
DALAM JEJUNUM, ILEUM
CACING DEWASA
TRASMISI TERGANTUNG PADA :

SANITASI KURANG BAIK


KONTAMINASI LINGKUNGAN DENGAN TINJA
MANUSIA

EPIDEMIOLOGI
DI DAERAH ENDEMIK ASKARIASIS 3 KECENDERUNGAN YANG
JELAS
PREVALENSI TINGGI ( > 60% ) DI SELURUH POPULASI UMUR >
2 TAHUN
INTENSITAS INFEKSI DEWASA < ANAK ANAK
o PEMAPARAN KONSTAN TERHADAP TELUR INFEKTIF MELALUI
TANGAN & MAKANAN TERKONTAMINASI
o

PREVALENSI SEDANG ( < 50% )


PUNCAK PAD ANAK SEKOLAH DASAR & ANAK PRA SEKOLAH
o RENDAH PADA DEWASA
o JENIS PENULARAN / TRANSMISI RUMAH TANGGA / KELUARGA
o

PREVALENSI RENDAH ( KESELURUHAN < 10% )


o

INFEKSI : DISTRIBUSI FOKAL BERKAITAN DENGAN PERUMAHAN,


SANITASI, PERTANIAN, KEBIASAAN PERILAKU

PATOGENESIS & MANIFESTASI


KLINIS
RESPON INANG MANUSIA TERGANTUNG PADA
STADIUM PERKEMBANGAN DAN LOKASI
1.
STADIUM AWAL, SAAT MIGRASI PARASIT, SIMTOM
BERKAITAN DENGAN RESPON IMUN
INFLAMATORIS TERHADAP LARVA SEDANG
BERKEMBANG DAN PRODUK SEKRETORIS
EKSRETORIS
2.
STADIUM / FASE INTESTINAL ----- SIMTOM
TERUTAMA BERKAITAN DENGAN INFLAMASI DAN
DISFUNGSI SALURAN PENCERNAAN
3.
KOMPLIKASI ------ OBSTRUKSI USUS, VOLVULUS,
INTRUSUSEPSI, OBSTRUKSI SALURAN EMPEDU,
SALURAN PANKREAS

1. STADIUM AWAL
ASKARIS PNEUMONIA / ASKARIS PNEUMONITIS

MIGRASI LARVAE ASCARIS MALALUI PARU INANG ----- KONDISI


KLINIS : ASKARIS PNEUMONIA ASKARIS PNEUMONITIS
BERKAITAN DENGAN HIPEREOSINOFILIA PERIFER ----SINDROM LOEFFLER
HEMORAGI, ALEOLI KOLAPS, INFITRASI SELULER MASIF
DISTRES RESPIRATORIS RINGAN
---- PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
----- DAPAT MEMYEBABKAN KEMATIAN

RESPON ANTIBODI
RESPON ALERGIS DAN EOSINOFILLIA ----- REAKSI
HIPERSENTIVITAS CEPAT (IMMEDIATE HYPERSENSITIVITY
REACTION) ----- BERPERAN PENTING DALAM IMUNITAS
TERHADAP ASKARIS

GAMBARAN KLINIS ASCARIS PNEUMONIA /


PNEUMONITIS : SINDROM Loffler
BATUK,

DISPNEA / SESAK NAFAS,


ASMATIS
KULIT URTOKARIA
HIPER EOSINOFILLIA PERIFER
RONSEN PARU-PARU KEPADATAN
INFILTRASI SELULER, IREGULER,
BILATERAL

2. FASE INTESTINAL

LESI PATOLOGIS LANGSUNG MINIMAL


SIMTOM BERKAITAN DENGAN MASALAH MAKANIS
o
o

BANYAKNYA CACING DLM LUMEN USUS


MUKOSA USUS LOKAL KASAR --- KEDALAMAN KRIPTE
BERKURANG OTOT HIPERTROFI

KARENA INI ---- MALNUTRISI PROTEIN KALORI


TERUTAMA PADA ANAK ANAK DENGAN GIZI KURANG
DEFISIT NUTRISI MULTIFAKTORIAL
o
o
o

KEKURANGAN NUTRIEN OLEH CACING


MALABSORBSI
NAFSU MAKAN KURANG

3. KOMPLIKASI
KOMPLIKASI ASKARIASIS INTESTINAL - 0,5 2/1000
PENDERITA INFEKSI TERMASUK :
INFEKSI BERAT

OBSTRUKSI INTESTINAL
VOLVULUS
INTUSUSEPSI

MIGRASI CACING
AMPULA VATER

OBSTRUKSI SALURAN
EMPEDU

PANKREASTITIS
APENDIKS

APENDISITIS

SALURAN LUMEN BERDEKATAN USUS


PENETRASI DINDING USUS
PARENKIM HATI

NASOFARING
PERITONITIS
ABSES

SIMTOM OBSTRUKSI USUS


SAKIT DI EPIGASTRIUM
ANOREKSIA
VOMITUS
KOLIK USUS BERAT
PERUT MEMBESAR
DEMAM
OBSTRUKSI EMPEDU
KOLIK BILIER BERAT
NAUSEA
VOMITUS
SAKIT DI PERUT KANAN ATAS (IKTERUS JARANG
KARENA AKUT)

DIAGNOSIS
IDENTIFIKASI
: TELUR, LARVA, CACING DALAM
SAMPEL KLINIS
SEROLOGIS TIDAK TERSTANDARISASI
RO PARU-PARU, USUS (SALURAN EMPEDU)
PENGOBATAN
PIRANTEL PAMOATE

MEBENDAZOL

ALBENDAZOL
PIPERASIN SITRAT

: 1mg/kg BB,
MAKSIMAL 1 gm
DOSIS TUNGGAL
: 100 mg 2X / HARI
SELAMA 3 HARI
: 400 mg DOSIS TUNGGAL
: 75mg/kg BB, MAKSIMAL
3,5gm/HARI SELAMA 2 HARI

ANKILOSTOMIASIS
(INFEKSI CACING TAMBANG)
CACING TAMBANG MANUSIA :
ANCYLOSTOMA DUODENALE
NECATOR AMERICANUS
o
o
o

LARVA HIDUP DI DALAM TANAH,


PENETRASI KULIT YANG TERPAPAR
CACING DEWASA HIDUP PARASITIK
DALAM INTESTINUM TENUE
CACING DEWASA MATUR, PANJANG 5-13
mm

DISTRIBUSI GEOGRAFIS

ANCYLOSTOMA LEBIH BANYAK DI : TIMUR


TENGAH, AFRIKA UTARA, EROPA SELATAN,
KALIBIA, AMERIKA TENGAH DAN SELATAN
NECTOR AMERICANUS LEBIH BANYAK
TERDAPAT DI : NEW WORLD / BELAHAN DUNIA
BAGIAN BARAT, AUSTRALA, PULAU-PULAU
PASIFIK
CACING TAMBANG TIDAK TERDAPAT DI
NEGARA DENGAN SANITASI BAIK
DI NEGARA KURANG BERKEMBANG,
PREVALENSI LOKAL ---- 80-90 %

EPIDEMIOLOGI
FAKTOR FAKTOR YANG MENDUKUNG INFEKSI
CACING TAMBANG DAN PENYEBARANNYA
o

o
o
o
o

HIGIENE SANITASI KURANG BAIK, KEBIASAAN


DEFEKASI DI HALAMAN, KEBUN, SAWAH, TEPI
SUNGAI DLL
TANAH PASIR DAN TEDUH ---- MEDIA
PERTUMBUHAN LAEVAE YANG BAIK
IKLIM PANAS --- MENGUNTUNGKAN PERTUMBUHAN
TELUR DAN LARVAE
KELEMBABAN CURAH HUJAN 30 50 INCHES --TELUR DAN LARVAE BERKEMBANG BAK
PENGGUNAAN TINJA SEBAGAI PUPUK TANAMAN
PERKEBUNAN

PATOGENESIS

RESPON HOSPES TERHADAP MIGRASI AWAL


PARASIT --- DAPAT MENGAKIBATKAN REAKSI
ALERGIS
INFEKSI MULTIPEL MERUPAKAN KEBIASAAN
CACING DEWASA MELEKAT PADA MUKOSA
USUS HALUS ----M MENYERAP DARAH 0,03
0,3 ml / CACING / HARI
PADA INFEKSI KRONIS KONDISI PATOLOGIS
TERUTAMA DISEBABKAN :
KEHILANGAN DARAH --- ANEMIA DEFISIENSI BESI /
ANEMIA HIPOKROMIK MIKROSITIK
INFLAMASI MUKOSA GASTRO INTESTINAL --GANGGUAN ABSORBSI MAKANAN --- MALNUTRISI

DUA POPULASI TERUTAMA RENTAN TERHADAP


DEFISIENSI BESI
CACING TAMBANG
WANITA USIA SUBUR
ANAK-ANAK MUDA

WANITA USIA SUBUR MEMPUNYAI KEBUTUHAN Fe


YANG MENINGKAT, YANG BIASANYA TIDAK DAPAT
DIPENUHI DENGAN DIET
DI KEBANYAKAN NEGARA BERKEMBANG

DEFISIENSI Fe PADA WANITA HAMIL MEMPUNYAI EFEK


MERUSAK PADA FETUS :

- ISKHEMIA PLASENTAL
- RETARDDASI PERTUMBUHAN FETAL

EFEK PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA VIA AKSIS


HIPOFISEAL GONADAL MENGHAMBAT FUNGSI OVARIUM
MENAHAN PERTUMBUHAN FOLIKULER

ANEMIA CACING TAMBANG --- DEFISIENSI BESI


PADA ANAK-ANAK / BAYI BERAKIBAT :
RETARDASI PERTUMBUHAN FISIK + INTELEKTUAL
BAYI DENGAN INFEKSI A.duodenale
MELENA
DIARE
KEGAGALAN TUMBUH KEMBANG
KADAR Hb 3-5%
MORTALITAS 6,0%

MEKANISME INVASI PARASIT BERKAITAN


DENGAN MAKROMOLEKULEL / PRODUK ALAMI
PARASIT
TELAH DIIDENTIFIKASI DAN DIISOLASI
BEBERAPA MAKROMOLEKUL TSB ---- DITELITI
SIFAT BIOKIMIANYA

ANTIKOAGULAN CACING TAMBANG

HAMPIR SATU ABAD TELAH DIKETAHUI BAHWA CACING


MENSEKRESI AGEN ANTIKOAGULASI UNTUK
MEMPERMUDAH MENGAMBIL DARAH / MAKAN
KIRA-KIRA 30 TAHUN LALU, PENELITI TELAH
MENGIDENTIFIKASI AGEN ANTIKOAGULAN + ANTI
AGREGASI TROMBOSIT DALAM EKSTRAK SOLUBEL
CACING DEWASA
PADA AKHIR-AKHIR INI TELAH TERIDENTIFIKASI SUATU
PEPTIDA DENGAN Mw RENDAH DARI A.CANINUM YANG
MENGHAMBAT 2 PROKOAGLULAN :
1.
2.

FAKTOR Xa
FAKTOR KOMPLEKS JARINGAN / TISSUE FACTOR COMPLEK =
Tf

GAMBARAN KLINIS

PENYAKIT LEBIH SERING TERJADI PADA


INFEKSI BERAT
SIMTOM SPESIFIK PADA INFEKSI AWAL / FASE
MIGRASI PARAST

PENETRASI KULIT ---- GROUND ITCH

GATAL, OEDEM LOKAL


ERITEMA, PEMBENTUKAN PAPULA

MIGRASI DALAM PARU PARU

BRONKHITIS
PNEUMONIA (LOEFFERS PNEUMINIA)
EOSINOFILIA
URTIKARIA
SESAK NAFAS / WHEEZING
NAUSEA, VOMITIS

SIMTOM SPESIFIK PADA INFEKSI LANJUT

DIARE DAN / ATAU SIMTOM MIRIP ULKUS


PEPTIKUM
ANEMIA DEFISIENSI BESI
MALNUTRISI
PUCAT, ANOREKSIA,

SESAK NAFAS / DISPNEA


PALPITASI, OEDEM, CHEILOSIS, STOMATITIS
KEGAGALAN JANTUNG

ANAK
TUMBUH

KEMBANG ---- RETARDASI


GANGGUAN KOGNITIF

IBU HAMIL
MORTALITAS

MATERNAL, MORTALITAS FETAL

HEMOGLOBIN : 3-8 g/dl

DIAGNOSIS
DIAGNOSIS DIDASARKAN ATAS DETEKSI
--- TELUR DALAM TINJA
INFEKSI SEDANG DAN BERAT

DIAGNOSIS PEMERIKSAAN TINJA ---- SECARA


LANGSUNG

TES SEROLOGIS TIDAK SPESIFIK,


REAKSI SILANG DENGAN INFEKSI
CACING LAIN
CACING DEWASA --- DAPAT DITEMUKAN
DENGAN ENDOSKOPI / BIOPSI

PENGOBATAN

MEBENDAZOL, ALBENDAZOL : 100 mg 2 X /


HARI SELAMA 3 HARI
PIRANTEL PAMOAT : 11 mg /kg BB, DOSIS
TUNGGAL, MAKSIMAL 1 gm
BEFENIUM HIDROKSINAFTOAT
A.duedenale

5 gm GARAM ( 2,5 gm BASA ) DOSIS TUNGGAL

N.americanus

5 gm GARAM, DOSIS TUNGGAL / HARI, SELAMA 3 HARI

ANEMIA

STRONGYLOIDIASIS
INFEKSI OLEH
STRONGYOIDES STERCORALIS
MERUPAKAN

SALAH SATU DIANTARA


BEBERAPA HELMIN YANG DAPAT BERBIAK DI
DALAM TUBUH MANUSIA
LARVA FILARIFORM MENEMBUS KULIT --MIGRASI MELALUI PARU-PARU --- HIDUP
PARASTIK DI DALAM INTESTINUM TENUE
LARVA INFEKSIOUS LARVA FILARIFORM
PANJANG 550m
LARVA NON INFEKSIOUS : LARVA
RABDITIFORM 225 m

DISTRIBUSI GEOGRAFIS
TERDAPAT TERSEBAR LUAS DI DUNIA
DI NEGARA BERKEMBANG DAN
SEDANG BERKEMBANG
PREVALENSI TERTINGGI DI AFRIKA
TROPIS DAN AMERIKA SELATAN

EPIDEMIOLOGI

POLA TRANSMISI SAMA DENGAN CACING


TAMBANG DI NEGARA TROPIS DAN SUB TROPIS
DISTRIBUSI NFEKSI PARALEL DENGAN INFEKSI
CACING TAMBANG, TETAPI PREVALENSINYA
LEBIH RENDAH DAN TERPENCAR
AUTOINFEKSI --- PARASIT PERSISTEN DALAM
TUBUH PENDERITA SELAMA BERTAHUN-TAHUN
SESUDAH MENINGGALKAN DAERAH ENDEMIK
---- DAPAT MENYEBABKAN INFEKSI MASIF

PATOGENESIS

PARASIT MEMPUNYAI 3 DAUR HIDUP YANG BERBEDA :

DAUR HIDUP PARASITIK HELMIN INTESTINAL YANG UMUM


DAUR REPRODUKTIF HIDUP BEBAS DI DALAM TANAH
DAUR REPRODUKSI SEMPURNA DALAM HOSPES MANUSIA
(AUTOINFEKSI)

MIGRASI LARVA MELALUI PARU-PARU ---- SIMTOM


PULMONER
INVASI LARVA KE DALAM MUKOSA USUS ---- SIMTOM
ABDOMINAL
PADA PENDERITA YANG MENGALAMI IMUNOSUPRESI
---- PENYEBARAN INFEKSI ---- KOMPLIKASI SEPSIS ---FATAL

GAMBARAN KLINIS

1.

INFEKSI STRONGYLOIDES ---- LESI


PATOLOGIS PENTING
KEBANYAKAN PENDERITA ---- ASIMTOMATIK
INFEKSI STRONGYLOIDES AKUT

MIGRASI LARVA MELAUI PARU-PARU

MIGRASI LARVA + INVASI DALAM MUKOSA USUS

BATUK, SESAK NAFAS, NAFAS BERSUARA NYARING /


WHEEZING
DEMAN, EOSINOFILIA (LOEFFLERS SINDROM)
SAKIT PERUT (EPIGASTRIUM)
DIARE, NAUSEA, VOMITUS

INFEKSI BERAT

MALABSORBSI, STEATOREA, BERAT BADAN MENURUN,


OEDEM

2. INFEKSI STRONGYLOIDES KHRONIS

ASIMTOMATIS
SIMTOMATIS

GASTRO INTESTINAL

INDIGESTI : MALABSORBSI ENTEROPATI ( KEHILANGAN


PROTEIN )
SAKIT PERUT, DIARE INTERMITEN / PERSISTEN
PRURITUS ANI; URTICARIA

24 48 JAM PERGELANGAN TANGAN, PANTAT

KULIT

URTICARIA
RUAM/RASH
MIGRASI LARVA DI KULIT

PREVALENSI 30 84 %
GARIS MERAH SERPIGINOUS BERGARAK 1-2 CM --- 48 JAM

3. INFEKSI STRONGYLOIDES YANG TERSEBAR /


DISSEMINATED
(STRONGYLOIDIASIS YANG MENUMPANG /
OVERWHELMING, HIPERINFEKSI, INFEKSI
MASIF)
DITEMUKAN PADA PENDERITA YANG MENGALAMI
IMUNOSUPRESI OLEH :
PENYAKIT PRIMER : HIV, LIMFOMA
TERAPI KORTIKOSTEROID, KEMOTERAPI
CYCLOSPORIDIN
PENYAKIT + TERAPI KORTIKOSTEROID
KONDISI YANG MEMBERIKAN PREDISPOSISI
PROTEIN

KALORI MALNUTRISI
KEBAKARAN
TBC, SIFILLIS, TERAPI RADIASI

GEJALA KLINIS
TARGET INFEKSI UTAMA

GASTRO INTESTINAL
SAKIT

PERUT YANG SANGAT + DISTENSI, DEMAM


TANDA-TANDA SHOK SEPTIK OEDEM INTESTINAL
ILEUS / OBSTRUKSI
JEJUNITIS DENGAN NEKROTISASI
STEATOROEA, ENTEROPATI KEHILANGAN PROTEIN
HIPOALBUMINEMIA, ULSERASI KOLON
HEMORAGI GASTROINTESTINAL BAWAH

PARU-PARU
BATUK

RITATIF, PRODUKTIF, NAFAS PENDEK /


DISPNEU
SINDROM RESPIRATORY DISTRESS --- FATAL

PUSAT SUSUNAN SYARAF


MENINGITIS,

ABSES OTAK
MENINGO ENSEFALITIS
PENURUNAN STATUS MENTAL
KOMA ---- FATAL

DISEMINASI / DISSEMINATED SERING DISERTAI


KOMPLIKASI OLEH BAKTERIEMI / SEPSIS --FATAL
BAKTERI

GRAM NEGATIF USUS YANG DISEBABKAN


RUSAKNYA / PECAHNYA MUKOSA USUS ---- MASUK
SIRKULASI DARAH
BAKTERI TERBAWA OLEH LARVA STRONGYLOIDES
---- MASUK SIRKULASI DARAH

PENGOBATAN

TIABENDAZOL
25 mg /kg BB
2X / HARI SELAMA 2-3 HARI
DIULANG 1 MINGGU KEMUDIAN
SELAMA 2 HARI

TRICHURIASIS
PENYEBAB : NEMATODA INTESRINAL : Trichuris trichiura
(whip worm)
CACING DEWASA MENCAPAI 4 CM
PARASIT DALAM COLON MANUSIA
BAGIAN ANTERIOR PANJANG KECIL TERDAPAT DALAM
MUKOSA USUS
BAGIAN POSTERIOR BESAR TUMPUL, MENGANDUNG
SALURAN PENCERNAAN + ALAT REPRODUKSI,
MENONJOL DALAM LUMEN USUS
CACING BETINA MATUR ----- MENGHASILKAN ---- TELUR
3.000 20.000 / HARI
KO INFEKSI DENGAN GEOHELMIN LAIN Ascaris
lumbricoides

TRANSMISI
TELUR

: DALAM TANAH
LINGKUNGAN
PANAS,LEMBAB,
TEDUH
2-4 MINGGU

TELUR INFEKTIF MENGANDUNG LARVA


INFEKSI MELALUI

:MAKANAN, SAYURAN,
BUAH-BUAHAN
TERKONTAMINASI
TELUR INFEKTIF

TELUR MENETAS

DALAM INTESTINUM TENUE

CACING DEWASA

BERKEMBANG MENUJU

KOLON (SEKUM)
-BAGIAN ANTERIOR CACING
DALAM MUKOSA
-BAGIAN POSTERIOR CACING
DALAM LUMEN
DISTRIBUSI GEOGRAFIS
DAERAH TROPIS, SUBTROPIS :
NEGARA SEDANG BERKEMBANG
o SANITASI KURANG BAIK
o IKLIM YANG SESUAI
o PREVALENSI TINGGI PADA ANAK-ANAK SD
UMUMNYA DISTRIBUSI SAMA DENGAN ASCARIS
o

PATOGENESIS DAN GAMBARAN KLINIS

LARVAE T.TRICHIURA TIDAK MIGRASI MELAUI PARUPARU


KEBANYAKAN INFEKSI ----- RINGAN, ASIMTOMATIK
INFEKSI SEDANG : ANOREKSIA, ANEMIA SEDANG /
RINGAN, DIARE
INFEKSI BERAT 10 % PENDERITA INFEKSI (TERUTAMA
ANAK-ANAK)

SIMTOM INFLAMATORIS PERMUKAAN MUKOSA KOLON :

ENTERITIS
DIARE DISENTRIK : ENCER, DISERTAI DARAH MUKUS
ANAK MALNUTRISI
PROLAPS REKTUM + CACING DEWASA MENEMPEL MUKOSA
REKTUM
ANEMIA

DIAGNOSIS
IDENTIFIKASI TELUR DALAM TINJA
CACING DEWASA DALAM KOLON DENGAN
ENDOSKOPI
BIOPSI MUKOSA KOLON HITOPATOLOGI
TRIHURIASIS BERBEDA DENGAN ULSEROSA,
SIGELOSIS, AMOEBIASIS
PENGOBATAN
MEBENDAZOL
: 100mg 2X /HARI
SELAMA 3 HARI
500mg, DOSIS TUNGGAL
ALBENDAZOL : 600mg, DOSIS TUNGGAL
FLUBENDAZOL
: 200 600 mg. DOSIS
TUNGGAL

ENTEROBIASIS
PENYEBAB : Enterobius vermicularis (PIN WORM)
ENTEROBIUS HIDUP PARASIT DLM SALURAN
INTESTINAL MANUSIA
CACING DEWASA 0,5 1 CM
TELUR OVAL, PIPIH SATU SISI 50 X 30 m
MENGANDUNG EMBRIO (LARVA)
DISTRIBUSI GEOGRAFIS : TERSEBAR DI DUNIA
NEGARA SEDANG BERKEMBANG DAN SUDAH
BERKEMBANG BERIKLIM SEDANG :
AMERIKA UTARA, EUROPA, 42 JUTA ORANG
TERINFEKSI DI USA
MANUSIA SATU-SATUNYA INANG Enterobius vermicularis

TRANSMISI
TRANSMISI MELAUI 4 CARA :
1. TRANSMISI LANGSUNG DARI ANAL DAN
PERINATAL, MULUT MELALUI JARI TANGAN /
KUKU TERKONTANINASI
2. TERPAPAR TELUR YANG MENGKONTAMINASI

3.
4.

KAIN SPREI / ALAS TEMPAT TIDUR


PAKAIAN TIDUR MALAM
TANAH

INHALASI MELAUI HIDUNG OLEH DEBU


TERKONTAMINASI TELUR
RETROINFEKSI / AUTOINFEKSI

TELUR MENETAS PADA MUKOSA ANAL

LARVA
MIGRASI NAIK

CACING BETINA MATUR


45 HARI

LUMEN USUS

PRODUKSI TELUR

TELUR INFEKTIF
4-6 JAM
20 HARI

TETAP INFEKTIF

TELUR INFEKTIF TERLENAN

MENETAS

LARVA

BERKEMBANG
DALAM JEJENUM &
ILEUM

CACING DEWASA MATUR

KOLON, SEKUM

EPIDEMIOLOGI
TERUTAMA TERDAPAT PADA ANAK

USIA

SEKOLAH 5-10 TAHUN


HIGIENE PERORANGAN KURANG BAIK
PREVALENSI PADA ANAK DI DAERAH
KUMUH DAN PADAT PENDUDUK TINGGI
MENCAPAI 80 90%
DITEMUKAN PADA PENDUDUK SEMUA
KLAS SOSIO EKONOMI, LAKI-LAKI DAN
PEREMPUAN SAMA KERENTANANNYA

PATOGENESIS

TERJADI KERUSAKAN KECIL PADA MUKOSA USUS ----TIDAK TERJADI PERUBAHAN PATOLOGIS YANG
PENTING PADA SALURAN INTESTINAL
CACING BETINA MATUR ---- MIGRASI KE PERIANAL
PADA MALAM HARI --- DEPOSIT TELUR
ANTGEN TELUR --- REAKSI ALERGIS --- PRURITUS
PERIANAL
INVASI CACING ( SANGAT JARANG ) --- APENDIKS --APENDISITIS
MIGRASI CACING :
URETRA
: INFEKSI SALURAN URINE
VULVA VAGNA : VULVO VAGINALIS
TUBA FALOPII : ENDOMETRITIS SALPINGITIS
PERITONEUM : PERITONITIS GRANULAMOTOUS

KASUS JARANG TERJADI ----- CACING MELINTAS SALURAN GENITAL


PEREMPUAN / PERFORASI DINDING USUS

PERITONEUM

APENDISITIS
DIVERTIKULITIS
KEGANASAN DALAM USUS

REAKSI GRANULO MATOUS TERHADAP CACING MUDA / TELUR


DINDING VAGINA
SERVIKS
ENDOMETRIUM
SALPINKS
OVARIUM
PERITONEUM
MAKROSKOPIS BERBENTUK NODUL PUTIH KEKUNINGAN
MIKROSKOPIS BERBENTUK GRANULOMA DENGAN SEL-SEL EOSINOFIL
DAN SEL-SEL RAKSASA

MANIFESTASI KLINIS
PRURITAS

PERIANAL / PERINEAL
DENGAN INFEKSI SEKUNDER ---ENTEROBIASIS DENGAN NFEKSI
BAKTERIAL / FOLIKULITIS
GANGGUAN TIDUR, INSOMNIA
VULVO VAGINALIS PADA ANAK
PEREMPUAN
INFEKSI SALURAN URINE
SAKIT PERUT AKIBAT GRANULOMA
PERITONEAL

DIAGNOSIS

IDENTIFIKASI TELUR PADA SEDIAAN PITA SELOFAN DI


DAERAH PERIANAL PAGI HARI ( BANGUN PAGI, ANAK
BELUM DIMANDIKAN )
PEMERIKSAAN TELUR PADA TINJA, 10 15 % SENSITIF
(CACING TIDAK MELETAKKAN TELUR DALAM LUMEN
USUS )
CACING : - YANG KADANG KADANG
DITEMUKAN DI DAERAH PERINATAL,
PERINEUM, PAKAIAN TIDUR, TINJA
- DIKELUARKAN SESUDAH
PENGOBATAN
PEMERIKSAAN DENGAN PITA SELOFAN 2 HARI SEKALI
SELAMA 5-7 HARI ------ MENENTUKAN INFEKSI
NEGATIF

PENGOBATAN

E.vermicularis RENTAN (SUSCEPTIBLE ) TERHADAP


BERBAGAI MACAM OBAT CACING, ANGKA
PENYEMBUHAN (CURE RATE ) MENCAPAI 90 %
PIRANTEL PAMOAT
: 11 mg BASA / kg BB,
(MAKS 1 gm)
DIULANG SETELAH 2 MINGGU
PIPERAZINE SITRAT : 65 mg / kg BB ( DOSIS MAKS.
2mg)
SELAMA 6 HARI
MEBENDAZOL
: 100mg, DOSIS TUNGGAL
DIULANG SETELAH 2 MINGGU
PIRVINIUM
: 5mg / kg BB DOSIS TUNGGAL (
MAKS.250 mg)

TERIMA KASIH