Anda di halaman 1dari 27

Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kedokteran Keluarga

Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman

G7P4A2 Usia Kehamilan 41-42 minggu dengan Asma


Bronkiale dan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Disusun Oleh:
Radhiyana Putri
0910015031
PEMBIMBING:
dr. Ronny Isnuwardhana, MIH
dr. Resda
Veronika Hinum SKM, MM
LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN
PUSKESMAS PALARAN
SAMARINDA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Menurut The American Thoracic Society, asma adalah suatu penyakit
dengan ciri meningatnya respon trakhea dan bronkus terhadap berbagai
rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan napas yang luas dan
derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun sebagai hasil
pengobatan. 1,2
Asma adalah penyakit paru yang heterogen dengan obstruksi saluran
pernapasan yang sembuh sebagian atau total, spontan atau dengan terapi.
Serangan umumnya singkat, walaupun jarang, asma dapat berakibat fatal. Secara
tradisional asma dapat diklasifikasikan dua kelompok yaitu alergi ( ekstrinsik )
dan idiosinkrasi (intrinsik). Asma ekstrinsik merupakan asma yang dipicu oleh
alergen atau mediator IgE. Umumnya terdapat pada orang dan / atau riwayat
keluarga dengan penyakit alergi. Sedangkan asma intrinsik jika tidak ditemukan
alergen spesifik sebagai pemicunya, dan terdapat pada pasien tanpa riwayat alergi
dalam keluarganya 2,3
Prevalensi asma terjadi pada 4-8% populasi umum. Pada kehamilan
prevalensinya 1-4%. Di Indonesia prevalensi asma berkisar 5-7 %.

3,4,5

Kepustakaan lain menyatakan asma berpengaruh pada 1-9% wanita atau pada
200.000 - 376.000 kehamilan di Amerika setiap tahunnya. Rata - rata morbiditas
dan mortalitas pada wanita hamil sebanding dengan populasi umum. Rata - rata
mobilitas asma di Amerika adalah 2,1 per 100.000. 3
Asma bronkial merupakan salah satu penyakit saluran napas yang sering
dijumpai kehamilan dan persalinan. Pengaruh kehamilan terhadap timbulnya
serangan asma selalu sama terhadap setiap penderita, bahkan pada seorang

penderita asma, serangan tidak sama pada kehamilan pertama dan berikutnya.
Penyakit ini menimbulkan yang serius pada wanita hamil. Asma yang tidak
terkontrol dengan baik, dapat berpengaruh terhadap ibu dan janin.6,7
Terdapat risiko yang jelas baik pada ibu maupun janin, bila gejala asma
memburuk. Pada penelitian menyatakan asma dihubungkan dengan meningkatnya
kematian perinatal dua kali lipat. Selain itu juga meningkatkan risiko komplikasi
berupa hiperemesis, preeklampsia, dan perdarahan pada pasien yang mengidap
asma, begitupula halnya terjadi peningkatan angka kematian neonatal dan
persalinan prematur. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penanganan aktif
pasien hamil untuk menghindari eksaserbasi akut asma bronkhial.2

BAB II
LAPORAN KASUS
ANAMNESA
IdentitasPasien
Nama
Umur
JenisKelamin
Alamat

: Ny.Y
: 35 tahun
: Perempuan
:Jl. S.Parman Gg.Hidayah Rt.12 kelurahan rawa
makmur kecamatan palaran

Status Keluarga
: Anggota Keluarga
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Anamnesis dilakukan pada hari Selasa, 1 September 2015, pukul 12.45
WITA secara autoanamnesis.
KeluhanUtama
Hamil dengan asma dan infeksi saluran kemih
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang untuk kontrol kehamilan dan berkonsultasi tentang
keluhannya selama kehamilan saat ini. Pasien mengeluhkan asma yang
dimilikinya sering kambuh selama kehamilan, biasanya asma yang dideritanya
kambuh setiap kali malam hari. Setiap kali kambuh, pasien mengkonsumsi obat
asma yang diberikan dari dokter spesialis paru.

Hal ini juga terjadi pada

kehamilan pasien sebelumnya. Selain itu, pasien juga mengeluhkan BAK terasa
sakit dan panas. Hal ini sudah dialami pasien sejak 2 bulan yang lalu. Pasien
sempat mendapat antibiotik namun keluhan BAK nya tidak berkurang. Pasien
mengaku, pasien jarang mengeringkan daerah kewanitaannya setiap kali BAK.
Saat ini pasien mengeluhkan BAK yang terasa sakit dan panas. Namun keluhan
sesak sedang tidak dialami saat ini.

Riwayat Penyakit Dahulu


Menurut Pasien, pasien asma yang dideritanya selalu kambuh terutama
saat hamil, diluar kehamilan, pasien juga mengaku asma yang dideritanya kambuh
namun tidak sesering seperti saat sedang hamil. Kondisi ini dialami pasien pada
kehamilan-kehamilan sebelumnya. Asma tersebut sudah diderita sejak pasien
duduk di bangku sekolah dasar. Riwayat tekanan darah tinggi, kencing manis,
penyakit jantung disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat asma dalam keluarga (+) diderita oleh kakek pasien dan paman

pasien
Riwayat hipertensi, jantung, kencing manis disangkal.

Riwayat Kebiasaan
Kebiasaan merokok dan meminum alkohol disangkal.

Riwayat Pernikahan
Menikah 1x, menikah pertama usia 23 tahun, lamanya pernikahan saat ini
12 tahun.
Riwayat Haid
Menarche pada usia 12 tahun, lama haid 6-7 hari, jumlah darah haid :
ganti pembalut 2 - 3 kali sehari

No

Hari pertama haid terakhir


Taksiran waktu persalinan
Pemeriksaan antenatal care

: 9 November 2014
: 16 Agustus 2015
: rutin

Tahun

Tempat

Umur

Jenis

Penolong

Partus

Partus

kehamilan

Persalinan

Persalinan

Aterm

Spontan

Bidan

2004

2006

Rumah
Sakit

Jenis

Keadaan

Kelamin

Anak

Anak/ BB

Sekarang

L/3400 gr

Baik

Mola Hidatidosa
Meninggal

3.

2007

Rumah

Preterm

Spontan

Bidan

P/500 gr

dalam
kandungan

4.

2008

5.

2010

6
7.

2014
2015

Rumah
Sakit
Rumah
Sakit

Aterm

Spontan

Bidan

L/3900 gr

Baik

Aterm

Spontan

Bidan

P/3400 gr

Baik

Abortus
Hamil ini

Riwayat Penggunaan Kontrasepsi


Pasien tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi karena tidak diijinkan
oleh suami.

PEMERIKSAAN FISIK
KeadaanUmum
: Tampak Sakit ringan
Tinggi Badan
: 155 cm
Berat Badan
: 70 kg
BMI
:29,13 kg/m2
LiLa
: 34 cm

Tanda Vital
Tekanan Darah
Frekuensi Nadi
Frekuensi Nafas
Suhu

: 110/70 mmHg
: 78kali/menit, regular, kuat angkat
: 22 kali/menit
: 36,5C per aksila

Status Generalisata
Kepala
: Mata
Hidung
Telinga
Mulut
Leher
Dada

Abdomen
Ekstremitas

Status obstetrik

:anemis (-), ikterik (-), cekung (-)


:dalam batas normal
: dalam batas normal
:mukosa mulutbasah, faring hiperemi

(-),

pembesaran tonsil (-)


: pembesaran KGB (-)
: Inspeksi
:pergerakan simetris
Palpasi
: fremitus raba D=S
Perkusi
:sonor D = S
Auskultasi
:
Paru
: vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
: S1S2tunggal, reguler, murmur (-)
: Inspeksi
: cembung
Auskultasi
:bising usus normal
: Atas
: oedem (-/-), akral hangat
Bawah
: oedem (+/+), akral hangat

1) Inspeksi

: perut membesar arah memanjang, linea nigra(+),

striae albicans (-),luka bekas operasi (-)


2) Palpasi

a. Tinggi Fundus Uteri: 41 cm


b. Leopold I

: Teraba Bokong

c. Leopold II

: Punggung kiri

d. Leopold III

: Teraba Kepala

e. Leopold IV

: Belum masuk PAP

3) DJJ

: 136 x/menit

4) VT

: tidak dilakukan

5) HIS

: belum ada

Pemeriksaan Penunjang

a) Laboratorium
Hasil tgl 27/4/15 Hasil tgl 1/8/15
DL
Hb
Ht
Tr
Leukosit
LED
GDS
HbSAg
112
UL
Leukosit
Bakteri
Protein

10,2
Non Reaktif
Non Reaktif

8,9
28,6
240.000
9.160
40
96
-

3-6
(+)
(-)

20-40
(+)
(-)

Nilai Normal

<15 mm/jam

Hasil USG tgl 25 Agustus 2015

Hasil USG : Janin tunggal hidup intrauterin usia kehamilan 40-41 minggu
DIAGNOSA
Diagnosis Kerja
G7P4A2 usia kehamilan 41-42 minggu dengan asma bronkiale dan ISK
Diagnosis Komplikasi
-

PENATALAKSANAAN

Non Farmakologi

Edukasi mengenai penyakit yang diderita dan resikonya

Edukasi untuk melakukan persalinan yang aman untuk pasien

Edukasi alat kontrasepsi yang sesuai dengan pasien, mengarahkan untuk steril

Menjaga pola makan yang bergizi dan menghindari faktor pencetus asma yang
diderita pasien

Edukasi pada pasien agar menjaga daerah kewanitaan tetap bersih dan tidak
lembab

Rujukan ke dokter spesialis obstetri dan Ginekologi


Farmakologi

Kalk tablet 1x1


Vit. C tablet 1x1
Obat asma Teosal 1x1 tab
Cefadroxyl 2 x 500 mg

PROGNOSA
Prognosis Ad Vitam
:Dubia
Prognosis Ad Functionam :Bonam
Prognosis Ad Sanationam : Dubia ad Bonam

ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama
Umur
Jenis Kelamin
Status Perkawinan
Agama
Suku Bangsa
Pendidikan
Pekerjaan

9.

Alamat Lengkap

I. KEPALA KELUARGA
II. PASANGAN
Tn. S
Ny.Y
38 tahun
35 tahun
Laki-laki
Perempuan
Kawin
Kawin
Islam
Islam
Jawa
Jawa
D3
SMA
Wiraswasta
Ibu Rumah Tangga
Jl. S. Parman Gg. Hidayah Rt.12 Kelurahan Rawa
Makmur Kec. Palaran Kota Samarinda

ANGGOTA KELUARGA
No

Anggota
Keluarga

Usia

Tn. S

Serumah

Pekerjaan

Hub.
Klrg

Status
Nikah

Ya

38 thn

Wiraswasta

Ayah

Menikah

35 thn

IRT

Ibu

Menikah

Ny. Y
(pasien)
An. MN

11 thn

Pelajar

Anak

An.AN

7 thn

Pelajar

Anak

An. NS

6 thn

Pelajar

Anak

Belum
Menikah
Belum
Menikah
Belum
Menikah

Tdk

Kdg

GENOGRAM

Keterangan:
: Laki-laki
: Perempuan
: Pasien
------

: tinggal serumah

STATUS FISIK, SOSIAL, EKONOMI KELUARGA DAN LINGKUNGAN


No
1
2
3
4
5

EKONOMI KELUARGA
Luas Tanah
Luas Bangunan
Pembagian Ruangan

Besarnya daya listrik


Tingkat PendapatanKeluarga :
a. Pengeluaran rata-rata/bulan
Bahan makanan : Beras, lauk
pauk,dan sayur
Diluar bahan makanan :
Pendidikan
Kesehatan
Listrik
Air bersih
Lain-lain
b. Penghasilankeluarga/bulan
No PERILAKU KESEHATAN
1 PelayananPromotif/Preventif
2 Pemeliharaan
Kesehatan
Anggota
Keluarga Lain
3 PelayananPengobatan

Keterangan
15 m x 10 m
15 m x 8 m
Rumah beton 1 tingkat, dengan 2 kamar tidur,
ruang tamu, 1 dapur dan 1 kamar mandi.
500 watt
Rp.1.800.000,00
Rp.900.000,00
Rp. 300.000,00

Rp 600.000,00
Rp. 3.500.000,00
Puskesmas
Puskesmas / dokter
Puskesmas / dokter

4 JaminanPemeliharaanKesehatan
No POLA MAKAN KELUARGA

Jamkesda

Ayah, ibu, dan Makan 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam). Nasi, tahu, tempe, telur, ikan
Anak
dan sayur (terutama daun bayam).
No AKTIFITAS KELUARGA
1

Aktivitas Fisik
a. Ayah

b. Pasien

Bekerja sebagai teknisi listrik dari pukul 08.0-16.00 WITA. Sepulan


bekerja, ayah makan dan beristirahat bersama istri dan anak-anak

Pasien merupakan Ibu Rumah Tangga. Pasien lebih banyak menghabiska


waktu di rumah. Pada pagi hari hingga siang pasien memasak, mencuc
membersihkan rumah dan mengantar anak pergi ke sekolah menggunaka
motor. Pada sore hari, pasien lebih banyak beristirahat dengan menonto
TV, atau membersihkan rumah dan memasak makan malam. Malam ha
jam istirahat pasien tidak teratur. Pasien cenderung sulit tidur.

Aktivitas
Seluruh anggota keluarga rutin sholat 5 waktu
Mental
No LINGKUNGAN
1 Sosial
Hubungan dengan lingkungan sekitar rumah baik
2 Fisik/Biologis
Perumahan dan Fasilitas
cukup
Luas Tanah
15 x 10 m2
Luas Bangunan
15 x 8 m2
Jenis Dinding
Beton
Jenis Lantai
Keramik
Sumber Penerangan Utama
Lampu listrik
Sarana MCK
Kamar mandi berada di dekat ruang keluarga
Kamar mandi juga digunakan sebagai WC. Septi
tank digunakan sebagai tempat penampunga
limbah
Sumber Air Sehari-hari
Air PDAM
Sumber Air Minum
Air galon
Pembuangan Sampah
Sampah dibuang di tong sampah lal
dikumpulkan dan dibuang di tempat pembuanga
akhir
3 Lingkungankerja
a. Suami
Di perusahaan listrik
b. Ibu(pasien)
Di rumah

PENILAIAN APGAR KELUARGA


Kriteria

Pernyataan

Hampir

Kadang

Hampir

Selalu
(2)
Adaptasi

Kemitraan

Pertumbuhan

Kasih Sayang

Kebersamaan

Saya puas dengan keluarga


saya karena masing-masing
anggota keluarga sudah
menjalankan sesuai dengan
seharusnya
Saya puas dengan keluarga
saya karena dapat
membantu memberikan
solusi terhadap
permasalahan yang
dihadapi
Saya puas dengan
kebebasan yang diberikan
keluarga saya untuk
mengembangkan
kemampuan yang saya
miliki
Saya puas dengan
kehangatan dan kasih
sayang yang diberikan
keluarga saya
Saya puas dengan waktu
yang disediakan keluarga
untuk menjalin
kebersamaan

Kadang
(1)

tidak
pernah (0)

Jumlah

Keterangan
Total skor 8-10

= Fungsi keluarga sehat

Total skor 6-7

= Fungsi keluarga kurang sehat

Total skor 5

= Fungsi keluarga sakit

Kesimpulan
Nilai skor keluarga ini adalah 9, artinya keluarga ini menunjukan

fungsi

keluarga sehat.

POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELUARGA


No.

Indikator Pertanyaan

Keterangan

Jawaban

Ya

Tidak

A. PerilakuSehat
1
2
3

4
5

B.
1

Tidak Merokok
Ada yang memiliki kebiasaan
merokok?
Persalinan
Dimana ibu melakukan
persalinan?
Imunisasi
Apakah bayi ibu sudah di
imunisasi lengkap?
Balita Ditimbang
Apakah balita ibu sering
ditimbang? Dimana?
Sarapan Pagi
Apakah seluruh anggota keluarga
mempunyai kebiasaan sarapan
pagi?
Dana Sehat / ASKES
Apakah anda ikut menjadi peserta
ASKES?
Cuci Tangan
Apakah anggota keluarga
mempunyai kebiasaan mencuci
tangan menggunakan sabun
sebelum dan sesudah buang air
besar?
Sikat Gigi
Apakah anggota keluarga
memiliki kebiasaan gosok gigi
menggunakan odol?
Aktifitas Fisik / Olahraga
Apakah anggota keluarga
melakukan aktifitas fisik atau
olah raga teratur?
LingkunganSehat
Jamban
Apakah dirumah tersedia jamban
dan seluruh keluarga
menggunakannya?
AirBersih dan Bebas Jentik
Apakah dirumah tersedia air
besih dengan tempat/tendon air
tidak ada jentik?
Bebas Sampah
Apakah dirumah tersedia tempat
sampah? Dan dilingkungan
disekitar rumah tidak ada sampah
berserakan?

Suami merokok

Ditolong oleh bidan.

Imunisasi lengkap (BCG, DPT 1, 2, 3,


Polio, Hepatitis, Campak) dilakukan
semua.
Tidak semua anaknya rutin ditimbang

Ayah sarapan dirumah, ibu kadangkadang

Jamkesda

Seluruh anggota keluarga rutin


mencuci tangan sebelum dan sesudah
BAB

Seluruh anggota keluarga melakukan


kebiasaan menggosok gigi

Seluruh anggota keluarga tidak


memiliki aktifitas olahraga teratur

Ya, tersedia Jamban bentuk leher


angsa
Rumah memiliki pasokan air ledeng
dari rumah terdekat, dan tidak ada
tempat penampungan air yang
berjentik
Rumah terlihat bersih, dan tidak
tampak sampah berserakan di daerah
sekitar rumah

4
5
6

SPAL
Apakah ada/tersedia SPAL
disekitar rumah?
Ventilasi
Apakah ada pertukaran udara
didalam rumah?
Kepadatan
Apakah ada kesesuaian luas
rumah dengan jumlah anggota
keluarga?
Lantai
Apakah lantai bukan dari tanah?

Pembuangan limbah menggunakan


septic tank

Ukuran ventilasi lebih kurang 1/10


luas lantai untuk tiap ruangan

Rumah cukup luas dengan 5 orang


penghuni

Seluruh lantai rumah disemen dan


diberi ubin

Ya

Semua anggota keluarga


mengkonsumsi buah dan sayur

C. IndikatorTambahan
1

ASI Eksklusif
Apakah ada bayi usia 0-6 bulan
hanya mendapatkan ASI saja
sejak lahir sampai 6 bulan?
Konsumsi Buah &Sayur
Apakah dalam 1 minggu terakhir
anggota keluarga mengkonsumsi
buah dan sayur?
Jumlah

16

Klasifikasi
SEHAT I

: Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 1-5 pertanyaan (merah)

SEHAT II : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 6-10 pertanyaan (kuning)


SEHAT III : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 11-15 pertanyaan (hijau)
SEHAT IV : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 16-18 pertanyaan (biru)
Kesimpulan
Dari 18 indikator yang ada, yang dapat dijawab Ya ada 16 pertanyaan
yang berarti identifikasi keluarga dilihat dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehatnya
masuk dalam klasifikasi SEHAT IV.

RESUME FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN KELUARGA


Faktor Resiko

Fisik
Biologi
Psiko-sosioekonomi

Perilaku
Kesehatan

Gaya Hidup
Lingkungan Kerja

Lingkungan sekitar rumah pasien bersih, tidak ada


sampah berserakan disekitar rumah
Kondisi rumah juga bersih
Riwayat penyakit asma dalam keluarga dialami
oleh kakek pasien dan paman pasien
Pendapatan keluarga berkecukupan
Pasien telah hamil berkali-berkali namun beberapa
kali mengalami keguguran
Rendahnya kesadaran tentang kehamilan berisiko
tinggi
Kurangnya kesadaran untuk mengetahui faktor
pencetus yang memicu asma pada diri pasien
Pasien tidak pernah meminum secara rutin obat
asma yang diberikan, obat hanya diminum ketika
kambuh
Pasien tidak pernah menggunakan kontrasepsi
karena suami tidak setuju
Rendahnya kesadaran untuk menjaga kebersihan
daerah kewanitaan
Kurangnya
edukasi
megenai
pentingnya
penggunaan Kontrasepsi
Suami pasien merokok
pasien jarang berolahraga
Pasien merupakan Ibu Rumah Tangga

DIAGNOSIS KELUARGA (RESUME MASALAH KESEHATAN)

STATUS KESEHATAN DAN FAKTOR RISIKO (individu, keluarga, dan


komunitas)
1.
Status fungsi keluarga sehat.
2.
Pengetahuan keluarga mengenai kehamilan resiko tinggi sangat
minim.
3.
Kurangnya kesadaran untuk mengetahui faktor pencetus terjadinya
asma
4.
Rendahnya kesadaran untuk menjaga daerah kewanitaan
5.
Kurangnya kebiasaan berolahraga.
6.
Suami pasien merokok

7.

Edukasi mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi yang

kurang
STATUS UPAYA KESEHATAN (individu, keluarga, dankomunitas)
1

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di puskesmas.

Memiliki jaminan kesehatan.

Keluarga pasien cukup mengerti mengenai bagaimana menjaga kesehatan


dan jika ada yang sakit segera mencari pengobatan.

Semua anggota keluarga memiliki kesempatan yang sama dalam berobat.

STATUS LINGKUNGAN :
1. Rumah tempat tinggal sehat.
2. Ukuran luas rumah cukup memadai untuk menampung anggota keluarga
dan ventilasi cukup.

Diagnosis Keluarga :
Sebuah keluarga Tn. S terdiri dari 5 orang anggota keluarga yang tinggal
serumah, dengan satu orang anggota keluarga merupakan pasien rawat jalan
Puskesmas Palaran yang didiagnosis G7P4A2 usia kehamilan 41-42 minggu
dengan asma bronkiale dan infeksi saluran kemih. Keluarga ini mempunyai
kesadaran PHBS yang baik dan fungsi keluarga yang sehat.

No
1.

Masalah
yang
Dihadapi
Kehamilan
disertai
Asma
bronkiale
dan infeksi
saluran
kemih

Rencana
Pembinaan

Sasaran
Pembinaan

Edukasi dan
pemberian
terapi
farmakologi

Pasien
dan
keluarga

Contoh Pembinaan

Edukasi mengenaipenyakit yang


diderita pasien, mengenai resiko yang
mungkin di timbulkan dan mulai
mengenali faktor yang mencetuskan
asma yang diderita oleh pasien
Edukasi persalinan yang aman untuk
ibu dan bayi.
Memberikan dukungan dan semangat
bagi ibu dalam menyambut kehadiran
anggota keluarga baru
Merujuk pasien ke rumah sakit agar
ditangani oleh dokter spesialis obstetric
dan ginekologi

Terapi farmakologi :
- Teosal 1x1 mg
- Cefadroxyl 2 x 500 mg

2.

Usia ibu
yang sudah
35 tahun
dan riwayat
hamil
sebanyak 7
kali

Edukasi

Pasien
suami

dan

Edukasi alat kontrasepsi yang sesuai


dengan pasien

RENCANA PENATALAKSANAAN MASALAH KESEHATAN


Terhadap status kesehatan indivdu dan keluarga
No
1.

Masalah
kesehatan
Kehamilan

Penatalaksanaan

Menjelaskan resiko apa saja yang terdapat pada

pasien
Memberikan edukasi mengenai resiko yang

Berisiko tinggi

mungkin timbul pada kehamilan ini, seperti


keguguran, persalinan prematur, mudah terjadi
infeksi, perdarahan pasca persalinan, serta kematian

ibu yang tinggi


Edukasi mengenaipenyakit yang diderita pasien,
mengenai resiko yang mungkin di timbulkan dan
mulai mengenali faktor yang mencetuskan asma

yang diderita oleh pasien


Edukasi persalinan yang aman untuk ibu dan bayi.
Memberikan dukungan dan semangat bagi ibu
dalam menyambut kehadiran anggota keluarga

baru
Merujuk pasien ke rumah sakit agar ditangani oleh

dokter spesialis obstetri dan ginekologi


Edukasi tanda-tanda persalinan, tanda gawat janin,
persalinan yang aman untuk ibu dan bayi,
disarankan bersalin di Rumah sakit dengan
fasilitas yang memadai dan adanya dokter spesialis
obstetri dan ginekologi .

2.

Usia ibu yang

Memberikan edukasi mengenai alat kontrasepsi


yang sesuai untuk pasien. Alat kontrasepsi yang
disarankan adalah kontrasepsi mantap.

sudah 35 tahun
dan riwayat
hamil
sebanyak 7
kali

PERAWATAN MASALAH KESEHATAN KELUARGA


Masalah

Tindakan Perawatan (Promotif, Preventif, Protektif)

Kesehatan
Kehamilan

Individu

Risiko Tinggi

Edukasi
yang
pada

Keluarga

risiko
terdapat

ibu,

dan

bahayanya

Edukasi

kehamilan risti

kehamilan

Edukasi tanda-tanda

tinggi

persalinan

bahayanya

dan

tanda-

gawat janin

tanda

gawat

Edukasi

mengenai

Edukasi
cara

tanda persalinan,

dianjurkan

rutin

dan

Edukasi

Edukasi

tempat
yang

dianjurkan

perilaku

dan
hidup

bersih
Edukasi ibu agar
memeriksakan
kehamilan

ke

rumah sakit atau


dokter

spesialis

obstetri
ginekologi,

suami siaga

dan

mengenai

pentingnya

ANC

mengenai

suami siaga untuk


ibu hamil

Edukasi
kontrasepsi

mengenai

risiko

pencegahan,

kontrasepsi

yang

mengenai
dan

maupun

bersalin

mengenai

Edukasi
janin

Edukasi

Komunitas

mulai mengenali
faktor

pencetus

asma, dan mulai


menjaga
kebersihan
daerah
kewanitaannya

Mandala of Health

GAYA HIDUP

- Pemenuhan kebutuhan primer prioritas utama


- Alokasi khusus dana kesehatan (+)

PERILAKU KESEHATAN

- Rendahnya kesadaran mengenai kehamilan risti


- Kurangnya kesadaran mengetahui faktor pencetus asma
- Tidak pernah menggunakan kontrasepsi
- Rendahnya kesadaran untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan

Tidak rutin olahraga


Suami pasien
merokok
LINGK.
PSIKO-SOSIO-EKONOMI

Pasien sering mengalami kehamilan


namun sering mengalami keguguran

FAMILY

PASIEN
G7P4A2 UK 41-42 minggu + Riwayat Asma
bronkiale dan Infeksi Saluran Kemih
PELAYANAN KES.
Jarak antar rumah pasien dengan
pelayanan kesehatan hanya 5
menit dengan motor

FAKTOR BIOLOGI
Adanya Riwayat anggota keluarga dengan
keluhan yang sama

Usia pasien 35 tahun


Jumlahkehamilan > 4
Riwayat asma bronkiale setiap
LINGK. KERJA
kehamilan
Jarak kehamilan ini dengan kehamilan
Pasien Ibu Rumah Tangga
sebelumnya < 2 tahun
Riwayat keguguran pada kehamilan
sebelumnya dan riwayat IUFD
LINGK. FISIK
Kondisi rumah dan lingkungan sekitar
rumah baik

KOMUNITAS:
Tidak Ada

SKORING KEMAMPUAN PENYELESAIAN MASALAH DALAM


KELUARGA

Masalah

Skor

Faktor Perilaku
Kesehatan
-

Rendahnya
kesadaran tentang
kehamilan
berisiko tinggi
Kurangnya
kesadaran untuk
mengetahui
faktor pencetus
asma
Pasien tidak
pernah
menggunakan
kontrasepsi
Rendahnya
kesadaran untuk
menjaga daerah
kewanitaan

Faktor Psiko-SosioEkonomi
-

Pasien sering
hamil namun
seringkali
mengalami
keguguran
dan janin
yang
dikandung
meninggal
dalam
kandungan

Keterangan :

Upaya
Penyelesaian

4
-

Edukas imengena ipenyakit yang diderita pasien,


mengenai resiko yang mungkin di timbulkan,
termasuk pentingnya menjaga kebersihan dan
kesehatan, dan dampaknya bagi ibu dan janin
Edukasi persalinan yang aman untuk ibu dan bayi.
Edukasi tanda-tanda persalinan, tanda gawat janin,
persalinan yang aman untuk ibu dan bayi,
disarankan bersalin di Rumah sakit dengan
fasilitas yang memadai dan adanya dokter
spesialis obstetri dan ginekologi .

Menyarankan kepada suami dan pasien agar mulai


mempersiapkan keperluan persalinan dan kebutuhan
calon bayi serta biaya diperlukan untuk persalinan
Membeikan pemahaman kepada pasien dan keluarga
agar tidak menambah anak lagi, dikarenakan risiko
tinggi yang dimiliki ibu
Menyarankan pasien untuk menggunakan kontrasepsi
mantap sebagai alat kontrasepsi pilihan.

Skor 1 = tidak dilakukan, keluarga menolak, tidak ada partisipasi


Skor 2 = keluarga mau melakukan tapi tidak mampu, hanya ada keinginan;
penyelesaian masalah dilakukan sepenuhnya oleh provider
Skor 3 = keluarga mau melakukan namun perlu penggalian sumber yang
belum dimanfaatkan; penyelesaian masalah dilakukan sebagian oleh provider
Skor 4 = keluarga mau melakukan namun tak sepenuhnya; masih tergantung
pada upaya provider
Skor 5 = dapat dilakukan sepenuhnya oleh keluarga

PEMBAHASAN
Studi kasus dilakukan pada pasien Ny.Y usia 335 tahun dengan kehamilan
risiko tinggi. Pasien telah hamil sebanyak 7 kali, dengan jumlah persalinan 4 kali
dan 2 kali keguguran, namun janin pasien pernah meninggal dalam kandungan 1
kali. Pernikahan ini merupakan pernikahan pertama pasien. Pasien tidak pernah
menggunakan kontrasepsi karena suami pasien tidak menyetujui penggunaan
kontrasepsi. Pasien merupakan ibu rumah tangga yang tinggal serumah dengan
suami dan anak-anaknya. Diakui pasien bahwa setiap kehamilan, asma yang
dideritanya lebih sering kambuh termasuk pada kehamilan ini. Selain itu, pasien
saat ini juga mengelhkan BAK yang terasa sakit dan panas yang sudah dialami
sejak 2 bulan belakangan. Pasien mengaku tidak pernah mengeringkan daerah
kewanitaanya setiap kali BAK.
Asma bronkial merupakan salah satu penyakit saluran napas yang sering
dijumpai kehamilan dan persalinan. Pengaruh kehamilan terhadap timbulnya
serangan asma selalu sama terhadap setiap penderita, bahkan pada seorang
penderita asma, serangan tidak sama pada kehamilan pertama dan berikutnya.
Penyakit ini menimbulkan yang serius pada wanita hamil. Asma yang tidak
terkontrol dengan baik, dapat berpengaruh terhadap ibu dan janin, terdapat risiko
yang bagi ibu maupun janin, bila gejala asma memburuk. Pada penelitian
menyatakan asma dihubungkan dengan meningkatnya kematian perinatal dua kali

lipat. Selain itu juga meningkatkan risiko komplikasi berupa hiperemesis,


preeklampsia, dan perdarahan pada pasien yang mengidap asma, begitupula
halnya terjadi peningkatan angka kematian neonatal dan persalinan prematur. Hal
ini menunjukkan betapa pentingnya penanganan aktif pasien hamil untuk
menghindari eksaserbasi akut asma bronkhial.2
Faktor-faktor penyebab terjadinya faktor resiko pada ibu hamil meliputi:
umur ibu yang tergolong risiko tinggi 20 tahun dan 35 tahun, paritas yang
termasuk risiko tinggi adalah ibu yang pernah hamil atau melahirkan anak 4 kali
atau lebih , jarak kehamilan ini dengan kehamilan sebelumnya 2 tahun dan ,
tinggi badan yang termasuk risiko tinggi 145 cm atau kurang , yang tergolong
risiko tinggi berdasarkan riwayat obstetrik jelek meliputi persalinan yang lalu
dengan tindakan, bekas operasi caesarea, penyakit ibu, pre-eklamsi ringan, hamil
kembar, hidramnion/ hamil kembar air, janin mati dalam kandungan, hamil lebih
bulan, kelainan letak, perdarahan antepartum, dan pre-eklamsi berat / eklamsi.
Dampak yang dapat terjadi pada ibu hamil risiko tinggi yaitu keguguran,
persalinan prematur, mudah terjadi infeksi, anemia pada kehamilan, gestosis, serta
kematian ibu yang tinggidengan penyebab utama kematian ibu adalah hipertensi
dalam Kehamilan (32%).
Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan risiko tinggi
adalah dengan meningkatkan cakupan pelayanan antenatal, kemudian kepada
semua ibu hamil diberikan perawatan dan skrining antenatal untuk deteksi dini
secara pro-aktif, yaitu mengenal masalah yang perlu diwaspadai dan menemukan
secara dini adanya tanda bahaya dan faktor risiko pada kehamilan, meningkatkan
kualitas pelayanan sesuai dengan kondisi dan faktor risiko yang ada pada ibu
hamil, serta meningkatkan akses rujukan yaitu dengan pemanfaatan sarana dan
fasilitas pelayanan kesehatan ibu sesuai dengan faktor risikonya melalui rujukan
terencana bagi ibu / janin risiko tinggi masih sehat , ibu ada gawat darurat
obstetrik misalnya eklamsi dan ibu dengan komplikasi obstetrik dini
Terapi

yang

diberikan

adalah

terapi

farmakologi

dan

terapi

nonfarmakologis. Terapi farmakologis yang dapat diberikan yaitu obat-obatan

untuk kehamilannya yaitu kalk tablet 1x1, Vit.C tablet 1x1, Teosal 1x1, dan
Cefadroxyl 2 x 500 mg.
Terapi non-farmakologis yaitu Edukasi agar pasien memeriksakan
kehamilannya ke rumah sakit atau dokter spesialis obstertri dan ginekologi karena
saat ini pasien telah hamil ketujuh dengan riwayat asma dan riwayat perdarahan
pada kehamilan-kehamilan sebelumnya. Pasien juga harus mengenali faktor
pencetus asma yang dideritanya. Selain itu juga pasien dijelaskan mengenai
kondisi gawat janin dan tanda-tanda persalinan, serta hal-hal yang harus dilakukan
bila keadaan tersebut muncul, sehingga mencegah terjadinya komplikasi yang
mungkin terjadi. Mengingat jumlah kehamilan, usia ibu dan riwayat keguguran,
maka disarankan pasien menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai untuk
pasien,alat kontrasepsi yang disarankan adalah kontrasepsi mantap.

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.

5.

6.
7.

Krohner
RG.
Asthma
and
Pregency.
Available
from:
http://www..ramanathaus.com/ASTHMA %20 AND PREGENCY.htm.
Accessed on: 15/12/2006
Halls G, Crump T. Medical disorder in the pregrant patient. Available
from http://www.thrombosis.consult.com . Accessed on: 15/12/2006
Kazzi
AA.
Pregrency,
asthma.
Available
from
http://www.emedicine.com/linkus.htm. Accessed on: 15/12/2006
Elkayam U. Pulmonary disease, In: Gleicher N,Gall SA, Sibai BM,
Elkayam U, Galbarth RM, Sarto GE, Eds. Principales and Practice of
medical therapy in pregnancy. 2 nd. California Appleton & Lange; 1992,
p 733-56
Sundaru H, Asma Bronkial. Dalam: Suyono S, Waspadji S, Lesmana
L,Alwi I Setiani S, Sundaru H, Djojoningrat D, Suhardjono, Sudoyo
AW, Bahar A, Mudjadid E. Eds. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II.
Edisi 2. Jakarta : Balai Penerbit UI; 2001. hal. 21-32.
Carroll
P.
Asthma
and
Pregnancy.
Available
from
http://www.rtmagizine .com/articiles.ASP?. Accessed on: 15/12/2006
Yunizaf. Penyakit saluran napas. Dalam : Wiknjosastro H, Saifuddin
AB, Rachimhadhi T. Eds. Ilmu kebidanan edisi 3. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 1999. Hall.488-93

DOKUMENTASI

Rumah Tampak
dari Depan

Kondisi sekitar rumah,

Dapur

Toilet