Anda di halaman 1dari 5

SOAL

1. Jelaskan pengertian jenis-jenis obligasi menurut istilah keuangan


Indonesia! Jangan lupa untuk menyebutkan sumber pustaka yang
Anda gunakan.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jenis-jenis skema pendanaan
proyek berikut:
Lump sum
Cost plus fee
Limited recourse
Full recourse

JAWABAN
1. Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang
dapat

dipindahtangankan

yang

berisi

janji

dari

pihak

yang

menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode


tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah
ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.
Obligasi dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis yaitu:
Dilihat dari sisi penerbit:
a. Corporate Bonds
Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badan
usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta.
b. Government Bonds
Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Di
Indonesia sendiri jenis obligasi yang diterbitkan oleh
pemerintah pusat adalah sebagai berikut:
i. Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan
khusus yaitu dalam rangka Program Rekapitalisasi
ii.

Perbankan;
Surat Utang

iii.

membiayai defisit APBN;


Obligasi Ritel Indonesia (ORI), sama dengan SUN,

Negara (SUN),

diterbitkan

untuk

diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun


dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli
secara ritel;

iv.

Surat Berharga Syariah Negara atau dapat juga


disebut "obligasi syariah" atau "obligasi sukuk",
sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai

defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.


c. Municipal Bonds
Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untut membiayai
proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public

utility).
Dilihat dari sistem pembayaran bunga
a. Zero Coupon Bonds
Obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga
secara periodik. Namun, bunga dan pokok dibayarkan
sekaligus pada saat jatuh tempo.
b. Coupon Bonds
Obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara
periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
c. Fixed Coupon Bonus
Obligasi dengan tingkat kupon bunga yang

telah

ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana


dan akan dibayarkan secara periodik.
d. Floating Coupon Bond
Obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan
sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu
acuan

(benchmark)

tertentu

seperti

average

time

deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku

bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.


Dilihat dari hak penukaran/opsi:
a. Convertible Bonds
Obligasi yang memberikan hak kepada pemegang
obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke
dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
b. Exchangeable Bonds
Obligasi yang memberikan hak kepada pemegang
obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam
sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
c. Callable Bonds
Obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk
membeli

kembali

obligasi

pada

sepanjang umur obligasi tersebut.

harga

tertentu

d. Putable Bonds
Obligasi yang memberikan hak kepada investor yang
mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi

pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.


Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya
a. Secure Bonds
Obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari
penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga.
Dalam kelompok ini, termasuk didalamnya adalah:
i. Guaranteed Bonds: Obligasi yang pelunasan
bunga
ii.

dan

pokoknya

dijamin

denan

penangguangan dari pihak ketiga


Mortgage Bonds: obligasi yang pelunasan bunga
dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas

iii.

properti atau asset tetap.


Collateral Trust Bonds: obligasi yang dijamin
dengan

efek

portofolionya,

yang

dimiliki

misalnya

penerbit

dalam

saham-saham

perusahaan yang dimilikinya.


b. Unsecured Bonds
Obligasi yang tidak dijaminkan

dengan

anak

kekayaan

tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya

secara umum.
Dilihat dari segi nilai nominal
a. Konvensional Bonds
Obligasi yang lazim

diperjualbelikan

dalam

satu

nominal, Rp 1 miliar per satu lot.


b. Retail Bonds
Obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai
nominal yang kecil, baik corporate bonds maupun

government bonds.
Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil
a. Konvensional Bonds
Obligasi yang diperhitungan dengan
sistem kupon bunga.
b. Syariah Bonds
Obligasi yang perhitungan
menggunakan

perhitungan

menggunakan

imbal

hasil

dengan

bagi

hasil.

Dalam

perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah,


yaitu:
I. Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi
syariah

yang

menggunakan

akad

bagi

hasil

sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh


investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah
II.

mengetahui pendapatan emiten.


Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah
yang

menggunakan

akad

sewa

sedemikian

sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan


bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi
diterbitkan.

2. Jenis-jenis skema pendanaan proyek


Lump sum
Lump Sum merupakan jenis
perhitungan

biaya

kontrak fixed

yang

priced

kontrak

berdasarkan

aspek

merupakan

bagian

dari

jenis

contract dimana

terdiri

atas

dua

yaitu fixed price lump sum contract dan fixed priced unit rate
contract.
Lump sum adalah kontrak jasa atas penyelesaian seluruh
pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan persyaratan yang
disepakati

(gambar

konstruksi,

spesifikasi,schedule,

dan

semua persyaratan dalam dokumen lainnya) dalam jangka


waktu tertentu dengan jumlah harga yang pasti, tertentu dan
tetap

yang disetujui secara tertulis sebelum pekerjaan

dimulai.

Pemberi

tugas

setuju

membayar

harga

atas

penyelesaian pekerjaan berdasarkan cara pembayaran yang


telah dinegosiasikan.
Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian
pekerjaan yang sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Jasa
(risiko yang cukup besar) sepanjang gambar dan spesifikasi
tidak

berubah.

Kontrak

ini

memberikan

perlindungan

maksimum kepada owner pada biaya total proyek. Risiko


biaya bagi pengguna jasa minimal (kecil) memberi cukup
pengawasan

atas

pelaksanaan

dan

pengikatan.

Resiko

keuangan yang rendah di Pemberi Tugas dan tingkat investasi


yang dibutuhkan dapat ditentukan sejak awal.
Secara
umum
digunakan
pada
metode
proyek design

and

build dan

sering

pengadaan

digunakan

pada

kontrak engineering.
Cost plus fee
Limited recourse
Full recourse

Sumber :
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/informasi/bagiinvestor/obligasi.aspx
https://id.wikipedia.org/wiki/Obligasi#Jenis_obligasi_di_Indonesia