Anda di halaman 1dari 2

TITRASI PERMANGANOMETRI

Titrasi permanganometri adalah titrasi yang didasarkan pada reaksi oksidasi


oleh ion permanganat. Oksidasi dapat berlangsung dalam larutan asam atau basa
serta netral. Ketika KmnO4 bertindak sebagai zat pengoksidasi dalam larutan asam,
mangan valensi 7 tereduksi menjadi kation Mn++ dan terbentuk garam mangan (II)
dari asam yang digunakan (Widodo, dkk., 2009). Adapun reaksi yang terjadi adalah
(Jeffery, dkk., 1989):
MnO4- + 8 H+ + 5e-

Mn2+ + 4H2O

E0 = 1,51 V

Reaksi diatas terjadi pada suasana asam kuat ( pH 1 ), warna ion


permanganat (MnO4- ) yang berwarna violet, berubah menjadi kation mangan (
Mn2+) yang tidak terlalu cerah. Dalam suasana netral atau basa, hasil produknya
adalah padatan coklat MnO2. Reaksinya (Harris, 2010):
MnO4- + 4 H+ + 3e-

MnO2(s) + 2H2O

E0 = 1,692 V

Sedangkan dalam larutan basa kuat, ion permanganat berubah menjadi ion
manganat (MnO42- ) yang berwarna hijau (Harris, 2010):
MnO4- + 3e-

MnO42-

E0 = 0,56 V

Larutan kalium permanganat dapat distandarisasi menggunakan arsen (III)


oksida atau natrium oksalat sebagai standar primer. Pada prosedur standarisasi
menggunakan arsen (III) oksida sebagai standar primer dan kalium iodida atau
kalium iodat sebagai katalis untuk reaksi. Reaksinya dapat ditulis (Jeffery, dkk.,
1989):
As2O3 + 4 OH-

2 HasO32- + H2O

5H3AsO3 + 2MnO4- + 6H+

5H3AsO4 + 2Mn2+ + 3H2O

Contoh soal dan jawabannya

1. Apa fungsi kalium permanganat dan natrium oksalat pada reaksi redoks?
Jawab: Kalium permanganat (KmnO4 ) berfungsi sebagai oksidator
sedangkan natrium oksalat (Na2C2O4 ) sebagai reduktor
2. Suatu sampel ion Fe2+ yang telah ditambah larutan asam dititrasi dengan kalium
permanganat sampai terbentuk perubahan warna larutan dari ungu menjadi
merah muda pudar. Tuliskan persamaan reaksi keduanya?
Jawab: Fe2+ + 8H+ + MnO4- 5Fe3+ + Mn2+ + 4H2O
(Ungu)

(merah muda)

3. Apa fungsi penambahan asam sulfat pada reaksi redoks antara permanganat dan
oksalat?
Jawab: asam sulfat berfungsi sebagai pemberi suasana asam dalam reaksi.
4. Jika diketahui volume sampel larutan Fe 2+ yang ditrasi dengan larutan standar
kalium permanganat 0,02 M, adalah 10 mL. Berapakah konsentrasi ion Fe 2+
dalam sampel jika volume larutan standar yang dibutuhkan adalah 5 mL?
Jawab: Diketahui V.Fe2+ = 10 mL

V.MnO4- = 5 mL

M. MnO4- = 0,05 M
Ditanya M. Fe2+ ?
Reaksi : Fe2+ + 8H+ + MnO4- 5Fe3+ + Mn2+ + 4H2O
Mol ekivalen Fe2+ = mol ekivalen MnO4M. Fe2+ x V.Fe2+ = M. MnO4- x V.MnO4M. Fe2+ =

M.MnO4 x V.MnO4
V.Fe2+

0,05 M x 5 mL
10 mL

= 0,025 M

Jadi konsentrasi ion Fe2+ dalam sampel adalah 0,025 M


5. Apa yang dimaksud dengan auto indikator?
Jawab: auto indikator adalah reaksi yang berubah warna jika terjadi reaksi
dan yang berubah warnanya adalah reaktan itu sendiri sehingga reaksi
ekivalen dapat diamati.