Anda di halaman 1dari 90

Setelah mempelajari bab ini, siswa:

1. dapat menjelaskan dan mampu menyajikan hasil pengamatan tentang hakikat ilmu kimia;
2. dapat menjelaskan metode ilmiah dan keselamatan kerja di laboratorium;
3. dapat menjelaskan peran kimia dalam kehidupan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. memiliki rasa ingin tahu terhadap hakikat ilmu kimia;
2. berperilaku jujur, kritis, teliti, dan konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip metode ilmiah;
3. menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai, dan peduli sesama dalam melaksanakan praktikum di
laboratorium;
4. mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa kekayaan alam, dengan memanfaatkan dan menerapkan ilmu kimia
dalam kehidupan sehari-hari.

Materi

Hakikat dan Peran Kimia dalam Kehidupan serta Metode Ilmiah


Keselamatan Kerja di Laboratorium

Pembelajaran Kognitif

Hakikat ilmu kimia.


Peran ilmu kimia dalam kehidupan.
Metode ilmiah.
Keselamatan kerja di laboratorium.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan hakikat ilmu kimia.


Menyebutkan bidang kehidupan yang menggunakan ilmu
kimia.
Menyebutkan urutan langkah kerja yang dilakukan
ilmuwan dalam membuat teori baru sesuai metode ilmiah.
Menjelaskan cara merawat dan menyimpan alat serta
bahan kimia di laboratorium.

Mengamati produk-produk kimia yang ada di sekitar kita


untuk mengetahui peranan ilmu kimia terhadap bahanbahan tersebut.
Melakukan diskusi kelas untuk mengetahui peran ilmu
kimia dalam mengatasi masalah global.
Melakukan kunjungan ke laboratorium untuk mengetahui
alat dan bahan yang digunakan.

Keterampilan yang Dikuasai

Menyebutkan kegunaan ilmu kimia dalam berbagai bidang.


Merawat alat-alat laboratorium sesuai bahan pembuatan
dan kegunaannya.
Memberi simbol bahan-bahan sesuai sifatnya.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menerapkan metode ilmiah dalam menyelesaikan permasalahan ilmiah.


Mensyukuri karunia Tuhan yang berupa mineral-mineral kimia yang ada di bumi
Indonesia dan memanfaatkannya untuk kemakmuran bersama.
Bersifat santun, demokratis, dan toleran saat melakukan diskusi.

Hakikat dan Peran Kimia dalam Kehidupan, Metode Ilmiah, serta Keselamatan Kerja di Laboratorium

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Ilmu kimia didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan
perubahan materi, serta energi yang menyertai
perubahan tersebut.
2. Jawaban: e
Ilmu kimia mempelajari tentang susunan, struktur,
sifat, dan perubahan materi, serta energi yang
menyertai perubahan tersebut. Penggolongan
materi dibedakan menjadi unsur, senyawa, dan
campuran. Materi ini dipelajari dalam susunan
materi.
3. Jawaban: e
Berdasarkan metode ilmiah, jika seseorang
menemukan suatu permasalahan maka langkah
selanjutnya adalah penyusunan kerangka teori.
Penyusunan teori ini dimaksudkan untuk mencari
data yang berkaitan dengan masalah yang ditemukan. Dalam penyusunan teori peneliti melakukan
studi pustaka dengan mencari sumber bacaan atau
informasi dari lingkungan yang diteliti.
4. Jawaban: d
Peran ilmu kimia di bidang pertanian di antaranya
penemuan pupuk sintetis yang dapat meningkatkan hasil pertanian dan penemuan jenis pestisida
yang tepat untuk membasmi hama. Penemuan sel
surya untuk menghasilkan energi merupakan peran
ilmu kimia untuk mengatasi masalah
global. Penemuan alat dialisis untuk penderita
gagal ginjal merupakan peran kimia di bidang
kedokteran. Penemuan rumus molekul DNA
sehingga membantu proses kloning adalah peran
ilmu kimia di bidang biologi.
5. Jawaban: d
Di bidang kesehatan ilmu kimia berhasil
menemukan interaksi zat-zat kimia dalam sistem
pencernaan, sirkulasi ekskresi, gerak, reproduksi,
hormon, dan sistem saraf. Di bidang lingkungan
ilmu kimia membantu proses pengolahan air bersih
menggunakan tawas melalui sistem filtrasi. Di
bidang geologi ilmu kimia berhasil menemukan
jenis batuan atau kandungan mineral baik logam
atau nonlogam. Di bidang hukum ilmu kimia
mampu mengungkapkan pelaku tindak kejahatan
melalui sidik jari yang tertinggal.
6. Jawaban: a
Dalam bidang geologi ilmu kimia membantu
menjelaskan tentang kandungan material bumi,
baik berupa logam dan nonlogam seperti minyak

bumi atau gas alam. Penemuan vaksin untuk


penyakit menular merupakan peran kimia di bidang
kedokteran. Pembuatan komponen mesin-mesin
industri merupakan peran kimia di bidang mesin.
Pembuatan pupuk dan penanggulangan hama
merupakan peran kimi di bidang pertanian. Mencari
informasi tentang penanganan limbah atau sampah
merupakan peran kimia di bidang lingkungan.
7. Jawaban: b
Informasi kandungan tanah sangat penting guna
menentukan jenis tanaman yang sesuai dibudidayakan di lahan tersebut. Ilmu ini merupakan salah satu peran ilmu kimia dalam bidang
pertanian. Dengan mengetahui kandungan tanah
dan tanaman yang sesuai diharapkan hasil pertanian yang akan diperoleh maksimal. Membuat
bahan makanan menjadi awet adalah peran kimia
di bidang makanan. Mengelola air bersih merupakan peran kimia di bidang lingkungan. Membuat
obat-obatan dari bahan alam merupakan peran
kimia di bidang farmasi.
8. Jawaban: b
Penggunaan mikroorganisme/bakteri pada
makanan terjadi pada pembuatan kecap, tempe,
dan yoghurt. Kegiatan ini merupakan peran kimia
di bidang pangan. Penemuan jenis obat tertentu
untuk melawan penyakit merupakan peran kimia
dalam bidang kedokteran. Penemuan mikroprosesor yang digunakan dalam peralatan elektronik
merupakan peran kimia di bidang fisika dan
elektronika. Penentuan jenis batuan yang ada di
bawah permukaan bumi merupakan peran kimia
di bidang geologi. Penentuan jenis bahan yang
digunakan untuk bangunan merupakan peran kimia
di bidang teknik sipil.
9. Jawaban: d
No.

Bidang

a.

Teknik sipil

b.

Pertanian

c.

Farmasi

d.

Pertanian

e.

Mesin

Peran Ilmu Kimia


Menemukan jenis besi yang
sesuai untuk bahan bangunan.
Mengidentifikasi jenis unsur
hara dan mengukur pH tanah
untuk menentukan tingkat
kesuburannya.
Mengembangkan bahanbahan alam yang mengandung
zat-zat aktif untuk obat.
Menemukan senyawa kimia
yang efektif untuk membasmi
hama.
Menemukan sifat dan komposisi minyak pelumas yang
sesuai untuk mesin.

Kimia Kelas X

10. Jawaban: a
Masalah global yang dihadapi saat ini adalah
masalah lingkungan hidup dan krisis energi. Dalam
hal ini ilmu kimia berperan besar karena telah
menemukan bioetanol dari bahan-bahan alam yang
digunakan sebagai pengganti bahan bakar bensin.
Ilmu kimia juga berhasil membuat sel surya dari
unsur silikon yang mampu menangkap cahaya
matahari untuk digunakan sebagai energi alternatif
yang tidak terbatas. Penemuan cip mikroprosesor
pada peralatan elektronika digital merupakan peran
ilmu kimia di bidang fisika. Penemuan teknik
vulkanisasi pada pembuatan ban sehingga
diperoleh ban dengan kualitas bagus merupakan
peran ilmu kimia di bidang industri.
B.

Uraian

1.

Metode ilmiah atau dalam bahasa Inggris dikenal


sebagai scientific method adalah proses berpikir
untuk memecahkan masalah secara sistematis,
empiris, dan terkontrol. Langkah-langkah dalam
metode ilmiah yaitu merumuskan masalah,
menyusun kerangka teori, merumuskan hipotesis,
melakukan eksperimen, analisis data, membuat
kesimpulan, dan mempublikasikan melalui
penulisan laporan.

2.

Sikap yang perlu diperhatikan ketika melakukan


percobaan di laboratorium antara lain harus berhatihati dalam menggunakan alat dan bahan,
melakukan percobaan sesuai urutan langkah kerja,
menggunakan peralatan keamanan seperti jas
laboratorium, sarung tangan, goggles, dan masker.
Memperhatikan arahan guru atau petugas
laboratorium serta memperhatikan label-label yang
tertera pada kemasan bahan kimia yang
digunakan.

3.

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan


masalah yang masih memerlukan pembuktian,
berdasarkan data yang telah dianalisis. Hipotesis
berguna untuk membantu peneliti melakukan
penelitian dengan lebih terarah sesuai kerangka
teori yang telah disusun.

4.

Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup


memberikan kontribusi, dengan diketemukannya
jalur perombakan makanan seperti karbohidrat,
protein, dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli
bidang kesehatan untuk mendiagnosis berbagai
penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia

dalam sistem pencernaan, pernapasan, sirkulasi,


ekskresi, gerak, reproduksi, hormon, dan sistem
saraf. Selain itu, ilmu kimia juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya
penemuan obat-obatan.
5.

a.

b.

c.

Bahan bakar
Saat ini bahan bakar dunia berupa minyak
bumi, batu bara, gas alam berasal dari fosil.
Fosil merupakan sumber daya alam yang
tidak dapat diperbarui. Bahan bakar tersebut
akan habis dan manusia harus dapat mencari
sumber energi alternatif, untuk mengatasi
krisis energi tersebut. Dalam hal ini ilmu kimia
sangat berperan. Contoh melalui ilmu kimia,
berhasil ditemukan sumber energi alternatif
misalnya alkohol, energi nuklir, geoternal
(panas bumi) atau energi matahari yang tidak
terbatas.
Teknologi biogas
Ternak-ternak di pedesaan dapat menimbulkan masalah lingkungan, karena kotorannya
dapat menimbulkan bau yang tidak enak.
Kotoran ternak juga merusak pemandangan
di desa, bahkan dapat menjadi sumber
penularan penyakit. Dengan teknologi biogas,
permasalahan tersebut dapat diatasi. Kotoran
hewan dapat diolah menjadi biogas hingga
bermanfaat bagi manusia. Pembuatan biogas
menggunakan bahan baku kotoran hewan/
ternak dilakukan dalam wadah tertutup dengan
bantuan mikroorganisme pengurai. Hasil
teknologi biogas tersebut dapat digunakan
sebagai sumber energi, misalnya untuk lampu
penerangan maupun untuk memasak.
Program langit biru
Program langit biru artinya program yang
bertujuan untuk meminimalisasi polusi udara.
Polusi udara tersebut diakibatkan oleh emisi
gas buang yang ditimbulkan dari pemanfaatan energi. Transportasi merupakan salah satu
penyebab polusi udara. Emisi gas buang
tersebut misalnya karbon monoksida (CO),
hidrokarbon, nitrogen oksida (NO), sulfur
dioksida (SO2), timah hitam (Pb) dan debu.
Usaha pengurangan polusi udara ini dengan
membuat taman kota atau melengkapi alat
pembuangan dengan katalis konverter agar
gas buangan tidak mengandung zat-zat berbahaya.

Hakikat dan Peran Kimia dalam Kehidupan, Metode Ilmiah, serta Keselamatan Kerja di Laboratorium

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: c
Mortal dan alu merupakan alat yang terbuat dari
porselen. Peralatan ini digunakan untuk menggerus
atau menghaluskan bahan-bahan kimia padat.
Labu ukur berfungsi untuk membuat larutan dengan
konsentrasi tertentu. Erlenmeyer berfungsi untuk
menampung dan mencampur larutan. Cara
porselen digunakan untuk menampung bahan saat
dibakar atau dioven. Kaca arloji digunakan untuk
menampung bahan kimia berwujud padat saat
ditimbang.
2. Jawaban: e
Labu erlenmeyer berfungsi untuk melakukan titrasi,
untuk mereaksikan larutan, dan sebagai wadah
atau tempat menyimpan larutan yang akan
digunakan. Gelas ukur digunakan untuk mengukur
volume larutan. Labu ukur digunakan untuk
membuat larutan dengan konsentrasi tertentu.
Tabung reaksi untuk mereaksi bahan kimia dan
menyimpan larutan dengan volume sedikit. Centrifuge digunakan untuk memisahkan endapan dari
larutan.
3. Jawaban: c
Reaksi HCl dengan Mg(OH)2 menghasilkan MgCl2
dan 2H2O. Reaksi ini dilakukan dalam tabung reaksi
yang diambil menggunakan pipet tetes. Jumlah
endapan MgCl2 dapat ditentukan dengan centrifuge.
Endapan dalam suatu larutan akan terbentuk
maksimal setelah diputar dalam centrifuge. Jumlah
endapan ditentukan dengan cara mengukur tinggi
endapan yang terbentuk dan membandingkannya
dengan endapan-endapan lain.
4. Jawaban: d
Gambar tengkorak merupakan simbol yang
menyatakan bahwa zat bersifat racun. Zat
pengoksidasi disimbolkan dengan
korosif disimbolkan
disimbolkan
5.

mengambil benda padat berbentuk serbuk. Zat


padat tidak boleh diambil langsung dengan tangan
untuk menghindari reaksi zat tersebut dengan kulit.
B.
1.

Uraian
Hal-hal yang harus diperhatikan praktikum saat
akan melakukan percobaan di laboratorium sebagai
berikut.
a. Persiapan, yaitu praktikan harus memakai jas
praktikum (jas laboratorium) untuk melindungi
pakaian dari percikan atau paparan uap bahan
kimia, serbet (kain lap) untuk mengeringkan
tangan dan peralatan setelah melakukan
percobaan, serta buku catatan (kertas kerja)
untuk mencatat hasil pengamatan saat
praktikum.
b. Memahami materi yang akan dipraktikkan
sehingga dapat melakukan praktikum sesuai
prosedur kerja dan memperoleh hasil pengamatan yang sesuai tujuan praktikum.
c. Tertib selama berada di laboratorium agar
terhindar dari terjadinya kecelakaan di
laboratorium.
d. Memahami dan dapat menggunakan berbagai
peralatan di laboratorium sehingga tidak terjadi
kesalahan saat menggunakan alat-alat
tersebut.

2.

a.
b.
c.
d.
e.

. Zat

f.

. Zat radioaktif

Jawaban: d
Alat untuk mengambil zat padat ketika melakukan
pekerjaan di laboratorium adalah spatula. Pipet
digunakan untuk mengambil larutan. Pinset digunakan untuk mengambil benda padat berbentuk
bongkahan. Sendok plastik digunakan untuk

3.

Pengaduk, digunakan untuk mengaduk saat


mencampur zat padat dengan larutan sehingga
zat padat larut dengan sempurna.
Gelas ukur, berfungsi untuk mengukur
volume suatu larutan.
Tabung Y, digunakan untuk mereaksikan
suatu zat dalam sistem tertutup.
Buret, digunakan untuk menampung larutan
titran saat melakukan titrasi.
Pelat tetes, sebagai tempat menampung
larutan yang akan diuji sifat asam-basanya.
Propipet, digunakan bersama pipet volume
untuk memompa larutan agar masuk atau
keluar pipet volume.

Oleh karena natrium hipoklorit dapat menimbulkan


luka dan karat berarti senyawa tersebut bersifat
korosif. Simbol yang sesuai untuk bahan bersifat
korosif adalah

. Cara yang tepat menyimpan

bahan bersifat korosif adalah menghindarkannya


dari peralatan yang terbuat dari besi atau kayu
yang mudah terbakar.

Kimia Kelas X

4.

Alat-alat laboratorium yang terbuat dari kaca


sebelum disimpan harus dipastikan dalam keadaan
bersih. Jika alat selesai digunakan seharusnya
dicuci hingga bersih, dikeringkan, kemudian
disimpan dalam tempat penyimpanan. Setiap
peralatan disimpan sesuai dengan kegunaannya
untuk memudahkan pencarian saat hendak
digunakan.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Pengetahuan struktur materi dapat memberikan
gambaran tentang komposisi materi beserta sifatsifatnya sehingga dapat diketahui jenis unsur-unsur
penyusun suatu materi. Dari sini nantinya dapat
diketahui pula rumus kimianya. Perubahan materi
mempelajari tentang perubahan fisis dan perubahan
kimia suatu zat. Kinetika kimia mempelajari tahaptahap perubahan suatu materi hingga dapat
diperkirakan usaha yang tepat untuk mempercepat
pembentukan produk. Struktur atom mempelajari
partikel-partikel penyusun suatu atom seperti
proton, neutron, dan elektron. Ikatan kimia mempelajari mekanisme pembentukan pasangan
elektron bersama atau serah terima elektron.
2. Jawaban: e
Bensin termasuk bahan organik karena diperoleh
dari penyulingan bahan bakar fosil minyak bumi.
Bahan bakar alternatif pengganti bensin yang
digunakan saat ini salah satunya berasal dari
bahan-bahan organik seperti etanol hasil
fermentasi singkong. Dengan demikian cabang
ilmu kimia yang mendukung adalah kimia organik.
Kimia lingkungan mempelajari masalah-masalah
lingkungan seperti penanganan limbah. Kimia
anorganik menangani berbagai mineral atau logam
yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup
manusia. Kimia analitik memusatkan pada
pengembangan dan aplikasi peralatan analistik.
Kimia farmasi mempelajari proses isolasi atau
permasalah zat-zat aktif dari suatu bahan alam
untuk digunakan sebagai obat.
3. Jawaban: b
Cara penanganan dan pemanfaatan zat-zat
radioaktif untuk mengobati penyakit kanker
dipelajari dalam kimia inti. Kimia fisik meneliti
tentang energi yang menyertai reaksi kimia, sifat
fisika dan kimia zat, serta terjadinya perubahan
pada senyawa kimia. Biokimia berkaitan dengan
ilmu biologi, mempelajari tentang mekanisme
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan enzim

5.

Corong diperlukan saat memindahkan larutan ke


wadah yang lain untuk menjaga agar larutan tidak
tumpah sehingga mengenai tangan atau larutan
lain. Dengan demikian terjadinya kecelakaan dapat
dihindari.

dalam tubuh. Kimia pangan memusatkan kajian


pada penelitian pengembangan kualitas bahan
pangan guna memenuhi kebutuhan pangan. Kimia
farmasi meneliti bahan-bahan alam yang dapat
dimanfaatkan sebagai obat.
4. Jawaban: d
Plastik merupakan produk petrokimia yang
menggunakan bahan baku hasil pengolahan
minyak bumi. Plastik diproduksi untuk mencukupi
berbagai keperluan dan memudahkan aktivitas
manusia. Gula tebu diproduksi dari pengolahan
tetes tebu. Kain katun dibuat dari serat kapas.
Perunggu merupakan paduan logam dari tembaga
dan timah dengan sedikit zink dan timbal. Karet
diolah dari lateks.
5. Jawaban: a
Urutan langkah kerja ilmuwan sesuai metode ilmiah
yaitu menemukan masalah, merumuskan masalah,
menyusun kerangka teori, merumuskan hipotesis,
melakukan eksperimen, mengolah data, menarik
kesimpulan, dan membuat laporan. Urutan ini
adalah 4) 1) 5) 8) 2) 3) 7) 6).
6. Jawaban: c
Berdasarkan data dari suatu observasi, dapat
dipelajari fenomena yang terjadi secara utuh, untuk
mengambil kesimpulan yang bersifat sementara
yang disebut dengan hipotesis. Beberapa
eksperimen diperlukan untuk menguji kebenaran
dari hipotesis tersebut. Setelah seluruh informasi
terhadap pengujian hipotesis tersebut dapat
dipertanggungjawabkan, maka terbentuklah suatu
hukum. Hipotesis yang telah teruji dalam berbagai
eksperimen dan hukum-hukum yang terkait dapat
digunakan untuk menyusun suatu teori.
7. Jawaban: c
Merakit komponen-komponen cip mikroprosesor
pada alat-alat elektronika memerlukan keahlian fisika
dan elektronika. Mengisolasi bahan-bahan alam untuk
digunakan sebagai obat memerlukan keahlian di
bidang kimia organik dan farmasi. Mencari bahan
ramah lingkungan pada proses pembuatan detergen
merupakan tugas dari tenaga ahli kimia lingkungan.

Hakikat dan Peran Kimia dalam Kehidupan, Metode Ilmiah, serta Keselamatan Kerja di Laboratorium

8.

9.

10.

11.

Pemilihan jenis bahan yang sesuai untuk pembuatan


panel surya memerlukan keahlian di bidang kimia
logam. Menganalisis struktur senyawa obat yang
tepat pada mekanisme pencernaan memerlukan
keahlian di bidang kimia farmasi.
Jawaban: b
Pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan
dapat mengurangi pencemaran air sehingga
masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air
bersih. Krisis energi dapat dikurangi dengan
mencari energi alternatif pengganti energi yang
berasal dari bahan bakar fosil, seperti mengolah
kotoran ternak menjadi biogas atau mengolah
bahan alam seperti biji jarak menjadi biodiesel.
Jawaban: d
Alat pada gambar adalah corong pisah. Corong
pisah berguna untuk memisahkan larutan yang
berbeda massa jenisnya. Mengembunkan uap
larutan pada proses destilasi menggunakan
kondensor. Mereaksikan suatu zat dalam sistem
tertutup menggunakan tabung Y. Alat yang digunakan untuk menampung dan mencampur senyawa
kimia adalah erlenmeyer. Alas untuk menopang
saat memindahkan larutan adalah corong.
Jawaban: b
Asam sulfat merupakan larutan yang bersifat
korosif. Oleh karena itu, saat berinteraksi dengan
asam sulfat harus dilakukan di lemari asam. Hal
ini untuk mencegah agar uap asam tidak menyebar
ke seluruh ruangan laboartorium dan tidak terhirup
oleh setiap yang masuk ke laboratorium. Lemari
asam terbuat dari besi dan kaca yang didesain
khusus sehingga uap yang dihasilkan dari bahan
kimia tidak menyebar ke luar lemari tetapi keluar
melalui cerobong. Cerobong ini dialirkan ke tempat
pembuangan limbah kimia.
Jawaban: d
No.

Gambar Alat

Kegunaan

a.

Penyangga kasa saat memanaskan menggunakan pembakar


spiritus.

b.

Mengambil larutan dengan volume


sedikit.

c.

Menggerus dan menghaluskan


bahan kimia padat.

d.

Memisahkan endapan dari larutannya.

e.

Tempat larutan pada uji keasaman larutan.

12. Jawaban: a
Botol reagen berfungsi sebagai alat penyimpan
larutan yang digunakan untuk membilas bahanbahan yang tidak larut dalam air. Menampung
larutan yang digunakan sebagai titran pada proses
titrasi menggunakan buret. Menampung dan
mencampur senyawa kimia menggunakan gelas
kimia. Membuat larutan dengan konsentrasi
tertentu menggunakan labu ukur. Mereaksikan
bahan berwujud cair menggunakan erlenmeyer.
13. Jawaban: c
Proses pembuatan larutan diawali dengan
mengambil garam, diletakkan dalam kaca arloji.
Selanjutnya ditimbang menggunakan neraca.
Setelah diperoleh garam dengan berat tertentu,
garam dimasukkan ke dalam labu ukur kemudian
ditambahkan akuades tetes demi tetes menggunakan pipet tetes sampai batas tanda pada leher
labu ukur.
14. Jawaban: e
Bahan mudah meledak disimbolkan dengan
Simbol

berarti bahan bersifat toxic atau

beracun. Simbol

berarti bahan bersifat mudah

terbakar. Simbol

berarti bahan bersifat

radioaktif. Simbol

berarti bahan bersifat

berbahaya.
15. Jawaban: d
Saat terjadi kebakaran, dilarang meniup sumber
api meskipun nyala api masih kecil. Hal ini untuk
menghindari api merembet ke arah bahan yang
mudah terbakar. Langkah yang paling tepat adalah
menutupkan kain basah pada bahan yang terbakar
(sumber api), mematikan sumber arus listrik,
memadamkan api dengan APAR saat api belum
membesar, dan memanggil mobil unit pertolongan
bahaya kebakaran terdekat.
B.

Uraian

1. Ilmu kimia merupakan salah satu di antara ilmuilmu IPA. Ilmu kimia didefinisikan sebagai ilmu
yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat,
dan perubahan materi, serta energi yang menyertai
perubahan tersebut.
2. Bahan kimia yang bersifat dapat memicu timbulnya
sel kanker (karsinogenik) adalah benzena dan
asbes.

Kimia Kelas X

3. a.

b.

c.
d.

4. a.

Dalam bidang pertanian, ilmu kimia berperan


dalam membantu menemukan pupuk,
pestisida, dan mampu memberikan informasi
tentang kandungan tanah yang terkait dengan
kesuburan tanah
Dalam bidang kedokteran, ilmu kimia berperan
dalam membantu memberikan kontribusi yaitu
dengan ditemukannya jalur perombakan
makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid.
Hal ini mempermudah para ahli bidang
kesehatan untuk mendiagnosa berbagai
penyakit
Dalam bidang hukum, ilmu kimia berperan
dalam membantu mengidentifikasi barang
bukti kejahatan.
Dalam bidang seni, ilmu kimia berperan dalam
membantu menentukan asli-tidaknya suatu
karya seni
Senyawa kimia yang dimanfaatkan dalam
bidang pertanian antara lain pupuk dan
pestisida.

b.

Penggunaan pupuk yang berlebih dan terusmenerus dapat menimbulkan masalah, yaitu
mempercepat pertumbuhan eceng gondok
yang dapat mengganggu ekosistem air.
Pestisida digunakan untuk membasmi hama
tanaman. Pestisida yang mengandung
organoklor dampaknya sangat menonjol
terhadap lingkungan. Misalnya, DDT bersifat
sulit terurai, tetapi mudah larut dalam lemak
atau minyak dan menimbulkan kekebalan
setelah dipakai dalam jangka waktu lama.

5. Beberapa senyawa kimia yang bermanfaat dalam


kehidupan sehari-hari sebagai berikut.
a. Amoniun nitrat digunakan sebagai pupuk.
b. Nitrooksida digunakan sebagai bahan anestesi
dalam kedokteran gigi.
c. Hidrazina digunakan sebagai bahan baku
pembuatan isoniazid, yaitu zat yang dipakai
dalam pengobatan tuberkulosa natrium
hidroksida digunakan dalam pembuatan
sabun, tekstil, dan penyulingan minyak.

Hakikat dan Peran Kimia dalam Kehidupan, Metode Ilmiah, serta Keselamatan Kerja di Laboratorium

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1. mampu menjelaskan konsep struktur atom berdasarkan teori atom, berbagai partikel penyusun atom, serta penentuan
nomor atom, nomor massa, isotop, dan elektron valensi;
2. terampil menghitung besarnya nomor atom, nomor massa, proton, neutron, elektron, dan elektron valensi suatu unsur.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mensyukuri dan mengagumi keberadaan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa berupa atom yang meskipun berukuran sangat
kecil, tetapi mampu menyusun segala benda;
2. memiliki motivasi internal dan rasa ingin tahu yang tinggi, santun, serta proaktif saat bekerja sama dalam diskusi menemukan
dan memahami keteraturan atom.

Materi

Partikel-Partikel Penyusun Atom


Nomor Atom, Nomor Massa, Isotop, Isoton, Isobar, dan
Isoelektron
Perkembangan Teori Atom, Konfigurasi elektron, dan
Mekanika Kuantum

Pembelajaran Kognitif

Berbagai partikel penyusun atom.


Nomor atom.
Nomor massa.
Isotop, isoton, isobar, dan isoelektron.
Perkembangan teori atom, konfigurasi elektron,
dan mekanika kuantum.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Menyebutkan elektron dan inti atom (proton dan


elektron) sebagai partikel penyusun atom.
Menentukan nomor atom.
Menentukan nomor massa.
Menentukan isotop, isoton, isobar, dan isoelektron.
Menentukan elektron valensi berdasarkan
konfigurasi elektron.
Menyebutkan berbagai model atom.
Menentukan bilangan kuantum.

Mengamati gambar orbit planet sebagai


gambaran partikel penyusun atom.
Melakukan kegiatan membandingkan benda
sebagai gambaran membandingkan atom.
Melakukan kegiatan membuat model atom.
Membuat peta konsep mengenai perkembangan
model atom.

Keterampilan yang Dikuasai

Membuktikan pengertian atom.


Menggambarkan berbagai model atom.
Menggambarkan lintasan atom.
Menyebutkan partikel penyusun atom, tokoh
penemunya, dan menuliskan lambang-lambang
partikel.
Membedakan isotop, isoton, dan isobar.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menerapkan konsep struktur atom untuk mempelajari berbagai benda di sekitar.


Mengagumi dan mensyukuri keberadaan atom sebagai penyusun berbagai benda.
Memiliki rasa ingin tahu tinggi, santun, dan proaktif dalam berbagai kegiatan.

Kimia Kelas X

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Berdasarkan percobaan tetes minyak dalam
tabung yang bermuatan listrik, Millikan menemukan
muatan elektron sebesar 1,6 1019 C. Sementara
itu, Goldstein menemukan massa proton
= 1,6726 1024 g. Chadwick menemukan neutron,
Thomson menemukan elektron, dan Rutherford
menemukan inti atom bermuatan positif.
2. Jawaban: a
Eugene Goldstein melakukan percobaan menggunakan tabung gas yang memiliki katode (tabung
Crookes). Saat tabung diisi gas hidrogen yang
bertekanan sangat rendah, lubang-lubang dalam
tabung gas mengakibatkan gas hidrogen berpendar
(berfluorosensi). Peristiwa ini terjadi karena adanya
radiasi sinar yang berasal dari kutub positif (anode).
Sinar tersebut dinamakan sinar anode (sinar positif).
Sinar anode merupakan radiasi partikel proton.
3. Jawaban: d
Menurut hasil percobaan Thomson, sifat-sifat sinar
katode sebagai berikut.
1) Dipancarkan oleh katode.
2) Merambat lurus ke anode.
3) Dalam medan magnet dan listrik dibelokkan
ke kutub positif sehingga sinar katode bermuatan negatif. Partikel negatif tersebut
selanjutnya dinamakan elektron.
4. Jawaban: a
Millikan menyemprotkan minyak ke dalam tabung
yang bermuatan listrik. Dari percobaan tetes
minyak ditemukan muatan elektron sebesar
1,6022 1019C. Sementara itu, dari percobaan
hamburan sinar ditemukan proton, dari percobaan
tabung gas berkatode ditemukan elektron, dan dari
pembelokkan sinar katode oleh medan listrik
ditemukan muatan elektron.
5. Jawaban: d
Sinar anode atau proton merupakan radiasi partikel,
bukan merupakan gelombang elektromagnetik.
Sinar proton bermuatan positif sehingga dibelokkan
ke kutub negatif, dengan muatan partikel sebesar
1,6 1019 C, dan perbandingan e/m tergantung
pada gas yang diisikan ke dalam tabung.
6. Jawaban: d
Hipotesis Rutherford pada percobaan hamburan
sinar alfa yaitu atom tersusun atas inti atom yang

10

Struktur Atom

bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang


bermuatan negatif sehingga atom bersifat netral.
Pilihan jawaban a merupakan hasil eksperimen
Eugene Goldstein tentang proton. Pilihan jawaban
b merupakan hasil eksperimen J.J. Thomson
tentang elektron. Pilihan jawaban c merupakan
bukti kelemahan dari eksperimen yang dilakukan
oleh G.J. Stoney tentang elektron. Pilihan jawaban
e merupakan hasil eksperimen James Chadwick
tentang neutron.
7. Jawaban: c
Partikel penyusun atom yang terletak di dalam inti
atom yaitu proton dan neutron. Sementara itu,
elektron terletak mengelilingi inti atom (pada kulit
atom). Nukleon merupakan nama kolektif yang
digunakan untuk merujuk pada neutron dan proton
sebagai partikel penyusun inti atom.
8. Jawaban: d
James Chadwick melanjutkan eksperimen
W. Bothe dan H. Becker yang menghasilkan radiasi
partikel berdaya tembus tinggi. Partikel tersebut
bersifat netral atau tidak bermuatan dan massanya
hampir sama dengan massa proton yaitu
1,6728 1024 gram atau 1 sma. Partikel tersebut
dinamakan neutron dan dilambangkan dengan 10n.
9. Jawaban: d
Elektron bermuatan 1 dan tidak bermassa,
dilambangkan 10e. Proton bermuatan +1 dan
bermassa 1, di lambangkan 11p. Neutron tidak
bermuatan dan bermassa 1, dilambangkan 01n.
10. Jawaban: d
Muatan 1 elektron = 1,6 1019 C. Jika dalam
percobaan diperoleh muatan 1 tetes minyak
= 1,28 1018 C, maka jumlah elektron yang
ditangkap =

1,28 1019 C
1,6 1019 C

= 8 elektron.

B. Uraian
1. Elektron adalah salah satu partikel penyusun atom
yang bermuatan negatif satu dan tidak bermassa.
Elektron dituliskan dengan notasi 10 e.
Sifat-sifat elektron sebagai berikut.
a. Dipancarkan oleh katode dalam sebuah tabung
hampa yang diberi arus listrik bertegangan
tinggi.
b. Merambat lurus menuju anode.
c. Bermuatan negatif karena dibelokkan ke kutub
positif oleh medan listrik.

2. Percobaan tetes minyak Millikan dilakukan oleh


Robert Andrew Millikan. Millikan menyemprotkan
minyak ke dalam tabung yang bermuatan listrik
untuk menentukan muatan elektron. Adanya gaya
tarik gravitasi bumi akan mengendapkan tetesan
minyak yang turun. Pada percobaan ini, setiap tetes
minyak akan menangkap elektron berjumlah satu,
dua, tiga, atau lebih yang setiap elektronnya
bermuatan 1,6 1019 C. Muatan elektron diberi
tanda 1. Oleh karena elektron bermuatan negatif,
elektron akan tertarik ke kutub positif medan listrik.
3. Sifat-sifat neutron sebagai berikut.
a. Merupakan radiasi partikel.
b. Tidak dipengaruhi oleh medan magnet dan
medan listrik, karena neutron tidak bermuatan.
c. Massa neutron hampir sama dengan massa
proton yaitu 1,6728 1024 g.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Nomor massa fluor

= jumlah neutron fluor


+ nomor atom fluor
Jumlah neutron fluor = nomor massa fluor
nomor atom fluor
= 19 9 = 10
Jadi, jumlah neutron fluor adalah 10.

2. Jawaban: c
Jumlah proton = jumlah elektron = 19
Jumlah neutron = 39 19 = 20
3. Jawaban: d
Nomor atom = jumlah elektron = jumlah proton = 53
Nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron
= jumlah elektron + jumlah neutron
= 53 + 74
= 127
Jadi, lambang unsur A adalah

127
A.
53

4. Jawaban: b
Nomor massa X = 40
Nomor atom = jumlah elektron = jumlah proton = 20
Jumlah neutron = nomor massa nomor atom
= 40 20
= 20
Jadi, unsur X mempunyai jumlah neutron, proton,
dan elektron sama banyak yaitu 20.
5. Jawaban: d
Lambang atom Y = 24
Y
12
Nomor massa Y = 24

4. Setelah melakukan percobaan untuk menemukan


konsep inti atom, E. Rutherford mengemukakan
hipotesis yang menyatakan bahwa atom tersusun
dari inti atom bermuatan positif dan dikelilingi
elektron bermuatan negatif sehingga atom bersifat
netral. Sementara itu, massa inti atom tidak
seimbang dengan massa proton yang ada dalam
inti atom. Oleh karena itu, dapat diperkirakan ada
partikel lain di dalam inti atom.
5.

Partikel
Proton (p)
Neutron (n)
Elektron (e)

Simbol
1p
1
1n
0
0
1e

Letak
di dalam inti

Penemu
E. Goldstein

di dalam inti

J. Chadwick

mengelilingi inti

J.J. Thomson

Nomor atom Y = jumlah proton = 12


Jumlah neutron = nomor massa jumlah proton
= 24 12
= 12
Jadi, jumlah neutron unsur Y adalah 12.
6. Jawaban: a
Al
Unsur 27
13
Nomor massa = 27
Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron = 13
Jumlah neutron = nomor massa nomor atom
= 27 13 = 14

7. Jawaban: a
Isotop adalah atom-atom yang mempunyai jumlah
34 Cl dan 35 Cl.
proton sama, seperti pada 17
17
13
13
Sementara itu, 6M dan 8Z merupakan isobar
karena mempunyai massa atom sama. 157X dan
17 Y membentuk isoton karena mempunyai jumlah
9
neutron sama, yaitu 8.
8. Jawaban: b
Misal atom tersebut adalah X, maka lambang atom
X: 79
X
34
Nomor massa X = 79
Nomor atom X = 34
Jumlah elektron = nomor atom = jumlah proton = 34
Jumlah neutron = nomor massa nomor atom
= 79 34
= 45
Jadi, atom dengan nomor atom 34 dan massa atom
79 terdiri atas 34 elektron dan 45 neutron.

Kimia Kelas X

11

9. Jawaban: c
Lambang atom Fe = 56
26Fe
Nomor massa Fe = 56
Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron = 26
Jumlah neutron = nomor massa nomor atom
= 56 26
= 30
Ion Fe2+ terbentuk jika atom Fe kehilangan dua
elektron. Dengan demikian, jumlah elektron pada
ion Fe2+ adalah 26 2 = 24.
Jadi, dalam ion Fe2+ terdapat 26 proton, 30 neutron,
dan 24 elektron.
10. Jawaban: b
A
ZX
Jumlah proton = jumlah elektron = Z = 12
Jumlah neutron = 15
A = Z + n, A = 12 + 15 = 27
Jadi unsur tersebut adalah 27
12X
B. Uraian
1. a.

b.

c.

d.

12

16A+
8
Jumlah proton = jumlah elektron = 8
Jumlah neutron = 16 8 = 8
Ion 168A+ terjadi karena atom A kehilangan satu
elektron sehingga jumlah elektron = 7
Jadi, ion 168A+ mempunyai jumlah proton 8,
jumlah elektron = 7, dan jumlah neutron = 8.
40 B2+
18
Jumlah proton = jumlah elektron = 18
Jumlah neutron = 40 18 = 22
2+ terjadi karena atom B kehilangan
Ion 40
18B
dua elektron sehingga jumlah elektron = 16
2+
Jadi, ion 40
18B mempunyai jumlah proton 18,
jumlah elektron 16, dan jumlah neutron 22.
73 C
32
Jumlah proton = jumlah elektron = 32
Jumlah neutron = 73 32 = 41

Ion 73
32C terjadi karena atom C menangkap
satu elektron sehingga jumlah elektron = 33

Jadi, ion 73
32C mempunyai jumlah proton = 32,
jumlah elektron 33, dan jumlah neutron = 41.
201 D2
80
Jumlah proton = jumlah elektron = 80
Jumlah neutron = 201 80 = 121
2
Ion 201
80D terjadi karena atom D menangkap
dua elektron sehingga jumlah elektron = 82
2 mempunyai jumlah proton
Jadi, ion 201
80D
= 80, jumlah elektron 82, dan jumlah neutron
= 121.

Struktur Atom

2. Isotop merupakan atom-atom yang mempunyai


nomor atom sama, tetapi memiliki nomor massa
yang berbeda. Pasangan-pasangan yang merupakan isotop yaitu

56
Fe
26

dan

57
Fe
26

serta

20
Ne
10

dan

21
Ne
10

.
Isoton merupakan atom-atom unsur berbeda yang
mempunyai jumlah neutron yang sama. Pasanganpasangan yang merupakan isoton yaitu
40
Ca
20

serta

14
N
7

dan

39
K
19

dan

13
C.
5

Isobar merupakan atom-atom unsur berbeda yang


mempunyai nomor massa yang sama. Pasanganpasangan yang merupakan isobar yaitu
24
Mg
12

serta

3
H
1

dan

3
He
2

24
Na
11

dan

3. Gambar tersebut memiliki elektron sebanyak 18,


proton sebanyak 17, dan neutron sebanyak 18.
Pada atom netral, jumlah proton sama dengan
jumlah elektron, sedangkan pada gambar tersebut
terdapat kelebihan 1 elektron. Oleh karena itu,
gambar tersebut merupakan ion bermuatan negatif
1. Lambang ion dituliskan = 17X.
1

4. Massa elektron = 1.836 massa hidrogen


Massa proton = 1.836 massa elektron
1

Massa proton
5. a.

= 1.836 1.836 massa hidrogen


= massa hidrogen = 1 (terbukti)

Dalam atom netral


Jumlah proton = jumlah elektron = nomor atom
(Z)
b. Dalam ion bermuatan positif
Jumlah proton = nomor atom (Z)
Jumlah elektron = nomor atom muatan ion
(Z x), di mana x = muatan ion
c. Dalam ion bermuatan negatif
Jumlah proton = nomor atom (Z)
Jumlah elektron = nomor atom + muatan ion
(Z + x), di mana x = muatan ion
Jadi jumlah proton dan elektron dalam P, P2+, dan
P3 adalah sebagai berikut.
a. Atom P : jumlah proton = 15, jumlah elektron
= 15
b. Atom P2+ : jumlah proton = 15, jumlah elektron
= 15 2 = 13
c. Atom P3 : jumlah proton = 15, jumlah elektron
= 15 + 3 = 18

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Niels Bohr berhasil mengungkapkan teori kuantum
melalui eksperimen dan pengamatan pada
spektrum unsur hidrogen. Eksperimen ini digunakan untuk menggambarkan struktur elektron.
2. Jawaban: e
Bilangan kuantum adalah suatu bilangan yang
digunakan untuk menyatakan kedudukan elektron
dalam atom, meliputi orbital, subkulit, dan kulit.
3. Jawaban: e
Elektron tidak jatuh ke dalam inti karena hal ini
berhubungan dengan teori model atom menurut Niels
Bohr bahwa elektron-elektron bergerak mengelilingi
intinya pada lintasan dan jarak tertentu dan elektron
ini mempunyai tingkat energi tertentu pula sehingga
tidak akan jatuh ke inti. Elektron bisa berpindah dari
lintasannya ke lintasan elektron yang lain dengan
melepaskan atau menyerap energi, tetapi tidak
berpindah ke inti.
4. Jawaban: c
Demokritus dan Leukipus mengemukakan bahwa
penyusun materi bersifat diskontinu. Sementara
materi bersifat kontinu dikemukakan oleh
Aristoteles.
5. Jawaban: a
Elektron yang menempati bilangan kuantum utama
(n) = 1, berarti elektron tersebut berada di kulit K.
Sementara itu, elektron berada di kulit L jika elektron
menempati bilangan kuantum (n) = 2. Elektron
berada dikulit M jika elektron menempati bilangan
kuantum (n) = 3. Elektron berada di kulit N jika
elektron menempati bilangan kuantum (n) = 4, dan
elektron berada di kulit O jika elektron menempati
bilangan kuantum (n) = 5.
6. Jawaban: b
Kulit L merupakan kulit ke-2. Jumlah orbital dihitung
dengan n 2 . Dengan demikian, jumlah
orbital pada kulit L adalah 22 = 4.
7. Jawaban: a
Hund menyatakan bahwa pengisian elektron ke
dalam satu subkulit, pada awalnya elektron
menempati seluruh orbital dengan spin sama, baru
kemudian berpasangan (penuh). Aufbau menyatakan aturan pengisian elektron. Urutan pengisian
elektron dalam subkulit dimulai dari subkulit dengan

energi yang lebih rendah. Jika elektron pada


subkulit tersebut telah penuh, elektron baru mengisi
subkulit yang energinya lebih tinggi. Pauli
menyatakan bahwa dalam satu atom tidak boleh
ada dua elektron yang mempunyai empat bilangan
kuantum yang sama.
8. Jawaban: e
Bilangan kuantum spin (s) menyatakan arah
putaran elektron terhadap sumbunya sewaktu
elektron berputar mengelilingi inti atom.
9. Jawaban: b
Subkulit d mempunyai harga  = 2. Dengan
demikian harga m untuk tiap-tiap orbitalnya adalah
2, 1, 0, +1, +2 atau berkisar dari 2 sampai +2.
10. Jawaban: b
2
2
2p6 3s2 3p6 4s2
27X : 1s 2s
hj hj hj hj hj hj hj hj hj hj
1 orbital di kulit K
4 orbital di kulit M
4 orbital di kulit L
1 orbital di kulit N
Jumlah orbital di semua kulit = 10.
11. Jawaban: d
Menurut Aufbau, pengisian elektron ke dalam
orbital selalu dimulai dari orbital dengan tingkat
energi rendah ke yang lebih tinggi. Sementara
menurut Hund, jika terdapat orbital-orbital dengan
energi yang sama maka orbital akan terisi
sebuah elektron dengan spin sama, baru kemudian
berpasangan. Pengisian elektron yang sesuai
dengan aturan-aturan tersebut yaitu unsur III dan
V. Seharusnya, pengisian elektron unsur I : 1s2
2s2 2p4, unsur II : 1s2 2s2 2p3, unsur IV : 1s2 2s2
2p6 3s2 3p6.
51 V memiliki jumlah elektron
12. Kulit M pada 23
sebanyak . . . .
a. 8
d. 18
b. 9
e. 21
c. 11
Jawaban: c
2
2
6
2
6
3
2
51
23 V = 1s 2s 2p 3s 3p 3d 4s

K
L
M
N
Jumlah elektron di kulit M = 2 + 6 + 3 = 11.
13. Jawaban: b
2
2
6
2
6
2
2
22Ti = 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
3+
Ti = kehilangan 3 elektron, nomor atomnya
menjadi 19.

Kimia Kelas X

13

Konfigurasi elektron Ti3+: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s0 3d1
Diagram orbital elektron terakhir:
h
0
4s
3d1
Ada satu elektron tidak berpasangan.

Konfigurasi elektron lengkapnya: 1s2 2s2 2p5


1

4. a.

b.

n = 3  = 1 m = 1 s = + 2

15. Jawaban: b
Dalam penulisan konfigurasi elektron perlu
diperhatikan bahwa atom lebih stabil jika kulit atau
subkulit terisi penuh atau setengah penuh.

4d9

Konfigurasi elektron terakhir : hj hj h

Karena s = 2 , elektron tersebut merupakan


elektron ke-8.

14. Jawaban: d
Konfigurasi elektron:
X3+ = 1s2 2s2 2p6
X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
Bilangan kuantum elektron terakhir atom X
= 3p1 h

hj hj hj hj h

3. n = 2,  = 1, m = 1, dan s = 2

hj

hj hj hj hj hj

5s2

4d10

5s1

c.

5. a.

: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2


Kulit terbesar = 4, terisi 2 elektron
Elektron valensi 20Ca = 2
2
2
6
2
1
13Al : 1s 2s 2p 3s 3p
Kulit terbesar = 3, terisi 3 elektron
Elektron valensi = 3
2
2
6
2
6
2
10
5
35Br : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p
Kulit terbesar = 4, terisi 7 elektron
Elektron valensi = 7
20Ca

22Ti

Atom akan lebih stabil jika kulit atau subkulit terisi


penuh atau setengah penuh. Elektron pada subkulit
5s tereksitasi ke 4d sehingga konfigurasi 4d
menjadi penuh 4d10.
B. Uraian
1. a.
b.
c.

hj

4s2

b.

2
2
6
2
6
2
1
21Sc : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
atau [Ne] 3s1
2
2
6
2
6
1
10
29Cu : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
atau [Ar] 4s1 3d10
2
: Jumlah elektron dalam ion S2 = 18
16S
: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

2. Ion 35X mempunyai elektron sebanyak 35 + 1 = 36.


Konfigurasi elektron 35X :1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
3d10 4p6.
Kulit terluar 35X adalah 4s2 dan 4p6, diisi oleh
2 dan 6 elektron. Dengan demikian, jumlah
elektron valensi 35X adalah 8 elektron.

: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d2


Elektron valensi terletak pada subkulit
4s2 dan 3d2, tiap-tiap subkulit berisi 2
dan 2 elektron.
Diagram orbitalnya:
3d2

Ada 2 elektron tidak berpasangan.


2
2
6
2
6
1
10
29Cu : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
Elektron valensi terletak pada subkulit 4s1
dan 3d10, berisi 1 dan 10 elektron (aturan
penuh)
Diagram orbitalnya:
h

hj hj hj hj hj

4s1

3d10

Ada 1 elektron tidak berpasangan


c.

42Mo

: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s1 4d5
Elektron valensi terletak pada subkulit
5s1 dan 4d5, berisi 1 dan 5 elektron
1

(aturan 2 penuh).
Diagram orbitalnya:
h
5s1

4d5

Ada 6 elektron tidak berpasangan.

14

Struktur Atom

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
28
14X
Jumlah proton = jumlah elektron = Z = 14
Jumlah neutron = nomor massa jumlah elektron
= 28 14 = 14
2. Jawaban: b
Inti atom terdiri dari proton bermuatan positif dan
neutron bermuatan netral atau nol. Jadi inti atom
dikatakan bermuatan positif.
3. Jawaban: d
Nomor atom (Z) = jumlah proton
= jumlah elektron = 25
Jumlah neutron = bilangan massa nomor atom
= 50 25 = 25
4. Jawaban: b
Atom A
Jumlah proton = jumlah elektron = nomor atom (Z)
= 18
Jumlah neutron = nomor massa (A) nomor atom (Z)
20 = A 18
A = 20 + 18 = 38
Simbol atom A = 18A38
Atom B
Jumlah proton = jumlah elektron
= nomor atom (Z) = 17
Jumlah neutron = nomor massa (A) nomor atom (Z)
21 = A 17
A = 21+ 17 = 38
Simbol atom B = 17B38
Jadi, kedua atom unsur tersebut merupakan isobar
karena mempunyai nomor massa sama, tetapi
nomor atomnya berbeda
5. Jawaban: d
Isotop merupakan atom sejenis (atom unsur sama)
yang mempunyai nomor atom sama, tetapi nomor massa
63Cu dengan 65Cu.
berbeda, seperti pada atom 29
29
6. Jawaban: a
14
6C : jumlah proton = jumlah elektron = 6
jumlah neutron = 14 6 = 8
jumlah elektron = 14
14
7N :

jumlah proton = jumlah elektron = 7


jumlah neutron = 14 7 = 7
jumlah elektron = 14

7. Jawaban: d
Isoton adalah unsur-unsur yang mempunyai jumlah
neutron yang sama (jumlah neutron = nomor
massa-nomor atom ).
8. Jawaban: a
Massa sebuah elektron adalah 9,11 1028.
9. Jawaban: a
Pada tahun 1891, George J. Stoney menamakan
partikel sinar katode dengan nama elektron.
10. Jawaban: b
A
zX
Jumlah proton (Z) = 12
Jumlah elektron = 12, jumlah neutron = 15
Jumlah elektron = A Z
15 = A 12
A = 15 + 12 = 27
Jadi, unsur tersebut 27
12X.
11. Jawaban: b
Atom A
Jumlah proton = jumlah elektron
= nomor atom (Z) = 16
Jumlah neutron = nomor massa (A) nomor atom (Z)
= 32 16
= 16
Simbol atom : 32
16A
Atom B
Jumlah proton = jumlah elektron
= nomor atom (Z) = 21
Jumlah neutron = nomor massa (A) nomor atom (Z)
= 37 21
= 16
Simbol atom B : 37
21B
Jadi, kedua atom unsur tersebut merupakan isoton
karena mempunyai jumlah neutron sama.
12. Jawaban: d
Ion 19K+ mempunyai elektron sebanyak 18 karena
satu elektronnya dilepas untuk membentuk muatan
+1. Ion 17Cl juga mempunyai elektron sebanyak
18 karena menangkap satu elektron membentuk
muatan 1. Jadi, antara ion 19 K + dan 17 Cl
mempunyai jumlah elektron sama sehingga disebut
isoelektron. Sementara itu, isobar adalah atom-atom
unsur berbeda yang mempunyai nomor massa
sama, isoton adalah atom-atom unsur berbeda yang
mempunyai jumlah neutron sama, isotop adalah
atom unsur sejenis yang mempunyai nomor atom
sama tetapi nomor massanya berbeda, dan
isoelektronik adalah unsur dan ion berbeda yang
mempunyai konfigurasi elektron sama.

Kimia Kelas X

15

13. Jawaban: d
Nomor atom Br = 35
Nomor atom = jumlah elektron = jumlah proton = 35
Ion Br terjadi karena atom Br menangkap satu
elektron sehingga jumlah elektron pada ion Br
sebanyak 36.
Jumlah neutron = nomor massa nomor atom
= 80 35
= 45
Jadi, jumlah proton, elektron, dan neutron dalam
ion Br secara berturut-turut 35, 36, dan 45.
14. Jawaban: c
Jumlah elektron ion Na+ = 10, artinya Na melepas
satu elektron. Jumlah elektron atom unsur Na
adalah 11. Konfigurasi elektron atom unsur Na
adalah 1s2 2s2 2p6 3s2.
15. Jawaban: d
13C : jumlah elektron = 6, jumlah neutron = 7
6
jumlah neutron > jumlah elektron
37 Cl : jumlah elektron = 17, jumlah neutron = 20
17
jumlah neutron > jumlah elektron
16 O2 : jumlah elektron = 8 + 2 = 10
8
jumlah neutron = 8
jumlah neutron < jumlah elektron
34 S2 : jumlah elektron = 16 + 2 = 18
16
jumlah neutron = 18
jumlah neutron = jumlah elektron
40 Ca2+ : jumlah elektron =20 2 = 18
20
jumlah neutron = 20
jumlah neutron > jumlah elektron
16. Jawaban: a
Lambang atom P: 147P
Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron = 7
Jumlah neutron = nomor massa nomor atom
= 14 7 = 7
Jadi, atom P mempunyai 7 proton dan 7 neutron.
31
Lambang atom Q: 15
Q
Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron = 15
Jumlah neutron = nomor massa nomor atom
= 31 15 = 16
Jadi, atom Q mempunyai 15 proton dan 16 neutron.

17. Jawaban: b
Nomor atom menunjukkan jumlah elektron. Atom
litium membentuk ion Li + jika melepaskan 1
elektron sehingga jumlah elektronnya menjadi 2.
Atom natrium membentuk ion Na+ jika melepaskan
1 elektron sehingga jumlah elektron menjadi 10.
Atom belerang membentuk ion S2 jika menangkap
2 elektron sehingga jumlah elektron menjadi 18.
Atom klor membentuk ion Cl jika menangkap
1 elektron sehingga jumlah elektron menjadi 18.

16

Struktur Atom

Atom kalium membentuk ion K+ jika melepas


1 elektron sehingga jumlah elektron menjadi 18.
18. Jawaban: b
Ion Mg 2+ terbentuk saat atom Mg melepas
2 elektron. Dengan demikian, konfigurasi elektron
unsur Mg adalah 1s2 2s2 2p6 3s2. Nomor atom unsur
Mg adalah 12 dan elektron valensinya 2.
19. Jawaban: c
Jumlah neutron dalam atom-atom tersebut sebagai
berikut.
a. 136C neutron = 13 6 = 7
14 N
neutron = 14 7 = 7
7
17
b.
neutron = 17 7 = 10
7N
20Ne neutron = 20 10 = 10
10
24Na neutron = 24 11 = 13
c. 11
27
neutron = 27 13 = 14
13 Al
neutron = 207 82 = 125
neutron = 209 84 = 125
e.
neutron = 238 92 = 146
neutron = 240 94 = 146
Jadi, pasangan atom yang jumlah neutronnya
24Na dan 27Al.
berbeda adalah 11
13

d.

207 Pb
82
209 Po
84
238 U
92
240 U
94

20. Jawaban: a
Bilangan kuantum spin (s) menyatakan perbedaan
arah rotasi elektron dalam orbital. Perbedaan tingkat
energi kulit dinyatakan dengan kulit.
21. Jawaban: c
Kulit M adalah kulit ke-3. Jumlah orbital dihitung
dengan n2. Sehingga jumlah orbital pada kulit M
adalah 32 = 9
22. Jawaban: d
Satu orbital elektron maksimum terisi dua elektron.
Subkulit f mempunyai tujuh orbital. Sehingga
elektron maksimum yang dapat ditampung adalah
7 2 = 14 elektron.
23. Jawaban: b
Konfigurasi elektronnya: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
Jadi, jumlah elektron dalam orbital s = 2 + 2 + 2 = 6.
24. Jawaban: e
[Ar] 3d4 = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4
Jumlah elektron = 24
[Ar] 3d4 = 26Fe2+ karena jumlah elektronnya 26 2
= 24
Jumlah elektron:

2+
20Ca
2+
22Ti
2+
24Cr
2+
25Mn

= 20 2 = 18
= 22 2 = 20
= 24 2 = 22
= 25 2 = 23

25. Jawaban: b
Prinsip Aufbau menyatakan bahwa pengisian
elektron harus dimulai dari energi terendah ke
tingkat energi yang lebih tinggi ( 4s 3d ), aturan
Hund menyatakan pengisian elektron pada orbital
tidak berpasangan terlebih dahulu sebelum semua
orbital penuh dari kiri ke kanan dengan arah ke atas.
26. Jawaban: d
Elektron menempati 3d, artinya:
1) terletak pada kulit nomor 3 n = 3
2) terletak pada subkulit d  = 2
3) harga m = 2, 1, 0, +1, +2
4)

hj
hj

hj hj hj hj
2s2

h h

4s2

2p6

h h

hj hj hj hj
3s2

3p6

3d5

Jumlah orbital yang ditempati pasangan elektron:


1 + 1 + 3 + 1 + 3 + 1 = 10
28. Jawaban: b
Konfigurasi elektron dari 37Rb adalah [Kr] 5s1
5s1:
h
1
sehingga n = 5,  = 0, m = 0, s = + 2

29. Jawaban: d
Pada aturan Hund, elektron-elektron dalam orbital
suatu subkulit cenderung untuk tidak berpasangan.
Elektron-elektron baru berpasangan apabila pada
subkulit itu tidak ada lagi orbital kosong
30. Jawaban: e
Konfigurasi elektron ion X+ = 1s2 2s2 2p6
Konfigurasi elektron atom X = 1s2 2s2 2p6 3s1
Orbital hibrida 3s 1

2. Atom mempunyai inti bermuatan positif yang


sangat kecil dan padat. Di dalam inti terdapat
proton dan massa atom yang terpusat pada intinya.
Inti atom sangat kecil dibanding volumenya
sehingga banyak terdapat ruang kosong dalam
atom. Inti atom dikelilingi elektron. Atom bersifat
netral sehingga muatan positif (inti atom) sama
dengan muatan negatif (elektron).
3.

harga s = + 2 atau 2

27. Jawaban: c
Konfigurasi elektron 25Mn:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5
Diagram orbital elektronnya:
1s2

terbentuk pula sinar positif yang menuju arah


berlawanan melewati lubang pada katode. Sinar
tersebut merupakan sinar anode (sinar positif) atau
sinar proton.

23 Na, berarti nomor massa atom Na adalah 23 dan


11

nomor atomnya 11.


Z = p = e = 11
n=AZ
n = 23 11 = 12
Jadi, atom Na memiliki 12 neutron, sedangkan
jumlah proton dan elektronnya 11.
4. Isotop
1
2
3
1H , 1H , dan 1H adalah isotop hidrogen.
12
13
14
6C , 6C , dan 6C adalah isotop karbon.
14
15
7N dan 7N adalah isotop nitrogen.
23
24
11Na dan 11Na adalah isotop natrium.

Isobar
14 C dan 14 N,
6
7

Isoton
15 C dan 15 N dengan jumlah neutron = 8
6
7

5. a.
b.

c.

, mempunyai bilangan
1

kuantum: n = 3,  = 0, m = 0, s = + 2 .
B. Uraian
1. Proton ditemukan Eugene Goldstein (1886).
Goldstein melakukan eksperimen menggunakan
tabung gas yang memiliki katode (tabung Crookes).
Tabung gas diberi lubang-lubang, sedangkan
katode (kutub negatif) dan anode (kutub positif)
dari tabung diberi muatan listrik bertegangan tinggi.
Pada saat terbentuk elektron yang menuju anode,

dengan nomor massa = 14

6. a.
b.
7. a.

Isoelektron adalah atom-atom unsur yang


mempunyai jumlah elektron sama.
Atom terdiri atas inti atom yang dikelilingi
elektron-elektron yang beredar pada kulit atom
Konfigurasi elektron pada kulit atom adalah
penyebaran/susunan elektron pada setiap
kulitnya.
Elektron valensi adalah bilangan atau angka
yang menunjukkan jumlah elektron pada kulit
terluar.
n = 3, berarti elektron menempati kulit M dan
 = 0, 1, 2.
Kulit M memiliki tiga subkulit, yaitu 3s, 3p,
dan 3d.
15P

: nomor atom P = 15, sehingga jumlah


elektronnya = 15
Konfigurasi elektron berdasarkan aturan Aufbau:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
Penulisan konfigurasi elektron secara singkat:
[Ne] 3s2 3p3

Kimia Kelas X

17

b.

c.

24Cr:

nomor atom Cr = 24, sehingga jumlah


elektronnya = 24
Konfigurasi elektron berdasarkan aturan Aufbau:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1
Penulisan konfigurasi elektron secara singkat:
[Ar] 3d5 4s1
30Zn: nomor atom Zn = 30, sehingga jumlah
elektronnya = 30
Konfigurasi elektron berdasarkan aturan Aufbau:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
Penulisan konfigurasi elektron secara singkat:
[Ar] 4s2 3d10 atau [Ar] 3d10 4s2

8. Dalam model atom modern digambarkan bahwa


elektron di dalam atom dapat dipandang sebagai
partikel dan gelombang. Dengan dasar ini,
Heisenberg, fisikawan Jerman, mengemukakan
teori ketidakpastian yang menyatakan bahwa
kedudukan dan kecepatan gerak elektron tidak
dapat ditentukan secara pasti, yang dapat
ditentukan hanyalah kemungkinan terbesarnya atau
probabilitasnya. Dengan demikian, kedudukan dan
kecepatan gerak elektron dalam atom ditemukan
dalam ruang tertentu yang disebut orbital. Teori
mengenai elektron berada dalam orbital-orbital di
seputar inti atom inilah yang merupakan pokok
teori atom modern.

18

Struktur Atom

9. a.
b.
c.
10. a.

Mangan (Mn) nomor atom 25


Nitrogen (N) nomor atom 7
Aluminium (Al) nomor atom 13
28Ni:

[Ar] 4s2 3d8

Konfigurasi elektron dari 3d8 :

hj

hj hj hj h

4s2

3d8

n = 3,  = 2, m = 0, m = 2
b.

[Ar] 3d10 4s2 4p5


Konfigurasi elektron:
35Br:

hj hj hj hj hj hj hj hj h
3d10

4s2

4p5

c.

n = 4,  = 1, m = 0, s = 2
2
7
27Co : [Ar] 4s 3d
Konfigurasi elektron:

hj
4s

hj hj h h
2

3d

n = 3,  = 2, m = 1, s = 2

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1. dapat menjelaskan perkembangan penyusunan sistem periodik unsur, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat
periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron;
2. terampil menyajikan hasil diskusi kelompok tentang perkembangan tabel periodik, sifat fisik dan kimia unsur, serta sifat
keperiodikan unsur.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menghargai dan mensyukuri kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan beserta sifat-sifatnya sebagai sumber daya alam
sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.
2. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, jujur, santun, proaktif, dan kritis saat bekerja sama dalam kelompok diskusi.
3. berperilaku hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam dan menjaga lingkungan.

Materi

Perkembangan Pengelompokan Unsur-Unsur


Sifat-Sifat Unsur, Massa Atom Relatif (Ar), dan
Sifat Keperiodikan Unsur

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Pengelompokan unsur-unsur berdasarkan logam


dan nonlogam.
Perkembangan tabel periodik unsur dari Lavoisier,
Dobereiner, Newland, Mendeleyev hingga sistem
periodik modern.
Penentuan letak unsur dalam tabel periodik
berdasarkan konfigurasi elektron.
Sifat-sifat unsur dalam tabel periodik.
Massa atom relatif suatu unsur.
Sifat keperiodikan unsur.

Pengetahuan yang Dikuasai

Memahami perkembangan tabel periodik unsur.


Menentukan letak unsur dalam tabel periodik
berdasarkan konfigurasi elektronnya.
Menjelaskan sifat-sifat unsur dalam tabel periodik.
Mendeskripsikan sifat-sifat periodik unsur dalam
tabel periodik dan keteraturannya.

Mencari literatur untuk mengetahui manfaat unsurunsur golongan utama dalam sistem periodik.
Melakukan diskusi kelas untuk mengetahui
pengelompokan sifat-sifat unsur dalam tabel
periodik, beserta sifat-sifat keperiodikannya.

Keterampilan yang Dikuasai

Menyusun unsur-unsur dalam tabel periodik


berdasarkan sifat-sifatnya.
Menangkap makna keteraturan sifat-sifat
keperiodikan unsur serta sifat fisika dan kimianya.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menjelaskan pengelompokan unsur dalam tabel periodik beserta sifat-sifat


keperiodikannya.
Mengagumi keteraturan dan kompleksitas konfigurasi elektron serta mensyukuri
kelimpahan unsur-unsur di alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Menghargai pendapat teman yang berbeda dalam forum diskusi kelompok.

Kimia Kelas X

19

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Menurut Debereiner jika unsur-unsur disusun
menurut sifatnya selalu ada tiga kelompok unsur
yang sifatnya mirip sehingga disebut sebagai triade.
Jika unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan
kenaikan massa atom relatifnya, massa atom
relatif unsur kedua merupakan rata-rata massa
atom relatif unsur pertama dan ketiga.
2. Jawaban: b
Unsur-unsur dalam kelompok triade adalah unsurunsur yang terdiri atas tiga unsur yang mempunyai
kemiripan sifat, contoh Ca-Sr-Ba, Li-Na-K,
Cl-Br-I, dan S-Se-Te.
3. Jawaban: d
Mendeleyev menyusun unsur-unsur dalam sistem
periodik berdasarkan kenaikan massa atom
relatifnya. Oleh karena itu, Mendeleyev memberi
ruang kosong dalam tabel periodik untuk memberi
tempat bagi unsur-unsur yang belum ditemukan.
4. Jawaban: c
Kelemahan tabel periodik Mendeleyev adalah
penempatan unsur tidak sesuai dengan kenaikan
massa atom relatifnya karena penempatan unsur
mempertahankan kemiripan sifat unsur dalam satu
golongan. Sementara itu, (a) dan (e) adalah
kelemahan pengelompokan unsur-unsur dari
Newlands.
5. Jawaban: b
Unsur-unsur yang berada dalam satu golongan pada
sistem periodik modern disusun berdasarkan
jumlah elektron valensi. Unsur-unsur dalam satu
golongan mempunyai kemiripan sifat, serta nomor
atom dan nomor massa dari atas ke bawah
semakin besar.
6. Jawaban: a
Blok s dalam sistem periodik ditempati oleh unsurunsur golongan IA, IIA, dan helium. Sementara
itu, unsur IIIA sampai VIIIA dalam sistem periodik
menempati blok p.
7. Jawaban: b
Unsur-unsur dalam satu periode mempunyai
jumlah kulit sama sehingga kulit atomnya sama.
8. Jawaban: c
Nomor atom unsur: 38.
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
4p6 5s2.

20

Sistem Periodik Unsur

Jumlah kulit atom 5.


Dengan demikian, unsur tersebut dalam sistem
periodik terletak pada periode 5.
9. Jawaban: b
Jumlah elektron valensi = 6, menempati subkulit
s dan p, berarti Y golongan VIA. Kulit terbesar =
4. Jadi, unsur Y dalam sistem periodik terletak di
periode 4, golongan VIA.
10. Jawaban: e
Nomor atom X: 53.
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
4p6 5s2 4d10 5p5
Kulit yang ditempati elektron: K L M N O
Elektron valensi menempati kulit O.
11. Jawaban: d
Unsur-unsur sesuai golongannya sebagai berikut.
Gas mulia : He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn
Alkali tanah : Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
Halogen
: F, Cl, Br, I, dan At
Alkali
: H, Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr
Kalkogen : O, S, Se, Te, dan Po
12. Jawaban: a
Unsur yang mempunyai elektron valensi sama
berada dalam golongan yang sama. Unsur-unsur
yang terdapat dalam satu golongan yaitu He, Ne,
Ar, dan Kr, yaitu anggota golongan VIIIA.
13. Jawaban: e
Unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai
jumlah elektron valensi sama. Unsur-unsur yang
mempunyai elektron valensi sama juga mempunyai
sifat kimia sama. Oleh karena itu, unsur-unsur
dalam satu golongan mempunyai kemiripan sifat
kimia.
14. Jawaban: d
Dalam sistem periodik bentuk panjang, unsur
lantanida terletak pada periode 6 golongan IIIB,
sedangkan unsur aktinida terletak pada periode 7
golongan IIIB.
15. Jawaban: e
Nomor atom ion A2+ = 10, berarti nomor atom unsur
A = 12. Konfigurasi unsur A = 1s2 2s2 2p6 3s2.
Nomor atom ion B2+ = 18, berarti nomor atom unsur B
= 20. Konfigurasi unsur B = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2.
Nomor atom ion C3+ = 18, berarti nomor atom unsur
C = 21. Konfigurasi unsur C = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
4s2 3d1.

Nomor atom ion D3+ = 22, berarti nomor atom unsur D


= 25. Konfigurasi unsur D = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
3d5.
Unsur yang terletak dalam satu blok adalah C dan D
(terletak di blok d) atau A dan B (terletak di blok s).
B.

Uraian

1. a.

b.

Mendeleyev menyusun sistem periodik


berdasarkan persamaan sifat unsur yang
berulang secara periodik sesuai dengan
kenaikan massa atomnya.
Sistem periodik modern disusun oleh Henry
G.J. Moseley. Sistem periodik modern disusun
berdasarkan kenaikan nomor atom dan
kemiripan sifat.

2. Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur


berdasarkan kemiripan sifat yang ada. Setiap
kelompok terdiri atas tiga unsur yang dikenal
dengan triade. Unsur-unsur dalam satu triade juga
disusun berdasarkan kenaikan massa atom
relatifnya. Dari pengelompokan ini diperoleh bahwa
massa atom relatif unsur kedua merupakan ratarata dari massa atom relatif unsur pertama dan
ketiga. Namun, pengelompokan unsur ini
mempunyai kelemahan, yaitu kemiripan sifat tidak
hanya terjadi pada tiga unsur dalam setiap
kelompok, tetapi juga terjadi pada unsur-unsur yang
lain.
3. Penentuan golongan dan periode suatu unsur
dalam sistem periodik didasarkan pada konfigurasi
elektron suatu unsur. Jumlah elektron valensi

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Pada suhu kamar, hanya ada dua unsur berwujud
cair, yaitu bromin dan raksa. Unsur-unsur logam
menempati kolom paling kiri, yaitu menempati
golongan IA dan IIA, unsur-unsur ini berwujud
padat. Unsur-unsur golongan VIIIA berwujud gas,
berupa molekul monoatomik karena unsur-unsur
dalam golongan ini merupakan unsur-unsur gas
mulia yang sukar bereaksi dengan unsur lain.
2. Jawaban: a
Natrium merupakan logam lunak yang dapat diiris
dengan pisau. Raksa merupakan logam yang pada
suhu kamar berwujud cair, magnesium merupakan

menunjukkan nomor golongan, sedangkan jumlah


kulit atom menunjukkan periode, contoh unsur Al,
nomor atom = 13. Konfigurasi elektron: 2 . 8 . 3.
Jumlah elektron valensi = 3 sehingga unsur Al
terletak pada golongan IIIA. Jumlah kulit atom
= 3 sehingga unsur Al terletak pada periode 3.
Jadi, unsur Al dalam sistem periodik terletak pada
golongan IIIA, periode 3.
4. a.

b.

c.

5. a.
b.
c.
d.

: [Ne] 3s2
Elektron pada tingkat energi tertinggi berada
pada orbital s sehingga unsur 12Mg termasuk
blok s.
2
5
17Cl : [Ne] 3s 3p
Elektron pada tingkat energi tertinggi berada
pada orbital p sehingga unsur 17Cl termasuk
blok p.
1
19K : [Ar] 4s
Elektron pada tingkat energi tertinggi berada
pada orbital s sehingga unsur 19K termasuk
blok s.
12Mg

Unsur golongan alkali tanah (IIA) mempunyai


elektron valensi 2, yaitu unsur P.
Unsur golongan gas mulia (VIIIA) mempunyai
elektron valensi 8, yaitu unsur R.
Unsur-unsur yang terletak dalam satu
golongan mempunyai elektron valensi sama,
yaitu unsur Q dan T.
Unsur-unsur yang terletak dalam satu periode
mempunyai jumlah kulit atom sama, yaitu
unsur P, Q, dan R.

unsur logam, berwujud padat, klorin merupakan


unsur berwujud gas berwarna hijau muda, sedang
hidrogen merupakan unsur yang pada suhu kamar
berwujud gas.
3. Jawaban: c
Mr Na2S2O3 = (2 Ar Na) + (2 Ar S) + (3 Ar O)
= (2 23) + (2 32) + (3 16)
= 158
4. Jawaban: e
Sifat keperiodikan unsur dari atas ke bawah:
1) jari-jari atom, sifat logam, sifat basa, dan sifat
reduktor semakin besar;
2) energi ionisasi, keelektronegatifan, afinitas
elektron, muatan inti, dan sifat oksidasi semakin kecil.

Kimia Kelas X

21

5. Jawaban: d
Jika jari-jari atom semakin kecil, energi ionisasi,
afinitas elektron, dan keelektronegatifannya
semakin besar sehingga semakin mudah
membentuk ion negatif dan semakin sukar membentuk ion positif.
6. Jawaban: a
Unsur-unsur dalam satu periode, dari kiri ke kanan,
keelektronegatifannya semakin besar. Berarti dari
kanan ke kiri keelektronegatifannya akan semakin
kecil. Jadi, urutan unsur-unsur dari kanan ke kiri
yaitu P, Q, R, dan S.
7. Jawaban: d
Dalam sistem periodik, dalam satu golongan dari
atas ke bawah potensial ionisasinya semakin kecil.
Oleh karena itu, urutan unsur-unsur tersebut dalam
sistem periodik yaitu CAB.
8. Jawaban: c
Jari-jari atom unsur dalam satu periode dari kiri ke
kanan semakin kecil. Unsur 8P berada pada
golongan VIA, unsur 17Q golongan IA, unsur 13R
golongan IIIA, unsur 11S golongan VIIA, unsur 20T
golongan IIA. Unsur 31U golongan IIIA, dan unsur
36V golongan VIIIA. Jari-jari unsur-unsur tersebut
dari kiri ke kanan semakin kecil, dengan urutan
Q > T > R > U > P > S > V.
9. Jawaban: a
Keelektronegatifan unsur-unsur dalam sistem periodik
dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas semakin
besar. Jika dikehendaki unsur kedua memiliki
keelektronegatifan lebih kecil dari unsur pertama,
unsur kedua dalam sistem periodik harus terletak di
sebelah kiri atau bawah unsur pertama. Pasangan
unsur tersebut adalah F dan Cl. F terletak di periode
2, sedangkan Cl di periode 3. Dengan demikian
keelektronegatifan Cl lebih kecil dari F.
10. Jawaban: b
Dalam sistem periodik, afinitas elektron unsurunsur dalam satu periode dari kiri ke kanan
semakin besar, dalam satu golongan dari atas ke
bawah semakin kecil. Di antara unsur O, F, S, Cl,
dan Se, unsur F terletak di sebelah kanan dan
posisi paling atas. Dengan demikian, afinitas
elektron unsur F paling besar.
11. Jawaban: e
Suatu atom akan mudah melepas elektronnya jika
keelektronegatifannya kecil. Dalam satu golongan
dari atas ke bawah keelektronegatifan semakin
kecil. Oleh karena itu, unsur yang mempunyai
keelektronegatifan kecil adalah unsur yang
mempunyai nomor atom paling besar yaitu 82.

22

Sistem Periodik Unsur

12. Jawaban: a
Letak unsur dalam SPU:
Gol.
Periode
2
3
4

VIIA

VIIIA

F
Cl
Br

Ne
Ar
Kr

Neon memiliki energi ionisasi paling tinggi dalam


periode kedua, artinya dalam satu periode semakin
ke kanan energi ionisasi unsurnya semakin besar.
Energi ionisasi bromin lebih rendah daripada klorin,
artinya dalam satu golongan semakin ke atas energi
ionisasi unsurnya semakin besar.
Jadi, unsur argon memiliki energi ionisasi
maksimum dalam periode ketiga, tetapi lebih
rendah dari neon.
13. Jawaban: e
Unsur A dan unsur B terletak dalam satu periode.
Unsur A terletak di sebelah kiri, sementara itu unsur
B terletak di sebelah kanan. Dalam satu periode,
dari kiri ke kanan sifat-sifat keperiodikan unsur
adalah:
1) jari-jari atomnya semakin kecil;
2) energi ionisasi semakin besar;
3) afinitas elektron semakin besar;
4) keelektronegatifan semakin besar;
5) titik didih dan titik leleh semakin rendah.
Jadi, pernyataan yang benar adalah keelektronegatifan unsur B lebih besar dari unsur A.
14. Jawaban: c
Konfigurasi elektron P: 1s2 2s2 2p5.
Unsur P menempati golongan VIIA, periode 2.
Konfigurasi elektron Q: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2.
Unsur Q menempati golongan IVA periode 3.
Konfigurasi elektron R: 1s2 2s2 2p6.
Unsur R menempati golongan VIIIA, periode 2.
Konfigurasi elektron S: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1.
Unsur S menempati golongan IA periode 4.
Konfigurasi elektron T: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1.
Unsur T menempati golongan IIIA, periode 3.
Dalam sistem periodik, keelektronegatifan unsur
akan bertambah dari bawah ke atas atau dari kiri
ke kanan. Jadi, di antara unsur tersebut yang
keelektronegatifannya paling besar adalah
unsur R.
15. Jawaban: c
Energi ionisasi unsur meningkat dari kiri ke kanan
atau dari bawah ke atas. Urutan energi ionisasi
yang benar pada pilihan jawaban adalah Li, Be, B,
dan C; B, C, N, dan S; I, Br, Cl, dan F; Rb, K, Na,
dan Li; serta Na, Mg, Al, dan Si.

B.

Uraian

1. Konfigurasi unsur 12Mg, 17Al, 20Ca, dan 37Rb


sebagai berikut.
2
2
6
2
12Mg : 1s 2s 2p 3s
2
2
6
2
5
17Al : 1s 2s 2p 3s 3p
2
2
6
2
6
2
20Ca : 1s 2s 2p 3s 3p 4s
2
2
6
2
6
2
10
6
1
37Rb : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s
Unsur Mg terletak pada golongan IIA periode 3.
Unsur Al terletak pada golongan VIIA periode 3.
Unsur Ca terletak pada golongan IIA periode 4.
Unsur Rb terletak pada golongan IA periode 5.
a. Unsur yang paling mudah menangkap elektron
adalah Al karena elektron valensinya 7.
b. Unsur yang paling kecil jari-jari atomnya adalah
Al karena kulit atomnya 3, berada di sebelah
kanan unsur Mg.
c. Unsur yang paling mudah melepas elektron
adalah Rb karena elektron valensinya 1.
2. Unsur P terletak pada golongan IA periode 3.
Unsur Q terletak pada golongan VIIA periode 2.
Unsur R terletak pada golongan IVA periode 2.
Unsur S terletak pada golongan VIIIA periode 2.
Afinitas elektron dan energi ionisasi dalam satu
golongan dari atas ke bawah semakin kecil,
sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan
semakin besar. Jari-jari atom unsur dalam satu
golongan dari atas ke bawah semakin besar,
sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan
semakin kecil.
a. Unsur yang memiliki afinitas terbesar adalah
S karena dalam tabel periodik terletak pada
golongan VIIIA.
b. Unsur yang memiliki jari-jari paling besar
adalah P karena dalam tabel periodik terletak
paling kiri, yaitu golongan IA.
c. Unsur yang memiliki energi ionisasi terbesar
adalah S karena dalam tabel periodik terletak
paling kanan, yaitu gol VIIIA.
3. Konfigurasi elektron dan letak unsur-unsur tersebut
dalam sistem periodik sebagai berikut.
a. 4Be : 1s2 2s2; terletak pada golongan IIA
periode 2
b. 7N : 1s2 2s2 2p3; terletak pada golongan VA
periode 2
c. 9F : 1s2 2s2 2p5; terletak pada golongan VIIA
periode 2
d. 13Al : 1s2 2s 2 2p6 3s 2 3p 1; terletak pada
golongan IIIA periode 3
e. 14Si : 1s2 2s 2 2p6 3s 2 3p 2; terletak pada
golongan IVA periode 3

Dalam satu golongan dari atas ke bawah harga


keelektronegatifan semakin kecil. Sementara itu,
dalam satu periode dari kiri ke kanan harga
keelektronegatifannya semakin besar. Dengan
demikian, unsur yang keelektronegatifannya paling
kecil adalah unsur yang terletak di sebelah kiri
bawah, yaitu unsur Be karena berada pada golongan
IIA (sebelah kiri). Unsur yang keelektronegatifannya
paling besar adalah unsur yang terletak di sebelah
kanan atas yaitu unsur F karena berada pada
golongan VIIA (sebelah kanan).
4. Konfigurasi elektron dari unsur-unsur tersebut
sebagai berikut.
2
2
6
2
12Mg: 1s 2s 2p 3s
2
2
6
2
5
17Cl: 1s 2s 2p 3s 3p
2
2
6
2
6
1
19K: 1s 2s 2p 3s 3p 4s
2
2
6
2
6
2
20Ca: 1s 2s 2p 3s 3p 4s
2
2
6
2
6
2
10
6
1
37Rb: 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s
Unsur Mg menempati golongan IIA periode 3.
Unsur Cl menempati golongan VIIA periode 3.
Unsur K menempati golongan IA periode 4.
Unsur Ca menempati golongan IIA periode 4.
Unsur Rb menempati golongan IA periode 5.
Afinitas elektron unsur-unsur dalam sistem periodik
semakin besar dari kiri ke kanan dan dari bawah
ke atas. Jadi, unsur yang mempunyai afinitas
elektron terbesar adalah unsur B karena terletak
paling kanan (golongan VIIA) dan periode 3.
5. a.
Nomor atom

9
8
7
6
5
4
3

1 1,5 2 2,5 3 3,5 4

b.
c.

Keelektronegatifan

Unsur yang mempunyai keelektronegatifan


tertinggi adalah 9F. Unsur yang mempunyai
keelektronegatifan terendah adalah 3Li.
Unsur yang paling mudah bermuatan negatif
adalah 9 F karena unsur ini mempunyai
keelektronegatifan yang besar.

Kimia Kelas X

23

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Newland menyusun unsur-unsur dalam sistem
periodik berdasarkan kenaikan massa atom
relatifnya. Menurut Newland, unsur-unsur yang
disusun berurutan dan berselisih satu oktaf
menunjukkan kemiripan sifat dan keteraturan
perubahan sifat. Sifat unsur akan berulang pada
unsur kedelapan.
2. Jawaban: b
Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan
kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Sistem
periodik ini merupakan penyempurnaan sistem
periodik Mendeleyev.
3. Jawaban: b
Konfigurasi elektron 11A : 1s2 2s2 2p6 3s1, terletak
pada golongan IA.
Konfigurasi elektron 12T : 1s2 2s2 2p6 3s2, terletak
pada golongan IIA.
Konfigurasi elektron 7B : 1s2 2s2 2p3, terletak pada
golongan VA.
Konfigurasi elektron 15R : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3,
terletak pada golongan VA.
Konfigurasi elektron 5C : 1s2 2s2 2p3, terletak pada
golongan IIIA.
Konfigurasi elektron 3Q : 1s2 2s2 2p1, terletak pada
golongan VA.
Konfigurasi elektron 4D : 1s2 2s2, terletak pada
golongan IIA.
Konfigurasi elektron 9P : 1s2 2s2 2p5, terletak pada
golongan VIIA.
Konfigurasi elektron 13E : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1,
terletak pada golongan IIIA.
Konfigurasi elektron 10S : 1s2 2s2 2p6, terletak pada
golongan VIIIA.
Unsur-unsur yang sifatnya mirip terletak dalam satu
golongan. Jadi, unsur-unsur yang sifatnya mirip
adalah 7B14 dan 15R31.
4. Jawaban: b
Unsur-unsur golongan IA dan IIA berwujud logam,
golongan IA berupa logam alkali, sedangkan
golongan IIA berupa logam alkali tanah. Unsurunsur golongan IIB merupakan unsur logam
peralihan atau logam transisi, unsur-unsur
golongan IVA merupakan unsur nonlogam, dan
unsur-unsur golongan VIIIA merupakan unsurunsur berwujud gas.

24

Sistem Periodik Unsur

5. Jawaban: b
Unsur Q terletak pada golongan VIA dan periode
3. Hal ini berarti unsur Q mempunyai elektron
valensi 6 dan kulit atom 3 (subkulit 3). Konfigurasi
elektron unsur Q adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4. Nomor
atom unsur Q adalah 16.
Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 mempunyai elektron valensi 8 dan kulit atom
3 (golongan VIIIA dan periode 3). Unsur dengan
konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 mempunyai
elektron valensi 7 dan kulit atom 3 (golongan VIIA
dan periode 3). Unsur dengan konfigurasi elektron
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 mempunyai elektron valensi
2 dan kulit atom 4 (golongan IIA dan periode 4).
Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2
3p4 3d2 merupakan konfigurasi elektron yang tidak
tepat karena energi pada 3d lebih tinggi daripada
4s sehingga konfigurasi elektron seharusnya
melewati 4s.
6. Jawaban: d
Unsur-unsur yang terletak dalam satu golongan
mempunyai elektron valensi sama. Konfigurasi
elektron unsur-unsur tersebut sebagai berikut.
2
2
6
1
13L : 1s 2s 2p 3s , elektron valensi 1
golongan IA
M
:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p3, elektron
33
valensi 5 golongan VA
P
:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p3, elektron valensi 5
15
golongan VA
2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10, elektron valensi
S
:
1s
30
2 golongan IIA
Q
:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p1, elektron
32
valensi 4 golongan IVA
R
:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2, elektron valensi 2
20
golongan IIA
T
:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p1, elektron
31
valensi 3 golongan IIIA
Y
:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10
50
5p2, elektron valensi 4 golongan IVA
Pasangan unsur yang terletak dalam satu golongan
yaitu R dan S.
7. Jawaban: b
Jumlah elektron di subkulit 3d = 8.
Konfigurasi elektron unsur keseluruhan elektron:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8. Jumlah total elektron
unsur tersebut adalah 28.

8. Jawaban: e
Unsur A memiliki massa atom 51 dan nomor atom
23. Konfigurasi elektron unsur A sebagai berikut.
2
2
6
2
6
2
3
23A: 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d atau dapat ditulis
[Ar] 4s2 3d3. Elektron terakhir mempunyai subkulit
d sehingga unsur A termasuk dalam golongan
transisi atau golongan B. Elektron valensi unsur A
= s + d = 2 + 3 = 5, golongan V. Dengan demikian,
unsur A terletak pada golongan VB. Kulit terbesar
yang ditempati elektron terakhir = 4, terletak pada
periode 4. Jadi, letak unsur dan konfigurasi elektron
unsur A adalah golongan VB, periode 4.
9. Jawaban: e
Unsur yang mudah membentuk ion positif berarti
unsur tersebut mempunyai energi ionisasi kecil.
Unsur yang mempunyai energi ionisasi kecil dalam
sistem periodik terletak di sebelah kiri dan bawah.
Berdasarkan konfigurasi elektron tersebut, unsur P
terletak pada golongan IA periode 3, unsur Q terletak
pada golongan IIA periode 3, unsur R terletak pada
golongan VIIA periode 3, unsur S terletak pada
golongan VIIIA periode 3, dan unsur T terletak pada
golongan IA periode 4. Jadi, unsur yang paling
mudah membentuk ion positif adalah unsur T.
10. Jawaban: a
Energi ionisasi adalah energi minimum yang
diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari
atom netral dalam wujud gas. Akibat pelepasan
elektron ini atom berubah menjadi ion positif.
11. Jawaban: b
Periode pada sistem periodik dinyatakan dengan
jumlah kulit atom. Unsur yang mempunyai jumlah
kulit atom sama terletak dalam satu periode.
12. Jawaban: e
Konfigurasi elektron unsur X: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
n terbesar = 3 periode 3
Jumlah elektron valensi pada subkulit s dan
p = 2 + 4 = 6 (golongan VI), blok p (golongan A).
Jadi, unsur X terletak pada golongan VIA,
periode 3.
13. Jawaban: a
Dalam sistem periodik, dalam satu golongan dari
atas ke bawah jari-jari atom semakin besar. Dalam
satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari atom
semakin kecil. Unsur A terletak pada golongan
VIIIA periode 2, unsur B terletak pada golongan
IIA periode 3, unsur C terletak pada golongan VIIA
periode 3, unsur D terletak pada golongan VIIIA
periode 3, dan unsur E terletak pada golongan IB
periode 4. Jadi, unsur yang mempunyai jari-jari
atom paling kecil adalah unsur A.

14. Jawaban: a
Konfigurasi unsur X berdasarkan tabel pengisian
elektron pada orbital : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5.
Jumlah elektron valensi unsur X = 6, terletak pada
subkulit 3d dan 4s. Dengan demikian, X terletak
pada golongan VIB. Kulit terbesar elektron valensi
= 4 sehingga X terletak pada periode 4. Jadi, unsur
X dalam sistem periodik terletak pada golongan
VIB, periode 4.
15. Jawaban: a
Unsur pada periode 5 dan golongan VIIA berarti
mempunyai jumlah kulit atom 5 dan elektron
valensi 7. Konfigurasi elektron unsur-unsur dengan
nomor atom 53, 49, 38, 33, dan 20 sebagai berikut.
53: [Kr] 5s2 4d10 5p5 kulit atom = 5 (periode 5),
elektron valensi = 7 (golongan VIIA)
49: [Kr] 5s2 4d10 5p1 kulit atom = 5 (periode 5),
elektron valensi = 3 (golongan IIIA)
38: [Kr] 5s2 kulit atom = 5 (periode 5), elektron
valensi = 2 (golongan IIA)
33: [Ar] 4s2 3d10 4p3 kulit atom = 4 (periode 4),
elektron valensi = 5 (golongan VA)
20: [Ar] 4s2 kulit atom = 4 (periode 4), elektron
valensi = 2 (golongan IIA)
Jadi, nomor atom unsur X adalah 53.
16. Jawaban: c
Nomor atom Na = 11, sedangkan nomor atom
F = 9. Unsur Na terletak di sebelah kiri atom F dan
unsur Mg berada di sebelah kanan unsur Na. Urutan
letak ketiga unsur tersebut Na-Mg-F. Semakin ke
kanan harga energi ionisasi suatu unsur semakin
besar. Oleh karena itu, harga energi ionisasi Mg
lebih besar dari energi ionisasi Na, tetapi lebih kecil
dari energi ionisasi F. Jadi, harga energi ionisasi
yang mungkin untuk Mg adalah 740 kJ/mol.
17. Jawaban: e
Unsur yang paling mudah melepaskan elektron
memiliki energi ionisasi paling kecil. Unsur dengan
energi ionisasi paling kecil dalam sistem periodik
terletak di sebelah kiri dan bawah. Jadi, unsur yang
paling mudah melepaskan elektron adalah unsur
Na karena terletak pada golongan IA.
18. Jawaban: d
Jumlah kulit atom menunjukkan periode.
Konfigurasi elektron dari unsur-unsur dengan
nomor atom tersebut sebagai berikut.
Nomor atom 2: 1s2 periode 1
Nomor atom 5: 1s2 2s2 2p1 periode 2
Nomor atom 6: 1s2 2s2 2p2 periode 2
Nomor atom 14: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2 periode 3
Nomor atom 7: 1s2 2s2 2p6 periode 2
Nomor atom 11: [Ne] 3s1 periode 3
Nomor atom 12: [Ne] 3s2 periode 3

Kimia Kelas X

25

Nomor atom 17: [Ne] 3s2 3p5 periode 3


Nomor atom 15: [Ne] 3s2 3p3 periode 3
Nomor atom 20: [Ne] 3s2 3p6 4s2 periode 4
Jadi, unsur yang terletak dalam satu periode adalah
unsur dengan nomor atom 12 dan 17.
19. Jawaban: b
a. 5B : 1s2 2s2 2p1; terletak pada golongan IIIA
periode 2
b. 14Si : [Ne] 3s2 3p2; terletak pada golongan
IVA periode 3
c. 8O : 1s2 2s2 2p4; terletak pada golongan VIA
periode 2
d. 16S : [Ne] 3s2 3p4; terletak pada golongan
VIA periode 3
e. 34Se : [Ar] 4s2 3d10 4p4; terletak pada golongan
VIA periode 4
Jadi, unsur yang terdapat dalam golongan IVA
adalah unsur 14Si.
20. Jawaban: d
Jumlah elektron unsur X = 16, konfigurasi
elektronnya: [Ne] 3s2 3p4. Jumlah elektron valensi
= 6, jumlah kulit atom = 3. Jadi unsur X terletak
pada golongan VIA, periode 3.
21. Jawaban: d
Konfigurasi unsur-unsur tersebut dalam sistem
periodik sebagai berikut.
Nomor atom 7: 1s2 2s2 2p3 golongan VA,
periode 2
Nomor atom 11: [Ne] 3s 1 golongan IA,
periode 3
Nomor atom 14: [Ne] 3s2 3p2 golongan IVA,
periode 3
Nomor atom 18: [Ne] 3s2 3p6 golongan VIIIA,
periode 3
Nomor atom 19: [Ar] 4s1 golongan IA, periode 4
Unsur yang paling sukar membentuk ion positif
adalah unsur yang paling sukar melepas elektron.
Unsur tersebut memiliki energi ionisasi besar.
Energi ionisasi besar, dalam sistem periodik dimiliki
oleh unsur-unsur yang berada di sebelah atas dan
kanan. Jadi, unsur yang paling sukar membentuk
ion positif adalah unsur dengan nomor atom 18.
22. Jawaban: c
Unsur Y mempunyai 17 elektron. Konfigurasi
elektron unsur Y = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5. Elektron
valensi Y = 7, berarti golongan VIIA, kulit atom Y
= 3, berarti periode 3. Jadi, unsur Y terletak pada
golongan VIIA, periode 3.
23. Jawaban: b
Keelektronegatifan unsur-unsur dalam satu periode
dari kiri ke kanan semakin besar. Jadi, urutan
unsur-unsur tersebut dalam satu periode dari kiri
ke kanan adalah T, Q, R, P, dan S.
26

Sistem Periodik Unsur

24. Jawaban: e
Konfigurasi unsur-unsur tersebut dalam sistem
periodik sebagai berikut.
2
2
4Be : 1s 2s golongan IIA, periode 2
2
12Mg: [Ne] 2s golongan IIA, periode 3
2
20Ca : [Ar] 4s golongan IIA, periode 4
2
38Sr : [Kr] 5s golongan IIA, periode 5
2
56Ba : [Xe] 6s golongan IIA, periode 6
Unsur-unsur tersebut terletak dalam satu golongan.
Dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari
atom semakin panjang. Dengan demikian, unsur
yang memiliki jari-jari atom paling panjang adalah
unsur 56Ba.
25. Jawaban: c
Unsur yang terletak di golongan VIA periode 2
berarti pada konfigurasi elektronnya memiliki
elektron valensi sejumlah 6 dan kulit atomnya 2.
Konfigurasi elektron unsur tersebut adalah 1s2 2s2
2p4. Jumlah elektron unsur tersebut = 8. Jumlah
elektron = nomor atom. Jadi, nomor atom unsur
tersebut = 8.
26. Jawaban: c
Nomor atom X = 13. Konfigurasi elektron unsur
X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1. Atom X terletak pada
golongan IIIA karena elektron valensinya 3 dan
terletak pada periode 3 karena jumlah kulit
elektronnya 3.
27. Jawaban: c
Keelektronegatifan unsur-unsur dalam satu
golongan dari atas ke bawah semakin kecil. Jadi,
urutan unsur-unsur dalam satu golongan dari atas
ke bawah yaitu K, L, O, M, dan N.
28. Jawaban: d
Konfigurasi elektron unsur 52Te : [Kr] 5s2 4d10 5p4.
Jumlah kulit atom Te = 5. Jadi unsur Te berada
pada periode 5.
29. Jawaban: b
Ion Ca2+ terbentuk karena atom Ca melepas
2 elektron. Konfigurasi atom Ca: 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2.
Karena elektron valensi Ca = 2 dan jumlah kulitnya
= 4 maka Ca terletak pada golongan IIA periode 4.
30. Jawaban: c
Unsur A terletak pada golongan IA periode 3.
Unsur B terletak pada golongan IIA periode 3.
Unsur C terletak pada golongan VIIA periode 3.
Unsur D terletak pada golongan IVA periode 4.
Unsur E terletak pada golongan IA periode 4.
Suatu unsur akan sukar melepas elektron jika
energi ionisasinya besar. Dalam satu golongan dari
atas ke bawah energi ionisasi semakin kecil.
Dalam satu periode dari kiri ke kanan energi ionisasi
semakin besar. Jadi, unsur yang paling sukar
melepas elektron adalah unsur yang terletak di
sebelah kanan atas. Unsur tersebut adalah C
karena terletak pada golongan VIIA periode 3.

B.

Uraian

1. Newland dan Mendeleyev menyusun dan


mengklasifikasikan unsur-unsur berdasarkan
kemiripan sifat. Perbedaannya, Newland
menyusun unsur-unsur tersebut berdasarkan
kenaikan nomor massa atom relatif, sedangkan
Mendeleyev menyusun unsur-unsur tersebut
dengan mengabaikan kenaikan massa atom
relatifnya.
2. a.
b.

3. a.

b.

c.

d.

Unsur transisi dalam adalah unsur-unsur yang


elektronnya mengisi subkulit 4f dan 5f.
Unsur transisi dalam dibedakan menjadi dua
golongan sebagai berikut.
1) Golongan lantanida, yaitu golongan yang
terdiri atas 14 unsur yang memiliki sifat
mirip dengan lantanium, contoh Ce, Pr,
dan Nd.
2) Golongan aktinida, yaitu golongan yang
terdiri atas 14 unsur yang memiliki sifat mirip
unsur aktinium, contoh Th, Pa, dan U.
Konfigurasi [Ne] 3s2 3p2, jumlah elektron =
14. Elektron valensi berjumlah 4, berada pada
subkulit 3s dan 3p, berarti golongan IVA.
Kulit terbesar = 3, berarti periode 3. Unsur
yang memiliki jumlah elektron 14 dan berada
pada golongan IVA periode 3 adalah unsur
Si.
Konfigurasi [Ar] 4s2 3d5, jumlah elektron =
25. Elektron valensi berjumlah 7, berada pada
subkulit 4s dan 3d, berarti golongan VIIB.
Kulit terbesar 4, berarti periode 4. Unsur yang
memiliki jumlah elektron 25 dan berada pada
golongan VIIB periode 4 adalah unsur Mn.
Konfigurasi [Ar] 4s2 3d10, jumlah elektron =
30. Elektron valensi berjumlah 12, berada pada
subkulit 4s dan 3d, berarti golongan IIB. Kulit
terbesar 4, berarti periode 4. Unsur yang
memiliki jumlah elektron 30 dan berada pada
golongan IIB periode 4 adalah unsur Zn.
Konfigurasi [Ar] 4s2 3d10 4p6, jumlah elektron
= 36. Elektron valensi berjumlah 8, berada
pada subkulit 4s dan 4p, berarti golongan
VIIIA. Kulit terbesar 4, berarti periode 4.
Unsur yang memiliki jumlah elektron 36 dan
berada pada golongan VIIIA periode 4 adalah
unsur Kr.

4. Konfigurasi elektron X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4


n terbesar = 3 periode 3
Elektron valensi terletak pada subkulit s2 p4 =
golongan VIA.
Jadi, unsur X dalam sistem periodik unsur terletak
pada periode tiga dan golongan VIA.

5. a.

b.

c.

d.

Unsur A terletak pada golongan IA dan periode


6. Elektron valensi A = 1, jumlah kulit atom A
= 6. Konfigurasi elektron A: 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s1. Jumlah
elektron A = nomor atom A = 55.
Unsur B terletak pada golongan IIIA, periode
2. Elektron valensi B = 3, jumlah kulit atom B
= 2. Konfigurasi elektron B: 1s2 2s2 2p1.
Jumlah elektron B = nomor atom B = 5.
Unsur C terletak pada golongan VIIA, periode
4. Elektron valensi C = 7, jumlah kulit atom C
= 4. Konfigurasi elektron C: 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2 3d10 4p5. Jumlah elektron C = nomor
atom C = 35.
Unsur D terletak pada golongan VIIIA, periode
5. Elektron valensi D = 8, jumlah kulit atom d
= 5. Konfigurasi elektron A: 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2 3d10 4p5 5s2 4d10 5p6. Jumlah elektron
D = nomor atom D = 54.

6. Konfigurasi unsur-unsur N, Ne, Si, P, dan Cl


sebagai berikut.
2
2
3
7N : 1s 2s 2p golongan VA, priode 2
2
2
6
10Ne: 1s 2s 2p golongan VIIIA, priode 2
2
2
6
2
2
14Si : 1s 2s 2p 3s 3p golongan IVA, priode 3
2
2
6
2
5
15P : 1s 2s 2p 3s 3p golongan VA, priode 3
2
2
6
2
5
17Cl : 1s 2s 2p 3s 3p golongan VIIA, priode 3
Jadi, unsur yang terletak dalam satu golongan
adalah unsur N dan P.
7. a.

= [Ne] 3s2 3p6 periode 3 golongan VIIIA.


2
10
3
33B = [Ar] 4s 3d 4p periode 4 golongan
VA.
2
4
16C = [Ne] 3s 3p periode 3 golongan VIA.
2
2
14D = [Ne] 3s 3p periode 3 golongan IVA.
2
10
6
36E = [Ar] 4s 3d 4p periode 4 golongan
VIIIA.
18A

Gol.
Periode
3
4

b.

8. a.

IVA

VA

VIA

VIIA

C
B

VIIIA
A
E

Jari-jari terbesar = B
Energi ionisasi terkecil = D
Keelektronegatifan terkecil = D
Dalam satu golongan dari atas ke bawah daya
tarik inti terhadap elektron terluar semakin
kecil. Akibatnya, elektron semakin mudah
dilepas. Dengan demikian energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron cenderung
semakin kecil.

Kimia Kelas X

27

b.

Dalam satu periode dari kiri ke kanan, daya


tarik inti terhadap elektron terluar semakin
besar sehingga elektron semakin sukar
dilepas. Dengan demikian energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron cenderung
semakin besar.

9. Konfigurasi elektron
2
4
16S : [Ne] 3s 3p , terletak pada periode 3
golongan VIA
2
5
17Cl : [Ne] 3s 3p , terletak pada periode 3
golongan VIIA
Ar
:
[Ne] 3s 2 3p 6, terletak pada periode 3
18
golongan VIIIA
K
:
[Ar] 4s1, terletak pada periode 4 golongan
19
IA
2
20Ca : [Ar] 4s , terletak pada periode 4 golongan
IIA
a. Urutan unsur-unsur menurut bertambahnya
jari-jari atom Ar Cl S Ca K.
b. Urutan unsur-unsur menurut bertambahnya
energi ionisasi K Ca S Cl Ar.

10. Langkah-langkah:
a. Membuat konfigurasi elektron tiap-tiap unsur:
2
2
6
7A = 1s 2s 2p
2
2
4
8B = 1s 2s 2p
2
3
15C = [Ne] 3s 3p
2
4
16D = [Ne] 3s 3p
b.

c.

Sistem Periodik Unsur

Unsur

Gol.

Periode

A
B
C
D

VA
VIA
VA
VIA

2
2
3
3

Meletakkan unsur-unsur dalam potongan


SPU.
Gol.
Periode
2
3

d.

28

Menentukan golongan dan periode tiap-tiap


unsur.

VA

VIA

A
C

B
D

Dari potongan SPU terlihat unsur yang


memiliki energi ionisasi terbesar dan terkecil.
Energi ionisasi terbesar = B
Energi ionisasi terkecil = C

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Kinetika kimia mempelajari mekanisme dan
tahap-tahap perubahan materi dalam reaksi
kimia. Dengan memahami kinetika kimia, dapat
diketahui usaha yang diperlukan untuk mengoptimalkan reaksi kimia sehingga diperoleh hasil
maksimal. Struktur atom, ikatan kimia, dan
mekanika kuantum memberikan gambaran
mengenai struktur materi beserta sifat-sifatnya.
Termodinamika kimia mempelajari perubahan
energi yang menyertai perubahan materi.
2. Jawaban: d
Kimia farmasi mengkaji proses pemisahan
(isolasi), pembuatan (sintesis), dan pengembangan bahan alam yang mengandung zat aktif untuk
obat. Biokimia mempelajari ilmu kimia kaitannya
dengan ilmu biologi, misal reaksi karbohidrat dan
protein dalam sel. Kimia pangan memusatkan
kajian pada penelitian untuk meningkatkan kualitas
bahan pangan. Kimia organik mempelajari tentang
senyawa-senyawa organik. Kimia lingkungan
mengkaji masalah-masalah lingkungan, misal
pencemaran dan pengolahan air bersih.
3. Jawaban: a
Tahapan awal dalam metode ilmiah adalah
merumuskan masalah, dilanjutkan dengan studi
pendahuluan. Studi pendahuluan dapat berupa
studi pustaka terhadap literatur atau informasi
hasil penelitian sebelumnya. Kesimpulan
sementara yang disusun berdasarkan studi
pendahuluan merupakan hipotesis. Hipotesis
yang dibuat kemudian diuji dengan melakukan
penelitian untuk mengumpulkan data. Hasil
penelitian digunakan untuk membuat kesimpulan
berkaitan dengan hipotesis. Langkah terakhir
adalah menulis laporan penelitian.
4. Jawaban: a
Gambar a adalah gambar pipet volume. Alat ini
mempunyai ukuran volume 1 ml, 5 ml, dan 10 ml
dengan ketelitian tinggi. Pipet volume digunakan
bersama propipet untuk mengambil larutan dari
dalam botol penyimpanan. Gambar c merupakan
pipet tetes yang digunakan untuk mengambil
larutan dalam jumlah sedikit. Gambar b adalah

tabung reaksi yang digunakan untuk mereaksikan


bahan kimia dan menyimpan bahan dalam jumlah
sedikit. Gambar d adalah gelas ukur, digunakan
untuk mengambil larutan dalam volume besar.
Gambar e adalah buret, digunakan untuk
menampung larutan titran dalam proses titrasi.
5. Jawaban: b
Asam sulfat merupakan bahan kimia yang bersifat
korosif. Simbol korosif ditunjukkan oleh gambar
b. Gambar a merupakan simbol untuk bahan
yang mudah terbakar, misal alkohol dan keton.
Gambar c merupakan simbol bahan radioaktif,
misal uranium, plutonium, dan thorium. Gambar d
merupakan simbol bahan beracun. Simbol tersebut
digunakan untuk bahan merkuri, fenol, dan gas
asam sulfida. Gambar e merupakan simbol bahan
mudah meledak, misal digunakan untuk
ammonium dikromat.
6. Jawaban: c
Larutan NaOH encer dibuat dengan mengambil
sejumlah volume larutan NaOH pekat dan
menambahkan air hingga volume tertentu. Alatalat yang digunakan untuk membuat larutan
tersebut di antaranya pipet volume, propipet, pipet
tetes, dan labu ukur. Pipet volume digunakan
bersama propipet untuk mengambil larutan NaOH
pekat dalam volume tertentu. Labu ukur digunakan untuk membuat larutan encer dengan
konsentrasi tertentu dari larutan yang lebih pekat.
Pipet tetes digunakan untuk menambahkan air
ke dalam labu ukur.
7. Jawaban: d
Simbol
i merupakan simbol bahan berbahaya
yang dapat menimbulkan iritasi, gatal-gatal, dan
luka bakar pada kulit.
Simbol untuk bahan yang mudah
menyebabkan karat pada logam
besi.
Simbol untuk bahan yang terbakar
jika didekatkan dengan sumber api
atau logam panas.
Simbol untuk bahan yang bersifat
radioaktif sehingga tidak boleh
mengenai tubuh.
Kimia Kelas X

29

Simbol untuk bahan yang dapat menimbulkan ledakan jika mengalami


guncangan atau gesekan.
8. Jawaban: a
Spatula digunakan untuk mengambil bahan kima
yang berupa padatan atau serbuk. Larutan yang
dimasukkan ke dalam tabung reaksi maksimal
sepertiga dari volume tabung reaksi. Apabila ingin
mengambil bahan kimia dari dalam botol dengan
volume tertentu, bahan kimia dituang terlebih
dahulu ke dalam gelas beker. Bahan kimia dari
gelas beker kemudian dituang dan ditakar
menggunakan gelas ukur. Saat membuat larutan
baik dari larutan pekat maupun padatan
sebaiknya menggunakan labu ukur agar volume
dan konsentrasi larutan tepat. Penggunaan
termometer tidak boleh dipegang langsung
dengan tangan karena suhu tubuh akan
memengaruhi pengukuran.
9. Jawaban: b
Setelah selesai melakukan percobaan, meja kerja
harus dibersihkan. Larutan kimia dikembalikan ke
tepat penyimpanan semula, sedangkan sisa zat
kimia dibuang ke tempat penampung yang
disediakan. Mencuci tangan dan lengan setelah
praktikum dilakukan untuk meminimalkan
paparan zat kimia ke dalam tubuh. Sebelum
meninggalkan laboratorium, gas, keran air, lampu,
dan peralatan listrik lainnya harus dimatikan.
10. Jawaban: a
Larutan kalium hidroksida merupakan larutan
basa kuat yang bersifat korosif, higroskopis, dan
mudah bereaksi dengan gas yang ada di udara.
Oleh karena itu, larutan kalium hidroksida
disimpan dalam botol plastik tertutup rapat dan
diberi simbol bahan korosif. Kalium hidroksida
harus dipisahkan dengan larutan asam saat
penyimpanan. Oleh karena bersifat korosif,
kalium hidroksida tidak boleh diletakkan di rak
yang terbuat dari besi. Ruangan penyimpanan
bahan kimia harus mempunyai ventilasi udara
yang baik dan bukan ruangan yang tertutup rapat.
11. Jawaban: c
Apabila kulit terkena larutan asam pekat, kulit
tidak boleh langsung dicuci dengan air karena
akan mengakibatkan kulit melepuh. Kulit yang
terkena asam pekat harus dilap dengan lap bersih
atau tisu hingga kering, kemudian dicuci dengan
air sabun dan dibilas dengan air yang banyak.
12. Jawaban: b
Menurut Rutherford, atom tersusun dari inti atom
yang bermuatan positif sebagai pusat massa dan
dikelilingi elektron-elektron yang bermuatan

30

Ulangan Tengah Semester

negatif. Jadi, model atom Rutherford digambarkan

. . Gambar model atom pada

pilihan jawaban a merupakan model atom Dalton.


Gambar model atom pada pilihan jawaban c
merupakan model atom Thomson. Gambar pada
pilihan jawaban d bukan gambar model atom.
Gambar model atom pada pilihan jawaban e
merupakan model atom Bohr.
13. Jawaban: c
Proton merupakan partikel bermuatan listrik positif
yang ditemukan oleh Eugene Goldstein. Neutron
merupakan partikel yang bersifat netral atau tidak
bermuatan ditemukan oleh James Chadwick.
Elektron merupakan partikel bermuatan listrik
negatif yang ditemukan oleh J.J. Thomson.
14. Jawaban: a
Pada percobaan hamburan sinar , sebagian
besar sinar diteruskan. Berarti dalam atom
banyak terdapat ruang kosong. Saat sebagian
sinar dipantulkan, berarti sinar mengenai
suatu benda pejal yang massanya lebih besar
dari massa sinar . Inti atom yang terpusat pada
atom bermuatan positif karena sebagian sinar
yang bermuatan negatif dibelokkan.
15. Jawaban: a
79 Se mempunyai nomor atom = 34
34
Jumlah proton = jumlah elektron = nomor atom
= 34
Nomor massa = 79 = massa atom
Jumlah neutron
= nomor massa jumlah elektron
= 79 34 = 45
Ion Se2 artinya menangkap 2 elektron sehingga
jumlah elektron
= 34 + 2 = 36.
Jadi, ion Se2 mempunyai 34 proton, 36 elektron,
45 neutron, dan 79 massa atom.
16. Jawaban: b
Atom A;
proton =
=
neutron =
20 =
A=
Simbol atom A=

elektron
nomor atom (Z) = 18
nomor massa (A) nomor atom (Z)
A 18
20 + 18 = 38

 

Atom B;
proton = elektron
= nomor atom (Z) = 17

neutron = nomor massa (A) nomor atom (Z)


21 = A 17
A = 21 + 17 = 38

hj


 

3p4

Jadi, antara atom A dan B merupakan isobar


(nomor massa sama dan nomor atom berbeda).
17. Jawaban: b
Konfigurasi elektron dan jumlah elektron valensi
atom unsur tersebut sebagai berikut.
11 B
: 1s2 2s2 2p1 elektron valensi = 3
5
20 Ne : 1s2 2s2 2p6 elektron valensi = 8
10
23 Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 elektron valensi = 1
11
35,5 Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 elektron valensi = 7
17
40 Ca : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 elektron valensi
20

=2
Jadi, atom unsur yang mempunyai jumlah
elektron valensi paling banyak adalah 20
10Ne.
18. Jawaban: d

n = 3, A = 1, m = 1, s = 

22. Jawaban: c
Konfigurasi elektron ion X+ = 1s2 2s2 2p6
Jumlah elektron ion X+ = 10
Ion X + terjadi karena unsur X kehilangan 1
elektron, sehingga jumlah elektron unsur X = 11.
Konfigurasi elektron unsur X = 1s2 2s2 2p6 3s1
Bilangan kuantum elektron valensi X:
3s1 :

Elektron valensi menempati kulit ke-3, maka n = 3


Elektron valensi berada pada subkulit s, maka
A = 0, m = 0


Posisi elektron menghadap ke atas, maka s = +  .


Jadi, bilangan kuantum elektron valensi unsur X:


Massa atom relatif X =


Ar X =

 
+  


 + 


= 152
Jadi, massa atom relatif X adalah 152.
19. Jawaban: b
Jumlah kulit atom Y = 4
Jumlah elektron valensi (elektron di kulit keempat)
=5
Konfigurasi elektron = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
4p5.
Jumlah elektron = 2 + 8 + 18 + 5 = 33
Nomor atom = jumlah elektron = 33
Jadi, unsur Y mempunyai lambang unsur 75
33Y.
20. Jawaban: c
Konfigurasi elektron unsur 32
16X sebagai berikut.
2 2s2 2p6 3s2 3p4
X
=
1s
16
Ion X2 artinya unsur X menangkap 2 elektron.
Dengan demikian, konfigurasi elektron ion X2
sebagai berikut.
X2 : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
Konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 2
mempunyai nomor atom 14. Konfigurasi elektron
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2
3d 2 merupakan konfigurasi yang tidak tepat
karena orbital 4s yang seharusnya berada
sebelum 3d tidak disebutkan.
21. Jawaban: d
Konfigurasi elektron:
A2 = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

n = 3; A = 0; m = 0; s = +  .
23. Jawaban: b
Aturan Aufbau: penulisan konfigurasi elektron
dimulai dari tingkat energi yang lebih rendah
kemudian ke tingkat energi yang lebih tinggi.
Pengisian elektron sesuai aturan Aufbau
dilakukan dengan urutan 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
4p 5s 4d 5p, dan seterusnya.
Aturan Hund: pada pengisian orbital-orbital dengan
tingkat energi yang sama, yaitu orbital-orbital
dalam satu subkulit, mula-mula elektron akan
menempati orbital secara sendiri-sendiri dengan
spin yang paralel, baru kemudian berpasangan.
Pengisian elektron secara penuh atau setengah
penuh lebih stabil daripada pengisian yang tidak
penuh. Konfigurasi elektron II dan I akan lebih
stabil apabila sebagai berkut.
II : 1s2 2s2 2p6 3s1
III : 1s2 2s2 2p6 3s2
Konfigurasi elektron yang memenuhi aturan
Aufbau dan Hund adalah konfigurasi elektron
I dan V.
24. Jawaban: b
n terbesar = 4
A = 2 orbital d
m = 1
s=


+

Simbol atom A=

A = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4


Elektron terakhir atom A terdapat pada orbital 3p4.

4d2

2 1

+1 +2

Pada orbital di atas terdapat


2 elektron yang tidak berpasangan dan 3 orbital
kosong.

Kimia Kelas X

31

25. Jawaban: b
Unsur R terletak pada golongan IA dan periode 4.
Hal ini berarti unsur R mempunyai elektron valensi
1 dan kulit atom 4. Konfigurasi elektron unsur R
sebagai berikut.
R: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
Nomor atom unsur R adalah 19.
Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6
3s2 terletak pada golongan IIA dan periode 3.
Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6
3s1 terletak pada golongan IA dan periode 3.
Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6
3s2 3p6 3d1 kurang tepat karena energi 4s lebih
rendah daripada 3d sehingga konfigurasi elektron
seharusnya melewati 4s sebelum 3d. Unsur
dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
terletak pada golongan VIIIA dan periode 3.
26. Jawaban: e
Konfigurasi unsur-unsur P, Q, R, S, dan T sebagai
berikut.
2
1
3P : 1s 2s
2
2
6
2
12Q : 1s 2s 2p 3s
2
2
6
2
6
1
19R : 1s 2s 2p 3s 3p 4s
2
2
6
2
6
2
10 4p3
33S : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
2
2
6
2
6
2
10
6
2
10
5
53T : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p
Berdasarkan konfigurasi elektron di atas, unsur
yang terletak dalam blok p dalam sistem periodik
adalah unsur S dan T.
27. Jawaban: d
Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur
berdasarkan triade dan memperoleh kesimpulan
bahwa massa atom unsur kedua adalah setengah
dari jumlah massa atom unsur pertama dan ketiga.
28. Jawaban: b
Hukum Oktaf Newland disusun berdasarkan
kenaikan nomor massa atom. Sifat unsur akan
berulang pada unsur kedelapan. Akan tetapi,
hukum Oktaf belum mengatur unsur-unsur gas
mulia karena pada saat itu unsur-unsur gas mulia
belum ditemukan.
29. Jawaban: e
Periode menyatakan banyaknya kulit atom yang
ditempati oleh elektron unsur yang bersangkutan.
Banyaknya elektron valensi unsur yang
bersangkutan menyatakan golongan. Sifat-sifat
unsur yang sama berada dalam satu golongan.
Banyaknya elektron yang dimiliki oleh atom unsur
yang bersangkutan menyatakan nomor atom.
Banyaknya elektron yang dapat dilepaskan oleh
atom unsur yang bersangkutan menyatakan
jumlah muatan positif ion.

32

Ulangan Tengah Semester

30. Jawaban: e
Unsur oksigen, belerang, selenium, dan polonium
berada dalam satu golongan, yaitu golongan VIA,
sedangkan unsur magnesium menempati
golongan IIA.
31. Jawaban: b
Unsur-unsur lantanida merupakan unsur-unsur
yang menempati periode 6 pada unsur transisi
dalam. Unsur-unsur lantanida mempunyai nomor
atom 5871. Unsur-unsur dengan nomor atom
90103 adalah unsur-unsur golongan aktinida.
Unsur-unsur dengan nomor atom 5586 adalah
unsur-unsur yang menempati periode 6. Unsurunsur dengan nomor atom 3754 adalah unsurunsur yang menempati periode 5. Unsur-unsur
dengan nomor atom 1936 adalah unsur-unsur
yang menempati periode 4.
32. Jawaban: d
Konfigurasi elektron unsur Z = 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p3
Jumlah kulit atom = 5 periode 5
Jumlah elektron valensi = 5 golongan VA
Jadi, unsur Z dalam sistem periodik unsur terletak
pada golongan VA dan periode 5.
33. Jawaban: c
Jumlah proton unsur 55.
Jumlah elektron unsur tersebut = jumlah proton = 55.
Konfigurasi elektron = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
4p6 5s2 4d10 5p6 6s1.
Jumlah kulit atom = 6 periode 6
Jumlah elektron valensi = 1 golongan IA
Jadi, unsur dengan jumlah proton 55 terletak pada
periode 6 golongan IA.
34. Jawaban: e
Konfigurasi elektron unsur-unsur 6W, 10X, 17Y, dan
19Z sebagai berikut.
1s2 2s2 2p2; terletak pada golongan IVA
2
2
6
10X : 1s 2s 2p ; terletak pada golongan VIIIA
2
2
6
2
5
17Y : 1s 2s 2p 3s 3p ; terletak pada golongan
VIIA
2
2
6
2
6
1
19Z : 1s 2s 2p 3s 3p 4s ; terletak pada
golongan IA
6W :

35. Jawaban: e
Jika jumlah elektron suatu unsur pada subkulit d
terakhir dan subkulit s terdekat = 8, 9, atau 10
maka unsur tersebut termasuk golongan VIIIB.
Unsur IB, mempunyai jumlah elektron pada
subkulit d terakhir dan subkulit s terdekat 11.
Unsur IIB mempunyai jumlah elektron pada
subkulit d terakhir dan subkulit s terdekat 12.

Unsur VIB mempunyai jumlah elektron pada


subkulit d terakhir dan subkulit kulit s terdekat 6.
Unsur VIIB mempunyai jumlah elektron pada
subkulit d terakhir dan subkulit s terdekat 7.
36. Jawaban: a
Jumlah proton = nomor atom = jumlah elektron.
Dalam satu golongan, jumlah elektron valensi
setiap unsur adalah sama. Jumlah proton Y = 9,
maka konfigurasi elektronnya: 1s 2 2s 2 2p 5 .
Elektron valensi Y = 7. Oleh karena itu, elektron
valensi unsur X juga harus 7.
Konfigurasi elektron dari unsur-unsur dengan
nomor atom pada pilihan jawaban sebagai berikut.
1) 17: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 elektron valensi 7
2) 18: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 elektron valensi 8
3) 19: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 elektron valensi 1
4) 20: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 elektron valensi 2
5) 21: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 4p1 elektron
valensi 3
Jadi, oleh karena elektron valensi X harus 7,
jumlah proton unsur X adalah 17.
37. Jawaban: b
Unsur X menggantikan unsur hidrogen. Unsur
hidrogen mempunyai jumlah elektron 1 sehingga
elektron valensi unsur X juga 1. Unsur yang juga
mempunyai elektron valensi 1 akan mempunyai
sifat-sifat kimia sama dengan unsur hidrogen.
Konfigurasi elektron unsur X yang berelektron
valensi 1 adalah 1s2 2s2 2p6 3s1.
38. Jawaban: e
Dianggap unsur tersebut adalah X.
Nomor massa X = 137
Jumlah neutron X = 81
Nomor atom X = jumlah proton = jumlah elektron
Jumlah elektron = nomor massa jumlah neutron
= 137 81
= 56
Konfigurasi elektron X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2
Elektron valensi X = 2 golongan IIA
Golongan IIA merupakan golongan unsur-unsur
alkali tanah. Sementara itu, unsur golongan alkali
adalah unsur golongan IA, unsur golongan
nitrogen merupakan golongan VA, unsur golongan
halogen merupakan unsur golongan VIIA, dan
unsur golongan gas mulia merupakan golongan
VIIIA.
39. Jawaban: b
Konfigurasi unsur-unsur 16P, 11Q, dan 21R sebagai
berikut.

: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 golongan VIA periode 3


2
2
6
1
11Q : 1s 2s 2p 3s golongan IA periode 3
2
2
6
2
6
2
1
21R : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 4p golongan IIIB
periode 4
Jari-jari atom akan bertambah jika unsur pada
tabel periodik berada di sebelah kiri dan bawah.
Jadi, urutan unsur-unsur sesuai kenaikan jari-jari
atomnya yaitu unsur P, R, dan Q.
16P

40. Jawaban: a
Konfigurasi elektron unsur-unsur 12X, 15Y, dan 17X
sebagai berikut.
2
2
6
2
12X: 1s 2s 2p 3s golongan IIA periode 3
2
2
6
2
3
15Y: 1s 2s 2p 3s 3p golongan VA periode 3
2
2
6
2
5
17X: 1s 2s 2p 3s 3p golongan VIIA periode 3
Unsur X, Y, dan Z berada dalam satu periode,
dengan urutan tempat: X, Y, dan Z.
Dalam satu periode dari kiri ke kanan sifat keperiodikan unsur-unsur tersebut sebagai berikut.
1) Jari-jari atom berkurang dengan urutan
X > Y > Z.
2) Elektronegativitas bertambah dengan urutan
X < Y < Z.
3) X dan Y berwujud monoatomik karena
merupakan logam padat, sedangkan Z berberwujud diatomik karena berwujud gas.
4) X dan Y bersifat konduktor listrik dan panas
sedangkan Y bersifat nonkonduktor.
B. Uraian
1. Pengobatan herbal memanfaatkan zat aktif dalam
tanaman sebagai obat. Dengan ilmu kimia, zat
aktif dalam tanaman dapat diketahui dan diekstrak.
Pengobatan herbal yang semula menggunakan
ekstrak tanaman sebagai obat dapat dioptimalkan
dengan mengekstrak zat aktifnya saja. Ilmu kimia
diterapkan untuk mengidentifikasi zat aktif,
memisahkannya dari komponen zat lainnya, dan
mengekstraknya dari tanaman. Ilmu kimia juga
dibutuhkan dalam bidang farmasi jika zat aktif
tersebut akan dibuat menjadi tablet atau kapsul.
2. Material Safety Data Sheet (MSDS) merupakan
lembar keselamatan bahan yang memuat informasi
mengenai sifat-sifat bahan kimia, petunjuk penggunaan, penyimpanan dan pengelolaan bahan
buangan, serta pertolongan apabila terjadi
kecelakaan. MSDS digunakan sebagai petunjuk
dan acuan dalam menggunakan bahan mengenai
sifat dan tingkat bahaya yang dapat ditimbulkan.
3. Bahan kimia yang bersifat racun dan berbahaya
merupakan bahan yang dapat menimbulkan
keracunan pada manusia atau makhluk hidup
lainnya walaupun dalam jumlah sedikit. Bahan
kimia beracun dapat masuk lewat pernapasan

Kimia Kelas X

33

atau kulit, kemudian beredar ke seluruh tubuh


atau ke organ-organ tertentu. Bahan kimia
tersebut dapat berakumulasi sehingga menghasilkan efek dalam jangka panjang. Cara
penanganan dan penyimpanan bahan kimia
beracun dan berbahaya sebagai berikut.
a. Bahan disimpan dalam botol tertutup rapat.
b. Memberi label dan tanda bahaya pada
kemasan.
c. Menggunakan alat perlindungan diri, yaitu jas
lab, masker, goggles, dan sarung tangan
saat bekerja menggunakan bahan.
d. Tempat kerja maupun tempat penyimpanan
mempunyai siklus udara yang baik.
e. Proses kerja dipisahkan dari kegiatan yang
lain.
f. Membuang sisa bahan kimia di botol penampung yang disediakan.
g. Tempat penyimpanan bersuhu dingin untuk
menghindari penguapan bahan.
h. Bahan dipisahkan dari bahan korosi dan
sumber panas atau api.
i. Mencuci tangan dan pakaian setelah menggunakan bahan.
j. Mengetahui sifat bahan kimia dengan memahami MSDS setiap bahan.
4.

5.

128 Te
52

Nomor atom = jumlah elektron = jumlah proton =


52
Nomor massa = massa atom = 128
Jumlah neutron
= nomor massa nomor atom
= 128 52
= 76
Konfigurasi elektron unsur Te adalah 1s2 2s2 2p6
3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p4.
Jumlah elektron valensi = 6
Gambar struktur atomnya sebagai berikut.

P = 52
n = 76

Jika membentuk ion Te2 artinya menangkap


2 elektron sehingga jumlah elektron menjadi 54.
6. a.

40 Ar
18

Jumlah proton = nomor atom = jumlah elektron =


18
Nomor massa = massa atom = 40
Jumlah neutron
= nomor massa nomor atom
= 40 18 = 22
42 Ca
20
Jumlah proton = nomor atom = jumlah elektron =
20
Nomor massa = massa atom = 42
Jumlah neutron
= nomor massa nomor atom
= 40 18 = 22
a. 40
18Ar : jumlah proton = jumlah elektron = 18
jumlah neutron = 22
42 Ca : jumlah proton = jumlah elektron = 20
20
jumlah neutron = 22
42
b. Unsur 40
18 Ar dan 20 Ca dikatakan sebagai
isoton karena mempunyai jumlah neutron
sama.
c. Konfigurasi elektron dan jumlah elektron
unsur-unsur tersebut sebagai berikut.
40 Ar : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 jumlah elektron
18
valensi = 8
42 Ca : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s 2 jumlah
20
elektron valensi = 2
34

Ulangan Tengah Semester

Konfigurasi elektron unsur


berikut.
2
2
6
2
4
16S = 1s 2s 2p 3s 3p

16 S

sebagai

Orbital konfigurasi elektron terakhir


=

hj

1 0 +1

Bilangan kuantum elektron terakhir sebagai


berikut.
n=3
A=1
m = 1


s=
b.

Konfigurasi elektron unsur 37Rb sebagai


berikut.
2
2
6
2
6
2
10 4p6 5s1
37Rb = 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
Orbital konfigurasi elektron terakhir
= h
0

Bilangan kuantum elektron terakhir sebagai


berikut.
n=5
A=0
m=0


s=+

1s2 2s2 2p6 3s2 3p4


Elektron valensi = 6
Unsur A terletak pada golongan VIA
b. 20Ba: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
Elektron valensi = 2
Unsur B terletak pada golongan IIA
c. 34C: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p4
Elektron valensi = 6
Unsur C terletak pada golongan VIA
d. 49D: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2
4d10 5p1
Elektron valensi = 3
Unsur D terletak pada golongan IIIA
e. 52E : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2
4d10 5p4
Elektron valensi = 6
Unsur D terletak pada golongan VIA
Jadi, unsur yang terletak dalam satu golongan
adalah unsur A, C, dan E. Ketiganya terletak pada
golongan VIA.

7. a.

16A:

8. a.
b.

Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom


hingga kulit atom terluar.
Sifat keperiodikan jari-jari atom unsur dalam
satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil
karena semakin ke kanan jumlah elektron
pada kulit terluarnya semakin bertambah. Hal
ini mengakibatkan jumlah proton pada inti
atom juga bertambah sehingga gaya tarikmenarik antara proton dan elektron semakin
besar, akibatnya jari-jari atom semakin kecil.

9. Dalam satu golongan, semakin ke bawah kulit


atom semakin bertambah dan jari-jari atom juga
semakin besar. Dengan demikian, elektron
valensinya akan semakin lemah tertarik ke inti
atom. Hal ini menjadikan elektron terikat semakin
lemah dan semakin mudah lepas. Oleh karena
itu, potensial ionisasinya juga semakin kecil.
10. Harga keelektronegatifan unsur dalam satu
periode dari kiri ke kanan semakin besar. Oleh
karena itu, urutan unsur-unsur tersebut dari kiri
ke kanan sesuai harga keelektronegatifannya,
yaitu B, E, D, A, dan C.

Kimia Kelas X

35

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1.
mampu membedakan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta
hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk;
2.
terampil menyajikan hasil diskusi kelompok tentang kestabilan unsur, struktur Lewis, ikatan ion dan ikatan kovalen, ikatan
kovalen koordinasi, senyawa kovalen polar dan nonpolar, ikatan logam dan sifat-sifat senyawa.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai siswa:
1.
mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan yang ada di alam;
2.
mempunyai rasa ingin tahu dan jiwa kreatif tinggi, serta berperilaku jujur, disiplin, teliti, dan proaktif saat bekerja sama dalam
kelompok praktikum.

Materi

Terbentuknya Ikatan Kimia


Macam-Macam Ikatan Kimia

Pembelajaran Kognitif

Konfigurasi elektron stabil.


Peranan elektron dalam ikatan kimia.
Ikatan ion.
Ikatan kovalen.
Ikatan logam.
Ikatan hidrogen.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Membedakan proses pembentukan ikatan ion, ikatan


kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam.
Menjelaskan sifat fisika suatu senyawa berdasarkan jenisjenis ikatannya.

Melakukan diskusi untuk mengetahui suatu atom


mencapai kestabilan.
Melakukan praktikum untuk mengamati kepolaran
berbagai larutan.
Menggambar ikatan ion dan ikatan kovalen.

Keterampilan yang Dikuasai

Menyusun konfigurasi elektron atom-atom.


Menelaah cara suatu atom mencapai kestabilan.
Menentukan sifat kepolaran suatu larutan.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

36

Ikatan Kimia

Menjelaskan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen


koordinasi, dan ikatan logam serta sifat-sifat senyawanya.
Mengagumi dan mensyukuri keteraturan konfigurasi elektron atom-atom dan
cara suatu atom berikatan untuk membentuk molekul yang stabil.
Mempunyai jiwa kreatif dan rasa ingin tahu yang tinggi.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: c
Unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA) merupakan
unsur-unsur yang paling stabil karena konfigurasi
elektronnya mengikuti aturan oktet, yaitu mempunyai 8 elektron valensi, kecuali He, mengikuti
aturan duplet dengan 2 elektron valensi.
2. Jawaban: d
Unsur yang paling sukar berikatan dengan unsur
lain adalah unsur yang bersifat stabil yaitu unsurunsur yang mempunyai konfigurasi elektron gas
mulia, 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6.
3. Jawaban: a
Ion Mg2+ terjadi karena atom Mg melepaskan 2
elektron. Dengan demikian, ion Mg2+ kekurangan
dua elektron. Ion dan atom mempunyai jumlah proton dan neutron sama.

5. Jawaban: a
Konfigurasi elektron unsur 37Rb yaitu 1s2 2s2 2p6
3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s1. Oleh karena itu, unsur
Rb dapat mencapai kestabilan dengan melepas
1 elektron membentuk ion positif Rb+.
6. Jawaban: c
Ion klor (Cl) menangkap satu elektron agar stabil
seperti unsur argon. Apabila jumlah nomor atom
klor = 17, jumlah elektron klor juga 17. Jika dalam
bentuk ion, jumlah elektron klor bertambah menjadi
18 karena menangkap satu elektron.

B. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Unsur-unsur golongan gas mulia disebut unsur
paling stabil karena konfigurasi elektron unsurunsur tersebut memenuhi aturan duplet dan oktet.
Oleh karena itu, elektron-elektron valensi unsurunsur gas mulia tidak akan berpindah tempat atau
berikatan dengan elektron unsur lain.
2. a.

b.

c.

A = 11
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s1
Elektron valensi = 1
Rumus struktur Lewis: A
B = 20
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
Elektron valensi = 2
Rumus struktur Lewis: B
C = 16
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
Elektron valensi = 6

Rumus struktur Lewis: C


D = 32
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
3d10 4p2
Elektron valensi = 4

Rumus struktur Lewis: D

E = 53
Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
3d10 4p6 5s2 4d10 5p5
Elektron valensi = 7

Rumus struktur Lewis: E

d.

e.

8. Jawaban: b
Atom-atom yang mencapai kestabilan dengan
mengikuti kaidah duplet atau cenderung memiliki
konfigurasi elektron gas helium yaitu atom-atom
yang mempunyai nomor atom kecil, dari hidrogen
hingga boron. Atom-atom tersebut yaitu hidrogen

10. Jawaban: d
Nomor atom belerang = 16
Konfigurasi elektron belerang = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
Rumus struktur Lewis belerang dinyatakan dengan
lambang atom belerang diikuti jumlah elektron
valensinya. Jadi, rumus struktur Lewis belerang:

7. Jawaban: c
Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2
dapat mencapai kestabilan dengan cara
melepaskan 2 elektron terluar membentuk ion
positif bermuatan +2. Ion ini dapat berikatan
dengan unsur nonlogam membentuk ikatan ion.
Unsur tersebut berelektron valensi 2 berarti
termasuk golongan IIA.

9. Jawaban: d
Nomor atom neon (Ne) = 10
Konfigurasi elektron Ne = 1s2 2s2 2p6
Konfigurasi ion Al3+ = 1s2 2s2 2p6
Konfigurasi ion Mg2+ = 1s2 2s2 2p6
Konfigurasi ion Na+ = 1s2 2s2 2p6
Konfigurasi ion Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
Konfigurasi ion F = 1s2 2s2 2p6
Jadi, ion yang konfigurasi elektronnya tidak sama
dengan Ne adalah ion Cl.

4. Jawaban: e
Konfigurasi elektron unsur A yaitu 1s2 2s2 2p6 3s2
3p1. Unsur A memiliki elektron valensi 3. Dengan
demikian, untuk memenuhi kaidah oktet, unsur A
harus melepas 3 elektronnya membentuk ion A3+.

(nomor atom = 1), litium (nomor atom = 3), berilium


(nomor atom = 4), dan boron (nomor atom 5).

Kimia Kelas X

37

3.

Atom

Konfigurasi

a.
b.
c.

12Mg
16 S

1s2 2s2 2p6 3s2


1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

d.

19 K

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1

13 Al

Elektron
Valensi

Cara Mencapai
Kestabilan

2
3
6

Melepas 2e
Melepas 3e
Menangkap 2e

Melepas 1e

4. Ion positif terbentuk karena atom melepaskan


elektron untuk mencapai kestabilan seperti gas
mulia sehingga jumlah elektron dalam atom
menjadi berkurang. Sementara itu, ion negatif
terbentuk karena atom menangkap elektron untuk
mencapai kestabilan seperti gas mulia sehingga
jumlah elektron dalam atom bertambah.

Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: c
Elektron valensi X = 1 sehingga untuk mencapai
konfigurasi gas mulia atom X melepas 1 elektronnya membentuk ion X+. Ion X+ dapat berikatan
dengan ion yang bermuatan 2, yaitu ion yang
kekurangan dua elektron dengan konfigurasi
elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4.
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
2
2
6
1

11X : 1s 2s 2p 3s melepas 1 e
2
2
6
2
4

16Y : 1s 2s 2p 3s 3p menangkap 2
X X+ + e
2
Y + 2e Y2 1

2X + Y 2X+ + Y2
2. Jawaban: a
2
1
3P : 1s 2s

melepas 1 elektron
membentuk ion P+
2
2
melepas 2 elektron
4Q : 1s 2s
membentuk ion Q2+
2
2
6
1
melepas 1 elektron
11R : 1s 2s 2p 3s
membentuk ion R+
2
2
6
2
melepas 2 elektron
12S : 1s 2s 2p 3s
membentuk ion S2+
2
2
5
menangkap 1 elektron
9T : 1s 2s 2p
membentuk ion T
2
2
6
2
5
17U : 1s 2s 2p 3s 3p menangkap 1 elektron
membentuk ion U

5. a.

b.
c.
d.
e.
f.

80 Br
35

: 1s2 2s 2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p 6


(menangkap satu elektron sehingga jumlah
elektron menjadi 36).
40 Ca2+ : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 (melepas dua
20
elektron sehingga jumlah elektron menjadi 18).
27 Al3+ : 1s2 2s2 2p6 (melepas tiga elektron
13
sehingga jumlah elektron menjadi 10).
39 K+ : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 (melepas satu
19
elektron sehingga jumlah elektron menjadi 18).
16 O2 : 1s2 2s2 2p6 (menangkap dua elektron
8
sehingga jumlah elektron menjadi 10).
137 Ba2+ : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2
56
4d10 5p6 (melepas dua elektron sehingga
jumlah elektron menjadi 54).

Ikatan paling ionik terjadi pada unsur-unsur yang


paling mudah membentuk ion, yaitu mudah
melepas elektron (golongan IA, IIA) dengan unsurunsur yang memiliki perbedaan keelektronegatifan
cukup besar (golongan VIIA). Dalam satu golongan
dari atas ke bawah, daya ionisasi dan keelektronegatifan semakin kecil. Jadi, ikatan paling ionik
terjadi pada P dengan T.
3. Jawaban: b
Sifat-sifat senyawa ion sebagai berikut.
1) Dalam bentuk lelehannya bersifat konduktor.
2) Titik didih tinggi.
3) Dalam bentuk padatannya bersifat isolator.
4) Tidak larut dalam larutan karbon tetraklorida.
5) Memiliki bentuk kristal yang besar.
4. Jawaban: c
Kalium terletak pada golongan IA, berarti memiliki
elektron valensi 1. Unsur tersebut akan melepas
satu elektron untuk mencapai kestabilan seperti
gas mulia. Apabila berikatan dengan brom, satu
elektron tersebut akan diberikan pada satu atom
brom. Sementara itu, satu atom brom akan
menangkap satu elektron dari satu atom kalium.
Dengan demikian, terjadi serah terima elektron
antara kalium dengan brom membentuk ikatan ion
dengan susunan yang stabil.
K
K+ + e (melepas 1 elektron)

Br + e Br
(menangkap 1 elektron)

K + Br K+ + Br
KBr

38

Ikatan Kimia

5. Jawaban: e
Unsur A memiliki nomor atom 13 sehingga
konfigurasi elektron A: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1. Unsur
B memiliki nomor atom 17 sehingga konfigurasi
elektron B: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5. Unsur A mencapai
kestabilan dengan melepas 3e dan membentuk
ion A3+, sedangkan unsur B dapat mencapai
kestabilan dengan menangkap 1e dan
membentuk ion B. Dengan demikian, A3+ dan B
dapat membentuk senyawa ion AB3.
6. Jawaban: b
Unsur

Nomor
Massa

Jumlah
Neutron

Jumlah
Elektron

Konfigurasi
Elektron

Keadaan
Stabil

A
B
C
D

40
40
16
20

20
22
8
10

20
18
8
10

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2


1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
1s2 2s2 2p4
1s2 2s2 2p6

A2+
B
C2
D

Unsur yang dapat membentuk senyawa ion yaitu


unsur A dan C, yaitu terbentuk senyawa ion AC.
7. Jawaban: c
Unsur A memiliki nomor atom 12 dan unsur B
memiliki nomor atom 9. Unsur A memiliki
konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2. Unsur B
memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p5. Unsur A
membentuk ion A2+ (melepas 2 elektron) dan unsur
B membentuk ion B (menangkap 1 elektron).
Dengan demikian, A dan B akan membentuk
senyawa ion AB2. Senyawa ion memiliki ciri-ciri
larut dalam air, leburannya bersifat konduktor, dan
padatannya bersifat isolator.
8. Jawaban: b
Konfigurasi elektron klor = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5.
Klor akan membentuk konfigurasi elektron stabil
seperti gas mulia dengan menangkap 1 elektron
membentuk ion Cl. Ion X 3+ merupakan logam
X yang melepas 3 elektronnya. Jika berikatan
dengan klor akan membentuk rumus kimia XCl3.
Satu atom klor hanya mampu menangkap satu
elektron dari atom X. Jika atom X melepas 3
elektron, berarti diperlukan 3 atom klor untuk
menangkap ketiga elektron tersebut.
X
X3+ + 3e 1 (melepas 3 elektron)

Cl + e Cl
3 (menangkap 1 elektron)

X + 3Cl X3+ + 3Cl


XCl3
9. Jawaban: a
Unsur A memiliki 2 elektron valensi, untuk
mencapai susunan konfigurasi elektron gas mulia,
atom A melepas 2 elektron menjadi ion A2+. A
terletak pada golongan IIA. Unsur B memiliki 7
elektron valensi, untuk mencapai susunan
konfigurasi elektron gas mulia atom B menangkap

1 elektron membentuk ion B. Ikatan yang terjadi


sebagai berikut.
A A2+ + 2e 1
B + e B
2

A + 2B A2+ + 2B
AB2

Senyawa yang terbentuk AB2.


10. Jawaban: d
Senyawa ionik ditandai dengan gabungan antara
ion logam dengan ion nonlogam. Mangan dioksida
termasuk senyawa ionik. Mangan termasuk logam,
sedangkan oksigen termasuk nonlogam. Rumus
kimia senyawa tersebut adalah MnO2. Sementara
itu, karbon dioksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida,
dan nitrogen monoksida merupakan senyawasenyawa yang tersusun dari atom-atom nonlogam.
Keempat senyawa tersebut bukan senyawa ionik
melainkan senyawa kovalen.
11. Jawaban: b
Ikatan kovalen terjadi antaratom nonlogam, seperti
pada HF, H2O, CO2, CCl4, dan NH3. LiCl, KCl,
BaCl2, NaCl, dan KBr mempunyai ikatan ion. Jadi,
pasangan senyawa yang keduanya berikatan
kovalen adalah H2O CCl4.
12. Jawaban: d
Ikatan kovalen semipolar atau ikatan kovalen
koordinasi, yaitu ikatan yang terjadi karena satu atom
memberikan pasangan elektronnya untuk dipakai
bersama-sama seperti ditunjukkan nomor 4). Ikatan
nomor 1), 2), dan 3) adalah ikatan kovalen tunggal,
ikatan nomor 5) adalah ikatan kovalen rangkap dua.
13. Jawaban: c
Ikatan kovalen terjadi pada unsur-unsur nonlogam,
yaitu unsur-unsur yang menempati golongan IIIA,
IVA, VA (nitrogen), VIA (oksigen), dan VIIA
(halogen). Unsur-unsur golongan alkali dan alkali
tanah berupa logam sehingga tidak membentuk
ikatan kovalen. Unsur-unsur golongan gas mulia
sudah stabil sehingga tidak akan berikatan dengan
unsur lain.
14. Jawaban: d
1) Cl2 terbentuk melalui ikatan kovalen tunggal.
2) CH4 terbentuk melalui ikatan kovalen tunggal.
3) KCl terbentuk melalui ikatan ion.
4) CCl4 merupakan senyawa kovalen nonpolar.
5) H2O merupakan senyawa kovalen polar.
15. Jawaban: c
Dua elektron berasal dari atom N yang digunakan
bersama-sama dengan atom B. Ikatan yang
ditunjukkan nomor 2), 4), dan 5) adalah ikatan
kovalen tunggal. Ikatan yang ditunjukkan oleh
nomor 1) adalah elektron bebas.
Kimia Kelas X

39

16. Jawaban: d
Kovalen koordinasi







 



      



Kovalen tunggal
Kovalen tunggal














Kovalen tunggal

Kovalen tunggal

Kovalen koordinasi

Jadi, terdapat 4 ikatan kovalen tunggal dan 2 ikatan


kovalen koordinasi.

Jadi, senyawa yang tidak mengikuti kaidah oktet


dan duplet adalah PCl5 karena atom P mempunyai
5 pasang elektron berikatan (10 elektron).
20. Jawaban: c
H H H H
C4H10
|
|
| |
HCCCCH
|
|
| |
H H H H
C2H4

H H
|
|
HC=CH

    

C2H2

HCCH

18. Jawaban: c
CO2

CHCl3

Cl
|
Cl C Cl
|
H
Cl
Cl
G PH
Cl | Cl
Cl

17. Jawaban: a
Nitrogen (N2), memiliki konfigurasi elektron: 1s2
2s2 2p3. Dengan demikian, struktur Lewis N2:



 





       2 ikatan kovalen rangkap dua










C2H5OH

PCl5

 
 










       8 ikatan kovalen tunggal

Jadi, senyawa yang memiliki ikatan rangkap tiga


adalah senyawa C2H2.

  

HClO4




      3 ikatan kovalen koordinasi dan






2 ikatan kovalen tunggal

CH4




    4 ikatan kovalen tunggal





H2O


     2 ikatan kovalen tunggal






19. Jawaban: a
Asam bromida

Fosfor pentaklorida






  
 

 






Metanol






     






Etana
 




















  





 

40

Propana
  








Ikatan Kimia

22. Jawaban: d
Di antara senyawa NH3 dan H2O memiliki ikatan
hidrogen. Ikatan ini sangat kuat sehingga mengakibatkan titik didih kedua senyawa tersebut tinggi.
23. Jawaban: e
Metana (CH4) mempunyai struktur Lewis sebagai



        

   


21. Jawaban: a
Selain mengacu pada harga momen dipol,
kepolaran senyawa yang terdiri dari dua atom
(diatomik) dapat pula ditentukan dari perbedaan
keelektronegatifan antara dua atom tersebut.
Perbedaan keelektronegatifan
BrF = 4,1 2,7 = 1,4
HBr = 2,7 2,1 = 0,6
HF = 4,1 2,1 = 2,0
Semakin besar perbedaan keelektronegatifannya,
maka semakin polar senyawanya dan sebaliknya.
Jadi, urutan kepolaran yang semakin kecil yaitu
HF, BrF, dan HBr.

berikut.    


Metana tidak memiliki elektron bebas dan hanya


memiliki ikatan kovalen tunggal. Metana terbentuk
dari unsur nonlogam dengan nonlogam. Metana
merupakan senyawa nonpolar sehingga tidak
memiliki gaya antardipol, tetapi memiliki gaya
London pada molekul-molekulnya.

24. Jawaban: e
Struktur Lewis dari NH3 dan NH4+ yaitu:




    
   




+
NH3
NH4
Berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui
bahwa NH3 memiliki 1 elektron bebas, sedangkan
NH4+ tidak memiliki elektron bebas.


5.
Unsur
Penyusun

No.

25. Jawaban: e
2
2
4
8O = 1s 2s 2p


4. Jika perbedaan elektronegativitas semakin besar,


ikatan ioniknya semakin kuat.
BeBr2 = 2,6 1,57 = 1,03
MgBr2 = 2,6 1,3 = 1,3
CaBr2 = 2,6 1 = 1,6
SrBr2 = 2,6 0,95 = 1,65
BaBr2 = 2,6 0,89 = 1,71
Urutan kekuatan ikatan ion dari yang terkecil:
BeBr2 < MgBr2 < CaBr2 < SrBr2 < BaBr2.

a.



13Al

dan 8O

13Al =

Ion
Penyusun
Al3+

Senyawa
Ion yang
Terbentuk
Al2O3

1s2 2s2 2p6 3s2 3p1


O3 
 





8O

O2

1s2 2s2 2p4

Satu ikatan kovalen koordinasi

O O == O

Konfigurasi
Unsur
Penyusun

b.

11Na

dan 8O

Satu ikatan kovalen rangkap dua

11Na =

Na+

Na 2 O

1s2 2s2 2p6 3s1


8O

O2

1s2 2s2 2p4

1. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena adanya


gaya tarik-menarik elektrostatik antara ion positif
dan ion negatif. Gaya tarik ini terjadi karena kedua
atom memiliki perbedaan keelektronegatifan yang
cukup besar, umumnya terjadi pada unsur-unsur
golongan IA atau IIA dengan unsur-unsur golongan
VIIA.
2. Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan oleh
suatu atom untuk melepaskan 1 elektron pada kulit
terluarnya. Afinitas elektron adalah kemampuan
suatu atom untuk menangkap 1 elektron pada kulit
terluarnya.
Pada pembentukan senyawa ion, salah satu atom
penyusunnya memiliki energi ionisasi yang tinggi dan
afinitas elektron yang tinggi. Atom ini akan membentuk
ion negatif. Sementara itu, atom penyusun yang lain
memiliki energi ionisasi rendah dan afinitas elektron
yang rendah sehingga akan membentuk ion positif.
Kedua atom tersebut akan membentuk senyawa ion
yang kuat dari ion positif dan ion negatif.

20Ca

dan 17Cl

20Ca =

Ca2+

CaCl2

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2


17Cl

Cl

1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

d.

3Li

dan 9F

e.

13Al

dan 17Cl

3Li

= 1s2 2s1
F
=
1s2 2s2 2p5
9
13Al =

Li+
F

LiF

Al3+

AlCl3

1s2 2s2 2p6 3s2 3p1


17Cl

Cl

1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

6. Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk antara ion


positif dan ion negatif. Ikatan ion terjadi antara atom
logam dengan nonlogam sebagai akibat serah
terima elektron. Ikatan kovalen adalah ikatan yang
terjadi pada unsur-unsur yang mempunyai
keelektronegatifan besar, yaitu pada unsur-unsur
nonlogam. Ikatan kovalen terjadi sebagai akibat
penggunaan bersama pasangan elektron.
7. a.

Ikatan kovalen tunggal, yaitu ikatan yang


terjadi karena penggunaan satu pasang
elektron secara bersama-sama oleh atom
penyusunnya, contoh H H atau H H.

b.

Ikatan kovalen rangkap dua, yaitu ikatan yang


terjadi karena penggunaan dua pasang
elektron secara bersama-sama oleh atom

penyusunnya, contoh O O atau O == O

c.

Ikatan kovalen rangkap tiga, yaitu ikatan yang


terjadi karena penggunaan tiga pasang
elektron secara bersama-sama oleh atom
penyusunnya, contoh N N atau N N.

3. Unsur golongan IIA memiliki energi ionisasi yang


rendah sehingga untuk membentuk senyawa ion,
membutuhkan unsur dengan afinitas elektron tinggi,
seperti unsur dalam golongan VIIA dan VIA. Unsur
dalam golongan VIIA memerlukan 1e untuk
membentuk struktur gas mulia. Rumus senyawa ion
dengan unsur golongan IIA adalah AX2, A = unsur
golongan IIA, X = unsur halogen (VIIA). Sementara
itu, unsur dalam golongan VIA memerlukan 2e untuk
membentuk struktur gas mulia. Rumus senyawa ion
dengan unsur golongan IIA adalah AY, A = unsur
golongan IIA, Y = unsur golongan VIA.

c.

B. Kerjakan soal-soal berikut!

Kimia Kelas X

41

d.

9. a.

CS2





d.

e.



42

Ikatan kovalen tunggal

Ikatan Kimia



Ikatan kovalen koordinasi

H3PO4
Ikatan kovalen koordinasi

Ikatan kovalen tunggal

PF3








  








Ikatan kovalen tunggal

f.

HClO3






    




Ikatan kovalen tunggal

Ikatan kovalen koordinasi

Jadi, senyawa-senyawa yang memiliki ikatan kovalen


koordinasi adalah Cl2O3, H3PO4, dan HClO3.
10.

No.

Sifat

1.
2.

Titik didih
Kelarutan dalam
air
Daya hantar
listrik

4.






 
 











 
 

       








OF2

  







3.




   

Ikatan kovalen tunggal



Ikatan kovalen rangkap dua

b.

Cl2O3

xx

NH3 disebut sebagai senyawa kovalen karena


terjadi penggunaan pasangan elektron secara
bersama. NH3 merupakan senyawa kovalen
dari unsur nonlogam nitrogen dan unsur
nonlogam hidrogen.
Konfigurasi elektron 7N = 1s2 2s2 2p3 dan
1
H
1H = 1s .
x
Struktur Lewis NH3: H N
x
H
Ikatan kovalen pada NH3 merupakan ikatan
kovalen tunggal.
NH3 bersifat polar karena memiliki pasangan
elektron bebas.
x

b.

c.

8. a.

e.

xx

xx

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang


terjadi jika pasangan elektron yang digunakan
bersama-sama berasal dari salah satu atom

O S O
penyusunnya, contoh:
xx
O

Ikatan kovalen polar dan nonpolar, yaitu ikatan


kovalen yang dipengaruhi oleh medan listrik.
Ikatan kovalen yang dapat ditarik medan listrik
disebut ikatan kovalen polar, contoh HCl,
H2O, dan NH3. Ikatan yang tidak dapat ditarik
medan listrik disebut ikatan kovalen nonpolar,
contoh O2, H2, dan Cl2.

Senyawa Ion Senyawa Kovalen

Tinggi
Umumnya larut
dalam air
Padat: tidak
menghantarkan
Lelehan: menghantarkan
Larutan: menghantarkan
Kelarutan dalam Tidak larut
trikloro etana

Rendah
Umumnya tidak larut
Padat: tidak menghantarkan
Lelehan: tidak menghantarkan
Larutan: ada beberapa yang menghantarkan
Larut

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

Ikatan ion dibentuk oleh unsur yang melepaskan


elektron dengan unsur yang menangkap elektron.
Ikatan ion juga terjadi antara unsur logam yang
sangat elektropositif dengan unsur nonlogam yang
sangat elektronegatif. Dengan demikian, pasangan
unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah R
dan Q.

1. Jawaban: e
Konfigurasi elektron unsur 9F: 1s2 2s2 2p5 sehingga
saat menangkap satu elektron, konfigurasi
elektronnya menjadi 1s2 2s2 2p6. Konfigurasi
elektron ini dimiliki oleh unsur neon.
1) Helium = 1s2
2) Neon = 1s2 2s2 2p6
3) Argon = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
4) Kripton = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
5) Xenon = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
5s2 4d10 5p6

8. Jawaban: a
A = unsur nonlogam, sedangkan B = unsur logam.
Dengan demikian, antara unsur A dan B dapat
terjadi ikatan ion. Ikatan kovalen merupakan ikatan
yang terjadi antara unsur nonlogam dengan
nonlogam.

2. Jawaban: c
Aturan oktet adalah aturan konfigurasi elektron
suatu atom agar atom tersebut memiliki konfigurasi
elektron seperti gas mulia, yaitu memiliki 8 elektron
terluar.

9. Jawaban: a
Susunan elektron X menjadi stabil dengan melepas
satu elektron yang akan ditangkap oleh unsur yang
konfigurasi elektronnya kekurangan satu elektron,
yaitu 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5.

3. Jawaban: d
Konfigurasi elektron stabil dimiliki oleh unsur-unsur
golongan gas mulia (VIIIA), yaitu 36Kr. 11Na adalah
unsur golongan IA, 14Si adalah unsur golongan IVA,
17Cl adalah unsur golongan VIIA, dan 38Sr adalah
unsur golongan IIA.

10. Jawaban: e
A2SO4 terdiri atas ion 2A+ dan SO42. Hal ini
menunjukkan bahwa untuk mencapai kestabilan,
atom A membentuk ion A + dengan melepas
satu elektron. Atom A memiliki elektron valensi
1. Dari kelima pilihan jawaban tersebut yang
memiliki elektron valensi 1 yaitu pilihan jawaban
e (1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 1). Sementara itu,
konfigurasi elektron:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 elektron valensi 5
1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 elektron valensi 6
1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 elektron valensi 7
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 elektron valensi 8

4. Jawaban: a
Untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia,
atom-atom menerima elektron dari atom lain,
menggunakan pasangan elektron bersama,
memberikan elektronnya kepada atom lain, atau
menggunakan pasangan elektron dari atom lain.
5. Jawaban: c
Ion positif terbentuk jika suatu atom melepas
elektron. Kondisi ini terjadi pada unsur-unsur
golongan IA dan IIA, seperti 20Ca. 20Ca memiliki 2
elektron valensi sehingga mudah melepaskan
elektron membentuk ion Ca2+. Unsur 53I, 34Se, 9F,
dan 8O mudah menerima elektron sehingga
membentuk ion negatif.
6. Jawaban: e
Ion K+ terjadi karena atom K melepaskan satu
elektronnya sehingga nomor atom K+ menjadi 18.
Konfigurasi elektron ion K+: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6.
7. Jawaban: d
2
2
2
menangkap 4 elektron
6P = 1s 2s 2p
2
2
5
Q
=
1s
2s
2p
menangkap 1 elektron
9
2 2s2 2p6 3s1
R
=
1s
melepas 1 elektron
11
2 2s2 2p6 3s2 3p6 stabil
S
=
1s
18

11. Jawaban: b





  
 




H N O H (ada 4 ikatan kovalen tunggal)


|
H
12. Jawaban: d
A memiliki konfigurasi elektron 1s1.
B memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p5.
Kedua unsur tersebut tidak melakukan serah terima
elektron, melainkan menggabungkan elektronnya
membentuk pasangan elektron untuk dipakai
secara bersama-sama (berikatan kovalen) dan
membentuk senyawa AB.

Kimia Kelas X

43

13. Jawaban: a
1) NH3 : Amonia (NH3) merupakan senyawa
kovalen polar karena selain berikatan
secara kovalen, senyawa ini juga
memiliki sepasang elektron bebas
sehingga mengakibatkan amonia
bersifat polar.
2) NaF : Ikatan ion.
3) CCl4 : Ikatan kovalen nonpolar.
4) BF3 : Ikatan kovalen nonpolar karena
momen dipolnya nol.
5) CaO : Ikatan ion.
14. Jawaban: b
2
2
6
2
6
1
19K : 1s 2s 2p 3s 3p 4s
Atom K membentuk konfigurasi elektron seperti
gas mulia dengan melepas 1 elektron membentuk
ion K+.
2
2
6
2
4
16S : 1s 2s 2p 3s 3p
Atom S membentuk konfigurasi elektron seperti
gas mulia dengan menangkap 2 elektron
membentuk ion S2.
Ikatan yang terjadi adalah ikatan ion dengan reaksi
sebagai berikut.
K K+ + e
2
S + 2e S2 1

2K + S 2K+ + S2
Rumus kimia yang terbentuk K2S.

20. Jawaban: d
2
2
2
6C = 1s 2s 2p elektron valensi = 4
2
2
6
2
4
16S = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 6

S S=C=S

Ikatan Kimia

BF3 : ikatan kovalen


NaCl : ikatan ion
KCl : ikatan ion
LiF : ikatan ion
MgO : ikatan ion
Na2O : ikatan ion

19. Jawaban: d
Jumlah elektron yang digunakan untuk berikatan
pada ikatan kovalen rangkap dua adalah dua
pasang elektron, berarti ada 4 elektron.

xx

44

18. Jawaban: b
KF : ikatan ion
Cl2 : ikatan kovalen
HF : ikatan kovalen
H2O : ikatan kovalen
NH3 : ikatan kovalen
NaO : ikatan ion
H2
: ikatan kovalen

xx

16. Jawaban: a
Zat A dapat menghantarkan arus listrik dalam bentuk
lelehan maupun larutannya serta memiliki titik didih
dan titik leleh tinggi. Dengan demikian, zat A
termasuk senyawa yang mempunyai ikatan ion. Zat
B tidak dapat menghantarkan arus listrik dalam
bentuk lelehan maupun larutannya serta memiliki
titik didih dan titik leleh rendah. Dengan demikian,
zat B termasuk senyawa yang mempunyai ikatan
kovalen nonpolar. Senyawa yang berikatan kovalen
polar mempunyai titik didih dan titik leleh rendah,
tidak dapat menghantarkan arus listrik dalam bentuk
lelehannya, serta dapat menghantarkan arus listrik
dalam bentuk larutannya. Ikatan kovalen koordinasi
terjadi jika pasangan elektron yang digunakan
bersama berasal dari salah satu atom yang
berikatan. Ikatan hidrogen merupakan ikatan kuat

17. Jawaban: a
Ikatan kovalen koordinasi merupakan ikatan yang
terbentuk karena pasangan elektron yang
digunakan bersama berasal dari salah satu atom
yang berikatan. Ikatan-ikatan yang terdapat dalam
gambar struktur Lewis H3PO4 tersebut sebagai
berikut.
1) Ikatan kovalen koordinasi.
2) Ikatan kovalen tunggal.
3) Ikatan kovalen tunggal.
4) Ikatan kovalen tunggal.
5) Ikatan kovalen tunggal.
Berdasarkan gambar struktur Lewis tersebut, ikatan
kovalen koordinasi ditunjukkan oleh nomor 1).

15. Jawaban: e
Ikatan kovalen koordinasi terjadi jika pasangan
elektron bersama berasal dari salah satu atom yang
berikatan. Adanya serah terima elektron
mengakibatkan terjadinya ikatan ion. Apabila
pasangan elektron bersama berasal dari kedua
atom yang berikatan mengakibatkan terbentuknya
ikatan kovalen tunggal.

yang terjadi antara atom yang sangat elektronegatif


(F, O, N) dengan atom H yang berlainan molekul.
Adanya ikatan hidrogen mengakibatkan senyawa
mempunyai titik leleh dan titik didih tinggi.

Atom C dijadikan atom pusat agar strukturnya


stabil. Pasangan elektron bebas dimiliki oleh atom
S. Atom pusat memenuhi aturan oktet. Semua
ikatannya berupa ikatan rangkap dua dan tidak
terdapat ikatan kovalen koordinasi.
21. Jawaban: d
Senyawa karbon tetraklorida memiliki rumus
molekul CCl 4 dan berikatan kovalen. Rumus
molekul seperti ini memiliki bentuk yang simetris
sehingga momen dipolnya nol. Senyawa dengan
momen dipol nol tidak memiliki perbedaan
keelektronegatifan sehingga bersifat nonpolar.
22. Jawaban: a
Senyawa yang menyimpang dari kaidah oktet dan
duplet yaitu senyawa PCl5 karena atom pusat P
dikelilingi oleh 10 elektron (5 pasang elektron).

23. Jawaban: c
Jumlah elektron G = 15
Konfigurasi elektron G = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
Jumlah elektron Cl = 17
Konfigurasi elektron Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
Untuk mencapai susunan elektron gas mulia unsur
G dan Cl menggunakan pasangan elektron
bersama-sama.


Elektron valensi G   
Elektron valensi Cl 




Pasangan elektron yang terjadi:  




Ada 3 unsur Cl yang digunakan untuk membentuk


senyawa dengan G. Jadi, rumus senyawa yang
terjadi GCl3 dan jenis ikatannya kovalen.
24. Jawaban: e
HCl:


    (hanya ikatan kovalen)




NaCl:
Na
Na+ + e (hanya ikatan ion)

Cl + e
Cl

Na + Cl Na+ + Cl
NaCl
MgBr2:
Mg
Mg2+ + 2e 1 (hanya ikatan ion)
Br + e Br
2

Mg + 2Br Mg2+ + 2Br


MgBr2
H2SO4:

   atau H I

H2SO3:


 



       (hanya ikatan kovalen)
 

26. Jawaban: b
Atom Mg, Al, Zn, Ba, Na, Li, dan Co termasuk
atom logam sehingga ikatan yang terbentuk dengan
nonlogam merupakan ikatan ion.
HI:

Mg(NO3)2:

 
 
2+
Mg(NO3)2 Mg + 2  



(memiliki ikatan ion sekaligus ikatan


kovalen)
25. Jawaban: b
P memiliki 5 elektron valensi. Saat P bersenyawa
dengan unsur Cl membentuk PCl3, tiga elektron P
digunakan untuk berikatan dengan Cl sehingga
atom P masih memiliki sepasang elektron bebas.




   atau H O S O H
    








SiO2:

     atau O == Si == O

27. Jawaban: e
Antara unsur logam (golongan IA atau IIA) dengan
nonlogam (golongan VIA atau VIIA) cenderung
membentuk senyawa ionik, bukan senyawa
kovalen. Li termasuk unsur golongan IA. Ca dan
Mg termasuk unsur golongan IIA. O termasuk
unsur golongan VIA.
28. Jawaban: b
Senyawa yang tidak menyimpang dari kaidah oktet
dan duplet adalah senyawa karbon dioksida.
Struktur Lewis dari CO2 digambarkan sebagai
berikut.






 
 




29. Jawaban: b
Ikatan hidrogen dimiliki oleh senyawa yang
mengandung atom H. Ikatan hidrogen merupakan
ikatan yang sangat kuat, terjadi pada atom H
dengan atom N, O, dan F sehingga yang memiliki
ikatan hidrogen adalah HF.
30. Jawaban: c
Beberapa sifat dari senyawa air sebagai berikut.
1) Bersifat polar.
2) Dapat menghantarkan arus listrik.
3) Memiliki ikatan hidrogen.
4) Ikatannya sangat kuat.
5) Memiliki titik didih (100C) lebih tinggi daripada
etanol (79C).
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Nomor atom unsur neon : 10
Konfigurasi elektron : 1s2 2s2 2p6
Konfigurasi ion-ion dari 11Na, 17Cl, 8O, 38Se, dan
19K sebagai berikut.
+
2
2
6
11Na = 1s 2s 2p
(sama dengan jumlah elektron Ne)
= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
17Cl

Kimia Kelas X

45

2
8O

= 1s2 2s2 2p6


(sama dengan jumlah elektron Ne)
2+ = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
38Sr
+ = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
19K
Jadi, ion yang mempunyai konfigurasi elektron
sama dengan konfigurasi elektron atom neon
adalah Na+ dan O2.
: 1s2 2s2 2p6 3s2
Mencapai konfigurasi elektron gas mulia dengan
melepaskan 2 elektronnya, membentuk ion Mg2+.
2
2
3
7N : 1s 2s 2p
Mencapai konfigurasi elektron gas mulia dengan
menangkap 3 elektron, membentuk ion N3.
Jika keduanya berikatan, akan terjadi ikatan ion
dengan reaksi sebagai berikut.
Mg Mg2+ + 2e 3
N + 3e N3
2

3Mg + 2N 3Mg2+ + 2N3


Rumus senyawa Mg3N2.
3. 2P : 1s2 (stabil)
2
2
6
10Q : 1s 2s 2p (stabil)
2 2s2 2p6 3s2 3p5 (menangkap 1 elektron)
R
:
1s
17
2
2
6
2
6
1
19S : 1s 2s 2p 3s 3p 4s (melepas 1 elektron)
Unsur-unsur stabil seperti P dan Q tidak dapat
berikatan dengan unsur lain.
Unsur R dan S dapat membentuk ikatan ion karena
terjadi serah terima elektron. Reaksi yang terjadi
sebagai berikut.
S S+ + e
R + e R

S + R S+ + R
Rumus senyawa SR.
4. Urutan kekuatan ikatan yaitu:
HF > HI > HBr > HCl
HF memiliki ikatan yang lebih kuat dibandingkan ketiga
senyawa tersebut karena HF memiliki ikatan hidrogen.
Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang sangat kuat.
Sementara itu, ikatan HI > HBr > HCl karena jumlah
elektron I > Br > Cl. Semakin banyak elektronnya
kekuatan ikatannya akan semakin besar, karena gaya
tarik antara elektron dan inti semakin kuat.
2.

6. a.

12Mg

5. a.

Konfigurasi elektron unsur S dan O sebagai


berikut.
2
2
6
2
4
16S = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 6
2
2
4
8O = 1s 2s 2p elektron valensi = 6
Gambar struktur Lewis SO3:
 



 












 


46

b.

Ikatan Kimia

b.

Jenis ikatannya adalah ikatan kovalen


rangkap dua dan ikatan kovalen koordinasi.
PCl4+



   
 (memenuhi kaidah oktet)


NCl3







    (memenuhi kaidah oktet)




 







c.

SF4

















(tidak memenuhi kaidah


oktet, jumlah elektron
valensi S pada SF4 = 10)









d.



BF4




 (memenuhi kaidah oktet)


e.

NO

f.

  

XeF2





g.

(tidak memenuhi kaidah oktet,


jumlah elektron valensi N pada
NO hanya 7)







   



(tidak memenuhi kaidah oktet,


jumlah elektron valensi Xe
pada XeF2 = 10)

BH3



 


h.


CO32

(tidak memenuhi kaidah oktet, jumlah


elektron valensi B pada BH3 hanya 6)

      
   










i.

(memenuhi kaidah oktet)

SCl2





j.



      (memenuhi kaidah oktet)





ClF3



 
 
(tidak memenuhi kaidah oktet,


 
 

jumlah elektron valensi Cl pada




 
ClF3 menjadi 10)


7.

Ikatan Kovalen

Ikatan Ion

1) HF:

1) LiF:
Li Li+ + e
F + e F

Li + F Li+ + F
LiF

Be Be2+ + 2e 1
F + e F
2

2+

Be Be + 2e
2F + 2e 2F

Be + 2F Be2+ + 2F
BeF2


  atau F H

2) BF 3:

2) BeF 2:

3) MgO:

9. a.


 atau F B F

|

3) N 2 O:

    

atau N N O

b.

4) H 2 O:

  atau H O H
  

Mg Mg2+ + 2e
O + 2e O2

Mg + O Mg2+ + O2
MgO
4) CaO:
Ca Ca2+ + 2e
O + 2e O2

Ca + O Ca2+ + O2
CaO

8. Aluminium merupakan salah satu unsur logam. Di


dalam aluminium terdapat ikatan logam antara
atom pusat Al dengan elektron-elektron yang
mengelilinginya dan saling tumpang tindih.
Elektron-elektron ini berikatan sangat kuat dengan
atom pusat sehingga aluminium mudah ditempa
dan tidak mudah hancur. Oleh karena mudah
ditempa maka aluminium akan mudah dibentuk
menjadi beberapa macam peralatan, termasuk
peralatan memasak. Elektron-elektron yang saling
tumpang tindih juga mengakibatkan elektron
bergerak leluasa. Keadaan inilah yang mengakibatkan aluminium bersifat konduktor panas yang baik.

10.

Kepolaran suatu senyawa ditentukan beberapa


hal berikut.
1) Jumlah momen dipol. Jika jumlah momen
dipol = 0, bersifat nonpolar.
2) Perbedaan keelektronegatifan. Jika harga
perbedaan keelektronegatifan mendekati
nol (0), bersifat nonpolar.
3) Bentuk molekul. Apabila bentuk molekulnya simetris, biasanya bersifat nonpolar.
4) Keberadaan pasangan elektron bebas.
Jika tidak mempunyai pasangan elektron
bebas, bersifat nonpolar.
1) CH4 bersifat nonpolar
CH4 tidak memiliki pasangan elektron
bebas sehingga pasangan elektron
tertarik sama kuat ke seluruh atom.
2) NH3 bersifat polar
Atom pusat memiliki pasangan elektron
bebas sehingga pasangan elektron akan
tertarik ke salah satu atom. Selain itu,
NH 3 memiliki perbedaan keelektronegatifan sebesar 0,9.
3) H2O bersifat polar, karena memiliki perbedaan keelektronegatifan sebesar 1,4.
4) HF bersifat polar dengan perbedaan
keelektronegatifan sebesar 1,9.
5) O2 bersifat nonpolar karena bentuk molekulnya simetris dan perbedaan keelektronegatifannya = 0.

= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 elektron valensi = 6


2
2
5
elektron valensi = 7
9F = 1s 2s 2p

16S

Struktur Lewis SF6:


















 
 







 
 










Elektron valensi S pada SF6 menjadi 12. Hal ini


menunjukkan adanya penyimpangan dari kaidah
oktet (elektron valensi = 8).

Kimia Kelas X

47

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1. dapat menganalisis teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom (Teori Domain Elektron) untuk menentukan bentuk
molekul;
2. dapat meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom (Teori Domain Elektron).
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berupa berbagai bentuk
molekul;
2. memiliki motivasi internal dan rasa ingin tahu yang tinggi tentang cara meramalkan bentuk molekul, bersifat aktif dan proaktif,
santun, serta menghargai pendapat teman saat berdiskusi.

Materi

Berbagai Bentuk Molekul


Gaya Antarmolekul

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Teori domain elektron.


Bentuk molekul teori domain elektron.
Notasi VSEPR.
Teori hibridisasi.
Gaya Van der Waals.
Ikatan hidrogen.

Merangkai beberapa balon tiup untuk menjelaskan model bentuk molekul.


Menghitung jumlah elektron ikatan dan elektron
bebas dalam suatu senyawa.
Membandingkan berbagai gaya antarmolekul.

Pengetahuan yang Dikuasai

Keterampilan yang Dikuasai

Menjelaskan teori domain elektron.


Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori
domain elektron.
Menentukan bentuk molekul berdasarkan notasi
VSEPR.
Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori
hibridisasi.
Menentukan gaya antarmolekul dalam suatu
senyawa.

Menggambarkan bentuk molekul.


Membedakan berbagai bentuk molekul.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

48

Menentukan bentuk molekul berdasarkan jumlah pasangan elektron di sekitar inti


atom.
Mengagumi dan mensyukuri keteraturan berbagai bentuk molekul sebagai anugerah
Tuhan Yang Maha Esa.
Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

A. Pilihan Ganda
1.

2.

3.

Jawaban: b
Molekul yang mempunyai bentuk T mempunyai
rumus AX3E2. X merupakan pasangan elektron
ikatan, sedangkan E merupakan pasangan elektron
bebas. Dengan demikian, jumlah pasangan elektron
ikatan dan pasangan elektron bebas berturut-turut
3 dan 2. Jika PEI = 4 dan PEB = 0 maka rumusnya
AX4 (tetrahedral). Jika PEI = 2 dan PEB = 2,
rumusnya AX2E2 (bentuk V). Jika PEI = 4 dan
PEB = 1, rumusnya AX4E (bentuk timbangan/
tetrahedral terdispersi). Jika PEI = 5 dan PEB = 1,
rumusnya AX5E (piramida segi empat).
Jawaban: d
Gambar tersebut menunjukkan molekul yang
mempunyai bentuk T.
1) H2Te

Pasangan elektron
=
=

2)

3)

Pasangan elektron =

PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 13 (3 3) = 4
PEB = 4 4 = 0
Jadi, rumusnya AX4 (tetrahedral).
IF3

4)

Pasangan elektron =
= 14

PEI = 4 1 = 3
Pasangan pusat = 14 (3 3) = 5
PEB = 5 3 = 2
Jadi, rumusnya AX3E2 (bentuk T).
CCl4

5)

Pasangan elektron =
= 16

PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 16 (3 4) = 4
PEB = 4 4 = 0
Jadi, rumusnya AX4 (tetrahedral).
AlCl3

    
 

   


  



= 12


PEI = jumlah atom 1 = 4 1 = 3


Pasangan pusat = pasangan elektron (3 jumlah
atom ujung kecuali H)
= 12 (3 3) = 12 9 = 3
PEB = pasangan pusat PEI = 3 3 = 0
Jadi, notasinya AX3 = segitiga datar.
4.

Jawaban: b
  

Pasangan elektron =
= 20

PEI = 6 1 = 5
Pasangan pusat = 20 (3 5) = 5
PEB = 5 5 = 0
Jadi, notasi VSEPRnya AX5 (trigonal bipiramida).

 

Pasangan elektron =
=4

PEI = 3 1 = 2
Pasangan pusat = 4 (3 0) = 4
PEB = 4 2 = 2
Jadi, rumusnya AX2E2 (bentuk V).
CHCl3

Jawaban: d
NO3

5.

Jawaban: a
Berdasarkan hasil percobaan menunjukkan bahwa
sudut ikatan HOH dalam air sebesar 104,5,
sedikit lebih kecil daripada sudut tetrahedral
(109,5). Hal ini terjadi karena adanya desakan
pasangan elektron bebas. Dengan demikian, gaya
tolak PEB lebih besar daripada PEI.

6.

Jawaban: e

= 13

 

Pasangan elektron =
= 20

PEI = 6 1 = 5
Pasangan pusat = 20 (3 5) = 5
PEB = 5 5 = 0
Jadi, AX5 = trigonal bipiramida

 
 

   



 


Pasangan elektron =
= 12
PEI = 4 1 = 3
Pasangan pusat = 12 (3 3) = 3
PEB = 3 3 = 0
Jadi, rumusnya AX3 (segitiga datar).
Oleh karena bentuk molekul tersebut adalah
tetrahedral, senyawanya adalah CCl4.

7.

Jawaban: e
2
4
16S : [Ne] 3s 3p
2
4
0
16S : [Ne] 3s 3p 3d

hj

hj h h
promosi

hx
s

hx hx hx hx hx
p3

d2

x = elektron atom F

Kimia Kelas X

49

8. Jawaban: a
a. BF4 5B : [He] 2s2 2p1

hj

Atom S (dalam SF6)

hx hx hx hx hx hx
sp3d2

x = elektron atom F

ion B : [He] 2s2 2p2

PCl5

e.

hj

h h

hj

h h

15P

= [Ne] 3s2 3p3

hj

h h h

hj

h h h

promosi
promosi

h h h
p3

Atom B (dalam BF4)

hx

h h h

p3

Atom P (dalam PCl5)

hx hx hx
sp3

hx hx hx hx hx

x = elektron atom F
b.

sp3d

BCl3 5B : [He] 2s2 2p1

hj

hj

x = elektron atom Cl
9. Jawaban: d
Atom pusat dalam molekul SCl4 adalah S.
2
2
6
2
4
16S : 1s 2s 2p 3s 3p
2
2
6
2
4
0
16S : 1s 2s 2p 3s 3p 3d

hj

promosi

h h

promosi

p2

Atom B (dalam BCl3)

hx

hx hx

17Cl

: [Ne] 3s2 3p5

hj

hj

: [Ne] 3s2 3p4

1.

a.

h h h

h h

p3

d2

PO43

b.

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

= 16

I3

Pasangan elektron =
PEI = 3 1 = 2

50

   

Pasangan elektron =

PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 16 (3 4)
= 16 12 = 4
PEB = 4 4 = 0
Jadi, notasi VSEPR-nya AX4.

promosi

p3

B. Uraian

hj h h

hx hx hx

x = elektron atom Y
Orbital hibrida XY3 adalah sp3.

hj hj hx

x = elektron atom H
16S

hj

atom Cl (dalam HCl)


SF6

p3

hj

hj hj h
hibridisasi

d.

h h h

10. Jawaban: c
2
3
15X : [Ne] 3s 3p

x = elektron atom Cl
HCl

hj

= elektron atom Cl

sp2

c.

hj h h





= 11

elektron bebas atom O pada orbital 2s dan 2px


akan berdesakan dengan pasangan elektron
ikatan pada orbital 2py dan 2pz sehingga sudut
ikatannya menjadi lebih kecil dari 109,5. Hal ini
juga terjadi pada molekul NH3, tetapi sudut ikatan
molekul NH3 lebih besar daripada H2O karena
pasangan elektron bebasnya hanya satu yaitu
hanya pada orbital 2s saja, sedangkan H 2O
memiliki dua pasang elektron bebas.

Pasangan pusat = 11 (3 2)
= 11 6 = 5
PEB = 5 2 = 3
Jadi, notasi VSEPR-nya AX2E3.
c.

AsF5

  

Pasangan elektron =

PEI = 6 1 = 5
Pasangan pusat = 20 (3 5)
= 20 15 = 5
PEB = 5 5 = 0
Jadi, notasi VSEPR-nya AX5.
d.

NH3

= 20

5.

a.

a.

b.
c.
3.

4.

hj

h h

p2

 



Pasangan elektron =
=4
PEI = 4 1 = 3
Pasangan pusat = 4 (3 0) = 4
PEB = 4 3 = 1
Jadi, notasi VSEPR-nya AX3E.
2.

BCl3
2
2
1
5B = 1s 2s 2p

Molekul yang mempunyai notasi VSEPR


AX5E berbentuk piramida segi empat.
Dalam notasi tersebut, pasangan elektron
bebas (PEB) disimbolkan E, sedangkan
pasangan elektron ikatan (PEI) disimbolkan
X. Jadi, jumlah pasangan elektron bebas =
1, sedangkan jumlah pasangan elektron
ikatan = 5.
Jumlah pasangan elektron yang berada di
sekitar atom pusat = PEB + PEI = 1 + 5 = 6
Contoh senyawanya adalah IF5 dan BrF5.

Bentuk molekul dipengaruhi oleh susunan ruang


pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron
bebas atom pusat suatu molekul.
SO2 PEI = 2
bentuk molekul: bentuk V
PEB = 1
BeCl2 PEI = 2
bentuk molekul: linear
PEB = 0
(tidak mempunyai PEB)

= elektron atom Cl
Orbital hibrida = sp2
Bentuk molekul: segitiga datar.
Gambar molekulnya sebagai berikut.

b.

PF5
2
2
6
2
3
15P = 1s 2s 2p 3s 3p

hj

h h h

hx

hx hx hx hx

p3

x = elektron atom F
Orbital hibrida = sp3d
Bentuk molekul: trigonal bipiramida.
Gambar molekulnya sebagai berikut.

Sudut ikatan orbital sp3 pada umumnya sebesar


109,5. Molekul H2O dan NH3 memiliki orbital sp3.
Namun, sudut ikatan H 2 O hanya 104,5,
sedangkan NH3 107. Hal ini disebabkan oleh
adanya pasangan elektron bebas pada orbital
hibrida atom pusat. Pada molekul air, pasangan

Kimia Kelas X

51

sehingga gaya London yang dihasilkan semakin


kuat. Dengan demikian, pada pilihan jawaban
tersebut rantai yang mempunyai atom C paling
banyak dan berbentuk lurus mempunyai gaya
London paling kuat, yaitu n-heptana.

A. Pilihan Ganda
1.

Jawaban: d
Ikatan hidrogen antarmolekul mengakibatkan titik
didih senyawa relatif lebih tinggi dibandingkan
senyawa lain yang mempunyai berat molekul
sebanding. Oleh karena itu, titik didih alkohol yang
memiliki ikatan hidrogen menjadi lebih tinggi
daripada eter. Ikatan hidrogen sangat kuat
sehingga dibutuhkan lebih banyak energi untuk
memisahkan molekul-molekul alkohol. Alkohol
pada suhu biasa berwujud cair yang mudah
menguap, mudah terbakar, dan tidak berwarna.
Metanol bersifat mudah menguap, berwujud cair,
tidak berwarna, mudah terbakar, beracun dengan
bau khas (berbau lebih ringan daripada etanol).
Sebagian kecil alkohol larut dalam air karena gugus
hidroksi pada alkohol dapat membentuk ikatan
hidrogen dengan molekul air. Reaksi antara alkohol
dan logam akan menghasilkan gas hidrogen dan
larutan alkoksida.

2.

Jawaban: e
Senyawa kovalen yang bersifat polar mempunyai
harga momen dipol atau perbedaan keelektronegatifan lebih besar dari nol. Sementara itu,
senyawa kovalen yang bersifat nonpolar
mempunyai keelektronegatifan atau momen dipol
sama dengan nol.
H F = 4,1 2,1 = 2,0 HF polar
O Cl = 3,5 2,8 = 0,7 OCl polar
F Cl = 4,1 2,8 = 1,3 FCl polar
Br Cl = 2,8 2,7 = 0,1 BrCl polar
P H = 2,1 2,1 = 0 PH nonpolar

3.

Jawaban: a
Jika unsur yang sama-sama diikat yaitu unsur H,
perbedaan keelektronegatifan terbesar dimiliki
oleh senyawa yang dibentuk dari unsur yang
paling elektronegatif. Dalam sistem periodik,
keelektronegatifan unsur dari kiri ke kanan pada
satu periode semakin besar dan dari bawah ke
atas pada satu golongan juga semakin besar.
Unsur O terletak pada periode paling kanan dan
pada golongan paling atas dibanding unsur N, P,
S, dan C. Oleh karena itu, unsur O merupakan
unsur yang paling elektronegatif sehingga jika
berikatan dengan H memiliki perbedaan keelektronegatifan paling besar (paling polar).

4.

Jawaban: a
Senyawa dengan Mr tinggi dan bentuk molekul
panjang akan semakin mudah terpolarisasi

52

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

5.

Jawaban: d
Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terjadi antara
atom H dengan atom F, O, dan N. Ikatan hidrogen
sangat kuat sehingga untuk memutuskan
ikatannya diperlukan energi sangat besar.
Besarnya energi yang digunakan untuk
memutuskan ikatan terlihat dari titik didih yang
tinggi dalam satu golongan senyawa hidrida. Jadi,
senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen
antarmolekulnya adalah nomor 4 dan 5.

6.

Jawaban: a
Air (H2O) yang keluar dari biuret dapat dibelokkan
oleh batang bermuatan listrik karena air bersifat
polar. Senyawa polar terjadi jika pasangan elektron
yang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen
tertarik lebih kuat pada salah satu atom. Pada
senyawa polar, distribusi muatan terjadi tidak
seimbang sehingga terbentuk suatu kutub (dipol)
dalam molekul. Sebaliknya CCl4 yang keluar dari
biuret tidak dibelokkan oleh batang bermuatan listrik
karena CCl4 bersifat nonpolar. Senyawa nonpolar
terjadi jika pasangan elektron yang dipakai secara
bersama-sama dalam ikatan kovalen tertarik sama
kuat ke semua atom. Senyawa nonpolar meliputi
senyawa yang beratom sejenis dan senyawa yang
distribusi muatannya simetris.

7.

Jawaban: d
Titik didih dan titik leleh H2O lebih tinggi daripada
H2S meskipun Mr H2O lebih kecil daripada H2S.
Hal ini karena adanya ikatan hidrogen di dalam
molekul H2O. Ikatan hidrogen bersifat sangat kuat
serta terjadi antara atom hidrogen dan atom yang
sangat elektronegatif (F, O, atau N).

8.

Jawaban: b
Ikatan hidrogen jauh lebih kuat daripada gaya Van
der Waals. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya
energi yang dibutuhkan untuk memutuskan
ikatan. Energi untuk memutuskan ikatan hidrogen
sekitar 1540 kJ/mol, sedangkan energi untuk
memutuskan gaya Van der Waals hanya sekitar
220 kJ/mol.

9. Jawaban: b
Polarisabilitas merupakan kemudahan suatu
molekul menghasilkan dipol sesaat yang dapat
mengimbas ke molekul di sekitarnya. Semakin
besar massa molekul relatif dan semakin tinggi
titik didih serta titik lelehnya, molekul semakin
mudah mengalami polarisasi. Bentuk molekul
yang panjang (lonjong) juga mempermudah
polarisasi.
10. Jawaban: b
Senyawa kovalen nonpolar terbentuk antara
molekul-molekul unsur (atomnya sejenis) atau
molekul-molekul senyawa yang simetris, yaitu
molekul yang atom pusatnya tidak mempunyai
pasangan elektron bebas (PEB).
2
2
2

6A : 1s 2s 2p

2
2
4
D
B
:
1s
2s
2p
8

2
2
6
1

11C : 1s 2s 2p 3s
D A D

2
2
6
2
5

17D : 1s 2s 2p 3s 3p

D
2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
E
:
1s

19

struktur: CH3 CH2 CH2 CH3. Hal ini karena


aseton merupakan senyawa polar, sedangkan
n-butana merupakan senyawa nonpolar.
Senyawa polar saling berikatan dengan gaya tarik
dipol. Sementara itu, senyawa nonpolar saling
berikatan dengan gaya London. Kekuatan gaya
tarik dipol lebih besar daripada gaya London
sehingga energi yang diperlukan untuk
memutuskan gaya tarik dipol pun lebih besar
daripada gaya London.
3.

Gaya Van der Waals mengakibatkan sifat-sifat


ketidaksempurnaan suatu gas. Pada suhu yang
rendah, molekul-molekul gas tidak mempunyai
energi untuk melepaskan diri dari gaya dipol
sesaat dan gaya tarik dipol tetangganya. Dengan
demikian, molekul-molekul gas akan mengumpul
dan membentuk tetesan zat cair.

4.

Setiap organisme tersusun dari air dan DNA.


Struktur DNA mengandung empat basa organik,
yaitu adenin, guanin, timin, dan sitosin. Keempat
basa ini saling berpasangan dalam ikatan
hidrogen. Adenin berpasangan dengan timin
membentuk dua ikatan hidrogen, sedangkan
guanin dengan sitosin membentuk tiga ikatan
hidrogen. Oleh karena itu, ikatan hidrogen sangat
memengaruhi kehidupan organisme.

5.

Dalam keadaan padat (es), molekul-molekul air


membentuk struktur ruang. Atom hidrogen
dikelilingi oleh atom-atom oksigen. Dua atom
hidrogen yang dekat dengan atom oksigen terikat
secara ikatan kovalen. Sementara itu, dua atom
hidrogen lain yang berjauhan terikat secara ikatan
hidrogen. Terbentuknya struktur ruang dalam es
tersebut mengakibatkan es mempunyai struktur
terbuka dengan rongga kosong. Hal inilah yang
mengakibatkan kerapatan es menjadi lebih kecil
daripada air.

B. Uraian
1.

2.

Gaya London yaitu gaya tarik-menarik antardipol


sesaat. Gaya London terjadi pada molekul
nonpolar. Dipol sesaat tersebut terbentuk saat
elektron-elektron dalam atom saling bergerak
sehingga sewaktu-waktu elektron berada lebih dekat
ke salah satu atom. Meskipun dipol sesaat tidak
bersifat permanen, namun mampu mengimbas ke
molekul nonpolar di sekitarnya sehingga antardipol
terimbas dapat menghasilkan gaya London. Gaya
tarik dipol yaitu gaya yang terjadi karena kutub positif
dari molekul satu akan tertarik oleh kutub negatif
molekul yang berdekatan. Gaya tersebut terjadi
pada molekul polar.
Aseton atau propanon dengan rumus struktur:
O
||
CH3 C CH3 mempunyai titik didih lebih tinggi
daripada n-butana yang mempunyai rumus

A. Pilihan Ganda
1.

Jawaban: c
Struktur Lewis CH4:
H

Di sekeliling atom pusat CH4 terdapat 4 domain


yang merupakan pasangan elektron ikatan
sehingga bentuk geometri dasar dan molekulnya
tetrahedral. BeCl2 mempunyai bentuk geometri
dasar linear. SO2 mempunyai bentuk geometri
dasar segitiga. PCl5 mempunyai bentuk geometri
dasar trigonal bipiramida. SF6 mempunyai bentuk
geometri dasar oktahedral.

Kimia Kelas X

53

2.

Jawaban: b
2
2
6
2
3
15P = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 5
2
2
5
9F = 1s 2s 2p elektron valensi = 7

6.

Pasangan elektron
=      
    
=

  



3.

= 13

7.

Jawaban: c
2
3
7N = [He] 2s 2p
2
5
9F = [He] 2s 2p

AX3E (trigonal piramida)

 
  


= 12

8.

PEI = 4 1 = 3
Pasangan pusat = 12 (3 3) = 3
PEB = 3 3 = 0
Notasi VSEPR-nya adalah AX3 (bentuk segitiga
datar).
Gambar molekulnya sebagai berikut.

5.

Jawaban: e
Berdasarkan gambar molekul tersebut, notasi
VSEPR-nya AX4E2.
PEB = 2
PEI = 4
Pasangan pusat = PEB + PEI = 2 + 4 = 6
Pasangan pusat = pasangan elektron (3
jumlah atom ujung)
6 = pasangan elektron (3 4)
Pasangan elektron = 12 + 6 = 18
Pasangan elektron
        

     
18 =


36 = elektron valensi A + 28
elektron valensi A = 8
Jadi, unsur A dalam tabel periodik terletak pada
golongan VIII.

54

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

  

= 16

Pasangan elektron ikatan (PEI) = 5 1 = 4


Pasangan pusat = 16 (3 4) = 4
Pasangan elektron bebas
(PEB) = 4 4 = 0 (tidak punya)
Notasi VSEPR = AX4
Bentuk molekulnya tetrahedral

Jawaban: b
Pasangan elektron =

Y X Y
Y
Pada senyawa XY3 terdapat 3 PEI dan 1 PEB.
Notasi VSEPR senyawa XY3 : AX3E1.
Bentuk molekul XY3 adalah segitiga piramida atau
trigonal piramida.
Jawaban: a
PO43
Pasangan elektron pada semua atom
=

F N F PEI = 3

PEB = 1
F
4.

Y +

PEI = jumlah atom 1 = 4 1 = 3


Pasangan pusat
= pasangan elektron (3 jumlah atom ujung
(kecuali atom H))
= 13 (3 3) = 4
PEB = pasangan pusat PEI = 4 3 = 1
Jadi, PEB pada atom pusat = 1.

Jawaban: b
Untuk membentuk molekul senyawa sesuai
aturan oktet, atom Y melepas 3 elektron dan
atom X menangkap 3 elektron. Senyawa yang
terjadi digambarkan dengan rumus Lewis berikut.

Jawaban: e
Berdasarkan orbital hibrida, elektron terluar unsur
tersebut harus berada pada kulit atom ke-3. Hal
ini karena kulit atom tersebut mengandung orbital
d yang akan digunakan sebagai tempat elektron
yang dipromosikan dari orbital s dan orbital px.
Dengan demikian, dua elektron tersebut akan
menempati orbital d dan terdapat 6 elektron tidak
berpasangan dalam orbital sp3d2. Selanjutnya,
unsur tersebut dapat mengikat 6 atom lain yang
kekurangan satu elektron.

hj

hj h h

3s

3p

hj

hj h h
promosi

9.

h h h

h h

p3

d2

Jawaban: b
2
2
2
6C = 1s 2s 2p

hj

h h
promosi

h h h h
s

p3

x = elektron atom Cl
Jadi, orbital hibrida CCl4 adalah sp3.

10. Jawaban: d
54X

= [Kr]

5s2

4d10

5s

5p

hj

hj hj hj

5p6

promosi

hj h h

p3

hj

b.

h h

p3

15P

= [Ne] 3s2 3p3

hj

d2

p3

= 1s2 2s2 2p5

h
Y

Y
Y

X merupakan unsur gas mulia dengan elektron


valensi 8 yang mengalami penyimpangan aturan
oktet karena berikatan dengan Y membentuk XY4.
Bentuk molekul
PEI = 4
PEB = 2 segi empat datar

h
s

hj h h

hj

hj h h

p3

Jadi, orbital hibrida sp3 pada molekul H2O didukung


oleh adanya 2 elektron tunggal pada orbital p atom
oksigen. Setelah terisi elektron, akan ada dua buah
orbital yang mempunyai pasangan elektron dan
membentuk dua ikatan kovalen. Bentuk dasar
tetrahedral akan berubah menjadi huruf V. Sudut
ikatan H O H sebesar 104,31.
12. Jawaban: b
2
2
1
5Q = 1s 2s 2p

c.

34Se

hj

h
s

hx
s

h
d

h h h h
p3

= [Ar] 4s2 3d10 4p4

hj h h

Struktur Lewis P Q P

P
Pada senyawa QP3 terdapat 3 domain yang terdiri
atas 3 PEI dan tidak ada PEB. Notasinya AX3.
Bentuknya segitiga datar atau segitiga planar.
13. Jawaban: e
a. 50Sn = [Kr] 5s2 4d10 5p2

h h
promosi

h h h
p3

h h h
p3

h h
d2

hx hx hx hx hx
p3

d2

x = elektron dari atom F


Molekul senyawa SeF6 mempunyai orbital
hibrida sp3d3.
d.

51Sb

hj

= [Kr] 5s2 4d10 5p3

h h h
promosi

= 1s1

p3

promosi

hj

h h h

= elektron dari atom Cl


Molekul senyawa PCl5 mempunyai orbital
hibrida sp3d.

11. Jawaban: d
2
2
4
8O = 1s 2s 2p

hj

h h h
promosi

d2

= elektron dari atom Y


2
10 5p6
54X = [Kr] 5s 4d

1P

hj h h h h

9Y

h h h

= elektron dari atom Cl


Molekul senyawa SnCl4 mempunyai orbital
hibrida sp3.

5d

hj

h
s

hx
s

h h h
p3

h
d

hx hx hx hx
p3

x = elektron dari atom Cl


Molekul senyawa SbCl5 mempunyai orbital
hibrida sp3d.
Jadi, senyawa yang pasangan elektronnya
mempunyai orbital hibrida sp3d dengan bentuk
molekul trigonal bipiramida adalah PCl 5 dan
SbCl5. Sementara itu, SnCl4 mempunyai orbital
hibrida sp3 dengan bentuk molekul tetrahedral.
SeF6 mempunyai orbital hibrida sp3d2 dengan
bentuk molekul oktahedral.

Kimia Kelas X

55

14. Jawaban: b
Y dengan elektron terluar ns2 np1.

hj

h
promosi

h h

p2

hx

hx hx

p2

x = elektron dari atom X


Jadi, hibridisasi yang terjadi adalah sp2
15. Jawaban: c
Pada hibridisasi senyawa kompleks, atom pusatnya
(atom dari unsur transisi) harus menyediakan
orbital kosong sejumlah ligan yang akan bergabung.
[Zn(NH3]4]2+
NH3 = molekul netral
Zn bermuatan +2
2
10
30Zn = [Ar] 4s 3d
Zn2+ = [Ar] 4s0 3d10

hj hj hj hj hj
3d10

4s0

4p0

Ion Zn2+ berhibridisasi dengan menyediakan


empat ruang kosong untuk ditempati oleh NH3.
Zn
xx

hj hj hj hj hj

xx

xx xx xx

= NH3

Jadi, jenis hibridisasi [Zn(NH3)4]2+ adalah sp3.


16. Jawaban: e
Zat A merupakan zat yang mempunyai jenis ikatan
kovalen polar karena titik didihnya rendah, tidak
dapat menghantarkan arus listrik dalam bentuk
lelehannya, tetapi dapat menghantarkan arus listrik
dalam bentuk larutannya. Zat B merupakan zat yang
mempunyai jenis ikatan kovalen nonpolar karena
titik didihnya rendah dan tidak dapat menghantarkan arus listrik baik dalam bentuk lelehan maupun
larutannya. Senyawa yang berikatan ion mempunyai
titik didih tinggi dan dapat menghantarkan arus listrik
dalam bentuk lelehan maupun larutannya.
17. Jawaban: c
CO dan N2 mempunyai gaya Van der Waals, tetapi
CO mengalami gaya tarik dipol, sedangkan N2
mengalami gaya London. CO merupakan
senyawa polar sehingga gaya Van der Waals-nya
(gaya tarik dipol) lebih kuat daripada gaya Van
der Waals (gaya London) molekul N2 yang bersifat
nonpolar meskipun Mr-nya sama.

56

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

18. Jawaban: b
Molekul CH4 dan SiH4 sama-sama berbentuk
tetrahedral. Dalam molekul CH4 terdapat 4 momen
dipol yang sama besar dari atom C dan H yang
saling menyudut sama besar sehingga resultan
dari keempat momen dipol ini mendekati nol.
Demikian pula dengan SiH4. Dengan demikian,
molekul CH 4 dan SiH 4 sama-sama bersifat
nonpolar. Perbedaan titik didih, yaitu titik didih
senyawa CH4 lebih rendah daripada SiH4 karena
massa molekul relatif CH4 lebih kecil daripada SiH4.
19. Jawaban: c
Di sekeliling atom pusat molekul AlCl3 terdapat 3
domain elektron yang semuanya merupakan PEI.
Dengan demikian, AlCl 3 mempunyai notasi
VSEPR AX3. Bentuk molekulnya segitiga datar
dan ketiga sudutnya membentuk sudut sebesar
120 terhadap atom pusat.
20. Jawaban: e
Gaya antarmolekul yang paling kuat adalah yang
di dalamnya terdapat ikatan hidrogen. Ikatan
hidrogen terbentuk dalam molekul HF dan
CH3COOH.
21. Jawaban: e
n-butana mempunyai titik didih 0C yang lebih
tinggi daripada 2-metil propana yang mempunyai
titik didih 12C. Hal ini karena n-butana
mempunyai rantai lurus, sedangkan rantai 2-metil
propana bercabang. Rantai lurus lebih berdekatan
daripada rantai cabang sehingga gaya tariknya
lebih kuat. Pada rantai lurus, inti atom lebih mudah
menginduksi awan elektron sehingga memiliki
gaya tarik-menarik dipol sesaat yang lebih besar.
Pada senyawa yang bercabang, inti atom sukar
menginduksi awan elektron sehingga gaya London
lebih lemah. Jadi, untuk massa molekul relatif yang
sama, bentuk molekul yang tidak bercabang
mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada
bentuk molekul bercabang. Akibatnya, bentuk
molekul lurus mempunyai gaya London yang lebih
besar daripada bentuk molekul bercabang.
22. Jawaban: b
Kelompok senyawa yang memiliki ikatan hidrogen
merupakan kelompok senyawa yang mengalami
penyimpangan titik didih dalam grafik dari
senyawa segolongannya. H 2O, HF, dan NH3
memiliki ikatan hidrogen karena titik didihnya
paling tinggi di antara senyawa segolongannya,
padahal Mr-nya paling kecil. Hal ini karena ikatan
hidrogen lebih kuat daripada ikatan Van der Waals
sehingga untuk memutuskannya diperlukan
energi yang lebih tinggi.

23. Jawaban: b
Molekul bersifat polar karena pasangan elektron
yang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen
tertarik lebih kuat pada salah satu atom. Molekul
polar bersifat tidak simetris dan mempunyai
pasangan elektron bebas. Molekul yang mengikuti
kaidah oktet artinya atom molekul tersebut
dikelilingi 8 elektron sehingga bersifat stabil seperti
gas mulia. Jadi, rumus molekul AB3 sebagai berikut.

B
Pada molekul tersebut terdapat satu pasangan
elektron bebas.
24. Jawaban: a
PCl 3 mempunyai bentuk yang tidak simetris
sehingga bersifat polar. Molekul-molekul polar
cenderung saling mendekatkan kutub positifnya
dengan kutub negatif molekul lain membentuk
gaya tarik-menarik yang disebut gaya tarik dipol.
25. Jawaban: c
Oksigen yang bersifat nonpolar atau merupakan
molekul yang tidak mempunyai dipol dapat larut
dalam air (molekul yang mempunyai dipol). Hal
ini karena gas oksigen membentuk dipol sesaat
dalam air. Dipol sesaat terbentuk ketika molekul
yang tidak mempunyai dipol saling tarik-menarik
dengan molekul yang mempunyai dipol. Interaksi
tersebut terjadi secara induksi. Ujung molekul
dipol yang bermuatan positif menginduksi awan
elektron molekul yang tidak mempunyai dipol.
Setelah terbentuk dipol sesaat, akan terjadi ikatan
antara molekul dipol dan molekul dipol sesaat.
Hal inilah yang mengakibatkan oksigen dapat larut
dalam air.

28. Jawaban: b
Dalam satu golongan dari atas ke bawah pada
sistem periodik, massa atom relatif unsur semakin
besar. Massa molekul relatif F 2 < Cl 2 < Br 2.
Semakin besar massa molekul relatif suatu
molekul, semakin tinggi titik didihnya sehingga
semakin kuat gaya Londonnya. Jadi, urutan
kekuatan gaya London Br2 > Cl2 > F2.
29. Jawaban: d
Sudut ikatan H2O sebesar 104,5 karena adanya
pasangan elektron bebas pada orbital hibrida
atom pusat, yaitu pada orbital 2s dan 2p x .
Pasangan elektron bebas ini akan berdesakan
dengan pasangan elektron ikatan pada orbital 2py
dan 2pz sehingga sudut ikatannya mengecil.
30. Jawaban: a
Gaya London merupakan gaya yang relatif lemah
dan terjadi pada sesama senyawa nonpolar. Zat
yang molekulnya saling tarik-menarik hanya
dengan gaya London akan mempunyai titik leleh
dan titik didih yang rendah jika dibandingkan
dengan zat lain yang massa molekul relatifnya
sama. Jika molekul-molekulnya kecil, zat-zat
tersebut biasanya berbentuk gas pada suhu
kamar. Misal H2, N2, CH4, He, O2, Br2, dan I2.
B. Uraian
1.

a.

Pasangan elektron =

    


= 16

PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 16 (3 4) = 4
PEB = 4 4 = 0
PEI = 4 dan PEB = 0.
Notasi VSEPR: AX4.
Jadi, bentuk molekul ion ClO4 adalah tetrahedral.

26. Jawaban: d
Ikatan hidrogen terjadi oleh gaya tarik-menarik
antara atom hidrogen dari molekul yang satu dengan
atom molekul lain yang sangat elektronegatif (F, O,
atau N) pada senyawa NH3, H2O, dan HF.
27. Jawaban: d
Ikatan hidrogen terbentuk antara atom hidrogen
dan atom yang sangat elektronegatif (F, O, atau
N). Adanya ikatan hidrogen mengakibatkan titik
didih senyawa semakin tinggi. Oleh karena itu,
senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen
paling kuat adalah HF. Ikatan hidrogen pada
senyawa HF lebih kuat daripada ikatan hidrogen
pada senyawa H2S. Sementara itu, pada senyawa
HI, HBr, dan HCl terjadi gaya Van der Waals.

ClO4

b.

NH4

Pasangan elektron =

   


=4

PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 4 (3 0) = 4
PEB = 4 4 = 0
PEI = 4 dan PEB = 0.
Notasi VSEPR: AX4.

Kimia Kelas X

57

Jadi, bentuk molekul ion NH4+ adalah tetrahedral.

c.

4.

AlF6

Pasangan elektron =

Gambar molekulnya sebagai berikut.


  

= 24

PEI = 7 1 = 6
Pasangan pusat = 24 (3 6) = 6
PEB = 6 6 = 0
PEI = 6 dan PEB = 0.
Notasi VSEPR: AX6.
Jadi, bentuk molekul ion AlF 63 adalah
oktahedral.

b.

c.

5.
2.

a.

XeF2;
Pasangan elektron =

b.

 


  


hj

3.





hx
s

h h h

Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

h h h
p3

h
d

hx hx hx hx
p3

x = elektron dari atom B


Orbital hibridanya sp 3d. Bentuk molekulnya
trigonal bipiramida.
6.

Ikatan bersifat nonpolar jika molekulnya dibentuk


dari atom pusat yang terikat pada atom-atom lain
yang sama sehingga dipol-dipol ikatan yang ada
saling meniadakan, contoh CO2. Sebaliknya, jika
atom pusat terikat pada atom lain yang tidak
sama, molekul akan bersifat polar.

7.

Gaya London lebih lemah daripada gaya tarik


dipol karena gaya London terjadi dalam molekul
nonpolar. Sementara itu, gaya tarik dipol terjadi
pada molekul polar. Ikatan hidrogen paling kuat
di antara ketiga ikatan tersebut.

8.

Senyawa yang terbentuk berupa HCl dan HI. HCl


akan lebih polar daripada HI. Hal ini karena dalam
satu golongan, dari atas ke bawah elektronegativitasnya semakin kecil sehingga elektronegativitas Cl lebih besar daripada elektronegativitas I. Akibatnya, HCl bersifat lebih polar
daripada HI.

= 13

PEI = 4 1 = 3
Pasangan pusat = 13 (3 3) = 4
PEB = 4 3 = 1
Jadi, PEI = 3 dan PEB = 1.
PEI = 5
PEB = 1
Notasi VSEPR = AX5E
Bentuk molekul = Piramida segi empat
Contoh molekul = IF5

58

XeO3;
Pasangan elektron =

= 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3

promosi

= 18

PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 18 (3 4) = 6
PEB = 6 4 = 2
Jadi, PEI = 4 dan PEB = 2.
c.

15A

Molekul yang memiliki sudut ikat 180


berbentuk linear. Linear yaitu bentuk molekul
yang disusun oleh tiga atom yang berikatan
dalam satu garis lurus dan sebuah atom
sebagai pusatnya, contoh: ZnCl2 dan BeCl2
Molekul yang memiliki sudut ikat 109,5
berbentuk tetrahedral. Tetrahedral yaitu
bentuk molekul yang tersusun atas lima atom
yang berikatan dengan empat pasang
elektron ikatan, contoh: CH4 dan CCl4.
Molekul yang memiliki sudut ikat 90
berbentuk oktahedral. Oktahedral yaitu
bentuk molekul yang terdiri atas delapan
bidang yang merupakan segitiga sama sisi,
contoh: SF6.

= 11

PEI = 3 1 = 2
Pasangan pusat = 11 (3 2) = 5
PEB = 5 2 = 3
Jadi, PEI = 2 dan PEB = 3
XeF4;
Pasangan elektron =

a.

9. Gaya Van der Waals menentukan kuat lemahnya


gaya tarik-menarik molekul dalam senyawa nonpolar ataupun polar. Hal ini berakibat pada tinggi
rendahnya titik didih suatu senyawa. Jika gaya
Van der Waals senyawa kuat maka titik didihnya
juga tinggi. Titik didih ini menggambarkan energi
yang diperlukan untuk memutuskan ikatan dalam
suatu molekul. Semakin banyak energi yang
diperlukan, titik didihnya semakin tinggi.

10. Titik didih senyawa sebanding sekaligus


mencerminkan kekuatan gaya London. Gaya
London semakin besar jika distribusi elektron
semakin besar, jumlah elektron semakin banyak,
Mr semakin besar, dan elektron terikat lemah oleh
inti. Jadi, urutan gas mulia dalam segolongan
semakin ke bawah, titik didih semakin besar (He
< Ne < Ar < Kr).

Kimia Kelas X

59

A. Pilihan Ganda
1.

2.

3.

Jawaban: c
Labu ukur digunakan untuk membuat larutan
dengan konsentrasi tertentu. Pada saat memasukkan larutan hingga mendekati garis batas
digunakan pipet volume. Akan tetapi, untuk
mencapai garis batas, sebaiknya larutan
ditambahkan menggunakan pipet tetes secara
perlahan-lahan. Corong berfungsi untuk menopang
saat larutan dipindahkan ke wadah lain supaya
tidak tumpah. Gelas ukur berfungsi mengukur
volume larutan. Buret berfungsi menampung
larutan yang digunakan sebagai titran pada proses
titrasi.
Jawaban: b
Jenis termometer batang yang digunakan di
laboratorium berupa termometer raksa dan
termometer alkohol. Jika menggunakan alkohol,
cairan pengisi termometer tersebut diberi warna
merah agar mudah diamati.

5.

Jawaban: c
Bilangan kuantum (n) = 2, artinya elektron-elektron
berada di kulit L. Di kulit L terdapat orbital s
(maksimum dihuni oleh 2 elektron) dan orbital p
(maksimum dihuni oleh 6 elektron). Dengan
demikian, jumlah maksimum elektron yang dapat
menghuni orbital dengan n = 2 adalah 8 elektron.

6.

Jawaban: a
Unsur 86
37 X mempunyai konfigurasi elektron
sebagai berikut.
2
2
6
2
6
2
10 4p6 5s1
37X : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
Unsur tersebut mempunyai elektron valensi 1 dan
kulit atom 5 sehingga terletak pada golongan IA dan
periode 5. Unsur golongan VA dan periode 3 mempunyai nomor atom 15. Unsur golongan VA dan
periode 5 mempunyai nomor atom 51. Unsur
golongan VA dan periode 7 belum ditemukan. Unsur
golongan VIIA dan periode 5 mempunyai nomor
atom 53.

7.

Jawaban: e
Konfigurasi elektron unsur:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3
Elektron valensi terletak pada orbital 4s2 dan 3d3
sehingga terletak pada golongan VB. Kulit terbesar
di kulit 4 sehingga unsur tersebut terletak pada
periode 4.

8.

Jawaban: e
Konfigurasi elektron unsur 35,5
Cl sebagai berikut.
17
2 2s2 2p6 3s2 3p5
Cl
=
1s
17
Unsur Cl mempunyai kulit elektron 3 dan jumlah
elektron valensi 7 sehingga terletak pada periode
3 dan golongan VIIA. Konfigurasi elektron unsur
Na, Ar, Sr, Ge, dan Br sebagai berikut.
2
2
6
1
11Na = 1s 2s 2p 3s
periode 3 dan golongan IA
2
2
6
2
6
18Ar = 1s 2s 2p 3s 3p
periode 3 dan golongan VIIIA
2
2
6
2
6
2
1
21Sc = 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
periode 4 dan golongan IIIB
2
2
6
2
6
2
10 4p2
32Ge = 1s 2p 2p 3s 3p 4s 3d
periode 4 dan golongan IVA
2
2
6
2
6
2
10 4p5
35Br = 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
periode 4 dan golongan VIIA
Jadi, unsur Cl terletak dalam satu golongan
dengan unsur Br.

Jawaban: c
Y = hj
1s2

hj

hj hj hj

hj

hj hj hj

2s2

2p6

3s2

3p6

9 orbital

Jumlah elektron kulit K = 2


kulit L = 8
kulit M = 8
Jadi, jumlah total elektron = 18.
Nomor atom unsur Y adalah 18.
4.

Jawaban: d
Konfigurasi unsur 26Fe: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6
Tabel pengisian elektron pada orbital:

hj
1s2

hj hj hj hj
2s2

2p6

hj hj hj hj hj
3s2

3p6

4s2

hj h h h h
3d6

Jumlah orbital elektron berpasangan:


1 + 1 + 3 + 1 + 3 + 1 + 1 = 11
Orbital elektron tidak berpasangan berjumlah 4.

60

Ulangan Akhir Semester

9. Jawaban: b
Ikatan ion terjadi antara unsur logam (golongan
IA, IIA, dan golongan transisi) dengan unsur-unsur
yang mempunyai perbedaan elektronegativitas
tinggi (golongan VIIA). Ikatan ion terjadi pada
CaCl2, CuCl2, HCl, NaCl, ZnCl2, FeCl2, dan KCl.
Jadi, kelompok senyawa yang semuanya
berikatan ion adalah CaCl2, CuCl2, dan NaCl.
Senyawa H 2 SO 4 , H 3 PO 4 , H 2 CO 3 , H 2 O, dan
CH3COOH merupakan senyawa kovalen.
10. Jawaban: c
Ikatan kovalen terjadi jika pasangan elektron
ikatan berasal dari kedua atom untuk digunakan
secara bersama-sama.

tidak terjadi ikatan karena unsur


T sudah stabil (kaidah duplet)

Q + P tidak terjadi ikatan karena unsur

P sudah stabil (kaidah oktet)


Q

Q R Q
Q + R

Terjadi ikatan kovalen karena


antara atom Q dan R menggunakan pasangan elektron
secara bersama-sama

P + Q tidak terjadi ikatan karena unsur

P sudah stabil (kaidah oktet)

T + R
tidak terjadi ikatan karena unsur
T sudah stabil (kaidah duplet)
Jadi, ikatan kovalen terjadi pada unsur Q dan R.
T +

1s2 2s2 2p6 3s1, elektron valensi = 1


struktur Lewis: Na
stabil dengan melepas 1
elektronnya untuk memenuhi kaidah oktet
2 2s2 2p6 3s2 3p5, elektron valensi = 7
Cl:
1s
17
11Na:

ii

struktur Lewis:  
ii

stabil dengan menangkap 1 elektron


untuk memenuhi kaidah
oktet
Rumus Lewis pada struktur:
ii

ii

11. Jawaban: e
Konfigurasi elektron 1H, 5B, 8O, 11Na, dan 17Cl
sebagai berikut.
1
1H: 1s , elektron valensi = 1
struktur Lewis: H
stabil dengan menangkap 1 elektron
untuk memenuhi kaidah duplet
2
2
1
5B: 1s 2s 2p , elektron valensi = 3
struktur Lewis: 

stabil dengan melepas 3


elektronnya untuk memenuhi
kaidah duplet
2
2
4
8O: 1s 2s 2p , elektron valensi = 6
ii

struktur Lewis:   
stabil dengan menangkap 2
elektron untuk memenuhi
kaidah oktet

NaCl: Na x +     

Memenuhi kaidah oktet


dan duplet

Na2O: Na x +

 + x Na 



Memenuhi kaidah
oktet dan duplet
ii

Cl2O:   +
ii

ii



  +  


ii










Memenuhi
kaidah oktet
ii

HCl: H x + i  
ii



Memenuhi kaidah oktet dan


duplet
BH3:  + 3H x





Tidak memenuhi kaidah
oktet, tetapi memenuhi
kaidah duplet untuk H

12. Jawaban: b
Jumlah proton = jumlah elektron = nomor atom
Konfigurasi 9A : 1s2 2s2 2p5
Unsur A mencapai kestabilan dengan menangkap
1 elektron membentuk ion A+.
Konfigurasi 20B : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
Unsur B mencapai kestabilan dengan melepas
2 elektron membentuk ion B2.
Kedua unsur tersebut dapat berikatan ion dengan
reaksi:
A + e A
2
B B2+ + 2e
1

2A + B 2A + B2+
Rumus senyawa yang terbentuk A2B atau BA2.

Kimia Kelas X

61

13. Jawaban: c
Konfigurasi elektron G : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
Struktur Lewis:

17. Jawaban: c
Struktur Lewis pada asam klorida, gas metana,
ion amoniak, gas karbon dioksida, dan gas
nitrogen sebagai berikut.

Konfigurasi elektron Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

Struktur Lewis Cl :

Cl

Struktur Lewis senyawa yang terbentuk:

Cl

Cl

terdapat ikatan kovalen tunggal

terdapat ikatan kovalen koordinasi

C
o

Untuk memenuhi kaidah oktet, unsur G


kekurangan tiga elektron, sedangkan unsur Cl
kekurangan satu elektron. Oleh karena itu, unsur
G dan Cl menggunakan pasangan elektron
secara bersama-sama sehingga terbentuk ikatan
kovalen. Rumus kimia senyawanya GCl3.
14. Jawaban: d
Ikatan kovalen koordinasi terjadi jika pasangan
elektron yang digunakan bersama berasal dari
satu atom, seperti ditunjukkan oleh nomor 3) dan
5). Ikatan yang ditunjukkan oleh nomor 1), 2), 4),
dan 6) merupakan ikatan kovalen tunggal karena
pasangan elektron yang digunakan bersama
berasal dari dua atom.
15. Jawaban: d
1) Asam klorida merupakan senyawa kovalen
polar karena memiliki perbedaan keelektronegatifan.
2) Asam fluorida merupakan senyawa kovalen
polar karena memiliki perbedaan keelektronegatifan.
3) Amonium klorida merupakan senyawa
kovalen yang bersifat polar.
4) Karbon tetraklorida merupakan senyawa
kovalen nonpolar karena simetris.
5) Magnesium klorida merupakan senyawa ion
sehingga bersifat polar.
16. Jawaban: d
1) P 4 = 1s2 2s2
melepaskan 2 elektron, membentuk ion P2+
2) Q 8 = 1s2 2s2 2p4
menangkap 2 elektron, membentuk ion Q2
3) R 6 = 1s2 2s2 2p2
menangkap 4 elektron, membentuk ion R4
4) S 11 = 1s2 2s2 2p6 3s1
melepaskan 1 elektron, membentuk ion S+
5) T 12 = 1s2 2s2 2p6 3s2
melepaskan 2 elektron, membentuk ion T2+
Berdasarkan konfigurasi elektron tersebut dapat
terbentuk senyawa ion PQ.

62

terdapat ikatan kovalen tunggal

Ulangan Akhir Semester

H
o

oo

Cl

H+

Cl

o
o

o
o

terdapat ikatan kovalen


rangkap dua

terdapat ikatan kovalen


rangkap tiga
Jadi, molekul yang mempunyai ikatan kovalen
rangkap tiga adalah N2 (gas nitrogen).

18. Jawaban: c
Nomor massa S = 32, jumlah neutron = 16
Lambang unsur S =


1) Unsur memiliki jumlah proton 16.
2) Unsur tersebut merupakan golongan VIA.
3) Unsur tersebut memiliki konfigurasi elektron
= 1s2 2s2 2p 6 3s 2 3p4 sehingga elektron
valensi = 6.
4) Unsur tersebut tidak dapat membentuk
senyawa ion dengan golongan VIIA.
5) Unsur tersebut untuk mencapai kestabilan
perlu menangkap 2 elektron.
19. Jawaban: b
Misal unsur dengan nomor 9 adalah X dan unsur
dengan nomor atom 35 adalah Y.
2
2
5
9X : 1s 2s 2p
2
2
6
2
6
2
10 4p5
35Y : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d
Rumus Lewis X :

Rumus Lewis Y :

Antara unsur X dan Y dapat membentuk ikatan


dengan reaksi berikut.
Pada reaksi tersebut terbentuk ikatan

kovalen tunggal karena pasangan

X Y

elektron yang dipakai bersama-sama


berasal dari kedua unsur.

20. Jawaban: d
Kepolaran suatu senyawa dapat ditentukan dari
selisih harga keelektronegatifan unsur-unsur penyusun senyawa.
1) HF
= 3,98 2,20 = 1,78
2) MgO = 3,44 1,31 = 2,13
3) Na2O = 3,44 0,93 = 2,51
4) NaF = 3,98 0,93 = 3,05
5) MgF2 = 3,98 1,31 = 2,67
Berdasarkan perbedaan keelektronegatifan
tersebut, senyawa yang paling polar ditunjukkan
oleh senyawa yang memiliki perbedaan keelektronegatifan paling besar, yaitu NaF.
21. Jawaban: b
Unsur Ca, memenuhi susunan elektron yang
stabil dengan cara melepaskan 2 elektron,
membentuk ion Ca2+. Klorin menangkap elektron
yang dilepas Ca sehingga terbentuk ion Cl .
Ikatan yang terbentuk adalah ikatan ion.
22. Jawaban: e
A A2+ + 2e
2Cl e + 2Cl

A + 2Cl A2+ + 2Cl


Rumus senyawa ion: ACl2.
Reaksi ini menunjukkan bahwa A melepaskan
2 elektron. Golongan yang memiliki 2 elektron
valensi dan cenderung melepaskannya untuk
membentuk ion +2 adalah golongan IIA (golongan
alkali tanah)
1) alkali = memiliki 1 elektron valensi =
cenderung membentuk ion +1
2) oksigen = memiliki 6 elektron valensi =
cenderung membentuk ion 2
3) halogen = memiliki 7 elektron valensi =
cenderung membentuk ion 1
4) gas mulia = merupakan golongan yang stabil,
sehingga tidak membentuk ion
5) alkali tanah = memiliki 2 elektron valensi =
cenderung membentuk ion +2
23. Jawaban: c

Cl

Cl

ikatan kovalen tunggal

ikatan kovalen rangkap tiga

Mg Mg2+ + 2e
O + 2e O2
+
Mg + O Mg2+ + O2
Rumus senyawa: MgO.
Unsur K stabil dengan melepas 1 elektron
membentuk ion K+. Jika unsur K bereaksi dengan
unsur O akan terjadi ikatan ion sebagai berikut.
2
K K+ + e
O + 2e O2
1

2K + O 2K+ + O2
Rumus senyawa: K2O.
Jadi, senyawa yang ikatannya berupa ikatan
kovalen rangkap dua adalah O2.
24. Jawaban: d
Unsur 35Br memiliki konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6
3s2 3p6 4s2 3d10 4p5. Dengan demikian, unsur Br
memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1) Tidak dapat membentuk senyawa OBr karena
atom O dan Br sama-sama memerlukan
elektron.
2) Merupakan golongan VIIA karena memiliki
elektron valensi 7.
3) Membentuk ion -1 dengan menarik 1 elektron
atom pasangannya untuk memenuhi aturan
oktet.
4) Dapat membentuk senyawa ion KBr.
25. Jawaban: c
Ikatan hidrogen terjadi antara atom hidrogen
dengan atom lain yang sangat elektronegatif
seperti F, O, dan N. Jadi, ikatan hidrogen terjadi
pada senyawa H2O dan HF.
26. Jawaban: d
Gambar tersebut menunjukkan molekul yang mempunyai bentuk timbangan (tetrahedral terdispersi).
1) H2O
Konfigurasi elektron unsur H dan O sebagai
berikut.
1
1H = 1s elektron valensi = 1
2 2s2 2p4 elektron valensi = 6
O
=
1s
8
Pasangan elektron:

ikatan kovalen rangkap dua

Mg mencapai kestabilan dengan membentuk ion


positif atau melepaskan 2 elektron valensinya,
sedangkan O stabil dengan membentuk ion negatif
karena menangkap 2 elektron. Jika keduanya
bereaksi terjadi ikatan ion sebagai berikut.

    


=4

PEI = 3 1 = 2
Pasangan pusat = 4 (3 0) = 4
PEB = 4 2 = 2
Jadi, notasi VSEPR-nya AX2E2 (bentuk V)
2)

PCl5
Konfigurasi elektron unsur P dan Cl sebagai
berikut.
2
2
6
2
3
15P = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 5
2
2
6
2
5
17Cl = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 7

Kimia Kelas X

63

Pasangan elektron:

 

= 20

PEI = 6 1 = 5
Pasangan pusat = 20 (3 5) = 5
PEB = 5 5 = 0
Jadi, notasi VSEPR-nya AX 5 (trigonal
bipiramida)
3)

ClF3
Konfigurasi elektron unsur Cl dan F sebagai
berikut.
2
2
6
2
5
17Cl = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 7
2
2
5
9F = 1s 2s 2p elektron valensi = 7
Pasangan elektron:

 


yang lain membentuk dipol sesaat. Gaya London


mengakibatkan molekul nonpolar bersifat agak
polar. Ikatan hidrogen merupakan ikatan antara
atom hidrogen dari molekul yang satu dengan
atom molekul lain yang sangat elektronegatif
(F, O, dan N).
28. Jawaban: a
1) NO3
Konfigurasi elektron unsur N dan O sebagai
berikut.
2
2
3
7N = 1s 2s 2p elektron valensi = 5
2
2
4
8O = 1s 2s 2p elektron valensi = 6

= 14

PEI = 4 1 = 3
Pasangan pusat = 14 (3 3) = 5
PEB = 5 3 = 2
Jadi, notasi VSEPR-nya AX3E2 (bentuk T)
4)

TeCl4
Konfigurasi elektron unsur Te dan Cl sebagai
berikut.
2
10
4
52Te = [Kr] 5s 4d 5p elektron valensi = 6
2
2
6
2
5
17Cl = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 7
Pasangan elektron:

  

= 17

PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 17 (3 4) = 5
PEB = 5 4 = 1
Jadi, notasi VSEPR-nya AX 4 E (bentuk
timbangan)
5)

2)

3)

  

64

Ulangan Akhir Semester

4)

    
 

pasangan elektron =
= 12

PEI = 4 1 = 3
pasangan pusat = 12 (3 3) = 3
PEB = 3 3 = 0
Notasi VSEPR: AX3 (segitiga datar)

SO32
Konfigurasi elektron unsur S dan O sebagai
berikut.
2
2
6
2
4
16 S = 1s 2s 2p 3s 3p elektron
valensi = 6
2
2
4
8O = 1s 2s 2p elektron valensi = 6

Pasangan elektron:
= 11

PEI = 3 1 = 2
Pasangan pusat = 11 (3 2) = 5
PEB = 5 2 = 3
Jadi, notasi VSEPR-nya AX2E3 (linear)
27. Jawaban: e
Br Cl = 2,8 2,7 = 0,1 (polar)
Molekul-molekul polar cenderung menyusun diri
dengan cara saling mendekati kutub positif dari
suatu molekul dengan kutub negatif molekul yang
lain. Gaya tarik-menarik tersebut disebut gaya
tarik dipol. Ikatan ion terjadi antara unsur logam
dan nonlogam. Gaya London merupakan gaya
tarik-menarik antarmolekul nonpolar akibat
adanya dipol terimbas yang ditimbulkan oleh
perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital

SO3
Konfigurasi elektron unsur S dan O sebagai
berikut.
2
2
6
2
4
16 S = 1s 2s 2p 3s 3p elektron
valensi = 6
2
2
4
8O = 1s 2s 2p elektron valensi = 6

XeF2
Konfigurasi elektron unsur Xe dan F sebagai
berikut.
2
10
6
54Xe = [Kr] 5s 4d 5p elektron valensi = 8
2
2
5
9F = 1s 2s 2p elektron valensi = 7

    
  

pasangan elektron =
= 12

PEI = 4 1 = 3
pasangan pusat = 12 (3 3) = 3
PEB = 3 3 = 0
Notasi VSEPR: AX3 (segitiga datar)

    
  

pasangan elektron =
= 13

PEI = 4 1 = 3
pasangan pusat = 13 (3 3) = 4
PEB = 4 3 = 1
Notasi VSEPR: AX3E (trigonal piramida)

ClF3
Konfigurasi elektron unsur Cl dan F sebagai
berikut.
2
2
6
2
5
17Cl = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 7
2
2
5
9F = 1s 2s 2p elektron valensi = 7

    
 

pasangan elektron =
= 14

PEI = 4 1 = 3
pasangan pusat = 14 (3 3) = 5
PEB = 5 3 = 2
Notasi VSEPR: AX3E2 (bentuk T)

ClO3
Konfigurasi elektron unsur Cl dan O sebagai
berikut.
2
2
6
2
5
17Cl = 1s 2s 2p 3s 3p elektron valensi = 7
2
2
4
8O = 1s 2s 2p elektron valensi = 6

5)

    
  

6)

pasangan elektron =
= 13

PEI = 4 1 = 3
pasangan pusat = 13 (3 3) = 4
PEB = 4 3 = 1
Notasi VSEPR: AX3E (trigonal piramida)

NH3
Konfigurasi elektron unsur N dan H sebagai
berikut.
2
2
3
7N = 1s 2s 2p elektron valensi = 5
1
1H = 1s
    
 

pasangan elektron =
=4

PEI = 4 1 = 3
pasangan pusat = 4 (3 0) = 4
PEB = 4 3 = 1
Notasi VSEPR: AX3E (trigonal piramida)
Dengan demikian, molekul atau ion yang
mempunyai bentuk molekul sama dengan NO3
adalah SO3.
29. Jawaban: b
1
1H = 1s
2
2
4
8O = 1s 2s 2p

Jadi, terdapat 2 ikatan elektron berpasangan


(ikatan kovalen tunggal).
30. Jawaban: d
Semakin lemah ikatan antarmolekul suatu zat, titik
didih semakin rendah, tekanan uap juga semakin
rendah. Lemahnya ikatan antarmolekul disebabkan gaya tarik-menarik antarmolekul lemah. Jadi,
zat cair yang mempunyai gaya tarik-menarik
antarmolekul paling lemah adalah zat cair D
karena tekanan uap jenuhnya paling rendah.
31. Jawaban: d
IF 5 memiliki enam pasangan elektron. IF 5
mempunyai bentuk geometri dasar oktahedral.
PCl 5 mempunyai bentuk geometri trigonal
bipiramida. AlBr3 mempunyai bentuk geometri
segitiga datar. CCl4 dan SiCl4 mempunyai bentuk
geometri tetrahedral.
32. Jawaban: d
Konfigurasi elektron 6C = 1s2 2s2 2p2, elektron
valensi C = 4
Konfigurasi elektron 1H = 1s1, elektron valensi H = 1

PEI = 4 dan tidak mempunyai pasangan elektron


bebas (PEB = 0). Bentuk molekul CH4 adalah
tetrahedral.
33. Jawaban: e
Konfigurasi elektron 15P = [Ne] 3s2 3p3
Supaya dapat membentuk 5 ikatan kovalen, maka
1 elektron dari orbital 3s harus dipromosikan ke
orbital 3d. Selanjutnya orbital 3s, ketiga orbital
3p, dan 1 orbital 3d mengalami hibridisasi
membentuk orbital hibrida sp3d. Bentuk molekul
hibrida sp3d adalah trigonal bipiramida.
15P

hj

= [Ne]

3s2

3p3

3d0
Promosi

15P

hx hx hx

3s1

3p3

= [Ne]

hx
3d1

x = elektron atom Cl
Hibridisasi : sp3d
34. Jawaban: d
Berdasarkan orbital hibrida, elektron terluar unsur
tersebut harus berada pada kulit atom ke-3.
Hal ini karena kulit atom tersebut mengandung
orbital d yang akan digunakan sebagai tempat
elektron yang dipromosikan dari orbital s. Dengan
demikian, satu elektron tersebut akan menempati
orbital d dan terdapat 5 elektron tidak berpasangan dalam orbital sp3d. Selanjutnya, unsur
tersebut dapat mengikat 5 atom lain yang
kekurangan satu elektron.

hj

3s

hj

3p

promosi

h
s

h
p3

h
d

Jadi, struktur elektron terluarnya 3s2 3p3 sehingga


elektron valensinya 5.
35. Jawaban: a
Metana (CH4) merupakan molekul nonpolar yang
bersifat agak polar karena mempunyai gaya
London sehingga mempunyai polarisabilitas lebih
besar daripada neon. Adanya polarisabilitas pada
metana mengakibatkan titik didih metana lebih besar
daripada neon yang tidak memiliki polarisabilitas.

Kimia Kelas X

65

B. Uraian
1.

Cara memperlakukan bahan kimia yang bersifat


korosif (menimbulkan luka pada bagian yang
terkena) dan dapat menimbulkan karat adalah
dengan menyimpan bahan dalam wadah tertutup
rapat, menghindarkan bahan tersebut dari logam
yang mudah berkarat seperti besi atau kayu yang
dapat terbakar. Selain itu, bahan kimia tersebut
juga tidak boleh mengenai tubuh.

2.

Ion Ca2+ merupakan unsur Ca yang melepas


2 elektron. Jika jumlah elektron ion Ca2+ = 18,
jumlah elektron unsur Ca = 20. Jumlah proton
unsur Ca = jumlah elektron unsur Ca = 20.
Jumlah neutron unsur Ca
= nomor massa jumlah elektron unsur
= 40 20 = 20
Konfigurasi elektron unsur Ca = 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2
Jumlah elektron valensi unsur Ca = 2.

3.

Unsur yang paling mudah melepas elektron


adalah unsur yang mempunyai jari-jari atom paling
panjang karena jarak inti dengan elektron valensi
semakin jauh. Dalam sistem periodik, dalam 1
golongan dari atas ke bawah jari-jari atom
semakin panjang, sedangkan dalam satu periode
dari kiri ke kanan jari-jari atom semakin pendek.
Unsur P terletak pada golongan IIA periode 4.
Unsur Q terletak pada golongan IA periode 5.
Unsur R terletak pada golongan IA periode 3.
Unsur S terletak pada golongan IA periode 4.
Unsur T terletak pada golongan IIA periode 3.
Unsur Q terletak paling kiri dan paling bawah
sehingga Q paling mudah melepas elektron.

4.

a.

Pasangan elektron ikatan = 3.


Pasangan elektron bebas = 1.
37. Jawaban: a
Gambar molekul tersebut adalah piramida segi
empat. Notasi VSEPR piramida segi empat adalah
AX5E. Molekul dengan VSEPR AX4E2 mempunyai
bentuk molekul segi empat datar. Molekul dengan
VSEPR AX2E3 mempunyai bentuk molekul linear.
Molekul dengan VSEPR AX 3 E 2 mempunyai
molekul bentuk T. Molekul dengan VSEPR AX2E2
mempunyai molekul bentuk V.
38. Jawaban: c
Unsur X tersebut berupa sulfur (S) sehingga
senyawa oksida yang terbentuk adalah SO2 dan
SO3. Senyawa asam kuat yang dibentuk adalah
H2SO4, sedangkan senyawa fluoridanta yang
dibentuk berupa SF6. Sulfur mempunyai nomor
atom 16. Konfigurasi elektron S sebagai berikut.
2
2
6
2
4
16S = 1s 2s 2p 3s 3p
Jadi, struktur elektron paling luar atom unsur S
adalah s2 p4.
39. Jawaban: b
H2O tersusun oleh dua atom H dan satu atom O.
Molekul H 2 O bersifat polar karena atom O
mempunyai dua pasang elektron bebas. Oleh
karena itu, ikatan OH tidak dapat membentuk
satu garis lurus tetapi membentuk sudut ikatan
sebesar 105.

Rumus Lewis: N

1H = 1
Rumus Lewis: H
2
2
6
2
5
7Cl : 1s 2s 2p 3s 3p
Rumus Lewis: Cl
Rumus struktur Lewis NH4Cl:
H
x

Hx N
Ikatan
x

kovalen
H

tunggal

Ikatan ion

1)

2)

66

Ulangan Akhir Semester

Ikatan kovalen koordinasi



Pasangan

x Cl
H
elektron

bebas

40. Jawaban: c
HCl dan BrF sama-sama bersifat polar karena dua
atom penyusunnya mempunyai keelektronegatifan
yang berbeda sehingga pasangan elektron ikatan
(PEI) lebih cenderung tertarik ke salah satu atom.
CH3Cl dan CHCl3 sama-sama bersifat polar karena
keduanya berbentuk tetrahedral dengan PEI
tertarik ke atom Cl. NF3 bersifat polar karena
terdapat satu pasang elektron bebas sehingga
distribusi muatan tidak simetris. BF 3 bersifat
nonpolar karena tidak mempunyai PEB sehingga
distribusi muatannya simetris. CO2 dan H2 bersifat
nonpolar karena bentuk molekulnya linear dengan
momen dipol nol. CH4 dan CCl4 bersifat nonpolar
karena tidak mempunyai pasangan elektron bebas
sehingga distribusi muatan simetris.

NH4Cl
2
2
3
7N : 1s 2s 2p

N F

36. Jawaban: d
2
3
7N = [He] 2s 2p
2
5
9F = [He] 2s 2p

Jumlah pasangan elektron ikatan = 5,


terdiri atas 3 ikatan kovalen tunggal,
1 ikatan kovalen koordinasi, dan 1 ikatan
ion.
Jumlah pasangan elektron bebas = 3.

SO3
2
2
6
2
4
16S : 1s 2s 2p 3s 3p

Rumus Lewis: S

b.

2
2
4
8O = 1s 2s 2p
xx
Rumus Lewis: x xOx x

b.

Rumus Lewis SO3:


xx

x
x

xx

O xx

x
x

xx

xx

x
x

Jadi, jenis ikatan yang terjadi adalah 1 ikatan


kovalen rangkap dua dan 4 ikatan kovalen
tunggal.
Na2CO3
Konfigurasi elektron Na : 1s2 2s2 2p6 3s1
Elektron valensi Na = 1 Na+ Na
Konfigurasi elektron C : 1s2 2s2 2p2
Elektron valensi C = 4 C
Konfigurasi elektron O : 1s2 2s2 2p4
Elektron valensi O = 6 O
Untuk mencapai kaidah oktet, atom C
memerlukan 4 elektron, sedangkan setiap
atom O memerlukan 2 elektron.

xx

Ikatan kovalen rangkap dua


Ikatan kovalen koordinasi

Ikatan kovalen tunggal

Lainnya ikatan merupakan pasangan elektron bebas

Jumlah pasangan elektron ikatan = 3,


terdiri atas 2 ikatan kovalen koordinasi dan
1 pasangan ikatan kovalen rangkap dua.
Jumlah pasangan elektron bebas = 8.

2)

5. Urutan titik didih dari yang paling tinggi yaitu:


NaCl > HF > N2O > SO2 > C4H10
Alasan:
a. NaCl = merupakan senyawa ion yang
memiliki kristal ionik yang besar dan kuat.
b. HF = memiliki ikatan hidrogen yaitu ikatan
yang terjadi antara atom yang sangat
elektronegatif (N, O, dan F) dengan atom H.
c. N2O = merupakan senyawa kovalen polar
yang memiliki gaya antardipol.
d. SO 2 = merupakan senyawa kovalen
nonpolar yang memiliki gaya London dan Mr
sebesar 64.
e. C 4 H 10 = merupakan senyawa kovalen
nonpolar yang memiliki gaya London dan Mr
sebesar 58.
6. a. C2H4
Konfigurasi C : 1s2 2s2 2p2

Elektron valensi C = 4 C

Konfigurasi H : 1s1
Elektron valensi H : 1 H
Untuk memenuhi kaidah oktet, atom C
memerlukan 4 elektron, sedangkan atom H
memerlukan 1 elektron. Pada senyawa C2H4,
dua atom C mengikat empat atom H. Berarti,
setiap satu atom C mengikat 2 atom H.
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
H

2)

1)

3)

C
o

5)

C
o

Ikatan kovalen rangkap dua

Atom C berikatan kovalen tunggal dengan


2 atom O di sebelah kiri dan kanan serta berikatan kovalen rangkap dua dengan atom O di
bawah. Oleh karena atom O di sebelah kiri dan
kanan belum memenuhi kaidah oktet, kedua
atom berikatan ion dengan 2 atom Na yang
masing-masing melepaskan 1 elektronnya.
Ikatan ion

Na

C O
O

Na

c.

Jadi, jenis ikatan yang terjadi adalah 2 ikatan


ion, 2 ikatan kovalen tunggal, dan 1 ikatan
kovalen rangkap dua.
H2SO4
Konfigurasi elektron H : 1s1
Elektron valensi H = 1 H
Konfigurasi elektron S = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
Elektron valensi S = 6 S
Konfigurasi elektron O : 1s2 2s2 2p4
Elektron valensi O = 6 O
Untuk membentuk kaidah oktet, atom O dan
S memerlukan 2 elektron. Oleh karena
jumlah atom O yang berikatan dengan S
sebanyak 4 maka 2 atom berikatan kovalen
tunggal dengan S, sedangkan 2 atom O yang
lain berikatan kovalen koordinasi dengan S
karena pasangan elektron yang digunakan
bersama hanya berasal dari S.

4) H

Jenis ikatan yang terjadi sebagai berikut.


1) ikatan kovalen rangkap dua, 2), 3), 4), dan
5) ikatan kovalen tunggal.

1)

Ikatan kovalen
koordinasi

Ikatan kovalen
tunggal

Kimia Kelas X

67

BCl3 :

Ikatan kovalen
tunggal

Logam memiliki ikatan logam yang terdiri atas


beberapa atom pusat berupa ion positif (ion
atom logam) dan elektron-elektron di
sekitarnya.
b. Elektron-elektron tersebut saling tumpang
tindih sehingga mengakibatkan elektron
mudah berpindah.
c. Elektron-elektron tersebut saling memegang
erat atom pusat yang berupa ion positif
logam.
d. Oleh karena ikatannya kuat, saat dipukulpukul logam tidak akan pecah dan hancur,
tetapi hanya menggeser kedudukan ion-ion
di dalamnya.
Dengan demikian, logam bersifat ulet, mudah
ditempa, dan dapat diulur menjadi kawat.

8. Bentuk molekul suatu senyawa dipengaruhi oleh


susunan ruang pasangan elektron ikatan (PEI)
dan pasangan elektron bebas (PEB).

68

Ulangan Akhir Semester

ClF3 :

7. a.

Jadi, jenis ikatan yang terjadi adalah 2 ikatan


kovalen koordinasi dan 4 ikatan kovalen
tunggal.

Cl B Cl

mempunyai 3 PEI dan 0 PEB, notasi


VSEPR-nya AX 3 sehingga bentuk
molekul segitiga datar

Cl

F Cl F

2 atom O di sebelah kiri dan kanan S masih


belum mencapai kaidah oktet sehingga untuk
memenuhinya, atom O berikatan kovalen
tunggal dengan 2 atom H.

mempunyai 3 PEI dan 2 PEB, notasi


VSEPR-nya AX3E2 sehingga bentuk
molekul bentuk T
9. Berdasar data di atas, Mr H2Te > H2Se > H2S >
H2O sehingga seharusnya titik didih H2Te > H2Se
> H2S >H2O. Akan tetapi, titik didih H2O ternyata
lebih besar daripada H2S, H2Se, dan H2Te. Hal
ini disebabkan pada senyawa H2O terdapat ikatan
hidrogen. Sifat ikatan hidrogen sangat kuat
sehingga memerlukan energi lebih besar untuk
mematahkannya.
10. Konfigurasi elektron unsur B dan F sebagai
berikut.
2
2
1
5B = 1s 2s 2p elektron valensi = 3
2
2
5
9F = 1s 2s 2p elektron valensi = 7
Pasangan elektron:

 


PEI = 5 1 = 4
Pasangan pusat = 16 (3 4) = 4
PEB = 4 4 = 0
Notasi VSEPR-nya AX4

= 16

Kimia Kelas X

203

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta
dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang
dan melakukan percobaan
serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap
sehari-hari.
Memiliki rasa ingin
tahu dalam mengkaji
hakikat ilmu kimia
Berperilaku jujur, kritis,
teliti, dan konsisten
dalam menerapkan
prinsip-prinsip metode
ilmiah

Bersyukur kepada Tuhan


YME yang menganugerahkan kekayaan alam
dengan memanfaatkan
dan menerapkan ilmu
kimia dalam kehidupan
sehari-hari.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel
materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

Hakikat dan Peran Kimia


dalam Kehidupan, Metode Ilmiah, serta Keselamatan Kerja di Laboratorium
Peran kimia dalam
kehidupan
Hakikat ilmu kimia
Metode ilmiah dan
keselamatan kerja

Materi Pokok

Mengamati produk-produk
kimia dalam kehidupan,
misalnya sabun, detergen,
pasta gigi, sampo, kosmetik,
obat, susu, keju, mentega,
minyak goreng, garam
dapur, dan asam cuka.
Mendiskusikan peran ilmu
kimia dalam berbagai
bidang.
Mengumpulkan informasi
dari artikel mengenai peran
kimia dalam kehidupan.
Mengumpulkan informasi
mengenai metode ilmiah
dari berbagai sumber
literatur.
Melakukan percobaan
dan menulis laporan sesuai
metode ilmiah.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

3 jp

Alokasi

Buku Peminatan
IPA Kimia SMA/
MA kelas X, Depdiknas
Buku Guru Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
Depdiknas
Buku PG Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
PT Intan Pariwara,
halaman 136
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA kelas X, PT
Intan Pariwara,
halaman 126

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Hakikat dan Peran Kimia dalam Kehidupan, Metode Ilmiah, serta Keselamatan Kerja di Laboratorium

3.1 Memahami hakikat ilmu


kimia, metode ilmiah dan
keselamatan kerja di laboratorium serta peran kimia
dalam kehidupan.

4.1 Menyajikan hasil pengamatan tentang hakikat ilmu kimia,


metode ilmiah dan keselamatan kerja dalam mempelajari kimia serta peran kimia
dalam kehidupan.

Bersikap responsif dan


proaktif dalam mengerjakan tugas.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif, serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

Menunjukkan perilaku
kerja sama, santun, toleran,
cinta damai, dan peduli sesama dalam melaksanakan praktikum di laboratorium.

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Silabus

Menyajikan tugas
mengenai peran kimia
dalam kehidupan.
Menyajikan tugas
mengenai cara kerja
ilmuwan dalam menerapkan metode ilmiah.
Menyajikan laporan
praktikum
sesuai
metode ilmiah.

Menjelaskan peranan
ilmu kimia dalam kehidupan.
Menjelaskan tahaptahap dalam metode
ilmiah.
Menyebutkan alat-alat
kimia dan kegunaannya.
Menyebutkan
arti
simbol bahan kimia.
Menjelaskan sifat
bahan kimia berdasarkan simbolnya dan
cara penanganannya.
Menyebutkan tata
cara keselamatan
kerja di dalam laboratorium.

Indikator

Kompetensi Dasar

204
Materi Pokok

Mendiskusikan kerja seorang ilmuwan kimia dalam


melakukan penelitian untuk
memperoleh produk kimia
menggunakan metode
ilmiah.
Mengamati beberapa alatalat kimia dan simbol bahan
kimia.
Mengunjungi laboratorium
untuk mengenal alat-alat
dan bahan kimia serta tata
tertib laboratorium.
Mempresentasikan hasil
pengamatan dan diskusi
tentang hakikat ilmu kimia,
metode ilmiah dan keselamatan kerja di laboratorium,
serta peran kimia dalam
kehidupan dengan tata
bahasa yang benar.

Pembelajaran

Portofolio
Laporan pengamatan
Laporan praktikum
Tugas mandiri dan
kelompok

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Internet:
1. http://goo.gl/
34w4BJ
2. http://goo.gl/
NAxA6V

Sumber Belajar

Kimia Kelas X

205

Mensyukuri dan mengagumi keberadaan ciptaan Tuhan YME berupa


atom yang meskipun
berukuran sangat kecil,
tetapi mampu menyusun
segala benda.

Memiliki motivasi internal


dan rasa ingin tahu yang
tinggi dalam menemukan
dan memahami keteraturan.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel
materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta
berdiskusi yang diwujudkan
dalam sikap sehari-hari.

Struktur Atom
Partikel-partikel
penyusun atom
Nomor atom, nomor
massa, isotop, dan
elektron valensi
Perkembangan teori
atom, konfigurasi
elektron, dan mekanika kuantum

Materi Pokok

Mengamati video di alamat


web http://goo.gl/2QH3M
mengenai tata surya dan
membandingkannya
dengan struktur atom.
Mendiskusikan bagianbagian penyusun atom.
Melakukan
simulasi
dengan bolpoin untuk
membedakan pengertian
isotop, isoton, dan isobar.
Membuat model atom
Dalton dan Thomson dari
plastisin.
Mendiskusikan perkembangan model atom.
Mengumpulkan informasi
mengenai atom dan bagianbagiannya dari internet
maupun buku.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi

Buku Peminatan
IPA Kimia SMA/
MA kelas X, Depdiknas
Buku Guru Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
Depdiknas
Buku PG Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
PT Intan Pariwara,
halaman 3772
Buku PR Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
PT Intan Pariwara,
halaman 2752

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Struktur Atom

3.2 Menganalisis perkembangan model atom.

Menganalisis struktur
atom berdasarkan teori
atom Bohr dan mekanika
kuantum.

4.3 Mengolah dan menganalisis


struktur atom berdasarkan
teori atom Bohr dan teori
mekanika kuantum.

Menentukan konfigurasi elektron unsur


dari nomor atomnya.
Menuliskan bilangan
kuantum dan bentuk
orbital suatu unsur.

Menganalisis perkembangan model atom


melalui berbagai literatur.

4.2 Mengolah dan menganalisis


perkembangan model atom.

3.3 Menganalisis struktur atom


berdasarkan teori atom Bohr
dan teori mekanika kuantum.

Bersikap proaktif saat


bekerja sama dalam
diskusi.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

Bersikap santun dalam


mengungkapkan pendapat.

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Silabus

Menjelaskan partikelpartikel penyusun


atom.
Menentukan elektron,
proton, dan neutron
suatu unsur.
Menjelaskan perbedaan isotop, isoton,
dan isobar.
Menjelaskan perkembangan model atom.

Indikator

Kompetensi Dasar

206
Materi Pokok

Membuat model atom


Thomson dan Bohr dari
tanah liat.

Pembelajaran

Portofolio
Peta konsep: membuat
model atom Thomson
dan Bohr.

Portofolio
Tugas mandiri dan
kelompok

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Rubrik

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Buku referensi:
1. Pustaka Sains
TersambungInternet : Material, PT Pakar
Raya
2. Jejak Sejarah
Sains: Atom
dan Molekul,
PT Pakar Raya
Internet:
1. http://goog.gl/
2QH3M
2. http://goog.gl/
tGKJD
3. http://goog.gl/
AZBBs
4. http://goo.gl/
x3CTHv
5. http://goo/gl/
qPPGGp
6. http://goo.gl/
Yx8ATk

Sumber Belajar

Kimia Kelas X

207

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang
diwujudkan dalam sikap
sehari-hari.
Memiliki rasa ingin
tahu dalam mempelajari tabel periodik
unsur.
Bersikap kritis dan
komunikatif dalam
berdiskusi.

Menghargai dan mensyukuri kompleksitas unsurunsur ciptaan Tuhan beserta


sifat-sifatnya sebagai sumber daya alam sehingga
membantu kelangsungan
hidup manusia.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel
materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

Sistem Periodik Unsur


Perkembangan
pengelompokan
unsur-unsur
Sifat-sifat unsur,
massa atom relatif
(Ar), dan sifat keperiodikan unsur

Materi Pokok

Mengamati tabel periodik


unsur modern.
Mendiskusikan dasar
pengelompokkan unsur
dalam tabel periodik.
Menentukan letak unsur
dalam tabel periodik
modern berdasarkan konfigurasi elektron.
Mengumpulkan informasi
mengenai unsur transisi
dan unsur gas mulia.
Membuat model tabel
periodik unsur modern.
Melakukan percobaan
sederhana untuk mengetahui sifat-sifat unsur
natrium dan magnesium.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi

Buku Peminatan
IPA Kimia kelas X,
Depdiknas
Buku Guru Peminatan IPA Kimia
kelas X, Depdiknas
Buku PG Peminatan IPA Kimia
untuk SMA/MA
kelas X, PT Intan
Pariwara, halaman
73110
Buku PR Peminatan IPA Kimia
untuk SMA/MA
kelas X, PT Intan
Pariwara, halaman
5378

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Sistem Periodik Unsur

208

Silabus

3.4 Menganalisis hubungan


konfigurasi elektron dan diagram orbital untuk menentukan letak unsur dalam tabel
periodik dan sifat-sifat
periodik unsur.

4.4 Menyajikan hasil analisis


hubungan konfigurasi elektron dan diagram orbital
untuk menentukan letak
unsur dalam tabel periodik
dan sifat-sifat periodik unsur.

Bersikap proaktif dalam


mengerjakan tugas kelompok.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat
keputusan.

Menyajikan tugas mengenai hubungan konfigurasi


elektron dengan letak
unsur dan sifat keperiodikannya.

Bersikap santun dan


menghargai perbedaan
pendapat antarteman.

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Menjelaskan perkembangan penyusunan


tabel periodik unsur.
Menentukan letak
unsur dalam tabel
periodik berdasarkan
konfigurasi elektron.
Menjelaskan sifatsifat unsur.
Menjelaskan massa
atom relatif suatu
unsur.
Menjelaskan sifat keperiodikan unsur.

Indikator

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Mempresentasikan hasil
diskusi mengenai massa
atom dan hubungan.

Pembelajaran

Portofolio
Peta konsep:
Membuat model
tabel
periodik
unsur modern
Tugas mandiri dan
kelompok

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Buku referensi:
Pustaka Sains
Te r s a m b u n g Internet: Material,
Pakar Raya
Internet:
1. http://goo.gl/
5WBFt0
2. http://goo.gl/
L437f6

Sumber Belajar

Kimia Kelas X

209

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam
sikap sehari-hari.
Mempunyai rasa ingin
tahu dan berjiwa kreatif
tinggi terhadap setiap
peristiwa di alam.
Bersikap jujur, disiplin,
teliti, dan proaktif
dalam praktikum.

Mensyukuri dan mengagumi


keteraturan dan kompleksitas unsur-unsur ciptaan
Tuhan yang ada di alam.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel
materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Ikatan Kimia
Terbentuknya ikatan
kimia
Macam-macam
ikatan kimia

Materi Pokok

Mendiskusikan penulisan
konfigurasi elektron beberapa atom unsur dan cara
mencapai kestabilannya.
Menuliskan konfigurasi
elektron stabil unsurunsur gas mulia.
Menyebutkan peranan
elektron dalam ikatan
kimia.
Mengamati struktur Lewis
beberapa unsur.
Menyebutkan sifat senyawa
yang berikatan ion, kovalen,
logam, dan hidrogen.
Menganalisis beberapa
contoh
pembentukan
senyawa yang berikatan
ion, kovalen, logam, dan
hidrogen.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

18 jp

Alokasi

Buku Peminatan
IPA Kimia SMA/
MA kelas X, Depdiknas
Buku Guru Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
Depdiknas
Buku PG Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
PT Intan Pariwara,
halaman 123158
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA kelas X, PT
Intan Pariwara,
halaman 85104

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Ikatan Kimia

210

Silabus

Menggunakan senyawa
kimia dan alat-alat laboratorium secara bijaksana
sesuai fungsi dan kebutuhan.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

3.5 Membandingkan proses


pembentukan ikatan ion,
ikatan kovalen, ikatan
kovalen koordinasi dan
ikatan logam.

Menghargai pendapat
orang lain saat melakukan
diskusi.

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Menjelaskan pengertian konfigurasi elektron stabil.


Menjelaskan peranan
elektron dalam pembentukan ikatan kimia.
Menjelaskan proses
pembentukan ikatan
kimia.
Menyebutkan macammacam ikatan kimia.
Membedakan sifatsifat senyawa yang
berikatan ion, kovalen,
logam, dan hidrogen.
Membandingkan
proses pembentukan
ikatan ion, ikatan
kovalen tunggal, ikatan
kovalen rangkap dua,
ikatan kovalen rangkap
tiga, ikatan kovalen
koordinasi, ikatan
kovalen polar, ikatan
kovalen nonpolar,
ikatan logam, dan
ikatan hidrogen.

Indikator

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Membaca tabel titik leleh


antara senyawa ion dan
kovalen.
Menganalisis beberapa
contoh senyawa kovalen
tunggal, kovalen rangkap
dua, kovalen rangkap tiga,
kovalen koordinasi, kovalen polar, dan kovalen
nonpolar.
Menganalisis sifat logam
dengan proses pembentukan ikatan logam.
Menyelidiki kepolaran
beberapa senyawa (mewakili senyawa kovalen
nonpolar, kovalen polar
dan senyawa ionik) serta
mempresentasikan hasilnya untuk menyamakan
persepsi.
Mengingatkan susunan
elektron valensi dalam
orbital.
Menggambarkan awan
elektron valensi berdasarkan susunan elektron
dalam orbital.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Buku Referensi:
Pustaka Sains Tersambung-Internet:
Campuran & Senyawa, PT Pakar
Raya
Internet
1. http://goo.gl/
wTJ2b
2. http://goo.gl/
TJH1r
Alat dan Bahan
untuk Praktikum
Kepolaran
Senyawa
1. Statif
2. Buret
3. Corong
4. Batang ebonit
5. Gelas kimia
6. Benzena
7. Nitro benzena
8. Trikloro metana
9. Karbon tetraklorida
10. Akuades
11. Larutan natrium klorida
12. Garam dapur

Sumber Belajar

Kimia Kelas X

211

Portofolio
Laporan Pengamatan
Laporan Praktikum
Tugas Mandiri dan
Kelompok

4.6 Merancang, melakukan, dan


menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
kepolaran senyawa.

Menyajikan data hasil


percobaan pengamatan kepolaran berbagai
larutan.
Menyajikan laporan
hasil percobaan pengamatan kepolaran
berbagai larutan.

Portofolio
Kumpulan laporan

Menyajikan hasil analisis


perbandingan proses
pembentukan ikatan ion,
ikatan kovalen, ikatan
kovalen koordinasi, dan
ikatan logam.

4.5 Mengolah dan menganalisis


perbandingan proses pembentukan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen
koordinasi, dan ikatan
logam.

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Tes Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Menyebutkan perbedaan antara senyawa


kovalen polar dengan
senyawa
kovalen
nonpolar.

Penilaian

Pembelajaran

3.6 Menganalisis kepolaran


senyawa.

Materi Pokok

Menganalisis penyebab perbedaan titik


leleh antara senyawa
ion dan kovalen.

Indikator

Kompetensi Dasar

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

212

Silabus

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta
dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta
berdiskusi yang diwujudkan
dalam sikap sehari-hari.
Mempunyai motivasi
internal dan rasa ingin
tahu yang tinggi tentang
cara
meramalkan
bentuk molekul.
Bersikap aktif dan proaktif saat berdiskusi.

Mensyukuri dan mengagumi keteraturan struktur


partikel materi sebagai
wujud kebesaran Tuhan
Yang Maha Esa berupa
berbagai bentuk molekul.

1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi


sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel
materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

Bentuk Molekul dan


Gaya Antarmolekul
Berbagai bentuk
molekul
Gaya antarmolekul

Materi Pokok

Meramalkan bentuk molekul


senyawa dengan media
balon.
Memberikan informasi
mengenai pengertian teori
domain elektron dan
bentuk-bentuk molekul
berdasarkan teori tersebut.
Memberikan informasi
mengenai cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain
elektron.
Menentukan kepolaran
senyawa berdasarkan
bentuk molekulnya.
Memberikan informasi
mengenai teori hibridisasi.
Menyebutkan berbagai
gaya antarmolekul berdasarkan urutan kekuatannya.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi

Buku Peminatan
IPA Kimia SMA/
MA kelas X, Depdiknas
Buku Guru Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
Depdiknas
Buku PG Peminatan IPA Kimia
SMA/MA kelas X,
PT Intan Pariwara,
halaman 159188
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA kelas X, PT
Intan Pariwara,
halaman 105124

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Bentuk Molekul dan Gaya Antarmolekul

Kimia Kelas X

213

Menjelaskan pengertian teori


domain elektron dan bentuk
molekul berdasarkan teori
tersebut.
Menentukan
kepolaran
senyawa
berdasarkan
bentuk molekulnya.
Menjelaskan pengertian teori
hibridisasi dan bentuk
molekul berdasarkan teori
tersebut.
Menyajikan hasil analisis
hubungan antara gaya antarmolekul
dengan
sifat
senyawa berupa titik didih.

Menyajikan hasil ramalan


bentuk senyawa berdasarkan
teori domain elektron
(VSEPR).

4.7 Meramalkan bentuk molekul


berdasarkan teori jumlah
pasangan elektron di sekitar
inti atom (teori domain
elektron).

4.5 Mengolah dan menganalisis


interaksi antarpartikel (atom,
ion, molekul) materi dan
hubungannya dengan sifat
fisik materi.

3.7 Menganalisis teori jumlah


pasangan elektron di sekitar
inti atom (Teori Domain
Elektron) untuk menentukan
bentuk molekul.

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Rubrik

Menjelaskan berbagai gaya


antarmolekul berdasarkan
tingkat kekuatannya.
Menyebutkan sifat fisik
senyawa yang memiliki gaya
antarmolekul tertentu.

3.5 Membandingkan interaksi


antar partikel (atom, ion,
molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik
materi.

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Portofolio
Kumpulan laporan

Portofolio
Kumpulan laporan

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Berperilaku proaktif dalam


menyikapi fenomena gaya antramolekul dalam kehidupan seharihari.

Menganalisis hubungan
antara keelektronegatifan
unsur dengan kecenderungan interaksi antarmolekulnya.
Menganalisis pengaruh
interaksi antarmolekul
terhadap sifat fisis materi.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat
keputusan.

Penilaian

Bersikap santun serta menghargai pendapat teman saat


berdiskusi.

Pembelajaran

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Materi Pokok

Indikator

Kompetensi Dasar

Alokasi
Waktu

Internet
1. http://goo.gl/
cBiix
2. http://goo.gl/
Vm4Ri
3. http://goo.gl/
RzkgU
4. http://goo.gl/
S1zcJ
5. http://goo.gl/
i8TxF

Sumber Belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi/Submateri Pokok
Alokasi Waktu

:
:
:
:
:

SMA/MA
Kimia
X/1
Sistem Periodik Unsur
12 45 menit (4 kali tatap muka)

A. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.
Indikator:
Menghargai dan mensyukuri kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan beserta sifat-sifatnya sebagai
sumber daya alam sehingga membantu kelangsungan hidup manusia.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreaktif, inovatif, demokratis, komunikatif)
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap seharihari.
Indikator:
Memiliki rasa ingin tahu dalam mempelajari tabel periodik unsur.
Bersikap kritis dan komunikatif dalam mengungkapkan pendapat.
2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai, dan peduli lingkungan serta hemat
dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:
Bersikap santun dan menghargai perbedaan pendapat antarteman.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
Indikator:
Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas kelompok.
3.4 Menganalisis hubungan konfigurasi elektron dan diagram orbital untuk menentukan letak unsur dalam
tabel periodik dan sifat-sifat periodik unsur.
Indikator:
Menjelaskan perkembangan penyusunan tabel periodik unsur.
Menentukan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron.
Menjelaskan sifat-sifat unsur.
Menjelaskan massa atom relatif suatu unsur.
Menjelaskan sifat keperiodikan unsur.
4.4 Menyajikan hasil analisis hubungan konfigurasi elektron dan diagram orbital untuk menentukan letak
unsur dalam tabel periodik dan sifat-sifat periodik unsur.
Indikator:
Menyajikan tugas mengenai hubungan konfigurasi elektron dengan letak unsur dan sifat keperiodikannya.

214

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

B. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu:
1. menjelaskan perkembangan penyusunan tabel periodik unsur;
2. menentukan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron;
3. menjelaskan sifat-sifat unsur;
4. menjelaskan massa atom relatif suatu unsur;
5. menjelaskan sifat keperiodikan unsur.
C. Materi Pokok

Perkembangan pengelompokan unsur-unsur.

Sifat-sifat unsur, massa atom relatif (Ar), dan sifat keperiodikan unsur.
D.

Metode Pembelajaran
Pendekatan : Keterampilan Proses (Scientific Approach)
Model
: Siklus Belajar (Learning Cycle)
Metode
: Discovery dan Diskusi

E.

F.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1.

Media
MS Power Point

2.

Alat dan Bahan


a. Tabel Periodik Unsur
b. Logam natrium
c. Pita magnesium
d. Ampelas

3.

Sumber Belajar
a. Buku Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas X, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
b. Buku Guru Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas X, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
c. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas X, PT Intan Pariwara
d. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas X, PT Intan Pariwara
e. Buku Referensi: Pustaka Sains Tersambung-Internet: Material
Internet : http://goo.gl/5WBFt0 dan http://goo.gl/L437f6

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (3 45 menit)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: diskusi mengenai jenis dan sifat salah satu unsur silikon (Si) yang digunakan
sebagai komponen sel surya.
b. Apersepsi:
1) Mengapa silikon dipilih sebagai bahan pembuat sel surya?
2) Di manakah letak silikon dalam tabel periodik unsur?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai
dasar pengelompokan unsur-unsur kimia dalam tabel periodik.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Guru menjelaskan unsur-unsur kimia ditemukan secara bertahap. Hingga saat ini diketahui unsur
kimia sebanyak 118. Unsur-unsur kimia tersebut dikelompokkan ke dalam tabel periodik unsur.
b. Guru membentangkan tabel periodik unsur di depan kelas. Guru kemudian membagi siswa menjadi
beberapa kelompok untuk mengerjakan tantangan berpikir.

Kimia Kelas X

215

c. Siswa melaksanakan kegiatan tantangan berpikir mengenai tabel periodik unsur. Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam tantangan berpikir secara berkelompok.
d. Guru menanyakan hasil diskusi siswa dan menunjuk beberapa siswa untuk menjelaskan hasil
pengamatannya. Guru kemudian membahas hasil diskusi siswa dan menjelaskan dasar
pengelompokan unsur dalam tabel periodik.
e. Guru menjelaskan perkembangan pengelompokan unsur-unsur kimia hingga sistem periodik
modern.
f. Guru menganjurkan siswa untuk mengunjungi alamat web http://goo.gl/5WBFt0 dan http://goo.gl/
L437f6, kemudian membuat rangkuman isi web tersebut.
g. Guru menjelaskan sistem golongan dan periodik dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi
elektron unsur.
h. Guru meminta siswa menambah pengetahuan dengan membaca buku Pustaka Sains TersambungInternet: Material.
i. Guru mengingatkan siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sesuai dengan pembiasaan
pada buku PR Peminatan IPA Kimia kelas X, PT Intan Pariwara.
2.

Kegiatan penutup (15 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Tugas secara berkelompok yang terdiri dari empatlima
siswa. Guru memberikan waktu dua minggu untuk mengerjakan tugas tersebut.
c. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Latihan 1 yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA
Kimia kelas X, PT Intan Pariwara.
Pertemuan II (3 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengingatkan siswa secara sekilas mengenai perkembangan pengelompokan unsur.
b. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menjelaskan dasar penyusunan sistem periodik unsur oleh
Lavoisier, Dobereiner, Newlands, Mendeleyev, dan Henry G. J. Moseley.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Guru melakukan demonstrasi untuk mengetahui sifat unsur golongan I (natrium) dan golongan II
(magnesium) sesuai kegiatan pada tantangan berpikir. Guru meminta siswa mengamati perubahan
yang terjadi.
b. Guru menjelaskan sifat-sifat unsur dalam sistem periodik, meliputi kemiripan sifat unsur dalam
satu golongan.
c. Guru menjelaskan massa atom relatif (Ar) unsur.
d. Guru menjelaskan sifat keperiodikan unsur, yaitu jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron,
dan keelektronegatifan.
e. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat-enam siswa, kemudian
menugasi setiap kelompok untuk mengerjakan Tugas Kelompok. Siswa diberi waktu selama
satu minggu untuk mengerjakan tugas dan diminta mengumpulkannya minggu depan.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru meminta siswa mengerjakan Latihan 2 yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia
kelas X, PT Intan Pariwara.
Pertemuan III (3 45 menit)

1.

216

Pendahuluan (10 menit)


Guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas yang telah diberikan, lembar pekerjaan Latihan 1,
Latihan 2, dan Tugas Kelompok.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Guru bersama siswa membahas soal-soal Latihan 1 dan Latihan 2.
b. Guru meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil pengerjaan Tugas Kelompok
di depan kelas.
c. Guru mengajak seluruh siswa untuk turut berperan aktif menanggapi dan berdiskusi membahas
jawaban yang dipresentasikan.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Guru meminta siswa untuk mengulang kembali pelajaran Sistem Periodik Unsur untuk
mempersiapkan Ulangan Harian pada pertemuan selanjutnya.
b. Guru mengingatkan siswa untuk mengumpulkan Tugas pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan IV (3 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


Guru meminta siswa untuk mengumpulkan Tugas Proyek yang diberikan dua minggu sebelumnya,
lalu memulai Ulangan Harian.

2.

Kegiatan Inti (120 menit)


Ulangan Harian siswa.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Guru meminta siswa mempelajari bab selanjutnya di rumah.

G. Penilaian
1.

Teknik dan Bentuk Instrumen


Teknik

2.

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Produk

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No.

Skor

Aspek yang Dinilai


3

1.

Menghargai dan mensyukuri kompleksitas


unsur-unsur ciptaan Tuhan beserta sifatsifatnya sebagai sumber daya alam sehingga
membantu kelangsungan hidup manusia.

2.

Memiliki rasa ingin tahu dalam mempelajari


tabel periodik unsur.

3.

Bersikap kritis dan komunikatif dalam berdiskusi.

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

5.

Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas


kelompok.

Keterangan
1

Kimia Kelas X

217

b. Rubrik Penilaian Sikap

218

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Menghargai dan mensyukuri kompleksitas


unsur-unsur ciptaan Tuhan beserta sifatsifatnya sebagai sumber daya alam sehingga
membantu kelangsungan hidup manusia.

3 : menunjukkan sikap menghargai dan mensyukuri kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan sebagai sumber daya
alam.
2 : belum secara eksplisit menunjukkan sikap menghargai
dan mensyukuri kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan
sebagai sumber daya alam.
1 : belum menunjukkan sikap menghargai dan mensyukuri
kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan sebagai sumber
daya alam.

2.

Memiliki rasa ingin tahu dalam mempelajari


tabel periodik unsur.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak


bertanya, berani mencoba, dan terlibat aktif dalam kegiatan kelompok.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
kurang berjiwa kreatif, bertanya hanya mengenai hal-hal
tertentu saja, berani mencoba dan terlibat aktif dalam
kelompok.
1 : tidak menunjukkan rasa ingin tahu dan tidak berjiwa kreatif,
enggan mengemukakan pertanyaan, tidak berani mencoba, sulit terlibat aktif dalam kelompok.

3.

Bersikap kritis dan komunikatif dalam


berdiskusi.

3 : menunjukkan sikap kritis dan komunikatif dalam diskusi,


misal sering bertanya maupun menjawab, serta memberikan penjelasan yang mudah dimengerti.
2 : berperan aktif dalam diskusi tetapi belum maksimal, misal
memberikan penjelasan yang sulit dimengerti.
1 : tidak bersungguh-sungguh dalam berdiskusi, misal
bersikap pasif dan tidak berusaha mencari jawaban dari
pertanyaan.

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

3 : menggunakan bahasa yang baik saat bertanya maupun


menjawab pertanyaan, serta memberikan kesempatan
kepada teman untuk mengeluarkan pendapatnya.
2 : menggunakan bahasa yang baik, tetapi bersikap biasa
saja terhadap pendapat teman.
1 : selalu menyanggah pendapat teman yang tidak sesuai
dengan pendapatnya.

5.

Bersikap proaktif dalam mengerjakan tugas


kelompok.

3 : berperan aktif dalam mengerjakan tugas dan berupaya


tepat waktu menyelesaikan tugas.
2 : kurang berperan aktif dalam menyelesaikan tugas.
1 : tidak berperan aktif dalam mengerjakan tugas, tidak teliti,
dan menyelesaikan tepat waktu.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP.___________________

.........................
NIP.___________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi/Submateri Pokok
Alokasi Waktu

:
:
:
:
:

SMA/MA
Kimia
X/1
Ikatan Kimia
18 45 menit (6 kali tatap muka)

A. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator:
Mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan yang ada di
alam.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif)
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap seharihari.
Indikator:
Mempunyai rasa ingin tahu dan berjiwa kreatif tinggi terhadap setiap peristiwa di alam.
Bersikap jujur, disiplin, teliti, dan proaktif dalam praktikum.
2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat
dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:
Menghargai pendapat orang lain saat melakukan diskusi.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
Indikator:
Menggunakan senyawa kimia dan alat-alat laboratorium secara bijaksana sesuai fungsi dan kebutuhan.
3.5 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan
logam.
Indikator:
Menjelaskan pengertian konfigurasi elektron stabil.
Menjelaskan peranan elektron dalam pembentukan ikatan kimia.
Menjelaskan proses pembentukan ikatan kimia.
Menyebutkan macam-macam ikatan kimia.
Membedakan sifat-sifat senyawa yang berikatan ion, kovalen, logam, dan hidrogen.
Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap
dua, ikatan kovalen rangkap tiga, ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen polar, ikatan kovalen
nonpolar, ikatan logam, dan ikatan hidrogen.
Menganalisis penyebab perbedaan titik leleh antara senyawa ion dan kovalen.
3.6 Menganalisis kepolaran senyawa.
Indikator:
Menyebutkan perbedaan antara senyawa kovalen polar dengan senyawa kovalen nonpolar.
4.5 Mengolah dan menganalisis perbandingan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan
kovalen koordinasi, dan ikatan logam.
Indikator:
Menyajikan hasil analisis perbandingan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen
koordinasi, dan ikatan logam.

Kimia Kelas X

219

4.6 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan kepolaran senyawa.
Indikator:
Menyajikan data hasil percobaan pengamatan kepolaran berbagai larutan.
Menyajikan laporan hasil percobaan pengamatan kepolaran berbagai larutan.
B. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu:
1. menjelaskan pengertian konfigurasi elektron stabil;
2. menjelaskan peranan elektron dalam pembentukan ikatan kimia;
3. menjelaskan proses pembentukan ikatan kimia;
4. menyebutkan macam-macam ikatan kimia;
5. membedakan sifat-sifat senyawa yang berikatan ion, kovalen, logam, dan hidrogen;
6. membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua,
ikatan kovalen rangkap tiga, ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen polar, ikatan kovalen nonpolar,
ikatan logam, dan ikatan hidrogen;
7. menjelaskan penyebab perbedaan titik leleh antara senyawa ion dan kovalen;
8. menyebutkan perbedaan antara senyawa kovalen polar dengan senyawa kovalen nonpolar;
9. menyajikan hasil analisis perbandingan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen
koordinasi, dan ikatan logam;
10. menyajikan data hasil percobaan pengamatan kepolaran berbagai larutan;
11. menyajikan laporan hasil percobaan pengamatan kepolaran berbagai larutan.
C. Materi Pokok

Terbentuknya Ikatan Kimia

Macam-Macam Ikatan Kimia


D.

Metode Pembelajaran
Pendekatan : Keterampilan Proses (Scientific Approach)
Model
: Siklus Belajar (Learning Cycle)
Metode
: Discovery dan Diskusi

E.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media
MS Power point atau OHP
2. Alat dan Bahan
a. Statif
b. Buret
c. Corong
d. Batang ebonit
e. Gelas kimia
f. Benzena
g. Nitro benzena
h. Trikloro metana
i. Karbon tetraklorida
j. Akuades
k. Larutan natrium klorida
l. Garam dapur
3. Sumber Belajar
a. Buku Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas X, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
b. Buku Guru Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas X, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
c. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA kelas X, PT Intan Pariwara
d. Buku PG Kimia SMA/MA Kelas X Semester 1, PT Intan Pariwara
e. Buku referensi: Pustaka Sains tersambung Internet: Campuran & Senyawa, PT Pakar Raya
f. Internet: http://goo.gl/wTJ2b dan http://goo.gl/TJH1r

220

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

E.

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (3 45 menit)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada di alam pada hakikatnya
diciptakan dengan berpasangan, seperti laki-laki dan perempuan, langit dan bumi, serta siang
dan malam.
b. Apersepsi: bertanya jawab tentang alasan segala sesuatu selalu berpasangan.
c. Menghubungkan adanya pasangan benda dengan keberadaan kebanyakan atom di alam yang
cenderung berikatan.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu deret menjadi satu kelompok.
b. Meminta beberapa siswa perwakilan kelompok menuliskan konfigurasi elektron unsur-unsur yang
terdapat pada kegiatan Tantangan Berpikir subbab pertama, bab ketiga di papan tulis.
c. Membahas penulisan konfigurasi elektron yang tepat bersama siswa.
d. Menyampaikan informasi kecenderungan elektron membentuk konfigurasi yang stabil.
e. Menyampaikan informasi penulisan konfigurasi elektron unsur-unsur gas mulia.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta memotivasi siswa untuk selalu
bersyukur atas karunia Tuhan dan mengagumi ciptaan-Nya mengenai kestabilan atom-atom unsur.
b. Meminta siswa membaca materi mengenai peranan elektron dalam ikatan kimia sebagai bahan
pembahasan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan II (3 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: memotivasi siswa dengan menunjukkan contoh senyawa garam dapur yang
terbentuk dari logam Na yang sangat eksplosif dengan gas klorin yang sangat beracun tetapi
garam dapur tidak berbahaya bagi tubuh. Atom-atom cenderung membentuk kelompok atom atau
molekul yang mempunyai energi yang lebih rendah daripada energi atom-atom yang terpisah
sehingga garam dapur (NaCl) tidak berdampak buruk bagi tubuh, kecuali pada suhu tinggi.
b. Apersepsi: bertanya jawab tentang bagian elektron suatu atom yang paling mudah lepas.
c. Mengingatkan kembali pengertian elektron valensi.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Menggambarkan pembentukan suatu ion hingga menjadi senyawa.
b. Menyampaikan informasi cara atom mencapai kestabilan seperti gas mulia.
c. Menggambarkan struktur Lewis beberapa unsur.
d. Membagi siswa dalam kelompok-kelompok beranggotakan empatlima siswa per kelompok.
e. Meminta siswa mengerjakan tugas membuat konfigurasi elektron beberapa atom unsur serta
menggambarkan rumus struktur Lewisnya yang terdapat pada Tugas di subbab pertama, bab
tiga.
f. Menunjuk wakil dari tiap-tiap kelompok untuk menuliskan hasil tugas ini di papan tulis, kelompok
yang lain mengoreksi jawaban kelompok tersebut.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.
b. Meminta siswa mengerjakan Latihan 1 yang terdapat dalam buku ini.
c. Meminta siswa mempelajari terlebih dahulu materi macam-macam ikatan kimia.
Pertemuan III (3 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Meminta siswa mengumpulkan hasil pekerjaan Latihan 1.
b. Pemusatan perhatian: mengingatkan kembali mengenai senyawa garam dapur dan rumus kimianya,
kemudian meminta mengamati struktur kristal garam dapur.

Kimia Kelas X

221

c. Apersepsi: bertanya jawab mengenai unsur-unsur yang menyusun garam dapur, nomor atom dan
konfigurasi elektron unsur-unsur penyusun, serta reaksi kedua atom unsur sehingga terbentuk
molekul garam dapur.
d. Mengenalkan kepada siswa bahwa garam dapur termasuk senyawa ion.
2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Menyiapkan 5 buah kartu untuk melambangkan ion kalium, kalsium, dan klor yang membentuk
senyawa ion KCl dengan CaCl2. Kartu diberi sudut sebanyak elektron yang dilepas atau ditangkap.
Sudut pada ion positip dibuat berlawanan dengan sudut pada ion negatif sehingga ketika diselipkan,
kartu akan cocok. Untuk senyawa kalium, sudut yang dibuat hanya satu sehingga ion klor yang
cocok diselipkan hanya satu. Sementara untuk ion kalsium dibuat dua sudut sehingga sudut
berlawanan dari ion klor yang diselipkan sebanyak dua.
b. Menyebutkan sifat-sifat senyawa ion.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Bersama siswa menyimpulkan pengertian ikatan ion dan sifat-sifat senyawa ion.
b. Meminta siswa membuka alamat web yang terdapat di kegiatan Mari Berselancar di Internet dan
menambahkan informasi yang terdapat dalam web tersebut ke dalam buku catatan siswa.
c. Meminta siswa mempelajari terlebih dahulu materi ikatan kovalen.
Pertemuan IV (3 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: menceritakan bahwa ikatan kovalen terdapat pada berbagai bahan dalam
kehidupan sehari-hari, seperti metana pada biogas.
b. Apersepsi: bertanya jawab mengenai perbedaan ikatan kimia pada senyawa metana dengan garam
dapur.
c. Mengenalkan juga bahwa senyawa HCl termasuk senyawa kovalen, bukan senyawa ion.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Menyampaikan informasi tentang pengertian ikatan kovalen.
b. Menyampaikan informasi mengenai macam-macam ikatan kovalen.
c. Menyampaikan informasi mengenai perbedaan ikatan kovalen polar dan nonpolar.
d. Menyampaikan informasi mengenai sifat-sifat senyawa kovalen.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.
b. Meminta siswa membaca dan memahami terlebih dahulu kegiatan praktikum dalam bab ini untuk
mempersiapkan kegiatan praktikum pada pertemuan berikutnnya.
Pertemuan V (3 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: menanyakan kepada siswa tentang pengalaman siswa mencoba menggosokkan penggaris pada rambut lalu mendekatkannya di atas potongan kertas.
b. Apersepsi: bertanya jawab mengenai penyebab potongan kertas dapat beterbangan akibat
didekatkan pada penggaris yang telah digosokkan ke rambut.
c. Mengenalkan bahwa senyawa kovalen ada yang bersifat polar dan ada yang bersifat nonpolar.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Menyampaikan informasi tentang kegiatan praktikum yang akan dilakukan siswa dalam kelompok
(mengamati kepolaran berbagai larutan, buku ini pada subbab kedua).
b. Membagi siswa dalam kelompok-kelompok beranggotakan empat-lima siswa per kelompok.
c. Membimbing siswa dalam merangkai alat praktikum hingga proses pengamatan terhadap
pembelokkan larutan oleh batang ebonit.
Catatan: sembari melakukan proses bimbingan, guru melakukan penilaian sikap dengan dipandu
instrumen lembar penilaian sikap.

222

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

d. Membimbing setiap kelompok menyajikan hasil pengamatannya.


e. Meminta siswa mencoba berbagai larutan lain yang tersedia di laboratorium.
f. Bersama siswa membahas berbagai pertanyaan dalam kegiatan praktikum.
3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan pada pertemuan hari ini.
b. Memberikan reward berupa pujian atau penghargaan lain yang relevan kepada kelompok yang
mempunyai kinerja baik.
c. Meminta siswa mempelajari terlebih dahulu mengenai materi ikatan logam dan ikatan hidrogen.
Pertemuan VI (3 45 menit)

1.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: menceritakan bahwa rompi antipeluru bersifat kuat karena adanya ikatan
hidrogen.
b. Apersepsi: bertanya jawab mengenai berbagai senyawa di lingkungan yang mempunyai ikatan
logam dan hidrogen.
c. Mengenalkan bahwa di antara molekul H2O dalam air terdapat ikatan hidrogen.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Menyampaikan informasi mengenai pengertian dan ciri-ciri ikatan logam.
b. Menyampaikan informasi mengenai sifat-sifat logam.
c. Menyampaikan informasi mengenai ikatan hidrogen,

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Meminta siswa menelusuri alamat website pada kegiatan Mari Berselancar di Internet dan
membuka buku literatur pada kegiatan Mari Berburu Literatur pada subbab ini.
b. Meminta siswa mengerjakan tugas individu pada subbab ini di rumah.
c. Meminta siswa mengerjakan soal-soal latihan pada buku ini.

G. Penilaian
1.

Teknik dan Bentuk Instrumen


Teknik

2.

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Produk

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No.

Skor

Aspek yang Dinilai


3

1.

Mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan


kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan
yang ada di alam.

2.

Mempunyai rasa ingin tahu dan berjiwa kreatif


tinggi terhadap setiap peristiwa di alam.

3.

Bersikap jujur, disiplin, teliti, dan proaktif


dalam praktikum.

4.

Menghargai pendapat orang lain saat


melakukan diskusi.

5.

Menggunakan senyawa kimia dan alat-alat


laboratorium secara bijaksana sesuai fungsi
dan kebutuhan.

Keterangan
1

Kimia Kelas X

223

b. Rubrik Penilaian Sikap

224

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan


kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan
yang ada di alam.

3 : menunjukkan ekspresi bersyukur dan kagum terhadap


keteraturan dan kompleksitas unsur-unsur ciptaan Tuhan
yang ada di alam.
2 : belum secara eksplisit menunjukkan ekspresi bersyukur
dan kagum terhadap keteraturan dan kompleksitas unsurunsur ciptaan Tuhan yang ada di alam.
1 : belum menunjukkan ekspresi bersyukur dan kagum sama
sekali terhadap keteraturan dan kompleksitas unsur-unsur
ciptaan Tuhan yang ada di alam.

2.

Mempunyai rasa ingin tahu dan berjiwa kreatif


tinggi terhadap setiap peristiwa di alam.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu dan jiwa kreatif yang tinggi


dengan banyak bertanya, berani mencoba, dan terlibat
aktif dalam kegiatan kelompok serta saat menemui
peristiwa unik di alam.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
kurang berjiwa kreatif, bertanya hanya mengenai hal-hal
tertentu saja, berani mencoba dan terlibat aktif dalam
kelompok serta saat menemui peristiwa unik di alam hanya
jika disuruh.
1 : tidak menunjukkan rasa ingin tahu dan tidak berjiwa kreatif,
enggan mengemukakan pertanyaan, tidak berani mencoba, sulit terlibat aktif dalam kelompok, serta bersikap
pasif saat menemui peristiwa unik di alam.

3.

Bersikap jujur, disiplin, teliti, dan proaktif


dalam praktikum.

3 : menunjukkan sikap jujur, teliti, dan proaktif dalam


praktikum, misal mengulagi percobaan agar mendapatkan
hasil terbaik serta tepat waktu dalam menyelesaikan
laporan praktikum.
2 : Berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas atau
laporan praktikum, tetapi belum menunjukkan upaya
terbaik, misal percobaan hanya dilakukan sekali dan
kurang proaktif dalam kelompok praktikumnya.
1 : tidak berupaya sungguh-sungguh dalam mengerjakan
tugas, tidak teliti, dan laporan tidak selesai tepat waktu.

4.

Menghargai pendapat orang lain saat


melakukan diskusi.

3 : Aktif bertanya dan menjawab dalam diskusi dan memberikan kesempatan kepada teman untuk mengeluarkan
pendapatnya.
2 : Tidak banyak berperan aktif dalam diskusi dan bersikap
biasa saja terhadap pendapat teman.
1 : Tidak banyak berperan aktif dalam diskusi dan selalu
menyanggah pendapat teman yang tidak sesuai dengan
pendapatnya.

5.

Menggunakan senyawa kimia dan alat-alat


laboratorium secara bijaksana sesuai fungsi
dan kebutuhan.

3 : berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan (senyawa


kimia) laboratorium, menjaga kebersihan alat dan ruang
laboratorium, serta mengembalikan alat dan bahan yang
digunakan ke tempat semula.
2 : kurang berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan
(senyawa kimia laboratorium, belum menjaga kebersihan
alat dan ruang laboratorium meskipun telah mengembalikan alat dan bahan yang digunakan ke tempat semula.
1 : tidak berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan
(senyawa kimia) laboratorium sehingga ada yang rusak,
belum menjaga kebersihan alat dan ruang laboratorium,
serta tidak mengembalikan alat dan bahan yang digunakan ke tempat semula.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP.___________________

.........................
NIP.___________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran