Anda di halaman 1dari 5

20

PERCOBAAN 6
ARGENTOMETRI
A

TUJUAN
Penentuan halide dan ion-ion logam tertentu berdasarkan
pada pembentukan endapan yang sukar larut

LATAR BELAKANG
Metode argentometri dapat dilakukan dengan tiga cara :
Cara Mohr, Volhard dan Fajans.
METODE MOHR
Tujuan titrasi Mohr adalah untuk menentukan garam
klorida dengan titrasi langsung atau menentukan garam
perak dengan titrasi kembali setelah penambahan
larutan baku NaCl berlebih. pH larutan harus diatur
antara 7 10. Indikator yang digunakan adalah K2Cr2O7.
Reaksi yang terjadi :
Ag+ (berlebih) + Cl- AgCl(S) + Ag+(sisa)
2 Ag+(sisa) + Cr2O4= Ag2CrO4
METODE VOLHARD
Titrasi ini berdasarkan pengendapan perak thiosianat
dalam larutan asam nitrat. Sebagai indicator digunakan
ion Fe (III) yang akan bereaksi dengan ion thiosianat
menjadi senyawa berwarna merah. Titrasi ini digunakan
untuk menentukan ion perak secara langsung atau ion
halide secara tidak langsung. Juga untuk penentuan
anion lain yang mudah larut dari AgSCN. Tetapi dengan
mengatur pH agar Fe3+ tidak terhidrolisis.

21
Reaksi :
Ag+ + SCN- AgSCN(S) putih
Fe3+ + SCN- FeSCN2+(s) merah
METODE FAJANS
Titrasi ini berdasarkan peranan indicator adsorpsi pada
penentuan halide dengan ion perak. Larutan Ag+ yang
ditambahkan akan bereaksi dengan ion halide misalnya
klorida sehingga terbentuk AgCl. Selama Cl- masih
berlebih di dalam larutan akan terbentuk AgCl, Cl -. Clbertindak sebagai ion terserap primer. Selanjutnya pada
titik ekivalensi akan terbentuk AgCl. Penambahan Ag+
setelah titik ekivalensi akan mengakibatkan terbentuk
AgCl, Ag+. Ion terserap primernya menjadi Ag +.
Sedangkan ion yang berlawanan yang terjadi pada
permukaan endapan disebut ion terserap sekunder.
Reaksi yang terjadi :
AgCl

AgX
Kuning

Ag+
Flmerah jambu
Ag+ (P) + Flmerah jambu

AgX , Ag+ , Fl-

Titik akhir ditandai tepat terbentuknya warna merah


jambu akibat terjadinya ikatan Ag+ dan Fl-.
Klorida dapat ditetapkan dengan metode Mohr yaitu
titrasi contoh dengan AgNO3 dengan indicator K2Cr2O4.
AgCl yang terbentuk merupakan titik ekivalen yang
sesuai dengan kandungan klorida. Perak klorida
mengendap secara kuantitatif sebelum endapan perak
kromat (merah) terbentuk.

22
C

ALAT DAN BAHAN


Alat yang dibutuhkan pada percobaan ini :
Peralatan gelas seperti labu ukur, buret, erlenmeyer,
pipet tetes dan peralatan gelas lainnya yang menunjang
Bahan yang dibutuhkan :
AgNO3, NaCl 0,01N, K2Cr2O4, Al(OH)3, NaOH, H2SO4
dan aquades

CARA KERJA:
1. Standarisasi larutan AgNO3 dengan NaCl
a. Timbang 0,2300 gram AgNO3 dan larutkan
dengan aquades lalu encerkan hingga 100 mL.
b. Pipet 10 mL larutan standar NaCl 0,01N ke
dalam erlenmeyer.
c. Tambahkan 6 tetes K2Cr2O4 dan titrasi dengan
larutan AgNO3 sampai warna endapan berubah
dari warna kuning muda menjadi kemerahan. Di
bagian bawah terbentuk endapan AgCl yang
berwarna putih.
d. Tutup Erlenmeyer lalu kocok kuat hingga
endapan AgCl pecah. Bilas dinding Erlenmeyer
dengan air dan titrasi dilanjutkan hingga warna
coklat.
e. Hitung normalitas AgNO3
2. Penentuan Klorida dalam air sungai
a. Ambil 50 mL contoh air. Jika air berwarna maka
tambahkan 3 mL suspensi Al(OH)3 kocok

23
biarkan mengendap, saring. Cuci endapan
dengan air. Filtrat dan air cucian disatukan. Atur
pH cairan tersebut hingga 7 10 dengan
penambahan NaOH atau H2SO4.
b. Tambahkan 1 mL K2Cr2O4 lalu titrasi dengan
AgNO3 sampai timbul endapan warna kuning
kemerahan
c. Lakukan titrasi blanko
d. Hitung kadar CL- (mg/L)
E

TUGAS

1. Mengapa pada penentuan argentometri untuk


cara Mohr harus dilakukan pada pH antara 7
10 ?
2. Apa gunanya pengocokan kuat pada prosedur
standarisasi pada tahap d di atas ?
3. Apakah penentuan garam NaCl dapat
ditentukan dengan cara Volhard atau Fajans ?
Jelaskan pula kelebihan atau kekurangan
metode tersebut !
F

HASIL PENGAMATAN
1. Standarisasi larutan AgNO3 dengan NaCl
Volume AgNO3

Normalitas AgNO3 =

Volume rerata AgNO3

V NaCl x N NaCl
---------------------------V AgNO3

24

2.

Penentuan Klorida dalam air sungai


Kadar Cl- (mg/L)
(A - B) x N x 35,5
Cl (mg/L) = ------------------------V contoh (L)
-

A = mL AgNO3 dalam contoh


B = mL AgNO3 dalam blanko
N = Normalitas AgNO3