Anda di halaman 1dari 13

Sumber 1:

IPSRS adalah instalasi yang melaksanakan dan mengatur kegiatan pemeliharaan,


perbaikan maupun kalibrasi baik yang dilakukan secara internal maupun external. Tugas
IPSRS adalah menunjang kelancaran kegiatan pelayanan yang berhubungan dengan
peralatan kedokteran/ kesehatan di semua ruangan pelayanan ,medis dan penunjang medis
dalam pelayanan 24 jam.
Personil IPSRS didukung oleh tenaga tenaga tekhnisi listrik, tekhnisi bangunan dan tekhnisi
elektromedis yang mempunyai kompetensi pada bidang tekhnisi sesuai ketugasannya
sehingga semua pemeliharaan dan perbaikan diharapkan dapat ditangani oleh pihak
internal RS. Dengan dukungan tenaga elektromedis (tekhnisi alat kesehatan) , maka
perkembangannya unit ini dapat dikembangkan sebagai unit layanan perbaikan alat
kesehatan
Tenaga IPSRS meliputi:
1. Tenaga Elektromedik Diploma IV sebanyak 2 orang
2. Tenaga Elektromedik Diploma III sebanyak 3 orang
3. Tenaga Teknis Umum sebanyak 4 orang

Tugas IPSRS
1. Menangani complain dari ruangan dengan respon time tidak lebih dari 15 menit
2. Melaksanakan pemeliharaan rutin alat alat kedokteran / kesehatan
3. Melakukan kegiatan perbaikan alat alat kedokteran / kesehatan
4. Melaksanakan kalibrasi , baik kalibrasi internal (verifikasi ) maupun kalibrasi external
(oleh pihak ke 3)
5. Melaksanakan distribusi gas medis
6. Perbaikan mekanik dan perbengkelan

Sumber 2:
Ruang Lingkup Kegiatan IPSRS Meliputi :
1. Pemeliharaan Fasilitas Gedung Rumah sakit.
2. Pemeliharaan peralatan - peralatan agar tetap siap digunakan setiap saat untuk
pelayanan serta menekan biaya seminimal mungkin.
3. Evaluasi secara Fisik, termasuk didalamnya menyusun perencanaan gedung dan
halaman mengisi laporan kerusakan, pintu, jendela, kunci dll.
4. Pemeliharaan Ambulance RS.
5. Pemeliharaan Kendaraan Penunjang Kegiatan RS.

6. Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan RS

Sumber 3:
Instalasi Pemeliharaan sarana Rumah sakit (IPSRS) adalah Instalasi yang melaksanakan
tugas pemeliharaan bangunan instalasi air minum,intalasi listrik,instalasi gas teknis, dan
telepon. Selain itu juga pemeliharaan alat elektro medik dan peralatan listirk serta
pemeliharaan kendaraan dan mesin.
Instalasi ini dibagi menjadi beberapa sub Instalasi antara lain:
Sub. Instalasi Listrik dan air,Sub Instalasi Bangunan dan pertukangan,Sub instalasi mekanik
Otomotif, Sub Instalasi Elektronika dan computer,Sub instalasi Elektromedik dan
Perbengkelan.

Sumber 4:
IPSRS adalah organisasi dalam Rumah Sakit yang bersifat teknis dan koordinatif yang
pelaksanaannya meliputi perbaikan sarana dan peralatan yang ada di Rumah Sakit.
Tujuannya adalah meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi RS.
- Unit Administrasi
- Unit Sarana Dan Prasarana
- Unit Bangunan
- Unit Biomedical >>>
- Unit IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan Sampah Medis
- Unit Listrik dan AC
- Unit IT dan Telekomunikasi
- Dll
dan kegiatan umum dari IPSRS ?
- Operator Utility, menjadi operator suatu alat medis atau mengadakan training kepada
tenaga kesehatan yang lain untuk petunjuk pemakaian (SOP) alat medis yang benar.
- Maintenance, perawatan rutin.
- Perencanaan kegiatan pemeliharaan.
- Pengukuran dan kalibrasi.
- Rekayasa dan rancang bangun.
- Manajemen informasi dan pemeliharaan.
- Rujukan pemeliharaan.
- Pengawasan pelaksanaan pengadaan barang dan tenaga kerja.
- Pengawasan fasilitas dan keselamatan kerja.

Dasar, Tanggung Jawab, Pola kerja Elektromedik


Inisisatif Pelayanan.
Seseorang yang berpendidikan minimal sarjana muda/D3 teknik rontgen atau teknik
elektromedik dan diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak oleh pejabat yang
berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan teknik elektromedik berdasarkan
rekomendasi/akreditasi dari organisasi profesi teknik elektromedik.
Pendidikan dan pengalaman menentukan kwalifikasi yang sesuai dengan kriteria
standar profesi yang diterapkan. Dalam menjalankan profesi teknik elektromedik harus
berpegang pada standar dan etika profesi yang ditetapkan.
Standar 2
Persiapan Perencanaan
Sebelum

membuat

perencanaan

elektromedik

harus

melakukan

persiapan

perencanaan yang meliputi alternatif:


1. Identifikasi permasalahan
2. Penyusunan spesifikasi dan persyaratan teknis yang sesuai
3. Analisa tingkat teknis dikaitkan dengan efisiensi pendanaan
4. Pengusulan penyelesaian masalah
Standar 3
Perencanaan Program
Sebagai tindak lanjut persiapan perencanaan pelayanan teknik elektromedik, maka dibuatkan
perencanaan yang meliputi:
1. Penetapan atau perumusan tujuan (jangka pendek, menengah, panjang) dengan memperhatikan
sumber daya yang tersedia.
2.

Membuat

rencana

interfensi

dengan

metodologi

(cara/teknik

dan

alat)

dengan

mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas dalam memilih metodologi yang telah ditetapkan
sebagai alternatif pencapaian tujuan (artinya mudah pelaksanaannya, ekonomis, tersedia dan
tepat guna).
3. Rencana edukatif yaitu melakukan bimbingan dan konsultasi kepada profesi lain yang terkait.

4. Membuat rencana evaluasi meliputi:


a. Kriteria keberhasilan dan unsur yang dinilai dengan menggunakan konsep
pengukuran.
b. Kriteria untuk memodifikasi program baik metodologi maupun standar acuan.
Standar 4
Impelementasi Program
Melaksanakan kegiatan teknik elektromedik yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, rancang bangun dan produksi serta pelatihan dalam bidang teknik elektromedik
sesuai dengan rencanan yang telah ditetapkan atau melakukan modifikasi dalam program
(standar 3) dengan tetap berkomunikasi kepada pihak terkait dan mendokumentasikan hasil
evaluasi.
Standar 5
Evaluasi
Melakukan evaluasi berdasarkan kriteria dan unsur yang harus dinilai dengan tetap
mengacu kepada keberhasilan atau pencapaian tujuan dan dilakukan secara periodik,
berdasarkan program yang telah ditetapkan.
Standar 6
Dokumentasi
Tenaga teknik elektromedik bertanggung jawab untuk mencatat data teknik dan
operasional peralatan secara rinci, teratur dan periodik.
Standar 7
Komunikasi
Pelayanan tenaga teknik elektromedik harus mengkomunikasikan hasil pelaskanaan,
pelayanan program, kendala dan kemajuannya dengan unsur yang terkait dalam program
pelayanan teknik elektromedik.
Standar 8
Rujukan
Sesuai dengan tanggung jawab dan etika profesi tenaga teknik elektromedik harus menyadari
kemampuan dan keterbatasannya sehingga perlu dilaksanakan sistim rujukan sesuai dengan
tingkat kemampuan.
A. Standar Pelayanan Teknik Elektromedik
Pelayanan teknik elektromedik pada dasarnya tergantung dari jenis pelayanan yang dilakukan
dan sangat berhubungan dengan tujuan institusi atau program teknik elektromedik yang

terintegrasi didalamnya. Sehingga standar pelayanan teknik elektromedik harus mengandung


falsafah dan tujuan, perencanaan, fasilitas dan anggaran organisasi termasuk kriteria
pemimpin dan staf elektromedik yang terlibat, pencatatan dan pelaporan serta evaluasi
program pelayanan, supervisi dan pengembangan profesional. Hal ini selalu dikaitkan dengan
jenis, sifat dan tujuan institusinya dalam membuat rincian atau pedoman operasionalnya
secara umum pelayanan teknik elektromedik disemua institusi.
Standar 1
Falsafah dan Tujuan
Suatu program kegiatan teknik elektromedik adalah untuk memberikan pelayanan yang
optimal dalam bidang teknik elektromedik bagi pemerintah dan masyarakat sesuai dengan
standar profesi yang ditetapkan.
Kriteria
1.1 Dokumentasi tertulis yang memuat tujuan pelayanan harus mencerminkan peran institusi dan
harus menjadi acuan pelayanan teknik elektromedik serta diketahui oleh semua unit lain.
Dokumen ini harus selalu tersedia untuk semua petugas pelayanan teknik elektromedik.
1.2 Setiap unit dapat mengembangkan sendiri tujuan khusus pelayanan teknik elektromedik.
1.3 Dokumen ini harus disempurnakan paling sedikit 5 tahun.
Standar 2
Pengelolaan Kegiatan Teknik Elektromedik Harus Mempunyai Bagan Organisasi dan
Uraian Tugas yang Jelas.
Kriteria
1.1. Bagan organisasi akan memperlihatkan jalur komunikasi dan garis komando lini dan staf dalam
kegiatan teknik elektromedik dan juga hubungan dnegan unsur lain.
1.2. Adanya dokumentasi yang meliputi fungsi, kegunaan dan kebutuhan dari kegiatan teknik
elektromedik.
Standar 3
Kegiatan Pelayanan Teknik Elektromedik Dikelola dan Diarahkan Untuk Mencapai
Tujuan Pelayanan.
Kriteria
1.1. Pelayanan teknik elektromedik dipimpin oleh seseorang pimpinan yang cakap menurut
pendidikan, pelatihan dan pengalaman dalam bidang teknik elektromedik.
1.2. Untuk mendukung program kegiatan teknik elektromedik diperlukan jumlah staf yang cukup.
1.3. Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas.
Standar 4

Fasilitas dan Peralatan


Dalam melaksanakan kegiatan teknik elektromedik diperlukan fasilitas dan peralatan yang
memadai.
Kriteria
4.1. Inventarisasi dari semua fasilitas dan peralatan yang ada secara teliti, termasuk didalamnya
pemilikan dan manfaatnya.
4.2. Pendikumentasian sistim perencanaan dan penggantian fasilitas dan untuk kegiatan teknik
elektromedik.
4.3. Setiap peralatan paling sedikit satu tahun sekali dilakukan kalibrasi serta dibuat dokumentasinya.
Standar 5
Kebijakan dan Prosedur
Menuangkan kebijakan dan prosedur terbaru yang mencerminkan prinsip-prinsip ilmu
pengetahuan dan teknologi yang terbaru untuk setiap kegiatan teknik elektromedik
sesuai dengan kebutuhan dan peraturan.
Kriteria
1.1. Peralatan baru diteliti dengan standar pemakaian yang disesuaikan dengan standar industri
Indonesia serta peraturan yang berlaku.
1.2. Kebijakan dan prosedur terbaru diinformasikan kepada semua unit terkait.
1.3. Adanya peraturan tertulis mengenai jadwal reparasi peralatan dan sarana yang rusak. Sarana
yang vital harus diperbaiki dalam waktu singkat.
Standar 6
Pengembangan Staf dan Program Pendidikan
Staf dapat mengikuti program pendidikan guna memelihara dan meningkatkan pengetahuan
dan ketrampilan.
Kriteria
1.1. Orientasi dan pendidikan berkelanjutan harus diadakan sekurang-kurangnya setiap tahun bagi
tenaga teknik elektromedik.
1.2. Referensi terbaru, pamlet, brosur, jurnal dan buku-buku serta informasi ilmiah dan produsen
untuk referensi dan pemberian pengarahan.
Standar 7
Evalusi dan Pengendalian Mutu
Terdapat beberapa metode untuk mengevaluasi kualitas kegiatan teknik elektromedik dan
mengoreksi permasalahan yang telah diindentifikasikan serta pemecahannya.
Kriteria

7.1 Program pelayanan teknik elektromedik dipergunakan untuk mengindentifikasi dan


mencatat kegagalan peralatan dan kesalahan pemakai yang berakibat penyimpangan efek
terhadap kesalahan dalam bidang teknik elektromedik.
7.2. Ringkasan dari kegagalan dan kerusakan peralatan serta segala macam penerbitan yang
menguat tentang bahaya-bahaya peralatan yang dinilai oleh majelis kode etik teknik
elektromedik.
7.3. Bila ditemukan masalah, tindakan dan penanggulangannya harus dicatat serta dinilai
efektifitasnya.
B. Hak Dan Kewajiban Tenaga Teknik Elektromedik
1. Hak tenaga teknik elektromedik
Tenaga teknik elektromedik sebagai pemberi pelayanan bidang teknik elektromedik dalam
melaksanakan tugasnya memiliki hak-hak sebagai berikut:
a. Bekerja menurut standar profesi dengan menggunakan segala pendekatan, metode,
sarana/prasarana kerja agar dapat melaksanakan tugas pekerjaannya dengan sebaik-baiknya.
b. Menolak melakukan suatu tindakan karena secara profesional tidak dapat dipertanggung
jawabkan.
c. Memberhentikan tindakan dalam kondisi tertentu atas dasar pertimbangan profesinya.
d. Memiliki privacy, artinya tenaga teknik elektromedik tersebut memiliki atau mempunyai hak
untuk melaksanakan kehidupan pribadinya karena itu ada waktu waktu tertentu tidak
mempunyai hak untuk memberikan pelayanan teknik elektromedik.
e. Menerima informasi yang benar dan jujur.
f. Menerima jasa pelayanan.
g. Memberikan perlindungan hukum, dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya, yaitu
sebagai berikut:
1) Pengertian
Perlindungan hukum secara umum diartikan sebagai upaya memberikan kekebalan terhadap
seseorang atas segala tindakan yang perlu dilakukan dalam rangka tugas atau karena tindakan
atau jabatannya.
2) Landasan/dasar perlindungan hukum adalah:
a) UUD 1945 pasal 27 ayat 1
Segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan wajib
menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
b) Didalam hukum kesehatan beberapa peraturan perundang-undangan antara lain:

UU no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan.


c) Diluar hukum kesehatan antara lain:
Diatur melalui hukum publik/KUHP, hukum administrasi negara beserta hukum acaranya yang
beberapa pasal dapat atau tetap berlaku dalam rangka perlindungan hukum tenaga kesehatan,
misalnya; seorang tenaga kesehatan melakukan kesalahan atau kelalaian harus melalui
pembuktian.
Diatur melalui hukum privat/KUHP perdata beserta hukum acaranya, soal-soal wanprestas, ganti
rugi dan sebagainya.
3) Prosedur
a) Tenaga teknik elektromedik harus memahami segala konsekuensi dari kelalaian atau kesalahan
didalam melaksanakan tugasnya.
b) Penentuan ada tidaknya ditentukan atau kelalaian dalam melakukan profesinya ditentukan oleh
majelis kode etik teknik elektromedik.
c) Pelanggaran atau kelalaian yang bersifat melanggar kode etik akan diselesaikan lewat majelis
kode etik teknik elektromedik.
d) Tenaga teknik elektromedik yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam tata usaha negara
diajukan keperadilan tata usaha negara, demikian pula tenaga teknik elektromedik yang
melakukan tindak pidana atau perdata diajukan ke peradilan umum atau militer sesuai dengan
kompetensinya tenaga teknik elektromedik dalam proses peradilan harus didampingi oleh
penasehat hukum.
2. Kewajiban tenaga teknik elektromedik
Kewajiban tenaga teknik elektromedik meliputi:
Menghormati hak penerima pelayanan teknik elektromedik, melaksanakan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
a. Kewajiban umum
Melaksanakan pelayanan teknik elektromedik, melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan.
Dalam mengamalkan profesinya haruslah selalu berpedoman kepada ilmu teknik
elektromedik yang wajib dimilikinya, ketrampilan serta sikap dan menerapkannya
sebagaimana dimiliki oleh tenaga teknik elektromedik.
b. Kewajiban terhadap penerima pelayanan teknik elektromedik
1. Melaksanakan dan menyelesaikan tugas teknik elektromedik.

2. Berami mengambil resiko atas segala hasil penyelesaian tugas yang dibebankan
kepadanya.
3. Memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam
melakukan tugasnya.
4. Menghormati hak penerima pelayanan teknik elektromedik dengan menggunakan
sarana dan prasarana, metode dan pendekatan yang tersedia sehingga hasil pekerjaan
atau tugasnya itu berhasil dengan sebaik-baiknya.
5. Dalam melaksanakan tugas selalu berpedoman pada norma-norma keselamatan dan
kesehatan kerja.
c. Kewajiban terhadap sejawat dan profesi lain
1. Dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan baik secara mandiri maupun
berkerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya (mitra kerja) hendaknya selalu
dikembangkan rasa kebersamaan, serta saling hormat menghormati dan yang paling
penting adalah meningkatkan kualitas pengabdian di kalangan tenaga kesehatan dan
bekerja secara jujur.
2. Membimbing tenaga teknik elektromedik yang berada pada dibawah jabatannya untuk
bersama-sama meningkatkan profesionalisme dan berupaya memantapkan sistem
pembinaan dan pengembangan tenaga teknik elektromedik sehingga timbul kesadaran
berkualitas.
3. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pengelolaan kesehatan bidang
teknik elektromedik sehingga dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil
guna, dengan jalan meningkatkan sumber daya manusia secara optimal dengan
melibatkan sumber daya kesehatan yang tersedia sehingga tercapai peningkatan mutu
pelayanan teknik elektromedik yang optimal dengan biaya dan resiko yang minimal.
d. Kewajiban terhadap dirinya sendiri
1. Meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme dirinya sendiri agar dapat
mengantisipasi kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan.
2. Handal dalam melaksanakan tugasnya penuh dedikasi serta bertanggung jawab
terhadap peningkatan mutu pelayanan teknik elektromedik yang cepat, tepat dan
cermat.

3. Mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja dengan landasan yang lebih
mantap, dengan meningkatkan disiplin kerja dan selalu berbuat yang lebih baik dan
lebih maju bermutu lebih tinggi serta menjunjung tinggi nilai etis. Mampu memilih
metode dan teknik pelayanan elektromedik yang tepat dan berhasil guna, dengan
selalu memper hatikan keselamatan kerja bagi dirinya sendiri,teman sekerja serta
masyarakat lingkungan dari resiko dan bahaya yang mungkin timbul akibat pekerjaan.
4. mempunyai pola dan bertindak untuk selalu memperlakukan individu lain
sebagaimanusia mempunyai cipta rasa dan karsa. Dengan demikian diharapkan
mampu menciptakan hubungan yang serasi,selaras seimbang diantara sesama anggota
profesi khususnya tenaga teknik elektromedik dan sesama profesi tenaga kesehatan .
5. mau dan mampu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan berusaha tidak akan
mengulangi kesalahan yang sama, dengan demikian timbul semangat untuk berusaha
dan berupaya meningkatkan prestasi kerja yang akan dating berlandaskan ketulusan
hati,jujur dan bertanggung jawab.
6. Mampu menerapkan sasaran dan tujuan yang akan dicapai apakah itu tujuan
nasional ,sehingga dapat mencegah apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan
terhadap tujuan dan sasaran yang akan dicapai.
7. Mau menerima sumbang saran (brain St
orming) dari orang lain untuk diambil manfaatnya dalam memecahkan dan menyelesaikan
suatu masyalah (problem solving).
8. Meningkatkan kemampuan kerja , yang dimulai dari peningkatan kemampuan pribadi yang
menjurus kepada peningkatan kerja dalam kelompok, sehingga dapat mengurangi kesalahan
dan dapat meningkatkan mutu pelayanan teknik elektromedik.
Kewajiban terhadap tugas
Tenaga teknik elektromedik melakukan tugas baik sebagai tenaga kesehatan maupun sebagai
otenaga teknik elektromedik sesuai dengan wewenang yang diberikan untuk melaksanakan
tugas pokok dan penunjang dalam ruang lingkup pelayanan teknik elektromedik.
1. Tugas pokok
a. Perencanaan

Pemeliharaan, pemasangan/instalasi, analisa kerusakan, perbaikan, pengujian, pengukuran


dan kalibrasi alat kesehatan.
b. Pelaksanaan
Pemeliharaan, pemasangan/instalasi, analisa kerusakan, perbaikan, pengujian, pengukuran
dan kalibrasi alat kesehatan.
c. Pengawasan dan pengendalian
Pemeliharaan, pemasangan/instalasi, analisa kerusakan, perbaikan, pengujian, pengukuran
dan kalibrasi alat kesehatan.
d. Berperan serta dalam pengadaan/penerimaan
e. Berperan serta dalam evaluasi pendayagunaan alat kesehatan
f. Berperan serta dalam bimbingan pengoperasian alat kesehatan
2. Tugas penunjang
Meliputi kegiatan-kegiatan pelayanan dan pengembangan pelayanan teknik elektromedik
yang mengarah kepada peningkatan kwalitas pelayanan teknik elektromedik dan peningkatan
kwalitas pengabdian profesi.
C. Hak Penerima Pelayanan Teknik Elektromedik
Tenaga teknik elektromedik dalam menjalankan tugasnya harus menghormati hak penerima
pelayanan teknik elektromedik.
1. Ruang lingkup hak penerima pelayanan teknik elektromedik mencakup:
a. hak akan informasi
b. hak memberikan dan menolak persetujuan tindakan (informaed consent)
c. hak memilih pelayanan
2. Penyimpangan terhadap hal-hal diatas atau menghilangkan hak penerima pelayanan teknik
elektromedik dijatuhkan sanksi.
D. Kewenangan
Tenaga teknik elektromedik dalam melakukan pekerjaannya sesuai dengan profesi dan
kewenangannya.
Kewenangan tenaga teknik elektromedik dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai
berikut:
a. Administrasi teknik
1. Menerima, mencatat permintaan pelayanan teknik elektromedik

2. Menentukan, waktu atau jadwal persiapan yang harus dilakukan oleh penerima
pelayanan teknik elektromedik untuk suatu pemeriksaan khusus (perjanjian).
3. Memberikan informasi yang baik dan benar tentang segala sesuatu yang berhubungan
dengan pelayanan teknik elektromedik.
4. Menyiapkan, merencanakan dan melakukan kegiatan teknik elektromedik sesuai
dengan permintaan serta memperhatikan norma-norma etika kesehatan, etika profesi
dan menghormati hak-hak penerima pelayanan teknik elektromedik.
b. Teknis pelayanan Teknik elektromedik
1. Perencanaan
Pemeliharaan, pemasangan/instalasi, analisa kerusakan, perbaikan, pengujian, pengukuran
dan kalibrasi alat kesehatan.
2. Pelaksanaan
Pemeliharaan, pemasangan/instalasi, analisa kerusakan, perbaikan, pengujian, pengukuran
dan kalibrasi alat kesehatan.
3. Pengawasan dan pengendalian
Pemeliharaan, pemasangan/instalasi, analisa kerusakan, perbaikan, pengujian, pengukuran
dan kalibrasi alat kesehatan.
4. Berperan serta dalam pengadaan/penerimaan
5. Berperan serta dalam evaluasi pendayagunaan alat kesehatana
6. Berperan serta dalam bimbingan pengoperasian alat kesehatan
c. Wewenang lainnya yang berhubungan dengan pelayanan teknik elektromedik.
1. Membuat program dan prosedur kerja.
2. Membuat program dan prosedur tindakan kesehatan dan keselamatan kerja.
3. Mengevaluasi program dan prosedur kerja tersebut telah efektif dan efisien.
4. Membuat perubahan program dan prosedur kerja kearah perbaikan.
5. Memberikan peringatan/keterangan dan informasi yang benar akan resiko dan bahaya
didalam melaksanakan kegiatan teknik elektromedik.

6. Berwenang untuk tidak melaksanakan kegiatan pelayanan teknik elektromedik apabila


diperkirakan tugasnya itu dapat membahayakan dirinya dan orang lain.
7. Berwenang melakukan tugas diluar batas wewenang yang telah ditentukan apabila
tempat dimana ia bekerja dibutuhkan, dengan seijin pimpinan institusi rumah sakit
secara tertulis.
E. Lisensi
Tenaga teknik elektromedik yang melakukan upaya kesehatan sesuai dengan kewenangannya
harus memiliki lisensi untuk menjamin perlindungan dan rasa aman bagi pemberi dan
penerima pelayanan kesehatan.
a. Pengertian
Lisensi adalah dokumen yang dimiliki seseorang tenaga teknik elektromedik yang
mempunyai kekuatan hukum dalam memberikan pelayanan kepada penerima pelayanan
teknik elektromedik sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan.
b. Tujuan pemberian lisensi adalah:
1. Untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
2. Memberikan kejelasan batas pelayanan yang diberikan kepada penerima pelayanan
teknik elektromedik.
c. Pemberian lisensi kepada teknik elektromedik
1. Tenega yang bekerja disarana pelayanan kesehatan diharuskan memiliki lisensi.
2. Untuk kepentingan melamar pekerjaan didalam bidang teknik elektromedik.
d. Persyaratan mendapatkan lisensi diatur dan dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan atau pejabat
oleh Menteri Kesehatan atas rekomendasi dari orang profesi sesuai dengan statifikasi yang
dimilikinya.
e. Masa berlakunya lisensi adalah 5 tahun atau jangka waktu tertentu dan ditetapkan oleh Menteri
Kesehatan, setelah itu diperpanjang dengan terlebih dahulu.
f. Akreditasi tenaga teknik elektromedik yang terdaftar.

Anda mungkin juga menyukai