Anda di halaman 1dari 44

VOLUME VII | NO.

62 / OKTOBER 2012

Memberikan
Penghargaan
Kepada Kantor
Percontohan

ISSN 1907-6320
MediaKeuangan
Edisi Khusus Profil KPPc Tahun
2012

Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

DARI LAPANGAN BANTENG

Memberikan Penghargaan
Kepada Kantor Percontohan

emerintahan yang baik, bersih, profesional, bertanggung jawab,


serta efisien dan efektif menjadi wujud pelayanan birokrasi yang
prima kepada masyarakat. Untuk menghadirkan pelayanan prima,
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) senantiasa melaksanakan upayaupaya peningkatan mutu kantor vertikal melalui implementasi kebijakan
pemerintah di bidang Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) yang
diarahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (PAN dan RB).

terdiri atas Tenaga Pengkaji, beberapa Kepala Biro di lingkungan Sekretariat


Jenderal, dan beberapa Sekretaris Direktorat Jenderaljuga melakukan
wawancara mendalam dengan pimpinan dan staf pelaksana dan/
atau pihak lain yang mempunyai keterkaitan dengan kantor vertikal,
serta mencari data atau informasi lain dari sumber sekunder, baik
berupa pendapat, laporan, pengaduan, maupun temuan lainnya. Tidak
ketinggalan, Tim Penilai juga melakukan survey kepada stakeholders Kantor
Pelayanan Percontohan.

Salah satu implementasi kebijakan yang baru saja dilaksanakan adalah


melakukan seleksi, dan penilaian kepada kantor pelayanan yang
dalam melayani masyarakat dinilai sesuai dengan Standar Pelayanan
Publik berdasarkan Keputusan Menteri PAN dan RB Nomor 63/KEP/M.
PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan
Publik. Di lingkungan Kemenkeu, kegiatan penilaian dilakukan dengan
berpedoman pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 151/
KMK.01/2012 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 275/KMK.01/2010 tentang Tata Cara Penilaian Kantor Pelayanan
Percontohan di Lingkungan Kementerian Keuangan.

Kantor-kantor vertikal terbaik pada setiap unit eselon I akan bersaing


untuk menjadi Kantor Pelayanan Percontohan Kemenkeu. Dengan
demikian, pada akhirnya akan terpilih empat kantor vertikal berpredikat
Kantor Pelayanan Percontohan terbaik. Pengumuman pemenang dan
penyerahan penghargaan kantor percontohan terbaik menurut rencana
akan diberikan langsung oleh Menteri Keuangan bertepatan dengan Hari
Oeang pada tanggal 30 Oktober nanti.

Seleksi kantor vertikal dimulai di tingkat unit eselon I. Dari proses seleksi
awal, didapatkan tiga kantor vertikal terbaik dari Direktorat Jenderal
Pajak, yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Menteng I, KPP
LTO/BUMN Jakarta, dan KPP Pratama Ciamis. Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madya Pabean Jakarta, KPPBC Madya
Pabean Purwakarta, dan KPPBC Madya Pabean Pontianak keluar sebagai
tiga kantor vertikal terbaik di unit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan, seleksi awal menghasilkan
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta, KPPN
Pontianak, dan KPPN Sidoarjo sebagai tiga KPPN yang paling baik dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin, KPKNL Banda Aceh,
dan KPKNL Surabaya terpilih sebagai kantor vertikal terbaik dari Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara.
Metode penilaian yang digunakan untuk menilai kedua belas kantor
vertikal di atas adalah dengan melakukan observasi, kunjungan
pengamatan secara langsung, identifikasi semua komponen pelayanan,
dan memberikan assesment. Selain itu, Tim Penilaiyang diantaranya

Pada Media Keuangan Volume VII/No.62/Oktober 2012, kami secara


khusus mengangkat profil kedua belas kantor vertikal terpilih. Pemilihan
kantor vertikal dengan pelayanan terbaik sangat penting karena dapat
memberikan motivasi untuk meningkatkan kinerja dan mutu. Selain itu,
kegiatan ini juga dapat menciptakan model pelayanan percontohan
secara berkesinambungan untuk dapat diikuti kantor vertikal lainnya agar
berkreasi melakukan peningkatan pelayanan menjadi lebih baik dan
bertanggung jawab.
Memenuhi standar pelayanan yang menjadi ukuran penilaian tentunya
tidak mudah. Para kepala kantor vertikal beserta jajarannya mesti bekerja
keras dalam memenuhi standar prosedur pelayanan, waktu penyelesaian,
biaya, produk pelayanan, sarana dan prasarana, serta kompetensi
petugas pemberi pelayanan yang ditentukan. Bahkan inovasi dan upaya
peningkatan kinerja yang diciptakan atas inisiatif jajaran pegawai Kantor
Pelayanan Percontohan, jika diupayakan juga, dapat menjadi nilai tambah
penilaian. Oleh karena itu, rasanya kita perlu memberikan apresiasi kepada
mereka yang telah bekerja keras menjadikan kantornya sebagai Kantor
Pelayanan Percontohan. Harapan kita, semangat ini dapat menular ke
para pegawai di seluruh kantor vertikal Kemenkeu dari Sabang sampai
Merauke.
Redaksi

Diterbitkan oleh: Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Pelindung: Menkeu RI Agus DW Martowardojo.
Ketua Pengarah: Sekjen Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Kabiro
Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Yudi Pramadi. Pemimpin Redaksi: Herry Siswanto. Redaktur
Pelaksana: Yeti Wulandari. Dewan Redaksi: Supriyatno, Rizwan Pribhakti, Agung Ardhianto, Fery Gunawan, Makmun
Syadullah. Tim Redaksi: Rahmat Widiana, Hadi Siswanto, Titi Susanti, Alphani N, Zachrony, Nico Aditia, Bagus Wijaya,
Langgeng Wahyu P, Iin Kurniati, Dwinanda Ardhi, Arfindo Briyan, Eva Lisbeth, Haruadi S, Syahrul R, Hega S, Pradany
H, Faisal WU, Athiah L, Farida R. Desain Grafis dan Layout: Wardah Adina, Dewi Rusmayanti. Alamat Redaksi:
Gedung Djuanda (Gedung E) Lantai 12, Jl. Dr. Wahidin No. 1, Jakarta Telp : (021) 3849605, 3449230 pst. 6328. e-mail:
mediakeuangan@depkeu.go.id
Redaksi menerima kontribusi tulisan dan artikel yang sesuai dengan misi penerbitan. Redaksi berhak mengubah isi tulisan
tanpa mengubah maksud dan substansi. Bagi tulisan atau artikel yang dimuat akan mendapatkan imbalan sepantasnya.

www.kemenkeu.go.id
@KemenkeuRI

Kementerian Keuangan
Republik Indonesia

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

daftar isi
LAPORAN KHUSUS
6

9

12


15

18

21

24


27

30

33


36

39

KPPBC TMP A Jakarta


Menuju International Courier Service
KPKNL Banjarmasin
Berlian dari Pulau Kalimantan
KPPBC TMP A Purwakarta
Terus Berinovasi Hingga Tidak Ada Keluhan
Sama Sekali
KPPN Surakarta
Menjadi Kantor Smart, Beautiful, dan Modern
KPP Pratama Menteng Satu
Inovasi Berani KPP Menteng Satu
KPP WP Besar Tiga
Kebersamaan Membuahkan Penghargaan
KPPBC TMP B Pontianak
Reformasi Birokrasi adalah Perubahan Mindset
and Culture-Set
KPKNL Banda Aceh
Kantor Pelayanan Bertabur Penghargaan
KPP Pratama Ciamis
Totalitas Pelayanan untuk Masyarakat Sadar Pajak
KPPN Pontianak
Pelayanan 3T: Tepat Waktu, Tetap Senyum,
dan Tanpa Biaya
KPKNL Surabaya
Kombinasi Keunggulan SDM dan Program Kerja
KPPN Sidoarjo
Dijamin Transparan dan Tanpa Pungutan

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

WAWANCARA
42

Anies Basalamah, Kepala Biro Organta


KPPc Terbaik Maju ke Tingkat Nasional

Sambutan Menteri Keuangan


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Mengawali sambutan ini, kami ingin mengajak kita semua untuk
memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kita semua sehingga kita
dapat terus berkarya untuk bangsa dan negara kita tercinta.
Saudara sekalian, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 mengamanatkan bahwa Negara memiliki kewajiban melayani setiap
warga negara agar hak dan kebutuhan dasar dapat terpenuhi. Untuk itu,
Negara, dalam hal ini Pemerintah, menyelenggarakan pelayanan langsung
kepada warga negara, atau yang lebih dikenal dengan pelayanan publik.
Dalam konteks negara modern, pelayanan publik merupakan inti dari
sebuah pemerintahan. Pelayanan publik merupakan kunci untuk menilai
kinerja sebuah pemerintahan. Oleh karenanya, membangun kepercayaan
masyarakat atas pelayanan publik merupakan kegiatan yang harus dilakukan.
Hal ini merupakan sebuah keharusan ditengah meningkatnya harapan dan
tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.
Pelayanan publik merupakan kewajiban bagi Pemerintah untuk memenuhi
hak dan kebutuhan dasar masyarakat. Pelayanan tersebut pada dasarnya
harus memenuhi prinsip-prinsip profesionalisme dan etika, seperti
akuntabilitas, efektifitas, efisiensi, netralitas dan keadilan bagi seluruh penerima
layanan. Selain itu, pelayanan publik dimaksud juga harus menjamin
keberlangsungan adminitrasi negara yang melibatkan pengembangan
kebijakan pelayanan dan pengelolaan sumberdaya yang berasal dari dan
untuk kepentingan publik.
Terkait dengan hal tersebut diatas, Kementerian Keuangan sebagai bagian
dari Pemerintah juga memiliki unit pelayanan yang tersebar diseluruh wilayah
Indonesia. Unit pelayanan Kementerian Keuangan atau yang lebih dikenal
dengan kantor pelayanan adalah representasi Kementerian Keuangan dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja unit pelayanan tersebut
oleh masyarakat dianggap sebagai gambaran Kementerian Keuangan
secara keseluruhan. Unit pelayanan pada dasarnya dapat dianggap sebagai
wajah Kementerian Keuangan, sehingga baik buruk Kementerian Keuangan
dibenak masyarakat terletak pada pelayanan yang diberikan oleh unit layanan
tersebut. Jika unit layanan memberikan pelayanan yang baik, ramah dan
sesuai dengan prosedur, maka kesan yang ada di benak masyarakat juga baik.
Tapi, jika pelayanan yang diberikan oleh unit layanan tidak baik, kasar, tidak taat
prosedur, tidak ada standar layanan, apalagi diwarnai oleh tindakan KKN, suap
dan sebagainya, maka kesan masyarakat terhadap Kementerian Keuangan.
Saudara sekalian, Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan
di Kementerian Keuangan adalah melalui program reformasi birokrasi dan
transformasi kelembagaan. Pada intinya, program ini adalah salah satu upaya
untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM)
dilingkungan Kementerian Keuangan dengan cara mengubah pola pikir
(mindset), budaya kerja (culture-set) dan manajemen kinerja. Perubahan ini
juga dilakukan secara simultan dengan perbaikan proses bisnis yang ada
di lingkungan Kementerian Keuangan. Hal ditandai dengan pembuatan
standar prosedur, uraian jabatan, dan manajemen resiko pada masing-masing
unit pelayanan. Diharapkan dengan adanya peningkatan kualitas SDM dan
perbaikan proses bisnis, kualitas pelayanan publik selalu dapat ditingkatkan
sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Namun demikian, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, perbaikan yang
telah dan sedang dilakukan oleh Kementerian Keuangan melalui program
reformasi birokrasi banyak belum di sadari oleh masyarakat. Bahkan, tidak
sedikit pula masyarakat yang memiliki ekspektasi yang berlebihan terhadap
reformasi birokrasi yang dilakukan Kementerian Keuangan. Anggapan

mereka, dengan adanya reformasi birokrasi maka pelayanan menjadi serba


cepat. Jika perlu sekarang datang, saat itu juga selesai. Sehingga tidak jarang,
ketika terjadi keterlambatan yang bukan disebabkan pelayanan Kementerian
Keuangan, masyarakat langsung mencaci dan menganggap reformasi
birokrasi belum berhasil.
Patut kita akui bahwa kondisi semacam itu bisa terjadi di unit pelayanan
manapun. Walaupun kita ketahui bahwa ekspektasi masyarakat yang
berlebihan merupakan penyebab utama hal tersebut, namun kita juga tidak
dapat menutup mata bahwa masih ada pegawai di Kementerian Keuangan
yang belum menginternalisasi semangat pelayanan dalam kehidupannya
sehari-hari. Oleh karena itu, perbaikan pelayanan kepada masyarakat melalui
program reformasi birokrasi ini harus diturunkan dalam serangkaian petunjuk
pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku internal dalam birokrasi.
Sedangkan dari sisi masyarakat, yang penting adalah adanya suatu standar
pelayanan publik yang menjabarkan pada masyarakat apa pelayanan yang
menjadi haknya, siapa yang bisa mendapatkannya, apa persyaratannya, juga
bagaimana bentuk layanan itu.
Saudara-saudara, Salah satu strategi yang digunakan untuk mendorong
upaya perbaikan kinerja pelayanan publik di lingkungan Kementerian
Keuangan adalah dengan membentuk kantor percontohan. Dengan
adanya kantor percontohan, kami harapkan tercipta suatu stimulus dan
semangat perbaikan dan inovasi dalam memberikan pelayanan. Selain
itu, kami juga harapkan juga dapat meningkatkan kapasitas dan memacu
unit-unit pelayanan di Kementerian Keuangan untuk dapat memberikan
pelayanan prima dan unggul bagi masyarakat dan stakeholder. Melalui
kantor percontohan ini, kita juga akan dapat mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi, masalah yang muncul dan solusi apa yang harus dilakukan
dalam pelayanan publik. Sehingga dengan adanya kantor percontohan ini
merupakan jawaban atas ekspektasi masyarkat yang berkembang selama ini.
Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya jika kantor percontohaan disebut
sebagai agen perubahan di Kemeterian Keuangan. Kehadiran kantor
percontohan ini menjadi trend setter dan panutan bagi unit-unit dan kantor
pelayanan Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia. Sebagai trend setter
dan panutan tentu bukan hal yang mudah. Tapi semua itu bisa dilakukan
jika ada tekad dan komitmen yang kuat dari seluruh pegawai yang ada di
dalamnya.
Saudara-saudara, Dengan adanya kantor percontohan, bukan berarti
permasalahan selesai. Bukan berarti terjawab sudah semua harapan
masyarakat terhadap Kementerian Keuangan. Kita tidak boleh berpuas
diri dengan hanya mempuyai kantor percontohan. Seharusnya, seluruh
unit dan kantor pelayanan di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi
kantor percontohan. Bukan hanya satu, dua atau tiga kantor pelayanan, tapi
semuanya menjadi kantor pelayanan. Masyarakat bukan hanya penerima
layanan di kantor percontohan, tapi penerima layanan di non-kantor
percontohan juga masyarakat.

Sekarang pertanyaannya, apakah anda siap menjadi kantor percontohan?
Apakah anda siap menjadi panutan? Dan pertanyaan yang paling mendasar
adalah apakah anda telah menerapkan nilai-nilai Kementerian Keuangan
dalam diri anda? Dalam keseharian anda? Jika anda yakin sudah menerapkan
hal itu, mari kita berikan pelayanan yang paling berkualitas kepada masyarakat.
Tunjukkan bahwa pelayanan di Kementerian Keuangan adalah nomor satu.
Saudara sekalian, Demikianlah yang dapat kami sampaikan saat ini. Kami
ucapkan selamat bekerja dan berkarya. Sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

KPPBC TMP A Jakarta

LIPUTAN KHUSUS

Menuju International Courier Service


Teks: Arfindo Briyan S. Foto: Bagus Wijaya

Alunan keroncong menyambut kedatangan tim penilai Kantor


Pelayanan Percontohan (KPPc) di Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Jakarta.
Bunyi harmonis gesekan biola, petikan gitar, tiupan terompet,
serta bass, mengiringi seorang biduan menyanyikan berbagai
lagu. Keroncong yang berasal dari sejenis musik Portugis
bernama fado dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1512 sengaja
didatangkan untuk menambah nuansa betawi yang khas.

encari hal-hal kecil yang


berdampak besar tetapi mudah
dan murah untuk dikerjakan, kalimat itu
dijadikan Agus Sudarman, Kepala KPPBC
Tipe Madya Pabean A Jakarta, sebagai
pegangan dalam memimpin kantor ini.
Maklum, kata Agus, infrastruktur kantor
terbatas. Gedung tua, tidak bisa diperluas,
tambahnya.
Dengan keterbatasan infrastrutur, Kantor
yang berada dalam Military Enclave
Angkatan Udara RI ini memberikan
pelayanan di seluruh bidang kepabeanan
dan cukai: Impor, Ekspor, Cukai, Kawasan
Berikat, Toko Bebas Bea, & Courrier Services;
VVIP Government and Private Airport.
Yang terakhir adalah satu-satunya di
Indonesia. Salah satu kantor yang paling
lengkap dalam segi pelayanan. Passenger

khusus VVIP dan privat, instansi sampai


kenegaraan. Level bisnis sektor lokal
dan internasional juga. Misal Presiden
memasukkan sparepart pesawat, tambah
Agus.
Keistimewaan lain kantor ini, wilayah
kerjanya adalah Pusat Industri, Ekonomi
dan Pemerintahan meliputi Provinsi DKI
Jakarta minus Tanjung Priok dan Marunda,
dengan area pelayanan tersebar diseluruh
Jakarta, meliputi seluruh level instansi dan
private sector (Pusat, Provinsi, Kabupaten,
Kecamatan, dan Kelurahan) berada dalam
cakupan pelayanan.
Inovasi Layanan
Berbagai inovasi dikembangkan di
KPPBC Madya Tipe A Pabean Jakarta.
Salah satunya dengan membuat Sistem

Monitoring Toko Bebas Bea atau yang


sering disebut Simontok-BB. Inovasi ini
adalah program aplikasi berbasis website
untuk memonitoring proses pelayanan
penomoran dokumen CK-5 yang juga
berfungsi sebagai sarana penyimpan
database CK-5 dan BC 2.7.
Sistem Monitoring Cukai juga
dikembangkan, dinamai Simoncu. Program
aplikasi berbasis website ini digunakan
untuk memonitoring proses pelayanan
perizinan Nomor Pokok Pengusaha Barang
Kena Cukai (NPPBKC). Aplikasi ini juga
dapat digunakan sebagai parameter
pemenuhan janji layanan, kata Agus.
Untuk mempermudah stakeholders dalam
pemberian informasi yang dibutuhkan,
Kantor ini juga menyediakan berbagai

Selain melalui website


resmi, terdapat pula sarana
berupa milis, email, sms 24
jam, telepon, hingga via
Blackberry Messenger (BBM).

media konsultasi, layanan informasi, serta


pengaduan. Selain melalui website resmi,
terdapat pula sarana berupa milis, email,
sms 24 jam, telepon, hingga via Blackberry
Messenger (BBM). Custom Visit Customer
(CVC) juga rutin dilakukan dua kali
seminggu. Hal tersebut akan memudahkan
stakeholders dalam mendapatkan berbagai
informasi mengenai peraturan-peraturan
yang mereka butuhkan.

Visi, Misi, Strategi, dan Motto KPPBC TMP A Jakarta

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Selain itu, demi terus menjalin hubungan


yang baik dengan stakeholders, kantor ini
juga memberikan penghargaan dalam
acara Award for Customer setiap tahunnya.
Ada dua kategori, yaitu The Most Complience
dan Biggest Revenue Contribution Company.

LIPUTAN KHUSUS

KPPBC TMP A Jakarta

Gedung KPPBC TMP A Jakarta

Agus Sudarman,
Kepala KPPBC TMP A Jakarta

Sering pula diadakan kunjungan ke


sekolah, Custom Goes to School, dalam
rangka pengenalan tugas pokok dan
fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,
pengenalan profesi dan karir, serta
melakukan kampanye anti narkoba.
Dalam rangka peningkatan kepatuhan
para pengguna jasa, khususnya dalam
pengimplementasian teknologi informasi,
kantor ini menyediakan IT Training.
Computer training Center ini juga dapat
dimanfatkan oleh para pegawai internal
kantor.
Berbagai inovasi juga dilakukan di internal
kantor. Salah satunya adalah Internal Service

Desk berupa sistem satu meja sebagai pusat


pelayanan internal pegawai. Di tempat
tersebut, para pegawai mendapatkan
berbagai informasi seperti pengurusan
administrasi kepegawaian (cuti, kenaikan
pangkat, dll), Pengurusan administrasi
studi banding pelayanan publik, Informasi
peraturan dan hak-hak kepegawaian,
tersedia pula perpustakaan mini pegawai.
Terdapat pula Kantin Kejujuran yang
memberikan pelayanan kepada para
pegawai yang membutuhkan makanan
atau minuman ringan tanpa harus keluar
kantor. Kantin ini juga berlandaskan
rasa kejujuran para pembeli yang akan

membayar sesuai harga pada barang.


Sebelumnya sempat rugi, tapi sekarang
sudah untung, pada bayar lebih malah,
tambah Agus.
Dalam membangun karakter individu,
diadakan pula outbond yang diadakan
tahunan dengan mengusung tema
tertentu. Di tahun2011 tema yang diangkat
adalah Pelayanan sebagai salah satu
dari lima Nilai Kementerian Keuangan,
sedangkan di tahun 2012 adalah Integritas.
Penghargaan atau Award juga diberikan
kepada pegawai. Ini bentuk reward dan
penghargaan untuk pegawai terbaik setiap
tahunnya, kata Agus.

Target dan Realisasi Penerimaan


Tahun

Bea Masuk

Cukai

Target

Realisasi

Target

Realisasi

2008

268.764,985

315.763,540

117,49

52.988,266

68.022,07

128,37

2009

124.772,790

91.265,225

73,15

34.319,010

38.477,32

112,12

2010

56.060,640

102.984,169

183,70

59.394,280

43.351,28

72,99

2011

93.607,895

106.410,053

113,68

74.833,655

100.405,85

134,17

2012*

87.874,585

104.773,992

119,23

119.778,838

87.825,136

73,32

*) Tahun 2012: Data sampai dengan akhir Juli 2012


**) Dalam jutaan rupiah
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

KPPBC TMP A Jakarta

No

Layanan Unggulan

LIPUTAN KHUSUS

Waktu
Layanan

Pelayanan Nomor Pokok


Pengusaha Barang Kena
Cukai (NPPBKC)

15 Hari

Pelayanan RKSP

10 Menit

a. Pelayanan
Permohonan
Penyediaan Pita
Cukai (P3C) Minuman
Mengandung Etil
Alkohol (MMEA).
b. Pelayanan Pemesanan
Pita Cukai MMEA (CK
1A)

60 Menit

Pelayanan BC 2. Impor
secara PDE

30 Menit

Penyelesaian dokumen
PIBK (Impor PJT)

5 Jam

60 Menit

Prestasi
Di tahun 2010, KPPBC Halim berhasil
menegah psikotropika jenis shabu
seberat 3,5 Kg dengan modus di simpan
di dalam rongga tabung sparepart serta
50 gram prekursor jenis Ketamine HCL
dan Ephedrine HCL dengan modus
diberitahukan sebagai Sodium Salt Powder.
Kemudian di tahun 2011, KPPBC ini
juga melakukan penindakan terhadap
pelanggaran perizinan fasilitas KB dan
GB sebanyak 11 kasus berupa 1024 pcs
produk tekstil, 13 unit mesin jahit, 2 unit
mobil box. Serta melakukan penindakan
terhadap pelanggaran perizinan di bidang
cukai sebanyak 18 kasus dengan barang
bukti tangkapan berupa 4275 botol, 50 peti
kayu, 1469 karton dan 30 krat MMEA, 25 pcs
handphone dan 1 unit alat cetak.
Sedangkan sampai Juni 2012, penegahan
semakin beragam. Tercatat, 700 gram
Prikotropika jenis shabu dari Thailand yang
ditujukan kepada penerima di Bali dengan
modus melalui jasa kiriman, berhasil
diamankan. Selain itu juga dilakukan
penindakan terhadap pelanggaran
perizinan di bidang bea cukai sebanyak 4
kasus dan perizinan fasilitas Kawasan Berikat
dan Gudang Berikat sebanyak 15 kasus.
Realisasi penerimaan bea masuk juga
memuaskan. Hingga pertengahan tahun
2012, penerimaan bea masuk di KPPBC Tipe
Madya Pabean A Jakarta sudah menembus
100,63%.
8

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Pelayanan KPPBC TMP A Jakarta

Tantangan
Kondisi infrastruktur kantor yang notabene
merupakan bangunan lama menjadi
kendala. Nggak bisa diperluas, nggak
bisa diapa-apakan, tuturnya. Namun
Agus menyiasati dengan terus melakukan
perbaikan pada interior kantor serta
melengkapi sarana dan prasarana yang
ada. Termasuk pengadaan mesin x-ray,
mobil patroli, kendaraan operasional dan
penyuluhan, serta berbagai komputer
dengan spesifikasi yang baik.
Tantangan berikutnya adalah dari segi
SDM. Dalam pembentukan Kantor
Pelayanan Utama (KPU) seperti KPU Tanjung
Perak dan Soekarno Hatta, penyaringan
SDM dilakukan dengan menggunakan
assessment. Hampir seluruh tenaga
terbaik DJBC terserap di sana dan yang
tidak terseleksi di sini, katanya. Adalah
sebuah tantangan bagi Agus untuk terus
memotivasi para pegawainya untuk bekerja
secara maksimal.
Selain itu, Agus merasa SDM yang
dimilikinya terbatas dari segi kapabilitas dan
kompetensi. Rasio pegawai dan 65 persen
pegawai usia menjelang pensiun, dan
hanya 35 persen angkatan muda dengan
usia di bawah 40 tahun, katanya.
Meskipun demikian, Agus terus berusaha
mengembangkan kompetensi pegawai
dengan maksimal. Salah satunya dengan
mengikutsertakan pegawai di berbagai
pelatihan.

Target International Courier Service


Center Airport
Mengikuti KPPc 2011 bagi Agus adalah
sebagai batu pijakan. This is not our goal.
Dengan terbentuknya kantor percontohan
kita akan melengkapi kantor dengan
sarana dan prasarana yang harus dimiliki
oleh suatu kantor yang baik, suatu kantor
modern, suatu kantor transparan dan
sebagainya, menurut standard nasional,
lanjutnya.
Ke depan, Agus mengharapkan KPPBC
Madya Tipe A Pabean Jakarta ini menjadi
International Courier Service Center Airport.
Tahun 2020 ada visi custom 2020 agar
lebih berstandard internasional, jawab
Agus.
Sistem kepabeanan yang trust-nya sudah
fully 100%. Jadi dia kita beri semacam
lesson, jadi dia ngurus sendiri, kita akan
approve, papar Agus menggambarkan
sistem international custom courier yang ia
harapkan.
Agus bersama seluruh pegawai kantor
selalu berusaha mengembangkan kantor
dari segala segi khususnya pelayanan
kepada stakeholders. Mencari hal-hal kecil
yang berdampak besar tetapi mudah dan
murah untuk dikerjakan, pungkasnya.

LIPUTAN KHUSUS

KPKNL Banjarmasin

Gedung KPKNL Banjarmasin

Berlian dari Pulau Kalimantan


Teks: Dwinanda Ardhi Foto: Dwinanda Ardhi, Dok. KPKNL Banjarmasin

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)


Banjarmasin memiliki motto unik dan khas BERLIAN, akronim dari
Berintegritas, Lincah dalam Pelayanan, dan Andalkan Transparansi.
Pemilihan motto ini terinspirasi dari obyek wisata Kota Martapura,
sekitar 40 km dari Kota Banjarmasin, yang terkenal sebagai sentra
penghasil kerajinan intan berlian. Terletak di Jalan Pramuka No.7,
KPKNL Banjarmasin terpilih sebagai wakil DJKN dalam kegiatan
penilaian Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) tahun 2012.

isi dan Misi KPKNL Banjarmasin mengikuti prinsip yang ditetapkan oleh kantor pusat
DJKN. Visinya adalah Menjadi pengelola kekayaan negara, piutang negara, dan lelang
yang profesional dan bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Sementara misinya adalah mewujudkan optimalisasi penerimaan, efisiensi pengeluaran,
dan efektivitas pengelolaan kekayaan negara; mengamankan kekayaan negara secara fisik,
administrasi, dan hukum; mewujudkan nilai kekayaan negara yang wajar dan dapat dijadikan
acuan dalam berbagai keperluan; melaksanakan pengurusan piutang negara yang efektif,
efisien, transparan, dan akuntabel; dan mewujudkan lelang yang efektif, efisien, transparan,
akuntabel, adil dan kompetitif sebagai instrumen jual beli yang mampu mengakomodasi
kepentingan masyarakat.
KPKNL Banjarmasin melengkapi visi, misi, dan motto kantor dengan janji layanan internal
dan eksternal. Samsuddin, Kepala KPKNL Banjarmasin, mengungkapkan bahwa janji layanan
internal adalah Akan selalu bekerja dengan tulus, cepat, dan transparan dalam rangka
memberikan pelayanan yang terbaik untuk kepuasan pengguna jasa. Sementara janji

Samsuddin, Kepala KPKNL Banjarmasin

layanan eksternal adalah Akan selalu bekerja


dengan tulus, cepat, dan transparan dalam
memberikan pelayanan terbaik kepada
pengguna jasa.
Deskripsi kantor
Cakupan wilayah kerja KPKNL Banjarmasin
sangat luas, yakni meliputi 13 kabupaten
dan kota di seluruh Propinsi Kalimantan
Selatan. Ketiga belas kabupaten dan kota itu
meliputi Kabupaten Tabalong, Kabupaten
Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara,
Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten
Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin,
Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarmasin,
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

KPKNL Banjarmasin

LIPUTAN KHUSUS

Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut,


Kabupaten Tanah Bambu, dan Kabupaten Kotabaru.
Dengan jumlah keseluruhan 30 orang personil, KPKNL Banjarmasin
bekerja ekstra keras dalam memberikan pelayanan optimal kepada
para pengguna jasa. Sebagai Kepala Kantor, Samsuddin dibantu
oleh 6 Kepala Seksi, yaitu kepala sub bagian umum, kepala seksi
pengelolaan kekayaan negara, kepala seksi piutang negara, kepala
seksi pelayanan lelang, kepala seksi pelayanan penilaian, dan kepala
seksi hukum dan informasi.
Berdasarkan sebaran pendidikan, para pegawai di KPKNL
Banjarmasin memiliki 2 orang lulusan S2, 9 orang lulusan S1, 5
orang lulusan D-3, 2 orang lulusan D-1, dan 12 orang lulusan SMA.
Samsuddin mengungkapkan bahwa para pegawai ditempatkan
berdasarkan hasil pemetaan beban kerja dan potensi.Penataan
organisasi pada KPKNL Banjarmasin adalah dengan membagi jumlah
SDM yang ada ke dalam seksi-seksi sesuai tugas secara proporsional,
agar semua tugas dan fungsi bisa berjalan dengan efektif dan
merata, jelasnya.

Milik Negara di 863 satuan kerja yang sering kali dalam proses
penyelesaiannya dilakukan hingga melebihi jam kerja yang berlaku.
Di samping itu, KPKNL Banjarmasin juga menerapkan layanan
rekonsiliasi Barang Milik Negara dan konsultasi berbasis internet,
melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah selaku perwakilan
pemerintah pusat di daerah, serta optimalisasi transparansi dan
komunikasi kepada pihak pengguna jasa.
Berdasarkan capaian kinerja utama hingga bulan Juli 2012, sebagian
besar program KPKNL Banjarmasin dari 3 core business telah
mencapai target. Namun Samsuddin mengakui bahwa khusus
terhadap kinerja pengurusan piutang negara, target semester
I masih belum terpenuhi.Kami optimis pada akhir tahun akan
mencapai 100 persen, kata dia. Optimisme ini didasarkan pada
rencana pembayaran yang besar dari debitur.
Meskipun memiliki cakupan wilayah kerja yang sangat luas dengan
jumlah pegawai terbatas, KPKNL Banjarmasin masih mendapatkan
amanah lain. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK)
Nomor: 127/KM.1/2011 tentang Pembentukan Tim Pelaksana

Siapapun yang datang ke sini jangan


sampai keinginannya tidak tercapai. Artinya
pelayanan yang kami berikan memuaskan.
Samsuddin

Pelayanan KPKNL Banjarmasin

Keunggulan
Meskipun terpilih sebagai salah satu KPPc pada tahun ini, dengan
rendah hati Samsuddin menyatakan KPKNL Banjarmasin belum lebih
unggul dibandingkan KPKNL lain. Namun faktanya, kerja keras dan
inovasi yang dilakukan jajaran pimpinan dan pegawai di kantor itu
memang patut diapresiasi. KPKNL Banjarmasin, antara lain, berinisiatif
menerapkan internet banking yang diberi nama Cash Management
System. Dengan sistem ini, bendahara penerimaan tidak perlu lagi
datang ke bank koresponden setiap hari hanya untuk memeriksa
transaksi yang ada.Bayangkan, kita harus tiap hari ke bank. Sangat
menghabiskan waktu. kita coba bekerja sama dengan bank melalui
proses sms banking alur intern, ungkap Samsuddin. Dengan sistem
itu, setiap transaksi yang terjadi dapat diketahui.
Keunggulan lainnya adalah bahwa dengan keterbatasan SDM,
KPKNL Banjarmasin tetap mampu menyelesaikan tugas dengan
optimal. Contohnya dalam pelaksanaan rekonsiliasi Barang
10

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Penerapan Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada Instansi


Vertikal di Lingkungan Kementerian Keuangan tahun 2011 dan
Nomor 117/KM.1/2012 tentang Pembentukan Tim Pelaksana
Penerapan Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada Instansi
Vertikal di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun 2012, kantor
ini ditunjuk sebagai Pelaksana Pusat Layanan Pengadaan Secara
Elektronik di wilayah Kalimantan Selatan. Tugas uatamanya yaitu
memberikan layanan pengadaan barang/jasa pemerintah secara
elektronik di seluruh Propinsi Kalimantan Selatan.
Inovasi
Selain terbatasnya SDM, tantang lain yang dihadapi KPKNL
Banjarmasin sering kali berupa terganggunya jaringan aplikasi
berbasis internet. Untuk menghadapi tantangan di bidang SDM,
Samsuddin senantiasa berupaya meningkatkan kualitas SDM
dengan cara mengikutkan para pegawai dalam program-program
pendidikan dan pelatihan, gugus kendali mutu, serta pemberian izin
untuk meneruskan pendidikan.
Untuk meningkatkan kebersamaan diantara para pegawai,
Samsuddin berinisiatif membuat kegiatan bernama Semangat
Pagi. Silaturahmi antarpegawai dijaga melalui kumpul bersama
setiap pagi. Pada saat itu juga dibacakan visi dan misi. Saya juga
memberikan informasi terbaru dan penting. Misalnya informasi
terbaru mengenai kebijakan penilaian kinerja, terang Samsuddin.
Selain meningkatkan kebersamaan dan sense of belonging terhadap

LIPUTAN KHUSUS

Ikhtisar Capaian Kinerja s. d. Semester I


No

IKU

Semester I 2012
Target

Realisasi

Nilai Kekayaan Negara yang


diutilisasi

2.100.000.000

6.308.973.389

Jumlah biaya administrasi


pengurusan piutang negara

210.937.046

175.894.481

Jumlah bea lelang

141.442.338

254.772.082

Jumlah piutang negara yang


dapat diselesaikan dalam
satuan rupiah

6.849.681.601

1.877.003.139

Jumlah BKPN yang dapat


diselesaikan (lunas, ditarik,
PSBDT, dikembalikan)

203

52

Jumlah pokok lelang

30.863.300.122

30.262.291.300

Jumlah frekuensi lelang

136

267

Indeks Kepuasan Pengguna


Layanan

Tahunan

Persentase penyelesaian
BMN Kemenkeu yang
bermasalah dengan kategori
rusak berat atau hilang

50,00%

100,00%

10

Rata-rata persentase realisasi


janji layanan unggulan

100,00%

117,33%

11

Persentase penyelesian
permohonan penilaian
dalam rangka pemindah
tanganan BMN tepat waktu

100,00%

117,00%

12

Persentase persetujuan/
penolakan permohonan
pengelolaan kekayaan
negara tepat waktu

100,00%

120,00%

13

Jumlah produk hukum PUPN

790

420

14

Tingkat efektivitas edukasi


dan komunikasi

75,00

81,23

15

Jumlah perkara yang dapat


diselesaikan

Tahunan

16

Indeks ketepatan waktu


penyampaian laporan
pengendalian internal

70,0

95,0

17

Persentase tindak lanjut


penyelesaian laporan
hasil pemeriksaan aparat
pengawas fungsional

Tahunan

18

Persentase pegawai yang


memenuhi panggilan diklat

100,00%

100,00%

19

Persentase pelaksanaan
penilaian kinerja pegawai

Tahunan

20

Indeks Kepuasan Pegawai

Tahunan

21

Tingkat efektifitas
pelaksanaan tugas KPKNL

Tahunan

22

Persentase penyerapan DIPA


(non belanja pegawai)

30,00%

43,78%

23

Persentase pencapaian
output kegiatan

40,00%

75,45%

KPKNL Banjarmasin

kantor, kegiatan Semangat Pagi ini dipandang sebagai ajang yang


baik untuk senantiasa melakukan evaluasi dan juga menambah
disiplin para pegawai. Selain melalui kegiatan ini, kebersamaan juga
dijalin melalui kegiatan olahraga pagi setiap Jumat dan kegiatan
outbond di lahan kantor yang memang cukup luas.
KPKNL Banjarmasin senantiasa berupaya memosisikan diri
sebagai kantor pelayanan yang dapat diandalkan oleh pengguna
jasa.Siapapun yang datang ke sini jangan sampai keinginannya tidak
tercapai. Artinya pelayanan yang kami berikan memuaskan, ujar
Samsuddin. Dia menambahkan bahwa sikap transparan menjadi hal
utama yang selalu ingin ditonjolkan dalam memberikan pelayanan
kepada pengguna jasa.
Untuk lebih memperkenalkan tugas dan fungsi KPKNL Banjarmasin,
Samsuddin dan jajarannya banyak melakukan sosialisasi kepada
pengguna jasa dalam wilayah kerja Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, KPKNL Banjarmasin melakukan
langkah-langkah nyata sosialisai melalui media elektronik TV dan
radio, media cetak, dan menjadi narasumber pada berbagai kegiatan
satuan kerja.
Selain terkait tugas dan fungsi, KPKNL Banjarmasin juga turut
berperan dalam kegiatan sosial. KPKNL ini pernah berinisiatif
mengadakan kegiatan penanaman pohon pada lahan kritis
di wilayah Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, Kota
Banjarbaru. Kegiatan penanaman pohon dilakukan bekerja sama
dengan Dinas Kehutanan Kota Banjarbaru selaku pengelola Tahura.
Keterlibatan KPKNL Banjarmasin merupakan bentuk partisipasi
dalam menyukseskan program nasional pemerintah One Billion Trees
atau Program Penanaman Satu Miliar Pohon. Yang membanggakan,
KPKNL Banjarmasin merupakan kantor vertikal pemerintah pertama
di wilayah Kalimantan Selatan yang melakukan kegiatan penanaman
pohon tersebut.
Berjalannya segala program kerja dan inovasi yang ada di KPKNL
Banjarmasin tidak lepas dari hubungan kerja yang baik dengan
Kanwil XII DJKN dengan KPKNL Banjarmasin. Samsuddin menyebut
hubungan KPKNL Banjarmasin dan Kanwil XII, sangat harmonis,
dinamis, proaktif, dan sinergis. Kanwil XII DJKN, menurut Samsuddin,
selalu memberikan berbagai bimbingan teknis dan penerapan
kebijakan terhadap berbagai tugas dan fungsi KPKNL Banjarmasin.
Sebaliknya, KPKNL Banjarmasin pun selalu meminta bimbingan dan
petunjuk jika terdapat hal-hal yang belum dimengerti atau manakala
terjadi permasalahan.
Harapan
Samsuddin berharap ke depan kepuasan masyarakat terhadap
pelayanan KPKNL Banjarmasin semakin tinggi. Kepuasan yang
meningkat akan menambah kepercayaan terhadap penyelesaian
tugas dan fungsi yang diemban segenap jajaran pegawai KPKNL.
Di samping itu, dia juga berharap kontribusi KPKNL Banjarmasin
dalam menghimpun penerimaan negara dapat semakin meningkat
dan dalam pengelolaan aset dapat semakin tertib.Pada gilirannya,
KPKNL akan lebih dibutuhkan oleh negara dan masyarakat, pungkas
Samsuddin.
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

11

KPPBC TMP A Purwakarta

LIPUTAN KHUSUS

Terus Berinovasi
Hingga Tidak Ada Keluhan Sama Sekali
Teks: Wardah A. Foto: Reinaldy F.

Bea dan cukai naungan kita. Berbulat tekad, bersatu padu,


junjung amanat tuk membangun negeri.., dengan lantang
jajaran KPPBC Purwakarta menyanyikan Mars Bea dan Cukai,
mengawali acara penilaian Kantor Pelayanan Percontohan
(KPPc) Terbaik Tahun 2012, di Aula KPPBC Purwakarta,
Purwakarta, Selasa (4/9). KPPBC TMP A Purwakarta terpilih
menjadi salah satu nominasi karena memiliki berbagai
keunggulan dalam segi pelayanannya kepada masyarakat.

PPBC TMP A Purwakarta berada di bawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memiliki
empat fungsi utama. Diantaranya sebagai fasilitator perdagangan (trade facilitator),
dukungan industri (industrial assistance), penghimpunan penerimaan (revenue collector),
dan pelindung masyarakat (community protector). Untuk mengoptimalkan fungsi tersebut,
terutama fungsi industrial assistance dibentuklah KPPBC TMP A Purwakarta dengan obyek
pengawasan dan pelayanan pada berbagai Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Oleh sebab itu,
KPPBC yang dipimpin oleh Ir. Hari Sumanto ini, berlokasi di tengah-tengah kawasan industri di
Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Jalan Bukit Akasia II, Kota Bukit Indah, Purwakarta.
Pelayanan yang dilakukan oleh KPPBC TMP A Purwakarta adalah penangguhan Bea Masuk
dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) terhadap barang yang diimpor ke kawasan berikat
dan gudang berikat untuk diolah kembali untuk diekspor. Jika terdapat barang yang akan

Gedung KPPBC TMP A Purwakarta

12

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

dilakukan penjualan ke lokal maka barang


tersebut harus melunasi Bea Masuk dan PDRI
yang terutang, papar Hari tentang gambaran
tugas utama KPPBC TMP A Purwakarta.
Wilayah kerja KPPBC Purwakarta meliputi
3 kabupaten, yaitu Kabupaten Karawang,
Kabupaten Subang, dan Kabupaten
Purwakarta, dengan total posko hanggar
sebanyak 26 posko. Pengguna jasa KPPBC
Purwakarta hingga saat ini terdiri dari 10
gudang berikat, 144 kawasan berikat, 39
Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan
1 pabrik hasil tembakau. KPPBC Purwakarta
memiliki keunikan tersendiri dibandingkan
dengan KPPBC lainnya. Lokasinya berada di
tengah daratan yang jauh dari pelabuhan
dan bandara, sehingga tidak memiliki sarana
seperti kapal yang terdapat pada KPPBC
pada umumnya. Salah satu keunikan lain
terdapat pada struktur Sumber Daya Manusia
yang dimilikinya, yaitu hanya ada satu orang
wanita di antara 107 pegawai di dalamnya.
Visi KPPBC Purwakarta adalah menjadi

LIPUTAN KHUSUS

Kantor Pabean Modern yang Terbaik


dan Terpercaya, dan untuk menjalankan
visi tersebut KPPBC memiliki misi (1)
Meningkatkan citra pelayanan kepabeanan
dan cukai; (2) Memperbaiki persepsi korupsi;
(3) Meningkatkan kinerja pengawasan; dan
(4) Mempelopori modernisasi pelayanan
dan pengawasan terhadap pengguna jasa.
Para pegawai KPPBC Purwakarta bekerja
sehari-hari dengan memegang motto Cepat
Integritas Transparan Responsif Akuntabel
(CITRA). Kami bukanlah Kantor Pabean
Modern yang pertama, kami yang terbaik
dan terpercaya serta senantiasa memberikan
pelayanan nan Cepat, Integritas, Transparan,
Responsif, dan Akuntabel, kata Hari dalam

pelayanan dengan persyaratan dan


prosedur yang jelas, dijalankan secara
terbuka berdasarkan prinsip-prinsip good
governance. Responsif, yakni memiliki Sense
of Urgency dan Sense of Crisis serta peka
terhadap permasalahan pengguna jasa.
Terakhir, namun tidak kalah penting adalah
Akuntabel, yang berarti kepastian, kejelasan
prosedur kepabeanan dan cukai, bekerja
sesuai standard operating procedure dan
memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
Motto Akuntabel yang dipegang oleh KPPBC
Purwakarta diwujudkan dalam penetapan
SOP pelayanan, dan penetapan Janji
Layanan. KPPBC Purwakarta menetapkan

Paparan Kepala KPPBC TMP A Purwakarta

Hari Sumanto,
Kepala KPPBC TMP A Purwakarta

sambutannya di buku profil KPPBC TMP A


Purwakarta.
Cepat, berarti mampu melayani dengan
cepat dan tepat tanpa penundaan. Integritas,
yaitu menjunjung tinggi kejujuran dan
berani menyatakan yang diyakini sebagai
kebenaran dan bersikap profesional.
Transparan, adalah menyelenggarakan

Janji Layanan kepada para pengguna jasa.


Janji Pelayanan memuat waktu penyelesaian
layanan untuk tiap-tiap jenis pelayanan
dan besarnya biaya yang harus dibayarkan
para pengguna jasa apabila terdapat biaya
pelayanan. Misal, Janji Pelayanan BC 2.3
Elektronik untuk diselesaikan dalam waktu 5
menit sejak dokumen BC 2.3 diterima oleh
Sistem Komputer Pelayanan (SKP) sampai
dengan penerbitan Surat Persetujuan
Pengeluaran Barang (SPPB) dengan biaya
sebesar Rp 60.000. Contoh lain, Janji
Pelayanan Pemeriksaan Fisik untuk 1 karton
dan 1 jenis barang untuk diselesaikan
dalam waktu 10 menit sejak dimulainya
pemeriksaan sampai dengan pembuatan
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).
Selain kedua jenis pelayanan di atas, masih
terdapat 37 jenis layanan lain yang dimuat
dalam Janji Pelayanan KPPBC TMP A

KPPBC TMP A Purwakarta

Purwakarta. Dengan adanya janji Layanan ini,


para pengguna jasa mendapatkan kepastian
akan kebutuhan pelayanan. Apabila para
pengguna jasa dikenakan biaya yang
tidak sesuai dengan yang tertera di dalam
Janji Layanan, para pengguna jasa dapat
melaporkannya kepada Seksi Kepatuhan
Internal KPPBC Purwakarta. Apabila
pengguna jasa merasa terlambat dari janji
layanan, maka kami menyediakan gerai
pengaduan dan layanan informasi, terang
Hari dalam paparannya di acara Penilaian
KPPc Terbaik Tahun 2012.
Teknologi informasi
Seiring perkembangan teknologi, KPPBC
Purwakarta dituntut atas kecepatan
layanan informasi yang cepat kepada para
pengguna jasa. Atas dasar inilah, KPPBC
Purwakarta kemudian menyediakan layanan
informasi melalui mailing list sebagai
media komunikasi dan informasi. Layanan
yang aktif sejak Oktober 2011 ini, berisi
lebih dari 600 anggota, dan hingga saat ini
telah menampung lebih dari 6000 pesan
elektronik terkait informasi pelayanan KPPBC
TMP A Purwakarta. Sebagai salah satu
inovasi yang dimilikinya, dalam mailing list ini
diinformasikan mengenai surat keluar dari
KPPBC Purwakarta secara harian.
Di samping mailing list, KPPBC Purwakarta
juga menyediakan website resmi dengan
alamat www.djbcpurwakarta.com yang
memuat informasi dalam format tanya
jawab terkait pelayanan KPPBC Purwakarta.
KPPBC juga mengeluarkan informasi berupa
berita, surat edaran, dan peraturan-peraturan
dalam website ini. Selain mendapatkan
informasi, para pengguna jasa juga dapat
menghubungi KPPBC Purwakarta melaui
fasilitas webmail, atau menghubungi
kontak layanan pengaduan dan informasi
yang tertera pada website tersebut. Selain
mailing list dan website, KPPBC Purwakarta
memanfaatkan teknologi informasi dengan
menggunakan berbagai aplikasi komputer
untuk pelayanannya, seperti aplikasi BC 2.3
Pertukaran Data Elektronik (PDE), aplikasi BC
2.5 Disket, Office Automation, aplikasi Bonded
Zone Administration, dan aplikasi Perijinan
Kawasan Berikat.
Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan,
KPPBC Purwakarta tidak luput dari hambatan.
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

13

KPPBC TMP A Purwakarta

LIPUTAN KHUSUS

Salah satu hambatan yang dialami KPPBC


Purwakarta adalah kurangnya pengetahuan
para pengguna jasa terkait peraturan
pelayanan KPPBC. Kadang-kadang
karena ketidaktahuan akan peraturan,
jadi pengguna jasa memaksakan diri
untuk bisa dilayani tanpa mementingkan
syarat-syarat, kata Hari saat ditemui dalam
wawancara di akhir acara Penilaian. Untuk
mengatasai hambatan seperti ini, KPPBC
Purwakarta mengerahkan jajarannya pada
Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.
Sie. PLI akan memberikan arahan kepada
para pengguna jasa tersebut bahwa ada
syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk
mendapatkan pelayanan tertentu. Sehingga
mereka bisa mengetahui kewajiban apa yang
harus mereka penuhi sebelum mendapatkan
haknya itu, lanjut Hari. Misalnya kepada
Tempat Penimbunan Berikat (TPB) baru,
KPPBC Purwakarta melakukan pengarahan
agar TPB tersebut lebih memahami
peraturan-peraturan terkait pelayanan KPPBC
Purwakarta dan tidak memiliki kendala dalam
pelaksanaannya. KPPBC juga melakukan
sosialisasi informasi kepada para pengguna
jasa melalui kegiatan-kegiatan seperti Coffee
Morning dan Customs Visit.
Inovasi
Salah satu inovasi yang dimiliki KPPBC
Purwakarta yakni Mitra Purwa, yaitu
pelayanan khusus bagi para pengguna jasa
di Lingkungan KPPBC TMP A Purwakarta
yang telah memenuhi persyaratan yang
ditentukan. Para pengguna jasa yang masuk
ke dalam Mitra Purwa dapat mengajukan
surat permohonan cukup melalui surat
elektronik, kemudian surat diproses oleh
KPPBC Purwakarta kemudian dibalas
melalui surat elektronik juga sehingga
proses penyelesaian perizinan menjadi
lebih sederhana dan cepat. Layanan yang
diluncurkan pada Juni 2012 ini, saat ini
memiliki tiga pengguna jasa yang telah
memenuhi kriteria, yaitu PT. Chang Shin
Indonesia, PT. Dayani Garment Indonesia dan
PT. Panasonic Industrial Devices Indonesia.
Inovasi lain yang dimiliki oleh KPPBC
Purwakarta adalah aplikasi PHT Online,
digitalisasi arsip, penyediaan informasi kantor
melalui intranet. Informasi yang disediakan
mencakup data kepegawaian, seperti data
pegawai, e-dosier, absensi, mutasi pegawai,
14

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Penilaian lapangan pada Pelayanan KPPBC TMP A Purwakarta

dan posko hanggar, juga data pengguna


jasa, seperti data perusahaan, kepatuhan, izin
subkontrak, relasi perusahaan, dan laporan
hanggar.
Sejak tahun 2008, KPPBC Purwakarta selalu
berhasil merelalisasikan penerimaan bea
dan cukai melampaui target tahunannya.
Pada tahun 2008, realisasi penerimaan
mencapai Rp987,5 miliar atau 488,04 persen
dari target. Pada tahun berikutnya, realisasi
penerimaan mencapai Rp2.636,4 miliar
atau 219,54 persen dari target. Kemudian
pada tahun 2010, KPPBC Purwakarta
meningkatkan target penerimaan bea dan
cukai menjadi sebesar Rp 4.424,2 miliar dan
berhasil terrealisasi sebesar Rp5.084,8 miliar
atau 114,93 persen dari target. Dan pada
tahun lalu, 2011, dari target Rp5.601,7 miliar,
realisasinya kembali berhasil melampaui
target sebesar 113,59 persen yakni Rp6.362,8
miliar.
Pada tahun 2010, KPPBC Purwakarta
menerima penghargaan atas penyajian
hasil terbaik rekonsiliasi penerimaan dan
piutang DJBC dari Direktur PPKC DJBC. Atas
pelayanan dan kerjasama yang baik, KPPBC
Purwakarta juga mendapatkan penghargaan
dari para pengguna jasa, antara lain dari PT
Chang Shin Indonesia, PT HM Sampoerna,
dan PT Shinwon Indonesia.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan
kinerja para pegawainya, KPPBC TMP A
Purwakarta melakukan berbagai kegiatan.
Yang pertama adalah pengawasan
kepatuhan pelaksanaan tugas yang
mencakup tugas pemeriksaan fisik maupun
tugas pelayanan. Kedua, dilaksanakan
Peningkatan Keterampilan dan Pemahaman

Pegawai terhadap Peraturan Kepabeanan


dan Cukai secara rutin bulanan. Untuk
mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk
pegawai dan menanggulangi kesenjangan
kemampuan antar pegawai, KPPBC
Purwakarta juga melakukan tes peningkatan
kompetensi kepada para pegawainya. Untuk
memompa semangat, KPPBC Purwakarta
memberikan penghargaan bagi pegawai
yang berkinerja baik secara bulanan dan
tahunan dalam bentuk Frontline Officer of the
Month dan Frontline Officer of the Year.
KPPc Terbaik
Hari menyampaikan pandangan positifnya
mengenai kegiatan kompetisi Kantor
Pelayanan Percontohan Kementerian
Keuangan Tahun 2012. Menurutnya,
kegiatan ini dapat memicu kantor-kantor
pelayanan menjadi yang terbaik dengan
senantiasa memberikan pelayanan terbaik.
Ini merupakan sarana yang baik dalam
rangka meningkatkan pelayanan. Dengan
adanya kegiatan ini (lomba Kantor Pelayanan
Percontohan), masing-masing kantor
berusaha untuk menampilkan diri, ini lho
saya punya kelebihan di sini. Sehingga
mereka bersaing. Dan dapat mendapatkan
nilai plus dari segi pelayanan, jelas Hari.
Ketika ditanya oleh Media Keuangan
mengenai hal-hal yang akan dilakukan
KPPBC Purwakarta ke depannya apabila
terpilih sebagai juara, Hari menjawab,
Kita akan selalu berusaha meningkatkan
pelayanan, kami tidak hanya puas dengan
hasil ini saja. Terus kami akan berinovasi, terus
sampai nanti tidak ada keluhan sama sekali
untuk pelayanan ke depannya.

LIPUTAN KHUSUS

KPPN Surakarta

pegawai serta pemberian contoh yang


konsisten, Asri yakin cita-cita perubahan
ini yang semula timbul hanya dari pribadi
Kepala KPPN berubah menjadi cita-cita dan
keinginan bersama dari semua pegawai
KPPN Surakarta.

Gedung KPPN Surakarta

Menjadi Kantor Smart,


Beautiful, dan Modern
Teks dan foto: Bagus Wijaya

Kalau dalam suatu komunitas ini dikatakan ada 2,3, atau 5 orang
siap untuk diajak berubah dahulu, kita harus konsisten, kita ajak
lagi, kita ajak lagi sampai pada akhirnya dalam suatu kelompok
mau berubah keseluruhan, tegas Asri sapaan akrab Kepala
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta
di sela-sela kegiatan penilaian Kantor Pelayanan Percontohan
(KPPc) Kementerian Keuangan Tahun 2012. Jika ingin melakukan
perubahan namun menunggu semuanya siap, tidak akan
pernah bisa. Konsep perubahan harus jelas dan pendobrak
perubahannya pun harus mempunyai tujuan yang jelas dan
konsisten, itulah kunci melakukan perubahan.

he spirit of Java (jiwanya jawa) itulah julukan yang diberikan kepada kota Surakarta,
sebagai kota budaya. Posisi kota Surakarta diantara jalur Semarang-Yogyakarta dan
Surabaya-Yogyakarta menjadikan kota ini sebagai pusat bisnis yang penting sejak
zaman dahulu kala. Bahkan pada zaman sebelum Indonesia merdeka di kota Surakarta
ini sudah berdiri kantor Perbendaharaan dengan nama Central Kantor Comptabiliteit
(CKC). Seiring dengan adanya reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan pada
tahun 2004 lahirlah menjadi KPPN Surakarta. KPPN Surakarta merupakan salah satu
dari 12 kandidat Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) tingkat Kementerian Keuangan
pada tahun 2012. Perubahan yang mengantarkan kantor ini menjadi Kandidat kantor
percontohan tidak semudah membalikan telapak tangan. Perubahan itu dimulai di bulan
Februari 2012, perubahannya luar biasa, jelas Asri. Ketika Asri Isbandiyah Hadi ditugaskan
pada November 2011 kondisi pertama yang terlihat di kantor dari sisi pegawai kurang
termotivasi sedangkan kondisi dari segi fisik kantor yang masih kelihatan kumuh dalam
artian gedung baru tetapi kelihatan kotor karena penempatannya yang kurang sesuai.
Dari kondisi ini perlu dibuat gambaran untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih
baik. Dengan skema gambaran yang jelas dan adanya pendekatan personal kepada setiap

Keberhasilan ini terbukti dengan kondisi


saat ini yang mendapat pengakuan baik
dari stakeholders KPPN sebagai pihak
yang dilayani. Ketika masuk penilaian 10
besar kemudian menjadi 6 besar, para
pegawai sendiri yang menyadari bahwa
perubahan yang ada sekarang bagus dan
perlu ditingkatkan. Dengan kesadaran
tersebut para pegawai bisa memberikan
lebih dari apa yang diharapkan. Akhirnya
lebih banyak dari mereka, lebih dari yang
diharapkan, saya pribadi merasa perubahan
ini sangat spesial bagi saya, jelas Asri.
Selain itu Asri pun merasa terapresiasi, bisa
mengajak para pegawai keluar dari masa
lalunya. Jika perubahan fisik itu mengikuti,
namun yang paling mendasar adalah
perubahan mindset dari teman-teman
sendiri, tambah Asri.
Stuktur dan Penataan Organisasi KPPN
Surakarta
KPPN Surakarta merupakan kantor vertikal
DJPB daerah sehingga tugas dan fungsinya
adalah melaksanakan tugas dan fungsi
Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) di
daerah. Secara struktur organisasi KPPN
Surakarta terdiri dari Kepala Kantor, Kepala
Sub Bagian Umum sebagai supporting
unit, Kepala Seksi Pencairan Dana yang
bertanggungjawab atas pencairan
anggaran belanja melalui penerbitan
SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana),
Kepala Seksi Bank dan Giro Pos yang
bertanggung jawab atas penatausahaan
penerimaan/pengeluaran negara dan
Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi yang
bertanggungjawab atas tersusunnya
laporan keuangan pemerintah tingkat
Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN).
Menurut Asri, Penataan organisasi kami
maknai dengan mengoptimalkan kinerja
masing-masing seksi untuk diperhatikan
dari segi : sumber daya manusia dari
kecukupan jumlahnya, kemampuan, minat,
serta karakter pegawai; peraturan dan
aplikasi; dan sarana lainnya.

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

15

KPPN Surakarta

LIPUTAN KHUSUS

Inovasi-inovasi yang diterapkan di KPPN Surakarta terlihat


sederhana sekali, namun dengan hal-hal yang sederhana
tersebut mampu membawa perubahan positif, eksternal untuk
pelayanan kepada Satker dan internal untuk para pegawai KPPN.
Asri Isbandiyah Hadi

Pelayanan KPPN Surakarta

Saat ini KPPN Surakarta merupakan KPPN


Tipe A1 yang mempunyai wilayah kerja
di kota Surakarta, Kab. Sukoharjo, dan
Kab. Wonogiri. KPPN Surakarta bermitra
dengan 137 Satuan Kerja, 30 Bank Persepsi,
1 Bank Operasional I, 4 Bank Operasional II,
dan 3 Bank Operasional III. Pegawai KPPN
Surakarta berjumlah 59 orang dengan
komposisi 69% perempuan dan 31 % lakilaki. Sedangkan dari sisi usia 20-40 tahun
sebanyak 20%, usia 41-50 tahun sebanyak
60%, 50-56 tahun sebanyak 20%. Visi dan
Misi KPPN Surakarta seperti halnya KPPN
lainnya yang mengacu pada Visi dan Misi
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB).
Untuk moto KPPN Surakarta diadopsi dari
Nilai-Nilai Kementerian Keuangan yaitu
KPPN Surakarta selalu Pintar artinya
Profesional, Integritas, Networking,
Tangguh, Amanah, dan Ramah. Sedangkan
janji layanannya yaitu Layanan Prima Tanpa
Biaya. Melihat dari komposisi pegawai
berdasarkan umur dan gender sebagai
manajer, Asri perlu mengoptimalisasi
pengelolaan manajemen sumber daya
manusia (SDM) yang bagus dan tepat
orang. Minat dan keahlian masing-masing
pegawai menjadi perhatian utama dalam
rangka mengoptimalkan potensi kinerja.
Menurut Asri, Pada prinsipnya setiap orang
16

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

akan memberikan yang terbaik apabila


sudah mencintai pekerjaannya, dengan
demikian keterbatasan usia dan gender
tidak lagi menjadi masalah.
Inovasi yang Diterapkan di KPPN
Surakarta
Dengan latar belakang stakeholders
yang berbeda-beda terutama dalam
hal pemahaman pelaksanaan tugas dan
fungsi perbendaharaan di daerah, KPPN
Surakarta lebih fokus untuk melakukan
inovasinya dalam bidang pelayanan. Dalam
hal teknologi informasi KPPN Surakarta
bisa mengadopsi dari kantor pusat DJPB
dengan sedikit polesan. Inovasi-inovasi
yang diterapkan di KPPN Surakarta terlihat
sederhana sekali, namun dengan halhal yang sederhana tersebut mampu
membawa perubahan positif, eksternal
untuk pelayanan kepada Satker dan
internal untuk para pegawai KPPN, jelas
Asri. Secara keseluruhan inovasi yang
diterapkan di KPPN Surakarta terdiri dari:
1. Pemilihan Pegawai terfavorit dari
masing-masing seksi. Pegawai terfavorit
dipilih antar teman dalam satu seksi.
2. Kartu Prestasi , yaitu kartu yang
dikeluarkan oleh KPPN bagi satker
yang berprestasi. Bagi satker yang

Asri Isbandiyah Hadi,


Kepala KPPN Surakarta

mendapatkan kartu prestasi akan


mendapatkan layanan bebas antrian
dalam satu bulan. Kreteria bagi satker
untuk mendapatkan Kartu Prestasi
adalah:
Rekonsiliasi benar dan Tepat waktu
LPJ bendahara benar dan tepat
waktu
Tidak terdapat koreksi SPM
Tingkat akurasi perencanaan kas
tinggi
3. Forum Perbendaharaan , merupakan
forum komunikasi antara KPPN
dengan satker untuk menyelesaikan
permasalahan yang bersifat khusus/
spesifik .
4. Resmitra (Respon Mitra Kerja) , Setelah
petugas FO memberikan pelayanan
kepada satker diberikan koin untuk
menyatakan puas/ tidak puas atas

LIPUTAN KHUSUS

layanan tersebut dan diberikan kertas


untuk diisi dengan saran dan kritik atas
layanan tersebut.
5. Kuis Perbendaharaan, kegiatan ini
ditujukan untuk meningkatkan
kemampuan satker di bidang
perbendaharaan. Kuis dilaksanakan
pada saat diadakan sosialisasi atau
pada saat KPPN banyak dikunjungi
oleh satker yaitu antara tanggal satu s.d
tanggal 10.
6. CD Pintar ,KPPN Surakarta membagikan
CD kepada seluruh satker yang berisi
kumpulan peraturan dan aplikasi.
7. Layanan Kompensasi. Layanan ini
diberikan bagi satker yang SPM nya
telah diterima oleh petugas FO untuk
diproses menjadi SP2D namun pada
saat pemrosesan data di middle office
maupun back office masih ditemukan
ketidaksesuain sehingga SPM tersebut
tidak dapat diproses lebih lanjut dan
harus dikembalikan kepada satker.
Sebagai permintaan maaf kepada
satker atas hal tersebut diberikan
kompensasi pengajuan SPM perbaikan
tanpa antrian.
8. SPAN Mitra ,Duta span menbagikan
brosur terkait dengan SPAN dan siap
member penjelasan apabila diperlukan
9. Relaxing Music, dikumandangkan musik
instrumentalia di seluruh ruangan
KPPN Surakarta termasuk di ruang Front
Office untuk memberikan suasana yang
nyaman di siang hari, dimulai jam 12.00
s.d 13.30
10. Layanan Mobile. Layanan mobile ini
baru dilaksanakan uji coba di bulan
Agustus 2012 untuk satker di Wilayah
Wonogiri. Keinginan KPPN Surakarta
untuk memberikan layanan yang prima
(melebihi standar) dan mendekatkan
diri dengan satuan kerja di wilayah
Wonogiri ditindaklanjuti dengan
permohonan jadwal KPPN mobile ke
Kanwil DJPB Provinsi Jawa Tengah
11. Pojok TLC (Treasury Learning Centre),
Disediakan bagi Satker untuk
mendapatkan bimbingan terkait
aplikasi dan pada pojok TLC juga
disediakan satu unit komputer yang
berisi diantaranya e- pustaka.
12. Web KPPN Surakarta , KPPN Surakarta
mempunyai web dengan alamat
kppnsurakarta.net

13. E-Pustaka, elektronik pustaka ini berisi


tentang kumpulan peraturan, aplikasi,
artikel, e-book, galeri foto dan video
kegiatan KPPN Surakarta.
Realisasi Program KPPN dan Target 2012
Secara umum program-program yang
tertuang di dalam Indikator Kinerja Utama
(IKU) dapat tercapai bahkan melebihi
target. Untuk program yang belum tercapai
adalah penyerapan anggaran Satuan
Kerja (Satker). Keadaan ini memang di
luar kendali KPPN dan sangat tergantung
kepada Satuan Kerja, namun demikian
KPPN senantiasa memberikan bantuan
dari sisi kelancaran pencairan dana. Dana
yang dikelola KPPN Surakarta sekitar Rp
3,8 triliun. Realisasi DIPA Satker semester I
TA 2012 (sampai dengan bulan Agustus)
sudah mencapai 64,34%. Surakarta bukan
merupakan kota propinsi namun satkersatker besar ada di wilayah kerja KPPN
Surakarta. Untuk belanja modal masih
cukup banyak yang belum direalisasikan.
Hal ini merupakan salah satu tantangan
yang harus dihadapi, dikomunikasikan
dan dipecahkan secara bersama-sama.
Pemecahan masalah ini kita selesaikan
dalam forum perbendaharaan yang
merupakan salah satu dari inovasi KPPN
Surakarta. Melalui forum perbendaharaan,
kita mengundang satker-satker dengan
permasalahan spesifik, kita diskusikan
bersama dan kita carikan solusi jalan
keluarnya agar penyerapan anggaran di
satker-satker tersebut terlepas dari kendala
yang dihadapi, jelas Asri. Forum semacam
ini merupakan salah satu bentuk solusi
yang efektif dalam usaha pencapaian
penyerapan anggaran agar tidak
menumpuk di akhir tahun.
Reformasi Birokrasi KPPN Surakarta
Ketika ditanya sejauh mana penerapan
reformasi birokrasi di KPPN Surakarta, Asri
menuturkan, Insya Allah KPPN Surakarta
sudah menjaga amanah reformasi birokrasi
Kementerian Keuangan dengan baik.
Pegawai salalu diingatkan untuk tetap
menjaga integritas. Saat sosialisasi kepada
stakeholders, juga disampaikan untuk
berperilaku jujur dan ikut membantu
menjaga integritas internal pegawai.
Selain itu juga ada fakta integritas dan
kotak pengaduan apabila ada pihak-

KPPN Surakarta

pihak yang mencoba merusak amanah


reformasi birokrasi baik dari internal
maupun eksternal. Jadi sudah kita buka
kran-kran kalau memang ada hal-hal
yang tidak sesuai, antar teman juga saling
mengingatkan dan mengawasi, lanjut asri.
Justru ketidaksiapan reformasi birokrasi
datang dari Satker sebagai stakeholders
KPPN. Terutama untuk satker yang sebelum
era reformasi selalu mengandalkan
pegawai KPPN dalam membantu pencairan
dana. Dengan adanya hal semacam itu
Asri bertindak tegas kepada satker-satker
tersebut, dengan tetap memberikan
pengertian bahwa sistem birokrasi di KPPN
sudah berubah dan harus mengikuti aturan
main yang ada sekarang.
Harapan ke Depan Terhadap KPPN
Surakarta
Harapan ke depan terhadap KPPN
Surakarta, ingin mempunyai kantor
yang smart, beauty, dan modern bahkan
tidak hanya untuk KPPN Surakarta
namun keseluruhan kantor diharapkan
bisa menjadi demikian, tutur Asri ketika
menjawab pertanyaan Media Keuangan.
Tiga hal dalam bayangannya kantorkantor di Kementerian Keuangan smart
dalam arti kantor yang bisa memeberikan
solusi dan memberikan nilai tambah
sehingga stakeholders merasa puas dan
senang dilayani. Asri memberikan contoh
misalnya di kantor Pajak dan Bea Cukai
kaitannya dengan penerimaan negara,
jika di kantor tersebut bisa mendapatkan
solusi dan nilai tambah mungkin para wajib
pajak dan pembayar cukai akan senang
dan ikhlas membayarnya. Jika di KPPN
kaitannya dengan pencairan dana, jika
ada masalah pencairan dibantu solusinya,
jika ada kekurangannya diberi tahu
kekurangannya. Beauty dapat diartikan
memiliki kantor yang bersih dan enak
dilihat. Jika hari kerjanya senin sampai
dengan jumat melihat pegawainya tidak
sepat, senang dan jadi betah datang ke
kantor. Kemudaian yang terakhir modern
artinya untuk ke depan untuk melakukan
pekerjaan ditempuh dengan cara-cara
yang modern dan akan berkembang terus
sistem dan teknologinya. Itu bayangan
saya, sepertinya menarik jika mempunyai
kantor seperti itu, pungkas Asri.
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

17

KPP Pratama Menteng Satu

LIPUTAN KHUSUS

Inovasi Berani
KPP Menteng Satu

Teks: Amelia Safitri Foto: Langgeng W. P.

Dengan 3 filosofi bisnis yaitu Melayani, Membimbing, dan Menumbuhkan, KPP Pratama
Menteng Satu (KPP Mensa) memberi janji layanan untuk Siap dan Selalu Peduli (always care).
Lebih berani lagi, dari 16 layanan unggulan yang ditawarkan oleh DJP Pusat diperlebar KPP
Mensa menjadi 27 layanan unggulan. Menurut Kepala KPP Mensa Slamet Sutantyo, dengan
keunggulan-keunggulan ini, KPP Mensa berharap dapat kembali merebut juara pertama dalam
lomba Kantor Pelayanana dan Percontohan (KPPc) tingkat Kemenkeu tahun 2012.

mpat tahun lalu di 2008, KPP Mensa


pernah menjadi juara pertama dalam
lomba KPPc tingkat Kemenkeu. Namun,
dengan prestasi yang pernah diaraihnya
ini, KPP Mensa terbukti tetap terus menjaga
kualitas pelayanannya kepada para
stakeholdersnya. Setelah reformasi birokrasi
dicanangkan di Kementerian Keuangan,
KPP Mensa juga terus melakukan upaya
mendukung reformasi birokrasi Kemenkeu.
Filosofi Bisnis
KPP Mensa memiliki filosofi bisnis Melayani,
Membimbing dan Menumbuhkan.
Melayani dengan memberikan pelayanan
terbaik bagi seluruh wajib pajak, baik wajib
pajak besar maupun wajib pajak kecil tanpa
adanya perbedaan perlakuan, jelas Slamet.
Filosofi membimbing dilakukan dengan
memberi wajib pajak konseling, pemberian
informasi, sosialisasi, serta diskusi untuk
menyamakan persepsi tentang ketentuan-

ketentuan perpajakan, agar wajib


pajak paham akan hak dan kewajiban
perpajakannya. Terakhir, menumbuhkan
layanan sepenuh hati serta bimbingan yang
profesional, dapat mendukung semakin
bertumbuhnya kegiatan usaha wajib pajak,
sehingga pada akhirnya akan berkontribusi
secara optimal pada pembangunan bangsa
dan negara melalui pembayaran pajak.
Siap dan Selalu Peduli
Siap dan selalu peduli adalah penawaran
yang diberikan oleh KPP Mensa kepada
para stakeholdersnya, dalam setiap layanan
yang dilakukan kepada pada Wajib Pajak.
SIAP merupakan akronim dari Senyum,
Ikhlas, Amanah, Profesional. Senyum dalam
melayani, Ikhlas di dalam hati, Amanah
mengemban tanggung jawab serta
Profesional dalam bekerja, jelas Slamet.
Sementara itu, selalu peduli merupakan
terjermahan dari janji layanan always CARE

Pelayanan KPP Pratama Menteng Satu

18

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

yang merupakan akronim dari Cepat,


Akurat, Ramah dan Etis.
Inovasi Layanan Unggulan
KPP Mensa juga berani berinovasi dengan
memperlebar jumlah layanan unggulan,
dari yang semula diberikan oleh DJP
pusat sebanyak 16 menjadi 27 layanan
unggulan. Selain itu, tak tanggung,
KPP Mensa hingga 5 sept 2012 telah
mengumpulkan penerimaan 83,87 persen
dari rencana Rp595,414 miliar. Sementara
itu, per 1 Januari 2012, statistik WP yang
terdaftar di KPP Mensa adalah sebanyak
805 pengusaha kena pajak dan 2.890 wajib
pajak PBB.
Untuk mendukung implementasi layanan
unggulan ini, KPP Mensa didukung oleh
75 orang pegawai. Per 30 Agustus 2012,
pembagian pegawai menurut jabatan
sebagai berikut:

Pertunjukan Tari Khas Betawi membuka acara Penilaian

LIPUTAN KHUSUS

NO

JENIS LAYANAN

KPP Pratama Menteng Satu

DJP

MENSA

Pelayanan Permohonan Pendaftaran NPWP Tepat


Waktu

1 Hari

1 Jam

Pelayanan Penyelesaian Permohonan Pengukuhan


PKP Tepat Waktu

3 Hari

2 Hari

Pelayanan Restitusi PPN Tepat Waktu


a. Resiko Rendah
b. Resiko Sedang
c. Resiko Tinggi

2 Bulan
4 Bulan
12 Bulan

2 Bulan
4 Bulan
9 Bulan

3 Minggu

2 Minggu

9 Bulan

3 Hari
[dikirim ke
Kanwil]

5 Hari

3 Hari

Gedung KPP Pratama Menteng Satu

No.

Jabatan

Pegawai

Eselon III

Pelayanan Penerbitan SPMKP Tepat Waktu

Eselon IV

10

Pelayanan Keberatan Tepat Waktu

Fungsional

10

AR

22

Sekretaris

Pelayanan Penyelesaian SKB Pemungutan PPh Pasal


22

Bendahara

Pelayanan Pengurangan PBB Tepat Waktu

2 Bulan

1 Bulan

Pelayanan Pendaftaran Objek PBB Baru dengan


Penelitian Kantor Tepat Waktu

3 Hari

2 Hari

Pelayanan Mutasi Seluruhnya Objek dan Subjek PBB


Tepat Waktu

3 Hari

2 Hari

10

Persentase Realisasi Pelayanan SKB PPh Pasal 23


Tepat Waktu

1 Bulan

3 Minggu

11

Pelayanan SKB PPh atas Bunga Deposito, Tabungan,


Diskonto SBI yang Diterima Pensiunan yang Ditetapkan Menteri Keuangan Tepat Waktu

7 hari

5 Hari

12

Pelayanan SKB PPh atas Penghasilan Pengalihan Hak


atas Tanah dan atau Bangunan Tepat Waktu

10 Hari

7 Hari

13

Pelayanan SKB PPN atas BKP Tertentu Tepat Waktu

5 hari

4 Hari

14

Pelayanan Penyelesaian Keberatan PBB Tepat Waktu

12 Bulan

3 Hari [dikirim ke
Kanwil]

15

Pelayanan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi


Administrasi Tepat Waktu

6 Bulan

5 Hari [dikirim ke
Kanwil]

16

Pelayanan Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang Tidak Benar Tepat Waktu

6 Bulan

5 Hari [dikirim ke
Kanwil]

17

Pelayanan Perpanjangan Jangka Waktu Penyampaian SPT Tahunan PPh

7 Hari

5 Hari

18

Pengurangan Angsuran PPh Pasal 25

1 Bulan

2 Minggu

19

Pelayanan Pemindahbukuan

1 Bulan

2 Minggu

20

Pelayanan Permohonan Restitusi karena PLB

1 Bulan

2 Minggu

21

Pelayanan Pembuatan Salinan SPPT

1 Jam

1 Jam

22

Pelayanan Pembetulan SPPT

3 Hari

2 Hari

23

Pelayanan Pembubuhan Tanda Bea Materai

7 Hari

5 Hari

24

Pelayanan Surat Keterangan FisKal

10 Hari

5 Hari

25

Pelayanan Pengangsuran atau Penundaaan Pembayaran Tagihan Pajak

10 Hari

7 Hari

26

Pelayanan Perubahan Data dan Identitas Wajib Pajak

1 Hari

1 Jam

27

Pelayanan Pendaftaran 2-Fin dalam rangka e-Filling

2 hari

1 Hari

Juru Sita

Operator Console

Pelaksana

26

Jumlah

75

Para pegawai ini selalu diberikan


pengembangan diri untuk meningkatkan
kapasitas dan kualitas SDM yakni dengan
membentuk pegawai profesional yang
berpengetahuan luas dan berperilaku
baik. Untuk Program pengembangan
SDM ini terbagi menjadi pengembangan
diri, pengembangan kapasitas dan

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

19

KPP Pratama Menteng Satu

LIPUTAN KHUSUS

Slamet Sutantyo, Kepala KPP Pratama Menteng Satu

KPP Mensa melakukan operasi SEMUT


dan PATUH. Operasi SEMUT merupakan
sosialisasi tentang hak dan kewajiban
perpajakan kepada masyarakat.
Bekerjasama dengan pihak Kelurahan
dan RT/RW. Operasi PATUH adalah
penyisiran wilayah dengan membawa
himbauan penyampaian SPT Tahunan.
Paparan Kepala KPP Pratama Menteng Satu

intelektualitas serta pengembangan SDM


pelayanan.
Kegiatan yang dilakukan untuk
pengembangan diri seperti spirit pagi dan
sore, kultum dan sholat berjamaah, coffee
morning, olahraga, family gathering serta
outbond. Untuk pengembangan kapasitas
dan intelektualitas, KPP Mensa mengadakan
in house training, sharing knowledge and
experience, forum bedah WP, forum AR,
forum pelayanan, forum pemeriksaan,
forum penagihan, forum OC, forum
eksten, dan forum umum, serta program
penggalian potensi WP bersama KPP lain.
Terakhir, untuk pengembangan SDM
Pelayananan, KPP Mensa menyadari
pentingnya pelayanan prima, yang juga
merupakan salah satu dari nilai-nilai
kementerian keuangan, merupakan hal
yang penting agar tumbuh kesadaran
sendiri bagi WP untuk membayar pajak.
KPP Mensa memberikan in house training,
transfer of knowledge serta melakukan doa
spirit pagi dan sore, agar setiap SDM yang
ditempatkan di bidang pelayanan dapat
tumbuh jiwa pelayanannya.
20

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Upaya Peningkatan Pajak


Dengan tantangan dari beragamnya
karakteristik WP di KPP Mensa yang
salah satunya menaungi WP dari wilayah
perkantoran di jalan utama MH. Thamrin,
ditambah dengan masih rendahnya
kesadaran untuk patuh membayar pajak,
KPP Mensa langusng turun ke lapangan
untuk berusaha mengumpulkan pajak.
KPP Mensa melakukan operasi SEMUT
dan PATUH. Operasi SEMUT merupakan
sosialisasi tentang hak dan kewajiban
perpajakan kepada masyarakat.
Bekerjasama dengan pihak Kelurahan
dan RT/RW. Operasi PATUH adalah
penyisiran wilayah dengan membawa
himbauan penyampaian SPT Tahunan ,
jelas Slamet. Selain itu, KPP Mensa juga
menempatkan Drop Box di lokasi strategis
untuk penyampaian SPT serta bekerja sama
dengan Pemkot Jakarta Pusat, Bank DKI
dan kelurahan dalam rangka jemput bola
terkait pembayaran PBB.
Saat hadir dalam acara penilaian KPPc,
Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat
Dicky Hertanto juga menaruh harapan
sama kepada KPP Mensa. KPP Pratama

Slamet Sutantyo

berpeluang untuk dapat jadi yang terbaik.


Semoga harapan saya bisa jadi kenyataan.
Dalam mendukung tugas pokoknya, KPP
ini dari dulu sudah diunggulkan terkait
pelayanannya, tegas Dicky. Sementara
itu, tim penilai yang bertugas melakukan
penilaian KPPc untuk KPP Mensa adalah
Tenaga Pengkaji Bidang Pengelolan
Kekayaan Negara Siti Murfiah, yang
bertugas sebagai ketua tim penilai.
Kemudian, Tenaga Pengkaji Bidang
Perbendaharaan Ditjen PBN Sudarto dan
Sekretaris DJKN Agus Rijanto Sedjati.
Kegiatan penilaian KPPc merupakan
kegiatan tahunan yang diselenggarakan
oleh Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan
Sekretariat Jenderal di sembilan kota, yaitu
Jakarta, Banjarmasin, Purwakarta, Pontianak,
Banda Aceh, Ciamis, Sidoarjo, Surabaya, dan
Surakarta. Hasil penilaian akan diumumkan
pada Hari Keuangan tanggal 30 Oktober
2012. Pemenangnya akan diajukan ke
Kementerian Pemberdayaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi untuk
dijadikan kandidat kantor percontohan
terbaik.

LIPUTAN KHUSUS

Kebersamaan
Membuahkan Penghargaan

Yond Rizal, Kepala KPP WP Besar Tiga, memberikan paparan dalam acara Penilaian

Kebersamaan membuat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib


Pajak (WP) Besar Tiga dapat menunaikan amanah pencapaian
penerimaan sebesar Rp109,2 triliun pada tahun 2011 sekaligus
menjadi KPP dengan penerimaan pajak terbesar dan kontribusi
terbesar terhadap penerimaan pajak nasional. Kebersamaan ini
pula yang mengantarkan KPP Wajib Pajak Besar Tiga menjadi salah
satu wakil dari Direktorat Jenderal Pajak dalam Lomba Kantor
Pelayanan Percontohan Kementerian Keuangan 2012. Hal itu
sebagaimana disampaikan Kepala KPP WP Besar Tiga, Yond Rizal,
ketika tim Media Keuangan berkesempatan mewawancarai beliau
di bilangan Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

ada wawancara yang mengupas profil dan kinerja KPP Wajib Pajak Besar Tiga atau sering
disebut Large Taxpayer Office (LTO) 3 ini, beliau membawa serta para pejabat struktural
di lingkungan KPP WP Besar Tiga untuk ikut memaparkan kondisi kantor ini. Kinerja KPP
WP Besar Tiga menurut peraih gelar doktor dari Universitas Nagoya ini, bukanlah semata-mata
hasil kerja keras individu, melainkan merupakan hasil kerja sama yang baik dari seluruh elemen
sumber daya manusia yang ada di dalamnya, sesuai dengan budaya organisasi KPP WP Besar
Tiga yang bersendikan kolektivitas dan kekeluargaan.
KPP WP Besar Tiga dibentuk pada 1 April 2012 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor 29/PMK.01/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal
Direktorat Jenderal Pajak. Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
587/KMK.01/2003 Tanggal 31 Desember 2003, KPP WP Besar Tiga menggunakan nama Kantor
Pelayanan Pajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
KPP WP besar Tiga berada di bawah koordinasi Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, dengan
dipimpin oleh seorang kepala kantor yang membawahi Subbagian Umum, Seksi Pengolahan
data Dan Informasi (PDI), Seksi Pelayanan, Seksi Penagihan, Seksi Pemeriksaan, Seksi Pengawasan

KPP WP Besar Tiga

Teks: Novita A. H., Langgeng W.P.


Foto: Langgeng W. P., Dok. KPP WP Besar Tiga

dan Konsultasi I s.d. IV, serta kelompok jabatan


fungsional I s.d. 6. Sesuai Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal
Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012, KPP WP
Besar Tiga mempunyai tugas melayani dan
mengawasi Wajib Pajak Badan Usaha Milik
Negara sektor industri dan perdagangan
dalam memuhi kepatuhan perpajakannya
dalam bidang Pajak Penghasilan (PPh), Pajak
Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan
atas Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Tidak
Langsung Lainnya.
Sebagai KPP yang khusus melayani BUMN, di
mana BUMN merupakan pilar perekonomian
negara, maka peran KPP ini menjadi begitu
penting, yaitu sebagai penentu pengamanan
penerimaan negara. Pada tahun 2011, KPP
WP Besar Tiga merupakan KPP dengan
penerimaan pajak terbesar dengan kontribusi
terbesar terhadap penerimaan pajak nasional.
Realisasi penerimaan pajak tahun 2011 adalah
sebesar Rp 109,2 triliun atau 17% dari total
penerimaan pajak nasional. Angka tersebut
sekaligus menunjukkan adanya surplus
sebesar Rp2,7 triliun, dari target sebesar
Rp106,4 triliun.
Menyadari peran tersebut, KPP WP Besar Tiga
terus berupaya meningkatkan pelayanan
dan pengawasan. Dari sisi sumber daya
manusia (SDM), KPP WP Besar Tiga diisi oleh
SDM pilihan yang memiliki pengalaman,
skill, dan knowledge yang baik. Selain itu,
komunikasi juga menjadi hal penting yang
harus dimiliki pegawai. Knowledge-nya bagus,
skill-nya bagus, attitude-nya juga bagus,
tapi kalau berkomunikasinya nggak bagus
akan jadi sia-sia, ujar Yond. Total pegawai
KPP WP Besar Tiga adalah 137 orang, yang
terdiri dari 109 pegawai laki-Iaki dan 28
pegawai perempuan. 114 diantaranya atau
83 persen SDM berpendidikan sarjana. 134
pegawai atau 98 persen SDM berada dalam
rentang usia sangat produktif. Militansi kerja
menjadi salah satu keunikan karakter yang
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

21

KPP WP Besar Tiga

LIPUTAN KHUSUS

dimiliki SDM kantor ini. Menyadari bahwa


SDM adalah sesuatu yang mempunyai
nilai strategi khusus, kantor ini terus
meningkatkan kapasitas dengan investasi
pada pelatihan dan pengembangan pegawai
melalui in house training, forum diskusi, dan
penciptaan suasana kerja yang mendorong
hasrat pegawai untuk terus berkembang
dengan gagasan-gagasan inovatif yang
dapat membuat efektivitas, efisiensi dan
produktivitas meningkat.
Sarana dan Prasarana yang ada dengan
berbagai keterbatasannya dianggap sebagai
tantangan yang harus dijawab, sehingga pada
akhirnya kantor ini tetap dapat memberikan
pelayanan yang mencerminkan keterbukaan,
kesederhanaan, kepastian, keadilan,
keamanan dan kenyamanan, serta perilaku
petugas yang baik. Beberapa fasilitas yang
diberikan oleh kantor dalam melayani Wajib
Pajak antara lain free WIFI di Tempat Pelayanan
Terpadu (TPT), media penyuluhan dan
internalisasi, layanan untuk WP berkebutuhan
khusus, Pojok Pajak Mandiri dengan free
internet connection, layanan charger, dan coffee
maker untuk kenyamanan Wajib Pajak.
Dengan visi menjadi kantor pelayanan pajak
terbaik yang menyelenggarakan sistem
administrasi perpajakan modern yang efektif,
efisien, dan dipercaya masyarakat dengan
menjunjung integritas, profesionalisme,
bersinergi dalam memberikan pelayanan
menuju kesempurnaan, KPP WP Besar
Tiga mengusung EMPATI sebagai motto
pelayanannya. Jika dijabarkan, EMPATI
berarti Etos kerja yang tinggi dalam bekerja,
Menghimpun penerimaan pajak negara
sesuai dengan misi Direktorat Jenderal
Pajak, Peduli terhadap keluhan Wajib
Pajak, Administrasi perpajakan modern
terselenggara dengan efektif dan efisien,
Tegas dan berkomitmen tinggi dalam
melaksanakan nilai-nilai Kementerian
Keuangan. Motto pelayanan tersebut sejalan
dengan janji pelayanan KPP WP Besar Tiga,
yakni commited to the excellent taxation
services.
Dengan diterapkannya Performance Based
Management yang dituangkan dalam
Rencana Kerja Individu, Rencana Kerja Seksi
dan Rencana Kerja Operasional sejak tahun
2011, KPP WP Besar Tiga telah dapat memilih
22

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Jajaran Pegawai KPP WP Besar Tiga

pelaksana terbaik, petugas TPT terbaik dan


AR terbaik setiap bulan dan setiap tahun.
Performance Based Management pula yang
menjadi dasar pengembangan pegawai
dan usulan pegawai untuk di downgrade,
upgrade, mutasi dan promosi yang
tercakup dalam skema Human Resource
Capacity Development. Dengan penerapan
Performance Based Management dan Human
Resource Capacity Development, setiap
pegawai berlomba menjadi yang terbaik
dalam melaksanakan tugas pelayanan internal
dan kepada Wajib Pajak.
Layanan
KPP WP Besar Tiga memiliki tugas
melaksanakan penyuluhan, pelayanan dan
pengawasan di bidang perpajakan atas
BUMN sektor industri dan perdagangan yang
cakupan wilayah pengawasannya meliputi
seluruh Indonesia. Dalam memberikan
pelayanan, KPP WP Besar Tiga berprinsip pada
3M, yaitu menyederhanakan, memudahkan
dan memurahkan.
Menyederhanakan, para WP dapat
memperoleh berbagai pelayanan perpajakan
melalui Tempat Pelayanan Terpadu (TPT),
yang merupakan garda depan pelayanan
KPP WP Besar Tiga kepada WP. Layanan
yang dapat diperoleh dari TPT ini antara
lain penerbitan Surat Keterangan Terdaftar,
Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
(PKP), Surat Keterangan Fiskal, Legalisasi Surat
Keterangan Domisili, Pemindahbukuan, Surat
Keterangan Bebas, dan sebagainya. Semua

layanan tersebut dapat diperoleh WP secara


cuma-cuma dengan pelayanan petugas
yang ramah dan senantiasa melayani dengan
sepenuh hati. Selain itu, dalam pemenuhan
kewajiban perpajakannya, masing-masing
WP dibantu oleh Account Representative (AR)
yang bertanggung jawab dalam melakukan
pengawasan kepatuhan kewajiban
perpajakan WP, memberikan bimbingan/
imbauan dan konsultasi teknis perpajakan,
menyusun profil WP, melakukan analisis kinerja
WP, rekonsiliasi data dalam rangka melakukan
intensifikasi, serta melakukan evaluasi hasil
banding.
Memudahkan, KPP WP Besar Tiga telah
memanfaatkan media sosial untuk
berkomunikasi dengan Wajib Pajak maupun
pihak-pihak terkait lainnya, baik melalui
website maupun media sosial lain. Sosialisasi
dan penyuluhan langsung kepada WP
juga dilakukan secara rutin dalam rangka
menyampaikan peraturan terbaru dan
perubahan ketentuan yang telah dan sedang
berlaku. Selain menyampaikan sosialisasi
secara massal kepada seluruh WP, kegiatan
ini dapat pula ditujukan untuk membahas
ketentuan tertentu yang diperlukan khusus
bagi WP tertentu atau grup WP tertentu.
Dalam melakukan penatausahaan berkas
SPT, KPP WP Besar Tiga telah menerapkan
manajemen pengarsipan berkas WP melalui
penerapan sistem aplikasi tata usaha berkas
(barcode berkas SPT). Aplikasi ini bertujuan
untuk memudahkan pengawasan dan
pengarsipan dokumen/berkas SPT, karena
setiap berkas SPT Masa dan Tahunan yang

LIPUTAN KHUSUS

telah diterima di TPT akan dilakukan pembarcode-an.


Memurahkan, dalam penyampaian kewajiban
perpajakan WP seperti Surat Pemberitahuan
(SPT)-nya pada setiap waktu yang ditentukan,
KPP WP Besar Tiga menerapkan pelaporan
kewajiban perpajakan secara elektronik, yang
dikenal dengan e-SPT. Data e-SPT ditransfer
ke dalam Sistem Informasi Direktorat Jenderal
Pajak (SIDJP) segera setelah diterima dan
divalidasi di TPT, kemudian secara otomatis
data ini akan dibukukan ke dalam data
administrasi WP bersangkutan. Penyediaan
Website merupakan bentuk pelayanan yang
memurahkan tax compliance cost (biaya
kepatuhan) wajib pajak dalam mendapatkan
pelayanan atau konsultasi ekslusif melalui
website. Sedangkan penyediaan Pojok Pajak
Mandiri dapat dimanfaatkan Wajib Pajak untuk
mendapatkan salinan dokumen persyaratan
pelayanan yang terlupa untuk diprint setelah
dikirimkan secara online dari kantor Wajib
Pajak yang bersangkutan.
Inovasi
Untuk mewujudkan kesempurnaan
pelayanan, KPP WP Besar Tiga telah melakukan
beberapa inovasi. Inovasi yang dilakukan ini
sejalan dengan visi KPP WP Besar Tiga yaitu
menjadi kantor pelayanan pajak terbaik
yang menyelenggarakan sistem administrasi
perpajakan moderen yang efektif, efisien, dan
dipercaya masyarakat dengan menjunjung
integritas, profesionalisme, bersinergi
dalam memberikan pelayanan menuju
kesempurnaan.
SIMPULSAJI
Inovasi penting yang dilakukan KPP WP
Besar Tiga adalah Sistem Pengumpulan Data
dan Penyajian Informasi, yang disingkat
dengan SIMPULSAJI. SIMPULSAJI merupakan
merupakan sistem informasi manajemen yang
dikembangkan oleh KPP WP Besar Tiga yang
bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh
proses pengumpulan data dan informasi
perpajakan sebagai upaya untuk mendukung
perkembangan effective time management,
effective document management, effective
knowledge management, supporting Approweb
SIDJP, performance based management, serta
more paperless management.
Dalam pelaksanaannya, SIMPULSAJI memiliki

lima fitur unggulan, yakni Monitoring


Penerimaan dan Wajib Pajak; Manajemen
Dokumen yang dikembangkan dengan
konsep filling document management
system; layanan PDI online; Google Desktop,
serta Website KPP WP Besar Tiga yang berisi
berbagai informasi mengenai kegiatan
yang dilakukan oleh KPP WP Besar Tiga,
pengumuman dan komunikasi jejaring sosial,
layanan konsultasi perpajakan secara online,
layanan kritik dan saran, serta download
peraturan dan e-SPT.
Pojok Pajak Mandiri
Selain SIMPULSAJI, KPP WP Besar Tiga juga
mengembangkan Pojok Pajak Mandiri yang
memberikan kemudahan dan kecepatan
pelayanan secara lebih efisien dan costless
bagi para WP. Pada Pojok Pajak mandiri ini,
disediakan satu set komputer yang dilengkapi
dengan jaringan internet, sehingga dapat
dimanfaatkan oleh WP untuk mencari
informasi lewat internet dan memanfaatkan
fasilitas email untuk transfer data apabila
masih ada kekurangan data dalam
melaporkan SPT-nya.
Layanan PDI Online
Modul ini merupakan modullayanan Seksi
PDI yang di dalamnya berisi berbagai fitur
mengenai:
a) Mendokumentasikan permintaan
dukungan teknis TI dari seluruh pegawai;
b) Layanan berbasis ticketing;
c) Dapat difungsikan sebaqai alat
inventarisasi aset TI; dan
d) Menjadi knowledge base bagi pegawai
seksi PDI dalam hal solusi permasalahan TI.
Outbond Call Center
Outbond Call Center Penagihan merupakan
layanan kepada WP yang bertujuan antara lain
untuk:
a) Mengingatkan tunggakan jatuh tempo
b) Konfirmasi pembayaran
c) Konfirmasi upaya hukum (keberatan/nonkeberatan)
d) Penjelasan tindakan penagihan
e) Konsultasi aturan terkait penagihan pajak
Manajemen Berkas
Manajemen Berkas pada seksi Pelayanan
menggunakan aplikasi tata usaha berkas yang
menggunakan barcode. Dengan penggunaan
aplikasi ini, berkas dapat dicari dengan

KPP WP Besar Tiga

mudah dan dapat diawasi penggunaan dan


peminjamannya oleh seksi dan fungsi lainnya.
Manajemen berkas yang rapi juga diterapkan
pada Seksi Pemeriksaan, Seksi Penagihan, dan
Seksi PDI. Sementara untuk berkas Wajib Pajak
yang sedang diperiksa juga dikelola dengan
rapi dengan ditunjang inovasi pengadaan
kotak standar pemeriksaan yang membuat
penataan ruangan fungsional pemeriksa
menjadi lebih bersih dan rapi serta menjaga
kepercayaan Wajib Pajak yang diperiksa
bahwa berkas Wajib Pajak dijaga dan dirawat
dengan baik. Ketika selesai diperiksa, berkas
Wajib Pajak dikembalikan dalm berkas standar
KPP WP Besar Tiga yang berkualitas baik
tersebut.
Keberhasilan yang telah diraih bukan
tanpa kendala. Ada beberapa kendala
yang teridentifikasi oleh KPP WP Besar Tiga
diantaranya adalah terkait cakupan wilayah
kerja yang luas, perbedaan persepsi antara
KPP dengan WP atas beberapa potensi pajak
dari transaksi yang dilakukan WP BUMN.
Tingginya workload berupa banyaknya
laporan rutin, permintaan data dan laporan
dari pemangku kepentingan yang harus
dipenuhi dalam waktu singkat dan pekerjaan
administrasi lainnya yang menyebabkan
terjadinya clerical work entrapment juga
menjadi tantangan tersendiri. Selain itu,
belum optimalnya pengumpulan data
baik internal maupun eksternal, serta
proses matching kedua data tersebut
berdampak pada proses pengamanan
potensi penerimaan yang belum optimal.
Terakhir, kesadaran pendokumentasian dan
pengelolaan dokumen yang umumnya masih
rendah, knowledge management dan time
management yang belum tertata dengan baik
menyebabkan pengelolan waktu kerja belum
optimal, serta proses peningkatan kapasitas
yang cenderung lambat.
Kendala tersebut secara terus menerus diatasi
dengan inovasi dan perbaikan cara kerja yang
dilaksanakan dengan kontinyu, komunikasi
dan koordinasi dengan pemangku
kepentingan, yaitu WP, kantor wilayah dan
kantor pusat untuk mendapatkan penegasan
dan kesamaan persepsi atas potensi pajak dari
transasksi Wajib Pajak BUMN; serta perbaikan
manajemen dan peningkatan kapasitas SDM
secara berkelanjutan.

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

23

KPPBC TMP B Pontianak

LIPUTAN KHUSUS

Reformasi Birokrasi adalah


Perubahan Mindset and Culture-Set
Teks: Iin Kurniati Foto: Heru Trisno U., Dok. KPPBC TMP B Pontianak

Pontianak yang lebih dikenal dengan sebutan kota khatulistiwa, wilayahnya dilalui garis lintang nol
derajat bumi. Memiliki ketinggian dataran berkisar antara 0,1 hingga 1,5 meter diatas permukaan
laut, hampir seluruh cakupan wilayahnya dipisahkan oleh sungai-sungai terpanjang di Indonesia.

entangan sungai yang mengalir melalui wilayah Pontianak


menjadi filosofi tersendiri bagi sebuah perjalanan panjang
dalam bentuk pengabdian pengawasan dan pelayanan khususnya
di bidang kepabeanan dan cukai. Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pontianak merupakan salah satu
unit vertikal Kementerian Keuangan yang turut bertanggungjawab
untuk memberikan pelayanan yang cepat, efisien, transparan, dan
responsif kepada stakeholder.
Menjadi kantor pabean berstandar internasional
Melalui visinya menjadi kantor pabean modern dengan standar
internasional, KPPBC Tipe Madya Pabean B Pontianak merupakan
satu dari tiga kandidat Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) yang
berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Menjadi
satu-satunya kandidat KPPc dari DJBC yang berasal dari luar pulau
Jawa, tak sedikitpun menyurutkan langkah KPPBC Pontianak untuk
meraih prestasi menjadi KPPc terbaik di lingkungan Kementerian
Keuangan.
Berdiri sejak tahun 1950, embrio KPPBC Pontianak yang semula
hanya sebuah kantor jawatan bea cukai kini bertransformasi
menjadi KPPBC Tipe Madya Pabean B Pontianak yang memiliki
dua kantor bantu dengan enam pos pengawasan dalam
cakupan wilayah kerjanya. Dua kantor bantu itu mencakup
kantor bantu Supadio (pelabuhan udara) dan kantor pos lalu bea
(kota Pontianak). Sedangkan enam pos pengawasan terdiri dari
pelabuhan laut yang berada di Jungkat, Pontianak, Sungai Kakap,
Kubu, Teluk Air, dan Padang Tikar.
Menurut Iwan, sapaan akrab Kustejo Iwanto Saksono, Kepala
KPPBC Tipe Madya B Pontianak, kantor ini memiliki sejumlah
keistimewaan. Keunggulan kami yang pertama jelas dari
struktur pengguna jasa kita itu lengkap ada importir, eksportir,
PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan), pengusaha
pengangkut, pengusaha barang kena cukai, dan pengusaha
tempat penimbunan sementara. Kita mempunyai keunikan
tersendiri artinya mungkin ditempat lain tidak ada pengawasan
untuk pemuatan maupun bongkar di luar kawasan, itu yang unik
yang ada di kami, tutur Iwan.
Capaian
Terkait realiasi penerimaan, Iwan menjelaskan bahwa sampai
dengan Agustus 2012 menunjukkan hasil yang menggembirakan.

24

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Kustejo Iwanto Saksono, Kepala KPPBC TMP B Pontianak

Menjadi satu-satunya kandidat KPPc dari


DJBC yang berasal dari luar pulau Jawa, tak
sedikitpun menyurutkan langkah KPPBC
Pontianak untuk meraih prestasi menjadi KPPc
terbaik di lingkungan Kementerian Keuangan.

Tercatat, penerimaan bea masuk mencapai Rp23,456 miliar dari


targetnya sebesar Rp34,371 miliar. Sedangkan realisasi penerimaan
bea keluar sudah mencapai Rp32,027 miliar dari targetnya sebesar
Rp19,810 miliar. Untuk bea masuk sebesar 68 persen dan untuk
penerimaan bea keluar periode yang sama sudah tercapai 161
persen, lanjut Iwan.
Di bidang pengawasan, KPPBC Tipe B Pontianak telah berhasil
melakukan berbagai penindakan di bidang kepabeanan maupun
cukai. Pada tahun 2011 dilakukan 16 penindakan, dan sampai
bulan Agustus tahun 2012 dilakukan 17 penindakan. Penindakan
tersebut merupakan hasil kinerja berbagai tindak pengawasan.
Diantaranya seperti operasi pasar barang kena cukai; pengawasan
pembongkaran dan penimbunan barang impor maupun ekspor
di luar kawasan pabean; surveillance ekspor dan impor; patroli
sungai dan darat termasuk pemeriksaan sarana pengangkut
laut dan udara; serta evaluasi dan pemuktakhiran database

LIPUTAN KHUSUS

KPPBC TMP B Pontianak

Gedung KPPBC TMP B Pontianak

Bea Masuk s. d. Agustus 2012 (dalam ribuan Rupiah)


TAHUN
2010

BEA MASUK
TARGET

REALISASI

15.020.172

26.178.902

174,29

2011

27.252.317

27.441.003

100,69

2012*

34.371.644

23.456.334

68,24

Bea Keluar s. d. Agustus 2012 (dalam ribuan Rupiah)


TAHUN

BEA KELUAR
TARGET

REALISASI

2010

8.111.517

13.048.167

160,86

2011

21.905.847

26.135.013

119,31

2012*

19.810.730

32.027.870

161,67

pengguna jasa, penumpang penerbangan


internasional dan pendataan dermaga
untuk kepentingan sendiri (DUKS).

menyediakan meja layanan informasi


dan pengaduan; serta melaksaksanakan
koordinasi dengan instansi terkait.

Untuk lebih mengenalkan tugas dan


fungsi DJBC kepada stakeholder serta
meningkatkan pengetahuan dan
kepatuhan para pengguna jasa, KPPBC
Tipe Madya Pabean B Pontianak juga
melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya
seperti customs visit costome; customs
goes to campus; sosialisasi dan ramah
tamah bersama pengguna jasa; siaran di
Radio Republik Indonesia (RRI); publikasi
melalui media cetak; memperluas media
pengaduan melalui website, email,
telepon, sms hingga kotak pengaduan;

Selain itu, KPPBC Tipe Madya Pabean


B Pontianak juga memiliki sejumlah
inovasi. Diantaranya melalui penerapan
Service Level Agreement (SLA); penyediaan
komputer layanan mandiri untuk
pengguna jasa; pemberitahuan respon
layanan via Short Message Service (SMS);
aplikasi office automation; aplikasi arsip
(batching); aplikasi layanan kepegawaian;
display prosedur dan janji layanan serta
pembuatan situs.
Tak luput, KPPBC Tipe Madya B Pontianak

juga menorehkan prestasi lain. Tahun 2010


dan 2011 kantor ini berhasil mendapatkan
penghargaan sebagai kantor pelayanan
terbaik di bidang rekonsiliasi penerimaan
dan piutang dari Direktur Penerimaan
dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai,
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Tantangan
Ketika ditanya tantangan terberat, Iwan
memaparkan bahwa ada dua hal yang
menjadi catatan penting bagi KPPBC Tipe
B Pontianak. Pertama dari sisi eksternal,
terkait dengan kondisi sarana dan
prasarana. Sarana dan prasarana yang
terdapat di pelabuhan Dwikora maupun
di bandara Supadio memang belum
memadai. Kemudian lokasi pemeriksaan
kegiatan impor dan ekspor yang berada di
luar kawasan pabean, misalnya ditengah
laut, ujar Iwan. Kedua dari sisi internal
yakni masalah keterbatasan Sumber Daya
Manusia (SDM) serta sarana dan prasarana
yang menunjang kegiatan internal.
Namun demikian, Iwan menegaskan
pihaknya terus melakukan berbagai
upaya guna mengatasi permasalahan
tersebut. Misalnya dengan menselaraskan
kebijakan pemerintah daerah yang untuk
mendukung pertumbuhan investasi,
memberikan fasilitas pembebasan
keringanan bea masuk, seperti pemberian
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62
60 / Oktober
Agustus 2012

25

KPPBC TMP B Pontianak

LIPUTAN KHUSUS

fasilitas Badan Koordinasi Penanaman


Modal (BKPM) dan sosialisasi mengenai
tingkat kepatuhan terutama pengetahuan
dari pengguna jasa terkait dengan bidang
kepabeanan dan cukai.
Kemudian, dari sisi internal, masalah
terbatasnya SDM dan sarana prasarana,
bagi Iwan, tidak menjadi halangan berarti
dalam memaksimalkan pelayanan. Iwan
menuturkan bahwa pihaknya berupaya
mengatasi kendala tersebut dengan
mengadakan posko 24 jam sehari, dan 7
hari dalam seminggu. Jadi setiap minggu,
petugas berjaga untuk meng-handle
kegiatan ekspor-impor, lanjutnya.
Lebih jauh, terkait koordinasi antar daerah
dengan pusat, Iwan mengungkapkan
tidak ada kendala berarti. Koordinasi
lancar-lancar saja, kita laksanakan itu bisa
secara langsung via telepon maupun surat,
ungkap Iwan. Bentuk koordinasi dengan
pusat misalnya dalam penanggulangan
Narkotika, Psikotropika dan Prekursor
(NPP). KPPBC Pontianak melakukan
operasi scanned untuk pencegahan dan
pengawasan terkait peredaran NPP.
Akhirnya, melalui pemilihan KPPc terbaik
di Kementerian Keuangan Iwan berharap
agar pelaksanaan reformasi birokrasi
dapat lebih optimal. Sehingga terjadi
perubahan ke arah yang jauh lebih positif.
Dengan adanya perubahan itu maka
secara perlahan dan pasti, lingkungan
disekitar kita yang akan lebih besar
lagi kan mengikuti kita. Pada dasarnya
Reformasi Birokrasi adalah perubahan yang
dilakukan (baik perubahan) mindset dan
culture-set. (Misalnya) Dulu (orientasi) kita
dari penguasa kita menjadi pelayanan,
kemudian dari wewenang menjadi peranan
dan dari jabatan menjadi amanah. Lalu, dari
ego sektoral menjadi ego nasional dan dari
output menjadi outcome, pungkas Iwan.

Jajaran Pegawai KPPBC TMP B Pontianak

26

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

10 Janji Layanan Unggulan


NO

JENIS LAYANAN

Pelayanan PIB Jalur Hijau

Pelayanan PIB Jalur Kuning:


a. Penerimaan Dokumen
PIB melalui Media
Penyimpan Data

BIAYA

15 menit

Rp50.000

KETERANGAN
Sejak load data s.d.
respon SPPB keluar

Rp50.000
15 menit

Sejak load data s.d.


respon SPJK keluar

3 hari kerja

Sejak mulai penelitian


s.d. SPPB keluar

Pelayanan PIB Jalur Merah:

15 menit

Rp50.000

a. Penerimaan Dokumen
PIB melalui Media
Penyimpan Data

3 jam per
kont. dgn jenis
barang 1 item

Sejak mulai
pemeriksaan s.d.
selesai perekaman
LHP

b. Pemeriksaan Fisik
Barang Impor PIB Jalur
Merah di TPS

4 jam per
kont. dgn
jenis barang
2-5 item

Sejak mulai
pemeriksaan s.d.
selesai perekaman
LHP

c. Penelitian Pabean

3 hari kerja

Sejak mulai penelitian


s.d. SPPB keluar

b. Penelitian Pabean
3

WAKTU

Pelayanan Pengajuan PEB:

Sejak load data s.d.


respon SPJM keluar

Rp.30.000,-

a. Penerimaan Dokumen
PEB melalui Media
Penyimpan Data

15 menit

Sejak load data s.d.


respon keluar (NPE/
PPB)

b. Pemeriksaan fisik di
dalam kawasan pabean

3 jam

Sejak mulai periksa


s.d. NPE keluar

Pelayanan Permohonan
NPPBKC

6 hari kerja

Sejak permohonan
diterima lengkap s.d.
NPPBKC keluar

Pelayanan Perpanjangan
NPPBKC

5 hari kerja

Sejak permohonan
diterima lengkap s.d.
NPPBKC keluar

Pelayanan permohonan Ijin


Penggunaan Returnable
Packages (Pengurusan
SKEP)

3 hari kerja

Sejak surat
permohonan diterima
lengkap s.d. surat
persetujuan keluar

Pelayanan Penerimaan
Pembayaran PNBP

15 menit

Sejak penerimaan
uang s.d. pembubuhan cap di SSPCP

Pelayanan Pengajuan RKSP


(untuk sarana pengangkut
melalui laut)

3 menit

Sejak load s.d. diberikan no. dan tanggal


BCF 1.0

10

Pelayanan Pengajuan
Inward/Outward Manifes
(untuk sarana pengangkut
melalui laut)

3 menit

1 s.d. 10 pos=
Rp.125.000,Lebih dari 10 pos=
Rp.225.000,-

Sejak load s.d.


diberikan nomor dan
tanggal BCF 1.1

LIPUTAN KHUSUS

KPKNL Banda Aceh

Kantor Pelayanan
Bertabur Penghargaan
Teks: Dwinanda Ardhi Foto: Arfindo B. S.

TEUKU, Logo KPKNL Banda Aceh

eretan prestasi di atas belum termasuk


yang mereka dapatkan dari kompetisi
di luar tugas dan fungsi, seperti Juara I
Turnamen Sepak Bola Memperingati Hari
Keuangan 2008 dan 2009 serta Peringkat
III Turnamen Sepak Bola Memperingati
Hari Keuangan 2011 di lingkungan Kantor
Wilayah Kementerian Keuangan di Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam. Pada tahun
2010, 2 wakil dari kantor ini juga berhasil
masuk final Lomba Menulis DJKN serta
mendapat peringkat tiga dan lima tingkat
nasional. Lalu apa makna keterpilihan KPKNL
Banda Aceh sebagai Kantor Pelayanan
Percontohan tahun ini di mata Surya Hadi,
Sang Kepala Kantor? Kita berkompetisi
dalam hal positif. Kita terpacu untuk lebih
bagus, jawabnya.
KPKNL Banda Aceh bertanggung jawab
langsung kepada Kantor Wilayah l I DJKN
Banda Aceh. Lokasinya berada di ujung
paling barat Indonesia dengan wilayah kerja
sangat luas, yakni mencakup Kota Banda
Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar,
Kabupaten Aceh Pidie, Kabupaten Pidie
Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten
Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya,
Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh
Selatan, Kota Subulussalam, Kabupaten
Aceh Singkil, dan Kabupaten Simelue. KPKNL
Banda Aceh melayani 927 satuan kerja di

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda


Aceh adalah kantor langganan peraih penghargaan. Selain terpilih
sebagai salah satu dari 12 Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc)
pada tahun ini, KPKNL Banda Aceh antara lain pernah dinobatkan
sebagai Juara I KPKNL Berkinerja Terbaik di Lingkungan Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tahun 2008, Peringkat 3 KPKNL
Percontohan di Lingkungan DJKN tahun 2008, Juara I KPKNL
Berkinerja Terbaik di Lingkungan DJKN tahun 2009, serta masuk
jajaran 3 Besar KPKNL Berkinerja Terbaik di Lingkungan DJKN
tahun 2010 dan 2011.

bidang pelayanan kekayaan negara dan


2.242 Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN) di
bidang pelayanan piutang.
Visi dan misi yang dimiliki oleh KPKNL Banda
Aceh mengikuti kantor pusat DJKN. Visinya
adalah Menjadi pengelola kekayaan negara,
piutang negara, dan lelang yang profesional
dan bertanggung jawab untuk sebesarbesar kemakmuran rakyat. Sementara
misinya adalah mewujudkan optimalisasi
penerimaan, efisiensi pengeluaran, dan
efektivitas pengelolaan kekayaan negara;
mengamankan kekayaan negara secara
fisik, administrasi, dan hukum; mewujudkan
nilai kekayaan negara yang wajar dan dapat
dijadikan acuan dalam berbagai keperluan;
melaksanakan pengurusan piutang negara
yang efektif, efisien, transparan, dan
akuntabel; dan mewujudkan lelang yang
efektif, efisien, transparan, akuntabel, adil
dan kompetitif sebagai instrumen jual beli
yang mampu mengakomodasi kepentingan
masyarakat.
Visi dan misi itu didukung oleh motto
TEUKU yang merupakan akronim dari
Teladan, Efektif, Unggul, Kredibel, Ukhuwah.
Pemilihan motto ini terinspirasi dari budaya
Aceh, dimana Teuku adalah gelar untuk
bangsawan setempat. Suryapanggilan
akrab Surya Hadimenjelaskan bahwa kata

Teladan merepresentasikan upaya KPKNL


untuk dapat menjadi contoh bagi kantorkantor lain, baik dari segi kuallitas maupun
kuantitas output kinerja yang dihasilkan.
Kemudian kata Efektif mewakili keinginan
jajaran KPKNL Banda Aceh untuk konsisten
mencapai tujuan secara berhasil guna dan
berdaya guna. Sementara Unggul, kata
Surya,Artinya kita berusaha untuk selangkah
lebih maju dari kantor lainnya. Baik dari
sisi kinerja, pencapaian target, maupun
pelayanan terhadap stakeholders.
Kredibel menjadi pilihan kata berikutnya.
Melalui kata ini, KPKNL Banda Aceh
senantiasa berupaya mempertahankan
kredibilitas kantor, terutama menyangkut
kualitas kinerja dan kemampuan SDM
sehingga menghasilkan rasa percaya
stakeholders. Terakhir dan tidak kalah
penting, melalui Ukhuwah, jajaran KPKNL
Banda Aceh berupaya untuk senantiasa
menjalin persaudaraan dan team work yang
baik ke dalam (internal) dan pihak-pihak
pengguna jasa (ekstenal).
Dalam menjalankan tugas sebagai Kepala
Kantor, Surya dibantu oleh 6 pejabat eselon
IV yang terdiri atas kepala sub bagian
umum, kepala seksi pengelolaan kekayaan
negara, kepala seksi pelayanan penilaian,
kepala seksi piutang negara, kepala seksi
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

27

KPKNL Banda Aceh

LIPUTAN KHUSUS

Dalam LIT, beragam informasi yang


berhubungan dengan tugas dan fungsi
KPKNL Banda Aceh dapat dilihat. Mulai dari
profil kantor, 10 layanan unggulan Standard
Operating Procedure (SOP), pengumuman
lelang, peta lokasi Barang Milik Negara
(BMN), link untuk dapat mengakses portal
KPKNL Banda Aceh, berbagai Laporan Hasil
Penilaian (LHP) yang dapat dicari melalui LHP
Finder, Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN),
hingga layanan pengaduan online.

pelayanan lelang, dan kepala seksi hukum


dan informasi. Tugas dan fungsi KPKNL
dijalankan oleh 30 orang pegawai, termasuk
2 pegawai yang sedang menjalani tugas
belajar program diploma IV, dengan
sebaran pendidikan 2 pegawai lulusan S2,
14 pegawai lulusan S1, 5 pegawai lulusan
Diploma 3, dan 2 pegawai lulusan Diploma
1, serta 7 pegawai lulusan SMA.

Surya berbangga hati karena LIT


dikembangkan oleh Sumber Daya Manusia
(SDM) KPKNL Banda Aceh tanpa bantuan
pihak ketiga. Tiga orang anak buahnya yang
merupakan lulusan Program Diploma 3
STAN, yaitu Lulus Widyantara, Rian Martomo,
dan Nugroho memiliki kepedulian terhadap
pengembangan IT di kantor. Mereka
inilah yang menjadi motor keberhasilan
pembuatan LIT. Sebelum dikembangkan
menjadi LIT, LIM hanya menyediakan satu
data mandiri, yaitu terkait pengurusan
piutang negara.

Layanan Informasi Terpadu


Selain memiliki banyak prestasi, KPKNL
Banda Aceh merupakan instansi vertikal
DJKN pertama dan satu-satunya yang
mempunyai dan mengembangkan
Layanan Informasi Terpadu (LIT). Layanan
ini dibangun pada tahun 2008 dengan
nama awal Layanan Informasi Mandiri
(LIM).Sekarang sudah ada arus keterbukaan
informasi, kita ingin masyarakat bisa
mengakses semua data yang ada tanpa
terkecuali,jawab Surya menjelaskan
latar belakang pembuatan LIT. Dalam
perkembangannya, LIT saat ini dapat diakses
melalui monitor touchscreen.

LIT sudah pernah disaksikan dan dicoba


langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan
Negara Hadiyanto dan Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati pada tahun 2008.
Pada saat itu, keduanya mengunjungi
KPKNL Banda Aceh untuk meresmikan
gedung baru KPKNL Banda Aceh setelah
roboh akibat bencana gempa bumi dan
tsunami.Ibu Menteri datang bersama Pak
Dirjen melihat kita sudah punya sistem
Layanan Informasi Mandiri,ungkap Surya.
Pada perkembangannya, LIM kemudian
diadopsi oleh kantor pusat DJKN menjadi
layanan KiosK. Surya berharap LIT dapat
semakin berkembang dan menjadi ikon

Surya Hadi, Kepala KPKNL Banda Aceh

28

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

DJKN.Karena saya rasa itu sangat penting


untuk keterbukaan informasi publik di era
digital ini, lanjut dia.
Kinerja
KPKNL Banda Aceh tidak hanya unggul
soal inovasi LIT. Mereka juga selalu dapat
mencapaibahkan melebihitarget
kinerja dalam Indikator Kinerja Utama
(IKU).Selama ini IKU yang terkait dengan
pengurusan piutang negara, lelang, maupun
utilisasi kekayaan negara selalu mencapai
target, bahkan lebih, kata Surya.
Selain itu, KPKNL Banda Aceh juga terus
berupaya mengimplementasikan konsep
kantor Teladan, yaitu Tertib, Lancar, dan
Amanah. Kantor ini memang sudah resmi
menyandang predikat KPKNL Teladan
sejak tahun 2011. Dalam pelaksanaan
tugas dan fungsi sehari-hari, SOP yang
telah dibuat pun diupayakan sebaik
mungkin. Untuk memastikan kinerja para
pegawai dapat selalu baik, Surya berinisiatif
untuk melaksanakan rapat evaluasi
bersama para kepala seksi satu kali setiap
minggunya.Selalu kita monitor apakah IKU
sudah tercapai atau belum dan kita selalu
berpegang kepada janji layanan yang telah
kita buat, ungkap Surya. Pada rapat yang
diselenggarakan tiap Senin sore itu, selalin
evaluasi, juga dibahas pekerjaan-pekerjaan
yang akan dilakukan seminggu berikutnya.
Dengan personil 30 orang, Surya
merasa KPKNL Banda Aceh sebenarnya
sudah memiliki jumlah SDM yang
mencukupi.Sepanjang mereka siap, catat
Surya. Untuk mengembangkan kompetensi
para pegawai, Surya selalu mendorong
mereka mengikuti pendidikan dan pelatihan
(diklat). Setelah kembali dari diklat, para

LIPUTAN KHUSUS

pegawai diwajibkan untuk melakukan


transfer of knowledge di kantor. Setelah ikut
diklat, mereka presentasi di depan temanteman yang lain. Sharing dan bertukar
pikiran sehingga menambah pengetahuan
bagi yang lain, kata Surya lagi.
Surya memberikan ruang yang luas bagi
para pegawai KPKNL Banda Aceh untuk
memberikan masukan terkait kinerja kantor.
Dia tidak alergi karena membuka ruang
diskusi dengan pelaksana. Saya tidak
membatasi bahwa sebagai pimpinan di sini,
(pelaksana) yang mau ketemu saya harus
lewat kepala seksi terlebih dahulu, ujarnya.
Menurut dia, KPKNL Banda Aceh ibarat
rumah besar yang dimiliki dan mesti dirawat
bersama oleh seluruh pegawai.
Harapan
Mewakili para pegawai, Surya
menyampaikan ucapan terima kasih dan
apresiasi kepada Tim Penilai atas terpilihnya
kembali KPKNL Banda Aceh sebagai
kantor pelayanan percontohan.Segenap
pegawai KPKNL tentunya merasa bangga
dan bersyukur, serta tetap rendah hati

KPKNL Banda Aceh

Capaian IKU KPKNL Banda Aceh Tahun 2012


Uraian IKU

2012

Nilai Kekayaan Negara yang diutilisasi

119,52%

Jumlah biaya administrasi pengurusan piutang lelang

145,17%

Jumlah bea lelang

249,86%

Jumlah piutang negara yang dapat diselesaikan dalam satuan rupiah

170,82%

Jumlah BKPN yang dapat diselesaikan (lunas, ditarik, PSBDT, dikembalikan)

65,80%

Jumlah pokok lelang

106,09%

Jumlah frekuensi lelang

110,12%

Indeks Kepuasan Pengguna Layanan

0,00%

Presentase penyelesaian BMN Kemenkeu yang bermasalah dengan kategori


rusak berat atau hilang1

0,00%

Rata-rata persentase realisasi janji layanan unggulan 2

116,39%

Persentase penyelesaian permohonan penilaian dalam rangka pemindahtanganan BMN tepat waktu 3

106,67%

Persentase persetujuan/penolakan permohonan pengelolaan kekayaan


Negara tepat waktu 4

110,00%

Jumlah produk hokum PUPN

246,28%

Tingkat efektifitas edukasi dan komunikasi

107,33%

Jumlah perkara yang dapat diselesaikan

0,00%

Indeks ketepatan waktu penyampaian laporan pengendalian internal


Persentase tindak lanjut penyelesaian laporan hasil pemeriksaan aparat
pengawas fungsional 5

141,07%
0,00%

Persentase pegawai yang memenuhi panggilan diklat 6

100,00%

Persentase pelaksanaan penilaian kinerja pegawai 7

100,00%

Indeks kepuasan Pegawai

0,00%

Tingkat efektifitas pelaksanaan tugas KPKNL

0,00%

Persentase penyerapan DIPA (non belanja pegawai) 8

55,46%

Persentase pencapaian output kegiatan 9

647,73%

Selain memiliki banyak


prestasi, KPKNL Banda Aceh
merupakan instansi vertikal
DJKN pertama dan satusatunya yang mempunyai dan
mengembangkan Layanan
Informasi Terpadu (LIT).

Layanan Informasi Terpadu KPKNL Banda Aceh

dengan keberhasilan ini, ungkap Surya. Dia


menganggap prestasi ini sekaligus sebagai
amanah yang mesti dijalankan dengan baik,
bertanggung jawab, jujur, dan ikhlas.Insya
Allah prestasi yang telah dicapai saat ini akan
terus kami pertahankan dan tingkatkan,
pungkas Surya.
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

29

KPP Pratama Ciamis

LIPUTAN KHUSUS

Totalitas Pelayanan
untuk Masyarakat
Sadar Pajak
Teks dan foto: Arfindo Briyan S.

Gedung KPP Pratama Ciamis

ari sanalah Direktorat Jenderal Pajak


melihat adanya potensial pajak yang
akhirnya melahirkan KPP Pratama Ciamis.
KPP ini merupakan leburan dari KPP PBB
Ciamis dan KP Tasikmalaya. Adalah Dadang
Karna Permana, yang memimpin kantor
ini sejak pertama beroperasi pada tanggal
28 Agustus 2007. Potensi perpajakan di
Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar yang
cukup besar namun selama ini belum
dikelola secara intensif, ujar Dadang.
Dadang melanjutkan, KPP ini diharapkan
dapat memberikan konsep pelayanan yang
melayani seluruh jenis pajak.

8 Etos Kerja
Kerja adalah Rahmat
Kerja adalah Amanah
Kerja adalah Panggilan
Kerja adalah Aktualitas
Kerja adalah Ibadah
Kerja adalah Seni
Kerja adalah Kehormatan
Kerja adalah Pelayanan

30

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Ciamis Manis, Majing Dinamis. Mahayuna


ayuna kadatuan... Penggalan lagu salah satu
mars Kabupaten Ciamis tersebut memiliki arti
yang dalam; menghadapi pembangunan
kemakmuran pembangunan daerah. Ciamis
salah satu kabupaten di ujung timur Jawa
Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak
perubahan yang telah terjadi di Ciamis, kawasan
kota yang bertambah luas, ruas jalan bertambah
panjang, kendaraan bertambah banyak, wajah
kota yang mulai berubah seiring dengan
keberadaan toko-toko swalayan, dan juga area
alun-alun yang terus dipermak.
Wilayah kerja KPP Pratama Ciamis meliputi
Kabupaten Ciamis yang terdiri dari 36
kecamatan dan Kota Banjar sebanyak 4
Kecamatan. Menariknya, KPP ini memiliki
8 etos kerja sebagai landasan visi misi
yang mereka pegang dalam menjalankan
aktivitas di KPP Pratama Ciamis.
Inovasi layanan
KPP Pratama Ciamis memiliki beberapa
inovasi dalam memberikan pelayanan
kepada Wajib Pajak (WP). Mulai dari gedung
kantor juga dilengkapi dengan kunci pintu
magnetic sehingga tidak memungkinkan
bagi orang luar selain pegawai atau
karyawan untuk mengakses ruang kerja
kantor.
Inovasi berikutnya adalah Nomor Pokok
Wajib Pajak (NPWP) on the spot yang
merupakan proses ekstensifikasi dengan
cara jemput bola. Petugas ekstensifikasi
mendatangi lokasi dengan membawa
seperangkat aplikasi Pendaftaran Wajib
Pajak Masal (PWPM) dilengkapi dengan
printer untuk langsung mencetak kartu
NPWP. Kemudian WP mengisi formulir

pendaftaran dan dimasukkan ke dalam


sistem sekaligus dicetak kartu NPWP saat
itu juga.
Ekstensifikasi adalah kegiatan yang
dilakukan untuk memberikan NPWP
kepada Wajib Pajak Orang Pribadi yang
berstatus sebagai pengurus, komisaris,
pemegang saham/pemilik dan pegawai,
maupun Wajib Pajak Orang Pribadi
yang melakukan kegiatan usaha dan/
atau memiliki tempat usaha di pusat
perdagangan dan/atau pertokoan.
Tersedia pula website KPP Pratama
ciamis juga memberikan informasi yang
diperlukan oleh stakeholder mereka,
khususnya wajib pajak. Website tersebut
juga terhubung dengan website
Pemerintah Daerah Ciamis dan Banjar
sehingga lebih memudahkan para WP.
Di salah satu sudut ruang Tempat
Pelayanan Terpadu (TPT), disediakan
pula sebuah computer yang digunakan
sebagai monitor proses penyelesaian
berkas pelayanan. Idenya seperti di

LIPUTAN KHUSUS

Bandara. Ada layar di tempat pelayanan,


lalu ada running text yang memperlihatkan
progress penyelesaian pelayanan kata
Dadang. Layar tersebut dapat digunakan
WP untuk melihat Layanan TPT yang telah
terselesaikan maupun yang masih dalam
proses pengerjaan.
KPP Pratama ciamis juga memiliki SMS
Masking ID Sender. Sejalan dengan
perkembangan teknologi inofasi
media elektronik, KPP Pratama ciamis
mengembangkan inovasi tersebut dengan
harapan dapat dapat memberikan
beberapa informasi singkat kepada WP.
Beberapa yang diinformasikan melalui
sms diantaranya adalah peraturan
baru perpajakan, tanggal jatuh
tempo pembayaran dan pelaporan,
pemberitahuan jadwal undangan
sosialisasi, ucapan untuk hari besar tertentu,
serta ucapan apresiasi kepada WP.
Selain itu, KPP Pratama Ciamis juga rutin
mengadakan Pajak Goes to Campus.
Kegiatan ini merupakan kegiatan
penyuluhan yang dilakukan dalam bentuk
talk show mengenai perpajakan, Olimpiade
Pajak serta beberapa permainan dengan
berbagai hadiah.
Tujuannya untuk memberikan pelatihan
dini mengenai perpajakan di Indonesia

kepada para mahasiswa dan penyaluran


energy positif bahwa pajak itu baik,
pajak itu sehat, dan pajak itu bertujuan
mulia untuk membangun bangsa dan
mensejahterakan rakyat Indonesia, papar
Dadang.
Yanmadu, singkatan dari Pelayanan Prima
Terpadu, juga merupakan salah satu
inovasi kantor ini. Yanmadu merupakan
kesepakatan bersama (MoU) Kantor
dengan 7 Lembaga dan Instansi di
Kabupaten Ciamis yaitu Kepolisian Resor
Ciamis, Bupati Ciamis, Komando Distrik
Militer Ciamis, Kejaksaan Negeri Ciamis,
Pengadilan Negeri Ciamis, Pengadilan
Agama Ciamis, serta Kantor Pertahanan
Kabupaten Ciamis. Selain melakukan
kerja sama dengan berbagai Instansi dan
Lembaga tersebut, KPP Pratama Ciamis
juga bekerja sama Tax Center Universitas
Galuh berupa pembuatan Tax Center di
kampus tersebut. Tax Center ini diresmikan
oleh Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat

KPP Pratama Ciamis

I pada bulan November 2010. Dadang


berharap, dengan adanya Tax Center ini,
mahasiswa dapat lebih mudah mempelajari
peraturan perpajakan.
Kami juga melakukan penyuluhan yang
dilakukan melalui siaran radio mengenai
masalah-masalah maupun peraturanperaturan perpajakan, lanjut dadang.
KPP Pratama Ciamis juga memiliki
Sistem Administrasi berkas, sehingga
memudahkan para pegawai dalam
menemukan berkas yang ingin dicari.
Guna meningkatkan kualitas pelayanan
di KPP Pratama Ciamis terdapat Free Hot
Spot Area, Berbagai papan pengumuman
dan Informasi Layanan, juga daftar nama
Account Representative di ruang TPT, Kotak
P3K, Kotak Survey Kepuasan dan Kotak
Saran, Poster Anti Korupsi, Perpustakaan
dan Charger Tools, juga dilengkapi dengan
kamera CCTV guna menjamin keamanan.
Kuang
Memuaskan

Memuaskan

Sangat
Memuaskan

Kepuasan terhadap terhadap pelayanan


secara umum (6 indikator)

12,66%

75.95%

11.39%

Pendapat responden tentang pegawai KPP


(4 indikator)

15.62%

76.58%

7.8%

Fasilitas dan sarana

5.96%

81.56%

12.48%

KRITERIA

Paparan Kepala KPP Pratama Ciamis

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

31

KPP Pratama Ciamis

LIPUTAN KHUSUS

Di kota kecil ini ada satu kantor, yang memberikan pelayanan


penuh kepada masyarakat, yang dipercaya oleh masyarakat.
Dadang Karna Permana

Pengembangan SDM demi pelayanan


prima
Sadar akan tuntutan pelayanan prima
kepada para WP, KPP Pratama ciamis
selalu berusaha untuk memberikan yang
terbaik bagi para WP. Beberapa program
dilakukan dalam rangka pengembangan
kualitas SMD. Membentu pegawai yang
professional dengan integritas yang tinggi
dan dengan kerja sama yang baik juga
berpengetahuan yang luas, ujar Dadang.
Program yang dilakukan antara lain adalah
mengadakan in house training mengenai

juga kami lakukan dengan meningkatkan


aktivitas olah raga seperti bulu tangkis,
tenis meja, tenis lapangan, serta kegiatan
outbond dan arung jeram, tambah
Dadang.
Terbukti, dengan berbagai kegiatan
tersebut, hasil survey yang dilakukan
oleh pihak ketiga terhadap para WP
menunjukkan hasil yang positif. Survey
tersebut dilaksanakan pada bulan Juli 2012
menggunakan untuk mengetahui seberapa
baik kualitas pelayanan KPP terhadap wajib
pajak.
Prestasi
Penerimaan pajak di KPP Pratama Ciamis
menunjukkan tren yang selalu meningkat
setiap tahun. Di tahun 2009, Patokan
target sebesar Rp160.558.938.910,00 dapat
terealisasi sebesar Rp179.493.860.131,00.
Di tahun 2010 dan 2011, penerimaan
pajak kantor ini masing-masing
adalah Rp223.171.164.253,00 dan
Rp263.004.036.065,00. Keduanya melebihi
angka target sekitar 5%.

Pelayanan KPP Pratama Ciamis

pelayanan prima untuk meningkatkan


kualitas pelayanan, mengenai nilai-nilai
Kementerian Keuangan, serta mengenai
peraturan-peraturan terbaru di bidang
perpajakan sehingga setiap pegawai dapat
mempunyai pemahaman dan keterampilan
yang sama.
Selain itu, diadakan pula secara rutin
bimbingan mental dan rohani dengan
mengadakan sholat berjamaah, KISMIS
(Kajian Islam setiap Kamis), kursus terjemah
Al-Quran, juga mengadakan acara sosial
keagamaan seperti berbuka puasa bersama
dengan anak-anak yatim piatu dan fakir
miskin di bulan Ramadhan.
Sedangkan peningkatan kesehatan fisik
32

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Selain di penerimaan pajak, kantor ini juga


memiliki beberapa prestasi di berbagai
bidang. Diantaranya pernah meraih juara
II Kantor Pelayanan Pajak Percontohan
tingkat nasional pada tahun 2011, Juara
I Lomba pelayanan Tingkat Kanwil DJP
Jawa Barat di tahun 2010 dan 2011, Juara III
Lomba Pelayanan Tingkat Kanwil DJP Jawa
Barat II Tahun 2009, dan Juara I Juru Sita
Pajak Terbaik Tingkat Kanwil DJP Jawa Barat
I tahun 2012.
Tantangan dan harapan
Dadang mengaku, selama menjadi Kepala
Kantor Pratama Ciamis, ada dua tantangan
yang harus dihadapi. Pertama adalah dari
masyarakat Ciamis. Masih banyak yang
belum paham atau takut dengan apa yang
disebut dengan kata pajak, aku Dadang.
Dia memaklumi hal tersebut karena
masyarakat masih menganggap pajak di
jaman kerajaan adalah sumber penghasilan

Dadang Karna Permana,


Kepala KPP Pratama Ciamis

para raja yang notabene dipungut paksa.


Tantangan baginya adalah menyadarkan
masyarakat bahwa pajak adalah sumber
pembangunan daerah itu sendiri.
Di sini orang berbondong-bondong
membuat NPWP, untuk ke luar negeri,
atau karena pensiun. Tapi mereka lupa
kewajibannya untuk lapor setuap tahun.
Kita masih harus edukasi, tegas Dadang.
Tantangan berikutnya adalah dari segi
SDM yang dimiliki kantor. SDM yang kita
terima kan, given ya. Pengennya SDM
yang kita punya itu, berpendidikan tinggi,
integritas tinggi. Tantangannya adalah
bagaimana cara memajukan mereka secara
professional untuk dirinya sendiri, untuk
kantor ini, serta untuk wilayah yang mereka
tempati di sini, khususnya Ciamis dan
Banjar, lanjutnya.
Kedepan, Dadang berharap semoga KPP
Pratama Ciamis dapat terus memberikan
pelayanan perpajakan kepada masyarakat
Ciamis. Di kota kecil ini ada satu kantor,
yang memberikan pelayanan penuh
kepada masyarakat, yang dipercaya oleh
masyarakat, ujarnya. Sejalan dengan
misi KPP Pratama Ciamis, Merealisasikan
Rencana Penerimaan Pajak Melalui Program
Membangun Kesadaran dan Kepercayaan
Masyarakat.

LIPUTAN KHUSUS

KPPN Pontianak

Pelayanan 3T: Tepat Waktu,


Tetap Senyum, dan Tanpa Biaya
Teks: Iin Kurniati Foto: Bagus Wijaya

Terang cahaya bulan dan bintang, sungguh manis gula Jawa. Kami ucapkan selamat
datang, di bumi khatulistiwa. Petikan pantun itulah yang menyambut kedatangan tim
penilai Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
(KPPN) Pontianak. Kantor vertikal Kementerian Keuangan ini merupakan satu-satunya
kandidat KPPc dari Ditjen Perbendaharaan yang berasal dari provinsi Kalimantan Barat.

alah satu keunikan dari provinsi yang beribukota di Pontianak


ini adalah budaya, khususnya dari keragaman kelompok etnik.
Kelompok yang lebih dikenal dengan istilah suku bangsa ini
merupakan kumpulan manusia yang mengidentifikasikan dirinya
berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Etnis Cina, suku
dayak dan suku melayu yang lebih familiar dengan istilah Cidayu,
hidup berdampingan di Pontianak secara harmonis.
Keragaman tersebut selaras dengan berbagai inovasi yang dimiliki
oleh KPPN Pontianak dalam memberikan pelayanan. Melalui
motto pelayanan yang CAKAP yakni cepat, akrab, akurat dan patuh
peraturan, kantor ini berupaya mewujudkan manajemen keuangan
pemerintah yang efektif dan efisien. Sehingga ke depan diharapkan
kantor ini dapat menjadi pengelola perbendaharaan negara yang
profesional, modern dan akuntabel.
Inovasi pelayanan
Kepala KPPN Pontianak, Ade Rohman mengungkapkan bahwa kantor
ini memiliki tiga bentuk pembaruan dalam hal pelayanan kepada

pemangku kepentingan. KPPN Pontianak memiliki tiga kategori


inovasi yakni pelayanan excellent kepada stakeholders, sinergi dengan
mitra kerja dan penyempurnaan input pengarsipan, tutur Ade.
Pelayanan excellent kepada stakeholders yang dilakukan KPPN
Pontianak melalui beberapa bentuk. Diantaranya yaitu layanan
informasi mandiri untuk satuan kerja (satker), rekonsiliasi by email,
bimbingan teknis cluster, menyediakan loket khusus untuk satker
berprestasi dan satker yang akan melakukan perbaikan Surat Perintah
Membayar (SPM), serta sistem loker untuk pengambilan lembar kedua
Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Pertama, layanan informasi mandiri bagi satker digunakan dengan
memanfaatkan database KPPN berbasis aplikasi web service. Sehingga
satker dengan mudah dapat mengetahui status penyelesaian SPM,
dan menyesuaikan data transaksi SPM/SP2D sesuai dengan data yang
dimiliki KPPN sebelum rekonsiliasi berlangsung. KPPN Pontianak juga
memberikan layanan double display, web 2 sms community dan sms
gateway guna mempercepat penyampaian data perencanaan kas,
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

33

KPPN Pontianak

LIPUTAN KHUSUS

konsultasi, saran, pengumuman informasi


maupun masukan dari satker.
Kedua, selain aplikasi situs www.
kppnpontianak.net, KPPN Pontianak
juga melakukan rekonsiliasi melalui surat
elektronik atau via e-mail. Tujuannya,
memudahkan satker dalam proses
perbaikan-perbaikan atau perubahan
dokumen. Rekonsiliasi ini utamanya bagi
satker yang bersar dari luar kota ataupun bagi
satker yang masih berada dalam satu kota,
namun mempunyai kendala keterbatasan
waktu dan jumlah Sumber Daya Manusia
(SDM).
Ketiga, bimbingan teknis cluster yang
didasarkan pada kebutuhan satker pada
suatu masalah baik terkait regulasi maupun
aplikasi. Bimbingan aplikasi meliputi SPM,
Sistem Akuntansi Instansi (SAI), Sistem
Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran
(SAKPA) dan Sistem Akuntansi Barang
Milik Negara (SIMAK-BMN), Gaji Pokok
Pegawai (GPP) dan Rencana Kerja Anggaran
Kementerian/Lembaga (RKA K/L) - Daftar
Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) /Aplikasi
Forecasting Satker (AFS).
Keempat, loket khusus yang ditujukan
untuk pengajuan SPM perbaikan maupun
layanan khusus terhadap satker berprestasi.
Adapun indikator satker berprestasi
ditentukan oleh tiga hal, yaitu ketaatan dan
ketepatan rencana penarikan dana melalui
aplikasi forecasting satker, kerlengkapan dan
kebenaran berkas pengajuan SPM serta
ketaatan penyampaian laporan rekonsiliasi
Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran
(SAKPA) dan Laporan Pertanggungjawaban
(LPJ) Bendahara.
Kelima, sistem loker lembar kedua SP2D,
ditujukan untuk mengurangi kontak
langsung antara petugas KPPN dengan
petugas satker serta mengurangi jumlah
antrian. Selain loker SP2D, disediakan pula
loker helm untuk memberikan kenyamanan
kepada satker dan mencegah terjadinya
tindak pencurian helm. KPPN Pontianak
juga menyediakan loker untuk pengisian
koin kepuasan yang ditujukan untuk bahan
evaluasi atas pelayanan yang diberikan KPPN
terhadap satker.

34

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Inovasi layanan berikutnya yakni sinergi


dengan mitra kerja. Dilakukan melalui
penggunaan aplikasi Faktur Kiriman Uang
(FKU) yang berguna untuk mempercepat
proses kerja dan menjamin keakuratan data.
Selain aplikasi, sinergi tersebut dilakukan
melalui sosialisasi regulasi dan informasi,
rapat koordinasi, monitoring, bimbingan
teknis, hingga upaya meminimalisir retur
SP2D. Adapun mitra kerja KPPN Pontianak
seperti KPPN Non Kantor Bank Indonesia,
Pemerintah Daerah, Bank Operasional I dan
Bank Persepsi.
Dalam pengembangan organisasi,
inovasi yang dilakukan KPPN Pontianak
yaitu penataan sistem kearsipan melalui
penyempurnaan pengelolaan data kearsipan.
Di antaranya dengan melakukan penyusunan
dokumen sesuai bagian anggarannya.
Kemudian, setelah penyimpanan arsip
hardcopy dicatat lalu dilakukan proses
digitalisasi dokumen dalam bentuk softcopy
pada aplikasi searching arsip.
Capaian
Ade menjelaskan bahwa kantor yang
memiliki wilayah kerja di kabupaten
Pontianak, kabupaten Kubu Raya, kota
Pontianak dan pemerintah provinsi
Kalimantan Barat telah menorehkan sejumlah
prestasi. Beberapa penghargaan yang
berhasil diraih yaitu peringkat keempat
penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat Tingkat Kuasa BUN Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara Tahun 2010 dan
pemenang harapan pertama penilaian
kinerja pelayanan publik Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara di Lingkungan
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Tahun
2011. Tahun 2012 ini, selain menjadi satu dari
tiga kandidat KPPc di Ditjen Perbendaharaan,
salah satu pegawai di KPPN Pontianak
berhasil meraih juara harapan pertama
lomba IT tingkat Ditjen Perbendaharaan.
Terkait realisasi anggaran, sampai dengan 31
Agustus 2012, tercatat dari 303 satker dengan
307 DIPA, total pagu DIPA sebesar Rp4,753
miliar telah terealisasi sebesar 46 persen atau
Rp2,182 miliar. Sedangkan pada tahun 2011,
dari 307 satker dengan 318 DIPA, total DIPA
sebesar Rp4,239 miliar terealisasi sebesar
94,92 persen atau Rp4,023 miliar. Realisasi
penyerapan anggaran (2011) ini saya kira

Penilaian lapangan KPPN Pontianak

suatu prestasi yang cukup tinggi, dan ini


melampaui target dari program KPPN. Insya
Allah di tahun 2012 kita akan berupaya secara
terus-menerus, berkoordinasi dan bersinergi
dengan satker untuk akselerasi dalam rangka
Penyerapan Anggaran, jelas Ade.
Tantangan
Ketika ditanya tantangan, Ade
mengungkapkan beberapa hal yang menjadi
tantangan bagi KPPN Pontianak. Pertama,
masalah kemampuan SDM di satker, ini tidak
merata, mungkin di salah satu satuan kerja
ada SDM-nya yang tersedia cukup banyak
dan mampu, ungkap Ade. Dalam hal ini
KPPN melakukan bimbingan teknis, sosialisasi
maupun monitoring langsung ke satker
untuk membantu satker dalam member
informasi mengenai regulasi maupun aplikasi
yang terkait dengan proses pencairan dana
ke KPPN.
Kedua, terjadinya retur SP2D yang

LIPUTAN KHUSUS

KPPN Pontianak

berupaya koordinasi atau konsultasi dengan


pusat, apabila ada kendala selalu cepat
meminta penjelasan atau meminta bantuan,
tegas Ade.
Analisis kepuasan stakeholders
Terakhir, Ade memaparkan hasil analisis
tingkat kepuasan stakeholders dalam hal
ini satker terhadap pelayanan di KPPN
Pontianak. Seorang dosen dari Fakultas
Hukum Universitas Tanjung Pura mulanya
mengadakan survey terkait layanan dan
inisiatif anti korupsi. Melalui metode derived
dissatisfaction dengan membuat kuesioner,
diajukan pertanyaan kepada satker mengenai
besarnya harapan satker terhadap atribut
tertentu dan besarnya hasil yang mereka
rasakan. Sehingga dapat diketahui gap antara
harapan dan kinerja yang telah dirasakan
oleh responden.

Realisasi Penyerapan Anggaran tahun 2012


Pagu

Realisasi
(31 Agustus 2012)

Total Dana DIPA

Rp 4.753.625.053.000

Rp 2.182.778.309.235

46 %

Belanja Pegawai

Rp 1.097.986.120.000

Rp 692.684.665.553

63%

Belanja Barang

Rp 1.361.423.286.000

Rp 567.907.928.646

42%

Belanja Modal

Rp .816.883.342.000

Rp 607.584.054.212

33%

Belanja Pembayaran
Utang
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Lain-Lain

Rp 12.187.509
Rp 477.177.178.000
Rp 155.127.000

mengakibatkan rendahnya penyerapan


anggaran, terutama penyaluran kepada
kelompok masyarakat. Terkait hal tersebut,
KPPN melakukan sejumlah upaya untuk
mengatasinya, seperti melakukan
Koordinasi dengan Bank Operasional dan
Bank Mitra kerja Satker agar retur SP2D
dapat diminimalisir; melakukan sosialiasi
kepada Satker terkait Perdirjen Nomor 74/

Rp 314.589.473.315
0

66%
0

PB/2011 tentang Tata Cara Penyelesaian


Penatausahaan Pengembalian (Retur) SP2D;
dan melalui penggunaan aplikasi retur SP2D
dalam mempercepat proses penyelesaian
retur.
Sementara itu, dari sisi internal, Ade
menegaskan bahwa tidak ada kendala yang
berarti bagi KPPN terkait tugas. Kita terus

Dengan menggunakan sampel responden


sebanyak 100 orang bendahara pengeluaran
dari jumlah populasi sebanyak 298 dan
menggunakan metode di atas dihasilkan
sejumlah kesimpulan. Dari 23 indikator
pelayanan yang diteliti seluruhnya
menggambarkan persepsi responden
yang merasa puas dengan kinerja KPPN
Pontianak selama ini. Sebanyak 3 indikator
pelayanan menunjukkan angka nol hal ini
berarti bahwa kinerja Staf KPPN telah sesuai
dengan apa yang responden harapkan.
Selanjutnya sebanyak 20 indikator pelayanan
menunjukkan gap positif yang berarti bahwa
kinerja KPPN Pontianak sudah melampaui
dari harapan responden.
Nilai gap terbesar terjadi pada indikator
pelayanan yaitu staf KPPN tidak menerima
imbalan dalam bentuk apapun dari
konsumen. Indikator tersebut, bagi Ade
merupakan salah satu bentuk konkrit dari
janji layanan KPPN Pontianak dalam 3T (Tepat
Waktu, Tetap Senyum, dan Tanpa Biaya).
Tepat waktu artinya bahwa semua pekerjaan
harus selesai tidak boleh melampaui normal
waktu yang telah ditentukan. Tetap Senyum,
artinya KPPN Pontianak bekerja dengan
Ikhlas, dengan tulus dan ramah. Kemudian
Tanpa Biaya, artinya semua proses yang
dilayani KPPN itu tidak ada berupa biaya baik
secara resmi maupun berupa gratifikasi atau
ucapan terima kasih, pungkas Ade.
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

35

KPKNL Surabaya

LIPUTAN KHUSUS

Paparan Kepala KPKNL Surabaya

Kombinasi Keunggulan SDM


dan Program Kerja

Teks: Dwinanda Ardhi Foto: Dwinanda Ardhi, Dok. KPKNL Surabaya

Kantor Pelayanan Kekayaan


Negara dan Lelang (KPKNL)
Surabaya menjadi kantor
vertikal DJKN terakhir yang
dikunjungi oleh Tim Penilai.
Yang unik, Tim Penilai
disambut oleh pertunjukkan
tari tradisional dan dikalungi
bunga sebagai ucapan
selamat datang pada Jumat
(21/9) lalu.Persiapan sudah
kita lakukan sejak awal. Mulai
saat ditunjuk (sebagai) Kantor
Pelayanan Percontohan tingkat
DJKN, kata Khosim, Kepala
KPKNL Surabaya.

36

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

i Gedung Keuangan Negara (GKN) I Surabaya yang beralamat di Jalan Indrapura Nomor
5, KPKNL Surabaya menduduki lantai 5 dan 6. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan
(PMK) Nomor 102/PMK.01/2008, wilayah kerja KPKNL ini meliputi 2 kota/kabupaten, yaitu
Kotamadya Surabaya dan Kabupaten Gresik. Dalam pelaksanaannya, wilayah kerja KPKNL
Surabaya hingga saat ini juga meliputi wilayah KPKNL Bojonegoro yang belum terbentuk.
Dengan demikian, wilayah kerja KPKNL Surabaya bertambah 4 kabupaten, yaitu Kabupaten
Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Nganjuk.
Struktur dan penataan organisasi pada KPKNL Surabaya terdiri atas Kepala Kantor, Subbagian
Umum, Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara, Seksi Pelayanan Penilaian, Seksi Piutang Negara,
Seksi Pelayanan Lelang, Seksi Hukum dan Informasi, dan Kelompok Jabatan Fungsional.
Masing-masing seksi dan dan subbag umum dipimpin oleh Kepala Seksi dan Kasubbag
umum, dan dalam pelaksanaan teknisnya, kepala kantor dibantu oleh Kelompok Jabatan
Fungsional, yaitu Pejabat Lelang, Juru Sita, dan Penilai Internal. Secara keseluruhan, jumlah
pegawai di KPKNL Surabaya sebanyak 35 orang, yaitu terdiri atas kepala kantor, 6 kepala seksi,
dan 28 pegawai.
Visi, Misi, dan Motto
Untuk mendukung jalannya roda organisasi, KPKNL Surabaya memiliki visi yang sama
dengan kantor pusat DJKN, yaitu Menjadi Pengelola Kekayaan Negara, Piutang Negara
dan Lelang yang profesional dan bertanggung jawab demi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat. Visi itu dilengkapi dengan 5 misi, yakni mewujudkan optimalisasi penerimaan,
efisiensi pengeluaran dan efektifitas pengelolaan kekayaan negara; mengamankan kekayaan
negara secara fisik, administrasi dan hukum; mewujudkan nilai kekayaan negara yang wajar

LIPUTAN KHUSUS

dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam


berbagai keperluan penilaian; melaksanakan
pengurusan piutang negara yang efisien,
efektif, transparan, dan akuntabel; serta
mewujudkan lelang yang efektif, efisien,
transparan, akuntabel, adil dan kompetitif
sebagai instrumen jual mengakomodasi
kepentingan masyarakat.
Dengan semangat Nilai-Nilai Kementerian
Keuangan sebagai pondasi utama dalam
menjalankan organisasi KPKNL, pegawai dan
jajaran pimpinan KPKNL Surabaya senantiasa
berupaya menjalankan tugas dan fungsi
dengan baik. Bahkan tak cukup dengan visi
dan misi, KPKNL Surabaya juga memiliki
motto khusus, yaitu Kami Melayani, Bukan
Dilayani.
Keunggulan kualitas pelayanan
Khosim memaparkan bahwa keunggulan

KPKNL Surabaya dapat dilihat dari kualitas


pelayanan, manajemen Sumber Daya
Manusia (SDM), dan output layanan kinerja.
Kualitas pelayanan yang mudah, murah
biaya jasa pelayanan yang ditentukan
sebagimana yang ditetapkan dalam
peraturan, serta cepat dan pasti menjadi
ciri khas kantor ini. KPKNL Surabaya juga
senantiasa menyajikan kualitas pelayanan
yang berdasarkan SOP Layanan Unggulan
yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat,
baik syarat pengajuan permohonan, waktu
penyelesaian dan biaya yang dikenakan
sesuai peraturan. Di samping itu, KPKNL ini
juga menyediakan ruang konsultasi untuk
semua jenis pelayanan dan pelayanan
jemput bola khusus untuk pelaksanaan
rekonsiliasi laporan BMN. Khosim

mengungkapkan bahwa untuk menerapkan


nilai integritas, dia melarang kepala seksi
dan jajaran pegawai untuk bertemu
langsung dengan para stakeholders di ruang
kerja.Kalau mau bertemu di front office atau
di ruang konsultasi, ungkapnya. Terkait hal
ini, Khosim tidak segan memberikan teguran
kepada bawahannya yang melanggar.Saya
berikan kartu kuning, lanjut Khosim.
Keunggulan manajemen SDM
Sementara dilihat dari manajemen SDM,
keunggulan KPKNL terlihat dari sebaran
tingkat pendidikan pegawai yang baik. Dari
35 orang personil, 5 orang berpendidikan
S2, 22 orang berpendidikan S1, 4 orang
berpendidikan D3, 2 orang berpendidikan
D1, dan dan 2 orang berpendidikan SLTA.Hal
ini menunjukkan bahwa potensi dan kualitas
yang dimiliki SDM KPKNL Surabaya sangat
bagus, tandas Khosim. Selain itu, KPKNL
Surabaya juga ditunjang oleh pegawaipegawai yang masih berusia muda, baik
pejabat struktural maupun pelaksana.
Menyadari potensi besar para personil di
kantornya, Khosim membuka kesempatan
yang luas bagi mereka untuk maju. Dia
memberikan keleluasaan para pegawai
untuk melanjutkan pendidikan di dalam
dan luar negeri dan mengikutsertakan
pegawai dalam program diklat, workshop,
dan seminar yang diselenggarakan baik
oleh kantor pusat maupun daerah. Setelah
mereka mendapat pelatihan, kegiatan
transfer knowledge digelar di kantor. Tidak
berhenti sampai di situ, sebagai Kepala
Kantor, Khosim juga selalu melakukan
bimbingan dan pengarahan kepada
para pegawai. Untuk meningkatkan
kebersamaan, olahraga bersama juga sering
dilakukan.
Keunggulan output layanan kinerja
Keunggulan output layanan kinerja KPKNL
Surabaya terdapat di semua bidang. Di
bidang Pengelolaan Kekayaan Negara,
KPKNL Surabaya melakukan penatausahaan
Barang Milik Negara (BMN) melalui
pemanfaatan IT untuk jalur konsultasi dan
pengiriman data rekonsiliasi melalui email
(pkn.kpknl.sby@gmail.com) dan telepon.
Di samping itu, mereka juga membuat
workshop persiapan rekonsiliasi (pra rekon)
khusus satker-satker yang dikenal banyak

KPKNL Surabaya

memiliki kendala. Sementara di bidang


pengelolaan BMN, pemanfaatan IT untuk
jalur komunikasi dan konsultasi dilakukan
melalui akun facebook (bmn_kpknlsby@
facebook.com), email (pkn.kpknl.sby@gmail.
com), dan telepon.
Di bidang Lelang, KPKNL Surabaya
melakukan pengetatan pengembalian
uang jaminan untuk mengurangi jumlah
penyetor jaminan yang tidak hadir, tapi
hanya sekedar untuk dianggap sebagai
peserta dan mendapat uang mundur dari
peserta lain. Ini dilakukan dengan sistem
lock terhadap rekening penampungan
lelang.KPKNL Surabaya adalah kantor
pertama di Indonesia yang memelopori
penerapkan sistem ini, kata Khosim. Selain
itu, juga dibuat black list terhadap peserta
yang menyetor uang jaminan namun tidak
serius menawar dan penggunaan Security
Paper untuk Kutipan Risalah Lelang. KPKNL
Surabaya menjadi kantor pertama yang
menggunakan cara ini di lingkungan Kanwil
X DJKN Surabaya.
Keunggulan di bidang lelang tidak berhenti
di situ saja. KPKNL Surabaya menjadi
contoh kantor yang sukses melakukan
sistem lelang Tromol Pos. Sejumlah
inovasi dilakukan agar program ini dapat
berhasil. Untuk menghindari interaksi dan
intimidasi antar sesama peserta lelang
serta mengoptimalkan harga lelang, Kotak
Tromol Pos diberi gembok dan disegel yang
kuncinya dipegang oleh KPKNL dan Penjual
tanpa melibatkan petugas Pos.Ini untuk
meminimalisir kebocoran data penawar,
ungkap Khosim. Selain itu, proses melihat
barang lelang dilakukan selama 2 hari agar
tidak ada penumpukan calon peserta dan
meminimalisir interaksi diantara mereka.
Proses aanwijzing, yaitu mendengarkan
penjelasan dari penjual juga tidak harus
diikuti oleh peserta. Inovasi selanjutnya
adalah pengiriman formulir penawaran
hanya perlu mencantumkan nomor Lot
tanpa mencantumkan pengirim. Sementara
untuk menghindari upaya pendataan
peserta lain oleh sekelompok orang,
pengambilan formulir penawaran dapat
melalui KPKNL, penjual, atau mengunduh
dari internet.

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

37

KPKNL Surabaya

LIPUTAN KHUSUS

Pembuatan aplikasi penatausahaan surat


masuk dan surat keluar serta penerbitan
Surat Tugas dan Surat Perjalanan Dinas
dilakukan di bidang umum. Selanjutnya
di bidang Hukum dan Informasi, KPKNL
Surabaya memberikan layanan kinerja
berupa pemberian bantuan hukum
penanganan perkara yang berhasil
membuat Non Executable 2 Putusan
Pengadilan Tata Usaha Negara dan 1

Di bidang Penilaian, KPKNL Surabaya


membuat aplikasi untuk mempermudah
dan mempercepat pembuatan Berita Acara
Inventarisasi dan Penilaian (BAIP) sebagai
output dan tindak lanjut dari pelaksanaan
inventarisasi penilaian atas BMN. Program
lainnya adalah pembuatan aplikasi
penilaian kendaraan untuk mempermudah
dan mempercepat perhitungan serta
pembuatan laporan penilaian kendaraan.

Realisasi program kerja


Data Capaian Kinerja s. d. Agustus Tahun 2012
Perhitungan Nilai Kinerja Organisasi (NKO) Kemenkeu Three KPKNL Surabaya
IKU
Stakeholder Perspective
(30%)

Realisasi
s.d. Agustus
2012

Target 2012

Indeks tanpa
batas

Indeks batas
max. 120%
35,24%

Nilai kekayaan negara


yang diutilisasi

20.000.000.000

34.342.873.967

171,71%

120,00%

Jumlah biaya
administrasi
pengurusan piutang
negara

1.806.801.664

4.576.966.957

253,32%

120,00%

Jumlah bea lelang

3.127.266.133

3.514.798.072

112,39%

112,39%

Customer Perspective
(30%)

25,06%

Jumlah piutang
negara yang dapat
diselesaikan dalam
satuan rupiah

31.159.480.224

51.574.502.476

165,52%

120,00%

Jumlah BKPN
yang dapat
diselesaikan(lunas,
ditarik, PSBDT,
dikembalikan)

1.100

302

27,45%

27,45%

210.478.568.220

175.014.991.200

83,15%

83,15%

Jumlah frekuensi
lelang

898

916

102%

102%

Indeks kepuasan
pengguna layanan

4,04

tahunan

Jumlah pokok lelang

No.

Beban Kerja

Jumlah Satker di Wilayah Kerja KPKNL Surabaya

Nilai total Aset BMN seluruh satker

Jumlah Penyerah Piutang

Outstanding BKPN yang harus diselesaikan


(per 31 Agustus 2012)

Nilai BKPN (per 31 Agustus 2012)

Jumlah Penanganan Perkara (Perdata dan TUN)

Keterangan
498 Satker
Rp 134.737.372.237.125,00
54 Penyerah Piutang
5.704 BKPN
Rp. 1.259.240.613.907
228 Perkara

Dapat ditarik kesimpulan bahwa s.d. Agustus 2012 Nilai Kinerja Unit KPKNL
Surabaya sudah diatas 100 persen, hasil ini menunjukkan prestasi yang sangat
bagus dikarenakan hasil realisasi kinerja baru sampai pada bulan Agustus 2012.

38

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Putusan Pengadilan Negeri yang telah


Inkracht, dimana pihak KPKNL Surabaya
kalah.
Masih di bidang hukum dan informasi,
KPKNL Surabaya berhasil melakukan
pendampingan kasus aset Bank Dalam
Likuidasi yang diklaim dan dikuasai/dirusak
buruh dengan melakukan laporan pidana
ke Kepolisian. Aset tersebut pada akhirnya
berhasil dilelang dan laku melebihi nilai limit
awal.KPKNL Surabaya mungkin satu-satunya
KPKNL yang pernah menjadi pelapor,
bukan hanya terlapor, dalam kasus pidana,
ungkap Khosim. Di samping itu, mereka
juga membuat aplikasi pencarian Berkas
Kasus Piutang Negara untuk mempermudah
dan mempercepat pencarian di tempat
penyimpanan.
Harapan
Khosim menegaskan bahwa keberhasilan
KPKNL Surabaya menjadi salah satu dari 12
Kantor Pelayanan Percontohan merupakan
keberhasilan yang diawali oleh prestasi
dan inisiatif seluruh jajaran pimpinan dan
pegawai.Ini dibangun oleh semua yang
mempunyai itikad mengedepankan kualitas
pelayanan yang baik dengan memajukan
visi dan misi KPKNL untuk kepentingan
publik, kata dia. Terpilihnya KPKNL Surabaya
menurut Khosim merupakan penghargaan
yang luar biasa karena pada dasarnya
segala kerja yang diupayakan semata-mata
dilakukan sebagai bentuk pengabdian
kepada negara.
Khosim berharap ke depan seluruh
pegawai KPKNL Surabaya tetap dapat selalu
melaksanakan tugas dan fungsi dengan
mengedepankan Nilai-Nilai Kementerian
Keuangan. Jajaran pegawai KPKNL Surabaya
diharapkan mampu meningkatkan kualias
pelayanan kepada stakeholders atau minimal
dapat mempertahankan semangat kualitas
pelayanan yang baik.Semoga pengguna
jasa KPKNL Surabaya dapat merasakan
kenyamanan dan kepuasan atas pelayanan
kami, ungkap Khosim. Di samping itu, dia
juga berharap KPKNL Surabaya dapat benarbenar menjadi Kantor Teladan yang menjadi
contoh bagi kantor pelayanan lainnya
karena kualitas pelayanan, manajemen SDM,
dan capaian kinerjanya.

LIPUTAN KHUSUS

Dijamin Transparan
dan Tanpa Pungutan

KPPN Sidoarjo

Teks: Irma Kesuma Dewi Foto: Eva Lisbeth

Bak mentari dipagi hari. Pancarkan sinar


keseluruh jagat, dahsyat! Menyinari seluruh
lapisan bumi tiada henti. Menerangi segenap
makhluk, serentak kodrat. Membagikan
energi tersebar rata keseluruh persada.
Semangat pagi!
Bangkitkan kehidupan seluruh jagat.
Tebarkan senyum kehidupan penuh
harapan. Kobarkan semangat pada seluruh
umat. Tumbuhkan gairah tuk raih prestasi.
Menjemput rizki anugrah Ilahi Robbi.

emikianlah penggalan puisi berjudul


Semangat Pagi yang ditulis sendiri
oleh Sirodjul Munir, Kepala Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo.
Bait-bait semangat tersebut diserukan
oleh pegawai KPPN Sidoarjo setiap pagi
sebelum melaksanakan tugas. Para
pegawai juga melakukan doa bersama
yang dipimpin secara bergantian. Tak
ketinggalan pengucapan komitmen,
kebulatan tekad, dan nilai-nilai Kementerian
Keuangan. Menurut Sirodjul Munir, ritual
ini sengaja diterapkan untuk membina rasa
kebersamaan dan kekompakan pegawai.
Upaya pembinaan Sumber Daya Manusia
memang menjadi salah satu prioritas
utama bagi Sirodjul Munir. Baginya, SDM
yang memiliki karakter positif tentu akan
menghasilkan kinerja yang baik sesuai
bidang tugasnya masing-masing. Sebagai
tambahan upaya afirmasi positif, para
pegawai KPPN Sidoarjo juga diberikan
kesempatan untuk mendapatkan pendidikan
jasmani dan pembinaan kesejahteraan sosial.
Selain mengadakan senam pagi setiap Jumat
pagi dan olahraga lain, KKPN Sidoarjo juga
memfasilitasi pegawainya dengan poliklinik,
koperasi Delta Sejahtera dan Kafe KPPN
yang juga terbuka untuk tamu.
KPPN Sidoarjo patut berbangga karena saat

Pelayanan KPPN Sidoarjo

ini terpilih menjadi salah satu kandidat Kantor


Pelayanan Percontohan (KPPc) terbaik tahun
2012 di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pada awalnya, di tahun 2002 terdapat lebih
dari 50 Satuan Kerja (Satker) di Kabupaten
Sidoarjo yang harus mengurus pencairan
dananya ke Surabaya. Setelah melewati
evaluasi volume kerja KPPN Surabaya I dan
Surabaya II yang bebannya terus bertambah,
maka dibentuklah KPPN Sidoarjo yang mulai
beroperasi pada 1 Oktober 2002. Selain
untuk mendekatkan pelayanan kepada para
pemangku kepentingan, juga sejalan dengan
semangat otonomi daerah. Saat ini, kantor
yang didukung oleh 39 orang pegawai
ini melayani 79 Satker di seluruh wilayah
Sidoarjo yang terdiri atas 18 Kecamatan, 325
Desa dan 28 Kelurahan.
Dengan mengusung motto Kami Ada
Karena Anda. Siap Memberikan Layanan
Prima. Demi Kemajuan Bangsa dan
Negara, kantor yang beralamat di Jl. Wolter
Monginsidi 89A Sidoarjo ini memberikan
janji layanan SIMPATIK yang merupakan
singkatan dari Sederhana, Integritas,
Menyenangkan, Profesional, Akuntabel,
Tanpa biaya, Ibadah dan Kesempurnaan. Ini
bukan sekedar janji dalam pigura cantik dan
digantung sebagai hiasan tembok, namun
juga simbol kebanggaan pegawai. Hal ini tak
sia-sia, terbukti ketika seleksi KPPc dilakukan,

Sirodjul Munir,
Kepala KPPN Sidoarjo

beragam kesan positif disampaikan oleh para


pengguna jasa KPPN Sidoarjo.
Setiap awal tahun anggaran, KKPN Sidoarjo
membuat Komitmen Bersama Peningkatan
Kinerja (KBPK) secara tertulis pada dengan
semua Satker mitra kerja. KBPK berisi pada
tiga hal yaitu: i) Penyampaian Perkiraan
Penarikan Dana tepat waktu dan akurat;
ii) Penyampaian Laporan Keuangan
Kementerian/Lembaga (LKKL) dan
rekonsiliasi tepat waktu dan akurat; dan iii)
Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

39

KPPN Sidoarjo

LIPUTAN KHUSUS

Gedung KPPN Sidoarjo

(LPJ) bendahara tepat waktu dan akurat.


KBPK ini merupakan bentuk komitmen
dengan seluruh mitra kerja untuk senantiasa
meningkatkan kinerja penggelolaan dana
APBN secara proporsional sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Kepada lima besar
Satker yang kinerjanya baik, diberikan
reward berupa tanda penghargaan/pin/
piagam/plakat dan privilege service atau
hak istimewa untuk didahulukan dalam
pelayanan.
Untuk menjalin kerjasama yang sinergis,
KPPN Sidoarjo secara berkala menghidupkan
Forum Kerjasama Kemitraan (FKK) dimana
komunikasi dilakukan secara langsung
bertatap muka dengan format Rapat
Koordinasi Tri Partiet Triwulanan antara KPPN,
Satker dan Bank terkait selaku mitra kerja.
Paradigma dari forum ini adalah Komunikasi,
Koordinasi dan Rekonsiliasi (KKR).
Tak hanya sampai disitu, tali persahabatan
pun semakin erat dengan diadakannya
pertandingan olah raga persahabatan di
luar jam kerja dengan Satker mitra kerja.
Kami menyebutnya SORAK SORAI atau
Silahturahmi OlahRaga Antar Kantor
sehingga Setiap Orang Riang gembira
Antusias dan Intim, jelas Sirodjul Munir
bangga.
Setiap upaya perubahan dan perbaikan
selalu saja ada kerikilnya. Begitu pula dengan
KPPN Sidoarjo yang kerap menghadapi
banyak kendala. Mulai dari keterbatasan
dana, keterampilan kerja pegawai yang
40

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Terima kasih atas kerja sama Anda dalam mendukung


pelaksanaan reformasi birokrasi dengan tidak memberikan
imbalan apapun atas pelayanan yang kami berikan.
Sirodjul Munir

belum merata, perangkat kerja yang masih


produk lama, SOP yang belum diperbaharui,
hingga lambatnya penerimaan program
aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan
tugas. Namun semua keterbatasan itu
tidak mempengaruhi semangat ataupun
menghalangi pelayanan mereka.
Sudah menjadi salah satu misi KPPN Sidoarjo
untuk memberikan pelayanan pencairan
dana APBN secara tertib, transparan, cepat,
tepat, serta tanpa pungutan biaya. Terlebih
lagi tuntutan masyarakat akan aparatur
pemerintah yang bebas Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme (KKN) semakin tinggi.
Diceritakan oleh Sirodjul Munir, begitu
seriusnya misi tersebut dijalankan hingga
bahkan pada setiap surat resmi yang
dikeluarkan oleh kantor yang dipimpinnya
tersebut, sengaja dicantumkan kalimat yang
berbunyi Terima kasih atas kerja sama Anda
dalam mendukung pelaksanaan reformasi
birokrasi dengan tidak memberikan imbalan
apapun atas pelayanan yang kami berikan.
Ditambahkan Sirodjul Munir, setiap pihak
yang dilayani dapat memberikan umpan
balik. Fungsi monitoring dan evaluasi atas
kinerja petugas Front Office (FO) dibuka

seluas-luasnya. KPPN Sidoarjo secara khusus


menyediakan kartu untuk para tamu yang
dilayani berupa kartu PUAS dan kartu
TIDAK PUAS sehingga setiap tamu dapat
segera memberikan penilaian kepada
petugas FO KPPN Sidoarjo yang melayaninya.
Kartu yang telah dipilih dapat dimasukkan
ke kotak yang telah disediakan. Setiap hari di
akhir jam kerja kartu-kartu tersebut diambil,
dihitung dan dicatat dalam Buku Monev
Pelayanan. Kemudian sebulan sekali datanya
diakumulasikan dan ditabulasikan untuk
mengukur tingkat kepuasan tamu dari Satker
(customer) sebagai bahan evaluasi untuk
perbaikan ke depan.
Agar tamu yang datang merasa semakin
nyaman, KPPN Sidoarjo sudah mengubah
ruang Front Office sesuai pola KPPN
Percontohan. Ruangan FO yang diperluas
dengan tata ruang kondusif dan representatif
untuk memberikan pelayanan prima
dengan pola one stop service. Meja layanan
telah dibuat sedemikian rupa sehingga
interaksi dalam pemberian layanan dapat
dilakukan dengan baik. Kursi tunggu tamu
telah tersedia dengan jumlah yang cukup
memadai. Tak lupa pula disediakan mesin
nomor antrian bagi tamu yang memerlukan

LIPUTAN KHUSUS

Target dan Capaian IKU KPPN Sidoarjo Semester I 2012


No

Uraian IKU

Target 2012

Realisasi
SMT I 2012

Persfektif
dan Bobot
30%
Stekeholders
Perspective

KPPN. 165-1.1 Persentase penyaluran


dana oleh BO I secara tepat waktu

95%

95%

KPPN 165-1.2 Persentase penyerapan


belanja negara dalam DIPA Satker

90%

42%

KPPN 165-1.3 Persentase ketepatan pola


penarikan dana dalam DIPA Satker

80%

64%

KPPN 165-2.1 Nilai kualitas LKPP Kuasa


BUN KPPN

90%

90%

100%

KPPN .165-3.1 Indeks Kepuasan Satker


terhadap layanan

20%
Customer
Perspective

KPPN 165-4.1 Persentase jumlah SP2D


yang diterbitkan tepat waktu

100%

99,24%

KPPN 165-5.1 Persentase tingkat akurasi


dan ketepatan waktu Laporan Kas Posisi

90%

90%

KPPN 165-5.2 Persentase penyelesaian


data unmatch MPN

95%

95%

KPPN.165-5.3 Persentase ketepatan waktu


dan akurasi permintaan kebutuhan dana

90%

90%

10

KPPN.165-6.1 Tingkat pemahaman


stakeholders terhadap tugas bidang
perbendaharaan

75

90%

11

KPPN.165-6.2 Persentase jumlah program


manajemen perubahan dan komunikasi
dalam rangka integrasi dan modernisasi
sistem perbendaharaan melalui SPAN
yang dilaksanakan

80%

80%

12

KPPN.165-7.1 Persentase Satker yang


penarikan dananya akurat (AFS)

50%

42,50%

13

KPPN.165-7.2 Persentase rekomendasi


hasil pembinaan kanwil DJPB yang
ditindaklanjuti

100%

100%

14

KPPN.165-7.3 Persentase LHP penerimaan


bank/pos persepsi yang diserahkan tepat
waktu

95%

95%

15

KPPN.165-7.4 Persentase jumlah satker


yang melakukan rekonsiliasi realisasi
APBN tingkat KPPN secara tepat waktu

100%

100%

16

KPPN.165-7.5 Persentase Rekomendasi


Itjen dan BPK yang ditindaklanjuti

100%

*)

17

KPPN.165-8.1 Persentase jumlah pegawai


yang mengikuti diklat

90%

90%

25% Learning
and growth

18

KPPN.165-9.1 Persentase tingkat


pelaksanaan SOP

90%

100%

19

KPPN.165-9.2 Tingkat ketepatan waktu


penyelesaian cascading hingga level
Kemenkeu-Five lingkup KPPN

3 (tepat
waktu)

3 (tepat
waktu)

20

KPPN.165-10.1 Persentase jumlah sarana


dan prasarana yang terpenuhi sesuai
kebutuhan

90%

90%

21

KPPN.165-11.1 Persentase Penyerapan


DIPA KPPN (Non belanja pegawai)

95%

44,06%

KPPN Sidoarjo

pelayanan sehingga tamu dapat menunggu


dengan nyaman.
Sisi lain yang sangat disadari oleh segenap
jajaran KPPN Sidoarjo adalah tidak ada orang
yang suka menunggu lama. Akselerasi
pelayanan menjadi salah satu kunci
kepuasan customer. Oleh sebab itu, KPPN
Sidoarjo merancang dan menerapkan
mekanisme percepatan penyelesaian SPMSP2D dengan waktu penyelesaian cepat
antara 5-45 menit dengan prosedur sebagai
berikut :
Penerimaan dan Verifikasi SPM di FO
antara 1-5 menit
Pengujian & Penyelesaian SPM-SP2D di
MO/Seksi PD antara 2-15 menit
Penandatangan carik SP2D di BO/Seksi
Bank antara 1-10 menit
Apabila hanya satu SPM, maka
penyelesaiannya hingga menjadi SP2D
yang siap kirim ke Bank=5 menit
Apabila lebih dari satu SPM hingga 30
SPM dapat diselesaikan paling lama 45
menit
Asumsinya SPM tersebut lengkap dan
benar
Bagi Satker yang berlokasi jauh dari KPPN
Sidoarjo, disediakan KPPN Mobile yang
beroperasi di dekat lokasi Satker sehingga
pengajuan SPM dapat dilakukan tanpa perlu
datang ke KPPN.
Kabupaten Sidoarjo sendiri merupakan salah
satu kota penyangga ibukota propinsi Jawa
Timur, Surabaya. Perkembangannya sangat
pesat karena didukung berbagai potensi
besar. Logo Kabupaten menunjukkan bahwa
udang dan bandeng merupakan komoditi
perikanan yang utama kota ini.
Sektor industri kecil dan menengah juga
berkembang cukup baik, diantaranya
sentra industri kerajinan tas dan koper di
Tanggulangin, sentra industri sandal dan
sepatu diWarudan Gedangan serta sentra
industri kerupuk di Tulangan. Ditunjang
dengan jarak yang relatif dekat dengan
pelabuhan laut Tanjung Perak dan Bandar
Udara Juanda, berbagai potensi daerah
tersebut, dalam perkembangannya
menjadikan Sidoarjo daerah yang strategis
bagi perkembangan perekonomian regional.
MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

41

WAWANCARA

Anies Basalamah, Kepala Biro Organta

KPPc Terbaik Maju ke Tingkat Nasional


Teks: Dwinanda Ardhi Foto: Kukuh Perdana

Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan Sekretariat Jenderal, Anies Basalamah, selaku Ketua
Tim Penilai kegiatan penilaian Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) tahun 2012 mengungkapkan
bahwa kegiatan penilaian KPPc selalu dievaluasi setiap tahunnya. Yang agak berbeda dari
penyelenggaraan tahun sebelumnya, kali ini Tim Penilai akan memilih 4 kantor terbaik dari masingmasing unit eselon I yang telah masuk dalam 12 besar. Menurut rencana, penghargaan kantor
pelayanan percontohan terbaik akan diberikan langsung oleh Menteri Keuangan pada puncak
peringatan Hari Oeang, Selasa (30/10). Berikut petikan perbincangan Media Keuangan dengan
Aniessapaan akrab Anies Basalamahpada Kamis (4/10), selengkapnya.
Apa perbedaan penyelenggaran
kegiatan penilaian KPPc tahun ini
dengan tahun-tahun sebelumnya?

etiap tahun kami selalu membuat


review. Ada masukan dari anggota
Tim Penilai bahwa tahun lalu terdapat
perbedaan antara nilai menurut Tim Penilai
dan nilai menurut masyarakat karena
penilaian masyarakat ada yang menilai
KPP dengan KPPBC secara subyektif. Hal ini
karena selain melayani, KPP dan KPPBC juga
melakukan law enforcement. Jadi misalnya
(pelanggaran) pajak bisa memenjarakan
orang. (Pelanggaran) bea dan cukai
seperti itu juga, untuk penyelundup dan
sebagainya. Unsur enforcement-nya itu
mengakibatkan penilaian berkurang karena
cara penilaiannya digabung antara menurut
Tim Penilai dan menurut masyarakat.
Penilaian yang negatif untuk dua unit
tersebut berdampak pada turunnya total
nilai mereka. Sementara KPPN nature-nya
melayani. Demikian juga dengan KPKNL.
Karena itu, unit ini dinilai positif.
Jadi diusulkan agar diadu antarmereka
sendiri. Masing-masing unit eselon 1
mengirimkan 3 kantor dimana selanjutnya
kami (Tim Penilai) yang melakukan
penilaian. Pola penilaian sesuai yang
ditetapkan oleh Kementerian PAN dan
Reformasi Birokrasi, hanya kita masukan
unsur Value (Nilai) yang khas Kementerian
Keuangan. Mungkin ini hal siginifikan yang
membedakan dari tahun lalu itu.

42

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

Apa sebenarnya tujuan dari


diadakannya kegiatan penilaian KPPc?
Setiap tahun di Hari Oeang kita selalu
memberikan penghargaan-penghargaan.
Untuk pengelolaan organisasi,
penghargaan diberikan kepada kantor
dengan pelayanan terbaik. Kemudian juara
(di tingkat Kementerian) akan kita usulkan
kepada Kementerian PAN dan Reformasi
Birokrasi untuk maju pada kejuaraan
nasional. Kita sudah sering menang. Jadi
(kantor) yang kita katakan bagus di level
lokal umumnya juara juga di level nasional.
Apa saja instrumen penilaian yang
digunakan pada tahun ini?
Instrumen penilaian terdiri atas formulir
Kinerja Pelayanan Publik dan formulir Indeks
Kepuasan Masyarakat dimana masingmasing memiliki bobot 60 persen dan 40
persen. Formulir Penilaian Kinerja Pelayanan
Publik yang digunakan oleh Anggota Tim
Pengarah selaku Tim Penilai mencakup
komponen dan indikator penilaian visi
dan misi, motto, nilai-nilai Kemenkeu, dan
janji layanan sebesar 10 persen, sistem dan
prosedur baku baik yang dibentuk secara
internal untuk mendukung pengelolaan
pelayanan yang efektif dan efisien maupun
secara eksternal untuk memberikan
kepuasan kepada masyarakat pengguna
layanan sebesar 35 persen, Sumber Daya
Manusia Pelayanan 35 persen, serta sarana
dan prasarana sebesar 20 persen.

Sedangkan formulir Indeks Kepuasan


Masyarakat mencakup komponen penilaian
yang meliputi kemudahan prosedur,
kesesuaian persyaratan dengan jenis
layanan, kedisiplinan petugas, tanggung
jawab petugas, kemampuan petugas,
kecepatan pelayanan, kesopanan dan
keramahan petugas, kesesuaian biaya
yang dibayar dengan yang ditetapkan dan
ada atau tidaknya pungutan tidak resmi,
ketepatan penyelesaian pelayanan, dan
kenyamanan lingkungan.
Sampai sejauh mana proses penilaian
KPPc?
Semua nilai sudah masuk. Akhir bulan lalu
saya sebagai Ketua Tim Penilai menulis surat
kepada semua anggota tim yang sudah
jalan ke daerah untuk mengumpulkan nilai
paling lambat tanggal 1 Oktober. Hasilnya
sudah dirapatkan. Ada masukan-masukan
yang akan kita lakukan tahun depan. Jadi
selalu ada improvement terus.
Bagaimana antusiasme para Kepala
KPPc dan jajaran mereka terhadap
kegiatan ini?
Yang kita amati dari tahun ini, semakin
terlihat bahwa beberapa kepala kantor
yang unitnya dianggap terbaik sudah
diusulkan untuk naik ke eselon II. Jadi itu
sepertinya sudah menjadi pola promosi di
unit yang dinilai. Misalnya sekarang saya
tahu kalau saya dibilang bagus bisa naik
jabatan, pasti saya antusias.

WAWANCARA

Kita sudah sering menang.


Jadi (kantor) yang kita katakan
bagus di level lokal umumnya
juara juga di level nasional.
Anies Basalamah

Kemudian di Direktorat Jenderal


Perbendaharaan, juara kegiatan penilaian
KPPc itu diberikan penghargaan berupa
dana untuk capacity building jumlahnya
kurang lebih Rp150 juta. Kemudian untuk
kita (Kemenkeu), yang menang akan
diikutkan ke level nasional dan yang akan
memberikan penghargaan adalah Presiden.
Jadi worth it lah kalau kita benar-benar mau
dibilang kantor terbaik.
Kapan perlombaan kantor terbaik di
level nasional akan berlangsung?
Menurut Kementerian PAN dan Reformasi
Birokrasi itu periodenya mundur 1 tahun.
Jadi untuk pelombaan tahun 2012, yang
akan dinilai adalah juara tahun 2011.
Jadi juara tahun ini akan kita usulkan ke
Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi.
Nanti kami dampingi terus. Artinya kami
akan selalu men-support.
Apa hal-hal menarik yang ditemui Tim
Penilai sepanjang melakukan proses
penilaian KPPc?
Di Banjarmasin, salah satu penilai
menanyakan mengenai permasalahan
yang dialami oleh kantor itu. Pertanyaannya
dilihat dari web, yaitu mengenai
ketidakpuasan seseorang yang mengadu
masalah hukum, padahal bukan salah pihak
kantor. Jadi yang bersangkutan, kepala
kantornya, menjelaskan permasalahan
itu dan sudut pandang Tim Penilai dalam
bertanya susah ditebak. Jadi memang harus

siap. Artinya selain manajemen yang bagus


mengenai kantor, persiapan menghadapi
Tim Penilai (juga penting). Karena
dihadapkan kepada banyak orang, secara
psikologis berpengaruh juga.

Jadi itu tidak kita anggap hambatan.


Pimpinan melihat pembinaan itu jalan.

Apakah ada kendala yang dihadapi oleh


Tim Penilai?

Tadi waktu rapat pengumpulan nilai, ada


yang memberikan nilai sama. Itu berarti
fair karena yang menilainya juga manusia,
jadi ada aspek humanis-nya. Kami tadi juga
melihat, hasilnya ada kepala kantor yang
dipromosikan, kami juga jadi senang. Orang
bilang kantornya bagus dalam mendidik
anak buah dan memberikan pelayanan.
Ada kepala kantor yang naik kelas menjadi
eselon II karena hasil kerjanya, ada pula
eselon IV yang bisa naik ke eselon III, dan
ada pula pelaksana yang bisa promosi ke
eselon IV. Ini adalah salah satu mekanisme
yang baik untuk memberikan penilaian
kinerja.

Mungkin masalah waktu saja karena


masing-masing Anggota Tim Penilai
tugasnya banyak. Tapi kami bisa
delegasikan dan masing-masing tahu
apa yang harus dilakukan. Jadi bisa
diatasi. Cuma kendalanya itu tadi, tahun
sebelumnya yang dinilai 3 kantor, sekarang
menjadi 12 kantor. (Mengenai lokasi
kantor KPPc), ternyata yang paling susah
menjangkaunya malah di Pulau Jawa. Tahun
ini ada kantor di Ciamis yang ditempuh
melalui jalan darat malah lebih susah
dibanding daerah lain yang menyeberang
pulau.
Jika dicermati lebih jauh, beberapa
KPPc di luar Pulau Jawa justru memiliki
fasilitas yang lebih lengkap dan inovasi
lebih unggul. Apa artinya ini bagi
Kemenkeu?
Itu artinya Kementerian Keuangan melihat
tidak dari sisi lokasi, misalnya Jawa lebih
hebat. Kalau kita treatment-nya fair enough
dari Sabang sampai Merauke. Jadi misalnya
di daerah tertentu, SDM-nya kurang, tapi
SDM yang direkrut di sana sama dengan
yang direkrut di seluruh wilayah Indonesia.

Kesan-kesan yang didapat dari Tim


Penilai selama proses penilaian KPPc?

Bagaimana harapan Bapak terhadap


hasil penilaian KPPc?
Barangkali ini bentuk penilaian dari
bagaimana cara kepala kantor bekerja
mengkoordinir SDM yang ada,
memanfaatkan resources yang ada,
mengamalkan leadership. Kalau sudah bisa
menerapkan ini mungkin sudah tidak perlu
lagi bimbingan (Tim Penilai). Pada saat
rapat, juga kami meminta apa yang harus
diperbaiki lagi dari hasil yang didapat untuk
perbaikan mereka serta untuk persiapan
pada lomba di level nasional.

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012

43

Menggelorakan semangat pelayanan


dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
Kementerian Keuangan
44

MediaKeuangan Vol. VII | No. 62 / Oktober 2012