Anda di halaman 1dari 37

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP

PERKEMBANGAN MOTORIK
BAYI USIA 6 7 BULAN DI
KECAMATAN BOGOR BARAT

Dwi Susilowati, MKes


Siti Nur Halimah, MPH

Pijat adalah terapi sentuh tertua yang dikenal


manusia, sebagai seni perawatan kesehatan
dan pengobatan yang telah dipraktekkan
sejak berabad-abad silam. Pengalaman pijat
pertama yang dialami manusia adalah ketika
lahir. Saat melewati jalan lahir si ibu. Sentuhan
dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat
memberikan jaminan adanya kontak tubuh
berkelanjutan yang dapat mempertahankan
perasaan aman pada bayi. (Roesli, 2001)

Terapi sentuhan dan pijat bayi mempunyai


banyak manfaat terutama bila dilakukan
sendiri oleh orang tua bayi. Di Indonesia
pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa
masih dipegang peranannya oleh dukun
bayi. (Sari, 2004).

Penelitian tentang pengaruh pijat


bayi terhadap pertumbuhan kenaikan
berat badan bayi memperoleh hasil
bahwa pada kelompok kontrol
kenaikan berat badan sebesar 6,16%
sedangkan pada kelompok yang
dipijat 9,44%. (Dasuki, 2003).

Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang dan


identifikasi masalah yang telah
dipaparkan,
maka
rumusan
masalah penelitiannya adalah:
Apakah pijat bayi berpengaruh
terhadap perkembangan motorik
bayi usia 6-7 bulan?

Tujuan umum
Penelitian

ini bertujuan untuk


mengetahui pengaruh pijat bayi
terhadap perkembangan motorik
bayi usia 6-7 bulan di kecamatan
Bogor Barat

TUJUAN KHUSUS
1.Mengidentifikasi perkembangan motorik
halus bayi usia 6-7 bulan di Kecamatan
Bogor Barat sebelum dan sesudah
diberikan pijat bayi.
2.Mengidentifikasi perkembangan motorik
kasar bayi usia 6-7 bulan di Kecamatan
Bogor Barat sebelum dan sesudah
diberikan pijat bayi.

LANJUTAN.........
3. Mengetahui bagaimana pengaruh pijat bayi pada
bayi usia 6-7 bulan terhadap perkembangan
motorik halusnya ( Menggaruk manik-manik dan
Mencari benang) di Kecamatan Bogor Barat

4. Mengetahui bagaimana pengaruh pijat bayi


pada bayi usia 6-7 bulan terhadap
perkembangan motorik kasarnya (duduk
sendiri tanpa berpegangan) di Kecamatan
Bogor Barat

Manfaat Penelitian

Civitas Akademika jurusan


keperawatan
Berkontribusi memberikan informasi ilmiah
mengenai pengaruh pijat bayi terhadap
perkembangan motorik bayi. Selain itu juga
dapat menambah wawasan pada mahasiswa
keperawatan tentang tehnik keperawatan
alternatif pada bayi yang berkembang di
masyarakat. Data yang tersaji, dapat dijadikan
bahan dasar/ kajian bagi penelitian
selanjutnya.

Manfaat Penelitian
Program

KIA di puskesmas
Dengan adanya hasil yang positif
dari penelitian ini nantinya dapat
dijadikan dasar dan motivasi bagi
penggerak program KIA untuk
menggalakkan pijat bayi di pos
yandu / Balai KIA.
.

Manfaat Penelitian
Masyarakat

Dengan dirasakannya manfaat pijat bayi


oleh masyarakat, diharapkan mereka
dapat menjadi pendukung bagi orangtua
untuk menstimulasi tumbuh-kembang
bayinya dengan cara yang tepat, salah
satunya dengan pijat bayi.
.

Kerangka teori
Pertumbuhan Perkembangan Bayi

Genetik (sex, ras)

Perilaku (kognitif,
emosi, moral,dll)

Stimulasi (Pijat
Bayi, Latihan fisik,
dll)

Pertumbuhan &
Perkembangan
Optimal

Lingkungan
(nutrisi, pola
pengasuhan ortu,
dll)

Kerangka Konsep
Pijat Pada Bayi
usia 6 - 7 bulan

Perkembangan
Motorik Bayi
Usia 6 - 7 bulan

Definisi Operasional :
Variabel

Definisi
Operasional

Alat dan
Cara Ukur

Hasil Ukur

Skala
Ukur

1. Kemampuan
bayi untuk
menggaruk
manik-manik
(DDST II)

Manik-manik
yang disimpan
diatas piring,
lalu
menyodorkan
pada bayi
untuk disentuh
dengan
garukan jarijarinya.

Bayi dengan pasti


Rasio
dan jelas
menggaruk-garuk
manik diatas piring
yang disodorkan
pemeriksa.
Kecepatan reaksi
dihitung dalam
satuan detik.

Dependen
a.Perkembangan
Motorik Halus
bayi usia 6-7
bulan

Definisi Operasional :
Variabel

Definisi
Operasional

Alat dan Cara


Ukur

Hasil Ukur

Skala
Ukur

2. Kemampuan
bayi untuk
mencari benang
merah yang
dijatuhkan.
(DDST II)

Peneliti memegang
benang wol
berwarna merah
lalu diperlihatkan
pada bayi dengan
gerakan kekanan
dan ke kiri, dan
menjatuhkannya
tanpa menggerakan
tangan.

Bayi dengan pasti Rasio


dan jelas mencari
benang yang
dijatuhkan
pemeriksa.
Kecepatan reaksi
dihitung dalam
satuan detik.

Definisi Operasional :
Variabel

Definisi
Operasional

Alat dan Cara


Ukur

Hasil Ukur

Skala
Ukur

b.Perkemb
angan
Motorik
Kasar bayi
usia 6-7
bulan

Kemampuan bayi
untuk duduk
tanpa
berpegangan /
bersandar pada
ibunya/pengasuh

Membuat anak
duduk diatas
lantai, pastikan
anak duduk tegak
dan tidak jatuh,
lepaskan tangan
ibu/pengasuh
pada hitungan ke
tiga. dan cepat
disangga/dipegang
lagi ketika badan
anak mulai miring
terjatuh

Lamanya anak
duduk tanpa
terjatuh ,
dihitung dalam
satuan detik.

Rasio

Definisi Operasional :
Variabel

Definisi
Operasional

Independen Sentuhan terapi pada


Pijat Bayi
kulit bayi yang
dilakukan dari kepala
sampai kaki secara
teratur minimal 3 x
seminggu @ 15-20
menit selama 2
minggu dengan
menggunakan
minyak bayi sesuai
pedoman (terlampir)

Alat dan
Cara
Ukur

Hasil Ukur

Skala
Ukur

Metodologi:

Sampel penelitian sebanyak 23


bayi, didampingi oleh ibu kandung/
pengasuhnya.
2. Tempat : wil. Kec. Bogor barat
(populasi bayi terbanyak di kota
bogor), t/u di pkm semplak, pasir
mulya dan pancasan.

1.

Desain Penelitian
1.

Penelitian ini dirancang berdasarkan penelitian


observasional dengan menggunakan metoda Quasy
Experimental Design dengan pendekatan pre test
post test group design without Control.
pre test
A

post test
O1

O2

Keterangan :
A. Bayi usia 6-7 bulan pada kelompok intervensi
O1
: Mengukur kemampuan perkembangan
motorik sebelum dilakukan pijat bayi
O2
: Mengukur Kemampuan perkembangan
motorik setelah 2 minggu dilakukan pijat bayi
sesuai jadwal
X
: Pijat bayi, dilakukan 2 - 3 x / minggu @ 15
menit selama 2 minggu
O1 - O2 = Y = Perubahan Kemampuan Motorik Halus
O2 - O1 = Z = Perubahan Kemampuan Motorik Kasar

HASIL PENELITIAN DAN


PEMBAHASAN
Analisa Univariat

a. Jenis Kelamin
Distribusi frekuensi responden
berdasarkan Jenis kelamin,
September Oktober 2013
Karakter
Laki-laki

Perempuan

jumlah

Presentasi
14

60,9

39,1

A.Kemampuan
MotorikHalus sebelum
Intervensi

Distribusi Kemampuan Motorik Halus


Menggaruk manik-manik sebelum pijat
September Oktober 2013
Variabel

Mean
Median

SD

Minimal-

95% CI

Maksimal
Menggaruk
Manik-Manik
sebelum
pijat
bayi

45,04
21,47

53,18

2,45 - 150

22,04 -68,04

Distribusi Kemampuan Motorik Halus


Mencari Benang Merah Sebelum Pijat bayi
September Oktober 2013

Variabel

Mean
Median

SD

Minimal-

95% CI

Maksimal

Mencari benang
merah sebelum
pijat bayi

25,63
5,56

41,83

1,78 - 150

7,54 43,72

Distribusi Kemampuan Duduk tanpa Berpegangan


Sebelum Pijat bayi
September Oktober 2013
Variabel

Mean
Median

SD

Minimal-

95% CI

Maksimal

Duduk
tanpa
berpegangan
sebelum pijat bayi

7,04
3,10

18,28

0,01 - 90,00

0.86 - 14,95

INTERVENSI PIJAT BAYI

B. Kemampuan Menggaruk manik sesudah pijat

Distribusi Kemampuan Menggaruk Manik Sesudah


Pijat bayi
September Oktober 2013
Variabel

Mean
Median

SD

Minimal-

95% CI

Maksimal
Menggaruk manik
sesudah pijat bayi

7,96
6,06

6,99

1,02 - 24,20

4,94 - 10,99

Distribusi Kemampuan Duduk tanpa Perpegangan Sesudah Pijat bayi


September Oktober 2013

Variabel

Mean
Median

SD

Minimal-

95% CI

Maksimal

Duduk tanpa
berpegangan
sesudah pijat
bayi

25,88
9,71

38,02

1,25 - 150

9,44 - 42,32

Distribusi Kemampuan Mencari benang sesudah Pijat bayi


September Oktober 2013

Variabel

Mean
Median

SD

Minimal-

95% CI

Maksimal

Mencari
benang merah
sesudah pijat
bayi

5,45
2,17

6,60

0,19 - 28,10

2,6 - 8,31

A.Analisa Bivariat

Pengaruh Pijat bayi terhadap kemampuan menggaruk manik-manik


di Kec Bogor Barat , September Oktober 2013
Variabel

Mean

SD

SE

Menggaruk
manik
Sebelum

45,04

53,2

11,09

Sesudah

7,96

6,99

1,46

P value

0,000

23

Pengaruh Pijat bayi terhadap kemampuan mencari benang


September Oktober 2013

Variabel

Mean

SD

SE

Mencari benang
merah
Sebelum

25,63

41,83

8,72

Sesudah

5,45

6,60

1,38

P value

0,000

23

Pengaruh Pijat bayi terhadap


kemampuan duduk tanpa berpegangan
September Oktober 2013

Variabel

Mean

SD

SE

Duduk
tanpa
berpegangan
Sebelum
Sesudah

7,04
25,88

18,28
38,02

3,81
7,933

P value

0,000

23

KESIMPULAN :
1. Ada pengaruh bermakna terhadap peningkatan
kemampuan perkembangan motorik halus dan
motorik kasar bayi setelah pemberian pijat bayi
dengan rata-rata peningkatan sebesar 37.08
detik pada kemampuan menggaruk manik-manik,
20.18 detik pada kemampuan mencari benang
dan 25.88 detik pada kemampuan duduk bayi.

KESIMPULAN :
2. Pijat bayi telah dirasakan langsung manfaatnya
oleh bayi dan diutarakan pula oleh orangtua/ibu
si bayi adanya manfaat lain dari perilaku bayi
setelah dipijat (tidur lebih nyenyak, lebih lama
dan makan lebih lahap). Hasil ini telah dilaporkan
pada pihak puskesmas dengan harapan dapat
terus dilanjutkan sebagai program tambahan
bagi pelayanan kesehatan dan keperawatan
bayi/anak.

REKOMENDASI :
1. Bagi Puskesmas
Kegiatan pijat bayi ini diharapakan dapat dijadikan
suatu program kegiatan terstruktur di Puskesmas
khususnya untuk program kegiatan posyandu/KIA
dengan jadwal khusus. (baik di luar maupun dalam
gedung puskesmas)
2. Bagi Responden
Para ibu yang memiliki bayi diharapkan dapat terus
berpartisipasi aktif dalam melakukan pijat bayi baik
sendiri secara langsung maupun menggunakan jasa
pemijat bayi khusus guna meningkatkan kemampuan
tumbuh kembang bayinya secara optimal, didukung
peran aktif kader dan perawat/bidan

LANJUTAN :
3. Bagi peneliti selanjutnya
Untuk diteliti tentang pengaruh pijat bayi yang
dilakukan orangtua terhadap faktor
perkembangan anak yang lain.