Anda di halaman 1dari 23

ANALISA MASALAH DAN

CARA MENGATASI CACAT


PRODUK PADA MESIN
INJECTION MOULDING
DI PT.ULTRA PRIMA PLAST
OLEH :
VINANTIUS KELIK

41311120061

1.1 Latar Belakang


Perkembangan dan penerapan teknologi
yang
merambah hampir keseluruh
bidang kehidupan pada
dewasa ini tak terkecuali pada bidang industri terutama
bidang industri manufaktur plastik termasuk didalamnya
yaitu manufaktur plastik injection dan extruder yang
mempunyai produk seperti berbagai macam plastik dan
packaging yang sedang berkembang pesat saat
ini
penggunaan plastik telah meluas hampir ke seluruh bidang
kehidupan berbagai produk dan peralatan di hasilkan dari
bahan ini karena dinilai lebih ekonomis, tidak mudah pecah,
fleksibel dan ringan sehingga pekerjaan pekerjaan dapat
dilakukan lebih efektif dan efisien ,untuk itu perlu di
persiapkan sumber daya manusia yang terampil dan
berkualitas dalam mengakomodasi kemajuan tersebut.

1.2 Bagian-bagian Mesin Injection Moulding

1.2 Bagian-bagian Mesin Injection


Moulding

1.3 Jenis Jenis bahan Plastik


1. Polyethylene (PE)

Pada tingkat komersil, polietilena berdensitas menengah dan tinggi, titik lelehnya
berkisar 1200C hingga 1350C. titik leleh polietilena berdensitas rendah berkisar
1050C hingga 1150C. Polyethylene digolongkan menjadi polyethylene tekanan
tinggi, tekanan medium dan tekanan rendah. Oleh tekanan polimerisasinya atau
masing-masing menjadi polyethylene massa jenis rendah dengan massa jenis
0,910 - 0,926 g.cm-3, Polyethylene massa jenis medium dengan massa jenis
0,926 - 0,940 dan polyethylene massa jenis tinggi 0,941 - 0,965
Polyethylene mudah diolah maka dari itu sering di cetak dengan penekanan,
injeksi, ekstruksi, peniupan dan hampa udara. Polyethylene massa jenis terendah
terutama digunakan dalam bentuk tipis atau lembaran, misalnya : tas, botol-botol
yang dapat dijepit tabung tinta pada pena, tali senar/dawai, isolator kabel, wadah
alat dapur, botol minyak tanah, dan kantong tempat sampah. Sedangkan
polyethylene massa jenis tinggi digunakan untuk perpipaan, mainan, filament
tenunan dan peralatan rumah tangga.

1.3 Jenis Jenis bahan Plastik


2. Polyprophylene (PP)

Sifat-sifat polyprophylene serupa dengan sifat-sifat


polyethylene. Massa jenisnya rendah (0,90 - 0,92) g.cm3 Titik lelehnyanya tinggi sekali (176C), kekuatan tarik,
kekuatan lentur dan kekuatannya lebih tinggi tetapi
tahan
impaknya
lebih
rendah
terutama
pada
temperatur rendah. Sifat tembus cahayanya pada
pencetakan lebih baik dari pada polyethylene dengan
permukaan
mengkilap,
penyusutannya
pada
pencetakan kecil, penampilan dan ketelitian dimensinya
lebih baik. Polyprophylene yang banyak digunakan
memiliki kristal yang berbentuk garis sebagai suatu
polimer linear dengan kelompok-kelompok disisinya
dengan tersusun secara teratur sepanjang rantai

1.3 Jenis Jenis bahan Plastik


3.

HIGH-DENSITY POLYETHYLENE (HDPE)


Polietilena berdensitas tinggi (High density
polyethylene, HDPE) adalah polietilena termoplastik yang
terbuat dari minyak bumi. Membutuhkan 1,75 kg minyak
bumi (sebagai energi dan bahan baku) untuk membuat 1
kg HDPE. HDPE dapat didaur ulang, dan memiliki nomor 2
pada simbol daur ulang. Pada tahun 2007, volume
produksi HDPE mencapai 30 ton.

1.4 Proses Kerja Mesin Injection


Moulding
1. Menutup Cetakan ( Mold Close ).
Dalam 1 siklus kerja proses injeksi, diawali
oleh proses menutup cetakan. Istilah Mould
dalam dunia injeksi Plastik adalah cetakan
untuk proses Injeksi Plastik. Mold itu sendiri
terdiri dari 2 bagian besar yaitu yaitu sisi core
dan sisi cavity. Sisi Cavity diikat pada
Stationery Platen Mesin Injeksi. Sedangkan
sisi core diikat pada moving platen mesin,
bagian inilah yang bergerak membuka dan
menutup

1.4 Proses Kerja Mesin Injection


Moulding
2. Injeksi Pengisian (Fill Injection)
Setelah dipastikan Mold dihimpit dengan tekanan
tinggi. Maka unit injeksi yang terdiri dari nozzle,
barrel, dan screw dan seterusnya. Bergerak
mendekati mold hingga nozzle bersentuhan dengan
Mold, juga dengan tekanan tinggi (hingga 100 kg/cm 2)
Pada proses ini melibatkan beberapa parameter yang
bisa kita aturm sedemikian rupa mengikuti tingkat
kesulitan produk yang akan dibuat, yaitu:
Tekanan pengisian (Fill Pressure).
Kecepatan Pengisian (Fill Velocity)

1.4 Proses Kerja Mesin Injection


Moulding
3. Injeksi Menahan (Holding Injection)
Penyempurnaan hasil prodik berada pada bagian
proses ini. Sengaja harus dibuat seperti itu agar
pada proses penyempurnaan nantinya hanya
akan membutuhkan nilai yang benar-benar
efisien. Pada proses ini tidak lagi melibatkan
kecepatan di dalam setting parameternya, hanya
besaran tekanan yang diatur beserta waktu yang
dibutuhkan untuk itu. Pada mesin sekarang
terdapat 2 atau lebih tekanan holding dengan 2
atau lebih setting waktu yang disediakan.

1.4 Proses Kerja Mesin Injection Moulding


4. Isi Ulang dan Pendinginan (Charging and Cooling)
Isi ulang (Charging) plastik cair untuk siap disuntikan
pada
siklus
selanjutnya,
bersamaan
waktunya
perhitungan waktu pendinginan pun (cooling) dimulai.
Parameter yang direkomendasikan adalah waktu
Pendinginan (cooling time) harus lebih lama dari waktu isi
ulang (charging Time). Bila waktu charging yang lebih
lama, maka yang terjadi adalah tumpahan material
plastic pellet masuk ke dalam barrel, digiling oleh screw
dan sampai di depam torpedo sudah dalam keadaan cair
dan sudah siap untuk disuntikan ke dalam mold.
5. Membuka cetakan (Mold Open)

1.5 Cara melakukan


pengecekan produk
A. Pengecekan dilakukan selama 2 jam sekali oleh

devisi quality control


Untuk pengecekan meliputi :
1. Kasus visual seperti gompal, retak, warna buyar,
2. Kasus ukuran misal ukuran diameter, sealm
tinggi seal diameterr dalam dan diameter luar
B. Proses pengecekan : Quality control, operator,
bisanya dilakukan setting ulang atau perbaikan
cetakan/mould . apabila masalah tidak bisa
ditangani oleh operator baru lapor ke kepala shift
yang kemudian membuat work order yang
ditujukan ke devisi teknik.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


1. Short Shot

Short Shot adalah suatu kondisi dimana, plastik leleh yang akan diinjeksikan
kedalam cavity tidak mencapai kapasitas yang ideal atau sesuai settingan mesin.
Sehingga plastik yang diinjeksikan kedalam cavity mengeras terlebih dahulu
sebelum memenuhi cavity.
.Penyebab Short Shot :
a) Karakteristik viskositas dan fluiditas daripada plastik.
b) Design cetakan (mis: desain gate, desain keberadaan venting udara,
konstruksi bushing & bosh etc).
c) Kondisi moulding.
d) Performa moulding dan mesin itu sendiri.
. Pemecahan masalah :
a) Supply material harus selalu berkelanjutan jangan sampai ada jeda.
b) Meningkatkan kecepatan injeksi material.
c) Meningkatkan suhu material sesuai dengan batasannya.
d) Mengganti fluiditas material dengan yang lebih baik.
e) Menstandarisasi ketebalan dinding pada tiap-tiap cavity.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


2.Flashing

Flashing adalah jenis minor defect pada material, artinya material masih bisa dikatakan ok
tetapi harus dilakukan pembersihan pada produk. Flashing sendiri berarti terdapat material
lebih yang ikut membeku di pinggir-pinggir produk.
. Penyebab Flashing :
a)Kurangnya pressure clamping mold pada mesinnya.
b) Kurangnya kerapatan mold pada pertemuan antara 2 plate dan pada saat injeksi material.
c)Desain produk yang kurang sesuai dengan mold.
d)Viscositas dari material yang kurang.
e)Umur daripada mold itu sendiri yang sudah memasuki titik kritis.
.Pemecahan masalah :
a)Jika masalahnya merujuk pada viskositas material, bisa diganti dengan grade yang memiliki
laju aliran yang lebih baik. Atau bisa juga dengan mengurangi temperature plastik.
b)Jika masalahnya merujuk pada keausan mold, bisa dilakukan repair pada mold atau diganti
dengan yang lebih baik.
c)Jika masalahnya terjadi pada pressure clamping, dapat mensetting ulang preesure
clamping sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mesin.
d)Mengurangi injection pressure dan injection speed.
e)Turunkan holding pressure dan temperature silinder
f) Cylce time jangan terlalu panjang, cushion jangan terlalu banyak.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


3. Sink Mark

Sink mark merupakan cekungan atau lengkungan yang terjadi pada permukaan luar pada komponen
yang dibentuk. Terjadinya perbedaan ketebalan pada permukaan benda juga dapat disebut sebagai sink
mark. Sink bisa juga bukan termauk deffect. Tetapi lain lagi bila pengaruh pada penampilan, sink mark
dapat diberlakukan pada produk yang memperhatikan kualitas penampilan. Fenomena ini sering
menjadi masalah sebagai cacat tetapi masih tergantung pada kualitas produk. Fenomena sink mark
tergantung daripada shringkage daripada plastik sendiri, dalam hal tertentu fenomena ini terjadi
selama masa transisi dari kondisi cair pada injector dengan kondisi yang solid pada saat pendinginan.
.
Penyebab :
a) Perbedaan ketebalan produk tetapi bukan dari desain produknya.
b) Perbedaan temperature core dan cavity.
c) Loading time material terlalu cepat.
d) Temperature resin, temperature die, injection speed terlalu tinggi atau rendah.
e) Kurangnya kemampuan pendinginan dari die itu sendiri.
f) Peningkatan suhu karena putaran screw terlalu cepat.
.
Pemecahan masalah :
a) Menstandarisasi ketebalan material.
b) Mensetting ulang temperature antara core dengan cavity.
c) Mengurangi loading time material sesuai dengan viskositas material yang digunakan.
d) Mereduksi temperature die, temperature resin, dan injection speed.
e) Menggunakan die dengan kondukttivitas panas yang lebih baik.
f) Mengurangi putaran screw agar suhunya tidak terlalu tinggi.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


4. Colour Streaks
Fenomena colour streaks terjadi karena adanya campuran 2 atau
lebih warna pada suatu produk yang menyebabkan warna produk
tersebut menjadi belang. Biasanya colour streaks ini terjadi sehabis
pergantian material, dimana masih ada sisa-sisa material yang
lama yang masih terperangkap didalam manifold.
.Penyebab :
a) Material tidak bercampur dengan baik pada saat proses mixing.
b) Masih ada sisa material lama pada nozzle sebelum penggantian
material yang baru.
c) Kontaminasi material lainnya misal PP dengan ABS.
.Pemecahan masalah :
a) Pastikan nozzle telah bersih dari material sebelumnya.
b) Keringkan material sebelumnya.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


5. Bubbles

Bubbles bisa dibilang juga sebagai melepuh atau gelembung udara yang yang
terperangkap dalam produk. Biasanya terjadi pada saat proses injeksi material
kedalam cavity. Udara tidak sempat keluar melalui airvent pada saat material
plastik memasuki cavity. Bisa juga oleh gas yang tercampur dengan material
cair dalam cylinder.
. Penyebab :
a)Gas yang masih terperangkap didalam cylinder
b) Udara yang masih terjebak didalam cavity yang belum sempat keluar
melalui airvent.
. Pemecahan masalah :
a) Pastikan material sudah melalui proses pengeringan yang benar.
b) Naikkan screw back pressure selama proses plasticizing untuk memaksa
gas keluar dari cylinder.
c) Perbaiki sistem ventilasi gas pada mold agar gas tidak terjebak didalam
produk.
d) Turunkan speed injection untuk memberi waktu agar gas keluar melalui
sistem ventilasi.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


6. Jetting
Garis semburan dipermukaan produk dimulai dari sisi gate point dikarenakan aliran
turbulen material. Plastik yang dengan suhu yang relatif rendah diinjeksikan kedalam
nozzle selama tahap awal molding, setelah bersentuhan dengan cetakan material ini
menjadi sangat kental. Kemudian plastik panas terus diinjeksikan kedalam cetakan,
material dengan suhu yang lebih rendah tadi terdorong terus kedalam dan
meniggalkan bekas aliran.
.
Penyebab :
a) Temperatur cetakan terlalu rendah sehingga material yang diinjeksikan menjadi
dingin dengan cepat.
b) Ukuran gate yang terlalu kecil sehingga speed material yang diinjeksikan
menjadi cukup cepat.
c) Temperatur material yang terlalu rendah dan viskositas material menjadi tinggi
akibatnya resistansi terhadap material menjadi besar.
.Pemecahan masalah :
a) Kurangi injection speed dan naikkan temperature mold.
b) Tingkatkan compresion screw dan tingkatkan ukuran gate.
c) Jika mungkin pindahkan posisi gate sehingga pada saat material pertama masuk
tidak ada rintangan.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


7. Black Spot

Black spot atau bintik hitam atau goresan pada permukaan produk,
biasanya disebabkan oleh kerusakan thermal.
.Penyebab :
a)Material sisa yang terjebak didalam heater.
b)Kontaminasi produk oleh zat yang tidak diperlukan
c)Waktu tinggal produk terlalu lama, shot size terlalu kecil.
d)Kecepatan screw terlalu tinggi sehingga menyebabkan degradasi
material.
e)Terlalu banyak konten regrind pada material.
.Pemecahan masalah :
a)Periksa material untuk kemungkinan adanya kontaminasi.
b)Kurangi melt temperature dan overall cycletime.
c)Bersihkan screw dan barrel serta kurangi screw speed.
d)Material mungkin kurang tahan terhadap degradasi thermal mungkin
bisa menggunakan material yang lebih stabil terhadap thermal.
e)Pastikan kelurusan antara nozzle mesin dan mold sprue benar.

1.5 Jenis-Jenis Cacat Produk


8. Warping
Warping atau twisting digunakan untuk menjelaskan bagian dari produk yang bengkok
atau melengkung, biasanya disebabkan karena ketidakrataan distribusi tekanan pada
produk.
.Faktor-faktor penyebab :
a) Perbedaan antara shringkage dan cooling time yang tergantung pada kontraksi
kedua permukaan dan ketebalan komponen dari hasil distribusi temperature mold.
b) Ketidak-samaan distribusi tekanan pada produk.
c) Injection pressure terlalu tinggi atau terlalu rendah dan cooling terlalu pendek.
d) Kurangnya clamping force atau kurangnya kemampuan mensetting clamping
force yang ideal.
e) Kurangnya kekakuan struktural produk.
f) Aliran dan volume pendingin yang kurang serta kurangnya kinerja distribusi panas
mold.
.Contoh solusi :
a) Tambahkan cooling time atau kurangi pressure, serta periksa sistem pendinginan
mold atau perbaiki mold.
b) Periksa gate untuk lokasi yang tepat dan ukuran yang memadai.
c) Perika mekanisme pelepasan mold untuk desain dan pengoperasian yang sesuai.

1.6 Kesimpulan
Tekanan
injeksi
maksimum
hanya
berpengaruh pada temperature leleh plastik
yang rendah. Kurangnya tekanan injeksi,
dapat mengakibatkan terjadinya short shot
dan crack. Selain dengan menambah tekanan
injeksi, cacat dapat dikurangi dengan
menaikan temperature leleh plastik, pada
temperature leleh tinggi, kenaikan tekanan
injeksi menjadi berarti. Jenis dan luas daerah
cacatnya tidak berkurang ketika tekanan
injeksi dinaikan. Jenis cacat yang timbul
adalah crack akibat shear stress yang

1.6 Saran
Harus

memperhatikan
pendinginan
dan
pemanasan pada choler dan heater.
Sebelum melakukan proses injection pastikan
suhu heater diantara 215-245 0C.
Setiap melakukan proses pergantian warna
bahan yang berbeda sebaiknya dilakukan
pembersihan pada screw untuk menghindari
warna yang tidak merata pada produk.
Melakukan pengecekan secara berkala dan rutin
tiap harinya untuk menghindari terjadinya
kerusakan pada komponen lain.

Terima Kasih