Anda di halaman 1dari 5

Kawasan strategis

Kawasan Strategis merupakan kawasan yang diperuntukan bagi kegiatan sector


strategis, seperti industri, pariwisata, perdagangan, pertanian, permukiman dan lain-lain.
Sektor strategis merupakan sektor yang menempati prioritas utama karena tingkat peranannya
dalam pembangunan. Kawasan strategis kabupaten adalah kawasan yang penataan ruangnya
diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap
ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, pendayagunaan sumber daya alam dan
teknologi tinggi untuk mengembangkan, melestarikan, melindungi dan/atau mengoordinasikan
keterpaduan pembangunan nilai strategis kawasan yang bersangkutan dalam mendukung
penataan ruang wilayah.
1; Kawasan Potensial Perkotaan Gemolong
Kecamatan yang ditetapkan sebagai kawasan potensial perkotaan yaitu kecamatan
Sragen karena kesesuaian lahan di kecamatan Sragen yang cocok untuk perkotaan dan
pemukiman. Selain itu fungsi dari kecamatan Sragen sebagai ibukota kabupaten sehingga di
kecamatan tersebut sector perdagangan dan jasa berkembang baik dengan aksesibilitas yang
tinggi dan disertai laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Tetapi dalam perkembangannya
kawasan potensial perkotaan menggunakan lahan subur.
Keberadaan aktivitas perkotaan yang sebagai pusat pengembangan potensial selain
ibukota kabupaten yaitu di Kecamatan Gemolong. Factor- factor yang mempengaruhi
penetapan kecamatan Gemolong sebagai kawasan potensial perkotaan yaitu :
;

Kesesuaian lahan cocok untuk perkotaan dan pemukiman

Sektor perdagangan dan jasa baik

Bukan merupakan tanah yang subur

Aksesibilitas baik

Laju pertumbuhan penduduk tinggi

2; Kawasan industri Kalijambe

Kecamatan Kalijambe mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan


industry terutama pada industry meubel karena sumber daya alam yang tersedia di kawasan
tersebut yaitu kayu. Selain itu dalam mengembangkan industry meubel maka diperlukan akses
yang baik sehingga memudahkan dalam promosi dan pemasaran hasil produksi.
;

Bukan lahan subur dan kesesuian lahan cocok untuk kawasan industry

Akses baik

Dependency Ratio tinggi 1:1 potensial dikembangkan

Tersedianya SDA yang mendukung Kayu

3; Kawasan perdagangan Gemolong


Kecamatan Gemolong yang direncanakan sebagai kota kedua di kabupaten Sragen
maka akan berdampak pada berkembangnya kawasan tersebut di sector perdagangan. Dari
segi lokasi kecamatan gemolong juga berpotensi uantuk berkembang di sector
perdagangannya karena fasilitas infrastruktur yang mendukung dan aksesibilitas yang baik.
;

Kesesuaian lahan cocok dan tidak menggunakan lahan subur

Terdapat sapras 1:1 pasar, terminal, stasiun

Aksesibilitas baik

Ketersediaan air bersih memadai

Banyak sapras pertokoan

PDRB sector perdagangan besar

4; Kawasan Wisata Kalijambe, Miri, Sragen, Sambirejo


Kabupaten Sragen mempunyai potensi wisata yang dapat berkembang baik yaitu di
kecamatan Kalijambe, kecamatan Miri, kecamatan Sragen, dan kecamatan Sambirejo. Dan
untuk mengambangkan pariwisata diperlukan adanya factor pendukung seperti aksesibilitas
yang baik, fasilitas sarana prasarana yang baik dan promosi yang baik. Pariwisata yang ada di
kabupaten Sragen yaitu wisata situs purbakala di Kalijambe, wisata pemandian air panas di

Sambirejo, wisata waduk kedungombo di Miri dan wisata agrowisata di Sragen.


5; Kawasan pertanian Masaran, Sidoarjo (pertanian )
Kawasan di Kabupaten Sragen yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan
pertanian yaitu kawasan kecamatan Masaran dan kecamatan Sidoharjo karena kondisi fisik
dasar di kecamatan tersebut yaitu lahannya yang subur dan ketersediaan air yang cukup
sehingga sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian.
1; Lahan subur
2; Kesesuaian lahan cocok
3; Ketersedian air cukup
6; Kawasan permukiman Gemolong dan sekitarnya
Penetapan kawasan permukiman di kabupaten Sragen berdasarkan tata guna lahannya
dan disesuaikan dengan rencana kabupaten Sragen untuk mengembangkan sector pertanian
maka pemilihan lokasi permukiman di kabupaten Sragen menggunakan lahan bukan subur
dengan resiko bencana rendah dan ketersediaan air bersih yang bagus.
1; Kesesuaian lahan cocok dan bukan lahan subur
2; Resiko bencana rendah
3; Ketersediaan air bersih bagus
4; Aksesibilitas bagus
7; Kawasan kurang berkembang
Kawasan kurang berkembang adalah kondisi wilayah yang disebabkan oleh faktorfactor seperti kondisi geografis dan terbatasnya sarana prasarana transportasi yang
menyebabkan wilayahnya kurang berkembang sehingga memerlukan dukungan untuk
didorong perkembangannya. Kawasan kurang berkembang adalah kawasan SWP 4 yaitu
kecamatan Gesi, kecamatan Tangen, kecamatan Jenar, kecamatan Mondokan, kecamatan
Sukodono (dari perhitungan skalogram memiliki nilai rendah jadi kelengkapan sarana dan
prasarana kurang memadai).

Ketersediaan air kurang

Akses kurang

Lahan kurang subur

Pendidikan rendah 1:1 kuantitas sapras kurang

Pendapatan perkapita rendah

8; Kawasan perbatasan
Rencana pengembangan dan penanganan kawasan perbatasan diarahkan pada
penguatan kegiatan perekonomian dan pelayanan di kawasan ini sehingga dapat mengurangi
ketergantungan pelayanan dan pasar pada daerah lain, selain dapat menjadi pusat pelayanan
bagi wilayah di sekitarnya.
Pusat pengembangan sebagai wilayah perbatasan meliputi:
;

Kecamatan Mondokan, Sukodono, Tangen dan Sumberlawang (berbatasan dengan


Kabupaten Grobogan)

Kecamatan Miri dan Kalijambe (berbatasan dengan Kabupaten Boyolali)

Kecamatan Kalijambe, Plupuh, Masaran dan Kedawung (Kabupaten Karanganyar)

Kecamatan Jenar, Sambungmacan, Gondang, dan Sambirejo (Kabupaten Ngawi


Provinsi Jawa Timur )

9; Kawasan konservasi
;

Sambirejo, Sukodono
Kelerengan tinggi,hutan lindung

Msaran, Kedawung
Curah hujan tinggi dan mitigasi bencanaOkarena kawasan resapan air untuk
mengurangi potensi bencana.

Miri terdapat daerah tampungan air Konservasi bahaya longsor

Kalijambe sebagai Situs pubakala

Sempadan sungai bengawan solo yang dapat mengurangi resiko bencana banjir