Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi Tanaman Murbei

Klasifikasi Tanaman:

Kingdom
: Plantae
Ordo
: Rosales
Family
: Moraceae
Tribe
: Moreae
Genus
: Morus
Species
: Morus alba
Nama Binomial
: Morus alba

1. Organ Batang

Karakter

Keterangan

Habitus

daerah dengan iklim subtropis maupun tropis

Arah tumbuh

Tegak ke atas, mendatar dan menggantung

Percabangan

Percabangannya banyak

Bentuk

Bulat

Permukaan

Kasar

Warna

Hijau, hijau kecoklatan dan hijau agak kelabu

2. Organ Daun
Karakter

Keterangan

Susunan daun

Menyirip

Kelengkapan

Tidak lengkap

Permukaan

Agak kasab

Bentuk

Bagian yang terlebar terdapat di bawah helaian


daun (bangun jantung)

Tepi

bergerigi

Ujung

Meruncing

Pangkal

Rompang/rata

Daging

Seperti kertas (papyraceus)

Pertulangan

Ibu tulang (Costa)


Tulang-tulang cabang (Nervus lateralis)
Urat-urat daun (Vena)

Warna

Hijau

Nama lokal: Besaran (Indonesia). Murbai, Besaran (Jawa). Kerta, Kitau (Sumatera).
Sangye (China). May mon, Dau tam (Vietnam). Morus leaf, Morus bark, Morus fruit, Mulberry
leaf, Mulberry bark, Mulberry twigs, White mulberry, Mulberry (Inggris).
Murbei atau Morus alba merupakan tanaman asli dari daerah utara cina, namun sekarang
telah dibudidaya di berbagai tempat baik daerah dengan iklim subtropis maupun tropis. Tanaman
ini tergolong tanaman yang cepat tumbuh. Murbei dapat tumbuh baik pada ketinggian lebih dari
100 mdpl dan cukup matahari. Berumur pendek dan memiliki tinggi 10-20 m serta diameter 0,5
cm.
Batang tanaman murbei warnanya bermacam-macam, tergantung speciesnya, yaitu hijau,
hijau kecoklatan dan hijau agak kelabu. Percabangannya banyak dengan arah dapat tegak,
mendatar dan menggantung. Batang, cabang dan ranting tumbuh dari ketiak daun dan berbentuk
bulat.
Daun Morus alba adalah daun tunggal yang merupakan daun bertangkai karena bagian
utama daunnya hanya terdiri dari tangkai dan helaian daun, serta terletak pada cabang spiral.
Bentuk dan ukuran daun bermacam-macam,tergantung jenis dan varietasnya, yaitu berbentuk
oval, agak bulat, ada yang berlekuk dan tidak berlekuk. Ujung daunnya meruncing karena
terlihat sangat kontras dari bentuknya yang semakin ujung semakin mengecil dan meruncing.
Walaupun bagian terlebar daun berada di bagian bawah daun, tetapi pangkal daun (basis folii)
murbai rata/rompang. Ibu tulang daun cukup terlihat jelas, begitu juga dengan tulang-tulang
cabang daun. Urat-urat daunnya halus tapi masih dapat terlihat cukup jelas. Susunan tulang daun
dari daun murbai menyirip dan daging daun (intervenium) tipis seperti kertas sehingga
transpirasi bisa terjadi sangat cepat. Bagian daun terlebar berada dibagian bawah daun membuat
daun murbai berbentuk bangun jantung. Tepi daun bergerigi. Tulang daun menyirip. Permukaan
daun ada yang halus mengkilap, ada juga yang kasab dan agak kasab.
Pada saat masa pertumbuhan, panjang daunnya dapat mencapai 30 cm dan terdapat
banyak lobus sedangkan pada saat dewasa, panjang daunnya hanya mencapai 5-15 cm dan lebar
1,5 - 12 cm serta tidak memiliki lobus. Daunnya selalu gugur di musim gugur serta selalu hijau
di daerah beriklim tropis.

Para peternak ulat sutra membudidayakan tanaman ini karena daun murbei merupakan
makanan untuk ulat. Daun murbei yang masih muda dapat diolah menjadi sayur dan juga
berkhasiat untuk orang yang sering mangalami bisulan sebagai pembersih darah. Tanaman ini
dapat dengan mudah diperbanyak dengan cara okulasi dan stek batang.