Anda di halaman 1dari 37

TRANSMISI

SABUK (BELT)

Roda Gigi
Sabuk dan Pulley
Rantai dan Sproket
Tali
Kabel

Menstransmisikan daya dari suatu


poros / as ke poros lainnya
Rasio kecepatan tidak tepat ada kehilangan
daya karena slip dan creep antara 3 s.d. 5 %
DESAIN SABUK
Memilih sabuk untuk menstransmisikan daya
yang dibutuhkan
Menentukan daya yang ditransmisikan dengan
sabuk yang telah ada

1. Sabuk datar.
Jarak dua poros sampai 10 (m)
Perbandingan putaran antara 1/1 sampai 6/1

2. Penampang V
Jarak dua poros 5 (m)

Perbandingan putaran antara I/ I sampai 7/ 1

3. Sabuk gilir
Jarak dua poros 2 (m)
perbandingan putaran antara 1/1 sampai 6/1

Daya yang ditransmisikan oleh sabuk merupakan


fungsi dari tegangan dan kecepatan sabuk
Daya = (T1 T2) v

Diman
a:

T1 = tegangan sabuk pada sisi tarik, N


T2 = tegangan sabuk pada sisi kendor, N
V = kecepatan sabuk, m/s
TARIKAN MAKSIMUM yang diijinkan pada sisi tarik
tergantung pada tegangan yang diijinkan oleh bahan
sabuk.

SABUK PLAT DATAR


d

T
dN
dN

r
T + dT

Gaya Sentrifugal = m a
( mr d ) ( v2 / r )
=mv2 d

m = bt
b : lebar sabuk, t : tebal sabuk,
: densitas sabuk

: koefisien gesekan antara sabuk dan pulley

SABUK PLAT DATAR

T
dN
dN

Fx = 0

T + dT

(T + dT) Cos d - dN T Cos d = 0


Fy = 0
(T + dT) (Sin d) + T(sin d) dN (mv2) d =
0

d 0 Cos d = 1
Sin d = d
(T + dT) - dN T = 0 atau dN = dT/

(T + dT) d + T(sin d) dN (mv2) d = 0 2


Substitusi Persamaan 1 ke 2 dan pengeluaran turunan
orde 2 menghasilkan
Td dT/ (mv2) d = 0
dT
fd
2
T mv

T1

dT
T T mv 2 0 fd
2

T1 mv 2
f

e
T2 mv 2

UNTUK SABUK V

T
mv2 d

T + dT

Fx = 0;

dN

Perbedaan pada:

dN Sin

GAYA NORMAL &


GESER
y

(T + dT) Cos d - dN T Cos d = 0

Fy = 0;
(T + dT) Sin d + T sin d - dN Sin mv2 d = 0

d 0 Cos d = 1
Sin d = d
(T + dT) - dN T = 0 atau dN = dT/

(T + dT) ( d) + T (d) - dN Sin mv2 d = 0

Substitusi Persamaan 1 ke 2 dan pengeluaran turunan


orde 2 menghasilkan
Td - (dT/) Sin mv2 d = 0

dT
f

d
2
T mv
sin 1
2

T1

dT
f
T T mv 2 0 sin 1 d
2
2

T1 mv 2
f / sin 1
2

e
T2 mv 2

PEMILIHAN SABUK
Berdasarkan aplikasi persamaan
Tabel / katalog

SUDUT KONTAK

Rr
sin
C

1 = 180 o 2 = 180o 2 sin-1 ((R-r)/C)


2 = 180o + 2 = 180o + 2 sin-1 ((R-r)/C)

CONTOH PEMILIHAN SABUK BERDASARKAN APLIKASI


PERASAMAAN
Sebuah kipas digerakkan oleh sabuk dari sebuah motor yang berputar
pada 880 rpm. Sabuk dengan ketebalan 8 mm lebar 250 mm
digunakan. Diameter pulley motor dan pulley penggerak adalah 350
mm dan 1370 mm. Jarak titik pusat 1370 mm dan kedua pulley
terbuat dari cast iron. Koefisien gesekan adalah 0.35 dengan
tegangan yang diijinkan pada sabuk 2.4 MPa.
Massa jenis sabuk adalah 970 kg/m3.
BERAPAKAH KAPASITAS DAYA SABUK?
N = 880 rpm

C = 1370 mm

t = 8 mm

= 0.35

b = 250 mm

= 2.4 MPa

d = 350 mm

= 970 kg/m3

D = 1370 mm

PENYELESAIAN:

Sudut Kontak:
1 = 180o 2 sin-1 ((R-r)/C)
= 180o 2 sin-1 [(685 175)/1370] = 136.3o
2 = 180o + 2 sin-1 ((R-r)/C)
= 180o + 2 sin-1 [(685 175)/1370] = 223.7o
m = 8 x 250 x10-6 x 970 = 1.94 kg/m
v = DN = 3.14 (0.35)(880/60rps) = 16.13 m/s
T1 = (250 x 8 x 10-6) (2.4 x 10 6) = 4800 N

T1 mv 2
f

e
T2 mv 2
4800 1.94(16.13) 2
0.35 (136 / 180 )

e
T2 1.94(16.13) 2
T2 = 2373 N

Kapasitas Daya = (T1 T2) v


= (4.8 2.373) (16.13)
= 39.1 kW

PEMILIHAN
BERDASARKAN
KATALOG

Sabuk Tipe V

1. INPUT DATA
Daya yang ditransmisikan P (kW), Putaran poros n1 (rpm),
Perbandingan putaran i, Jarak sumbu poros C (mm)

2. FAKTOR KOREKSI ( c)

fc

3. DAYA RENCANA (Pd)

Pd = P x c (kW)
4. MOMEN RENCANA (T)

T 9.74 x105

Pd
n1

(kg.mm)

5. BAHAN POROS

Bahan poros, B, S1, S2, a, Kt, Cb


6. PERHITUNGAN DIAMETER POROS

5,1

ds
K t CbT
a

7. PEMILIHAN PENAMPANG SABUK

8. DIAMETER MINIMUM PULI dmin (mm)

9. DIAMETER LINGKARAN JARAK BAGI (dP dan Dp),


DIAMETER LUAR PULI (dk dan Dk) DAN DIAMETER
NAF (dB dan DB)
dp = diameter minimum
Dp = dp x i
Penentuan dk dan Dk

dk = dp + 2 x K
Dk = Dp + 2 x K

5
d B d s1 10
3
5
DB d s 2 10
3

10. KECEPATAN SABUK v (m/s

d p n1
v
60 1000
11. PENGECEKAN KECEPATAN SABUK

V 30
12. PENGECEKAN JARAK SUMBU POROS

d k Dk
C
2

Jika tidak memenuhi syarat


kembali ke No 7 (pemilihan
penampang sabuk) atau 9
(diameter puli)

13. PEMILIHAN SABUK, KAPASITAS DAYA (P0)

14. PERHITUNGAN PANJANG KELILING

1
Dp d p 2
L 2C d p D p
2
4C
15. NOMOR NOMINAL DALAM PERDAGANGAN

Tabel 5.3
16. JARAK SUMBU POROS

b = 2L 3.14(Dp + dp)

b b 2 8( D p d p ) 2
8

17. FAKTOR KOREKSI karena sudut kontak K

= 80o -57(242 -145) = 162o

18. JUMLAH SABUK N

Pd
N
P0 K

19. DAERAH PENYETELAN JARAK POROS

20. HASIL

Penampang Sabuk
Panjang Keliling
Jumlah Sabuk
Jarak Sumbu Poros
Daerah Penyetelan
Diameter Puli

Sebuah kompresor kecil digerakkan oleh sebuah motor listrik


dengan daya 3,7 (kW), 4 kutup, 1450 (rpm) dan diameter
poros 25 (mm). Diameter poros dan putaran kompresor yang
dikehendaki adalah 30 (mm) dan 870 (rpm). Jarak sumbu
poros 300 (mm). Kompresor bekerja selama 8 jam sehari.
Carilah sabuk-V dan puli yang sesuai

1. P = 3,7(kW), n1 = 1450(rpm), i 1450/870 1,67, C = 300 (mm)


2. fc = 1,4
3. Pd = 1,4 x 3,7 = 5,18 (kW)
4. T1 = 9,74 x 105 x (5,18/1450) = 3480 (kg.mm)
T2 = 9,74 x 105 x (5,18/870) = 5800 (kg-mm)
5. Bahan poros S30C D, B= 58 (kg/mm2)
Sf1 = 6, Sf2 = 2 (dengan alur pasak)
a = 58/(6 x 2) = 4,83 (kg/mm2)
Kt = 2 untuk beban tumbukan
Cb = 2 untuk lenturan

2-5

6. ds1 = {(5,1/4,83) x 2 x 2 x 3480}1/3 = 24,5 (mm) 25 (mm), baik


ds2 = {(5,1/4,83) x 2 x 2 x 58001}1/3 = 29,0 (mm) 30 (mm), baik
7. Penampang sabuk-V: tipe B
8. dmin = 145 (mm)
9. dp = 145 (mm), DP = 145 x 1,67 = 242 (mm)
dk = 145 + 2 x 5,5 = 156 (mm)
Dk = 242 + 2 x 5,5 = 253 (mm)
5
/3 ds1 + 10 = 52 dB = 60 (mm)
10. v = 3,14 x 145 x 1450 = 11,4 (m/s)
60 x 1000
11.
11,4 (m/s) < 30 (m/s), baik

9-10

12. 300 (156 + 253)/2 = 95,5 (mm), baik


13. P0 = 3,14 + (3,42 - 3,14)(50/200) + 0,41 + (0,47 - 0,41)(50/200)
= 3,64 (kW)
14. L = 2 x 300 + 1,57(242+145) + (242 - 145)2 = 1215 (mm)
4 x 300
15. Nomor nominal sabuk-V: No. 48 L = 1219 (mm)
16. b = 2 x 1219 - 3,14 (242 + 145) = 1223 (mm)

1223 12232 8(242 145) 2


C
302(mm)
8

12 13 -16

17. = 80o -57(242 -145) = 162o K = 0,96


18. N =

5,18
3,64 x 0,96

= 1,48 2 buah

19. Ci = 25 (mm), Ct = 40 (mm)

Tipe B, No. 48, 2 buah, dk = 156 (mm), Dk = 253 (mm)


Lubang poros 25 (mm), 31,5 (mm)
Jarak sumbu poros 302-25 (mm)+40 (mm)

17-18 19

Anda mungkin juga menyukai