Anda di halaman 1dari 6

Pompa Sentrifugal

Ketika sebuah objek benda diputar dalam gerak melingkar, benda tersebut akan cenderung
terlempar keluar dari pusat lingkaran.
Gambar 2.1. Benda Melingkar

Satu cara untuk menambah energi kepada fluida cair adalah dengan memutar fluida
tersebut dalam arah melingkar. Gaya yang mengakibatkan sebuah objek terlempar keluar dalam
gerak melingkar disebut gaya sentrifugal.

Bagian pompa yang memutar flluida cair disebut impeller. Fluida cair mengalir melelui
inlet pompa dan masuk kedalam titik pusat impeller. Selanjutnya impeller akan menggerakkan
fluida tersebut dalam gerak melingkar, Fluida cair akan didorong dari titik pusat menuju bagian
terluar dari bibir impeller. Semakin cepat impeller berputar, akan semakin cepat fluida cair
bergerak. Impeller disusun dari rangkaian vanes atau blade, yang berpungsi untuk mengarahkan
aliran fluida).
Gambar 2.2. Impeller

Gaya centrifugal mendorong fluida cair menjauhi titik pusat impeller. Selanjutnya fluida
cair memasuki rumah pompa ketika terlempar keluar dari bagian terluar impeller tersebut. Ketika
fluida cair memasuki rumah pompa, kecepatannya akan berkurang. Berkurangnya kecepatan
fluida cair akan menaikkan tekanan fluida cair.

Pada saat gaya centrifugal menggerakkan fluida cair menjauhi pusat impeller, daerah
bertekanan rendah akan terbentuk pada pusat impeller. Terbentuknya daerah bertekanan rendah
pada pusat impeller selanjutnya akan mampu mengalirkan fluida cair dari system masuk kedalam
impeller. Pada pompa centrifugal, fluida cair digerakkan oleh gaya centrifugal dari daerah
bertekanan rendah di pusat impeller menuju daerah bertekanan tinggi di discharge pompa.
Komponen utama dari pompa sentrifugal terlihat pada Gambar 2.1.4 dan diterangkan dibawah
ini:

– Komponen berputar: impeller yang disambungkan ke sebuan poros


– Komponen satis: casing, penutup casing, dan bearings

Gambar 2.3. Komponen utama pompa sentrifugal


Komponen Pompa Sentrifugal

1. Impeller

Impeler merupakan cakram bulat dari logam dengan lintasan untuk aliran fluida
yang sudah terpasang. Impeler biasanya terbuat dari perunggu, polikarbonat, besi tuang
atau stainless steel, namun bahan-bahan lain juga digunakan. Sebagaimana kinerja pompa
tergantung pada jenis impelernya, maka penting untuk memilih rancangan yang cocok
dan mendapatkan impeler dalam kondisi yang baik. Jumlah impeler menentukan jumlah
tahapan pompa. Pompa satu tahap memiliki satu impeler dan sangat cocok untuk layanan
head (=tekanan) rendah. Pompa dua tahap memiliki dua impeler yang terpasang secara
seri untuk layanan head sedang. Pompa multi-tahap memiliki tiga impeler atau lebih
terpasang seri untuk layanan head yang tinggi. Impeler dapat digolongkan atas dasar:

– Arah utama aliran dari sumbu putaran: aliran radial, aliran aksial, aliran campuran
– Jenis hisapan: hisapan tunggal dan hisapan ganda
– Bentuk atau konstruksi mekanis

Macam-macam jenis impeller adalah sebagai berikut:

– Impeler yang tertutup memiliki baling-baling yang ditutupi oleh mantel (= penutup)
pada kedua sisinya. Biasanya digunakan untuk pompa air, dimana baling-baling
seluruhnya mengurung air. Hal ini mencegah perpindahan air dari sisi pengiriman ke
sisi penghisapan, yang akan mengurangi efisiensi pompa. Dalam rangka untuk
memisahkan ruang pembuangan dari ruang penghisapan, diperlukan sebuah
sambungan yang bergerak diantara impeler dan wadah pompa. Penyambungan ini
dilakukan oleh cincin yang dipasang diatas bagian penutup impeler atau dibagian
dalam permukaan silinder wadah pompa. Kerugian dari impeler tertutup ini adalah
resiko yang tinggi terhadap rintangan.
– Impeler terbuka dan semi terbuka. Memudahkan dalam pemeriksaan impeller.
kemungkinan tersumbatnya kecil. Akan tetapi utnuk menghindari terjadinya
penyumbatan melalui resirkulasi internal, volute atau back-plate pompa harus diatur
secara manual untuk mendapatkan setelan impeler yang benar.
– Impeler pompa berpusar/vortex cocok untuk bahan-bahan padat dan “berserabut”
akan tetapi pompa ini 50% kuran efisien dari rancangan yang konvensional.
Gb. 2.4. Semi-open impeler Gb. 2.5. Impeller jenis tertutup dan terbuka

1. Kasing pompa

Fungsi utama kasing adalah menutup impeler pada penghisapan dan pengiriman
pada ujung dan sehingga berbentuk tangki tekanan. Tekanan pada ujung penghisapan
dapat sekecil sepersepuluh tekanan atmosfir dan pada ujung pengiriman dapat dua puluh
kali tekanan atmosfir pada pompa satu tahap. Untuk pompa multi- tahap perbedaan
tekanannya jauh lebih tinggi. kasing dirancang untuk tahan paling sedikit dua kali
tekanan ini untuk menjamin batas keamanan yang cukup. Fungsi kasing yang kedua
adalah memberikan media pendukung dan bantalan poros untuk batang torak dan
impeler. Oleh karena itu kasing pompa harus dirancang untuk:

– Memberikan kemudahan mengakses ke seluruh bagian pompa untuk pemeriksaan,


perawatan dan perbaikan.
– Membuat wadah anti bocor dengan memberikan kotak penjejal
– Menghubungkan pipa-pipa hisapan dan pengiriman ke flens secara langsung
– Mudah dipasang dengan mudah ke mesin penggerak (motor listrik) tanpa kehilangan
daya.

Gb. 2.6. Kasing pompa Gb. 2.7. Flexibility 3600


1. Back Plate

Back plate terbuat dari logam dimana dengan kasing pompa membentuk kamar
cairan untuk fluida untuk dijadikan tekanan.
Gambar 2.8. Back plate

2. Mechanical Seal

Koneksi antara batang motor shaft/pompa dan selubung pompa dilindungi oleh
suatu segel mekanik

3. Shroud and Legs

Kebanyakan jenis pompa di coba dengan shourd dan legs yang dapat disetel.
Shroud dibatasi untuk meredam suara gaduh dan melindungi motor dari kerusakan

Gambar 2.9. Shroud and legs pompa

4. Pump Shaft

Kebanyakan pompa mempunyai batang potongan yang ditempatkan dibatang


motor untuk menggabungkan tekanan, menghapuskan penggunaan keyways. Perakitan
batang potongan dapat didesain secara sederhana, sekalipun begitu masih menjamin
pengarahan metode untuk mengurangi suara gaduh dan getaran. Untuk pompa sentrifugal
multi-stage panjang batang pompa akan berbeda tergantung dari banyaknya pendorong
yang digunakan.
Gambar 2.10. Pump shaft

5. Adaptor

Kebanyakan pompa dengan suatu standar IEC motor elektrik. Koneksi antara
motor dan backplate dihubungkan oleh suatu adaptor dimana sesusai dengan standar IEC
atau C-frame motor elektronik.

Gambar 2.11. Adaptor

Pompa sentrifugal di desain multi-stage digunakan agar tekanan tinggi masuk. Pompa
sentrifugal merupakan solusi efektif dalam masalah biaya. Pertama cairan dipaksa menuju
sebuah impeler oleh tekanan atmosfir, atau dalam hal jet pump oleh tekanan buatan. Lalu Baling-
baling impeler meneruskan energi kinetik ke cairan, sehingga menyebabkan cairan berputar.
Cairan meninggalkan impeler pada kecepatan tinggi. Impeler dikelilingi oleh volute casing atau
dalam hal pompa turbin digunakan cincin diffuser stasioner. Prinsip kerja untuk pompa
sentrifugal multi stage sama dengan pompa sentrifugal konvesional. Pompa sentrifugal multi-
stage konstan, walapun beberapa impeler menaikan tekanan dari satu stage ke stage yang lainya.
Operasi pompa sentrifugal sama dengan operasi pompa sentrifugal konvesional disusun seri.