Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH

SISTEM NEUROBEHAVIOUR 1
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
MENINGITIS
Disusun oleh :
FAUZIAH DYAN AYU

(220110120024)

RIRIS PURWITA WIDODO

(220110120048)

TANTRI NOVIANTI

(220110120120)

EVA FAUZIYAH

(220110120132)

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan.
Makalah ini membahas tentang Sistem Neurobehaviour 1 khususnya mengenai
Meningitis. Dalam penulisan makalah ini, penulis menemui beberapa kendala, tetapi dapat
teratasi berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
2. Ibu Anastasia Anna S.Kp., Ners., M.Kep. selaku dosen koordinator mata pelajaran.
3. Ibu Ristina Nirwanti, S.Kep., Ners., M.Kep. selaku dosen tutor kelompok 1.
4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun demi
penyempurnaan makalah ini di waktu yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca. Semoga
Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Amin.
Jatinangor, 25 September 2014

Penulis

Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 1

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………...

1

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………

2

BAB 1 PENDAHULUAN ……………………………………………………………

4

1.1.
1.2.
1.3.

Latar Belakang …………………………………………………………………….. 4
Rumusan Masalah ………………………………………………………………… 4
Tujuan …………………………………………………………………………….. 5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………………….

6

2.1. Anatomi Dan Fisiologi Selaput Otak …………………………………………….

6

2.2. Definisi …………………………………………………………………………..

7

2.3. Patofisiologi ……………………………………………………………………….

8

2.4. Etiologi ……………………………………………………………………………..

10

2.5. Faktor Predisposisi dan Faktor Resiko ……………………………………………... 11
2.6. Manifestasi Klinis …………………………………………………………………… 12
2.7. Klasifikasi …………………………………………………………………………… 14
2.8. Komplikasi ………………………………………………………………………….. 16
2.9. Penatalaksanaan ……………………………………………………………………… 16
2.10. Prognosis …………………………………………………………………………… 18
2.11 Pencegahan ………………………………………………………………………..... 19
2.12. Pendidikan Kesehatan ……………………………………………………………… 22
BAB 3 PROSES KEPERAWATAN …………………………………………………..

23

3.1 Pengkajian ……………………………………………………………………………. 23

Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 2

29 3.3 Asuhan Keperawatan pada Diagnosa Utama ………………………………………. 32 4..2.. 34 Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 3 .. 29 BAB 4 PENUTUP ……………………………………………………………………….. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Timbul ……………………………………. 32 Daftar Pustaka …………………………………………………………………………….2.3. 32 Saran …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………. 33 Lampiran …………………………………………………………………………………..1. Kesimpulan 4.

(WHO. 2005 yang disebutkan dalam jurnalnya Anngraini Alam yang berjudul “Kejadian Meningitis Bakterial pada Anak usia 6-18 bulan yang Menderita Kejang Demam Pertama” Di Indonesia. dengan etiologi Hib 16/100. Menurut WHO. kejang.1. bahkan kematian.3.6. 2005). Latar Belakang Meningitis adalah Infeksi terbatas pada meningeal yang menyebabkan gejala yang menunjukkan meningitis (kaku kuduk. demam) sedangkan bila parenkim otak terkena.1. Maka dari itu kami persembahkan salah satu rangkuman makalah tentang asuhan keperawatan pada meningitis sebagai bahan belajar dan pendidikan bagi mahasiswa keperawatan. Penyakit meningitis merupakan penyakit yang serius karena letaknya dekat dengan otak dan tulang belakang sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak. pasien memperlihatkan penurunan tingkat kesadaran. Apa etiologi dari meningitis? 1. angka ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan negara maju.2. pikiran. 2009) Menurut jurnal Gesnerd.000 dan bakteri lain 67/100.2.2.5. jamur atau parasit yang menyebar dalam darah dan cairan otak.4. Rumusan Masalah 1. Bagaimana patofisiologi dari meningitis? 1. kasus meningitis bakterialis sekitar 158/100.2. di Negara Amerika Serikat pada tahun 2009 terdapat 3000 kasus penyakit meningococcus dan di Eropa bagian Barat terjadi 7. 1. Apa saja klasifikasi dari meningitis? 1. bakteri. sakit kepala.BAB 1 PENDAHULUAN 1.000 per tahun.2.2.700 kasus meningococcus pada setiap tahunnya. Apa saja komplikasi dari meningitis? Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 4 . Melihat kejadian diatas bahwa meningitis merupakan salah satu penyakit infeksi utama di Indonesia kami sebagai mahasiswa keperawatan sangat penting mempelajari penyakit ini agar kami dapat memberikan asuhan keperawatan yang sesuai.000.2. defisit neurologis fokal. Apa saja manifestasi klinis dari meningitis? 1. Apa definisi dari Meningitis? 1.2. dan kenaikan tekanan intrakranial (Harsono. Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus.

3. sebagai bahan kajian bagi perawat dalam praktiknya menangani penderita dengan meningitis dan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem persepsi dan sensori. Bagaimana masalah keperawatan dan asuhan keperawatan dari meningitis? 1.2. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui dan menambah wawasan mengenai gangguan sistem neurobehaviour pada penderita meningitis. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 5 .2.1.7.8. Bagaimana penatalaksanaan/pemeriksaan dari meningitis? 1.

2. 2. Gambar 2. Duramater (lapisan luar) adalah selaput keras pembungkus otak yang berasal dari jaringan ikat tebal dan kuat.1. ruangan ini berisi sel radang. Ruangan di antara arakhnoid dan piamater disebut subarakhnoid. Arakhnoid (lapisan tengah) merupakan selaput halus yang memisahkan durameter dengan piamater membentuk sebuah kantong atau balon berisi cairan otak yang meliputi seluruh susunan saraf sentral.4.3.1. Piamater (lapisan sebelah dalam) merupakan selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak. melindungi struktur saraf halus yang membawa pembuluh darah dan cairan sekresi (cairan serebrospinalis/CSS). Pada reaksi radang. 2. Di sini mengalir cairan serebrospinalis dari otak ke sumsum tulang belakang.1.1.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Anatomi dan Fisiologi Selaput Otak Meningen (selaput otak) adalah selaput yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. 2.1.1. memperkecil benturan atau getaran yang terdiri dari tiga lapisan: 2.1 lapisan meningen Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 6 . Durameter pada tempat tertentu mengandung rongga yang mengalirkan darah vena dari otak.

(Esther Chang. Mikroorganisme ini berasal dari infeksi yang sudah ada sebelumnya yaitu dari infeksi bakteri atau infeksi virus. 2009) Meningitis adalah peradangan pada otak dan meningen medulla spinalis. 2011) Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 7 . peradangan ini dapat menyerang tiga membran meningen yaitu durameter. hal ini disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang masuk ke dalam sistem saraf pusat melalui sirkulasi darah. Definisi Dalam buku patofisiologi karangan John Daly dkk tahun 2010.2.2. dan piameter. meningitis adalah inflamasi pada meningen otak dan medulla spinalis. membran araknoid. Meningitis ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi virus. (Kimberly. atau dapat pula melalui perluasan infeksi dari sumber ekstrakranial.

Echo virus. (laki-laki epiglottis. arachnoid. (contoh: Coxsackie E. telinga bagi Ensefalitis Abses otak Kehilangan pendengaran Demam Masuk ke SSP Reaksi peradangan jaringan serebral: piameter. CSS Hipertermi Meningitis Serosa Meningitis Tuberculosis Eksudat (cairan berwarna bening) Meningitis Purulenta Eksudat (pus berwarna keruh) Perubahan fisiologis intrakranial Menyebar ke seluruh S.2. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 8 . H.(contoh: influenzae) Criptococcus. coli. Neofarmans) Invasi kuman ke jaringan serebral melalui darah (vena nasofaring posterior). pneumonia). Patofisiologi emah. sosio-ekonomi otitis media. lebih rentan). rendah. trauma lingkungan kepala dengan padat kebocoran penduduk. sere ri VIRUS BAKTERI JAMUR ontoh: Mumps virus. kranial dan spinal Peningkatan permeabilitas pembuluh darah ke otak Kerusakan neurologis yang mempersarafi otot Kerusakan neurologis yang mempersarafi otot Tonus otot ↓ Hambatan Mobilitas Fisik Lanjutan……. CSS musim (cairan panas. disposisi: jenis ISPA kelamin (sinusitis. Listeria virus) monositogenesis.3.

Lanjutan……. Peningkatan permeabilitas pembuluh dara Tekanan Intra Kranial ↑ Tingkat kesadaran. muntah di medulla spinalis Bradikardi Kaku kuduk. Perilaku. sekresi ADH ↑ Penekanan area fokal kortikal an pada pusat refleksPerub. disorientasi. fotophobia. lumbal Pola nafas tidak efektif Bersihan jalan nafas tidak efek Koma → kematian Ansietas Gangguan ADL Risiko berlebihnya volume cairan Trombosis vena serebral → Kelumpuhan Efusi atau abses subdural Hidrosefalus retardasi mental → Gangguan teritis pembuluh darah otak → Infark → kematian jaringan otak perkembangan mental dan i Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 9 . tanda Brudzinski potensial membran tingkat kesadara Aliran darah serebralPenurunan ↓ Mual. produksi m Perubahan perfusi jaringan otak Risiko ggn perfusi perifer Permeabilitas Prosedur pungsi fisik kapiler dan retensi cairan ↑ Kelemahan Adhesi → kelumpuhan saraf invasif. muntah. perub. intake nutrisi ↓ Risiko defisit cairan Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan Kejang Risiko Cidera O2 ke otak tidak adekuat Kemampuan batuk ↓. tanda Ketidakseim-bangan kernig.

Pneumococcus. Stafilococcus. jamur.4. Herpes zooster dan enterovirusyag menjadi penyebab terjadinya meningitis aseptik tapi ini jarang terjadi. meningococcus dan pneumococcus).influenzae.Keterangan: Etiologi Klasifikasi Manifestasi Komplikasi yang mungkin timbul Masalah keperawatan yang mungkin muncul *Meningitis Tuberculosis: etiologi karena bakteri. 2. dan listeria monositogenes). Streptococcus dan Listeria).2.Coli. Bakteri Meningitis oleh bakteri memiliki kecenderungan menyerang pada golongan usia tertentu. golongan neonatus (E.4. juga pada usia > 20 tahun (Meningococcus. namun termasuk meningitis serosa 2.4.beta hemolitikus. cacing.4.golongan umur 5 – 20 tahun (Haemophilus influenzae. diantaranya. 2. Virus penyebab yang paling banyak ditemukan yaitu Mumpsvirus. golongan balita (h. Criptococcal bisa masuk ke tubuh melalui jalur udara ketika Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 10 . Namun yang paling banyak terjadi disebabkan oleh bakteri dan virus. 2. S. riketsia. Neisseria meningitidis dan Streptococcus pneumococcus). Jamur Meningitis jamur disebabkan oleh jamur Criptococcus neofarmans dan sering terjadi pada pasien AIDS. Ada juga Herpes simplex. Echovirus. cenderung jinak dan bisa sembuh sendiri. Etiologi Meningitis disebabkan oleh virus. dan Coxsackie virus. bakteri. Meningitis karena bakteri berakibat lebih fatal dibandingkan dengan penyebab lain karena mekanisme kerusakan & gangguan otak yang disebabkan oleh bakteri ataupu produk bakteri yang lebih berat. dan protozoa.1.3. Virus Sedangkan meningitis oleh virus memiliki prognosis yang lebih baik.

kulit dan bagian tubuh lain. Sepsis b. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 11 . Penyakit ISPA g. Faktor Resiko . Faktor Predisposisi Ada beberapa keadaan yang menjadi penyebab faktor predisposisi dari meningitis yang disebabkan oleh bakteri.5. riwayat pembedahan atau injury yang berhubungan dengan sistem persarafan yang mengakibatkan terjadinya meningitis.5. Pemirauan (shunting) ventrikel d.1.5.menghirup debu atau partikel kotoran burung yang kering.5. 2. Waktu ( musim panas ) h. Pasien yang pernah mengalami operasi craniotomy 2. Daya tahan tubuh c.5. diantaranya : .5.3. Faktor Predisposisi Dan Faktor Resiko 2. 2.2. Faktor lingkungan Keadaan lingkungan dengan kebersihan yang buruk dan terlalu padat dapat menyebabkan timbulnya kontak dengan penderita sehingga berpotensi terpapar oleh bakteri seperti Haemophilus influenza. 2. Infeksi parameningeal 2. Jamur ini dapat menginfeksi paru-paru. Faktor maternal Hal-hal seperti ruptur membran fetal dan infeksi maternal pada minggu terakhir kehamilan dapat menjadi penyebab terjadinya meningitis.5. Jenis kelamin d. Usia b. Punsi lumbal dan anastesi spinal e. 2. Kelainan sistem saraf pusat. Lingkungan sosio ekonomi rendah e.6.5. Faktor imunologi Biasanya disebabkan oleh faktor imunologi seperti defisiensi mekanisme imun dan defisiensi immunoglobulin.4. Kelainan yang berkaitan dengan penekanan reaksi imunologis seperti agamaglobulinemia c. Lingkungan padat penduduk f.

Tanda Kernig positif : Keadaan ketika pasien dibaringkan dengan paha dalam keadaan fleksi kearah abdomen. Manifestasi Klinis Secara umum. Sakit kepala hebat : Hal ini disebabkan oleh iritasi meningen dan biasanya terjadi pada 90% pasien kasus meningitis bakterial.2 Kernig Positif c.6. 2. Dagu pasien tidak dapat disentuhkan ke dada dan juga didapatkan tahanan pada hiperekstensi dan rotasi kepala. gejala klinis yang sering muncul pada pasien penderia meningitis adalah sebagai berikut: 2.6.2. kaki pasien tidak dapat di ekstensikan dengan sempurna.2. Hal ini terjadi pada 70% pasien meningitis bakterial pada dewasa. Pasien berbaring terlentang dan pemeriksa meletakkan tangan kirinya dibawah kepala dan tangan kanan diatas dada pasien kemudian dilakukan fleksi kepala dengan cepat kearah dada sejauh mungkin. Gambar 2. maka pasien secara spontan melekukkan lutut ke atas (fleksi). b. Tanda Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 12 . Tanda Brudzinki positif I : Bila leher pasien di fleksikan atau ditundukkan ke arah dada. Tanda kernig positif (+) bila ekstensi sendi lutut tidak mencapai sudut 135o (kaki tidak dapat diekstensikan sempurna) disertai spasme otot paha biasanya diikuti rasa nyeri.6. Tanda kaku kuduk positif (+) bila terdapat kekakuan dan tahanan pada pergerakan fleksi kepala disertai rasa nyeri dan spasme otot.1. Beberapa tanda lain yang disebabkan oleh iritasi meningen seperti berikut : . Kaku kuduk (rigiditis nukal) : Ketidakmampuan untuk menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tonus otot leher dan kekakuan.

2009) 2. Meningitis berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak yaitu: Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 13 .3 Brudzinki 2.1. 2. Kejang : Hal ini akibat area fokal kortikal yang peka dan peningkatan tekanan intrakranial akibat adanya eksudat purulen dan edema serebral dengan tanda . Tanda brudzinski II positif (+) bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter pada sendi panggul dan lutut pada kaki yang satunya (kontralateral).6.6. 2.6. Klasifikasi Meningitis dibagi menjadi 2 golongan. Fotofobia : Intoleransi terhadap cahaya terang. 2. Gambar 2. Muntah (Esther Chang.brudzinski I positif (+) bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter pada lutut dan panggul.7.6.7.6. 2.7. berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak dan berdasarkan mikroorganisme penyebab. Demam tinggi : Perubahan panas yang mendadak ini dapat terjadi pada meningitis bakterial maupu viral.4.5. Tanda Brudzinki positif II : Pasien berbaring terlentang dan dilakukan fleksi pasif salah satu paha dan sendi panggul (seperti pada pemeriksaan Kernig). Penurunan kesadaran : Penurunan kesadaran yang sering terjadi pada kasus meningitis ini adalah letargi.6.tanda perubahan karakteristik tanda-tanda vital yaitu perubahan tekanan nadi dan bradikardi.3. 2.

Peudomonas aeruginosa. arbovirus (virus penyakit rubella). Sesuai namanya. Neisseria meningitides (meningokok). Meningitis Virus ( meningitis aseptik ) Meningitis jenis ini sering terjadi akibat komplikasi lanjutan dari berbagai macam penyakit akibat virus yang meliputi mumps (penyakit gondok). Escherichia coli. 2005) c. Virus penyebab meningitis disini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu : virus RNA dan virus DNA. Staphylococcus aureus. meningitis ini disebabkan oleh bakteri. antara lain : Neisseria meningitides (meningokok). Meningitis berdasarkan mikroorganisme penyebab yaitu: . Penyebabnya adalah bakteri antara lain: Diplococcus pneumoniae (pneumokok). Meningitis bekterial ( meningitis purulenta/septik ) Meningitis ini merupakan karakteristik inflamasi pada seluruh meningen. Meningitis serosa Merupakan radang selaput otak araknoid dan piameter yang disertai cairan otak yang jernih. Haemophilus influenzae.. b. (PERDOSSI. Meningitis Jamur ( meningitis kriptokoku neoformans ) Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 14 . dimana organism masuk ke dalam ruang arachnoid dan subarachnoid. 2008) b. Meningitis purulenta Merupakan radang bernanah pada arakhnoid dan piameter yang meliputi otak dan medula spinalis. Virus. Penyebab lainnya lues. streptococcus pneumonia (pneumococcus) dan Mycobacterium tuberculosis. flavivirus. Staphylococcus aureus. mixovirus. Haemophilus influenzae. Toxoplasma gondhii dan Ricketsia. (Ginsbeg. Klebsiella pneumoniae. Sedangkan contoh virus DNA pada meningitis ini yaitu virus herpes dan retrovirus. Contoh virus RNA adalah enterovirus (virus penyakit polio). 2.7. herpes simplek dan herpes zoster. Streptococus haemolyticuss. Penyebab yang paling sering adalah Mycobacterium tuberculosa. Streptococus haemolyticuss.2.

Manifestasi pada infeksi jamur dan parasit pada susunan saraf pusat dapat berupa meningitis dan proses desak ruang (abses atau kista). Biasanya infeksi jamur cenderung menimbulkan meningitis kronis atau abses otak. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 15 .Pada meningitis ini infeksi jamur dan parasit pada susunan saraf pusat merupakan penyakit oportunistik yang pada beberapa keadaan tidak terdiagnosa sehingga penanganannya juga termasuk sulit. Meningitis kriptokokus neoformans biasa disebut meningitis jamur yang disebabkan oleh infeksi jamur pada sistem saraf pusat yang sering terjadi pada pasien AIDS.

2. atau kelumpuhan.000 Staphilococcus non PNC. pneumoniae. 2. Influenza. pneumonia.8. 2. H. Trombosis vena serebral. 2. yang dapat mengakibatkan infark otak karena adanya infeksi pada pembuluh darah yang mengakibatkan kematian pada jaringan otak. Dewasa : 12 gr/hari IV Neonatus < 1 minggu : 50 Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 16 . Nama Antibiotika Penicillin G Chloramfenicol Penyebab H. dapat terjadi karena radang langsung saluran pendengaran.8.8. Influenzae Dewasa : 4 gr/hari IV dibagi 4 dosis Anak-anak : 100 mg/kgBB/hari Ampisilin Ciprofloxacin Cefotaxime S.8. Hidrosefalus.3. Antibiotika Antibiotika yang diberikan kepada penderita meningitis ada yang diberikan sesuai golongan umur dan penyebab seperti pada tabel berikut.8. Ensefalitis.2. Penatalaksanaan 2. 2. 2. koma.8. Terapi Farmako . Kehilangan pendengaran.1.9. H. Arteritis pembuluh darah otak. Gangguan perkembangan mental dan inteligensi karena adanya retardasi mental 2. yaitu pertumbuhan lingkaran kepala yang cepat dan abnormal yang disebabkan oleh penyumbatan cairan serebrospinalis. influenzae P.8.2.5.9. yaitu radang pada otak. 2. IV dalam 4 dosis Dewasa : 200mg/kgBB/hari IV dalam 4 dosis Anak-anak : 200mg/kgBB/hari 400mg/hari staphilococcus.7.8.4. yaitu penumpukan cairan di ruangan subdural karena adanya infeksi oleh kuman.8. aeruginosa Streptococcus.6. Komplikasi Penyakit-penyakit yang dapat terjadi akibat dari komplikasi meningitis antara lain: 2. yang mengakibatkan perkembangan mental dan kecerdasan anak terganggu. Dewasa : 20 mu/6 jam IV Anak-anak : 300. yang menyebabkan kejang. Abses otak. Dosis Obat Pneumococcus.1. Efusi atau abses subdural. unit/kg/hari IV dibagi 3-4 dosis Staphilococcus PNC S.8. terjadi karena radang yang berisi pus atau nanah di otak.

penurunan fungsi imun seluler. aeruginosa. N. influenzae. Pneumonia dosis P. N. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 17 . aeruginosa 6 gr/hari IV Staphylococcus epidermidis Dewasa : 2 gr/hari IV selama 21 hari Anak : 20-40 mg/kg/hari dibagi Meropenem P. Mengingat obat ini mempunyai efek samping seperti perdarahan traktus GIT. Tetapi penggunaan steroid hanya bagi pasien dengan resiko tinggi. Meningitides. Kortikosteroid Efek antiinflamasi dari terapi steroid dapat menurunkan edema serebri dan menurunkan tekanan intrakranial.Haemofilus. pasien dengan status mental yang sangat terganggu. edema otak atau tekana intrakranial tinggi. Meningitides 2 dosis 6 gr/hari IV b. dan enterobakter m/kgBB/hari/ 12 jam IV Neonatus 1-4 minggu : 50 mg/kg/ 8 jam Bayi dan anak-anak : 50- 100mg/kg setiap 6 atau 8 jam Ceftriaxone Ceftazidine Vancomycine IV/IM H. Dewasa : 4 gr/hari IV Anak : 75 mg/kg IV dibagi 2-3 S.

Terapi Non farmako .10. dahak.3. Mempertahankan hidrasi optimal : atasi kekurangan cairan dan cegah kelebihan cairan yang bisa mengakibatkan edema. cairan bersin dan cairan tenggorok pasien.4. tapi 50 % dari penderita meningitis akan mengalami sequelle (akibat sisa/mengalami kecacatan setelah penyembuhan) seperti ketulian. anak-anak dan dewasa tua mempuyai prognosis yang semakin buruk. Jenis meningitis 2.10.2. b.3.10. ingus. Operatif Penanganan fokal infeksi biasanya dilakukan tidakan operatif mastoidektomi radikal. Juga dapat dilakukan thrombectomi.1.10.2. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 18 .9.5. yaitu dapat menimbulkan cacat berat dan kematian. Umur Pederita meningitis di usia neonatus. 2.4. jugular vein ligation.10. Isolasi Penyakit ini mudah sekali menular melalui kontak langsung denga pasien dan melalui droplet infection seperti ludah. Lama penyakit sebelum dinerikan terapi antibiotic Pengobatan antibiotika yan adekuat dapat menurukan angka mortalitas pada meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Mikroorganisme spesifik yang menimbulkan penyakit 2. 2. Prognosis Prognosis dalam meningitis diantaranya : 2.10.9. Banyaknya organisme dalam selaput otak 2.6.10. perisinual dan cerebellar abcess drainage 2. Menguragi peningkatan tekanan intra cranial 2. Mencegah dan mengobati komplikasi c.9. Jenis kelamin Laki-laki lebih rentan terkena penyakit meningitis 2.2. Mastoidektomi dilakukan dengan tujuan memperjelas dan mengeksplorasi seluruh jalan yang mungki dilewati oleh invasi bakteri.

Untuk meningitis dengan bakteri Haemophilus influenza dapat dicegah dengan pemberian imunisasi vaksin gabungan H. Sedangkan pada meningitis virus. dan rubella. pneumonia harus mendapat vaksin pneumokokus. penting sekali untuk menjaga personal hygiene. Vaksin ini dapat diberikan untuk kontak terpajan dan selama epidemik penyakit meningokokus. b. Penderita menigitis karena virus biasanya menunjukan gejala yan lebih ringan. gangguan perkembangan mental.keterlambatan berbicara. dan W135. dan 5 – 10 % nya menalami kematian. Hindari kontak langsung atau terpajan droplet penderita karena sangat memungkinkan terjadinya penularan. meningitidis pada anak resiko tinggi umur di atas 2 tahun dianjurkan untuk mendapatkan vaksin quadrivalen meningokokus terhadap serogrup A. penurunan kesadaran jarang ditemukan didalamnya. Pencegahan Primer Pencegahan primer dilakukan untuk mencegah timbulnya faktor resiko meningitis bagi individu yang belum mempunyai faktor resiko dengan melaksanakan hal-hal sebagai berikut : . Pencegahan penyakit infeksi meningitis dapat dilakukan dengan pemberian vaksin pada bayi agar mendapatkan kekebalan tubuh terhadap bibit penyakit tersebut. diantaranya yaitu menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk. campak. c. Untuk penderita resiko tinggi meningitis bakteri S. 2. C. Meningitis viral memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan meninitis yang disebabkan oleh bakteri. dan setelahnya Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 19 .1. parotitis. Penderita perlu diisolasi untuk meminimalisir potensi penularan. Bagi penderita. d. kesembuhan total akan didapatkan. Pencegahan 2. Y.11. influenza tipe b yang dapat diberikan mulai pada sekitar usia 2 bulan atau sesegera mungkin sesudahnya. Sebagian penderita sembuh dalam 1 – 2 minggu dengan pengobatan yan adekuat. dapat dicegah dengan pemberian vaksin virus yang efektif untuk polio.11. Untuk mencegah terinfeksi meningitis bakteri N.

fotofobia. Hindari penggunaan piranti makan yang bersamaan dengan penderita untuk meminimalisir terjadinya proses penularan bakteri melalui eksudat yang menempel di piranti makan tersebut. Diagnosis Meningitis Gejala-gejala dan tanda-tanda meningitis bakteri didahului oleh gejala saluran nafas bagian atas atau saluran cerna selama beberapa hari sebelumnya.2. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 20 . dan lain-lain untuk meminimalisisir potensi penyebaran bakteri maupun virus. menjadi sangat tenang atau sangat gelisah. ketegangan. atau tampak tidak sehat. muntah. Sehingga lingkaran kepala bayi harus diukur setiap hari. antara lain yaitu: . maka diagnosinya hampir pasti meningitis atau meningoensefalitis. Jika ada muntah. Pada bayi umur 28 hari gejala mungkin samar dan tidak spesifik. Biasanya radang selaput otak akan disertai panas mendadak mual.segera mencuci tangan dengan bersih dan menggunakan sabun atau cairan antiseptik. e. maka fontanel akan mendatar atau mencekung. timbul peradangan korteks dan edema otak dengan gejala-gejala penurunan tingkat kesadaran. anoreksia. Pada bayi yang lebih besar (sampai umur dua tahun). (Harsono. muntah. Sebisa mungkin mengurangi tingkat kepadatan di lingkungan perumahan dan lingkungan sekitar tempat kita beraktivitas sehari-hari seperti lingkungan sekolah. kelumpuhan saraf otak yang bersifat sementara atau menetap. dan kaku kuduk. dan pada bayi fontanella mencembung. Pada anak dengan demam dan kejang. gejala meliputi kegelisahan. fotofobia. 2007) 2. bila diagnosis kejang demam dan epilepsi telah disingkirkan. seperti tidak mau menyusu. lingkungan kerja. Temperatur cenderung rendah daripada tinggi.11. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan diagnosis dini dan pengobatan segera. muntah. dan kejang. kejangkejang. demam. koma. Bila infeksi memberat. f.

4 Pada anak yang berumur lebih dari dua tahun.12. bahkan sampai koma. terasa nyeri bila menekuk leher dan akan timbul Kernig’s sign yang positif (tidak dapat menaikkan tungkai dengan membengkokkannya di sendi pinggul). 2. gejalanya dapat sedemikian rupa ringannya sehingga diagnosis meningitis menjadi tidak terlihat. Pada bagian akhir penyakit. Jika gejala agak berat biasanya ditandai dengan nyeri kepala dan nyeri kuduk.3. Pendidikan Kesehatan Para tenaga kesehatan perlu untuk memberi pendidikan kesehatan tentang penyakit meningitis seperti: 2. Menjelaskan tentang tanda dan gejala penyakit meningitis. ) b.4 Gejala klinis meningitis virus yang benigna. dosis. Pemeriksaan Rangsangan Meningeal Pemeriksaan Kaku kuduk 2) Pemeriksaan Tanda Kernig 3) Pemeriksaan Tanda Brudzinski I (Brudzinski Leher) 4) Pemeriksaan Tanda Brudzinski II (Brudzinski Kontra Lateral Tungkai) 5) Pemeriksaan penunjang meningitis lainnya (Harsono. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 21 .11.12. fontanel akan menggelembung. sebagai tambahan dari gejala di atas. 2007) 2. Menjelaskan penanganan yang tepat yang harus dilakukan termasuk tentang terapi. pemberian obat. 2007) 2. pusing. (Harsono. mungkin mengeluh sakit kepala. Menjelaskan tentang penyebab dan cara penularan pada penyakit meningitis serta cara untuk menghindarinya. dan kemungkinan efek samping. Pencegahan Tersier Pada tingkat pencegahan ini bertujuan untuk menurunkan kelemahan dan kecacatan akibat meningitis dan membantu penderita untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi-kondisi yang tidak diobati lagi.32 Fisioterapi dan rehabilitasi juga dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi cacat.1.3.12. dan mengurangi kemungkinan untuk mengalami dampak neurologis jangka panjang misalnya tuli atau ketidakmampuan untuk belajar.12. 2.Anak tampak kejang dan gugup.2.

12. (Kimberly A.4. Mejelaskan pentingnya melakukan pencegahan dengan menggunakan vaksin Hib.2. dan vaksin pneumococcus. vaksin meningokokus polisakarida. 2011) Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 22 .

1. jenis antiboitik dan reaksinya (untuk menilai resistensi pemakaian antiboitik).1. riwayat trauma kepala. Biodata ) Nama : 2) Usia : 3) Alamat 4) Jenis kelamin : 5) Pendidikan : 6) Agama : 7) Suku bangsa : 8) Diagnosa medis: b. dan penurunan tingkat kesadaran 2) Riwayat penyakit sekarang Pada pengkajian pasien dengan meningitis biasanya keluhan berhubungan dengan akibat infeksi dan akibat tekanan intrakranial seperti sakit kepala. 4) Riwayat Kesehatan Keluarga/ keadaan lingkungan tempat tinggal Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 23 . mastoiditis. 3) Riwayat kesehatan dahulu Perlu adanya pengkajian terhadap riwayat penyakit yang pernah diderita pasien seperti infeksi jalan napas bagian atas. kejang. Selain hal tersebut. otitis media. Pengkajian 3. stimulus yang sering menimbulkan keluhan. seperti : baaimana sifat timbulnya.BAB 3 PROSES KEPERAWATAN 3. Pengumpulan data . perawat perlu mengkaji pemakaian obat-obatan yang sering digunakan pasien seperti obat kortikosteroid.1. Riwayat kesehatan : 1) Keluhan utama :Hal yang sering menjadi alasan pasien atau orang tua membawa anaknya ke rumah sakit adalah suhu badan tinggi. dan hemoglobinopatis. demam juga kejang. juga riwayat tindakan bedah saraf. dan tindakan yang biasa diberikan untuk menurunkan keluhan tersebut. Hal tersebut harus dilakukan pengkajian lebih mendalam.

virus. stupor. Tanda : ataksia. Data biologis 1) Aktivitas keluhan : Perasaan tidak enak (malaise). Tanda : anoreksia. 4) Higiene keluhan : Ketergantungan terhadap semua kebutuhan perawatan diri. sulit menelan. gerakan involunter. dan semikomatosa 2) Tanda tanda vital a) Temperatur :Suhu mengalami peningkatan lebih dari normal sekitar 38 – 41 oC Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 24 . Maka dari itu pada saat salah satu penduduk di ligkungan padat penduduk/ anggota keluarga terkena infeksi meningitis maka penyebaranpenyakit ini akan sangat cepat di populasi tersebut. muntah.Meningitis merupakan suatu penyakit infeksi yang bisa disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri. dan jamur. 2) Eliminasi Keluhan : sering BAK Tanda : Inkontinensi dan atau retensi. c. kelumpuhan. Pemeriksaan Fisik 1) Kesadaran : Pasien yang datang ke rumah sakit biasanya dalam keadaan latergi. 3) Makan Keluhan : Kehilangan nafsu makan. d. turgor kulit jelek dan membran mukosa kering.

strupor dan semikomatosa. syok. bunyi nafas tambahan seperti ronchi pada meningitis tuberkulosa  B2 (blood) Pengkajian pada sistem cardiovascular. dan tanda-tanda koagulasi intravascular desiminata  B3 (brain) Pengkajian B3 (Brain) menilai tingkat kesadaran dan status mental berdasarkan fungsi serebri.  B5 (bowel) Mual sampai muntah karena peningkatan produksi asam lambung.  B4 (bladder) Pemeriksaan pada system perkemihan biasanya didapatkan volume haluaran urine. dan peningkata frekuensi nafas. Kesadaran klien meningitis biasanya berkisar pada tingkat lethargic. Auskultasi bunyi nafas.b) Denyut nadi : Denyut nadi menurun sebaai tanda peningkatan tekanan intrakranial c) Respirasi :Peningkatan frekuensi napas berhubungan dengan peningkatan laju metabolisme umum d) Tekanan darah:Biasanya normal atau meningkat berhubungan dengan tanda – tanda peningkatan tekanan intrakranial. biasanya terdapat infeksi fulminating pada meningitis meningokokus dengan tanda-tanda septicemia: demam tinggi yang tiba-tiba muncul. hal ini berhubungan dengan penurunan perfusi dan penurunan curah jantung ke ginjal. lesi purpura yang menyebar (sekitar wajah dan ekstremitas). e) Pemeriksaan menyeluruh  B1 (breathing) Melihat apakah klien batuk. sesak nafas. Pemenuhan nutrrisi pada klien meningitis menurun karena anoreksia dan adanya kejang. penggunaan alat bantu nafas. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 25 . produksi sputum.

Saraf IX dan X. Tidak ditemukan adanya tuli konduktif dan tuli   persepsi. Dengan alasan yang tidak diketahui. Tidak ada atrofi otot sternokleidomastoideus dan trapezius. dan VI. Biasanya pada klien meningitis tiidak ada kelainan dan  fungsi penciuman tidak ada kelainan. Tes ketajaman penglihatan pada kondisi normal. Lidah simetris. Persepsi pengecapan dalam batas normal. Saraf V.IV. Saraf VIII. Pada penyakit yang berat dapat ditemukan ekimosis yang besar pada wajah. Pada klien meningitis umumnya tidak didapatkan paralisis  pada otot wajah dan refleks kornea biasanya tidak ada kelainan. Saraf II. klien meningitis mengeluh mengalami fotofobia atau sensitive  yang berlebihan terhadap cahaya. Ptekia dan lesi purpura yang didahului oleh ruam. Pada tahap lanjut meningitis yang telah mengganggu kesadaran.  Pemeriksaan saraf cranial  Saraf I. kemampuan menelan baik.  System motorik Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 26 . B6 (bone) Adanya bengkak dan nyeri pada sendi-sendi besar (khususnya lutut dan pergelangan kaki). tanda-tanda perubahan dari fungsi dan reksi pupil akan didapatkan. Saraf VII. Indra pengecapan normal. Klien sering mengalami penurunan kekuatan otot dan kelemahan fisik secara umum sehingga mengganggu aktifitas hidup sehari-hari (ADL). Saraf XII. Pemeriksaan papiledema mungkin didapatkan terutama pada meningitis supuratif disertai abses serebri dan efusi ssubdural yang  menyebabkan terjadinya peningkatan TIK berlangsung lama. wajah  simetris. Saraf III. Adanya usuha dari klien untuk melakukan fleksi leher  dan kaku kuduk (rigiditas nukal). Pemeriksaan fungsi dan reaksi pupil pada klien meningitis yang tidak disertai penurunan kesadaran biasanya yanpa kelainan. Saraf XI. tidak ada deviasi pada satu sisi dan tidak ada fasikulasi.

pengetukan pada tendon. Tanda brudzinski I positif (+) bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter pada leher.2007) d) Pemeriksaan Tanda Brudzinski II (Brudzinski Kontra Lateral Tungkai) Pasien berbaring terlentang dan dilakukan fleksi pasif paha pada sendi panggul (seperti pada pemeriksaan Kernig).  Pemeriksaan refleks Pemeriksaan refleks dalam. Refleks patologis akan didapatkan pada klien meningitis dengan tingkat kesadaran koma. e. Tanda kernig positif (+) bila ekstensi sendi lutut tidak mencapai sudut 1350 (kaki tidak dapat diekstensikan sempurna) disertai spasme otot paha biasanya diikuti rasa nyeri. Pemeriksaan penunjang 1) Pemeriksaan Rangsangan Meningeal a) Pemeriksaan Kaku kuduk Pasien berbaring terlentang dan dilakukan pergerakan pasif berupa fleksi dan rotasi kepala. Adanya refleks Babinski (+) merupakan tanda adanya lesi UMN. tangan diangkat dan dilakukan fleksi pada panggul kemudian ekstensi tungkai bawah pada sendi lutut sejauh mungkin tanpa rasa nyeri. (Harsono. Dagu tidak dapat disentuhkan ke dada dan juga didapatkan tahanan pada hiperekstensi dan rotasi kepala. Tanda brudzinski II positif (+) Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 27 .2007) c) Pemeriksaan Tanda Brudzinski I (Brudzinski Leher) Pasien berbaring terlentang dan pemeriksa meletakkan tangan kirinya dibawah kepala dan tangan kanan diatas dada pasien kemudian dilakukan fleksi kepala dengan cepat kearah dada sejauh mungkin.2007) b) Pemeriksaan Tanda Kernig Pasien berbaring terlentang. (Harsono. (Harsono. control keseimbangan dan koordinasi pada meningitis tahap lanjut mengalami perubahan. Tanda kaku kuduk positif (+) bila didapatkan kekakuan dan tahanan pada pergerakan fleksi kepala disertai rasa nyeri dan spasme otot.Kekuatan otot menurun. lagamentum atau periosteum derajat refleks pada respons normal.

 Pada meningitis purulenta. b) Pada meningitis serosa didapatkan peningkatan leukosit saja. foto kepala. serta jaringan yang mati dan bakteri. Pada pemeriksaan diperoleh hasil cairan serebrospinal yang keruh karena mengandung pus (nanah) yang merupakan campuran leukosit yang hidup dan mati. (Harsono.  Pada meningitis serosa. sinus paranasal) dan foto dada.bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter pada sendi panggul dan lutut kontralateral. kadar ureum. pada meningitis Tuberkulosa didapatkan juga peningkatan LED. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 28 . jumlah leukosit.2007) 2) Pemeriksaan Penunjang Meningitis a) Pemeriksaan cairan serebrospinalis Berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak. diagnosa diperkuat dengan hasil positif pemeriksaan sediaan langsung dengan mikroskop dan hasil biakan. dan bila mungkin dilakukan CT Scan. meningitis dibagi menjadi dua golongan yaitu meningitis serosa dan meningitis purulenta. dan kultur. 4) Pemeriksaan Radiologis a) Pada meningitis purulenta dilakukan foto kepala (periksa mastoid. kadar glukosa. diperoleh hasil pemeriksaan cairan serebrospinal yang jernih meskipun mengandung sel dan jumlah protein yang meninggi. 3) Pemeriksaan darah Dilakukan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin. b) Pada meningitis serosa dilakukan foto dada. Laju Endap Darah (LED). elektrolit. a) Pada meningitis purulenta didapatkan peningkatan leukosit. Di samping itu.

perfusi menit. tekanan darah dokter untuk meningkat. disorientasi refleks pupil menurun. negatif.4. INTERVENSI meningkat RASIONAL menurun. Mengenai tekanan jaringan dan intrakranial catat dan menandakan adanya perubahan Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 29 . intervesi setelah lumbal pungsi tekanan Monitor tanda-tanda intrakranial Untuk mendeteksi peningkatan tekanan tanda-tanda syok. Asuhan Keperawatan Diagnosa Utama N DIAGNOSA TUJUAN O 1. muntah. Diagnosa Keperawatan yang mungkin timbul 3.2. intrakranial selama yang harus perjalanan penyakit(nadi dilaporkan ke lambat.2.6.2. pusing.2.3. menjadi sadar.2. Ansietas berhubungan dengan proses penyakit yang menimbulkan kematian 3. Gangguan ADL berubungan dengan perubahan tingkat kesadaran 3. meningkat Kriteria : Tingkat penurunan kesadaran kesadaran nyeri kepala hebat. Hipertermi berubungan dengan inflamasi pada meningen 3. kelemahan) Monitor tanda-tanda vital Perubahan konsentrasi danneurolois setiap 5-30 perubahan ini baik.7.3. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan inflamasi pada meningen 3. KEPERAWATAN Perubahan perfusi Dalam waktu Monitor pasien dengan Untuk mencegah jaringan otak yang 3x24 nyeri kepala yang berhubungan dengan setelah lumbal pungsi.3.2. kesadaran intervensi dini tekanan darah meningkat DS : malaise.1.2.5. napas aritmik. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan produksi mukus berlebih 3.2. jam ketata terutama setelah perfusi jaringan ke otak mual. Resiko cedera berhubungan dengan peurunan kesadaran 3. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan berubungan dengan tekanan pada pusat refleks muntah 3.2. Anjurkan menyertai inflamasi pada diberikan klien berbaring 4-6 jam perubahan meningen DO : Bradikardi.

perubahannya ke dokter tekanan intrakranial dan tanda vital penting untuk dalam batas Hindari posisi intervensi dini Untuk mencegah tunngkaiditekuk atau peningkatan normal. syok dihindari dan dapat anjurkan klien jangan banyak tekanan bergerak dan tirah baring Tinggikan sedikit kepala intrakranial Untuk klien dengan hati-hati. cegah mengurangi gerakan yang tiba-tiba dan tekanan tidak perlu dari kepala dan intrakranial leher hindari fleksi leher Bantu seluruh aktivitas dan Mencegah gerakan – gerakan pasien.oksigenasi baik. keregangan otot Beri petunjuk untuk BAB yang dapat (jangan enema). hindari yang sudah iritasi rangsangan lingkungan yang dan dapat tidak perlu menimbulkan Beri penjelasan tentang kejang Mengurangi keadaan lingkungan kepada disorientasi dan pasien untuk klarifikasi persepsi sensori Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 30 . Cegah posisi fleksi pada lutut Waktu prosedur – prosedur Mencegah perawatan disesuaikan dan di eksitasi yang atur tepat waktu dengan merangsang otak periode relaksasi. Anjurkan menimbulkan pasien untuk tekanan intra menghembuskan nafas dalam kranial bila miring dan bererak di tempat tidur. laporkan segera tanda.

Evaluasi selama masa yang terganggu Untuk merujuk ke penyembuhan terhadap rehabilitasi gangguan motorik. Pemberian antibiotik diberikan secepat mungkin tanpa menunggu hasil biakan. sensorik dan intelektual Kolaborasi pemberian Untuk kortikosteroid menurunkan edema serebri dan tekanan Kolaborasi pemberian intrakranial Untuk mematikan antibiotik virus. setelah ada hasil baru diberikan antibiotik yang sesuai Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 31 .

Hal ini disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang masuk ke dalam sistem saraf pusat melalui sirkulasi darah.1 Kesimpulan Meningitis adalah inflamasi atau peradangan pada meningen otak dan medulla spinalis dan dapat menyerang tiga membran meningen yaitu durameter. khususnya mahasiswa keperawatan dapat memperoleh ilmu yang lebih mengenai penyakit meningitis dan cara penerapan asuhan keperawatan pada pasien penderita meningitis. Mikroorganisme ini berasal dari infeksi yang sudah ada sebelumnya yaitu dari infeksi bakteri atau infeksi virus. membran araknoid. serta dapat menstimulasi pembaca untuk menggali pemahaman yang lebih dalam. 4. atau dapat pula melalui perluasan infeksi dari sumber ekstrakranial. Biasanya hal ini ditandai pula dengan adanya sel darah putih dalam cairan serebrospinal. Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 32 .2 Saran Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca.BAB 4 PENUTUP 4. dan piameter.

depkes. 2008. Jakarta: EGC 4.litbang. Chang. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan.15 WIB 8. http://ejournal. 2009. 5. John. jam 19.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Saku Patofisiologi.php/MPK/article/download/833/855 diakses pada tanggal 23september 2014. D & Doug.id/index. Muttaqin. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.40 WIB 7. E. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta: EGC Makalah Asuhan Keperawatan Pasien Meningitis | 33 . Kapita Selekta Neurologi. jam 19. Harsono. 6. 2007. Wilkinson. Jakarta: EGC. 2009. 2. Kimberly. www. E. Corwin. 2011. 3.int diakses pada tanggal 23 September 2014.who. Kapita Selekta Penyakit. Patofisiologi Aplikasi pada Praktik Keperawatan. Elizabeth J. Arif. A.go. Jakarta: EGC. Judith M. Jakarta: EGC.