Anda di halaman 1dari 10

Dari peta kita ketahui persentase persebaran tanah di labuhan batu selatan didominasi

oleh ultisol. Berikut penjelasan jenis-jenis tanah yang ada di labuhan batu selatan:

INSEPTISOL
Inceptisol adalah tanah – tanah yang dapat memiliki epipedon okhrik dan horison albik
seperti yang dimiliki tanah entisol juga yang menpunyai beberapa sifat penciri lain ( misalnya
horison kambik) tetapi belum memenuhi syarat bagi ordo tanah yang lain. Inceptisol adalah
tanah yang belum matang (immature) yang perkembangan profil yang lebih lemah dibanding
dengan tanah matang dan masih banyak menyerupai sifat bahan induknya . Kata inceptisol
berasal dari kata Inceptum yang berarti permulaan
Inceptisol adalah tanah muda dan mulai berkembang. Profilnya mempunyai horizon yang
dianggap pembentukannya agak lamban sebagai hasil alterasi bahan induk. Horizon-horizonnya
tidak memperlihatkan hasil hancuran ekstrem. Horizon timbunan liat dan besi aluminium oksida
yang jelas tidak ada pada golongan ini. Perkembangan profil golongan ini lebih berkembang bila
dibandingkan dengan entisol. Tanah-tanah yang dulunya dikelaskan sebagai hutan coklat,
andosol dan tanah coklat dapat dimasukkan ke dalam Inceptiso Kebanyakan Inceptisol memiliki
kambik. Horizon B yang mengalami proses- proses genesis tanah seperti fisik, biologi, kimia dan
proses pelapukan mineral. Perubahan ini menjadi struktur kubus.
Tanah Inceptisol memiliki tekstur kasar dengan kadar pasir 60 %, hanya mempunyai
horizon yang banyak mengandung sultat masam (catday), terdapat karatan. Tanah Inceptisol
umumnya memiliki horizon kambik. Horizon kambik merupakan indikasi lemah atau spodik.
Inceptisol dapat berkembang dari bahan induk batuan beku, sedimen, metamorf. Karena
Inceptisol merupakan tanah yang baru berkembang biasanya mempunyai tekstur yang beragam
dari kasar hingga halus, dalam hal ini dapat tergantung pada tingkat pelapukan bahan induknya.
Bentuk wilayah beragam dari berombak hingga bergunung. Kesuburan tanahnya rendah, jeluk
efektifnya beragam dari dari dangkal hingga dalam. Di dataran rendah pada umumnya tebal,
sedangkan pada daerah-daerah lereng curam solumnya tipis. Pada tanah berlereng cocok untuk
tanaman tahunan atau untuk menjaga kelestarian tanah.
Inceptisol dapat dibedakan berdasarkan great groupnya. Salah satu great group dari
Inceptisol adalah Tropaquepts. Tropaquepts adalah great group dari ordo tanah Inceptisol dengan
subordo Aquept yang memiliki regim suhu tanah isomesik atau lebih panas. Aquept merupakan
tanah-tanah yang mempunyai rasio natrium dapat tukar (ESP) sebesar 15 persen atau lebih (atau
rasio adsorpsi natrium, (SAR) sebesar 13 persen atau lebih pada setengah atau lebih volume

Bahan induk yang sangat resisten. Permukaan geomorfologi yang muda. memiliki tingkat keasaman 6. . Kisaran kadar C organik dan Kpk dalam tanah inceptisol sangat lebar dan demikian juga kejenuhan basa. 2. jenis tanah inceptisol kurang cocok untuk di jadikan lahan pertanian. Kalimantan Timur. Tanah Inceptisol memiliki kadar posfor rendah sedangkan kadar aluminium dan besinya tinggi. Beberapa factor yang mempengaruhi pembentukan Inceptisol adalah: 1. sehingga pembentukan tanah belum lanjut Karakteristik tanah inceptisol adalah sebagai berikut : . Daerah-daerah yang berlereng curam untuk hutan. tekstur lebih halus dari pasir geluhan dengan beberapa mineral lapuk dan kemampuan manahan kation fraksi lempung ke dalam tanah tidak dapat di ukur. atau tanah-tanah yang lain.tanah di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral. Oleh karena itu tanah ini termasuk tanah yang memiliki tingkat keasaman sedang. yang mengandung horizon sulfuric (cat clay) yang sangat masam. satu atau lebih horison pedogenik dengan sedikit akumulasi bahan selain karbonat atau silikat amorf. Namun cocok untuk lahan perkebunan. Penggunaan Inceptisol untuk pertanian atau nonpertanian adalah beraneka ragam. Keasaman yang dikandung jenis tanah ini antara 5. Tanah inceptisol termasuk ke dalam jenis tanah alluvial banyak terdapat di lembah-lembah atau jalur aliran sungai dan dataran pantai. Oleh karea itu. yang berdrainase burukhanya untuk tanman pertanian setelah drainase diperbaiki. Di Indonesia jenis tanah ini banyak terdapat di Papua. Alfisol. Posisi dalam landscape yang ekstrim yaitu daerah curam atau lembah. tanah yang baik untuk di gunakan sebagai lahan pertanian adalah tanah yang sifatnya netral. Tanah jenis ini merupakan tanah jenis muda dan merupakan salah satu tanah mineral. 3. penurunan nilai ESP (atau SAR) mengikuti peningkatan kedalaman yang berada di bawah 50 cm.7 – 7. Kalimantan Tengah dan Maluku. Beberapa inceptisol yang lain telah dapat diduga arah perkembangannya apakah ke Ultisol.0. Inceptisol dapat terbentuk hampir di semua tempat kecuali daerah kering mulai dari kutup sampai tropika. Sementara itu. dan air tanah di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral selama sebagian waktu dalam setahun. . Beberapa inceptisol yang terdapat dalam keseimbangan dengan lingkungan dan tidak akan matang bila lingkungan tidak berubah. Inceptisol yang bermasalah adalah Sulfaquept. Inceptisol mempunyai karakteristik dari kombinasi sifat – sifat tersedianya air untuk tanaman lebih dari setengah tahun atau lebih dari 3 bulan berturut – turut dalam musim – musim kemarau. rekreasi atau wildlife.0 – 7 dengan tingkat kejenuhan 0 – 72 %.

0 – 0. yaitu 1-2 meter Warnanya hitam atau kelabu sampai dengan coklat tua Teksturnya debu. konsistensinya gembur memiliki pH 5. bahkan lempung Struktur tanahnya remah. yaitu antara 10%-30% Memiliki kandungan unsur hara yang sedang sampai tinggi Produktivitas tanahnya dari sedang sampai tinggi . lempung berdebu.7 Memiliki kandungan bahan organik cukup tinggi.       Memiliki solum tanah agak tebal.

tidak berstruktur. tetapi dengan syarat harus dilakukan perbaikan drainase terlebih dahulu. tekstur debu – lempung. Sebagai akibatnya. bulk density makin meningkat. kadang – kadang tanah ini ditemukan berasosiasi dengan Aridisol atau tanah yang kering. Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah Histosol disebabkan oleh gugusan karboksil dan phenolik. Sebagai bahan koloid kuat yang mampu ikat air. dan kandungan unsur hara rendah. B. Makin lanjut tingkat dekomposisi bahan organik. Jenis tanah ini tersebar di seluruh dunia walaupun luasnya hanya meliputi 2% dari luas tanah di dunia. Oleh karena itu. BJ dan BV rendah Kebanyakan Histosol mempunyai bulk density kurang dari 1g/cc. .06 g/cc. Oleh karena itu. Histosol terbentuk apabila produksi dan penimbunan bahan organik lebih besar dari mineralisasinya. dekomposisi bahan organik terhambat dan terjadilah akumulasi bahan organik. sehingga air menggenang di musim hujan dan merusakkan pertumbuhan tanaman. H » 5. A. maka sifat kelembabannya lebih baik apabila didasarkan pada volume basah. Gugusan – gugusan fungsional yang lain tersebut bertambah seiring dengan bertambahnya dekomposisi bahan organik sehingga kapasitas tukar kation meningkat hingga 200 cmol (+) /kg atau lebih tinggi. Sifat Morfologi Tanah Tanah jenis ini mempunyai ciri dan sifat antara lain ketebalannya tidak lebih dari 0. bahkan ditemukan Histosol dengan bulk density 0. Adanya horison tak berstruktur karena mengandung bahan organik yang sangat banyak sehingga tak alami perkembangan profil.JENIS TANAH HISTOSOL Histosol lebih dikenal sebagai tanah gambut. Jumlah bagian mineral tanah dan jenis vegetasi juga menentukan bulk density. kandungan organik terlalu banyak yaitu lebih dari 30 % untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir.0).5% dan N » 2%.7 menjadi lebih dari 100 cmol (+)/kg pada pH 7. akan terjadi penyusutan volume tanah (subsidence). Keadaan seperti ini terdapat di daerah – daerah yang selalu digenangi air sehingga sirkulasi oksigen sangat terhambat.agak lekat. Histosol mempunyai kadar air sangat tinggi. baik atas dasar volume maupun berat tanah. Kebanyakan air tertahan dalam pori – pori kasar (air gravitasi) atau dalam pori –pori yang sangat halus sehingga tidak tersedia air untuk tanaman. tanah ini dapat ditemukan berasosiasi dengan segala macam tanah. Pembentukan Histosol tidak dipengaruhi oleh iklim. Tetapi berbentuk seperti pasta yang dapat menghambat drainase. umumnya bersifat asam (pH 4. Muatan dalam bahan organik ini adalah muatan tergantung pH. sehingga kapasitas tukar kation tanah Histosol dapat berubah dari 10-20 cmol (+) /kg pada pH 3.5%. dan juga mungkin gugus fungsional yang lain.5m. konsistensi tidak lekat . mengandung mineral sesuai dengan kategori termuda. Karena Histosol mengkerut bila kering. Misalnya saja. O » 34. kadar C » 58%. Potensi Tanah Tanah Histosol dapat digunakan untuk usaha pertanian. warnanya coklat kelam sampai hitam.

memiliki mineral lapuk kurang dari 10% di lapisan atas tanah yang ekstrim. Sering juga ditanami bawang merah. kadar Al tinggi sehingga menjadi racun tanaman dan menyebabkan fiksasi P. Departemen Pertanian taksonomi tanah mendefinisikan sebagai tanah mineral yang tidak mengandung bahan gamping yng banyak di dalam tanah. b. Ultisol adalah tanah dengan horizonargilik atau kandik bersifat masam dengan kejenuhan basa rendah. Pada musim kemarau. Reaksi gambut yang kaya kapur menjadi alkalis Hilangnya gambut sebabkan tanah bawah tersembul Lapisan bahan organik yang subur di permukaan tanah hilang terbakar Permukaan gambut menjadi rendah Di musim kemarau sangat membahayakan lingkungan sekitar Garam-garam yang basah. f. Terdapat tersebar di daerah Sumatera. akan dilarutkan dan dihanyutkan air hujan. Diantaranya adalah : a. Tanah gambut sering digunakan sebagai sumber energi (sumber bahan bakar). Selain itu. Tanah ini umumnya berkembang dari bahan induk tua. kepekatan garam air tanah sangat tinggi sehingga merusakkan tumbuhnya tanaman Jenis tanaman yang dapat diusahakan pada tanah Histosol tergantung dari iklim di mana tanah tersebut ditemukan.8 m dapat lebih rendah atau lebih tinggi dari 35 persen.Apabila pembukaan lahan dilakukan dengan cara pembakaran hutan dan gambut yang dimaksudkan untuk membebaskan garam terlarut dan mempertinggi pH maka akan timbul beberapa kerudian. Karena bulk density yang rendah. c. dan wortel. kentang. Di Indonesia sendiri. Ultisol hanya ditemukan di daerah-daerah dengan suhu tanah rata-rata lebih dari 80C. diperlukan tindakan pengapuran dan pemupukan. Daerah-daerah ini direncanakan sebagai daerah perluasan areal pertanian dan pembinaan transmigrasi. Tanah ini merupakan bagian terluas dari lahan kering di Indonesia yang belum dipergunakan untuk pertanian. adalah salah satu dari dua belas perintah tanah di Amerka Serikat. Histosol mempunyai daya menyangga (bearing capacity) sangat rendah sehingga pembuatan bangunan di atasnya banyak mengalami kesulitan. g.8 m dari permukaan tanah kaurang dari 35 persen. Kalimantan. umum dikenal sebagai tanah liat merah. Sulawesi< dan Irian Jaya. sedang kejenuhan basa pada kedalaman kurang dari 1. e. TANAH ULTISOL Ultisol. d. unsure hara rendah. akibat pembakaran. . Sebagian besar merupakan hutan tropika dan padang alang-alang. Problema ini adalah reaksi masam. Kejenuhan basa (jumlah kation) pada kedalaman 1. dan memiliki kejenuhan basa dikurangi 35% di seluruh tanah. banyak digunakan untuk bertanam padi terutama tanah – tanah gambut yang tidak terlalu dalam karena cukup subur. Di Indonesia banyak ditemukan di daerah dengan bahan induk batuan liat. tanah ini sesuai untuk ditanami macam – macam tanaman sayur – sayuran.

Ultisol dapat mengandung berbagai mineral tanah liat. Namun. Mereka dapat dengan mudah lelah. mereka dapat dibudidayakan di kisaran yang relatif luas kondisi kelembaban. o Vegetasi : di daerah iklim sedang di dominasi oleh pinus. dan horison argilik dilapisan bawah (iluviasi). Karena suhu yang cukup panas (lebih dari 8˚C) dan pencucian yang kuat dalam waktu yang cukup lama. Sebagian liat di horison argilik merupakan . Lessivage (pencucian liat). Pencucian berjalan sangat lanjut sehingga tanah bereaksi masam.Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah. bersifat masam. Ultisol bervariasi dalam warna dari ungu-merah. atau batuan vulkanik masam. tetapi dalam banyak kasus mineral yang dominan adalah kaolinit. PEMBENTUKAN TANAH ULTISOL Faktor-faktor pembentuk tanah yang banyak mempengaruhi pembentukan Ultisol adalah: o Bahan induk : bahan induk tua. Mineral liat yang terbentuk biasanya didominasi oleh kaolinit. Kata "Ultisol" berasal dari "ultimate". Banyak nutrisi. o Umur : tua Proses pembentukan tanah Ultisol meliputi beberapa proses sebagai berikut : 1. dan gibsit. seperti kalsium dan potasium.8 m dari permukaan). sampai di daerah tropika. karena Ultisol dipandang sebagai produk akhir dari pelapukan mineral terus menerus dalam iklim hangat lembab tanpa pembentukan tanah baru melalui glaciation. 2. dan kejenuhan basa rendah sampai di lapisan bawah tanah (1. o Relief : berombak sampai berbukit. adalah tidak dapat digunakan untuk pertanian menetap tanpa bantuan pupuk kapur dan lainnya seperti superfosfat. orange kemerahan dengan terangmenyilaukan. di daerah iklim sedang dengan tanah rata-rata lebih dari 80C. Mereka biasanya cukup asam. baik dikeringkan seperti seri Cecil yang cocok untuk pembangunan perkotaan. untuk oranye pucat kekuningan-dan bahkan beberapa nada kekuningan-coklat tenang. dan terjadi pembentukan mineral liat sekunder dan oksida-oksida. sering memiliki pH kurang dari 5. tanah liat ini memiliki daya dukung yang baik dan tidak ada properti shrink-membengkak. 3. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning. biasanya kekurangan Ultisol. Ultisol kaolinitik Akibatnya. akibatnya adalah terjadi pelapukan yang kuat terhadap mineral mudah lapuk. Hasil warna merah dan kuning dari akumulasi oksida besi (karat) yang sangat tidak larut dalam air. Latosol. Di Indonesia vegetasi hutan tropika. Pencucuian yang ekstensif terhadap basa-basa merupakan prasyarat. menghasilkan horison albik dilapisan atas (eluviasi). dan memerlukan pengelolaan yang lebih hati-hati dari Alfisols atau Mollisols. o Iklim : bahan harus cukup panas (warm) dan basah (humid). dan Hidromorf Kelabu. misalnya batuan liat. kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%.

Prasetyo et al. Horizon tanah dengan peningkatan liat tersebut dikenal sebagai horizon argilik. Makin coklat warna tanah umumnya makin tinggi kandungan goethit. Ultisol diklasifikasikan sebagai Podsolik Merah Kuning (PMK).172. batuan andesit.000 ha atau sekitar 25 % dari total luas daratan Indonesia.000 ha). Suhardjo dan Prasetyo 1998. Bahan induk yang didominasi mineral tahan lapuk kuarsa. 2005). serta oksida besi seperti goethit dan hematit yang memberikan warna kecoklatan hingga merah. Isa et al. 2004. Bahan induk yang kaya akan mineral mudah lapuk seperti batuan andesit. 1986.938. 2005).794. 1987. Warna tanah pada horizon argilik sangat bervariasi dengan hue dari 10YR hingga 10R. dan tufa cenderung mempunyai tekstur yang halus seperti liat dan liat halus (Subardja 1986.000 ha). dengan bentuk gumpal bersudut (Rachim et al. Isa et al. Suharta dan Prasetyo 1986. KARAKTERISTIK TANAH ULTISOL Ultisol merupakan salah satu jenis tanah yang mempunyai sebaran terluas di Indonesia yaitu mencapai 45. antara lain bahan organik yang menyebabkan warna gelap atau hitam. Pada klasifikasi lama menurut Soepraptohardjo (1961).859. Alkusuma 2000. Tanah Ultisol dari granit yang kaya akan mineral kuarsa umumnya mempunyai tekstur yang kasar seperti liat berpasir (Suharta dan Prasetyo 1986).hasil pembentukan setempat (in situ) dari bahan induk.000 ha). Sulawesi (4. yang menyebabkan akar tanaman tidak dapat menembus horizon ini dan hanya bserkembang di atas horizon argilik.Warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ciri morfologi yang penting pada Ultisol adalah adanya peningkatan fraksi liat daslam jumlah tertentu pada horizon seperti yang disyaratkan dalam Soil Taxonomy (Soil Survey Staff 2003). Isa et al. Horizon argilik umumnya kaya akan Al sehingga peka terhadap perkembangan akar tanaman. Prasetyo et al. dan makin merah warna tanah makin tinggi kandungan hematit (Eswaran dan Sys 1970. 1997.000 ha). Subagyo et al. Komposisi mineral pada bahan induk tanah mempengaruhi tekstur Ultisol. cenderung mempunyai tekstur yang kasar. Tanah ini dapat dijumpai pada berbagai relief. seperti pada batuan granit dan batu pasir. 2004. Allen dan Hajek 1989. Rachim et al. di Sumatera (9. Tanah ini tersebar di Kalimantan (21. mulai dari datar hingga bergunung ( Subagyo et .dan Nusa Tenggara (53. Horizon tersebut dapat dikenali dari fraksi liat hasil analisis di laboratorium maupun dari penampang profil tanah.469. nilai 3−6 dan kroma 4−8 (Subagyo et al. Schwertmann dan Taylor 1989). 2004. Maluku dan Papua (8. Prasetyo et al. 1997.303. kandungan mineral primer fraksi ringan seperti kuarsa dan plagioklas yang memberikan warna putih keabuan.Di daerah tropika horison E mempunyai tekstur lebih halus mengandung bahan organik dan besi lebih tinggi daripada di daerah iklim sedang. CIRI MORFOLOGI DAN KARAKTERISTIKNYA 1) CIRI MORFOLOGI Pada umumnya Ultisol berwarna kuning kecoklatan hingga merah. Jawa (1.000 ha). dan batu kapur cenderung menghasilkan tanah dengan tekstur yang halus. 2005).000 ha). Ultisol umumnya mempunyai struktur sedang hingga kuat. sedangkan tanah Ultisol dari batu kapur. Tekstur tanah Ultisol bervariasi dan dipengaruhi oleh bahan induk tanahnya. napal.

Perlakuan yang bisa kita usahakan terhadap tanah ultisol adalah cara penetralan kadar asam sekaligus meningkatkan kadar haranya. ordo Ultisol. Mg dan Mo rendah. pelepasan Al tidak sebanyak pada batuan masam.1 % dari seluruh tanah Ultisol di Indonesia (LPT. Bila lapisan ini tererosi maka tanahmenjadi miskin bahan organik dan hara (Sri Adiningsih dan Mulyadi.al. Pada bahan induk yang bersifat basa. Dari 50 juta Ha lahan bermasalah tersebut 38. Pulung. 1979).1986). Hakim (1982) mengemukakan bahwa pupuk hijau merupakan salah satu sumber bahan organik yang baik untuk penyubur tanah Ultisol.4 juta ha ditempati oleh Ultisol. untuk mempertahankan bahan organik tanah perlu dilakukan pengembalian sisa-sisa tanaman. Selanjutnya juga diharapkan meningkatkan kegiatan jasad renik dalam tanah (Hakim et al. dan Ordo Histosol. yang pertama pada waktu pembentukan batuan sedimen dan yang kedua pada waktu pembentukan tanah. maka tanah ini bisa produktif (Soepardi. Oleh karena itu. Di samping itu juga disebabkan oleh bahan induk mineral tanah yang miskin mineral primer yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. juga disebabkan oleh hasil dekomposisi mineral aluminium silikat yang membebaskan ion aluminium (Al +3). Soepardi (1983) menyatakan bahwa kandungan N Ultisol < 0. Salah satu cara untuk meningkatkan kadar hara tanah ini adalah dengan memberi kapur dan pupuk buatan yang cukup. Ultisol mempunyai sifat kimia yang kurang baik yang dicirikan oleh kemasaman tanah yang tinggi dengan pH < 5. Erosi merupakan salah satu kendala fisik pada Ultisol dan sangat merugikan karena dapat mengurangi kesuburan tanah. kandungan hara N. Munawar. Namun jika tanah ini dikelola dan diperlakukan secara tepat. sehingga cepat kehilangan air sehingga tanah mengalami dehidrasi. sehingga unsur hara tercuci ke lapisan bawah. . Amrah. Kemasaman tanah Ultisol selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan basa-basa mudah tercuci. Lubis. Ca. Kondisi ini akan berbeda bila tanah Ultisol terbentuk dari bahan volkan dan batuan beku. Hakim. Kondisi ini juga masih dipengaruhi oleh pH. 1983). Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi sifat fisika dan kimia tanah. dan Fe sering tinggi. kandungan bahan organik tanah rendah sampai sedang. Sebaliknya kelarutan Al. Ultisol dicirikan oleh adanya akumulasi liat pada horizon bawah permukaan sehingga mengurangi daya resap air dan meningkatkan aliran permukaan dan erosi tanah. tanah Ultisol dari bahan sedimen sudah mengalami dua kali pelapukan. Ca dan Mg < 3 me/ 100g. Pada tanah tersebut Al hanya berasal dari pelapukan batuan bahan induknya. Ion tersebut dapat dijerap kuat oleh koloid tanah dan bila dihidrolisis akan menyumbangkan ion H +. Tanah ultisol pada dasarnya mempunyai struktur yang baik. Hong. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa kandungan Al pada batuan sedimen sudah sangat tinggi. P. Kapasitas tukar kation (KTK) kecil dari 24 me/100 g. 1988). 2004).1993). Hal itu disebabkan oleh tingkat pelapukan yang sudah lanjut serta curah hujan yang tinggi. K. Kadar asam ultisol dinetralkan dengan pemberian kapur. tapi tidak optimal dalam kemampuan memegang air.2 % P tersedia < 1 ppm. Menurut Hardjowigeno (2003). Diantaranya 1. atau sekitar 6. karena pH tanah yang tinggi dapat mengurangi kelarutan hidroksida Al. sehingga sering meracun bagi tanaman.023 juta ha lahan tersebut terdapat di Sumatera Barat. Menurut Radjagukguk (1983) tanah-tanah bermasalah di Indonesia antara lain ordo Oxisol. dan kandungan bahan organik rendah. Mn. akibatnya tanah menjadi masam ( Nyakpa.

PERSEBARAN TANAH ULTISOL Sifat /Ciri Utama: Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah.000 ha atau sekitar 25% dari total luas daratan Indonesia (Subagyo et al.PERSEBARAN TANAH ULTISOL DAN PENGOLAHANNYA a. Cara Pengendalian: · Untuk meningkatkan produktivitas tanah dapat dilakukan melalui pemberian kapur. pemupukan . kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. · Daya simpan air terbatas. terasiring. Fe dan Mn tinggi . Latosol. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning. mencapai 45. dan Hidromorf Kelabu. · Kadar mineral lapuknya sangat rendah. · Kedalaman efektif terbatas. . Lokasi/ Ha: · Ultisol di Indonesia yang mempunyai sebaran luas. · Melakukan rotasi tanaman untuk menjaga ketersediaan unsur hara. serta lebih ditingkatkan penggunaan dan penanaman berbagai jenis tanaman leguminosa. · Tanah ini sebaiknya tidak digunakan untuk pertanian tanaman pangan terlalu intensif. · Kadar bahan organik rendah dan kadar N rendah . Seperti dibawah ini : Faktor Kendala: · Mengalami proses pecucian sangat efektif. · Penerapan teknik budidaya tanaman lorong ( tumpang sari ). drainase dan pengolahan tanah yang seminim mungkin. penambahan BO. dan penanaman tanaman adaptif. · Kejenuhan Al . · Kandungan fosfor dan kalium tanah rendah. bersifat masam. 2004).794. dalam arti jangan ditanami tanaman semusim sepanjang tahun. · Memperbanyak tanaman penutup tanah seperti rumput atau alang-alang. tetapi perlu diselingi dengan tanaman pupuk hijau.

Tanah Ultisol memiliki tingkat kemasaman sekitar 5.5 (Munir. pemupukan. 1996). . penerapan tekhnik budidaya tanaman lorong (atau tumpang sari). tetapi sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian potensial. Pengapuran yang dimaksudkan untuk mempengaruhi sifat fisik tanah. asalkan dilakukan pengelolaan yang memperhatikan kendala (constrain) yang ada pada Ultisol ternyata dapat merupakan lahan potensial apabila iklimnya mendukung. dapat dilakukan melalui pemberian kapur.dkk. drainase dan pengolahan tanah yang seminim mungkin. terasering. penanaman tanah adaptif. 1986). sifat kimia dan kegiatan jasad renik tanah.PENGOLAHAN TANAH ULTISOL Tanah Ultisol sering diidentikkan dengan tanah yang tidak subur. Untuk meningkatkan produktivitas Ultisol.5 (netral). Pengapuran pada Ultisol di daerah beriklim humid basah seperti di Indonesia tidak perlu mencapai pH tanah 6.5 sudah dianggap baik sebab yang terpenting adalah bagaimana meniadakan pengaruh meracun dari aluminium dan penyediaan hara kalsium bagi pertumbuhan tanaman (Hakim. penambahan bahan organik. tetapi sampai pada pH 5.