Anda di halaman 1dari 1

Kau pun tahu

.
Kau pun tahu
Selalu ada cinta, juga selalu ada kerinduan
Melalui tangan yang melipat dan mata yang berbinar
Mengalir jatuh mengairi sungai dimana kesedihanku lahir
Hari itu, pada Tuhan semua tentangmu kusampaikan
Kau pun tahu
Selalu ada cinta, juga selalu ada tangisan
Ketika kau ucapkan kata perpisahan dipenghujung malam
Tertegun, kata-katamu sepert senapan, begitu mudah ditembakkan.
Hari itu, pada Tuhan, sedihku ini kusampaikan..
Kau pun tahu
Selalu ada cinta, juga selalu ada kenangan
Aku sendirian, berjalan menapaki tempat-tempat lama
Dimana kenangan kita ciptakan dengan tangan kita berpegangan
mengingat masa lalu kuat-kuat, merekat dengan erat
dihujan di sore itu, pada Tuhan, kerinduanku kusampaikan. . .
kau pun tahu
selalu ada cinta, juga selalu ada ketakutan
sekali sempat aku mengeluh kuatkah bertahan
dengan bibir gemetar sembari melipat tangan..
mengekang hati untukmu seorang
malam itu pada Tuhan semua laraku kutumpahkan..
aku dan kau pun tahu,
selalu ada cinta, yang berpegang erat dengan kepastian
beri aku sebatas garis, antara jelas dan ketidakjelasan
antara cinta yang kujaga, kunikmati sendirian
atau esok kita saling bersandar bahu, bersatu dengan pelukan?
Padamu kuserahkan, dan kugenapi dengan berdoa kepada Tuhan.