Anda di halaman 1dari 59

UNDANG-UNDANG

NO. 5 TAHUN 2011


TENTANG

AKUNTAN PUBLIK
(UU-AP)

AGENDA
Urgensi UU-AP
Konstruksi Regulasi UUAP
Susbstansi UU-AP

Umum
Entry Point
Profesi AP
Law Enforcement & Exit
Point

Himbauan kepada
2
Stakeholders

URGENSI UU AKUNTAN PUBLIK


(1)
a. Jasa Akuntan Publik digunakan oleh publik
(stakeholders) dalam pengambilan keputusan
ekonomi
b. Akuntan Publik berperan dalam peningkatan kualitas
dan kredibilitas informasi keuangan atau laporan
keuangan suatu entitas.
c. Akuntan Publik merupakan salah satu profesi
penunjang dalam mewujudkan stabilitas sistem
keuangan yang merupakan salah satu syarat
terwujudnya pasar yang efisien
d. Di banyak negara lain, profesi Akuntan Publik lazim
diatur dalam peraturan setingkat Undang-Undang
3

URGENSI UU AKUNTAN PUBLIK


(2)
e. Belum ada peraturan setingkat UndangUndang yang khusus mengatur profesi
Akuntan Publik.
Undang-Undang No.34 tahun 1954 tentang
Pemakaian Gelar Akuntan sudah tidak sesuai
dengan perkembangan profesi Akuntan Publik.
Peraturan yang ada adalah Peraturan Menteri
Keuangan No. 17/PMK.01/2008 tentang Jasa
Akuntan Publik.

PERANAN AKUNTAN PUBLIK


MANAJEMEN
MANAJEMEN

Laporan Keuangan (unaudited)

AKUNTAN PUBLIK
meningkatkan kualitas dan
kredibilitas laporan keuangan

- Laporan Keuangan Auditan *


- Laporan Auditor Independen**

Pemerintah

Stakeholde
rs
Investor

Note:
* tanggungjawab manajemen
** tanggung jawab akuntan publik

Kreditur

Masyarakat
, dll
5

TUJUAN UU AKUNTAN PUBLIK


a. melindungi kepentingan publik;
b. mendukung perekonomian yang sehat,
efisien, dan transparan;
c. memelihara integritas profesi Akuntan
Publik;
d. meningkatkan kompetensi dan kualitas
profesi Akuntan Publik; serta
e. melindungi kepentingan profesi Akuntan
Publik sesuai dengan standar dan kode etik
profesi.
6

KONSTRUKSI REGULASI UU AKUNTAN


PUBLIK (1)
UNSUR
REGULASI
Regulasi yang
meyakinkan
bahwa jasa
diberikan oleh
orang yang
memenuhi
kualifikasi
teknis dan
moral
Regulasi yang
meyakinkan
bahwa jasa
diberikan
dengan
kualitas yang
memadai
Regulasi yang
meyakinkan
adanya
pertanggungja
waban

KOMITE
Memberik
an
pertimban
gan
kepada
Menteri;
Lembaga
Banding
atas
pengenaa
n sanksi
administr
atif

MENKE
U
Regulasi
Perizinan
Pembinaa
n
Pengawas
an

ASOSIA
SI

TUJUAN

Standar
Profesi

Melindungi
kepentingan
publik.

Ujian
sertifikasi
profesi
PPL
Reviu
mutu

AKUNTAN PUBLIK & KAP


Hak memberikan jasa assurans
(exclusive right)
Kewajiban AP & KAP
a.l:
mematuhi
SPAP,
menjalankan
sistem
pengendalian mutu, menjaga independensi dan
bebas dari benuran kepentingan

mendukung
perekonomian
yang sehat,
efisien, dan
transparan;
memelihara
integritas profesi
Akuntan Publik;
meningkatkan
kompetensi dan
kualitas profesi
Akuntan Publik;
melindungi
kepentingan
profesi Akuntan
Publik sesuai
dengan standar
dan kode etik
profesi.

KONSTRUKSI REGULASI UU AKUNTAN


PUBLIK (2)
Entry Point
Izin AP
Perpanjangan izin
AP
Izin AP Asing
Izin KAP/Cabang
KAP (bentuk usaha
KAP dan nama KAP)

Profesi AP
Kewajiban, Hak,
dan Larangan
AP/KAP
Kerjasama AntarKAP dan KAP
dengan KAPA/OAA
Kewenangan
Menteri Keuangan
dalam pembinaan
dan pengawasan
terhadap AP/KAP

Law
Enforcement
& Exit Point
Sanksi
Administratif
Ketentuan
Pidana
Pencabutan izin
AP
Pencabutan izin
KAP/ Cabang KAP

Kewenangan
Asosiasi Profesi
Akuntan Publik
Kewenangan
Komite Profesi

SISTEMATIKA UU AKUNTAN
PUBLIK
(1)

UU Akuntan Publik terdiri dari 16 BAB dan 62


Pasal

BAB

I. KETENTUAN
UMUM
II. BIDANG JASA

BAGIAN

1 Jenis Jasa
2 Pembatasan Pemberian Jasa

III.

PERIZINAN AP

1 Umum
2 Perizinan untuk Menjadi
Akuntan Publik
3 Perizinan untuk Akuntan
Publik Asing
4 Perpanjangan Izin
5 Penghentian Pemberian Jasa
Asurans untuk Sementara
Waktu, Pengunduran
Diri, dan
9

SISTEMATIKA UU AKUNTAN
PUBLIK
(2)
BAB
IV. KANTOR AKUNTAN
PUBLIK

BAGIAN
1 Bentuk Usaha
2 Pendirian dan Pengelolaan
3 Rekan non-Akuntan Publik
4 Tenaga Kerja Profesional Asing
5 Izin Usaha
6 Pendirian Cabang Kantor
Akuntan Publik
7 Izin Pendirian Cabang Kantor
Akuntan Publik
8 Pencabutan dan Tidak
Berlakunya Izin Usaha Kantor
Akuntan Publik
10

9 Pencabutan dan Tidak

SISTEMATIKA UU AKUNTAN
PUBLIK
(3)
BAB
V. HAK, KEWAJIBAN &
LARANGAN

BAGIAN
1 Hak Akuntan Publik
2 Kewajiban Akuntan Publik dan
Kantor Akuntan Publik
3 Larangan Akuntan Publik dan
Kantor Akuntan Publik

VI.PENGGUNAAN
NAMA KAP
VII.

KERJA SAMA KAP 1 Kerja Sama Antar-Kantor


Akuntan Publik

2 Kerja Sama Kantor Akuntan


Publik dengan KAPA atau OAA
3 Pendaftaran, Pembekuan, dan
Pembatalan Status Terdaftar
KAPA atau OAA
11

SISTEMATIKA UU AKUNTAN PUBLIK


(4)

BAB
VIII. BIAYA PERIZINAN
IX. ASOSIASI PROFESI AKUNTAN
PUBLIK
X. KOMITE PROFESI AKUNTAN
PUBLIK
XI. PEMBINAAN DAN
PENGAWASAAN

BAGIAN
-

1 Umum
2 Pembinaan
3 Pengawasan

XII. SANKSI ADMINISTRATIF

KETENTUAN PIDANA

XIV. KEDALUWARSA TUNTUTAN


ATAU GUGATAN

XIII.

12

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN UMUM
Pengertian istilah, antara lain :
1. Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh
izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang ini.
2. Asosiasi Profesi Akuntan Publik adalah organisasi profesi
Akuntan Publik yang bersifat nasional.
3. Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah badan usaha yang
didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan dan mendapatkan izin usaha berdasarkan
Undang-Undang ini.
4. Organisasi Audit Indonesia (OAI) adalah organisasi di
Indonesia yang merupakan jaringan kerja sama antar-KAP.
5. Pihak Terasosiasi adalah Rekan KAP yang tidak
menandatangani laporan pemberian jasa, pegawai KAP
yang terlibat dalam pemberian jasa, atau pihak lain yang
13
Pasal 1 terlibat langsung dalam pemberian jasa.

UU AKUNTAN PUBLIK:

JENIS JASA
Jasa Asurans
jasa audit atas informasi
keuangan historis;
jasa reviu atas informasi
keuangan historis; dan
jasa asurans lainnya

Jasa selain Asurans


AP dapat memberikan jasa
selain asurans, yang
berkaitan dengan:
akuntansi,
keuangan, dan
manajemen

JASA EXCLUSIVE
AP
Pasal 2

14

Pasal 3

Pronouncements Issued by IFAC Standard-Setting


Boards
Code of
Ethics

ISQCs 1
ISRSs

IFAE

ISAs

ISREs

15

ISAEs

Entry Point

Izin AP
Perpanjangan izin AP
Izin AP Asing
Izin KAP/Cabang KAP

17

UU AKUNTAN PUBLIK:

PERIZINAN AKUNTAN PUBLIK


a. Izin Akuntan Publik diberikan oleh Menteri.
b. Persyaratan izin AP:
1)memiliki sertifikat tanda lulus ujian profesi akuntan publik
yang sah;
2)berpengalaman praktik memberikan jasa Akuntan Publik;
3)berdomisili di wilayah NKRI;
4)memiliki NPWP;
5)tidak pernah dikenai sanksi pencabutan izin;
6)tidak pernah dipidana yang telah mempunyai kekuatan hukum
tetap dan diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih;
7)menjadi anggota Asosiasi Profesi Akuntan Publik yang
ditetapkan oleh Menteri; dan
8)tidak berada dalam pengampuan.

c. Izin berlaku 5 tahun dan dapat diperpanjang.


Pasal 5 - 6

18

UU AKUNTAN PUBLIK:

PERIZINAN AKUNTAN PUBLIK


Yang dimaksud dengan sertifikat tanda lulus
ujian profesi akuntan publik yang sah adalah
surat tanda lulus ujian yang diterbitkan oleh:
a. Asosiasi Profesi Akuntan Publik; atau
b. perguruan tinggi yang terakreditasi oleh
Asosiasi Profesi Akuntan Publik untuk
menyelenggarakan pendidikan profesi
akuntan publik.
. Yang dapat mengikuti pendidikan profesi akuntan
publik adalah seseorang yang memiliki
pendidikan minimal sarjana strata 1 (S-1),
diploma IV (D-IV), atau yang setara.
Penjelasan Pasal
6

19

PROSES MENJADI AKUNTAN PUBLIK


Sebelum UU AP
S1 Akuntansi
(PTN & PTS)
PPAk
(PTN & PTS)
Register Negara
Akuntan
(Kemenkeu)
Ujian Sertifikasi
AP
(IAPI)

Setelah UU AP
S1/ D-IV/ setara
Akuntansi & nonAkuntansi
(PTN & PTS)

Pendidikan Profesi
AP*
(PTN & PTS)
& Ujian Sertifikasi AP
(IAPI)
* Perlu koordinasi Kemenkeu,
Kemendiknas, PTN/PTS, IAPI
dan IAI

Izin Akuntan Publik


(Kemenkeu)

Izin Akuntan
Publik (Kemenkeu)
20
Penjelasan
Pasal 6

WACANA 1:
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PROFESI
AKUNTANSI
S1/D-IV/Setara
Akuntansi*

S1/D-IV/Setara
Fak. Ekonomi

S1/D-IV/Setara
Non Fak Ekonomi

Pendidikan Profesi Akuntansi


(PPAk) *
Konsentrasi:
Konsentrasi:
Konsentrasi:
Pendidikan Profesi Pendidikan Profesi Pendidikan Profesi
Akuntan Publik (PPAP)
Akuntan Manajemen Akuntan Lainnya

CPA Exam

CPA

CPMA ExamUjian Sertifikasi Profesi

CPMA

GELAR
PROFESI AKUNTAN
LAINNYA

REGISTER
NEGARA
AKUNTAN

AKUNTAN

Materi dan Jumlah SKS perlu didiskusikan dengan mengacu pada International Education Standards for Professional
Accountants
21
Jumlah SKS yang harus ditempuh dalam PPAk dan PPAP bagi lulusan non Akuntansi harus lebih banyak dari lulusan

WACANA 2:
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PROFESI
AKUNTANSI
S1/D-IV/
S2/ S3
Akunta
nsi

Setara
Akuntan
si

AKREDITA
SI *

S1/D-IV/Setara Non Akuntansi

B&
C

Pendidikan
Profesi
Akuntansi
(PPAK)**

Pendidikan
Profesi
Akuntan
Publik (PPAP)
**

CPA Exam

CPA

Register
Akuntan

* Perlu dilihat akreditasi jurusan Akuntansi atau kesesuaian materi/SKS dengan International Education Standards
for Professional Accountants (IES)
** Materi dan jumlah SKS perlu didiskusikan dengan mengacu pada IES
22

WACANA 1 & 2

PPAk & PPAP


Materi dan jumlah SKS yang harus ditempuh
dalam PPAk dan PPAP perlu ada pengelompokan
(cluster) sesuai dengan latar belakang pendidikan
peserta:
Sarjana Akuntansi (AKUNTANSI);
Sarjana Ekonomi non Akuntansi (EKONOMI);
Sarjana non Ekonomi (NON EKONOMI), seperti:
Teknik, MIPA, Kedokteran, Hukum, Sosiologi
dan Politik, Psikologi, dll.
Jumlah SKS: AKUNTANSI < EKONOMI < NON
EKONOMI
Secara umum penyelenggara PPAk dapat
menyelenggarakan PPAP. Namun perlu kriteria

UU AKUNTAN PUBLIK:

PERIZINAN AKUNTAN PUBLIK ASING


(1)
a. AP Asing dapat mengajukan permohonan izin
AP apabila telah ada perjanjian saling
pengakuan antara Pemerintah Indonesia dan
pemerintah negara dari AP Asing tersebut.
b. AP Asing yang telah memiliki izin AP tunduk
pada UU ini.
c. Persyaratan izin bagi AP Asing:
1) berdomisili di wilayah NKRI;
2) memiliki NPWP;
3) tidak pernah dikenai sanksi pencabutan izin AP di
negara asalnya;

Pasal

24

UU AKUNTAN PUBLIK:

PERIZINAN AKUNTAN PUBLIK ASING


(2)
4)
5)
6)
7)

tidak pernah dipidana;


tidak berada dalam pengampuan;
mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia;
mempunyai pengetahuan di bidang perpajakan
dan hukum dagang Indonesia;
8) berpengalaman praktik dalam bidang penugasan
asurans;
9) sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan oleh
dokter di Indonesia; dan
10) ketentuan lain sesuai dengan perjanjian saling
pengakuan antara Pemerintah Indonesia dan
pemerintah negara dari AP Asing.
Pasal

25

UU AKUNTAN PUBLIK:

PENDIRIAN DAN PENGELOLAAN KAP


Bentuk Usaha
KAP

Perseoranga
n
- AP (WNI)
- Pegawai
profesional WNA
maks 1/10

Pasal

12 - 13

Persekutuan
Perdata atau
Firma
- Pemimpin Rekan: AP
WNI
- Rekan Non-AP maks
1/3
- Rekan WNA maks 1/5
- Pegawai profesional
WNA maks 1/10

Bentuk lain yg
sesuai dg
karakteristik
profesi
(Ditetapkan
Menteri)

28

UU AKUNTAN PUBLIK:

PENGGUNAAN NAMA KAP


a. KAP perseorangan harus menggunakan
nama dari AP yang mendirikan dan
mengelola KAP tersebut.
b. KAP non perseorangan harus
menggunakan nama salah seorang atau
beberapa AP yang merupakan Rekan
pada KAP tersebut.
c. Penggunaan nama akan diatur lebih
lanjut dlm PMK
Pasal 32

29

UU AKUNTAN PUBLIK:

IZIN USAHA KAP


Izin usaha KAP diberikan oleh Menteri, dengan
syarat:
a. mempunyai kantor atau tempat untuk menjalankan
usaha yang berdomisili di wilayah NKRI;
b. memiliki NPWP Badan untuk KAP non-perseorangan
atau NPWP Pribadi untuk KAP perseorangan;
c. mempunyai paling sedikit 2 orang tenaga kerja
profesional pemeriksa di bidang akuntansi;
d. memiliki rancangan sistem pengendalian mutu;
e. membuat surat pernyataan bagi bentuk usaha
perseorangan;
f. memiliki akta pendirian yang dibuat oleh dan
dihadapan notaris bagi bentuk usaha nonperseorangan.

Pasal 18

35

SUBSTANSI UU AKUNTAN PUBLIK:

HAK AKUNTAN PUBLIK


Hak Memberikan Jasa
Asurans
(Hak eksklusif Akuntan Publik)

Pasal 3 & 24

a. memperoleh imbalan jasa;


b. memperoleh perlindungan
hukum sepanjang telah
memberikan jasa sesuai
dengan SPAP; dan
c. memperoleh informasi, data,
dan dokumen lainnya yang
berkaitan dengan pemberian
jasa.
39

Pasal 3 dan
24

UU AKUNTAN PUBLIK:

KEWAJIBAN AP

(1)

Kewajiban AP, antara lain:


a. berhimpun dalam Asosiasi Profesi Akuntan
Publik;
b. menjaga kompetensi melalui pelatihan
profesional berkelanjutan;
c. mematuhi dan melaksanakan SPAP dan kode
etik profesi, serta peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan jasa yang
diberikan.
d. menjaga independensi dan bebas dari
benturan kepentingan.
Pasal 25

40

UU AKUNTAN PUBLIK:

KEWAJIBAN KAP & CABANG KAP


Kewajiban KAP atau cabang KAP, antara lain:
a. mempunyai paling sedikit 2 orang tenaga kerja
profesional pemeriksa di bidang akuntansi;
b. mempunyai kantor atau tempat untuk
menjalankan usaha;
c. memiliki dan menjalankan sistem pengendalian
mutu; dan
d. memasang nama lengkap kantor pada bagian
depan kantor

Pasal 27, 28

41

UU AKUNTAN PUBLIK:

LARANGAN
Larangan bagi AP, antara lain:
a. memiliki atau menjadi Rekan pada lebih dari 1
KAP;
b. merangkap sebagai:
1) pejabat negara;
2) pimpinan atau pegawai pada lembaga
pemerintahan, lembaga negara, atau lembaga
lainnya yang dibentuk dengan peraturan
perundang-undangan;
3) jabatan lain yang mengakibatkan benturan
kepentingan.

Pasal 30

42

UU AKUNTAN PUBLIK:

LARANGAN
Larangan bagi KAP, antara lain:
a. mencantumkan nama KAPA atau OAA yang
status terdaftar KAPA atau OAA tersebut pada
Menteri dibekukan atau dibatalkan;
b. memiliki Rekan non-AP yang tidak terdaftar pada
Menteri; dan
c. membuka kantor dalam bentuk lain, kecuali
bentuk kantor cabang.

Pasal 31

44

SUBSTANSI UU AKUNTAN PUBLIK:

KERJA SAMA ANTAR-KAP


KAP
C
KAP
A

KAP
E

KAP
D

KAP
F

KAP
B

Tujuan OAI:
Pengembanga
n metodologi
Pelatihan
bersama
Memberikan
jasa bersama

KAP
G

KAP
H
46

STRUKTUR PASAR JASA


AUDIT
Medium2

Small

Very Small

Sol
o

Big 4

47

Model A:

Model B:

KAP 12 PARTNER
OAI 4 KAP, 12 PARTNER

KAP
12

KAP
3

KAP
3

OAI

KAP
3

KAP
3

Model B diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya


saing seperti model A:
Metodologi

Reviu Mutu/Supervisi

Budaya Organisasi

Kualitas SDM
48

KONSEKUENSI OAI
a. Pengembangan Metodologi COST
b. Hak & Kewajiban (termasuk mekanisme
memastikan kualitas OAI) SANKSI
KEANGGOTAAN
c. Pelatihan COST
d. Berkelanjutan GOING CONCERN

49

Berpikir tentang OAI


No.

Sudut
Pandang

1.

Klien

2.

KAP anggota
OAI
Regulator

3.

4.

Ikatan
Keanggotaan

Concern
Apakah kualitas jasa yang
diperoleh klien menjadi lebih
baik?
Apakah ada insentif ekonomis dari
OAI?
Adakah mekanisme untuk
meyakini kualitas jasa yang
diberikan masing-masing anggota
OAI sesuai dengan standar
kualitas OAI?
Apakah terdapat membership fee,
sanksi keanggotaan, 50dan

UU AKUNTAN PUBLIK:

BIAYA PERIZINAN
a. Biaya dikenakan untuk:
memperoleh izin Akuntan Publik;
memperpanjang izin Akuntan Publik;
memperoleh izin usaha KAP;
memperoleh izin pendirian cabang KAP;
memperoleh persetujuan pencantuman nama
KAPA atau OAA bersama-sama dengan KAP;
dan
6) memperoleh persetujuan pendaftaran KAPA
atau OAA
1)
2)
3)
4)
5)

b. Penerimaan biaya merupakan Penerimaan


Negara Bukan Pajak
Pasal 41

56

UU AKUNTAN PUBLIK:

ASOSIASI PROFESI AKUNTAN PUBLIK


(1)

AP berhimpun dalam wadah Asosiasi

Profesi Akuntan Publik


Menteri menetapkan hanya 1 Asosiasi
Profesi Akuntan Publik untuk menjalankan
kewenangan sesuai dengan ketentuan
dalam UU ini
Asosiasi Profesi Akuntan Publik ditetapkan
dengan Keputusan Menteri

Pasal 43

57

UU AKUNTAN PUBLIK:

ASOSIASI PROFESI AKUNTAN PUBLIK


(3)

Asosiasi Profesi Akuntan Publik berwenang:


a. menyusun dan menetapkan SPAP;
b. menyelenggarakan ujian profesi akuntan
publik;
c. menyelenggarakan pendidikan
profesional berkelanjutan; dan
d. melakukan reviu mutu bagi anggotanya.

Pasal 43

59

UU AKUNTAN PUBLIK:

KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK


(1)

Menteri membentuk Komite Profesi Akuntan


Publik
Anggota Komite Profesi Akuntan Publik
berjumlah 13 orang yang terdiri dari:

1. Kementerian Keuangan

8. pengguna jasa akuntan publik

2. Asosiasi Profesi Akuntan


Publik

9. Kementerian Pendidikan
Nasional

3. Asosiasi Profesi Akuntan

10. Dewan Standar Akuntansi


Keuangan

4. Badan Pemeriksa
Keuangan

11. Dewan Standar Akuntansi


Syariah

5. otoritas pasar modal

12. Dewan SPAP

6. otoritas perbankan

13. Komite Standar Akuntansi


Pemerintah

7. akademisi akuntansi
Pasal 45-46

60

UU AKUNTAN PUBLIK:

KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK


(2)

Anggota Komite Profesi Akuntan diangkat


oleh Menteri untuk jangka waktu 3 (tiga)
tahun dan dapat diperpanjang untuk 1 (satu)
masa periode berikutnya
Keanggotaan Komite Profesi Akuntan Publik
bersifat kolegial
Ketua Komite Profesi Akuntan Publik
ditetapkan dari unsur pemerintah dan wakil
ketua ditetapkan dari unsur Asosiasi Profesi
Akuntan Publik

Pasal 45-46

61

UU AKUNTAN PUBLIK:

KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK


(3)

Komite Profesi Akuntan Publik bertugas


memberikan pertimbangan terhadap:
1) kebijakan pemberdayaan, pembinaan, dan
pengawasan Akuntan Publik dan KAP;
2) penyusunan standar akuntansi dan SPAP;
dan
3) hal-hal lain yang diperlukan berkaitan
dengan profesi Akuntan Publik.

Pasal 45-46

62

UU AKUNTAN PUBLIK:

KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK


(4)

Selain memberikan pertimbangan, Komite


Profesi Akuntan Publik juga berfungsi
sebagai lembaga banding atas hasil
pemeriksaan dan sanksi administratif yang
ditetapkan oleh Menteri atas Akuntan Publik
dan KAP.
Keputusan Komite Profesi Akuntan Publik
atas banding bersifat final dan mengikat
Tata cara beracara banding ditetapkan oleh
Komite Profesi Akuntan Publik

Pasal 45-46

63

UU AKUNTAN PUBLIK:

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN


Menteri berwenang melakukan
pembinaan dan pengawasan terhadap
AP, KAP dan cabang KAP.
Dalam rangka pengawasan, Menteri
melakukan pemeriksaan terhadap AP,
KAP dan cabang KAP.

Pasal 49-51

65

Law Enforcement & Exit Point

Sanksi Administratif
Ketentuan Pidana
Pencabutan/tidak berlakunya izin AP
Pencabutan/tidak berlakunya izin KAP
& Cabang KAP

70

UU AKUNTAN PUBLIK:

SANKSI ADMINISTRATIF
a. Menteri mengenakan sanksi administratif terrhadap AP,
KAP dan Cabang KAP atas pelanggaran administratif.
b. Jenis sanksi administratif:
1.rekomendasi untuk melaksanakan kewajiban tertentu;
2.peringatan tertulis;
3.pembatasan pemberian jasa kepada suatu jenis entitas
tertentu;
4.pembatasan pemberian jasa tertentu:
5.pembekuan izin;
6.pencabutan izin; dan/atau
7.denda.

c.Denda dapat diberikan tersendiri atau bersamaan dengan


pengenaan sanksi administratif lainnya.
Pasal 53-54

71

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PIDANA
Pasal 55

AP

Pasal 56

PIHAK
TERASOSI
ASI
Pasal 57 (1)

SETIAP
ORANG

Psl 57 (2), (3),


(4)

AP/KAP
Palsu

TERKAIT
JASA:
Manipulasi
atau
memalsuka
n data,
termasuk
membantu

KERTAS KERJA
ASURANS
(SENGAJA):
Manipulasi/memalsu
kan kertas kerja
Tidak membuat
kertas kerja
kertas kerja tidak
dapat digunakan
Pernyataan/keterangan, dokumen palsu
terkait perizinan AP/KAP, termasuk
cabang
Pemalsu profesi AP baik individu atau
korporasi

PIDANA:
kurungan
maksimal 5
tahun dan
denda
maksimal
Rp 300 juta

PIDANA:
Kurungan
maks. 6
tahun dan
denda maks.
Rp600 juta

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PIDANA

(1)

Pasal 55
Akuntan Publik yang:
1. melakukan manipulasi, membantu melakukan
manipulasi, dan/atau memalsukan data yang berkaitan
dengan jasa yang diberikan;
2. dengan sengaja melakukan manipulasi, memalsukan,
dan/atau menghilangkan data atau catatan pada kertas
kerja atau tidak membuat kertas kerja yang berkaitan
dengan jasa asurans yang diberikan sehingga tidak
dapat digunakan sebagaimana mestinya dalam rangka
pemeriksaan oleh pihak yang berwenang
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
dan pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah)
74

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PIDANA

(2)

Pasal 56
Pihak Terasosiasi yang melakukan perbuatan
sebagaimana dimaksud pada Pasal 55 dipidana
dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
dan pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00
(tiga ratus juta rupiah).

75

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PIDANA

(2)

Pasal 57
(1) Setiap orang yang memberikan pernyataan tidak
benar atau memberikan dokumen palsu atau yang
dipalsukan untuk mendapatkan atau memperpanjang
izin Akuntan Publik, dan/atau untuk mendapatkan
izin usaha KAP atau izin pendirian cabang KAP,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan pidana denda paling banyak
Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

Pasal 55-57

76

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PIDANA

(3)

Pasal 57

(2) Setiap orang yang bukan Akuntan Publik, tetapi


menjalankan profesi Akuntan Publik dan bertindak seolaholah sebagai Akuntan Publik sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang ini, dipidana dengan pidana penjara
paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling
banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada
butir c atau butir d dilakukan oleh korporasi, pidana yang
dijatuhkan terhadap korporasi berupa pidana denda paling
sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan
paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
(4) Dalam hal korporasi tidak dapat membayar denda
sebagaimana dimaksud pada butir e, pihak yang
bertanggung jawab dipidana dengan pidana penjara
77
paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama
6 (enam)

UU AKUNTAN PUBLIK:

KEDALUWARSA TUNTUTAN ATAU


GUGATAN
Akuntan Publik dibebaskan dari tuntutan pidana
atau gugatan apabila perbuatan yang dilakukan
telah lewat dari 5 (lima) tahun terhitung sejak
tanggal laporan hasil pemberian jasa.

Pasal 58

78

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PERALIHAN

(1)

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku:


a. Akuntan Publik, KAP, dan cabang KAP yang telah
memiliki izin Akuntan Publik, KAP, dan cabang KAP yang
masih berlaku dinyatakan tetap berlaku;
b. Akuntan Publik yang telah memiliki izin Akuntan Publik
yang masih berlaku harus memperbarui (registrasi
ulang) izin Akuntan Publiknya dalam waktu paling lama
1 (satu) tahun sejak berlakunya Undang-Undang ini
dengan menyampaikan dokumen berupa surat
keterangan domisili dan Nomor Pokok Wajib Pajak;
c. Permohonan izin Akuntan Publik, izin usaha KAP
dan/atau izin pendirian cabang KAP yang telah diajukan
dan sedang dalam proses, harus diajukan kembali
sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam UndangUndang ini;
82

Pasal 59

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PERALIHAN

(2)

d. Sertifikat tanda lulus ujian profesi yang telah diterbitkan oleh


Ikatan Akuntan Indonesia atau Institut Akuntan Publik
Indonesia dinyatakan masih berlaku untuk memenuhi
persyaratan memperoleh izin Akuntan Publik sampai ada
ketentuan yang baru.
e. Rekan non-Akuntan Publik yang telah menjadi rekan pada
suatu KAP dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun sejak
berlakunya Undang-Undang ini harus mendaftar sebagai
Rekan non-Akuntan Publik dengan menyampaikan dokumen
berupa surat keterangan domisili dan Nomor Pokok Wajib
Pajak;
f. KAPA atau OAA yang namanya telah dicantumkan bersamasama dengan nama KAP harus mendaftar dalam waktu paling
lama 1 (satu) tahun sejak berlakunya Undang-Undang ini;
Pasal 59

83

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PERALIHAN

(3)

g. KAP harus menyesuaikan komposisi tenaga kerja


profesional dalam waktu paling lama 1 (satu)
tahun sejak berlakunya Undang-Undang ini;
h. Asosiasi Profesi Akuntan Publik yang telah diakui
oleh Menteri ditetapkan kembali dengan
Keputusan Menteri sebagai Asosiasi Profesi
Akuntan Publik untuk menjalankan kewenangan
sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang
ini.
i. SPAP yang ditetapkan oleh Asosiasi Profesi
Akuntan Publik yang telah diakui oleh Menteri
dinyatakan tetap berlaku.
Pasal 59

84

UU AKUNTAN PUBLIK:

KETENTUAN PENUTUP
a. Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku:
1. Ketentuan Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 34
Tahun 1954 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;
2. Peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 34
Tahun 1954 yang mengatur jasa Akuntan Publik, sepanjang
tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini dan belum
ada peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan
Undang-Undang ini, dinyatakan masih berlaku;
b. PP disusun paling lama 1 tahun, PMK paling lama 2 tahun.
c. Undang-Undang ini mulai berlaku sejak tanggal
diundangkan.

Pasal 60-62

85

HIMBAUAN KEPADA PENGGUNA JASA


(STAKEHOLDERS)
1.Menggunakan Akuntan Publik & KAP yang berizin.
Jangan menggunakan Akuntan Publik & KAP palsu
(tidak berizin) atau menggunakan Laporan Auditor
Independen palsu.
2.Untuk meyakinkan mengenai Akuntan Publik & KAP
yang berizin, stakeholders dapat mengkonfirmasi ke
PPAJP atau IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia,
www.iapi.or.id)
3.Apabila mengetahui adanya AP/KAP palsu
(tidak
berizin) agar melaporkan kepada aparat hukum.
4.PPAJP bekerja sama dengan IAPI menerbitkan Buku
Direktori AP dan KAP setiap tahun. Buku Direktori dapat
diperoleh di IAPI. Stakeholder dapat menggunakan
86
Buku Direktori ini sebagai referensi.

Terima Kasih
Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai
Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
R.I.
Gd. Djuanda II, Lt. 19-20
Jln. Dr. Wahidin No. 1
Jakarta Pusat 10710
Telp. : (021) 384 3237 (direct)
Fax. : (021) 350 8573
Email: ppajp@depkeu.go.id
Website: www.ppajp.depkeu.go.id

87