Anda di halaman 1dari 26

BAB IV

LAPORAN BIDANG SISTEM PRODUKSI DAN PEMBAHASAN

4.1.

Karakterisrik sistem produksi
Layout untuk CV Gradient yaitu layout by process. Cara penyusuan peralatan dan
mesin berdasarkan atas fungsi dalam proses produksi atau alat yang digunanakan dalam
proses produksi produk di tempat yang sama. Dalam penentuan sistem produksi di CV
Gradient, perusahaan menetapkan kebijakan engineering to order dalam memenuhi
permintaan konsumen. Dengan demikian rencana produksi untuk suatu produk ialah
berdasarkan adanya order / pesanan dari konsumen. Sehingga dalam konsep sistem
produksi engineering to order, perusahaan tidak menetapkan adanya persediaan, produk
belum dibuat sebelum adanya order dari konsumen. Ketika order datang, maka
perusahaan akan mengembangkan desain produk beserta waktu dan biaya yang
diperlukan. Apabila rancangannya disetujui konsumen, maka produk baru dibuat.
Sehingga untuk proses pembuatan rencana produksi untuk spring guide ini disesuaikan
dengan order / pesanan yang datang ke bagian marketing, jadi jika order yang datang
bukan order baru maka order konsumen akan langsung diserahkan ke bagian produksi
untuk langsung memasuki proses produksi.
Pola aliran pada proses produksi yang dipakai dalam bagian pabrikasi yaitu pola
straight line atau garis lurus, diamana proses tersebut dipakai bila proses produksi
berlangsung singkat dan sederhana yang terdiri dari 1 komponen atau beberapa
komponen. Hal penting dari kegiatan bisnis di cv gradient adalah perusahaan
menciptakan desain produk guna menghasilkan produk akhir yang berkualitas.
Perusahaan mendesain produk sesuai dengan keinginan konsumen, dimana pemesanan
produk dilakukan oleh pihan konsumen setelah konsumen mendapatkan konfirmasi
mengenai pemesanan produknya, sehingga sesuai dengan produk yang diharapkan
konsumen. Setelah konsumen mengkonfirmasi desain dan spesifikasi kualitas produk
yang telah ditetapkan, selanjutnya produk siap untuk di produksi oleh CV Gradient.

4.2.

Tata letak pabrik
VI-1

LAPORAN KERJA PRAKTIK

2015

Gambar 4.1 Tata Letak Pabrik

Dalam penempatan tata letak pabriknya, CV Gradient kurang memperhatikan tata ruang
yang ada sehingga kurang baik terhadap waktu transportasi dan pemindahan material handling
antar divisi, termasuk dalam peletakan mesin-mesin yang kurang tepat dalam tata letak mesinnya
sehingga kurang beraturan. Pengaturan tata letak mesin dapat dilihat seperti gambar dibawah ini:

BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN

III-2

penataan untuk tata letak mesin yang dilakukan tidak berdasarkan peraturan tata letak mesin yang seharusnya. jarak gang untuk operator yang relatif sempit karena tidak adanya batas tertentu antara peletakkan mesin dengan jalan yang digunakan untuk jalur transportasi. 1 2 3 6 5 4 Gambar 4. Hal ini menyebabkan perusahaan tidak perlu melakukan penataan mesin sedemikian rupa karena mesin dapat melakukan berbagai macam proses sesuai dengan proses yang diperlukan.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Gambar 4.3.2. Pihak perusahaan meletakkan mesin-mesinnya hanya secara kondisional sesuai dengan ketersediaan kapasitas lahan yang ada tanpa memperhitungkan efisiensi dan efektifitas dalam melakukan proses produksi. Untuk itu. Dilihat dari keadaan lantai produksi saat ini. Pola Aliran U-Shapped Dilihat dari bentuknya. Penempatan mesin-mesin tidak dikelompokkan berdasarkan jenis dan fungsi dari tiap-tiap mesin yang ada. Pengaturan Mesin Pihak perusahaan menilai bahwa tidak perlu ada penempatan fasilitas mesin berdasarkan kaidah-kaidah tata letak tertentu. pola aliran ini akan dipakai bilamana dikendaki bahwa akhir proses produksi akan berada pada lokasi yang sama dengan awal proses produksinya. hal ini disebabkan karena proses pembuatan produk kebanyakan menggunakan mesin injeksi dan mesin CNC yang sudah terkomputerisasi sehingga dapat multifungsi untuk melakukan banyak proses. Pola aliran material yang digunakan CV Gradient khususnya pada pembuatan produk Spring Guide yaitu U-Shapped. Dalam perancangan tata letak perusahaan pun harus memperhatikan proses yang terjadi dalam keseluruhan fasilitas yang ada di perusahaan. salah satu yang perlu diperhatikan adalah pola aliran material di dalam proses tersebut. dimana mesin diletakkan sesuai dengan kemauan perusahaan saja sehingga tidak adanya jalur transportasi yang aman untuk proses pemindahan material handling. Hal ini BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-3 .

Peninjauan terhadap kinerja Operator Produksi .3. PJPM melakukan pemeriksaan & pengukuran terhadap produk jadi dengan memerhatikan persyaratan kriteria produk yang tercantum didalam surat kontrak sebagai berikut: . Operator Produksi melakukan proses produksi produk dan berpedoman kepada IK proses produksi menggunakan mesin injection serta IK Menghidupkan dan Mematikan Mesin Inject.Tampilan visual produk . perusahaan memiliki 4 mesin dengan kapasitas produksi 10. 3.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 bertujuan untuk mempermudah pemanfaatan fasilitas transportasi dan juga sangat mempermudah pengawasan untuk keluar masuknya material dari dan menuju pabrik. CV gradient merancang kegiatan proses produksi yang efektif dan efisien.Dimensi produk (menggunakan alat ukur jangka sorong atau penggaris) .Gambar produk . Proses produksi di CV Gradient disesuaikan dengan SOP perusahaan dengan mekanisme prosedur sebagai berikut : 1. Proses produksi CV Gradient pada divisi produksi merupakan perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan ( make to order) dimana besarnya jumlah produksi setiap jenis produk tergantung pada banyaknya pesanan dari konsumennya.Tekstur produk .Warna produk BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-4 .Mesin yang digunakan .000 pieces per hari per mesin. berupa: . meliputi: .Peralatan tambahan 2. 4.Material yang digunakan . Asman Produksi Plastik melakukan peninjuan saat proses produksi. 4. Hasil peninjauan ini direkam kedalam Laporan Produksi Harian 5. Operator Produksi menerima hasil persiapan produksi yang telah dipersiapkan sesuai prosedur perencanaan realisasi produk.Peninjauan terhadap masalah yang terjadi dan tindakan yang dilakukan saat proses produksi berlangsung. penulis membahas proses produksi salah satu komponen yaitu sring guide HKWB2. Operator Produksi menerima MPS dari Manajer Produksi untuk dijadikan acuan target penyelesaian proses produksi produk. Dalam pembuatan kaporan ini.Cetakan produk .

7.nama konsumen . Operator Produksi melakukan proses penghancuran produk reject dengan menggunakan mesin penggiling plastik.tanggal produk dikirim kepada Pelanggan  Produk yang telah selesai dikemas diserahkan kepada Bagian Warehousing. 9. Asman Produksi Plastik menyusun Laporan Produksi Harian untuk diserahkan kepada Manajer Produksi.nama produk . PJPM merekam hasil inspeksi terhadap produk jadi kedalam Rekaman Hasil Inspeksi Produk jadi 6. Direktur menerima Laporan Produksi Harian & Direktur memverifikasi dan memvalidasi Laporan Produksi Harian. Produk jadi yang lolos inspeksi dipisahkan kedalam wadah khusus tempat penyimpanan  produk lolos inspeksi untuk segera dilakukan proses pengemasan.  Produk jadi yang telah dikemas diberi label pada kemasannya yang berisi: .LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 .4. 8. Operator produksi mengemas produk lolos inspeksi dengan ketentuan pengemasan (kuantitas & ketebalan plastik pengemas) sesuai keinginan Konsumen dan berpedoman pada IK Pengemasan Produk Jadi. 4. jumlah produk dan keterangan yang menyatakan bahwa produk  yang disimpan pada wadah tersebut adalah produk reject.Kebersihan produk -persyaratan lainnya  Jika ditemukan produk yang tidak memenuhi persyaratan kualitas (produk reject) maka produk dipisahkan kedalam wadah khusus tempat penyimpanan produk reject yang diberi label berisi nama produk. Pengertian Spring Guide Spring Guide adalah salah satu produk berbahan dasar plastik yang dibuat oleh Cv Gradient yang berfungsi sebagai pelindung komponen utama dalam sistem suspensi yang BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-5 .jumlah produk . 10. Manajer Produksi meninjau Laporan Produksi Harian yang akan dilaporkan kepada Direktur untuk diverifikasi dan divalidasi.

 Wadah untuk memisahkan produk reject dengan produk jadi lolos inspeksi kualitas. BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-6 .LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 terdapat pada sepeda motor. Shock Breaker merupakan salah satu komponen pada sepeda motor yang berfungsi untuk meredam getaran dan guncangan pada sepeda motor sehingga aman saat berkendara.  Peralatan tambahan yang ditetapkan pada proses perencanaan realisasi produk merupakan peralatan lain yang diperlukan selain cetakan produk.  Alat pengukuran dan pemantauan kualitas yang digunakan pada proses inspeksi terhadap produk jadi berupa:  Jangka sorong  Penggaris  Alat ukur yang digunakan dipastikan layak dan telah dikalibrasi sesuai prosedur Kalibrasi Alat Ukur dan IK (Instruksi Kerja) Kalibrasi Alat Ukur Jangka Sorong. Dalam proses pembuatan komponen spring guide. Spring guide adalah bagian komponen penting pada shock breaker yang berfungsi sebagai pelindung sistem suspensi inti pada shock breaker. tujuannya adalah untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan oleh CV Gradient.  Gelas ukur untuk menentukan komposisi material yang digunakan untuk sekali proses mixing dan pencetakan produk. proses pembuatannya adalah dengan membuat cetakan (mold) dengan mesin CNC lalu cetakan tersebut dipakai untuk mencetak produk menggunakan mesin injeknsi. Setiap produk yang telah dicetak selalu dilakukan inspeksi secara visual oleh operator. pewarna dan crusher sebelum dimasukan kedalam Hopper. Spring guide tersebut melindungi dari shockbreaker dari korosi. biasanya berupa:  Wadah plastik untuk melakukan proses pencampuran material plastik.  Karakteristik produk yang diproduksi dicantumkan didalam Surat Kontrak dan digunakan oleh Staf QC untuk melakukan proses inspeksi terhadap produk jadi. air dan kotoran pada sepeda motor.

4. Peta proses operasi BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-7 .5.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015  Laporan Produksi Harian merupakan laporan kegiatan proses produksi harian yang berisi:  Kinerja Operator Produksi  Jumlah produk yang diproduksi (produk reject dan lolos inspeksi)  Masalah yang ditemukan dan tindakan terhadap masalah yang terjadi saat proses produksi berlangsung Proses penghancuran produk reject dilakukan dengan mencampur produk reject dan crusher dengan perbandingan komposisi 7 : 1 kemudian dimulai proses penghancuran menggunakan mesin penggiling plastik.

4 Peta Proses Operasi 4.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Gambar 4. Sistem perencanaan dan pengendalian produksi BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-8 .6.

kebijaksanaan perusahaan.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Pengertian dari Perencaanaan ialah kegiatan memilih dan menentukan tujuan-tujuan serta kebijaksanaan. warna dan hal-hal lain terkait spesifikasi produk)  Tanggal pengiriman produk jadi  Spesifikasi bahan baku  Nama Pelanggan  Persyaratan lainnya yang berhubungan dengan produk  Perencanaan jumlah dan daftar Operator Produksi ditentukan sesuai kebutuhan dalam merealisasikan produk agar selesai sesuai target yang ditetapkan yaitu maksimal 1 hari sebelum dilakukan proses pengiriman produk jadi kepada Pelanggan. dimensi. Adapun maksud dan tujuan perencanaan produksi adalah sebagai berikut : a. sehingga memiliki karakteristik variasi. kebutuhan jam orang. Mengusahakan agar pabrik dapat berproduksi dengan biaya rendah. Pelaksanaan produksi dalam menangani pesanan dilakukan dengan cara “Engineering to Order”. Mengusahakan perusahaan menguasai pasar atau bagian pasar yang luas. sehingga perusahaan dapat menghasilkan barang-barang atau jasa dengan efektif dan efisien serta memenuhi sasaran-sasaran lainnya. kebutuhan jam mesin dan kebutuhan material/komponen untuk pelaksanaan proses produksi. deskripsi. serta melayani kustomisasi penuh bagi para pelanggannya. Sehingga peranan Perencanaan adalah mengkoordinasikan kegiatan bagian yang langsung atau tidak langsung dalam berproduksi. Mengusahakan pabrik berproduksi pada tingkat efisien dan efektivitas yang tinggi. program dan prosedur kerja yang akan dilakukan. mengusahakan kesempatan kerja merata. b. yaitu produksi dilakukan berdasarkan pesanan tertentu dan harga tertentu. Didalam proses perencanaan produksi syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh CV Gradient antara lain sebagai berikut :  Asisten Manajer Produksi plastik dan Asistem Manajer Machining melakukan identifikasi Surat Kontrak meliputi hal hal berikut:  Persyaratan spesifikasi produk (nama. kustomisasi dan fleksibilitas atas pengerjaan pesanannya. Perencanaan produksi dilakukan untuk menetapkan langkah-langkah kegiatan serta target waktu pelaksaannya.  Analisis kesalahan yang dilakukan oleh Pengendali Kualitas dikarenakan prototype produk tidak sesuai persyaratan bisa terjadi karena 2 alasan sebagai berikut: BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-9 . menjual produk dengan jumlah banyak. memperoleh keuntungan kerja yang cukup besar bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan . fungsi.

LAPORAN KERJA PRAKTIK   2015 Kesalahan pada cetakan produk Kesalahan saat proses produksi prototype produk Dokumen Terkait       Salinan Surat Kontrak Form Material Tersedia Dokumen Prosedur Pengadaan Material Form Mesin Tersedia Dokumen IK (Instruksi Kerja) Penggunaan Mesin CNC Dokumen IK (Instruksi Kerja) Penggunaan Mesin Injection BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-10 .

LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-11 .

5 Flowchart Perencanaan Produksi BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-12 .LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Gambar 4.

2. PJDP dan PJG. BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-13 . 6.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Perencanaan produksi dibuat berdasarkan prosedur yang telah dibuat oleh Cv Gradient meliputi : 1. 4. PJP mengecek kesiapan mesin yang dibutuhkan dan akan melakukan proses maintenance terhadap mesin jika memang dibutuhkan. Asman Machining. Asman Produksi Plastik dan Asman Machining melakukan persiapan produksi untuk merencanakan kebutuhan material. Asman Machining menerima Salinan Surat Kontrak dari Staf Penjualan. Operator CNC melakukan proses produksi pembuatan cetakan produk per part dengan mempergunakan mesin CNC dan berpedoman pada IK Penggunaan Mesin CNC. Asman Machining memeriksa gambar teknik part cetakan produk. -Apabila Rekaman Hasil Persiapan Produksi tidak lolos tahap verifikasi maka kembali ke proses 2. cetakan produk dan Operator Produksi. -Proses ini direkam kedalam Rekaman Hasil Persiapan Produksi yang akan diberikan kepada Manajer Produksi untuk diverifikasi lalu divalidasi. Manajer Produksi memverifikasi dan memvalidasi Rekaman hasil Persiapan Produksi lalu membuat salinannya dan diserahkan kepada Asman Produksi Plastik. -Operator CNC menyerahkan seluruh part cetakan produk kepada Operator Assembly untuk dirakit. PJG menerima Rekaman Hasil Persiapan Produksi lalu melihat material apa saja yang dibutuhkan dan mengecek ketersediaan material digudang lalu mencatat material yang harus dibeli kedalam form Pengajuan Pengadaan Material. 7. Proses Pengadaan material dilakukan sesuai Prosedur Pengadaan Materal 5. mesin. Asman Produksi Plastik. 3. -Apabila gambar teknik cetakan tidak sesuai dengan persyaratan maka kembali ke proses -Apabila gambar teknik cetakan sesuai dengan persyaratan pada Rekaman Hasil Persiapan produksi maka berlanjut ke proses produksi cetakan produk. PJP. -Asman Produksi Plastik mengidentifikasi kebutuhan untuk merealisasikan produk berdasar persyaratan produk yang tercantum didalam Surat Kontrak. -Apabila Rekaman Hasil Persiapan Produksi lolos tahap verifikasi maka proses berlanjut ke tahapan berikutnya. 8. -Jika kegiatan maintenance membutuhkan material (spare part) maka PJP akan menyusun form Pengajuan Pengadaan Material yang akan diberikan kepada PJG untuk dilakukan pengecekan ketersediaan sparepart dan pengadaan. PJDP membuat desain cetakan produk yang terdiri atas dua part yaitu plat cekam atas dan plat cekam bawah lalu menyerahkan desainnya kepada Operator CNC untuk dibuat.

Setelah Proses persiapan produksi selesai dilakukan Operator Produksi melakukan proses produksi prototype produk yang akan divalidasi oleh Pelanggan. 16.Warna produk . 14. -Apabila persyaratan yang tertera didalam Surat Kontrak dipenuhi. -Apabila cetakan sesuai dengan persyaratan pada gambar teknik cetakan produk maka berlanjut ke proses berikutnya. 11.Dimensi produk (menggunakan alat ukur jangka sorong atau penggaris) . 15. -Apabila persyaratan produk yang tertera didalam Surat Kontrak tidak dipenuhi maka proses akan kembali kepada proses 2. Asman Produksi Plastik menerima PO dan menyusun MPS berdasar PO dari Pelanggan. -Apabila prototype lolos tahap pemeriksaan kualitas. plat cekam bawah. Operator Assembly merakit part cetakan produk menjadi cetakan produk jadi dengan menggabungkan plat cekam atas.Tampilan visual produk . PO lock menggunakan baut dan Kunci Pas (Open end wrench). maka PJPM akan meganalisis kesalahan produksi prototype dan menginstruksikan untuk dilakukan perbaikan di unit terkait. jumlah produk yang dipesan.Tekstur produk . -Staf Penjualan menyerahkan PO kepada Asman Produksi Plastik. BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-14 . tampilan visual. harga. deadline pengiriman produk dan ketentuan pembayaran produk. -Pelanggan mengirimkan PO kepada Staf Penjualan. Staf Penjualan menerima PO dari Pelanggan. 13. PJPM melakukan pemeriksaan terhadap prototype produk meliputi: . Manajer Produksi melakukan verifikasi terhadap MPS lalu memvalidasinya.Kebersihan produk -persyaratan lainnya -Apabila prototype tidak lolos tahap pemeriksaan kualitas. Pelanggan melakukan validasi terhadap prototype produk. IK Proses Produksi Menggunakan Mesin Inject.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 9. -MPS diserahkan kepada Manajer Produksi untuk diverifikasi lalu divalidasi 17. dengan memeriksa fungsi. ejector. Asman Machining memeriksa cetakan produk yang telah selesai diproduksi. serta IK Menghidupkan dan Mematikan Mesin Inject 12. maka Pelanggan akan menyusun PO (Purchase Order). Pelanggan menyusun PO yang memuat nama. spring. -Proses produksi prototype produk juga berpedoman pada IK Produksi Prototype. maka prototype diserahkan kepada pelanggan untuk divalidasi. 10. -Apabila cetakan tidak sesuai dengan persyaratan pada gambar teknik cetakan produk maka kembali ke proses 8. kepresisian dimensi dan tekstur permukaannya.

karena lancar tidaknya proses produksi tergantung pada kelancaran persediaan bahan baku dalam proses produksi agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dengan tujuan mendapatkan material sesuai persyaratan yang telah ditetapkan agar dapat memenuhi keinginan Konsumen.7. BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-15 . tetapidapat memiliki beberapa pemasok (predecssor).LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Apabila MPS tidak lolos tahap verifikasi maka kembali ke proses 14. Apabila MPS lolos tahap verifikasi maka MPS diserahkan kepada Operator Produksi untuk segera dilakukan proses produksi 4. Sistem Persediaan Gambar 4. Sistem persediaan adalah salah satu entitas yang sangat penting dalam pelaksanaan proses produksi.6 Suppy Chain Sistem inventori yang digunanakn oleh perusahaan dalam menentukan aliran pasokannya adalah sistem inventori memusat (centralized sistem) terdiri dari beberapa buah fasilitas pelayanan dimana setiapa fasilitas pelayanan hanya memiliki satu pemakai (succesor).

Adapun proses perencanaan material yang dilakuka oleh CV Gradient adalah sebagai berikut : BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-16 .informasi penting mencakup uraian proses. informasi dan verifikasi material yang dibeli berupa bahan baku.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Sistem persediaan mencakup tentang informasi. peralatan kerja dan sparepart alat/ mesin produksi serta seleksi dan evaluasi Supplier.

7 Flowchart Pemesanan Material BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-17 .LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Gambar 4.

kuantitas kebutuhan material . Apabila staf pembelian dan supplier tidak sepakat dan tidak dapat memenuhi ketentuan  tentang pembelian dari masing-masing pihak maka kembali ke proses 2. 3. Pjg menerima rekaman hasil persiapan produksi dan atau form pengajuan pengadaan material dari unit terkait lalu melihat material apa saja yang dibutuhkan dan mengecek ketersediaan material digudang kemudian mencatat material yang harus dibeli kedalam  form pengajuan pengadaan material yang akan diberikan kepada bagian purchasing. Staf pembelian mengirimkan po kepada supplier terpilih 6. Pjg dan staf pembelian melakukan pemeriksaan & pengukuran terhadap hal-hal berikut: -adanya surat jalan -material yang dikirimkan harus sesuai dengan ketentuan yang tertera didalam po. Apabila staf pembelian dan supplier telah sepakat dan dapat memenuhi ketentuan tentang pembelian dari masing-masing pihak maka staf pembelian akan segera menyusun po (purchase order). -berat bersih material -fisik kemasan BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-18 .spesifikasi material . 7. 4. form pengadaan material memuat informasi yang dibutuhkan dalam proses pengadaan meliputi: .tanggal material diperlukan 2. 5.  Supplier membawa surat jalan saat melakukan proses pengiriman material yang akan diserahkan kepada pjg. Staf pembelian melakukan negosiasi dengan calon supplier untuk menetapkan informasi seputar ketersedian material. Staf pembelian melakukan seleksi supplier dengan memilih supplier yang mendapat nilai tertinggi sesuai data yang tercantum didalam form penilaian supplier dan merekam hasil seleksi kedalam form hasil seleksi supplier.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 1. Supplier mengirimkan material sesuai yang dinyatakan didalam po.jenis yang diminta . harga material termasuk peraturan tentang pembayaran dan  waktu pengiriman material.tanggal permintaan material . Hasil negosiasi direkam kedalam berita acara negosiasi pembelian. Staf pembelian menyusun dan menandatangani po yang akan dikirimkan kepada supplier terpilih.

PJG adalah Penanggung Jawab Pergudangan. hasil evaluasi ini direkam kedalam form penilaian supplier. Kepala Unit Terkait adalah Kepala Unit yang mengajukan pengadaan material kepada PJG. 10. Pembayaran direkam kedalam sebuah faktur dan akan diserahkan kepada staf keuangan untuk disimpan dan dipelihara. Pengajuan Pengadaan Material yang diberikan kepada PJG telah melewati tahap verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Kepala Unit Terkait. kecuali bila Form Pengajuan Pengadaan Material diajukan oleh PJG. total harga. 11. Staf keuangan menerima bukti pembayaran dari staf pembelian. aturan pembayaran serta persyaratan kualitas material     yang akan dibeli. keterangan. maka material akan diterima dan disimpan digudang. Staf warehouse memelihara material yang disimpan sebelum dikeluarkan untuk digunakan perusahaan. tanggal dibutuhkan material. Keterangan :  Sparepart adalah suku cadang mesin.  Staf pembelian menyimpan dan memelihara bukti pembayaran. harga/ unit. Jika material telah memenuhi persyaratan. jumlah. 8. Staf pembelian melakukan pembayaran material kepada supplier sesuai dengan ketentuan  cara pembayaran yang tertera pada po dan berita acara negoiasi pembelian. maka akan langsung diberikan kepada Staf Pembelian untuk berlanjut ke tahap pembelian material.  PO (Purchase Order) adalah form yang dikirmkan kepada Supplier berisi deskripsi material. Unit Terkait adalah Unit yang mengajukan pengadaan material kepada PJG. CV Gradient melaksanakan kegiatan proses pengawasan mutu yang sesuai dengan SOP (Standard Operational Procedure) yaitu : 1. PJG adalah Penanggung Jawab Pergudangan. Staf warehouse menyimpan material yang telah lolos tahap inspeksi dan mencatatnya  kedalam form material tersedia.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015  Jika ditemukan material yang tidak memenuhi persyaratan maka material akan  dikembalikan kepada supplier. BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-19 . Staf pembelian melakukan evaluasi terhadap supplier terpilih. 9.

Staf Pembelian memiliki anggaran untuk pembelian yang diberikan oleh Manajer Keuangan secara teratur setiap bulannya. Cap. No Nama Part Spring Guide HKWB HKWB2-400-10-IN 1 Total Cavity C.592 7.  Data Produksi CV Gradient Periode Maret 2015 Tabel 4. sehingga saat negosiasi dengan Supplier.1 Data produksi CV Gradient Prod.776 125 T 4 28 463 3.456 95 T 2 20 324 2.109 Used In M//C BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN 10.T Per Tool Per Tool (Detik) (b) Per Hour Per Shift Per Day (d) (g = 3600 x b x c / d ) (h = g x e ) (I=hxf) 4 30 432 3.368 III-20 . Form Penilaian Supplier dan Form Hasil Seleksi Supplier yang telah diisi oleh Staf Pembelian akan ditinjau oleh Manajer Finance. 3.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 2.703 11. Staf Pembelian dapat menmperkirakan harga dan ketentuan pembayaran yang sesuai dengan anggaran yang ada.

000) (20.2 Data Produksi dari tanggal 3 – 20 Maret SHI FT / KET PRO DUK SI STO CK 03Mar 04Mar 05Mar 06Mar 1 5. 40. PO GRAD SIM SISA PO 29.0 00 15.6 00 16.6 00 31.6 00 31.00 0 II 5.185 Tabel 4.00 0 5.00 0 5.2 Data Produksi dari tanggal 21– 31 Maret AKUM 21-Mar 22-Mar 23-Mar 24-Mar 25-Mar 26-Mar 27-Mar 28-Mar 29-Mar 30-Mar 31-Mar TOTAL DELV.6 00 31.00 0 5. 000) (20.0 00 15.00 0 5. 000) (20.0 00 Tabel 4.6 00 31.6 00 31. 000) (20.00 0 5. 000) (19.0 00 (34.6 00 31.00 0 5.728 8.200 29.6 00 31.6 00 AK UM PLA N DELV .6 00 (20.6 00 31.6 00 31.6 00 31.00 0 5. 000) BALA NCE 07Mar 08Mar 09Mar 10Mar 11Mar 12Mar 13Mar 14Mar 15Mar 16Mar 17Mar 18Mar 19Mar 20Mar 31.0 00 ACT. 000) (20.400 26. 000) (20.400 BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-21 . 000) (20.6 00 31. 000) (20.00 0 5. 600 16. 000) (20. 000) (20. 000) (20. DEL V 15.00 0 5. 000) (20. 000) 16. 000) (20.00 0 III 5.6 00 16.00 0 22. 000) (20.6 00 31.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 126 T 2 19 341 2. 000) (20.6 00 31.6 00 31.

Mar Mar Mar Mar AKUM SIS L ZAK ZAK A ZA K PLAN. -246 5 31 USED BALANCE  TOTA 36 2 2 36 36 36 12 12 12 12 Data peramalan persediaan periode 3 bulan kedepan Tabel 4.5 Data kebutuhan Material untuk 3 bulan kedepan Stock : Bulan Maret 2015 Part Name SPRING GUIDE Part Number HKWB Material Specification PP HI10HO Supplier & Maker PT. 21 MTRL STOCK PLAN USED ACTL.000 ) (20.600 31.600 2015 31.4 Data Persediaan Material NO NAMA MATERIAL .600 31.600 31.000) 320.000) Tabel 4.000 (20.000 ) (20.600 96.000 244.000 ) (20.LAPORAN KERJA PRAKTIK 31.000 ) (20.600 31.600 31.000 ) (20.600 31.000 76.000 ) (20.600 31.600 31. POLTPROPYLENE 1 HI10HO KET AKUM 27- 28- 29- 30- .00 0 3 1 31.600 31.000 ) (20. CHANDRA ASRI BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN KG pcs/Kg pcs FG (pcs) End Stock (pcs) % stock (a) (b) ( c=axb ) (d) ( e=c+d ) % 1.000 ) (20.000 ) (20.000 (20.00 0 31.00 0 310% III-22 .

000 10.000 280.6 Peramalan Kebutuhhan Material bulan april Bulan : April 2015 Incoming Quantity Loading End Stock % stock KG pcs part ETA in pcs in pcs in pcs % (f) ( g=fxb ) (h) ( i=e+g ) (j) ( k=i-j ) ( l=k/q ) 3.000 93.000 114.000 III-23 .8 Peramalan Kebutuhan Material dibulan juni Bulan : Juni 2015 Incoming Quantity Loading End Stock % stock kg pcs part ETA in pcs in pcs in pcs % (t) ( u=txb ) (v) ( w=r+u ) (x) ( y=w-x ) (z) 3.000 10.000 10.000 1970% Tabel 4.000 03/02/14 207.000 07/01/15 124.7 Peramalan Kebutuhan Material bulan mei Bulan : Mei 2015 Incoming Quantity Loading End Stock % stock KG pcs part ETA in pcs in pcs in pcs % (m) ( n=mxb ) (o) ( p=n+k ) (q) ( r=p-q ) ( s=r/x ) 3.000 93.000 1140% Tabel 4.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Tabel 4.000 03/03/15 BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN 290.000 197.000 93.

Proses produksi Spring Guide adalah salah satu produk berbahan dasar plastik yang dibuat oleh CV Gradient yang berfungsi sebagai pelindung komponen utama dalam sistem suspensi yang terdapat pada sepeda motor. Aliran Proses produksi yang diterapkan oleh perusahaan adalah Job Shop. 2015 Pembahasan mengenai persoalan yang terdapat dalam sistem produksi yang dihubungkan dengan metode yang berlaku dalam sistem kerja a. Perencanaan dan pengendalian produksi BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-24 . Proses produksi bersifat make to order hanya memproduksi barang – barang yang sudah dipesan oleh konsumen yang menyebabkan perusahaan akan menyimpan persedian material.8. b.LAPORAN KERJA PRAKTIK 4. Dengan stratergi ini akan menyebabkan resiko terhadap investasi persediaan kecil dan proses oprasi perusahaan lebih berfokus pada pemenuhan keinginan konsumennya. air dan kotoran yang menempel pada shock breaker sepeda motor. aktifitas proses didasarkan pada pesanan konsumen yang menyebabkan waktu proses produksi akan jauh lebih besar. perakitan mempunyai fungsi umum dan keahlian yang diperlukan tenaga kerja cukup tinggi. Manusia dan mesin dikelompokan kedalam suatu stasiun kerja sesuia dengan tipe mesinnya. Pada CV Gradient pelaksanaan produksi dalam menangani pesanan dilakukan dengan karakteristik order Engineering to order karena kegiatan pemenuhan pemesanan berbentuk proyek sehingga proses produksi dilakukan berdasarkan pesanan tertentu dan harga tertentu. Yang menyebabkan aliran produk dan job hanya pada stasiun kerja yang dibutuhkan. Sistem manufaktur tipe job shop dengan mesin yang berfungsi umum dan operator yang memiliki keterampilan tinggi menjadikan sistem ini bersifat fleksibel dalam merespon perubahan desain dan volume pesanan konsumen yang menyebakan tingkat produksi rendah. Menyebabkan Aliran proses produksi tipe job shop sangat cocok diterapkan dengan Proses produksi yang bersifat make to order. serta melayani kustomisasi penuh bagi para pelanggannya. Spring guide tersebut melindungi dari shock breaker dari korosi.

sebaiknya CV Gradient melakukan pengendalian produksi dengan memperhitungkan jumlah produksi dan luas area produk jadinya sehingga gudang produk jadi dapat menampung sesuai kapasitas produksi dan perusahaan tidak harus menambah area gudang produk jadi Produksi dan order dapat diselesaikan tepat waktu. Persoalan yang terjadi pada sistem persediaan adalah seringnya material bahan baku yang dipesan oleh CV Gradient datang terlambat yang mempengaruhi sistem produksi yang dipesan oleh konsumen.  Dimensi produk yang akan diproduksi. c.  Ongkos pesan. BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-25 . Sistem persediaan Sistem persediaan pada CV Gradient sudah sesuai dengan standar kualitas persediaan yang baik. Untuk mengatasi hambatan dalam Perencanaan dan Pengendalian produksi.  Ongkos pembelian bahan baku. Adapun hal-hal yang sangat diperhatikan oleh perusahaan sebelum membeli bahan baku adalah :  Jumlah kebutuhan produksi. karena jalur rantai pasok dikendalikan dan diatur sesuai dengan prosedur yang berlakuk pada perusahaan.LAPORAN KERJA PRAKTIK 2015 Sistem perencanaan dan Pengendalian Produksi yang diterapkan CV Gradient sudah cukup berjalan dengan baik karena semua aktivitas yang dilakukan oleh bagian Perencanaan dan Pengendalian Produksi telah diarsipkan dalam dokumen yang digunakan dalam proses prencanaan dan Pengendalain Produksi.

LAPORAN KERJA PRAKTIK Terlambatnya material 2015 bahan baku yang dipesan. akibatnya CV Gradient mengalami kerugian dari segi dana yang dikeluarkan untuk membayar upah pegawai saat lembur. seringkali membuat operator harus menambah jam kerjanya. BAB III SISTEM PRODUKSI DAN OEMBAHASAN III-26 . juga perusahaan dinilai kurang kompeten oleh konsumennya akibat terhambatnya produksi yang terjadi pada lantai pabrikasi.