Anda di halaman 1dari 9

CONFLICT AND COPING STYLE

Based on Twilight Saga : Breaking Dawn – Part 2 ‘s Scenes
December, 8th 2012

Oleh:
Laila Fatmawati
021211131001
Ratna Nurlia
021211132013
Habibah Dannihiswara
021211132008
Angelina Putri Lestari
021211131019
Putrinadia Farisqaghina P.
021211131067
Cyntia nur Malikfa Nugraha
021211131061
Setian Fitri Sayekti
021211131058
Karisa Navita
021211133064
M. Saifurijjal
021211133004
Aditya Rama Devara
021211131064
Yunira Rosandita
021211131065
Fara Maulida Irtanti
021211131037
Yansha Mutia Dyah K.
021211131022
Belgiz Anasis
021211131063
Ardista Rani Lestari
021211131062
Balqis Charisa A.
021211131003
Rizki Amalia Safitrie
021211133039
Putri Cynthia Erina
021211133040
Dita Dwi Firza Putranto
021211133055

perilaku coping yang beorientasi pada masalah (problem focused coping-PFC) yaitu strategi kognitif dalam penanganan stress/ strategi kognitif yang digunakan individu dalam rangka menangani masalahnya. akan tetapi tidak jarang kita menemui seseorang yang takut menghadapi suatu permasalahan dan tidak mencari jalan keluar yang bijak. Ada berbagai metode dalam menyelesaikan. 1993:65) yaitu avoiding. Jika seorang individu salah atau kurang tepat dalam menanggapi suatu permasalahan. 2. menghindari. (drg. Ada 6 tipe pengelolaan/manajemen konflik yang dapat dipilih dalam menangani konflik yang muncul (Dawn M. Sedangkan macam-macam coping itu sendiri menurut Santrock (1996) antara lain 1. competing dan conglomeration (mixtured type). ataupun meminimalisir suatu masalah. Strategi coping itu sendiri dapat diartikan sebuah cara atau perilaku individu untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pengendalian emosi bisa dilakukan dengan banyak cara. collaborating. pengalihan dan coping. Rumusan Masalah. Gilang Rasuna. dari yang terkecil sampai yang terbesar. 1. accomodating. maka hasilnyapun akan kurang memuaskan.Pendahuluan Latar Belakang. compromising. bahkan harinya tergantung dengan mood yang dimiliki saat itu.Metode 1. Semuanya tergantung akan indvidu yang menjalani. Manfaat dan Tujuan. Individu harus mempunyai cara atau strategi mencegah konflik bersifat disfungsional melalui manajemen konflik. Coping ini pun secara bahasa mempunyai makna menanggggulangi. diantaranya dengan model penyesuaian. Baskerville. perilaku coping yang berorientasi pada emosi (emotion focused coping-EFC) . cara menanggapi konflik masing-masing individu akan berbeda setiap minggu. bahkan dapat menimbulkan gangguan dalam pikiran dan kejiwaannya. Latar Belakang Setiap manusia pasti mempunyai masalah. 2012) Individu pun harus mampu meredam persaingan yang sifatnya berlebihan (yang melahirkan konflik yang bersifat disfungsional) yang justru merusak aktivitas mood individu. menghadapi. menerima menguasai segala sesuatu yang bersangkutan dengan diri kita sendiri. Namun.

Isi . Rumusan Masalah a. 3. b. Bentuk konflik apa sajakah yang ditemui dalam pengamatan film Twilight Saga : Breaking Dawn . 1. Metode Mahasiswa membuat kelompok kecil dan mendiskusikan bersama salah satu film terbaru yaitu Twilight Saga : Breaking Dawn – Bagian 2.Bagian 2 ? b.1. Mahasiswa menyimpulkan bersama setiap scene konflik yang ada dan mengklasifikasikannya menurut conflict style dan coping style tersendiri beserta alasan. Mahasiwa dapat mengerti manajemen konflik yang baik berkaitan dengan pengendalian diri. Mahasiswa dapat menemukan solusi penanganan konflik saat menerapkan konsep komunikasi interpersonal. Mahasiwa dapat menemukan strategi coping dan konflik tersendiri sesuai dengan konsep diri. Manfaat dan Tujuan a.Bagian 2 ? 1. 2. 4. Bentuk strategi coping apa sajakah yang ditemui dalam pengamatan film Twilight Saga : Breking Dawn . c.

Pembahasan. Sekejap. Pada saat itu. Coping Style : Problem Focused Coping karena Bella langsung bertindak . Coping Style : Problem focused coping sebab Bella berusaha meredam nafsunya dengan self control dan mengalihkan terhadap buruan yang lain. Conflict Style : Competing karena kedua pihak berusaha meyakinkan kepentingannya. seseorang sedang memanjat tebing di hutan. Scene 2 Rasa keibuan Bella muncul saat ia marah kepada Jacob karena Bella merasa Jacob ingin mempunyai hak penuh untuk turut menjaga dan bersama Renesmee walaupun usia Renesmee masih kecil. tempat Bella berburu. Scene 1 Saat pertama Bella menjadi seorang vampir. Namun. Bella tidak dapat menahan nafsunya untuk menghisap darah manusia itu. Edward berhasil mencegah Bella agar ia dapat mengurungkan niatnya. Sebab. vampir dalam keluarga Cullen tidak menghisap darah manusia. ia bersama Edward mencoba beradaptasi dengan berburu di hutan. Bella juga dikagetkan dengan kenyataan bahwa nantinya Renesmee lah yang akan bersama Jacob. Conflict Style : Accomodating yang dialami oleh Bella karena nafsu dalam diri Bella namun dapat ditahan karena kepentingan antara Bella dan Edward.

kekuatannya sangat terbatas. dan seluruh kerabat vampir yang berhasil mereka kumpulkan. tanpa disangka dan tanpa diduga Irina (keluarga dekat Edward yang tinggal di Denali) melihat Renesmee dapat mengambil snow flake dengan kekuatan yang luar biasa. namunsebuah harus misi ada salah Namun keluarga Cullen tidak tinggal mereka merencanakan yang satu akan membuat keluarga Volturi mengerti dan percaya bahwa Renesmee bukanlah pihak yang mengalah. Selanjutnya. dekat mereka yang tersebar diseluruh dunia. melainkan untuk menggunakannya sebagai saksi di depan seluruh keluarga sedang Volturi bahwa Renesmee bukansehingga anak abadi. Keluarga Cullen mempergunakan memberi waktu 30 hari tersebut untuk mengumpulkan kesaksian dari para kerabat dan teman masukan dan sama-sama mendapatkan hasil yang memuaskan. Irina kemudian segera melaporkan masalah Renesmee ini kepada keluarga menguasai hukum Keluarga di dunia Coping Style : EmotionalVolturi. Scene 4 Conflict Style sebulan: Conglomeration style) terlihat dalam scene tersebut Dalam waktu setelah salju style telah(mixed menumpuk. Volturi pun tersenyum dan terpukau sehingga membuatnya semakin penasaran dengan Renesmee.penjuru tetapiuntuk usahanya sia-sia. Bella. Sayangnya.perisainya. Melihat kejadian tersebut Irina langsung memutuskan bahwa Renesmee adalah anak abadi yang menurut hukum vampir harus segera dimusnahkan. sayangi. menyelamatkan Edward. dandia diabisa tidak berbahaya. Volturi kemudian memanggil Edward untuk memegang tangan Edward dan membaca isi pikirannya. keluarga Cullen yakin mereka dapat meyakinkan keluarga Volturi untuk tidak menjatuhkan vonis terhadap semua yang terlibat di dalamnya. Dibantu para vampir yang lain. Cullen menyebar ke seluruh menemukan saksi bahwa vampir. mereka yaitu mengejar Irina agar Irina tidak menceritakan hal yang tidak menggunakan Edward sebagai pemacu kekuata. Mereka mengumpulkan para kerabat dan teman dekat mereka bukan untuk melawan dan berperang dengan keluarga Coping Style : Problem Focused Coping karena Bella fokus pada masalah yang Volturi. Bella pun sebenarnya kepada Volturi. ia anak biologis dari Edward dan Bella. Volturi meminta keluarga . Scene 6 Hari pertemuan keluarga Cullen dan keluaga Volturi pun tiba. anak abadi. Irina berhasil Renesmee bukanlah anakVolturi. Sementara Alice pergi entah berusaha memaksimalkan jangkauan kekuatan kemana. sebab keluarga Cullen berusaha untuk melindungi semua kerabatnya.Scene 3 Sampai suatu ketika. Volturi beserta ratusan sebab pasukannya akan datang menemui keluarga Cullen untuk diadili dan diberi hukuman. Melihat Edward yang kesakitan. abadi. Disamping itu. kedua pihak berkompetisi. Dibantu seluruh werewolf dari suku Quillette. Focusedkeluarga Coping byyang seeking for social support. Renesmee dan Jacob sedang bermain-main di lapangan tempat James menemukan Bella pertama kali.perisainya untuk dihadapinya akhirnya menggunakan Conflict Style : Compromising style. Bella terpacu untuk diam. Bella berlari untuk mencegah Irina. melaporkan masalah ini kepada keluarga Scene 5 Conflict Style : Competing karena Bella dan Irina Dalam masa pencarian saksi tersebut diketahui bahwa Bella memiliki kekuatan bertipe Coping Style : Problem Focused Coping karena langsung bertindak dalam perisai yang dapat digunakan sebagai benteng dan tameng untuk melindungi orang yang ia masalahnya.

Pengawal Volturi yang dikenal memiliki kekuatan tak terbatas juga tumbang oleh Edward dan Bella. Conflict 8 Keluarga Volturi menyerah dan pergi meninggalkan keluarga Cullen dengan kekalahan telak . Pertarungan yang terjadi begitu menegangkan. Hingga akhirnya Volturi bertarung langsung dengan Edward dan Bella. Tiba-tiba datanglah Alice menghadap Volturi. Dipeganglah tangan Alice oleh Volturi. masing-masing kelompok berjatuhan satu per satu termasuk Carlisle. kisah ini berakhir epik bahwa semua hanyalah hasil penglihatan Alice tentang masa depan Volturi. Conflict Style : Compromising style terlihat dalam potongan adegan tersebut sebab Volturi mengiyakan untuk melihat masa depan dari Alice yang juga berusaha untuk menghindari terjadinya perang. Coping Style : Problem Focused Coping telah dilakukan oleh keluarga Cullen. keluarga Cullen telah menjalankan secara planful problem solving. ayah Edward. Saat itulah Alice memberi aba-aba kepada Bella agar Renesmee dan Jacob pergi menjauh. Perang pun tak terhindarkan. Sebab. Namun.Conflict Style : Accomodating style karena panggilan Volturi terhadap Edward dilaksanakan walaupun membuat kerabat-kerabat Cullen menjadi khawatir Coping Style : Problem Focused Coping karena Edward mengalah melaksanakan segala perintah Volturi terlebih dahulu dan menunggu hingga saatnya tepat untuk melakukan rencana dari Alice Scene 7 Sayangnya bukannya makin melunak tapi Volturi ingin menyerang keluarga Cullen. Alice merupakan keluarga Cullen yang memiliki kemampuan melihat masa depan. Vampir dua sejoli tersebut akhirnya dapat memusnahkan Volturi selamanya.

mahasiswa diharapkan dapat menemukan contoh-contoh lainnya sehingga dapat menerapkan metode ini dan mengaplikasikannya secara baik dalam komunitas dan masyarakat sosial. Penutup .Kesimpulan. Beberapa Konflik yang muncul diklasifikasikan sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Kesimpulan Twilight Saga : Breking Dawn – Bagian 2 meliputi berbagai macam bentuk konflik dan strategi coping yang dapat ditemukan oleh mahasiswa. 3. Namun. Gaya manajemen konflik competing terlihat cukup sering dalam beberapa scene dan diselesaikan dalam metode problem-solving focused coping.

Subcultures and Conflict Management Style. 2002. 2. Available from: http://azmisahabudin. Kamil Kozan. EndNote:EndNote updates at UQ[Internet]. Strategi Coping dalam Psikologi. Azmi Sahabudin.1.wordpress. Management International Review. M.com/2011/10/17/strategi-coping- dalam-psikologi/ Daftar Pustaka . [about 1 screens]. 2011 Okt 17 [cited 2012 Des 7] In: Azmi Sahabudin.