Anda di halaman 1dari 22

PENGARUH PELEDAKAN TERHADAP PIT WALL

DAN SLOPE DESIGN DI TAMBANG TERBUKA
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK ASMI

PROPOSAL TUGAS AKHIR
Disusun sebagai salah satu syarat dalam melaksanakan
Tugas Akhir pada jurusan Teknik Pertambangan

Oleh :

BINSAR REZEKI SINAGA
DBD 111 0119

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
PALANGKA RAYA
2015

PENGARUH PELEDAKAN TERHADAP PIT WALL
DAN SLOPE DESIGN DI TAMBANG TERBUKA
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK ASMI

PROPOSAL TUGAS AKHIR
Disusun sebagai salah satu syarat dalam melaksanakan
Tugas Akhir pada jurusan Teknik Pertambangan

Oleh :

BINSAR REZEKI SINAGA
DBD 111 0119

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
PALANGKA RAYA
2015

percepatan. Ledakan pada zona yang tidak stabil menyebabkan getaran. FREEPORT INDONESIA COMPANY ” B. dan perpindahan dapat menjadi pemicu suatu pergerakan atau kelongsoran lereng Dalam pekerjaan peledakan diharapkan getaran yang dihasilkan tidak melebihi batas maksimum kecepatan partikel puncak terhadap dinding batuan dari lokasi peledakan.BAB I PENDAHULUAN A. tidak dapat dipisahkan dari kerusakan massa batuan. adalah penting sekali untuk melakukan program kegiatan peledakan yang luas. Kekuatan massa batuan yang membentuk lereng akan dipengaruhi oleh kekuatan utuh massa batuan tersebut. ALASAN PEMILIHAN JUDUL Kegiatan peledakan. JUDUL “ PENGARUH PELEDAKAN TERHADAP PIT WALL DAN SLOPE DESIGN DI TAMBANG TERBUKA PT. tetapi akan lebih tergantung pada kekuatan dari massa batuan yang rusak. Peledakan produksi dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi perancangan lereng. Hal ini jelas membutuhkan perataan sudut lereng interramp untuk mencapai lebar catch bench yang diinginkan. yang mengakibatkan catch bench yang dihasilkan menjadi lebih sempit dan sudut kemiringan lereng yang lebih landai (flatter bench-face angle). Untuk mencapai sudut lereng yang lebih besar. Pengrusakan akibat peledakan yang meluas hingga mencapai dinding batuan akan meningkatkan backbreak. yang nantinya akan .

. Berdasarkan pemaparan diatas maka penyusun memilih judul “ PENGARUH PELEDAKAN TERHADAP PIT WALL DAN SLOPE DESIGN DI TAMBANG TERBUKA PT. Menentukan rancangan peledakan yang akan membatasi kerusakan terhadap dinding batuan. Memonitor dan menyelidiki akibat getaran yang dihasilkan oleh pekerjaan peledakan terhadap pengrusakan lereng.meminimalkan overbreak. FREEPORT INDONESIA COMPANY “ C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Sehingga diharapkan akan dihasilkan desain peledakan yang optimal dan aman. 2. 3. Menentukan parameter nilai batas kecepatan partikel puncak yang cocok untuk tiap tipe batuan.

. 1. 11 – 110). Pengrusakan akibat peledakan yang berlebihan dapat meluas hingga ke dinding batuan dan dapat meningkatkan back break dan sudut muka lereng yang yang lebih rata.BAB II ANALISIS MASALAH A. namun belum tentu dapat diprediksi pada kondisi yang lain. Vibrasi tersebut diukur agar menghasilkan kontrol ukuran vibrasi selagi produksi tambang dipertahankan. DASAR TEORI Peledakan produksi memberikan dampak yang penting pada perancangan lereng. PENGONTROLAN PADA PELEDAKAN Bermacam-macam kondisi alamiah yang dijumpai di lapangan dan banyak sekali variabel rancangan peledakan untuk dipilih. pp. yaitu : kecepatan partikel puncak. 1973. frekuensi. Dimana teori yang satu dapat berhasil pada satu lingkungan atau aplikasi tertentu. Vibrasi dari peledakan tambang dapat dinyatakan dalam tiga sifat penting. hasil peledakan tidak selalu dapat diprediksi dengan mudah. Operasi peledakan menghasilkan getaran (vibrasi) yang dapat mengganggu dan merusak dinding batuan yang terletak di dekat lokasi peledakan. Getaran tersebut dapat diukur dengan parameter Peak Particle Velocity (PPV). Varibel-variabel yang mempengaruhi parameter vibrasi peledakan dapat dibagi menjadi kelompok yang dapat dikontrol dan tidak dapat dikontrol (Siskind. dan lama waktu ledakan.

1987) :  Geologi  Sifat dan kekuatan material  Struktur geologi  Cuaca  Air (kadang–kadang dapat dikontrol)  Dan lain-lain. 1978) :  Tipe bahan peledak  Muatan per delay  Delay interval  Arah peledakan  Burden. Variabel-varibel di atas saling berhubungan. spacing. Joseph Burchell. Perubahan pada satu variabel dapat merubah yang lain.2. dan spesific charge  Coupling ratio 1.Faktor Yang Dapat Dikontrol Yang dimaksud dengan faktor yang dapat dikontrol adalah yang dapat diubah dengan trial and error tergantung dari karakteristik vibrasinya. Faktor yang dapat dikontrol adalah sebagai berikut (Siskind.1. 11-111. . pp. Wiss and Linehan.1. 1973.Faktor Yang Tidak Dapat Dikontrol Yang termasuk ke dalam faktor yang tidak dapat dikontrol adalah sebagai berikut (H.

3. 2. getaran tanah (ground vibration) dan air blast. Daerah Hancuran Daerah hancuran (crushed zone) terdapat di sekitar lubang tembak. Daerah Retakan Daerah retakan (fractured zone) terjadi jika tegangan yang ditimbulkan ledakan lebih besar dari tegangan yang dapat diterima material. PENGARUH PELEDAKAN TERHADAP MEDIA Pengaruh peledakan antara lain menyebabkan timbulnya : daerah hancuran dan retakan di sekitar lubang tembak. 2. Ukuran daerah ini dipengaruhi jenis material dan bahan peledak. Retakan-retakan yang terbentuk pertama disebabkan oleh tekanan detonasi yang kemudian diperbesar oleh tekanan peledakan. Hal ini dikarenakan tingginya temperatur dan tekanan gas-gas hasil reaksi peledakan dan tingginya tekanan detonasi.2. Untuk batuan sedimen daerah retakan dapat mencapai 40 kali diameter lubang tembak.2. 2.1. Sesuai dengan sifat elastis . Pada daerah ini material padat akan berubah menjadi butir-butir halus berupa serbuk. Getaran tanah Getaran tanah (ground vibration) terjadi pada daerah elastis (elastic zone). Di daerah ini tegangan yang diterima material lebih kecil dari kuat material sehingga hanya menyebabkan perubahan bentuk dan volume. Ukuran daerah ini tergantung jenis bahan peledak dan material yang digunakan.

Beberapa penelitian telah dilakukan dalam usaha menentukan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan tingkat getaran. Gelombang ini menggambarkan penyebaran energi melalui bumi yang padat. D = jarak muatan maksimum terhadap lokasi pengamatan. menembus ke bawah ke dalam bagian dalam massa batuan . (mm/s).5)-B ………………. yaitu gelombang badan (body wave) dan gelombang permukaan (surface wave).. (m). K = konstanta yang diperoleh saat Scaled Distance = 1. . 3. 3. yaitu : jarak dan ukuran (jumlah) muatan. yaitu gelombang tekan (compressional waves) dan gelombang geser (shear waves). Gelombang badan merambat melalui batuan. Dua macam gelombang badan.1. V = K (D/Q0.material maka bentuk dan volume akan kembali ke keadaan semula setelah tak ada tegangan yang bekerja. Gelombang seismik dibagi menjadi dua.3) Dimana : V = ground vibration as peak particle velocity. GELOMBANG SEISMIK Perambatan tegangan pada daerah elastis menimbulkan gelombang elastis yang disebut gelombang seismik. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Getaran Dua faktor prinsip yang mempengaruhi tingkat getaran hasil dari ledakan suatu muatan bahan peledak.

bukan getaran besar. Percobaan dengan cara muatan bahan peledak yang sama beratnya diledakkan di tempat berlainan-lainan.Q = muatan bahan peledak maksimum per periode tunda 8 ms. Dengan mempergunakan delay.  Ukuran Muatan Faktor paling penting yang mempengaruhi terjadinya getaran adalah ukuran muatan (jumlah) muatan bahan peledak. Maka getaran yang dihasilkan terdiri seri kumpulan getaran kecil. biasanya – 1. getaran akibat peledakan semakin kecil. Untuk mengetahui mengapa peledakan delay adalah efektif dalam pengurangan tingkat getaran perlu mengerti perbedaan antara kecepatan partikel (particle velocity) dan kecepatan perambatan (propagation velocity atau transmission velocity). (kg). Apabila muatan ditambah maka tingkat getaran akan bertambah. Setiap peledakan direkam oleh seismograf berturut-turut pada jarak yang di tambah. Efek dari faktor berat muatan dan jarak dapat diuji masing-masing secara terpisah. Kontrol Getaran Peledakan tunda (delay blasting) adalah suatu teknik peledakan dengan cara meledakkan sejumlah besar muatan bahan peledakan tidak sebagai satu muatan (single charge) tetapi sebagai suatu seri dari muatan-muatan yang lebih kecil.2. pengurangan tingkat getaran dapat dicapai.  Jarak Apabila jarak dari tempat peledakan bertambah.6. B = konstanta berhubungan dengan sifat batuan. 3. .

W = muatan bahan peledak maksimum per periode tunda 8 ms. Scaled Distance dapat di rumuskan sebagai berikut : Scaled Distance = D/W0. Hukum Scaled Distance (SD) Cara yang praktis dan efektif untuk mengontrol getaran adalah dengan menggunakan Scaled Distance. Kecepatan perambatan tidak dipengaruhi oleh besarnya energi (input energy). tergantung pada jenis batuan.1.2. .000 feet per detik. kecepatan relatif konstan.Yang dimaksud dengan kecepatan perambatan adalah kecepatan gelombang seismik merambat melalui batuan. (kg). berkisar antara 2000 – 20. Dengan menggunakan sistem metrik. Kecepatan perambatan tergantung pada jenis batuannya. Energi yang besar menghasilkan kecepatan partikel yang tinggi pula. Untuk suatu daerah dengan batuan tertentu. Peledakan delay mengurangi tingkat getaran sebab setiap delay menghasilkan masing-masing gelombang seismik yang kecil yang terpisah. 3. Kecepatan partikel adalah kecepatan partikel bumi bergetar sekitar posisi semula (rest position). (m). Kecepatan partikel adalah fungsi dari energi (input energy). Sehingga memungkinkan pelaksana lapangan menentukan jumlah bahan peledak yang diperlukan atau jarak aman untuk muatan bahan peledak yang jumlahnya telah ditentukan. Gelombang hasil delay pertama telah merambat pada jarak tertentu sebelum delay selanjutnya meledak.5 ……………3) Dimana . D = jarak muatan maksimum terhadap lokasi pengamatan.

Cara pengaturan Scaled Distance Value. effective distance dapat diukur dari pusat ledakan. Lihat Gambar 3.2. Pengaturan kembali hukum Scaled Distance diperlukan seandainya harga SD tidak lagi sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan operasi.2. Dengan kata lain efektif pusat ledakan berybah sesuai jarak.1. .Pada jarak yang besar. dapat diperoleh dengan cara peledakan berturutturut dan setiap kali peledakan letak seismograf dirubah sehingga jarak menjadi semakin bervariasi. Dapat pada jarak terdekat dengan muatan. atau nilai tengahnya. Data tersebut kemudian digambarkan pada kertas grafik log-log yang diberikan oleh Oriard dengan sumbu tegak particle velocity dan scaled distance pada sumbu mendatar. Pernyatan tersebut di atas dapat dan harus dibuktikan oleh pengukuran seismik. Data yang diperoleh kemudian dimasukkan dalam tabel. Pengaturan ini didasarkan pada alasan bahwa tingkat getaran akibat getaran selalu berada dalam batas aman. 3. yang dipergunakan yaitu : Particle Velocity vs Scaled Distance. Data harus tersebar dari harga yang rendah sampai harga yang tinggi. Metoda ini meliputi pengukuran seismik dan perhitungan Scaled Distance Value dari data. Scaled Distance Yang Disesuaikan Peraturan Scaled Distance menunjukkan kondisi-kondisi dimana pekerjaan peledakan tidak boleh dilakukan.

1971) 10000.0 10.2.HOLE BLASTING (ORIARD. Scaled Distance Chart dapat dipakai untuk menentukan berat muatan bahan peledak untuk sebarang jarak dengan Scaled Distance (SD) yang telah ditentukan.3.1 0.0 Oriard's Lower Limit 0. Gambar 3. m m /sec 1000. m /kg 0.1 PEAK PARTICLE VELOCITY Vs SCALED DISTANCE 3.2. dapat ditentukan jumlah muatan bahan peledak untuk bermacam-macam jarak di belakang lokasi peledakan di mana Shovel dapat menggali.5 Gambar 3.0 Peak Particle Velocity. . Dengan diketahuinya harga Scaled Distance. Penggambaran pada kertas grafik log-log dengan sumbu tegak jumlah muatan bahan peledak dan jarak pada sumbu mendatar.1 1 10 100 1000 Scaled Distance.TYPICAL RANGES OF VELOCITY vs. SCALED DISTANCE FOR DOWN . Scaled Distance Chart Scaled Distance chart dapat dibuat pada grafik log-log untuk bermacammacam harga dari Scaled Distance.0 100.0 Oriard's Upper Limit 1.

Ambang kerusakan . mengklasifikasikan kerusakan akibat peledakan sebagai berikut : Velocity index .) 1000 100 10 1 0. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:  Dyno Nobel dalam bukunya “Efficient Blasting Techniques. STANDAR VIBRASI Telah banyak penelitian dilakukan selama bertahun-tahun dalam usaha untuk memahami dan mengontrol getaran.1 1 10 100 1000 Distance From Shot (m .Kerusakan ringan . 13 – 70 mm/detik .2 DISTANCE VS CHARGE 4.Estimated Damage Zone Distance Plot 10000 Weight Per Delay (kg. . 70 – 140 mm/detik 1998”.) Gambar 3.

Velocity Index  . 2540 mm/detik Langefors.Daerah retakan berat . . dirumuskan permasalahan yaitu dengan menentukan jarak aman lokasi peledakan dan jumlah massa bahan peledak yang digunakan terhadap dinding batuan yang ditinggalkan dan dinding batuan yang akan dibentuk yang sesuai untuk masing-masing tipe batuan. Inc.8 inch/detik . PERUMUSAN MASALAH Dari tinjauan masalah di atas.1 inch/detik Dari sejumlah penelitian dapat disimpulkan bahwa kecepatan partikel dianggap merupakan ukuran yang terbaik untuk menilai kemungkinan kerusakan 2.Daerah retakan kecil . Westerberg dan Kihlstron (1958) Velocity index . 9.Sedikit kerusakan . 4.8 mm/detik .3 inch/detik ..Daerah retakan .Daerah tidak ada kerusakan .Batuan menjadi sangat rusak .Tidak ada kerusakan . 6. 50. 635 mm/detik . 254 mm/detik .3 inch/detik .Sedang hingga sangat rusak . kurang dari 2.Kerusakan berat  . lebih dari 140 mm/detik Call & Nicholas.

Memonitor vibrasi peledakan 5.3. PENYELESAIAN MASALAH Penyelesaian masalah di atas ditempuh dengan langkah-langkah pemecahan sebagai berikut : 1. Mengamati aktifitas peledakan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. dan perlengkapan peledakan. Studi literatur terhadap rancangan geometris peledakan. Identifikasi tiap tipe dan struktur batuan sebelum peledakan. Pengambilan gambar sebelum dan sesudah peledakan. 4. Penilaian kualitas dinding batuan dan fragmentasi akibat peledakan. serta potensi kelongsoran pada dinding tersebut. . 3. 2. muatan bahan peledak. 6. Analisa data. 7.

laporan penelitian terdahulu dari perusahaan. brosur-brosur.  Rancangan (geometri dan pola) peledakan produksi yang digunakan  Karakteristik bahan peledak . Peledakan . Pengambilan Data. dan air tanah  Persyaratan geoteknis kemantapan lereng b. Adapun data-data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a.BAB III PENELITIAN DI LAPANGAN A. Study literatur. dilakukan dengan cara peninjauan lapangan untuk melakukan pengamatan langsung terhadap semua kegiatan di daerah yang akan diteliti 3.  Jenis batuan utama  Sifat fisik. 2. penulis menggabungkan antara teori dengan data-data lapangan. METODOLOGI PENELITIAN Didalam melaksanakan penelitian permasalahan ini. Batuan pembentuk lereng . geologi. dengan pengukuran langsung di lapangan maupun penelitian di laboratorium. Pengamatan langsung di lapangan. sehingga dari keduanya didapat pendekatan penyelesaian masalah. Adapun urutan pekerjaannya adalah : 1. mekanik.

 Kecepatan partikel puncak dan Scaled Distance 4. Kesimpulan . Akuisisi Data a. Jumlah data c. Analisis hasil Pengolahan data 7. Uji realitas 5. Pengolahan data 6. Pengelompokan data b.

Studi pustaka MINGGU I II III IV V 2. Observasi 3. RENCANA JADWAL KEGIATAN PENELITIAN VI VII VIII . Pengambilan data 4. Pengolahan dan analisis data 5. Pembuatan laporan B.WAKTU JENIS KEGIATAN 1.

PENDAHULUAN 1.3 Tujuan Penelitian TINJAUAN UMUM 2.C. Zona Potasik c.2 Perumusan dan Penyelesaian Masalah 1.4.1 Tinjauan Masalah 1.4 Genesa Batuan a.2 Lokasi dan Kesampaian Daerah 2. II. PT. RENCANA DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL I.1 Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya PT.1 Tipe Bijih . PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK ASMI 2. Batugamping b.3 Keadaan Geologi 2. Zona Phylic 2.

DASAR TEORI 3.1 3.8 Stratigrafi 2.1 Daerah Hancuran 3. Standar Vibrasi PENGOLAHAN DATA . Hukum Scaled Distance b.2 Daerah Retakan 3.4 IV.7 Keadaan Seismik 2.2 Kontrol Getaran a.5 Morfologi 2.2 3.2.1 Faktor Yang Dapat Dikontrol 3.6 Topografi 2.9 Iklim dan Curah Hujan 2.10 Operasi Penambangan III.2. Scaled Distance Chart 3.1.2.4.1 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Getaran 3.3 Pengontrolan Pada Peledakan 3. Scaled Distance Yang Disesuaikan c.3 Getaran Tanah Gelombang Seismik 3.2 Faktor Yang Tidak Dapat Dikontrol Pengaruh Peledakan Terhadap Media 3.2 Klasifikasi Material Penutup 2.3.1.3.2.

2 Dalam Fragmental .7 Volcanic Breccia KESIMPULAN REKOMENDASI DAFTAR PUSTAKA .Poker Chip 5.V.Poker Chip 4.4 Limestone 5.6 KALI 5.1 Main Grasberg Intrusive 5.5 Hard Zone 4.2 Dalam Fragmental .3 Dalam Fragmental – Non Poker Chip 5.3 Dalam Fragmental – Non Poker Chip 4.7 Volcanic Breccia PEMBAHASAN 5.4 Limestone 4. VI 4.6 KALI 4.5 Hard Zone 5.1 Main Grasberg Intrusive 4.

E. Blasti Dynamics. BlastMate III Operator Manual. Inc. Call & Nichnolas.. .. Dyno..L. Controlled Blasting And Blast Monitoring Procedures.C. Canada. CNI. P. May 1998. 2001. INSTANTEL Inc. Anonymous . Asia Pacific Limited. Nobel.DAFTAR PUSTAKA Course. December 2001. Barkley. R.. Simplified Blast Monitoring For Geologists and Engineers At Open Pit Mines.. P.E. R. Efficient Blasting Technigues.