Anda di halaman 1dari 58

MIKROEKONOMI

Salsabila
MATEMATIKA ITB 10112025

BAB 1 – Bidang Studi Ilmu Ekonomi
Kegiatan ekonomi: kegiatan seseorang/perusahaan/masyarakat untuk memproduksi barang/jasa maupun
mengonsumsi barang/jasa.
Ada berbagai alternatif cara dalam melakukan kegiatan ekonomi baik dalam mengonsumsi ataupun memproduksi,
sehingga perlu diambil alternatif yang terbaik oleh tiap pelaku kegiatan ekonomi. Hal ini perlu dilakukan karena
adanya masalah pokok perekonomian, yaitu kelangkaan/kekurangan.
Kelangkaan adalah akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat (yang relatif tak terbatas) dan
faktor-faktor produksi yang tersedia di masyarakat (yang relatif terbatas).
Kebutuhan masyarakat: keinginan masyarakat untuk memperoleh barang/jasa, dibedakan menjadi
Keinginan yang disertai kemampuan membeli (permintaan efektif).
Keinginan yang tidak disertai kemampuan membeli.
Barang: benda yang dapat (baju, sepatu, dll) dan tidak dapat dilihat & diraba secara fisik (udara, dll).
Jasa: layanan seseorang/barang (tukang pangkas, pelayan restoran, dll).
Jenis-jenis barang
Barang ekonomi: diperlukan usaha untuk memperolehnya (makanan, barang produksi industri, dll).
 Barang konsumsi (makanan, pakaian, dll)
 Barang modal (mesin, peralatan bengkel, bangunan perkantoran, dll)
o Barang akhir (roti, kursi, mobil, dll)
o Barang setengah jadi (tepung gandum, karet, minyak kelapa sawit, dll)
Barang cuma-cuma: dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi (udara, oksigen, dll).
Pembagian berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan:
Barang inferior (ikan asin, ubi kayu, dll)
Barang esensial (beras, gula, kopi, dll)
Barang normal (baju, buku, dll)
Barang mewah (mobil, emas, dll)
Pembagian berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat:
Barang pribadi (makanan, pakaian, mobil, dll)
Barang publik (jalan raya, lampu lalu lintas, mercusuar, dll)
Faktor-faktor produksi / sumber-sumber daya: benda-benda yang disediakan alam / diciptakan manusia yang
dapat digunakan untuk memproduksi barang/jasa. Dibedakan menjadi:
Tanah dan sumber alam: tanah, barang tambang, hasil hutan, dan sumber alam lain yang dapat dijadikan
modal (air untuk irigasi/PLTA, dll).
Tenaga kerja: jumlah buruh, keahlian/keterampilan yg mereka miliki. Dari segi keahlian & pendidikannya,
dibedakan menjadi:
 Tenaga kerja kasar: tidak berpendidikan / pendidikannya rendah, tidak memiliki keahlian dalam
suatu bidang pekerjaan.
 Tenaga kerja terampil: memiliki keahlian dari pelatihan / pengalaman kerja (montir, tukang kayu,
ahli reparasi elektronik, dll).
 Tenaga kerja terdidik: berpendidikan cukup tinggi dan ahli di bidang tertentu (dokter, akuntan,
insinyur, dll).
Modal: sesuatu yang diciptakan manusia dan digunakan untuk memproduksi barang/jasa (sistem
pengairan, jaringan jalan raya, bangunan, mesin, dll).
Keahlian keusahawanan: keahlian/kemampuan pengusaha untuk mendirikan/mengembangkan berbagai
kegiatan usaha (kemahiran mengatur sumber daya secara efektif & efisien, dll).
Pilihan dalam mengonsumsi: dilihat dari 2 segi, yaitu segi penggunaan sumber daya yang dimiliki dan segi
mengonsumsi barang yang dihasilkan. Sumber daya yang dimiliki  memaksimumkan pendapatan yang diperoleh
 menentukan jenis/jumlah barang/jasa yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan.

Pilihan dalam memproduksi: menentukan tingkat produksi yang paling menguntungkan dan menentukan
kombinasi faktor produksi yang dapat meminimumkan biaya produksi.
Pernyataan positif: pernyataan tentang fakta-fakta yang wujud dalam masyarakat dan kebenarannya dapat
dibuktikan dengan melihat kenyataan yang berlaku. Contoh: Jika produksi beras turun maka harganya akan naik.
Pernyataan normatif: pandangan subjektif yang kebenarannya tergantung pada value judgement (penilaian
terhadap sesuatu), dipengaruhi faktor-faktor yang tidak rasional seperti budaya, filsafat, dan keagamaan. Contoh:
Peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan mempercepat pertambahan pendapatan nasional.
Angka indeks: angka yang menunjukkan perubahan rata-rata sekumpulan data tertentu dari waktu ke waktu. Dua
angka indeks terpenting dalam perubahan keadaan kegiatan ekonomi adalah
Indeks harga: perubahan rata-rata harga sekumpulan barang. Ukuran masa titik tolaknya disebut tahun
dasar (base year). Indeks tahun dasar adalah 100. Contoh: indeks harga pada suatu tahun adalah 110,
berarti secara rata-rata tingkat harga di tahun tersebut mengalami kenaikan 10% dibandingkan dengan
harga di tahun dasar.
Indeks produksi: perubahan rata-rata tingkat produksi.
Tindakan merumuskan kebijakan ekonomi meliputi 2 aspek:
Menentukan tujuan yang ingin dicapai
Menentukan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut
Tujuan-tujuan utama kebijakan ekonomi nasional:
Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat
Menciptakan kestabilan harga
Mengurangi pengangguran
Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata
Analisis yang harus dibuat:
Tujuan dari kebijakan yang dijalankan
Cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut
Pengorbanan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut
Akibat buruk yang mungkin terjadi jika suatu langkah atau kebijakan dilakukan
Langkah alternatif yang lebih baik untuk mencapai tujuan tersebut
Teori mikroekonomi: suatu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menganalisis bagian-bagian kecil dari
keseluruhan kegiatan perekonomian.
Isu pokok yang dianalisis adalah bagaimana cara menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien
agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimalkan.
Menggunakan pemisalan bahwa faktor-faktor produksi yang tersedia selalu digunakan sepenuhnya.
Masalah tersebut dibedakan menjadi 3 persoalan:
Apa jenis barang/jasa yang perlu diproduksi
Bagaimana barang/jasa yang diperlukan masyarakat akan dihasilkan
Untuk siapa barang/jasa perlu dihasilkan
Aspek-aspek yang dibahas:
Interaksi di pasar barang: dalam pandangan mikroekonomi, perekonomian adalah gabungan dari berbagai
jenis pasar, termasuk pasar barang. Teori mikroekonomi tidak membahas semua pasar secara serentak,
tapi di suatu pasar barang saja (pasaran kopi, pasaran karet, dll).
Tingkah laku penjual & pembeli:
Menggunakan pemisalan:
 Penjual & pembeli melakukan kegiatan ekonomi secara rasional
 Penjual berusaha memaksimumkan keuntungan dan pembeli berusaha memaksimumkan
kepuasan
Membahas bagaimana pembeli menggunakan uang untuk membeli barang/jasa yang ia butuhkan dan
bagaimana penjual menentukan tingkat produksinya.
Interaksi di pasaran faktor:
Individu-individu dalam perekonomian adalah pemiliki faktor-faktor produksi, mereka menawarkan
faktor-faktor produksi untuk memperoleh pendapatan. Penjual membeli faktor-faktor produksi tersebut
untuk memproduksi barang/jasa. Interaksi ini menentukan harga faktor produksi & banyaknya jumlah
faktor produksi yang digunakan.

Teori makroekonomi: analisis keseluruhan kegiatan perekonomian, umum dan tidak memperhatikan kegiatan
ekonomi unit-unit kecil di dalam perekonomian.
Asal usul:
Di akhir tahun 1920an dan awal tahun 1930an terjadi kemunduran perekonomian di berbagai negara di dunia
karena kekurangan permintaan dalam masyarakat. Hal ini mendorong seorang ahli ekonomi Inggris yaitu John
Maynard Keynes untuk mengevaluasi pandangan ahli-ahli ekonomi klasik.
Menurut pandangan klasik, perekonomian cenderung untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh (tenaga
kerja yang tersedia sepenuhnya digunakan).
Menurut Keynes, kesempatan kerja penuh tidak selalu dapat dicapai perekonomian, karena adala kalanya
keinginan masyarakat untuk berbelanja (pengeluaran yang dilakukan dalam seluruh perekonomian) lebih rendah
dari kemampuan perekonomian untuk memproduksi barang/jasa, sehingga:
Perusahaan-perusahaan tidak menggunakan alat produksi yang dimilikinya dalam kapasitas maksimum.
Tidak semua tenaga kerja digunakan dalam kegiatan produksi, sehingga terjadi pengangguran
Untuk mengatasinya, pemerintah perlu menjalankan kebijakan-kebijakan ekonomi untuk meningkatkan kegiatan
ekonomi ke arah kesempatan kerja penuh.
Aspek-aspek yang dibahas:
Penentuan tingkat perekonomian negara: tingkat kegiatan perekonomian ditentukan oleh pengeluaran
agregat dalam perekonomian, dirincikan menjadi 4 komponen:
 Pengeluaran rumah tangga (konsumsi rumah tangga)
 Pengeluaran pemerintah
 Pengeluaran perusahaan-perusahaan (investasi)
 Ekspor dan impor
Masalah pengangguran dan inflasi: saat pengeluaran agregat lebih rendah dari yang diperlukan untuk
mencapai kesempatan kerja penuh, timbullah pengangguran. Saat permintaan agregat melebihi
kemampuan perekonomian untuk memproduksi barang/jasa, timbullah inflasi/kenaikan harga.
Peranan kebijakan pemerintah:
 Kebijakan fiskal: mengubah struktur, jumlah pajak, dan pengeluarannya.
 Kebijakan moneter: memengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga.

BAB 2 – Pola Kegiatan Perekonomian
3 bentuk sistem ekonomi (sistem pengaturan kegiatan ekonomi):
Ekonomi pasar: dikendalikan sepenuhnya oleh interaksi antara penjual & pembeli di pasar.
Ekonomi campuran: disertai campur tangan pemerintah, banyak diterapkan.
Ekonomi perencanaan pusat: diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
Produksi & perdagangan dalam perekonomian primitif/subsisten:
Produksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri:
 Unit-unit produksi terdiri dari keluarga petani tradisional, perburuan, menangkap ikan, dll.
 Cara & alat bercocok tanam sederhana
 Tingkat produktivitas relatif rendah, tingkat produksi hanya cukup untuk kehidupan sederhana
 Jarang terdapat kelebihan/surplus yang dapat dijual ke pasar (perdagangan ada tapi sangat kecil)
Perdagangan barter (pertukaran barang dengan barang):
 Harus ada double coincidence of wants / kesesuaian ganda dari keinginan, yaitu keadaan dimana
ada:
o Orang yang ingin menukar barang yang dihasilkannya dengan suatu barang lain
o Orang lain yang memproduksi barang yang diinginkan orang pertama dan mau menukar
barang tersebut dengan barang yang dihasilkan orang pertama
 Syarat tersebut membuat perdagangan barter tidak dapat dilakukan secara luas
Pola perdagangan perekonomian subsisten:
 Uang digunakan sebagai alat perantara tukar-menukar, sehingga tidak dibutuhkan syarat double
coincidence of wants.
 Jual hasil produksi di pasar dan gunakan uang yang diperoleh untuk membeli kebutuhan.
Perekonomian uang (perekonomian yang menggunakan uang sebagai perantara kegiatan tukar-menukar):
Semakin maju perekonomian di suatu tempat  semakin penting peranan kegiatan perdagangan 
semakin penting peranan uang  semakin tinggi spesialisasi  mempercepat perkembangan ekonomi.
Subsisten: produksi hanya untuk kebutuhan sendiri, perdagangan sedikit
Modern: penggunaan uang telah memungkinkan spesialisasi (tiap orang tidak menghasilkan semua
kebutuhannya, tapi fokus pada menghasilkan barang/jasa yang dapat disediakannya dengan efisien)
Kebaikan spesialisasi:
Meningkatkan efisiensi penggunaan faktor produksi: karena dalam spesialisasi seorang pekerja akan
digunakan sesuai dengan keahliannya.
Meningkatkan efisiensi produksi: efisiensi produksi yang semakin tinggi disebut skala ekonomi (economies
of scale), yaitu jika produksi ditingkatkan maka biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah (misal
produksinya jadi 2x lipat, biaya produksi tidak meningkat 2x lipat). Juga menghemat penggunaan alat-alat
produksi.
Mendorong perkembangan teknologi: spesialisasi menyebabkan pasaran berbagai barang menjadi
bertambah luas  produksi harus ditambah dengan cepat  pengusaha berusaha menggunakan teknologi
produksi yang lebih baik dan tinggi produktivitasnya.
Pelaku-pelaku kegiatan ekonomi:
Rumah tangga:
 Pemilik berbagai faktor produksi: menyediakan tenaga kerja, tenaga usahawan, barang modal,
kekayaan alam, dan harta tetap (tanah & bangunan).
 Menawarkan faktor produksi pada sektor perusahaan dan menerima pendapatan: tenaga kerja
dapat gaji/upah, pemilik alat modal dapat bunga, pemilik tanah & harta tetap dapat sewa, pemilik
keahlian keusahawan dapat keuntungan.
 Pendapatan yang diperoleh rumah tangga digunakan untuk:
o Membeli barang/jasa yang dibutuhkan: keperluan pokok, sekunder, tersier.
o Disimpan/ditabung: untuk mendapat bunga/dividen, untuk keperluan mendesak kelak.
Perusahaan:
 Organisasi yang dikembangkan pengusaha (seseorang/kelompok) untuk menghasilkan
barang/jasa yang dibutuhkan masyarakat.
 Pengusaha tersebut mengorganisir faktor-faktor produksi yang tersedia sehingga mendapat
keununtungan maksimum, yaitu dengan menentukan jumlah barang yang perlu diproduksi & cara
memproduksinya sehingga perbedaan antara pendapatan total & biaya produksi paling besar.

pajak perusahaan) o Pajak tak langsung: dikenakan tanpa dikaitan pada individu/perusahaan tertentu (pajak penjualan. mendirikan perumahan/bangunan. Terdapat aliran uang (luar) dan aliran barang (dalam). menimbulkan dorongan untuk mendapat keahlian & cara memproduksi yang modern. mengelola hasil hutan. buku. menyewakan bangunan. Mendorong penggunaan barang & faktor produksi secara efisien: harga barang & faktor produksi ditentukan oleh banyaknya permintaan dan kelangkaan. dll). dll) Pemerintah:  Adalah badan-badan pemerintah yang bertugas mengatur kegiatan ekonomi. dll) o Industri sekunder: menghasilkan barang industri (baju. o Melakukan sendiri beberapa kegiatan ekonomi. (kanan) Sirkulasi yang lebih lengkap menampilkan interaksi antara sektor rumah tangga & perusahaan. badan penyelidikan. dan pengeluaran.  Keuntungan dari perusahaan-perusahaan yang dimilikinya. biasanya yang kurang menguntungkan bagi pihak swasta. . barang/jasa. Perangsang memperoleh keahlian modern: seperti poin sebelumnya. telepon. pendapatan. Pembagian lain dalam sektor ekonomi: Sektor pemerintah: pendapatannya berasal dari:  Pajak yang dikenakan kepada rumah tangga & perusahaan. jembatan. dll) & prasarana sosial (institusi pendidikan. pos. menyediakan air. memberi pinjaman. menggambarkan cara melakukan produksi.  Kegiatannya: o Mengatur & mengawasi kegiatan ekonomi rumah tangga & perusahaan. listrik. penduduk. dibedakan menjadi 3: o Industri primer: mengelola kekayaan alam (pertambangan. Sirkulasi aliran pendapatan dalam ekonomi yang sederhana (hanya ada 2 sektor). Kebaikan mekanisme pasar: Memberi informasi yang tepat: pasar memberi info tentang harga barang & besarnya permintaan. mobil. terbagi 2: o Pajak langsung: langsung dibebankan pada orang/badan yang mendapat keuntungan/pendapatan dalam kegiatan ekonomi (pajak pendapatan perseorangan. gas o Industri tersier: menghasilkan jasa (pengangkutan. Perangsang pengembangan kegiatan usaha: pertambahan pendapatan. Berdasarkan lapangan usaha yang dijalankan. Sektor swasta Diagram sirkulasi aliran pendapatan memberikan informasi aliran-aliran berikut di antara sektor-sektor dalam kegiatan ekonomi: faktor produksi. jasa angkutan kereta api & udara. (kiri)  Aliran 1 & 2: penawaran barang/jasa dari perusahaan & permintaan barang/jasa oleh rumah tangga. menggambarkan corak kegiatan produksi. menangkap ikan. dll). Contohnya mengembangkan prasarana ekonomi (jalan. maka penggunaannya harus diatur. pelabuhan.  Aliran 3 & 4: permintaan faktor produksi dari perusahaan & penawaran faktor produksi oleh rumah tangga. pajak impor/ekspor)  Royalti yang dipungut dari perusahaan yang mengeksploitasi kekayaan alam. dan peningkatan teknologi  jumlah permintaan naik  dorongan untuk meningkatkan produksi & kegiatan ekonomi. Menentukan jenis barang/jasa yang diproduksi dan tingkat harga & produksi masing-masing barang/jasa.

Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang secara efisien: beberapa jenis jasa tidak begitu menguntungkan dan jarang dilirik swasta.Memberi kebebasan tinggi berbagai pihak dalam melakukan kegiatan ekonomi: tiap pelaku kegiatan ekonomi tidak mendapat tekanan dalam menjalankan kegiatan ekonominya (bebas). yaitu memengaruhi suku bunga. Menjaga pertumbuhan & perkembangan perekonomian agar tetap teratur & stabil. Kegiatan konsumen & produsen dapat menimbulkan ‘eksternalitas’ yang merugikan: misal polusi udara. dll) untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Menjalankan kebijakan fiskal & moneter: untuk menangani masalah pengangguran dan inflasi. dan mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat. Contohnya penyediaan jalan raya. Kelemahan mekanisme pasar: Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan tertentu: persaingan bebas menyebabkan yang kuat bertambah kuat dan mematikan yang lemah. dll. Sistem pasar dapat menimbulkan monopoli: pihak yang memonopoli membatasi produksi pada tingkat yang memberikan keuntungan maksimum bagi mereka. sampah. Eksternalitas yang buruk memberi gambaran perbedaan antara keuntungan probadi & sosial. memastikan pegawai digaji & tidak ditindas. agar tidak menjalankan praktek monopoli. operasi bank. dll. Kegagalan pasar: ketidakmampuan suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara efisien dan meneguhkan kegiatan & pertumbuhan ekonomi. Tujuan campur tangan pemerintah: Menjamin adanya kesamaan hak tiap individu & tidak adanya penindasan. pos. listrik. maka harus ada campur tangan pemerintah. polisi. misalnya kereta api. Keagiatan ekonomi keadaannya sangat tidak stabil: mekanisme pasar yang bebas  perekonomian naik turun secara tidak teratur  dapat merugikan. Bentuk-bentuk campur tangan pemerintah: Membuat peraturan-peraturan: agar kegiatan ekonomi dijalankan secara wajar & tidak merugikan khalayak ramai. lalu kemudian rugi besar. Upaya pemerintah untuk mengurangi hal tersebut adalah menyediakan sendiri jasa-jasa untuk mensejahterakan masyarakat. terutama yang besar yang dapat memengaruhi pasar. telepos. air bersih. Mengawasi agar eksternalitas yang merugikan dapat dihindari/dikurangi. Contoh: pabrik tidak dibangun dekat perumahan. dll. Mengawasi kegiatan perusahaan. Menyediakan ‘barang bersama’ (jalan raya. Maka diperlukan bantuan pemerintah. kemacetan lalu lintas.  Kebijakan fiskal: strategi & langkah pemerintah tentang pengeluarannya & sistem/cara pengumpulan pajak. rumah sakit murah. keamanan & ketertiban. misalnya suatu saat untung besar.  Kebijakan moneter: langkah pemerintah untuk memengaruhi situasi keuangan. dll . Melakukan kegiatan ekonomi secara langsung: kadang suatu pengusaha mendapat keuntungan pribadi yang besar dan hanya memberi sedikit keuntungan sosial.

Keadaan yang tidak dapat (tidak mungkin) dicapai: titik di luar OAF. jika pengenaan pajak yang progresif maka kegairahan indiviu untuk bekerja keras akan berkurang. . Jika permintaan sedikit. jika pendapatan individu didasarkan pada pembayaran akan faktor-faktor produksi yang mereka miliki maka yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.  Biaya kesempatan / opportunity cost: besarnya pengurangan produksi suatu barang yang harus dilakukan untuk menambah produksi barang lain. harus dibuat pilihan mana yang diprioritaskan untuk diproduksi (mempengaruhi penggunaan faktor produksi). misalnya H. tetapi gabungan penggunaannya diperbolehkan. Grafik batas kemungkinan produksi / kurva kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontier): menunjukkan batas maksimum tingkat produksi yang dapat dicapai masyarakat dengan menggunakan seluruh faktor produksi yang dimilikinya.BAB 3 – Masalah Ekonomi & Sistem Pengaturan Perekonomian 3 masalah pokok dalam perekonomian: Apa barang/jasa yang harus diproduksi Tidak semua kebutuhan bisa terpenuhi secara bersamaan. Penghamburan: titik di dalam OAF.  Dalam perekonomian hanya dapat dihasilkan 2 jenis barang: misal hanya barang industri & pertanian. sehingga tingkat produksi mencapai maksimum. Membuat contoh angka tingkat produksi yang akan dicapai.  Tingkat teknologi tidak berubah: sehingga produktivitas faktor produksi adalah tetap. gunakan teknik yang modern. gunakan teknik sederhana. semakin meningkat (increasing opportunity cost). Untuk siapa barang/jasa tersebut diproduksi Bagaimana pendapatan keseluruhan masyarakat didistribusikan kepada berbagai golongan. sehingga kurva kemungkinan produksi akan cembung keluar jika dilihat dari titik asal. Gambaran yang lebih mendekati kenyataan: Penganguran / faktor produksi yang tidak sepenuhnya digunakan: titik di dalam OAF. Langkah-langkah: Membuat asumsi/pemisalan penyederhanaan tentang keadaan yang berlaku:  Seluruh faktor produksi sepenuhnya digunakan: semua tenaga kerja & kapasitas alat digunakan.  Jumlah faktor produksi tidak dapat ditambah. Muncul masalah lain. Bagaimana cara memproduksinya Gunakan cara produksi yang paling efisien. Jika permintaan besar. misalnya G. misalnya G.

 Berangkat dari keyakinan bahwa mekanisme pasar menimbulkan pengangguran & ketidakadilan. Tidak teguh: CD Sistem perekonomian: Sistem pasar bebas / Laissez-Faire  Anggota masyarakat diberi kebebasan penuh untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan. maka yang wajar adalah titik P.  Pembeli adalah raja: pengusaha memproduksi barang/jasa yang diinginkan pembeli. Sistem ekonomi perencanaan pusat  Dipraktekkan di negara komunis. Jika diinginkan menikmati kehidupan sekarang secara maksimum dipilih produksi barang konsumsi paling banyak (misalnya P).  Seluruh sumber daya yang tersedia dimiliki & dikuasai anggota masyarakat. .Q.Pertumbuhan ekonomi harus diperhitungkan dalam jangka panjang: Pertambahan faktor produksi: kurva kemungkinan produksi semakin menjauhi titik asal. Teguh: RS. maka tingkat produksi selalu berada di bawah kurva tersebut. Masalah pertumbuhan ekonomi yang tidak teguh Tingkat pertumbuhan ekonomi yang teguh: mencapai tingkat kesempatan kerja penuh dalam jangka pendek ataupun panjang. Kemajuan teknologi: contoh kurva kemungkinan produksi dengan kemajuan teknologi yang tidak seimbang: Kurva kemungkinan produksi dan masalah ekonomi Memilih jenis barang yang harus diproduksi Keadaan yang biasa berlaku adalah produksi barang konsumsi lebih banyak daripada barang modal. atau R. jika diinginkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan kemakmuran di masa mendatang dipilih produksi barang modal paling banyak (misalnya R). CS. Pemerintahlah yang sepenuhnya menentukan corak kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. Masalah pengangguran Perekonomian tidak selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh.  Alat-alat modal dikuasai & dimiliki pemerintah.  Pemerintah tidak ikut campur sama sekali. Sistem ekonomi campuran  Masyarakat memiliki kebebasan cukup luas untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan tetapi tetapi tetap dikendalikan & diawasi pemerintah. diketahui melalui interaksi di pasar barang. contohnya titik C. atau dari C ke titik lain di kurva PQ.

Contoh: ubi kayu (pengganti beras). Jika pendapatan bertambah tinggi. maka orang akan membeli lebih banyak pada saat ini untuk menghemat di masa depan. Contoh: makanan. Penawaran. maka permintaan terhadap barang inferior akan berkurang. maka barang-barang yang digunakan orang kaya akan berkurang permintaannya dan barang-barang yang digunakan orang bergaji rendah akan naik permintaannya. Contoh: permintaan terhadap teh naik. dan Keseimbangan Pasar Apa barang yang harus diproduksi & berapa jumlahnya? Jawabannya diperoleh dari interaksi antara penjual & pembeli di pasar  interaksi tersebut menentukan tingkat harga barang dan jumlah barang. Cita rasa masyarakat Contohnya tahun 70-an mobil Jepang mulai populer dan naik permintaannya. Contoh: teh dapat digantikan dengan kopi.  Barang netral: tidak ada hubungannya. Hal ini dapat disebabkan oleh 2 faktor. maka pembeli akan mencari barang pengganti. Jumlah penduduk Pertambahan penduduk  diikuti perkembangan kesempatan kerja  lebih banyak orang yang menerima pendapatan  menambah daya beli  menambah permintaan. maka permintaan terhadap barang yang digantikannya akan berkurang. Makin tinggi harga suatu barang. maka makin sedikit jumlah permintaannya. intan. Contoh: gula dan buku. akibatnya permintaan terhadap mobil Amerika & Eropa merosot. biasanya adalah kebutuhan pokok. Perbelanjaannya tidak berubah walau pendapatan berubah. hiasan rumah. peralatan rumah tangga. Contoh: pakaian. Beberapa penentu permintaan: Harga barang itu sendiri Harga barang lain  Barang pengganti: jika harga barang pengganti bertambah murah. Kurva permintaan: kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga dan jumlah permintaan suatu barang. sehingga pembeli harus mengurangi pembeliannya terhadap berbagai jenis barang. maka tidak mempengaruhi. terutama barang yang harganya naik. maka dianggap bahwa poin pertama paling mempengaruhi jumlah permintaan. sepatu. pakaian. maka makin banyak jumlah permintaannya. Contoh: emas. sehingga dapat dibuat kurva permintaan. Daftar permintaan: tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka mengenai hubungan antara harga & jumlah barang yang diminta masyarakat. Jika harga naik. .  Barang mewah: dibeli orang yang berpendapatan relatif tinggi. Jika mahal.  Barang esensial: sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hukum permintaan: makin rendah harga suatu barang. yaitu karena pembeli menjadi lebih mampu untuk membeli banyak barang atau pembeli jadi mampu membeli barang bermutu lebih baik. maka pendapatan riil pembeli berkurang. maka permintaan terhadap gula juga naik. biasanya setelah memenuhi kebutuhan pokok. Umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah. karena mereka akan menggantinya dengan barang yang bermutu lebih baik. Corak distribusi pendapatan masyarakat: Misalkan pemerintah menaikkan pajak untuk orang kaya dan menggunakannya untuk menaikkan pendapatan pekerja bergaji rendah. mobil mewah. Pendapatan rumah tangga & pendapatan rata-rata masyarakat Pembagian barang berdasarkan sifat perubahan permintaannya jika pendapatan berubah:  Barang inferior: banyak diminta orang-orang berpendapatan rendah.  Barang pelengkap: kenaikan/penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang dilengkapinya.BAB 4 – Permintaan.  Barang normal: mengalami kenaikan permintaan ketika pendapatan naik. Dalam analisis tidak mungkin membahas semuanya bersamaan. Ramalan tentang keadaan masa datang Misalnya ramalan bahwa harga-harga akan naik di masa depan. sementara faktor lainnya dianggap tidak mengalami perubahan (ceteris paribus). Teori permintaan: menerangkan ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga.

. pergeseran ke kiri (permintaan berkurang) karena pendapatan pembeli turun. Tingkat teknologi yang digunakan Kemajuan teknologi  produksi dapat ditambah dengan cepat & biaya produksi semakin murah  keuntungan bertambah tinggi  cenderung menaikkan penawaran. meminimumkan risiko. Gerakan sepanjang kurva permintaan: karena perubahan harga. jumlah permintaan bertambah. Biaya produksi Harga faktor produksi naik & tidak diiringi kenaikan produktivitas dan efisiensi  perusahaan bisa merugi  pindah ke usaha lain  dapat mengurangi penawaran suatu kegiatan ekonomi. jumlah permintaan berkurang. Tujuan operasi perusahaan tersebut Tujuan yang berbeda-beda  tingkat produksi berbeda-beda  jumlah penawaran berbeda-beda. RT: harga naik. Contoh: pergeseran ke kanan (permintaan bertambah) karena pendapatan pembeli naik. Pergeseran kurva permintaan: karena pengaruh faktor lain selain perubahan harga. jumlahkan kurva permintaan berbagai individu dalam pasar. Beberapa penentu penawaran: Harga barang itu sendiri Harga barang lain Contoh: kenaikan biaya produksi buku tulis di luar negeri  harga buku tulis impor naik  permintaan terhadap buku tulis lokal naik  mendorong produsen dalam negri untuk meningkatkan produksi & penawaran buku tulis lokal. Contoh: memaksimumkan keuntungan.Untuk mendapat kurva permintaan pasar. Contoh: RS: harga turun.

maka makin sedikit jumlah penawarannya. sementara pergeseran kurva penawaran disebabkan oleh faktor-faktor lain selain perubahan harga. Hukum penawaran: makin rendah harga suatu barang. sedangkan kelebihan permintaan mendorong penjual menaikkan harga Kurva permintaan & penawaran Menentukan secara matematik Persamaan permintaan: 𝑄𝑑 = 𝑐 − 𝑑𝑃 . Makin tinggi harga suatu barang.Seperti pada permintaan. tidak mungkin membahas semuanya sekaligus. maka makin banyak jumlah penawarannya. gerakan sepanjang kurva penawaran disebabkan oleh perubahan harga. Seperti permintaan. maka digunakan juga pemisalan ceteris paribus. Daftar penawaran & kurva penawaran Umumnya menaik dari kiri bawah ke kanan atas. Cara menunjukkannya: Contoh yang menggunakan angka Harga (Rp) Jumlah yang Diminta Jumlah yang Ditawarkan Sifat Interaksi 5000 200 900 Kelebihan penawaran 4000 400 800 3000 (harga keseimbangan) 600 600 Keseimbangan 2000 900 375 Kelebihan permintaan 1000 1300 100 Kelebihan penawaran mendorong penjual untuk menurunkan harga. Keseimbangan/ekuilibrium: keadaan di suatu pasar ketika jumlah penawaran dari penjual pada harga tertentu sama dengan jumlah permintaan pembeli pada harga tersebut.

Pertambahan permintaan lebih kecil dari pertambahan penawaran. harga keseimbangan tetap & kuantitas naik. Pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran. harga keseimbangan menjadi turun Pengurangan penawaran. harga keseimbangan menjadi naik Perubahan serentak Pertambahan permintaan lebih besar dari pertambahan penawaran.Persamaan penawaran: 𝑄𝑠 = −𝑚 + 𝑛𝑃 Keterangan: 𝑐: jumlah barang yang diminta pada tingkat harga 0 𝑑: kecondongan kurva permintaan 𝑚: jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga 0 𝑛: kecondongan kurva penawaran 𝑄𝑑 : kuantitas yang diminta 𝑄𝑠 : kuantitas yang ditawarkan 𝑃: tingkat harga Syarat keseimbangan: 𝑄𝑑 = 𝑄𝑠 Perubahan keseimbangan dapat terjadi ketika terjadi perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran karena: Bertambahnya permintaan (kurva permintaan bergeser ke kanan) Berkurangnya permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri Bertambahnya penawaran (kurva penawaran bergeser ke kanan) Berkurangnya penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri) Perubahan dapat terjadi secara tersendiri (hanya terjadi 1) atau serentak (kurva permintaan & penawaran berubah secara bersamaan) Contoh: Pertambahan permintaan. harga keseimbangan turun & kuantitas naik. harga keseimbangan menjadi naik Pertambahan penawaran. . harga keseimbangan naik & kuantitas naik. harga keseimbangan menjadi turun Pengurangan permintaan.

nilai koefisien elastisitasnya berbeda. Pemerintah mengurangi penawaran barang impor  harga tidak naik terlalu besar  tidak terlalu membebankan masyarakat. Penambahan penawaran akan menguntungkan perusahaan. ii. i. Jika kurva permintaan landai. Contoh: perubahan harga yang kecil mengakibatkan perubahan jumlah permintaan yang besar. pergeseran kurva penawaran menimbulkan perubahan harga yang sedikit & perubahan kuantitas yang besar. 2 cara menghitungnya: Rumus penghitungan 𝑄1 − 𝑄 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑄 𝐸𝑑 = = 𝑃1 − 𝑃 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃 Rumus titik tengah. contoh: i. Koefisien elastisitas permintaan: nilai perbandingan antara perubahan jumlah diminta dengan persentasi perubahan harga. maka disebut elastis. menunjukkan sampai sebesar apa perubahan jumlah barang yang diminta apabila dibandingkan dengan perubahan harga.BAB 5 – Elastisitas Permintaan dan Penawaran Elastisitas permintaan/penawaran: pengukuran kuantitatif untuk menunjukkan sampai di mana besar pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan/penawaran. . karena harga & jumlah barang yang diminta mengalami perubahan ke arah yang berkebalikan. Sepanjang suatu kurva permintaan. pergeseran kurva penawaran menimbulkan perubahan harga yang besar & perubahan kuantitas yang sedikit. untuk memperbaiki rumus yang pertama 𝑄1 − 𝑄 (𝑄 + 𝑄1 )/2 𝐸𝑑 = = 𝑒𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑎𝑟𝑐 𝑃1 − 𝑃 (𝑃 + 𝑃1 )/2  Nilainya berkisar antara 0 sampai −∞  Nilainya akan selalu negatif. Jika kurva permintaan curam. Pemerintah mengurangi penawaran barang impor  harga naik banyak  membebankan masyarakat. besar pergeseran kurva penawaran adalah sama. Manfaat menaksir elastisitas permintaan: landasan penyusunan kebijakan penjualan. ii. Elastisitas permintaan dibedakan menjadi: Elastisitas permintaan harga (sering disebut elastisitas permintaan saja) – paling penting Elastisitas permintaan pendapatan Elastisitas permintaan silang Contoh: pada kedua kurva. biasanya nilai negatif ini diabaikan. Penambahan penawaran akan merugikan perusahaan.

maka kenaikan harganya tidak begitu mempengaruhi banyak permintaannya. Persentasi pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut. Pada bagian yang lebih tinggi. Semakin banyak jenis barang pengganti suatu barang. Semakin lama jangka waktu analisis permintaan. Kaitan antara perubahan harga & hasil penjualan: . Dalam jangka waktu pendek. Jangka waktu analisis permintaan barang tersebut. semakin elastis sifat permintaan barang tersebut. koefisien elastisitas di berbagai tingkat harga adalah berbeda. Misal jika banyak barang pengganti. sementara sepeda motor cukup besar harganya sehingga perbedaan harga sedikit saja membuat orang lebih memilih membeli yang lebih murah. nilai koefisien elastisitas permintaannya lebih besar. Misal minuman ringan hanyalah bagian kecil dari pendapatan. harga naik sedikit saja. pembeli sudah dapat mencari barang pengganti dan barang pengganti pun telah meningkatkan mutunya. semakin elastis sifat permintaannya. sementara dalam jangka waktu panjang. semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut. orang-orang langsung beralih membeli barang penggantinya. perubahan-perubahan baru di pasar belum diketahui pembeli.Elastisitas sepanjang kurva permintaan garis lurus. Faktor penentu elastisitas permintaan: Tingkat kemampuan barang lain untuk menggantikan barang yang bersangkutan. Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli suatu barang.

permintaan turun (dan sebaliknya). Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran: Sifat perubahan biaya produksi: . Barang inferior memiliki Ey negatif: jika pendapatan naik. Jika permintaan elastis. maka perubahan harga tidak mempengaruhi hasil penjualan. permintaan terhadap X naik (dan sebaliknya). Lihat bahwa luas P1 AQ1 O < PBQO. Barang pengganti memiliki Ec positif: jika harga Y naik. Elastisitas permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan): koefisien yang menunjukkan besarnya perubahan permintaan jika terjadi perubahan pendapatan pembeli. Jika permintaan elastis uniter. Elastisitas permintaan silang (elastisitas silang): koefisien yang menunjukkan besarnya perubahan permintaan jika terjadi perubahan harga barang lain. contohnya bahan makanan & hasil pertanian. permintaan naik (dan sebaliknya). Lihat bahwa luas H1 MJ1 O > HNJO. contohnya barang-barang mewah. Tidak elastis (Ey < 1).Penjualan adalah kuantitas x harga i. Jika permintaan tidak elastis. 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝐸𝑦 = 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 Barang normal memiliki Ey positif: jika pendapatan naik. Koefisien elastisitas penawaran: 𝑄1 − 𝑄 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑤𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑄 𝐸𝑠 = = 𝑃1 − 𝑃 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃 Disempurnakan dengan rumus titik tengah 𝑄1 − 𝑄 (𝑄 + 𝑄1 )/2 𝐸𝑠 = 𝑃1 − 𝑃 (𝑃 + 𝑃1 )/2 *elastis uniter: kurva bermula di titik asal. maka kenaikan harga akan meningkatkan hasil penjualan (dan sebaliknya). 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑋 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝐸𝑐 = 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑌 Nilainya antara −∞ < Ec < ∞ Barang penggenap memiliki Ec negatif: jika harga Y naik. Elastis (Ey > 1). maka kenaikan harga akan menurunkan hasil penjualan (dan sebaliknya). ii. permintaan terhadap X turun (dan sebaliknya).

 Tidak elastis: kenaikan penawaran harus diiringi biaya yang besar (misalnya perlu tambah mesin mahal). Jangka waktu analisis:  Masa amat singkat: jangka waktu di mana penjual tidak dapat menambah penawarannya.  Jangka panjang: kapasitas produksi & jumlah penawaran dapat ditambah. tapi produksi masih dapat dinaikkan dengan cara menggunakan faktor produksi yang ada secara intensif (misalnya menambah jam kerja. Ada pertambahan penawaran tetapi hanya sedikit. . tenaga kerja diefektifkan lagi). sehingga penawarannya bersifat tidak elastis sempurna. maka penawarannya bersifat elastis.  Elastis: kenaikan penawaran hanya diiringi biaya yang sedikit.  Jangka pendek: jangka waktu di mana kapasitas alat produksi yang ada tidak dapat ditambah.

banjir. Perubahan permintaan Penawaran barang pertanian tidak elastis  perubahan permintaan menyebabkan perubahan harga yang besar.  Kemajuan teknologi  kelebihan produksi pertanian  harga barang pertanian jadi cenderung tetap rendah.BAB 6 – Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran Perkembangan ekonomi  peranan sektor pertanian akan berkurang/mundur (di negara berkembang sektor pertanian berperan besar). perumahan. hasil musiman tidak akan terpengaruh. dll) lebih cepat daripada barang pertanian (elastisitas permintaan barang industri lebih tinggi)  kenaikan harga barang industri lebih cepat daripada kenaikan harga barang pertanian  dalam jangka panjang perbedaan harga antara keduanya semakin lebar. Kemajuan teknologi di sektor pertanian Di negara maju hanya sedikit orang yang bekerja di sektor pertanian. iklim.  Permintaan barang pertanian tidak elastis. Harga keseimbangan yang baru lebih rendah jauh dari harga lama. Masalah jangka pendek sektor pertanian: Dalam jangka pendek harga hasil pertanian cenderung naik-turun relatif besar karena ketidakelastisan permintaannya. maka kenaikan permintaan hanya sedikit. Penyebab tidak elastisnya penawaran barang pertanian:  Barang pertanian dihasilkan secara bermusim: harga berubah bagaimanapun. karena besarnya kenaikan produktivitas per orang. Walau harga berubah. dll) menyebabkan tingkat produksi pertanian dapat mengalami perubahan cukup besar daripada produksi barang industri.  Kapasitas produksi sektor pertanian cenderung untuk mencapai tingkat yang tinggi dan tidak terpengaruh perubahan permintaan: petani cenderung secara maksimal menggunakan tanah yang dimilikinya. Kemajuan teknologi menimbulkan kenaikan penawaran yang besar. hama. Akibatnya:  Mendorong perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke industri. . Kemunduran ini disebabkan oleh: Pertambahan permintaan barang pertanian lambat Pertumbuhan ekonomi  pertambahan pendapatan rumah tangga  pertambahan konsumsi barang industri (baju. Masalah jangka panjang pertanian (grafik): Elastisitas permintaan barang pertanian rendah. Faktor-faktor yang menimbullkan ketidakstabilan harga pertanian dalam jangka pendek dibedakan menjadi: Perubahan penawaran  Faktor alam (cuaca. maka produksi dapat dinaikkan dengan cepat bila ada cukup banyak permintaan. tingkat kebutuhan hasil pertanian (kebutuhan pokok yang digunakan sehari-hari) cenderung tetap. Tapi kenyataannya pertambahan permintaan barang pertanian adalah lambat. kemarau.

maka tenaga kerja yang digunakan tidak banyak berubah  dalam sektor pertanian. Jika terjadi perubahan penawaran. yaitu produksi dibatasi sebanyak Q 2 . Cara mestabilkan harga & pendapatan produsen hasil pertanian (campur tangan pemerintah): Membatasi jumlah produksi Mula-mula harga keseimbangan adalah P1 . ii. dan penggunaan tenaga kerja i. Campur tangan dalam jual beli Menstabilkan harga pada keseimbangan pasar bebas: pemerintah berusaha agar dalam jangka panjang harga tetap dipertahankan pada harga keseimbangan yang ditentukan dalam pasar bebas. pada harga P2 petani akan memproduksi sebanyak Q 3 . Pendapatan petani akan bertambah jika permintaan antara titik E1 dan E2 tidak elastis. Jika permintaan tetap ditunjukkan kurva DD. maka harga P2 hanya dapat dipenuhi kurva penawaran Sq. Industri: Pendapatan berkurang terutama karena kemerosotan produksi. Pada hakikatnya campur tangan tersebut mengubah permintaan dari DD menjadi D1 D1. Menstabilkan harga pada tingkat yang lebih tinggi dari harga keseimbangan (kebijakan harga minimum/terendah) . perubahan permintaan lebih mempengaruhi pendapatan daripada kesempatan kerja. Maka agar pendapatan petani stabil haruslah pemerintah mengusahakan agar persentasi perubahan harga sama dengan persentasi perubahan produksi. karena menurut pemerintah harga tersebut adalah wajar. Produksi tinggi (Q 2 )  harga turun  pemerintah mencegahnya dengan membeli sebanyak QQ 2 pada harga P. pendapatan. Permintaan. Hal ini tidak menstabilkan pendapatan petani (saat produksi Q 2 pendapatan OQ 2 E2 P. saat produksi Q1 pendapatan OQ1 E1 P). Pertanian: Pendapatan berkurang terutama karena kemerosotan harga (bukan karena penurunan produksi). kita ketahui bahwa hasil penjualan akan tetap jika elastisitas permintaan adalah 1. ketidakelastisan permintaan & penawaran tersebut akan menyebabkan perubahan harga yang sangat besar. biasanya diikuti memberhentikan pekerja  di sektor industri perubahan permintaan lebih mempengaruhi kesempatan kerja daripada pendapatan (terutama pendapatan tiap pekerja). Tanpa adanya pembatasan produksi. Beberapa jenis tanaman perlu waktu bertahun-tahun sebelum hasilnya dapat diperoleh. Produksi rendah (Q1 )  harga naik  pemerintah mencegahnya dengan menjual sebanyak Q1 Q pada harga P. namun dirasa terlalu rendah dan diinginkan harga naik menjadi P2 .

Contoh: pajak penjualan 10% dari harga. penjatahan untuk pembeli. Totalnya menjadi sebesar OQ1 E2 P2. Pm  Dibuat kebijakan. Pajak penjualan Pajak yang dikenakan pemerintah & dibayar saat jual beli atas suatu barang. Pembagian beban tersebut disebut insiden pajak (tax incidence). Diinginkan harga yang lebih tinggi. yaitu Pm  dibuat kebijakan harga maksimum  penawaran menjadi sebanyak Q 2 & permintaan menjadi sebanyak Q1  kelebihan permintaan sebesar Q 2 Q1 Akibat buruk: muncul pasar gelap (penjual menawarkan barang secara diam-diam dengan harga tinggi)  harga akan mencapai P1 . besarnya sebesar perbedaan antara harga jaminan & harga keseimbangan. Keseimbangan awal di E  diinginkan harga lebih murah. Insiden pajak & elastisitas permintaan . Bertujuan untuk mengendalikan harga di tingkat yang lebih rendah dari harga keseimbangan. permintaan berubah menjadi D1 D1  pembeli bersedia membeli sebanyak Q 2 & penjual menawarkan sebanyak Q1  kelebihan penawaran  pemerintah membeli semua kelebihan penawaran dengan harga Pm  muncul masalah. Keseimbangan awal di E  diinginkan harga lebih tinggi. Sebenarnya tidak seluruhnya ditanggung pembeli. stok surplus akan bertambah terus. dari subsidi sebesar P1 E1 E2 P2. Solusi: Hukuman/denda berat untuk pelaku pasar gelap. tapi tidak dapat dijual karena dapat menurunkan harga  solusi: stok surplus dihancurkan atau diekspor ke luar negeri.Keseimbangan dicapai pada harga P & sebanyak Q. Kebijakan harga maksimum Untuk mengatasi masalah ketika penawaran sangat terbatas sementara permintaan sangat tinggi (harga menjadi tinggi). tapi ditanggung juga oleh penjual. yaitu P2  dibuat kebijakan harga jaminan  penawaran naik menjadi sebanyak Q1  harga turun menjadi P1  pendapatan dari hasil penjualan sebesar OQ1 E1 P1. biasanya dalam bentuk persentasi tertentu dari hasil penjualan. Menstabilkan pendapatan dengan subsidi Masalah stok surplus yang bertambah terus diatasi dengan memberi subsidi pendapatan pada petani: pemerintah tidak menentukan harga pasar tetapi menetapkan harga jaminan (lebih tinggi dari harga pasar) yang akan diterima petani untuk tiap produksi.

yang ditanggung penjual adalah PA. Besar subsidi yang diterima penjual adalah 𝑅 − 𝑃1 𝑃 = 𝐴𝑃1 . Diasumsikan kurva permintaan adalah tetap. . Efek subsidi pemerintah Pemberian pemerintah kepada produsen untuk mengurangi biaya produksi yang ditanggung produsen. Besar pajak yang ditanggung pembeli adalah PP1 . Dapat dipandang sebagai kebalikan dari pajak penjualan.Insiden pajak & elastisitas penawaran Keterangan: besar pajak adalah T. Subsidi & elastisitas permintaan Subsidi & elastisitas penawaran Keterangan: besar subsidi adalah R.

makin tinggi utilitinya. . Contoh: nilai guna marjinal dari mangga ke-10 adalah pertambahan kepuasan yang diperoleh dari memakan buah mangga ke-10.BAB 7 – Teori Tingkah Laku Konsumen: Teori Nilai Guna (Utiliti) Teori tingkah laku konsumen: analisis mengenai Alasan pembeli membeli lebih banyak pada harga yang lebih rendah (dan sebaliknya). Makin tinggi kepuasannya. Nilai guna marjinal (MU): pertambahan/pengurangan kepuasan sebagai akibat & pertambahan/pengurangan kepuasan penggunaan satu unit barang tertentu. MU keduanya sama. termasuk barang yang naik harganya. syarat yang harus dipenuhi: setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan berbagai jenis barang akan memberi MU yang sama besarnya. barang B ke-5. Pendekatan nilai guna ordinal: manfaat yang didapat pembeli tidak dikuantifikasi. nilai guna mencapai maksimum jika MU dari tiap barang adalah sama besar. maka nilai guna maksimum didapat jika mengonsumsi 3 barang A. Dengan membeli barang yang lebih rendah harganya tersebut akan dicapai nilai guna maksimum. pendapatan riil menjadi lebih sedikit (dan sebaliknya). barang C ke-2. maka konsumen akan mengurangi belanjanya atas barang-barang. Memaksimumkan nilai guna Untuk barang-barang dengan harga sama. Bagaimana pembeli menentukan jumlah & komposisi barang yang akan dibeli dari pendapatannya. Teori tingkah laku konsumen dibedakan menjadi: Pendekatan nilai guna (utiliti) kardinal: manfaat/kenikmatan yang didapat pembeli dinyatakan secara kuantitatif. Contoh: MU barang A yang ke-3. 𝑀𝑈𝐴 𝑀𝑈𝐵 𝑀𝑈𝐶 = = 𝑃𝐴 𝑃𝐵 𝑃𝐶 Hubungan teori nilai guna & teori permintaan 𝑀𝑈 𝑀𝑈 Efek penggantian: penurunan harga menyebabkan barang tersebut menjadi lebih tinggi daripada 𝑃 𝑃 barang yang tidak berubah harganya. adalah sama. Contoh: Pemisalan penting dalam ekonomi: setiap orang akan berusaha untuk memaksimumkan kepuasan yang dapat dinikmatinya. Nilai guna total (TU): jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengonsumsi sejumlah barang tertentu. Untuk barang-barang dengan MU sama. lihat yang harganya paling rendah. maka orang akan membelinya. 𝑀𝑈 𝑀𝑈 >𝑃 . Kurva kepuasan sama: kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan membeli nilai guna (kepuasan) yang sama. 5 barang B. contoh: seluruh kepuasan dari memakan 10 mangga. hingga pada akhirnya menjadi negatif. dan 2 barang C. Hukum MU yang semakin menurun: tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengonsumsi suatu barang akan semakin sedikit jika orang tersebut terus menambah konsumsinya atas barang tersebut. yaitu saat nilai guna total mencapai tingkat maksimum. Untuk barang-barang dengan harga & MU yang berbeda. Nilai guna / utiliti: kepuasan/kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengonsumsi barang-barang. 𝑃 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑚𝑢𝑟𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑚𝑎ℎ𝑎𝑙 Efek pendapatan: jika harga barang naik.

karena MU dapat menentukan tinggi rendahnya harga suatu barang. misalnya menjadi 15 unit  keseimbangan konsumen dicapai kembali. MU air rendah. 𝑀𝑈𝑚 𝑀𝑈𝑚 Harga m turun menjadi 5000  5000 > 𝑃 𝑀𝑈 𝑚 atau 5000 > 𝑀𝑈𝑘 𝑃𝑘 𝑚  konsumen menambah konsumsi makanan (agar MUnya turun). misalnya menjadi 5 unit  keseimbangan konsumen dicapai kembali. Misal ia menggunakan 10 unit m dengan harga 10000 dan mencapai keseimbangan konsumen: 𝑀𝑈𝑚 𝑀𝑈𝑘 = 𝑃𝑚 𝑃𝑘 Misalkan harga k tidak berubah dan harga m berubah didapat: dibeli 5 unit untuk harga 15000. Muncul karena MU yang semakin kecil.Membuat kurva permintaan. Hal ini dapat dijelaskan oleh teori nilai guna. Kepuasan yang diperoleh selalu lebih besar daripada pembayaran yang dibuat. dan 15 unit untuk harga 5000. Contoh: seseorang ingin membeli satu buah mangga dengan harga 1500. tetapi berlian yang tidak penting harganya sangat mahal. Paradoks nilai: air sangat penting namun harganya murah. 𝑀𝑈𝑚 𝑀𝑈 Harga m naik menjadi 15000  15000 < 𝑃𝑚 𝑀𝑈 𝑚 atau 15000 < 𝑀𝑈𝑘 𝑃𝑘 𝑚  konsumen menguragi konsumsi makanan (sehingga MUnya naik). Surplus konsumen (kelebihan kepuasan): perbedaan antara kepuasan yang diperoleh seseorang dari mengonsumsi sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut. 10 unit dengan kasus-kasus sebagai berikut: untuk harga 10000. Nilai guna total: AOQB Jumlah pembayaran: OQBP Surplus konsumen: APB . ternyata ia mendapatkan mangga yang diinginkannya dengan harga 1000. Jumlah konsumsi mangga Harga yang bersedia Surplus konsumen jika Jumlah surplus konsumen tiap minggu dibayar konsumen harga mangga 700/buah Mangga pertama 1700 1000 1000 Kedua 1500 800 1800 Ketiga 1300 600 2400 Keempat 1100 400 2800 Kelima 900 200 3000 Keenam 700 0 3000 Ketujuh 500 Kedelapan 300 Untuk mangga keenam dan seterusnya tidak akan dilakukan pembelian karena tidak ada surplus konsumen. maka nilai 500 tersebut adalah surplus konsumen. contoh: Seseorang hanya mengonsumsi makanan (m) dan pakaian (k).

B ke C dikurangi 2 makanan. Maka analisis ini disebut indifference curve analysis. Misal dari titik A ke B dikurangi 3 makanan untuk dapat 1 pakaian. kurva yang lebih tinggi menggambarkan tingkat kepuasan yang lebih besar daripada kurva di bawahnya. dst.BAB 8 – Teori Tingkah Laku Konsumen: Analisis Kurva Kepuasan Sama Kelemahan teori utiliti: menyatakan kepuasan dalam angka adalah kurang tepat karena kepuasan tidak mudah diukur. semakin sedikit pengurangan konsumsi barang Y yang harus dilakukan untuk mendapat satu barang X. Contoh: dimiliki uang 90000. maka konsumen bersikap tak acuh dalam membuat pilihan (indifference). Tingkat kepuasan: U4 > U3 > U2 > U1 Garis anggaran pengeluaran (budget line): menunjukkan berbagai gabungan barang-barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan tertentu. Maka dikembangkan analisis kurva kepuasan sama yang meliputi: Kurva kepuasan sama (KKS) Garis anggaran pengeluaran (GAP) Kurva kepuasan sama: kurva yang menggambarkan gabungan barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besar. harga makanan 6000. Peta kurva kepuasan sama: kumpulan KKS. Akibatnya kurva kepuasan sama semakin berkurang kecondongannya dan cekung ke titik 0. . dan harga pakaian 9000. diperlukan pengurangan konsumsi yang besar atas barang Y untuk mendapat satu tambahan barang X. Tingkat penggantian marjinal selalu bertambah kecil:  Saat konsumen memiliki banyak barang Y dan sedikit barang X. Tingkat penggantian marjinal: pengorbanan atas konsumsi suatu barang untuk menaikkan konsumsi barang lainnya. Kombinasi barang yang mewujudkan kepuasan sama Kombinasi A hingga F memberikan kepuasan yang sama besar. hal ini dapat dilihat dari jumlah gabungan barang untuk kurva lebih atas yang lebih banyak daripada kurva di bawahnya.  Makin banyak barang X yang didapat.

Bergeser ke kiri secara sejajar (RS): pendapatan turun. . AD: harga pakaian turun. Titik E adalah gabungan barang yang memberi kepuasan maksimum. Konsumen akan mencapai kepuasan maksimum jika mencapai titik di mana GAP menyinggung KKS. maka terjadi perubahan yang sejajar dengan garis anggaran yang lama.Titik di atas GAP adalah gabungan yang tidak dapat dibeli oleh uang konsumen (misalnya Y). KKS (menunjukkan cita rasa konsumen) & GAP (menunjukkan gabungan barang yang mungkin dibeli konsumen) dapat memeberi informasi mengenai keadaan di mana konsumen akan mencapai kepuasan maksimum. Perubahan pendapatan Misal harga barang-barang tetap. Jika harga kedua barang mengalami perubahan yang proporsional. Garis harga-konsumsi: kurva yang didapat jika titik-titik keseimbangan yang diwujudkan oleh perubahan harga dihubungkan. sedangkan titik di bawah GAP adalah gabungan yang dapat dibeli dan masih ada uang sisa (misalya X). jumlah pakaian yang dapat dibeli menaik. AC: harga pakaian naik. jumlah pakaian yang dapat dibeli menurun. Hal-hal yang dapat mempengaruhi GAP: Perubahan harga Misal harga makanan tetap. Bergeser ke kanan secara sejajar (TU): pendapatan naik. Efek perubahan pendapatan & harga Garis pendapatan-konsumsi: kurva yang didapat jika titik-titik keseimbangan yang diwujudkan oleh perubahan pendapatan dihubungkan.

Hubungan antara harga dan jumlah permintaan dapat dilukiskan dalam kurva. Penurunan harga pakaian menjadi Pb  GAP konsumen menjadi b  menyinggung U2 di E1  konsumsi pakaian bertambah menjadi Q1 . konsumsi pakaian naik dari Q 2 ke Q1 & makanan naik dari M2 ke M1  disebabkan oleh efek pendapatan. sehingga menyinggung U1 di E.  Pergeseran keseimbangan selanjutnya dari D ke E1  konsumsi kedua barang bertambah. yaitu kurva U1 )  GAP A1 B1 sejajar dengan AC dan menyinggung U1 di D  konsumsi pakaian bertambah menjadi Q 2 & konsumsi makanan berkurang menjadi M2  disebabkan oleh efek penggantian. sebagai akibat dari efek penggantian & pendapatan Memisahkan efek penggantian & pendapatan  Mula-mula anggap pendapatan riil tetap (jumlah barang yang dibeli memberi kepuasan yang sama seperti sebelum adanya perubahan harga. yaitu konsumsi pakaian sebanyak Q. Telah ditunjukkan bahwa perubahan harga pakaian mengakibatkan perubahan jumlah pakaian yang dibeli & dikonsumsi. dst. Penurunan lagi menjadi Pc . Efek pendapatan: penurunan harga menambah pendapatan riil konsumen dan akan menambah konsumsi berbagai barang. GAP awal adalah AB dengan titik keseimbangan E  harga pakaian turun  GAP berubah menjadi AC dan titik keseimbangan menjadi E1  jumlah konsumsi pakaian naik. Membentuk kurva permintaan Misalkan harga makanan tetap (Pm ) dan pendapatan tetap (Y).Penurunan harga akan menambah permintaan karena: Efek penggantian: konsumen lebih banyak mengonsumsi barang yang lebih murah daripada barang yang harganya tetap. Harga awal pakaian Pa dan GAP konsumen a. .

tetapi untuk melindungi kepentingan anggotanya.  Kelebihan: dapat memperoleh modal lebih banyak.  Ambil unit tambahan faktor produksi yang biaya per-rupiahnya menghasilkan tambahan nilai penjualan yang paling maksimum.  Dibedakan menjadi: a. modal. Perusahaan koperasi  Didirikan bukan untuk mencari keuntungan. tidak tetap jumlahnya (tenaga kerja). tv. Keuntungan: perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. Masalah pokok: bagaimana komposisi & jumlah dari faktor-faktor produksi yang harus digunakan untuk mencapai keuntungan maksimum? Komposisi faktor produksi agar tingkat produksi tinggi  Fungsi produksi: hubungan antara faktor-faktor produksi (tenaga kerja) dan tingkat produksi yang diciptakannya. Perusahaan milik negara (BUMN)  Umumnya dikelola seperti perusahaan perseroan terbatas. listrik. dll). karena kebanyakan usahanya secara kecil-kecilan.  Modal dikumpulkan dari orang-orang yang bersepakat tersebut atau meminjam dari lembaga keuangan. dll. Analisis kegiatan produksi perusahaan dibedakan menjadi 2 jangka waktu analisis: . toko kelontong. Perusahaan perkongsian / firma  Perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang yang sepakat untuk secara bersama menjalankan suatu usaha dan membagi keuntungannya berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.  Faktor-faktor produksi: tetap jumlahnya (tanah. Koperasi konsumsi: membeli barang-barang lalu menjualnya kepada anggota. b. Perseroan terbatas  Bentuk perusahaan yang paling penting. Tujuan perusahaan: memaksimumkan keuntungan Dalam analisis digunakan pemisalan: perusahaan akan melakukan kegiatan produksi sampai tingkat dengan keuntungan maksimum. tanggung jawab dijalankan bersama (masingmasing anggota bertugas menjalankan & mengembangkan perusahaan). lalu keuntungannya dibagikan lagi kepada anggota.  Kelebihan: dapat memperoleh modal yang besar (melalui saham). bank. Koperasi produksi: berusaha agar hasil produksi anggotanya dapat dijual dengan harga tinggi & tidak ditindas tengkulak atau pembeli. Koperasi kredit: meminjamkan uang kepada anggota dengan tingkat bunga yang rendah. ada juga yang bersaing dengan kegiatan swasta (radio. di negara maju sebagian besar hasil produksi nasional diciptakan oleh perseroan terbatas. mengabdi pada masyarakat. dll.  Contoh: restoran. hal-hal politik. kebanyakan perusahaan besar berbentuk perseroan terbatas. sulit memperoleh pinjaman. c.  Biasanya menjalankan usaha di bidang jasa-jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat (air. dll).  Kelebihan: pemilik memiliki kebebasan tak terbatas (menguasai perusahaannya dan bebas bertindak apapun untuk menguntungkan usahanya)  Kelemahan: modal kecil.BAB 9 – Teori Produksi dan Kegiatan Perusahaan Bentuk-bentuk organisasi perusahaan: Perusahaan perseorangan  Terbanyak jumlahnya dalam perekonomian  Sumbangannya pada keseluruhan produksi nasional tidak terlalu besar. toko makanan minuman. & keahlian keusahawanan). perbedaannya adalah sahamnya dimiliki pemerintah. Peminimuman biaya produksi  Memperhatikan besarnya pembayaran untuk menambah suatu faktor produksi & besarnya tambahan hasil penjualan sebagai hasil dari penambahan faktor produksi tersebut. Adapula perusahaan yang bertujuan pada volume penjualan yang besar.

 Tahap kedua (produksi marjinal semakin berkurang): produksi total mengalami pertambahan yang semakin lambat. Misalnya faktor modal dianggap tetap dan tenaga kerja dianggap mengalami perubahan. 𝑅. Industri: kumpulan firma-firma yang menghasilkan barang yang sama atau sangat bersamaan yang terdapat dalam suatu pasar. Semakin jauh letak suatu kurva dari titik asal. . mula-mula pertambahan produksi total semakin banyak hingga tingkat tertentu. Produksi marjinal (MP): tambahan produksi sebagai akibat dari pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. Jangka panjang: semua faktor produksi dapat mengalami perubahan (perusahaan menyesuaikan dengan perubahan-perubahan di pasar). Yang dapat diubah jumlahnya hanya tenaga kerja. Teori produksi dengan satu faktor berubah Dimisalkan modal. dan teknologi jumlahnya tidak mengalami perubahan. dan produksi marjinal Tanah Tenaga Produksi Produksi Produksi Tahap Kerja Total Marjinal Rata-Rata 1 1 150 150 150 Pertama 1 2 400 250 200 1 3 810 410 270 1 4 1080 270 270 Kedua 1 5 1290 210 258 1 6 1440 150 240 1 7 1505 65 215 1 8 1520 15 190 1 9 1440 -80 160 Ketiga 1 10 1300 -140 130 Teori produksi dengan dua faktor berubah Dimisalkan tenaga kerja & modal dapat berubah Kurva produksi sama (isoquant): menggambarkan gabungan tenaga kerja & modal yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu. semakin tinggi tingkat produksi yang ditunjukkan. produksi rata-rata. kemudian semakin berkurang hingga mencapai negatif. 𝑇) Keterangan: K = stok modal. Rumus fungsi produksi: 𝑄 = 𝑓(𝐾. tanah. 𝐿. Waktu yang dianggap jangka pendek untuk tiap perusahaan adalah berbeda. 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ∆𝑇𝑃 𝑀𝑃 = = 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑛𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 ∆𝐿 Produksi rata-rata (AP): produksi rata-rata yang dihasilkan tiap pekerja. R = kekayaan alam. Q = jumlah produksi yang dihasilkan.Jangka pendek: sebagian faktor produksi dianggap tetap jumlahnya (perusahaan tidak dapat menambahnya).  Tahap pertama (produksi marjinal semakin bertambah): produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat. sementara jumlah produksi disebut output.  Tahap ketiga: produksi total semakin berkurang. T = tingkat teknologi yang digunakan. Contoh: industri mobil berarti berbagai perusahaan mobil dalam pasar yang sedang dianalisis. Hukum hasil lebih yang semakin berkurang: jika suatu faktor produksi ditambah jumlahnya terus menerus sebanyak satu unit. Faktor produksi disebut input. 𝑇𝑃 𝐴𝑃 = 𝐿 Produksi total. L = jumlah tenaga kerja.

Misal diinginkan produksi 1500 unit. . uang yang tersedia 300000  isocost TC2  memaksimumkan produksi berarti memilih titik E karena berada pada isoquant terbesar. Semakin jauh letak suatu kurva dari titik asal. semakin besar jumlah yang yang tersedia. Dibutuhkan informasi harga faktor produksi & uang yang tersedia. Memaksimumkan produksi atau memaksimumkan biaya Misalkan: harga perunit modal 15000. berarti isoquant IQ  meminimumkan biaya berarti memilih titik P karena berada pada isocost terkecil. harga perunit tenaga kerja 10000.Kurva biaya sama (isocost): menggambarkan gabungan faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.

Kurva biaya rata-rata . dan bangunan perusahaan.63829787 11.25 2. TVC bermula di 0 dan terus menaik. dibedakan menjadi 3:  Biaya total / total cost (TC): keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. meminjamkan/menginvestasikan modalnya dalam kegiatan lain.111111 6 33 6 50 300 350 8. dll. Bentuknya semakin tegak karena hukum hasil lebih yang semakin berkurang (produksi marjinal mula-mula naik lalu berkurang).45833333 12.1429 1.5 8.259259259 11. Biaya total. mendirikan bangunan pabrik.526316 8 42 4 50 400 450 12. yaitu keahlian keusahawanan produsen. 𝑇𝐶 = 𝑇𝐹𝐶 + 𝑇𝑉𝐶  Biaya tetap total / total fixed cost (TFC): keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya (dalam jangka pendek).666667 4 20 8 50 200 250 6. Dibedakan menjadi 2: Biaya eksplisit: pembayaran dengan uang untuk mendapat faktor produksi & bahan mentah. Contoh: tenaga kerja. semakin besar TVC.1904762 9. 𝑀𝐶𝑛 = 𝑛 𝑛−1 𝑄𝑛 −𝑄𝑛−1 Keterangan: Q=banyaknya produksi Jumlah Jumlah Produksi Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya Tetap Biaya Berubah Biaya Total Pekerja Produksi Marjinal Tetap Total Berubah Total Total Marjinal Rata-Rata Rata-rata Rata-Rata 0 050 0 50 1 2 2 50 50 100 25 25 25 50 2 6 4 50 100 150 12.0416667 11.702128 11 48 1 50 550 600 50 1. karena semakin besar produksi. Biaya produksi dalam jangka pendek Dibedakan menjadi biaya berubah & biaya tetap. Contoh: membeli mesin.  Biaya berubah total / total variable cost (TVC): keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya. Cara menaksirnya dengan melihat pendapatan tertinggi jika produsen tersebut bekerja di perusahaan lain.606061 7 38 5 50 350 400 10 1.1666667 12.3333333 16.714286 9 45 3 50 450 500 16. Biaya rata-rata.66666667 25 3 12 6 50 150 200 8.5 1.0638298 10.5151515 9.3333 4.5 5 27 7 50 250 300 7.210526316 10.090909091 10. modalnya sendiri yang digunakan dalam perusahaan.1111111 10 11. dan menyewakan bangunan kepada orang lain.8518519 9.523809524 10.667 1.3157895 9.5 10 12. dibedakan menjadi 3: 𝑇𝐹𝐶  Biaya tetap rata-rata / average fixed cost: 𝐴𝐹𝐶 = 𝑄 𝑇𝑉𝐶 𝑄  Biaya berubah rata-rata / average variable cost: 𝐴𝑉𝐶 =  Biaya total rata-rata / average total cost: 𝐴𝐶 = 𝐴𝐹𝐶 + 𝐴𝑉𝐹 = 𝑇𝐶 𝑄 Biaya marjinal / marginal cost (MC): kenaikan biaya produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi 𝑇𝐶 −𝑇𝐶 sebanyak satu unit. Biaya tersembunyi (imputed cost): taksiran pengeluaran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki perusahaan tersebut.3333 1. bahan mentah (dalam analisis biasanya biaya mendapat bahan mentah diabaikan).5 16.111111 10 47 2 50 500 550 25 1.BAB 10 – Teori Biaya Produksi Biaya produksi: semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi & bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksi perusahaan tersebut.5 Kurva biaya total TFC datar karena tidak ada perubahan.

AC2 dari a sampai b. . AVC. semakin kecil AFC. dst. menaikkan dari 6 ke 12 diletakkan di atas 9. Biaya produksi dalam jangka panjang Hanya ada biaya berubah. Untuk kurva di atas: kurva LRAC adalah AC1 sampai titik a. tidak ada biaya tetap. jika 𝑀𝐶 > 𝐴𝑉𝐶 maka 𝐴𝑉𝐶 menaik. Misal: diinginkan tingkat produksi 100  biaya paling minimum ada di titik A  gunakan kapasitas 1. Kurva LRAC dibentuk berdasarkan kurva AC yang tak hingga banyaknya. Kapasitas pabrik digambarkan oleh kurva biaya total rata-rata (AC). dan AC3 mulai dari b. Hubungan kurva MC dengan AVC & AC Kurva AVC & AC dipotong kurva MC di titik terendah masing-masing kurva. dan MC mendekati huruf U karena pengaruh hukum hasil lebih yang semakin berkurang. Jika 𝑀𝐶 < 𝐴𝑉𝐶 maka 𝐴𝑉𝐶 menurun. Kurva MC Biaya marjinal untuk menaikkan produksi dari 0 ke 2 diletakkan di atas 1. Diinginkan tingkat produksi antara 130-240  biaya paling minimum ada pada kurva AC2  gunakan kapasitas 2. Kurva biaya total rata-rata jangka panjang (long run average cost / LRAC): menunjukkan biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi jika perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas produksinya. Dst. Perusahaan harus menentukan besarnya kapasitas pabrik (plant size) untuk meminimumkan biaya produksi. Peminimuman biaya tergantung pada:  Tingkat produksi yang ingin dicapai  Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia.AFC menurun karena semakin besar jumlah produksi. AC.

Karena dalam jangka panjang selalu ada kurva lain yang dapat meminumumkan biaya produksi. Industri dengan beberapa perusahaan saja dan perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan besar. Ditunjukkan oleh kurva LRAC dari QB dan seterusnya. iii. Industri dengan banyak perusahaan dan perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan kecil. Skala ekonomi tetap ada hingga pada tingkat produksi yang sangat tinggi barulah skala tidak ekonomi muncul. Kurva LRAC berbentuk U yang lebih lebar dari kurva AC karena faktor-faktor skala ekonomi & skala tidak ekonomi. muncul permintaan untuk mengembangkan kegiatan di bidang usaha lain yang menghasilkan barang-barang atau fasilitas yang dibutuhkan perusahaan tersebut.Kurva LRAC hanya menyinggung kurva AC di titik terendah di kurva ACx. kurva AC lainnya tidak disinggung di titik terendah. Beberapa bentuk kurva LRAC i. Faktor-faktor yang menyebabkan skala ekonomi: Spesialisasi faktor-faktor produksi: tiap pekerja mengerjakan suatu pekerjaan tertentu saja  keterampilannya bertambah  produktivitas bertambah  biaya perunit semakin murah. kegiatan & organisasi perusahaan sangat kompleks  pengambilan keputusan sangat kaku & memakan waktu lama  mengurangi efisiensi kegiatan perusahaan  biaya produksi rata-rata meningkat. lalu pada tingkat produksi yang tinggi barulah skala tidak ekonomi mulai berlaku. . Memungkinkan produk sampingan diproduksi: barang residu (waste) yang banyak  diproses menjadi produk sampingan  biaya perunit keseluruhan operasi perusahaan menurun. Kenaikan produksi sedikit saja menimbulkan skala ekonomi yang menguntungkan. ii. Mendorong perkembangan usaha lain: ketika suatu perusahaan telah sangat besar. Perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa untuk perusahaan yang lebih besar akan ikut berkembang. Organisasi perusahaan sudah sangat besar  rumitnya mengatur & memimpin. namun skala tidak ekonomi sudah muncul dalam tingkat produksi yang relatif rendah. Hal ini akan mengurangi biaya perunit. Mula-mula skala ekonomi sangat menguntungkan seperti (i). Skala tidak ekonomi (diseconomies of scale): pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin tinggi. Industri dengan banyak perusahaan dan perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari yang besar & kecil. lalu kurva datar (skala tidak ekonomi belum menguasai kegiatan perusahaan). Ditunjukkan oleh kurva LRAC di antara produksi 0 sampai QB. Skala ekonomi (economies of scale): skala kegiatan produksi jangka panjang dikatakan mencapai skala ekonomi jika pertambahan produksi menyebabkan biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah. Pengurangan harga bahan mentah & kebutuhan produksi lain: produksi semakin tinggi  makin banyak bahan mentah & alat yang dibeli dan digunakan  harga semakin murah jika membeli banyak  biaya perunit semakin murah.

konsumen akan membeli pada perusahaan lain. 𝑀𝑅 = ∆𝑄 Jika harga barang tetap 3000(/6000). Pembeli memiliki pengetahuan sempurna mengenai pasar: tiap pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan harga tersebut. sehingga jika suatu perusahaan menaikkan harga jualnya tidak satupun hasil produksinya akan terjual. dll). setiap unit tambahan yang dijual akan menambahkan hasil penjualan sebanyak 3000(/6000). karena masing-masing menghadapi bentuk permintaan yang berbeda. promosi. Kurva dd elastis sempurna karena:  Hasil produksi perusahaan adalah serupa dengan perusahan lainnya. Sifat biaya produksi tiap perusahaan adalah sama. sehingga produsen tidak dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi daripada harga yang berlaku di pasar. baik legal atau lainnya (keuangan. Ciri-ciri pasar ini: Perusahaan adalah pengambil harga (price taker): suatu perusahaan tidak dapat menentukan/mengubah harga pasar. sehingga tidak ada gunanya melakukan persaingan bukan harga (misalnya persaingan iklan. Menghasilkan barang serupa/identical/homogeneous: barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak memiliki perbedaan (artinya pembeli tidak dapat membedakan yang mana hasil produsen A. ii. tetapi sifat hasil penjualannya tergantung pada struktur pasarnya. Terdapat banyak perusahaan di pasar & masing-masing relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di pasar: akibatnya perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. . Jumlah produksi dan hasil penjualan Hasil penjualan rata-rata (average revenue / 𝑇𝑅 AR): 𝐴𝑅 = 𝑄 Hasil penjualan marjinal (marginal revenue / MR): tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan jika menjual satu unit lagi barang ∆𝑇𝑅 yang diproduksinya. perusahaan tersebut akan dapat menjual habis seluruh produksinya di harga 3000.BAB 11 – Pasar Persaingan Sempurna Pasar persaingan sempurna: struktur pasar / industri dengan banyak penjual & pembeli dan setiap penjual/pembeli tidak dapat memengaruhi keadaan pasar. teknologi. harga ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan produsen & pembeli. Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk industri: sama sekali tidak ada hambatan. Hal ini karena jumlah produksi seorang produsen saja hanya sebagian kecil dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan & diperjualbelikan.  Hasil produksi perusahaan tersebut hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan barang yang diperjualbelikan di pasar. mana hasil produsen B). maka peranannya hanya kecil saja. bagi suatu perusahaan untuk keluar atau masuk industri tersebut. dll). Harga pasar tercapai di 3000 dengan kuantitas 200000 unit. Permintaan yang dihadapi perusahaan & pasar i.

5 110 9 100 1160 1260 380 11.333333 80 113. tapi dipilih 7 unit karena saat itu MR=MC.666667 63. dan biaya marjinal memiliki sifat yang sama: berbentu huruf U (pada tingkat produksi rendah biaya akan semakin menurun jika produksi meningkat. .  Biaya tetap rata-rata semakin lama semakin kecil (kurvanya menurun dari kiri atas ke kanan bawah). maka kurvanya berbentuk garis lurus.285714 75. Contoh: Jumlah Harga Hasil Penjualan Total Hasil Penjualan Total Hasil Penjualan Produksi (Q) (P) TR = P X Q Rata-Rata (AR) Marjinal (MR) 0 150 1 150 150 150 150 2 150 300 150 150 3 150 450 150 150 4 150 600 150 150 5 150 750 150 150 6 150 900 150 150 7 150 1050 150 150 8 150 1200 150 150 9 150 1350 150 150 10 150 1500 150 150 Jumlah produksi & biaya produksi Contoh: serupa seperti pada bab sebelumnya.5 97.  Biaya berubah rata-rata. Keuntungan maksimum dicapai jika produksi 6 atau 7 unit (garis tegak terpanjang antara kurva TR & TC). ketika kurva TR di bawah kurva TC berarti kerugian. 𝑇𝑅 = 𝑃 × 𝑄 Pada pasar persaingan sempurna harga tidak berubah bagaimanapun jumlah barang yang dijual perusahaan. Cara pemaksimuman keuntungan suatu perusahaan dalam jangka pendek: Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total: keuntungan maksimum jika perbedaan antara hasil penjualan total dengan biaya produksi adalah maksimum.33333 4 100 280 380 40 25 70 95 5 100 300 400 20 20 60 80 6 100 380 480 80 16. yaitu ketika TR=TC.33333333 80 7 100 530 630 150 14. biaya total rata-rata.Hasil penjualan total (total revenue / TR): seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dari menjual barang yang diproduksinya.71428571 90 8 100 780 880 250 12. Titik A & B disebut titik impas (break-even point).  Sifat biaya total sama dengan sifat biaya berubah total.8888889 140 10 100 1700 1800 540 10 170 180  Biaya berubah total mula-mula mengalami kenaikan yang lambat. setelah suatu tingkat produksi tertentu kenaikannya semakin cepat. lalu pada suatu tingkat produksi yang lebih tinggi biaya akan semakin menaik jika produksi meningkat).111111 128. Jumlah Biaya Tetap Biaya Berubah Biaya Biaya Biaya Tetap Biaya Berubah Biaya Total Produksi Total Total Total Marjinal Rata-Rata Rata-Rata Rata-Rata 0 100 0 100 1 100 100 200 100 100 100 200 2 100 180 280 80 50 90 140 3 100 240 340 60 33. Ketika kurva TR (total revenue / hasil penjualan) di atas kurva TC berarti keuntungan.

MC=MR1 di E1. Berarti biaya produksi sebesar OQAB. Misal: harga di P1. Hanya berlangsung dalam jangka pendek. Misal: harga di P0. karena barang yang dihasilkan tidak dapat menghasilkan pendapatan yang dapat menutupi biaya . Tidak ada gunanya meneruskan produksi. Perusahaan akan meneruskan produksi hingga sebesar Q (ketika MC=MR) agar kerugiannya tidak lebih besar lagi (sebesar biaya tetapnya). Perusahaan akan menambah keuntungannya ketika MR>MC (pertambahan produksi akan menambah keuntungan). Keuntungan bruto adalah keuntungan yang belum dikurangi biaya tetap. Berarti hasil penjualan melebihi biaya berubah rata-rata tetapi kelebihannya masih belum dapat menutupi biaya tetap. maka pada tingkat produksi tersebut tercapai keuntungan maksimum. Kerugian tetapi dapat membayar sebagian biaya tetap (masih bisa beroperasi): harga lebih rendah dari biaya total rata-rata tetapi lebih tinggi dari biaya berubah rata-rata. Perusahaan menutup usahanya: hasil penjualan ≤ biaya berubah. didapat keuntungan sebesar AEP0B. dicapai saat produksi Q0. Kemungkinan corak keuntungan/kerugian / keadaan keseimbangan perusahaan ada 4: Keuntungan luar biasa (melebihi normal): harga lebih tinggi dari biaya rata-rata paling minimum. penawaran pun bertambah dah harga menjadi turun. sedangkan dalam keadaan MR<MC pengurangan produksilah akan menambah keuntungan. E1 adalah titik singgung garis d1=AR1=MR1 dengan kurva AC  AC=AR1  biaya total rata-rata = hasil penjualan rata-rata  biaya total = hasil penjualan total. dan kerugian minimum yang ditanggung perusahaan adalah sebesar PEAB. Keuntungan yang diperoleh adalah seluas EABC. karena dalam jangka panjang keuntungan tersebut akan menarik masuknya perusahaan baru. Keuntungan normal / biasa: hasil penjualan total sama dengan biaya total (termasuk biaya eksplisit & tersembunyi).Jumlah Biaya Tetap Biaya Berubah Produksi (Q) Total Total 0 100 0 1 100 100 2 100 180 3 100 240 4 100 280 5 100 300 6 100 380 7 100 530 8 100 780 9 100 1160 10 100 1700 Biaya Biaya Harga Hasil Penjualan Total Hasil Penjualan Jumlah Tambahan Total Marjinal (MC) (P) TR = P X Q Marjinal (MR) Keuntungan Bruto Keuntungan 100 150 200 100 150 150 150 50 50 280 80 150 300 150 120 70 340 60 150 450 150 210 90 380 40 150 600 150 320 110 400 20 150 750 150 450 130 480 80 150 900 150 520 70 630 150 150 1050 150 520 0 880 250 150 1200 150 420 -100 1260 380 150 1350 150 190 -230 1800 540 150 1500 150 -200 -390 Menunjukkan keadaan di mana hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal (MC=MR). hasil penjualan sebesar OQEP. 𝑇𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑇𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 − 𝑇𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 MC=MR pada jumlah produksi 7.

maka harga pasar P0 & kuantitas 40000 (tiap perusahaan produksi 40 & untung normal)  permintaan bertambah menjadi D1  harga naik menjadi P1 & kuantitas 48000 (tiap perusahaan produksi 48)  perusahaan untung lebih dari normal  menarik perusahaan-perusahaan baru masuk dalam industri  penawaran bertambah menjadi S1  harga turun kembali menjadi P0 & kuantitas 60000  masing-masing perusahaan produksi 40 kembali  ada 1500 perusahaan dalam industri. Operasi perusahaan & industri dalam jangka panjang Perubahan akibat kenaikan permintaan Mula-mula di industri terdapat 1000 perusahaan. P3 & P4: perusahaan sudah mendapat keuntungan luar biasa. Penawaran & permintaan S0 & D0. yaitu Q3 & Q4. yaitu Q2.tetap. P1: perusahaan dalam keadaan shutdown tetapi tidak ingin menutup perusahaan. Apabila dalam jangka pendek perusahaan tidak dapat menjual hartanya. masing-masing dengan kurva biaya (i). berarti perusahaan berada dalam tahap menghentikan kegiatan produksi / shutdown. Produksi dilanjutkan hingga mencapai MC=MR. Biaya marjinal (MC) & kurva penawaran: kurva MC suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna adalah kurva penawaran dari perusahaan tersebut (sifatnya sama. Kurva penawaran industri: seluruh jumlah penawaran dari semua perusahaan yang ada dalam industri tersebut. yaitu Q1. P2: perusahaan meminimumkan kerugian dengan memproduksi hingga mencapai kondisi MC=MR. Untuk mencapai keuntungan maksimum dilakukan produksi pada kondisi MC=MR. yaitu menggambarkan bagaimana perubahan harga mempengaruhi produksi/penawaran). . belum membubarkan. untuk meminimumkan kerugian.

E1. maka harga pasar P0 & kuantitas 40000 (tiap perusahaan produksi 40 & untung normal)  permintaan berkurang menjadi D1  harga turun menjadi P1 & kuantitas 34000 (tiap perusahaan produksi 34)  perusahaan rugi  sebagian shutdown  penawaran berkurang menjadi S1  harga naik kembali menjadi P0 & kuantitas 28000  masingmasing perusahaan produksi 40 kembali  ada 700 perusahaan dalam industri.E2 didapat kurva SS yang menaik.E1. ada 700 perusahaan)  lalu permintaan naik menjadi D2  dst.E2 didapat kurva SS yang sejajar sumbu datar. Dari E0. Berdasarkan sifat perubahan biaya produksi dalam jangka panjang. berarti kuantitas 28000. Contoh seperti di atas. masing-masing dengan kurva Kesimpulan: dalam jangka panjang perusahaan dalam pasar persaingan sempurna cenderung memperoleh untung normal saja. ada 600 perusahaan)  lalu permintaan naik menjadi D1  perusahaan menambah faktor produksi yang digunakan  harga faktor produksi naik  biaya produksi perunit naik  dicapai keseimbangan pada harga P1  kuantitas 42000 (tiap perusahaan produksi 60. berarti kuantitas 6000  lalu permintaan turun menjadi D2  harga turun  proses penyesuaian jangka pendek  harga kembali menjadi P0  keseimbangan baru di E2. kurva penawaran industri dalam pasar persaingan sempurna dibedakan menjadi: Industri biaya tetap: dalam jangka panjang biaya produksi perusahaan (kurva AC & MC) adalah tetap. Penawaran & permintaan S0 & D0.Perubahan akibat penururan permintaan biaya (i). Mula-mula di industri terdapat 1000 perusahaan. berarti kuantitas 40000  lalu permintaan naik menjadi D1  harga naik  proses penyesuaian jangka pendek  harga kembali menjadi P0  keseimbangan baru di E1. semakin tinggi biaya produksi perunit karena kenaikan harga faktor produksi. harga tetap pada P0 karena penyesuaian-penyesuaian Mula-mula permintaan D0 dan harga P0  keseimbangan di E0. Mula-mula permintaan D0 dan harga P0  keseimbangan di E0. Dari E0. Kurva penawaran industri dalam jangka panjang: biaya produksi dipengaruhi oleh kenaikan harga faktor produksi & inflasi. Industri biaya menurun: dalam jangka panjang biaya produksi menurun karena kemajuan teknologi dalam industri tersebut atau perbaikan industri lain (permintaan bahan mentah bertambah banyak. berarti kuantitas 30000 (tiap perusahaan produksi 50. Industri biaya meningkat: dalam jangka panjang semakin banyak barang yang dihasilkan. industri lain .

Misal dibutuhkan banyak rumah murah. kadang timbul kerugian. Dibedakan menjadi 2 konsep: Efisiensi produktif: untuk setiap tingkat produksi biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum & industri secara keseluruhan memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah (titik terendah di kurva AC) Efisiensi alokatif: harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut (harga=biaya marjinal). Mula-mula permintaan D0 & kurva produksi perusahaan AC0  harga mencapai P0 & keseimbangan di E0  lalu permintaan naik menjadi D1  perusahaan harus menambah produksi  kenaikan permintaan atas bahan mentah  industri penyedia bahan mentah dapat menikmati skala ekonomi & menjual bahan mentah dengan lebih murah  biaya produksi menurun menjadi AC1  harga mencapai P1 & keseimbangan di E1  lalu permintaan naik menjadi D2  dst. sehingga pilihan sangat terbatas. sehingga dicapai kesejahteraan masyarakat yang maksimum. Ketidakkekalan keuntungan membuat perusahaan tidak terdorong untuk berinovasi. Dan untuk mencapai keuntungan maksimum harus dipenuhi MR=MC. Contoh:  Kasus 1: untuk barang X berlaku P>MC dan barang Y P<MC.tersebut dapat menikmati skala ekonomi dan dapat menjual bahan mentah dengan harga yang lebih murah) yang menghasilkan barang mentah untuk industri tersebut. maka alokasi sumber daya yang efisien akan menguntungkan golongan kaya (efisiensi maksimum tetapi tidak memaksimumkan kepentingan seluruh masyarakat). Kebaikan pasar persaingan sempurna Memaksimumkan efisiensi: dalam pasar persaingan sempurna dalam jangka panjang selalu didapat keuntungan normal. dll. Sedemikan rupa sumber daya dialokasikan untuk meningkatkan produksi kedua barang sehingga dicapai P=MC. Efisiensi dalam ekonomi: seluruh sumber daya yang tersedia sepenuhnya digunakan & penggunan tersebut telah memaksimumkan kesejahteraan masyarakat. Keburukan pasar persaingan sempurna Tidak mendorong inovasi: ketika suatu perusahaan mengembangkan teknologi (sehingga keuntungannya lebih dari normal). sedemikian rupa sehingga dicapai P=MC.  Kasus 2: untuk barang X & Y berlaku P>MC. Menimbulkan biaya sosial: ketika suatu perusahaan meningkatkan efisiensinya. misalnya masalah lingkungan yang kemudian merugikan masyarakat. Membatasi pilihan konsumen: barang yang dihasilkan perusahaan-perusahaan adalah 100% sama.E2 didapat kurva SS yang menurun. Berarti memproduksi barang X akan menambah keuntungan & produksi barang Y harus dikurangi untuk menambah keuntungan. maka pengusaha akan menghasilkan rumah mewah. lebih banyak sumber daya digunakan untuk memproduksi barang X daripada barang Y. Distribusi pendapatan tidak selalu merata: corak distribusi pendapatan  menimbulkan pola permintaan tertentu  menentukan pola alokasi sumber daya.E1. Kebebasan bertindak & memilih: tidak ada pihak yang berkuasa menentukan hal-hal di pasar. dan diketahui P=MR. Maka agar tercapai kesejahteraan maksimum. dalam waktu singkat perusahaan lain dapat meningkatkan teknologinya pula. Jika distribusi pendapatan tidak merata. maka berlaku P=MC (efisiensi alokatif tercapai). Dari E0. sehingga keuntungan kembali normal. Maka dalam pasar persaingan sempurna penggunaan sumber daya efisien. Biaya produksi lebih tinggi: biaya produksi dalam pasar lainnya dapat lebih rendah karena pengembangan inovasi. . tetapi pasar menunjukkan bahwa rumah mewah lebih mudah dijual. yaitu bila biaya produksi paling minimum (efisiensi produktif tercapai).

Dapat memengaruhi penentuan harga (price setter): dengan cara kendali atas produksi & jumlah barang yang ditawarkan. Ciri-ciri pasar monopoli: Industri satu perusahaan: pembeli tidak punya pilihan lain jika ingin membeli barang yang dihasilkan perusahaan tersebut. yaitu semakin tinggi harga. Biasanya memperoleh keuntungan melebihi normal karena perusahaan-perusahaan lain sulit untuk memasuki pasar tersebut. Jika tidak ada peraturan ini. kepentingan masyarakat akan dimaksimumkan jika secara bersamaan perusahaan diberi kesempatan menikmati skala ekonomi tersebut & menjual produksinya dengan harga murah. Pemaksimuman keuntungan dalam monopoli Sifat permintaan. dan penjualan Permintaan dalam industri juga adalah permintaan atas produksi permintaan perusahaan monopoli (karena memang hanya ada satu perusahaan). nilainya sama hanya saat 6 8 48 -2 7 6 42 -6 produksi satu unit. produksi. misalnya perusahaan jasa umum. Sifat permintaannya umum. Dapat menikmati skala ekonomi hingga tingkat produksi sangat tinggi: teknologi canggih  produksi efisien hanya tercapai jika jumlah produksi sangat besar  perusahaan hanya dapat menikmati skala ekonomi jika tingkat produksi sangat tinggi  saat perusahaan mencapai biaya produksi minimum. semakin sedikit permintaan (dan sebaliknya). dll. Contoh: Produksi Harga Hasil Penjualan Hasil Penjualan Jika mengikuti sifat permintaan umum. perusahaan monopoli bisa saja menikmati skala ekonomi sepenuhnya namun tidak menjual produksinya dengan murah dan berujung merugikan masyarakat. iklan hanya untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat. harga. modal sangat besar.  Hak usaha eksklusif (exclusive franchise): jika skala ekonomi hanya diperoleh perusahaan saat mencapai tingkat produksi yang sangat tinggi.BAB 12 – Monopoli Pasar monopoli: suatu bentuk pasar dengan hanya satu perusahaan saja dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. jumlah produksi hampir menyamai jumlah permintaan di pasar  perusahaan dapat menurunkan harga barang jika produksi semakin tinggi  perusahaan baru tidak sanggup ikut bersaing. Promosi iklan kurang diperlukan: tidak diperlukan karena pembeli memang terpaksa membeli pada perusahaan tersebut. namun 0 20 01 18 18 18 pertambahannya (hasil penjualan marjinal) 2 16 32 14 semakin berkurang. maka: Total Marjinal Hasil penjualan total akan bertambah. 8 4 32 -10 9 10 2 0 18 0 -14 -18 . kereta api. listrik. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan oleh monopoli tersebut. Kekuasaan monopoli diperoleh dari peraturan pemerintah:  Peraturan paten & hak cipta (copy rights): diberikan untuk perusahaan yang mengembangkan barang baru (agar teknologi yang susah payah dikembangkannya tidak dijiplak). Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri: ini adalah sebab utama timbulnya perusahaan yang memiliki kekuasaan monopoli. 3 14 42 10 4 12 48 6 Umumnya hasil penjualan marginal lebih 5 10 50 2 rendah dari harga. Faktor-faktor yang menimbulkan suatu perusahaan monopoli: Memiliki sumber daya unik yang tidak dimiliki perusahaan lain: misalnya memiliki seluruh / sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Kedaan tersebut adalah monopoli alamiah (natural monopoly). teknologi tidak adak berkembang (karena besarnya biaya mengembangkan teknologi akan merugikan jika teknologi itu dapat dengan mudah dijiplak) dan pertumbuhan ekonomi terhambat. Langkah pemerintah untuk menciptakan keadaan tersebut: o Memberi hak monopoli untuk suatu perusahaan dalam kegiatan tertentu o Menentukan harga/tarif rendah atas barang/jasa yang diproduksinya Jika tidak ada langkah ini. Misalnya halangan karena dibatasi undang-undang. atau teknologi sangat canggih. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip (close subtitute). Contoh: perusahaan air minum.

Kurva permintaan. Titik C pada kurva D elastistasnya 1 (uniter). AB: TR menurun saat jumlah produksi naik (harga turun). dan penjualan marjinal OA: TR meningkat saat jumlah produksi naik (harga turun). Dalam pasar monopoli biaya marjinal tidak menunjukkan sifat kurva penawaran. berarti kurva D dari C ke bawah tidak elastis (elastisitas<1).Pendekatan hasil penjualan total – biaya total dan MC=MR Produksi Harga Hasil Penjualan Hasil Penjualan Biaya Tetap Biaya Keuntungan Harga Total Marjinal Total Total Marjinal 0 20 04 4 -4 1 18 18 18 4 16 2 12 2 16 32 14 4 26 6 10 3 14 42 10 4 34 8 8 4 12 48 6 4 40 8 6 5 10 50 2 4 46 4 6 6 8 48 -2 4 54 -6 8 7 6 42 -6 4 64 -22 10 8 4 32 -10 4 76 -44 12 9 2 18 -14 4 90 -72 14 10 0 0 -18 4 106 -106 16 Keuntungan maksimum pada produksi 3 atau 4. berarti kurva D dari C ke atas elastis (elastisitas>1). Kemungkinan keuntungan Untung melebihi normal Untung normal Rugi: masih dapat membayar sebagian biaya tetap ataupun hingga tidak dapat menutupi sebagian biaya berubah. tetapi dipilih 4 karena saat itu MC=MR. . penjualan total.

Sehingga penjualan menjadi lebih banyak & keuntungan pun maksimum. namun dibedakan dari kemasannya atau harganya. biaya produksi tidak berubah (MC tetap). maka haruslah MRd = MRw = OM  berarti menjual sebanyak Qd dengan harga Pd di dalam negeri dan menjual sebanyak Qw dengan harga Pw di luar negeri. MR = MRd + MRw. hasil penjualan marjinal MR0. ahli hukum. D = Dd + Dw.Mula-mula permintaan D0D0. Pasar internasional: biasanya harga penjualan di luar negeri lebih rendah daripada harga penjualan di dalam negeri karena masalah persaingan. Berarti keuntungan maksimum dicapai pada produksi Q dan harga P0  lalu permintaan berubah menjadi D1D1 & hasil penjualan marjinal MR1. Contoh-contoh Perusahaan monopoli pemerintah: PLN menetapkan tarif berbeda untuk listrik konsumsi rumah tangga & perusahaan. Keuntungan maksimum dicapai jika MR = MC. atau guru privat menetapkan tarif yang fleksibel. Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak rasional konsumen: misalnya produsen menjualn barang yang sama kepada konsumen kaya dan lainnya. karena mereka dapat menetapkan tarif berdasarkan kemampuan konsumen untuk membayar. sementara jika elastis akan ditetapkan harga yang rendah. Syarat-syarat Barang tidak dapat dipindahkan dari suatu pasar ke pasar lain: kebijakan ini tidak akan efektif jika barang dapat dibawa dari pasar yang lebih murah ke pasar yang lebih mahal (perusahaan pun tidak dapat menjual barang yang memang disediakan untuk pasar yang lebih mahal tersebut karena harganya lebih tinggi). Sifat barang/jasa tersebut memungkinkan untuk dilakukannya diskriminasi harga: biasanya jasa perorangan (dokter. (Q = Qd + Qw)  Didapat keuntungan PdCAB (di dalam negeri) & PwCMN (di luar negeri). yaitu saat produksi sebanyak Q dan hasil penjualan marjinal adalah OM  Untuk memaksimalkan keuntungan di kedua pasar. Pengendalian harga dalam monopoli alamiah . dll). Sifat permintaan & elastisitas permintaan di masing-masing pasar harus sangat berbeda: jika permintaan tidak elastis akan ditetapkan harga yang tinggi. Jasa-jasa profesional: dokter spesialis. Diskriminasi harga Terkadang perusahaan monopoli berkesempatan menjual barangnya di dua pasar (misal dalam & luar negeri) yang berbeda sifatnya. Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang lebih besar dari tambahan keuntungan yang diperoleh: misalnya biaya mengangkut barang atau iklan. dan biaya marjinal MC. ahli hukum. Berarti keuntungan maksimum dicapai pada produksi Q dan harga P1 (harga lebih rendah)  terlihat bahwa ada 2 tingkat harga (P0 & P1) tetapi hanya ada 1 tingkat produksi/penawaran (Q)  oelh karena itu kurva penawaran untuk suatu perusahaan monopoli tidak dapat digambarkan. Untuk memaksimumkan keuntungannya dijalankan kebijakan diskriminasi harga.

maka harga Pm. Untuk perusahaan yang memperoleh kekuasaan monopolinya dari teknologi. Kesimpulan: harga & jumlah barang di pasar monopoli lebih besar. maka masingmasing pasar memiliki kuantitas & harga masing-masing Qs & Ps dan Qm & Pm. menambah keuntungan. Tiap perusahaan mendapat untung normal (Ps=AC minimum=titik potong AC dengan MC). maka pemerintah memberikan subsidi. Misal awalnya biaya produksi kedua pasar sama.  Harga di pasar monopoli lebih tinggi. Berarti kurva MC pasar monopoli terletak di sebelah kanan kurva MC pasar persaingan sempurna). Perkembangan teknologi & inovasi pasar monopoli Tidak berkembang: karena tidak ada tekanan persaingan. Campur tangan pemerintah: Kita ketahui efisiensi alokatif dicapai jika P=MC. . perusahaan akan cenderung memproduksi sebanyak Q0 (saat MC=MR). dan mengurangi harga. karena pasar monopoli cenderung dapat menikmati skala ekonomi hingga tingkat produksi yang sangat tinggi (dapat memproduksi dengan murah. Maka dicapai kuantitas & harga baru yaitu Qn & Pn. Karena pasar monopoli dapat menikmati skala ekonomi hingga tingkat produksi tinggi. Hal ini merugikan masyarakat karena kebutuhannya tidak terpenuhi dan harga mahal. Jika biaya produksi berbeda Kenyataannya kurva biaya produksi kedua pasar adalah berbeda. Jumlah barang di pasar monopoli lebih sedikit. maka kurva ACnya berada di bawah kurva AC pasar persaingan sempurna.Jika tidak dikendalikan.Maka Pm>MC (efisiensi alokatif tidak tercapai). perusahaan monopoli tidak akan mengembangkan teknologi ketika tidak diperlukan. Berkembang: karena untuk mengurangi biaya produksi perunit. Masyarakat pun diuntungkan namun keuntungan perusahaan tidak lagi maksimum atau bahkan dapat rugi. sehingga didapat keuntungan maksimum (C0P0E0A0). maka kurva AC & MC nya berubah menjadi AC1 & MC1. Pasar monopoli: keadaan MC=MR saat kuantitas Qm. Maka Ps=MC (efisiensi alokatif tercapai). Perbandingan efisiensi pasar monopoli & pasar persaingan sempurna Jika biaya produksi sama Pasar persaingan sempurna: kuantitas & harga adalah Qs & Ps. Produksi tersebut sangat rendah jika dibandingkan dengan kapasitas optimal produksi yaitu Qx (kapasitas optimal: penggunaan kapasitas pada tingkat biaya produksi paling minimum). Misal pemerintah menetapkan produksi sebanyak Qm (maka harga Pm). Menetapkan produksi di tingkat P=AC & perusahaan mendapat untung normal. Kesimpulan:  Pasar persaingan sempurna lebih efisien dalam menggunakan sumber daya.  Biaya produksi perunit (AC) di pasar monopoli lebih tinggi. yaitu saat produksi sebanyak Q2 & harga P2. maka ia akan cenderung terus mengembangkan teknologinya untuk mempertahankan kekuasaannya.

Jangka panjang: keuntungan lebih dari normal  menarik perusahaan baru masuk ke pasar  permintaan yang dihadapi tiap perusahaan menjadi berkurang  kurva D & MR bergeser ke kiri  terus bergeser hingga perusahaan hanya mendapat untung normal. yaitu belum mencapai titik terendah kurva AC. yaitu persaingan sempurna & monopoli. Persaingan promosi penjualan sangat aktif: untuk mempengaruhi cita rasa pembeli dilakukan persaingan bukan-harga (non-price competition) seperti iklan. Perbedaan inilah yang menimbulkan kekuasaan monopoli walaupun kecil. Adalah pasar dengan banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). dll. bukan curam). Perbedaannya dengan keadaan untung normal pada pasar persaingan sempurna:  Harga & biaya produksi di pasar persaingan monopolistis lebih tinggi. Kurva MR di bawah kurva permintaan. perbaikan mutu & desain. Masuk ke dalam industri relatif mudah: tidak sesulit masuk ke pasar monopoli dan tidak semudah masuk ke pasar persaingan sempurna. berarti jika perusahaan menaikkan/menurunkan harga maka jumlah barang yang dijual menjadi sangat berkurang/bertambah. Kerugian  perusahaan keluar dari pasar  permintaan yang dihadapi tiap perusahaan menjadi bertambah  kurva D & MR bergeser ke kanan  terus bergeser hingga perusaan hanya mendapat untung normal. bisa saja pembeli masih mau membelinya. jasa setelah penjualan (after-sale service). Perusahaan memiliki sedikit kekuasaan mempengaruhi harga: barang-barang berbeda corak  pembeli dapat memilih lebih menyukai suatu barang  jika harga barang tersebut dinaikkan. pengemasan. suatu barang yang tidak terlalu dipilih pembeli bisa saja tetap tidak dibeli walau harganya diturunkan.  Kegiatan produksi di pasar persaingan monopolistis belum mencapai optimal. yaitu produksi masing-masing perusahaan dapat dibedakan baik secara fisik. dan tidak ada satu perusahaan yang jauh lebih besar daripada perusahaan lainnya (semuanya relatif sama besar). Sehingga barangbarang dalam pasar tersebut saling bersifat pengganti sempurna (perfect substitute) (hanya pengganti yang dekat/close substitute). . Jangka pendek: bisa terjadi keuntungan lebih dari normal ataupun kerugian. Dalam pasar persaingan monopolistis permintaan yang dihadapi bukan permintaan dari keseluruhan pasar. Ciri-ciri pasar persaingan monopolistis: Terdapat banyak penjual tetapi tidak sebanyak pasar persaingan sempurna. Sebaliknya. sehingga memiliki unsur-unsur dari keduanya.BAB 13 – Persaingan Monopolistis Pasar persaingan monopolistis: pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem. Barangnya bersifat berbeda corak. Kesulitannya adalah modal dan keharusan memproduksi barang yang berbeda/lebih menarik. ataupun cara pembayaran. Keseimbangan dalam pasar persaingan monopolistis: Kurva permintaan turun sedikit demi sedikit (lebih mendatar. tetapi sebagian saja. Sehingga produksi satu perusahaan relatif sedikit jika dibandingkan dengan keseluruhan produksi di pasar.

karena tidak ada yang mendapat keuntungan berlebihan dalam jangka panjang. Dalam pasar persaingan monopolistis. Keseimbangan di A. Mendorong perusahaan untuk terus memperbaiki mutu barangnya: agar tidak kalah dengan mutu barang perusahaan lain. Distribusi pendapatan lebih merata. Persaingan bukan-harga terbagi 2: Diferensiasi produksi: menciptakan barang sejenis yang berbeda coraknya dengan produksi perusahaan lain. majalah. Kasus 2: permintaan menjadi D3  keseimbangan berubah menjadi di C (kuantitas naik tetapi harga turun). Iklan & biaya produksi Sebelum pengiklanan: biaya produksi AC. Perkembangan teknologi & inovasi di pasar persaingan monopolistis Dorongan melakukan perkembangan teknologi sangat terbatas karena dalam jangka panjang perusahaan hanya mendapat untung normal. tidak menekankan pada hasil produksinya. Iklan & promosi penjualan.  Menekankan kualitas produk secara persuasive (competitive advertising): bersifat untuk mempertahankan kedudukan di pasar. baik efisiensi produktif ataupun alokatif. permintaan D1. Sisi positif pengiklanan: Membantu konsumen membuat pilihan yang lebih baik tentang barang yang akan dibeli: misal memberi info tentang mutu atau tempat membelinya. surat kabar. desain. Kasus 1: permintaan menjadi D2  keseimbangan berubah menjadi di B (kuantitas naik tetapi harga naik)  dianggap penghamburan karena menaikkan biaya produksi tanppa perubahan apapun pada barang. merek. tujuannya adalah:  Memberi informasi kepada konsumen tentang produk (information advertising): bersifat mengenalkan. Dari kurva didapat kesimpulan: Keduanya sama-sama mendapat untung normal Di pasar persaingan monopolistis biaya produksi & harga lebih tinggi dan jumlah produksi lebih rendah (sehingga kapasitas produksi yang digunakan di bawah optimal) Pasar persaingan sempurna lebih efisien. dll. Dapat juga untuk menghindari larangan pengiklanan dari pemerintah (contoh: iklan rokok). . Misalnya beda mutu. dll): pemasukan untuk perusahaan komunikasi masa ini dapat mengurangi subsidi pemerintah untuk mereka dan menurunkan harga surat kabar/majalah. Menaikkan kesempatan kerja: promosi iklan  jumlah produksi naik  lebih banyak tenaga kerja dibutuhkan. Membantu perusahaan komunikasi masa (radio.Efisiensi penggunaan sumber daya dalam jangka panjang Dimisalkan biaya produksi dalam perusahaan di kedua pasar (persaingan sempurna & persaingan monopolistis) adalah sama (ACs=ACm & MCs=MCm). mode. Setelah pengiklanan: biaya produksi naik menjadi AC1.  Memelihara hubungan baik dengan konsumen: mengenalkan pada konsumen tentang kegiatankegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut. tetapi keuntungan lebih dari normal dalam jangka pendek dapat mendorong pengembangan teknologi & inovasi. iklan yang digunakan adalah poin pertama & kedua. tv.

. Pengaturan kegiatan periklanan agar tidak menghambat perusahaan baru untuk masuk industri. Bukan cara yang efektif untuk menambah jumlah pekerjaan di perekonomian: kebijakan fiskal & moneter adalah lebih efektif. Tidak selalu memberi informasi yang benar: iklan selalu menyatakan bahwa barang yang dipromosikan tersebut labih istimewa daripada barang sejenis lainnya yang ada di pasar.Sisi negatif pengiklanan: Penghamburan: karena dapat menaikkan biaya produksi perunit tambah perubahan apapun pada suatu barang. Dibuat peraturan agar lebih banyak iklan yang bersifat memberi penerangan tentang produk. berarti sebenarnya iklan tidak menambah jumlah barang yang diproduksi & dijual kepada konsumen. hal ini berarti mengurangi hasil penjualan perusahaan lain. Dapat menghambat perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri: menurunnya permintaan & efisiensi kegiatan suatu perusahaan karena iklan perusahaan lainnya membuat perusahaan baru enggan masuk ke industri. Langkah-langkah penting untuk memaksimumkan efek positif & menghindari efek negatif iklan: Iklan harus memberi keterangan yang jujur & benar. Pandangan lain yaitu walau penjualan suatu perusahaan bertambah.

Perusahaan oligopoli yang menghasilkan barang standar melakukan sedikit iklan. jika perusahaan lain ikut menurunkan harga maka permintaan perusahaan tersebut menjadi ke titik A2 (tidak sampai kehilangan langganan). ataupun barang berbeda corak (differentiated product). Penaikan harga oleh suatu perusahaan akan menyebabkannya kehilangan pembeli. Penentuan harga & produksi tanpa persepakatan di pasar oligopoli Ciri perkaitan antar perusahaan: Penurunan harga oleh suatu perusahaan menyebabkan perusahaan lain ikut menurunkan harga agar tidak kehilangan pembeli. mula-mula harga di pasar P0 (berarti jumlahnya Q0). Jika perusahaan lain tidak ikut menurunkan harga maka permintaan perusahaan tersebut menjadi ke titik C1 (pembeli dari perusahaan lain pindah membeli ke perusahaan yang lebih murah & pembeli beralih dari barang pengganti). Menghasilkan barang standar (standardized product). biasanya di industri bahan mentah. Kekuasaan menentukan harga kadang lemah kadang kuat: tanpa kerjasama (persepakatan) antar perusahaan kekuasaan menentukan harga menjadi lemah. maka kurva D suatu perusahaan di pasar oligopoli adalah D1ED2 dengan kurva MR adalah MR1 sampai titik A1 & MR2 dari titik A2. Golongan perusahaan raksasa tersebut saling mempengaruhi satu sama lain (mutual interpendence). Ciri-ciri pasar oligopoli: Hanya terdiri dari beberapa perusahaan saja. Efek penurunan harga: misal perusahaan tersebut menurunkan harga menjadi P1. . Umumnya perlu melakukan promosi iklan: perlu dilakukan oleh perusahaan oligopoli yang menghasilkan barang berbeda corak untuk menarik pembeli baru & mempertahankan pembeli lama. Kurva permintaan terpatah (kinked demand curve) Misal D1D1 & D2D2 kurva permintaan suatu perusahaan jika perusahaan lain tidak melakukan perubahan harga & melakukan perubahan harga. Jika hanya terdiri dari 2 produsen saja disebut duopoli. biasanya di industri barang akhir. Jika perusahaan lain tidak ikut menaikkan harga maka permintaan perusahaan tersebut menjadi ke titik A1 (kehilangan langganan). hanya untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat. jika perusahaan lain ikut menurunkan harga maka permintaan perusahaan tersebut menjadi ke titik C (pembeli beralih dari barang pengganti saja). yaitu ada kelompok perusahaan raksasa & perusahaan kecil. Efek kenaikan harga: misal perusahaan tersebut menaikkan harga menjadi P3.BAB 14 – Oligopoli Pasar oligopoli: pasar dengan beberapa perusahaan saja. sementara perusahaan lain yang tidak menaikkan harga akan bertambah pembelinya. Berdasarkan ciri perkaitan antar perusahaan.

Namun pada awalnya luas pasaran hanya sebagian kecil dari perusahaan yang sudah ada. maka dilakukan persaingan dalam pengembangan barang-barang agar tetap memiliki keistimewaan-keistimewaan tertentu. Biaya produksi di tiap tingkat produksi yang dikeluarkan perusahan baru lebih tinggi daripada perusahaan lama (kurva AC lebih tinggi) (biaya berbeda walau tingkat produksi sama). Penilaian atas pasar oligopoli: Efisiensi penggunaan sumber daya:  Dari segi syarat MC=P=MR=titik terendah AC: pasar oligopoli tidak efektif karena umumnya produksinya tidak mencapai titik terendah AC. sehingga tersedia dana untuk membiayai pengembangan teknologi & inovasi. Hambatan untuk masuk ke pasar oligopoli: Perusahaan dapat menikmati skala ekonomi pada tingkat produksi sangat tinggi: jika permintaan di pasar bertambah maka ini adalah kesempatan baik bagi perusahaan baru untuk memenuhi permintaan tersebut. Hal ini adalah hambatan tersendiri untuk perusahaan baru. cenderung tetap di tingkat harga semula).  Dalam pasar oligopoli diproduksi berbagai barang sejenis. Perkembangan teknologi & inovasi: terdapat cukup dorongan untuk pengembangan karena  Adanya untung lebih dari normal yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang (karena sulitnya perusahaan baru masuk ke pasar). sehingga pasarannya meliputi golongan masyarakat yang luas. Maka tingkat hatga di pasar oligopoli dengan tidak ada persepakatan antar perusahaan bersifat rigid (sukar berubah. maka biaya produksi lebih tinggi dari perusahaan yang sudah ada (biaya berbeda karena tingkat produksi berbeda). Di pasar persaingan sempurna terdapat banyak perusahaan.Pemaksimuman keuntungan Selama kurva MC memotong kurva MR di antara titik A1 & A2 maka harga & jumlah produksi yang memaksimumkan keuntungan tidak akan berubah.  Dara segi skala ekonomi yang dapat dinikmati hingga tingkat produksi sangat tinggi: pasar oligopoli lebih efektif daripada pasar persaingan sempurna karena hanya terdiri dari beberapa perusahaan.  Jumlah barang yang diperjualbelikan lebih sedikit daripada di pasar persaingan sempurna.  Perang harga hanya akan merugikan perusahaan. Kesulitan muncul apabila perusahaan baru tidak mampu bersaing dengan menawarkan barang lain yang jauh lebih baik. berarti masing-masing perusahaan hanya memproduksi di tingkat yang rendah sehingga tidak dapat menikmati skala ekonomi. Namun hal ini merugikan konsumen karena:  Harga barang lebih tinggi daripada harga jika persaingan lebih luas. . Hal ini karena:  Perusahaan lama sudah mengumpulkan pengetahuan yang mendalam tentang produksi dari pengalaman di masa lalu  Para pekerjanya sudah berpengalaman sehingga lebih produktif  Perusahaan lama sudah dikenal bank & para penyedia bahan mentah sehingga dapat kredit yang lebih baik & bahan mentah lebih murah Keistimewaan hasil produksi yang telah ada di pasar:  Sudah terkenal (product recognition): masyarakat sudah percaya & menghargai barang tersebut. Keuntungan perusahaan: untung lebih dari normal dapat dicapai. Cara pencegahan: peraturan untuk melarang penggabungan perusahaan untuk mengendalikan harga & produksi sehingga persaingan di pasar oligopoli tetap sehat.  Rumit (product complexity): barang terdiri dari komponen-komponen yang banyak sehingga sukar untuk membuat & memperbaikinya. Perusahaan baru yang tidak mempunyai pengetahuan tentang barang tersebut tidak akan mampu bersaing walaupun memiliki modal. persaingan umumnya hanya di antara perusahaan-perusahaan yang sudah ada di pasar (terbatas).

Pemisalan-pemisalan yang digunakan: Perusahaan menjual barangnya di pasar persaingan sempurna. . Teori permintaan terhadap faktor produksi: analisis sikap pengusaha dalam meminta (menggunakan) suatu faktor produksi. sewa. misalnya tenaga kerja. hasil penjualannya adalah jumlah seluruh pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan di perusahaan tersebut  pendapatan nasional (nilai seluruh barang/jasa yang diproduksi perusahaan-perusahaan di negara tersebut) adalah jumlah pendapatan berbagai faktor produksi yang ada di perekonomian. tetapi pertambahannya semakin lama semakin mengecil (hukum hasil lebih yang semakin berkurang). Penentuan pendapatan & distribusi pendapatan: faktor produksi disediakan oleh rumah tangga. Perusahaan membeli faktor produksi yang dapat mengalami perubahan tersebut dari pasar faktor produksi yang bersifat persaingan sempurna. berarti harga barang tidak berubah walau jumlah barang ditambah. memaksimumkan keuntungan. MRP = harga faktor (biaya marjinal faktor) = Marginal Revenue Product. dsb. Tingkat produksi & hasil penjualan Jumlah Produksi Fisik Produksi Fisik Harga Harga Penjualan Hasil Penjualan Pekerja (L) Total (TPP) Marjinal (MPP) Barang (P) Produksi Total (TRP) Produksi Marjinal (MRP) 0 05000 01 24 24 5000 120000 120000 2 45 21 5000 225000 105000 3 63 18 5000 315000 90000 4 78 15 5000 390000 75000 5 90 12 5000 450000 60000 6 99 9 5000 495000 45000 7 105 6 5000 525000 30000 8 108 3 5000 540000 15000 9 108 0 5000 540000 0 TPP/fungsi produksi: Total Physical Product. keuntungan).BAB 15 – Permintaan Terhadap Faktor-Faktor Produksi Pentingnya analisis penentuan harga faktor produksi Pengalokasian faktor produksi untuk mencapai tingkat produksi yang memaksimumkan kesejahteraan masyarakat. Pendapatan nasional menunjukkan nilai agregat produksi nasional & pendapatan masing-masing faktor produksi (bagian yang diterima pekerja. sebagai imbalannya mereka akan memperoleh pendapatan. Hanya 1 faktor produksi yang jumlah penggunaannya dapat diubah-ubah. Teori penentuan harga faktor-faktor produksi disebut teori distribusi. Pertambahan tenaga kerja terus menerus akan menambah produksi. MPP: Marginal Physical Product. TRP: Total Revenue Product. bunga. Jumlah pendapatan yang didapat oleh faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan suatu barang sama dengan harga barang tersebut  Dalam suatu perusahaan.

Kurva MRP dapat juga disebut kurva permintaan tenaga kerja/faktor produksi (Df). Maka untuk memaksimumkan keuntungan digunakan 5 pekerja. yaitu 30000. berarti masih diperoleh untung. berarti rugi.  Hukum hasil lebih yang semakin berkurang: Df=MRP. maka di tiap penambahan tenaga kerja tambahan hasil penjualan menjadi lebih rendah. dan MRP menurun karena hukum hasil lebih yang semakin berkurang.  Efek penggantian: misal harga suatu faktor produksi naik sementara faktor produksi lainnya tetap. MRP2=D2: dalam pasar persaingan tidak sempurna.Tingkat keuntungan maksimum dicapai jika MRP=W (upah tenaga kerja). Maka permintaan tersebut ditentukan oleh kemampuan faktor produksi tersebut untuk menghasilkan barang yang dapat dijual pengusaha tersebut sehingga menguntungkan. Jika digunakan 5 pekerja. maka MRP 34800. semakin sedikit permintaan terhadap faktor produksi tersebut. Jumlah Produksi Produksi Fisik Harga Harga Penjualan Hasil Penjualan Pekerja (L) Fisik (TPP) Marjinal (MPP) Barang (P) Produksi Total (TRP) Produksi Marjinal (MRP) 0 00 01 24 24 5000 120000 120000 2 45 21 4800 216000 96000 3 63 18 4600 289800 73800 4 78 15 4400 343200 53400 5 90 12 4200 378000 34800 6 99 9 4000 396000 18000 7 105 6 3800 399000 3000 8 108 3 3600 388800 -10200 9 108 0 3400 367200 -21600 Misal upah tenaga kerja adalah tetap. Ciri-ciri sifat-sifat permintaan faktor-faktor produksi Permintaan terkait (derived demand): permintaan seorang pengusaha ke atas faktor-faktor produksi adalah untuk menambah keuntungannya. Bentuk kurvanya menurun dari kiri atas ke kanan bawah: semakin tinggi harga faktor produksi. maka lebih menguntungkan jika menggunakan faktor produksi yang tidak mengalami kenaikan harga. seprti MR=MC. Hal ini disebabkan oleh:  Hubungan yang berkebalikan antara harga faktor produksi & permintaan barang: harga faktor produksi tinggi  biaya produksi menghasilkan barang menjadi tinggi  harga barang tersebut naik  jumlah barang yang terjual menjadi sedikit  produsen mengurangi produksi  jumlah faktor produksi yang digunakan menurun. MRP1=D1: dalam pasar persaingan sempurna. Misal upah tenaga kerja 30000. MRP2 selalu terletak di sebelah kiri MRP1 karena di tingkat penggunaan tenaga kerja yang lebih tinggi. maka MRP 18000. harga barang menjadi lebih murah. maka keuntungan maksimum dicapai di 7 tenaga kerja. W = MCF (Marginal Cost of Factor) = kurva penawaran tenaga kerja/faktor produksi. Jika digunakan 6 pekerja. Permintaan faktor produksi jika pasar barang adalah persaingan tidak sempurna Pasar persaingan tidak sempurna  harga barang semakin rendah jika tingkat produksi/penjualan semakin tinggi  TRP & MRP di tiap tingkat penggunaan tenaga kerja menjadi lebih rendah. .

jika digunakan modal maka harus dicapai 𝑃𝐶 = 𝑀𝑅𝑃𝐶 atau 𝑃 𝐶 = 1. Jika 𝑀𝑃𝑃𝐶 𝑃𝐶 < 𝑀𝑃𝑃𝐿 . Perubahan harga & produktivitas dari faktor produksi lain yang digunakan: dalam produksi digunakan beberapa macam faktor produksi. berarti semakin tidak elastis permintaan faktor produksi. Tingkat penurunan produksi fisik marjinal (MPP): makin cepat penurunan MPP (makin curam)  MRP semakin curam pula. maka penggunaan atas faktor produksi tersebut akan ditingkatkan dan mengurangi penggunaan faktor produksi lainnya. hingga tercapai MPPC=MPPL. Syarat penggunaan optimum faktor-faktor produksi (dengan 2 faktor berubah. semakin elastis permintaan faktor produksi tersebut (harga naik sedikit permintaan akan turun dan sebaliknya). Jika suatu faktor produksi lebih murah dah lebih produktif. . Ada 2 kasus keadaan:  Harga tenaga kerja & modal sama: kedua faktor produksi digunakan hingga mencapai tingkat dengan MPPC=MPPL. maka permintaan faktor produksi tergantung pada permintaan barang yang diproduksi.Pergeseran kurva permintaan faktor produksi Perubahan permintaan atas barang yang diproduksikan: karena permintaan terhadap faktor produksi adalah permintaan terkait. Tingkat penggantian di antara faktor produksi: makin banyak faktor produksi pengganti untuk suatu faktor produksi. misal tenaga kerja (L) & modal (C)) Gabungan faktor produksi yang meminimumkan biaya. Jika 𝑃 > 𝑃 . makin elastis permintaan faktor produksi tersebut (karena besarnya pengaruh perubahan harga faktor produksi pada biaya total). MRP = kurva permintaan faktor produksi. tambah penggunaan modal & kurangi penggunaan tenaga kerja. Jika masih MPPC<MPPL gunakan lebih banyak tenaga kerja & jika masih MPPC>MPPL gunakan lebih banyak modal. 𝑃𝐿 𝐶 𝐿 tambah penggunaan tenaga kerja & kurangi penggunaan modal.  Harga tenaga kerja & modal berbeda: tiap rupiah untuk membayar faktor produksi menghasilkan produksi marjinal yang sama besar. Perbandingan antara biaya faktor produksi dengan biaya total: makin besar bagian biaya produksi total yang digunakan untuk membayar suatu faktor produksi. 𝐿 Maka jika digunakan keduanya harus dicapai 𝑀𝑅𝑃𝐿 𝑃𝐿 = 𝑀𝑅𝑃𝐶 𝑃𝐶 𝐶 = 1. 𝑀𝑃𝑃𝐶 𝑝𝑒𝑟 𝑟𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ = 𝑀𝑃𝑃𝐿 𝑝𝑒𝑟 𝑟𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ 𝑀𝑃𝑃𝐶 𝑀𝑃𝑃𝐿 = 𝑃𝐶 𝑃𝐿 𝑀𝑃𝑃𝐶 𝑀𝑃𝑃𝐿 Dengan P adalah harga faktor produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan faktor produksi Elastisitas permintaan barang yang dihasilkan: makin elastis permintaan barang  makin besar kenaikan permintaan akibat penurunan harga  makin besar kenaikan permintaan atas faktor produksi  makin elastis permintaan faktor produksi. Gabungan faktor produksi yang memaksimumkan keuntungan: jika digunakan tenaga kerja maka harus 𝑀𝑅𝑃 𝑀𝑅𝑃 dicapai 𝑃𝐿 = 𝑀𝑅𝑃𝐿 atau 𝑃 𝐿 = 1.

salah satunya adalah indeks harga barang konsumen. Tahun Upah Uang Indeks Harga Upah Riil 1995 100000 100 100000 1997 150000 125 120000 2000 200000 150 133333 2005 600000 400 150000 Hubungan antara produktivitas tenaga kerja & upah riil: Dimisalkan harga barang di kedua keadaan adalah sama. Perbaikan sifat-sifat tenaga kerja: kemajuan ekonomi  meningkatnya taraf kesehatan & pendidikan masyarakat serta pengalaman pekerjaan  karena efek positif ini (peningkatan tersebut). Sifat permintaan & penawaran tenaga kerja di pasar tersebut seperti pasar barang saja. MRP1 menunjukkan keadaan produksi dengan hasil penjualan marjinal yang lebih tinggi. Upah riil: tingkat upah pekerja yang diukur dari sudut kemampuan upah tersebut untuk membeli barang/jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.BAB 16 – Penentuan Upah di Pasar Tenaga Kerja Upah: pembayaran atas jasa-jasa fisik/mental yang disediakan pengusaha untuk tenaga kerja. 100 Menghitung upah riil: 𝑢𝑝𝑎ℎ 𝑟𝑖𝑖𝑙 = 𝑖𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 × 𝑢𝑝𝑎ℎ 𝑢𝑎𝑛𝑔 Indeks harga menunjukkan tingkat perubahan harga rata-rata pada suatu waktu. Maka jika produktivitas semakin tinggi maka upah riil juga akan semakin tinggi. Pembangunan infrastruktur oleh pemerintah juga menambah produktivitas. Misalkan S adalah kurva penawaran tenaga kerja. . berarti produktivitas lebih tinggi. Produktivitas: produksi yang diciptakan seorang pekerja pada suatu waktu tertentu. Upah lebih rendah dari keseimbangan. Sumber kenaikan produktivitas Kemajuan teknologi produksi: memungkinkan peralihan penggunaan tenaga hewan/manusia ke tenaga mesin & perbaikan efisiensi mesin tersebut. di pasar hanya ada satu perusahaan yang akan menggunakan tenaga kerja yang ditawarkan. Maka terlihat bahwa MRP1 memotong kurva S pada tingkat upah riil yang lebih tinggi. Perusahaan tidak dapat mempengaruhi tingkat upah. Monopsoni (hanya ada satu pembeli di pasar & penjualnya banyak): berarti monopoli ada di pihak perusahaan. Bentuk-bentuk pasar tenaga kerja Pasar persaingan sempurna: Di pasar terdapat banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja & tenaga kerja di pasar tersebut tidak tergabung dalam serikatserikat buruh yang mewakili mereka. Perbaikan organisasi perusahaan & masyarakat: kemajuan ekonomi  perubahan bentuk organisasi menjadi lebih modern  lebih produktif. baik pegawai tetap atau tidak. Upah uang: jumlah uang yang diterima para pekerja dari pengusaha sebagai pembayaran atas tenaga fisik/mental pekerja yang digunakan dalam proses produksi. pemerintah selalu melakukan pengeluaran untuk terus mengembangkan hal tersebut (investasi modal manusia).

Monopoli di pihak pekerja: para tenaga kerja bersatu dalam serikat buruh / persatuan pekerja. Dalam pasar tenaga kerja persaingan sempurna keseimbangan dicapai di perpotongan D & S yaitu upah 9000 & 7 tenaga kerja. Misal keseimbangan awal di E  pembatasan penawaran  keseimbangan pindah ke E1. agar mereka secara kesatuan dapat membicarakan/menuntut syarat-syarat kerja tertentu dengan para pengusaha. kemampuan menuntut upah lebih tinggi pun kuat. Penentuan upahnya dibedakan menjadi 3 keadaan:  Menuntut upah lebih tinggi daripada keseimbangan permintaan & penawaran: Jika hampir seluruh pekerja tergabung dalam serikat pekera.  Menjalankan usaha-usaha untuk menaikkan permintaan tenaga kerja: . persatuan dokter.  Membatasi penawaran tenaga kerja: Persatuan pekerja yang spesifik (misal persatuan sekretaris. Misal keseimbangan pasar persaingan sempurna di E. melarang non-anggota untuk berkegiatan di daerah yang diliputi persatuan tersebut. lalu bersedia bekerja dengan upah rendah.Jumlah Tingkat Upah Biaya Total Biaya Marjinal Hasil Penjualan Pekerja Per Pekerja (W) Tenaga Kerja Tenaga Kerja (MCL) Produksi Marjinal (MRP) 01 3000 3000 3000 15000 2 4000 8000 5000 14000 3 5000 15000 7000 13000 4 6000 24000 9000 12000 5 7000 35000 11000 11000 6 8000 48000 13000 10000 7 9000 63000 15000 9000 Kurva MCL di atas kurva SS=W dan perbedaannya semakin lama semakin besar. Dalam pasar tenaga kerja monopsoni keseimbangan dicapai di perpotongan MCL & MRP yaitu upah 7000 & 5 tenaga kerja. dll)  upah lebih tinggi. upah lebih tinggi dari keseimbangan. berarti upah W  pekerja tidak puas dan menuntut upah lebih tinggi yaitu W1  tersedia L2 pekerja. tetapi perusahaan hanya mau mempekerjakan sebanyak L1  pengangguran sebanyak L1L2 Semakin tinggi upah yang dituntut  makin banyak pengangguran  yang menganggur tidak puas & keluar dari serikat. dll)  membatasi penawaran mereka (misal dengan membatasi keanggotaan mereka.

Perbedaan kemampuan. Upaya menaikkan permintaan: menaikkan produktivitas pekerja (melalui seminar & pelatihan. Perpindahan terus berlangsung hingga tidak ada lagi perbedaan upah. dan pendidikan: pekerja dengan kepandaian. . Hal yang menimbulkan perbedaan tersebut adalah ketidaksempurnaan mobilitas tenaga kerja:  Faktor geografis: misal suatu tempat kekurangan pekerja walau upahnya tinggi dan ada tempat dengan banyak pengangguran & upahnya rendah. upah rendah pun bisa jadi diterima. Mobilitas tenaga kerja: jika di pasar tenaga kerja terdapat perbedaan upah. pengusaha mempekerjakan lebih banyak untuk menambah keuntungan). suasana kerja. Pertimbangan bukan keuangan (jauh tidaknya dari rumah & keluarga. Jika penawaran rendah tapi permintaan tinggi maka upah cenderung tinggi. menuntut pemerintah untuk memproteksi industri dalam negeri & membatasi impor. Faktor-faktor yang menimbulkan perbedaan upah: Permintaan & penawaran tenaga kerja: jika penawaran tinggi tapi permintaan rendah maka upah cenderung rendah. produktivitas naik maka MRP naik. maka tenaga kerja akan mengalir ke pasar yang upahnya lebih tinggi. keahlian. Monopoli di kedua belah pihak (monopoli bilateral): tenaga kerja bersatu dalam serikat buruh & di pasar hanya ada 1 perusahaan yang menggunakan tenaga kerja. Perbedaan corak pekerjaan. ketekunan. dan ketelitian tinggi serta yang memiliki pendidikan tinggi (penawarannya rendah) memperoleh upah lebih tinggi. Misal serikat buruh di Amerika menuntut majikan untuk tidak mengambil pekerja yang tidak menjadi anggota serikat buruh. misalnya karena tidak mau meninggalkan kampung halaman & keluarga. Jika tidak sesuai. dll): jika hal-hal tersebut dirasa sesuai. namun kenyataannya hal tersebut belum terjadi.  Faktor institusional: organisasi tertentu berusaha membatasi kemasukan tenaga profesional baru agar pendapatan mereka tetap tinggi. Namun kenyataannya upah di berbagai wilayah atau dalam satu wilayah tidak selalu sama. Misal keseimbangan pasar persaingan sempurna di E  di pasar monopsoni keseimbangan di jumlah pekerja L1 & upah W1  pekerja tidak puas & menuntut upah W2  biasanya upah yang berlaku adalah di antara W1 & W2. yaitu penggunaan tenaga kerja berkurang. upah tinggi pun belum tentu terima.Kedua cara di atas menimbulkan masalah yang sama. Wajarnya penganggur pindah ke tempat yang kekuarangan pekerja tersebut.

Sewa ekonomi: bagian pendapatan yang merupakan selisih antara pendapatan yang diterima (total) dengan pendapatan pindahan. padahal yang benar adalah harga jagung yang tinggi menyebabkan harga sewa tanah tinggi. Bunga. Contoh: suku bunga 15% berarti modal yang dipinjamkan memperoleh suku bunga 15% setahun. biasanya dinyatakan untuk per satu tahun. maka permintaan atas tanah bergeser menjadi D2D2. Total pendapatan dibedakan menjadi 2: Pendapatan pindahan (transfer earnings): bagian pendapatan untuk mencegah faktor produksi tersebut digunakan untuk kegiatan ekonomi lain. dan Keuntungan Sewa ekonomi: harga yang dibayarkan atas penggunaan tanah & faktor-faktor produksi lainnya yang jumlah penawarannya tidak dapat ditambah. Sewa ekonomi dan pendapatan pindahan Dalam ‘definisi lain’ di atas. . Definisi lain sewa ekonomi: bagian pembayaran atas suatu faktor produksi yang melebihi dari pendapatan yang diterimanya dari pilihan pekerjaan lain yang terbaik yang mungkin dilakukannya. Mula-mula permintaan atas jagung D0D0. biasanya dinyatakan dalam persentase dari modal yang dipinjam. Pandangan David Ricardo (ahli ekonomi klasik) tentang perdebatan harga jagung Orang berpendapat bahwa harga sewa tanah yang tinggi menyebabkan harga jagung tinggi. maka harganya sepenuhnya tergantung pada banyaknya permintaan akan tanah (tergantung pada banyaknya permintaan atas barang yang dihasilkan tanah tersebut. dll). Keseluruhan pendapatan yang diterima tenaga kerja sebanyak OLEW dibedakan menjadi: Sewa ekonomi: W1EW Pendapatan pindahan: OLEW1 DD=MRP dan SS adalah permintaan & penawaran tenaga kerja. SS kurva penawaran tanah. Sewa tanah adalah suatu surplus: hal ini karena sifat penawaran tanah yang jumlah penawarannya tidak dapat berubah. karena jumlahnya memang tidak bisa berubah. Dalam definisi ini suatu faktor produksi memiliki beberapa kegunaan. Pekerja antara O & L menuntut upah kurang dari W tetapi pada akhirnya semuanya memperoleh upah sebanyak W  mendapat sewa ekonomi (selisih antara yang diterima & dituntut). Tanah dan sewa ekonomi Tanah adalah faktor produksi yang jumlahnya tidak dapat diubah. Sebaliknya jika harga jagung merosot.BAB 17 – Sewa. proyek pencegah banjir. hanya mutunya saja yang dapat diperbaiki (misal menyediakan irigasi. orang yang ingin menanam jagung juga berkurang. mendapat upah W dan juga menginginkan upah sebanyak W  tidak ada selisih antara yang didapat & dituntut  tidak dapat sewa ekonomi. sewa tanah turun menjadi R2. maka sewa tanah R0  lalu misal permintaan jagung naik dan harganya naik sangat tinggi sehingga banyak orang ingin menanam jagung  permintaan akan tanah bergeser menjadi D1D1. tidak elastis. berapapun harga sewanya. sewa ekonomi juga dapat dinikmati faktor produksi lain yang lebih elastis. yaitu jagung). keseimbangan di E  berarti tenaga kerja ke-L Bunga: pembayaran atas modal yang dipinjam dari pihak lain. sewa tanah naik menjadi R1. Suku bunga: bunga yang dinyatakan sebagai persentase dari modal.

Saat suku bunga di perekonomian tinggi (NPV negatif). Dalam setahun biaya operasi adalah 25 juta & pemasukan dari penumpang 75 juta.07) (1 + 0. Dm adalah kurva permintaan atas dana modal. Nett Present Value (NPV) 𝑋1 − 𝐶1 𝑋𝑛 − 𝐶𝑛 𝑁𝑃𝑉0 = 𝑋0 − 𝐶0 + + ⋯+ 1+𝑅 (1 + 𝑅)𝑛 Contoh: misal harga beli traktor 95 juta. Contoh: seseorang membeli angkot seharga 100 juta.07) (1 + 0.07)5 1 + 0. Setelah proyek tersebut dilaksanakan barulah mereka mengembangkan proyek dengan R rendah. Investasi/penanaman modal: pengeluaran perusahaan untuk membeli/memperoleh barang-barang modal baru yang lebih modern atau untuk menggantik barang-barang modal lama yang sudah usang/tidak dipakai lagi.07 (1 + 0.07) Maka sebaiknya investasi traktor tersebut dilakukan karena lebih menguntungkan. sementara rumah tangga memiliki kelebihan pendapatan yang dapat dipinjamkan dengan harapan memperoleh bunga. yaitu tingkat pengembalian modal (rate of return): besarnya pendapatan rata-rata tahunan netto (setelah dikurangi penyusutan modal yang digunakan) yang dinyatakan sebagai persentasi dari modal yang ditanamkan. 50 − 30 50 − 30 50 − 30 50 − 30 50 − 30 + 22 𝑁𝑃𝑉 = 0 − 95 + + + + + = 2.69 2 3 4 (1 + 0. angkot akan digunakan selama setahun. akan lebih menguntungkan untuk melakukan investasi dengan R yang lebih tinggi. Tabungan masyarakat . (ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑗𝑢𝑎𝑙 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑜𝑡 + ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑢𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔) − (ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑖 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑜𝑡 + 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖) 𝑅= ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑖 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑜𝑡 (75 + 75) − (100 + 25) = = 25% 100 Kenyataannya perhitungan ROR lebih rumit karena usia barang modal yang panjang (lebih dari 1 tahun). Dananya bisa dari tabungan perusahaan (keuntungan yang tidak dibagikan) atau meminjam. investasi dengan R yang rendah tidak akan menguntungkan. maka dana yang diinvestasikan lebih sedikit. maka perhitungannya: 𝑋1 𝑋2 𝑋3 𝑋𝑛 𝐴 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 = + + + ⋯+ + 2 3 𝑛 (1 + 𝑅) 1 + 𝑅 (1 + 𝑅) (1 + 𝑅) (1 + 𝑅)𝑛 Nilai investasi: besarnya investasi perusahaan Xn: pendapatan bersih pada tahun ke-n (hasil penjualan setelah dikurangi biaya produksi & operasi) n: umur ekonomi barang modal tersebut A: nilai barang modal tersebut pada akhir tahun n Permintaan atas dana modal Pengusaha akan mendahulukan investasi dengan R tertinggi. Suku bunga perekonomian saat itu 7%. akan digunakan selama 5 tahun dan kemudian dijual seharga 22 juta. Di akhir tahun angkot dijual seharga 75 juta. bentuknya menurun. Diperkirakan pendapatan dari penggunaan traktor tiap tahunnya 50 juta dan biaya operasi pertahun 30 juta.Perusahaan butuh modal untuk menjalankan/memperbesar usaha. Produktivitas modal Permintaan dana modal untuk investasi tergantung pada produktivitas dana modal tersebut. Saat suku bunga di perekonomian rendah (NPV positif). Peranan modal dalam perekonomian Perusahaan harus terus memperbaiki teknik memproduksi agar tetap dapat bersaing & bertahan. maka harus dilakukan investasi/penanaman modal.

Pandangan modern (Keynes): suku bunga bergantung pada jumlah uang yang beredar (penawaran uang) & preferensi likuiditas (permintaan atas uang oleh seluruh masyarakat dalam perekonomian). Penentuan suku bunga Pandangan klasik: suku bunga ditentukan oleh permintaan atas dana modal (untuk investasi. dll. Semakin tinggi pendapatan nasional. semakin besar tingkat bunga yang harus dibayar. kurva S). Jangka waktu pinjaman: semakin lama jangka waktu pinjaman. semakin besar jumlah tabungan yang dilakukan masyarakat (gambar kiri). Kurva LP (preferensi likuiditas) berbentuk menurun karena sifat permintaan uang untuk tujuan spekulasi adalah semakin tinggi suku bunga. Semakin banyak jumlah uang yang beredar. Penyebabnya: Perbedaan risiko: bank akan memberikan suku bunga yang lebih rendah kepada usaha yang lebih rendah risikonya. semakin tinggi tabungan masyarakat (gambar kanan). kurva I) dan penawaran dana modal (tabungan masyarakat. Pandangan modern (Keynes): jumlah tabungan ditentukan oleh pendapatan nasional (pendapatan seluruh penduduk dalam perekonomian). semakin banyak uang yang ditabung (kurva S menaik) dan semakin sedikit uang yang diinvestasikan untuk hal lain (kurva I menurun). Kurva M (jumlah uang yang beredar) tidak elastis sempurna karena dalam suatu waktu tertentu jumlah uang adalah tetap. Faktor penyebab perbedaan suku bunga Kenyataannya suku bunga dalam perekonomian ada lebih dari satu. berjaga-jaga. Contoh: pinjaman untuk pemerintah lebih rendah suku bunganya daripada yang dikenakan untuk swasta. Semakin tinggi suku bunga. Hal ini karena semakin lama jangka waktu maka:  Risiko yang ditanggung peminjam bertambah besar  Pemilik modal kehilangan kebebasan menggunakan modalnya dalam jangka waktu lebih lama  Peminjam bersedia membayar bunga lebih tinggi karena memiliki waktu lebih lapang untuk mengembalikan pinjaman . Menurut Keynes.Pandangan klasik: jumlah tabungan masyarakat ditentukan oleh suku bunga. dan spekulasi (ditanamkan pada surat berharga). Misalnya suku bunga pinjaman pemerintah berbeda dengan suku bunga yang dibayar konsumen. permintaan uang oleh masyarakat memiliki 3 motivasi: untuk transaksi. semakin sedikit uang yang tetap dipegang (lebih banyak untuk spekulasi). semakin rendah suku bunga. Semakin tinggi suku bunga.

Contoh: suku bunga deposito berjangka 1 tahun di suatu bank adalah 15%. Suku bunga nominal adalah 15% dan suku bunga riil adalah 15%-10%=5%.Biaya administrasi pinjaman: biaya administrasi tidak berbeda untuk berapapun jumlah yang yang dipinjam. yaitu pembayaran atas faktor-faktor produksi yang dimilikinya sendiri). Suku bunga riil: persentase kenaikan nilai riil dari modal ditambah bunganya dalam setahun. Keuntungan adalah pembayaran atas keahlian keusahawanan para pengusaha. Suku bunga nominal dan suku bunga riil Suku bunga nominal: suku bunga sebagai ukuran untuk menentukan besarnya bunga yang harus dibayar oleh peminjam dana modal. dinyatakan sebagai persentase dari nilai riil modal sebelum dibungakan. Pandangan lain mengenai keuntungan yang diterima pengusaha: Bayaran untuk menghadapi risiko Bayaran atas melakukan inovasi Pendapatan dari kekuasaan monopoli yang dimiliki perusahaan . Maka berdasarkan hal ini. yaitu keuntungan dalam segi pembukuan dikurangi biaya tersembunyi (pendapatan yang seharusnya dibayarkan pada para pengusaha yang menjalankan sendiri usahanya. Maka kalau ditinjau perrupiah. pada waktu yang sama harga-harga naik 10%. biaya administrasi perrupiah pinjaman yang lebih kecil akan memakan biaya administrasi yang lebih besar. Definisi keuntungan Dari segi pembukuan perusahaan: selisih hasil penjualan & seluruh biaya yang dikeluarkan. Dalam teori ekonomi: keuntungan yang sebenarnya adalah keuntungan ekonomi/murni (pure profit). pinjaman yang lebih kecil akan membayar suku bunga lebih tinggi.

Analisis keseimbangan umum (general equilibrium aalysis): analisis yang memperhatikan kaitan antara bebagai aspek ekonomi yang sedang dibahas. tidak memperhatikan kaitan antara berbagai aspek ekonomi yang sedang dibahas. bagaiman perubahan di suatu pasar barang mempengaruhi pasar barang lainnya.BAB 18 – Pasar Bebas dan Kebijakan Pemerintah Ciri-ciri utama sistem pasar bebas Sistem ekonomi pasar bebas: kegiatan-kegiatan perekonomian sepenuhnya diatur mekanisme pasar atau invisible hand. Analisis yang memberikan gambaran bagaimana sistem pasar bebas beroperasi dibedakan menjadi 2: Analisis keseimbangan sebagian (partial equilibrium analysis): analisis yang saling terpisah. Bagaimana barang tersebut diproduksi? Dijawab dengan analisis cara produksi tebaik & efisien. teori struktur pasaran. Untuk siapa barang & jasa diproduksi? Dijawab oleh interaksi antara sektor perusahaan dengan sektor rumah tangga di pasar faktor. Invisible hand (diterangkan oleh Adam Smith): tidak perlu campur tangan pemerintah. . Interaksi antara penjual-pembeli (pasar barang & pasar faktor produksi) akan menentukan corak produksi nasional. jika tiap individu diberi kebebasan maka akan terwujud efisiensi yang tinggi sehingga dalam jangka panjang akan terwujud pertumbuhan ekonomi yang teguh. Peran serta pemerintah terbatas pada penyediaan & pengembangan infrastruktur serta penjalanan administrasi pemerintahan. Misalnya teori permintaan & penawaran. Keseimbangan sebagian: pasar barang & pasar faktor Pemecahan masalah dalam pasar bebas: Barang apa yang perlu diproduksi di pasar? Dijawab oleh keinginan konsumen. Misalnya bagaimana perubahan di pasar barang mempengaruhi pasar faktor. menghasilkan jenis-jenis & jumlah faktor produksi yang akan digunakan. dan teori penentuan harga faktor produksi.