Anda di halaman 1dari 19

EMOSI, STRESS, &

DEPRESI

September 3. 2015 Anni Suprapti 2 .EMOSI • Pengalaman perasaan yang disertai penyesuaian diri dalam diri individu tentang keadan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak • Manifestasi perasaan yang ke luar dan disertai dengan banyak komponen fisiologis dan berlangsung relatif tidak lama • Warna perasaan yang kuat dan ditandai oleh perubahan fisik.

September 3. (William James) • Suatu keadaan yang bergolak pada diri individu yang berfungsi sebagai penyesuaian dari dalam terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu. 2015 Anni Suprapti 3 . (Crow & Crow).• Kecenderungan memiliki perasaan yg khas bila berhadapan dengan objjek tertentu dalam lingkungan.

Komposisi darah : berubah karena emosional September 3. Peredaran darah : Bertambah cepat bila marah 3. Reaksi elektrik pada kulit : meningkat bila terpesona 2. Liur : mengering kalu takut atau tegang 7. 2015 Anni Suprapti 4 . Bulu roma : berdiri kalau takut 8. Denyut jantung bertambah cepat bila terkejut 4. Pernafasan : bernafas panjang kalau kecewa 5. Pupil mata : membesar kalau marah 6. Otot : tegang atau bergetar kalau takut 10. Pencernaan : mencret kalu tegang 9.• Perubahan fisik yang terjadi pada saat emosi 1.

Cinta/kasih sayang 2. Kemarahan dan permusuhan 4. Ketakutan dan kecemasan September 3. Gembira 3. 2015 Anni Suprapti 5 .• PERKEMBANGAN EMOSI Meningginya emosi seorang anak karena berada di bawah tekanan sosial dan mereka menghadapi kondisi baru • BENTUK-BENTUK EMOSI 1.

2015 Anni Suprapti 6 .FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN EMOSI • Perkembangan intelektual • Perkembangan kelenjar endokrin • Perkembangan kelenjar adrenalin September 3.

2015 Anni Suprapti 7 .METODE BELAJAR PENGEMBANGAN EMOSI • Belajar dengan coba-coba • Belajar dengan cara meniru (Imitasi) • Belajar dengan cara mempersamakan diri (Learning by identification) • Belajar melalui pengkondisian • Pelatihan September 3.

2015 Anni Suprapti 8 . dll. melarikan diri dari masalah. • Mempengaruhi efektivitas belajar September 3.HUBUNGAN EMOSI DENGAN TINGKAH LAKU • Terjadi perubahan fisiologis • Gangguan emosi dapat menyebabkan gangguan dalam berbicara • Menjadi berperilaku kurang jujur.

frustrasi : timbul karena ada aral melintang antara individu dan tujuan . misalnya kecelakaan. • Sumber stress .konflik : bila tidak dapat memilih antara dua atau lebih tujuan atau kebutuhan . 9 .krisis : keadaan mendadak yang dialami oleh seorang individu. masuk sekolah pertama sekali.STRESS • Segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri sehingga menggangu keseimbangan diri individu. penyakit yang memerlukan operasi.tekanan : dapat bersumber dari dalam atau luar diri seorang individu . kematian.

lebih matang atau lebih kuat menghadapi stress di kemudian hari • Daya tahan stress atau nilai ambang frustrasi pada setiap orang berbeda-beda tergantung keadaan somato-psiko-sosial orang tersebut. 10 . maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi : 1. 2. terganggu atau lebih mudah terganggu bila ada stress lagi.• Ketika seseorang mengalami krisis.

maka reaksi kita akan contong berorientasi pada pembelaan ego. kemampuan. yang bertujuan melindungi diri dari rasa devaluasi diri dan meringankan ketegangan serta kecemasan yang menyakitkan. dan harga diri. 11 .• Bila kita merasa mampu menangani suatu keadaan stress. tujuan utamanya menghadapi tuntutan keadaan • Bila stress mengacam perasaan. maka perilaku kitanakan cenderung berorientasi pada tugas.

gagal. 2015 Anni Suprapti 12 . 2. kulit lembab. konstipasi. tekanan darah dan nadi menurun sedikit. tidak ada harapan. susah.DEPRESI • Salah satu bentuk gangguan emosi dengan gejala-gejala 1. Somatik : anorexia. merasa tidak berguna. penyesalan yang patologis. Psikologis : rasa sedih. putus asa. kehilangan. • Jenisnya : Penarikan diri dan kegelisahan atau agitasi September 3.

KONFLIK • KONFLIK : keadaan munculnya dua kebutuhan atau lebih pada saat yang bersamaan. Konflik approach-approach. • Kurt Lewin membedakan tiga macam konflik : 1. + September 3. yaitu apabila dua kebutuhan atau lebih muncul bersamaan dan keduanya mempunyai nilai positif bagi individu. 2015 + Anni Suprapti 13 .

Konflik approach-avoidance. + September 3. 2015 Anni Suprapti 14 .2. yaitu apabila satu kebutuhan yang muncul mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus bagi individu.

dan semuanya mempunyai nilai-nilai negatif bagi individu. yaitu apabila kedua kebutuhan atau lebih yang muncul bersamaan.3. September 3. 2015 Anni Suprapti 15 . Konflik avoidance-avoidance.

yaitu apabila muncul lebih dari dua kebutuhan yang mempunyai nilai-nilai positif dan negatif sekaligus bagi individu. + September 3. 2015 + Anni Suprapti 16 . Konflik multiple approach-avoidance.4.

2. Hambatan fisik individu. Hilangnya rangsangan. September 3. atau pemenuhan suatu kebutuhan tertunda. 2015 Anni Suprapti 17 . • Faktor-faktor penyebab frustrasi : 1. 4. Hambatan fisik di luar individu.FRUSTRASI • FRUSTRASI : suatu kebutuhan tidak dapat terpenuhi. Dilakukan tindakan yang kurang tepat sehingga kebutuhan tidak terpenuhi. 3.

Represi : berusaha menekan pengalaman yang tidak menyenangkan ke alam bawah sadar. marah-marah atau minta perhatian. Contoh : merajuk. September 3.MEKANISME PERTAHANAN DIRI • Pola-pola perilaku yang diperlihatkan individu untuk mempertahankan egonya. 2015 Anni Suprapti 18 . • Ada beberapa bentuk mekanisme pertahanan diri. ada usaha melupakan hal-hal yang menyebabkan frustrasi. 2. Regresi : bertingkah laku seperti individu yang berada pada usia di tahapan perkembangan jauh di bawah usianya (anak kecil). yaitu : 1.

Proyeksi : Individu berusaha melemparkan penyebab frustrasinya pada orang lain. Contoh : Buat apa ijazah sarjana ? Keberhasilan kita tidak ditentukan oleh selembar kertas. 5. nilai psikologiku buruk terus. reaksi perilaku yang diperlihatkan adalah kebalikan dari rasa benci itu.3. Reaksi formasi : bila frustrasi menimbulkan rasa benci terhadap sesuatu. 6. Contoh : gagal menjadi dokter mengambil pendidikan sebagai ahli kesehatan masyarakat. September 3. 4. Contoh : Ibu ani dari dulu memang tidak suka padaku. bidan atau perawat. 2015 Anni Suprapti 19 . Rasionalisasi : individu berusaha mencari alasan yang masuk akal atau logis untuk mengatasi frustasinya. Sublimasi atau displacement : melibatkan diri pada kegiatan-kegiatan yang menjadi tempat penyaluran dari keinginan atau cita-cita yang tidak terpenuhi.