Anda di halaman 1dari 11

HALAMAN JUDUL

LAPORAN AKHIR MATA KULIAH
TUGAS MERANCANG

JUDUL RANCANGAN
MODIFIKASI SISTEM KONTROL DEBIT DAN ALIRAN NOZZLE PADA
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO

Disusun oleh:
Harist Qashtari//2010
Heru Prasetyo//2010
Indra Syifa’i//2010
Mohamad Taufiqurrakhman/1006674805/2010
Tito Winnerson Sitanggang//2010

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
2013

yang telah memberikan dorongan kepada tim penulis. yang senantiasa memberikan bimbingan dan bantuan moril maupun materil bagi penyelesaian laporan akhir ini. atas segala rahmat-Nya tim penulis dapat menyelesaikan laporan dengan judul: “Modifikasi Sistem Kontrol Debit dan Aliran Nozzle pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro” yang ditujukan sebagai laporan akhir mata kuliah Tugas Merancang DTM FTUI angkatan 2010. yaitu bagaimana membuat sistem untuk mengontrol nozzle supaya dapat bekerja lebih optimal dan efisien dengan menyesuaikan besar aliran dari sumber serta variabel debit yang dihasilkan. yang telah memberikan bimbingan dan dorongan kepada tim penulis. Prof.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rekan-rekan penulis dan seluruh pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya laporan akhir ini. 4.Sc. dan masyarakat pada umumnya. saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun sangat diharapkan. Ir. Ahmad Indra Siswantara. sebagai dosen pembimbing. Yulianto Sulistyo Nugroho M. Depok. Dr. Dalam pembuatan karya tulis ini. Oleh karena itu. Besar harapan laporan ini dapat diapresiasi sehingga dapat bermanfaat baik bagi tim penulis. 3. pembaca. dan sistematika penulisan dalam pembuatannya. contoh. Ir. kepada semua pihak yang telah berjasa terhadap penyelesaian karya tulis ini.. Ph. sebagai dosen mata kuliah Tugas Merancang . tim penulis sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segala kemampuan yang penulis miliki. Orang tua penulis. Tim penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna karena masih terdapat kekurangan baik dari segi materi. Mei 2013 Tim Penulis . 2. Tanpa mengurangi rasa hormat. secara khusus penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1.D. ilustrasi. Karya tulis ini membahas mengenai hasil rancangan yang dibuat oleh tim penulis sendiri.

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR .

Modifikasi Sistem Kontrol Debit dan Aliran Nozzle pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro .

Latar Belakang Masalah Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan sumber listrik bagi masyarakat yang memberikan banyak keuntungan terutama bagi masyarakat pedalaman di seluruh Indonesia. Mohamad Taufiqurrakhman 1). Indra Syifa’i1). Disaat sumber energi lain mulai menipis dan memberikan dampak negatif.Harist Qashtari1). Judul Modifikasi Sistem Kontrol Debit dan Aliran Nozzle pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro B. maka air menjadi sumber yang sangat penting karena dapat dijadikan . Fakultas Teknik Universitas Indonesia ABSTRAK: A. Heru Prasetyo 1). Tito Winnerson Sitanggang1) 1) Teknik Mesin 2010.

Beberapa waktu yang lalu. Selain itu. Sampai dengan tahun 2006 diperlukan penambahan kapasitas pembangkitan di Indonesia sebesar ± 14. yang berkapasitas antara 1000kW–9999kW diklasifikasikan sebagai PLTA kapasitas sedang. Untuk mengatasi besarnya kebutuhan daya pembangkit tersebut. pengembangan PLTA mulai di tinjau ulang karena penggunaan bahan bakar minyak mengahasilkan banyak polusi lingkungan dan persediaan bahan bakar minyak mulai menipis. Pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas hingga 99kW diklasifikasikan sebagai Mikro Hidro. maka perlu segera dilakukan pembangunan pembangkit skala kecil yang relatif cepat dan murah sehingga dapat memberikan pasokan yang lebih cepat dalam memenuhi sebagian kebutuhan energi listrik tersebut. masyarakat masih merasakan bahwa ketersediaan listrik mencukupi atau lebih besar dibanding dengan permintaan. hal ini disebabkan oleh : 1) Pertambahan jumlah penduduk yang makin tinggi.sumber energi pembangkit listrik yang murah dan tidak menimbulkan polusi. Namun saat ini permintaan akan kebutuhan listrik semakin bertambah. Skala pengembangan masing. dan yang berkapasitas lebih dari 10. strategi pembangunan. Pembangkit tenaga listrik dengan tenaga air diklasifikasikan atas 4 golongan berdasarkan kriteria besarnya kapasitas energi yang dapat dibangkitkan. Beberapa alasan tambahan bahwa . Masa itu merupakan era dimana penggunaan bahan bakar minyak merupakan sumber energi utama di dunia.masing jenis klasifikasi pembangkitan energi tenaga air didasarkan kepada kepentingankepentingan pengembangan wilayah. Indonesia kaya akan sumber daya air sehingga sangat berpotensial untuk memproduksi energi listrik yang bersumber daya air.500 MW. dan potensi tenaga air yang dimiliki. 2) Perkembangan yang cukup pesat di sektor jasa dan industri 3) Pembangunan sarana pemerintahan yang semakin meningkat 4) Perkembangan membutuhkan listrik sektor – sektor lainnya yang Kelangkaan Listrik yang terjadi menuntut langkah – langkah nyata dalam upaya penaggulangannya. Sedangkan sekarang. yang berkapasitas antara 100kW–999kW diklasifikasikan sebagai PLTA kapasitas rendah. Pengembangan PLTA tidak terlalu diprioritaskan oleh karena itu progresnya berjalan lambat. PLTA mulai dikembangkan di Indonesia secara bertahap pada tahun 1900.000kW merupakan PLTA kapasitas tinggi.

Perumusan Masalah Dari penjabaran latar belakang di atas. dapat kita rumuskan permasalahan yang ada sebagai berikut: 1. Bagaimana membuat dan menganalisa rancangan sebuah sistem mikrohidro dengan modifikasi kontrol debit dan aliran pada bagian nozzle ? D. Mencegah kerusakan pada blade turbin crossflow akibat tumbukan fluida yang tidak merata . Tujuan 1. Bagaimana membuat pembangkit energi listrik alternatif sederhana yang dapat diaplikasikan secara langsung oleh masyarakat di sekitar pedesaan ? 2. Merancang suatu system nozzle yang mempunyai kemampuan untuk mengubah jalur fluida yang keluar.PLTA lebih menguntungkan dibandingkan tipe generator lain adalah : • Persediaan diperbaharui air cenderung tidak habis dan dapat • Ramah Lingkungan • Tidak memerlukan bahan bakar • Periode mulainya terjadi secara terus menerus • Pengoperasiannya sederhana dan biaya perawatannya murah • Hampir tidak ada resiko meledak C. tergantung dari besarnya debit fluida yang masuk 4. Merancang suatu system nozzle yang paling efektif dalam menentukan besarnya fluida yang keluar E. Mengoptimalkan kecepatan turbin air dengan mengatur sudut serang nozzle 3. Kegunaan 1. Mengurangi biaya maintainance generator sebab tegangan yang dihasilkan stabil 2. Apakah ada ide inovatif untuk penerapan teknologi yang dapat mengoptimalisasi pembangkitan energi listrik tenaga mikrohidro secara efisien ? 3. Merancang suatu system nozzle dengan pressure drop seminimal mungkin 2.

Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan tugas merancang kelompok kami dilakukan dalam lima tahap. G. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan "energi putih". Secara teknis. Di rumah turbin. Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W. Air yang mengalir dengan kapasitas dan ketinggian tertentu di salurkan menuju rumah instalasi (rumah turbin).F. Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Tinjauan Pustaka 1. Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi). Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Miniihidro adalah output daya yang dihasilkan. Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan/dihubungkan ke generator dengan mengunakan kopling. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik. dalam hal ini turbin dipastikan akan menerima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputamya poros turbin. merubah energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. sebagai berikut Tahap I : Survey Lapangan . Sistem Mikrohidro Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. turbin dan generator. instalasi air tersebut akan menumbuk turbin.

Sistem . Diskusi juga dilakukan bersama dosen pembimbing setiap minggu. Tujuan dari metode ini agar setiap individu dalam tim kami memberikan ide dan kontribusinya pada tugas merancang ini. Tahap IV : Analisa Rancangan Selanjutnya setiap individu melakukan analisa aliran terhadap masing-masing rancangan. selanjutnya kami melakukan diskusi bersama. Survey yang kami lakukan bertujuan untuk mengetahui Customer Needs dari alat yang akan dirancang dan bagian-bagian dari alat tersebut yang perlu dikembangkan agar dapat memudahkan dan memenuhi kebutuhan pengguna. H. kami mulai melakukan perancangan. kami membuat rancangan serta analisa aliran secara individu. Perancangan alat ini dikerjakan oleh masing-masing anggota kelompok. dengan 2-runner dibawahnya. Tahap II : Diskusi Kelompok Setelah menjalankan tahap pertama. aliran akan terfokus pada satu keluaran nozzle saja. Tuas ini mendorong plat logam sebagai katup penutup nozzle. terpilihlah konsep nozzle yang terbaik secara aliran. Mekanisme Kerja Pada awalnya.Kelompok kami melakukan survey terhadap tema tugas merancang yang telah diberikan oleh dosen pembimbing kami yaitu Bapak Ahmad Indra Siswantara. Tahap V : Finalisasi Rancangan Rancangan dengan pressure drop paling kecil akan dijadikan rancangan utama dan selanjutnya dikembangkan lebih lanjut oleh kelompok kami. Kami merancang ulang dengan nozzle 2ujung seperti pada gambar disamping. Tuas pengatur debit aliran terpasang pada bagian samping nozzle. Kami menentukan tahap-tahap yang akan dilaksanakan hingga tujuan tugas merancang kami dapat tercapai. sehingga saat ditutup. Tahap III : Perancangan Setelah melakukan beberapa diskusi. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan fungsi pengatur debit aliran dan pengatur arah sudut serang dengan tujuan agar produk bekerja secara optimal. Analisa dilakukan dengan menggunakan program CFDSOF untuk mendapatkan data pressure drop dan kecepatan aliran. Selanjutnya kami menentukan material yang digunakan terhadap hasil rancangan. Lalu. Setiap individu akan menghasilkan desain alat yang berbeda dengan sistem yang berbeda.

Dengan menggunakan software CFD. Tuas akan mendorong ujung nozzle. Lalu. Tuas ini berfungsi sebagai penahan arah nozzle yang dapat dibengkokkan. Saat aliran kencang. Sistem pengunciannya yaitu dengan dibuat ulir pada tuas. kami hanya menganalisa aliran air pada nozzle. sehingga nozzle akan dapat mengubah sudut serangnya sesuai dengan kebutuhan. kami dapat melihat besar serta keseragaman aliran yang terjadi dalam nozzle. aliran mneggunakan kedua nozzle. tuas didorong sehingga aliran hanya terfokus pada satu keluaran nozzle saja agar output yang dihasilkan lebih optimal. Analisa Data Dalam analisa rancangan. I. .pengunciannya yaitu dengan 2 buah kunci L yang terbuat dari logam. Tuas pengatur sudut serang terpasang pada drum silinder yang menutupi runner. saat aliran kecil. bagian masuk maupun saat air keluar.

J. seperti pada gambar kedua. Kesimpulan . yaitu terjadi pada bagian tepi nozzle (berwarna biru). Dapat terlihat bahwa aliran hanya mengalami loss sedikit. Tetapi. Saat aliran lebih kecil. nozzle ditutup sehingga aliran terfokus kepada satu keluaran saja.Gambar pertama menunjukkan simulasi aliran yang terjadi dalam nozzle yang terbuka kedua ujungnya. Input yang kami masukkan yaitu sebsar 10 m/s. aliran masih relatif seragam dan hanya mengalami losses sedikit (berwarna merah kekuningan). tentu dengan perhitungan rasio debit dengan luas permukaan kedua ujung nozzle.