Anda di halaman 1dari 5

Infeksi TORCH dalam

kehamilan
Dr. Agus Rusdhy Hariawan
Hamid
Smf Obgin RSUP NTB

4 .4 • Infeksi congenital menyebabkan cytomegalic inclusion disease.4 • Kehamilan tidak meningkatkan risiko atau berat ringan infeksi cytomegalovirus. 15 % menderita mononucleosis-like syndrome yang ditandai dg demam. terjadi reaktivasi periodic ditandai dengan serum antibodi. Setelah infeksi primer. dan poliartritis. Efek fisik pada 20 % setelah infeksi primer. mikrosefali.3. Angka infeksi congenital 40 % setelah infeksi primer dan 15 % pada rekuren. dan seksual. Hanya 5 .4 • Tidak ada terapi yang efektif.3.6 % dari neonates. sindrom dengan BBLR.4 • Penularan melalui saliva dan urine. serta tidak ada vaksin untuk CMV. kalsifikasi intracranial.4 • Infeksi primer dengan serokonversi titer IgG CMV.2 . disertai antibody IgM CMV. dan trombositopenik purpura. 8 % setelah infeksi sekunder. ikterus. retardasi mental dan motorik. faringitis.Cytomegalovirus • Salah satu infeksi congenital yang paling sering terjadi. deficit neurosensoris. virus menjadi laten. dari ibu ke janin. Kejadian infeksi pada janin 0. anemia hemolitik. limfadenopati.2 % . hepatosplenomegali. korioretinitis. Sebagian besar asimptomatis.

Pada serangan berulang risiko sebesar 2 . Sebagian besar akibat kontak dengan sekresi genital. Pencegahan transmisi dengan seksio sesarea. risiko 33 . • Penularan dapat transplasental atau transervikal.Herpes.3 . Pada infeksi primer. mikrosefali dengan nekrosis serebelar. mikroftalmia.50 % transmisi ke neonates melalui persalinan pervaginam. 3 • Gambaran klinis berupa pertumbuhan janin terhambat.5 %. korioretinitis. hepatosplenomegali. katarak.

trombositopenia dan anemia. hepatosplenomegali. hepatitis.4 • Dapat dicegah dengan vaksinasi. abnormalitas kromosom. Sindrom rubella congenital berupa : katarak. malaise dan atralgia.50 % wanita yang terinfeksi menunjukkan gejala asimptomatis. septal defects dan stenosis arteri pulmonal. 20 .Rubella. demam. tetapi mengakibatkan aborsi dan malformasi congenital berat.4 . ikterus. Gambaran klinis pada ibu berupa limfadenopati. pertumbuhan janin terhambat. glaucoma. patent ductus arteriosus. defek system saraf pusat. tuli neurosensoris. • Mengakibatkan infeksi minor pada maternal.4 • Malformasi congenital terjadi bila infeksi maternal terjadi < uk 20 mg. mikroftalmia. pneumonitis.

nyeri otot. rash makulopapular.1 per 1000. 4 • Pengobatan dengan spiramycin.8. dan limfadenopati. • Toxoplasmaa gondii menular pada wanita dengan jalan memakan daging sapi atau babi yang tidak dimasak atau setengah matang atau kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi. tetapi berat penyakit berkurang. Lebih sering subklinis.4 • Gejala pada maternal : kelelahan. Jika janin terbukti terinfeksi. hepatosplenomegali. demam. <1/4 bayi yang terinfeksi toksoplasmosis congenital menunjukkan gejala klinis saat lahir. retardasi mental dan hidrosefalus atau mikrosefali. Gejala klinis berupa BBLR. kalsifikasi intracranial. Janin terserang secara tranplasental. 4 . Mengakibatkan aborsi atau bayi lahir dengan penyakit ini.Toksoplasmosis. ikterus dan anemia.5 . 4 • Berat ringannya infeksi congenital tergantung usia kehamilan. pengobatan menggunakan pyrimethamine + sulfadiazine. Risiko meningkat sejalan dengan usia kehamilan. menggigil. dengan kejang. Beberapa bayi mengalami penyakit neurologis. Insiden infeksi baru 0. Semua bayi yang terinfeksi akan menderita korioretinitis.