Anda di halaman 1dari 18

Referat

KEMATIAN AKIBAT SENGATAN LISTRIK

Oleh :
Angga Fachreza (0908151682)
Pratiwi Rukmana (0908151673)
Suci Martha Dani (0908151690)
Wilni Pera Maelaiti (0908120334)
Yusa Has Juliana (0908151694)
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
RSUD ARIFIN ACHMAD
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK.IV
PEKANBARU
2013

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Trauma akibat sengatan listrik  kerusakan yang disebabkan oleh adanya aliran arus listrik yang melewati tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi organ dalam. Kerusakan pada organ  2 mekanisme :  Terjadinya pemanasan  Aliran listrik yang melewati jaringan. dibandingkan . Sering akibat kecelakaan pembunuhan atau bunuh diri.

87 kasus pada laki-laki. Trauma listrik dikarenakan kontak langsung atau dengan kontak melalui media lain. Turki  tahun 1956-2002. 123 kasus. Kasus terbanyak pada usia 2-63 tahun dan 69. Kematian akibat sengatan listrik  meningkat  seiring pentingnya sumber daya listrik bagi kehidupan.9% korban adalah laki-laki. Tanda utama luka bakar pada kulit.6% pada lakilaki Australia  tahun 1973-2002. 96 kasus . 98.20%  pada anak-anak. Laki-laki  lebih sering Amerika Serikat : 1000 kematian/tahun (mortality rate 35%) 2525 kasus tahun 1992-1999. .

pemeriksaan korban dan luka akibat petir. Batasan masalah Referat ini membahas tentang definisi. etologi. 4. 3.2. penyebab kematian akibat arus listrik dan pemeriksaan pada korban akibat sengatan listrik. Manfaat Penulisan Manfaat penulisan ini adalah unutk meningkatkan pengetahuan tentang kasus kematian akibat sengatan listrik dan kemampuan menulis ilmiah di bidang kedokteran. . Tujuan Penulisan Referat ini merupakan salah satu syarat menjalankan Kepaniteraan Klinik Senior Di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Riau. patofisiologi dan faktor-faktor yang mempengaruhi efek listrik terhadap tubuh.

yang merupakan jenis trauma yang disebabkan oleh adanya persentuhan dengan benda yang memiliki arus listrik.TINJAUAN PUSTAKA 1. Definisi Luka akibat Trauma Listrik  luka yang disebabkan oleh trauma listrik. . sehingga dapat menimbulkan luka bakar sebagai akibat berubahnya energi listrik menjadi energi panas.

Tenaga listrik alam.2. Tenaga listrik buatan meliputi arus listrik searah (DC) seperti baterai dan accu. 2. terdapat 2 jenis tenaga listrik: 1. seperti petir dan kilat. dan arus listrik bolak-balik (AC) seperti listrik PLN pada rumah maupun pabrik. Etiologi Luka Listrik Secara umum. .

inisiasi abnormal irama elektrik pada jantung dan otak.  Hal ini juga dapat menghasilkan luka bakar elektrik internal maupun eksternal melalui panas dan pembentukan pori di membran sel . Patofisiologi Elektron mengalir secara abnormal melalui tubuh menghasilkan cedera dengan atau kematian melalui depolarisasi otot dan saraf.3.

baik efek lokal maupun umum. sedangkan pada tegangan tinggi disebabkan oleh trauma elektrotermis . Tegangan (volt) Tegangan rendah tidak berbahaya.Faktor yang mempengaruhi luka listrik 1. maka akan menghasilkan efek yang lebih berat. tetapi tegangan sedang sudah dapat mematikan manusia. Lebih kurang 60 % kematian akibat trauma listrik terjadi pada tegangan 115 volt. Semakin tinggi tegangan. Kematian akibat aliran listrik yang bertegangan rendah terutama terjadi karena fibrilasi ventrikel.

 Kuat arus sebesar 30 mA adalah batas ketahanan seseorang.2. Kuat arus Arus di atas 60 mA berlangsung lebih dari 1 detik dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel. Pada kuat arus 40 mA dapat menimbulkan hilangnya kesadaran. pada kuat arus 100 mA atau lebih dapat terjadi kematian .

Tahanan Tahanan yang terbesar terdapat pada kulit dan akan menurun pada tulang. Di dalam lapisan kulit derajat resistensinya bervariasi dan tergantung pada ketebalan kulit dan jumlah relatif dari folikel rambut. lemak. darah dan cairan tubuh. Kulit yang berkeringat lebih buruk daripada kulit yang kering. kelenjar keringat dan lemak.3. Kulit yang berkeringat dapat menurunkan tahanan sebesar 200-300 ohm . saraf. otot.  Tahanan kulit rata-rata 500-1000 ohm.

AC lebih bahaya daripada DC (Arus searah/ baterai/ aki) . Frekunsi listrik AC (Alternating Current) adalah arus bolak- balik yang berasal dari PLN dengan frekuensi 60 cycle/detik (di bawah 10 dan diatas 1000 cycle/detik tidak berbahaya bagi manusia).4.

Luas permukaan kontak Suatu permukaan kontak seluas 50 cm2 (kurang lebih selebar telapak tangan) dapat mematikan tanpa menimbulkan jejas listrik.5. kepadatan arus pada daerah selebar telapak tangan tersebut hanya 2 mA/cm2. yang tidak cukup besar menimbulkan jejas listrik . karena pada kuat arus letal (100 mA).

Fibrilasi ventrikel Pada tegangan 50 mA akan menyebabkan kontraktur dari otot. dan kematian jika aliran listrik menetap. Kebanyakan jalurnya dari tangan ke kaki atau dari tangan ke tangan .Penyebab Kematian Akibat Sengatan Listrik 1. Fibrilasi ventrikel terjadi pada aliran listrik antara 75-100 mA. paralisis pernafasan.

Menurut Dalziel (1961) memperkirakan pada manusia arus yang mengalir sedikitnya 70 mA dalam waktu 5 detik dari lengan ke tungkai akan menyebabkan fibrilasi. Kalau arus listrik masuk ke tubuh melalui tangan yang satu dan keluar melalui tangan yang lain maka 60% yang meninggal dunia .  Yang paling berbahaya adalah jika arus listrik masuk ke tubuh melalui tangan kiri dan keluar melalui kaki yang berlawanan atau kanan.

spasme otot-otot pernafasan terjadi pada arus 25-80 mA. sedangkan ventrikel fibrilasi terjadi pada arus 75-100 mA. sehingga korban meninggal karena asfiksia.2. Paralisis respiratorik  Paralisis respiratorik disebabkan karena spasme dari otot-otot pernafasan. Menurut Koeppen. Paralisis otot jantung terjadi bila arus listrik yang memasuki tubuh korban di atas nilai ambang yang membahayakan. . tetapi masih di batas bawah yang dapat menimbulkan fibrilasi ventrikel.

3. Oleh karena itu dengan bantuan pernafasan buatan korban masih dapat ditolong.  Aliran listrik yang dihentikan. maka akan terjadi paralisis pusat pernapasan. sedangkan jantung masih berdenyut. Hal tersebut bisa terjadi jika kepala merupakan jalur arus listrik. . Paralisis pusat pernafasan Jika arus listrik masuk melalui pusat di batang otak dapat menyebabkan trauma pada pusatpusat vital di otak.

Korban dapat ditemukan pada keadaan memegang benda yang membuatnya terkena trauma listrik. Kadang-kadang terdapat busa pada mulut. . . Pemeriksaan korban di tempat kejadian perkara . Pertama kali yang perlu dilakukan adalah mematikan arus listrik atau menjauhkan kawat listrik dengan kayu kering. kemudian korban diperiksa apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.Pemeriksaan korban 1.

Pemeriksaan luar .Pemeriksaan jenazah 1. antara lain electric mark. dan exogenous burn . joule burn. Pada pemeriksaan luar harus dicari tanda- tanda trauma listrik.