Anda di halaman 1dari 3

7/9/2015

(12) Menyoal Penumpang Sipil di Pesawat Militer
Search Facebook

Rony

Home

Menyoal Penumpang Sipil di Pesawat Militer

Hanna Simatupang

July 7, 2015 at 9:59pm

Oleh: R. Hanna Simatupang
 
 
Musibah jatuhnya pesawat Hercules C­130 buatan Lockheed Martin Selasa pekan lalu
jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan mengingatkan saya pada ibunda. Beliau dulu termasuk
pegawai sipil di lingkungan Mabes TNI­AU, sehingga suka ada tawaran untuk ikut
penerbangan menggunakan Hercules bila memang ada jadwal penerbangan rutin ke suatu
daerah. Namun kami tidak pernah menggunakan fasilitas tersebut. Saya kurang tahu
kenapa ibunda tidak pernah mengajak kami naik Hercules.
Kembali ke musibah Hercules C­130, dikabarkan ada banyak keluarga besar TNI­AU yang
turut menjadi korban. Sungguh pilu menyimaknya. Tak tertanggungkan kepedihan yang
meliputi keluarga bila ternyata ada satu keluarga atau lebih menjadi korban, hanya karena
semula ingin sekedar merasakan naik pesawat atau alasan lain.
Jangan bandingkan dengan kasus kecelakaan penerbangan pesawat sipil yang
menyediakan asuransi bernilai miliaran rupiah. Tapi mengingat keikutsertaan penumpang
sipil dalam pesawat militer sepertinya merupakan hal lazim, dengan berbagai kondisi dan
alasan, tentu tidak ada salahnya bila ada yang berpikir tentang perlunya perlindungan
asuransi. Tapi mungkinkah?
Mengingat usianya yang sudah setengah abad, pesawat Hercules C­130 tentu telah
banyak berpartisipasi dalam operasi militer, sipil dan bantuan kemanusian di Indonesia.
Pesawat berukuran hampir 30 meter dengan daya muat hingga 70.000 kg serta mampu
menjelajah hingga ketinggian 7000 meter ini diakui sebagai pesawat angkut militer yang
sangat tangguh. Hampir seluruh negara yang memiliki angkatan perang juga
menggunakan pesawat jenis ini untuk membantu mereka dalam menjalankan misi
pengawasan teritorial, operasi rutin, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
Namun bahasan dalam tulisan ini bukan mengupas faktor penyebab kecelakaan pesawat,
tapi mengenai bagaimana bentuk perlindungan hukum, bentuk tanggung jawab TNI­AU
yang terkadang menggunakan pesawat udara militer untuk mengangkut warga sipil, serta
kewajiban pemberian ganti rugi kepada pihak ketiga yang berada di darat dari sisi pandang
hukum nasional kita.
Penerbangan pesawat udara militer yang digunakan secara operasional ada dua jenis,
yaitu penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal. Dalam kegiatan militer kedua jenis
penerbangan itu berbeda dengan yang diatur bagi pesawat udara sipil. Penerbangan
berjadwal pesawat militer terbatas hanya untuk latihan terbang dan pengiriman logistik
secara rutin, sedangkan penerbangan tidak berjadwal dilakukan sesuai kebutuhan dan
keperluan serta atas perintah dari pemegang Komando.
 
 
Sedangkan dalam pemberian perlindungan hukum bagi yang ikut di dalam pesawat udara
militer, kita harus melihat terlebih dahulu pada tujuan penggunaan, bentuk kegiatan
pesawat udara militer itu dioperasikan, serta untuk kepentingan siapa. Dalam kasus
Chat (Off)
Hercules C­130 dengan nomor penerbangan A1310 ini kita ketahui bahwa pesawat
tersebut digunakan untuk tujuan­tujuan dan kepentingan­kepentingan militer yang
dilakukan dalam masa damai, karena pesawat diterbangkan untuk kepentingan
pengangkutan logistik bagi keperluan TNI AU sendiri. Oleh karena itu diharapkan di
dalamnya tidak ada penumpang sipil yang turut untuk tujuan atau kepentingan
transportasinya sendiri. Penumpang sipil dengan kepentingan transportasinya sendiri yang
dimaksudkan di sini adalah seseorang yang ikut sebagai penumpang bukan kategori “Very
important person/VIP” (selevel bintang 2 ke atas dalam militer). Atau untuk keperluan dan
kepentingan misi perdamaian, misi sosial, atau evakuasi korban bencana alam. Jadi dalam
hal penumpang pesawat udara militer yang secara hukum merupakan penumpang illegal
adalah penumpang yang dengan sengaja ikut dalam penerbangan angkutan udara militer
untuk tujuan kebutuhan transportasinya.
 
Dari kasus Hercules A1310 belum diketahui apakah ada penumpang yang ikut secara
illegal atau tidak. Namun apabila diketahui ada penumpang yang termasuk kategori “VIP”,
maka berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung
Jawab Pengangkut Angkutan Udara, pihak militer atau TNI AU sebagai pemegang
komando operasi pesawat udara militer harus memberikan tanggung jawab kepada
penumpang penerbangan tersebut.
 
Demikian juga dengan kerugian yang diderita oleh pihak ketiga yang berada di darat

https://www.facebook.com/notes/10152905358645636/

12

Lecturer at Christian University Of
Indonesia

Notes by Hanna Simatupang
All Notes

Get Notes via RSS
Embed Post
Report
PEOPLE YOU MAY KNOW

See All

Adpen Simatupang
1 mutual friend
Add Friend
Advokat Irianto Simanjuntak
1 mutual friend
Add Friend
Citra Lupheelee (Klik Ikuti
Saja)
Friends with Veni
Add Friend
Abishalom Soerjosoemarno
New Real
2 mutual friends
Add Friend
Humala Sianturi
Add Friend

FRIEND REQUESTS

See All

Unnie Jellyid
3 mutual friends
Confirm Friend

SUGGESTED PAGES

See All

BEJO RUDIANTORO
100 people like him.
Like

1/3

  Diharapkan dengan adanya kewajiban bagi setiap penyelenggara angkutan udara untuk menanggung segala kerugian yang timbul tersebut. mungkin jg.     Menjadi catatan penting bagi kita bahwa dengan banyaknya kejadian kecelakaan pesawat udara militer maka pemerintah seharusnya (1) menetapkan peraturan khusus bagi pesawat udara militer atau Negara dalam hal sistem tanggung jawab dan pemberian ganti kerugian; (2) setiap penyelenggara angkutan udara (baik sipil maupun militer) wajib bertanggungjawab atas kerugian terhadap penumpang yang meninggal. Semoga bermanfaat. Tujuan penggunaan atau bentuk kegiatan­kegiatan pesawat udara militer harus jelas dan tegas. Saya jg baru sadar bhw kami kok ga pernah mencobai herky ya?? Like · July 7 at 10:28pm View more replies Hanna Simatupang Terima kasih.. Like · Reply · July 7 at 10:30pm https://www. Hanna Simatupang Tempat – Tanggal Lahir: Jakarta. Namun besarnya tanggung jawab yang ditanggung oleh penyelenggara penerbangan tersebut dibatasi hanya sampai pada jumlah tertentu. 16 Agustus    Pendidikan: Kandidat Doktor hukum penerbangan dari Universitas Western Sydney Master hukum bisnis dari Universitas Indonesia Hukm Internasional dari Universitas Indonesia   Karir: Mengajar di Universitas Kristen Indonesia. STIH Gunung Jati  dan Universitas Krisnadwipayana Komite Nasional Keselamatan Transportasi Sekolah Manajemen Penerbangan Nasional di Bangka­Belitung dan Asosiasi Sekolah Penerbangan Pilot Garuda di Subic Bay.   Tulisan ini dimuat dalam Majalah Detik edisi 6­12 Juli 2015.   BIODATA: Nama: R. Saya kurang tahu kenapa ibunda tidak pernah mengajak kami naik Hercules..   Penghargaan: Beasiswa American Field Service/AFS Beasiswa pendidikan dari Singapora Beasiswa pendidikan dari Australia (Ausaid) Like · Comment · Share 12 people like this.7/9/2015 (12) Menyoal Penumpang Sipil di Pesawat Militer (dalam hal ini. kecuali apabila kerugian tersebut timbul karena kesalahan pihak yang dirugikan sendiri. Dro. keamanan dan kenyamanan pengangkutan udara dapat terus terjaga; (2). orang­orang yang meninggal. Jimmy Walesasi and Ferhat Jusuf..facebook. Phillipina. luka­luka dan pemilik bangunan yang rusak yang berada di Jalan Jamin Ginting). apakah digunakan untuk kepentingan negara atau digunakan untuk kepentingan organisasi internasional dan kemanusiaan harus diketahui oleh para petinggi dan pemegang komando agar setiap penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut tercatat dan yang dapat ikut di dalamnya adalah orang­orang yang memang diatur sesuai peraturan perundangan yang berlaku. cacat tetap atau luka­luka dan pihak ketiga yang berada di permukaan bumi.com/notes/10152905358645636/ 2/3 .. kalau ada duit (dan nga terpaksa banget) jangan pakai Hercules d.. maka (1) keselamatan. Ganti kerugian tersebut secara tegas diatur di dalam Konvensi Roma 1952 (prinsip absolute liability) yang merupakan prinsip tanggung jawab mutlak dimana tidak ada kemungkinan bagi pengangkut atau penyelenggara penerbangan untuk membebaskan diri dari tanggung jawab. coba nanti saya tanyaken kpd beliau. " <­­mungkin ibunya Bu Hanna berpikiran sama dengan saya.. Sudiro Sumbodo "Namun kami tidak pernah menggunakan fasilitas tersebut. sehingga tidak ada lagi penumpang illegal yang menjadi korban; (3) Kepentingan setiap penerbangan pesawat udara militer. secara hukum mereka harus diberikan ganti kerugian yang sesuai dengan kerugian yang dideritanya. See More Like · Reply · July 7 at 10:10pm Hanna Simatupang hmmm.

.... apakah akan menjadi kebiasaan 'memaksa' jalan sebuah kendaraan yang seharusnya sudah waktunya berhenti.... About Create Ad Create Page Developers Careers Privacy Cookies Ad Choices Terms Help Facebook © 2015 English (US) https://www.facebook. Pesawat baru saja bisa celaka... See More Like · Reply · 11 hrs Write a comment.Yang perl.7/9/2015 (12) Menyoal Penumpang Sipil di Pesawat Militer Wendy Yolanda Pasaribu Ijin share ya bu.. Like · Reply ·  1 · Yesterday at 5:57am Sihar Donald Bu Hanna.. demi melestarikan budaya daur ulang? Like · Reply · Yesterday at 5:49am Sudiro Sumbodo pesawat bekas.masih dapat dioperasikan (laik terbang) dan tidak berhubungan dengan kecelakaan.yg menjadi pertanyaan kenapa masih disangkal oleh pihak TNI AU. pesawat yang dianggap tua. dan itu benar mereka bayar. mengenai adanya penumpang sipil di dalam pesawat tersebut sdh lama terjadi. dan biayanya cukup murah bila dibandingkan dg pesawat komersil.com/notes/10152905358645636/ 3/3 . Like · Reply ·  1 · Yesterday at 5:27am Hanna Simatupang Monggo Like · Yesterday at 6:49am Wien Bsatrya Menjadi perhatian kita semua.