Anda di halaman 1dari 2

Doa dan Pembentukan Diri Teks - Kolose 1 : 3 - 14

Aspek Doa Paulus
1. Mengucap Syukur
Hal yang menarik untuk dicatat adalah bahwa Paulus mengucap syukur
bukan untuk dirinya sendiri tetapi mengucap syukur untuk orang lain
terkhusus atas pertumbuhan rohani/spiritual yang terjadi (ayat 3 - 7).
Ucapan syukur ini juga dipicu oleh berita yang disampaikan oleh Epafras.
Renungan :
Seberapa sering kita mengucap syukur ketika mendengar berita yang baik
terjadi pada saudara- saudara kita?
Pada pertumbuhan rohani yang terjadi, misalnya : menerima Kristus,
bertobat dari dosa.
Pada pencapaian yang terjadi, misalnya : diterima kerja, kesembuhan,
prestasi.
Suatu disiplin yang baik untuk mengaitkan segala sesuatu yang baik
kepada Tuhan dan disyukuri, karena kita cenderung dan lebih otomatis
butuh Tuhan ketika dalam keadaan sulit.

2. Permintaan
Paulus tiada henti-henti berdoa, menunjukkan Paulus yang senantiasa
berdoa untuk suatu permintaan yang sama yaitu pertumbuhan rohani
yang lebih lagi untuk jemaat Kolose (ayat 9-14).
Dalam 2 Korintus 12 : 7-8, Paulus menyebut dirinya 3 kali berseru untuk
dilepaskan dari duri dalam daging dan Tuhan kemudian menjawab
"Cukuplah kasih karuniaKu bagimu sebab justru dalam kelemahanlah
kuasaKu menjadi sempurna". Paulus kemudian memiliki kekuatan ekstra
yang ia yakini datangnya dari Tuhan.
Yesus juga berdoa 3 kali dengan permintaan yang sama di taman
Getsemani (Matius 26:44 dan Markus 14:41) dan kemudian Tuhan pun
menjawab dengan mengirim penguatan dari Malaikat (Lukas 22:43), Yesus
kemudian punya kekuatan dan keyakinan untuk menghadapi jalan Salib
keesokan harinya.
Renungan :
Orang Karismatik berdoa dengan mengklaim Tuhan, seolah sudah menjadi
haknya (memaksa Tuhan). Orang non-Karismatik berdoa "KehendakMu
yang jadi". Ketika doanya tidak dijawab Tuhan masihkah kedua tipe doa ini
mau terus berdoa? Ada kemungkinan tidak jika pada dasarnya mereka
tidak percaya.
Paulus berdoa dengan percaya, bahkan ketika doanya tidak dijawab
sekalipun ia akan tetap berdoa.

Pemuda/i diajak untuk memiliki hati untuk mensyukuri berkat Tuhan yang diberikan tidak hanya kepada diri sendiri tetapi juga kepada setiap anggota jemaat. Doa yang memaksa Tuhan dan doa dengan sebelumnya sudah tidak percaya kalau Tuhan akan menjawab juga salah.Doa yang meminta untuk memuaskan nafsu dan tidak meminta adalah hal yang salah di mata Tuhan. Melalui proses itu kita dimampukan untuk menerima apapun jawaban dari Allah. Pemuda/i memahami dan meyakini bahwa ketekunan dalam berdoa akan menumbuhkan iman untuk mempercayai bahwa kehendak Tuhan adalah yang terbaik ` . Tujuan : 1. 3. Tekun berdoa artinya melewati momen bergumul bersama dengan Allah. Doa yang bertekun dan doa yang memaksa adalah dua hal yang berbeda. Pemuda/i mengenal Paulus sebagai pengajar yang juga adalah seorang yang berdoa 2.