Anda di halaman 1dari 6

BISNIS INTELEGEN

I.

DEFINISI
Istilah bisnis intelegen merujuk pada aplikasi, teknologi, praktik pengumpulan,
integrasi, analisis, serta presentasi informasi bisnis atau kadang merujuk pula pada
informasinya

itu

sendiri.

Tujuan

intelijen

bisnis

adalah

untuk

mendukung pengambilan keputusan bisnis.


Sistem BI memberikan sudut pandang historis, saat ini, serta prediksi operasi
bisnis, terutama dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan ke dalam
suatu gudang datadan kadang juga bersumber pada data operasional. Perangkat
lunak mendukung penggunaan informasi ini dengan membantu ekstraksi, analisis,
serta pelaporan informasi. Aplikasi BI menangani penjualan, produksi, keuangan,
serta berbagai sumber data bisnis untuk keperluan tersebut, yang mencakup
terutama manajemen kinerja bisnis. Informasi dapat pula diperoleh dari perusahaanperusahaan sejenis untuk menghasilkan suatu tolok ukur.
Lebih jauh intelijen bisnis bisa kita definisikan sebagai berikut :
1. Intelijen Bisnis adalah sebuah alternatif terminologi bagi Competitive Intelligence.
Definisinya adalah kegiatan-kegiatan monitoring lingkungan eksternal sebuah
perusahaan untuk mendapatkan informasi yang relevan bagi proses pembuatan
kebijakan perusahaan tersebut.
2. Istilah lain CI adalah Competitor Intelligence, yaitu proses analisa yang
mentransformasikan

keseluruhan competitor

intelligence yang

utuh

menjadi

pengetahuan strategis tentang kompetitor, posisi, performance, kapabilitas, dan


niat/tujuan. Pengetahuan strategis tersebut harus relevan, akurat, dan bisa digunakan.
3. Competitive Intelligence adalah sebuah cara berpikir (way of thinking).
4. CI menggunakan sumber-sumber informasi publik untuk mengetahui lokasi dan
membangun informasi tentang persaingan dan pesaing-pesaing yang ada.
5. Competitor intelligence adalah informasi yang sangat spesifik dan tepat waktu tentang
sebuah perusahaan.
(Richard Coombs, Competitive intelligence handbook. University Press of America, Bab I)

II.

METODE PENGUMPULAN DATA

A. Sumber Data
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data
sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner,
kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi,
gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari
majalah, dan lain sebagainya.
B. Metode Pengumpulan Data
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan
wawancara.
1. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan
responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui
angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai
wilayah.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur
sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam
berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian

ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan
dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.

3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan
tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau
sumber data. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai
studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden,
sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul
data (umumnya penelitian kualitatif).

III.

Etika dalam Pengumpulan Data


Beberapa isu etis yang harus diperhatikan ketika mengumpulkan data antara lain :
1. Memperlakukan informasi yang diberikan responden dengan memegang prinsip
kerahasiaan dan menjaga pribadi responden merupakan salah satu tanggung jawab
peneliti.
2. Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian
kepada subjek. Dengan demikian, peneliti harus menyampaikan tujuan dari penelitian
kepada subjek dengan jelas.
3. Informasi pribadi atau yang terlihat mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan, dan jika
hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian, maka penyampaiannya harus
diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden, dan memberikan alasan
spesifik mengapa informasi tersebut dibutuhkan untuk kepentingan penelitian.
4. Apapun sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh
dilanggar
5. Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan responden yang
tidak mau berpartisipasi tetap harus dihormati.
6. Dalam study lab, subjek harus diberitahukan sepenuhnya mengenai alasan eksperimen
setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
7. Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka, baik secara
fisik maupun mental.

8. Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang
dikumpulkan selama study.

IV.

LANGKAH - LANGKAH PROSES BUSINESS INTELLIGENCE

Menurut Ronald (2008) ada beberapa bagian dalam solusi business intelligence yaitu,
keseluruhan proses dalam business intelligence dapat diterjemahkan menjadi langkahlangkah dibawah ini :
1. Identifikasi masalah bisnis yang perlu diselesaikan dengan gudang data dan menentukan
data yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2. Identifikasi lokasi dari data-data yang diperlukan dan mengambilnya dari sumber
penyimpanannya.
3. Merubah data yang diperoleh dari beragam sumber tersebut ke dalam sebuah data yang
konsisten.
4. Mengambil data yang telah dirubah tersebut ke dalam lokasi yang yang tersentralisasi.
5. Membuat sebuah gudang data dengan data yang ada dalam lokasi yang tersentralisasi
tersebut
6. Memasang sebuah produk atau aplikasi yang dapat memberikan akses ke data yang ada
dalam cube tadi. Ada berbagai macam jalan dan cara untuk berbagai macam tipe pekerjaan
ketika berurusan dengan cube.

V.

MANFAAT BUSINESS INTELLIGENCE BAGI ORGANISASI NONPROFIT


a) Meningkatkan nilai data dan informasi organisasi
b) Memudahkan pemantauan kinerja organisasi
c) Meningkatkan nilai investasi TI yang su-dah ada

d) Menciptakan pegawai yang memiliki akses informasi yang baik


(well-informed workers)
e) Meningkatkan efisiensi biaya

VI.

KESIMPULAN
Business intelligence di masa sekarang dan di masa depan Kompetisi ketat
bisnis saat ini, kualitas dan waktu yang singkat dari informasi bisnis untuk sebuah
organisasi tidak hanya untung dan rugi saja; mungkin lebih kepada dapat bertahan
atau gulung tikar. Tidak ada organisasi bisnis yang menyangkal keuntungan dari BI.
Laporan analisis industri terbaru, jutaan orang akan menggunakan Visual Tools BI dan
analisis setiap hari.
Kedepannya trend BI akan digabungkan dengan AI (Artificial Intelligence). AI
telah digunakan pada aplikasi bisnis sejak tahuan 1980an, dan sangat berguna untuk
memecahkan problem yang komplek dan teknik pendukung keputusan dalam real
time aplikasi bisnis. Ini tidak akan lama lagi sebelum aplikasi AI merger dengan BI,
berbagi dalam era baru didalam bisnis. Untuk menjalankan integrasi, vebdor BI
memulai untuk menggunakan SOA (Services Oriented Archi-tecture) dan Enterprise
Information Integration (EII).

TUGAS SISTEM INFORMASI AKUTANSI


BISNIS INTELGEN

GILANG SUGIHARDIANSAH
361361013

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN ILMU


KOMPUTER INDONESIA MANDIRI
2015