Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

Evaluasi Sumberdaya Manusia dan Ekonomi


(GEL 3003)
Dosen : Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.

Provinsi Maluku Utara

Oleh
Nama

: Bima Arifiyanto

NIM

: 11/316575/GE/07148

GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

Maluku utara merupakan suatu provinsi yang berasal dari pemekaran provinsi Maluku.
Maluku utara memiliki luas total wilayah sebesar 140.255,32 km. Sebagian besar merupakan
wilayah perairan laut, yaitu seluas 106.977,32 km (76,27%). Sisanya seluas 33.278 km
(23,73%) adalah daratan. Maluku utara terbentuk sejak tahun 2000. Sebelumnya maluku utara
hanya merupakan suatu kabupaten dari provinsi maluku. Pada awal berdirinya provinsi maluku
utara hanya memiliki 3 kabupaten yaitu halmahera tengah, maluku utara dan kota ternate.
Namun dengan terjadinya pemekaran kabupaten di provinsi maluku utara bertambah menjadi 9
kabupaten yaitu Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan,
Halmahera Utara, Halmahera Timur, Pulau Morotai, Kota Ternate dan Kota Tidore.
Jumlah penduduk Provinsi Maluku Utara sebanyak 1 038 087 jiwa. Persentase distribusi
penduduk menurut kabupaten/kota bervariasi dari yang terendah sekitar 4 persen di Kabupaten
Halmahera Tengah hingga yang tertinggi sekitar 19 persen di Kabupaten Halmahera Selatan.
Secara umum penduduk laki-laki lebih banyak dibandingnkan dengan penduduk perempuan baik
tahun 2000 maupun 2010. Hal ini dapat terlihat dari nilai sex ratio yang selalu lebih dari angka
100. Analisis ketanagakerjaan provinsi maluku utara menggunakan data sensus sebagai dasar
utama yaitu sensus penduduk tahun 2000 dan tahun 2010. Secara umum terjadi perbedaan cukup
banyak pada tahun 2000 dan 2010. Selain diakibatkan oleh pemekaran kabupaten yang ada,
pertambahan penduduk juga terjadi akibat tingkat kelahiran yang cukup tinggi. Penduduk pada
usia kerja juga semakin bertambah dan hal ini juga berpengaruh pada meningkatnya angkatan
kerja pada tahun 2010.
Nilai despendency ratio provinsi ini juga termasuk tinggi. Semakin tingginya persentase
dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang
produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Hal
ini dapat menjadi indikator bahwa terjadi tingkat kelahiran yang tinggi di provinsi ini.Dari hasil
Sensus Penduduk 2010, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi Maluku Utara
sebesar 62,79 persen, di mana TPAK laki-laki lebih tinggi daripada TPAK perempuan.
Perekonomian Provinsi Maluku Utara sangat ditopang oleh sektor pertanian yang
kontribusinya tertinggi terhadap PDRB . Hal itu juga dapat terlihat dengan angkatan kerja yang
terserap untuk masuk ke sektor pertanian memiliki nilai yang cukup tinggi. Sementara sektor
industri perdagangan, hotel dan restoran mempunyai kontribusi yang cukup besar juga, namun
tidak lebih dari sektor pertanian. Jumlah pengangguran di Maluku Utara terus mengalami

penurunan dalam 3 tahun terakhir. Tingkat pengangguran tertinggi berada di Kota Ternate baik
tahun 2000 maupun tahun 2010. Kota ternate merupakan daerah perkotaan paling berkembang di
provinsi maluku utara. Hal ini membuat daya tarik sendiri bagi penduduk yang masuk usia kerja
untuk mencari pekerjaan di Kota Ternate,namun permasalahnnya adalah ketersediaan lapangan
kerja di Kota ternate tidak mencukupi. Hal ini yang menyebabkan tingginya angka pengangguran
di Kota Ternate.
Nilai selanjutnya yang didapat dari hasil analisis adalah nilai indeks Produktivitas Kerja
(IPK). Nilai ini menggambarkan tingkat produktivitas dari sisi ketenagakerjaan di suatu wilayah.
Nilai ini didapat dari nilai tambah despendency ratio, tingkat pengagguran terbuka, TPAK, %
pekerja sektor formal, dan % pekerja di Sektor manufacturing. Nilai ini kemudian akan dijadikan
dasar pembuatan peta nilai indeks Produktivitas Kerja (IPK). Secara umum nilai IPK yang
dihasilkan pada provinsi Maluku Utara baik tahun 2000 maupun 2010 didominasi kelas rendah.
Hal ini dikarenakan masih tingginya tingkat penggaguran serta banyaknya penduduk yang
bekerja pada sektor informal maupun pada lapangan pekerjaan agriculture.
Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk yang terjadi juga menimbulkan Pertumbuhan
dibidang ekonomi akibat tingginya konsumsi masyarakat. Konsumsi rumah tangga memberikan
kontribusi yang cukup tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di provinsi
Maluku Utara juga terus terjadi akibat tingginya pembangunan berbagai sarana infrastruktur oleh
pemerintah daerah. Sebagai provinsi baru tentunya pembangunan menjadi salah satu sektor yang
sangat diperhatikan dan tentunya hal ini dapat membuka lapangan kerja baru bagi angkatan kerja
Provinsi maluku Utara.
Sektor jasa / services merupakan sektor yang paling tinggi tingkat pertumbuhannya. Hal
ini terlihat dari meningkatnya jumlah pekerja disektor ini dari tahun 2000 hingga tahun 2010.
Peningkatan ini terjadi secara signifikan dan sektor jasa yang mengalami peningkatan tinggi
seperti sektor pariwisata dan sektor perbankan. Provinsi baru akan mendapat perhatian yang
cukup tinggi dari pemerintah pusat dan akibat hal ini perrtumbuhan pembangunan diperkirakan
akan terus terjadi. Keadaan ini dapat menjadi peluang para angkatan kerja karena peluang
lapangan kerja baru juga akan semakin tinggi. Semakin banyaknya angkatan kerja yang terserap
pada sektor-sektor pekerjaan utama maka kemungkinan terjadi pertumbuhan ekonomi di provinsi
Maluku Utara Ini akan semakin tinggi.