Anda di halaman 1dari 3

Sistem Monitoring Level Cairan dalam Tanki

Berbasis Mikrokontroler dan LabVIEW
Abdurrahman Hawary
Departemen Fisika, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
abdurrahman.hawary@ui.ac.id
Abstrak — Dunia industri sangat membutuhkan pengendalian proses yang berjalan di dalamnya. Seperti di industri pertrokimia, minyak,
dan gas banyak tanki-tanki besar yang menampung berbagai cairan-cairan tertentu. Proses pengendalian pun membutuhkan parameterparameter input yang ada di dalam tanki tersebut. Salah satu parameter penting yaitu level cairan dalam tanki. Tanki yang besar dan tidak
dapat langsung diketahui user, oleh karena itu dibutuhkan sistem monitoring level cairan secara visual. Salah satunya menggunakan prinsip
interfacing antara user dengan sistem monitoring level cairan tersebut. Dengan bantuan sensor level dan instrumentasi virtual maka
permasalahan tersebut dapat diatasi. Sistem monitoring level cairan dalam tanki ini menggunakan sensor resistivity-strip dengan perubahan
resistansi terhadap ketinggian dan akan dikonversi dan dikuatkan dengan rangkaian penguat menggunakan zero-span dengan mengatur batas
keluaran output tegangan sensor sebesar 0 s.d. 5 V sehingga dari perubahan parameter ketinggian dikonversi ke perubahan tegangan yang
dapat terbaca di ADC mikrokontroler ATMega 8535. Komunikasi mikrokontroler dengan PC menggunakan serial USART dengan mode
Asynchronous. Pada LabVIEW digunakan juga block VISA Serial Configuration untuk menerima dan kemudian membaca masukan dari
mikrokontroler. Mikrokontroler hanya mengambil data ADC dari tegangan keluaran sistem sensor level, sedangkan untuk penghitungan
konversi nilai ADC ke tegangan dan tegangan ke ketinggian cairan dilakukan di LabVIEW menggunakan block diagram tertentu.
Penghitungan menggunakan formula dengan persamaan linier yang diambil dari pengambilan data ketika proses kalibrasi sistem. Data
pengukuran akan divisualisasikan dalam indikator tanki di LabVIEW dan data pengukuran dapat disimpan dalam bentuk file Ms. Excel
“.xls”.
Kata Kunci — Monitoring Level Cairan, Interfacing, Resistivity-Strip, ADC, USART, ATMega 8535, LabVIEW

I. PENDAHULUAN
Industri-industri yang bergerak di bidang petrokimia,
minyak, dan gas membutuhkan pengendalian proses-proses
yang ada untuk mengoptimalkan output yang diinginkan.
Beberapa besaran penting yang menjadi salah satu parameter
penting di antaranya level cairan dalam tanki-tanki proses.
Tanki-tanki yang besar menjadi penghalang untuk
pendeteksian oleh user ketika terjadi kesalahan, oleh karena
itu user membutuhkan sistem monitoring tanki berbasis
komputer yang lebih mudah untuk dimonitor.
Untuk mengetahui ketinggian cairan dapat menggunakan
beberapa sensor, dalam hal ini penulis menggunakan sensor
resistivity-strip yang berubah nilai resistansinya seiring
perubahan ketinggian cairan.
Pengukuran digital saat ini banyak digunakan karena lebih
mudah untuk maintenance-nya dan juga lebih mudah
penggunaan oleh user itu sendiri. Mikrokontroler menjadi
salah satu chip yang sangat digemari baik di dunia
pendidikan, riset, maupun industri. Mikrokontroler memiliki
beberapa mode pin input dan output seperti ADC, serial
kominikasi, timer, dan counter.
ADC (Analog to Digital Converter) memiliki dua karakter
prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan
sampling suatu ADC menyatakan seberapa sering sinyal
analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang
waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan
dalam sample per second (SPS). Resolusi ADC menentukan
ketelitian nilai hasil konversi ADC. Prinsip kerja ADC adalah
mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang
merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan
referensi. ADC pada mikrokontroler memiliki resolusi bit
dari 8 s.d. 12 bit dan AREF dapat diatur oleh user, sedangkan
AVCC sebesar 5 VDC.
USART merupakan komunikasi yang memiliki
fleksibilitas tinggi, yang dapat digunakan untuk melakukan
transfer data baik antar mikrokontroler maupun dengan
modul-modul eksternal termasuk PC yang memiliki fitur

USART. USART memungkinkan transmisi data baik secara
syncrhronous maupun asyncrhronous, sehingga dengan
memiliki USART pasti kompatibel dengan UART.
Pada ATMega 8535, secara umum pengaturan mode
syncrhronous maupun asyncrhronous adalah sama.
Perbedaannya hanyalah terletak pada sumber clock saja. Jika
pada mode asyncrhronous masing-masing peripheral
memiliki sumber clock sendiri, maka pada mode
syncrhronous hanya ada satu sumber clock yang digunakan
secara bersama-sama. Dengan demikian, secara hardware
untuk mode asyncrhronous hanya membutuhkan dua pin
yaitu TXD dan RXD, sedangkan untuk mode syncrhronous
harus tiga pin yaitu TXD, RXD dan XCK.
Baud rate komunikasi dapat diatur hingga 115200, akan
tetapi yang biasa digunakan sebesar 9600. Serial komunikasi
yang biasa digunakan yaitu 8 bit 1-stop no-parity.
Komunikasi mikrokontroler dapat diatur sesuai keinginan
user apakah hanya menjadi receiver, transmitter, ataupun
keduanya. Receiver, mikrokontroler menerima data dari PC
atau device lain, sedangkan transmitter mikrokontroler
mengirim data ke PC atau device lain.

Gambar 1. Resistivity-Strip Sensor

Gambar 3. Batas maksimal tegangan output pada level maksimum adalah sekitar 5 V agar sistem sensor level ini dapat membaca dengan range 0 s. nilai integer ADC akan dikonversi ke tegangan melalui block Formula yang berisi persamaan berikut ini.493 V. VI dengan grafik selalu menampilkan data dalam bentuk array dan memplot data dalam bentuk grafik sama dengan spreadsheet. MATERIAL DAN METODE Gambar 2.034 kΩ/cm. Sedangkan chart. Program LabVIEW disebut dengan Virtual Instrument atau VI karena beberapa tampilan dan operasi pada program LabVIEW menyerupai suatu instrumen seperti osiloskop ataupun multimeter. Setelah discan. LabVIEW merupakan pemrograman aliran data di mana aliran data menentukan ekseskusi dari program.082 x  0. Resolusi bit ADC mikrokontroler ATMega 8535 adalah 10 bit (1024) resolusi yang cukup tinggi dan tegangan terkecil dapat terbaca sekitar 0. Dengan y adalah tegangan (dalam Volt) dan x adalah ketinggian (dalam cm) yaitu sebagai berikut. Grafik dan chart pada LabVIEW digunakan untuk menampilkan plot data dalam bentuk grafik. Rangkaian pengkonversi hambatan dari sensor resistivitystrip menjadi tegangan yang dapat dibaca mikrokontroler digunakan dan dihubungkan dengan rangkaian instrumentasi amplifier. Mode yang digunakan pada PIN ADC adalah ADC free running dengan referensi tegangan dari tegangan AVCC sebesar 5 V. Pada ketinggian awal nilai tegangan output dari sistem sensor level tersebut adalah sebesar 0. Komunikasi Serial menggunakan VISA Serial Configuration Gambar 4. Data serial akan dibaca menggunakan block diagram VISA Read yang menghasilkan nilai string data ADC. dalam hal ini hanya digunakan PIN ADC.080 mA. Dalam rangkaian pengkonversi hambatan ke tegangan ini sensor resistivity-strip ini berfungsi sebagai rangkaian pembagi teganan yang output tegangannya akan langsung masuk salah satu kaki instrumentasi amplifer.003 Mikrokontroler akan membaca tegangan melalui PIN ADC. Nilai string dari ADC akan discan ke integer menggunakan block Scan from String. Rangkaian instrumentasi amplifier ini digunakan sebagai penguat yang dapat diatur besar penguatannya. Sedangkan pengaturan span (VR1) digunakan untuk menentukan besaran output penguatan yang diinginkan. sedangkan output berupa parameter indikator. Penulis menggunakan pengaturan zero (VR2) untuk menentukan nilai tegangan yang dihasilkan rangkaian ketika kondisi bola indikator berada di level cairan terbawah (posisi awal “0”). Rangkaian pengkonversi hambatan menjadi tegangan adalah rangkaian pembagi tegangan yang menggunakan Operational Amplifier (Op-Amp) TL084 dan menggunakan sumber tegangan VCC sebesar +12 VDC. Dari data ketinggian dengan tegangan yang dihasilkan sistem sensor didapatkan hubungan antara tegangan dengan ketinggian cairan. y  0. Sensitivitas dari sensor resistivity-strip ini adalah sebesar 0. Pengaturan zero-span sangat berguna pada sistem monitoring sensor ini. Pada LabVIEW juga dapat ditampilkan parameter input berupa parameter control. 5 V agar dapat digunakan dalam pengkonversian nilai tegangan ke nilai ADC pada pembacaan ADC di mikrokontroler. Pembacaan nilai ADC dan Konversi String ke Integer menggunakan VISA Read dan Scan from String Sistem monitoring level cairan dalam tanki ini menggunakan sensor resistivity-strip yang menganalogikan prinsip kerja buka-tutup resleting yang ketika bola penggerak naik maka resletting hambatan akan berada pada kondisi tertutup. akan tetapi output tidak akan lebih besar daripada VCC yang diberikan karena akan terjadi saturasi.d. data yang baru langsung ditampilkan pada display. Komunikasi pada PC menggunakan LabVIEW dengan block diagram VISA Serial Configuration yang sebelumnya dilakukan pemilihan device komunikasi di Visa Source Name.II.026 V. Instrumentasi Amplifier dengan Zero-Span LabVIEW adalah bahasa pemrograman komputer grafik yang menggunakan ikon-ikon sebagai pengganti teks dalam membuat aplikasi. Setiap VI menggunakan fungsi-fungsi yang memanipulasi input dari user interface.005 V. Arus yang melalui sensor resistivity-strip ini adalah sebesar 0. Sebagai contoh pada ketinggian 56 cm nilai tegangan output sistem sensor level adalah sebesar 4.0. Resistivity-strip ini nilai hambatannya akan berubah seiring kenaikan posisi bola. . Grafik dan chart berbeda dalam menampilkan dan memerbaharui data. Mikrokontroler akan mengirimkan data ke PC menggunakan komunikasi serial USART dengan mode asynchronous 8 bit 1-stop no-parity dengan baud rate 9600.

0374  REFERENSI [1] [2] [3] [4] [5] Derenzo S. Sistem monitoring level cairan dalam tanki dapat dibuat dengan menggunakan perangkat keras dan lunak seperti resistivity-strip sensor.” ATMEL Serial communication using AVR Microcontroller USART. Level  12.jowa-usa. Untuk konversi data tegangan ke nilai ADC sangat baik dan dengan resolusi ADC yang cukup (10 bit) data tegangan yang terbaca semakin jelas sehingga berdampak pada konversi data dari tegangan ke ketinggian cairan. dan chart memudahkan user dalam proses interface dengan sistem. Penyimpanan data ke Ms. Excel. air di dalam tanki tidak tenang (datar) sehingga untuk mengukur tegangan dari sistem sensor level sedikit lebih susah karena tegangan terus berubah-ubah sehingga dipilih tegangan tertinggi yang muncul selama pengukuran beberapa detik untuk ketinggian yang sama. Komunikasi menggunakan USART cukup baik dan harus dipastikan driver downloader kompatibel serta driver serial dengan LabVIEW harus sudah terinstall. HASIL V. New York: Cambridge University Press.469 * Volt )  0. III. dan iterasi data akan ditampilkan dalam format table pengukuran menggunakan block build table dan table tersebut dapat disimpan dalam bentuk file Ms. Jerome J. Penghitungan dan indikator pada LabVIEW (Konversi ADC ke Tegangan dan Tegangan ke Level) Abdurrahman Hawary adalah seorang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam jurusan Fisika dengan mengambil konsentrasi Sistem dan Instrumentasi Fisika Universitas Indonesia. “Metritape”. dan LabVIEW. Nilai tegangan yang didapat kemudian dikonversi lagi menjadi data ketinggian dengan persamaan berikut ini. ketinggian cairan.com/embedded/avr-microcontrollerprojects/serial-communication-atmega16-usart> Gambar 5.. Data yang ditampilkan pada indikator. PEMBAHASAN Persamaan ini didapat dari persamaan ketika kalibrasi sensor level.engineersgarage.. Pada proses kalibrasi. Karena proses penghitungan terjadi di LabVIEW. pengukuran ketinggian tidak terlalu presisi sehingga menimbulkan error. Mikrokontroler membaca nilai tegangan dari sensor melalui PIN ADC dengan resolusi 10 bit dan berkomunikasi dengan PC (LabVIEW) melalui komunikasi serial (VISA Serial Configuration pada LabVIEW). instrumentasi amplifier. Gambar 6. table. Data pengukuran tegangan sensor. 2014. Resistivity-strip.Volt  (ADC / 1024 ) * 5 IV. <http://www. Visualisasi kondisi tanki dengan menggunakan block tank indikator sangat baik. Virtual Instrumentation Using LabVIEW. Nilai tegangan ini juga akan ditampilkan dalam bentuk numeric indikator dan waveform chart untuk melihat perubahan data secara jelas. mikrokontroler hanya mengakuisisi data ADC saja. 2010. mikrokontroler ATMega 8535. New Delhi: PHI Learning Private Limited. Hawary lahir di Depok tanggal 27 Juli tahun 1993. Excel .com/Metritape> “ATMega 8535 data sheet. KESIMPULAN Pengukuran yang dilakukan oleh ADC mikrokontroler tidak berbeda jauh (error kecil) dengan pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan multimeter. < http://www. 28 Dec. error yang ditimbulkan oleh kesalahan penghitungan sangat sedikit dan dapat ditoleransi. Practical Interfacing in The Laboratory. Nilai ketinggian ini ditampilkan dalam bentuk numerik indikator dan tank indikator agar didapat data yang jelas dan divisualisasikan seperti kondisi real dalam tanki. 2003. 28 Dec 2014. ADC 10 bit sangat baik untuk resolusi sehingga data yang didapatkan lebih detail. indikator numeric. chart maupun table sama. Error pada pengukuran tegangan sensor didapatkan pada proses kalibrasi tegangan terhadap sensor. Tampilan indikator tanki.