Anda di halaman 1dari 12

1, K2S2O8

Potassium persulfate is the inorganic compound with the formula K2S2O8. Also known
as potassium peroxydisulfate or KPS, it is a white solid that is highly soluble in water. This salt
is a powerful oxidant, commonly used to initiate polymerizations.

2. KMnO4
Potassium permanganate is an inorganic chemical compound with the chemical
formula KMnO4. It is a salt consisting of K+ andMnO
4 ions. Formerly known as permanganate of potash or Condy's crystals, it is a
strong oxidizing agent. It dissolves in water to give intensely pink or purple solutions, the
evaporation of which leaves prismatic purplish-black glistening crystals. [2] In 2000, worldwide
production was estimated at 30,000 tonnes.[3] In this compound, manganese is in the +7 oxidation
state.

3. NH3
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati
berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki
sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan
dapat merusak kesehatan. Amonia yang digunakan secara komersial dinamakan amonia
anhidrat. Istilah ini menunjukkan tidak adanya air pada bahan tersebut. Karena amonia mendidih
di suhu -33 C, cairan amonia harus disimpan dalam tekanan tinggi atau temperatur amat
rendah. Walaupun begitu, kalor penguapannya amat tinggi sehingga dapat ditangani
dengan tabung reaksi biasa di dalamsungkup asap. "Amonia rumah" atau amonium
hidroksida adalah larutan NH3 dalam air. Konsentrasi larutan tersebut diukur dalam
satuan baum. Produk larutan komersial amonia berkonsentrasi tinggi biasanya memiliki

konsentrasi 26 derajat baum (sekitar 30 persen berat amonia pada 15.5 C).[7] Amonia yang
berada di rumah biasanya memiliki konsentrasi 5 hingga 10 persen berat amonia.
Amonia umumnya bersifat basa (pKb=4.75), namun dapat juga bertindak sebagai asam yang
amat lemah (pKa=9.25). Amonia dapat terbentuk secara alami maupun sintetis. Amonia yang
berada di alam merupakan hasil dekomposisi bahan organik.

4. CH3CH2OC(O)CH3
Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3. Senyawa ini
merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna,
memiliki aroma khas. Senyawa ini sering disingkat EtOAc, dengan Et mewakili gugus etil dan
OAc mewakili asetat. Etil asetat diproduksi dalam skala besar sebagai pelarut.
Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dan
tidak higroskopis. Etil asetat merupakan penerima ikatan hidrogen yang lemah, dan bukan suatu
donor ikatan hidrogen karena tidak adanya proton yang bersifat asam (yaitu hidrogen yang
terikat pada atom elektronegatif seperti flor, oksigen, dan nitrogen. Etil asetat dapat
melarutkan air hingga 3%, dan larut dalam air hingga kelarutan 8% pada suhu kamar.
Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun, senyawa ini tidak stabil dalam air
yang mengandung basa atau asam.
5. CH3OH
Metanol, juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa
kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada
"keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah
terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). metanol
digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif
bagi etanol industri.
Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut
adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut
akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadikarbon dioksida dan air.
6. C6H14

Heksana, suatu hidrokarbon dengan rumus kimia C6H14, yaitu suatu alkana
dengan enam atom karbon.
Istilah ini mungkin mengacu pada empat isomer struktur lain dengan rumus itu, atau
terhadap campuran mereka. Namun, dalam tatanama IUPAC, heksana merupakan
isomer tidak bercabang (n-heksana); empat struktur lain dinamakan sebagai turunan
termetilasi dari pentana dan butana. IUPAC juga menggunakan istilah seperti akar

dari banyak senyawa dengan enam-kerangka karbon linier, seperti 2-metilheksana


(C7H16), yang juga disebut isoheptana.
Penggunaan laboratorium khas heksana ialah untuk mengekstrak kontaminan
minyak dan lemak dari air dan tanah untuk analisis. Dalam banyak aplikasi (terutama
farmasi), kegunaan n-heksana ialah dihapus karena toksisitas jangka panjang, dan
sering digantikan oleh n-heptana, yang tidak akan membentuk metabolit beracun
(heksana2,5dion).
7. H2O2
Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di
tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia anorganik yang memiliki sifat
oksidator kuat. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H 2) dan
gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida
adalah auto oksidasi Anthraquinone.
H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air.
Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju
dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun.
Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa
reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi
hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk
menghambat laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk
hidrogen peroksida dalam penyimpanan. Selain menghasilkan oksigen, reaksi
dekomposisi hidrogen peroksida juga menghasilkan air (H2O) dan panas.

Pada metode ini senyawa raksa ( Hg ) dalam contoh uji


dioksidasikan dengan penambahan KmnO 4 menjadi Hg2+ pada proses
destruksi ( dengan waterbath ) pada suhu 950 C, proses destruksi
dilakukan dalam suasana asam Hg2+ yang terbentuk direduksi oleh
SnCl2 menjadi Hg0 ( uap Hg ). Kemudian atom netral tersebut akan
menguap sebagai atom-atom bebas dan didorong oleh udara ke sel. Jika
cahaya dengan panjang gelombang lampu katoda Hg melalui sel, maka
sinar yang diabsorbsi oleh Hg berbanding lurus dengan kadar Hg.