Anda di halaman 1dari 40

PERKEMBANGAN EMBRIO KATAK DAN SEA URCHIN

Lapisan sel akan mengalami invaginasi masuk ke dalam embrio, tahap ini menunjukkan
akan memasuki tahap gastrulasi. Tahap gastrulasi ini ditandai dengan terjadinya perubahan
susunan yang dsangat besar serta sel-sel menjadi sangat rapi. Dari tahap gastrulasi ini akan
didapatkan lapisan lembaga yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Pada fase gastrulasi ini
terjadi gerakan
morfogenetik misalnya involusi, invaginasi, evaginasi, epiboli, ingresi, delaminasi, dan juga
gerakan amoeboid.
Dari gastrulasi didapatkan 3 lapisan lembaga. Pada perkembangan berikutnya akan
terjadi perkembangan pada setiap lapisan lembaga tersebut. Ketiga lapisan lembaga tersebut akan
membentuk jaringan-jaringan khusus dan organ-organ tubuh, proses inilah yang disebut dengan
organogenesis. Misalnya mesoderm akan mmbentuk notochord, pembentukan anggota tubuh,
system urogenital dan peredaran darah. Turunan dari ectoderm akan menjadi system syaraf pusat
dan mata. Dan endoderm akan membentuk system pencernaan makanan dan pernafasan.
Pembenukan system syaraf pusat diawali dengan pembentukkan bumbung neural
(neurulasi) dan embrio pada tahap ini disebut dengan neurula. (Sudarwati, 1990). Neurulasi pada
amphibi, Aves dan Mamalia pada umumnya sama. Setelah notochord terbentuk maka notochord
akan menginduksi ectoderm untuk untuk terjadi neurulasi.
Pada awalnya bumbung neural masih berbentuk lurus, sebelum bumbung neural posterior
terbentuk, bumbung neural bagian paling posterior telah memulai dengan pembentukan otak.
Bumbung neural mengelembung membentuk tiga vesikula otak depan (prosensefalon), otak
tengah (mesensefalon) dan otak belakang (rhombensefalon). Pada waktu ujung posterior
bumbung neural menutup, dibentuk penonjolan baru yaitu vesikula optic. Penonjolan ini dari
kedua sisi lateral otak depan. Otak depan akan terbagi menjadi telensefalon, dan dielensefalon.
Pada perkembangan berikutnya telansefalon ini akan membentuk serebrum (otak
besar)seadangkan dielensefalon akan menjadi thalamus, hipotalamus. Dan mesensefalon tidak
berubah dan rongga menjadi aquaduct serebral. Rhoembensefalon akan berubah menjadi
metensefalon dan mielensefalon. Mielensefalon akan menjadi medulla oblongata sedangkan
metensefalon akan menjadi serebelum dan pons varoli.

Prosedur Kerja

Pengamatan model embrio katak dan sea urchin


Untuk mendapatkan data ini langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengamati

dan memahami perubahan embrio mulai dari zigot, proses pembelahan dan perkembangan
selanjutnya. Model perkembangan hewan yang ditentukan ada dua yaitu model perkembangan
embrio katak dan model perkembangan embrio Sea Urchin. Baik embrio Katak maupun Sea
Urchin diamati mulai dari zigot.
Memahami setiap model yang dilihat kemudian menggambarnya.

Pengamatan preparat awetan embrio katak


Untuk mengamati preparat awetan ini diperlukan mikroskop, kita hanya membutuhkan

mikroskop dan preparat awetan saja. Preparat yang diamati jumlahnya banyak mulai dari
pembelahan awal sampai masa neurulasi.
Langkah pertama adalah menentukan cahaya agar kita dapat mengamati preparat,
meletakkan preparat pada meja obyektive, mencari gambar dengan perbesaran rendah terlebih
dahulu, selanjunya dapat dipindah-pindah ke perbesaran yang lebih besar.
Setelah ditemukan gambar yang jelas maka kita harus menggambarnya dan
memahaminya.

Pengamatan preparat basah embrio katak


Untuk membuat preparat basah ini diperlukan suatu embrio segar Katak. Selanjutnya

meletakkan embrio yang telah diambil pada kaca benda cekung. Untuk mengetahui tahap yang
terjadi pada telur Katak tersebut maka harus mengirisnya sehingga membaginya menjadi dua
bagian yang sama besar. Untuk memotongnya digunakan silet yang tajam dan plastisin sebagai

alat untuk mencengkram telur sehingga telur akan mudah diiris. Selanjunya meletakkan kembali
telur pada kaca benda. Kemudian mengamati telur Katak tersebut, mencari tahu tahap apa yang
sedang terjadi pada telur tersebut. Agar semakin yakin tahap yang terjadi maka harus dicocokkan
dengan literature.
Setelah didapatkan gambar yang bagus maka gambar tersebut digambar.

Pembahasan
Perkembangann embrio katak
Telur katak memiliki dua kutub. Kutup anima berwarna hitam karena memiliki pigmen
sedangkan pada kutub vegetal tidak terdapat pigmen.telur yang telah mengalami fertilisasi
memiliki ciri terdapat daerah kelabu yang berbentuk bulan sabit. Hal ini di karenakan ada
penetrasi sperma ehingga pigmen di daerah tersebut masuk kedala tempat mesuknya sperma.
Zigot yang terbentuk memasuki tahap pembelahan I, tipe pembelahannya holoblastik
yaitu pembelahan yang menyeluruh dari kutub animal ke kutub vegetal dan samapi melalui
daerah kelabu ( grey cresen). Pembelahan I dengan meridional yang arah pembelahannya tepat
pada garis tengah sabit kelabu, menghasilkan dua blastomer. Pembelahan kedua meridional
tetapi arahnya 90 terhadap bidang pembelahan I sehingga menghasilkan 4 blastomer. Pada
pembelahan ketiga, Pembelahannya horizontal tegak lurus dengan bidang pembelahan I dan II
yang akan menghasilkan 8 blastomer yang tidak sama yaitu 4 mikromer dan 4 makromer. Kerena
pada pembelahan ketiga ini terjadi pembelahan secara anequal. Pembelahan akan terus terjadi
dan akan menghasilkan blastomer yang tidak sama ukurannya. Pembelahan ketiga ini termasuk
pembelahan incomplete karena tidak semua yng membelah hanya sebagian sel saja yang
membelah. Sel yang membelah hanya selyang berada di dekat kutub animal saja. Pada
pembelahan ketiga ini terjadi lebih ke daerah kutub animal karena telur katak memiliki yolk
yang besar dan berada di kutub vegetal sehingga ketika terjadi pembelahan tidak menggangu
keadaan yolk. Sel akan terus membelah hingga terbentuk sel yang berukurann kecil. Dari 8 sel
akan terbentuk 16 sel kemudian 32 sel, 64 sel hingga sel akan membentuk sebuah bola padat
yang dinamakan morula. Selama pembelahan volume dari telur katak tetap tetapi ukurannya
berbeda, sel dibagi menjadi 10-100 sel. Pembelahan di kutup animal lebih cepat daripada
pembelahan di kutub vegetal.

Pada perkembangan selanjutnya morula akan menjadi blastula, karena ada rongga yang
disebut blastocoel. Lapisan atap blastocoel lebih tipis daripada alasnya, karena atap dari
blastocoel ini tersususn dari 2-4 selapian mikromer, sedangkan alasnya adalah terdiri dari
makromer yang jumlah lapisannya lebih banyak. Rongga yang terbentuk tersebut disebabkan
oleh sekresi cairan dari sel sel di kutub animal.
Sel akan terus mengalami perkembangan hingga akhirnya akan terbentuk tahap
gastrulasi. Gastrula dibentuk dari serangkaian proses pergerakan sel dengan hasil akhir berupa
tiga lapisan sel yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Pergerakan sel-sel in akan
mengakibatkan lapisan sel akan mengalami invaginasi masuk ke dalam embrio. Setelah
mengalami invaginasi juga akan mengalami involusi dan juga gerak morfogenetik lainnya.
Invaginasi sel ini akan membentuk blastoporus, pada tepi blastoporus ini akan terbentuk bibir
dorsal blastoporusi. Terjadinya proses invaginasi ini adalah di daerah intermediet (perbatasan
antara mikromer dan makromer). Selanjutnya daerah pelekukan tersebut akan membentuk bibir
dorsal blastoporus. Akibat adanya invaginasi akan terajdi migrasi sel. Hasil dari invaginasi ini
adalah akan terbentuknya rongga, rongga inilah yang disebut dengan arkenteron. Akibat adanya
arkenteron maka rongga bastocoel akan terdesak hingga rongga ini akan menjadi rongga dengan
ukuran yang kecil dan terletak di pinggir. Arkenteron ini nantinya akan menjadi saluran
pencernaan primitive. Sedangkan

pada daerah di lain juga terjadi invaginasi yang akan

membentuk bibir ventral. Bibir ventral ini terletak di sisi yang berlawanan dengan bibir dorsal.
Selain bibir dorsal dan bibir ventral juga ada bibir lateral.
Setelah terjadi gastrulasi maka akan terjadi proses neurulasi. Pada tahap ini terjadi proses
perubahan bentuk fisik dan terjadi pula proses saling menginduksi diantara lapisan embrional.
Pada tahap ini sudah terbsntuk lapisan lembaga yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Akan
terbentuk keping neural setelah ada induksi dari bakal notochord, selanjutnya pada tepi kiri
kananya akan membentuk lipatan neural sedangkan bagian tengahnya melekuk disebut parit
neural. Bersamaan dengan itu juga terjadi pertemuan antara lipatan neural kanan dan lipatan
neural kiri yang akan membentuk bumbung neural. Selanjutnya akan terbentuk organ-organ yang
berasal dari lapisan lembaga.
Pada praktikum kali ini awetan basah tidak dapat menunjukkan secara lengkap tentang
proses perkembangn embrio katak. Diantaranya tidak ditemukannya tahap morula, blastula dan
gastrula, sehingga kita tidak dapat mengamati perkembangan langsung dari embrio Katak.

Sehungga kita hanya dapat mengamati perkembangan Embrio Katak dari model peraga dan
preparat awetan. Tidak ditemukannya tahapan-tahapan pada preparat basah kemungkinan
dikarenakan usia dari telur katak tersebut sama.
Perkembangan embrio Sea Urchin
Setelah terjadi fertilisasi maka akan terbentuk zigot. Zigot ini akan membelah secara
vertical. Pembelahan ini bersifat equal. Karena terjadi pembelahan bersifat equal ini maka akan
terbentuk dua blastomer yang sama. Selanjutnya sel akan membelah lagi menjadi empat
blastomer, pembelahan ini bersifat equel dan tegak lurus terhadap bidang pembelahan pertama.
Pembelahan akan terus berlangsung hingga akan terbentuk bola padat yang bernama morula.
Pada Sea Urchin keadaan sel berbeda dengan katak, akibat adanya pembelahan akan terjadi tiga
macam blastomer yang berbeda yaitu mesomer, mikromer dan makromer. Pembelahan pada Sea
Urchin ini sangat cepat sehingga ketika siklus pembelahan pertama belum selesai pembelahan
selanjutnya dapat terjadi. Selanjutnya setelah terjadi pmbelahan sel maka akan terbentuk
blastula.
Pada daerah kutub vegetal terbentuk mikromer yang selanjutnya akan bergerak melintasi
lamina basal menuju blastocoel. Sel-sel inilah yang nantinya akan membentuk mesenkim primer.
Setelah terjadi blastrulasi, maka akan terbentuk gastrula. Gastrulasi berasal dari kutup
vegetal. Sel-sel di kutiub ini adalah mikromer yang tersususn epitel. Kemudian sel-sel ini akan
beringresi ke dalam blastocoel dan disebut dengan mesenkim primer. Mesenkim primer ini
nantinya akan membentukrangka kapur (spikula). Akibat adanya ingresi maka sel-sel lainnya di
kutub vegetal mengisi tempat yang semula diisi oleh sel-sel yang beringresi sehingga lapisan sel
di tempat ini menjadi datar, kemudian akan berinvaginasi membentuk arkenteron yang mulamula berongga kecil kemudian bertambah besar dan akhirnya akan mendesak blastocoel.
Dinding arkenteron berupa hipoblas (mesenkim sekunder). Hipoblas ini akan membentuk
mesoderm dan endoderm. Mesenkim sekunder ini terletak di puncak arkenteron. Sel-sel
mesenkim sekunder ini memiliki suluran filopodia. Dinding luar gastrula adalah epiblas yang
kemudian akan berkembang menjadi ectoderm. Arkenteron akan berhubungsn dengsn dunis luar
melalui sebuah lubang yang disebut dengan blastopurus yang akan menjadi anus Sea Urchin.

Arkenteron akan memanjang sehingga akan mendesak blastocoel. Embrio akan terus
berkembang hingga nantinya akan terbentuk lapisan lembaga. Tahap gastrulasi berakhir jika
sudah terbentuk tiga lapisan tersebut.
Diakhir perkembangan akan terbentuk saluran pencernaan yang berupa jaringan tulang,
jaringan dan organ pencernaan. Semuanya itu terbentuk dari perkembangan tiga lapisan lembaga
yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm.
perkembangan Lanjutan
ketika embrio dipotong secara transversal melalui lubang hidung kita akan mengetahui
epidermis, prosephalon, olfactory pit, sedangkan pada waktu dipotong sacara transversal melalui
telinga dalam kita apat mengamati rhombensefalon, neural crest, otic vesicle, notochord, faring,
jantung, lubang pericardial, dan adhesive gland.
ketika embrio dipotong secara transversal mrlalui usus belakang kita akan mengetahui
spinal cord, notochord, subnotocord, somite, hindgut, dan proctodeum. Sedangkan ketika embrio
dipotong secara transversal melalui pronefros kita akan mengetahui spinal cord, somite, dan
notochord.
Jadi kita akan mengetahui perkembangan lebih lanjut, apa yang akan terjadi setelah
terjadi neurula, yaitu terbentuknya otak dan organ-organ lainnya. Untuk mengetahui dengan jelas
dapat dilakukan irisan secara transversal. Melalui hidung, telinga dalam. Usus belakang, dan
pronefros.
Pembenukan system syaraf pusat diawali dengan pembentukkan bumbung neural
(neurulasi) dan embrio pada tahap ini disebut dengan neurula. (Sudarwati, 1990). Neurulasi pada
amphibi, Aves dan Mamalia pada umumnya sama. Setelah notochord terbentuk maka notochord
akan menginduksi ectoderm untuk untuk terjadi neurulasi.
Pada awalnya bumbung neural masih berbentuk lurus, sebelum bumbung neural posterior
terbentuk, bumbung neural bagian paling posterior telah memulai dengan pembentukan otak.
Bumbung neural mengelembung membentuk tiga vesikula otak depan (prosensefalon), otak
tengah (mesensefalon) dan otak belakang (rhombensefalon). Pada waktu ujung posterior
bumbung neural menutup, dibentuk penonjolan baru yaitu vesikula optic. Penonjolan ini dari
kedua sisi lateral otak depan. Otak depan akan terbagi menjadi telensefalon, dan dielensefalon.

Pada perkembangan berikutnya telansefalon ini akan membentuk serebrum (otak


besar)seadangkan dielensefalon akan menjadi thalamus, hipotalamus. Dan mesensefalon tidak
berubah dan rongga menjadi aquaduct serebral. Rhoembensefalon akan berubah menjadi
metensefalon dan mielensefalon. Mielensefalon akan menjadi medulla oblongata sedangkan
metensefalon akan menjadi serebelum dan pons varoli.

EMBRIOLOGI KATAK

A.

Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum Perkembangan Sel Betina adalah
untuk memlelajari perkembangan katak dari fertilisasi sampai tingkat perkembangan
larva.

B.

Waktu Pelaksanaan
Hari, Tanggal

C.

: Sabtu, 9 April 2011

Waktu

: 15.30 17.30 WITA

Tempat

: Laboratorium Struktur Hewan, FMIPA, UNHALU

Teori Singkat
Katak adalah hewan vertebrata yang bisa hidup di dua alam , yaitu air dan darat.
Katak juga dapat bereproduksi dengan baik di air maupun di darat.Pada proses ini
katak dibelah hingga terlihat organ dalam mengetahui fungsi dari organ-organ yang
terdapat pada katak.
Seperti yang sudah kita ketahui masuknya sperma katak ke dalam telur katak
memprakarsai beberapa kejadian. Ketika meosis telur sudah selesai (sempurna) maka
sabit abu-abu muncul bersebrangan dengan titik sperma itu memasuki telur, dan
nukleus sperma dan nukleus telurmelebur. Segera setelah bagian vital dalam proses
pembuahan sudah sempurna mka terjadilah pembelahan pertama. Nukleus zigot
berbelah melalui mitosis dan muncul sebuah telur yang memanjang secara membujur
melalui kutub telur tersebut, maka segeralah telur membelah menjadi dua paruhan.
Sistem reproduksi pada katak jantan, yaitu sepasang testis berbentuk bulat memanjang
melekat pada selaputmesorehium yaitu selaput yang menghubungkan testis dengan
ginjalberfungsi menghasilkan sperma dan kelenjar gonad. Vas Defferentia, yaitu saluran yang

menguhubungkan testis dengan ginjal,pada katak terdapat 5-8 saluran. Ductus


urospermaticus, yaitu saluran dari ginjal ke kloaka yangmenyalurkan air seni dan
sperma. Vasica seminalis merupakan bagian yang melebur dari ductusurospermaticus,
tempat menyimpan sementara spermatozoa sebelumdikeluarkan.
Sistem reproduksi pada katak jantan, yaitu ovarium, terdapat sepasang kiri dan
kanan melekat pada mesovarium yangberhubungan dengan dinding mediodorsal dari rongga
tubuh. Saluran reproduksi, oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk
dimulai dengan bagian yang mirip corong (infudibulum) denganlubangnya yang disebut
ostium abdominal. Oviduk di sebelah kaudalmengadakan pelebaran yang disebut dutrus
mesonfrus dan akhirnyabermuara di kloaka.
Sekitar satu jam dari pembelahan pertama dalam telur katak juga melalui kutub tapi
tegak lurus pada yang pertama. Empat sel yang terbentuk kemudian secara serempak
membelah lagi dalam bidang horizontal. Bidang ini terletak lebih dekat dengan kutub
animal daripada kutub vegetal, sehingga akibatnya sel-sel kutub hewan lebih kecil
daripada sel-sel yang berisi kuning telur pada kutub vegetal. Pembelahan akan terus
berlanjut sehingga

akan membentuk kumpulan-kumpulan seperti

buah arbei.

Pembelahan awal yang terjadi pada embrio katak bersifat sinkron atau bersamaan
waktunya, namun membentuk struktur yang asimetris. Perbedaan pembelahan ini
dipengaruhi oleh kutub yang terjadi pada sel embrio hewan, yaitu kutub animal dan
kutub vegetal. Pada katak, bagian kutub vegetal yang berisi kuning telur terdapat dalam
jumlah yang lebih sedikit atau membelah lebih sedikit.

D.

Hasil Pengamatan

Telur

dibuahi

Telur sudah dibuahi

belum

Pembahasan

Tahap embrio dimulai dari proses fertilisasi (penyatuan sel telur dan sperma).
Pada fase morula mengalami pembelahan berkali-kali. Pembelahan yang cepat terjadi
pada bagian vertikal yang memiliki kutub hewan dan kutub vegetatif. Morula : embrio
yang terdiri dari 16-64 sel.
Blastula adalah bentuk lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan,
bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan
pelekukan yang tidak beraturan, di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut
dengan blastosoel. Adapun proses pembentukan blastula di sebut blastulasi. Blastulasi
(proses pembentukan blastula) menunjukan perbedaan pada tingkat takson masingmasing.Blastulasi ( proses pembentukan blastula ) menunjukan perbedaan pada
tingkatan takson masing-masing. Proses blastulasi akan diiringi oleh suatu proses
berikutnya yaitu gastrulasi. Pada tingkat gastrula ini akan terjadi proses dinamisasi
daerah-daerah bakal pembentuk alat pada blastula, diatur dan dideretkan sesuai bentuk
dan susunan tubuh spesies yang bersangkutan.. Dalam gastrulasi sel masih terus
membelah dan memperbanyak sel. Selain terjadi perbanyakan sel, di dalam proses
gastrulasi juga terjadi berbagai gerakan untuk mengatur dan menyusun deretan sesuai
dengan bentuk dan susunan tubuh dari individu spesies masing-masing. Dalam hal ini
ada dua kelompok gerakan :
1. Epiboli
Epiboli adalah gerakan melingkup yang berlangsung disebelah luar embrio.
Kegiatan ini berlangsung pada bakal ectoderm epidermis dan saraf. Gerakan

berlangsung berdasarkan poros bakal anterior dan posterior tubuh. Bersamaan dengan
terus bergeraknya bakal mesoderm dan endoderm, epiboli menyesuaikan diri sehingga
ectoderm terus menyelaputi seluruh embrio.
2. Emboli
Emboli merupakan gerakan menyusup, gerakan ini berlangsung disebelah dalam
embrio yaitu pada daerah-daerah bakal mesoderm, notochord, pre-chorda dan
endoderm. Gerakan-gerakan tersebut mengarah ke blastocoel. Ada 7 macam
pergerakan pada emboli yaitu involusi ( gerakan membelok kedalam), konvergensi
( gerakan menyempit), invaginasi ( gerakan mencekuk dan melipat suatu lapisan),
evaginasi ( gerakan menjulur ), delaminasi ( gerakan memisahkan diri), divergensi
( gerakan memencar), extensi ( gerakan meluas).
Hanya sedikit yang dapat diketahui dalam proses blastula untuk amphibi ini.
Blastula akan terbentuk ketika sel embrio amphibian (stuktur blastomere) terus
mengalami pembelahan, bergerak dan akhirnya akan membentuk rongga-rongga pada
bagian dalam (membentuk stuktur berongga) yang sering atau biasa disebut dengan
blastocels. Pada blastosol ini berisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel.
Gastrulasi adalah proses perubahan blastula menjadi gastrula. Dalam gastrulasi
sel masih terus membelah dan memperbanyak diri. Selain terjadi perbanyakan sel, di
dalam gastrulasi juga terjadi berbagai gerakan untuk mengatur dan menyusun deretan
sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh dari individu spesies masing-masing, yaitu
gerakan epiboli dan gerakan emboli. Gastrulasi pada katak juga melibatkan beberapa
gerakan yang di mulai dengan berinvaginasinya hypoblast pada celah yang terbentuk
pada awal proses. Invaginasi ini disertai oleh pre-chorda di daerah dorso-median bibir

dorsal yang bergerak ke arah anterior bakal embrio. Gerakan ini di ikuti oleh bakal
notochord yang bergerak ke posterior ke arah bibir dorsal yang kemudian berinvolusi di
daerah dorso-median menyertakan pre-chorda. Sel-sel notochord yang terletak di bibir
lateral berkonvergensi secara perlahan menuju bibir dorsal. Notochord akan berada
persis di bawah bakal actoderm saraf dorsal-median. Bakal mesoderm yang terletak
pada ke dua sisi bakal notochord bekonvergensi ke bibir dorsal kemudian berinvolusi ke
celah antara ectoderm dan endoderm. Di kedua sisi embrio dan juga ke arah ventral.
Gerakan epiboli berlangsung pada ectoderm yang bersamaan dengan terjadinya
berbagai proses emboli sehingga ectoderm selalu menyelaputi seluruh embrio. Di lain
pihak ectoderm saraf meluas pada daerah dorso-median embrio di sepanjang poros
anterior-posterior berbentuk prisai yang di sebut keping neural atau keping saraf. Pada
proses gastrulasi pada katak juga melibatkan beberapa gerak yang di mulai dengan
berinvaginasinya hypoblast pada celah yang terbentuk pada awal proses ( bibir dorsal
blastopore). Invaginasi ini disertai oleh pre-chorda di daerah dosrso-median bibir dorsal
yang bergerak kearah anterior bakal embrio. Gerakan ini diikuti oleh bakal notochord
yang bergerak keposterior kearah bibir dorsal yang kemudian berinvolusi di daerah
dorso-median menyertakan pre-chorda. Sel-sel notochord yang terletak di bibir lateral
berkonvergensi secara perlahan menuju bibir dorsal. Notochord akan berada persis di
bawah bakal ectoderm saraf di dorsal-median. Bakal mesoderm yang terletak pada
kedua sisi bakal notochord berkonvergensi kebibir dorsal kemudian berinvolusi ke celah
antara ectoderm dan endoderm. Di kedua sisi embrio, dan juga kearah ventral.

Pada saat proses epiboli dan emboli,perpusingan gastrulasi sebesar 400 berlangsung
di daerah plug yolk berlawanan arah dengan jarum jam, sehingga gumpalan yolk yang
banyak yang tadinya berada di posterior embrio menjadi

daerah ventral.

Neurulasi adalah proses penempatan jaringan yang akan tumbuh menjadi


saraf, jaringan ini berasal dari diferensiasi ectoderm, sehingga disebut neural ectoderm.
Sebagai inducer pada proses neurulasi adalah chorda mesoderm yang terletak di
bawah neural ectoderm. Neurulasi sering juga disebut dengan proses awal
pembentukan sistem saraf yang melibatkan perubahan sel-sel ektoderm bakal neural,
dimulai dengan pembentukan keping neural (neural plate), lipatan neural (neural folds)
serta penutupan lipatan ini untuk membentuk neural tube, yang terbenam dalam dinding
tubuh dan berdesiferensiasi menjadi otak dan korda spinalis dan berakhir dengan
terbentuknya bumbung neural atau neural tube.Pada amphibi berupa katak saat
neurulasi diawali dengan terbentuknya notochord dari mesoderm bagian dorsal yang
berkondensi persis diatas arkenteron. Yang kemudian bumbung neuron berawal
sebagai lempengan ectoderm dorsal, tepat diatas notochord yang sedang berkembang.
Setelah notocord terbentuk,lempeng neuron melipat kearah dalam dan menggulung
menjadi bumbung neuron (neural tube). Setelah terbentuk jaringan pada daerah
pertemuan pinggur-pinggir bumbung atau tabung memisah dari tabung sebagai pial
neuron (neural cest) yang bertujuan membentuk banyak stuktur, yang nantinya akan
membentuk tulang dan otot tengkorak, sel-sel pigmen kulit dan adrenal,dan ganglia
peripheral system saraf. Akhirnya embrio dengan tabung neuron (bumbung neuron)
yang sudah selesai terbentuk, kemudian membentuk somit atau ruas-ruas yang
nantinya akan terisi sel-sel saraf.

Organogenesis adalah proses pembentukan organ. Setelah semua tahapan


telah mengalami ketiga tahapan tersebut maka tahapan yang terahir adalah pada
tahaan organogenesis. Daalm tahapan organogenesis ini berarti embrio telah
mengalami yang namanya kesempurnaan dalm pertumbuhanya. Tahapan yang akan
dilalui dalm organogenesis ini adalah perubahan polaritas, dari kutub animal-vegetal
menjadi arah anterior-posterior dari tubuh embrio. Tiga lapisan germinal (ektoderm,
endoderm, mesoderm) mulai menempatkan diri untuk berkembang menjadi jaringan
yang akan menjadi organ dewasa (histogenesis). Ketiga lapisan germinal tersebut
saling berinteraksi untuk membentuk organ dari jaringan yang sudah terbentuk
(organogenesis). Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah
dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.
Fase pasca embrionik adalah fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk
hidup setelah masa embrio. Dalam fase ini terjadi adanya penyempurnaan alat-alat
reproduksi setelah dilahirkan. Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan yang
terjadi biasanya hanya peningkatan ukuran bagian-bagian (organ) tubuh dari makhluk
hidup itu sendiri. Kecepatan pertumbuhan dari masing-masing makhluk hidup berbedabeda satu dengan yang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi dalm kecepetan
pertumbuhan. Salah satu faktornya adalah kebutuhan nutrisi atau kecukupan nutrisi
yang masuk kedalm tubuh, lingkungan atau habitat dari mkhluk hidup itu sendiri sesuai
atau tidak, dan masih banyak lagi faktor yang berpengaruh di dalam pertumbuhan.
E.
1.

Kesimpulan
Amphibia bentuknya bundar terbentuknya suatu celah di bawah bidang equator pada
daerah kelabu Notocord terbentuk dari mesoderm dorsal di atas arkenteron.

2.

Fertilisasi merupakan penyatuan sel telur dan sperma.

3.

Pada fase fertilisasi zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage) yang melalui
tiga fase, yaitu morula, blastula dan gastrula.

4.

Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama
masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya
janin di dalam tubuh induk betina.

5.

Fase Pasca Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup
setelah masa embrio, terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi setelah dilahirkan.

MAKALAH
EMBRIOLOGI
OLEH:
MUHAMMAD JUMANI
PENDAHULUAN

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bereproduksi ( berkembang biak). Reproduksi bertujuan
untuk melestarikan atau mempertahankan keberadaan atau eksistensi suatu sepesies tersebut. Ada
dua cara perkembangbiakan secara umum yaitu vegetatif dan generatif. perkembangbiakan
secara vegetatif umunya terjadi pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah. Sedangkan
perkembangbiakan secara generatif umumnya terjadi pada hewan dan tumbuhan tingkat tinggi.
Perkembangbiakan secara generatif melibatkan individu jantan dan individu betina. Individu
jantan akan menghasilkan sel kelamin jantan atau sperma, sedangkan individu betina akan
menghasilkan sel kelamin betina atau sel telur ( ovum). Sel sperma dan ovum dibentuk di dalam

alat kelamin (gonad), pada individu jantan disebut testis tepatnya di tubulus semeniferus
sedangkan pada individu betina ovum dibentuk di ovarium.
Pada masa tertentu umumnya hewan akan menampakkan suatu tanda-tanda birahi atau hasrat
untuk melakukan perkawinan. Ini menandakan bahwa baik jantan maupun betina telah siap
untuk melakukan reproduksi.
Setelah terjadi perkawinan (sperma berhasil masuk kedalam ovum), terbentuklah zigot. Dalam
tahapan normal setelah terjadi pembuahan maka akan terbentuk morula, kemudian morula akan
tumbuh menjadi blastula (blastocyst).
Blastulasi ( proses pembentukan blastula ) menunjukan perbedaan pada tingkatan takson masingmasing. Sebagai contoh blastulasi pada amphioxus,katak, ayam dan babi memiliki tahap
pembentukan alat yang berbeda-beda dari tiap daerah bakalnya sendiri-sendiri.
Pada bangsa aves (burung) epiblast, akan menjadi bakal ectoderm, mesoderm dan notochord.
Bakal endoderm berasal dari hypoblast yang sel-selnya tumbuh dan menyebar kebawah,
kedaerah rongga blastocoel.
Bakal ectoderm epidermis mengisi daerah yang bakal jadi anterior embrio lapisan epiblast. Bakal
ectoderm berupa sabit terletak di posterior lapisan epiblast. Bakal notochord dan prechorda di
posterior ectoderm saraf sedang bakal mesoderm di paling posterior lapisan epiblast. Pre-chorda
berupa lempeng terletak tepat di bakal jadi poros embrio.
Proses blastulasi akan diiringi oleh suatu proses berikutnya yaitu gastrulasi. Pada tingkat gastrula
ini akan terjadi proses dinamisasi daerah-daerah bakal pembentuk alat pada blastula, diatur dan
dideretkan sesuai bentuk dan susunan tubuh spesies yang bersangkutan. ( Wildan Yatim, 1982 ;
136-179)
ISI
A. Lapis Benih
Pada proses blatulasi akan dihasilkan 2 lapis benih yaitu epiblast dan hypoblast. Epiblast
sebagian besar bakal menjadi ectoderm sedangkan hypoblast akan menjadi bakal endoderm.
Lapisan ini akan menjadi lengkap pada saat gastrulasi, yaitu menjadi 3 lapis benih ectoderm
( lapisan bagian luar), endoderm (lapisan bagian dalam) dan mesoderm ( lapisan bagian tengah).
B. Gerakan Gastrulasi
Dalam gastrulasi sel masih terus membelah dan memperbanyak sel. Selain terjadi perbanyakan
sel, di dalam proses gastrulasi juga terjadi berbagai gerakan untuk mengatur dan menyusun
deretan sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh dari individu spesies masing-masing.
Dalam hal ini ada dua kelompok gerakan :
a.Epiboli
b.Emboli
1. Epiboli
Epiboli adalah gerakan melingkup yang berlangsung disebelah luar embrio. Kegiatan ini
berlangsung pada bakal ectoderm epidermis dan saraf. Gerakan berlangsung berdasarkan poros
bakal anterior dan posterior tubuh. Bersamaan dengan terus bergeraknya bakal mesoderm dan
endoderm, epiboli menyesuaikan diri sehingga ectoderm terus menyelaputi seluruh embrio.
Gerakan epiboli dapat dilihat pada gambar 1.1 yang menggambarkan proses berbagai pergerakan
pada gastrulasi.

2. Emboli
Emboli merupakan gerakan menyusup, gerakan ini berlangsung disebelah dalam embrio yaitu
pada daerah-daerah bakal mesoderm, notochord, pre-chorda dan endoderm. Gerakan-gerakan
tersebut mengarah ke blastocoel.
Ada 7 macam pergerakan pada emboli yaitu :
Involusi ( Gerakan membelok kedalam)
Konvergensi ( Gerakan menyempit)
Invaginasi ( Gerakan mencekuk dan melipat suatu lapisan)
Evaginasi ( Gerakan menjulur )
Delaminasi ( Gerakan memisahkan diri)
Divergensi ( Gerakan memencar)
Extensi ( Gerakan meluas)
C. Gastrulasi pada Amphioxus
Gerakan epiboli pada Amphioxus berlangsung pada seluruh bakal ectoderm yaitu di sepanjang
anterior-posterior tubuh. Proses epiboli ini berlangsung mengiringi proses membesar dan
melonjongnya embrio.
Beberapa gerakan yang terjadi antara lain :
Invaginasi
Involusi
Ekstensi
Kovergensi
a.Invaginasi terjadi pada daerah hypoblast yaitu di bagian median daerah yang berbatasan
dengan sabit dorsal yaitu kearah blastocoel sampai bertemu dengan epiblast. Hypoblast
mengalami perpanjangan menurut poros embrio akibat adanya pertambahan jumlah sel. Daerah
terjadinya invaginasi disebut juga blastopore yang memiliki 3 bibir yaitu bibir dorsal, ventral dan
lateral.
b. Involusi berlangsung pada bakal notochord dari sabit dorsal yang sesuai dengan gerakan
hypoblast kearah anterior, sehingga notochord akan terletak didorso-median tepatnya persis di
bawah ectoderm.
c.Ekstensi berlangsung pada seluruh daerah bakal pembentuk alat sehingga keseluruhan embrio
memanjang dan membesar.
d.Konvergensi di daerah bakal mesoderm kearah dorso-median blastopore tepatnya di daerah
bibir lateral. Pada akhirnya mesoderm akan berada di kedua sisi bakal notochord.yang terletak di
bibir dorsal
D. Gastrulasi pada Katak ( Amphibi)
Gerakan epiboli berlangsung pada ectoderm yang bersamaan dengan terjadinya berbagai proses
emboli sehingga ectoderm selalu menyelaputi seluruh embrio. Di lain pihak ectoderm saraf
meluas pada daerah dorso-median embrio di sepanjang poros anterior-posterior berbentuk prisai
yang di sebut keping neural atau keping saraf.
Pada proses gastrulasi pada katak juga melibatkan beberapa gerak yang di mulai dengan
berinvaginasinya hypoblast pada celah yang terbentuk pada awal proses ( bibir dorsal
blastopore). Invaginasi ini disertai oleh pre-chorda di daerah dosrso-median bibir dorsal yang
bergerak kearah anterior bakal embrio. Gerakan ini diikuti oleh bakal notochord yang bergerak

keposterior kearah bibir dorsal yang kemudian berinvolusi di daerah dorso-median menyertakan
pre-chorda. Sel-sel notochord yang terletak di bibir lateral berkonvergensi secara perlahan
menuju bibir dorsal. Notochord akan berada persis di bawah bakal ectoderm saraf di dorsalmedian.
Bakal mesoderm yang terletak pada kedua sisi bakal notochord berkonvergensi kebibir dorsal
kemudian berinvolusi ke celah antara ectoderm dan endoderm. Di kedua sisi embrio, dan juga
kearah ventral.
Pada saat proses epiboli dan emboli, perpusingan gastrulasi sebesar 400 berlangsung di daerah
plug yolk berlawanan arah dengan jarum jam, sehingga gumpalan yolk yang banyak yang
tadinya berada di posterior embrio menjadi daerah ventral atau daerah bakal perut.
Gerakan-gerakan gastrulasi pada katak ( amphibi) dapat dilihat pada gambar 1.1 dan 1.2.
Gambar 1.1 Proses pergerakan sel dalam proses gastrulasi pada Katak
Gambar 1.2 Gambar tahapan akhir blatulasi dan pergerakan-pergerakan pada gastrulasi.
E. Gastrulasi pada Aves
Diawali dengan penebalan di daerah bakal median embrio di caudal yang disebut primitive
streak (lempeng awal). Lempeng ini terbentuk setelah telur 8 jam eram. Primitive streak terbagi
atas beberapa bagian sebagai berikut :
Primitive groove
Primitive fold
Primitive pit
Primitive knot atau Handsens node
Primitive streak pertama kali terbentuk di daerah postrerior area pellucida yang tumbuh dari selsel epiblast yang bergerak kearah median di posterior kemudian sel-sel dalam primitive streak
tersebut memperbanyak diri. Sebagaian besar daerah posterior area pellucida ( bakal pre-chorda,
notochord, dan mesoderm) berkonvergensi keprimitive streak kemudian berinvolusi diantara
hypoblast dan epiblast.
Daerah Hensens node merupakan daerah tempat terjadinya invaginasi bakal pre-chorda dan
notochord. Selain itu bagian lain dari primitive streak merupakan gerbang lewatnya sel-sel
mesoderm.
Bakal mesoderm yang berada setengah posterior epiblast daerah area pelucida berpindah ke
posterior , kemudian berkonvergensi ( mengumpul) dari kedua sisi ke garis median. Sel-sel
epiblast bakal mesoderm yang berasal dari primitive streak kemudian bergerak kantara epiblast
dan hypoblast. Kemudian sel-sel tersebut bergerak menyebar ke lateral dan anterior di kedua sisi
garis median lalu berdivergensi membentuk lapisan mesoderm yang luas. Sementara itu sel-sel
ectoderm saraf juga melakukan pergerakan secara konvergensi ke arah median lalu berepiboli
semenjak Hensens node membentuk keping neural ( neural plate) di sepanjang garis median.
Dengan bergerak terus keanterior maka primitive streak mendekati bakal pre-chorda notochord.
Pre-chorda dan notochord membentuik primitive pit dengan melakukan invaginasi, Dari sabit
notochord, sel-sel pre-chorda yang diiringi sel-sel notochord berkonvergensi semenjak di
primitive pit menuju primitive groove kemudian berinvolusi lalu melakukan extensi ke depan
sepanjang garis median diantara endoderm dan ectoderm saraf.
Ketika embrio berumur 18 jam eram primitive streak telah lengkap terbentuk. Area pellucida
berubah bentuk dari bentuk bundar ke bentuk lonjong. Pada ectoderm berlangsung proses epiboli

sampai melingkup kedaerah yolk. Ectoderm juga memanjang ke arah anterior dan menjadi
berbentuk pita yang disebut keping neural.
Proses gastrulasi memerlukan waktu sekitar 22 jam eram. Seluruh daerah pembentuk alat sudah
tersusun pada daerah masing-masing. Primitive streak sebanding dengan perkembangan daerah
bakal pembentuk alat ketiga lapisan benih, mengalami penyusutan secara perlahan dan bergerak
ke caudal embrio. Sisanya akan membentuk bagian ekor ( cauda). Seperti pada gambar 1.3.
Gambar 1.3 Proses gastrulasi pada aves ( burung)
Gambar 1.4 Pembentukan dan berbagai pergerakan proses pembentukan lempeng neural pada
gastrualasi Aves
Gambar 1.5 Perkembangan keping neural dan mesoderm pada ayam
F. Gastrulasi pada Babi
Proses gastrulasi berawal dari pembentukan primitive streak yang berasal dari kovergensi
epiblast. Sel-sel di epiblast memperbanyak diri dengan cepat sehingga terjadilah penebalan yang
kemudian membentuk Hensens node. Primitive streak kemudian memanjang dengan terus
menumbuhkan sel-sel baru.
Dari anterior Hensens node sel-sel ectoderm saraf berkonvergensi ke garis median kemudian
berepiboli ke arah anterior membentuk keping neural. Di posterior Hensens node melakukan
invaginasi sehingga terbentuklah primitive pit.
Sel-sel bakal pre-chorda dan notochord berinvolusi dan berdelaminasi serta berextensi dari
primitive pit ke arah anterior sepanjang garis median tepat di bawah keping saraf. Sehingga preschorda yang awalnya terletak di posterior akhirnya terletak di anterior notochord.
Pre-chorda merupakan bahan daerah caput ( kepala) embrio yang pertumbuhannya diatur oleh
host organizer bagian depan notochord. Bagian belakang notochord disebut trunk organizer yang
akan mengatur petumbuhan daerah badan ( truncus).
Hypoblast akan menjadi endoderm seperti halnya pada ayam dan akan bertemu dengan bagian
posterior Hensens node.Sel-sel bakal mesoderm membentuk semacam sayap dengan
berdelaminasi keanterior yaitu di antara hypoblast dan epiblast di sepanjang kedua sisi
notochord. Pada sel-sel mesoderm, sebagian berpindah keposterior dan sebagian kearah lateral
sehingga terbentuk 2 daerah mesoderm yaitu :
1.Mesoderm embrional
2.mesoderm extra-embrional.
Mesoderm embryonal akan menumbuhkan mesoderm embrio sedangkan mesoderm extraembrional akan menumbuhkan dan membina selaput embrio, amnion, kantong yolk, allantois,
chorion.
Pada manusia jaringan mesoderm extra-embrional. Tumbuh dari tropoblast yang merupakan
lapisan kedua dari lapisan tropoblast tersebut. Dengan kata lain tidak terbentuk dari primitive
streak sperti pada babi. Jaringan extra-embrionik ini menyelaputi tropoblast sebelah dalam dan
kantung-kantung selaput embrio sebelah luar.
Primitive streak dapat pula disamakan dengan blastopore yang tertutup. Sedangkan Hensens
node dapat pula diibaratkan dengan bibir dorsal blastopore yang menumbuhkan pre-chorda dan
notochord. Dan bibir ventral dan lateral yang menumbuhkan endoderm dan mesoderm dapat
diibaratkan sebagai badan primitive streak yang ada di belakang Hensens node.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.biologyreference.com/Co-Dn/Development.html
http://8e.devbio.com/article.php?ch=23&id=242
http://www.usm.maine.edu/bio/courses/bio205/06_development_1.html
http://www-rohan.sdsu.edu/%7Erhmiller/chordates1/Chordates1.htm
Yatim, Wildan. 1982. Reproduksi dan Embryologi. Tarsito : Bandung.
DAFTAR ISTILAH

Teratologi pada Katak (Amphibia)


Teratologi merupakan salah satu dari cabang embriologi yang khusus
mengenai pertumbuhan struktur abnormal yang luar biasa.
Kejadian kelainan bentuk karena beberapa hal diantaranya:
1. Gangguan pertumbuhan ditengah jalan
2. Terhentinya pertumbuhan di tengah jalan
3. Kelebihan pertumbuhan
4. Salah arah diferensiasi
Beberapa jenis anomali, yaitu:
Read more?
Posted by Kelompok SatuB at 09.26 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Link to this post


Labels: amphibia, cacat, katak, kelainan, lahir-dewasa, teratologi

Katak (Lahir Sampai Dewasa)

Gambar 1. Metamorfosis pada Katak

Katak selayaknya makhluk hidup lain mengalami pertumbuhan dan


perkembangan. Pada katak dan beberapa makhluk hidup lainnya,
perkembangan katak sejak telur hingga menjadi katak dewasa diketahui
sebagai tahapan metamorfosis. Berikut adalah tahapan-tahapan tersebut.
1. Tahap telur
Telur katak ditutupi dengan kapsul yang bertekstur mirip agar-agar yang
mengembang saat menyentuh air. Pengembangan ini membuat volumenya
membesar dan embrio di dalamnya terlindungi. Telur-telur ini bertumpuk
dalam satu tumpukan agar kelangsungan hidup lebih terjaga dan panas di
dalamnya juga lebih dapat bertahan. Akibatnya kecebong dapat menetas
dalam waktu singkat. Banyak katak dan kodok memakai danau atau sungai
yang mengering di masa tertentu, karena hal ini mencegah hewan datang
memakan telur dan kecebong mereka.

Gambar 2. Telur Katak

2. Tahap Kecebong
Kecebong memiliki kepala besar dan tegak. Ada insangnya dan mulut yang
terbuka untuk makan. Insang luar muncul tiga hari setelah kecebong keluar
dari telur.

Gambar 3. Kecebong pada usia 10 hari

3. Tahap kecebong lanjutan (4 minggu)


Insang luarnya tertutup kulit tubuh dan digantikan oleh insang dalam.
Mereka memakan ganggang. Kaki belakang muncul.
4. Perubahan kedua (6 minggu)
Mulai terlihat seperti kodok kecil dengan ekor panjang. Mereka berenang di
tepi sungai secara berkelompok. Ekor ini kemudian memendek dan mulai
berbentuk seperti bumerang.
5.

Perubahan lanjutan kedua (9 minggu)

Sejenis jaringan terbentuk dan membagi atrium jantung. Akibatnya


jantungnya kini memiliki tiga ruangan, yang membantu aliran darah antara
jantung dan paru-paru.
6. Perubahan lanjutan ketiga (16 minggu)
Kecebong telah memiliki kaki belakang yang kuat. Matanya juga telah
menonjol. Ekornya sangat pendek.
Kira-kira beginilah fase metamorfosis yang dialami katak

Sumber Gambar
Gambar 1: http://xsact.blogspot.com/2012/09/metamorfosis-dan-metagenesis.html
Gambar 2: http://ente.blogdetik.com/2012/05/01/kodok-dan-katak/
Gambar 3: http://ente.blogdetik.com/2012/05/01/kodok-dan-katak/
Sumber Referensi
http://www.faktailmiah.com/2010/08/14/metamorfosis.html

Posted by Kelompok SatuB at 09.12 1 komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Link to this post
Labels: amphibia, berudu, embrio, katak, kecebong, lahir-dewasa, telur

Organogenesis pada Katak


Organogenesis adalah proses pembentukan organ-organ tubuh dari
tiga lapisan-lapisan lembaga yang dihasilkan dari proses Grastulasi yaitu
lapisan ectoderm sebelah luar, endoderm disebelah dalam, dan mesoderm
ditengah. Organogenesis atau Morphogenesis adalah gabungan dua periode
yaitu:
1. Periode antara

Terjadi transformasi dan differnsiasi bagian tubuh embrio dari bentuk


primitive (bembrio) menjadi definitive (fetus). Pada periode ini embrio akan
memiliki bentuk yang khusus bagi suatu species.
2. Periode Akhir
Penyelesaian bentuk definitive sehingga menjadi ciri sesuatu individu. Pada
periode ini embrio mengalami pertumbuhan jenis kelamin, watak (karakter
fisik dan Psikis) serta roman wajah yang khusus bagi setiap individu.
Proses yang terjadi pada Organogenesis melalui tahapan transformasi
dan differensiasi embryo primitive yaitu:
1. Extensi dan pertumbuhan bumbung-bumbung yang terbentuk pada tabulasi.
2. Evaginasi dan invaginasi daerah tertentu setiap bumbung
3. Pertumbuhan yang tak merata pada berbagai daerah bumbung
4. Perpindahan sel-sel dari satu bumbung ke bumbung lain atau kerongga
antara bumbung-bumbung.
5. Pertumbuhan alat yang terdiri dari berbagai macam jaringan, yang berasal
dari berbagai bumbung.
6. Pengorganisasian alat-alat menjadi sistem: Sistem pencernaan, sistem
peredaran darah, sistem urogenitalia dll.
7. Penyelesaian bentuk luar (morfologi, roman) embryo secara terperinci, halus,
dan Individual.
Dari uraian diatas dapat dikatakan setelah proses grastulasi maka hasil dari proses
itu yakni ectoderm, mesoderm, dan endoderm sebelum menjadi organ maka akan
melewati proses yang diatas.
NO.
1.

Lapisan
Ektoderm

Bumbung
Bumbung
epidermis

Bumbung
neural

2.

Mesoderm

Bumbung
mesoderm

Organ
Lapisan epidermis kulit dan derivatnya
(kuku, sisik, bulu, tanduk,cula,taji),
Kelenjar kulit,lensa mata, alat telinga
dalam, indra pembau, dan indra raba.
Stomodeum menumbuhkan mulut dan
derivatnya (gigi), kelenjar ludah, indra
pengecap.
Otak, sum-sum tulang belakang,
bagian persarafan indra (mata, telinga,
hidung, dan raba), Chromatophore
kulit, alat-alat tubuh yang berpigment.
Jaringan pengikat dan penunjang,
jaringan otot, Gonad dan saluran
kelanjar-kelanjar, ginjal dan ureter,
lapisan rongga tubuh dan selaputselaput (pleura, pericardium,
peritoneum, msentrium), jaringan ikat

3.

Endoderm

dalam alat-alat seperti hati,pancreas,


dan kelenjar buntu. Lapisan
dentin,cementum, dan periodontium
gigi,bersama pulpanya.
Lapisan epitel seluruh pencernaan dari
faring sampai rectum, kelenjar-kelenjar
pencernaan, hepar, pancreas, serta
kelenjar lender yang mengandung
enzim dalam esophagus, gaster, dan
intestinum.Lapisan epitel paru atau
insang. Cloaca yang menjadi muara
ketiga saluran(ureter, rectum, dan
ductus genitalis). Lapisan epitel vagina,
vesica urinaria, dan kelenjarkelenjarnya.

Bumbung
endoderm

Organogenesis Katak
Organogenesis katak sendiri terjadi dimulai dari setelah selesainya proses
grastulasi yang menghasilkan ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Setelah
itu lapisan-lapisan tersebut mengalami differensiasi atau dinamakan tahapan
neurulasi dimana lapisan ectoderm akan menebal dan melipat membentuk
neural plate yang akan berkembang menjadi neural crest yang merupakan
bakal dari otak dan sum-sum tulang belakang dan dari lapisan ini juga akan
berkembang

insang,

kuping,

alat

optic

dan

saluran

eustachius.

Di waktu yang sama juga terjadi delaminasi khordamesoderm yang


menghasilkan pembentukan notokord dan dua lapisan mesoderm dorsal dan
lateral. Mesoderm dorsal akan membentuk muskulatur hewan dan jaringan
ikat. mesoderm lateral membentuk nefrotom yang kelak akan berkembang
menjadi ginjal pronefros dan sistem urogenital. Mesoderm juga berperan
sebagai mesenkim yang akan membentuk pembuluh-pembuluh darah dan
sistem

mesodermal

lainya.

Sedangkan endoderm akan membentuk saluran pencernaan yang teridi dari


tiga bagian yaitu foregut, midgut, dan hindgut. Foregut akan mengalami
perkembangan menjadi mulut dan rongga hidung. Midgut akan menjadi usus

halus dan usus buntu sedangkan hindgut akan menjadi colon,rectum, dan
kloaka.
Itulah tahapan Organogenesis awal dimana terjadi differensiasi dari ketiga
lapisan yang terbentuk dari proses grastulasi menjadi calon-calon organ dari
katak. Untuk tahapan perkembangan selanjutnya dapat dilihat seperti
gambar yang dimulai dari nomor 16 sampai 22 dibawah ini:

PERBEDAAN EMBRIOGENESIS PADA AMPHIOXUS, AVES, AMPHIBIA


DAN MAMALIA. Mei 11, 2010
Filed under: Biologi deximel @ 12:23 pm

PERBEDAAN EMBRIOGENESIS PADA AMPHIOXUS, AVES, AMPHIBIA


DAN MAMALIA.
Oleh: Dwi Meliana
I.

PENDAHULUAN

Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan
tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis
meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai
sel embriogenik.
Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase, antara lain:
1. Sel tunggal (yang telah dibuahi)
2. Blastomer
3. Blastula
4. Gastrula
5. Neurula
6. Embrio / Janin.1
Model yang sering dipakai dalam penjelasan mengenai embriogenesis terbagi menjadi beberapa
golongan seperti amfibi, aves, amphioxus, dan mamalia, karena masing-masing mempunyai pola
pertumbuhan dan perkembangan yang sedikit berbeda pada fase embrio.
I.

RUMUSAN MASALAH
1.
1. Pertumbuhan dan perkembangan embrio manusia.
2. Perbedaan embriogenesis pada aves, amphibia, amphioxus dan mamalia.

I.

PEMBAHASAN
A. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio Manusia.

Tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma
dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa fertilisasi. Fertilisasi akan menghasilkan sel
individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel
(cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :
1. Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa
embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di
dalam tubuh induk betina.

Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan
zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).2

3 tahapan fase embrionik yaitu :


a. Morula
Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus.
Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Sedangkan morulasi yaitu proses
terbentuknya morula

a. Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk
blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak
beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel. Blastulasi yaitu
proses terbentuknya blastula. 3

a. Gastrula

Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata
dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Sedangkan gastrulasi yaitu
proses pembentukan gastrula. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat
rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.
Yaitu:

Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa
ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti
Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata.

Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa
ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan
Coelenterata.

Organogenesis
Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan
manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio
pada fase gastrula.
Contohnya :
a. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf),
integumen (kulit), rambut dan alat indera.
b. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat
reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.

c. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan,


dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas Embrionik
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu
organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya: Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam
pembentukan kelopak mata.
Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio
akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 12 hari setelah proses fertilisasi.
Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau
human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses
kehamilan jadi berlanjut.
Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput
yaitu :
1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan
cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang
menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh
darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan
pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta,
mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan
tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.4

Janin
Tahapan Perkembangan pada Masa Embrio

Bulan pertama: Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang
berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio
berukuran 0,6 cm.

Bulan kedua: Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan
(cartilago). Embrio berukuran 4 cm.

Bulan ketiga: Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar.
Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.

Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin
mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.

Bulan kelima: Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara
keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila
dilakukan USG (Ultra Sonographi).

Bulan keenam: Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan
(posisi)

Bulan ketujuh: Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.

Bulan kedelapan: Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin
semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 3000 gram.

Bulan kesembilan: Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk
dilahirkan.

1. Fase Pasca Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup setelah
masa embrio, terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi setelah dilahirkan.
Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi biasanya hanya peningkatan ukuran
bagian-bagian tubuh dari makhluk hidup. Kecepatan pertumbuhan dari masing-masing makhluk
hidup berbeda-beda satu dengan yang lain. Setelah lahir disebut dengan nama bayi dan
memasuki masa neonatal.
Fase ini memiliki beberapa tahap yaitu :
a. Bayi dengan usia 1 12 bulan.
b. Balita, dibagi lagi menjadi 2 yaitu batita dengan usia 1-3 tahun dan balita 3-5 tahun.

c. Anak-anak dengan usia 6 12 tahun.


d. Remaja dengan usia 13 17 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa ini
disebut adolesens/akil balig.
e. Dewasa dengan usia 18 50 tahun.
f. Manula dengan usia diatas 50 tahun.
A. Perbedaan Embriogenesis pada Amphioxus, Aves, Amphibia dan Mamalia.

Keterangan:
1.
1.
1. Embriogenesis Amphioxus
Pada saat fase blastula bentuknya bola, disebut juga blastula bundar. Berasal dari telur
homolecithal (mengalami pembelahan secara holoblastik teratur)dan mediolechital. 5
Gastrulasi amphioxus diawali pada daerah vegetatif embrio. Kutub vegetatif menjadi mendatar
dan terdorong dan melipat ke arah dalam. Proses ini dinamakan invaginasi. Lapisan yang
terinvaginasi secara bertahap akan menghilangkan rongga blastula dan bertemu dengan lapisan
blastomer yang berada di kutub anima.
Mitosis berjalan terus diikuti dengan terjadinya pelentikan sel-sel dari luar ke dalam melalui tepi
blastoporus. Proses ini disebut involusi. Melalui invaginasi dan involusi, terbentuk ectoderm dan
endoderem. Ektoderem sekarang membungkus embrio secara keseluruhan melalui proses
epiboli.
6-7 jam sesudah pembuahan, terbentuk gastrula yang memiliki struktur berbentuk cangkir, terdiri
atas lapisan sel bagian luar yang disebut epiblas yang akan menjadi ektoderem, dan lapisan sel
bagian dalam atau hipoblas yang akan menjadi mesoderem dan endoderem. Rongga yang

dibatasi oleh kedua pertemuan lapisan ini disebut arkenteron atau gastrocoel. Lubang yang
menghubungkan rongga ini dengan daerah sebelah luarnya disebut blastoporus. Pada awal
gastrulasi, blastoporus sangat besar, namun dengan pemanjangan dan pendataran bagian dorsal
gastrula, blastoporus menjadi semakin kecil hingga tampak sebagai suatu lubang sempit yang
terbuka atau pori saja.
Pada amphioxus ketika neural plate berinvaginasi, ectoderm epidermis mulai melipat dan
bergerak melingkupi di dorso mediannya yang mulai berlangsung sejak dari bibir dorsal
blastophore. Pelingkupan ectoderm sehingga menutupi bumbung neural didorsal, berlangsung
terus dari posterior ke anterior. Sehingga hanya ada satu neurophore terbentuk pada amphioxus,
yakni yang anterior.6
1.
1.
1. Embryogenesis aves
Blastula pada aves bentuknya cakram, disebut juga dengan blastula gepeng, berasal dari telur
homolechital yang mengalami pembelahan holoblastik tak teratur, dan telur megalechital
membelah secara meroblastik. Blastula berada diatas yolk atau jaringan penyalur makanan.7
Pada fase gastrula mula-mula terjadi penebalan didaerah bakal median embrio di caudal.
Penebalan itu disebut primitive streak (lempeng sederhana).
Setelah primitive streak mencapai pemanjangan yang penuh pada umur inkubasi 18 jam, ujung
cephalic mulai beregresi dan terbentuk suatu struktur yang disebut head process atau lipatan
kepala. Bagian area pellusida yang berdekatan dengan primitive streak mulai menebal
membentuk area embrional. Mengiringi pembentukan dan pemanjangan primitive streak, area
pellusida mengalami perubahan bentuk dari bentuk cakram sirkuler menjadi bentuk konfigurasi
bulat. Sumbu memanjang bakal tubuh embrio diperankan oleh primitive streak.
Terbentuknya primitive streak dan Nodus Hansens maka periode utama gastrulasi dimulai.
Lapisan-lapisan lembaga dibentuk melalui migrasi sel-sel epiblas kea rah nodus Hensens dan
primitive streak, dan sel-sel beringresi untuk membentuk lapisan lembaga tengah dan bawah
(mesoderem dan endoderem). Sel-sel pertama yang melintasi primitive streak bagian anterior
adalah bakal endoderem dan diikuti oleh bakal mesoderem. Sel-sel bakal mesoderem menyebar
diantara epiblas dan hipoblas membentuk lapisan tengah yang kini disebut sebagai mesoderem.
Sel-sel yang bermigarasi melalui nodus Hensens meluas ke depan dan sel-sel tersebut
terkondensasi membentuk notokorda, sedangkan sisa sel-sel epiblast yang tidak berinvaginasi
melalui daerah primitive akan tetap menjadi ektoderem.
Neurulasi aves, arkenteron dibentuk ketika lipatan lateral menekan dan memisahkan embrio
menjauhi kuning telur. Sekitar bagian pertengahan dari panjang embrio akan tetap bertaut ke
kuning telur melalui batang kuning telur yang sebagian besar terbentuk dari sel-sel hipoblas.

Pembentukan tabung neuron, perkembangan Notokord,dan somit terjadi serupa seperti pada
katak.
1.
1.
1. Embryogenesis amphibia.
Pembelahan awal yang terjadi pada embrio katak bersifat sinkron atau bersamaan waktunya,
namun membentuk struktur yang asimetris. Perbedaan pembelahan ini dipengaruhi oleh kutub
yang terjadi pada sel embrio hewan, yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Pada katak, bagian
kutub vegetal yang berisi kuning telur terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit atau membelah
lebih sedikit.
Sel embriogenik ini akan terus membelah dan membentuk struktur blastomer, yaitu struktur
kumpulan sel yang membentuk bola padat.
Blastula terbentuk ketika sel embrio katak (struktur blastomer) terus membelah, bergerak, dan
membentuk rongga pada bagian dalam (membentuk struktur bola berongga). Pada katak, rongga
ini disebut blastocoel dan terisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel.
Gastrulasi dimulai dengan terbentuknya suatu celah di bawah bidang equator kurang lebih pada
daerah kelabu. Pada daerah kelabu memiliki konstitusi sel-sel yang berbeda dengan daerah lain.
Pada daerah ini, tegangan permukaan sel lebih rendah dan sel-sel lebih bersifat mobil. Salah satu
factor yang menyebabkan sel-sel pada daerah kelabu memiliki mobilitas yang tinggi adalah
karena sel-sel mengalami perubahan bentuk menjadi sel-sel botol yang lehernya terorientasi ke
permukaan sehingga memungkinkan berlangsungnya perpindahan sel ke dalam. Pada daerah
tersebut mula-mula terjadi indentasi atau pelengkungan yang disusul dengan terjadinya
invaginasi dan pada akhirnya terjadi migrasi sel
Lapisan pertama yang berpindah adalah sebagian kecil dari endoderem yang disusul dengan
berpindahnya kordamesoderem. Sejalan dengan itu terbentuk suatu rongga baru yang disebut
rongga arkenteron yang tumbuh semakin besar sejalan dengan berlangsungnya gastrulasi.
Sementara itu rongga blastocoel mulai tereliminasi sedikit demi sedikit.
Neurulasi pada Katak, notokord terbentuk dari mesoderm dorsal yang berkondensasi persis di
atas arkenteron. Tabung neuron berawal sebagai lempengan ektoderm dorsal, persis diatas
notokord yang berkembang.
Setelah notokord terbentuk, lempeng neuron melipat ke arah dalam dan menggulung menjadi
Tabung neuron (neural tube) yang akan menjadi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang
belakang).
1.

1.
1. Embryogenesis mamalia
Blastula mamalia mirip coelo blastula. Tetapi dimasukkan discoblastula karena jaringan embrio
terletak didaerah puncak seperti halnya dijumpai pada blastula gepeng ainnya.
Pada tingkat blastula sudah dapat dibedakan dua daerah utama yaitu daerah epiblast dan
hipoblast.8
Blastula mamalia, didaerah kutub animal sel-sel lebih giat membelah, sehingga disitu terjadi
penebalan. Ditempat penebalan itu terjadi perpindahan-perpindahan sederatan sel
keblastocoel,menjadi lapisan hipoblast. Dengan demikian gumpalan sel dalam menjadi epiblast.
Rongga dibawah hipoblast menjadi rongga archenteron. Epiblas akan menumbuhkan bakal
ectoderm, notochord dan mesoderm. Hipoblast menumbuhkan bakal endoderm.
Gastrulasi pada mamalia ditandai dengan terbentuknya rongga pada massa sel-sel dalam (inner
cell mass) yang makin lama makin besar dan dinamakan rongga amnion. Massa sel-sel dalam di
bawah rongga amnion membentuk suatu keping yang dinamakan keping embrio atau embrionic
disc yang kelak akan menghasilkan embrio. Keping embrio terdiri atas lapisan ektoderem yang
berbatasan dengan rongga amnion dan endoderem yang berbatasan dengan blastocoel. Blastocoel
terletak kearah rongga uterus, sedangkan keeping embrio dan rongga amnion tertanam kearah
dinding uterus. Endoderem akan berproliferasi membentuk sel-sel pipih yang mendindingi
blastocoel. Blastocoel sekarang menjadi gastrocoel atau arkenteron atau rongga kantung yolk.
Endoderem yang mendindinginya akan menjadi bagian dari kantung yolk. Pada mamalia,
kantung yolk tidak mengandung yolk.
Pada keeping embrio berlangsung proses gastrulasi yang serupa dengan gastrulasi yang
berlangsung pada gastrulasi ayam, sehingga terdapat stadium daerah primitive dan lapisanlapisan lembaga ektoderem, mesoderem, dan endoderem. Disamping daerah primitive dan bakal
notokorda. Lapisan lembaga di dalam keping embrio disebut lapisan lembaga intra embrio,
sedangkan yang terdapat di luar keping embrio dinamakan lapisan lembaga ekstra embrio.
I.

KESIMPULAN

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :


1.
1.
1.
1. Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa

fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk


betina.
Pada fase fertilisasi zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage) yang melalui tiga fase,
yaitu morula, blastula dan gastrula.
1.
1.
1.
1. Fase Pasca Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan
makhluk hidup setelah masa embrio, terutama penyempurnaan
alat-alat reproduksi setelah dilahirkan.
Tabel perbedaan embriogenesis pada amphioxus, aves, amphibi, dan mamalia
Blastula

Gastrula

Neurula

Amphioxus

Bentuknya
bundar

Terjadi invaginasi
pada daerah
vegetatif embrio

Aves

Bentuknya
cakram/gepeng

Terjadi penebalan
di daerah bakal
median embrio
caudal (primitive
streak)

Arkenteron dibentuk
ketika lipatan lateral
menekan dan
memisahkan embrio
menjauhi kuning
telur

Amphibia

Bentuknya
bundar

Terbentuknya
suatu celah di
bawah bidang
equator pada
daerah kelabu

Notocord terbentuk
dari mesoderm dorsal
di atas arkenteron

Mamalia

Bentuknya
cakram/gepeng

Terbentuknya
rongga amnion

I.

PENUTUP

Demikian makalah dengan judul perbedaan perkembangan embrionik pada amphioxus, aves,
amphibi dan mamalia saya susun. Tentunya masih banyak kesalahan karena minimnya
pengetahuan saya. Kritik konstruktif sangat saya harapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya.

Akhirnya, kurang dan lebih saya mohon maaf. Semoga bermanfaat dan dapat menambah
khasanah keilmuan bagi kita semua, Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Wildan Yatim, Embriologi untuk Mahasiswa Biologi dan Kedokteran. (Bandung: Tarsito, 1994).
Hlm. 67.
http://www.google.co.id/#hl=id&q=blastula+mamalia&meta=&aq=&oq=blastula+mamalia&fp=
7e99b3a5df14a093
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=5&language=40&illustrated=1