Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Asuhan Keperawatan pada
pasien dengan NAPZA yang berjudul, Mekanisme Kerusakkan Otak Akibat
NAPZA
Makalah yang berjudul Mekanisme Kerusakkan Otak akibat NAPZA ini
membahas pengaruh NAPZA terhadap fungsi otak dan manifestasi yang muncul
akibat gangguan pada otak tersebut.
Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu
Ns. Revi Yulia M.Kep, teman-teman S1 Keperawatan Tingkat 3, seta orangtua penulis
yang telah memberikan dorongan dan ide-ide kreatif sehingga makalah ini dapat
terbentuk.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penulis bersedia menerima kritik dan saran yang membangun dari semua
pihak untuk perbaikan di kemudian hari.

Batam, 3 September 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....

. 2

DAFTAR ISI..

. 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1
1.2
1.3

Latar Belakang.. .
Rumusan Masalah...
Tujuan.....

4
. 4
. 4

Prinsip Transmisi Informasi pada Saraf Otak.....

. 5

BAB II ISI
2.1

2.2 Pengaruh NAPZA terhadap Fungsi Otak... .

Opiat ( Heroin, Morfin).....................................


Ganja..
Amfetamin (shabu, kokain.....
Alkohol......
Inhalant..

8
8
10
11
17
20

BAB III PENUTUP


3.1

Kesimpulan.....

22

DAFTAR PUSTAKA.....

23

BAB I
PENDAHULUAN

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

1.1

Latar Belakang
Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa
disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia
pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan
pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat
membahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya.
Dampak narkoba, jika disalahgunakan, memang sangatlah berbahaya
bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik,
emosi, maupun perilaku pemakainya.

1.2

Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh NAPZA terhadap fungsi otak?
Manifestasi apa yang timbul akibat gangguan pada fungsi otak akibat
NAPZA?

1.3

Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, sebagai berikut :
Untuk mengetahui pengaruh NAPZA terhadap fungsi otak
Untuk mengetahui manifestasi apa yang timbul akibat gangguan fungsi
otak akibat NAPZA

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Prinsip Transmisi Informasi pada Saraf Otak

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

Otak adalah koleksi yang sangat rumit dari sel-sel yang dikenal
sebagai neuron atau (lebih informal) saraf. Setiap kali berpikir kita tentang
sesuatu, merasakan sesuatu atau melakukan sesuatu, apa yang terjadi pada
tingkat otak adalah bahwa berbagai neuron mengirimkan informasi untuk satu
sama lain tentang apa yang kita pikirkan, merasakan atau melakukan. Hal ini
pada tingkat ini komunikasi antar-neuron yang obat yang paling memiliki efek
mereka.
Sebuah neuron yang diberikan adalah sel kurus panjang. Memiliki tiga
bagian utama yaitu dendrit, inti, dan akson. Informasi mengalir melalui neuron
dimulai pada dendrit dan berakhir di bagian terminal akson (dikenal sebagai
tombol). Neuron menerima informasi melalui struktur cabang-seperti yang
disebut dendrit. Sebagai neuron tumbuh, dendrit mereka menjangkau dan
melakukan kontak dengan akson neuron yang berdekatan. bagian input dari
neuron yang diberikan, kemudian, membuat kontak dengan bagian output dari
neuron lainnya. Sinyal yang berasal dari akson berkumpul banyak pada dendrit
neuron lain. Beberapa sinyal masuk (sinyal rangsang) menceritakan neuron
untuk mengaktifkan sendiri, sementara yang lain (sinyal penghambatan)
memberitahu neuron untuk tetap pasif. Ketika jumlah sinyal rangsang semakin
besar maka jumlah sinyal penghambatan, neuron 'mengaktifkan', yang berarti,
sinyal kimia-listrik yang dihasilkan di bagian atas neuron, dan membuat jalan
semua jalan ke bawah akson sampai hits tombol terminal. Sinyal pada tombol
terminal dijemput oleh dendrit neuron lain, dan proses berulang.
Sifat dari bagaimana sinyal berpindah dari satu neuron ke lain adalah
sangat penting. Walaupun neuron berbicara satu sama lain melalui akson
mereka saling berhubungan dan dendrit, tidak ada kontak fisik antara tombol
terminal satu neuron, dan dendrit lain. Sebaliknya, antara akson dan dendrit
adalah sebuah ruang atau gap, yang disebut 'sinaps'. Ketika sinyal kimia-elektrik
dari neuron diaktifkan mencapai tombol terminal, berhenti sinyal listrik, dan
rasul kimia yang dikenal sebagai 'neurotransmitter' yang diperkenalkan ke

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

dalam sinaps. Bahan kimia neurotransmiter mengapung di sinaps dan terhubung


dalam mode lock-dan-key dengan struktur protein yang dikenal sebagai
'reseptor' yang tertanam di dinding dendrit dari neuron penerima. Ini adalah
kehadiran membuka 'kunci' neurotransmitter 'kunci' reseptor pada permukaan
dendrit dari neuron post-sinaptik (dan tidak ada sinyal listrik yang melompat
sinaps) yang menggairahkan atau menghambat neuron post-sinaptik menjadi
mengaktifkan atau tidak.
Setelah beberapa saat pendek di sinapsis, neurotransmiter yang telah
dirilis adalah mengingat kembali ke tombol terminal dalam proses yang disebut
"re-uptake" sehingga mereka tersedia harus neuron perlu api lagi.
Neurotransmiter
Ada berbagai bahan kimia dalam otak yang berfungsi sebagai
neurotransmitter, kecuali segelintir kecil melakukan sebagian besar pekerjaan.
Neurotranmitter

Yang Dilakukan

Obat yang mempengaruhinya

Dopamin

Terlibat

dalam

gerakan,

penghargaan

hukuman,

peraturanSetiap obat yang mempengaruhi


danperasaan senang, termasuk Kokain,

kesenangan,Amphetamine, opiat, ganja, heroin

energy
Epinephrine

(juga rangsang

disebut Adrenalin)

dan PCP
neurotransmitter

yang terlibat dalam gairah


dan kewaspadaan

Norepinefrin (juga Terlibat dalam gairah danStimulan


disebut

kewaspadaan,

noradrenalin)

perasaan senang

Serotonin

Terlibat

energi

dalam

peraturanAlkohol, halusinogen, Stimulan,

suasana hati dan impulsif


Asetilkolin

Hambat

dan

Anti-depressants

neurotransmitterPCP dan halusinogen, Marijuana,

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

yang terlibat dalam gerakan,Stimulan


fungsi memori, motivasi dan
tidur
GABA

(Gamma Hambat

neurotransmitterObat depresan, Marijuana

Acid aminobutyric) yang terlibat dalam gairah,


penilaian dan impulsif
Glutamat

Rangsang neurotransmiter

Endorfin

Zat

terlibat

dalamOpioid, depressants

menghilangkan rasa sakit dan


penghargaan / hukuman

2.2

Pengaruh NAPZA terhadap Fungsi Otak


Golongan Opiat ( Morvin, Heroin)
Heroin merupakan turunan dari opium/opioda, candu mentah yang
sifatnya menghilangkan rasa sakit, nyeri, tingkat kecanduannya sangat tinggi.
Opioda terbagi 2 macam :
a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.
b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin
Efek dari heroin seperti mengalami euforia, panas pada kulit, mulut
kering, anggota badan terasa berat dan fungsi mental terganggu karena depresi

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

susunan saraf pusat. Orang yang ketergantungan pada heroin akan


menimbulkan kesan negatif seperti rasa mual disebabkan oleh efek euforia
yang berlebihan dan jika seseorang mengalami putus obat akan mengalami
reaksi fisik dan psikologis yang tidak menyenangkan. Saat gejala putus obat
terjadi, akan terjadi penyakit yang berupa flu berat dengan mata selalu berair,
hidung meler, demam tinggi,

denyut jantung meningkat dan menganggu

metabolisme serta menyebabkan rasa sakit pada setiap anggota tubuh, dan
mungkin menimbulkan delirium dan halusinasi (Preda, 2011).
Efek ke sistem Susunan saraf pusat
1. Analgesia
Khasiat analgetik didasarkan atas 3 faktor:
-

Meningkatkan ambang rangsang nyeri


Mempengaruhi emosi bagi si pemakai, karna kandungan morfin dapat
mengubah reaksi yang timbul menyertai rasa nyeri pada waktu
penderita merasakan rasa nyeri. Setelah pemberian obat penderita
masih tetap merasakan (menyadari) adanya nyeri, tetapi reaksi
khawatir takut tidak lagi timbul. Efek obat ini relatif lebih besar

mempengaruhi komponen efektif (emosional) dibandingkan sensorik


Memudahkan timbulnya tidur

2. Eforia
Pemberian morfin pada penderita yang mengalami nyeri, akan
menimbulkan perasaan eforia dimana penderita akan mengalami perasaan
nyaman terbebas dari rasa cemas. Sebaliknya pada dosis yang sama besar
bila diberikan kepada orang normal yang tidak mengalami nyeri, sering
menimbulkan disforia berupa perasaan khawatir disertai mual, muntah,
aktivitas fisik berkurang dan ekstrimitas terasa berat.
3.

Sedasi
Pemberian morfin dapat menimbulkan efek mengantuk dan
lethargi. Kombinasi morfin dengan obat yang berefek depresi sentral
seperti hipnotik sedatif akan menyebabkan tidur yang sangat dalam.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

4.

Pernafasan
Pemberian morfin dapat menimbulkan depresi pernafasan, yang
disebabkan oleh inhibisi langsung pada pusat respirasi di batang otak.
Depresi pernafasan biasanya terjadi dalam 7 menit setelah ijeksi
intravena atau 30 menit setelah injeksi subkutan atau intramuskular.
Respirasi kembali ke normal dalam 2-3 jam

5.

Pupil
Pemberian morfin secara sistemik dapat menimbulkan miosis.
Miosis terjadi akibat stimulasi pada nukleus Edinger Westphal N. III

6.

Mual dan muntah


Disebabkan oleh stimulasi langsung pada emetic chemoreceptor
trigger zone di batang otak

Ganja
Merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis yang sifatnya
halusinogen yang dapat memperlambat cara kerja sistem saraf pusat otak.
Sebutan lain dari ganja

cimenk, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass,

bhang.Berasal dari tanaman kanabis sativa. Mengandung zat kimia yang dapat
mempengaruhi perasaan penglihatan serta pendengaran.
Cara penggunaan : dihisap dengan cara digulung menggunakan campuran
tembakau dan berbentuk seperti gulungan rokok atau dengan menggunakan pipa
rokok.
Studi terbaru yang dilakukan peneliti Inggris menemukan bahwa
marijuana alias ganja dapat menyebabkan gangguan konsentrasi dan memori
yang serupa dengan yang terjadi pada orang dengan skizofrenia.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

Dalam studi tersebut, peneliti mengukur aktivitas listrik dari ratusan neuron
dalam otak tikus yang diberikan obat yang meniru efek dari ganja, yaitu bahan
psikoaktif yang terdapat pada ganja.
Efek obat pada wilayah otak individu cukup halus namun benar-benar
mengganggu koordinasi gelombang otak di hipokampus dan korteks prefrontal.
Kedua struktur otak tersebut penting untuk memori dan pengambilan keputusan,
serta memainkan peran kunci dalam skizofrenia.
Menurut Matt Jones, temuan ini penting untuk pemahaman tentang penyakit
kejiwaan, yang mungkin timbul sebagai konsekuensi dari 'ketidakteraturan otak'
dan bisa diobati dengan menyetel ulang aktivitas otak.
Penelitian yang dilakukan Steven Laviolette di University of Western
Ontario, Kanada menunjukkan bahwa aktivitas di otak amigdala basolateral
terlibat dalam pengaruh ganja terhadap paranoia. Hal tersebut berarti ganja
sebenarnya meningkatkan rasa takut yang menyebabkan otak melompat pada
pengalaman tertentu yang berhubungan dengan rasa takut. Mekanisme kerja
ganja tersebut dengan menonaktifkan aktivitas di wilayah yang disebut korteks
prefrontal sebelum mengeksposnya terhadap kejutan. Korteks prefrontal
merupakan tingkat otak yang lebih tinggi dan merupakan daerah yang terlibat
dalam fungsi eksekutif seperti perencanaan, pengambilan keputusan, tanggapan,
mengendalikan, dan impuls.
Peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menemukan bahwa
hipokampus dan amygdala (salah satu bagian di otak), berukuran lebih kecil
pada pengguna ganja berat dibandingkan dengan mereka yang tidak
mengkonsumsi ganja. Reduksi volume rata-rata berkisar 12% di hipokampus
dan 7,1% di amygdala. Penggunaan ganja juga berkaitan dengan gejala dari
gangguan psikotik. Namun mekanisme belum jelas karena ini adalah penelitian
pertama mengenai efek dari ganja dalam jumlah dan jangka waktu yang lama
yang dapat mengakibatkan reduksi dari volume hipokampus. Di dalam

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

penelitian itu, disetujui bahwa penggunaan ganja yang meningkat juga dapat
meningkatkan gejala psikotik.
Efek samping :

Konsentrasi hilang,serta denyut jangtung meningkat


Kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh.
Rasa gelisah dan panic
Halusinasi
Mata merah akibat meningkatnya aliran darah di selaput mukosa mata.
Berkurangnya koordinasi otot
Kesukaran berfikir dan memecahkan permaslahan

Amfetamin (Shabu, Ekstasi, Kokain)


Shabu-shabu

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

10

Sabu (metamfetamin) aslinya adalah zat yang disintesa dari tanaman efedra (Ephedra
sinica) yang banyak tumbuh di China, Thailand, dan Malaysia. Efedra mengandung
alkaloid efedrin yang biasa digunakan untuk obat pilek, influenza, dan asma karena
bisa melapangkan jalan napas serta mengobati tekanan darah rendah. Efedrin yang
dihilangkan gugus OH-nya menjadi metamfetamin. Adapun ekstasi adalah MDMA
(3,4-Metilendioksimetamfetamin).
Obat yang termasuk golongan stimulan ini pada umumnya ada dua mekanisme yaitu:
-Memblokade system penghambatan dan meninggikan perangsangan synopsis.
Obat stimulansia ini bekerja pada system saraf dengan meningkatkan transmisi yang
menuju atau meninggalkan otak. Dalam situs Asia and Pacific Amphetamine-Type
Stimulants Information Centre dipaparkan, metamfetamin memengaruhi otak dengan
cara merangsang pengeluaran dopamin, suatu zat yang menimbulkan rasa nyaman

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

11

dan senang, dari sel saraf otak tempat dopamin diproduksi. Pengeluaran dopamin
besar-besaran menyebabkan keracunan pada saraf otak. Akibatnya, terjadi gangguan
konsentrasi dan daya ingat, gangguan kesehatan mental kronis, serta timbul gerakan,
seperti terkejut-kejut. Stimulan tersebut dapat menyebabkan orang merasa tidak dapat
tidur, selalu siaga dan penuh percaya diri. Stimulan dapat meningkatkan denyut
jantung, suhu tubuh dan tekanan darah. Pengaruh fisik lainnya adalah menurunkan
nafsu makan, pupil dilatasi, banyak bicara, agitasi dan gangguan tidur. Bila
pemberian stimulant berlebihan dapat menyebabkan kegelisahan, panic, sakit kepala,
kejang perut, agresif dan paranoid.
Kokain
Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca,
yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat
untuk mendapatkan efek stimulan. Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit
pahit dan lebih mudah larut. Kokain menyebabkan efek yang mirip dengan
amfetamin namun jauh lebih kuat. Kokain terdapat dalam bentuk sediaan per-oral
(ditelan), sebagai serbuk yang dihirup melalui hidung (snorted) atau disuntikkan
secara langsung ke dalam sebuah vena (mainlining). Kokain adalah golongan
stimulan yang bekerja memacu kerja sususan saraf pusat.
1. MEKANISME KERJA
Adapun mekanisme kerja pengaruh Narkoba secara umum terhadap otak bisa dilihat
dari kondisi sebagai berikut. Dalam sel otak terdapat bermacam-macam zat kimia
yang disebut neurotransmitter. Zat kimia ini bekerja pada sambungan sel saraf yang
satu dengan sel saraf lainnya (sinaps). Beberapa di antara neurotransmitter itu mirip
dengan beberapa jenis Narkoba. Semua zat psikoaktif (Narkotika, psikotropika dan
bahan adiktif lain) dapat mengubah perilaku, perasaan dan pikiran seseorang melalui

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

12

pengaruhnya terhadap salah satu atau beberapa neurotransmitter. Neurotransmitter


yang paling berperan dalam terjadinya ketergantungan adalah dopamin.
Bagian otak yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan adalah sistem limbus.
Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbus, sebagai pusat kenikmatan. Jika
narkoba masuk ke dalam tubuh, dengan cara ditelan, dihirup, atau disuntikkan, maka
narkoba mengubah susunan biokimiawi neurotransmitter pada sistem limbus.
Karena ada asupan Narkoba dari luar, produksi dalam tubuh terhenti atau terganggu,
sehingga ia akan selalu membutuhkan Narkoba dari luar. Yang terjadi pada
ketergantungan adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan.
Jika mengonsumsi Narkoba, otak membaca tanggapan orang itu. Jika merasa nyaman,
otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan
menyenangkan.
Jika memakai Narkoba lagi, orang kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan
batinnya terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari
sebagai prioritas sebab menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program salah,
seolah-olah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok hingga terjadilah
kecanduan atau ketergantungan.
Narkoba yang salah satu jenisnya adalah kokain dapat mengubah neuron
(hubungan-hubungan listrik saraf) yang mengirimkan sinyal-sinyal dalam bagian otak
tersebut. Akibatnya, pengguna kokain akan makin menginginkan zat tersebut.
Kenikmatan akibat zat ini mungkin hanya dirasakan selama dua jam, tapi keinginan
untuk menggunakannya kembali dapat bertahan hingga satu minggu.
Sejak pertama kali kokain masuk ke dalam tubuh, kilatan-kilatan neuron
tersebut juga bahkan makin kuat, suatu proses yang biasanya disebut potensiasi.
Potensiasi inilah yang berlangsung hingga satu minggu.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

13

Kokain menghasilkan perubahan aktivitas otak dengan mekanisme yang sama


dengan proses belajar dan mengingat sesuatu. Bahkan, kokain memperkuat hubungan
antar-sel tersebut. Menurut penelitian, temuan ini dapat menjelaskan mengapa orang
ketagihan setelah mencobanya untuk pertama kali.
Hasil penelitian pada 27 orang pengguna kokain dan 27 orang yang sama
sekali tidak pernah menyentuh kokain adalah volume otak dan struktur yang disebut
dengan amygdala pada 27 pengguna zat adiktif lebih kecil dibandingkan dengan
ukuran yang normal. Amygdala sendiri seperti sebuah kumpulan kecil syaraf pada
otak yang juga berpengaruh pada proses terbentuknya emosi. Maka dampak buruk
pemakainya adalah ketidakstabilan dari emosi. Volume amygdala pada orang normal
akan berkembang lebih besar pada sisi kiri otak dan pada pengguna zat adiktif
keseimbangan ukuran itu menjadi tidak simetris. Dalam waktu singkat penggunaan
zat adiktif akan membuat proses degenerasi pertumbuhan otak. Dalam waktu
panjang, penggunaan zat adiktif akan membuat ketidaknormalan pada aksi kehidupan
sehari-hari.
2. MANIFESTASI yang TIMBUL
Manifestasi yang ditimbulkan kokain akibat gangguan pada fungsi otak adalah
-

Euforia : kesenangan yang berlebihan

Menyebabkan kecanduan

Memperkecil volume otak

Menyebabkan emosi tidak stabil

Tekanan darah dan denyut jantung meningkat

Gelisah

Kecurigaan tanpa dasar

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

14

Nafsu makan hilang/meningkat.

Kejang dan tremor

Pernafasan tidak teratur

Pupil melebar

Suhu badan meningkat.

Alkohol

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

15

Alkohol merupakan zar khamar yang dapat menimbulkan mabuk, penurunan


kesadaran, dan ketergantungan dan apabila dikonsumsi secara berlebihan akan
membahayakan tubuh.
Alkohol dibagi menjadi 3 :

Berkadar ethanol 1%-5%, contohnya bir

Berkadar ethanol 5%-20%, contohnya anggur

Berkadar ethanol 20%-50%, contohnya brandy, whiskey

Pengaruh Alkohol terhadap Otak


Alkohol mempengaruhi berbagai bagian otak dengan cara sebagai berikut:
1. Sistem Syaraf Pusat
karena molekul alcohol kecil dan mudah larut dalam air dan lemak
sehingga mudah masuk dalam aliran darah dan menembus sawar darah otak,
oleh karena target utama nya adalah system saraf pusat. Dosis rendah alkohol
memberikan

efek

relaksasi

dan

menurunkan

ketegangan,

inhibisi,

konsentrasi, dan memperlambat reflek. Pada dosis sedang menyebabkan


bicara lambat, drowsy, dan penurunan emosi. Pada dosis tinggi menyebabkan
mual, muntah, gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, koma bahkan
kematian. Bahkan sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa seseorang
yang meneguk minuman keras lebih dari 100 gelas per bulannya lebih
memiliki potensi kehancuran otak.
Pada susunan saraf pusat terjadinya rangsangan pusat nafas pada media
oblongata di otak karena pengaruh dari amfetamin pada alkohol. Efek fisinya
adalah meningkatkan kewaspadaan , menghilangkan kantuk dan menunda
kelelahan, memperbaiki mood, mengurangi frekuensi hilangnya perhatian

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

16

akibat kurang tidur., menunda kebutuhan tidur, meningkatkan kepercayaan


diri, dan mungkin pula euphoria dan menanmbah inisiatif.

2. Cerebral Cortex
Cerebral cortex (korteks serebral) berfungsi memproses informasi, pikiran,
dan mengontrol sebagian gerakan sukarela otot.
Alkohol berpotensi mempengaruhi proses berpikir dan mengarah pada
ketidakmampuan melakukan penilaian serta kehilangan memori.
Alkohol akan menekan kemampuan pengendalian diri sehingga membuat
seseorang merasa lebih percaya diri dan lebih banyak bicara.
2. Limbik
Sistem limbik terdiri dari hipokampus dan daerah septum otak yang
mengontrol emosi dan memori. Alkohol mempengaruhi kekuatan memori
dan membuat seseorang menjadi labil.
3. Cerebllum
Cerebellum pada otak mengontrol gerakan otot.

Cerebral cortex dan

cerebellum bekerja sama mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang


belakang untuk mengontrol fungsi otot. Konsumsi alkohol berlebih akan
membuat gerakan otot menjadi tidak terkoordinasi.
4. Hipotalamus
Hipotalamus beetanggungjawab untuk banyak fungsi penting otak. Kelenjar
ini antara lain mengatur pelepasan hormon melalui kelenjar hipofisis.
Alkohol mengganggu fungsi hipotalamus yang mengatur keinginan seksual.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

17

Alkohol berlebih meningkatkan hasrat seksual, tetapi menurunkan kinerja


seksual yang dalam banyak kasus menyebabkan disfungsi ereksi.
5. Kelenjar pituari
Alkohol menghentikan sekresi Anti-Diuretik Hormone (ADH) atau
hormone anti-diuretik dari kelenjar hipofisis yang akan menganggu sistem
pencernaan. ADH membantu menyerap air. Gangguan yang disebabkan
alkohol akan membuat ginjal tidak dapat menyerap air dengan baik sehingga
membuat seseorang lebih sering berkemih.
6. Medula
Medula mengontrol berbagai fungsi tubuh seperti suhu tubuh, detak
jantung, dan pernafasan. Alkohol menganggu kelancaran fungsi medulla
yang membuat seseorang merasakan mengantuk.

Inhalant
Inhalant antara lain terdiri dari :
1.

gas-gas yg dipakai dalam dunia kedokteran seperti Nitrous Oxide


(N2O) dan alkil nitrite

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

18

2.

beberapa jenis pelarut seperti tiner, cat, tipex, spidol , penghapus cat

3.

kuku, berbagai jenis lem


gas-gas yg dipakai dalam peralatan sehari2 seperti hairspray, freon,

pengharum ruangan
Di antara para remaja, inhalant digunakan lebih sering dibandingkan kokain
atau LSD tetapi tidak sesering

Bahan yang mengandung pelarut


mariyuana
inhalan

Adesif
o

Lem pesawat
terbang

Semen karet

Semen Polivinil
klorida

Aerosol
o

Cat semprot

Hair spray

Palarut dan gas

atau

alkohol.

Penggunaan inhalant terutama


sekali sebagai masalah pada
anak usia 12 tahun atau lebih
muda. Inhalant ditemukan pada
banyak produk rumah tangga
umum.
Produk tersebut kemungkinan
disemprotkan ke dalam kantung
plastik

dan

dihisap

(mengantongi,

dihirup,

mendengus),

atau

atau
sebuah

Penghapus cat kuku

pakaian yang direndam dengan

Pengahapus cat

produk tersebut kemungkinan

Tip ex dan thinner

ditempelkan di samping hidung

Bahan bakar gas

Pemantik rokok

Bensin

Pembersih
o

Cairan dry cleaning

Penghilang spot

Pelumas

atau di dalam mulut (huffing)


Pengguna pada pelarut
inhalant segera menjadi teracuni.
Pening,
mengacau,

mengantuk,
dan

pusing,

mengurangi

kemampuan untuk berdiri dan


berjalan (cara berjalan yang
goyah) telah diteliti. Efek ini

bisa berlangsung kapan saja dari beberapa menit sampai lebih dari satu jam.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

19

Pengguna bisa juga menjadi gembira-bukan karena bahan kimia tersebut


perangsang. Kematian bisa terjadi, bahkan ketika pertama kali benda ini
dihisap secara langsung, karena secara hebat pernafasan tertekan atau detak
jantung yang tidak teratur (cardiac arrhythmia).
Beberapa orang, biasanya remaja atau bahkan anak kecil,
menyalakan asap yang dihirup dengan korek, membuat api yang menjalar
langsung ke hidung dan mulut ke dalam paru-paru. Luka bakar hebat pada
kulit dan organ dalam bisa menjadi fatal. Yang lainnya meninggal kehabisan
oksigen (asphyxiation) karena semprotan yang terhirup menyelimuti paruparu, mencegah oksigen masuk ke aliran darah.
Penggunaan kronik atau terkena bahan kimia ini (termasuk
bersentuhan di tempat kerja) bisa secara hebat merusak otak, jantung, ginjal.
Hati, dan paru-paru. Sebagai tambahan, tulang rawan kemungkinan menjadi
rusak, mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

20

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Pada otak terdapat beberapa neurotransmiter yaitu zat-zat kimia yang
berfungsi untuk mengantar impuls di dalam synapse. Apabila seseorang
mengkonsumsi NAPZA proses kerja neurotransmitter tersebut akan terganggu
yaitu dengan cara merangsang kantung neurotransmitter untuk banyak
mengeluarkan neurotransmitter, atau dengan menghalangi proses uptake, cara
lain adalah dengan menduduki reseptor sehingga arus antaran listrik menjadi
kuat.
Setiap jenis NAPZA akan memberikan pengaruh yang berbeda
terhadap fungsi otak dan akan memberikan manifestasi yang berbeda pula, hal
ini dikarenakan setiap jenis NAPZA tersebut memiliki jenis zat yang berbeda
dan menyerang proses kerja otak secara bervariasi.

DAFTAR PUSTAKA

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

21

Eddy Soesilo. Bahaya dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kampus


dari Badan Narkotika Nasional (Seminar BNN Sumbar, 10 Desember 2012 di
UNAND)
Poerwopoespito, Oerip dan Utomo Tatag, 2010. Menggugah Mentalitas Profesional
dan Pengusaha Indonesia . Jakarta : Grasindo
webmail.ristek.go.id, diakses 30 Januari 2013
http://granat.or.id/questions-and-answers, diakses 30 Januari 2013

Mekanisme Kerusakan Otak akibat NAPZA kelompok 2

22