Anda di halaman 1dari 15

Pengertian Karya Ilmiah

Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat
keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang
tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun
bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.Eko
Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :

Memberi penjelasan
Memberi komentar atau penilaian

Memberi saran

Menyampaikan sanggahan

Membuktikan hipotesa

Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi
yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya
lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat
fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar
tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya
tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan
berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak
ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Bentuk Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang
dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal
ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan
sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa
daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi,
atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang
menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya
dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi
untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah

Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah
penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi
pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan),
bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke
bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang
dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok
pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah
mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang
dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan
gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata
ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan
kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar
sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut
didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi
lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut
kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan
baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung
metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta
mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan
pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang.
Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki
bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan
program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan

dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu
disiplin ilmu pendidikan.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada.
Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1)

Sikap ingin tahu

Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan
dengan bidang kajiannya.
2)

Sikap kritis

Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan
dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokantidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3)

Sikap obyektif

Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan
pribadi.
4)

Sikap ingin menemukan

Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan


eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan
konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5)

Sikap menghargai karya orang lain

Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara
jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan
atau pendapat orang lain.
6)

Sikap tekun

Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya


meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap
hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7)

Sikap terbuka

Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik,
dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan
keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Konsep Karya Ilmiah

1. Konsep Tentang Karya Ilmiah


Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu
pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk
memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah
biasanya di tulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan
kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.
Istilah karya ilmiah di sini mengacu pada karya tulis yang menyusun dan
penyajiannya di dasarkan pada kajian ilmiah dan kerja ilmiah. Di lihat dari panjang
pendeknya atau kedalaman uraian,karya tulis ilmiah di bedakan atas makalah (paper) dan
laporan penelitian,dalam penulisan,baik makalah walaupun laporan penelitian,di dasarkan
pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu di
dahului oleh study pustaka dan lapangan.
Karangan ilmiah ialah karya tulis yang memaparkan pendapat, gagasan, tanggapan,
atau hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan keilmuan.
Jenis karangan ilmiah banyak sekali, di antaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi,
dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi kelima-limanya bertolak dari
laporan,

kemudian

diberi

komentar

dan

saran.

Perbedaannya

hanyalah

dalam

kekompleksannya.
A. Prinsip-prinsip Umum yang Mendasari Penulisan Sebuah Karya Ilmiah
a.

Objektif, artinya setiap pernyataan ilmiah dalam karyanya harus di dasarkan kepada data dan
fakta. Kegiatan ini di sebut dengan studi empiris. Objektif dan emfiris merupakan dua hal
yang bertautan.

b. Prosedur atau penyimpulan penemuannya melalui penalaran induktif dan deduktif.


c.

Rasional dalam pembahasan data. Seorang penulis karya ilmiah dalam menganalisis data
harus menggunakan pengalaman dan pikiran secara logis.

[1]Ada beberapa syarat yang harus di penuhi agar sebuah tulisan disebut ilmiah. Syarat itu
antara lain:
1. Komunikatif yaitu uraiannya seharusnya difahami pembaca

2.

Bernalar maksudnya yaitu tulisannya itu harus sistematis, isi pikiran yang di kemukakan
berurutan atau bersistem, berhubungan satu dengan yang lainnya, dan mengikuti metode
penulisan yang tepat.

3.

Logis maksudnya, apa yang di paparkan masuk akal, benar, baik secara empiris maupun
secara logika

4. Berlandaskan teori yang kuat, teori yang kuat berarti teori itu di hargai oleh semua ahli yang
disiplin ilmu yang bersangkutan
5. Bertanggung jawab, maksudnya sumber data, buku acuan, dan sumber kutipan harus secara
jujur di sebutkan
Hal-hal Penting dalam Membuat Karya Ilmiah
Tulisan yang dilahirkan tidak muncul begitu saja tulisan itu lahir melalui suatu proses
yang begitu panjang, yang disebut proses penciptaan tulisan. [2]Secara singkat proses
tersebut sebenarnya dapat di bagi atas empat tahapan yaitu:
1. Merencanakan
2. Menyusun
3.memeriksa dan
4. Menyiarkan
Secara lebih lengkap proses yang di maksud adalah sebagai berikut:
a) Merencanakan
b) Menetapkan masalah yang akan di tulis
c) Membatasi masalah (membatasi lingkup kajian)
d) Mengkaji tulisan yang pernah ada yang berkaitan dengan tulisan yang akan di

susun

e) Membuat kerangka
f) Mengumpulkan bahan
g) Menyusun buram
h) Menyeleksi atau mengganti kata dan kalimat yang dirasa kurang sesuai
i) Memeriksa dan menilai
j) Menyusun konsep akhir
k) Mengetik dan menggandakan serta menyiarkan atau menyampaikan dalam forum.

[3]Membangun tulisan ilmiah berarti menyusun kalimat yang tepat, merangkai kalimat
sehingga menjadi paragraf yang baik, menjaga keterkaitan antara kata dengan kata yang

menghasilkan kalimat, kalimat dengan kalimat yang menghasilkan paragraf termasuk


penggunaan tanda bacanya. Mengenai hal ini dapat dilihat kembali pada bagian sebelumnya.
[4]Hal lain yang harus di perhatikan selain itu adalah menaati teknik penulisan yang
berlaku. Tulisan ilmiah di rakit dengan teknik tertentu. Teknik itu bersifat konvensi,artinya
teknik yang digunakan sedapat dapatnya digunakan secara internasional (minimal nasional).
Tiap lembaga pendidikan tinggi biasanya menyusun aturan tentang teknik penulisan karya
ilmiah.
Teknik penulisan misalnya berhubungan dengan: cara mengutip dan menyusun daftar
pustaka. Beberapa hal yang berkaitan dengan cara mengutip antara lain:
1.

Apabila kita mengambil pendapat ahli lain dan pendapat itu merupakan bahan yang akan
diuraikan, biasanya kita menggunakan katamenurut pendapat...ahli yang kita kutip
pendapatnya kita tempatkan di dalam tanda kurung(setelah dibalik namanya, terutama untuk
yang pertama), atau cukup tahun terbit dan halaman buku yang di letakkan di dalam tanda
kurung). Contoh: a) Menurut pendapat Keraf, Gorys (1980:316) ada empat macam metode
berpidato...atauMenurut Gorys Keraf, ada empat macam metode berpidato...(Keraf, Gorys
1980:316); b) Keraf, Gorys(1980:316) mengatakan ada empat macam metode berpidato...

2.

Seandainya pendapt tersebut mendukung pendapat kita, maka kita dapat merumuskannya
menjadi, hal ini sesuai dengan pendapat Keraf, Gorys (1980:316)...atauhal yang sama
dikemukakan pula oleh...(1980:316).... Apabila pendapat kita akan dibandingkan dengan
pendapat sarjana lain, maka kita dapat merumuskannya,bandingkan dengan pendapat Keraf,
Gorys (1980:316)....Perlu di ingat bahwa untuk penulisan nama ahli (untuk kedua kalinya)
apabila dalam buku yang sama, maka cukup nama terakhirny saja. Dan apabila pendapat itu
kita tentang, maka kita dapat merumuskannya, pendapat itu berbeda dengan pendapat Keraf,
(1980:316)...

3. Apabila kutipan itu dari surat kabar atau majalah, nama besar penulis tetap kita tulis. Kata
dalam majalah tidak perlu di cantumkan karena keterangan lengkap tentang judul tulisan akan
kita peroleh melalui daftar pustaka. Apabila data atau keterangan yang kita dapati bukan
berupa artikel, maka nama surat kabar atau majalah yang kita sebut diikuti tanda kurung yang
berisi: tahun terbit, koma dan tanggal bulan terbit, titik dua lalu halaman. Contoh: Menurut
KOMPAS (1990, 24/12:1) Jakarta menapaki perjalanan waktu.... Apabila sumber
keterangan tidak mencantumkan nama penulis, maka nama penerbit (bukan pencetak) yang
kita cantumkan. Contoh. Berbicara tentang penyetandaran tata..., depdikbud (1988:17)
mengatakan belum pernah dilakukan secara resmi. Penerbit yang bernama depdikbud dan
judul buku serta keterangan lain yang kita perlukan dapat ditemukan pada daftar pustaka. Dan

apabila sumber kutipan berasal dari yayasan, panitia, badan, atau organisasi yang kita sebut.
Tentu saja penyebutannya harus lengkap dan jelas. Cara lain yang juga digunakan dapat
diperhatikan secara langsung pada tulisan ini.
[5]Sedangkan daftar fustaka sebagai bukti keilmiahan tulisan dan sekaligus bentuk
pertanggung jawaban akademis dan etis dari sebuah karya ilmiah harus mengikuti aturan
penyusunan sebagai berikut.
1. Penyusunan daftar kepustakaan harus bersifat alfabetis, baik secara horizontal maupun secara
vertikal. Dan diketik satu spasi. Yang dimaksud dengan penyusunan secara horizontal yaitu
urutan nama penulis dari A-Z sedangkan yang dimaksud penyusunan secara vertikal adalah
urutan nama penulis dari A-Z ke arah bawah.
2. Susunan penulisan daftar kepustakaan adalah nama besar (unsur nama terakhir), koma, nama
kecil, titik, tahun terbitnya buku, titik, judul buku yang digaris bawah atau dicetak miring
atau dicetak tebal, jilid buku (kalau ada), titik, tempat terbit, titik dua, dan nama penerbit.
Contoh: Pateda, Mansoer. 1990. Linguistik Terapan. Ende: nusa indah
3.

Apabila seorang penulis banyak bukunya dijadikan sumber, maka dibawahnya cukup
digunakan tanda hubung (-) sebanyak sembilan buah, atau digunakan sembilan ketukan.
Contoh,
Keraf, Gorys. 1979. Komposisi, Sebuah Pengantar Kemahiran
Berbahasa. Ende: Nusa Indah
__________. 1991. Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: PT Gramedia
Sedangkan jika nama penulisannya tiga orang atau lebih, cukup disebutkan satu saja
kemudian ditambahkan dkk (yang berarti dan kawan-kawan). Penulisan sumber yang belum
berupa buku, judul tulisannya tidak boleh digaris bawah, dicetak miring atau dicetak tebal,
tetapi cukup diberi tanda petik (...) ( bandingkan dengan Mahsun, 2005: 79-82).

DAFTAR PUSTAKA
Aleka dan H. Achmad.2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Jakarta: Kharisma Putra
Utama
Hasnun, Anwar. 2004. Pedoman dan Petunjuk praktis Karya Tulis, Yogtakarta: Absolut
Depdikbud.2003. Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia, Jakarta: Depdikbud.
Ramlan, M. 1996. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis,Yogyakarta: CV Karyono
Musaddat, Syaiful. 2006..Aplikasi Bahasa Indonesia: Pemahaman kearah penyusunan karya
Ilmiah, Mataram: University Press.

[1] Anwar

Hasnun: Pedoman dan Petunjuk praktis Karya Tulis, Yogtakarta, Absolut.2004. h.


25-26
[2] Syaiful Musaddat: Aplikasi Bahasa Indonesia: Pemahaman kearah penyusunan karya
Ilmiah, Mataram University Press. 2006. H. 42-43
[3] Ibid,. H. 45
[4] M. Ramlan: Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis, CV Karyono, Yogyakarta. 1996. H. 5
[5]Depdikbud: Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia, Jakarta, Depdikbud. 2003. H. 16
di 04.35
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Pengertian, fungsi, syarat, sifat, jenis dan mafaat karya


ilmiah
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER
Referensi:
1. Teknik Menulis Karya Ilmiah, Bambang Dwiloka, Penerbit Rineka Cipta, 2005
2. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi, Drs. M. Hariwijaya, Tugu Publisher, 2008
Blog:
www.faliunsri.blogspot.com
www.fali.unsri.ac.id
Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil
pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang
diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain
sebelumnya.

Karya ilmiah: pernyataan sikap ilmiah peneliti.


Tujuan karya ilmiah: agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari, lalu didukung
atau ditolak oleh pembaca.
Fungsi karya ilmiah:
sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
1. Penjelasan (explanation)
2. Ramalan (prediction)
3. Kontrol (control)
Hakikat karya ilmiah: mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis,
metodologis, dan konsisten.
Syarat menulis karya ilmiah
1. motivasi dan displin yang tinggi
2. kemampuan mengolah data
3. kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
4. kemampuan berbahasa
Sifat karya ilmiah
formal harus memenuhi syarat:
1. lugas dan tidak emosional
mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2. Logis
disusun berdasarkan urutan yang konsisten
3. Efektif
satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4. efisien
hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
5. ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.
Jenis-jenis karya ilmiah
umum karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:
1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya
berdasarkan data di
lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses
berpikir
deduktif atau induktif.
2. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan
sesuatu berdasarkan
data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam
daripada

analisis dalam makalah.


3. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan
pendapat orang lain.
Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan
penelitian
langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan
material berupa
temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek
atau lebih di
bidang spesialisasinya.
4. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi.
Tesis
mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
5. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan
oleh penulis
berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini
berisi suatu
temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat
dipertahankan oleh
penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).
Manfaat Penyusunan karya ilmiah
Menurut sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari
kegiatan tersebut.
1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena
sebelum menulis karya
ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang
hendak dibahas.
2. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil
sarinya, dan
mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan
dalam katalog
pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan
fakta secara jelas
dan sistematis.
5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.

6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

A.Ciri-ciri Karya Ilmiah


Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu
struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta penggunaan
bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian
awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup.
Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan
sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa
bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan
serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut. Komponen
karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah
mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel
ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap
penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan
menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk
pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang
digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan
kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
B.Tujuan Penulisan Karya Ilmiah
Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman
terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan
dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara
sistematis dan terstruktur.
C.Isi dan Materi
Isi dari Penulisan karya tulis ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek dibawah
ini :
1. Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.
D.Bentuk Laporan Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
Bentuk laporan penulisan Karya Tulis Ilmiah terdiri dari:
A.BagianAwal.
Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. LembarPengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel

8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya


B.BagianTengah.
Bagian tengah ini terdiri dari:
1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran
C.Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:
1.Daftar Pustaka
2. Lampiran
E.Macam-macam Karya Ilmiah
Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat
dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk
konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan
akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan
penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di
surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau
induktif, atau gabungan keduanya yang bisa dibungkus dengan opini penulis.
Disertasi
Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat
dibuktikan oleh penulisberdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan
analisis yang terinci).Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat
Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah
mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari
profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan
penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan
berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.Disertasi atau Ph.D
Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi
keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan)
menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan
masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru
yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan
pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam
dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana.
Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis
dalam mengungkapkan pengetahuan baru. Tesis atau Master Thesis ditulis
bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan.
Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan
pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan;
menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis,
sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.Dalam penulisannya dituntut

kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari
abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu
dosen pembimbing menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya
sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat
mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan
dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan
mengawal dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan
mempertahankannya pada ujian skripsi. Skripsi ditulis berdasarkan pendapat
(teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif,
baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di
laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis
hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan
analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada
seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada perhelatan
ilmiah tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi,
kertas kerja dimentahkan karena lemah, baik dari susut analisis rasional,
empiris, ketepatanmasalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak
menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif
(saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.Makalah, dalam tradisi
akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling soft dari
jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan
keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh
ilmuwan disbanding skripsi mahasiswa.Makalah mahasiswa lebih kepada
memenuhi tugas-tugas pekuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketad makalah
para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa menandemnya
dengan kenyataan lapangan. Makalah lazim dibuat berdasrakan kenyatan dan
kemudian ditandemkan dengan tarikan teoritis; mengabungkan cara pikir
deduktif-induktif atau sebaliknya. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling
sederhana.
Peper
Biasanya digunakan untuk menyebut karya tulis atau istilah pada tugas kuliah
berupa makalah yang hanya membahas sebatas Karya tulis yang membahas
suatu permasalahan yang berkaitan dengan mata kuliah yang diikuti.
Biasanyauntuk ukuran halaman paling banyak 20 halaman kertas kuarto dengan
2 spasi. Isi paper ini berkisar pada pengantar atau pendahuluan, permasalahan,
analisis atau pembahasan dan kesimpulan atau premis-premis mayor.
F.Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah
Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya
adakan dikarenakan tidak konsisten dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten

itu menyangkut banyak hal, dapat berupadiksi, teknik mengutip, atau bahkan
alur berpikir sendiri.
Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah
sebagai berikut:
- salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
- salah dalam menyusun struktur pelaporan,
- salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak
(plagiat),
- salah dalam menuliskan bagian kesimpulan,
-penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
- tata cara penulisan Daftar Pustaka yang kurang tepat (tidak standar dan
berkesan seenaknya sendiri),
- tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang
berubah-ubah).
G.Syarat Menulis Karya Ilmiah
1.motivasi dan displin yang tinggi
2.kemampuan mengolah data
3.kemampuan berfikirlogis (urut) dan terpadu (sistematis)
4. kemampuan berbahasa
H.Sifat Karya Ilmiah
formalharusmemenuhisyarat:
1.lugas dan tidak emosional mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran
sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2.Logis, disusun berdasarkan urutan yang konsisten
3.Efektif, satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4.efisien, hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah
dipahami
5. ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.